Tim penyuluh dari KUA Nguntoronadi saat menyampaikan materi keagamaan.


    Pesantren Ramadan 1447 H SMA Negeri 1 Nguntoronadi Menjemput Ampunan, Mengukir Perubahan

    Wonogiri — majalahlarise.com - SMA Negeri 1 Nguntoronadi menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadan 1447 H pada Selasa (10/3/2026) hingga Jumat (13/3/2026) di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut menjadi momentum pembinaan spiritual bagi para siswa selama bulan suci Ramadan sekaligus sarana menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, serta kepedulian sosial.

    Pesantren Ramadan dilaksanakan oleh pengurus Organisasi Intra Sekolah (OSIS) dengan melibatkan seluruh siswa kelas X, XI, dan XII yang beragama Islam. Selama empat hari kegiatan, para siswa mengikuti berbagai aktivitas ibadah dan kajian keislaman yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

    Setiap hari para siswa melaksanakan shalat dhuha berjamaah, dilanjutkan khotmil Al-Qur’an, kemudian shalat dzuhur berjamaah, dan diakhiri dengan shalat ashar berjamaah. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk membiasakan siswa menjalankan ibadah secara disiplin sekaligus menumbuhkan suasana religius di lingkungan sekolah.

    Selain kegiatan ibadah, para siswa juga mengikuti sesi unjuk bakat Islami. Dalam kegiatan ini, perwakilan setiap kelas menampilkan satu pertunjukan yang menampilkan berbagai bakat, seperti qiraatul Qur’an, hafalan Al-Qur’an, nasyid, rebana, serta berbagai ekspresi seni Islami lainnya.

    Panitia membagikan sekitar 300 paket takjil kepada para pengguna jalan di sepanjang ruas jalan depan Alun-alun Nguntoronadi hingga Kantor Kecamatan Nguntoronadi.


    Dalam rangkaian Pesantren Ramadan tersebut, siswa juga mendapatkan materi keagamaan yang mencakup keimanan, ibadah, Al-Qur’an, akhlak, muamalah, serta tarikh atau sejarah kebudayaan Islam. Materi disampaikan oleh tim penyuluh dari KUA Nguntoronadi serta Novrida Aryani Puspitasari, S.S., penyuluh KUA Giriwoyo.

    Materi tersebut mengusung tema “Menjemput Ampunan, Mengukir Perubahan”, yang mengajak para siswa menjadikan Ramadan sebagai momentum refleksi diri untuk memperbaiki kebiasaan serta meningkatkan kualitas ibadah.

    Sementara itu, bagi siswa yang beragama Kristen dan Katolik, sekolah juga menyelenggarakan kegiatan pembinaan keimanan yang dilaksanakan di ruang perpustakaan sekolah. Kegiatan tersebut dibimbing oleh guru yang beragama Kristen dengan fokus pada refleksi spiritual, penguatan iman, serta pembinaan karakter sesuai ajaran agama masing-masing.

    Rangkaian kegiatan mencapai puncaknya pada Jumat (13/3/2026) melalui kegiatan Takjil On The Road. Dalam kegiatan tersebut, siswa bersama panitia membagikan sekitar 300 paket takjil kepada para pengguna jalan di sepanjang ruas jalan depan Alun-alun Nguntoronadi hingga Kantor Kecamatan Nguntoronadi.


    Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus praktik langsung nilai berbagi di bulan Ramadan.

    Masih pada hari yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti seluruh guru, karyawan, serta siswa SMA Negeri 1 Nguntoronadi. Kebersamaan semakin terasa melalui pelaksanaan shalat Maghrib berjamaah, kemudian dilanjutkan shalat Isya dan Tarawih berjamaah sebagai penutup kegiatan.

    Kepala SMA Negeri 1 Nguntoronadi, Istuti, menyampaikan kegiatan Pesantren Ramadan merupakan bagian penting dari upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa.

    “Pesantren Ramadan bukan hanya kegiatan rutin tahunan, tetapi momentum bagi siswa untuk memperdalam iman sekaligus melatih kepedulian sosial. Kami berharap nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan ini dapat terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

    Senada dengan hal tersebut, Guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Nguntoronadi, Rosyida Nur Rahmawati, menguraikan kegiatan ini dirancang untuk menanamkan kebiasaan baik kepada para siswa.

