Olahraga Olah Nafas dan Olah Gerak Bio Energy Power (ON-OG BEP) di Komunitas "Padepokan Dede Pagi", Jaten, Karanganyar.


    Dies Natalis ke-46 UNISRI, Pengabdian Masyarakat Lewat Senam ON-OG BEP Wujudkan Masyarakat Sehat, Bugar, dan Produktif

    Karanganyar - majalahlarise.com - Dalam rangkaian Dies Natalis ke-46 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, kampus tersebut menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pengenalan Olahraga Olah Nafas dan Olah Gerak Bio Energy Power (ON-OG BEP) di Komunitas "Padepokan Dede Pagi", Jaten, Karanganyar, Sabtu (13/6). Kegiatan ini diikuti warga setempat sebagai upaya memperkenalkan pola hidup sehat berbasis komunitas yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Materi ON-OG BEP disampaikan oleh Prof. Dr. Siti Supeni, S.H., M.Pd., dosen UNISRI sekaligus Ketua Perkumpulan Komunitas Bio Energy Seluruh Indonesia (PKBSI) Cabang Surakarta. Dalam paparannya, Prof. Siti Supeni menjelaskan Bio Energy Power merupakan olahraga yang dikembangkan oleh almarhum dr. Harry J. Angga dari RS Hasan Sadikin Bandung berdasarkan hasil riset mengenai kemampuan tubuh manusia untuk melakukan penyembuhan diri atau self healing. Dari penelitian tersebut lahir konsep olah napas dan olah gerak sederhana yang memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun psikis.

    “Disamping sebagai autoterapi, ON-OG BEP juga berpartisipasi pada pola kesehatan masyarakat melalui gerakan MUKB: Merajut Ulang Kesehatan Bangsa. Sasarannya adalah masyarakat sehat, bugar, produktif, bahagia. Gerakan ini terus berkembang melalui Rumah Sehat di Surakarta dan sekitarnya,” jelas Prof. Dr. Siti Supeni, S.H., M.Pd.

    Bio Energy Power mengombinasikan teknik pernapasan dan gerakan tubuh yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan penyembuhan alami tubuh. Terapi ini terdiri dari tiga gerakan sederhana yang dilakukan dengan pengaturan napas tertentu untuk membantu mendistribusikan energi ke bagian tubuh yang membutuhkan. Metode tersebut dikembangkan berdasarkan teori medis guna mengoptimalkan kemampuan autoterapi tubuh, baik secara fisik maupun psikis.

    Kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini yang semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan melalui langkah preventif. Melalui pengenalan ON-OG BEP, UNISRI berupaya memperluas akses masyarakat terhadap praktik kesehatan mandiri yang mudah, murah, dan dapat dilakukan secara bersama-sama di lingkungan komunitas.

    Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga Komunitas "Padepokan Dede Pagi" mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat dan menunjukkan ketertarikan untuk menerapkan gerakan ON-OG BEP dalam aktivitas sehari-hari. Ke depan, UNISRI bersama PKBSI Cabang Surakarta berkomitmen memberikan pendampingan agar gerakan ini dapat menjadi bagian dari budaya hidup sehat masyarakat.

    Melalui kegiatan ini, Dies Natalis ke-46 UNISRI menjadi momentum memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, UNISRI juga hadir langsung mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan warga melalui program pengabdian yang berdampak positif bagi kehidupan masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Mahasiswa PPKn FKIP UNISRI Kunjungi Rumah Umat Baha’i Pati, Perkuat Toleransi dan Wawasan Keberagaman

    Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Umat Kepercayaan Baha’i di Kabupaten Pati.


