Sosok Gatotkaca hadir sebagai pembina upacara Hardiknas di Kelurahan Begajah.


    Gatotkaca Jadi Pembina Upacara dan Ultraman Pimpin Peleton Hardiknas 2026 di Begajah Berlangsung Unik dan Inspiratif

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Suasana berbeda tampak dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 di Kelurahan Begajah. Upacara yang biasanya berlangsung formal, kali ini tampil unik dan penuh kreativitas. Sosok Gatotkaca hadir sebagai pembina upacara, sementara komandan peleton diperankan oleh Ultraman. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut berhasil mencuri perhatian peserta, khususnya anak-anak PAUD yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

    Para peserta upacara terdiri dari anak-anak PAUD se-Kelurahan Begajah yang tampil mengenakan beragam busana tradisional dan profesi. Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Begajah Junarno, SE, Bunda PAUD Kelurahan Begajah Yetti Pancanita, S.Pd, jajaran perangkat kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan dari kecamatan, Polsek, Koramil, dan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sukoharjo.

    Dalam amanatnya, Gatotkaca menyampaikan semangat Hari Pendidikan dengan mengisahkan sejarah perjuangan Ki Hajar Dewantara sebagai pelopor pendidikan di Indonesia. Ia juga mengajak anak-anak untuk mencintai potensi wisata lokal sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual. 

    “Pendidikan tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga dari lingkungan sekitar. Anak-anak perlu dikenalkan dan diajak mencintai potensi daerahnya sejak dini,” ujarnya.

    Selain itu, amanat pembina upacara juga diakhiri dengan penyuluhan mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebagai bentuk edukasi kesehatan sejak usia dini. Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami anak-anak, sehingga mampu memberikan kesan mendalam.

    Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan sesi mendongeng oleh tim Literasi Gatotkaca dari Disporapar Kabupaten Sukoharjo. Dongeng yang disampaikan sarat nilai moral dan pendidikan karakter, sekaligus menghibur para peserta.

    Bunda PAUD Kelurahan Begajah, Yetti Pancanita, S.Pd, menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor dalam membangun pendidikan yang berkualitas. 

    “Diharapkan dengan adanya kolaborasi antara pemangku pemerintahan, lembaga sekolah, Polsek, Koramil, TP PKK, perpustakaan, serta masyarakat dan orang tua, dapat tercipta ekosistem pendidikan yang berkualitas sehingga menghasilkan generasi yang cerdas, unggul, mandiri, kreatif, dan berkarakter baik,” tuturnya.

    Peserta kegiatan ini melibatkan berbagai lembaga pendidikan dan elemen masyarakat, di antaranya Kelompok Bermain Bakti Ibu, PAUD Alkoir, TK II Al Abidin, TK Kartika 1 dan 2, TK MTA, TP PKK Kelurahan Begajah, Perpustakaan Kelurahan Begajah, serta unsur perangkat kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga perwakilan Kecamatan Sukoharjo.

    Mengusung tema “Bergerak Bersama Wujudkan Pendidikan dan Generasi Berkualitas”, kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa pendidikan dapat dikemas secara kreatif, menyenangkan, dan bermakna. Momentum Hardiknas di Begajah pun tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ruang edukasi yang menginspirasi bagi generasi masa depan. (Sofyan)


    Baca juga: Momentum Hardiknas 2026 di Giritontro, Dorong Pendidikan Berkualitas dan Daerah Mandiri

    Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah Tahun 2026 di Kecamatan Giritontro.


    Momentum Hardiknas 2026 di Giritontro, Dorong Pendidikan Berkualitas dan Daerah Mandiri

    Wonogiri – majalahlarise.com - Suasana Lapangan Giritontro tampak berbeda pada Sabtu (2/5/2026). Ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat memadati lokasi untuk mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah Tahun 2026. Kegiatan berlangsung meriah, penuh semangat, namun tetap khidmat saat upacara dimulai. Hadir dalam kegiatan tersebut warga sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, Korwilbidikcam, Forkompinca Giritontro, instansi pemerintah, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

    Sebelum pelaksanaan upacara, para hadirin disuguhi beragam penampilan kreatif dari perwakilan sekolah tingkat TK/RA, PAUD, SD hingga SMP. Berbagai pertunjukan seperti tari kreasi daerah, Senam Anak Indonesia Hebat, hingga lantunan lagu “Rukun Sama Teman” berhasil menciptakan suasana semarak dan menghibur. Tepuk tangan penonton menggema mengiringi penampilan para siswa yang tampil penuh percaya diri dan enerjik.

