GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Zona Ramadhan
![]() |
| Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono menyerahkan santunan kepada anak yatim yang diterima langsung oleh pimpinan pondok ustadz Rohmad Handoyo. |
FISH Univet Bantara Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim, Perkuat Silaturahmi dengan Ponpes Darurrohmah
Sukoharjo – majalahlarise.com - Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan bagi anak yatim dari Pondok Pesantren Darurrohmah Al Jawahiri Tasikmadu Karanganyar. Kegiatan berlangsung di Gedung FISH lantai 2, Kamis (12/3/2026) mulai pukul 16.00 WIB.
Acara ini menghadirkan pengasuh Pondok Yatim dan Miskin Darurrohmah Al Jawahiri beserta para santri, serta tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Ali Mursyid. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara civitas akademika FISH Univet Bantara dengan lembaga pendidikan pesantren.
Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memohon doa dari para ulama dan santri untuk keberkahan fakultas.
![]() |
| Doa bersama dipimpin oleh pimpinan Pondok Rohmad Handoyo. |
“Kami ingin bersilaturahmi dengan Bapak Kiai, Ibu Kiai, dan adik-adik santri dari Pondok Pesantren Darurrohmah. Harapan kami, dengan silaturahmi akan tercipta hubungan yang baik, menghadirkan keberkahan, rezeki yang melimpah, serta umur yang panjang,” ujar Joko Suryono.
Ia juga menyampaikan harapan agar fakultas yang saat ini memiliki dua program studi yakni Prodi Ilmu Komunikasi dan Prodi Hukum terus mendapatkan rahmat Allah sehingga mampu memberikan pendidikan yang berkualitas bagi mahasiswa.
“Kami juga memiliki hajat. Kami memohon doa dari Bapak Kiai dan seluruh santri agar Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum memperoleh keberkahan, mendapat cahaya rahmat dari Allah, sehingga dapat membimbing mahasiswa dengan pembelajaran yang baik dan tetap eksis dengan jumlah mahasiswa yang terus berkembang,” jelasnya.
![]() |
| Sesi foto bersama. |
Sementara itu, Pimpinan Pondok Yatim dan Miskin Darurrohmah Al Jawahiri, Rohmad Handoyo, menyampaikan apresiasi atas kegiatan berbagi yang dilakukan oleh FISH Univet Bantara.
“Kami dari pengasuh Pondok Pesantren Darurrahmah mengucapkan terima kasih atas kehadiran rombongan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo yang pada sore hari ini mengadakan kegiatan berbagi buka bersama dan santunan untuk anak-anak yatim di lingkungan pondok,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan tinggi dan pesantren serta membawa keberkahan bagi semua pihak.
“Kami mendoakan semoga apa yang menjadi hajat Bapak Dekan dan seluruh civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum dikabulkan oleh Allah. Semoga fakultas ini semakin jaya, semakin banyak mahasiswanya, dan mampu mencetak generasi yang berakhlakul karimah serta berilmu yang bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa,” ungkapnya.
Dalam tausiyah Ramadan, Prof. Ali Mursyid menguraikan keutamaan Al-Qur’an dan pengaruh besar kitab suci tersebut dalam kehidupan manusia. Ia menyampaikan bulan Ramadan sering terasa cepat berlalu bagi orang yang mengisi waktunya dengan ibadah. Bahkan rasa lelah hingga tertidur setelah beribadah tetap bernilai ibadah selama dilakukan karena kelelahan dalam ketaatan.
![]() |
| Hiburan musik religi dari grup band Adhika Project yang mengiringi kebersamaan waktu berbuka puasa. |
Ia juga menjelaskan kemuliaan Al-Qur’an mampu menjadikan sesuatu yang bersentuhan dengannya menjadi istimewa. Salah satunya terlihat pada waktu, di mana bulan Ramadan menjadi sangat mulia karena di dalamnya Al-Qur’an diturunkan. Keutamaan tersebut tercermin dari berbagai keistimewaan Ramadan, seperti pahala puasa yang diberikan langsung oleh Allah, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.
Selain itu, malam turunnya Al-Qur’an yaitu Lailatul Qadar memiliki nilai ibadah yang lebih baik dari seribu bulan. Hal ini menunjukkan bagaimana Al-Qur’an menjadikan waktu yang biasa menjadi sangat istimewa.
