GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Upacara peringatan hari Kartini di SD Muhammadiyah PK Banyudono. |
SD Muhammadiyah PK Banyudono Bedah Jejak Spiritual Kartini dalam Upacara Hari Kartini
Boyolali — majalahlarise.com — Peringatan Hari Kartini di SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono pada Senin (20/4/2026) berlangsung khidmat dan sarat makna. Upacara yang digelar di halaman sekolah diikuti seluruh siswa, guru, dan karyawan dengan penuh semangat, sekaligus menjadi ruang pembelajaran karakter dan spiritual.
Keunikan upacara tahun ini terlihat dari keterlibatan petugas upacara dari kelas 5B yang menjalankan tugas dengan tertib, percaya diri, dan penuh tanggung jawab di bawah bimbingan wali kelas, Maya Dwikartika, SE. Penampilan mereka menuai apresiasi dari peserta upacara.
Kepala sekolah, Pujiono, yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan amanat dengan tema “Jejak Spiritual Kartini”. Ia mengajak siswa memahami sosok Raden Ajeng Kartini tidak hanya sebagai pelopor emansipasi perempuan, tetapi juga sebagai pribadi yang memiliki kedalaman spiritual.
“R.A. Kartini adalah sosok perempuan yang haus ilmu, termasuk ilmu agama. Beliau belajar kepada KH Saleh Darat. Dari beliau, Kartini mulai memahami makna Al-Qur’an, terutama saat mendengarkan tafsir Surat Al-Fatihah,” kata Pujiono.
Ia menguraikan, pertemuan Kartini dengan KH Saleh Darat menjadi titik penting dalam perjalanan intelektual dan spiritualnya. Dari proses tersebut, Kartini memahami pentingnya keseimbangan antara ilmu dan iman.
Pujiono juga menyampaikan, Kartini memiliki kepedulian besar terhadap kondisi umat Islam yang membaca Al-Qur’an tanpa memahami makna. Dari kegelisahan tersebut, muncul gagasan agar Al-Qur’an diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa yang kemudian melahirkan Kitab Faidlur Rohman.
“Pemikiran Kartini seperti ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ memiliki makna mendalam yang sejalan dengan nilai Al-Qur’an, yaitu dari kegelapan menuju cahaya,” ujarnya.
Melalui amanat tersebut, siswa diajak meneladani semangat Kartini dalam menuntut ilmu, berakhlak mulia, serta memperkuat keimanan.
Upacara Hari Kartini kali ini tidak sekadar mengenang jasa pahlawan, tetapi menjadi momentum menanamkan nilai-nilai spiritual dan karakter kepada peserta didik. SD Muhammadiyah PK Banyudono berharap, melalui refleksi jejak spiritual Kartini, siswa tumbuh menjadi generasi yang cerdas, beriman, dan memiliki semangat juang tinggi dalam meraih masa depan. (Sofyan)
Baca juga: UPK PKBM Syifa Surakarta Diikuti 283 Warga Belajar, Ujian Pendidikan Kesetaraan Berbasis Komputer
Pendidikan
![]() |
| Siswa saat mengerjakan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK). |
UPK PKBM Syifa Surakarta Diikuti 283 Warga Belajar, Ujian Pendidikan Kesetaraan Berbasis Komputer
Surakarta – majalahlarise.com – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Syifa Surakarta yang beralamat di Jl. Jamsaren No. 44 Serengan menyelenggarakan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) sebagai tahapan evaluasi akhir bagi peserta didik pada jalur pendidikan nonformal. Kegiatan ini menjadi penentu kelulusan sekaligus pengukur capaian kompetensi warga belajar setelah menuntaskan seluruh proses pembelajaran.
UPK merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan kesetaraan, setara dengan ujian sekolah pada pendidikan formal. Melalui ujian ini, peserta didik dari Paket A, Paket B, hingga Paket C diuji sesuai dengan jenjang masing-masing.
Kepala PKBM Syifa Surakarta, Puri Setianingtyas Winantu, menjelaskan pelaksanaan UPK tahun ini mencakup seluruh jenjang pendidikan kesetaraan.
“Kegiatan yang terselenggara hari ini adalah Paket A yang setara dengan SD, sedangkan Paket B akan dilaksanakan minggu depan dan Paket C sudah berlangsung pada awal April. Kegiatan ini menjadi dasar penetapan kelulusan selain nilai rapor dari semester awal hingga akhir serta penilaian sikap,” ujarnya.
