Sesi story telling bersama Kak Arno. 


    Perkuat Karakter Spiritual, 166 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Pesantren Ramadan

    Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 166 murid kelas II dan III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan 1447 H guna menanamkan nilai tanggung jawab dan kemandirian sejak dini, Kamis–Jumat (12–13/3/2026).

    Mengangkat tema “Petualangan Menjadi Anak Saleh dan Salehah yang Taat Beribadah dan Berakhlak Mulia”, program ini dirancang untuk membentuk karakter spiritual murid melalui pembiasaan ibadah, disiplin, serta penguatan sikap toleransi dalam interaksi sosial sehari-hari.

    Ketua Pesantren Ramadan, Taryanto, menyampaikan bahwa metode yang digunakan dalam kegiatan ini mengkolaborasikan aspek kognitif dan afektif agar berjalan beriringan.

    “Kami berupaya membangun hubungan sosial dan kebersamaan antar murid. Melalui kegiatan ini, murid diharapkan tidak hanya cakap secara spiritual, tetapi juga memiliki empati dan disiplin yang tinggi,” terangnya.

    Rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan diawali dengan pembukaan dan lomba edukatif merangkai puzzle potongan Surah Al-Insyiqaq. Para murid dibagi menjadi 12 kelompok besar yang terdiri atas enam kelompok putra dan enam kelompok putri. Setiap kelompok didampingi seorang guru yang bertugas sebagai fasilitator selama perlombaan berlangsung. Kegiatan ini bertujuan melatih ketepatan, kecepatan, sekaligus kerja sama tim di antara para murid.

    Program edukasi moral dan refleksi diri kemudian disampaikan melalui sesi story telling bersama Kak Arno. Melalui kisah inspiratif tentang perjuangan Rasulullah saw. dalam Perang Badar, para murid diajak memahami nilai keteladanan dalam sejarah Islam.

    Dalam ceritanya, Kak Arno menjelaskan bahwa Perang Badar terjadi pada 17 Ramadan tahun ke-2 Hijriah. Saat itu Rasulullah saw. memperbolehkan para sahabat berbuka puasa agar memiliki kekuatan fisik dalam menghadapi musuh.

    “Peristiwa ini mengajarkan kita pentingnya menjaga solidaritas, menjunjung tinggi musyawarah, bersikap sabar, dan taat kepada pemimpin dalam menegakkan kebenaran,” jelasnya.

    Kak Arno bersama Dino, boneka kesayangannya, juga berpesan kepada para peserta Pesantren Ramadan agar senantiasa memperkuat iman, meningkatkan ketakwaan, serta berikhtiar secara maksimal untuk meraih pertolongan Allah Swt.

    Sesi akhir kegiatan story telling diisi dengan pengisian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) secara berkelompok. Pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan materi cerita yang telah dipaparkan narasumber sehingga murid dapat merefleksikan pesan moral dari kisah tersebut.

    Setelah pelaksanaan salat Tarawih, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Emotional Spiritual Quotient (ESQ) yang dipandu Ustaz Muhammad Nasyir sebagai puncak refleksi bagi para murid. Melalui materi bertajuk “The Great Generation You Are”, para murid diajak memahami empat kunci hidup sukses, yaitu berdoa, belajar, berbagi, dan bersyukur.

    “Kunci utama kesuksesan adalah berdoa, bukan sekadar berusaha. Jangan sampai terbalik. Doa bukan hanya permintaan, tetapi juga cara mendekatkan diri kepada Allah Swt. sekaligus meneguhkan keyakinan atas kuasa-Nya,” pesannya kepada para murid.

    Salah satu peserta Pesantren Ramadan, Sabiyya Kirana, mengaku sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

    “Kami dilatih untuk bersikap mandiri dan bertanggung jawab atas perilaku, barang bawaan, serta cara berkomunikasi dengan teman. Sebagai bagian dari penguatan spiritual, setiap kelompok juga diminta mengkhatamkan Juz ke-30 serta mengikuti penilaian gerakan salat melalui salat berjemaah,” tuturnya.