    Mahasiswa PPKn FKIP UNISRI Kunjungi Rumah Umat Baha’i Pati, Perkuat Toleransi dan Wawasan Keberagaman

    Pati - majalahlarise.com - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Umat Kepercayaan Baha’i di Kabupaten Pati, Minggu (15/6). Kegiatan yang diikuti 23 mahasiswa tersebut menjadi bagian dari pembelajaran langsung untuk memperdalam pemahaman tentang keberagaman agama dan kepercayaan di Indonesia sekaligus memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

    Kegiatan diawali dengan sambutan Kaprodi PPKn FKIP UNISRI, Ama Faridasari, S.Pd., M.Pd. Ia menjelaskan pentingnya memahami perbedaan keyakinan secara objektif serta membangun sikap toleransi yang dewasa dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa perlu memiliki wawasan kebangsaan yang kuat dan mampu menghargai keberagaman sebagai bagian dari identitas Indonesia.

    Selama kunjungan, mahasiswa melakukan wawancara dan diskusi langsung dengan umat Baha’i untuk mempelajari ajaran serta prinsip dasar kepercayaan tersebut. Kegiatan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengkaji ritual keagamaan dan tradisi Baha’i di rumah orang tua Lies, sedangkan kelompok kedua mendalami pembahasan mengenai hak waris dan hukum nikah dalam perspektif Baha’i di rumah Lies. Melalui dialog terbuka, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai praktik kehidupan beragama dan hubungan sosial umat Baha’i di masyarakat.

    Perwakilan mahasiswa PPKn FKIP UNISRI menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi peserta. “Dengan adanya kegiatan ini kami sangat berharap mahasiswa mendapat pemahaman mendalam tentang umat Baha’i, membentuk sikap toleransi yang lebih luas dan dewasa, serta mendapatkan pengalaman nyata dalam memahami keberagaman agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia,” ujarnya.

    Kunjungan lapangan ini memiliki tiga tujuan utama, yakni memahami ajaran dan prinsip dasar Baha’i, mempelajari praktik kerukunan hidup beragama di Indonesia, serta memperluas wawasan keberagaman mahasiswa. Interaksi langsung dengan umat Baha’i diharapkan mampu menghilangkan prasangka, memperkuat sikap saling menghormati, dan meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya hidup berdampingan secara harmonis dalam masyarakat yang beragam.

    Melalui kegiatan pembelajaran kontekstual tersebut, FKIP UNISRI menunjukkan komitmennya dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati sosial, sikap toleran, serta kesiapan beradaptasi dengan dinamika kehidupan masyarakat multikultural. Kunjungan ke Rumah Umat Kepercayaan Baha’i menjadi salah satu praktik nyata pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan yang relevan dengan tantangan kebangsaan saat ini. (Sofyan)


    Baca juga: SMK Negeri 1 Semarang Jadi Tuan Rumah Webinar Penguatan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Sekolah Berintegritas

    Peserta dan pembicara Webinar Penguatan Pendidikan Karakter pada Sekolah Berintegritas (SBI) berfoto bersama di Aula SMK Negeri 1 Semarang, Kamis (18/6/2026), usai mengikuti kegiatan penguatan budaya integritas dan nilai antikorupsi di lingkungan pendidikan.


    SMK Negeri 1 Semarang Jadi Tuan Rumah Webinar Penguatan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Sekolah Berintegritas

    Semarang - majalahlarise.com - SMK Negeri 1 Semarang menjadi tuan rumah Webinar Penguatan Pendidikan Karakter pada Sekolah Berintegritas (SBI) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti kepala sekolah, guru, pengawas, serta tenaga kependidikan dari berbagai SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya integritas, karakter, dan nilai-nilai antikorupsi di lingkungan pendidikan.

    Webinar diawali pengantar dari moderator Master Koento Nugroho yang memaparkan pentingnya implementasi Sekolah Berintegritas (SBI) di Jawa Tengah. Ia menyoroti keberhasilan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online dengan slogan 

    “No Titip, No Jastip” serta penguatan sembilan nilai integritas yang menjadi fondasi pembentukan karakter peserta didik. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang jujur, transparan, dan berakhlak mulia.

    Narasumber utama, Ir. Wawan Wardiana selaku Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, menjelaskan korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang berdampak luas terhadap kualitas pendidikan dan masa depan bangsa. Ia menyampaikan KPK bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, serta berbagai lembaga lain mengembangkan pendidikan karakter integritas melalui sembilan nilai antikorupsi yang dirangkum dalam jargon “JUMAT BERSEPEDA KAKA”, yaitu jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras. 

