Asep Yudha Wirajaya di Siaran Jagongan RRI Pro 4 Surakarta pada Kamis (30/4/2026).(Dokumentasi oleh Fadila Tessa A.)



    Dosen FIB UNS Hadiri Siaran Jagongan RRI Pro 4 Surakarta: Long Life Learning, Pendidikan Tidak Berhenti di Bangku Akademis

    Surakarta – majalahlarise.com - Mendekati suasana Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, Siaran Jagongan kali ini membawakan topik “Pendidikan Tiada Akhir”, sebagai pengingat pentingnya aspek pendidikan bagi setiap manusia.

    Pendidikan perlu dimaknai secara luas, bukan hanya soal nilai, gelar akademis, dan ijazah. Pengalaman hidup juga memberikan pendidikan atau pengajaran, sampai akhir hayat manusia.

    “Istilahnya Long Life Learning. Selama kita masih hidup, kita masih terus belajar untuk menjadi manusia yang memanusiakan manusia,” ungkap Asep Yudha Wirajaya, Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Sebelas Maret (UNS) sekaligus saat menjadi narasumber Siaran Jagongan pada Kamis (30/4/2026).

    Sebagai seorang dosen yang mendalami kajian pernaskahan kuno, Asep Yudha juga menyampaikan fungsi naskah sebagai media pengajaran.

    Fungsi pengajaran naskah salah satunya ditemukan pada naskah Kiai Sholeh Darat, guru spiritual Raden Ajeng Kartini yang menuliskan tafsir Al-Qur’an pertama dalam bahasa Jawa. Adapun judul naskahnya adalah Tafsir Faidh ar-Rahman.

    Naskah tersebut ditulis oleh Kiai Sholeh Darat atas desakan Kartini agar masyarakat dapat memperoleh pengajaran dari Al-Qur’an dalam bahasa yang familier dan mudah dipahami. 

    Melalui pengajaran tersebut, tepatnya dari kutipan Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 257, Kartini mendapatkan inspirasi untuk gerakan emansipasi perempuan yang populer dalam istilah “Habis Gelap Terbitlah Terang”. 

    Asep Yudha juga menambahkan cara berproses menjadi pribadi yang selamat dan bahagia melalui pengajaran, tepatnya dengan mengambil pembelajaran dari pengalaman hidup masing-masing.

    “Misalnya, apabila kita menjumpai realita tidak sesuai dengan ekspektasi dan merasakan penyesalan atau amarah akan hal tersebut. Lebih baik kita alihkan energi negatif itu menjadi energi positif untuk kebaikan diri.” Tutur Asep Yudha.

    Manusia juga harus belajar untuk memaafkan versi dirinya di masa lalu agar dapat menjalani hidup dengan tenang dan membuka peluang-peluang baru.

    Demikian sekilas mengenai Siaran Jagongan dengan topik “Pendidikan Tiada Akhir”. Esensi pendidikan atau pengajaran sejatinya dapat ditemukan melalui pengalaman-pengalaman hidup manusia. Selalu luruskan niat dan terus perbaiki langkah dengan belajar.

    Penulis: Lutfia Hardiantari, Fadila Tessa Azilla, Natha Broto Pradipta

    Dokumentasi: Fadila Tessa Azilla


    Baca juga: Kuliah Praktisi Ilmu Komunikasi Univet Bantara, Mahasiswa Siap Terbitkan Dua Edisi Majalah Digital UNIVET POS




     

    Danar Gatutkaca saat sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Nomor 1 Tahun 2025.


    Gatotkaca Disporapar Keliling Mendongeng Sambil Sosialisasikan Perda KTR di Sukoharjo

    SUKOHARJOmajalahlarise.com - Inovasi menarik dilakukan program Literasi Dongeng Wisata Gatotkaca yang digagas Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sukoharjo. Melalui konsep keliling naik motor, kegiatan mendongeng untuk anak-anak PAUD dan TK kini dipadukan dengan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Nomor 1 Tahun 2025.

    Program ini dipandu oleh pendongeng Danar yang secara konsisten menghadirkan cerita edukatif sekaligus menyisipkan pesan kesehatan kepada anak-anak. Ia menyampaikan, momentum mendongeng dinilai sangat tepat untuk mengenalkan aturan KTR sejak dini kepada generasi muda.

