GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Siswa kelas XII mengisi formulir di stand kampus Univet Bantara Sukoharjo. |
SMA Negeri 1 Manyaran Fasilitasi Siswa Kenal Dunia Perkuliahan Lewat Education Expo 2026
WONOGIRI – majalahlarise.com - SMA Negeri 1 Manyaran menggelar Education Expo 2026 dengan mengangkat tema “Membangun Generasi Cerdas dan Visioner Menuju Masa Depan”, Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini diikuti sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta, di antaranya UNIVET BANTARA, GRAHA WISATA, STAB Wonogiri, STAIMAS Wonogiri, LPK Bhaskoro, Universitas Duta Bangsa, Universitas Teknologi Yogyakarta, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, IPB University, Universitas Negeri Semarang, serta Politeknik Negeri Semarang.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 1 Manyaran, Sutanti, S.Pd, menyampaikan kegiatan ini bertujuan mengenalkan peserta didik kelas XII pada dunia kampus, kehidupan perkuliahan, sekaligus membantu pencarian informasi terkait Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Ia menjelaskan, melalui expo ini siswa diharapkan memiliki gambaran yang lebih jelas tentang pilihan studi lanjutan sesuai bakat dan minat.
“Harapannya setelah kegiatan ini, anak-anak memiliki gambaran dunia perkuliahan dan dapat melanjutkan ke perguruan tinggi sesuai potensi masing-masing. Untuk kelas X dan XI, kegiatan ini menjadi motivasi agar sejak dini bisa menentukan arah pendidikan tinggi yang akan dipilih,” ujar Sutanti.
Sementara itu, Tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNIVET BANTARA, Dewi Puspito Sari, S.K.M., M.K.M., mengatakan kehadiran Univet Bantara pada Education Expo ini untuk menyosialisasikan mekanisme penerimaan mahasiswa baru tahun 2026. Ia menguraikan, Univet Bantara membuka pendaftaran gelombang dini hingga 31 Maret 2026 dengan potongan UKT sebesar 50 persen.
“Setelah itu ada gelombang satu dan gelombang dua. Gelombang satu berlangsung dari Maret hingga 31 Juli 2026 dengan diskon UKT 25 persen, sedangkan gelombang dua dari 1 Agustus sampai 30 September 2026 dengan potongan 10 persen,” jelasnya.
Dewi menambahkan, Univet Bantara juga memberikan kemudahan pembayaran UKT dengan sistem cicilan hingga tiga kali dalam satu semester setelah semester pertama. Ia menyampaikan, selama ini cukup banyak lulusan SMA Negeri 1 Manyaran yang melanjutkan studi ke Univet Bantara. Harapannya, lulusan tahun ini juga dapat mempertimbangkan Univet Bantara, termasuk bagi siswa yang belum berhasil lolos ke perguruan tinggi negeri.
Antusiasme siswa terlihat dari kunjungan aktif ke stan-stan perguruan tinggi. Salah satu siswa kelas XII, Arif Hidayat, mengaku kegiatan ini memberikan motivasi tersendiri. Ia mengatakan banyak mendapatkan pengalaman dan informasi dari mahasiswa yang berbagi cerita tentang proses masuk perguruan tinggi.
“Kesan saya termotivasi. Banyak sharing pengalaman, termasuk cara masuk ke universitas,” ungkap Arif. Terkait rencana ke depan, ia menjelaskan memiliki keinginan untuk bekerja terlebih dahulu sebelum melanjutkan kuliah.
Melalui Education Expo 2026 ini, SMA Negeri 1 Manyaran berupaya memperkuat peran sekolah sebagai jembatan informasi dan motivasi pendidikan, sekaligus membekali siswa dengan wawasan untuk menatap masa depan secara lebih terarah dan visioner. (Sofyan)
Baca juga: Poltekkes Bhakti Mulia Gelar Workshop Pemanfaatan AI untuk Tri Dharma Perguruan Tinggi
Pendidikan
![]() |
| Pembicara DR. Rahmat Hidayat, SKM, M.Kes beserta dosen Poltekkes Bhakti Mulia saat foto bersama usai Workshop. |
Poltekkes Bhakti Mulia Gelar Workshop Pemanfaatan AI untuk Tri Dharma Perguruan Tinggi
SUKOHARJO – majalahlarise.com - Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Bhakti Mulia Sukoharjo menggelar Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi selama dua hari, Rabu–Kamis, 21–22 Januari 2026. Kegiatan ini menghadirkan DR. Rahmat Hidayat, SKM, M.Kes sebagai narasumber.
