Danar selaku staf Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama, menyampaikan dongeng dengan konsep unik.


    Superhero Dongeng Religi Warnai Pesantren Kilat, DISPORAPAR Sukoharjo Promosikan Wisata Lewat Cerita Anak

    SUKOHARJO – majalahlarise.com - Memasuki sepekan terakhir bulan Ramadan, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (DISPORAPAR) Sukoharjo menghadirkan program kreatif bertajuk Superhero Dongeng Religi dan Wisata Keliling Ramadan. Program ini menyasar kegiatan pesantren kilat di tingkat TK dan SD dengan pendekatan literasi dongeng yang menarik dan edukatif.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan secara keliling di sejumlah lokasi, di antaranya TK Kenongkorejo, SD Kadokan, SD Mayang, hingga menjangkau lintas wilayah seperti pesantren kilat di Selogiri, Wonogiri. Menariknya, dalam program ini tokoh pewayangan seperti Gatotkaca dipadukan dengan karakter modern seperti Batman dan Spider-Man, yang disesuaikan dengan permintaan anak-anak di masing-masing lokasi.

    Pendongeng dalam program ini, Danar selaku staf Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama, menyampaikan dongeng dengan konsep unik. Ia mengawali cerita dengan kisah nabi, kemudian dilanjutkan dengan dongeng fabel yang disisipi pesan promosi wisata lokal.

    “Di TK Kenongkorejo, saya membawakan kisah Nabi Nuh alaihis salam, lalu dilanjutkan dengan cerita fabel kancil dan monyet yang kami kaitkan dengan wisata terdekat seperti kolam renang Bakly Bay. Harapannya anak-anak tertarik berwisata di sekitar daerahnya saat libur Lebaran,” ujar Danar.


    Konsep serupa juga diterapkan saat kegiatan di Masjid An Nur Selogiri. Dalam dongengnya, Danar mengangkat latar kawasan wisata lokal seperti Sendang Ijo Selogiri yang berdekatan dengan Dam Colo Nguter Sukoharjo serta wisata air di Desa Jangglengan.

    Melalui pendekatan ini, anak-anak diarahkan untuk mengenal dan mencintai potensi wisata di daerah sendiri. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisata lokal saat momentum libur Lebaran.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DISPORAPAR Sukoharjo, Herdis, menyampaikan dukungannya terhadap program inovatif tersebut. Ia menguraikan pentingnya strategi kreatif dalam mempromosikan sektor pariwisata.

    “Untuk memacu peningkatan pendapatan APBD dari sektor pariwisata, diperlukan cara yang kreatif dan inovatif dalam promosi. Program literasi dongeng wisata keliling ini menjadi salah satu cara unik yang efektif, terutama dengan menyasar segmen anak-anak. Harapannya wisata di Sukoharjo semakin ramai dan mampu meningkatkan pendapatan daerah,” jelas Herdis.

    Ia juga menambahkan, sektor pariwisata menjadi salah satu fokus dalam visi dan misi kepala daerah, khususnya dalam pengembangan wisata berkelanjutan.

    Sementara itu, salah satu guru TK Kenongkorejo, Bu Temu, mengaku sangat senang dengan kehadiran program tersebut. Ia menyampaikan antusiasme anak-anak yang begitu tinggi selama kegiatan berlangsung.

    “Anak-anak sangat bahagia dan antusias. Mereka merasa takjub dengan kehadiran superhero, bahkan sampai berebut untuk berfoto. Selain menghibur, dongeng yang disampaikan juga sarat pesan positif seperti sopan santun, rajin belajar, dan stop bullying,” tuturnya.

    Program ini tidak hanya menjadi sarana hiburan dan edukasi, tetapi juga strategi promosi wisata yang menyentuh langsung generasi muda melalui pendekatan kreatif dan menyenangkan. (Sofyan)


    Baca juga: Superhero Gatutkaca Kembali Hadir, Danar Berbagi Kebahagiaan untuk Anak Yatim Korban COVID-19

    Danar dengan mengenakan kostum superhero Gatutkaca, Rabu (18/3/2026). anak-anak yatim korban COVID-19 untuk membagikan bingkisan Lebaran sekaligus hadiah ulang tahun bagi kakak beradik, yaitu Amoriza yang berulang tahun pada 22 Maret dan Nolan Bintang pada 20 Maret.


    Superhero Gatutkaca Kembali Hadir, Danar Berbagi Kebahagiaan untuk Anak Yatim Korban COVID-19

    Sukoharjo — majalahlarise.com - Aksi unik dan penuh makna kembali dilakukan oleh Danar dengan mengenakan kostum superhero Gatutkaca, Rabu (18/3/2026). Ia berkeliling menemui anak-anak yatim korban COVID-19 untuk membagikan bingkisan Lebaran sekaligus hadiah ulang tahun bagi yang bertepatan merayakannya di bulan suci ini.