    Upacara diawali dengan pembacaan sejarah otonomi daerah yang mengajak peserta merefleksikan perjalanan pembangunan bangsa. Suasana berubah menjadi khidmat dan penuh makna. Seluruh peserta mengikuti jalannya upacara dengan tertib dan penuh penghormatan. Bertindak sebagai inspektur upacara, Camat Giritontro, Sangga Ota Kharisma, S.STP, menyampaikan amanat tentang pentingnya pendidikan dalam membangun generasi bangsa yang unggul dan berkarakter.

    Penampilan Tari SOYONG dari SMP Negeri 2 Giritontro.


    Dalam amanatnya, ia juga menguraikan makna Hari Otonomi Daerah sebagai momentum untuk mendorong kemajuan pendidikan, pelayanan publik, serta pembangunan daerah yang mandiri dan berkualitas. “Pendidikan menjadi fondasi utama kemajuan daerah. Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, kita dapat menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

    Menjelang akhir kegiatan, panitia membacakan hasil berbagai lomba yang digelar untuk memeriahkan Hardiknas 2026. Lomba bola voli mini tingkat SD/MI dan Lomba Tata Upacara Bendera (TUB) menjadi perhatian utama. Untuk bola voli mini putra, Juara 1 diraih SD N 3 Tlogosari, Juara 2 SD N 1 Tlogosari, dan Juara 3 bersama MIM Kuwang serta SD N 1 Giritontro. Sementara kategori putri, Juara 1 diraih SD N 1 Jatirejo, Juara 2 MIM Sawit, dan Juara 3 bersama SD N Bayemharjo serta SD N 1 Pucanganom.

    Adapun pada Lomba Tata Upacara Bendera (TUB), Juara 1 diraih SD N 2 Giritontro, disusul SD N 1 Giritontro di posisi kedua, dan SD N 1 Pucanganom di posisi ketiga. Sementara juara harapan diraih SD N 1 Jatirejo, SD N 1 Bayemharjo, dan SD N 2 Ngringin.

    Perayaan Hardiknas tahun ini dinilai lebih semarak dibanding tahun sebelumnya. Selain perlombaan, panitia juga menggelar jalan sehat yang diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan masyarakat. Beragam doorprize menarik disiapkan, mulai dari dua ekor kambing, mesin cuci, kompor gas, hingga berbagai alat elektronik lainnya yang menambah antusiasme peserta.

    Ketua panitia kegiatan, Assani Nugroho, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. “Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik moril maupun materiil, serta kekompakan panitia sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan berlangsung,” tuturnya.

    Ia berharap rangkaian kegiatan tersebut mampu menumbuhkan semangat kebersamaan, kreativitas, dan kepedulian terhadap dunia pendidikan di tengah masyarakat Giritontro. 

    “Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan pendidikan yang maju dan membanggakan,” jelasnya.

    Keseruan Hardiknas 2026 di Giritontro pun masih akan berlanjut. Panitia telah menyiapkan lomba mewarnai untuk anak-anak yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (17/5/2026) di kawasan Car Free Day Giritontro, Wonogiri, sebagai penutup rangkaian kegiatan yang sarat makna dan kebersamaan. (Syarif)


    Baca juga: Guru Purna Tugas Terima Penghargaan, Peringatan Hardiknas 2026 di SMP Negeri 2 Manyaran Penuh Haru

    Dua guru purna tugas, Joko Susanto dan Jumadi, menerima penghargaan dedikasi pendidik yang diserahkan langsung oleh Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Khumaidah Hidayati.


    Guru Purna Tugas Terima Penghargaan, Peringatan Hardiknas 2026 di SMP Negeri 2 Manyaran Penuh Haru

    Wonogiri – majalahlarise.com - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 menjadi momentum spesial dan penuh kenangan di SMP Negeri 2 Manyaran. Dua guru purna tugas, Joko Susanto dan Jumadi, menerima penghargaan dedikasi pendidik yang diserahkan langsung oleh Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Khumaidah Hidayati. Sabtu (2/5/2026) usai pelaksanaan upacara di halaman sekolah. Suasana haru menyelimuti prosesi penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian panjang keduanya dalam dunia pendidikan.

    Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Khumaidah Hidayati menyampaikan Joko Susanto dan Jumadi telah mengabdikan diri selama puluhan tahun, dengan masa pengabdian mencapai 33 hingga 36 tahun. Ia menguraikan pengalaman panjang tersebut menjadi bukti dedikasi luar biasa dalam mencerdaskan generasi muda. 

    “Beliau ini menyumbangkan separuh bahkan lebih dari 40 persen kehidupan untuk pendidikan,” ujarnya. Ia menambahkan, pengabdian tersebut tidak hanya mencerminkan profesionalitas, tetapi juga ketulusan dalam membentuk karakter dan keterampilan peserta didik.

    Lebih dari sekadar pengajaran di ruang kelas, Joko Susanto dan Jumadi dinilai sebagai teladan hidup bagi para siswa. Nilai-nilai yang mereka tanamkan diharapkan terus melekat sepanjang hayat. 

    “Nilai-nilai yang beliau berikan kepada anak-anak ini akan menjadi nilai yang tertanam sampai nanti,” ungkapnya.

    Sebagai bentuk penghargaan, kenangan atas dedikasi kedua guru tersebut akan diabadikan dan dipajang di lingkungan sekolah sebagai inspirasi bagi generasi berikutnya. “Siapa tahu nanti di antara kalian ini ada yang menjadi guru di SMP Negeri 2 Manyaran,” pesannya.

    Dalam refleksinya, Joko Susanto mengungkapkan rasa bangga pernah menjadi bagian dari SMP Negeri 2 Manyaran. Ia mengawali karier sejak tahun 1989 dan mengakhiri masa tugas setelah mengabdi lebih dari satu dekade di sekolah tersebut sejak mutasi pada 2013. 

    “Saya masih bangga pernah di SMP Negeri 2 Manyaran, banyak kenangan berharga selama saya mengabdi di sini,” tuturnya. 

    Ia juga menguraikan tantangan pendidikan saat ini yang semakin kompleks, terutama dalam membentuk karakter siswa di tengah arus modernisasi. “Kami lebih menekankan karakter terlebih dahulu. Kalau adab sudah baik, ilmu akan mengikuti dengan sendirinya,” jelasnya.

    Ia turut mengenang pentingnya kebersamaan dalam lingkungan sekolah, termasuk peran kepala sekolah dari masa ke masa. Menurutnya, kekompakan guru dan kepemimpinan yang peduli menjadi kunci keberhasilan pendidikan. 

    “Kunci di sini adalah kebersamaan, saling mendukung, dan bagaimana memanusiakan manusia dalam pendidikan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Jumadi menuturkan perjalanan panjangnya sebagai pendidik yang dimulai sejak masih berstatus mahasiswa. Ia sudah mengajar sejak semester tiga kuliah dengan membagi waktu antara mengajar dan menempuh pendidikan hingga lulus sekitar tahun 1990. Pengabdiannya berlanjut di berbagai sekolah tingkat SMA dan SMK sebelum akhirnya menjadi guru di SMP, termasuk di wilayah dengan akses yang cukup menantang. Ia kemudian melanjutkan pengabdian di SMP Negeri 2 Manyaran selama kurang lebih 18 tahun hingga memasuki masa purna tugas pada 1 Mei 2026.

    Dalam perjalanannya, Jumadi tidak hanya mengajar, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial terhadap siswa. Ia pernah membantu dua siswa kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan hingga akhirnya berhasil dalam kehidupan. 

    “Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi untuk anak-anak, untuk generasi berikutnya tetap semangat belajar, jangan pantang menyerah, memang harus bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita dan impian,” ujarnya. 

    Ia berharap pengalaman pengabdiannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang meraih masa depan yang lebih baik. (Sofyan)


    Baca juga: Lomba Tata Upacara Bendera Hardiknas 2026 di Giritontro, SDN 2 Giritontro Raih Juara 1 dan Tanamkan Nasionalisme Siswa

    Camat Giritontro, Sangga Ota Kharisma, S.STP., membuka Lomba Tata Upacara Bendera (TUB) tingkat SD/MI se-Kecamatan Giritontro yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.


    Lomba Tata Upacara Bendera Hardiknas 2026 di Giritontro, SDN 2 Giritontro Raih Juara 1 dan Tanamkan Nasionalisme Siswa

    Wonogiri – majalahlarise.com - Semangat nasionalisme dan cinta tanah air tampak begitu kuat dalam gelaran Lomba Tata Upacara Bendera (TUB) tingkat SD/MI se-Kecamatan Giritontro yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Kamis (30/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Kecamatan Giritontro ini berjalan meriah sejak pagi hingga sore hari dengan antusias tinggi dari peserta maupun masyarakat.