Prof. Ali juga menjelaskan kemuliaan Al-Qur’an terlihat pada manusia, malaikat, dan tempat. Nabi Muhammad menjadi penutup para nabi karena menerima wahyu Al-Qur’an melalui Malaikat Jibril yang menjadi malaikat sangat mulia karena membawa wahyu tersebut. Demikian pula Kota Mekah dan Madinah menjadi kota suci karena menjadi tempat turunnya Al-Qur’an selama 23 tahun.
Pada akhir ceramahnya, ia mengingatkan umat Islam untuk tidak hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai hiasan di rumah, tetapi benar-benar membacanya, mempelajarinya, serta mengamalkannya secara istiqamah.
“Orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an disebut sebagai sebaik-baik manusia. Al-Qur’an juga akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat bagi orang yang membacanya,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FISH Univet Bantara menyerahkan santunan kepada anak yatim yang diterima langsung oleh pimpinan pondok. Suasana kegiatan semakin hangat dengan penampilan menyanyi dari anak-anak yatim serta hiburan musik dari grup band Adhika Project yang mengiringi kebersamaan waktu berbuka puasa. (Sofyan)
Baca juga: Cinta Ramadan SMPN 1 Wuryantoro Tanamkan Iman, Kepedulian, dan Karakter Siswa
Zona Ramadhan
![]() |
| Siswa saat mengikuti kegiatan bertajuk Cinta Ramadan 1447 H / 2026 M dengan tema “Cahaya Iman Niat Taqwa Menuju Ampunan”. |
Cinta Ramadan SMPN 1 Wuryantoro Tanamkan Iman, Kepedulian, dan Karakter Siswa
Wonogiri – majalahlarise.com - Semangat menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, SMP Negeri 1 Wuryantoro menggelar kegiatan bertajuk Cinta Ramadan 1447 H / 2026 M dengan tema “Cahaya Iman Niat Taqwa Menuju Ampunan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 12–13 Maret 2026 dengan agenda Cinta Ramadan dan Pendalaman Materi, serta dilanjutkan pada 14 Maret 2026 melalui kegiatan Wonogiri Mengaji dan Berbagi Bersama Solo Peduli.
Program ini menjadi bagian dari pembinaan karakter religius siswa melalui rangkaian ibadah, pembelajaran agama, dan kegiatan sosial yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Panitia kegiatan sekaligus guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 1 Wuryantoro, Kasmi, S.Pd., M.Pd, menyampaikan kegiatan Cinta Ramadan dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan kepedulian sosial kepada para siswa.
Menurutnya, istilah CINTA dalam tema kegiatan memiliki makna khusus yang sarat nilai spiritual.
“Cinta itu sendiri kami maknai sebagai akronim, yaitu C berarti cahaya, I iman, N niat, dan T taqwa menuju ampunan. Harapannya melalui kegiatan ini anak-anak semakin memahami makna Ramadan dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Ia menguraikan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama program berlangsung meliputi puasa, shalat berjamaah, pendalaman ilmu agama, serta kegiatan infak dan sedekah.
“Kegiatannya antara lain puasa, shalat berjamaah seperti shalat Dzuhur bersama, kemudian tholabul ‘ilmi melalui pendalaman materi keagamaan, serta kegiatan shadaqah atau infak. Ini menjadi bagian dari pembelajaran agar siswa tidak hanya memahami agama secara teori tetapi juga mengamalkannya,” jelasnya.
Selain kegiatan keagamaan, sekolah juga menggelar aksi sosial dengan menggalang infak serta memberikan santunan kepada anak yatim dan siswa kurang mampu.
Kasmi menjelaskan, di SMP Negeri 1 Wuryantoro terdapat 37 siswa yatim dan piatu yang mendapat perhatian khusus dari sekolah.
“Setiap tahun kami mengadakan santunan bagi anak yatim piatu. Di sekolah ini ada sekitar 37 siswa yatim atau piatu. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 20 anak yang mendapatkan bantuan rutin setiap bulan karena benar-benar berasal dari keluarga kurang mampu,” katanya.
Ia menguraikan bantuan tersebut berasal dari donatur serta pengelolaan infak yang dihimpun oleh sekolah.