    Penutupan Pesantren Ramadan ditandai dengan pengumuman dan pembagian hadiah bagi kelompok terbaik. Penilaian didasarkan pada hasil lomba merangkai puzzle potongan surah, pengisian LKPD story telling, serta kerapian dan kebersihan kamar selama kegiatan berlangsung.

    Adapun tiga kelompok terbaik yang berhasil meraih penghargaan adalah kelompok VI putra sebagai juara I, kelompok IV putri sebagai juara II, dan kelompok V putri sebagai juara III. (Sofyan)


    Baca juga: SMA Negeri 1 Manyaran Gelar Pesantren Ramadan 1447 H, Perkuat Iman dan Karakter Siswa

    Kepala SMA Negeri 1 Manyaran, Retno Winarmi, S.S., M.Pd. membuka Pesantren Ramadan yang digelar di lapangan upacara sekolah.


    SMA Negeri 1 Manyaran Gelar Pesantren Ramadan 1447 H, Perkuat Iman dan Karakter Siswa

    Wonogiri – majalahlarise.com - SMA Negeri 1 Manyaran menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadan 1447 H/2026 M yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 11–13 Maret 2026, dengan berbagai rangkaian aktivitas keagamaan yang bertujuan memperkuat keimanan sekaligus membentuk karakter religius para peserta didik.

    Rangkaian kegiatan diawali pada Rabu (11/3/2026) dengan tadarus Al-Qur’an dan kultum yang dipandu oleh siswa serta guru sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pembukaan Pesantren Ramadan yang digelar di lapangan upacara sekolah dan dipimpin oleh Kepala SMA Negeri 1 Manyaran, Retno Winarmi, S.S., M.Pd. Kegiatan kemudian berlanjut dengan absensi peserta, pelaksanaan sholat dhuha, serta tadarus Al-Qur’an dan hafalan sambung ayat yang dipandu oleh para guru Pendidikan Agama Islam.

    Selama tiga hari pelaksanaan, para siswa mengikuti berbagai materi keagamaan yang disampaikan oleh sejumlah guru. Di antaranya Yoyong Anang Purwoko, S.Pd., Wanti Kurniasih, S.Pd., Helga Furnindo, S.Pd., Dyah Imetasari, S.Pd., Kalis J.S., S.Pd., Nur Aini, S.Pd., hingga Pancarukmi R., S.Pd. Penyampaian materi disesuaikan dengan pemateri dan dilaksanakan di aula bagi siswa putri serta di masjid sekolah bagi siswa putra.

    Siswa saat mengikuti kegiatan pesantren kilat Ramadan.


    Selain sesi materi, kegiatan juga diisi dengan berbagai ibadah bersama seperti sholat dhuha, tadarus Al-Qur’an, serta diakhiri dengan sholat dhuhur berjamaah, dzikir, dan mengaji bersama. Kegiatan ibadah tersebut dipandu oleh sejumlah guru, di antaranya Erlangga Budi, S.Kom., Susi Handayani, S.Pd., Tri Sutrisno, S.Pd., Anita Dwi H., S.Pd., Endang Purwaningsih, S.Pd., hingga Hartati, S.Pd.

    Selama kegiatan berlangsung, suasana religius terasa kuat di lingkungan sekolah. Para siswa mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh antusias, baik saat mengikuti materi maupun ketika melaksanakan ibadah bersama.

    Panitia kegiatan, Latifah, S.Pd, menyampaikan Pesantren Ramadan menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemahaman sekaligus pengamalan ajaran Islam di kalangan siswa.

    “Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam, sekaligus membentuk karakter Islami dan akhlak mulia pada peserta didik SMA Negeri 1 Manyaran,” ujarnya.

    Ia juga menambahkan kegiatan tersebut dirancang agar siswa mampu memaksimalkan ibadah di bulan suci Ramadan serta mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.