    Kegiatan ini menjadi momen refleksi enam tahun sejak pandemi COVID-19 mulai melanda Indonesia pada Maret 2020. Namun, alih-alih mengingat luka, Danar memilih menghadirkan semangat kebangkitan melalui aksi sosial yang menyentuh hati.

    Danar mengungkapkan, aksi ini merupakan kelanjutan dari program “Super Isoman” yang dulu ia jalankan saat pandemi untuk menghibur anak-anak yang menjalani isolasi mandiri serta anak yatim korban COVID-19.

    “Ya, kita lebaran ini bulannya Maret, pas bulan pengumuman Indonesia ada COVID di awal Maret. Dan ini tahun ke-6. Bukan untuk mengenang luka COVID, tapi untuk kebangkitan. Ternyata di sekitar kita masih ada adik-adik di sanggar belajar yang orang tuanya meninggal karena COVID,” tutur Danar.

    Ia menjelaskan, pada Lebaran kali ini pihaknya memberikan santunan kepada 25 anak yatim. Sebagian bingkisan diantarkan langsung ke rumah, sementara lainnya diambil di sanggar.

    “Setiap lebaran kita ingin menghadirkan keceriaan. Hari ini juga bertepatan ada dua anak yatim yang ulang tahun di momen Lebaran. Mereka kakak beradik, yaitu Amoriza yang berulang tahun pada 22 Maret dan Nolan Bintang pada 20 Maret. Kami memberikan kejutan dengan hadiah ulang tahun sesuai harapan mereka, yaitu sepatu untuk sekolah dan aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

    Tidak hanya anak-anak, bingkisan juga diberikan kepada keluarga agar suasana Lebaran tetap terasa hangat dan penuh kebahagiaan.

    Danar juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap anak yatim korban pandemi yang masih ada di sekitar.

    “Kami ingin masyarakat boleh melupakan COVID, tapi kalau di sekitar masih ada anak yatim karena COVID, tolong dibantu. Anak yatim banyak, tapi yang korban COVID juga perlu perhatian,” ujarnya.

    Ia menambahkan, penggunaan kostum superhero menjadi cara efektif untuk membangkitkan semangat dan kebahagiaan anak-anak.

    “Kita pakai superhero karena dulu program kami Super Isoman. Anak-anak jadi bahagia. Lebaran tidak boleh sedih, termasuk untuk anak yatim piatu harus ceria,” imbuhnya.

    Sementara itu, salah satu penerima manfaat, Amoriza Setyaji, mengaku sangat senang mendapat kejutan di momen Lebaran sekaligus menjelang ulang tahunnya.

    “Ya... suka, terus senang. Bentar lagi ulang tahun, sudah ada yang kasih kado,” ungkap Amoriza dengan wajah ceria.

    Ia menerima hadiah berupa sepatu yang akan digunakan untuk sekolah maupun bermain.

    “Sepatu, buat sekolah, buat main juga,” katanya.

    Saat ditanya tentang cita-cita, Amoriza menjawab dengan penuh harap, “Cita-cita jadi tentara, bismillah. Insya Allah kalau bisa.”

    Aksi sederhana namun penuh kepedulian ini menjadi pengingat, di tengah perayaan Lebaran, masih ada anak-anak yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian agar tetap merasakan kebahagiaan yang sama. (Sofyan)


    Baca juga: Tradisi Kondangan Malam 29 Ramadan, Warga Gunungan Manyaran Perkuat Kebersamaan dan Doa Bersama

    Tradisi kondangan malam ke-29 Ramadan kembali digelar warga Dusun Gunungan, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran.


    Tradisi Kondangan Malam 29 Ramadan, Warga Gunungan Manyaran Perkuat Kebersamaan dan Doa Bersama

    Wonogiri — majalahlarise.com - Tradisi kondangan malam ke-29 Ramadan kembali digelar warga Dusun Gunungan, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Rabu sore (18/3/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari kearifan lokal ini dilaksanakan di balai dusun setempat dan diikuti antusias oleh masyarakat.

    Acara dipimpin langsung oleh Kepala Dusun Gunungan, Niki Utami. Warga hadir dengan membawa nasi beserta lauk pauk dari rumah yang dikenal dengan sebutan “berkat”, sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

    Kegiatan ini diisi dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas rahmat, hidayah, serta karunia-Nya, sehingga warga dapat menjalankan ibadah puasa dan berbagai amalan Ramadan dengan lancar.

