GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
News
RS PKU Aisyiyah Boyolali Kirim Relawan Kesehatan ke Daerah Bencana Sumatra
BOYOLALI — majalahlarise.com - RS PKU Aisyiyah Boyolali melepas dua relawan kesehatan untuk menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terdampak banjir di Sumatra. Dua relawan tersebut, dr. Della Bintari Pratiwi dan Argian Prihatnala, dilepas secara resmi pada Jumat (2/1/2025) untuk bergabung dalam Tim Kesehatan bersama RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta.
Kedua relawan dijadwalkan berangkat melalui Bandara Ahmad Yani Semarang pada Sabtu (3/1/2025). Selama dua pekan, mulai 4 hingga 17 Januari 2025, mereka akan bertugas di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Direktur RS PKU Aisyiyah Boyolali, dr. Zahrosofi Ahmadah, MARS, dalam sambutannya berpesan agar penugasan tersebut diniatkan sebagai ibadah. Ia menguraikan ibadah tidak hanya terbatas pada ritual keagamaan, melainkan mencakup seluruh aktivitas yang diwujudkan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dalam setiap aspek kehidupan.
“Ibadah memiliki makna yang luas. Seluruh aktivitas yang diniatkan sebagai ketaatan kepada Allah, termasuk membantu sesama yang tertimpa musibah, merupakan ibadah,” tuturnya.
Acara pelepasan relawan turut dihadiri Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan RS PKU Aisyiyah Boyolali, Drs. Thontowi Jauhari, SH, M.Si, serta Kepala Bidang Administrasi dan SDI (Sumber Daya Insani), Purwani, S.Kep., Ners., MARS.
Menurut dr. Zahrosofi, upaya meringankan penderitaan para korban bencana merupakan bentuk ibadah kemanusiaan bernilai tinggi, bahkan dapat dimaknai sebagai jihad kemanusiaan. Ia berharap para relawan menjalani tugas dengan penuh keikhlasan.
“Tanpa keikhlasan, pekerjaan berat akan terasa semakin berat. Dengan keikhlasan, pekerjaan seberat apa pun akan menjadi ringan. Seberat apa pun tugas relawan, penderitaan para korban bencana jauh lebih berat,” katanya.
Ia juga menyampaikan harapan agar pengabdian para relawan membawa keberkahan bagi RS PKU Aisyiyah Boyolali sehingga rumah sakit tersebut terus berkembang menjadi institusi kesehatan yang unggul dan berkemajuan.
“Menjadi relawan kemanusiaan merupakan bagian dari sikap takwa. Manusia diperintahkan untuk saling menolong dan menebarkan kasih sayang. Orang-orang bertakwa dijanjikan kemudahan, baik di dunia maupun di akhirat,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam kata pamitannya, dr. Della Bintari Pratiwi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia mengatakan penugasan tersebut merupakan panggilan profesi yang telah lama ia nantikan.
“Ini panggilan profesi. Saya sudah lama ingin menjadi relawan kesehatan di daerah bencana untuk mengamalkan ilmu kedokteran yang saya miliki. Ketika ditawari berangkat ke Sumatra, saya langsung mengiyakan tanpa berpikir panjang,” ujarnya.
Menanggapi tantangan berat di lapangan, dr. Della mengatakan kondisi tersebut justru menjadi motivasi tersendiri. “Itu tantangan. Saya menyukai tantangan,” ucapnya singkat.
MDMC Kerahkan Ratusan Relawan
Di sisi lain, Muhammadiyah melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengerahkan ratusan relawan untuk memberikan layanan darurat bagi para penyintas banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Bencana hidrometeorologi tersebut dipicu hujan ekstrem akibat Siklon Seyar yang terjadi sejak 25 November 2024, sehingga menimbulkan kerusakan luas serta korban jiwa. MDMC telah mengirimkan tim asistensi tanggap darurat dan mengoordinasikan pengerahan tim profesional dari regional Sumatra serta wilayah Jawa, termasuk Tim Kesehatan, sesuai kebutuhan di daerah terdampak.