    “Pendidikan antikorupsi tidak cukup diajarkan di dalam kelas, tetapi harus menjadi budaya sekolah yang melibatkan seluruh warga sekolah, termasuk kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua,” ujarnya.

    Pada sesi diskusi, Kepala SMK Negeri 1 Semarang, Dra. Ummi Rosydiana, M.Par., memaparkan berbagai program sekolah dalam menginternalisasikan nilai-nilai integritas melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Ia juga menanyakan peluang bagi pendidik untuk menjadi penyuluh antikorupsi. Menanggapi hal itu, Wawan Wardiana menjelaskan guru dapat mengikuti program sertifikasi penyuluh antikorupsi melalui pelatihan maupun rekognisi pengalaman yang terdokumentasi dengan baik. 

    “Guru memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sehingga kesempatan menjadi penyuluh antikorupsi terbuka bagi pendidik yang memenuhi persyaratan,” jelasnya.

    Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, S.Pd., S.Sos., S.IPem., M.Eng. Ia mengapresiasi kolaborasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, KPK RI, Kompak API Jawa Tengah, Tim SBI, dan seluruh satuan pendidikan dalam membangun budaya integritas di sekolah. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan SPMB Tahun 2026 dengan slogan “Ramah, Berintegritas, Gembira” menjadi bukti komitmen Jawa Tengah menghadirkan layanan pendidikan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. 

    “Keberhasilan SPMB Tahun 2026 menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan pendidikan yang bersih, transparan, dan dipercaya masyarakat,” katanya.

    Sebagai tuan rumah kegiatan, SMK Negeri 1 Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya sekolah yang berintegritas melalui berbagai program pembiasaan karakter, kedisiplinan, kepedulian lingkungan, dan penguatan nilai-nilai antikorupsi. Melalui webinar ini, seluruh insan pendidikan diharapkan semakin memperkuat komitmen mewujudkan sekolah berintegritas serta membentuk generasi penerus bangsa yang unggul secara akademik, memiliki moral yang kuat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari.(Konan/ Sofyan)


    Baca juga: Kuliah Umum dan Bedah Buku Astrid Widayani di FISH Univet Sukoharjo, Kupas Tren Kepemimpinan Anak Muda Profesional

    Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani sebagai narasumber Kuliah Umum dan Bedah Buku Astrid Widayani: The Untold Story dengan tema Tren Kepemimpinan Anak Muda yang Profesional, 


    Kuliah Umum dan Bedah Buku Astrid Widayani di FISH Univet Sukoharjo, Kupas Tren Kepemimpinan Anak Muda Profesional

    Sukoharjo - majalahlarise.com - Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Kuliah Umum dan Bedah Buku Astrid Widayani: The Untold Story dengan tema Tren Kepemimpinan Anak Muda yang Profesional, Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung D Ruang 1 dan 2 tersebut menghadirkan Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, sebagai narasumber utama dan diikuti mahasiswa, civitas akademika FISH Univet Bantara, siswa dari SMA Veteran 1 Sukoharjo dan siswa SMK Veteran 1 Sukoharjo.

    Dekan FISH Univet Bantara Sukoharjo, Dr. Joko Suryono, M.Si menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa mengenai proses menjadi seorang pemimpin. Menurutnya, kepemimpinan terbentuk melalui perjalanan panjang yang sarat pengalaman, pembelajaran, dan interaksi sosial. 

    “Untuk menjadi pemimpin itu melalui proses, bukan tiba-tiba menjadi pemimpin. Perlu perjuangan panjang, berkolaborasi, bernegosiasi, melobi, untuk menjadi pemimpin yang demokratis,” ujarnya.

    Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani bersama The Adhika Project Band membawakan lagu “Jatuh Cinta di Solo” dan “Kangen” 


    Dr. Joko menjelaskan seorang pemimpin tidak dapat lahir secara instan, tetapi harus ditempa melalui berbagai tahapan dan pengalaman dari bawah. Selain memiliki kemampuan memimpin, seorang pemimpin juga harus mempunyai nilai, karakter, visi, dan misi yang kuat serta mampu melayani masyarakat dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan publik.

