Tim Bola Voli Bakalan berhasil keluar sebagai juara usai mengalahkan Tim Benowo pada partai final yang berlangsung sengit.


    Tumpukan Bola Volly Tawangsari Kelurahan Pagutan Sukses Digelar, Jadi Momentum Kebangkitan Pemuda dan Penguatan Gotong Royong

    Wonogiri - majalahlarise.com - Turnamen Tumpukan Bola Volly Tawangsari sukses digelar pada 13–14 Juni 2026 di Gelora Bendo Growong, Lingkungan Tawangsari RT 001 RW 004, Kelurahan Pagutan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. Kegiatan yang diinisiasi Generasi Muda Mudi Tawangsari tersebut berlangsung meriah dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. 

    Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan membangkitkan semangat pemuda dalam membangun lingkungan yang lebih maju.

    Sebanyak delapan tim mengikuti turnamen yang berlangsung selama dua hari tersebut. Pertandingan berjalan kompetitif dengan dukungan antusias dari warga yang memadati area Gelora Bendo Growong. Setelah melalui serangkaian pertandingan yang ketat, Tim Bola Voli Bakalan berhasil keluar sebagai juara usai mengalahkan Tim Benowo pada partai final yang berlangsung sengit.


    Ketua Panitia yang juga Ketua Karang Taruna Lingkungan Tawangsari, Bagas Panjerrino, menjelaskan keberhasilan penyelenggaraan turnamen tidak lepas dari semangat generasi muda dan dukungan masyarakat yang begitu besar. Menurutnya, kolaborasi antara pemuda dan warga menjadi faktor penting yang membuat kegiatan berjalan lancar dan sukses.

    “Kegiatan ini dapat terlaksana berkat semangat dan partisipasi generasi muda serta dukungan penuh dari masyarakat. Kami berharap turnamen ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan pemuda Tawangsari dalam membangun lingkungan yang lebih maju dan produktif,” ujarnya.

    Bagas menambahkan, turnamen bola voli tersebut juga menjadi media pembelajaran bagi para pemuda untuk meningkatkan solidaritas, kekompakan, serta kemampuan berorganisasi. Melalui kegiatan positif semacam ini, generasi muda memperoleh ruang untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memperkuat karakter kepemimpinan dan kerja sama tim.

    Panitia Tumpukan Bola Volly Tawangsari Volly Ball Club.


    “Kegiatan ini memberikan ruang bagi generasi muda untuk belajar bekerja sama, meningkatkan kompetensi, serta mengasah mental dalam menghadapi berbagai tantangan di era modern. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk membentuk karakter pemuda yang aktif dan berdaya saing,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Bagas menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus menghadirkan berbagai program positif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia berharap semangat yang telah terbangun melalui turnamen ini dapat menjadi fondasi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan produktif lainnya di masa mendatang.

    “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, kami akan terus berupaya menciptakan berbagai program positif sebagai salah satu langkah dalam mencegah kenakalan remaja serta meningkatkan produktivitas masyarakat, terutama generasi muda,” katanya.

    Melalui semangat kebersamaan yang tercipta selama turnamen berlangsung, Tumpukan Bola Volly Tawangsari diharapkan menjadi momentum kebangkitan pemuda sekaligus memperkuat budaya gotong royong dalam mendukung kemajuan lingkungan. Antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi sarana pemersatu serta wadah membangun generasi muda yang aktif, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

    Penulis: Rizki Maulana

    Editor: Sofyan


    Baca juga: Akhirussanah dan Khatmul Qur'an Angkatan XV SDIT Ulin Nuha Wuryantoro, Cetak Generasi Qur'ani Berakhlak Mulia



    Haflah Akhirussanah PonpesMu Manafi'ul 'Ulum Launching Buku Maharatul Khitobah, Cetak Dai Muda Berkarakter Qurani

    Boyolali - majalahlarise.com - Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMu) Manafi'ul 'Ulum menggelar Haflah Akhirussanah Tahun Ajaran 2025/2026 yang dirangkaikan dengan wisuda santri SMP dan SMA Manafi'ul 'Ulum serta launching buku pembelajaran dakwah, Senin (15/6/2026), di Aula Masjid PonpesMu Manafi'ul 'Ulum. Kegiatan berlangsung khidmat dan meriah dengan mengusung tema “The Next Quranic Generation: Berkarakter Mulia, Prestasi Mendunia.”