“Setiap bulan mereka mendapat bantuan sekitar Rp165 ribu untuk membantu kebutuhan sekolah. Selain itu, pada bulan Ramadan ini juga ada tambahan bantuan dari para donatur, seperti beras lima kilogram untuk setiap anak,” ungkapnya.
Menurut Kasmi, gerakan infak yang dilakukan siswa memiliki tujuan membangun empati serta kepedulian sosial antar teman.
“Kami ingin menanamkan rasa kepedulian. Anak-anak belajar untuk berbagi dengan temannya yang membutuhkan. Dengan begitu, yang memberi merasa peduli, sementara yang menerima merasa dihargai dan diperlakukan seperti saudara,” katanya.
Ia menambahkan kegiatan keagamaan seperti ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentengi siswa dari pengaruh negatif, termasuk kenakalan remaja yang semakin kompleks di era digital.
“Kami berusaha memberikan penguatan akhlak agar anak-anak memiliki pemahaman agama yang baik. Dengan pemahaman itu, mereka akan lebih mampu menghindari hal-hal negatif yang sekarang banyak memengaruhi remaja,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, sekolah juga berharap tumbuh sikap empati, persaudaraan, serta budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.
“Harapan kami, anak-anak semakin memahami agamanya dan menjalankan ibadah dengan keikhlasan, bukan karena terpaksa. Selain itu juga menumbuhkan empati, saling peduli, dan menghindari perilaku bullying di lingkungan sekolah,” menguraikan.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Wuryantoro, Is Budiyarti, S.Pd menyampaikan kegiatan Cinta Ramadan menjadi momentum penting bagi siswa untuk meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci.
“Harapan kami para siswa dapat lebih memantapkan diri dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadan tahun ini. Dengan sisa waktu Ramadan yang masih ada, mereka dapat mempercepat langkah untuk menyelesaikan target ibadah pribadinya,” tuturnya.
Ia juga mendorong siswa untuk meningkatkan amalan sosial seperti infak dan sedekah sebagai bagian dari pembentukan karakter.
“Selain ibadah pribadi, siswa juga kami dorong untuk meningkatkan amalan lain seperti infak dan shadaqah. Tujuan akhirnya adalah adanya peningkatan karakter menuju pribadi yang beriman dan bertakwa," urainya.
Melalui kegiatan Cinta Ramadan ini, SMP Negeri 1 Wuryantoro berharap nilai-nilai keimanan, kepedulian sosial, serta akhlak mulia dapat semakin tertanam dalam diri para siswa sebagai bekal menjalani kehidupan di masa depan. (Sofyan)
Baca juga: Pesantren Kilat Ramadan, SMP Negeri 2 Manyaran Perkuat Iman dan Karakter Siswa
Zona Ramadhan
![]() |
| Kegiatan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) serta Upgrading Guru pada Rabu–Kamis, 11–12 Maret 2026. |
PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Gelar MABIT dan Upgrading Guru di Bulan Ramadhan
Boyolali – majalahlarise.com - Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang penuh makna, Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafi’ul ‘Ulum Sambi menyelenggarakan kegiatan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) serta Upgrading Guru pada Rabu–Kamis, 11–12 Maret 2026. Kegiatan berlangsung di Aula PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi dengan suasana hangat, penuh semangat, dan kebersamaan.
Kegiatan MABIT bertajuk Ramadhan Ceria diperuntukkan bagi siswa SD/MI umum. Program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah sejak usia dini. Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias, mulai dari rangkaian ibadah, materi keislaman, hingga kegiatan pembinaan karakter.
Selain MABIT, PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi juga mengadakan kegiatan Pesantren Kilat tingkat SLTP. Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan berbagai materi keislaman, pembinaan akhlak, serta motivasi belajar guna membentuk pribadi yang berkarakter dan berprestasi.
Kegiatan MABIT dan Pesantren Kilat menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan pembinaan kepada para peserta, di antaranya Ust. Ahmad Yasin, Ust. Fatchul Ulum, Ust. Suradi, Ust. Shodiq, Ust. Ari Rosmawati, serta Aris Munandar. Para pemateri menguraikan berbagai materi terkait ibadah Ramadhan, penguatan akhlak, serta motivasi bagi para siswa untuk semakin giat belajar dan beribadah.
