GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
![]() |
| Kegiatan Sekolah Pasar Modal bagi masyarakat Desa Brojol pada Sabtu (1/8/2026). |
Galeri Investasi UNISRI dan BEI Edukasi Warga Desa Brojol Lewat Sekolah Pasar Modal
SRAGEN - majalahlarise.com – Galeri Investasi Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta bekerja sama dengan Pemerintah Desa Brojol, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, serta Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah 2 dan Madiun Raya menggelar kegiatan Sekolah Pasar Modal bagi masyarakat Desa Brojol pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Brojol ini menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat melalui peningkatan literasi keuangan.
Program Sekolah Pasar Modal tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai investasi yang benar, legal, dan produktif, sekaligus memperkenalkan investasi saham sebagai salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kesejahteraan ekonomi jangka panjang. Antusiasme warga terlihat dari keikutsertaan mereka dalam mengikuti pemaparan materi serta sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Dalam kesempatan itu, pemateri dari Bursa Efek Indonesia, Ari Seta Kurniawan, menjelaskan investasi saham bukanlah sesuatu yang rumit apabila dipahami dengan benar. Menurutnya, masyarakat sebenarnya telah mengenal konsep investasi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga investasi di pasar modal memiliki prinsip yang tidak jauh berbeda.
"Investasi saham sama halnya dengan investasi yang sudah umum dilakukan warga, seperti investasi pada hewan ternak atau membuka lahan pertanian. Bedanya, investasi saham juga dibutuhkan ilmu untuk dipelajari. Di dalamnya ada risiko dan hasil yang akan diperoleh dari penyertaan modal pada sebuah perusahaan," jelas Ari Seta Kurniawan.
Sementara itu, Kepala Galeri Investasi Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Rina Susanti, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen UNISRI untuk memperluas akses edukasi pasar modal hingga ke masyarakat pedesaan. Menurutnya, peningkatan literasi keuangan menjadi langkah penting agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam mengelola keuangan secara produktif.
"Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal ragam investasi di Pasar Modal. Kami ingin literasi keuangan warga tidak hanya berhenti di bank atau arisan, tapi juga memahami instrumen investasi produktif lainnya," ujar Rina Susanti.
Pemerintah Desa Brojol menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut. Kepala Desa Brojol, Aziz Purnama, mengapresiasi kolaborasi antara UNISRI dan Bursa Efek Indonesia yang telah menghadirkan edukasi investasi langsung kepada masyarakat desa.
"Materi ini sangat bermanfaat khususnya untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai investasi di Pasar Modal. Semoga warga Desa Brojol bisa lebih cerdas dalam mengelola keuangan dan berani mencoba instrumen investasi yang legal dan diawasi OJK," kata Aziz Purnama.
Melalui Galeri Investasi, UNISRI berkomitmen menjadi jembatan antara industri pasar modal dengan masyarakat. Berbagai program edukasi yang diselenggarakan diharapkan mampu melahirkan investor-investor baru dari kalangan masyarakat desa, mendorong kemandirian ekonomi, sekaligus mendukung program inklusi keuangan nasional.
Galeri Investasi UNISRI sendiri merupakan pusat edukasi dan simulasi pasar modal yang bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia. Kehadirannya tidak hanya melayani civitas akademika UNISRI, tetapi juga masyarakat luas melalui berbagai kegiatan edukasi, pelatihan, dan sosialisasi investasi guna meningkatkan literasi serta inklusi keuangan di berbagai daerah. (Sofyan)
Baca juga: Peresmian Masjid AR Fachruddin Solo Utara, Muhammadiyah Perkuat Dakwah dan Pembinaan Umat
Pendidikan
![]() |
| K.P. Budayaningrat saat menyampaikan materi tentang Pambiwara. |
UPT Bahasa Univet Bantara Gelar Kursus Pambiwara, Lestarikan Bahasa dan Budaya Jawa
SUKOHARJO - majalahlarise.com – Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa menggelar Kursus Pambiwara Periode I Agustus–Oktober 2026 sebagai upaya melestarikan bahasa dan budaya Jawa sekaligus mencetak generasi yang mampu menjadi pambiwara atau pembawa acara berbahasa Jawa secara baik, santun, dan sesuai pakem. Program yang diampu oleh K.P. Budayaningrat praktisi pambiwara Kraton Surakarta tersebut diawali dengan pertemuan perdana pada Rabu (5/8/2026) dan diikuti peserta yang ingin memperdalam kemampuan berbahasa Jawa dalam berbagai kegiatan adat maupun kemasyarakatan.