![]() |
| Siswa saat mengerjakan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK). |
Ia menguraikan, jumlah peserta UPK di PKBM Syifa Surakarta mencapai 283 siswa, terdiri dari 203 peserta Paket A, 29 peserta Paket B, dan 51 peserta Paket C.
“Untuk Paket C kemarin alhamdulillah berjalan lancar sesuai harapan. Kegiatan ini merupakan bagian akhir dari proses asesmen jenjang akhir, sehingga diharapkan menjadi indikator kualitas lulusan sesuai tingkatannya,” jelasnya.
Pelaksanaan UPK di PKBM Syifa dilakukan dengan metode berbasis komputer (UPK-BK) menggunakan perangkat PC yang tersedia di laboratorium komputer. Sistem ini diterapkan untuk meningkatkan efektivitas serta menyesuaikan dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Adapun jadwal pelaksanaan UPK terbagi dalam beberapa tahap, yakni Paket C pada 6–10 April 2026, Paket A pada 20–21 April 2026, serta Paket B pada 22–24 April 2026, yang seluruhnya dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Sementara itu, salah satu wali murid STTD Al-Hikam Ustad Dudi Budi Astoko, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan peserta didik dari lembaganya turut mengikuti UPK sebagai bagian dari pengakuan hasil belajar pendidikan nonformal.
“Tujuan dari UPK ini adalah memberikan pengakuan kualitas hasil belajar peserta didik Paket A agar setara dengan pendidikan formal SD. Ini juga menjadi bentuk evaluasi pembelajaran untuk mengukur capaian kompetensi pada setiap mata pelajaran,” tuturnya.
Ia menyebutkan, pada hari pertama pelaksanaan UPK Paket A, peserta mengerjakan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan IPAS.
“Harapannya kegiatan ini dapat menghasilkan capaian maksimal sehingga menjadi tolok ukur kemampuan siswa untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan kerja sama antara STTD Al-Hikam dengan PKBM Syifa telah terjalin selama dua tahun dan berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah kerja sama sudah berlangsung dua tahun dan berjalan lancar, baik dari sisi teknis, koordinasi, maupun komunikasi,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan UPK ini, PKBM Syifa Surakarta berkomitmen menghasilkan lulusan pendidikan kesetaraan yang memiliki kompetensi setara dengan pendidikan formal serta siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. (Sofyan)
Baca juga: Pengajian dan Halalbihalal SD Muhammadiyah 8 Jagalan Perkuat Ukhuwah dan Semangat Memajukan Sekolah
Pendidikan
![]() |
| Penyerahan hadiah utama kepada Farhan Ziven, siswa dari SMA Negeri 1 Surakarta. |
Penyerahan Hadiah Utama Tryout UTBK SNBT INDONUSA 2026, Wujud Nyata Apresiasi dan Motivasi Prestasi Siswa
Surakarta – majalahlarise.com — Politeknik Indonusa Surakarta menyerahkan hadiah utama kepada pemenang Tryout UTBK SNBT INDONUSA 2026. Hadiah berupa satu unit sepeda dan smartphone diberikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi siswa yang berhasil meraih nilai terbaik dalam kegiatan tersebut.
Adapun pemenang hadiah utama adalah Farhan Ziven, siswa dari SMA Negeri 1 Surakarta, serta Louisa Nayara Adity S.A dari SMA Pangudi Luhur Santo Yosep Surakarta. Keduanya berhasil unggul di antara ratusan peserta yang mengikuti tryout sebagai simulasi menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Penyerahan hadiah dilaksanakan dalam dua kesempatan, yakni pada Jumat, 17 April 2026 di halaman SMA Negeri 1 Surakarta dan Senin, 20 April 2026 di halaman SMA Pangudi Luhur Santo Yosep Surakarta. Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus meriah, disaksikan oleh para guru, siswa, serta civitas sekolah yang memberikan apresiasi kepada para pemenang.
![]() |
| Penyerahan hadiah utama kepada Louisa Nayara Adity S.A dari SMA Pangudi Luhur Santo Yosep Surakarta. |
Direktur Politeknik Indonusa Surakarta, Suci Purwandari, secara langsung menyerahkan hadiah kepada para siswa berprestasi tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan kegiatan tryout ini merupakan bagian dari kontribusi nyata institusi pendidikan tinggi dalam mendukung kesiapan akademik siswa menuju jenjang perguruan tinggi.
