GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Tim Dosen Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI) saat foto bersama dengan peserta PKM di SD Negeri Jombor 1 Sukoharjo. |
Tim Dosen MPBI Univet Bantara Gelar PKM Integrasi Literasi Digital dan AI bagi Guru SD
SUKOHARJO – majalahlarise.com - Tim Dosen Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI), Program Pascasarjana Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kompetitif Bidang Ilmu (PMKBI) bertajuk Integrasi Literasi Digital dan Pembelajaran Bahasa melalui Aplikasi AI bagi Guru SD di SD Negeri Jombor 1 Sukoharjo, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini diikuti para guru sekolah dasar dengan antusias. Materi difokuskan pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi digital.
Ketua Tim PKM, Dr. Veronika Unun Pratiwi, M.Pd menyampaikan kegiatan tersebut merupakan implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
“Tadi kegiatan ini adalah salah satu dari Tridarma Perguruan Tinggi, Mas. Karena tugas dosen itu mengajar, meneliti, dan mengabdi. Nah, ini tadi adalah pengabdian dari kami, berbagi ilmu dengan para guru terkait AI, Artificial Intelligence,” ujarnya.
Ia menguraikan perkembangan teknologi yang kian pesat menuntut guru untuk terus beradaptasi agar proses pembelajaran semakin efektif dan menarik. Melalui pemanfaatan AI, guru dapat memperoleh berbagai kemudahan dalam menyusun materi ajar sekaligus meningkatkan kompetensi profesional.
“Bagaimana guru-guru itu akan terbantu dengan adanya teknologi yang canggih saat ini. Dengan AI, mereka bisa meningkatkan kreativitas, meningkatkan potensi dan kemampuan mereka untuk menjadi guru yang profesional,” jelasnya.
Menurutnya, AI membuka peluang pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih variatif, terutama dalam penguatan literasi digital. Beragam cerita rakyat, kearifan lokal, maupun teks pembelajaran yang selama ini hanya disajikan dalam bentuk tulisan, kini dapat dikembangkan dalam format visual dan multimodal.
“Pengajaran bisa lebih bervariasi dengan adanya AI, terkhusus untuk literasi digitalisasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Banyak cerita rakyat atau teks yang biasanya hanya berupa teks saja, dengan bantuan AI tidak hanya teks, tetapi bisa diubah dalam bentuk gambar,” tuturnya.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Dr. Veronika Unun Pratiwi, M.Pd (Ketua), Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum (Anggota), Dr. Mukti Widayati, M.Hum (Anggota), Dr. Benedictus Sudiyana, M.Pd (Anggota), Dr. Nurnaningsih, S.S., M.Hum (Anggota), serta dua mahasiswa anggota tim, Elizabeth Sri Maryati dan Ande Darma.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Univet Bantara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi sekaligus memperkuat literasi digital di lingkungan sekolah dasar. Integrasi AI dalam pembelajaran diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang lebih kontekstual, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi digital masa kini. (Gilang/ Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Pementasan unjuk kreativitas sekaligus pembuktian kemampuan berbahasa Inggris siswa kelas Global. |
English Performance 2026 SMP Muhammadiyah 7 Surakarta Angkat Tema “The Light Beyond the Screen”
SURAKARTA – majalahlarise.com - SMP Muhammadiyah 7 Surakarta menggelar pentas “English Performance” Kelas Program Global pada Rabu, 11 Februari 2026, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, bertempat di lingkungan sekolah setempat. Kegiatan ini menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus pembuktian kemampuan berbahasa Inggris siswa kelas Global.
Sebanyak 62 siswa tampil sebagai performer, terdiri dari 19 siswa kelas 7A, 22 siswa kelas 8A, dan 21 siswa kelas 9A. Pentas tahun ini mengusung tema “The Light Beyond the Screen” yang sarat pesan moral tentang pentingnya nilai spiritual di tengah derasnya arus digitalisasi.
Kepala SMP Muhammadiyah 7 Surakarta, Tri Winarni, S.Pd., dalam sambutan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“First, let's say hamdalah today because we can gather here to witness the student performance here. We know that English is a global language, but mastering English is not only mastering a language. It is a door to open more challenges. By mastering English, you can face the global world today,” tuturnya.
Ia menjelaskan tema “The Light Beyond the Screen” mengandung pesan moral agar siswa tetap mengingat Allah SWT di tengah paparan teknologi dan gawai.