    “Menjadi pemimpin harus dimulai dari bawah, tidak bisa langsung berada di posisi yang tinggi. Pemimpin juga harus punya value, karakter, visi, dan misi,” jelasnya.

    Dalam sesi bedah buku, Dr. Joko menilai kisah perjalanan hidup Astrid Widayani memberikan banyak pelajaran berharga bagi generasi muda. Ia menyoroti pentingnya dukungan keluarga dalam perjalanan seorang pemimpin. Menurutnya, keberhasilan seorang tokoh publik tidak terlepas dari peran anak, pasangan, orang tua, dan keluarga besar yang selalu memberikan semangat. 

    Pembagian doorprize berupa buku Astrid Widayani: The Untold Story kepada peserta yang aktif mengajukan pertanyaan selama sesi diskusi berlangsung. 


    “Restu, dukungan, dan keikhlasan mereka sangat penting. Seorang pemimpin publik harus melayani masyarakat, sehingga keluarga perlu mendukung dan memberikan semangat agar pemimpin dapat menjalankan tugasnya dengan baik,” tuturnya.

    Dalam kuliah umum tersebut, Astrid Widayani mengajak generasi muda untuk tetap menjadi diri sendiri dan tidak kehilangan jati diri dalam proses meraih kesuksesan. Menurutnya, keaslian karakter merupakan fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang berdampak dan mampu menginspirasi lingkungan sekitar. 

    “Berkaitan dengan kepemimpinan, menjadi diri sendiri itu yang menjadi garis bawah dari diskusi kita hari ini,” ujarnya.

    Astrid juga mendorong mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan dan memperkaya pengalaman melalui berbagai aktivitas yang positif. Ia menjelaskan kesuksesan merupakan hasil dari proses panjang yang membentuk karakter dan kualitas seseorang. 

    “Saya kira tidak perlu ragu lagi untuk mengasah kemampuan dan mencari pengalaman,” katanya. 

    Astrid menambahkan, “Dari semua proses inilah yang akan membentuk kita pada akhirnya menjadi orang sukses.”

    Lebih lanjut, Astrid mengingatkan setiap individu memiliki keunikan yang merupakan anugerah Tuhan dan harus terus dikembangkan. Keunikan tersebut menjadi nilai pembeda yang menjadikan seseorang tampil otentik di tengah persaingan. 

    “Keunikan kita adalah anugerah Tuhan yang harus terus diasah. Pemimpin masa kini harus menjadi pemimpin yang berdampak dan berinspirasi,” pungkasnya.

    Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani saat foto bersama Dekan FISH beserta para Dosen dan peserta kuliah umum.

    Sementara itu, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara, Adhika Prasetya K, MM yang tampil sebagai keynote speaker, membagikan kisah kedekatannya dengan Astrid Widayani. Ia mengungkapkan keduanya memiliki latar belakang pendidikan yang hampir serupa, mulai dari SMP Negeri 4 Surakarta, Universitas Diponegoro Semarang, hingga Program MBA UGM. Pertemuan mereka bermula saat masa kampanye Pilkada Solo dan berkembang menjadi hubungan pertemanan yang diwarnai diskusi tentang musik, politik, olahraga, dan sejarah.

    Dari pertemuan tersebut lahir kolaborasi musik melalui aransemen ulang salah satu lagu karya Adhika yang kemudian direkam bersama Astrid. Proses rekaman terlaksana beberapa bulan setelah Astrid menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surakarta. 

    “Intinya beliau ada ketertarikan dengan lagu saya dan satu saat ingin merekamnya kembali dalam bentuk lain. Alhamdulillah lancar, malah waktu itu Bu Astrid karena sedang puasa suaranya jadi lebih merdu,” ujar Adhika. 

