GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Wawali Astrid Widayani saat menjadi narasumber Seminar Sekolah Legislatif DPM FHIP × DPM FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) |
Wawali Astrid Widayani Ajak Mahasiswa Pahami Kebijakan Publik dari Hulu hingga Hilir
SURAKARTA – majalahlarise.com – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengajak mahasiswa memahami proses kebijakan publik secara utuh, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan dampaknya bagi masyarakat. Mahasiswa juga didorong mengambil peran sebagai mitra kritis sekaligus mitra solusi dalam mengawal pembangunan.
Pesan tersebut disampaikan Astrid saat menjadi narasumber Seminar Sekolah Legislatif DPM FHIP × DPM FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bertema “Membedah Kebijakan Publik Indonesia: Analisis Dampak terhadap Ekonomi, Hukum, dan Masyarakat” yang berlangsung di Auditorium Mohammad Djazman UMS, Rabu (30/9/2026).
Di hadapan mahasiswa, Astrid menjelaskan perbedaan peran eksekutif dan legislatif dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kepala daerah bersama jajaran eksekutif menjalankan pemerintahan dan melaksanakan kebijakan. Sementara itu, legislatif memiliki fungsi pembentukan peraturan daerah, anggaran, serta pengawasan.
“Eksekutif dan legislatif adalah mitra yang sejajar dan saling melengkapi. Dalam pembentukan Perda maupun APBD, keduanya bekerja melalui proses pembahasan hingga persetujuan bersama. Setelah itu, eksekutif menjalankan kebijakan, sementara legislatif menjalankan fungsi pengawasan,” kata Astrid.
Menurut Astrid, kebijakan publik tidak boleh berhenti sebagai regulasi. Kebijakan perlu diarahkan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat dan memberikan dampak nyata melalui regulasi, program maupun penganggaran.
Astrid kemudian mengajak mahasiswa melihat bagaimana sebuah kebijakan diterjemahkan dalam pemerintahan daerah. Proses tersebut dimulai dari visi dan misi kepala daerah, RPJMD, Renstra, Renja, hingga DPA yang menjadi dasar pelaksanaan program perangkat daerah.
“Ini yang saya sebut sebagai dapur pemerintah. Ada proses panjang sebelum sebuah program sampai dan dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, hasil akhir dari proses kebijakan dapat dilihat melalui program yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Di Kota Surakarta, sejumlah program seperti Rumah Siap Kerja, Solo Technopark, dan UMKM Center menjadi bagian dari upaya pemerintah mendukung peningkatan kompetensi, akses dunia kerja, serta pengembangan dan pemasaran usaha masyarakat.
“Jadi kebijakan itu harus kita lihat ujungnya. Apakah masyarakat bisa merasakan dan memanfaatkan program yang dibuat pemerintah. Itu salah satu ukuran bahwa kebijakan tidak berhenti di atas kertas,” jelas Astrid.
Astrid juga menyinggung pembelajaran dari banjir yang terjadi di Kota Surakarta pada 15 April 2026. Peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi agar kebijakan pembangunan ke depan semakin berbasis peta risiko.
Menurut Astrid, persoalan seperti banjir tidak dapat diselesaikan pemerintah sendirian. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor serta keterlibatan berbagai elemen masyarakat agar penanganan persoalan perkotaan dapat berjalan lebih efektif.
“Pembangunan yang bermakna itu harus sah secara hukum, mendorong ekonomi, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Di tengah tantangan fiskal akibat penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD), Astrid mengatakan Pemkot Surakarta tetap berupaya menjaga program prioritas. Salah satunya melalui efisiensi internal tanpa membebani masyarakat.
Ia menjelaskan, arah pembangunan Kota Surakarta perlu bermuara pada peningkatan pendapatan masyarakat, pemerataan kesempatan kerja dan lapangan usaha, peningkatan pelayanan publik, serta penguatan daya saing daerah.