Workshop tersebut menjadi ruang pembelajaran strategis bagi sivitas akademika dalam memahami peran dan potensi AI untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Ketiga pilar tersebut menjadi fondasi utama Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terus dituntut adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dalam paparannya, DR. Rahmat Hidayat menguraikan pemanfaatan AI secara bijak untuk mendukung aktivitas akademik dan riset. Ia menjelaskan AI mampu membantu dosen dan peneliti memunculkan ide riset, menelusuri referensi jurnal ilmiah dari berbagai sumber bereputasi, serta memformulasikan referensi tersebut guna menemukan gap riset dan nilai kebaruan atau novelty.
Lebih lanjut, setelah gap riset ditemukan, AI juga dapat membantu mengidentifikasi permasalahan penelitian beserta berbagai alternatif solusi. Bahkan, AI dinilai mampu memberikan rekomendasi judul riset yang relevan dan realistis, menyesuaikan dengan kemampuan peneliti serta ketersediaan data primer maupun sekunder.
Menurutnya, di era riset modern, AI berperan besar dalam memformulasikan sumber data dan hasil penelitian secara lebih efektif dan sistematis. Pemanfaatan teknologi ini juga memungkinkan penyusunan buku referensi akademik secara terstruktur, lengkap dengan dukungan data, pembagian bab, dan subbab yang detail.
“Dengan pemanfaatan AI secara tepat, proses pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat berjalan lebih efisien, hemat waktu, biaya, tenaga, serta pemikiran, tanpa mengurangi kualitas akademik,” ujar Rahmat Hidayat.
Sementara itu, Direktur Poltekkes Bhakti Mulia, Deden Dermawan, M.Kep, menyampaikan harapannya agar workshop ini mampu memberikan wawasan dan inspirasi baru bagi para peserta. Ia menguraikan kegiatan tersebut menjadi langkah konkret kampus dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan tinggi.
“Melalui workshop ini, diharapkan para dosen dan tenaga kependidikan dapat memanfaatkan AI secara optimal untuk mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga berbagai proses akademik yang sebelumnya terasa sulit kini dapat dilakukan secara lebih mudah dan efektif,” tuturnya.
Workshop ini sekaligus menegaskan komitmen Poltekkes Bhakti Mulia dalam menghadirkan inovasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era kecerdasan buatan. (Sofyan)
Baca juga: Muhabro Cup 2 Sukses Digelar, SMP Muhammadiyah 2 Baturetno Wadah Bakat Atlet Voli SD/MI
Pendidikan
![]() |
| Gelaran Muhabro Cup 2. Turnamen bola voli tingkat SD/MI se-Kecamatan Baturetno. |
Muhabro Cup 2 Sukses Digelar, SMP Muhammadiyah 2 Baturetno Wadah Bakat Atlet Voli SD/MI
Wonogiri – majalahlarise.com - Kemeriahan Milad ke-53 SMP Muhammadiyah 2 Baturetno mencapai puncaknya melalui gelaran Muhabro Cup 2. Turnamen bola voli tingkat SD/MI se-Kecamatan Baturetno ini menjadi panggung pembinaan sekaligus ajang unjuk sportivitas bagi atlet-atlet muda berbakat.
Selama dua hari, Rabu (21/1) hingga Kamis (22/1), sebanyak 20 tim dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah saling beradu kemampuan. Turnamen ini digelar sebagai bagian dari komitmen SMP Muhammadiyah 2 Baturetno dalam menghadirkan ruang kompetisi sehat dan edukatif bagi generasi muda.
Meski berlangsung di lapangan voli mini, antusiasme peserta tetap tinggi. Setiap tim menunjukkan semangat juang dan kerja sama yang kuat sejak babak penyisihan hingga laga penentuan.
![]() |
| MIN 2 Wonogiri berhasil keluar sebagai Juara 1. Posisi Juara 2 diraih SD Negeri 3 Baturetno. |
Tenaga pendidik SMP Muhammadiyah 2 Baturetno, Retno Puspitasari, menguraikan penggunaan lapangan mini justru memberikan pengalaman baru bagi para peserta. Menurutnya, kondisi tersebut melatih kecermatan, strategi, dan penguasaan teknik bermain.
“Ini menjadi pengalaman menarik bagi anak-anak. Lapangan mini menuntut mereka lebih fokus dan taktis. Alhamdulillah, turnamen berjalan lancar dengan dukungan cuaca yang sangat mendukung,” ungkap Retno. Ia juga mengapresiasi semangat sekolah-sekolah yang terus aktif mengikuti kegiatan luar ruangan.