    Sebanyak 19 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah ambil bagian dalam lomba tersebut. Kehadiran Forkopimcam, kepala sekolah, guru pendamping, serta wali murid menambah semarak suasana. Acara dibuka langsung oleh Camat Giritontro, Sangga Ota Kharisma, S.STP., yang dalam sambutannya menguraikan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda.

    “Lomba Tata Upacara Bendera ini tidak sekadar kompetisi, tetapi menjadi media pembelajaran untuk menanamkan disiplin, tanggung jawab, serta semangat cinta tanah air pada siswa sejak dini,” ujarnya.

    Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut para siswa diharapkan semakin memahami makna upacara bendera sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan, sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.

    Suasana lomba berlangsung penuh semangat. Setiap regu tampil dengan persiapan matang, menampilkan kekompakan, ketepatan gerakan, serta kedisiplinan dalam menjalankan tugas upacara. Sorak dukungan dari para pendukung turut membangkitkan semangat peserta, menjadikan peringatan Hardiknas tahun ini terasa lebih hidup dan bermakna.

    Salah satu panitia kegiatan, Harmanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan kegiatan ini memberikan dampak positif, baik bagi siswa maupun guru. Ia menuturkan kegiatan semacam ini perlu terus ditingkatkan kualitasnya di masa mendatang.

    “Kegiatan ini sangat bagus karena siswa dan guru mendapatkan wawasan tentang tata cara upacara yang benar. Selain itu juga menumbuhkan jiwa nasionalisme serta rasa cinta tanah air kepada generasi muda,” ungkapnya.

    Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan masih terdapat kekurangan. “Kami menyadari masih ada beberapa kelemahan. Ke depan akan kami evaluasi agar pelaksanaan kegiatan berikutnya bisa lebih baik lagi,” tambahnya.

    Setelah melalui penilaian ketat dari dewan juri, hasil lomba menetapkan SD Negeri 2 Giritontro sebagai juara pertama, disusul SD Negeri 1 Giritontro di posisi kedua, dan SD Negeri 1 Pucanganom sebagai juara ketiga. Sementara itu, juara harapan diraih oleh SD Negeri 1 Jatirejo (harapan 1), SD Negeri 1 Bayemharjo (harapan 2), dan SD Negeri 2 Ngringin (harapan 3). Untuk kategori komandan terbaik diraih oleh SD Negeri 1 Jatirejo.

    Harmanto yang juga Kepala SD Negeri 2 Giritontro menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih sekolahnya. Ia menguraikan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim.

    “Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi ini. Terima kasih kepada anak-anak dan para pembina yang telah berlatih dengan sungguh-sungguh. Kemenangan ini menjadi bukti kerja keras, kedisiplinan, dan kekompakan tim,” tuturnya.

    Ia berharap prestasi tersebut mampu memotivasi siswa untuk terus berkembang. “Semoga ini menjadi dorongan bagi siswa agar semakin disiplin, percaya diri, dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Kami juga mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang dan tetap semangat bagi yang belum meraih juara,” pungkasnya.

    Melalui kegiatan ini, semangat Hardiknas 2026 di Kecamatan Giritontro tidak hanya terasa sebagai seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat karakter pelajar. Lomba Tata Upacara Bendera menjadi ruang pembelajaran nyata dalam menumbuhkan generasi yang disiplin, berkarakter, serta mencintai Indonesia. (Syarif)


    Baca juga: Mahasiswa DKV ISI Surakarta Terlibat Produksi Konten Promosi Lewat Program Skim Magang


    Jemaat Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Sukoharjo menyalurkan 150 bungkus nasi dalam program Jumat Berkah untuk jamaah usai ibadah salat Jumat di Masjid Agung Baiturahman Sukoharjo.


    Jumat Berkah Lintas Iman, Jemaat Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Sukoharjo Berbagi Nasi untuk Jamaah Masjid Agung Baiturahman

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Semangat toleransi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan melalui aksi nyata lintas iman. Jemaat Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Sukoharjo menyalurkan 150 bungkus nasi dalam program Jumat Berkah untuk jamaah usai ibadah salat Jumat di Masjid Agung Baiturahman Sukoharjo, Jumat (1/5/2026).