    Tema tersebut menjadi cerminan komitmen PonpesMu Manafi'ul 'Ulum dalam menyiapkan generasi Qurani yang memiliki akhlak mulia, unggul dalam prestasi, serta mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional. Acara dihadiri berbagai tokoh Muhammadiyah dan pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), di antaranya Ketua Majelis Dikdasmen PCM Sambi Drs. Muhammad Rosyidi, M.Pd., Ketua PCM Sambi Drs. H. Sudiman, Ketua PRM Canden Sriyono, M.Pd., Dewan Penyantun H. Sunarno, Wadir Suradi, S.P., serta jajaran ustaz dan ustazah PonpesMu Manafi'ul 'Ulum.

    Ketua panitia Rahmad Mudzakir dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Haflah Akhirussanah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus bentuk apresiasi atas proses pendidikan yang telah ditempuh para santri selama belajar di lingkungan pesantren.

    Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut ialah launching dua buku karya internal pesantren yang dilakukan langsung oleh Mudir PonpesMu Manafi'ul 'Ulum, Ust. Pujiono. Dua buku tersebut berjudul Maharatul Khitobah wa Ad-Da'wah untuk jenjang SMP dan Fannu Al-Khitobah wa Qiyadat Ad-Da'wah untuk jenjang SMA. Kehadiran buku tersebut diharapkan menjadi pedoman pembelajaran dakwah yang sistematis dan aplikatif bagi para santri.

    Ust. Pujiono menjelaskan kedua buku tersebut disusun untuk mengembangkan kemampuan public speaking, kepemimpinan dakwah, serta keterampilan komunikasi para santri. Melalui modul tersebut, pesantren berupaya melahirkan kader dakwah yang mampu menyampaikan risalah Islam secara efektif sekaligus menjadi pembina umat yang memiliki wawasan luas dan karakter Qurani.


    "Modul ini hadir sebagai langkah nyata guna mencetak dai yang murobbi, memiliki kemampuan khitobah yang baik, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan dakwah di era modern," jelas Ust. Pujiono.

    PonpesMu Manafi'ul 'Ulum saat ini mengelola sejumlah Amal Usaha Muhammadiyah, yaitu TK Aisyiyah PK dan SD Muhammadiyah PK Sambi di Kampus Jati, serta SMP dan SMA Manafi'ul 'Ulum yang berada di Kampus Canden. Sinergi antar lembaga tersebut terus diperkuat untuk menghadirkan pendidikan Islam yang unggul, integratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi Qurani.

    Pada Haflah Akhirussanah Tahun Ajaran 2025/2026 ini, PonpesMu Manafi'ul 'Ulum juga mewisuda dan melepas para santri yang telah menyelesaikan pendidikan pada jenjang SMP dan SMA. Para wisudawan diharapkan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, berkiprah di dunia kerja, serta menjadi kader dakwah yang membawa manfaat bagi masyarakat.

    Dengan semangat “Siap Kuliah, Siap Kerja, Siap Dakwah,” PonpesMu Manafi'ul 'Ulum terus meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan kader umat yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, mandiri, dan siap mengabdi untuk agama, bangsa, serta Persyarikatan Muhammadiyah. Haflah Akhirussanah ini menjadi penanda lahirnya generasi Qurani yang siap menapaki masa depan dan memberikan kontribusi terbaik bagi umat dan bangsa. (Sofyan)


    Baca juga: Akhirussanah dan Khatmul Qur'an Angkatan XV SDIT Ulin Nuha Wuryantoro, Cetak Generasi Qur'ani Berakhlak Mulia

    Siswa SDIT Ulin Nuha Wuryantoro mengikuti prosesi Akhirussanah, Khatmul Qur'an dan Imtihan Metode Ummi Angkatan XV.


    Akhirussanah dan Khatmul Qur'an Angkatan XV SDIT Ulin Nuha Wuryantoro, Cetak Generasi Qur'ani Berakhlak Mulia

    Wonogiri - majalahlarise.com - SDIT Ulin Nuha Wuryantoro menggelar Akhirussanah, Khatmul Qur'an dan Imtihan Metode Ummi Angkatan XV di Al-Huda Education Center, Senin (15/6/2026). Mengusung tema “Melangkah dengan ilmu, tumbuh dengan akhlak, menggapai masa depan”, kegiatan berlangsung khidmat dan penuh haru sebagai bentuk syukur atas capaian para siswa dalam pembelajaran Al-Qur'an selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

    Kepala SDIT Ulin Nuha Wuryantoro, Larno, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para siswa yang telah menyelesaikan tahapan pembelajaran Al-Qur'an dan lulus munaqasyah Metode Ummi. Pada tahun ini tercatat sebanyak 28 siswa lulus kategori Tartil, 29 siswa Khatam Al-Qur'an Juz 30, 16 siswa Khatam Al-Qur'an Juz 29, dan 1 siswa Khatam Al-Qur'an Juz 28. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil perjuangan panjang yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua. 