![]() |
| Prosesi penerbangan balon tandai pembukaan pentas “English Performance” Kelas Program Global. |
“Walaupun anak-anak sekarang sudah terpapar gadget luar biasa, di balik screen itu harus tetap ingat kepada Allah SWT. Apa pun kondisi dunia global sekarang, yang diingat hanyalah Allah SWT, karena itu landasan utama kita hidup di dunia,” ujarnya.
Tri Winarni juga mengapresiasi kreativitas siswa serta dedikasi guru dan dukungan orang tua. “Four thumbs up for you all. Empat jempol untuk kalian semua,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.
Ketua Pelaksana, Fitriani Hermawanti, dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini merupakan hasil proses panjang yang dijalani siswa selama berbulan-bulan, bahkan sejak awal mereka menempuh pendidikan di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta.
“Apa yang panjenengan saksikan di sini merupakan proses dari beberapa bulan, bahkan tahunan selama mereka berada di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta,” jelasnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua siswa, tim pelatih, guru Bahasa Inggris, serta seluruh kru sekolah yang telah mendukung terselenggaranya English Performance 2026.
Sementara itu, Komite Sekolah, Windarti, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara di lingkungan sekolah. Ia menguraikan kegiatan ini sekaligus menjadi sarana sosialisasi dan promosi sekolah.
“Untuk anak-anak, jangan takut salah. Semuanya harus berusaha dan luar biasa. Terima kasih kepada Bapak-Ibu guru dan karyawan yang telah mendidik anak-anak kami dengan sabar dan tulus,” katanya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Surakarta. Anik Idriyani dari Dinas Pendidikan Kota Surakarta membacakan sambutan Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani. Dalam sambutannya disampaikan apresiasi atas penyelenggaraan English Performance yang memadukan kecakapan global dan pelestarian nilai budaya.
“Penguasaan bahasa Inggris merupakan kompetensi penting di era global. Namun kecakapan global tidak akan bermakna tanpa karakter, kreativitas, dan jati diri budaya,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Disebutkan pula generasi muda Surakarta mampu tampil percaya diri di panggung global tanpa meninggalkan akar budaya, tercermin dari penampilan siswa yang tetap mengenakan kebaya.
Kegiatan ini dinilai tidak hanya melatih kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga membangun keberanian, kerja sama, rasa percaya diri, serta kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa. Pemerintah Kota Surakarta berharap kegiatan serupa terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain.
Melalui English Performance 2026, SMP Muhammadiyah 7 Surakarta menunjukkan komitmen menghadirkan pendidikan yang seimbang antara kompetensi global dan nilai spiritual, membekali siswa menjadi generasi unggul, berkarakter, dan siap menatap masa depan. (Sofyan)
Artikel Pengembangan Profesi
Pentingnya Mikroreflektif Guru dan Dosen Abad XXI untuk Menyiapkan Generasi Emas Indonesia dalam Perspektif Pragmatik dan Psikopragmatik
Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S. M.Hum.
Dosen PBSI FKIP UNS, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & DIKLISA
Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa
![]() |
| Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S. M.Hum. |
"Kawan, pentingnya evaluasi diri sebagai upaya peningkatan dan pengembangan diri secara berkelanjutan agar menjadi lebih baik dan menjadi virus-virus positif bagi multigenerasi NKRI”
Guru dan dosen abad XXI harus menjadi teladan bagi siswa dan mahasiswanya dalam multikonteks pembelajaran dan multikonteks kehidupan dalam perspektif pragmatik dan psikopragmatik. Guru dan dosen abad XXI harus memahami pragmatik dan psikopragmatik sebagai dasar mikroreflektif dalam multikonteks pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Keterpahaman guru dan dosen abad XXI terhadap karakter dan maksud ujaran siswa dan mahasiswa dalam pembelajaran akan menjadi landasan penting untuk melaksanakan mikroreflektif dalam pembelajaran. Hal ini sebagai bentuk keteladanan yang harus diajarkan kepada siswa dan mahasiswa, baik di kelas maupun luar kelas.