Respons positif juga datang dari para guru pendamping. Guru olahraga MIN 2 Wonogiri, Riyadi Akbar, menuturkan kegiatan seperti Muhabro Cup memiliki peran penting dalam pembinaan olahraga sejak usia dini.
![]() |
| Juara 3 bersama ditempati SD Negeri 4 Balepanjang dan SD Negeri 1 Baturetno. |
“Turnamen ini sangat layak dilestarikan untuk memajukan bakat siswa. Kami berharap SMP Muhammadiyah 2 Baturetno terus konsisten menyediakan ruang pengembangan potensi anak-anak,” ujarnya.
Muhabro Cup 2 tahun ini terasa semakin istimewa karena menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-53 SMP Muhammadiyah 2 Baturetno, yang sebelumnya juga menggelar turnamen e-sport Free Fire. Perpaduan olahraga fisik dan ketangkasan digital tersebut mencerminkan visi sekolah yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Setelah melalui pertandingan yang berlangsung kompetitif dan sportif, MIN 2 Wonogiri berhasil keluar sebagai Juara 1. Posisi Juara 2 diraih SD Negeri 3 Baturetno, sementara Juara 3 bersama ditempati SD Negeri 4 Balepanjang dan SD Negeri 1 Baturetno. (DF/ Sofyan)
Baca juga: Hasil Juara Umum PORSIMU 2026 Bidang Olahraga Resmi Diumumkan
Pendidikan
Hasil Juara Umum PORSIMU 2026 Bidang Olahraga Resmi Diumumkan
Boyolali — majalahlarise.com - Pekan Olahraga, Sains, dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (PORSIMU) ke-3 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh FKKS SD/MIM Kabupaten Boyolali berlangsung sukses dan penuh semangat sportivitas. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan prestasi sekaligus penguatan karakter islami bagi siswa SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Boyolali.
PORSIMU 2026 resmi dibuka pada 20 Januari 2026 di GOR Budi Langgeng, Ngemplak, Boyolali, dan ditutup setelah seluruh rangkaian lomba terselesaikan, termasuk Olimpiade Sains Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang digelar pada 31 Januari 2026 di Kompleks Muhammadiyah Karanggede.
Ketua FKKS SD/MIM Kabupaten Boyolali, Agus Sutrisno, S.Pd., saat membuka kegiatan menyampaikan PORSIMU memiliki peran penting dalam pembinaan karakter dan prestasi siswa.
“PORSIMU bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi sarana menanamkan nilai sportivitas, karakter islami, dan semangat berprestasi sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, kami berharap ukhuwah antarsiswa Muhammadiyah semakin kuat,” ujarnya.
Ketua Panitia PORSIMU 2026, Mustamik, S.Pd., menguraikan antusiasme peserta sangat tinggi pada tahun ini. Ratusan siswa dari berbagai sekolah turut berpartisipasi dalam cabang futsal, bulu tangkis, tenis meja, lomba nyanyi tunggal, serta Olimpiade Sains Al-Islam Kemuhammadiyahan.
“Total peserta mencapai ratusan siswa. Untuk futsal diikuti 36 grup, bulu tangkis 24 grup, tenis meja 24 peserta, nyanyi tunggal 33 peserta, serta Olimpiade Sains sebanyak 77 peserta. Ini menunjukkan semangat berkompetisi siswa Muhammadiyah Boyolali sangat luar biasa,” tuturnya.
Setelah melalui pertandingan dan perlombaan yang berlangsung kompetitif serta menjunjung tinggi nilai sportivitas, panitia menetapkan hasil juara umum bidang olahraga PORSIMU 2026.
Pada cabang Bulu Tangkis Putra, gelar juara umum diraih SD Muhammadiyah PK Boyolali, disusul MIM PK Kenteng sebagai juara kedua, serta MIM Miri dan MIM Grinting sebagai juara ketiga bersama.
Untuk Bulu Tangkis Putri, MIM PK Kenteng keluar sebagai juara umum. Posisi juara kedua diraih MIM Kismoyoso, sedangkan juara ketiga ditempati SD Muhammadiyah PK Wonosogoro dan MIM Giriroto.
Sementara itu, pada cabang Futsal, gelar juara umum berhasil disabet SD Muhammadiyah PK Nogosari. Juara kedua diraih MIM Al Akbar Pandeyan, sedangkan juara ketiga diraih MIM Kismoyoso dan MIM PU Widoro.