    “Angka-angka tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun sesungguhnya di baliknya tersimpan perjuangan yang luar biasa. Ada waktu yang dikorbankan, ada kesabaran yang diuji, ada air mata, ada semangat yang naik turun, dan ada doa-doa yang terus dipanjatkan,” ujarnya.

    Siswa berprestasi saat foto bersama usai menerima trofi penghargaan.


    Larno menjelaskan keberhasilan siswa membaca Al-Qur'an bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan keberhasilan pembentukan karakter dan hati. Ia mengaku terharu melihat perkembangan para siswa sejak pertama kali masuk sekolah hingga mampu membaca Kalamullah dengan baik. 

    “Ini bukan sekadar keberhasilan akademik. Ini adalah keberhasilan hati. Bukti bahwa Al-Qur'an telah mulai tumbuh dan bersemi dalam kehidupan mereka,” jelasnya. 

    Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak berhenti berinteraksi dengan Al-Qur'an setelah menyelesaikan khataman. “Khatam bukan berarti selesai bersama Al-Qur'an. Justru hari ini adalah awal perjalanan yang sesungguhnya,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Larno menyampaikan apresiasi kepada seluruh ustadz dan ustadzah yang dengan penuh kesabaran membimbing siswa dari tahap mengenal huruf hijaiyah hingga mampu membaca dan menghafal Al-Qur'an. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada para orang tua yang selama ini mendampingi proses belajar anak-anak di rumah. Menurutnya, keberhasilan yang diraih merupakan hasil sinergi antara sekolah, keluarga, dan pertolongan Allah SWT. 

    “Keberhasilan yang kita saksikan hari ini bukan hanya milik sekolah. Ini adalah buah dari sinergi antara sekolah, keluarga, dan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta'ala,” ungkapnya.

    Kepada 34 siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan di SDIT Ulin Nuha Wuryantoro, Larno berpesan agar terus menjaga ibadah, menghormati orang tua, serta menjadikan akhlak mulia sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan. Ia menegaskan kesuksesan tidak ditentukan oleh latar belakang seseorang, melainkan oleh kesungguhan, kerja keras, doa, dan ketakwaan kepada Allah SWT. 

    “Nilai rapor yang baik memang penting, tetapi yang lebih penting adalah menjadi pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Jadilah generasi yang cerdas pikirannya, kuat ibadahnya, dan mulia akhlaknya,” tuturnya.

    Menutup sambutannya, Larno berharap seluruh lulusan SDIT Ulin Nuha Wuryantoro tumbuh menjadi generasi Qur'ani yang mampu membanggakan orang tua, agama, bangsa, dan masyarakat. Ia mengajak para siswa untuk terus berpegang pada nilai-nilai yang telah ditanamkan selama belajar di sekolah. 

    “Melangkah dengan ilmu, tumbuh dengan akhlak, dan menggapai masa depan dengan cahaya Al-Qur'an,” pesannya. 

    Acara Akhirussanah, Khatmul Qur'an dan Imtihan Angkatan XV tersebut menjadi momentum penting bagi para siswa untuk melanjutkan perjalanan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan bekal ilmu, akhlak, dan kecintaan terhadap Al-Qur'an. (Sofyan)


    Baca juga: Workshop Wayang Masuk Sekolah di SMA Veteran 1 Sukoharjo, Tanamkan Karakter dan Cinta Budaya Sejak Dini

    Penyerahan wayang kulit Gunungan dari Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd, M.Si kepada Ki Wiji Santoso selaku Pimpinan Sanggar DHEMES tandai dibukanya Workshop Wayang Masuk Sekolah.


    Workshop Wayang Masuk Sekolah di SMA Veteran 1 Sukoharjo, Tanamkan Karakter dan Cinta Budaya Sejak Dini

    Sukoharjo - majalahlarise.com - Upaya melestarikan budaya sekaligus memperkuat pendidikan karakter generasi muda diwujudkan melalui kegiatan Workshop Wayang Masuk Sekolah: Reaktualisasi Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Masa Kini yang digelar di Aula SMA Veteran 1 Sukoharjo, Senin (15/6/2026). 