    “Dalam setiap kegiatan mendongeng wisata, saya sekalian menyosialisasikan Perda KTR. Sasaran kami anak-anak TK dan SD agar sejak kecil mereka paham pentingnya menjauhi asap rokok,” ujar Danar saat ditemui di sela kegiatan.

    Ia menguraikan, dalam Perda KTR Nomor 1 Tahun 2025 terdapat sejumlah kawasan yang ditetapkan sebagai area tanpa rokok. Di antaranya fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja tertentu, serta tempat umum.

    “Untuk fasilitas seperti sekolah, tempat bermain, hingga tempat ibadah, batas kawasan tanpa rokok berlaku sampai area terluar. Bahkan pada angkutan umum, baik saat berhenti maupun beroperasi, tidak boleh ada asap rokok,” jelasnya.

    Sementara itu, untuk tempat kerja tertentu dan tempat umum, batas kawasan tanpa asap rokok ditentukan hingga batas kucuran air dari atap paling luar. Ketentuan ini, menurut Danar, penting dipahami masyarakat agar penerapan KTR berjalan maksimal.

    Program literasi ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi yang efektif. Dalam satu bulan terakhir, Danar telah melaksanakan kegiatan mendongeng sekaligus sosialisasi KTR di empat lokasi, yakni Gebyar PAUD Dinas Pendidikan, kegiatan Kartinian di TK Baitusukur Jombor, SD Bulakan 1, serta kegiatan Car Free Day (CFD) Sukoharjo.

    “Setiap jadwal mendongeng, kami selalu membawa materi KTR. Harapannya anak-anak bisa menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga, minimal mengingatkan orang tua agar tidak merokok di area terlarang,” tuturnya.

    Dalam pelaksanaannya, Danar juga didukung materi sosialisasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, berupa stiker, MMT, hingga bahan presentasi yang memudahkan penyampaian informasi kepada masyarakat.

    Melalui pendekatan kreatif ini, Disporapar Sukoharjo berharap pesan tentang kawasan tanpa rokok dapat lebih mudah diterima masyarakat, sekaligus membentuk kesadaran sejak usia dini untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas asap rokok. (Sofyan)


    Baca juga: SMA Veteran 1 Sukoharjo Ukir Deretan Prestasi Akademik dan Nonakademik, Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berkarya

    Dosen praktisi, Sofyan Yuli Antonius, S.Sos saat foto bersama mahasiswa kelas 4A semester 4 Prodi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara Sukoharjo.


    Kuliah Praktisi Ilmu Komunikasi Univet Bantara, Mahasiswa Siap Terbitkan Dua Edisi Majalah Digital UNIVET POS

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Mahasiswa kelas 4A semester 4 Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo mengikuti kuliah bersama praktisi dalam mata kuliah Dasar-Dasar Jurnalistik, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan praktisi media sekaligus jurnalis, Sofyan Yuli Antonius, S.Sos, yang juga pengelola majalahlarise.com. Perkuliahan tersebut dirancang untuk mendorong mahasiswa mampu menerbitkan majalah digital UNIVET POS sebanyak dua edisi dalam satu semester.

    Dalam pemaparannya, Sofyan Yuli Antonius menyampaikan program ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung pengelolaan media. Ia menguraikan mahasiswa ditargetkan mampu menerbitkan edisi 27 dan 28 dalam lima kali pertemuan.

    “Perkuliahan ini saya rancang agar dalam lima kali pertemuan mahasiswa sudah bisa menerbitkan majalah digital. Setiap pertemuan berdurasi 90 menit digunakan untuk pemaparan materi sekaligus arahan teknis,” ujarnya.

    Ia menjelaskan selama proses pembelajaran, mahasiswa akan menjalankan simulasi manajemen redaksi layaknya di industri media. Mulai dari struktur dewan redaksi, penanggung jawab penerbitan, pemimpin redaksi, redaktur pelaksana, reporter, hingga tim layout, periklanan, distribusi, serta bagian administrasi.