Pada pertemuan pertama, K.P. Budayaningrat mengajak peserta memahami sejarah, fungsi, serta tanggung jawab seorang pambiwara dalam kehidupan masyarakat Jawa. Ia menjelaskan, pada masa lampau, khususnya di lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat, prosesi pernikahan putra-putri raja belum menggunakan pambiwara seperti sekarang. Jalannya acara lebih banyak mengandalkan sistem sasmita atau isyarat yang dipadukan dengan iringan gending gamelan. Seiring perkembangan zaman, keberadaan pambiwara semakin dibutuhkan agar susunan acara dapat dipandu secara tertib, jelas, dan komunikatif.
“Peran pambiwara bukan sekadar membacakan susunan acara, tetapi menjadi penghubung yang menjaga kelancaran prosesi sekaligus mempertahankan nilai-nilai budaya Jawa dalam setiap kegiatan adat maupun kemasyarakatan,” jelas K.P. Budayaningrat.
Dalam materi yang disampaikan, dijelaskan pula asal-usul istilah pambiwara yang berasal dari kata baya yang berarti bahaya dan wara yang berarti pengumuman. Setelah mengalami perkembangan bahasa menjadi pambayawara, pambyawara, hingga akhirnya dikenal sebagai pambiwara, istilah tersebut dimaknai sebagai orang yang bertugas menyampaikan pengumuman. Definisi tersebut sejalan dengan materi Sanggar Pasinaon Pambiwara yang menyebutkan, “Pambiwara yaiku tiyang ingkang kwajibanipun ngumumaken utawa maosaken pengumuman,” yang berarti pambiwara adalah orang yang memiliki kewajiban menyampaikan pengumuman kepada masyarakat.
Peserta juga diperkenalkan tiga tingkatan pambiwara, yakni amatir, semi profesional, dan profesional. Untuk mencapai tingkat profesional, seorang pambiwara harus memiliki empat bekal utama, yaitu pengetahuan yang luas, kemampuan berbahasa Jawa yang baik, penampilan yang sesuai, serta sikap santun. Prinsip tersebut tercermin dalam petuah, “Lamun madeg pambiwara, hawya kongsi tilar catur prakawis, kang dhihin sugih kawruh, ping pindho olah basa, kaping telu busana besus, kaping papat subosita,” yang mengajarkan agar seorang pambiwara tidak meninggalkan empat unsur pokok berupa ilmu pengetahuan, kemampuan berbahasa, penampilan, dan etika.
Selain itu, materi kursus menekankan pentingnya penguasaan aspek verbal, visual, dan vokal. Dari sisi verbal, pambiwara dituntut memahami tata bahasa Jawa, tata upacara, gending, tembang, budaya Jawa, hingga tata busana. Penampilan atau aspek visual harus rapi, sopan, dan disesuaikan dengan karakter acara, sedangkan kemampuan vokal harus didukung suara yang jelas, alami, serta teknik pernapasan yang baik sehingga mampu memandu acara dalam durasi panjang tanpa kehilangan kualitas suara.
K.P. Budayaningrat juga mengenalkan dua gaya pambiwara yang berkembang di masyarakat, yakni gaya pedalangan dan gaya lugu atau prasaja. Gaya pedalangan menggunakan bahasa Jawa tingkat tinggi dengan banyak istilah Kawi dan karakter penyampaian menyerupai seorang dalang. Sebaliknya, gaya lugu lebih sederhana, komunikatif, ringkas, tetap menjunjung unggah-ungguh, serta mudah dipahami seluruh lapisan masyarakat.
“Seorang pambiwara harus mampu menyesuaikan gaya bertutur dengan jenis acara dan karakter audiens. Yang paling penting adalah tetap menjaga kesantunan, ketepatan bahasa, dan menghormati adat yang berlaku,” terang K.P. Budayaningrat.