    Kegiatan hasil kolaborasi Sanggar DHEMES dengan SMA Veteran 1 Sukoharjo tersebut mengusung tema “Melestarikan Wayang, Menguatkan Karakter, Membangun Generasi Berbudaya” serta menghadirkan narasumber Ki Wiji Santoso selaku Pimpinan Sanggar DHEMES dan Ki Pitutur Tustho G, S.Sn., M.Sn., Dosen Karawitan ISI Surakarta. Workshop semakin semarak dengan penampilan Karawitan “VETSA LAYA SWARA” SMA Veteran 1 Sukoharjo serta pertunjukan para dhalang muda Ki Ferly, Ni Sadu Pramesi, dan Ki Juvanda.

    Dimoderatori oleh Mutiara Dewi F, S.Sn., M.Sn., Dosen Etnomusikologi ISI Surakarta, kegiatan dirancang menggunakan pendekatan partisipatif dan kontekstual. Para siswa tidak hanya memperoleh materi mengenai tokoh-tokoh wayang, tetapi juga diajak terlibat langsung dalam simulasi memainkan wayang dan mengenal iringan musik dasar. 

    “Kegiatan ini menghadirkan pengalaman langsung mulai dari pengenalan tokoh hingga simulasi dari tokoh-tokoh wayang dan juga iringan musik dasar sehingga siswa tidak hanya menjadi penonton tetapi juga menjadi pelaku," terangnya.

    Pagelaran wayang kulit mengangkat lakon Dewa Ruci.


    Menurut moderator, program tersebut menjadi jembatan antara tradisi dan kehidupan generasi muda masa kini sehingga wayang dapat dipahami sebagai warisan budaya yang hidup, menarik, dan relevan. Selain memperkenalkan seni pertunjukan tradisional, workshop juga mengenalkan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam kisah Mahabharata dan Ramayana. 

    “Program ini diharapkan menjadi jembatan antara tradisi dan dunia anak-anak masa kini, sehingga wayang kulit dapat dipahami sebagai warisan budaya yang hidup, menyenangkan, serta relevan,” ujarnya. 

    Ia juga mengingatkan pentingnya mempelajari bahasa Jawa sebagai bagian dari identitas budaya untuk memahami dialog, istilah, dan filosofi yang terdapat dalam pertunjukan wayang kulit.

    Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara sekolah dengan Sanggar DHEMES, kelompok karawitan sekolah, dan para praktisi seni dari ISI Surakarta. Menurutnya, kolaborasi tersebut membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan keterampilan secara berkelanjutan. 

    Workshop wayang bersama narasumber Ki Wiji Santoso selaku Pimpinan Sanggar DHEMES dan Ki Pitutur Tustho G, S.Sn., M.Sn., Dosen Karawitan ISI Surakarta. 


    “Sedikit demi sedikit putra-putri kami mampu mengasah skill-nya. Itu membutuhkan proses yang panjang dan harus diikuti dengan berbagai program yang ada di SMA Veteran 1 Sukoharjo,” katanya.

    Koyem juga menjelaskan setiap siswa memiliki karakter dan potensi yang berbeda sehingga perlu mendapatkan kesempatan berkembang sesuai minatnya. Kehadiran para praktisi seni dan dosen seni dinilai mampu memberikan wawasan baru mengenai peluang pendidikan dan karier di bidang kreatif. 

    “Anak-anak yang memiliki bakat seni harus diberi kesempatan untuk berkembang. Seni memiliki ruang ekspresi tersendiri dan bisa menjadi jalan meraih prestasi,” ungkapnya.

    Selain pengembangan keterampilan, pendidikan karakter menjadi perhatian penting dalam kegiatan tersebut. Koyem menjelaskan adab, etika, dan sikap hormat harus menjadi fondasi utama dalam kehidupan. 

    “Kenapa adab itu nomor satu? Karena sopan santun menjadi dasar dalam pergaulan dan kehidupan. Ilmu yang tinggi akan lebih bermakna jika dibarengi dengan akhlak yang baik,” tuturnya. 

    Ia juga memberikan motivasi kepada siswa agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan pendidikan. “Sukses itu berproses. Jangan putus asa ketika belum diterima di jalur yang diinginkan. Terus belajar, terus berkembang, dan siapkan diri menjadi lebih baik untuk masa depan,” pesannya.

    Penampilan Karawitan “VETSA LAYA SWARA” SMA Veteran 1 Sukoharjo mengiringi pertunjukan wayang kulit.


    Pada sesi lokakarya, Ki Wiji Santoso membagikan pengalaman mengembangkan Sanggar DHEMES sejak berdiri pada 2014. Ia menceritakan, awalnya hanya terdapat empat siswa yang belajar pedalangan. Namun minat masyarakat terus meningkat hingga pada 2019 jumlah murid pedalangan mencapai sekitar 20 orang. Sejak 2020, sanggar mulai mengembangkan kelas seni lain seperti karawitan dan tari. 