Setiap guru dan dosen abad XXI telah memiliki kompetensi hardskill dan softskill yang diperoleh saat kuliah sarjana pendidikan atau nonkependidikan dengan pendidikan profesi guru yang diikutinya sebagai bukti profesionalisme sebagai guru dan dosen abad XXI yang kompeten dan profesional. Komitmen guru dan dosen abad XXI untuk dapat menjadi pendidik yang mendidik dengan hati dan kesantunan, mendidik dengan membimbing, dan mendidik dengan mendampingi sebagai sahabat berdiskusi harus diniatkan sebagai wujud implementasi beribadah sebagai guru dan dosen abad XXI. Hal ini sebagai bentuk implementasi psikopragmatik dalam pembelajaran dan mikroreflektif yang dilaksanakan guru dan dosen abad XXI harus dapat mengidentifikasi maksud dan ujaran, tindak tutur, implikatur, deiksis, prinsip kerja sama, prinsip kesantunan siswa dan mahasiswa yang melibatkan konteks kehidupan dan keseharian dalam multikonteks kehidupan siswa dan mahasiswa yang diselaraskan dengan multikonteks kehidupan guru dan dosen abad XXI dalam kebhinekaan sesuai dengan bhineka tunggal ika.
Guru dan dosen abad XXI memiliki kompetensi hardskill dan softskill yang diperoleh melalui pembelajaran bersama guru dan dosennya di sekolah maupun kampus. Namun demikian ada juga kompetensi hardskill dan softskill diperoleh melalui pembelajaran mandiri harus menjadi teladan dan contoh bagi siswa dan mahasiswa di sekolah dan perguruan tinggi. Guru dan dosen abad XXI akan terus berbagi dan menjadi pendidik sejati bagi siswa dan mahasiswa dengan aneka model dan pendekatan pembelajaran yang beragam. Semangat untuk menceritakan aneka kasus dalam pembelajaran untuk dikaji dan dianalisis secara kritis agar dapat menjadi penguatan dan kompetensi hardskill dan softskill bagi siswa dan mahasiswa yang beragam. Kemudian hasil analisis kritis tersebut dapat menjadi pemantik ide bagi siswa dan mahasiswa untuk dapat menghasilkan proyek. Misalnya: menulis kreatif berbasis konteks alam, budaya, seni, hukum, politik, agama, bahasa, dan aneka kasus lainnya yang dapat dijadikan sebagai pemantik ide dan gagasan sebagai kasus yang akan menginspirasi pembuatan proyek berikutnya. Oleh karena itu, metode pembelajaran yang digunakan berbasis kasus dan proyek secara komprehensif untuk memantik daya kritis siswa dan mahasiswa abad XXI.
Kompetensi hardskill dan softksill harus dimiliki berimbang bagi guru dan dosen abad XXI era digital. Hal ini sebagai upaya untuk mengimbangi kebutuhan siswa dan mahasiswa abad XXI era digital yang kaya dengan konsep pengetahuan yang diperoleh secara mandiri berbasis perpustakaan digital yang sangat mudah diakses. Banyak sumber-sumber pengetahuan digital yang dapat dijadikan sumber literasi digital saat ini bagi siswa dan mahasiswa era digital. Oleh karena itu, guru dan dosen abad XXI juga harus terus berliterasi dengan ratulisa (rajin menulis dan membaca) dan juga ikut belajar berkomunikasi kritis melalui komunitas literasi, seperti: Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa, Komunitas Diklisa (Dialog Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra), dan komunitas-komunitas literasi yang tersebar di seluruh wilayah NKRI. Dengan demikian guru dan dosen abad XXI akan terus melek literasi, kritis, komunikasi, dan kolaboratif bersama siswa dan mahasiswanya. Hal inilah yang dapat dicontohkan guru dan dosen abad xxi sebagai implementasi keterampilan abad XXI, yaitu: (1) berpikir kreatif, (2) berpikir kritis, (3) komunikatif, dan (4) kolaboratif. Implementasi keterampilan abad XXI ini akan terus dilatih dan dipantik dengan latihan terus-menerus yang akhirnya akan menjadi kompetensi hardskill dan softskill bagi guru dan dosen abad XXI era digital.