    Dalam sambutannya, Niki Utami menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

    “Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala nikmat dan karunia-Nya. Segala sesuatu yang terjadi merupakan bagian dari ketetapan dan jaminan dari Allah, termasuk dalam setiap urusan yang kita jalani,” ujarnya.

    Ia juga menguraikan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan pada hari itu membawa keberkahan.

    “Semoga apa yang kita lakukan pada hari ini, sejak pagi hingga saat ini, senantiasa mendapatkan keberkahan. Kita berharap semua yang berlangsung berjalan dengan baik sesuai dengan keyakinan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT,” jelasnya.

    Terkait perbedaan pandangan mengenai penentuan Hari Raya Idulfitri, Niki mengajak masyarakat untuk menyikapinya dengan bijak.

    “Apa pun yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk penentuan Hari Raya Idulfitri di hari Jumat maupun Sabtu, semoga dapat disikapi dengan bijak. Intinya, semua kembali kepada keyakinan masing-masing,” tuturnya.

    Ia menambahkan, yang terpenting adalah menjaga persatuan di tengah perbedaan.

    “Kita harus mampu menjembatani berbagai perbedaan, membangun pemahaman, serta menjaga kebersamaan dan persatuan. Alhamdulillah, semoga segala usaha yang kita lakukan mendapatkan ridha Allah SWT,” imbuhnya.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Sumiyarso. Suasana berlangsung khidmat, seluruh warga mengikuti doa dengan penuh kekhusyukan.

    Tradisi kondangan malam 29 Ramadan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai religius, kebersamaan, serta kearifan lokal yang terus dijaga oleh masyarakat Dusun Gunungan. (Sofyan)


    Baca juga: KAGAMA Surakarta Berbagi 1.090 Sarung untuk Sahabat, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan

     

    Pembagian sarung dalam Berbagi 1000 Sarung untuk Sahabat” yang diselenggarakan oleh KAGAMA Surakarta.


    KAGAMA Surakarta Berbagi 1.090 Sarung untuk Sahabat, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan

    Solo — majalahlarise.com - Suasana halaman depan Balai Kota Solo tampak ramai pada Selasa pagi, 17 Maret 2026. Ratusan warga dari berbagai kalangan berkumpul untuk mengikuti kegiatan “Berbagi 1000 Sarung untuk Sahabat” yang diselenggarakan oleh KAGAMA Surakarta.

    Kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap bulan Ramadan sebagai bentuk kepedulian sosial alumni Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam KAGAMA Surakarta terhadap masyarakat sekitar.

    Ketua panitia, Redi Nurmiadi, menyampaikan kegiatan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-20 kalinya.

    “Berbagi sarung tahun 2026 ini jumlah total ternyata mencapai 1.090 sarung, melebihi target awal yaitu 1.000,” ujarnya.

    Turut hadir dalam kegiatan Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, yang juga merupakan anggota KAGAMA Surakarta.


    Ia menjelaskan, sasaran penerima bantuan meliputi pengayuh becak, tukang ojek, petugas keamanan lingkungan, anggota Satpol PP, serta warga sekitar Kota Solo. Proses distribusi dilakukan secara tertib melalui sistem kupon yang telah dibagikan sebelumnya oleh panitia.

    Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar berbagi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara alumni KAGAMA dengan masyarakat.

    “Kami berharap kegiatan berbagi sarung untuk sahabat ini mampu menumbuhkan kepedulian sosial di antara anggota KAGAMA sekaligus memperkuat kebersamaan dengan masyarakat Solo,” jelasnya.

    Dalam pelaksanaannya, penggalangan dana tidak hanya melibatkan anggota KAGAMA, tetapi juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Solo, sektor perbankan, hingga kalangan akademisi seperti Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Surakarta.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, yang juga merupakan anggota KAGAMA Surakarta.

    Salah satu penerima manfaat, Suwarto, warga Bonoroto, Solo, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada KAGAMA yang sudah berbagi sarung di bulan Ramadan ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang,” tuturnya.

    Kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus dijaga oleh KAGAMA Surakarta dalam mengisi keberkahan bulan Ramadan. (Sofyan)


    Baca juga: Safari Ramadhan SD Muhammadiyah PK Banyudono, Meneguhkan Guru Profesional, Amanah, dan Dirindu Surga

    Sesi story telling bersama Kak Amin. Melalui kisah inspiratif, para murid diajak untuk menumbuhkan sikap hormat dan bakti kepada orang tua.


    Perkuat Karakter Sejak Dini, Murid Kelas I SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Pesantren Ramadan

    Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 84 murid kelas I SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah guna menanamkan nilai religiusitas dan kemandirian sejak dini. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Haji Isa sekolah setempat, Jumat (13/3/2026).