“Kami tidak hanya ingin memberikan latihan soal, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang mendekati kondisi UTBK sesungguhnya. Harapannya, siswa lebih siap secara akademik maupun mental,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemberian hadiah ini menjadi bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan kemampuan dan tidak berhenti berjuang meraih cita-cita.
“Kami berharap penghargaan ini dapat memotivasi siswa untuk terus berprestasi dan menjadi inspirasi bagi teman-temannya,” ujarnya.
Suasana penyerahan hadiah di kedua sekolah berlangsung penuh semangat. Para siswa tampak antusias dan bangga atas pencapaian rekan mereka. Guru dan pihak sekolah juga memberikan dukungan serta apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat tersebut.
Perwakilan pihak sekolah menyampaikan kegiatan tryout yang diselenggarakan oleh Politeknik Indonusa Surakarta memberikan dampak positif bagi siswa, khususnya dalam mengukur kemampuan dan kesiapan menghadapi UTBK SNBT yang kompetitif.
“Kegiatan ini sangat membantu siswa kami dalam memetakan kemampuan mereka. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut ke depan,” ungkap salah satu guru pendamping.
Tryout UTBK SNBT INDONUSA 2026 sendiri diikuti oleh ratusan siswa dari berbagai sekolah di Surakarta dan sekitarnya. Selain sebagai ajang latihan, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi bagi siswa dalam mengukur kesiapan menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Melalui program ini, Politeknik Indonusa Surakarta terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kampus, tetapi juga aktif menjalin sinergi dengan sekolah menengah. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang lebih siap, kompetitif, dan berdaya saing tinggi di masa depan.
Kegiatan penyerahan hadiah ini menjadi bukti nyata bahwa apresiasi terhadap prestasi siswa dapat menjadi pemicu semangat belajar, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan yang kolaboratif antara sekolah dan perguruan tinggi. (Sofyan)
Pendidikan
Pengajian dan Halalbihalal SD Muhammadiyah 8 Jagalan Perkuat Ukhuwah dan Semangat Memajukan Sekolah
Surakarta — majalahlarise.com - Keluarga Besar SD Muhammadiyah 8 Jagalan menggelar Pengajian dan Halalbihalal di Aula Balaikambang, Surakarta, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan bertema “Bersatu dalam Ukhuwah, bersama Memajukan Sekolah” berlangsung hangat, penuh kebersamaan, serta sarat nilai spiritual.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dengan dihadiri kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, wali murid, serta seluruh keluarga besar sekolah. Momentum ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua.
Kepala SD Muhammadiyah 8 Jagalan, Marina Riski Tri Nurcahyani, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menguraikan pentingnya kebersamaan dalam membangun lembaga pendidikan yang berkualitas.
“Kebersamaan dan ukhuwah adalah kekuatan utama dalam membangun sekolah yang unggul, berbudaya, dan religius,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PCM Jebres, Dr. Suharno, mengajak seluruh warga sekolah menjaga semangat persatuan serta terus meningkatkan mutu pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Ia menilai kekompakan antara guru, orang tua, dan siswa menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi berkarakter.
Puncak kegiatan diisi pengajian oleh Ustaz Pujiono, S.Si., M.M. dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah. Dengan gaya khas melalui media Wayang Golek Pitutur, ia berhasil menghidupkan suasana sekaligus menyampaikan pesan dakwah secara menarik dan mudah dipahami.
Dalam tausiyahnya bertema “Dahsyatnya Waktu”, Ustaz Pujiono menjelaskan waktu sebagai aspek paling konsisten dalam kehidupan manusia.
“Waktu itu paling konsisten, tidak bisa diajak negosiasi,” tegasnya.
Ia kemudian menguraikan tiga karakter waktu, yakni tidak bisa diulang, bagaikan pedang, serta menjadi peluang. Setiap detik yang berlalu perlu dimanfaatkan secara optimal untuk kebaikan dan keberkahan hidup.
Lebih lanjut, ia mengajak para orang tua dan guru memaksimalkan waktu dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
“Mari kita gunakan waktu sebaik mungkin untuk mendampingi tumbuh kembang anak, karena mereka adalah aset dunia dan akhirat bagi orang tua,” pesannya.