Pembelajaran kreatif dan inovatif di kelas dan atau luar kelas yang didampingi guru dan dosen abad XXI sebagai fasilitator tentu harus dilakukan evaluasi secara bertahap dan berkelanjutan. Hal ini menjadi salah satu kompetensi mikroreflektif yang harus dikuasai oleh guru dan dosen abad XXI. Pentingnya mikroreflektif guru dan dosen abad XXI sebagai bentuk evaluasi diri dan lembaga secara bertahap dan berkelanjutan. Kompetensi mikroreflektif merupakan kompetensi yang harus dimiliki seorang guru atau dosen abad XXI untuk dapat melakukan evaluasi pembelajaran, analisis kritis terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh teman sebaya atau guru/dosen yang diminta untuk melakukan evaluasi pembelajarannya baik di kelas maupun di luar kelas.
Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam mikroreflektif antara lain: keterampilan membuka, menjelaskan, menguatkan, meyimpulkan, mengevaluasi, dan menutup pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kompetensi mikroreflektif ini menjadi dasar dalam pembelajaran microteaching bagi guru-guru abad XXI atau PEKERTI (Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional) dan AA (Applied Approach) bagi dosen-dosen abad XXI. Dengan guru menguasai keterampilan microteaching secara efektif dan dosen menguasai kompetensi PEKERTI dan AA secara efektif tentu akan dapat menjadi contoh dan teladan pembealajaran kreatif dan inovatif bagi siswa dan mahasiswanya secara komprehensif. Hal terpenting dalam mikroreflektif guru dan dosen abad XXI adalah membangun kesadaran bahwa guru dan dosen abad XXI tidak selamanya benar dan tidak memiliki kelemahan dalam multikonteks pembelajaran dalam perspektif pragmatik dan psikopragmatik bagi guru, dosen, siswa, dan mahasiswa abad XXI.
Upaya-upaya peningkatan kompetensi mikroreflektif guru dan dosen abad XXI harus terus dilatih dan dilakukan terus-menerus secara mandiri dan lembaga. Hal ini juga dapat dilaksankan dengan melibatkan evaluasi pembelajaran oleh siswa dan mahasiswa setelah selesai pembelajaran. Siswa dan mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran dan perkuliahan diminta memberikan umpan balik, masukan, saran, dan analisis kritis tanpa ada yang ditutup-tutupi dan tidak akan berpengaruh terhadap hasil penilaian pembelajaran atau perkuliahan yang mereka ikut. Dengan demikian akan diperoleh hasil evaluasi pembelajaran yang objektif yang dilakukan oleh siswa dan mahasiswa. Upaya evaluasi diri guru dan dosen abad XXI ini menjadi bagian upaya perbaikan, peningkatan, dan pengembangan diri guru dan dosen abad XXI yang kreatif dan inovatif terhadap kompetensi mikroreflektif ini akan sangat mendukung perbaikan pembelajaran dan perkuliahan bagi siswa dan mahasiswa secara bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan multikonteks pembelajaran dan kehidupan dalam perspektif pragmatik dan psikopragmatik.
Apabila diingat kembali hasil potret pendidikan tahun 2024 yang disampaikan oleh Mendikdasmen RI, Bapak Abdul Muti bahwa kompetensi literasi menulis, membaca, dan numerik masyarakat Indonesia masih belum sesuai target yang diharapkan. Kemudian berdasarkan hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) siswa tahun 2025 juga belum sesuai target yang diharapkan tentu ini harus menjadi dasar bagi guru dan dosen abad XXI untuk melakukan evaluasi diri bersama. Pertama, “Mengapa guru? Guru merupakan fasilitator dan teman bagi siswa di sekolah dasar dan sekolah menengah yang setiap hari menemani dan membimbing anak-anak Indonesia untuk terus belajar dan membelajarkan diri agar dapat memiliki kompetensi hardskill dan softskill yang kuat dan berimbang. Guru juga sebagai orang tua kedua setelah proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru sejati anak-anak Indonesia, yaitu kedua orang tuanya pada ranah pendidikan keluarga, yaitu di rumah masing-masing. Dengan demikian, peran guru abad XXI sangat penting dan harus terus melakukan evaluasi diri dengan berbagai instrumen evaluasi yang terukur agar dapat meningkatkan kompetensi anak didiknya secara bertahap dan berkelanjutan. Hal ini sebagai upaya agar anak-anak Indonesia dapat menjadi teladan dalam belajar, kuat psikologis, akhlak, karakternya, dan terus membuka cakrawala pengetahuannya dengan berliterasi Ratulisa bersama Diklisa sepanjang masa.