Karena itu, Astrid meminta mahasiswa tidak hanya mengambil posisi sebagai penilai kebijakan. Mahasiswa memiliki ruang untuk berkontribusi melalui gagasan, kajian, kritik berbasis pengetahuan, serta solusi terhadap persoalan pembangunan.
“Kalau kita ingin membangun bangsa lebih kuat, teman-teman bukan hanya sebagai penilai, tetapi harus bisa berkontribusi. Mahasiswa adalah mitra kritis sekaligus mitra solusi,” tegasnya.
Astrid berharap mahasiswa memahami proses regulasi, pembentukan kebijakan hingga pelaksanaan program pemerintah. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memberikan kritik secara konstruktif sekaligus menawarkan solusi yang relevan.
“Jadilah mahasiswa yang kritis tetapi membangun, punya integritas, dan ikut mengawal kebijakan kota. Kita kawal bersama kebijakan Kota Surakarta demi Surakarta maju dan sejahtera,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: FKIP Univet Bantara Gelar Pembekalan Mahasiswa Program Asistensi Mengajar
Pendidikan
![]() |
| Dekan FKIP Univet Bantara, Dr. Pranichayudha Rohsulina, S.Pd., M.Pd., secara simbolis melepas mahasiswa Program Asistensi Mengajar. |
FKIP Univet Bantara Gelar Pembekalan Mahasiswa Program Asistensi Mengajar
SUKOHARJO – majalahlarise.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) menggelar Pembekalan Mahasiswa Program Asistensi Mengajar (PAM) 2026/2027. Kegiatan yang diikuti mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling tersebut berlangsung di Auditorium Kampus Univet Bantara, Rabu (30/9/2026).
Pembekalan mengusung tema “Deep Learning in Action: Berinovasi, Berkolaborasi, Berdampak”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan mahasiswa sebelum diterjunkan ke sekolah mitra untuk melaksanakan program asistensi mengajar.
Melalui pembekalan, mahasiswa mendapatkan penguatan mengenai kesiapan akademik, etika, kedisiplinan, komunikasi, serta tanggung jawab selama berada di lingkungan sekolah. Program asistensi mengajar juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan dalam situasi pendidikan secara langsung.
Dekan FKIP Univet Bantara, Dr. Pranichayudha Rohsulina, S.Pd., M.Pd., saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan menyampaikan PPL/PAM bukan sekadar kewajiban akademik maupun pemenuhan SKS. Program tersebut menjadi ujian karakter mahasiswa sekaligus menjadi gambaran FKIP ketika mahasiswa berada di sekolah mitra.
“PPL bukan sekadar formalitas atau kewajiban SKS. Ini menjadi ujian karakter, bagaimana wajah FKIP panjenengan wakili di sekolah-sekolah mitra. Karena itu, dahulukan adab sebelum ilmu,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan akademik yang dimiliki mahasiswa dari masing-masing program studi menjadi bekal penting. Namun, ketika berada di sekolah, mahasiswa juga harus mampu menunjukkan sikap, etika, dan perilaku yang mencerminkan calon pendidik.
Mahasiswa juga diminta membiasakan diri menerapkan etika sederhana dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, seperti menyapa guru, tenaga kebersihan, serta warga sekolah dengan ramah. Senyum dan sapaan dinilai menjadi bagian dari cara mahasiswa membangun komunikasi sekaligus memberikan kesan positif.
Selain etika, kedisiplinan juga menjadi perhatian. Mahasiswa diminta hadir tepat waktu dan dianjurkan datang sekitar 15–30 menit sebelum kegiatan dimulai. Kebiasaan tersebut diharapkan membantu mahasiswa mempersiapkan kondisi fisik dan pikiran sebelum menjalankan tugas.
“Jangan sampai datang terlambat. Ketika kita hadir lebih awal, kita memiliki waktu untuk mempersiapkan diri. Penampilan juga harus dijaga agar rapi dan profesional, termasuk menggunakan sepatu pantofel,” jelasnya.