    “Melalui rangkaian ibadah, kajian keagamaan, serta kegiatan sosial seperti berbagi takjil, siswa diajak menyadari Ramadan merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun perubahan yang lebih baik dalam kehidupan mereka,” ujarnya.

    Melalui kegiatan Pesantren Ramadan ini, SMA Negeri 1 Nguntoronadi berharap para siswa mampu menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas iman, memperkuat akhlak, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. (Grina/ Sofyan)


    Baca juga: Dosen DKV ISI Surakarta Lolos Kurasi Pameran Poster Internasional di Turki

    Basnendar Herry Prilosadoso, berhasil meloloskan karya poster dalam ajang International Poster Exhibition “Akif Wrote, We Visualize II” yang diselenggarakan oleh Kütahya Dumlupınar University, Turki.


    Dosen DKV ISI Surakarta Lolos Kurasi Pameran Poster Internasional di Turki

    SURAKARTA – majalahlarise.com - Prestasi membanggakan diraih dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia Surakarta. Salah satu dosennya, Basnendar Herry Prilosadoso, berhasil meloloskan karya poster dalam ajang International Poster Exhibition “Akif Wrote, We Visualize II” yang diselenggarakan oleh Kütahya Dumlupınar University, Turki.

    Karya poster berukuran A3 tersebut menampilkan karakter wajah Mehmet Akif Ersoy yang dipadukan dengan beragam warna ekspresif. Visual tersebut menjadi simbol perjuangan bangsa Turki dalam meraih kemerdekaan dan kebebasan, yang terinspirasi dari Istiklal Marşı, lagu kebangsaan Turki.

    Pameran internasional bertajuk International Poster Exhibition “Akif Wrote, We Visualize II” resmi dibuka secara daring pada 12 Maret 2026 oleh Fakultas Seni Rupa dari universitas tersebut. Kegiatan ini mengangkat tema yang terinspirasi dari makna mendalam Istiklal Marşı, yang tidak hanya dipandang sebagai karya sastra, tetapi juga sebagai simbol memori kolektif, nilai-nilai nasional, serta kesinambungan sejarah bangsa Turki.

    Dalam pameran tersebut, karya Basnendar berhasil lolos kurasi bersama sekitar 40 desainer dari 21 negara. Para peserta berasal dari berbagai negara seperti Irak, Uruguay, Turki, Amerika Serikat, Taiwan, Cina, Palestina, Belarus, Korea Utara, dan sejumlah negara lainnya. Ajang ini menjadi ruang kolaborasi sekaligus jaringan kreatif bagi para desainer grafis dari berbagai belahan dunia.

    Pameran ini juga bertujuan mengubah warisan sastra Mehmet Akif Ersoy menjadi narasi visual melalui desain grafis dan seni poster, sekaligus menghadirkan interpretasi baru dari perspektif para desainer internasional.

    Basnendar menjelaskan, proses perancangan poster dilakukan melalui olah digital dengan pendekatan simbolik untuk menghormati perjuangan bangsa Turki dalam meraih kemerdekaan.

    “Karya poster ini saya rancang secara digital dengan pendekatan visual simbolik sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan bangsa Turki dalam meraih kemerdekaan dan kebebasan,” ujarnya dalam rilis yang diterima.

    Ia menambahkan, keberhasilan karya tersebut lolos kurasi dan dipamerkan dalam ajang internasional menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus motivasi untuk terus berkarya di tingkat global.

    “Pencapaian ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Selain itu, ajang ini juga membuka peluang untuk berjejaring dengan para desainer dari berbagai negara,” jelasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Belajar Empati di Desa Catur, 84 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Jalani Kampung Ramadan

    Prosesi penyerahan murid kepada 14 orang tua asuh.


