Kegiatan buka puasa bersama sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kekompakan antar dosen.


    Dosen DKV FSRD ISI Surakarta Tingkatkan Kinerja dan Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama

    Solo – majalahlarise.com - Civitas akademik Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar kegiatan buka puasa bersama sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kekompakan antar dosen. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (6/3/2026) di Hotel Fim by Zigna Solo.

    Agenda yang rutin digelar setiap bulan Ramadan ini diikuti belasan dosen Prodi DKV FSRD ISI Surakarta. Mereka hadir dengan dresscode bernuansa dominan hitam dan coklat, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dalam momen kebersamaan di luar lingkungan kampus.

    Selain menjadi ajang berbuka puasa bersama, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai berbagai program kerja program studi, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Kebersamaan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi serta meningkatkan kualitas kinerja akademik di lingkungan Prodi DKV.

    Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta, M. Harun Rosyid Ridlo, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan antar dosen sekaligus memberikan suasana penyegaran dari rutinitas akademik di kampus.

    “Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, kami ingin merekatkan jalinan silaturahmi khususnya antar dosen internal prodi. Selain itu juga menjadi momen refreshing dengan melakukan pertemuan di luar kampus sehingga suasana kebersamaan lebih terasa,” jelasnya dalam rilis yang diterima.

    Salah satu dosen DKV, Hening Laksani, juga menyampaikan antusiasmenya mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai momen seperti ini sangat penting untuk memperkuat hubungan personal antar dosen di lingkungan program studi.

    “Kegiatan ini sangat menyenangkan dan penuh kehangatan. Saya berharap kegiatan buka puasa bersama seperti ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun sehingga antar dosen semakin saling mengenal dan silaturahmi tetap terjaga,” tuturnya.

    Melalui kegiatan tersebut, Prodi DKV FSRD ISI Surakarta berharap kebersamaan yang terjalin mampu mendukung peningkatan kualitas kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi antar civitas akademik dalam menjalankan berbagai program pendidikan di masa mendatang. (Sofyan)


    Baca juga: Siswa Kelas V SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar Buka Bersama, Belajar Memahami Hari Raya Besar dan Kecil

    Siswa kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar kegiatan buka puasa bersama di Balai Desa Ngaru-aru.


    Siswa Kelas V SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar Buka Bersama, Belajar Memahami Hari Raya Besar dan Kecil

    Boyolali – majalahlarise.com - Siswa kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar kegiatan buka puasa bersama di Balai Desa Ngaru-aru, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan di bulan Ramadhan ini diikuti seluruh siswa kelas V bersama wali kelas serta para wali murid.

    Kegiatan tersebut mengangkat tema “Memahami Hari Raya Besar & Kecil” sebagai bagian dari pembelajaran keislaman bagi para siswa. Dalam kesempatan itu, materi kajian disampaikan oleh Ustadz Muhammad Zumaro, S.Pd yang menguraikan tentang berbagai hari raya dalam Islam beserta makna dan hikmah yang terkandung di dalamnya.

    Dalam pemaparannya, Ustadz Zumaro menjelaskan kepada para siswa bahwa hari raya dalam Islam tidak sekadar menjadi momen perayaan, tetapi juga sarana meningkatkan keimanan dan kebersamaan.

    “Hari raya dalam Islam bukan hanya tentang kegembiraan, tetapi juga momentum untuk memperbanyak rasa syukur, mempererat ukhuwah, serta meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT,” tuturnya.

    Ketua panitia kegiatan, Dwi Trisiwi, S.Pd yang akrab disapa Mama Zafran, menyampaikan kegiatan buka bersama tersebut menjadi sarana pembelajaran sekaligus memperkuat hubungan antara siswa, orang tua, dan guru.

    “Melalui kegiatan buka bersama ini kami berharap anak-anak tidak hanya merasakan kebersamaan Ramadhan, tetapi juga memahami nilai-nilai Islam secara lebih mendalam,” ujarnya.

    Kegiatan ini turut didampingi oleh para wali kelas V SD Muhammadiyah PK Banyudono, yaitu Desi Wulandari, S.Pd selaku wali kelas VA, Maya Dwi Kartika, S.E wali kelas VB, serta Anggun Wicaktini, S.Pd wali kelas VC.

    Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, S.Si., M.M menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan selama Ramadhan memiliki peran penting dalam pembentukan karakter siswa.

    “Kegiatan Ramadhan seperti buka bersama dan kajian keislaman sangat baik untuk menanamkan nilai kebersamaan, memperkuat pemahaman agama, serta membangun karakter siswa sejak dini,” jelasnya.

    Acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan diawali dengan kajian keislaman, dilanjutkan doa bersama, kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti seluruh peserta dalam suasana penuh kebersamaan. (Sofyan)


    Baca juga: Mahasiswa ISI Surakarta Raih Juara II Lomba Desain Keranda Jenazah dengan Pendekatan Ergonomi



    Mahasiswa ISI Surakarta Raih Juara II Lomba Desain Keranda Jenazah dengan Pendekatan Ergonomi

    Surakarta – majalahlarise.com - Mahasiswa Program Studi Desain Interior Institut Seni Indonesia Surakarta, Robiantoro Rinto Wijaya, meraih Juara II dalam Lomba Desain Keranda Jenazah yang diselenggarakan di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dalam rangka Semarak Ramadan 2026. Kompetisi berlangsung pada 15 Januari hingga 15 Februari 2026 dengan pengumuman pemenang pada 3 Maret 2026.

    Robiantoro menghadirkan rancangan keranda jenazah dengan pendekatan ergonomi, keamanan, dan higienitas. Konsep desain tersebut menghadirkan keranda yang lebih nyaman bagi pengusung jenazah melalui distribusi beban yang seimbang, aman bagi jenazah selama proses pengangkutan, serta menggunakan material yang lebih ringan, kuat, dan mudah dibersihkan.

    Dosen pembimbing, Eko Sri Haryanto, menyampaikan proses perancangan dilakukan dalam waktu relatif singkat. Ia menjelaskan pengembangan konsep hingga penyusunan gambar desain dikerjakan secara intensif selama tiga hari melalui diskusi dan konsultasi berkelanjutan.

    “Proses perancangan kami lakukan cukup cepat, sekitar tiga hari, mulai dari pengembangan konsep hingga konsultasi gambar desain secara intensif. Fokus kami menghadirkan keranda yang lebih ergonomis, aman, dan higienis,” ujar Eko.

    Ia menguraikan pendekatan desain ergonomis menjadi penting mengingat keranda yang banyak digunakan masyarakat selama ini cenderung stagnan. Beberapa persoalan yang masih dijumpai antara lain bobot yang berat, material yang kurang higienis, hingga minimnya perhatian pada aspek kenyamanan bagi pengusung jenazah.

    “Keranda yang beredar di masyarakat umumnya belum memperhatikan distribusi beban yang baik dan aspek higienitas. Melalui desain ini kami mencoba menawarkan solusi yang lebih manusiawi bagi pengusung jenazah tanpa menghilangkan nilai sakral dalam prosesi pemakaman,” jelasnya.

    Melalui inovasi tersebut, desain keranda diharapkan tidak hanya menghadirkan fungsi yang lebih baik, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi para pengusung serta tetap menjaga kehormatan jenazah.

    Dalam kompetisi tersebut, Juara I diraih Galang Firman dari PT RAK, sedangkan Juara III diraih Serabi Solo Team dari Universitas Sebelas Maret Surakarta. Para pemenang memperoleh hadiah masing-masing Rp 4 juta untuk Juara I, Rp 3 juta untuk Juara II, dan Rp 2 juta untuk Juara III. (Sofyan)


    Baca juga: Lazismu SD Muhammadiyah 1 Solo Tebar 400 Takjil di Stasiun Solo Balapan

    Pembagja 400 paket takjil kepada masyarakat di halaman Stasiun Solo Balapan.


    Lazismu SD Muhammadiyah 1 Solo Tebar 400 Takjil di Stasiun Solo Balapan

    SOLO – majalahlarise.com - Hangatnya semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan Kantor Layanan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (KL Lazismu) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo dengan membagikan 400 paket takjil kepada masyarakat di halaman Stasiun Solo Balapan, Sabtu (7/3/2026).