Pranichayudha juga mengingatkan mahasiswa mengenai perubahan peran ketika berada di sekolah. Mahasiswa tidak lagi hadir sebagai peserta didik yang menerima pembelajaran, tetapi mulai tampil sebagai calon pendidik yang harus mampu menjadi contoh bagi peserta didik.
Sebanyak 321 mahasiswa mengikuti pembekalan PAM 2026/2027. Dari jumlah tersebut, 282 mahasiswa reguler akan diterjunkan ke sekolah mitra. Kehadiran mahasiswa di sekolah diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman mengajar, tetapi juga menghadirkan inovasi, kolaborasi, dan kontribusi positif bagi sekolah.
“Ketika berada di sekolah, panjenengan membawa nama FKIP. Karena itu, tunjukkan sikap yang baik, lakukan inovasi, bangun kolaborasi, dan berikan dampak yang positif. Jadilah pendidik yang mampu memberikan manfaat,” pesannya.
Kepala Balai Praktik Keguruan FKIP Univet Bantara, Dr. Rita Kumalasari, M.Pd., mengatakan Pembekalan Program Asistensi Mengajar 2026 diikuti 321 mahasiswa. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan FKIP, pemateri, panitia, serta seluruh mahasiswa peserta PAM yang akan melaksanakan kegiatan di sekolah.
“Pembekalan Program Asistensi Mengajar 2026 ini diikuti 321 mahasiswa. Kegiatan ini menjadi persiapan bagi mahasiswa sebelum melaksanakan tugas asistensi mengajar di lapangan,” ungkapnya.
Rita menjelaskan, dari jumlah mahasiswa tersebut, sebanyak 282 mahasiswa akan ditempatkan di 22 sekolah di wilayah Sukoharjo, terdiri atas 10 sekolah jenjang SMA/SMK dan 12 sekolah dasar. Mahasiswa diharapkan menjalankan program dengan baik sekaligus memanfaatkan pengalaman di sekolah untuk mendukung proses akademik, termasuk pengumpulan data yang diperlukan dalam penyelesaian tugas akhir.
Selama berada di sekolah, mahasiswa diminta menjaga nama baik almamater melalui sikap, tutur kata, dan perilaku. Mereka juga diharapkan mampu membangun hubungan yang baik dengan guru pamong, Guru Pendamping Sekolah (GPS), maupun seluruh warga sekolah.
Selain membantu proses pembelajaran di kelas, mahasiswa juga mendapatkan tugas untuk memperkenalkan FKIP Univet Bantara kepada peserta didik di sekolah mitra. Pada kesempatan pertama masuk kelas, mahasiswa diminta menayangkan profil FKIP melalui video YouTube sekitar lima menit, kemudian memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan informasi mengenai FKIP dan program studi yang tersedia.
Kegiatan pengenalan tersebut nantinya menjadi bagian dari aktivitas yang dilaporkan melalui Learning Management System (LMS). Sementara teknis pelaksanaannya akan disampaikan lebih lanjut oleh pemateri dalam rangkaian pembekalan.
Melalui PAM 2026/2027, FKIP Univet Bantara berharap mahasiswa mampu memperoleh pengalaman pendidikan secara langsung sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi sekolah mitra. Semangat berinovasi, berkolaborasi, dan memberikan dampak positif menjadi bagian dari proses mahasiswa mempersiapkan diri sebagai calon pendidik yang profesional dan berkarakter. (Sofyan)
Baca juga: LDKO OSIS SMA Veteran 1 Sukoharjo Digelar, Bekali Siswa dengan Karakter Kepemimpinan
Pendidikan
LDKO OSIS SMA Veteran 1 Sukoharjo Digelar, Bekali Siswa dengan Karakter Kepemimpinan
Sukoharjo – majalahlarise.com – SMA Veteran 1 Sukoharjo menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS (LDKO) Tahun Ajaran 2026/2027 selama tiga hari, 29 September hingga 1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan siswa untuk membentuk karakter kepemimpinan sekaligus mempersiapkan kepengurusan OSIS periode berikutnya.