    Belajar Empati di Desa Catur, 84 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Jalani Kampung Ramadan

    Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 84 murid kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Kampung Ramadan sebagai upaya menanamkan karakter kepedulian sosial dan kemandirian sejak dini. Mengusung konsep live in atau tinggal bersama warga setempat, kegiatan ini dilaksanakan di Desa Catur, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali selama tiga hari, Rabu–Jumat (11–13/3/2026).

    Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam, menyampaikan bahwa kegiatan Kampung Ramadan dirancang untuk memberikan pengalaman spiritual sekaligus sosial yang berkesan bagi para murid.

    “Harapan kami program ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi menjadi laboratorium sosial bagi murid. Melalui kegiatan ini mereka diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus memiliki kepekaan terhadap realitas sosial di sekitarnya,” jelas Nursalam dalam sambutannya.

    Rangkaian kegiatan Kampung Ramadan diawali dengan pembukaan yang dilanjutkan prosesi penyerahan murid kepada 14 orang tua asuh. Para murid dibagi ke dalam tujuh kelompok putra dan tujuh kelompok putri. Prosesi tersebut turut didampingi Kepala Desa Catur, Marjan.

    Pada hari pertama, para murid mengikuti room tour di rumah orang tua asuh masing-masing kelompok. Selama kegiatan berlangsung, para murid melebur dalam kehidupan masyarakat pedesaan, mulai dari membantu aktivitas harian keluarga asuh, mengikuti kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), hingga melaksanakan salat Tarawih dan tadarus Al-Qur’an berjemaah di masjid desa.


    Memasuki hari kedua, kegiatan diisi dengan aktivitas kreativitas ekonomi berupa lomba merangkai parsel yang dipandu Paguyuban Orang Tua Murid kelas V. Selain itu, para murid juga mengikuti kegiatan literasi dakwah melalui lomba kultum serta praktik pengelolaan zakat fitri.

    Puncak kegiatan Kampung Ramadan dilaksanakan pada hari ketiga melalui kegiatan bakti sosial. Kegiatan tersebut meliputi bazar barang layak pakai, pembagian paket sembako gratis, serta layanan pemeriksaan kesehatan bagi warga desa. Agenda ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Kampung Ramadan 1447 Hijriah. Suasana haru dan meriah pun tercipta melalui penampilan seni dari beberapa murid kelas V.

    Salah satu orang tua asuh, Siswanto, mengungkapkan rasa terima kasih atas terselenggaranya program Kampung Ramadan di Desa Catur.

    “Kegiatan ini memberi warna baru bagi desa kami. Program ini sangat menginspirasi dan mampu mempererat silaturahmi antara institusi pendidikan dengan masyarakat,” ujarnya saat menyampaikan pesan dan kesan.

    Kegiatan bazar barang layak pakai.


    Program Kampung Ramadan ini menjadi fondasi penting bagi lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat Desa Catur menjadi kunci keberhasilan terselenggaranya kegiatan tersebut.

    Salah satu peserta, Nadia Mirza Putri Hutama, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan ini.

    “Tidak hanya memperkuat nilai-nilai keislaman, kami juga dapat melihat langsung kehidupan masyarakat Desa Catur. Ketulusan dan keikhlasan mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari membuat saya semakin bersyukur atas rezeki yang Allah Swt. berikan,” tuturnya. (Sofyan)


    Baca juga: Pengajian dan Buka Bersama Al-Hidayah Bentongan Ajak Warga Mesra dengan Al-Qur’an

    Kegiatan pengajian dan buka puasa bersama yang digelar Jamaah Al-Hidayah Bentongan, Desa Manggung, Kecamatan Ngemplak.


    Pengajian dan Buka Bersama Al-Hidayah Bentongan Ajak Warga Mesra dengan Al-Qur’an

    Boyolali — majalahlarise.com - Suasana kebersamaan dan kekhusyukan menyelimuti kegiatan pengajian dan buka puasa bersama yang digelar Jamaah Al-Hidayah Bentongan, Desa Manggung, Kecamatan Ngemplak, Ahad (15/3/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah Ustadz Pujiono yang juga menjabat sebagai Mudir Pondok Pesantren Muhammadiyah Manafiul Ulum Canden, Sambi.