    “Mereka melaksanakan sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Dengan begitu, mahasiswa memiliki pengalaman nyata dalam mengelola penerbitan majalah. Ini menjadi bekal penting saat mereka terjun ke dunia kerja, baik di perusahaan media maupun instansi yang memiliki media internal,” jelasnya.

    Pada pertemuan pertama, materi difokuskan pada pengenalan majalah digital UNIVET POS, mulai dari struktur isi seperti cover, daftar isi, susunan redaksi, hingga berbagai rubrik. Rubrik tersebut meliputi laporan utama, event kampus, serba-serbi, suara mahasiswa, artikel ilmiah, tips, karya sastra, hingga kolom iklan.

    “Konten yang disajikan diarahkan untuk memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Segmentasi pembaca juga jelas, yakni mahasiswa, generasi muda, dan civitas akademika,” menguraikan Sofyan.

    Sementara itu, pada pertemuan kedua mahasiswa mendapatkan materi tentang media massa dan teknik dasar jurnalistik, termasuk proses kerja reporter, teknik wawancara, serta strategi menggali informasi dari narasumber.

    “Mahasiswa juga dilatih membangun kepercayaan diri sebagai wartawan pemula agar mampu berkomunikasi secara efektif saat melakukan peliputan,” katanya.

    Rangkaian materi berlanjut pada pertemuan ketiga hingga kelima yang mencakup praktik wawancara, teknik liputan, fotografi jurnalistik, penulisan berita straight news dan feature, serta layout dan setting menggunakan aplikasi Canva. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pendampingan di luar jam kuliah untuk memastikan proses penerbitan berjalan sesuai rencana.

    Sofyan berharap melalui program ini mahasiswa tidak hanya memahami teori jurnalistik, tetapi juga mampu menguasai proses penerbitan media secara utuh.

    “Harapannya mahasiswa memahami proses dari awal hingga akhir penerbitan majalah. Ini bisa menjadi bekal setelah lulus sekaligus mengasah bakat dan minat di bidang jurnalistik,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: SMA Veteran 1 Sukoharjo Ukir Deretan Prestasi Akademik dan Nonakademik, Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berkarya

    Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Wahyu Purba Sejati yang dibawakan oleh Ki Dalang Ki Jangkung Sugiyanto, S.Sn. 


    Bersih Dusun Ngudal Platarejo 2026, Tradisi Leluhur Satukan Warga dalam Guyub Rukun dan Budaya

    Wonogiri – majalahlarise.com - Tradisi adat Bersih Dusun kembali digelar masyarakat Dusun Ngudal, Desa Platarejo, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah pada Rabu Legi, 29 April 2026. Kegiatan tahunan tersebut berlangsung meriah dan sarat makna, menjadi simbol kuatnya budaya gotong royong serta kebersamaan masyarakat pedesaan yang terus terjaga hingga kini.

    Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan dusun. Mulai dari jalan kampung, saluran air, tempat ibadah, area pemakaman, hingga lingkungan rumah warga dibersihkan secara bersama-sama. Suasana guyub rukun dan penuh kekompakan terlihat jelas, mencerminkan nilai kebersamaan yang masih mengakar kuat di tengah masyarakat.

    Bersih Dusun tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan membersihkan lingkungan secara fisik, namun juga sebagai bentuk pembersihan batin dan doa bersama. Melalui tradisi ini, masyarakat berharap mendapatkan keselamatan, kesejahteraan, serta kehidupan yang tenteram.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kenduri bersama yang diikuti seluruh warga. Dalam suasana penuh kekeluargaan, masyarakat membawa aneka hidangan untuk didoakan sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, kesehatan, serta hasil panen yang melimpah.

    Warga antusias menyaksikan pagelaran wayang.


    Memasuki malam hari, kemeriahan semakin terasa dengan digelarnya pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Wahyu Purba Sejati yang dibawakan oleh Ki Dalang Ki Jangkung Sugiyanto, S.Sn. di halaman rumah Ketua RW setempat. Selain itu, warga juga disuguhkan pertunjukan kesenian ganong yang menjadi hiburan rakyat sekaligus bagian penting dalam pelestarian budaya Jawa. Berbagai kalangan usia tampak memadati lokasi acara dengan penuh antusias.