Mustamik menambahkan, seluruh rangkaian PORSIMU 2026 berjalan lancar berkat kerja sama panitia, guru pendamping, dan dukungan sekolah.
“Kami bersyukur seluruh kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Semoga PORSIMU ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk belajar berkompetisi secara sehat dan berakhlak,” jelasnya.
PORSIMU 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga dan akademik, tetapi juga wahana pembinaan bakat, karakter, serta penanaman nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi siswa Muhammadiyah yang unggul, berprestasi, dan siap menjadi kader persyarikatan serta bangsa di masa depan. (Sofyan)
Baca juga: Wadahi Bakat Digital Sejak Dini, SMP Muhammadiyah 2 Baturetno Adakan Turnamen Free Fire
Pendidikan
![]() |
| Pemenang Turnamen Free Fire, SD Muhammadiyah Inovatif Baturetno berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua diraih SD Negeri Boto, disusul SD Negeri 1 Baturetno di peringkat ketiga. |
Wadahi Bakat Digital Sejak Dini, SMP Muhammadiyah 2 Baturetno Adakan Turnamen Free Fire
WONOGIRI — majalahlarise.com - Peringatan hari jadi ke-53 SMP Muhammadiyah 2 Baturetno berlangsung semarak dengan menghadirkan kompetisi yang selaras dengan perkembangan zaman. Sekolah ini sukses menggelar turnamen e-sport Free Fire dan bola voli yang melibatkan puluhan tim dari SD/MI se-Kecamatan Baturetno.
Kegiatan tersebut diikuti delapan tim untuk cabang e-sport Free Fire serta 20 tim cabang bola voli. Perpaduan ini menghadirkan harmoni antara prestasi olahraga fisik dan ketangkasan digital dalam satu rangkaian kegiatan milad sekolah.
Turnamen e-sport menjadi inovasi menarik yang memberi perspektif baru terhadap dunia game online. Guru SMP Muhammadiyah 2 Baturetno, Heny Setyoningsih, menyampaikan kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembinaan bakat digital siswa sejak usia dini.
“Bukan sekadar bermain, kami mengenalkan dunia game sebagai ekosistem yang memiliki komunitas, aturan, dan jalur prestasi yang jelas. Ini menjadi sarana efektif untuk mendekatkan dunia digital dengan pembinaan karakter melalui cara yang menyenangkan,” tutur Heny.
Pandangan serupa diuraikan Guru Bimbingan dan Konseling, Muhammad Sahli. Ia mengatakan kompetisi e-sport menjadi ruang praktik pembelajaran karakter secara langsung bagi para peserta.
“Anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, kerja sama tim, serta mengelola emosi dalam suasana kompetitif. Semua nilai itu muncul secara alami saat pertandingan berlangsung,” jelas Sahli.
Ia menambahkan, dengan pendampingan dan pengawasan yang tepat, game online dapat diarahkan menjadi potensi konstruktif sekaligus edukatif bagi peserta didik.
Dalam persaingan sengit cabang Free Fire, tim dari SD Muhammadiyah Inovatif Baturetno berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua diraih SD Negeri Boto, disusul SD Negeri 1 Baturetno di peringkat ketiga.
Sementara itu, antusiasme peserta masih berlanjut pada cabang bola voli. Turnamen ini dijadwalkan mencapai puncaknya pada Kamis (22/1), setelah rangkaian pertandingan dimulai sejak Rabu (21/1).
Melalui rangkaian kegiatan milad ke-53 ini, SMP Muhammadiyah 2 Baturetno menunjukkan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap mengedepankan keseimbangan antara kecakapan digital, kesehatan fisik, dan pembentukan karakter peserta didik. (DF/ Sofyan)
Baca juga: PGSD UNISRI Gelar Praktisi Mengajar: Memimpin yang Tua, Membimbing yang Muda
Pendidikan
PGSD UNISRI Gelar Praktisi Mengajar: Memimpin yang Tua, Membimbing yang Muda
Solo — majalahlarise.com - Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar kegiatan Praktisi Mengajar dengan tema “Memimpin yang Tua, Membimbing yang Muda”. Kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa pemahaman dan keterampilan manajemen kepemimpinan di sekolah dasar, khususnya dalam mata kuliah Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan di SD semester 7.
Kegiatan yang diikuti sekitar 120 mahasiswa tersebut berlangsung di Gedung H lantai 5 UNISRI Surakarta. Acara dibuka oleh Kaprodi PGSD UNISRI, Muklis Mustofa, S.Pd., M.Pd., yang juga menjadi pengampu mata kuliah Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan di SD.