    “Kegiatan ini bertujuan memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan, menanamkan disiplin, serta mengisi waktu luang dengan aktivitas positif. Harapannya siswa mampu mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari sehingga memiliki keimanan yang kuat,” jelasnya.

    Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Manyaran, Retno Winarmi, S.S., M.Pd., menjelaskan kegiatan Pesantren Ramadan merupakan bagian dari program pembelajaran yang disesuaikan dengan suasana bulan suci.

    “Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembelajaran di bulan Ramadan yang disesuaikan dengan suasana ibadah. Program tersebut juga selaras dengan Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025 tentang profil kelulusan, terutama pada aspek beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia,” jelasnya.

    Ia menguraikan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter peserta didik.

    “Kami tidak hanya menguatkan dari sisi akademik, tetapi juga dari sisi karakter siswa. Harapannya ketika mereka lulus, bukan hanya membawa nilai akademik yang baik, tetapi juga memiliki karakter religius yang kuat,” katanya.

    Retno menambahkan melalui kegiatan tersebut sekolah berharap kebiasaan ibadah siswa semakin meningkat dan nilai-nilai sopan santun dalam kehidupan sehari-hari semakin kuat.

    “Kami berharap ketertiban dalam beribadah semakin meningkat, termasuk dalam sholat berjamaah. Selain itu, karakter sopan santun kepada orang tua maupun sesama juga semakin baik. Intinya kegiatan ini untuk memperkuat karakter siswa,” ujarnya.

    Melalui Pesantren Ramadan 1447 H ini, SMA Negeri 1 Manyaran berupaya menanamkan nilai-nilai spiritual sekaligus membangun karakter siswa agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mengisi bulan suci Ramadan dengan aktivitas yang bermanfaat dan bernilai ibadah. (Sofyan)


    Baca juga: SMA Muhammadiyah 2 Manyaran Gelar Pesantren Ramadan dan Beragam Kegiatan Dakwah

    Ketua GOW Kabupaten Sukoharjo Hartini Wiwik Handayani menyerahkan santunan kepada anak yatim.


    GOW Sukoharjo Santuni 25 Anak Yatim di Bulan Ramadhan

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sukoharjo menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim pada Kamis (12/3/2026) di Sekretariat GOW Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30–10.30 WIB tersebut menjadi wujud kepedulian sosial organisasi perempuan di Sukoharjo dalam memaknai momentum bulan suci Ramadhan.

    Kegiatan diikuti oleh 64 pengurus dan anggota GOW, dua perwakilan dari DP2KBP3A Kabupaten Sukoharjo, serta 25 anak yatim yang hadir bersama wali mereka. Program santunan ini merupakan hasil kolaborasi antara GOW Kabupaten Sukoharjo dan DP2KBP3A Sukoharjo.

    Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars GOW, pembacaan doa, sambutan, penyerahan santunan kepada anak yatim, hingga penutup.

    Ketua GOW Kabupaten Sukoharjo periode 2026–2030, Hartini Wiwik Handayani menyampaikan kepengurusan GOW yang baru diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antar organisasi perempuan di Kabupaten Sukoharjo. Ia menguraikan keberjalanan organisasi tidak hanya bertumpu pada ketua, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pengurus dan anggota di setiap bidang.


    “Perjalanan GOW ke depan adalah kerja bersama seluruh pengurus dan anggota. Dengan kebersamaan ini, kita dapat menjalankan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

    Hartini menjelaskan santunan pada kegiatan ini diberikan kepada anak yatim dari 22 organisasi anggota GOW serta tambahan tiga anak yatim dari DP2KBP3A. Ia berharap kegiatan sosial serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

    Selain itu, GOW berkomitmen menjalankan program kerja yang selaras dengan kebijakan pemerintah daerah melalui koordinasi bersama DP2KBP3A. Dalam waktu dekat, organisasi tersebut juga mempersiapkan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kartini.

    Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala DP2KBP3A Kabupaten Sukoharjo, Sumini menyampaikan apresiasi atas kegiatan sosial yang digelar oleh GOW. Ia mengaku senang dapat menghadiri kegiatan GOW untuk pertama kalinya sekaligus memberikan ucapan selamat atas pengukuhan pengurus GOW periode 2026–2030.