Dalam pelaksanaannya, seorang pambiwara memiliki tanggung jawab yang tidak ringan. Selain memandu jalannya acara di bawah arahan pimpinan acara, pambiwara harus berkoordinasi dengan panitia, juru paes, kelompok karawitan, hingga memastikan kesiapan perlengkapan seperti sistem suara, daftar tamu, dan iringan gending. Bahkan, koordinasi dengan seluruh pihak dianjurkan dilakukan setidaknya satu jam sebelum acara dimulai agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar.
Materi kursus juga mengingatkan sejumlah etika yang wajib dijaga oleh seorang pambiwara, di antaranya tidak mengambil alih tugas orang lain, tidak berlebihan memuji ataupun merendahkan tamu, tidak makan maupun merokok di depan tamu undangan, serta tidak memotong jalannya hiburan atau tembang yang sedang ditampilkan. Pambiwara juga dituntut mampu mengukur situasi ketika hendak menyampaikan tembang maupun uraian tambahan agar tidak mengganggu jalannya prosesi.
Sebagai penutup, K.P. Budayaningrat menegaskan menjadi pambiwara bukan hanya memiliki kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga memahami dan menghayati nilai-nilai budaya Jawa secara utuh. Pedoman Sanggar Pasinaon Pambiwara Karaton Surakarta Hadiningrat yang berbunyi, “Santosa ing jiwa budaya Jawi kanthi mbudidaya bontosing kawruh tatacara upacara, subosita, kawruh basa, mangertos gendhing, prigel ngungak swasana,” menjadi landasan agar setiap pambiwara mampu menjalankan tugasnya secara profesional, menjaga keluhuran budaya Jawa, sekaligus menciptakan suasana acara yang tertib, khidmat, dan berkesan.
Sementara itu, Kepala UPT Bahasa Univet, R. Adi Deswijaya, M.Hum., menyampaikan kursus tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktik kepada peserta agar mampu menjadi pambiwara yang profesional. Menurutnya, kemampuan menjadi pambiwara tidak hanya berkaitan dengan keterampilan berbicara, tetapi juga pemahaman unggah-ungguh basa, etika, serta pelestarian budaya Jawa.
"Kegiatan kursus dijadwalkan setiap hari Rabu dan Jumat pukul 15.30 hingga 17.30 WIB bertempat di Kampus Univet. Biaya yang dikenakan sebesar Rp. 450.000 per bulan," terangnya. (Sofyan)
Baca juga: Peresmian Masjid AR Fachruddin Solo Utara, Muhammadiyah Perkuat Dakwah dan Pembinaan Umat
Pendidikan
![]() |
| Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, meninjau Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Surakarta, Rabu (5/8/2026). |
Astrid Widayani Tinjau SKO Surakarta, Tekankan Disiplin Kunci Lahirkan Atlet Berprestasi
SOLO - majalahlarise.com – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, meninjau Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Surakarta, Rabu (5/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Astrid memantau secara langsung proses pembelajaran dan latihan para siswa, berdialog dengan guru serta pelatih, sekaligus meninjau berbagai fasilitas penunjang pembinaan atlet muda. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proses pembinaan berjalan optimal sekaligus memberikan motivasi kepada para calon atlet yang dipersiapkan menjadi kebanggaan Kota Surakarta di tingkat nasional maupun internasional.
Selama berada di lingkungan sekolah, Astrid menyaksikan aktivitas belajar mengajar yang dipadukan dengan program latihan olahraga sesuai cabang masing-masing. Ia juga berdiskusi dengan para pendidik dan pelatih mengenai pola pembinaan atlet, kebutuhan sarana prasarana, hingga upaya meningkatkan kualitas pendidikan berbasis olahraga agar mampu mencetak atlet-atlet berprestasi yang tetap unggul di bidang akademik.
Dalam arahannya kepada para siswa, Astrid mengingatkan pentingnya kedisiplinan sebagai fondasi utama bagi seorang atlet. Menurutnya, disiplin tidak hanya diterapkan saat menjalani latihan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika menghormati lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk nasionalisme yang harus dimiliki setiap atlet Indonesia.
"Solo memiliki aset yang sangat berharga melalui Sekolah Khusus Olahraga. Di sinilah pembibitan atlet-atlet muda dimulai sejak jenjang sekolah menengah pertama. SKO menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga di Kota Solo agar semakin kuat dan berkelanjutan," ujar Astrid.
