Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 139 Universitas Sebelas Maret (UNS) menjalankan rangkaian program pengabdian masyarakat di Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.


    KKN 139 UNS Dorong Kesehatan, Ketahanan Pangan, dan Penghijauan Desa Srimulyo

    SRAGEN – majalahlarise.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 139 Universitas Sebelas Maret (UNS) menjalankan rangkaian program pengabdian masyarakat di Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, selama Januari hingga Februari 2026. Program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat desa, mulai dari isu kesehatan lingkungan, ketahanan pangan keluarga, pengelolaan limbah rumah tangga, hingga upaya penghijauan kawasan permukiman.

    Salah satu program yang mendapat perhatian warga adalah sosialisasi pemanfaatan serai sebagai spray anti nyamuk alami bertajuk SERAYA. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, bersamaan dengan agenda pleno rutin PKK Desa Srimulyo. Program ini lahir dari kepedulian mahasiswa KKN terhadap meningkatnya kasus chikungunya yang terjadi di Dusun Asri dalam beberapa waktu terakhir.

    Penanggung jawab program SERAYA, Anggrek Fiska Natalia selaku Wakil Ketua KKN 139, menyampaikan pemanfaatan serai dipilih karena mudah diperoleh dan aman digunakan oleh seluruh anggota keluarga.


    “Serai merupakan tanaman yang sudah akrab dengan masyarakat. Selain murah dan mudah didapat, manfaatnya cukup besar sebagai pengusir nyamuk alami. Melalui program ini, kami ingin memberikan solusi pencegahan penyakit yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah,” kata Anggrek.

    Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pemaparan materi, tetapi juga melakukan demonstrasi langsung proses pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar serai. Peserta diajak mengenal tahapan pengolahan, mulai dari persiapan bahan, proses ekstraksi sederhana, hingga pengemasan produk. Sebagai tindak lanjut, peserta menerima sampel SERAYA agar dapat langsung digunakan dan direplikasi di lingkungan rumah masing-masing.

    Pada hari yang sama, KKN 139 UNS juga menggelar sosialisasi kebun sayur rumah tangga dan pengolahan limbah organik menjadi ecoenzim di Dukuh Toklaos Kidul. Kegiatan ini menyasar ibu-ibu warga setempat yang dinilai memiliki peran sentral dalam pengelolaan pangan dan limbah rumah tangga. Materi yang disampaikan mencakup pemanfaatan lahan pekarangan sempit untuk menanam sayuran konsumsi serta pengenalan ecoenzim sebagai alternatif pengolahan limbah organik yang ramah lingkungan.


    Anggrek menjelaskan, program ini bertujuan mendorong kemandirian keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan harian.

    “Kami ingin ibu-ibu bisa memanfaatkan pekarangan yang ada, sekecil apa pun, untuk menanam sayur. Selain itu, limbah dapur seperti sisa buah dan sayuran dapat diolah menjadi ecoenzim sehingga tidak terbuang percuma,” ujarnya.

    Kegiatan tersebut dilengkapi dengan praktik pembuatan ecoenzim yang dipandu langsung oleh mahasiswa KKN. Peserta juga menerima bibit sayuran sebagai langkah awal penerapan kebun sayur rumah tangga. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan aktif peserta selama sesi praktik dan diskusi.

    Selain fokus pada kesehatan dan ketahanan pangan, KKN 139 UNS turut menginisiasi program penghijauan desa bekerja sama dengan Karang Taruna Cakra Muda Manunggal. Sosialisasi lingkungan dilaksanakan pada Sabtu malam, 31 Januari 2026, dengan membahas pentingnya peran masyarakat dan pemuda dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan ini berlanjut dengan aksi penanaman pohon pada Minggu pagi, 1 Februari 2026, di sepanjang Jalan Karang Srimulyo.

    Sekitar 90 bibit pohon estetika, terdiri dari Tabebuya, Glodokan Tiang, dan Pucuk Merah, ditanam secara gotong royong oleh mahasiswa KKN dan pemuda desa. Penanaman pohon ini diharapkan mampu memperindah wajah desa sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dalam jangka panjang.