    Kegiatan berbagi takjil ini merupakan tahap kedua setelah sebelumnya Lazismu SD Muhammadiyah 1 Solo menyalurkan 250 paket makanan berbuka puasa di depan sekolah yang berada di Jalan Kartini Nomor 1 Barat Pura Mangkunegaran. Dengan demikian, total paket berbuka yang telah dibagikan selama Ramadan mencapai 650 paket.

    Kepala Sekolah Sri Sayekti menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan sosial tersebut yang melibatkan banyak pihak. “Alhamdulillah, secara keseluruhan telah membagikan 650 paket makanan berbuka dengan penuh semangat berbagi, peduli agama, manusia, lingkungan, dan sistem,” ujarnya.

    Ia menguraikan, paket takjil tersebut merupakan hasil donasi dari peserta didik, wali siswa, serta para guru di sekolah yang memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada tahun 1935. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud nyata pendidikan karakter kepada para siswa untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

    “Semoga menambah keberkahan dan pahala untuk kita semua. Kegiatan ini menjadi ikhtiar membantu para pengemudi ojek online maupun masyarakat yang sedang dalam perjalanan dan tidak sempat menyiapkan makanan berbuka,” jelas Sri Sayekti.

    Ia menambahkan, kegiatan berbagi takjil bukan sekadar membagikan makanan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai kepedulian sosial, kebersamaan, serta menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain di bulan yang penuh rahmat.

    Antusiasme masyarakat terlihat saat pembagian takjil berlangsung. Para pengendara dan warga yang melintas menyambut baik aksi sosial tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh sekolah tersebut.

    Sementara itu, salah satu wali murid, Sudarwanto, menuturkan berbagi takjil merupakan amalan sederhana yang memiliki nilai pahala besar di sisi Allah SWT. Menurutnya, siapa pun dapat melakukannya dengan cara yang mudah.

    “Memberikan takjil merupakan cara yang paling mudah dan cukup terjangkau untuk mendapatkan pahala yang dijanjikan Allah SWT. Meskipun hanya dengan memberikan air putih, sepotong kue, atau satu buah kurma sudah menjadi ladang pahala bagi yang memberi. Mari turut berbagi kepada sesama untuk menambah kesempurnaan ibadah di bulan Ramadan ini,” tutur Sudarwanto.

    Ia juga mengingatkan sabda Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan, siapa saja yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala puasa tanpa mengurangi pahala orang yang berbuka tersebut.

    Kegiatan ini diharapkan terus menumbuhkan semangat kepedulian sosial di lingkungan sekolah sekaligus menghadirkan senyum dan kebahagiaan bagi masyarakat yang menerima manfaat. (Sofyan)


    Baca juga: Masjid Baiturrahman Nusukan Gelar Peringatan Nuzulul Quran

    Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko. Dalam tausiahnya mengungkapkan tentang AlQuran yang selalu memberikan petunjuk sesuai zamannya.


    Masjid Baiturrahman Nusukan Gelar Peringatan Nuzulul Quran

    SOLO – majalahlarise.com - Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Baiturrahman, Cangakan, Nusukan Jl Demak Bintoro Bar. Raya II, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia menggelar Pengajian Nuzulul Qur’an pada Sabtu (7/3/2026). 

    Kegiatan Nuzulul Quran menghadirkan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko. Dalam tausiahnya, Jatmiko mengungkapkan tentang AlQuran yang selalu memberikan petunjuk sesuai zamannya.

    “Nuzulul quran adalah malam penuh keberkahan, berarti malam apa? Bisa dilihat dalam surat Al-Qadr ayat 1, yaitu pada malam Lailatul qadar. Dipersempit lagi, yaitu pada bulan Ramadan dalam surat Al-Baqarah ayat 185,” ujar Jatmiko.

    Ia mengatakan Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Alquran, seperti yang difirmankan Allah dalam surat Al Isra ayat 9 yang artinya “Sungguh, Al quran ini memberikan petunjuk kepada jalan lurus dan memberikan kabar gembira kepada orang beriman yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar" (Al-Isra: 9).

    Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga kesempatan untuk memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam secara utuh berdasarkan quran sunnah.