Di waktu yang sama, PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi juga menyelenggarakan kegiatan Upgrading Guru yang diikuti para guru dan karyawan pondok pesantren. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat sinergi tim dalam mengembangkan lembaga pendidikan.
Upgrading guru menghadirkan narasumber Ust. Nuruddin, S.Pd dan Ust. Agus Sutrisno yang juga menjabat sebagai Ketua FKKS SD/MIM Kabupaten Boyolali. Dalam materinya, para narasumber menguraikan pentingnya membangun soliditas tim, memperkuat budaya kerja, serta merancang strategi SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) agar lembaga pendidikan semakin berkembang dan diminati masyarakat.
Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Pujiono, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar pondok pesantren dalam memanfaatkan momentum Ramadhan untuk pembinaan spiritual peserta didik sekaligus penguatan kapasitas para guru dan karyawan.
“Melalui kegiatan MABIT, Pesantren Kilat, dan Upgrading ini diharapkan tercipta generasi yang berakhlak mulia, rajin beribadah, serta didukung oleh tim guru yang solid dan profesional dalam mengembangkan PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi,” tuturnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan semangat kebersamaan. Melalui program ini, PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi berharap mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan dan dakwah, khususnya di lingkungan pondok pesantren serta masyarakat sekitar. (Sofyan)
Baca juga: Pesantren Kilat Ramadan, SMP Negeri 2 Manyaran Perkuat Iman dan Karakter Siswa
Zona Ramadhan
![]() |
| Siswa SMP Negeri 2 Manyaran saat mengikuti kegiatan pesantren kilat Ramadan. |
Pesantren Kilat Ramadan, SMP Negeri 2 Manyaran Perkuat Iman dan Karakter Siswa
Wonogiri – majalahlarise.com - SMP Negeri 2 Manyaran menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadan yang diikuti seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Maret, sebagai bagian dari pembinaan keagamaan sekaligus penguatan karakter peserta didik selama bulan suci Ramadan.
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Negeri 2 Manyaran, Nasikin, saat ditemui disela-sela kegiatan Kamis (12/3/2026) menyampaikan kegiatan keagamaan sebenarnya sudah menjadi rutinitas siswa setiap hari sebelum kegiatan belajar dimulai.
“Setiap hari siswa melaksanakan salat berjamaah, zikir, berdoa, dan mengaji sebelum bel masuk. Kemudian mulai tanggal 12, 13, sampai 14 hari Sabtu dilaksanakan kegiatan Pesantren Ramadan yang diikuti seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX,” ujar Nasikin.
Ia menguraikan kegiatan Pesantren Ramadan memiliki sejumlah tujuan penting. Pertama, meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Kedua, memperbaiki aktivitas ibadah siswa dengan memberikan pembelajaran dan bimbingan dari para guru melalui berbagai kajian keislaman.
“Tujuan berikutnya membentuk karakter akhlak mulia dalam diri siswa agar ke depan mereka menjadi generasi yang hebat dan siap menghadapi tantangan menuju Indonesia tahun 2045,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan sekolah. Seluruh unsur sekolah dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari guru, tenaga kependidikan hingga staf tata usaha.
“Melalui pesantren kilat ini, hubungan persaudaraan antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, maupun guru dengan guru semakin erat. Seluruh unsur sekolah terlibat dalam kegiatan ini,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, para siswa mendapatkan berbagai materi keagamaan yang meliputi penguatan akidah, praktik ibadah, pembinaan akhlak, pemahaman Al-Qur’an dan Hadis, fikih, serta Sirah Nabawiyah.
Menurut Nasikin, materi akidah difokuskan pada penguatan keimanan siswa. Sementara pada materi ibadah, siswa diajak mempraktikkan secara langsung tata cara ibadah, terutama salat, agar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
“Kemudian materi akhlak diarahkan untuk membentuk karakter yang baik dan mulia. Materi Al-Qur’an dan Hadis membantu siswa memahami kandungan ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an. Sedangkan fikih membahas aspek ibadah yang perlu dikuasai siswa agar pelaksanaannya sesuai syariat,” tuturnya.