    Menurutnya, GOW memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kegiatan positif, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan kepedulian sosial di masyarakat.

    “Kegiatan santunan anak yatim ini sangat baik, apalagi dilaksanakan di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi masyarakat dan menjadi ladang amal bagi semua pihak yang terlibat,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh organisasi yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian bersama. Ke depan, DP2KBP3A membuka peluang agar pertemuan rutin GOW dapat dilaksanakan di ruang DP2KBP3A guna memperkuat koordinasi program.

    Melalui kegiatan santunan ini, GOW Kabupaten Sukoharjo berharap dapat terus menumbuhkan semangat kepedulian sosial serta memperkuat peran organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: SMA Muhammadiyah 2 Manyaran Gelar Pesantren Ramadan dan Beragam Kegiatan Dakwah

    Kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat ini berlangsung di lampu merah Simpang Lima Kota Kabupaten Sukoharjo.


    Mahasiswa HIMASDA FKIP Univet Bantara Andum Takjil di Simpang Lima Sukoharjo, Tebar Kebaikan di Bulan Ramadan

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Himpunan Mahasiswa Sastra Daerah (HIMASDA) Mudha Wira Batana Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah menggelar kegiatan “Andum Takjil” dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat ini berlangsung di lampu merah Simpang Lima Kota Kabupaten Sukoharjo, Rabu (11/3/2026) mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.

    Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa membagikan paket takjil secara gratis kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas di kawasan tersebut menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan sosial ini mengusung tema “Satu Bungkus Takjil, Sejuta Kebaikan. Satu Langkah Berbagi, Sejuta Keberkahan.”

    Ketua HIMASDA, Della, menyampaikan kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.

    “Melalui kegiatan ini kami berharap setiap takjil yang dibagikan dapat menghadirkan senyum, meringankan langkah para pengendara dan masyarakat yang masih di perjalanan saat waktu berbuka tiba. Lebih dari sekadar makanan, ini tentang doa, kebersamaan, dan keberkahan yang kami usahakan bersama,” ujarnya.


    Ia menguraikan, takjil yang dibagikan berasal dari donasi berbagai pihak yang turut mendukung kegiatan tersebut. HIMASDA membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menyisihkan rezekinya di bulan Ramadan, baik berupa uang maupun makanan.

    “Donasi yang telah kami dapatkan seratus persen kami wujudkan dalam bentuk takjil dan kami berikan kepada para pengendara maupun masyarakat yang berada di pinggir jalan. Alhamdulillah semuanya telah terdistribusi. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan keikutsertaan semua pihak untuk menciptakan senyum di bulan suci ini. Semoga yang telah Panjenengan donasikan bisa menjadi berkah dan mendatangkan pahala dari Allah SWT,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, Tri Widiatmi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif para mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan berbagi di bulan Ramadan.

    Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya melatih kepedulian sosial mahasiswa, tetapi juga mempererat hubungan antara kampus dengan masyarakat.

    “Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan para mahasiswa. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan membawa keberkahan bagi mereka serta bagi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah ke depannya. Mari kita jadikan Ramadan tahun ini lebih bermakna dengan berbagi dan menebar kebaikan, karena bersama berbagi kita meraih berkah,” tuturnya.

    Melalui kegiatan Andum Takjil ini, para mahasiswa HIMASDA berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan yang penuh rahmat dan keberkahan. (Sofyan)


    Baca juga: SMA Muhammadiyah 2 Manyaran Gelar Pesantren Ramadan dan Beragam Kegiatan Dakwah

    Siswa saat mempresentasikan karya puisi islami.