    Ketua Karang Taruna Cakra Muda Manunggal, Jarot, mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa KKN UNS dalam kegiatan lingkungan di desanya.

    “Kolaborasi ini memberi semangat baru bagi pemuda desa. Penghijauan tidak hanya membuat lingkungan lebih asri, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama untuk merawatnya,” tutur Jarot.

    Melalui rangkaian program tersebut, KKN 139 UNS berupaya memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, ketahanan pangan keluarga, serta kelestarian lingkungan Desa Srimulyo. Program-program ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat sebagai bagian dari gerakan berkelanjutan menuju desa yang sehat, mandiri, dan lestari. (Sofyan)

     

    Khutbah Jumat yang berlangsung di Lapangan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta.

    Tarhib Ramadan, Dai Champions MUI Ajak Sambut Puasa dengan Suka Cita

    SOLO – majalahlarise.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Dai Champions Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, mengajak umat Islam menyambut ibadah puasa dengan penuh suka cita dan kegembiraan melalui tarhib Ramadan, Jumat (6/2/2026).

    Pesan tersebut disampaikan saat khutbah Jumat yang berlangsung di Lapangan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jalan Kartini No. 1, wilayah barat Pura Mangkunegaran atau tepat di utara Masjid Al Wustha. Kegiatan ini diikuti seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, tenaga pendidik, hingga tenaga kependidikan.

    Mengawali khutbahnya, Dwi Jatmiko mengajak jamaah meningkatkan rasa syukur atas limpahan nikmat Allah Swt. yang terus mengiringi kehidupan manusia.

    “Rasa syukur dapat diwujudkan dengan senantiasa beriman dan bertakwa kepada Allah Swt., melalui ketaatan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi seluruh larangan-Nya,” tuturnya.

    Ia kemudian mengajak jamaah bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw., keluarga, serta para sahabat. Dalam khutbahnya, dai yang berasal dari Banyuanyar tersebut membacakan hadits Nabi Riwayat Ahmad tentang keutamaan bulan Ramadan sebagai bulan penuh keberkahan, saat pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup.

    Dwi Jatmiko menguraikan makna puasa sebagai upaya menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain menahan lapar dan dahaga, ibadah puasa juga menuntut pengendalian sikap dan perilaku.

    Ia menjelaskan terdapat sejumlah perbuatan yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa, seperti menggunjing, fitnah, iri, dengki, dan ria. Puasa Ramadan memiliki hukum wajib bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat.

    “Ketentuan wajib puasa berlaku bagi mereka yang telah balig, ditandai dengan mimpi basah bagi laki-laki dan haid bagi perempuan. Ketika kewajiban ini ditinggalkan tanpa alasan syar’i, maka termasuk dosa besar,” katanya.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan ibadah puasa harus dilandasi niat semata-mata karena Allah Swt., bukan karena dorongan manusia ataupun kepentingan duniawi.

    Namun demikian, Islam memberikan keringanan bagi kelompok tertentu, seperti musafir, orang sakit yang berpotensi sembuh, perempuan haid, nifas, hamil, serta menyusui.

    “Mereka mendapatkan rukhshah untuk tidak berpuasa, tetapi wajib mengganti puasa di hari lain,” ungkapnya.

    Sementara itu, orang lanjut usia renta serta penderita sakit menahun yang tidak memungkinkan untuk sembuh memperoleh keringanan tidak berpuasa dengan kewajiban membayar fidyah tanpa harus mengqada.

    Pelaksanaan khutbah Jumat berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Menutup khutbahnya, Dwi Jatmiko memanjatkan doa agar seluruh jamaah senantiasa mampu berbuat kebaikan dengan kepedulian terhadap agama, sesama manusia, lingkungan, dan sistem kehidupan. (Sofyan)


    Baca juga: KL Lazismu SD Muhammadiyah PK Solo Raih Lazismu Solo Award 2025

    Plafon yang ambrol di hall sekolah.