Ia menjelaskan, keberadaan SKO merupakan investasi jangka panjang Pemerintah Kota Surakarta dalam membangun prestasi olahraga. Pembinaan atlet, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada pencapaian medali, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa nasionalisme.
Astrid juga mengingatkan para siswa agar mampu memanfaatkan bakat dan kesempatan yang telah dimiliki dengan penuh tanggung jawab. Ia menjelaskan, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik maupun teknik bertanding, tetapi juga dibangun melalui karakter yang kuat serta kedisiplinan dalam menjalani setiap proses.
"Untuk menjadi orang sukses, hal pertama yang dibutuhkan adalah disiplin. Kalian telah diberi titipan berupa bakat, kemampuan, dan kesempatan untuk belajar. Ketiganya harus dibangun dari diri sendiri dengan kesadaran dan tanggung jawab," pesannya kepada para siswa.
Selain berfokus pada peningkatan prestasi di berbagai cabang olahraga, Astrid mengajak seluruh siswa SKO untuk menjaga keseimbangan antara latihan, pendidikan, ibadah, serta menghormati orang tua dan guru. Menurutnya, atlet yang hebat adalah atlet yang tidak hanya mampu meraih prestasi di arena pertandingan, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik dan menjadi teladan di masyarakat.
SKO Surakarta sendiri merupakan salah satu aset strategis Pemerintah Kota Surakarta dalam menyiapkan bibit-bibit atlet sejak jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dengan konsep pendidikan berbasis olahraga, sekolah ini memadukan pembelajaran akademik dengan pembinaan prestasi olahraga secara terstruktur. Saat ini, SKO Surakarta membina atlet muda dari 12 cabang olahraga, sehingga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan di Kota Solo.
Astrid berharap sinergi antara sektor pendidikan dan olahraga terus diperkuat agar pembinaan atlet muda semakin berkualitas. Melalui kolaborasi tersebut, pendidikan berbasis olahraga diharapkan mampu melahirkan generasi atlet yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan karakter yang mampu mengharumkan nama Kota Surakarta hingga Indonesia di kancah internasional.
"Kami berharap dukungan antara sektor pendidikan dan olahraga dapat terus bersinergi. Pendidikan berbasis olahraga perlu terus dioptimalkan sebagai sarana mengasah bakat sekaligus membentuk karakter atlet yang disiplin, berintegritas, dan siap membawa nama baik Kota Surakarta maupun Indonesia," pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Peresmian Masjid AR Fachruddin Solo Utara, Muhammadiyah Perkuat Dakwah dan Pembinaan Umat
Pendidikan
![]() |
| Calon mahasiswa mengikuti Tes Uji Kompetensi (TUK) Seleksi Substantif Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026. |
Seleksi Substantif PPG 2026 Digelar di Univet Bantara, 368 Calon Guru Ikuti Ujian dengan Pengamanan Ketat
SUKOHARJO - majalahlarise.com – Seleksi Substantif Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 resmi digelar di Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo pada 3–7 Agustus 2026. Sebanyak 368 calon mahasiswa mengikuti Tes Uji Kompetensi (TUK) yang dilaksanakan selama lima hari sebagai salah satu tahapan penting dalam proses rekrutmen calon guru profesional. Kegiatan yang merupakan amanah dari Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG) Kementerian Pendidikan ini dilaksanakan secara berbasis digital dengan standar pelaksanaan yang ketat guna menjamin objektivitas, transparansi, dan kredibilitas hasil seleksi.
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum, menjelaskan penunjukan Univet sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) merupakan bentuk kepercayaan pemerintah kepada perguruan tinggi yang dinilai memiliki sumber daya manusia, infrastruktur, serta sistem penyelenggaraan sesuai standar nasional. Menurutnya, tidak semua perguruan tinggi memperoleh kesempatan menjadi penyelenggara PPG sehingga amanah tersebut harus dijalankan secara profesional.
"PPG itu wajib dan merupakan amanah dari kementerian. Tidak semua perguruan tinggi dipercaya menyelenggarakannya. Alhamdulillah, Univet dipercaya membantu pelaksanaan tes masuk PPG," ujarnya.