    Ibu RW Dusun Ngudal, Atik Istiqomah, menyampaikan Bersih Dusun merupakan tradisi turun-temurun yang memiliki nilai sosial, budaya, dan spiritual yang sangat penting bagi masyarakat.

    “Bersih dusun menjadi bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas nikmat kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang diberikan. Selain itu juga sebagai doa bersama agar dusun selalu aman, tenteram, dijauhkan dari bencana, dan masyarakat tetap hidup rukun,” tuturnya.

    Ia menguraikan, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar warga melalui kegiatan gotong royong, kenduri, hingga hiburan rakyat yang dinikmati bersama tanpa membedakan status sosial.

    “Atas adanya wayang dan kesenian ganong, ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda di tengah perkembangan zaman,” tambahnya.

    Sementara itu, salah satu pemuda Dusun Ngudal, Pantoro, mengatakan pentingnya kegiatan positif bagi generasi muda melalui olahraga, pelestarian budaya, maupun pengembangan keterampilan.

    “Anak-anak muda harus tetap mengenal budaya dan tradisi. Dari sinilah nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap warisan leluhur bisa terus dijaga,” ujarnya. (Syarif)


    Baca juga: SMA Veteran 1 Sukoharjo Ukir Deretan Prestasi Akademik dan Nonakademik, Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berkarya


    Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd, M.Si didampingi Waka Kesiswaan Drs. Sukino beserta guru dan siswa berprestasi saat foto bersama tropi kejuaraan yang telah diraih.


    SMA Veteran 1 Sukoharjo Ukir Deretan Prestasi Akademik dan Nonakademik, Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berkarya

    Sukoharjo – majalahlarise.com - SMA Veteran 1 Sukoharjo kembali menunjukkan eksistensinya sebagai sekolah berprestasi dengan torehan gemilang di berbagai bidang, baik akademik maupun non akademik. Sepanjang April 2026, para siswa berhasil meraih sejumlah penghargaan dari tingkat daerah hingga nasional, mulai dari olahraga, seni, hingga peluang kerja internasional.

    Di bidang olahraga, pasangan Vhino Adelio (XI F3) dan Freddy Marcello (XI F2) berhasil meraih Juara 3 Ganda Putra dalam ajang Pesanova 2026 tingkat nasional yang digelar di Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum Surakarta pada 14–16 April 2026. Sementara itu, tim futsal SMA Veteran 1 Sukoharjo juga menorehkan prestasi dengan meraih Juara 3 dalam Allievo Futsal Championship 2026 yang berlangsung di Sukoharjo pada 9–15 April 2026.

    Tak hanya di bidang olahraga, capaian membanggakan juga datang dari bidang karier global. Salah satu siswa, Alfath Firdaus Ramadhan, berhasil lolos interview kerja ke Jepang sebagai tenaga inspeksi mekanis di Okayama melalui lembaga LPK SO Bhaskoro. Keberhasilan ini menjadi bukti kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja internasional.

    Prestasi juga ditorehkan oleh tim PASKANATHA “Gadis Dayak” yang berhasil meraih sejumlah penghargaan dalam ajang LKBB OSKAR 2 tingkat Jawa Tengah di SMA Negeri 1 Kartasura, di antaranya Juara Utama 3, Juara 3 Best Coach, Juara Harapan 1 PBB, serta Juara Best Pasukan 1. Selain itu, tim PASKANATHA “Sobat Ambyar” juga berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam LKBB PPI CUP II tingkat Jawa Tengah di Karanganyar.

    Di bidang seni, kelompok Vetsa Laya Swara sukses meraih Juara 2 dalam cabang lomba kreasi musik tradisional pada FLS2N 2026 tingkat Kabupaten Sukoharjo yang digelar pada 23 April 2026. Sementara itu, siswa M. Fadli Suratinoyo juga mendapat kesempatan mengikuti Festival Pelajar Unggulan ke-4 yang diselenggarakan oleh Yayasan Duta Inspirasi Indonesia di Jakarta, meliputi kunjungan ke Kemenpora RI, DPR-MPR, dan Kemendikbud RI.

    Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Si, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/4/2026) menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa yang terus menunjukkan semangat berprestasi di berbagai bidang.

    “Kami sangat mengapresiasi kerja keras dan dedikasi para siswa yang telah mengharumkan nama sekolah. Prestasi ini menunjukkan semangat belajar dan berkompetisi yang terus tumbuh di lingkungan SMA Veteran 1 Sukoharjo,” ujar Koyem.

    Ia juga menguraikan pentingnya dukungan dari semua pihak, termasuk guru dan orang tua, dalam membentuk karakter siswa yang unggul.

    “Kami terus mendorong siswa untuk tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mengembangkan potensi di bidang olahraga, seni, dan keterampilan kerja. Ini menjadi bagian dari upaya membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan,” jelasnya.

    Dengan semangat “Berkibar, Terampil & Berprestasi”, SMA Veteran 1 Sukoharjo terus berkomitmen mencetak generasi muda yang unggul, kompetitif, dan siap berkiprah di tingkat nasional maupun internasional. (Sofyan)


    Baca juga: Pelatihan Literasi Menulis Opini UPT Bahasa UNIVET BANTARA, Dorong Mahasiswa dan Akademisi Suarakan Gagasan Kritis

    Narasumber Ichwan Prasetyo saat memaparkan materi bertajuk Menuangkan Gagasan dalam Karya Tulis.

    Pelatihan Literasi Menulis Opini UPT Bahasa UNIVET BANTARA, Dorong Mahasiswa dan Akademisi Suarakan Gagasan Kritis

    SUKOHARJO — majalahlarise.com - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) menggelar kegiatan Pelatihan Literasi Menulis Opini sebagai Wahana Berekspresi pada Rabu–Kamis, 29–30 April 2026 di Gedung H Lantai 3 Univet Bantara. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ichwan Prasetyo, jurnalis sekaligus Manager Project Management Solopos Media Group.

    Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani, dalam sambutan menyampaikan kegiatan ini memiliki peran penting dalam menghidupkan fungsi perguruan tinggi sebagai pusat peradaban dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat. Ia menguraikan, gagasan dan hasil penelitian tidak akan memberikan manfaat luas jika tidak dikomunikasikan kepada publik.

    “Perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga harus memastikan ilmunya berdampak. Bagaimana mungkin berdampak jika tidak dikabarkan atau disiarkan. Karena itu, pelatihan ini penting agar pemikiran kritis bisa ditulis dan menjadi konsumsi publik untuk mencerdaskan masyarakat,” ujarnya.

    Rektor Univet Prof. Dr. Farida Nugrahani beserta jajarannya saat foto bersama narasumber dan peserta pelatihan literasi menulis opini.

    Lebih lanjut, ia menuturkan menulis opini menjadi salah satu bentuk perjuangan intelektual dalam menyuarakan keadilan sosial. Menurutnya, kekuatan opini publik sangat besar dalam memengaruhi perubahan, termasuk dalam berbagai kebijakan.

    “Perjuangan tidak harus selalu dengan senjata. Melalui tulisan, masyarakat bisa bersuara. Bahkan opini publik bisa memengaruhi banyak hal. Karena itu, mari kita sampaikan gagasan dengan data dan fakta yang kuat, serta bahasa yang mudah dipahami,” ungkapnya.

    Ketua panitia sekaligus Kepala UPT Bahasa Univet Bantara, R. Adi Deswijaya, menjelaskan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi kritis di tengah derasnya arus informasi digital. Ia menyampaikan, menulis opini bukan sekadar hobi, melainkan instrumen strategis untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

    “Kami percaya menulis opini bukan sekadar menyalurkan hobi, tetapi menjadi sarana bagi akademisi, pendidik, dan mahasiswa untuk menghadirkan gagasan yang konstruktif dan solutif,” tuturnya.

    Ia menguraikan tujuan pelatihan ini antara lain memberikan pemahaman teknik penulisan opini yang mampu menembus media massa, mengasah daya kritis peserta terhadap isu-isu aktual, serta menjadikan tulisan sebagai media ekspresi yang santun, beretika, namun tetap tajam.