    SMA Muhammadiyah 2 Manyaran Gelar Pesantren Ramadan dan Beragam Kegiatan Dakwah

    Wonogiri – majalahlarise.com - Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang penuh makna, SMA Muhammadiyah 2 Manyaran menggelar berbagai program keagamaan bagi siswa, guru, dan karyawan sekolah. Kegiatan tersebut meliputi safari dakwah, berbagi takjil, pembagian zakat, hingga Pesantren Ramadan yang dilaksanakan selama beberapa hari.

    Kepala SMA Muhammadiyah 2 Manyaran, Wening Hidayati, S.Pd menyampaikan rasa syukur karena kembali dipertemukan dengan bulan Ramadan tahun ini. Ia menguraikan sekolah telah menyusun sejumlah program untuk menghidupkan suasana Ramadan sekaligus meningkatkan kualitas keimanan seluruh warga sekolah.

    “Alhamdulillah kita dipertemukan Allah dengan bulan Ramadan tahun ini. SMA Muhammadiyah 2 Manyaran menyusun beberapa program di antaranya safari dakwah, berbagi takjil dan zakat, serta Pesantren Ramadan,” ujar Wening.

    Ia menjelaskan Pesantren Ramadan menjadi kesempatan berharga bagi para siswa untuk memperdalam pemahaman agama serta membentuk karakter yang lebih baik.

    “Pesantren Ramadan ini merupakan kesempatan emas bagi siswa-siswi untuk meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mereka. Saya berharap kegiatan ini menjadi sarana membentuk karakter dan kepribadian siswa yang lebih baik, sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya nilai-nilai agama dan moral serta menyadari hakikat manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah SWT,” tuturnya.

    Menurutnya, kegiatan tersebut juga memberi ruang bagi siswa untuk belajar, berlatih, dan beribadah bersama sehingga dapat merasakan kebahagiaan serta ketenangan jiwa selama Ramadan.

    “Di Pesantren ini siswa-siswi dapat belajar, berlatih, dan beribadah bersama sehingga mereka dapat merasakan kebahagiaan dan ketenangan jiwa. Saya mengajak seluruh siswa, guru, dan staf untuk berpartisipasi aktif agar Pesantren Ramadan berjalan lancar dan sukses,” ungkapnya.

    Siswa mengikuti sesi hukum fikih perjenazahan.


    Koordinator kegiatan Ramadan, Fajar Wahyu Dana, S.Pd, menjelaskan Pesantren Ramadan diselenggarakan selama empat hari, dimulai Selasa (10/3/2026) hingga puncaknya pada Jumat (13/3/2026).

    “Pesantren Ramadan ini diselenggarakan selama empat hari. Mulai Selasa sampai Jumat sebagai puncaknya. Setelah kegiatan pada hari Jumat, dilanjutkan dengan buka puasa bersama,” jelas Fajar.

    Ia menguraikan selama tiga hari pertama kegiatan berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 13.30 WIB dengan tiga sesi pembelajaran keagamaan.

    “Kegiatan diawali dengan salat Dhuha dan kegiatan Qur’aniyah bersama dari pukul 07.00 sampai 08.00. Setelah itu dilanjutkan sesi pertama pukul 08.00 sampai 09.30, sesi kedua pukul 10.00 sampai 11.30, kemudian persiapan salat Zuhur dan sesi ketiga dari pukul 12.15 sampai 13.30,” jelasnya.

    Sementara pada hari terakhir, selain kegiatan pesantren kilat juga dilaksanakan persiapan buka puasa bersama hingga setelah waktu Maghrib serta pembagian takjil kepada masyarakat.

    Selain Pesantren Ramadan, SMA Muhammadiyah 2 Manyaran juga mengadakan program tarawih keliling dengan melibatkan siswa yang telah memiliki kemampuan memimpin ibadah.

    “Program ini memberi kesempatan kepada siswa yang sudah mumpuni untuk terjun langsung ke masyarakat sebagai imam tarawih maupun menyampaikan kultum. Tujuannya menambah jam terbang mereka agar kelak siap terjun dalam kegiatan dakwah di masyarakat,” terangnya.

    Ia menuturkan program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Beberapa pengurus masjid bahkan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan dalam durasi lebih lama.