    Acara yang berlangsung di lingkungan Bentongan ini dihadiri warga RT 01 dan RT 04. Sejak sore hari para jamaah tampak hadir dengan penuh antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan pengajian, dilanjutkan doa bersama, dan diakhiri dengan buka puasa bersama.

    Dalam tausiyahnya, Ustadz Pujiono menyampaikan tema “Yuk, Mesra dengan Al-Qur’an”. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan.

    “Al-Qur’an bukan sekadar dibaca saat ada waktu luang. Al-Qur’an adalah sahabat hidup kita. Jika kita mesra dengan Al-Qur’an, maka hidup kita akan dipenuhi keberkahan,” ujar Ustadz Pujiono di hadapan jamaah.

     

    Ia juga menguraikan pentingnya membiasakan keluarga membaca Al-Qur’an di rumah, terutama selama bulan Ramadan. Kebiasaan tersebut, menurutnya, dapat menghadirkan ketenangan dan keberkahan dalam kehidupan rumah tangga.

    “Mulailah dari keluarga. Jika di rumah terbiasa membaca Al-Qur’an, insyaallah rumah itu akan menjadi tempat yang penuh rahmat dan ketenteraman,” jelasnya.

    Salah satu panitia kegiatan, Rahmad, menyampaikan rasa syukur atas partisipasi masyarakat yang sangat baik dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kebersamaan warga menjadi kekuatan utama dalam terselenggaranya acara pengajian dan buka bersama.

    “Alhamdulillah warga sangat antusias mengikuti pengajian dan buka bersama ini. Semoga kegiatan seperti ini semakin mempererat ukhuwah serta menambah semangat kita untuk mencintai Al-Qur’an,” katanya.

    Menjelang waktu berbuka, kegiatan ditutup dengan doa bersama. Setelah itu para jamaah menikmati hidangan berbuka dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

    Melalui kegiatan ini, warga berharap silaturahmi antarwarga semakin kuat sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, khususnya di lingkungan Bentongan dan sekitarnya. (Sofyan)


    Baca juga: Karakter Orang Bertakwa, Meyakini Kebenaran Alquran

    Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko dalam kajian spesial Ramadan bertajuk “Ramadan Penuh Rahmat”.


    Karakter Orang Bertakwa, Meyakini Kebenaran Alquran

    SOLO – majalahlarise.com - Puasa Ramadan memiliki tujuan utama membentuk insan yang bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko dalam kajian spesial Ramadan bertajuk “Ramadan Penuh Rahmat” yang digelar di Masjid Subulussalam Komplang RT 03 RW 01 Kadipiro, Solo, Minggu (15/3/2026).

    Dalam tausiyahnya, Ustaz Jatmiko menguraikan salah satu karakter utama orang bertakwa adalah meyakini sepenuhnya kebenaran Alquran tanpa keraguan sedikit pun.

    “Sebagai muslim, khususnya jemaah Masjid Subulussalam, kita tidak perlu ragu terhadap Alquran. Allah telah berfirman: Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Hal itu dapat dilihat pada Surah Al-Baqarah ayat 2,” jelas anggota Korp Mubalig Majelis Tabligh PDM Solo tersebut.

    Menurutnya, Ramadan dikenal sebagai bulan rahmat atau bulan kasih sayang. Pada bulan ini Allah melipatgandakan pahala ibadah yang dilakukan umat Islam.


    “Di bulan Ramadan, pahala ibadah wajib dilipatgandakan hingga berpuluh-puluh kali. Sementara ibadah sunnah diberikan pahala seperti ibadah wajib,” tuturnya.

    Ia juga menguraikan keistimewaan lain Ramadan, yakni hadirnya malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.

    “Di dalam bulan Ramadan Allah menurunkan sebuah malam istimewa, yaitu Lailatul Qadar. Malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan atau sekitar 83 tahun empat bulan,” katanya.

    Selain itu, Ramadan merupakan bulan diturunkannya Alquran sebagai petunjuk bagi manusia. Karena itu, aktivitas membaca Alquran menjadi langkah awal untuk menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan.

    Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim: “Bacalah Alquran, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang bersahabat dengannya.”