Kedua, “Mengapa dosen? Dosen merupakan fasilitator, peneliti, pengabdi kepada masyarakat, dan teman belajar serta diskusi bagi mahasiswa yang ke depannya dapat berprofesi sebagai guru-guru abad XXI dan pemimpin masa depan di Indonesia. Upaya untuk terus menyiapkan guru-guru abad xxi yang kreatif, inovatif, produktif, dan inspiratif dilakukan oleh dosen di kampus. Oleh karena itu, semua kampus yang menghasilkan sarjana, magister, doktor, baik lulusan FKIP, STKIP, ITP, IKIP maupun kampus-kampus yang memiliki profil lulusan sebagai pendidik, baik kampus PTN maupun PTS di Indonesia harus melakukan evaluasi diri secara bertahap dan berkelanjutan. Hal ini sebagai bentuk refleksi kelembagaan akan produk sarjana yang dihasilkan sebagai guru dan dosen abad xxi harus betul-betul memiliki kompetensi hardskill dan softskill yang berimbang dan memiliki kompetensi mikroreflektif yang kritis dan santun.
Guru-guru dan dosen-dosen abad XXI di seluruh wilayah NKRI sebaiknya dapat melakukan evaluasi diri dengan 5M: (1) mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan, (2) merencanakan program perbaikan, (3) melaksanakan program perbaikan, (4) mengevaluasi hasil perbaikan, dan (5) menindaklanjuti hasil evaluasi diri dan lembaga. Merujuk pada hasil evaluasi 5M tersebut tentu guru dan dosen abad XXI akan dapat mengimplementasikan metode pembelajaran mendalam (deep learning) yang saat ini dicanangkan Mendikdasmen RI, agar guru dan dosen abad XXI benar-benar menjadi contoh dan teladan sebagai fasilitator pembelajaran dengan BBM; (1) Berkesadaran (mindful learning); (2) Bermakna (meaningful learning); dan (3) Menyenangkan (joyful learning). Berdasarkan hasil keunggulan dan kelemahan tersebut dapat ditindaklanjuti secara bertahap dan dievaluasi kembali secara periodik sehingga hasilnya benar-benar terjadi peningkatan terhadap kompetensi guru dan dosen abad XXI yang profesional, unggul, kreatif, inovatif, produktif, dan inspiratif.
Wahai guru dan dosen abad XXI di seluruh wilayah NKRI marilah kita bersama-sama melakukan evaluasi diri dengan mikroreflektif yang berbasis pada multikonteks pembelajaran dan multikonteks kehidupan dalam perspektif pragmatik dan psikopragmatik untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi diri sebagai guru dan dosen abad XXI agar dapat menjadi contoh dan teladan bagi multigenerasi NKRI abad xxi sebagai generasi emas dan calon pemimpin masa depan di Indonesia. Guru dan dosen abad XXI harus terus berani melakukan evaluasi diri dan menemukan aneka model dan metode pembelajaran yang paling tepat bagi siswa dan mahasiswanya yang tersebar di sekolah dasar, menengah, dan pendidikan tinggi di 38 provinsi di Indonesia. Selamat mencoba dan menjadi teladan bagi diri sendiri dan lingkungan di sekitarmu maka jangan pernah takut untuk memulai dan mencobanya.
“Riak-riak gelombang di pantai akan terus bergerak sebagai bukti kedangkalan air di tepian tetapi gelombang itu akan tenang dan menenggelamkan sebagai bukti kedalaman air yang berada di tengah lautan”
Istana Arfuzh Ratulisa dan Diklisa Surabaya, 11 Februari 2026
Pendidikan
![]() |
| Prosesi Pelepasan Wisudawan Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI) periode XXV, XXVI, dan XXVIII tahun 2026. |
Sebanyak 62 Lulusan MPBI Univet Bantara Resmi Dilepas, Siap Berkontribusi di Dunia Pendidikan
Sukoharjo – majalahlarise.com - Program Pascasarjana Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) menggelar Tasyakuran dan Pelepasan Wisudawan Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI) periode XXV, XXVI, dan XXVIII tahun 2026. Kegiatan berlangsung khidmat di Ballroom Kusuma Sahid Prince Hotel Surakarta, Selasa (10/2/2026), mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Sebanyak 62 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi pelepasan sebagai penanda berakhirnya perjalanan akademik jenjang magister dan dimulainya pengabdian di tengah masyarakat. Acara ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, pengurus yayasan, dosen Pascasarjana, serta keluarga wisudawan.