    “Kala itu tahun 2014 ada empat siswa yang belajar pedalangan. Mulai tahun 2019 murid pedalangan saja sudah sekitar 20 siswa,” jelasnya.

    Menurut Ki Wiji, selama lebih dari satu dekade perjalanan sanggar, ribuan anak telah mengikuti proses pembelajaran seni tradisi. Saat ini terdapat sekitar 20 murid pedalangan dan 30 murid tari, sementara peserta karawitan berasal dari berbagai sekolah di Sukoharjo, Karanganyar, dan daerah sekitarnya. Ia juga aktif memberikan workshop internasional yang diikuti peserta dari 56 negara. 

    Sementara itu, Dosen Karawitan ISI Surakarta, Ki Pitutur Tustho G, S.Sn., M.Sn., mengajak para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bakat masing-masing. Ia membagikan pengalaman berkesenian sejak kecil melalui ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) hingga berhasil meraih berbagai prestasi. 

    “Kalian tidak perlu menjadi orang lain. Cukup fokus pada kemampuan dan potensi yang kalian miliki, kemudian diasah sebaik mungkin sesuai passion kalian,” tuturnya.

    Ki Pitutur juga menceritakan pengalamannya tampil di berbagai negara seperti Malaysia, Belgia, Inggris, dan Belanda melalui kesenian tradisional. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa budaya lokal memiliki nilai tinggi di tingkat internasional. 

    “Jangan malu mempelajari budaya kita sendiri. Melalui gamelan, wayang, dan karawitan saya mampu menambah wawasan serta pengalaman hingga go internasional,” katanya.

    Menutup sesi diskusi, Ki Wiji menjelaskan Sanggar DHEMES tidak hanya mengajarkan keterampilan seni, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, gotong royong, tanggung jawab, dan sopan santun kepada para siswa. Para peserta dibiasakan merawat gamelan, menjaga kebersihan lingkungan sanggar, serta mengurangi penggunaan telepon genggam selama latihan agar lebih fokus dalam berkesenian. 

    “Yang kami tanamkan bukan hanya seni, tetapi juga sopan santun dan gotong royong. Anak-anak datang ke sanggar langsung menyimpan HP dan fokus berproses bersama,” pungkasnya.

    Kegiatan Workshop Wayang Masuk Sekolah ini menjadi langkah nyata dalam memperkenalkan budaya wayang kepada generasi muda sekaligus memperkuat pendidikan karakter melalui pendekatan yang interaktif, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman. (Sofyan)


    Baca juga: FKIP UNISRI Jalin Kemitraan Global dengan Suksasat School Thailand, Tandatangani MoU dan MoA untuk Perkuat Penelitian, Rekognisi, dan Pengabdian Internasional

    Jajaran pimpinan FKIP UNISRI  dan Suksasat School Thailand, saat foto bersama usai Tandatangani MoU dan MoA.



    FKIP UNISRI Jalin Kemitraan Global dengan Suksasat School Thailand, Tandatangani MoU dan MoA untuk Perkuat Penelitian, Rekognisi, dan Pengabdian Internasional

    Bangkok - majalahlarise.com - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan internasionalisasi perguruan tinggi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Suksasat School Thailand. Kegiatan yang berlangsung pada 8 Juni 2026 di Aula Suksasat School, Thailand, menjadi tonggak penting dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di tingkat global.

    Acara tersebut dihadiri oleh pimpinan lembaga pendidikan, dosen, guru, serta berbagai pemangku kepentingan dari kedua institusi. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Melalui forum ini, kedua pihak berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama strategis yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan, mulai dari penelitian bersama, pengembangan sumber daya manusia, pertukaran pengalaman pengelolaan pendidikan, hingga pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat luas bagi dunia pendidikan.

    Sebagai bentuk komitmen kelembagaan jangka panjang, Universitas Slamet Riyadi Surakarta bersama Yayasan Suksasat School Thailand menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Kesepakatan tersebut menjadi landasan hukum dalam pengembangan kerja sama pada bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, penguatan kapasitas kelembagaan, serta berbagai program akademik internasional lainnya. Melalui MoU ini, kedua lembaga sepakat membangun hubungan kemitraan yang saling menguntungkan dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan di era global.