    Ia juga mengapresiasi berbagai pencapaian Astrid sebagai pengusaha, rektor, politisi, musisi, influencer, sekaligus ibu rumah tangga. “Saya merasa buku Mbak Astrid harus dipublikasikan agar menginspirasi teman-teman muda untuk berani bermimpi dan mewujudkan mimpi tersebut,” tambahnya.

    Menambah kemeriahan acara, Astrid Widayani bersama The Adhika Project Band membawakan lagu “Jatuh Cinta di Solo” dan “Kangen” yang mendapat sambutan hangat dari peserta. Kegiatan juga diisi dengan pembagian doorprize berupa buku Astrid Widayani: The Untold Story kepada peserta yang aktif mengajukan pertanyaan selama sesi diskusi berlangsung. (Sofyan)


    Baca juga: Mahasiswa DKV ISI Surakarta Rancang Identitas Visual Launching Program Hilirisasi Riset di Solo Technopark Lewat Skim Magang Berdampak

    Rosa Amelia Dwifitri dan Ayisha Khamsa Amalia mengikuti Program Mahasiswa Berdampak FSRD ISI Surakarta Tahun 2026. 


    Mahasiswa DKV ISI Surakarta Rancang Identitas Visual Launching Program Hilirisasi Riset di Solo Technopark Lewat Skim Magang Berdampak

    Surakarta - majalahlarise.com - Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yang tergabung dalam Program Mahasiswa Berdampak turut berkontribusi dalam perancangan identitas visual kegiatan Launching Program Fasilitasi Hilirisasi Hasil Riset Perguruan Tinggi Berbasis Kemitraan Industri yang digelar di Ruang Seminar Gedung STC, UPTD Kawasan Sains dan Teknologi Solo Technopark.

    Dua mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Rosa Amelia Dwifitri dan Ayisha Khamsa Amalia. Keduanya mengikuti Program Mahasiswa Berdampak FSRD ISI Surakarta Tahun 2026 melalui Skema Magang di Solo Technopark dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan, Brilindra Pandanwangi dan Basnendar Herry Prilosadoso. Dalam pelaksanaannya, Rosa dan Ayisha bertanggung jawab merancang berbagai kebutuhan visual acara, mulai dari desain backdrop hingga bumper video yang menjadi bagian penting dalam membangun identitas kegiatan.

    Perancangan visual dilakukan dengan mempertimbangkan karakter acara, segmentasi audiens, serta kebutuhan komunikasi yang efektif. Kegiatan launching yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surakarta bersama Nakama.id tersebut bertujuan memfasilitasi hilirisasi hasil riset dari lima perguruan tinggi di Surakarta, yakni UNS, UMS, UNISRI, UPITRA, dan Politeknik ATMI. Melalui desain yang dikembangkan, mahasiswa berupaya menghadirkan tampilan visual profesional yang mampu memperkuat citra dan pesan kegiatan.

    Rosa Amelia Dwifitri menjelaskan keterlibatannya dalam proyek tersebut menjadi pengalaman berharga untuk menerapkan kompetensi desain komunikasi visual pada proyek nyata. 

    “Kami belajar menyesuaikan desain dengan kebutuhan penyelenggara serta memahami pentingnya konsistensi visual dalam mendukung keberhasilan sebuah acara,” ujarnya.

    Apresiasi juga datang dari pihak Solo Technopark. Prasetyo Okmana Saputra menjelaskan kontribusi mahasiswa sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan visual kegiatan sekaligus memberikan ruang pembelajaran langsung di lingkungan profesional. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa menjadi sarana penerapan ilmu desain yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri kreatif.

    Sementara itu, Brilindra Pandanwangi menjelaskan kegiatan tersebut menunjukkan peran aktif mahasiswa dalam mendukung penyelenggaraan program strategis melalui pemanfaatan kemampuan desain komunikasi visual. 

    “Kegiatan ini menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi secara nyata dalam mendukung program strategis melalui kemampuan desain komunikasi visual yang mereka miliki,” katanya.