Purwani, yang juga tergabung dalam Tim Kesehatan Emergency Medical Team (EMT) PP Muhammadiyah, menjelaskan seluruh Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) di Indonesia dilibatkan dalam misi kemanusiaan tersebut.
“Pada prinsipnya, setiap RSMA diminta mengirimkan satu tim. Namun karena keterbatasan personel, RS PKU Aisyiyah Boyolali mengirim dua relawan yang bergabung dengan RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada 3 Januari 2025 terdapat tiga tim medis yang diberangkatkan, masing-masing dari RS PKU Muhammadiyah UMM (Universitas Muhammadiyah Malang), RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu, Brebes, serta tim gabungan dari RS PKU Aisyiyah Boyolali dan RS Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta. Pengiriman tim medis dari jaringan RSMA dijadwalkan berlangsung secara bergilir hingga Februari 2025. (Sofyan)
Baca juga: Pengajian Wali Santri PonpesMU Manafiul Ulum Sambi Tekankan Sinergi Orang Tua dan Pesantren
Pendidikan
![]() |
| Pengajian Wali Santri diikuti wali santri, para guru, serta pimpinan amal usaha pendidikan di lingkungan pesantren. |
Pengajian Wali Santri PonpesMU Manafiul Ulum Sambi Tekankan Sinergi Orang Tua dan Pesantren
Boyolali — majalahlarise.com — Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafiul Ulum Sambi menggelar Pengajian Wali Santri pada Sabtu, 3 Januari 2026. Kegiatan berlangsung di Masjid PonpesMU Manafiul Ulum dan diikuti wali santri, para guru, serta pimpinan amal usaha pendidikan di lingkungan pesantren tersebut.
Pengajian wali santri menghadirkan Ustadz Ahmad Yasin Hadi P., M.P.I. sebagai pemateri utama. Dalam tausiyahnya, ia menguraikan tema “Mengantar Anak Menitipkan Amanah, Sinergi Orang Tua dengan Ponpes Menuju Generasi Berkarakter”. Tema tersebut mengajak para orang tua menumbuhkan kepercayaan kepada pesantren sekaligus membangun kolaborasi berkelanjutan dalam mendampingi proses pendidikan santri.
Ustadz Ahmad Yasin Hadi menjelaskan, menitipkan anak ke pesantren bukan sekadar menyerahkan proses belajar, melainkan amanah besar yang harus dijaga bersama. Menurutnya, keberhasilan pendidikan karakter membutuhkan peran aktif orang tua yang sejalan dengan nilai-nilai yang ditanamkan pesantren.
Dalam sambutannya, Mudir PonpesMU Manafiul Ulum, Pujiono, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan para wali santri yang telah memilih pesantren sebagai tempat pendidikan putra-putrinya.
“Menitipkan anak di pesantren adalah amanah besar. Oleh karena itu, PonpesMU berkomitmen menjaga amanah tersebut melalui pendidikan terpadu yang memadukan ilmu, adab, dan keteladanan. Sinergi orang tua dan pesantren menjadi kunci lahirnya generasi berkarakter,” ujar Pujiono.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari jajaran pimpinan PonpesMU. Turut hadir Wakil Mudir PonpesMU Manafiul Ulum, Ustadz Suradi, serta Kepala SMA Muhammadiyah PK PonpesMU Manafiul Ulum, Ari Rosmawati. Mereka mendampingi jalannya kegiatan bersama para guru SMP dan SMA PonpesMU Manafiul Ulum.
Kepala SMA Muhammadiyah PK PonpesMU Manafiul Ulum, Ari Rosmawati, menuturkan pentingnya kesinambungan pendidikan antara rumah dan pesantren. Ia mengatakan, pembentukan karakter santri tidak akan berjalan optimal jika hanya bertumpu pada lembaga pendidikan.
“Pendidikan karakter membutuhkan dukungan, doa, dan keteladanan orang tua di rumah. Ketika orang tua dan pesantren berjalan seirama, insyaAllah akan lahir generasi yang unggul secara akademik dan kuat secara akhlak,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Mudir PonpesMU Manafiul Ulum, Ustadz Suradi, menguraikan pentingnya kepercayaan serta komunikasi yang intens antara wali santri dan pengelola pesantren. Ia menyampaikan, pesantren memposisikan diri sebagai mitra orang tua dalam mendidik anak.