    Dalam konteks era digital saat ini, ia mengajak umat Islam untuk menghidupkan gerakan literasi Alquran.

    “Gerakan WA atau Waosan Alquran, membaca Alquran, selaras dengan perintah membaca dalam Surah Al-Alaq, yaitu Iqra’, bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan,” ujarnya sambil tersenyum.

    Menutup tausiyahnya, ia mengajak jemaah memanjatkan doa yang dikenal sebagai doa sapu jagat, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Baqarah.

    “Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina ‘adzaban nar,” tuturnya.

    Setelah kajian selesai, seluruh peserta mengikuti iftar bersama dengan hidangan sederhana seperti kurma, semangka, teh hangat, kolak, serta soto lengkap dengan kerupuk. (Sofyan)


    Baca juga: Grand Opening Kedai Indah Pak Plenthux, Hadirkan Sensasi Kuliner Jawa dengan Menu Khas Wonogiri dan Jogja

    Para pengunjung saat menikmati sajian menu makanan di Kedai Indah Pak Plenthux.


    Grand Opening Kedai Indah Pak Plenthux, Hadirkan Sensasi Kuliner Jawa dengan Menu Khas Wonogiri dan Jogja

    Wonogiri – majalahlarise.com - Kabupaten Wonogiri kembali menambah destinasi kuliner baru yang menarik perhatian pecinta makanan khas daerah. Kedai Indah Pak Plenthux resmi dibuka melalui acara grand opening pada Minggu (15/3/2026) di Jl. Raya Wonogiri–Ngadirojo, Bulusulur, Wonogiri. Kehadiran kedai ini menambah ragam pilihan rumah makan yang menawarkan cita rasa khas Jawa dengan suasana yang hangat dan bersahabat.

    Sejak sore hari, suasana di kedai terlihat ramai oleh para tamu undangan dan pengunjung yang penasaran mencicipi menu andalan. Aroma masakan yang menggoda langsung menyambut setiap tamu yang datang, menghadirkan nuansa kuliner tradisional yang akrab di lidah masyarakat.

    Pemilik Kedai Indah Pak Plenthux, Mas Teguh, menyampaikan kedai ini mengusung konsep kuliner khas Jawa dengan ragam menu yang terinspirasi dari masakan Wonogiri dan Yogyakarta.

    Para penyaji masakan sedang memasak menu yang dipesan pengunjung.


    “Kedai ini menyajikan menu-menu masakan Jawa, dari Wonogiri dan Yogyakarta. Bahkan nanti kami juga akan membuka menu mie Malaysia dan mie Aceh. Selain itu ada berbagai variasi nasi goreng khas Jawa Tengah dan Yogyakarta,” ujar Mas Teguh.

    Beragam pilihan menu tersedia dengan harga yang ramah di kantong. Untuk kategori nasi goreng, pengunjung dapat menikmati pilihan seperti Nasi Goreng Biasa, Nasi Goreng Komplit, Nasi Goreng Ati, Nasi Goreng Pete, Nasi Goreng Selimut, hingga Nasi Goreng Mawut ala Magelangan. Sementara pecinta mie dapat memilih Mie Goreng, Mie Rebus, hingga Mie Goreng Komplit yang disajikan dengan bumbu khas.

    Selain itu, kedai ini juga menyediakan menu Cap Cay, Kwetiau, serta Soto Ayam Kampung yang menjadi pilihan favorit bagi pengunjung yang ingin menikmati hidangan hangat dan sederhana. Untuk minuman, tersedia berbagai pilihan seperti Cincau Brenggolo, Es Teh, Es Jeruk, hingga Kopi Hitam yang cocok menemani santapan.

    Mas Teguh menguraikan, salah satu menu yang menjadi unggulan di kedai tersebut adalah mie godog Jogja dan nasi goreng Wonogiri, yang saat ini menjadi menu paling diminati pengunjung.

    “Menu spesial kami adalah mie godog Jogja. Untuk yang paling diminati di sini mie godog Jogja dan nasi goreng Wonogiri,” jelasnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Suparno Parnaraya yang turut hadir dalam acara pembukaan kedai menyampaikan rasa syukur atas hadirnya tempat kuliner baru yang turut meramaikan dunia usaha di Wonogiri.