Pjs Direktur Pascasarjana Univet Bantara, Dr. Nurnaningsih, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas capaian para lulusan. Ia menguraikan perjalanan studi magister bukan proses yang mudah dan menuntut komitmen tinggi.
“Saya merasa sangat bangga dan bahagia melihat Bapak dan Ibu sekalian yang hari ini telah sampai pada titik ini. Perjalanan akademik di jenjang magister penuh perjuangan, pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran,” tuturnya.
![]() |
| Jajaran pimpinan universitas, pengurus yayasan, dosen Pascasarjana, serta wisudawan saat foto bersama. |
Ia juga berpesan agar gelar Magister Pendidikan Bahasa Indonesia tidak hanya menjadi simbol akademik, melainkan amanah moral dan intelektual.
“Ilmu yang diperoleh di Univet Bantara kami harapkan dapat diimplementasikan secara nyata di instansi masing-masing maupun di masyarakat luas. Teruslah berkarya, berinovasi, dan jagalah nama baik almamater,” ungkapnya.
Ditambahkannya, dalam pelepasan ini terdapat wisuda tiga bersaudara kandung yaitu Enny Suryanti, M.Pd, Rohmat Suryanto, M.Pd, Retno Tri Widayati, M.Pd dan dua bersaudara kandung yaitu Yuliah Rohani, M.Pd, Trias Nafiulana, M.Pd.
Sementara itu, Wakil Rektor I Univet Bantara, Dr. Ir. Sri Hartati, M.P., mewakili Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum menyampaikan laporan akademik sekaligus apresiasi atas capaian para wisudawan yang berhasil menyelesaikan studi tepat waktu di tengah kesibukan profesi.
“Keberhasilan ini menjadi bukti kerja keras, ketekunan, dan dedikasi Bapak Ibu sekalian. Gelar magister membawa konsekuensi pada peningkatan kualitas berpikir dan bertindak sebagai pendidik,” jelasnya.
Ia juga mendorong lulusan MPBI untuk terus mengembangkan budaya literasi dan riset, serta menjaga jejaring alumni dengan almamater.
Ketua Pembina Yayasan Pembina Pendidikan Perguruan (YPPP) Veteran Sukoharjo, Drs. Bambang Margono, M.M., dalam sambutannya menekankan nilai karakter yang melekat pada identitas “Veteran”.
“Gelar magister bukan sekadar tambahan nama, tetapi amanah untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat. Lulusan Univet Bantara kami harapkan memiliki jiwa juang, integritas, dan semangat pengabdian,” katanya.
Ia juga menyampaikan komitmen yayasan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan infrastruktur demi mencetak lulusan unggul dan kompetitif.
Ketua Panitia, Alim Susilo, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menguraikan kegiatan pelepasan wisudawan sebagai wujud rasa syukur, kebersamaan, serta penghargaan atas perjuangan akademik mahasiswa MPBI.
“Kegiatan ini juga bertujuan mempererat silaturahmi antara mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika Pascasarjana Univet Bantara,” ujarnya.
Mewakili wisudawan, Marjito, S.Pd., M.Pd., menyampaikan kesan selama menempuh studi di Pascasarjana Univet Bantara. Ia mengungkapkan suasana akademik yang kekeluargaan sekaligus profesional menjadi pengalaman berharga.
“Bapak dan Ibu dosen bukan hanya pengajar, tetapi mentor yang dengan sabar membimbing kami, terutama dalam menyelesaikan tesis. Gelar magister ini menjadi awal tanggung jawab yang lebih besar,” ungkapnya.
Rangkaian acara pelepasan berlangsung tertib, penuh kebersamaan, dan ditutup dengan doa serta ramah tamah. Kegiatan ini menjadi penanda transisi para lulusan MPBI Univet Bantara untuk melangkah sebagai pendidik dan intelektual yang siap berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia. (Sofyan)
Baca juga: Salimah Kabupaten Sukoharjo Lantik Pengurus Cabang Baru Periode 2026–2030
Komunitas
![]() |
| Pembacaan ikrar Pengurus Pimpinan Cabang Salimah Kecamatan Tawangsari, Bulu dan Weru. |
Salimah Kabupaten Sukoharjo Lantik Pengurus Cabang Baru Periode 2026–2030
SUKOHARJO – majalahlarise.com - Menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (PD Salimah) Kabupaten Sukoharjo menggelar agenda pelantikan pengurus Pimpinan Cabang (PC) se-Kabupaten Sukoharjo periode 2026–2030 yang dirangkai dengan kegiatan Tarhib Ramadhan. Pelantikan dilaksanakan secara serentak dan terbagi dalam empat zona sebagai bentuk efektivitas dan pemerataan pelaksanaan kegiatan.