“Jika komunikasi terjaga dengan baik, dilandasi saling percaya dan saling mendoakan, proses pendidikan santri akan berjalan lebih optimal. Inilah semangat yang terus kami bangun di PonpesMU Manafiul Ulum,” tutur Ustadz Suradi.
Pengajian wali santri dilaksanakan setelah Sholat Duhur berjamaah dan berlangsung dengan khidmat hingga selesai. Antusiasme wali santri tampak dari keseriusan mengikuti materi serta suasana dialogis yang terbangun antara pemateri, pimpinan pesantren, dan para wali santri.
Melalui kegiatan ini, PonpesMU Manafiul Ulum Sambi berharap komunikasi dan kebersamaan antara pesantren dan wali santri semakin erat. Harapan tersebut menjadi langkah bersama untuk mewujudkan visi mencetak generasi beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah.(Sofyan)
Baca juga: Raker MPKSDI Muhammadiyah Solo Fokus Penguatan Perkaderan Tahun 2026
News
![]() |
| Rapat kerja (Raker) Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo. |
Raker MPKSDI Muhammadiyah Solo Fokus Penguatan Perkaderan Tahun 2026
SOLO – majalahlarise.com - Rapat kerja (Raker) Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo bertajuk penguatan perkaderan tahun 2026 yang berkemajuan dan berkeadaban, Jumat (2/1/2026).
Raker digelar di Warteg Bolodewe, kawasan Manahan, Solo ini berlangsung sejak pukul 14.50 sampai 20.20 WIB dan diikuti seluruh pengurus dan perwakilan cabang MPKSDI se-Solo.
Raker diawali registrasi peserta dan pembukaan yang diisi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya dan Sang Surya, serta sambutan pimpinan MPKSDI.
“Pada pleno pertama, peserta akan mendapatkan arahan perkaderan Muhammadiyah dari Supervisor MPKSDI Prof Sofyan Anif, mengenai strategi penguatan pembinaan kader ke depan tahun 2026,” ujar Ketua MPKSDI PDM Kota Solo, Dr Suyanto, SAg, MPdI.
Pleno kedua membahas evaluasi program 2025 dan penyusunan action plan tahun 2026. Setelah jeda salat Magrib dan makan, pleno ketiga dilanjutkan dengan penyampaian progress report ortom.
Agenda ditutup pleno keempat dengan penyelarasan dan pengesahan program kerja MPKSDI 2026 sebelum penutupan resmi kegiatan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi, soliditas organisasi, dan arah kebijakan perkaderan Muhammadiyah di Kota Surakarta pada tahun mendatang.
“Perkaderan dalam Muhammadiyah telah dirumuskan kepada pilar-pilar Perkaderan Muhammadiyah yang meliputi mulai dari keluarga, amal usaha Muhammadiyah, pimpinan Muhammadiyah, dan organisasi otonom,” tambahnya.
Terkait tantangan perkaderan saat ini, Suyanto menyoroti pentingnya kontekstualisasi strategi pembinaan untuk menjawab dinamika generasi muda. Sekali Muhammadiyah tetap Muhammadiyah.
“Kader biologis kader ideologis. Raker MPKSDI PDM Solo 2026 diharapkan menjadi momentum memperkokoh sistem perkaderan berkemajuan yang memastikan keberlanjutan proses kaderisasi di seluruh struktur organisasi. Acara ini dibuka konsultan MPKSDI Ahmad Sukidi,” tuturnya.
Suyanto menegaskan bahwa ada empat perkaderan Muhammadiyah. Melalui perkaderan keluarga. Perkaderan melalui sekolah atau institusi pendidikan Muhammadiyah. Perkaderan melalui ortom. Dan perkaderan melalui Amal Usaha Muhammadiyah.