Sebagai penutup, Ustaz Pujiono menyampaikan pantun yang disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin, menambah kehangatan suasana halal bihalal. (Sofyan)
Komunitas
Halal Bihalal ASBF Wonogiri Perkuat Silaturahmi dan Kolaborasi UMKM, Dorong Kebangkitan Ekonomi Lokal
Wonogiri – majalahlarise.com - Asia Small Business Federation (ASBF) Wonogiri menggelar kegiatan Halal Bihalal sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus mendorong penguatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Sabtu (18/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Kedai Indah Pak Pelenthux, Bulusulur, Wonogiri.
Sekitar 60 pelaku UMKM turut ambil bagian dalam kegiatan ini dengan mengenakan pakaian adat dan batik, mencerminkan semangat kebersamaan sekaligus identitas budaya lokal. Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan kolaborasi yang lebih terarah, membuka peluang usaha baru, serta mendorong UMKM agar semakin berdaya di tengah dinamika ekonomi.
Ketua panitia, Bunda Dwi Purwaningsih, menyampaikan kegiatan Halal Bihalal tidak sekadar menjadi ajang temu kangen pasca Hari Raya, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membangun jejaring usaha.
“Momentum ini kami manfaatkan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membuka peluang kolaborasi antar pelaku UMKM agar lebih berkembang,” tuturnya.
![]() |
| Suasana halal bihalal ASBF Wonogiri dihadiri para pelaku UMKM. |
Kegiatan ini turut dihadiri tamu kehormatan dari Kadin Kabupaten Wonogiri serta Dinas Perdagangan dan KUKM Kabupaten Wonogiri. Dalam kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi edukasi pengelolaan keuangan UMKM yang disampaikan oleh pihak sponsor, PT BPR BKK Jateng Cabang Wonogiri. Materi ini memberikan pemahaman praktis terkait pengelolaan keuangan yang efektif guna menunjang keberlanjutan usaha.
Menariknya, dalam kegiatan ini juga diadakan penyerahan penghargaan Excellent Award ASBF dari Yayasan Curahan Dewi Fortuna (CurDeFo) dan ASBF Wonogiri kepada para pelaku UMKM berprestasi di Wonogiri, yaitu Endang (produk jenang Pracimantoro), Sarmidi (kripik jamur), dan Sukesti (kripik tempe koro pedang). Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan konsistensi pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha serta berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta dan welcome snack, dilanjutkan pembukaan, pembacaan doa, serta sambutan. Suasana semakin hidup saat sesi tanya jawab interaktif, halal bihalal, ramah tamah, hingga networking dan sharing antar pelaku UMKM.
Ketua ASBF Wonogiri, Karsi, menjelaskan kegiatan ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar tradisi.
“Tujuannya untuk saling memaafkan di antara pelaku UMKM, mempererat silaturahmi, dan menjaga keharmonisan antara pengurus dan anggota. Selain itu, halal bihalal ini menjadi sarana membangun kolaborasi serta menambah jejaring pemasaran produk UMKM agar kita bisa bertumbuh bersama,” jelasnya.
Ia juga menguraikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin.
“Harapan kami, agenda halal bihalal ini bisa diadakan setiap tahun. Dengan begitu, keharmonisan, kekompakan, dan komunikasi antar anggota akan terus terjaga. Jika kekompakan sudah terbangun, maka visi dan misi bersama akan lebih mudah diwujudkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan KUKM Kabupaten Wonogiri yang diwakili Kepala Bidang UMKM, Dwi Rahayuningsih menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan halal bihalal yang diselenggarakan ASBF ini. Kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan, sinergi, serta membangun semangat baru dalam mengembangkan usaha,” ujarnya.
Ia juga menguraikan UMKM memiliki peran strategis sebagai ujung tombak perekonomian.
“UMKM adalah penopang perekonomian, baik keluarga maupun masyarakat. Dalam kondisi apa pun, UMKM tetap mampu bertahan. Karena itu, kami dari dinas akan terus memberikan dukungan melalui pembinaan, pelatihan, serta menggandeng lembaga keuangan untuk membantu akses permodalan, termasuk melalui program subsidi bunga,” jelasnya.