![]() |
| Panitia Seleksi Substantif Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 di Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo. |
Prof. Farida menerangkan, selama lima hari pelaksanaan ujian dibagi menjadi dua sesi setiap harinya. Seluruh panitia telah memulai aktivitas sejak pukul 07.00 WIB untuk melakukan pengecekan sistem, perangkat komputer, jaringan internet, hingga koordinasi teknis. Peserta memasuki ruang ujian mulai pukul 08.00 WIB, sedangkan seluruh rangkaian kegiatan baru berakhir sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah ujian selesai, panitia masih melakukan evaluasi, pengecekan data, serta penataan perangkat untuk memastikan kesiapan pelaksanaan pada hari berikutnya.
"Standarnya tidak mudah. Semua harus berbasis digital dengan komputer yang memenuhi spesifikasi, kamera, proktor, admin, dan pengawas yang kompeten," jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh perangkat yang digunakan dalam ujian harus memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan oleh kementerian. Selain didukung komputer berstandar nasional, setiap ruang ujian juga dilengkapi kamera pemantau, proktor, admin, serta pengawas yang telah mengikuti pelatihan khusus. Untuk menjaga integritas seleksi, setiap peserta diwajibkan menjalani pemeriksaan menggunakan detektor sebelum memasuki ruang ujian guna mencegah praktik perjokian maupun kecurangan lainnya. Selama ujian berlangsung, peserta juga dipantau melalui dokumentasi berkala, sementara petugas keamanan ditempatkan di setiap ruang ujian agar pelaksanaan berjalan tertib dan aman.
"Kami menugaskan admin dan dosen pengawas yang berkompeten. Bahkan di setiap kelas ada satpam agar keamanan terjamin dan tidak terjadi pelanggaran selama ujian berlangsung," tuturnya.
Prof. Farida mengaku prihatin masih terdapat peserta yang tidak hadir meskipun telah dinyatakan lolos seleksi administrasi. Pada hari pertama tercatat dua peserta tidak mengikuti ujian, kemudian satu peserta kembali absen pada hari berikutnya. Padahal, kuota PPG yang disediakan pemerintah sangat terbatas dan melalui proses seleksi yang panjang. Menurutnya, ketidakhadiran peserta berarti menyia-nyiakan kesempatan yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh calon guru lain yang belum berhasil lolos seleksi.
"Sangat disayangkan, sudah mendapat kesempatan justru tidak hadir. Banyak orang lain yang ingin mengikuti tetapi tidak lolos seleksi karena kuotanya terbatas," ungkapnya.
Prof. Farida berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan mengikuti PPG dengan sungguh-sungguh karena program ini akan menghasilkan sertifikat pendidik sebagai bukti profesionalisme guru sekaligus menjadi dasar memperoleh tunjangan profesi. Mengingat seluruh pembiayaan berasal dari anggaran negara, pelaksanaan PPG harus dilakukan secara akuntabel, transparan, dan penuh tanggung jawab.
"PPG ini dibiayai negara. Jangan sampai kesempatan yang sudah diperoleh justru tidak dimanfaatkan, karena itu berarti mengambil hak orang lain. Kami akan melaksanakan amanah ini dengan sungguh-sungguh, hati-hati, serius, dan cermat hingga seluruh rangkaian selesai," pungkasnya.
Koordinator Pelaksanaan TUK PPG Univet Bantara, Dr. Mukti Widayati, mengatakan pelaksanaan seleksi tahun ini diikuti 368 peserta yang berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Sukoharjo dan Surakarta, tetapi juga Wonosobo, Banyumas, hingga Jawa Timur. Seluruh peserta mengikuti ujian secara daring menggunakan dua laboratorium komputer yang telah dipersiapkan sesuai ketentuan kementerian.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ujian merupakan hasil kerja sama seluruh panitia, dukungan universitas, serta koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PLN untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil selama ujian berlangsung.
"Kami dipercaya melaksanakan ujian TUK calon mahasiswa PPG Tahun 2026 untuk 368 peserta selama lima hari. Alhamdulillah, seluruh panitia telah mempersiapkan dengan baik, dan kami berharap pelaksanaan sampai hari kelima berjalan lancar tanpa kendala, termasuk tidak terjadi pemadaman listrik," ujarnya.