    Peserta kegiatan tercatat sebanyak 52 orang yang berasal dari dosen, mahasiswa, guru, serta masyarakat umum. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari, dengan sesi lanjutan pada hari kedua dilakukan melalui pendampingan daring.

    Dalam sesi materi bertajuk Menuangkan Gagasan dalam Karya Tulis, Ichwan Prasetyo menguraikan menulis esai dan opini merupakan proses intelektual yang penting dalam melatih berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi.

    “Esai yang saya maksud adalah alat untuk belajar lebih cepat, berpikir lebih dalam, dan mengungkapkan gagasan secara lebih jelas,” tuturnya.

    Ia menjelaskan, tulisan opini memiliki fungsi strategis untuk menyebarluaskan gagasan sekaligus memengaruhi publik. Menurutnya, tulisan yang baik harus informatif, fokus, akurat, serta memiliki konteks yang jelas.

    “Tujuan penulis opini adalah memengaruhi atau memancing reaksi pembaca, bukan sekadar memberi informasi,” ujarnya.

    Dalam praktiknya, peserta diajak memahami tahapan menulis mulai dari menemukan ide, menyusun kerangka, hingga memperkuat tulisan dengan data dan logika yang runtut. Selain itu, penulis juga diingatkan untuk menjaga konsistensi dan tidak melebar dari topik utama. (Sofyan)


    Baca juga: Santri PonpesMu Manafi’ul ‘Ulum Sambi Ukir Prestasi, Raih Juara 2 MTQ Boyolali 2026


     

    Tim Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) berhasil meraih Juara 2 pada cabang Syarhil Qur’an.


    Santri PonpesMu Manafi’ul ‘Ulum Sambi Ukir Prestasi, Raih Juara 2 MTQ Boyolali 2026

    BOYOLALI – majalahlarise.com - Prestasi membanggakan ditorehkan santri Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMu) Manafi’ul ‘Ulum Sambi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Boyolali tahun 2026. Tim Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) berhasil meraih Juara 2 pada cabang Syarhil Qur’an yang digelar Selasa, 28 April 2026.

    Tiga santri yang tergabung dalam tim tersebut yakni Naufal Galih Raditya (kelas 12), Naufal Iqbal Nabawi (kelas 10), dan Sulthan Agil Muzakki (kelas 9). Mereka tampil percaya diri membawakan materi syarhil Qur’an dengan penyampaian yang komunikatif, menyentuh, sekaligus sarat pesan keislaman.

    Capaian ini tidak lepas dari proses latihan yang disiplin dan berkelanjutan. Para santri menunjukkan kesungguhan dalam memahami kandungan Al-Qur’an sekaligus mengasah kemampuan retorika di depan publik.

    Tim MSQ didampingi Coach Barokah Ramadhani Mudarisah bersama Siti Nurjannah, S.Pd dari KUA Sambi. Keduanya terus memberikan bimbingan intensif hingga para santri mampu tampil optimal di hadapan dewan juri.

    Mudir PonpesMu Manafi’ul ‘Ulum, Pujiono, menyampaikan rasa syukur atas prestasi tersebut. “Alhamdulillah, ini merupakan anugerah sekaligus amanah. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi santri lain untuk terus mencintai Al-Qur’an dan berani tampil membawa nama baik pondok,” tuturnya.

    Pihak pondok juga menjelaskan capaian ini menjadi bagian dari komitmen dalam membina generasi Qur’ani yang tidak hanya memahami isi Al-Qur’an, tetapi juga mampu menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat.

    Prestasi ini diharapkan mampu memacu semangat santri untuk terus berkembang, baik dalam bidang akademik maupun keagamaan. PonpesMu Manafi’ul ‘Ulum Sambi terus berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang mendorong lahirnya generasi berakhlak mulia dan berdaya saing.

    Keberhasilan ini menjadi langkah awal menuju prestasi yang lebih tinggi. Semangat para santri dalam menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan terus menginspirasi banyak pihak. (Sofyan)


    Baca juga: Seminar ICMI Sukoharjo Dorong UMKM Go Global, Hadirkan Tokoh Inspiratif dan Strategi Ekspor


Top