Mengusung semangat “Berkibar, Terampil & Berprestasi”, LDKO diarahkan untuk membekali siswa dengan kemampuan kepemimpinan, tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, komunikasi, serta kepedulian terhadap lingkungan sekolah.
Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Si., saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan mengatakan OSIS merupakan garda terdepan di satuan pendidikan. Karena itu, pengurus OSIS perlu mampu berkolaborasi dengan guru dan karyawan untuk mendukung kemajuan serta perkembangan sekolah.
![]() |
| Penyematan tanda peserta oleh Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Si tandai dibukanya pelaksanaan LDKO. |
“OSIS adalah organisasi dan garda terdepan di satuan pendidikan. Pengurus harus mampu berkolaborasi dengan Bapak Ibu guru dan karyawan untuk kemajuan dan perkembangan lembaga sehingga muncul inovasi-inovasi baru yang kreatif. Dengan begitu, anak-anak dapat mengembangkan minat dan bakatnya dengan baik,” ungkapnya.
Wanita yang akrab disapa bu Koyem menambahkan, proses menjadi seorang pemimpin tidak dapat dilakukan secara instan. Setiap pemimpin perlu melalui proses belajar, termasuk belajar bertanggung jawab, menghargai perbedaan, berani mengambil langkah, serta menjadi bagian dari perubahan positif.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Drs. Sukino, menjelaskan LDKO tidak hanya dilaksanakan sebagai kegiatan seremonial tahunan. Kegiatan tersebut memiliki tujuan membentuk karakter siswa agar memiliki kejujuran, ketangguhan, sikap tanggap, serta kedisiplinan.
“LDK tidak hanya dilaksanakan sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi memiliki tujuan membentuk karakter siswa agar mampu menjadi pemimpin yang jujur, tangguh, tanggap, dan disiplin,” tuturnya.
Menurut Sukino, melalui LDKO siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi diri dan memiliki jiwa kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sekolah maupun organisasi. Pengalaman selama kegiatan juga menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi berbagai persoalan dan tanggung jawab sebagai pengurus OSIS.
LDKO diikuti 50 siswa, terdiri atas 40 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Peserta mengikuti kegiatan sebagai bagian dari proses reorganisasi OSIS untuk menggantikan anggota lama yang telah menyelesaikan masa kepengurusannya.
Berbagai materi diberikan kepada peserta, antara lain tanggung jawab sebagai pengurus OSIS, kedisiplinan, kepemimpinan, bela negara, dan keorganisasian. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan proposal program kerja serta cara menyosialisasikan program organisasi.
“Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi untuk diterapkan dalam kehidupan sekolah maupun organisasi,” kata Sukino.
LDKO juga menjadi ruang bagi siswa untuk membangun kekompakan antar pengurus OSIS. Kebersamaan, komunikasi, dan kemampuan bekerja sama menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan berbagai program OSIS SMA Veteran 1 Sukoharjo selama Tahun Ajaran 2026/2027.
Pesan “Keluar dari zona nyaman adalah harga mutlak jika ingin menjadi pemimpin yang berdampak positif bagi sekolah” menjadi salah satu semangat dalam kegiatan tersebut. Pesan itu mendorong siswa untuk berani menghadapi tantangan, mengambil tanggung jawab, dan mengembangkan potensi diri.
Melalui LDKO, SMA Veteran 1 Sukoharjo berharap lahir pengurus OSIS yang tidak hanya terampil menjalankan organisasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, bertanggung jawab, mampu berkolaborasi, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi sekolah.
Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah mewujudkan generasi siswa yang “Berkibar, Terampil & Berprestasi.” (Sofyan)
Baca juga: Siswi SMA Veteran 1 Sukoharjo Rovina Bunga Ramadhanik Jadi Duta Siswa Provinsi Jawa Tengah 2026
Prestasi
![]() |
| Rovina Bunga Ramadhanik, siswi kelas XI F5 SMA Veteran 1 Sukoharjo berhasil menjadi Grand Finalis sekaligus meraih gelar Duta Siswa Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. |
Siswi SMA Veteran 1 Sukoharjo Rovina Bunga Ramadhanik Jadi Duta Siswa Provinsi Jawa Tengah 2026
Sukoharjo – majalahlarise.com – Prestasi membanggakan ditorehkan Rovina Bunga Ramadhanik, siswi kelas XI F5 SMA Veteran 1 Sukoharjo. Ia berhasil menjadi Grand Finalis sekaligus meraih gelar Duta Siswa Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Prestasi tersebut diraih setelah melalui rangkaian seleksi dari tingkat kabupaten hingga provinsi.
Perjalanan Rovina diawali dengan mengikuti seleksi Duta Siswa tingkat Kabupaten Karanganyar pada 2025. Setelah mendapatkan kesempatan maju ke tingkat provinsi, ia mengikuti berbagai tahapan seleksi, mulai dari penulisan esai, penampilan bakat, hingga penyusunan dan presentasi program kerja.
Grand final Duta Siswa Provinsi Jawa Tengah 2026 berlangsung di Wonosobo selama dua hari hingga 25 September 2026. Pada kesempatan tersebut, Rovina mempresentasikan sejumlah program kerja, di antaranya pembuatan podcast, konten edukasi, serta kolaborasi dengan Duta Siswa tingkat kabupaten untuk menjalankan program di wilayah masing-masing. Atas pencapaiannya, Rovina juga memperoleh Voucher Program International Study Workshop Duta Siswa Jawa Tengah 2026 Grand Finalis senilai Rp1.500.000.
Sebagai Duta Siswa Provinsi Jawa Tengah 2026, ia akan melanjutkan tugas hingga tingkat nasional sekaligus merealisasikan program yang telah dipresentasikan.
Rovina berencana mengembangkan konten edukasi yang dekat dengan kehidupan pelajar, terutama mengenai manajemen waktu dan membangun semangat belajar. Program tersebut tidak hanya disampaikan melalui media digital, tetapi juga melalui sosialisasi secara langsung di sekolah dan ruang publik seperti car free day (CFD).
Dalam mempersiapkan diri mengikuti seleksi, Rovina melakukan persiapan program kerja bersama teman-temannya, mendapatkan pembinaan dari sekolah dan dukungan orang tua. Meski demikian, perjalanan menuju prestasi tersebut tidak selalu mudah. Jarak kegiatan dan biaya sempat menjadi tantangan.
“Memang ada tantangan, terutama jarak dan biaya kegiatan. Tetapi dukungan dari sekolah, ibu Koyem selaku kepala sekolah dan guru-guru membuat saya semakin yakin untuk melanjutkan proses ini,” tuturnya.
Rovina pun berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi teman-temannya untuk berani mencoba berbagai kesempatan. “Saya ingin mengajak teman-teman untuk tetap semangat, berani mencoba dan jangan takut mengikuti ajang seperti Duta Siswa. Yang penting mau belajar, berproses dan terus berusaha,” pungkasnya.
Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo Koyem, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pencapaian Rovina. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan semangat peserta didik dalam mengembangkan potensi sekaligus keberanian mengambil kesempatan untuk berprestasi di tingkat provinsi.
“Kami berharap Rovina dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menambah pengalaman, wawasan dan keterampilan. Semoga proses yang dijalani dapat membentuk karakter yang semakin percaya diri, bertanggung jawab dan mampu menjadi inspirasi bagi teman-temannya,” ujarnya.