Dr. Mukti menjelaskan, hasil ujian yang dilaksanakan di Univet sepenuhnya menjadi kewenangan penyelenggara PPG di tingkat pusat. Tugas universitas hanya memastikan seluruh proses seleksi berlangsung sesuai prosedur dan standar operasional yang telah ditetapkan. Ia juga mengungkapkan Univet telah menyiapkan sembilan program studi yang siap menerima amanah apabila ditunjuk sebagai penyelenggara PPG, yakni Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Biologi, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Matematika, Vokasi Pertanian, Vokasi Peternakan, serta Geomatika.
"Seluruh program studi yang ada di sini siap menerima amanah. SDM juga sudah dipersiapkan oleh universitas sesuai kebutuhan pelaksanaan PPG," katanya. (Sofyan)
Baca juga: SMA Veteran 1 Sukoharjo Semarakkan Dies Natalis Ke-44 dengan Gerak Jalan dan Panggung Hiburan
Pendidikan
![]() |
| Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Si, beserta jajarannya menerbangkan burung merpati dan balon udara. |
SMA Veteran 1 Sukoharjo Semarakkan Dies Natalis Ke-44 dengan Gerak Jalan dan Panggung Hiburan
SUKOHARJO - majalahlarise.com – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai peringatan Dies Natalis ke-44 SMA Veteran 1 Sukoharjo, Rabu (5/8/2026). Seluruh keluarga besar sekolah mengikuti Gerak Jalan dan Panggung Hiburan yang dimulai pukul 07.00 WIB di halaman sekolah. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antarsiswa, guru, tenaga kependidikan, alumni, serta seluruh warga sekolah, sekaligus dimeriahkan dengan pembagian berbagai doorprize menarik.
Rangkaian perayaan diawali dengan upacara seremonial yang ditandai penerbangan burung merpati dan pelepasan balon ke udara. Prosesi tersebut menjadi simbol pembuka Dies Natalis sekaligus mengandung makna filosofis tentang harapan dan cita-cita besar yang ingin diwujudkan oleh seluruh peserta didik SMA Veteran 1 Sukoharjo.
Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Si, menjelaskan penerbangan burung merpati memiliki makna mendalam sebagai simbol cita-cita yang tinggi. Burung merpati yang terbang bebas ke angkasa diibaratkan sebagai semangat para siswa untuk terus bermimpi besar, belajar dengan sungguh-sungguh, dan berjuang meraih masa depan yang lebih baik.
![]() |
| Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Si, memberangkatkan peserta gerak jalan. |
"Pelepasan burung merpati ini melambangkan cita-cita yang tinggi. Kami berharap seluruh siswa SMA Veteran 1 Sukoharjo memiliki semangat untuk meraih impian setinggi mungkin melalui pendidikan, kerja keras, dan ketekunan dalam belajar," jelas Koyem.
Ia mengatakan, sekolah tidak hanya mendorong peserta didik memiliki impian besar, tetapi juga membekali mereka dengan berbagai ilmu pengetahuan, keterampilan, serta program-program unggulan yang menjadi bagian dari penguatan branding SMA Veteran 1 Sukoharjo. Berbagai program tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di berbagai bidang.
Menurut wanita yang akrab disapa bu Koyem, pendidikan harus mampu membentuk karakter sekaligus meningkatkan kompetensi siswa. Karena itu, pembelajaran di SMA Veteran 1 Sukoharjo tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
"Kami ingin lulusan SMA Veteran 1 Sukoharjo memiliki bekal ilmu, keterampilan, dan karakter yang kuat. Dengan bekal tersebut, mereka memiliki nilai lebih untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh keterampilan yang diperoleh siswa selama menempuh pendidikan di sekolah diharapkan menjadi modal berharga dalam menghadapi tantangan masa depan. Sekolah terus berupaya menghadirkan berbagai program pembelajaran yang mampu meningkatkan kompetensi peserta didik agar siap menghadapi perkembangan dunia pendidikan maupun dunia kerja.