“Dalam keluarga misalnya, ada keluarga sejak Taman Kanak-kanak hingga perguruan tinggi anaknya sekolah di Amal Usaha Pendidikan milik persyarikatan Muhammadiyah,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Angkringan Griyo Sokma Jati, Harmoni Rasa dan Nuansa Jawa di Tengah Sawah Sukoharjo
Mitra Usaha
![]() |
| Pengunjung saat menikmati masakan bakmi jowo di Angkringan Griyo Sokma Jati. |
Angkringan Griyo Sokma Jati, Harmoni Rasa dan Nuansa Jawa di Tengah Sawah Sukoharjo
SUKOHARJO – majalahlarise.com - Saat senja mulai turun dan angin berembus pelan dari hamparan persawahan, Angkringan Griyo Sokma Jati menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih dari sekadar makan malam. Nuansa tradisional Jawa terasa kuat lewat bangunan joglo yang berdiri anggun, berpadu dengan alunan musik organ tunggal yang mengalir santai, menciptakan suasana syahdu bagi siapa pun yang singgah.
Itulah kesan pertama yang dirasakan majalahlarise.com ketika berkunjung ke Angkringan Griyo Sokma Jati yang beralamat di Pondok RT 04 RW 01, Bulakrejo, Sukoharjo. Di tempat ini, pengunjung tidak hanya dimanjakan cita rasa khas angkringan, tetapi juga suasana pedesaan yang menenangkan, jauh dari hiruk-pikuk kota.
Pemilik sekaligus pengelola Angkringan Griyo Sokma Jati, Ginanjar, menguraikan sejak awal konsep yang diusung memang kental dengan sentuhan Jawa. Awalnya, bangunan menggunakan model limasan. Namun, setelah mengalami musibah kebakaran, konsep tersebut dikembangkan dengan memadukan limasan di bagian belakang dan joglo di bagian depan.
![]() |
| Pengunjung bisa berkaraoke diiringi musik organ tunggal. |
“Dari awal kita konsep Jawa. Angkringan, tapi kita kemas seperti resto, dipadukan dengan sentuhan modern,” ujar Ginanjar.
Sentuhan modern itu salah satunya hadir lewat sajian musik. Menurutnya, musik menjadi elemen penting untuk menarik pengunjung agar betah berlama-lama. Awalnya, musik akustik sempat dicoba, namun respons pengunjung belum maksimal. Konsep kemudian berkembang dengan menghadirkan musik pop, tembang kenangan, hingga iringan keyboard yang kini rutin menemani suasana malam.
“Dengan musik, pengunjung bisa lebih santai, bisa melepas penat. Akhirnya kita pertahankan sampai sekarang,” tuturnya.
Dari sisi menu, Angkringan Griyo Sokma Jati juga terus bertransformasi mengikuti selera pasar. Pada awal berdiri, menu utama hanya soto sebagai sajian andalan. Seiring waktu, permintaan pengunjung semakin beragam.
![]() |
| Beragam menu makanan khas angkringan disajikan. |
“Awalnya soto. Terus banyak yang minta ayam, ayam kampung, nila, lele, sampai terakhir ada bebek bakar. Sekarang juga ada bakmi Jawa, mie goreng, ternyata banyak yang suka,” jelas Ginanjar.
Angkringan ini mulai beroperasi pada 2022, tepatnya menjelang Hari Raya Idul adha. Dari yang semula hanya menyediakan nasi kucing dan gorengan, kini dapur Griyo Sokma Jati nyaris tak pernah berhenti beraktivitas demi memenuhi pesanan pengunjung yang terus berdatangan.
Di tengah ketatnya persaingan kuliner di Sukoharjo, Ginanjar memiliki harapan sederhana namun penuh makna. Ia mengajak para pelaku usaha kuliner untuk terus menjaga ciri khas, terutama kuliner berbasis budaya Jawa.
![]() |
| Masakan bakmi Jawa khas angkringan Griyo Sokma Jati. |
“Mari sama-sama punya ciri khas. Kuliner Jawa supaya bisa terus berkembang. Semoga ke depan tambah laris, tambah banyak pengunjung, dan semua bisa maju bareng-bareng,” katanya.
Kenyamanan tempat dan ragam menu juga dirasakan langsung oleh pengunjung. Joko Suryono, salah satu pelanggan, mengaku Angkringan Griyo Sokma Jati menjadi tempat favoritnya untuk bersantai.