    Wonogiri Diguncang Gempa Magnitudo 6,5, SMA Negeri 1 Manyaran Alami Kerusakan Ringan

    Wonogiri – majalahlarise.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Wonogiri dan sekitarnya pada Kamis dini hari, 6 Februari 2026, pukul 01.06.11 WIB. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di koordinat 8,98 Lintang Selatan dan 111,17 Bujur Timur atau sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.

    Getaran gempa dirasakan cukup keras oleh masyarakat Wonogiri. Dampak gempa tersebut salah satunya dirasakan di SMA Negeri 1 Manyaran Wonogiri, yang mengalami kerusakan ringan pada sejumlah bagian bangunan sekolah.

    Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMA Negeri 1 Manyaran, Yoyong Anang Purwoko, saat ditemui di sekolah, menguraikan kondisi bangunan pascagempa. Ia mengatakan beberapa fasilitas sekolah mengalami kerusakan.

    “Di ruang guru ada beberapa plafon yang ambrol, jebol. Kemudian ruang waka juga, kemudian hall. Genting di gedung ruang guru dan kepala sekolah melorot, banyak yang melorot dan banyak yang pecah,” ujar Yoyong.

    Perbaikan genting atap gedung sekolah pasca gempa.

     

    Meski terdapat kerusakan di beberapa titik, Yoyong menyampaikan kondisi ruang kelas relatif aman. Ia mengatakan gempa tidak menimbulkan kerusakan berarti pada ruang belajar siswa.

    “Untuk kelas alhamdulillah aman, tidak ada kendala, tidak ada kerusakan-kerusakan yang berarti,” katanya.

    Terkait penanganan awal, pihak sekolah akan melakukan perbaikan dengan memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Yoyong menjelaskan dana tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan bangunan.

    “Nanti kita akan menggunakan pemeliharaan dana BOS untuk rehab ringan. Masuk rehab ringan-sedang,” jelasnya.

    Selain itu, Yoyong juga menyampaikan harapan adanya dukungan dari dinas terkait untuk perbaikan jangka panjang, khususnya pada bagian atap bangunan sekolah.

    “Kalau bisa mungkin dari dinas induk bisa memberikan revitalisasi bantuan rehab untuk atap, karena gedung ini dari tahun 1993 belum pernah mengalami renovasi atau rehabilitasi, terutama di atap,” tuturnya.

    Hingga saat ini, pihak sekolah terus melakukan pemantauan kondisi bangunan dan memastikan lingkungan sekolah tetap aman, sambil menunggu tindak lanjut perbaikan serta dukungan dari instansi terkait. (Sofyan)


    Baca juga: KL Lazismu SD Muhammadiyah PK Solo Raih Lazismu Solo Award 2025

    Penghargaan diserahkan oleh Badan Pengurus Lazismu Kota Solo, Muzakar Isa, dan diterima oleh Bendahara KL Lazismu SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Tri Wahyuni.

     

    KL Lazismu SD Muhammadiyah PK Solo Raih Lazismu Solo Award 2025

    Solo – majalahlarise.com - Kantor Layanan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (KL Lazismu) SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo berhasil meraih Lazismu Solo Award 2025 sebagai Kantor Layanan dengan Edukasi ZIS Terbaik Tahun 2025.

    Penghargaan tersebut diserahkan oleh Badan Pengurus Lazismu Kota Solo, Muzakar Isa, dan diterima oleh Bendahara KL Lazismu SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Tri Wahyuni, dalam rangkaian kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lazismu Kota Solo. Kegiatan ini berlangsung di Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ahad (1/2/2026).

    Rakerda Lazismu Kota Solo turut dihadiri Wali Kota Solo, Respati Ardi. Kehadiran orang nomor satu di Kota Bengawan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan tata kelola zakat, infak, dan sedekah di Kota Solo.

    Penghargaan Lazismu Solo Award 2025 diberikan berdasarkan sejumlah indikator, salah satunya masifnya edukasi pentingnya zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan sekolah. Edukasi tersebut terlihat dari keterlibatan aktif peserta didik dalam berbagai kegiatan sosial yang digagas KL Lazismu SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo.