Kemeriahan Dies Natalis ke-44 semakin terasa dengan tersedianya berbagai hadiah doorprize yang disiapkan panitia. Hadiah utama berupa sepeda listrik, sepeda gunung, serta beragam peralatan rumah tangga seperti kompor, kipas angin, magic com, blender, hingga hadiah menarik lainnya menjadi daya tarik tersendiri bagi seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Menutup sambutannya, Koyem berharap momentum Dies Natalis ke-44 menjadi penguat semangat seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Ia optimistis SMA Veteran 1 Sukoharjo akan semakin berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi emas Indonesia yang berkualitas, berkarakter, serta memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pembangunan bangsa.
"Memasuki usia ke-44, kami berharap SMA Veteran 1 Sukoharjo semakin dipercaya masyarakat dan terus memberikan pelayanan pendidikan terbaik. Kami berkomitmen mencetak generasi emas Indonesia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan," pungkasnya. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Bincang-Bincang Pendidikan menuju SMA Swasta yang setara bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. |
SMA Muhammadiyah 1 Sukoharjo Ikuti Bincang Pendidikan, Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Sekolah Swasta
SUKOHARJO – majalahlarise.com – SMA Muhammadiyah 1 Sukoharjo menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan mengikuti kegiatan Bincang-Bincang Pendidikan Menuju SMA Swasta yang Setara bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, S.Pd., S.Sos., S.Ipem., M.Eng. Selasa, 4 Agustus 2026 di Griya Persada Convention Hotel & Resort Bandungan, Semarang.
Kegiatan yang diselenggarakan Forum Komunikasi Sekolah Swasta (FKSS) Jawa Tengah tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan sekolah swasta dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing.
Forum dialog ini mempertemukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dengan para kepala SMA swasta dari berbagai daerah. Berbagai isu strategis dibahas secara terbuka, mulai dari peningkatan mutu pembelajaran, penguatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola sekolah, hingga pengembangan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat eksistensi sekolah swasta sebagai mitra pemerintah dalam pemerataan layanan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, S.Pd., S.Sos., S.Ipem., M.Eng., menjelaskan sekolah swasta memiliki kontribusi yang sangat besar dalam mendukung pemerataan akses pendidikan di Jawa Tengah. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan sinergi seluruh elemen pendidikan.
![]() |
| Kepala SMA Muhammadiyah 1 Sukoharjo, Danang Guntur Angkasa, S.Kom bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, S.Pd., S.Sos., S.Ipem., M.Eng. |
"Sekolah swasta merupakan mitra strategis pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat. Sinergi yang kuat antara pemerintah, penyelenggara pendidikan, dan masyarakat menjadi fondasi untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan mampu menjawab tantangan masa depan," jelas Dr. Sadimin.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Sukoharjo, Danang Guntur Angkasa, S.Kom., turut hadir sebagai bentuk komitmen sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Kehadirannya sekaligus menjadi kesempatan menyerap berbagai kebijakan, masukan, serta inspirasi yang dapat diterapkan dalam pengembangan sekolah agar semakin adaptif terhadap kebutuhan pendidikan saat ini.
Selain mendengarkan paparan kebijakan, para peserta juga diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi sekolah swasta. Forum berlangsung interaktif dengan saling berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan sekolah sehingga menghasilkan berbagai gagasan konstruktif untuk mendukung kemajuan pendidikan di Jawa Tengah.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Sukoharjo, Danang Guntur Angkasa, S.Kom., menjelaskan kegiatan tersebut memberikan banyak wawasan baru bagi sekolah swasta dalam memahami arah kebijakan pendidikan sekaligus memperkuat motivasi untuk terus melakukan inovasi.
"Forum seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai arah kebijakan pendidikan di Jawa Tengah. Kami semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat karakter peserta didik, dan menghadirkan berbagai program unggulan agar SMA Muhammadiyah 1 Sukoharjo semakin dipercaya masyarakat sebagai sekolah yang berkualitas," ujar Danang.
Ia menambahkan, SMA Muhammadiyah 1 Sukoharjo akan terus memperkuat kualitas layanan pendidikan melalui pembelajaran inovatif, pengembangan karakter Islami, peningkatan kompetensi guru, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Langkah tersebut diharapkan mampu mencetak lulusan yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, dan memiliki wawasan global.