Zona pertama meliputi pelantikan PC Salimah Kecamatan Tawangsari, Bulu, dan Weru yang berlangsung pada 6 Februari 2026 di Masjid Akbar Tawangsari. Zona kedua dilaksanakan pada 8 Februari 2026 di Masjid Muhajirin Kedungwinong untuk PC Salimah Kecamatan Nguter, Bendosari, dan Sukoharjo. Pada hari yang sama, zona ketiga digelar di Masjid Khodijah Gentan dengan peserta pelantikan dari PC Salimah Kecamatan Baki, Kartasura, dan Gatak. Sementara itu, zona keempat meliputi PC Salimah Kecamatan Polokarto, Grogol, dan Mojolaban yang dilaksanakan pada 8 dan 10 Februari 2026.
Kegiatan pelantikan ini menjadi langkah strategis PD Salimah Kabupaten Sukoharjo dalam memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan, sekaligus memberikan pembekalan spiritual kepada para pengurus dan anggota agar mampu menebar manfaat yang lebih luas di tengah masyarakat.
Para pengurus Pimpinan Cabang yang dilantik menyatakan kesiapan dan komitmen untuk menjadi garda terdepan dalam pemberdayaan perempuan, anak, dan keluarga di wilayah masing-masing. Momentum pelantikan ini dipandang sebagai penyegaran energi organisasi agar program-program Salimah dapat berjalan lebih optimal dan merata hingga tingkat akar rumput.
Dalam sesi arahan, Ketua PD Salimah Kabupaten Sukoharjo, Titik Haryanti, S.K.M., M.P.H., menyampaikan setiap amanah yang diberikan merupakan takaran terbaik dari Allah dan tidak akan salah pundak. Ia menguraikan melalui wadah organisasi Salimah, para pengurus diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal dalam menjalankan program kerja yang berdampak serta membawa maslahat, khususnya bagi perempuan, anak, dan keluarga.
“Melalui peran masing-masing di kepengurusan, Salimah diharapkan terus hadir memberikan solusi dan pendampingan bagi masyarakat, terutama dalam membangun keluarga yang kuat dan berdaya,” ujar Titik Haryanti.
Dengan semangat baru dari jajaran pengurus yang baru dilantik, Salimah Kabupaten Sukoharjo optimis mampu meningkatkan kontribusinya dalam mewujudkan masyarakat yang religius, berdaya, dan sejahtera. (Sofyan)
Baca juga: Bekali Literasi Digital, Polres Sragen dan Mafindo Gelar Pelatihan “AI Ready ASEAN”
Pendidikan
![]() |
| Polres Sragen bersinergi dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar pelatihan literasi digital bertajuk “AI Ready ASEAN”. |
Bekali Literasi Digital, Polres Sragen dan Mafindo Gelar Pelatihan “AI Ready ASEAN”
SRAGEN – majalahlarise.com - Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa dua sisi yang saling berkelindan. Di satu sisi, AI membuka peluang besar bagi inovasi dan kemudahan akses informasi. Di sisi lain, teknologi ini juga menyimpan potensi ancaman serius, terutama dalam bentuk kejahatan siber dan disinformasi digital.
Merespons kondisi tersebut, jajaran Polda Jawa Tengah melalui Polres Sragen bersinergi dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar pelatihan literasi digital bertajuk “AI Ready ASEAN”, Senin (9/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Satya Haprabu Polres Sragen ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor antara institusi penegak hukum dan pegiat literasi digital. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab, khususnya di wilayah Kabupaten Sragen.
Pelatihan ini juga mendapat perhatian luas karena didukung oleh dua lembaga internasional, yakni ASEAN Foundation dan Google.org. Dukungan tersebut menegaskan isu literasi AI telah menjadi agenda strategis dalam memperkuat ketahanan informasi di kawasan Asia Tenggara.