    Melalui program magang berdampak ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman profesional, tetapi juga berkesempatan terlibat langsung dalam kegiatan yang mendukung penguatan ekosistem riset dan inovasi di Kota Surakarta. (Sofyan)


    Baca juga: Menuju Kampus Berkelas Dunia, FKIP Unisri Jalin Kerja Sama Strategis dengan Lincoln University Malaysia

    Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) FKIP Unisri dengan Lincoln University College Malaysia


    Menuju Kampus Berkelas Dunia, FKIP Unisri Jalin Kerja Sama Strategis dengan Lincoln University Malaysia

    Kuala Lumpur, Malaysia - majalahlarise.com - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta terus memperkuat langkah internasionalisasi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Lincoln University College Malaysia, Rabu (10/6/2026). Kerja sama yang berlangsung di kampus Lincoln University College, Kuala Lumpur, Malaysia, menjadi tonggak penting dalam memperluas jejaring akademik global sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berstandar internasional.

    Delegasi FKIP Unisri dipimpin Dekan FKIP Unisri Dr. Sri Handayani, S.Pd., M.Hum., bersama jajaran pimpinan program studi dan dosen yang tergabung dalam Tim Rekognisi Internasional FKIP Unisri. Rombongan terdiri atas Kaprodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Unisri Ema Butsi Pratiwi, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Program Studi PGSD Dr. Elinda Rizkasari, S.Pd., M.Pd., serta tim dosen PPG dan PGSD yang terlibat dalam penguatan kerja sama internasional. Kehadiran delegasi tersebut menunjukkan keseriusan FKIP Unisri dalam membangun kemitraan strategis dengan institusi pendidikan tinggi bereputasi global.

    Penandatanganan kerja sama mendapat sambutan hangat dari pimpinan Lincoln University College Malaysia, di antaranya Dean of Faculty of Education Prof. Dr. Lubna Ali Mohammed dan Pro-Chancellor Prof. Datuk Dr. Hajjah Bibi Florina Abdullah. Dalam kesepakatan tersebut, kedua institusi berkomitmen mengembangkan berbagai program kolaboratif meliputi pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, pengembangan kurikulum, program visiting professor, seminar internasional, hingga penguatan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berbasis kolaborasi global.

    Dekan FKIP Unisri Dr. Sri Handayani, S.Pd., M.Hum., menjelaskan kerja sama ini merupakan bagian dari strategi besar fakultas dalam meningkatkan daya saing lulusan sekaligus memperkuat reputasi institusi di tingkat internasional. 

    “Kerja sama dengan Lincoln University College Malaysia menjadi langkah nyata FKIP Unisri untuk memperluas kolaborasi akademik global. Kami berharap berbagai program yang akan dijalankan bersama dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, dan kompetensi lulusan sehingga mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.

    Menurut Sri Handayani, perguruan tinggi saat ini dituntut mampu beradaptasi dengan dinamika perkembangan global yang semakin cepat. Karena itu, kemitraan internasional menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing. Sementara itu, pihak Lincoln University College Malaysia menyambut positif kolaborasi tersebut sebagai peluang untuk saling berbagi pengalaman, sumber daya akademik, serta memperkuat kerja sama lintas negara dalam pengembangan pendidikan.

    Selain penandatanganan MoU, delegasi FKIP Unisri juga menggelar diskusi akademik mengenai peluang penelitian kolaboratif, peningkatan kapasitas dosen, pengembangan program internasional, serta penguatan budaya akademik yang mendukung pencapaian standar pendidikan global. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan FKIP Unisri dalam mewujudkan visi sebagai fakultas yang unggul, inovatif, dan berdaya saing internasional.

    Melalui perluasan jejaring global dan kolaborasi strategis dengan Lincoln University College Malaysia, FKIP Unisri optimistis mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan di tingkat nasional maupun internasional. Kerja sama ini sekaligus menandai babak baru perjalanan FKIP Unisri menuju kampus berkelas dunia dengan kolaborasi internasional sebagai fondasi utama peningkatan mutu pendidikan dan reputasi akademik di era globalisasi. (Sofyan)


    Baca juga: Kolaborasi UNISRI-BRIN Latih Orang Tua Forum Jatigiri Olah Pangan Bergizi Bebas Gluten untuk Anak Berkebutuhan Khusus

    Pelatihan pengolahan pangan bergizi bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).