    Terbaru, peserta didik yang tergabung dalam Tim Sahabat Sekolah Dasar dilibatkan langsung dalam kegiatan penyaluran beasiswa bagi murid SD Muhammadiyah 15 Sumber dan SD Muhammadiyah 20 Sidorejo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini kepada para siswa.

    Koordinator KL Lazismu SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Mohamad Iqbal Baihaqi, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih.

    “Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi pelecut semangat agar di tahun 2026 kinerja KL Lazismu semakin berdampak,” ungkap Iqbal.

    Iqbal menuturkan, program Kencleng Surga masih menjadi program unggulan dalam penghimpunan dana ZIS. Melalui program tersebut, KL Lazismu menyalurkan dana untuk berbagai kegiatan sosial, mulai dari beasiswa bagi murid kurang mampu, pembagian sembako untuk fakir miskin dan anak yatim, bantuan tanggap bencana, hingga mendukung kerja-kerja dakwah Persyarikatan Muhammadiyah.

    Ke depan, KL Lazismu SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berkomitmen terus memberikan edukasi ZIS secara konsisten kepada keluarga besar sekolah. Edukasi berkelanjutan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran berzakat, berinfak, dan bersedekah, sekaligus memperluas kemanfaatan bagi masyarakat dan kemanusiaan. (Sofyan)


    Baca juga: 

    Mahasiswa Fakultas Pertanian Univet Bantara Sukoharjo saat di Jepang.


    Mahasiswa Fakultas Pertanian Univet Bantara Sukoharjo Jalani Magang Internasional di Jepang

    SUKOHARJO – majalahlarise.com - Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo kembali menorehkan kiprah internasional melalui program magang di Jepang. Saat ini, delapan mahasiswa dari Program Studi Agribisnis dan Teknologi Hasil Pertanian tengah mengikuti program internship di perusahaan budidaya jamur Yukiguni Maitake Co. LTD melalui mitra Mizuho Nourin Co. LTD. Jepang.

    Dekan Fakultas Pertanian Univet Bantara Sukoharjo, Dr. Novian Wely Asmoro, S.TP., M.Sc., saat ditemui di kampus pada Kamis (5/2/2026), menguraikan program magang ke Jepang telah berjalan sejak September hingga Oktober 2025 dan masih berlangsung hingga sekarang.

    “Alhamdulillah mahasiswa sudah berada di Jepang dan mengikuti magang dengan baik. Mereka merasa betah karena setiap bulan ada kegiatan pendampingan dari perusahaan, mulai dari pengenalan budaya, kunjungan ke berbagai tempat di Jepang, hingga pengalaman kuliner,” ujarnya.

    Menurutnya, suasana musim dingin dengan salju pada akhir tahun hingga awal tahun justru menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa. Pendampingan intensif dari pihak perusahaan membuat mahasiswa merasa nyaman dan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja maupun kehidupan sosial di Jepang.

    Suasana musim dingin dengan salju pada akhir tahun hingga awal tahun justru menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa.


    Program magang ini khusus diikuti mahasiswa Program Studi Agribisnis dan Teknologi Hasil Pertanian. Sementara untuk Program Studi Peternakan, peluang magang ke Jepang masih terbatas karena mayoritas industri peternakan di sana bergerak pada ternak babi. Saat ini sedang menjalin komunikasi untuk peluang magang di peternakan unggas dan sapi perah di perusahaan Jepang.

    “Ke depan, Insya Allah akan ada pemberangkatan lagi pada tahun 2026 sekitar bulan September. Pendaftaran kemungkinan sudah dibuka awal Maret untuk mahasiswa yang berminat mengikuti program magang ke Jepang,” jelasnya.

    Novian menuturkan, Fakultas Pertanian Univet Bantara telah menyelenggarakan program magang internasional ke Jepang sejak tahun 2017. Program ini sempat terhenti saat pandemi Covid-19, namun kini kembali berjalan seiring membaiknya kondisi global.