Suasana penuh keakraban terasa sepanjang kegiatan, terutama saat sesi networking yang dimanfaatkan peserta untuk berbagi pengalaman, bertukar ide, hingga menjajaki peluang kerja sama. Antusiasme peserta menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi dalam komunitas UMKM Wonogiri. (Sofyan)
![]() |
| Kontingen Pramuka Siaga Kwaran Manyaran saat foto bersama usai menerima tropi juara 1 Pesta Siaga tingkat Kabupaten Wonogiri. |
Gemilang di Pesta Siaga Wonogiri 2026, Barung Putra SDN 1 Manyaran Raih Juara 1 dan Siap Ukir Prestasi di Tingkat Jawa Tengah
Wonogiri — majalahlarise.com - Semangat kepramukaan yang membara dari ujung barat Kabupaten Wonogiri kembali membuahkan prestasi membanggakan. Kontingen Kwartir Ranting (Kwaran) 12.08 Kecamatan Manyaran sukses menorehkan capaian gemilang dalam ajang Pesta Siaga Cabang Wonogiri Tahun 2026 yang digelar dengan khidmat dan semarak di Pendopo Kabupaten Wonogiri, Sabtu (18/4/2026).
Dalam kompetisi yang diikuti 25 barung terbaik dari seluruh wilayah Kabupaten Wonogiri, barung putra dari SD Negeri 1 Manyaran tampil impresif dan berhasil meraih Juara 1 Kategori Putra (PA). Kemenangan ini memastikan langkah mereka melaju ke tingkat berikutnya, mewakili Kwartir Cabang Wonogiri pada Pesta Siaga Kwartir Daerah Jawa Tengah.
Prestasi ini diraih melalui proses panjang yang penuh latihan, kedisiplinan, dan kerja sama tim yang solid. Di bawah pembinaan Dharto Raharjo, para peserta menunjukkan kemampuan terbaik di setiap taman lomba, mulai dari keterampilan kepramukaan, kecerdasan, ketangkasan, hingga kekompakan barung.
Delapan anggota barung putra SDN 1 Manyaran yang tampil gemilang tersebut yakni Al Khalifi Messi P. (Pinrung), Narendra Putra Pamungkas, Zhaidan Anargya Azio K., Arkan Hafiz Ramadhan, Bonaventura Fadelio A.P, Kenzi Delano Rinaldi, Fazril Ghofur Rasyid, dan Aryana Abid Nugraha. Mereka menjadi simbol generasi muda Manyaran yang tangguh dan berkarakter.
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Manyaran, Arif Dwi Prastyanto, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Ia menguraikan capaian ini merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara siswa, pembina, serta dukungan orang tua.
“Ini adalah buah dari kerja keras, kedisiplinan, serta kolaborasi antara siswa, pembina, dan orang tua. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan karakter melalui kepramukaan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Arif juga menuturkan kemenangan ini menjadi awal dari tantangan yang lebih besar di tingkat provinsi.
“Menjadi Juara 1 di tingkat kabupaten bukan akhir, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kami berharap anak-anak mampu menjaga semangat dan terus meningkatkan kemampuan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Kwaran Manyaran, Sutrisno, turut menyampaikan harapan dan motivasi kepada para peserta didik. Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak dini melalui kegiatan kepramukaan.
“Harapan bagi siswa, semoga nanda-nanda menjadi siswa yang berkarakter, berbudi pekerti luhur, dan berjiwa Pancasila yang tertanam sejak dini,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rasa bangga atas capaian yang diraih serta harapan agar prestasi ini menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya.
“Tentunya sekolah sangat bangga dengan prestasi yang diraih. Semoga ini menjadi cambuk bagi siswa lain untuk lebih berprestasi,” katanya.
Lebih lanjut, Sutrisno menjelaskan keberhasilan ini menjadi langkah awal yang penting bagi Kwaran Manyaran untuk terus berkembang ke jenjang yang lebih tinggi.
“Bagi Kwaran, ini merupakan prestasi awal yang luar biasa untuk menjadi pelecut menuju tingkat yang lebih tinggi,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, ia memberikan semangat penuh inspirasi kepada para peserta didik.