Wanita yang akrab disapa bu Koyem berharap prestasi tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi Rovina, tetapi juga membawa nama baik SMA Veteran 1 Sukoharjo. Ia mendorong semakin banyak peserta didik berani mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan serta kompetisi.
“Semoga ke depan semakin banyak siswa yang berani berprestasi di berbagai bidang dan sekolah dapat terus memberikan ruang serta dukungan bagi pengembangan potensi mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Waka Kesiswaan SMA Veteran 1 Sukoharjo Drs. Sukino mengatakan sekolah sangat mengapresiasi siswa yang memiliki prestasi dan berkomitmen memberikan dukungan terhadap potensi peserta didik.
“Ketika siswa berprestasi, tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga membawa nama baik SMA Veteran 1 Sukoharjo,” katanya.
Menurutnya, setiap anak memiliki kemampuan berbeda sehingga sekolah akan mendukung siswa yang memiliki kemauan untuk berkembang dan berjuang meraih prestasi.
Sukino menambahkan, sekolah berkomitmen mengawal siswa yang menunjukkan proses dan perkembangan positif, termasuk ketika mendapatkan kesempatan mengikuti kompetisi hingga tingkat nasional.
“Kalau anak sudah menunjukkan proses yang baik dan memiliki kesempatan sampai tingkat nasional, tentu sekolah akan terus mengawal dan memberikan dukungan. Harapannya mereka dapat mengikuti proses dengan baik dan memperoleh hasil yang maksimal,” tuturnya. (Sofyan)
Baca juga: IWAPI Jebres Gelar Rakeran, Perkuat Kekompakan dan Peran Perempuan Pengusaha
Komunitas
![]() |
| Sidang Rakeran dipimpin Ketua Sidang Nurainun Leo, dengan Komisi A Juwini dan Komisi B Erna. |
IWAPI Jebres Gelar Rakeran, Perkuat Kekompakan dan Peran Perempuan Pengusaha
SURAKARTA – majalahlarise.com – Dewan Pimpinan Ranting (DPRan) IWAPI Kecamatan Jebres menggelar Rapat Kerja Ranting (Rakeran) IWAPI Kecamatan Jebres, Sabtu (26/9/2026) pukul 11.00 WIB di Gedung IKM Srikayu, Jalan A. Yani, Gilingan, Surakarta. Kegiatan dihadiri Camat Jebres Daryono, SE, Ketua DPC IWAPI Surakarta, serta perwakilan ranting IWAPI Pasar Kliwon, Serengan, Banjarsari, dan Laweyan.
Sidang Rakeran dipimpin Ketua Sidang Nurainun Leo, dengan Komisi A Juwini dan Komisi B Erna. Camat Jebres Daryono, SE, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan Rakeran. Ia menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan Ranting IWAPI Jebres yang telah terbentuk sejak 2013 dan terus berkembang melalui kekompakan serta kedisiplinan pengurus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi.
“Keberadaan Ranting Jebres terus berkembang karena adanya kekompakan dan kedisiplinan para pengurus dalam menjalankan tugas. Hal tersebut juga terlihat ketika mendapat tugas dari DPC Kota untuk mewakili dalam sebuah kegiatan atau perlombaan. Berkat kerja sama dan kesungguhan seluruh pengurus, Ranting Jebres berhasil meraih juara satu,” ujar Daryono.
Ketua IWAPI Ranting Jebres Sri Juwini dalam sambutannya mengajak seluruh peserta memanfaatkan Rakeran sebagai ruang untuk mencurahkan inovasi dan menyusun langkah organisasi ke depan. Ia berharap semangat kebersamaan terus terjaga sehingga program kerja yang dihasilkan mampu mendorong kemajuan organisasi sekaligus memberikan kontribusi bagi keluarga dan perekonomian.
“Raker ini menjadi bagian dari semangat kami untuk terus maju dan berkembang sebagai wanita pengusaha yang berdedikasi dalam membantu pertumbuhan ekonomi keluarga. Kami siap melaksanakan visi dan misi melalui kegiatan Raker, sebagai wanita pengusaha yang mandiri, berkontribusi nyata, aktif dan berbakti,” ungkap Sri Juwini.