    Mengusung tema “Ramadan Vibe: One Day, One Kindness”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga sebuah gerakan moral untuk menanamkan komitmen berbuat baik setiap hari. Melalui tema tersebut, para murid diajak memahami bahwa kebaikan merupakan perilaku berkelanjutan yang dapat menciptakan dampak positif di lingkungan sekitar.

    Ketua Pesantren Ramadan kelas I, Wahyu Widodo, menekankan pentingnya pembentukan adab dan kesantunan sejak usia dini.

    “Kami menanamkan sikap santun dan komitmen untuk melakukan setidaknya satu kebaikan setiap hari. Meski terlihat sederhana bagi orang dewasa, hal ini merupakan fondasi karakter yang kuat bagi anak-anak,” ujarnya saat pembukaan kegiatan.



    Kegiatan inti diawali dengan edukasi kreatif Do It Yourself (DIY). Para murid melatih keterampilan sensorik dan motorik melalui pembuatan amplop Lebaran hasil karya mandiri. Guru pendamping turut membimbing murid yang mengalami kesulitan dalam proses melipat dan menggunting. Kegiatan ini juga memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan kreativitas melalui desain, warna, dan ukuran amplop yang beragam.

    Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan salat Asar berjemaah sebagai bentuk penguatan spiritual sekaligus implementasi pembiasaan ibadah di lingkungan sekolah. Usai salat, para murid mengikuti Lomba Ranking 1 yang menguji literasi keagamaan, ketepatan berpikir, numerasi, serta kejujuran dalam menjawab soal dengan sistem gugur hingga tersisa satu pemenang.

    Koordinator tim kelas I, Lusia Wahyu Purbowati, menjelaskan bahwa kompetisi tersebut dirancang sebagai sarana edukasi yang menyenangkan sekaligus untuk menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat.

    “Mereka baru pertama kali mengikuti lomba seperti ini, tetapi konsentrasi mereka sangat baik dan kemampuan berpikirnya cukup cepat. Semoga kegiatan ini dapat membentuk mental kompetitif sekaligus meningkatkan rasa percaya diri murid,” ungkapnya.

    Menjelang penutupan, kegiatan semakin semarak dengan sesi story telling bersama Kak Amin. Melalui kisah inspiratif, para murid diajak untuk menumbuhkan sikap hormat dan bakti kepada orang tua.

    “Cara menghormati dan menyayangi orang tua dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti membantu pekerjaan rumah, mendoakan, tidak membantah, serta berbicara dengan lembut dan sopan,” pesannya.

    Salah satu peserta, Clareen Jenafayze Kalfani, mengaku terharu dengan cerita yang disampaikan.

    “Aku terharu dengan cerita Kak Amin. Ternyata orang tua tidak membutuhkan balasan besar, mereka hanya butuh perhatian dan waktu dari kita. Kalau sudah besar nanti, aku ingin membahagiakan mereka dengan cara sederhana,” tuturnya dengan senyum.

    Kegiatan Pesantren Ramadan ditutup dengan suasana hangat melalui buka puasa bersama yang semakin mempererat kebersamaan antara murid dan guru. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter mulia. (Sofyan)


    Baca juga: Safari Ramadhan SD Muhammadiyah PK Banyudono, Meneguhkan Guru Profesional, Amanah, dan Dirindu Surga

    Kegiatan Safari Ramadhan pada Kamis (12/3/2026) di Pawon Teras. 


    Safari Ramadhan SD Muhammadiyah PK Banyudono, Meneguhkan Guru Profesional, Amanah, dan Dirindu Surga

    Boyolali – majalahlarise.com - Dalam rangka mengisi kegiatan bulan suci Ramadhan 1447 H, SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar kegiatan Safari Ramadhan pada Kamis (12/3/2026) di Pawon Teras. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Agus Sutrisno dengan tema inspiratif “Guru Profesional, Guru Amanah, dan Guru yang Dirindu Surga.”

    Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh guru dan karyawan hadir mengikuti rangkaian acara, didukung pula oleh perwakilan paguyuban kelas yang turut memberikan semangat dalam peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah.

    Ketua panitia, Ustaz Habibi, menyampaikan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyegarkan kembali niat dan komitmen para pendidik, khususnya di bulan penuh berkah. Ia menguraikan Ramadhan merupakan waktu terbaik untuk memperbaiki diri dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam menjalankan amanah sebagai guru.

    “Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk introspeksi dan memperkuat niat. Guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga membawa amanah besar dalam membentuk karakter generasi,” tuturnya.


    Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, S.Si., M.M., dalam sambutannya mengajak seluruh pendidik untuk terus meningkatkan profesionalisme yang dilandasi keikhlasan dan tanggung jawab. Ia mengatakan peran guru tidak sekadar menyampaikan materi, melainkan juga mendidik dengan hati.

    “Guru bukan hanya mengajar, tetapi mendidik dengan keteladanan. Guru yang amanah akan melahirkan generasi yang kuat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.

    Sementara itu, narasumber Agus Sutrisno menguraikan tiga pilar utama yang harus dimiliki seorang guru. Pertama, profesional, yakni menjalankan tugas dengan kompetensi yang terus diasah dan diperbarui. Kedua, amanah, yaitu menjaga kepercayaan dalam mendidik siswa dengan penuh tanggung jawab. Ketiga, menjadi guru yang dirindu surga, yakni sosok pendidik yang ikhlas, sabar, serta senantiasa mengharap ridha Allah dalam setiap pengabdian.

    “Menjadi guru bukan sekadar profesi, tetapi panggilan jiwa. Ketika dijalani dengan ikhlas, maka setiap langkah akan bernilai ibadah,” ungkapnya.

    Suasana semakin hangat saat sesi diskusi dan refleksi berlangsung. Para peserta tampak antusias berbagi pengalaman sekaligus memperdalam pemahaman mengenai peran strategis guru dalam membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai spiritual dan moral.

    Kegiatan diakhiri dengan doa bersama, memohon kekuatan dan keistiqamahan bagi seluruh guru dalam menjalankan amanah mulia sebagai pendidik.

    Melalui Safari Ramadhan ini, SD Muhammadiyah PK Banyudono menunjukkan komitmennya dalam membina guru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan integritas moral. Semangat Ramadhan diharapkan terus menginspirasi setiap langkah pengabdian dalam dunia pendidikan. (Sofyan)


    Baca juga: Guru SMP Negeri 2 Manyaran Tingkatkan Kompetensi Digital, Gelar Pelatihan Papan Interaktif dan Platform Ruang Murid

    Peserta saat praktik penggunaan papan interaktif digital.


    Guru SMP Negeri 2 Manyaran Tingkatkan Kompetensi Digital, Gelar Pelatihan Papan Interaktif dan Platform Ruang Murid

    Wonogiri – majalahlarise.com - SMP Negeri 2 Manyaran terus berupaya mendorong transformasi pembelajaran berbasis teknologi dengan menggelar kegiatan pengimbasan pengoperasian dasar papan interaktif digital, instalasi aplikasi Ruang Murid offline, serta pemanfaatan website dan pembuatan materi pembelajaran interaktif. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 17 Maret 2026, bertempat di Laboratorium sekolah setempat.

    Seluruh guru SMP Negeri 2 Manyaran mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Pelatihan menghadirkan narasumber Nur Musthofa, S.Pd yang memberikan pendampingan secara langsung, mulai dari pengenalan perangkat, praktik penggunaan papan interaktif digital, hingga penyusunan materi ajar berbasis teknologi.

    Dalam penyampaiannya, Nur Musthofa menjelaskan pentingnya penguasaan teknologi digital bagi guru di era pembelajaran modern. Menurutnya, pemanfaatan papan interaktif dan platform pembelajaran digital dapat menjadi solusi untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar.

    “Guru perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Papan interaktif digital dan aplikasi Ruang Murid dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, sehingga siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga aktif berpartisipasi,” ujar Nur Musthofa.

    Selain itu, peserta juga dibimbing untuk menginstal dan mengoperasikan aplikasi Ruang Murid secara offline, sehingga dapat tetap digunakan meskipun terbatas akses internet. Materi pelatihan juga mencakup pemanfaatan website sebagai media pembelajaran serta pembuatan konten interaktif yang mendukung berbagai gaya belajar siswa.

    Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Khumaidah Hidayati, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

    Ia menjelaskan, pelatihan digitalisasi pembelajaran melalui platform Ruang Murid menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.

    “Tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam mengadopsi teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan berpusat pada siswa,” tuturnya.

    Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa penguasaan teknologi tidak hanya menjadi nilai tambah, tetapi sudah menjadi kebutuhan dasar bagi tenaga pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.

    Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi para guru untuk terus berinovasi dalam merancang pembelajaran kreatif berbasis digital, sehingga mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa di SMP Negeri 2 Manyaran. (Sofyan)


    Baca juga: Pentingnya Kolaborasi Guru dan Dosen Abad XXI untuk Wujudkan Pendidikan Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat sebagai Media Pembentukan Karakter Anak Indonesia


Top