Dalam sambutannya, Muklis Mustofa menyampaikan pentingnya mahasiswa PGSD memiliki bekal kepemimpinan yang kuat sejak di bangku kuliah. Menurutnya, calon guru sekolah dasar tidak hanya dituntut mampu mengajar di kelas, tetapi juga memahami dinamika kepemimpinan, kerja sama tim, serta supervisi pendidikan di lingkungan sekolah.
“Kegiatan Praktisi Mengajar ini menjadi jembatan antara teori di kampus dengan praktik nyata di lapangan, sehingga mahasiswa memiliki gambaran utuh tentang kepemimpinan di sekolah dasar,” ujar Muklis Mustofa.
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Sekolah SDN Wonowoso Surakarta, Priskila Malindo Marindasari, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Priskila menguraikan pengalaman memimpin sekolah dasar, mulai dari mengelola guru yang lebih senior hingga membimbing peserta didik dan guru muda agar berkembang secara profesional.
Priskila menuturkan, filosofi memimpin yang tua, membimbing yang muda menjadi kunci dalam kepemimpinan di sekolah dasar. Seorang pemimpin, menurutnya, perlu mengedepankan kebijaksanaan, komunikasi yang santun, serta keteladanan dalam setiap pengambilan keputusan.
“Memimpin guru yang lebih senior membutuhkan sikap menghargai pengalaman, sementara membimbing yang muda menuntut kesabaran dan keteladanan. Keduanya harus berjalan seimbang,” jelas Priskila.
Melalui kegiatan Praktisi Mengajar ini, PGSD UNISRI berharap mahasiswa memperoleh wawasan praktis tentang kepemimpinan dan supervisi pendidikan di SD. Bekal tersebut diharapkan mampu membentuk calon guru yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap menjadi pemimpin pendidikan yang efektif dan berkarakter di masa depan. (Sofyan)
Baca juga: PORSIMU 2026 Resmi Dibuka, Ajang Sportivitas dan Prestasi Siswa Muhammadiyah Boyolali Dimulai
Hiburan
![]() |
| RMTH Haryo Dananjoyo Adityo Bhawono |
Menjaga Irama Mimpi: Perjalanan Karier RMTH Haryo Dananjoyo Adityo Bhawono Merawat Musik dari Hati
Solo- majalahlarise.com - Di sebuah rumah sederhana di kawasan Pura Mangkunegaran Keprabon, Banjarsari, Surakarta, musik tidak hanya berbunyi sebagai hiburan. Dari alamat di Jalan RA Kartini No. 20 itu, lahir ruang pembelajaran, panggung mimpi, dan perjalanan panjang seorang penggiat musik bernama RMTH Haryo Dananjoyo Adityo Bhawono, owner Kursus Musik West Brother Solo.
Bagi Haryo, musik bukan sekadar profesi, melainkan jalan hidup yang ditempa oleh pengalaman, kegagalan, dan keteguhan untuk terus bertahan.
Tumbuh Bersama Musik Sejak Remaja
Ketertarikan Haryo pada musik bersemi sejak masa SMP, sekitar tahun 1997. Saat itu, ia bersama teman-temannya mendapat satu set alat musik yang menjadi awal terbentuknya band kecil.
“Saya main musik sejak SMP. Waktu itu kami dapat satu set alat musik pemberian KGPAA Mangkoenagoro IX, lalu bikin grup bareng teman SMP, adik, dan saudara,” tutur Haryo.
Bakat tersebut mengantarkannya mengikuti festival band dan cipta lagu di akhir 1990-an. Bahkan, band yang ia jalani sempat meraih penghargaan cipta lagu terbaik dan dilirik label rekaman nasional.
“Waktu itu kami sampai diajak makan malam dan ditawari garap album. Tapi karena mental masih anak SMA, justru muncul masalah internal dan akhirnya pecah,” ujarnya mengenang.
Persinggahan Dunia Hiburan dan Kegagalan Bisnis
Setelah lulus SMA sekitar tahun 2000, Haryo sempat mencicipi bangku kuliah, meski tidak sampai selesai. Tawaran dunia hiburan justru datang lebih cepat. Ia terlibat dalam proyek sinetron dan film bersama sejumlah pelaku industri hiburan nasional.
“Sempat main film, walaupun akhirnya cuma sampai lima episode karena perusahaan produksinya bermasalah. Tapi dari situ saya dapat pengalaman dan fee,” katanya.