    Kolaborasi UNISRI-BRIN Latih Orang Tua Forum Jatigiri Olah Pangan Bergizi Bebas Gluten untuk Anak Berkebutuhan Khusus

    Wonogiri - majalahlarise.com - Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Playen Gunungkidul menggelar pelatihan pengolahan pangan bergizi bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), Sabtu (13/6). Kegiatan yang diikuti 52 anggota Paguyuban Forum Jatigiri “Pejuang Buah Hati Wonogiri” ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua dalam menyediakan makanan sehat dan aman bagi anak dengan berbagai jenis disabilitas, mulai sensorik, fisik, intelektual hingga mental.

    Forum Jatigiri yang berdiri sejak 8 Desember 2018 atas inisiatif dr. Celli Septiana kini memiliki sekitar 80 anggota. Komunitas tersebut aktif menjadi wadah saling menguatkan sekaligus memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas dan keluarganya. Pelatihan dinilai relevan dengan kebutuhan orang tua ABK, terutama anak autis yang memerlukan perhatian khusus terhadap konsumsi makanan karena sensitif terhadap MSG, pewarna, pengawet, dan bahan perisa.

    Dalam pelatihan tersebut, narasumber dari BRIN Playen Gunungkidul, Prof. Dr. Ir. Titiek F. Djafaar, M.P. dan Dr. Ir. Tri Marwati, M.P., mempraktikkan pembuatan cookies dan nugget tinggi protein tanpa bahan pengawet maupun bahan tambahan pangan. Salah satu inovasi yang dikenalkan adalah penggunaan mocaf atau tepung fermentasi singkong bebas gluten sebagai bahan utama yang aman dikonsumsi anak berkebutuhan khusus.

    Dr. Ir. Tri Marwati, M.P. menjelaskan sensitivitas anak autis terhadap beberapa jenis bahan pangan perlu menjadi perhatian orang tua. Menurutnya, pola makan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan fisik maupun mental anak.

    “Anak dengan disabilitas seperti autism relatif sensitif terhadap bahan pangan tertentu. Bahan pangan ber-gluten dapat menyebabkan luka pada saluran pencernaan yang berdampak pada kesehatan mental ADD. Karena itu kami dorong penggunaan bahan organik, bebas pestisida, antibiotik, rendah gula, rendah MSG, dan bebas gluten,” jelasnya.

    Ketua Tim Pengabdian Fakultas Sains dan Teknologi UNISRI, Dr. Akhmad Mustofa, S.TP., M.Si., menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat sekaligus menghilirisasikan hasil penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.

    “Kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian IKU 5 berupa luaran hasil kerja sama dan hilirisasi hasil penelitian, terutama dari Program Studi Teknologi Pangan. Harapannya ilmu yang diberikan bisa langsung dipraktikkan orang tua di rumah,” ujarnya.

    Sementara itu, psikolog dan terapis Forum Jatigiri, Wuri Rahmawati, menyampaikan diet rendah gula, rendah MSG, dan bebas gluten sangat dibutuhkan oleh anak berkebutuhan khusus. Ia juga menganjurkan konsumsi buah, yogurt, dan sumber protein berkualitas untuk mendukung tumbuh kembang anak.

    Pengurus Forum Jatigiri berharap kolaborasi antara UNISRI dan BRIN dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Mereka menginginkan adanya kerja sama yang lebih luas untuk memperkuat kemandirian orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus mengembangkan potensi komunitas.

    Melalui kegiatan ini, UNISRI dan BRIN menunjukkan komitmen menghadirkan riset dan pengabdian yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Program tersebut diharapkan mampu mendukung pemenuhan hak gizi anak berkebutuhan khusus di Wonogiri dan sekitarnya sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara lebih optimal. (Sofyan)


    Baca juga: Dojo Manunggal Manyaran Borong Prestasi di Kejurkab Karate Piala Bupati Wonogiri 2026


Top