    “Alhamdulillah tanggapan masyarakat sangat baik. Mereka senang karena masjid menjadi lebih ramai. Bahkan ada pengurus masjid yang menanyakan apakah ada siswa yang bisa mengisi tarawih secara penuh selama satu bulan atau beberapa hari berturut-turut,” ungkapnya.

    Melalui rangkaian kegiatan Ramadan ini, pihak sekolah berharap nilai-nilai keislaman semakin tertanam dalam diri siswa, sekaligus membentuk generasi yang beriman, berakhlak baik, dan siap berkontribusi di tengah masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: FISH Univet Bantara Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim, Perkuat Silaturahmi dengan Ponpes Darurrohmah

    Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono menyerahkan santunan kepada anak yatim yang diterima langsung oleh pimpinan pondok ustadz Rohmad Handoyo.


    FISH Univet Bantara Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim, Perkuat Silaturahmi dengan Ponpes Darurrohmah

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan bagi anak yatim dari Pondok Pesantren Darurrohmah Al Jawahiri Tasikmadu Karanganyar. Kegiatan berlangsung di Gedung FISH lantai 2, Kamis (12/3/2026) mulai pukul 16.00 WIB.

    Acara ini menghadirkan pengasuh Pondok Yatim dan Miskin Darurrohmah Al Jawahiri beserta para santri, serta tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Ali Mursyid. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara civitas akademika FISH Univet Bantara dengan lembaga pendidikan pesantren.

    Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memohon doa dari para ulama dan santri untuk keberkahan fakultas.

    Doa bersama dipimpin oleh pimpinan Pondok Rohmad Handoyo.

    “Kami ingin bersilaturahmi dengan Bapak Kiai, Ibu Kiai, dan adik-adik santri dari Pondok Pesantren Darurrohmah. Harapan kami, dengan silaturahmi akan tercipta hubungan yang baik, menghadirkan keberkahan, rezeki yang melimpah, serta umur yang panjang,” ujar Joko Suryono.

    Ia juga menyampaikan harapan agar fakultas yang saat ini memiliki dua program studi yakni Prodi Ilmu Komunikasi dan Prodi Hukum terus mendapatkan rahmat Allah sehingga mampu memberikan pendidikan yang berkualitas bagi mahasiswa.

    “Kami juga memiliki hajat. Kami memohon doa dari Bapak Kiai dan seluruh santri agar Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum memperoleh keberkahan, mendapat cahaya rahmat dari Allah, sehingga dapat membimbing mahasiswa dengan pembelajaran yang baik dan tetap eksis dengan jumlah mahasiswa yang terus berkembang,” jelasnya.

    Sesi foto bersama.


    Sementara itu, Pimpinan Pondok Yatim dan Miskin Darurrohmah Al Jawahiri, Rohmad Handoyo, menyampaikan apresiasi atas kegiatan berbagi yang dilakukan oleh FISH Univet Bantara.

    “Kami dari pengasuh Pondok Pesantren Darurrahmah mengucapkan terima kasih atas kehadiran rombongan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo yang pada sore hari ini mengadakan kegiatan berbagi buka bersama dan santunan untuk anak-anak yatim di lingkungan pondok,” tuturnya.

    Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan tinggi dan pesantren serta membawa keberkahan bagi semua pihak.

    “Kami mendoakan semoga apa yang menjadi hajat Bapak Dekan dan seluruh civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum dikabulkan oleh Allah. Semoga fakultas ini semakin jaya, semakin banyak mahasiswanya, dan mampu mencetak generasi yang berakhlakul karimah serta berilmu yang bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa,” ungkapnya.

    Dalam tausiyah Ramadan, Prof. Ali Mursyid menguraikan keutamaan Al-Qur’an dan pengaruh besar kitab suci tersebut dalam kehidupan manusia. Ia menyampaikan bulan Ramadan sering terasa cepat berlalu bagi orang yang mengisi waktunya dengan ibadah. Bahkan rasa lelah hingga tertidur setelah beribadah tetap bernilai ibadah selama dilakukan karena kelelahan dalam ketaatan.