Melalui kegiatan bincang-bincang pendidikan ini, diharapkan hubungan kemitraan antara pemerintah dan sekolah swasta semakin erat sehingga mampu menghadirkan ekosistem pendidikan yang maju, inklusif, dan setara. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Jawa Tengah sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah swasta sebagai pilihan utama dalam mencetak generasi unggul. (Sofyan)
Pendidikan
SD Muhammadiyah 1 Solo Luncurkan Ekstrakurikuler Berkemajuan, Padukan AI, Budaya, dan Karakter Islami
SOLO - majalahlarise.com – SD Muhammadiyah 1 Solo resmi meluncurkan beragam program ekstrakurikuler (eskul) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter sekaligus mengembangkan potensi peserta didik. Program yang mulai diperkenalkan pada Selasa (4/8/2026) tersebut menjadi bagian dari strategi sekolah dalam mewujudkan generasi berkemajuan yang bertakwa, berakhlak mulia, bernalar kritis, kreatif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berwawasan global, serta peduli terhadap lingkungan.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, menjelaskan, seluruh kegiatan ekstrakurikuler disusun mengacu pada 10 misi utama sekolah. Program tersebut mengintegrasikan penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dengan penguasaan teknologi, termasuk koding dan kecerdasan artifisial (AI), pelestarian budaya lokal, pengembangan bahasa asing, hingga pembentukan kepedulian terhadap lingkungan.
«“Melalui kegiatan eskul ini, kami ingin memfasilitasi setiap minat siswa agar berprestasi sejalan dengan Profil Pelajar Berkemajuan. Pembelajaran dipadukan antara IPTEK, penguasaan bahasa asing seperti Inggris dan Arab, serta pembentukan karakter islami dan cinta lingkungan,” jelas Sri Sayekti.
Antusiasme siswa mengikuti program ekstrakurikuler terlihat dari tingginya jumlah pendaftar. Berdasarkan rekapitulasi peminatan, untuk kegiatan hari Kamis, ekstrakurikuler Lukis/Mewarnai menjadi yang paling diminati dengan 151 siswa. Posisi berikutnya ditempati Bulutangkis sebanyak 97 siswa, Tata Boga 85 siswa, dan Public Speaking kelas rendah 64 siswa. Sementara itu, Robotik diikuti 48 siswa, Kewirausahaan 47 siswa, Karawitan 34 siswa, Tari 32 siswa, Speech and Debate 26 siswa, serta Sepak Bola Putri juga mendapat sambutan positif dari para peserta didik.
Pada kegiatan hari Jumat, Jurnalistik Cilik menjadi ekstrakurikuler dengan jumlah peminat terbanyak, yakni 77 siswa. Selanjutnya Futsal diikuti 64 siswa, Dokter Kecil 56 siswa, Olimpiade IPA 50 siswa, Olimpiade Bahasa Inggris 41 siswa, Basket 33 siswa, Olimpiade Matematika dan Paskibra masing-masing 27 siswa, Tilawah 20 siswa, serta berbagai kegiatan lain seperti Anyam, Karate, dan Musik Instrumen yang turut membuka ruang pengembangan bakat siswa.
Sri Sayekti menjelaskan, keberagaman pilihan ekstrakurikuler tersebut merupakan bentuk komitmen sekolah dalam memberikan ruang seluas-luasnya kepada peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, dan prestasi sesuai potensi masing-masing. Seluruh kegiatan dibimbing oleh pembina dan pelatih profesional sehingga proses pembinaan dapat berlangsung secara optimal.
“Kami selalu menanamkan semboyan Belajar dengan Iman, Berprestasi dengan Ilmu, Berkarakter dengan Akhlak. Nilai-nilai itu terus kami tanamkan demi mencetak calon pemimpin masa depan yang berdaya saing global,” ungkap Sri Sayekti.
Memasuki usia ke-91 tahun, SD Muhammadiyah 1 Solo terus memperkuat posisinya sebagai sekolah berkemajuan yang memadukan pendidikan karakter, penguasaan teknologi, pelestarian budaya, serta pengembangan potensi akademik dan nonakademik. Melalui program ekstrakurikuler yang semakin beragam, sekolah berharap mampu melahirkan generasi yang cerdas, religius, sehat, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...