Mengusung tema “IWAPI Berkarya Ekonomi Jaya”, Rakeran diharapkan menghasilkan program-program yang dapat memperkuat peran perempuan pengusaha dalam mengembangkan usaha dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Semangat kebersamaan peserta semakin terasa melalui yel-yel IWAPI Kecamatan Jebres, “IWAPI Kecamatan Jebres, maju bersama menuju sukses.” Yel-yel tersebut menjadi penyemangat anggota untuk terus melangkah bersama, memperkuat kekompakan, dan mewujudkan keberhasilan organisasi. (Sofyan)
Baca juga: Campus Hiring PKSS Digelar di Univet Bantara, Buka Empat Posisi di Bank BUMN
Pendidikan
![]() |
| Alumni Univet Bantara saat mengikuti tes wawancara Campus Hiring yang diselenggarakan PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS), Senin (28/9/2026). |
Campus Hiring PKSS Digelar di Univet Bantara, Buka Empat Posisi di Bank BUMN
Sukoharjo – majalahlarise.com – Kesempatan bagi alumni Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) untuk memasuki dunia kerja kembali terbuka melalui Campus Hiring yang diselenggarakan PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS), Senin (28/9/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–14.00 WIB tersebut digelar di kampus Univet Bantara, Sukoharjo, khusus bagi alumni perguruan tinggi tersebut.
Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum., menyampaikan Campus Hiring menjadi bagian dari proses rekrutmen calon tenaga kerja untuk bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari alumni, dengan tercatat sebanyak 82 peserta mengikuti proses seleksi.
“Campus Hiring ini kami laksanakan khusus untuk alumni Univet Bantara. Kami berharap kegiatan ini menjadi peluang bagi alumni untuk memperoleh pekerjaan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Prof. Farida.
Menurutnya, kegiatan rekrutmen bersama mitra perbankan tersebut diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin dan periodik. Dengan demikian, semakin banyak lulusan Univet Bantara memperoleh akses terhadap lapangan pekerjaan sesuai minat dan kompetensinya.
“Kerja sama seperti ini juga menjadi salah satu daya tarik bagi calon mahasiswa baru. Tidak hanya dengan sektor perbankan, kami akan terus mengembangkan kerja sama dengan berbagai instansi, dunia usaha, dan dunia industri yang membutuhkan tenaga kerja dari lulusan perguruan tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, Talent Head Hunter PT PKSS, Dimas Rahman, menjelaskan kerja sama dengan Univet Bantara dilakukan untuk menjaring alumni yang memiliki potensi dan bekal kompetensi untuk memasuki dunia kerja. Dalam rekrutmen tersebut, PKSS membuka kebutuhan tenaga kerja untuk sejumlah posisi di sektor perbankan.
“PKSS bekerja sama dengan Universitas Veteran Bangun Nusantara untuk merekrut alumni. Kami melihat alumni Univet Bantara memiliki potensi dan bekal yang baik untuk memasuki dunia kerja,” jelas Dimas.
Dalam informasi rekrutmen, terdapat empat posisi yang dibuka, yakni Frontliner (Teller), Marketing Landing, Marketing Funding, dan Field Collection. Pelamar merupakan laki-laki maupun perempuan dengan pendidikan minimal D3/S1, minimal telah memiliki Surat Keterangan Lulus (SKL), tidak memiliki tunggakan pinjaman, mampu berkomunikasi dengan baik, serta dapat mengoperasikan Microsoft Office.
Dimas menjelaskan proses seleksi diawali dengan wawancara. Peserta yang lolos tahap awal kemudian mengikuti psikotes dan wawancara akhir. Kebutuhan tenaga kerja mencapai sekitar 70–80 orang, sedangkan jumlah pendaftar telah mencapai lebih dari 76 orang.