Honor tersebut ia kumpulkan dan putar menjadi modal usaha batik. Bahkan, ia sempat menjadi pemasok tunggal di salah satu toko batik di Jakarta. Namun, musibah banjir besar Jakarta pada 2002 membuat seluruh aktivitas usaha terhenti.
“Di situ saya benar-benar merasakan gagal besar untuk pertama kalinya. Perputaran ekonomi berhenti total,” ungkapnya.
Kembali ke Musik dan Lahirnya West Brother
Di tengah kebingungan, musik kembali hadir. Pertemuan dengan teman SMP pada 2002 menjadi titik balik. Dari rumah keluarga di kawasan Mangkunegaran, Haryo membentuk band West Brother bersama kakak, adik, dan sahabatnya.
Awalnya, mereka membuka usaha rental PlayStation. Ruang kosong di belakang dimanfaatkan sebagai studio latihan band.
“Ternyata studionya ramai sekali. Sabtu bisa sampai 14 grup latihan, meski sewanya masih sepuluh ribu per jam,” ujarnya sambil tersenyum.
Studio kecil itu kemudian berkembang menjadi pusat aktivitas musik anak muda.
Kursus Musik dari Sebuah Penolakan
Keinginan Haryo untuk belajar piano sempat mendapat respons yang justru menjadi pemantik semangat.
“Ayah saya bilang, ‘umurmu sudah tidak produktif, rasanya nggak usah belajar lagi’. Dari situ saya malah terpacu,” tuturnya.
Ia tetap belajar secara mandiri hingga bertemu seorang guru musik yang memberikan ide membuka kursus musik.
“Guru saya malah bilang, ‘Mas kan punya studio, kenapa nggak sekalian dibuka kursus musik?’ Dari situ saya kepikiran,” katanya.
Tahun 2003, ruang studio ditata ulang menjadi kelas drum, gitar, dan piano. Kursus musik West Brother pun resmi berjalan, meski dengan promosi sederhana.
“Awalnya promosi cuma lewat brosur, spanduk, dan acara tujuh belasan. Belum ada media sosial seperti sekarang,” jelasnya.
Bangkit Lewat Event Kreatif
Tahun 2004, godaan kembali datang lewat tawaran rekaman dari sebuah production house Jakarta. Namun, tawaran itu kembali berujung kekecewaan.
“Waktu itu kami sudah sampai Jakarta, jadwal rekaman sudah ada, tapi ternyata penipuan. Kami down lagi,” ucap Haryo.
Meski demikian, ia memilih bangkit lewat kreativitas. Salah satunya dengan menggelar konser ensemble 11 drum, sebuah konsep yang kala itu jarang dilakukan.
“Saya bikin 11 drum akustik dimainkan bareng murid-murid. Itu bikin orang mulai melirik lagi,” katanya.
Ia juga terlibat dalam pembentukan Orkestra Remaja Surakarta (Oriska) yang mendapat dukungan pemerintah kota dan membuka kembali ruang eksistensi West Brother.
Bertahan dengan Konsistensi
Memasuki 2008–2009, industri musik lokal mulai terdesak oleh brand nasional dan musisi besar. Haryo memilih strategi bertahan dengan event kecil namun rutin.
“Daripada bikin acara besar tapi cepat hilang, saya pilih bikin acara kecil tapi sering. Itu lebih sustainable,” ujarnya.
Roadshow mingguan ke pusat perbelanjaan, panggung Jumat, Sabtu malam, hingga Minggu terus dijalankan.
Meramu Akademisi dan Rasa
Kini, West Brother Solo berkembang sebagai ruang belajar yang memadukan akademisi dan praktisi.
“Saya berangkat dari otodidak. Di sini pengajarnya ada lulusan ISI, ada juga praktisi. Musik akademis itu penting, tapi rasa dan hati juga nggak boleh hilang,” jelasnya.
Hingga 2025, West Brother Solo tetap konsisten. Setiap tahun digelar konser besar yang melibatkan sekitar 300 peserta didik, sementara panggung-panggung kecil terus berjalan setiap pekan.
“Merawat itu jauh lebih susah daripada memulai. Tapi justru di situ nilai perjuangannya,” pungkas Haryo.
Di West Brother Solo, musik terus hidup dirawat dengan kesabaran, konsistensi, dan keyakinan bahwa mimpi akan selalu menemukan panggungnya. (Sofyan)
Baca juga: Kelas Motivasi BK SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo, Praktisi Event Musik Ajak Siswa “Rock Your Career”
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...