    Tidak hanya berhenti pada tingkat institusi, kerja sama juga diperkuat melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FKIP UNISRI dengan tiga unit pendidikan di bawah Suksasat School Thailand, yaitu Kindergarten, Primary School, dan Secondary School. MoA tersebut menjadi dasar pelaksanaan program-program teknis dan operasional yang lebih terukur. Program yang direncanakan meliputi pengembangan model pembelajaran inovatif, peningkatan kompetensi guru, praktik pengalaman lapangan internasional bagi mahasiswa, pengembangan kurikulum berstandar global, serta kegiatan akademik lain yang mendukung peningkatan mutu pendidikan.

    Pada bidang penelitian, FKIP UNISRI menginisiasi riset kolaboratif bertema pendidikan global yang melibatkan dosen lintas program studi. Tim peneliti terdiri atas Dr. Feri Faila Sufa, S.Psi., S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Yudhistro Pandu Widhoyoko, S.S., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI). Penelitian tersebut difokuskan pada pengembangan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat global serta menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional. Kolaborasi riset ini diharapkan mampu memperkuat budaya akademik sekaligus meningkatkan kontribusi kedua institusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

    Selain penelitian, program rekognisi internasional juga menjadi agenda penting dalam kerja sama tersebut. Aktivitas ini melibatkan Ama Farida Sari, S.Pd. dari Program Studi PPKn, Dr. Yetty Isna Wahyuseptiana dari Program Studi PAUD, Arif Sutikno, S.Kom., M.Kom. dari Program Studi PTI, serta Taufik Sani Santoso, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Bimbingan dan Konseling. Melalui berbagai kegiatan akademik lintas negara, kedua lembaga berupaya memperluas pengakuan internasional, meningkatkan visibilitas institusi, sekaligus membangun jejaring profesional yang lebih luas di kawasan Asia Tenggara dan dunia.

    Pada bidang pengabdian kepada masyarakat, FKIP UNISRI bersama Suksasat School Thailand melaksanakan kegiatan berbagi pengetahuan dan praktik baik dalam penyelenggaraan pendidikan. Tim pengabdian yang terdiri atas Alfonsa Maria Sofia Hapsari, S.Si., M.M., M.Pd. dari Program Studi PTI dan Sihabuddin dari Program Studi Ilmu Komunikasi berkolaborasi dengan para guru di Thailand untuk mendiskusikan berbagai tantangan pendidikan abad ke-21. Program ini menjadi sarana pertukaran wawasan mengenai pemanfaatan teknologi pendidikan, penguatan karakter peserta didik, serta strategi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

    Pimpinan FKIP UNISRI Dr. Sri Handayani, S.Pd., M.Hum menjelaskan kerja sama internasional tersebut merupakan bagian dari strategi besar fakultas dalam membangun ekosistem akademik yang terbuka terhadap perkembangan global. Menurutnya, kolaborasi internasional tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, tetapi juga memperluas wawasan mahasiswa serta dosen dalam menghadapi dinamika dunia yang semakin kompetitif.

    “Melalui kolaborasi dengan Suksasat School, FKIP UNISRI mendorong ekosistem akademik terbuka terhadap perkembangan internasional. Lulusan yang dihasilkan diharapkan memiliki kompetensi unggul, karakter kuat, dan kesiapan menghadapi tantangan global. Ini bagian dari strategi meningkatkan indikator kinerja internasionalisasi sekaligus mendukung visi UNISRI sebagai perguruan tinggi unggul berorientasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemanusiaan,” ujarnya.

    Kerja sama ini juga sejalan dengan upaya FKIP UNISRI dalam mendukung kebijakan internasionalisasi pendidikan tinggi yang terus didorong pemerintah. Melalui berbagai program kolaboratif yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan, mahasiswa dan dosen memperoleh kesempatan lebih luas untuk berinteraksi dengan komunitas akademik internasional, memperkaya pengalaman belajar, serta meningkatkan daya saing di tingkat global.

    Ke depan, FKIP UNISRI dan Suksasat School Thailand berkomitmen memperluas cakupan kerja sama melalui berbagai program inovatif yang melibatkan dosen, mahasiswa, guru, dan peserta didik. Dengan semangat kemitraan yang kuat, kedua institusi optimistis mampu menghadirkan berbagai program unggulan yang memberikan dampak positif bagi pengembangan pendidikan regional maupun internasional, sekaligus mempererat hubungan akademik antara Indonesia dan Thailand di masa mendatang. (Sofyan)


    Baca juga: Tradisi Rasulan Dusun Gunungan, Desa Gunungan Manyaran Meriah, Warga Lestarikan Budaya dan Perkuat Gotong Royong

    Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi PDI Perjuangan, Mulyadi saat menyampaikan sambutan.