    Ia menyampaikan, sejumlah alumni peserta magang bahkan kembali ke Jepang setelah lulus dengan status sebagai pekerja di perusahaan pertanian. Tingginya kebutuhan tenaga kerja di sektor pertanian Jepang menjadi peluang besar bagi lulusan.

    “Selain membekali mahasiswa keterampilan pertanian modern, program ini juga membuka wawasan tentang kehidupan dan etos kerja di luar negeri. Harapannya, meskipun tidak kembali ke Jepang, lulusan mampu mengembangkan pertanian di Indonesia dengan lebih baik,” tuturnya.

    Dari sisi jumlah, tahun ini terdapat delapan mahasiswa yang mengikuti magang di Jepang. Jumlah tersebut masih terbatas pascapandemi. Pada periode sebelumnya, peserta magang bisa mencapai 15 hingga 20 orang. Untuk tahun 2026, diproyeksikan sekitar 15 mahasiswa akan diberangkatkan.

    Novian juga menguraikan dampak positif program magang terhadap lulusan yang memilih berwirausaha di dalam negeri. Sejumlah alumni mengembangkan usaha agribisnis, budidaya hidroponik, melon hidroponik, sayur hortikultura, hingga usaha kuliner.

    “Selama magang di Jepang, mahasiswa juga mendapatkan uang saku. Jika manajemen keuangannya baik, itu bisa menjadi modal usaha setelah lulus. Sudah ada alumni yang menjadi pengusaha hidroponik maupun kuliner, dan itu sangat menggembirakan,” katanya.

    Ia menambahkan, sektor pertanian memiliki peluang besar seiring arah kebijakan pemerintah yang fokus pada ketahanan pangan, gizi, dan pengembangan pertanian terpadu. Menurutnya, pertanian menjadi sektor strategis yang menopang seluruh kebutuhan dasar manusia.

    “Pertanian, peternakan, dan pengolahan hasil merupakan satu kesatuan. Dari sanalah kebutuhan pangan, gizi, dan kehidupan bisa tercukupi. Peluangnya sangat besar dan menjadi ujung tombak pembangunan,” ujarnya.

    Sebagai bentuk komitmen pengembangan pertanian terpadu, Fakultas Pertanian Univet Bantara saat ini tengah mengembangkan laboratorium terpadu seluas kurang lebih satu hektare. Fasilitas tersebut mencakup kandang ayam sistem close house berkapasitas sekitar 20 ribu ekor, laboratorium agroklimatologi, kandang ruminansia sapi, serta rencana pengembangan laboratorium pengolahan hasil pertanian.

    “Ke depan, kami ingin membangun sistem dari hulu hingga hilir di lingkungan fakultas. Semua proses dimainkan langsung oleh Fakultas Pertanian, sehingga mahasiswa memiliki pengalaman praktik yang utuh,” pungkasnya. (Sofyan).


    Baca juga: Sinergi Polres Karanganyar dan Mafindo Bekali Pelajar Skill Masa Depan Lewat Program ‘AI Ready ASEAN’

     

    Pelatihan literasi digital tingkat lanjut bertajuk “AI Ready ASEAN.


    Sinergi Polres Karanganyar dan Mafindo Bekali Pelajar Skill Masa Depan Lewat Program ‘AI Ready ASEAN’

    KARANGANYAR – majalahlarise.com - Memasuki era kecerdasan buatan, Polres Kabupaten Karanganyar bersinergi dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar pelatihan literasi digital tingkat lanjut bertajuk “AI Ready ASEAN”, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini diikuti 100 siswa-siswi SMA dan SMK se-Kabupaten Karanganyar dan dipusatkan di Gedung WP I Mapolres Karanganyar.

    Pelatihan tersebut menjadi bagian dari inisiatif besar penguatan kapasitas generasi muda di bidang kecerdasan buatan dan literasi digital. Program ini mendapat dukungan penuh dari ASEAN Foundation dan Google.org, sekaligus menempatkan Karanganyar sebagai salah satu dari lima wilayah pilot project di Jawa Tengah, bersama Jepara, Tegal, Surakarta, dan Kabupaten Semarang.