“Makanan yang saya suka bakmi Jowo, rasanya pas. Tempatnya nyaman, parkir luas, dan yang seru bisa karaoke langsung diiringi organ tunggal,” ungkapnya.
Angkringan Griyo Sokma Jati tidak sekadar menyajikan makanan, tetapi menghadirkan pengalaman. Perpaduan rasa, suasana, dan budaya Jawa menjadikan tempat ini sebagai ruang berkumpul yang hangat, tempat melepas penat sambil menikmati malam Sukoharjo yang bersahaja. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Dekan FISH, Dr. Joko Suryono, M.Si menyerahkan tanda terimakasih kepada Sdri. Windrati, S.Pd. |
Perpisahan dan Pelepasan Karyawan Magang Berdampak FISH Univet Bantara, Windrati Tinggalkan Kesan Positif
SUKOHARJO – majalahlarise.com - Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) menggelar kegiatan perpisahan dan pelepasan karyawan magang berdampak, Sdri. Windrati, S.Pd., Jumat (2/1/2026). Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa magang alumni yang dinilai memberi kontribusi nyata bagi penguatan kinerja fakultas, khususnya di Program Studi Ilmu Komunikasi.
Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, M.Si, menyampaikan selama menjalani masa magang, Windrati menunjukkan kinerja yang sangat baik dan mampu mendukung administrasi akademik Prodi Ilmu Komunikasi. Kehadiran Windrati juga dinilai membantu kinerja dosen dalam aktivitas akademik sehari-hari.
“Kesannya, alumni magang Mbak Windrati memiliki kinerja yang sangat baik. Beliau bisa men-support administrasi akademik Prodi Ilmu Komunikasi, sekaligus mendukung kinerja Ibu dan Bapak dosen,” ujar Joko Suryono.
![]() |
| Wakil Dekan FISH Univet Dr. Betty Gama mewakili Dosen menyerahkan buket bunga kepada Sdri. Windrati, S.Pd. |
Ia menguraikan konsep magang berdampak tidak hanya memberi manfaat bagi institusi, tetapi juga menyiapkan alumni agar memiliki pengalaman kerja nyata. Dengan bekal tersebut, alumni magang diharapkan memiliki kualifikasi yang lebih kuat saat melamar pekerjaan di instansi lain.
“Kalau konsep magang berdampak langsung bisa ditempatkan bekerja di sini, tentu akan kami pertahankan. Namun secara umum, hasil magang diharapkan memberi pengalaman kerja agar alumni mudah diterima di instansi lain. Hal itu terbukti pada alumni magang di Fakultas Ilmu Sosial, termasuk Mbak Windrati,” jelasnya.
Terkait program magang, Joko Suryono juga menyampaikan saat ini pemerintah telah menyediakan berbagai platform magang melalui Kemendikbudristek dan Dinas Tenaga Kerja. Program tersebut membuka peluang luas bagi mahasiswa dan alumni untuk belajar langsung di dunia kerja sesuai bidangnya.
![]() |
| Bu Maryani mewakili staf karyawan TU menyerahkan buket kepada Sdri. Windrati, S.Pd. |
Sementara itu, Windrati, S.Pd. menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengikuti program magang alumni yang diinisiasi oleh Rektor Univet Bantara dan penempatannya di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Ia menguraikan kesan positif selama menjalani magang, terutama suasana kerja yang penuh kebersamaan dan saling mendukung.
“Alhamdulillah, semua di sini orang-orangnya baik. Ada yang sepuh, ada yang masih muda, semuanya bekerja sama dengan baik dan saling membantu. Banyak sekali yang membimbing dan mengarahkan saya selama magang,” tuturnya.
Windrati juga mengungkapkan kebahagiaannya dapat membersamai perjalanan fakultas selama dua tahun, sejak masih bernama FISIP hingga berkembang menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, termasuk bertambahnya Program Studi Hukum.
Ia berharap FISH Univet Bantara ke depan semakin maju, sukses, dan memperkuat ikatan kerja sama. Windrati juga menyampaikan doa terbaik menjelang asesmen lapangan akreditasi Program Studi Ilmu Komunikasi.