Ia menambahkan, materi Sirah Nabawiyah diberikan sebagai motivasi bagi siswa agar mampu meneladani kehidupan Rasulullah SAW, para sahabat, serta ulama terdahulu.
“Dengan meneladani kehidupan Rasulullah dan para sahabat, siswa diharapkan mampu mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari sehingga terbentuk pribadi yang baik,” ujarnya.
Nasikin juga menyampaikan harapan besar dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap para siswa memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik sesuai kaidah ilmu tajwid.
“Harapan kami siswa memiliki kemampuan tilawatil Qur’an yang lebih baik. Selain itu mereka juga memiliki kesadaran tinggi dalam menjalankan ibadah seperti salat dan puasa sebagai kewajiban setiap muslim,” katanya.
Lebih jauh, ia berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan akhlakul karimah dalam diri para siswa, baik dalam pergaulan di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
“Para siswa diharapkan memiliki akhlak yang baik dalam berinteraksi dengan teman, guru, karyawan sekolah, orang tua, maupun masyarakat di sekitarnya,” jelas Nasikin.
Selain kegiatan di sekolah, para guru juga mengadakan program tarawih keliling selama dua hari di wilayah Pijiiharjo dan Nglangkir. Dalam kegiatan tersebut, tim guru sekaligus menyalurkan zakat fitrah kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Khumaidah Hidayati, menyampaikan kegiatan Pesantren Kilat Ramadan menjadi momentum penting dalam pembinaan karakter siswa.
“Melalui pesantren kilat pada Ramadan ini, saya berharap kegiatan tersebut menjadi wahana pembinaan karakter, penguatan spiritual, dan pembelajaran mendalam yang berdampak nyata pada perilaku siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah,” harapannya. (Sofyan)
Baca juga: HMPS PPKn UNISRI Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Panti Asuhan Aisyiyah 2
Pendidikan
![]() |
| Kegiatan pembekalan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik program pendidikan kesetaraan Paket A dan Paket B. |
PKBM Syifa Surakarta Bekali Peserta Didik Hadapi Tes Kemampuan Akademik Paket A dan Paket B
Surakarta – majalahlarise.com -Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Syifa Surakarta yang beralamat di Jl. Jamsaren No. 44 Surakarta melaksanakan kegiatan pembekalan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik program pendidikan kesetaraan Paket A dan Paket B. Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kesiapan akademik peserta sebelum mengikuti pelaksanaan TKA yang dijadwalkan pada April 2026.
Pembekalan dilaksanakan di ruang teori PKBM Syifa Surakarta dengan melibatkan para tutor serta peserta didik dalam suasana belajar yang aktif dan kondusif. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan penguatan materi pelajaran yang berkaitan dengan kemampuan dasar akademik yang menjadi bagian dari penilaian dalam TKA.
Adapun jadwal pelaksanaan TKA di PKBM Syifa Surakarta yaitu untuk Paket B Gelombang 3 pada 13–14 April 2026. Sementara untuk Paket A dilaksanakan dalam beberapa gelombang, yaitu Gelombang Khusus pada 25–26 April 2026, Gelombang 3 pada 27–28 April 2026, dan Gelombang 4 pada 29–30 April 2026.
Kepala PKBM Syifa Surakarta, Puri Setianingtyas, menyampaikan kegiatan pembekalan ini dirancang untuk membantu peserta didik memahami materi yang akan diujikan sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi TKA.
“Kegiatan pembekalan ini bertujuan meningkatkan kesiapan akademik peserta dalam menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik. Melalui kegiatan ini peserta mendapatkan penguatan materi sekaligus pemahaman tentang strategi belajar yang lebih efektif,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para tutor memberikan arahan terkait materi yang akan diujikan, strategi dalam memahami soal, serta teknik belajar yang efektif agar peserta dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran. Proses pembelajaran juga berlangsung secara interaktif, karena peserta diberi kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan tutor dan mengajukan pertanyaan mengenai materi yang belum dipahami.
Selain pembekalan materi, kegiatan ini juga mendorong peserta didik untuk meningkatkan budaya literasi sebagai bagian penting dalam proses belajar. Peserta diajak memanfaatkan berbagai buku referensi pembelajaran yang tersedia untuk memperluas wawasan serta memperdalam pemahaman terhadap materi pelajaran.