    Setiap huruf yang dibaca dari Al Quran akan mendatangkan pahala. Bahkan, meskipun seseorang belum fasih dalam membaca Al-Quran, ia tetap mendapatkan pahala, dan bahkan lebih karena kesabarannya.

    Ia pun mengajak umat Islam dan jemaah meneladani AlQuran, karena itu bagian mencintai Nabi Muhammad. “Al-Quran tidak hanya menjadi pedoman hidup di dunia, tetapi juga akan memberikan syafaat (pertolongan) di akhirat,” tuturnya.

    Rasulullah saw bersabda: “Bacalah Al-Quran, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang membacanya.” (HR. Muslim).

    Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya lima ayat AlQuran yang pertama. Itu petunjuk hidup yang pertama dan utama. Peristiwa itu terjadi pada malam yang mulia di bulan Ramadan, bisa dilihat alBaqarah ayat 185, bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan AlQuran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda di antara yang haq dan yang bathil.

    “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam kemuliaan,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: PKBM Syifa Surakarta Gelar Buka Puasa Bersama Lintas Generasi

    Acara doa bersama sebelum buka puasa dipimpin oleh ustadz Khafid.


    PKBM Syifa Surakarta Gelar Buka Puasa Bersama Lintas Generasi

    Surakarta – majalahlarise.com - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Syifa Surakarta yang beralamat di Jalan Jamsaren No. 44, Serengan, menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan tema “Dekat di Hati, Erat dalam Bakti: Merajut Kasih Lintas Generasi”, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut menghadirkan anak yatim piatu, lansia, serta masyarakat sekitar sebagai wujud pengabdian sosial PKBM Syifa kepada lingkungan.

    Acara ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Kabid Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Lurah Serengan, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan non-formal dengan masyarakat.

    Kepala PKBM Syifa Surakarta, Puri Setianingtyas, S.E., M.M., menyampaikan kegiatan buka puasa bersama sengaja melibatkan masyarakat sekitar agar keberadaan PKBM dapat semakin dirasakan manfaatnya. Ia menguraikan kegiatan tersebut menghadirkan lansia, anak yatim piatu, serta anak berkebutuhan khusus yang tinggal di lingkungan sekitar lembaga.

    Pemberian bingkisan tali asih kepada para penerima manfaat yaitu anak yatim-piatu, lansia dan penyandang disabilitas.


    “Kami memang sengaja mengundang masyarakat sekitar, mulai dari lansia, anak yatim piatu hingga anak berkebutuhan khusus. Harapannya, PKBM Syifa dapat semakin dikenal dan keberadaannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” jelas Puri.

    Ketua panitia, Jais, dalam laporannya menguraikan kegiatan tersebut dihadiri masyarakat dari dua wilayah rukun warga, yaitu RW 06 dan RW 10 Kelurahan Serengan. Peserta yang hadir berasal dari empat rukun tetangga yakni RT 01 dan RT 02 (RW 06), serta RT 03 dan RT 04 (RW 10).

    Ia menjelaskan jumlah penerima manfaat dalam kegiatan ini mencapai 37 orang, yang terdiri dari lima anak yatim, 31 lansia, serta satu orang penyandang disabilitas. Seluruh peserta berasal dari masyarakat Kelurahan Serengan. 

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan penuh semangat sehingga kegiatan buka puasa bersama ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, S.STP., M.A.P., memberikan apresiasi atas inisiatif PKBM Syifa yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan pendidikan non-formal kepada masyarakat luas.

    Menikmati santap buka puasa bersama.


    Ia mengatakan pendidikan di Indonesia tidak hanya melalui jalur formal, tetapi juga melalui pendidikan non-formal seperti PKBM yang mampu menyesuaikan kebutuhan masyarakat. 

    “PKBM menjadi salah satu benteng terakhir untuk memastikan program wajib belajar 12 tahun dapat terpenuhi, terutama bagi anak-anak yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal,” jelasnya.