    Anggota DPRD Jateng, Mulyadi dan Anggota DPRD Wonogiri Zakaria Anan Fachruzi Hadiri Rasulan Dusun Gunungan, Dorong Kekompakan dan Perjuangkan Aspirasi Warga

    Wonogiri - majalahlarise.com - Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi PDI Perjuangan, Mulyadi, bersama Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri Fraksi PDI Perjuangan, Zakaria Anan Fachruzi, menghadiri acara Rasulan atau Bersih Dusun di Dusun Gunungan, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Minggu malam (14/6/2026). Kegiatan yang digelar di Balai Dusun Gunungan tersebut berlangsung meriah dan menjadi ajang silaturahmi antara masyarakat dengan para wakil rakyat.

    Dalam sambutannya, Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh warga Dusun Gunungan yang tetap menjaga kekompakan dalam pelaksanaan kegiatan desa. Menurutnya, semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan di tingkat desa. 

    “Saya mengapresiasi kepanitiaan dan kekompakan warga. Semangat gotong royong seperti ini harus terus dijaga karena menjadi kekuatan masyarakat dalam membangun desa,” ujarnya.

    Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri Fraksi PDI Perjuangan, Zakaria Anan Fachruzi memberi apresiasi kepada kepala dusun Gunungan Niki Utami.


    Mulyadi juga menyoroti kondisi pembangunan di tengah kebijakan pemangkasan anggaran yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Meski terdapat berbagai keterbatasan, ia menjelaskan masih ada sejumlah program yang dapat dipertahankan dan diperjuangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Alhamdulillah masih ada program yang bisa dipertahankan sehingga pembangunan dan kebutuhan masyarakat tetap dapat diperhatikan,” katanya.

    Pada kesempatan itu, Mulyadi memberi perhatian khusus terhadap persoalan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang masih ditemukan di sejumlah wilayah, termasuk Dusun Gunungan. Ia meminta masyarakat bersama pemerintah desa segera melengkapi data yang belum terverifikasi agar dapat masuk dalam usulan program bantuan. 

    “Rumah tidak layak huni ini menjadi prioritas yang harus kita perjuangkan bersama. Data yang belum masuk atau belum terverifikasi harus segera dilengkapi supaya bisa ditindaklanjuti,” jelasnya.

    Menutup sambutannya, Mulyadi mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat komunikasi dengan pemerintah desa maupun para ketua RT. Menurutnya, sinergi yang baik akan memudahkan berbagai program pembangunan dan bantuan sosial tersalurkan secara tepat sasaran. 

    “Yang saya inginkan adalah kebersamaan dan saling membantu. Melalui kekompakan warga serta dukungan para ketua RT, berbagai kebutuhan masyarakat dapat kita perjuangkan bersama,” pungkasnya.

    Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, Zakaria Anan Fachruzi, mengawali sambutannya dengan menyapa warga dan mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan. Menurutnya, kesehatan merupakan modal utama agar masyarakat dapat terus beraktivitas dan berpartisipasi dalam pembangunan desa. 

    “Kalau sehat maka semuanya bisa berjalan dengan baik. Karena itu kesehatan menjadi hal yang sangat penting bagi kita semua,” ujarnya.

    Pria yang akrab disapa mas Anan juga mengapresiasi semangat kebersamaan yang selama ini terus dipelihara masyarakat Dusun Gunungan. Ia menilai kegiatan yang melibatkan warga secara langsung, seperti kerja bakti dan agenda sosial kemasyarakatan, menjadi bukti nyata kepedulian terhadap lingkungan dan kemajuan desa. 

    “Yang paling penting adalah kebersamaan warga. Dengan kebersamaan, berbagai kebutuhan dan persoalan bisa diselesaikan bersama-sama,” katanya.

    Selain itu, Anan menjelaskan berbagai aspirasi yang telah disampaikan masyarakat akan terus diperjuangkan melalui jalur pemerintahan sesuai kewenangan yang ada. Ia memastikan usulan pembangunan dan kebutuhan warga akan ditindaklanjuti secara bertahap. 

    “Aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami tindak lanjuti dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” jelasnya.

    Menutup sambutannya, Anan menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat Dusun Gunungan dalam berbagai kebutuhan pembangunan dan sosial kemasyarakatan. “Kami pastikan akan tetap bersama warga masyarakat. Apa pun yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat akan terus kami perjuangkan,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Tradisi Rasulan Dusun Gunungan, Desa Gunungan Manyaran Meriah, Warga Lestarikan Budaya dan Perkuat Gotong Royong

    Hiburan campursari Sekar Kemuning.