Melalui kegiatan membaca dan mempelajari berbagai sumber belajar tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memahami materi secara lebih komprehensif, serta mempersiapkan diri dengan lebih baik dalam menghadapi TKA.
Puri Setianingtyas juga memberikan arahan serta motivasi kepada seluruh peserta didik yang mengikuti pembekalan. Ia menguraikan Tes Kemampuan Akademik memiliki peran penting sebagai sarana untuk mengukur kemampuan akademik peserta berdasarkan materi yang telah dipelajari selama mengikuti proses pendidikan.
“Melalui pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik, peserta dapat mengetahui sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran. Hasilnya juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi peserta didik untuk terus meningkatkan kemampuan belajar,” jelasnya.
Menurutnya, hasil TKA tidak hanya menjadi gambaran kemampuan peserta didik, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi lembaga dalam melihat perkembangan akademik peserta selama mengikuti pendidikan kesetaraan.
Lebih lanjut ia mengatakan manfaat mengikuti TKA tidak sekadar untuk memenuhi proses evaluasi pembelajaran, tetapi juga melatih kemampuan berpikir, ketelitian dalam menjawab soal, serta membangun kepercayaan diri peserta didik dalam menghadapi berbagai bentuk ujian akademik.
“Kami berharap seluruh peserta didik dapat mengikuti Tes Kemampuan Akademik dengan sungguh-sungguh. Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan diri, meningkatkan semangat belajar, serta menunjukkan hasil belajar yang telah diperoleh selama mengikuti pendidikan,” tuturnya.
Sebagai lembaga pendidikan nonformal, PKBM Syifa Surakarta terus berkomitmen menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas serta memberikan layanan pendidikan yang mendukung peningkatan kompetensi peserta didik.
Melalui berbagai kegiatan pembelajaran, pembekalan akademik, serta penguatan literasi, PKBM Syifa Surakarta berupaya mencetak generasi yang cerdas, berpengetahuan luas, mandiri, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Dengan terselenggaranya kegiatan pembekalan Tes Kemampuan Akademik ini, seluruh peserta didik Program Paket A dan Paket B diharapkan dapat menghadapi TKA dengan kesiapan yang lebih matang, sehingga mampu menunjukkan hasil belajar yang maksimal sekaligus meningkatkan kualitas lulusan pendidikan kesetaraan. (Sofyan)
Baca juga: HMPS PPKn UNISRI Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Panti Asuhan Aisyiyah 2
Pendidikan
![]() |
| Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Panti Asuhan Aisyiyah 2 Surakarta. |
HMPS PPKn UNISRI Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Panti Asuhan Aisyiyah 2
Solo – majalahlarise.com - Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (HMPS PPKn) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Panti Asuhan Aisyiyah 2 Surakarta, belum lama ini. Kegiatan tersebut menjadi program kerja kedua HMPS PPKn yang melibatkan 19 peserta dari kalangan siswi tingkat SMP dan SMA.
Ketua Pelaksana kegiatan, Fara Verlita Evelyn, menyampaikan kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan semangat kreativitas anak-anak panti melalui berbagai aktivitas seni, keterampilan, dan edukatif. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai kepedulian sosial bagi mahasiswa maupun peserta yang terlibat.
“Kegiatan ini mengangkat tema Menumbuhkan Generasi Kreatif melalui Karya dan Kepedulian di Panti Asuhan. Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang bagi adik-adik di panti untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus membangun interaksi yang positif,” ujar Fara.
Ia menguraikan kegiatan inti berupa pelatihan membuat kerajinan dari bahan clay. Dalam pelaksanaannya, para peserta dibagi menjadi tiga kelompok agar proses belajar menjadi lebih interaktif dan mampu menumbuhkan rasa kebersamaan serta kepedulian antar anggota.
.
“Kami membagi peserta menjadi tiga kelompok agar mereka bisa saling bekerja sama, berdiskusi, dan saling membantu dalam membuat karya. Harapannya kegiatan ini mampu meningkatkan rasa kreatif sekaligus mempererat hubungan sosial di antara peserta,” jelasnya.