Kegiatan “AI Ready ASEAN” menyasar kalangan generasi muda dengan menghadirkan 100 siswa perwakilan SMA dan SMK dari 19 sekolah di Kabupaten Sragen. Para pelajar ini dipandang memiliki peran penting sebagai digital native yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jawa Tengah, Sigit Susilo, S.E., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, literasi AI menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan era digital.
“Anak-anak SMA dan SMK merupakan garda terdepan dalam penggunaan teknologi. Pelatihan ini tidak hanya membahas aspek teknis, tetapi juga membangun kesadaran agar mereka mampu memilah teknologi yang membawa manfaat serta menghindari dampak negatif bagi diri sendiri dan lingkungan sekolah,” ujar Sigit Susilo.
Sementara itu, Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, S.I.K., M.Si. memberikan gambaran reflektif mengenai karakter teknologi AI yang berkembang saat ini.
“Perkembangan teknologi informasi ibarat api. Ketika digunakan secara tepat, ia memberikan manfaat besar. Namun jika dimanfaatkan secara keliru, teknologi ini bisa membakar dan menimbulkan dampak merugikan bagi diri sendiri maupun orang lain,” tutur AKBP Dewiana.
Selama pelatihan berlangsung, peserta diajak mengenali berbagai risiko teknologi digital, mulai dari penyebaran hoaks berbasis deepfake hingga manipulasi data yang sulit dibedakan secara kasat mata. Melalui metode interaktif, Mafindo bersama Polres Sragen membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis serta keterampilan memverifikasi informasi secara mandiri.
Sinergi antara Polres Sragen dan Mafindo ini diharapkan mampu melahirkan duta-duta digital dari kalangan pelajar. Mereka tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran etis dan benteng moral yang kuat dalam menghadapi derasnya arus disinformasi di masa mendatang. (DF/ Sofyan)
Baca juga: PKBM Syifa Surakarta Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lewat Pelatihan Olahan Bayam Brazil
Kabar Desa
![]() |
| Warga RT 07 Bangak Kalongan menggelar Mujahadah Birul Walidain. |
Warga RT 07 Bangak Kalongan Gelar Mujahadah Birul Walidain Sambut Bulan Sya’ban
Boyolali — majalahlarise.com - Warga RT 07 Bangak Kalongan menggelar Mujahadah Birul Walidain sebagai bagian dari tradisi spiritual dalam menyambut datangnya bulan Sya’ban. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 7 tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, diikuti warga setempat bersama para undangan.
Mujahadah Ruwah ini menghadirkan Ustadz Pujiono, Pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafiul Ulum Canden, Sambi, sebagai penceramah. Dalam tausyiahnya, Ustadz Pujiono menguraikan tema Hikmah Bulan Sya’ban yang menekankan pentingnya menjadikan Sya’ban sebagai momentum memperbaiki niat dan meningkatkan kualitas ibadah menjelang Ramadhan.
“Bulan Sya’ban adalah bulan peningkatan kualitas ibadah dan pembersihan hati. Di bulan inilah amal-amal kita diangkat, sehingga perlu diisi dengan taubat, doa, serta mempererat ukhuwah,” tutur Ustadz Pujiono di hadapan jamaah.
Ia juga mengajak seluruh warga untuk menjadikan mujahadah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan masyarakat melalui sikap saling menghormati dan berbakti kepada orang tua.
Ketua panitia kegiatan, Suyamdi, mengapresiasi antusiasme warga RT 07 Bangak Kalongan yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, mujahadah ini tidak sekadar rutinitas keagamaan, tetapi juga ruang kebersamaan warga.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan pihak yang telah berpartisipasi. Semoga kegiatan Mujahadah Birul Walidain ini menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” ujar Suyamdi.
Rangkaian acara ditutup dengan doa mujahadah yang dipimpin oleh Zulbaidi. Dalam doa tersebut, seluruh jamaah memohon kesehatan, keberkahan umur, serta kesiapan lahir dan batin dalam menyongsong bulan suci Ramadhan.
Kegiatan Mujahadah Birul Walidain ini menjadi wujud nyata kebersamaan warga RT 07 Bangak Kalongan dalam menjaga tradisi keagamaan, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. (Sofyan)
Baca juga: PKBM Syifa Surakarta Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lewat Pelatihan Olahan Bayam Brazil
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...