“Semangat untuk nanda-nanda, tetaplah berjalan di atas karpet merah untuk menuju panggung kehormatan berikutnya,” ungkapnya. (Sofyan)
Baca juga: Peran Naskah Legitimasi dan Pikukuh dalam Sejarah Kebudayaan Jawa Masih Relevan
Pendidikan
![]() |
| Kegiatan diskusi program Obrolan Komunitas bersama Manassa di RRI |
Peran Naskah Legitimasi dan Pikukuh dalam Sejarah Kebudayaan Jawa Masih Relevan
Surakarta- Naskah kuno tidak hanya berfungsi sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk struktur sosial, legitimasi kekuasaan, hingga praktik hukum di masyarakat Jawa. Hal ini mengemuka dalam siaran radio RRI Pro 2 Surakarta dalam program “Obrolan Komunitas” bertajuk “Peran Naskah Legitimasi dan Pikukuh dalam Sejarah Kebudayaan Jawa Masih Relevan” yang menghadirkan akademisi dan praktisi filologi. (6/4/2026).
Guru Besar Filologi Universitas Sebelas Maret, Bani Sudardi, menjelaskan bahwa sejak masa kerajaan, naskah memiliki fungsi sebagai alat legitimasi kekuasaan. Karya seperti Babad Tanah Jawa dan Sulalatus Salatin digunakan untuk menegaskan kedudukan raja melalui narasi genealogi dan asal-usul keturunan.
“Pada masa lalu, seseorang tidak bisa begitu saja menjadi raja tanpa dukungan legitimasi berbasis keturunan yang tertulis dalam naskah,” ujarnya. Ia menambahkan, hampir setiap kerajaan memiliki teks legitimasi untuk mengangkat derajat dan memperkuat kekuasaan pemimpinnya.
Selain itu, terdapat pula naskah pikukuh yang berisi ketetapan, peraturan, dan hukum yang mengikat. Filolog Jawa, Drs. Y.Suwanto, M.Hum., menjelaskan bahwa pikukuh masih memiliki fungsi hingga saat ini, bahkan digunakan sebagai bukti dalam sengketa hukum, khususnya terkait kepemilikan tanah.
Menurutnya, konsep “hanggaduh” dalam naskah menunjukkan bahwa tanah yang dikelola masyarakat bukan merupakan milik pribadi, melainkan milik kerajaan atau negara. Oleh karena itu, dalam kondisi tertentu, tanah tersebut harus dikembalikan. “Proses ‘anggalih’ atau pertimbangan hukum juga tercatat dalam sistem administrasi pertanahan modern,” jelasnya.
Di sisi lain, Dr. Asep Yudha Wirajaya, M.Hum., menyoroti bahwa naskah kuno masih hidup dalam praktik budaya masyarakat. Ia mencontohkan naskah yang ditemukan di lereng Gunung Merbabu yang hanya dibuka dan dibaca pada waktu tertentu, yakni setiap 2 Syawal.
“Ini menunjukkan bahwa naskah tidak sekadar arsip, tetapi menjadi bagian dari tradisi yang terus dipahami dan diamalkan,” katanya.
Dari segi nilai, naskah Jawa juga dinilai masih relevan hingga kini. Serat Tripama, misalnya, mengajarkan nilai keprajuritan, balas budi, dan loyalitas terhadap negara. Nilai tersebut tercermin dalam kisah tokoh seperti Kumbakarna yang rela berkorban demi tanah air.
Namun, para ahli menekankan bahwa naskah tidak selalu merepresentasikan realitas secara literal. Banyak di antaranya disampaikan secara simbolik sehingga memerlukan pemahaman konteks budaya dan bahasa untuk menafsirkannya.
Mahasiswa filologi UNS, Rezty Putri Ariana Gunarso, mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada naskah kuno berawal dari kekayaan folklore dan keunikan budaya yang terkandung di dalamnya. Meski demikian, ia mengakui adanya tantangan dalam memahami teks, terutama terkait bahasa dan konteks budaya yang kompleks.
Dalam upaya pelestarian, komunitas filologi bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Perpustakaan Nasional dan lembaga internasional seperti British Library. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala dalam menjalankan program pelestarian secara optimal.
Untuk menarik minat generasi muda, mahasiswa filologi mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan promosi. Konten-konten kreatif diharapkan mampu memperkenalkan naskah kuno sebagai bagian dari identitas budaya yang relevan dengan kehidupan masa kini.
Para narasumber sepakat bahwa mengabaikan naskah kuno berisiko membuat generasi muda kehilangan pemahaman terhadap cara berpikir dan nilai-nilai leluhur. Oleh karena itu, upaya pelestarian dan pengkajian naskah perlu terus dilakukan agar warisan budaya tersebut tetap hidup dan bermakna di tengah masyarakat modern. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...