    Para pengunjung saat foto bersama mengabadikan moment terindah saat berada di Kedai Indah Pak Plenthux.


    “Saya bersyukur hari ini Allah mengizinkan kedai ini dibuka. Kehadiran tempat ini tentu ikut meramaikan kuliner di Wonogiri sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan tempat makan,” tuturnya.

    Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap salah satu menu yang disajikan di kedai tersebut, yaitu nasi goreng selimut, yang menurutnya memiliki rasa yang khas dan menggugah selera.

    “Di sini ada menu spesial nasi goreng selimut. Saya juga baru tahu, ternyata rasanya luar biasa. Semoga masyarakat Wonogiri bisa menikmati hidangan dari kedai ini,” katanya.

    Menjelang Hari Raya Idulfitri, kehadiran Kedai Indah Pak Plenthux diharapkan menjadi alternatif tempat bersantap bagi masyarakat maupun para pemudik yang ingin menikmati hidangan khas Jawa dengan cita rasa autentik.

    Dengan konsep sederhana namun menghadirkan kehangatan khas warung tradisional, Kedai Indah Pak Plenthux berpotensi menjadi salah satu destinasi kuliner baru yang menarik di Wonogiri. Aroma masakan yang menggoda, harga terjangkau, serta ragam menu khas daerah menjadikan kedai ini layak menjadi persinggahan bagi siapa saja yang melintas di jalur Wonogiri–Ngadirojo. (Sofyan)


    Baca juga: PCA Banyudono Gelar Pesantren Birrul Walidain ke-2 di Ma’had ‘Aisyiyah Banyudono



    PCA Banyudono Gelar Pesantren Birrul Walidain ke-2 di Ma’had ‘Aisyiyah Banyudono

    Boyolali – majalahlarise.com - Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Banyudono kembali menggelar kegiatan Pesantren Birrul Walidain ke-2 yang berlangsung pada Jumat–Sabtu, 13–14 Maret 2026 di Ma’had ‘Aisyiyah Banyudono. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan keislaman yang bertujuan menanamkan nilai akhlak mulia, khususnya sikap berbakti kepada orang tua atau birrul walidain.

    Pesantren ini dipimpin oleh Ketua Panitia Hj. Sri Muryati dan diikuti oleh peserta yang antusias mengikuti rangkaian pembinaan selama dua hari. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua PCA Banyudono Sri Widayati, S.Sos.

    Dalam sambutannya, Sri Widayati menyampaikan pendidikan akhlak memegang peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.

    “Melalui kegiatan ini kami berharap para peserta semakin memahami pentingnya berbakti kepada orang tua dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat membuka kegiatan.

    Selama pelaksanaan pesantren, para peserta mendapatkan berbagai materi pembinaan yang bersifat edukatif sekaligus spiritual. Beberapa di antaranya adalah Membedah Makna di Balik Bacaan Sholat untuk Meraih Kekhusyukan dalam Beribadah, Mengendalikan Pikiran dan Mengelola Hati, Tuntunan Islam dalam Menghadapi Ujian Hidup, serta Fiqih Zakat.

    Ketua Panitia, Hj. Sri Muryati, menyampaikan kegiatan ini tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan keagamaan, tetapi juga memperkuat spiritualitas peserta agar lebih mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

    “Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang pembinaan yang mampu menumbuhkan kesadaran untuk selalu menghormati dan menyayangi orang tua, sekaligus memperkuat ketakwaan dalam menjalani kehidupan,” tuturnya.

    Melalui kegiatan Pesantren Birrul Walidain ini, PCA Banyudono berharap nilai-nilai keislaman dapat tertanam kuat dalam diri peserta, sehingga mampu membentuk pribadi yang beriman, berakhlak mulia, tangguh, dan bertanggung jawab di tengah kehidupan bermasyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Pemuda Muslim Sukoharjo Bagikan Takjil Toleransi kepada Jemaat Gereja Hati Kudus


Top