Fara menambahkan, kegiatan pengabdian masyarakat tersebut juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk menerapkan nilai-nilai kepedulian sosial yang selama ini dipelajari di bangku kuliah.
“Kami berharap kegiatan ini mampu menciptakan interaksi yang positif, menyalurkan bantuan yang bermanfaat, serta memberikan pengalaman nyata dalam menerapkan ilmu sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat,” katanya.
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Program Studi PPKn UNISRI, Ama Farida Sari, M.Pd., bersama Ketua Pengurus Panti Asuhan Aisyiyah 2, Dra. Hj. Elliyun Eli. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan berupa barang dari perwakilan mahasiswa Prodi PPKn kepada pengurus panti asuhan.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, HMPS PPKn UNISRI berharap dapat terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kreativitas, dan kepedulian sosial kepada generasi muda. (Sofyan)
Baca juga: Buka Puasa Bersama, Prodi Hukum FISH Univet Bantara Pererat Silaturahmi Keluarga Besar
Zona Ramadhan
![]() |
| Suasana penuh keakraban acara buka puasa bersama keluarga besar Prodi Hukum Univet Bantara di Rumah Makan Apung Suramadu Sukoharjo, Selasa (10/3/2026). |
Buka Puasa Bersama, Prodi Hukum FISH Univet Bantara Pererat Silaturahmi Keluarga Besar
Sukoharjo – majalahlarise.com - Keluarga besar Program Studi Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar acara buka puasa bersama di Rumah Makan Apung Suramadu Sukoharjo, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara dosen, pimpinan fakultas, serta keluarga besar Prodi Hukum dalam suasana Ramadan yang penuh kebersamaan.
Ketua Program Studi Hukum, Dr. Dr. Siti Fatimah, S.H., M.H., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi kehadiran para dosen, pimpinan fakultas, serta keluarga yang turut memeriahkan acara buka puasa bersama.
“Alhamdulillahirrahmanirrahim, kita bisa berkumpul pada sore hari ini dalam acara buka puasa bersama Prodi Hukum. Kegiatan ini masih menjadi agenda resmi yang direstui dalam RAB program studi, sehingga bisa terlaksana dengan baik. Semoga membawa manfaat dan keberkahan untuk kita semua,” ujarnya.
![]() |
| Sesi foto bersama-sama. |
Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan kebersamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena silaturahmi memiliki nilai yang besar dalam memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan akademik.
“Kegiatan seperti ini bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi keluarga besar Prodi Hukum. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan menambah rezeki bagi kita semua,” jelasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, M.Si, mengapresiasi inisiatif Prodi Hukum yang secara konsisten membangun budaya kebersamaan melalui kegiatan buka puasa bersama.
Ia menyampaikan rasa syukur karena seluruh civitas akademika dapat berkumpul dalam suasana sehat dan penuh kebersamaan.
“Alhamdulillah kita bisa bertemu dan bersilaturahmi di tempat ini dalam keadaan sehat. Ini merupakan rahmat, berkah, dan hidayah dari Allah SWT yang patut kita syukuri,” ungkapnya.
Menurutnya, silaturahmi memiliki makna besar dalam kehidupan, termasuk dalam lingkungan akademik. Melalui silaturahmi, hubungan antarindividu menjadi lebih harmonis dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
“Silaturahmi memiliki makna yang luar biasa. Dengan menjalin silaturahmi, kita dapat membuka pintu rezeki, memperpanjang umur, dan menghadirkan kebahagiaan melalui kebersamaan. Oleh karena itu, kegiatan seperti buka puasa bersama ini sangat penting untuk terus dilestarikan,” jelasnya.
Selain mempererat hubungan antar dosen dan keluarga, kegiatan tersebut juga menjadi sarana berbagi cerita serta memperkuat kolaborasi dalam kegiatan akademik maupun penelitian.
Sebelum santap buka puasa bersama, doa dipimpin oleh Aziz Widhi Nugroho, S.H., M.H.. Suasana kebersamaan terasa hangat ketika seluruh peserta menikmati hidangan berbuka puasa sambil berbincang santai.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara civitas akademika Prodi Hukum FISH Univet Bantara, sehingga mampu menciptakan lingkungan akademik yang harmonis, produktif, dan penuh kebersamaan. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...