    Hiburan musik religi dari grup band Adhika Project yang mengiringi kebersamaan waktu berbuka puasa. 


    Ia juga menjelaskan kemuliaan Al-Qur’an mampu menjadikan sesuatu yang bersentuhan dengannya menjadi istimewa. Salah satunya terlihat pada waktu, di mana bulan Ramadan menjadi sangat mulia karena di dalamnya Al-Qur’an diturunkan. Keutamaan tersebut tercermin dari berbagai keistimewaan Ramadan, seperti pahala puasa yang diberikan langsung oleh Allah, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.

    Selain itu, malam turunnya Al-Qur’an yaitu Lailatul Qadar memiliki nilai ibadah yang lebih baik dari seribu bulan. Hal ini menunjukkan bagaimana Al-Qur’an menjadikan waktu yang biasa menjadi sangat istimewa.

    Prof. Ali juga menjelaskan kemuliaan Al-Qur’an terlihat pada manusia, malaikat, dan tempat. Nabi Muhammad menjadi penutup para nabi karena menerima wahyu Al-Qur’an melalui Malaikat Jibril yang menjadi malaikat sangat mulia karena membawa wahyu tersebut. Demikian pula Kota Mekah dan Madinah menjadi kota suci karena menjadi tempat turunnya Al-Qur’an selama 23 tahun.

    Pada akhir ceramahnya, ia mengingatkan umat Islam untuk tidak hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai hiasan di rumah, tetapi benar-benar membacanya, mempelajarinya, serta mengamalkannya secara istiqamah.

    “Orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an disebut sebagai sebaik-baik manusia. Al-Qur’an juga akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat bagi orang yang membacanya,” jelasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Dekan FISH Univet Bantara menyerahkan santunan kepada anak yatim yang diterima langsung oleh pimpinan pondok. Suasana kegiatan semakin hangat dengan penampilan menyanyi dari anak-anak yatim serta hiburan musik dari grup band Adhika Project yang mengiringi kebersamaan waktu berbuka puasa. (Sofyan)


    Baca juga: Cinta Ramadan SMPN 1 Wuryantoro Tanamkan Iman, Kepedulian, dan Karakter Siswa

    Siswa saat mengikuti kegiatan bertajuk Cinta Ramadan 1447 H / 2026 M dengan tema “Cahaya Iman Niat Taqwa Menuju Ampunan”. 


    Cinta Ramadan SMPN 1 Wuryantoro Tanamkan Iman, Kepedulian, dan Karakter Siswa

    Wonogiri – majalahlarise.com - Semangat menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, SMP Negeri 1 Wuryantoro menggelar kegiatan bertajuk Cinta Ramadan 1447 H / 2026 M dengan tema “Cahaya Iman Niat Taqwa Menuju Ampunan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 12–13 Maret 2026 dengan agenda Cinta Ramadan dan Pendalaman Materi, serta dilanjutkan pada 14 Maret 2026 melalui kegiatan Wonogiri Mengaji dan Berbagi Bersama Solo Peduli.

    Program ini menjadi bagian dari pembinaan karakter religius siswa melalui rangkaian ibadah, pembelajaran agama, dan kegiatan sosial yang melibatkan seluruh warga sekolah.

    Panitia kegiatan sekaligus guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 1 Wuryantoro, Kasmi, S.Pd., M.Pd, menyampaikan kegiatan Cinta Ramadan dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan kepedulian sosial kepada para siswa.

    Menurutnya, istilah CINTA dalam tema kegiatan memiliki makna khusus yang sarat nilai spiritual.

    “Cinta itu sendiri kami maknai sebagai akronim, yaitu C berarti cahaya, I iman, N niat, dan T taqwa menuju ampunan. Harapannya melalui kegiatan ini anak-anak semakin memahami makna Ramadan dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

    Ia menguraikan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama program berlangsung meliputi puasa, shalat berjamaah, pendalaman ilmu agama, serta kegiatan infak dan sedekah.