“Semoga FISH semakin maju dan sukses. Untuk Prodi Ilmu Komunikasi yang akan menghadapi asesmen lapangan akreditasi, semoga hasilnya terbaik,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Pemprov Jateng Gunakan Pompa Tenaga Surya untuk Penanganan Rob Sayung
News
![]() |
| PATS Sayung ini baru saja diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Tan Yasin Maimoen. |
Pemprov Jateng Gunakan Pompa Tenaga Surya untuk Penanganan Rob Sayung
DEMAK - majalahlarise.com - Siang pada 31 Desember 2025, di Dukuh Lengkong, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Di tengah kawasan pesisir yang bertahun-tahun bergulat dengan rob, sebuah pompa berdiri sebagai simbol ikhtiar baru: Pompa Air Tenaga Surya (PATS).
PATS Sayung ini baru saja diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Tan Yasin Maimoen. Ada satu pesan sederhana namun tegas, penanganan rob tak lagi mengandalkan cara lama yang mahal dan boros energi.
“Kalau hanya pompa, itu solusi pertama. Tapi kita juga harus berpikir jangka panjang,” ujar Ahmad Luthfi.
Panel-panel surya sudah dicoba dua hari lalu. Tak berbunyi, tak berasap. Hanya cahaya matahari yang jatuh perlahan di permukaannya, lalu diubah menjadi energi yang menggerakkan pompa air di bawah sana.
Pompa yang diresmikan itu bukan pompa biasa. Ia bekerja dengan sistem hibrid yang mengandalkan energi matahari di siang hari dan otomatis beralih ke listrik saat malam atau cuaca mendung. Matahari sebagai sumber daya utama. Panel surya menangkap sinar matahari dan mengonversinya menjadi listrik arus searah.
Energi inilah yang kemudian dialirkan ke inverter atau langsung ke motor pompa, tergantung pada sistem yang digunakan. Saat matahari kian tinggi, listrik yang dihasilkan pun semakin kuat, dan pompa bekerja lebih optimal mengalirkan air. Tanpa perlu sakelar manual, tanpa ketergantungan pada solar berbahan bakar minyak yang selama ini menjadi beban anggaran.
Air yang dipompa bisa berasal dari sungai, saluran, atau genangan rob. Ia didorong naik melalui pipa, lalu dialirkan ke lahan pertanian, kolam penampung, atau langsung ke saluran pembuangan. Tanpa bahan bakar, tanpa ketergantungan pada listrik jaringan. Pompa ini bekerja mengikuti ritme alam, aktif saat matahari bersinar, berhenti ketika senja tiba.
Di situlah keistimewaannya. Pompa air tenaga surya bukan sekadar mesin, melainkan cara baru berdamai dengan lingkungan. Ia mengandalkan energi yang tersedia setiap hari, memangkas biaya operasional, dan memberi solusi berkelanjutan bagi wilayah yang kerap kekurangan air atau dilanda genangan. Saat matahari terbit, harapan ikut mengalir bersama air yang bergerak pelan namun pasti.
Bagi Pemprov Jawa Tengah, PATS Sayung bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan model. Model penanganan rob yang lebih hemat, lebih bersih, dan lebih berkelanjutan. Ahmad Luthfi menyebut, ke depan energi terbarukan akan menjadi bagian penting dalam berbagai sektor, bukan hanya pengendalian banjir.
“Ini akan kita jadikan contoh. Bukan hanya untuk rob, tapi juga untuk pertanian, perikanan, bahkan perkantoran,” katanya.
Bagi Bupati Demak Esti’anah, kehadiran PATS ini terasa seperti angin segar. Selama ini, pompa air memang tersedia di banyak titik rawan banjir, tetapi biaya BBM kerap menjadi persoalan klasik.
“Pompa ada, tapi BBM-nya berat. Dengan tenaga surya, ini jadi solusi yang sangat efektif. Alhamdulillah, respons dari Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur cepat sekali,” ujar Esti’anah.