    Tradisi Rasulan Dusun Gunungan, Desa Gunungan Manyaran Meriah, Warga Lestarikan Budaya dan Perkuat Gotong Royong

    WONOGIRI - majalahlarise.com - Warga Dusun Gunungan, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, menggelar tradisi Rasulan atau Bersih Dusun dengan meriah pada Minggu malam (14/6/2026) di Balai Dusun Gunungan. Kegiatan tahunan yang menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen dan berbagai berkah yang diterima tersebut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mulyadi dan Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, Zakaria Anan Fachruzi dimeriahkan penampilan Tarian Gugur Gunung Suko Pari Suko serta hiburan campursari Sekar Kemuning.

    Kepala Dusun Gunungan, Niki Utami, menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan berkah yang diberikan kepada masyarakat, khususnya para petani. Menurutnya, kesuburan lahan pertanian dan hasil panen yang baik merupakan anugerah yang patut disyukuri bersama melalui pelaksanaan Bersih Dusun yang telah diwariskan secara turun-temurun. 

    “Kami mengadakan syukuran Bersih Dusun sebagai ungkapan rasa syukur atas berkah dan hasil panen yang diberikan kepada warga Dusun Gunungan,” ujar Niki Utami.

    Dalam sambutannya, Niki Utami menjelaskan kegiatan Bersih Dusun tidak hanya diisi doa bersama, tetapi juga menjadi momentum memanjatkan harapan agar masyarakat senantiasa memperoleh keberkahan, keselamatan, dan hasil panen yang melimpah pada masa mendatang. 

    “Mudah-mudahan warga Dusun Gunungan selalu diberikan keberkahan, rezeki yang baik, dan hasil panen yang melimpah,” katanya. 

    Tarian Gugur Gunung Suko Pari Suko.


    Ia juga mengajak masyarakat memaknai bersih dusun sebagai upaya membersihkan hati, pikiran, dan niat agar kehidupan bermasyarakat semakin harmonis. “Bersih dusun juga mengandung makna membersihkan diri agar hati, pikiran, dan tujuan hidup kita menjadi lebih baik,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Niki Utami berharap semangat kebersamaan, kerukunan, dan gotong royong terus terpelihara di tengah masyarakat. Menurutnya, kemajuan dusun hanya dapat dicapai melalui kerja sama seluruh warga. 

    “Mari kita terus menjaga kerukunan dan gotong royong demi kemajuan Dusun Gunungan agar masyarakat semakin sejahtera,” tuturnya. 

    Pada akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan warga yang telah mendukung terselenggaranya acara serta mengajak masyarakat menikmati hiburan campursari sebagai bagian dari kemeriahan Rasulan. 

    Sementara itu, Kepala Desa Gunungan, Widi Hastuti, mengajak seluruh warga menjadikan Bersih Dusun sebagai sarana memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT. Menurutnya, tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan juga momentum mempererat kebersamaan masyarakat. 

    Warga beserta para perangkat dan tokoh masyarakat Dusun Gunungan, Desa Gunungan.

    “Yang namanya Bersih Dusun ini adalah ucapan terima kasih. Bila kita menjalani kehidupan dengan syukur kepada Allah SWT, maka rezeki akan semakin bertambah,” ujarnya.

    Widi Hastuti juga memberikan apresiasi kepada seluruh warga yang selama ini menjaga kerukunan dan mendukung berbagai kegiatan desa. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, persatuan, serta suasana yang kondusif demi mendukung pembangunan desa. 

    “Semoga semuanya baik-baik saja dan seluruh kegiatan yang kita laksanakan dapat berjalan dengan lancar,” tuturnya di hadapan warga yang hadir.

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa menjelaskan pentingnya menjaga adat istiadat yang diwariskan para leluhur. Menurutnya, keberlangsungan tradisi Bersih Dusun menjadi bukti kuatnya komitmen masyarakat dalam melestarikan budaya lokal yang memiliki nilai luhur serta mampu mempererat hubungan sosial antarwarga. 

    “Adat yang telah diwariskan ini sangat mengingatkan kita untuk terus menjaga dan melestarikannya,” katanya.

    Menutup sambutannya, Widi Hastuti memberikan apresiasi kepada panitia, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang terus menguri-uri budaya desa. Ia menilai semangat gotong royong masyarakat menjadi faktor penting yang membuat tradisi Bersih Dusun tetap lestari hingga saat ini. 

    “Apresiasi yang sangat luar biasa karena selama bertahun-tahun adat ini selalu dilestarikan. Terima kasih kepada seluruh warga yang terus menjaga tradisi ini,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Family Day SD Muhammadiyah 1 Solo Meriah, Perkuat Sinergi Keluarga dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Berakhlak


Top