    Sementara itu, Lurah Serengan M. Sumaryanto, M.Si., mengungkapkan pemerintah kelurahan mendukung penuh kegiatan yang diselenggarakan PKBM Syifa. Ia menuturkan PKBM tidak hanya memberikan layanan pendidikan setara ijazah, tetapi juga mengembangkan keterampilan kewirausahaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Kami dari pemerintah kelurahan selalu mendukung kegiatan PKBM Syifa. Semoga lembaga ini terus maju dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

    Menjelang waktu berbuka, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Khafid yang mengingatkan pentingnya menjaga kedekatan hati dan kasih sayang antar manusia sebagai wujud kedekatan kepada Allah SWT. Ia mengatakan hubungan yang harmonis antarmanusia menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

    “Ketika manusia mampu menjaga hubungan baik dengan sesama, berarti ia sedang mendekatkan diri kepada Allah. Kedekatan hati dan kasih sayang itu bisa dirajut lintas generasi, mulai dari anak-anak hingga orang tua,” ujar Ustadz Khafid.

    Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi dalam kehidupan sosial. Menurutnya, ajaran agama menekankan bahwa manusia harus saling peduli dan membantu satu sama lain.

    “Rasulullah mengingatkan, orang yang memutus tali silaturahmi tidak akan masuk surga. Karena itu kita harus menjaga kasih sayang dan kepedulian kepada sesama, terutama kepada fakir miskin dan anak yatim,” tuturnya.

    Di akhir tausiyah, Ustadz Khafid mengajak jamaah untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain melalui ilmu, tenaga, maupun harta yang dimiliki. Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antar generasi agar kehidupan masyarakat dipenuhi keberkahan.

    “Yang muda menghormati yang tua dan yang tua membimbing yang muda. Jika hubungan antar generasi terjaga dengan baik, maka kehidupan akan dipenuhi keberkahan dan manfaat bagi banyak orang,” pungkasnya. 

    Dalam kegiatan ini juga diberikan bingkisan tali asih kepada para penerima manfaat yaitu anak yatim-piatu, lansia dan penyandang disabilitas. (Sofyan)


    Baca juga: LazisMu SD Muhammadiyah PK Banyudono Berbagi 160 Paket Ifthar di Empat Lembaga

    Penyaluran paket ifthar kepada sejumlah lembaga pendidikan Al-Qur’an dan panti asuhan di wilayah Boyolali.


    LazisMu SD Muhammadiyah PK Banyudono Berbagi 160 Paket Ifthar di Empat Lembaga

    BOYOLALI – majalahlarise.com - Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan ditunjukkan LazisMu SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono dengan menyalurkan 160 paket ifthar kepada sejumlah lembaga pendidikan Al-Qur’an dan panti asuhan di wilayah Boyolali, Jumat pada Ramadhan 1447 H / 2026.

    Program berbagi ifthar tersebut menyasar lembaga yang aktif dalam pembinaan anak-anak dan santri. Sebanyak 70 paket disalurkan kepada TPQ Masjid Assiraj Bendan, 40 paket untuk TPQ Labiba Maulida Bendan, 20 paket bagi Panti Asuhan Aisyiyah Kerten, serta 30 paket untuk TPQ Nurul Huda Bantulan.

    Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian LazisMu SD Muhammadiyah PK Banyudono dalam menebarkan keberkahan Ramadhan sekaligus mempererat ukhuwah dengan lembaga pendidikan Islam di sekitar sekolah.

    Penyaluran paket ifthar dikoordinasikan Ustadzah Siti Mar’athus Sholihah dan Ustadzah Munawarah sebagai penanggung jawab kegiatan. Sementara tim LazisMu yang turut terjun langsung dalam distribusi yakni Ustadz Habibi dan Ustadz Sannang.

    Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menyampaikan kegiatan berbagi ifthar tersebut menjadi bagian dari pembelajaran nilai kepedulian sosial kepada sesama, khususnya di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan.

    “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk berbagi makanan berbuka, tetapi juga menumbuhkan semangat kepedulian, kebersamaan, serta syiar kebaikan di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Melalui program LazisMu ini, SD Muhammadiyah PK Banyudono terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, empati, serta semangat berbagi kepada sesama. (Sofyan)


    Baca juga: Siswa dan Paguyuban Wali Murid Kelas 4 Gelar Pengajian dan Buka Puasa Bersama 


Top