Ia berharap, skema serupa bisa direplikasi di titik-titik rawan rob lainnya di Demak, agar penanganan banjir tak lagi bersifat tambal sulam.
Di balik pompa itu, ada perhitungan teknis dan efisiensi yang matang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan, PATS Sayung menggunakan dua unit pompa dengan kapasitas masing-masing 125 liter per detik.
“Pokoknya sangat efisien. Siang hari semua operasional pakai solar cell. Malam baru pakai listrik. Biayanya jauh lebih murah,” kata Henggar.
Menurutnya, jika menggunakan pompa berbahan bakar BBM, biaya operasional bisa mencapai jutaan rupiah setiap bulan. Dengan sistem tenaga surya, beban itu nyaris hilang.
“Paling kita hanya menyiapkan biaya listrik. Estimasinya sekitar Rp 1,5 juta per bulan. Masih akan kita hitung pastinya setelah sebulan beroperasi penuh,” ujarnya.
Pompa ini didukung 74 panel surya berkapasitas masing-masing 720 Watt peak, dengan total daya mencapai 66 kiloWatt peak. Saat matahari bersinar penuh, energi terbarukan sepenuhnya menggerakkan pompa. Ketika cahaya berkurang, sistem otomatis beralih ke listrik PLN tanpa jeda.
Pelaksanaan pekerjaan PATS dimulai pada 16 Oktober 2025 dan selesai pada tanggal 22 Desember 2025 atau 68 hari kalender. Di tengah ancaman rob yang belum sepenuhnya pergi, pompa tenaga surya di Sayung memberi satu pelajaran. Berhadapan dengan alam tak selalu harus dengan biaya mahal, tetapi dengan kecerdasan, kolaborasi, dan keberanian mencoba cara baru. (Hum/ Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Cover Buletin MELATI edisi 05 (desain oleh: Sofyan) |
Buletin Melati Edisi Ke-5 Dorong Literasi dan Kolaborasi Warga SMP Negeri 4 Wonogiri
WONOGIRI – majalahlarise.com - Semangat literasi dan kreativitas kembali mengemuka di SMP Negeri 4 Wonogiri melalui terbitnya Buletin Melati edisi ke-5. Kehadiran buletin sekolah ini menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana pembelajaran bagi siswa dan seluruh warga sekolah dalam mengembangkan budaya membaca, menulis, dan literasi digital.
Pada edisi kali ini, Buletin Melati mengangkat tema utama “Terus Bergerak Bersama Mewujudkan Kemajuan SMP Negeri 4 Wonogiri.” Tema tersebut mencerminkan tekad bersama seluruh elemen sekolah untuk terus melangkah maju melalui komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala SMP Negeri 4 Wonogiri, Saleha, M.Pd. Ia menguraikan penerbitan buletin sekolah bukan sekadar media informasi, melainkan bagian dari strategi pendidikan literasi yang melibatkan seluruh warga sekolah.
“Buletin Melati menjadi salah satu upaya sekolah dalam meningkatkan kemampuan literasi membaca, menulis, dan literasi digital siswa. Lebih dari itu, buletin ini menjadi wadah ekspresi kreativitas serta ruang belajar yang menyenangkan bagi seluruh warga sekolah,” ujar Saleha.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para siswa, guru, dan tim redaksi yang terlibat aktif dalam proses penyusunan hingga penerbitan buletin. Menurutnya, keterlibatan kolektif tersebut merupakan modal penting dalam membangun iklim sekolah yang kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.
“Penerbitan Buletin Melati tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi kegiatan sekolah, tetapi juga menjadi sarana pengembangan bakat dan minat siswa di bidang jurnalistik, penulisan, desain grafis, hingga kepemimpinan redaksional,” tuturnya.
Saleha berharap Buletin Melati dapat terus menjadi media pembelajaran yang membangun kebiasaan berpikir kritis dan memperkuat komunikasi antarsesama warga sekolah.
“Semoga Buletin Melati edisi ini mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus berkarya, menebar semangat positif, serta membentuk karakter anak Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.
Untuk membaca Buletin MELATI edisi ke-5 bisa klik tautan disini
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...