    Kapolres Karanganyar, AKBP Arman Sahti, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan komitmen kepolisian dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia muda agar adaptif terhadap perkembangan teknologi.



    “Siapa yang tidak mengikuti perkembangan zaman akan tergilas oleh zaman itu sendiri. Kami ingin adik-adik tumbuh menjadi generasi muda yang hebat melalui penguasaan teknologi, khususnya kecerdasan buatan,” ujar AKBP Arman Sahti saat membuka kegiatan.

    Sebagai bentuk pendampingan nyata, Polres Karanganyar menerjunkan para personel terlatih untuk mendampingi peserta selama pelatihan. Setiap trainer mendampingi kelompok kecil yang terdiri dari lima siswa agar proses belajar berjalan lebih intensif dan aplikatif.

    Sementara itu, Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, menguraikan harapannya agar kolaborasi ini melahirkan agen-agen literasi digital di lingkungan sekolah. Melalui skema pengimbasan, 100 peserta pelatihan ditargetkan mampu menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada sekitar 3.000 pelajar dan warga di lingkungan masing-masing.

    Kapolres Karanganyar, AKBP Arman Sahti, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan.


    Dukungan juga datang dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jawa Tengah, Indri Astuti, S.IP., M.H. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, sudah menjadi kebutuhan dalam dunia pendidikan.

    “Digitalisasi merupakan sebuah keharusan. Kami berharap siswa-siswi di Karanganyar mampu memanfaatkan AI secara produktif dan bertanggung jawab untuk mendukung proses pembelajaran,” tuturnya.

    Melalui program AI Ready ASEAN, sinergi antara Polres Karanganyar dan Mafindo menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang cakap teknologi, kritis, serta berdaya saing di tengah percepatan transformasi digital. (DF/ Sofyan)


    Baca juga: LPMUNISRI Laksanakan Benchmarking ke UMS Solo, Tingkatkan Kualitas Pendidikan

     

     


    LPMUNISRI Laksanakan Benchmarking ke UMS Solo, Tingkatkan Kualitas Pendidikan

    Solo – majalahlarise.com - Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini menjadi upaya strategis UNISRI untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi.

    Rombongan LPM UNISRI dipimpin langsung Kepala Penjamin Mutu UNISRI, Dr. Bambang Widarno, SE, M.Si., bersama tim yang terdiri atas lima unit, meliputi Unit Pengembangan Institusi, Unit Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK), Unit Audit Internal, Unit P3AI, serta Unit Penjaminan Mutu.

    Dr. Bambang Widarno menyampaikan harapan agar kegiatan benchmarking ini memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan mutu akademik di UNISRI. Menurutnya, pengalaman dan praktik baik yang diterapkan UMS dapat menjadi referensi penting dalam penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di UNISRI.

    “Kegiatan ini kami lakukan untuk memperoleh gambaran komprehensif terkait pengelolaan penjaminan mutu yang telah berjalan baik di UMS. Hasilnya diharapkan mampu diadaptasi dan dikembangkan sesuai kebutuhan UNISRI,” ujar Bambang.


    Tim LPM UNISRI diterima langsung Kepala Badan Penjamin Mutu UMS, Hari Prasetyo, S.T., M.T., Ph.D. Ia menyampaikan kesiapan UMS untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, serta praktik terbaik dalam pengelolaan penjaminan mutu pendidikan tinggi.

    Dalam kesempatan tersebut, Hari Prasetyo menguraikan materi terkait sistem dan strategi pengembangan penjaminan mutu, mulai dari penjaminan mutu internal hingga penjaminan mutu eksternal yang diterapkan di UMS. Paparan ini disertai diskusi interaktif untuk memperdalam pemahaman kedua belah pihak.

    Kegiatan benchmarking ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan UNISRI dalam meningkatkan kualitas penjaminan mutu pendidikan. Melalui penguatan SPMI, UNISRI terus berupaya memperkokoh posisinya sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional. (Sofyan) 


    Baca juga: Spega Digdaya! SMP Negeri 3 Surakarta Peringati HUT ke-76 dengan Pentas Seni Siswa


Top