“Untuk penempatannya, tenaga frontliner dan collection akan ditempatkan di BRI, sedangkan posisi marketing ditempatkan di Bank Jateng sesuai kebutuhan perusahaan yang bekerja sama dengan PKSS,” terangnya.
Menurut Dimas, PKSS secara rutin menggelar campus hiring, job fair, dan walk-in interview setiap bulan di berbagai perguruan tinggi. Campus Hiring di Univet Bantara menjadi salah satu bentuk kerja sama yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi alumni, kampus, maupun perusahaan.
“Kami berharap kerja sama ini dapat membantu alumni memperoleh pekerjaan, mendukung kampus dalam meningkatkan penyerapan lulusan, sekaligus memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja berkualitas di wilayah Soloraya,” katanya.
Dimas juga memastikan seluruh proses rekrutmen PKSS, mulai pendaftaran, seleksi, tes hingga pendidikan bagi peserta yang lolos, tidak dipungut biaya maupun imbalan dalam bentuk apa pun
“Rekrutmen di Univet Bantara ditargetkan selesai dalam satu hari dan seluruh tahapan seleksi kami maksimalkan pada hari tersebut,” tegasnya.
Campus Hiring tersebut menjadi salah satu akses bagi alumni Univet Bantara untuk memperoleh informasi sekaligus mengikuti proses rekrutmen secara langsung. Kehadiran perusahaan di lingkungan kampus juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan dunia kerja dalam mendukung penyerapan lulusan. (Sofyan)
Baca juga: SMP Negeri 4 Wonogiri Dorong Transformasi Pembelajaran melalui Teknologi Digital
Pendidikan
![]() |
| Ketua MKKS Sub Rayon 01, Budi Sudaryatmo, memberikan piala serta piagam penghargaan kepada pemenang lomba FTBI. |
Merawat Bahasa, Menjaga Budaya: Seleksi FTBI Sub Rayon 01 Wonogiri
Wonogiri – majalahlarise.com – Sebanyak 120 peserta dari 21 SMP di wilayah Sub Rayon 01 mengikuti Seleksi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di SMP Negeri 3 Wonogiri, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya Jawa.
Kegiatan diawali upacara pembukaan yang berlangsung tertib. Ketua MGMP Bahasa Jawa Sub Rayon 01, Mugiyono, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Selanjutnya, Ketua MKKS Sub Rayon 01, Budi Sudaryatmo, memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi seleksi FTBI.
Dalam sambutannya, Budi Sudaryatmo menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Menurutnya, FTBI tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya nguri-uri basa lan budaya Jawa.
“FTBI bukan hanya untuk berkompetisi dan meraih prestasi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya nguri-uri basa lan budaya Jawa. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap bahasa serta budaya daerahnya,” ujarnya.
Seleksi FTBI Sub Rayon 01 mempertandingkan tujuh cabang lomba. Setiap sekolah mengirimkan satu peserta pada masing-masing cabang. Tiga peserta terbaik dari setiap cabang ditetapkan sebagai juara, sedangkan juara I dan II berhak melanjutkan ke tingkat Kabupaten Wonogiri.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan lomba. Para siswa berusaha menampilkan kemampuan terbaik dengan bekal persiapan yang telah dilakukan sebelumnya. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut memberikan pengalaman bagi peserta untuk meningkatkan keberanian, mengembangkan kemampuan berbahasa, serta mengenal lebih dekat budaya Jawa.
Pelaksanaan Seleksi FTBI diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta berprestasi, tetapi juga memperkuat kecintaan generasi muda terhadap bahasa Jawa. Semangat nguri-uri basa lan budaya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya daerah di tengah perkembangan zaman. (Sofyan)
Baca juga: SMP Negeri 4 Wonogiri Dorong Transformasi Pembelajaran melalui Teknologi Digital
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...