    “Kegiatannya antara lain puasa, shalat berjamaah seperti shalat Dzuhur bersama, kemudian tholabul ‘ilmi melalui pendalaman materi keagamaan, serta kegiatan shadaqah atau infak. Ini menjadi bagian dari pembelajaran agar siswa tidak hanya memahami agama secara teori tetapi juga mengamalkannya,” jelasnya.

    Selain kegiatan keagamaan, sekolah juga menggelar aksi sosial dengan menggalang infak serta memberikan santunan kepada anak yatim dan siswa kurang mampu.

    Kasmi menjelaskan, di SMP Negeri 1 Wuryantoro terdapat 37 siswa yatim dan piatu yang mendapat perhatian khusus dari sekolah.

    “Setiap tahun kami mengadakan santunan bagi anak yatim piatu. Di sekolah ini ada sekitar 37 siswa yatim atau piatu. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 20 anak yang mendapatkan bantuan rutin setiap bulan karena benar-benar berasal dari keluarga kurang mampu,” katanya.

    Ia menguraikan bantuan tersebut berasal dari donatur serta pengelolaan infak yang dihimpun oleh sekolah.

    “Setiap bulan mereka mendapat bantuan sekitar Rp165 ribu untuk membantu kebutuhan sekolah. Selain itu, pada bulan Ramadan ini juga ada tambahan bantuan dari para donatur, seperti beras lima kilogram untuk setiap anak,” ungkapnya.

    Menurut Kasmi, gerakan infak yang dilakukan siswa memiliki tujuan membangun empati serta kepedulian sosial antar teman.

    “Kami ingin menanamkan rasa kepedulian. Anak-anak belajar untuk berbagi dengan temannya yang membutuhkan. Dengan begitu, yang memberi merasa peduli, sementara yang menerima merasa dihargai dan diperlakukan seperti saudara,” katanya.

    Ia menambahkan kegiatan keagamaan seperti ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentengi siswa dari pengaruh negatif, termasuk kenakalan remaja yang semakin kompleks di era digital.

    “Kami berusaha memberikan penguatan akhlak agar anak-anak memiliki pemahaman agama yang baik. Dengan pemahaman itu, mereka akan lebih mampu menghindari hal-hal negatif yang sekarang banyak memengaruhi remaja,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, sekolah juga berharap tumbuh sikap empati, persaudaraan, serta budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.

    “Harapan kami, anak-anak semakin memahami agamanya dan menjalankan ibadah dengan keikhlasan, bukan karena terpaksa. Selain itu juga menumbuhkan empati, saling peduli, dan menghindari perilaku bullying di lingkungan sekolah,” menguraikan.

    Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Wuryantoro, Is Budiyarti, S.Pd menyampaikan kegiatan Cinta Ramadan menjadi momentum penting bagi siswa untuk meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci.

    “Harapan kami para siswa dapat lebih memantapkan diri dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadan tahun ini. Dengan sisa waktu Ramadan yang masih ada, mereka dapat mempercepat langkah untuk menyelesaikan target ibadah pribadinya,” tuturnya.

    Ia juga mendorong siswa untuk meningkatkan amalan sosial seperti infak dan sedekah sebagai bagian dari pembentukan karakter.

    “Selain ibadah pribadi, siswa juga kami dorong untuk meningkatkan amalan lain seperti infak dan shadaqah. Tujuan akhirnya adalah adanya peningkatan karakter menuju pribadi yang beriman dan bertakwa," urainya.

    Melalui kegiatan Cinta Ramadan ini, SMP Negeri 1 Wuryantoro berharap nilai-nilai keimanan, kepedulian sosial, serta akhlak mulia dapat semakin tertanam dalam diri para siswa sebagai bekal menjalani kehidupan di masa depan. (Sofyan)


    Baca juga: Pesantren Kilat Ramadan, SMP Negeri 2 Manyaran Perkuat Iman dan Karakter Siswa


Top