    Kegiatan yang dipimpin oleh Ibu Endah ini menjadi wujud keberlanjutan hubungan harmonis yang telah terjalin antara pihak gereja dan masjid selama beberapa tahun terakhir, khususnya saat momentum Ramadan.

    Ibu Endah menyampaikan, program Jumat Berkah merupakan bagian dari agenda rutin gereja dalam menebar kasih kepada sesama tanpa memandang latar belakang.

    “Ini adalah program dari gereja kami setelah hubungan toleransi yang baik terjalin dengan Masjid Agung selama bulan Ramadan dalam empat tahun terakhir. Setelah Ramadan, kami lanjutkan dengan program Jumat Berkah berbagi nasi untuk jamaah masjid,” ujarnya.

    Penyaluran bantuan diterima langsung oleh perwakilan takmir masjid, Parmin. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh jemaat gereja.

    “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kebaikan hati bapak ibu semua dari Jemaat Gereja Katolik Hati Kudus Yesus. Semoga ini menjadi berkah bersama. Nanti setelah jumatan, nasi ini akan kami bagikan kepada seluruh jamaah,” tutur Parmin.

    Program Jumat Berkah ini merupakan agenda rutin Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Sukoharjo yang dilaksanakan setiap Jumat pertama setiap bulan. Sasaran kegiatan tidak terbatas pada satu kelompok, melainkan bergilir menyasar berbagai kalangan seperti jamaah masjid, panti asuhan, kaum dhuafa, hingga komunitas lain yang membutuhkan.

    Melalui kegiatan ini, gereja berupaya menumbuhkan nilai solidaritas, toleransi, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat. Aksi berbagi sederhana ini menjadi bukti nyata kerukunan antar umat beragama yang terus terjaga di Sukoharjo.

    Dengan konsistensi penyaluran sebanyak 150 bungkus nasi di setiap kegiatan, Jumat Berkah diharapkan mampu menghadirkan manfaat sekaligus mempererat hubungan sosial lintas iman di tengah masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Mahasiswa DKV ISI Surakarta Terlibat Produksi Konten Promosi Lewat Program Skim Magang

    Ardhita Auliya Rifqy, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), yang terlibat langsung dalam produksi konten promosi di PT Cozmeed Network International.


    Mahasiswa DKV ISI Surakarta Terlibat Produksi Konten Promosi Lewat Program Skim Magang

    Surakarta – majalahlarise.com - Program Magang Mahasiswa Berdampak 2026 yang diikuti mahasiswa FSRD ISI Surakarta memberikan pengalaman nyata di dunia industri kreatif. Salah satunya dirasakan oleh Ardhita Auliya Rifqy, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), yang terlibat langsung dalam produksi konten promosi di PT Cozmeed Network International.

    Selama mengikuti program magang, Ardhita tidak hanya berfokus pada perancangan desain komunikasi visual, tetapi juga berperan sebagai talent dalam berbagai konten promosi yang dipublikasikan melalui media sosial Instagram resmi perusahaan. Keterlibatan ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung kebutuhan visual dan strategi komunikasi brand di era digital.

    Program yang berlangsung sejak 2 Maret hingga 2 Juli 2026 ini menghadirkan pengalaman pembelajaran yang komprehensif. Mahasiswa dilibatkan dalam seluruh proses produksi, mulai dari perencanaan konsep, pengambilan visual, hingga tahap publikasi konten yang disesuaikan dengan karakter brand outdoor yang dinamis dan komunikatif.

    Rhafly Yuono Adhi selaku mentor magang menyampaikan, peran talent dalam produksi konten saat ini menjadi bagian penting dalam strategi komunikasi brand. “Konten visual saat ini menjadi salah satu strategi utama dalam membangun kedekatan dengan audiens. Oleh karena itu, peran talent dalam menyampaikan pesan brand menjadi bagian penting dalam proses produksi konten,” ujarnya.

    Pengalaman tersebut juga memberikan pemahaman baru bagi mahasiswa tentang dunia kerja profesional, terutama dalam membangun kolaborasi tim kreatif yang melibatkan berbagai peran seperti desainer, content creator, hingga talent.

    Ardhita Auliya Rifqy mengaku mendapatkan pengalaman yang memperluas wawasan di luar bidang desain semata. “Saya mendapatkan pengalaman baru yang tidak hanya terbatas pada desain, tetapi juga memahami bagaimana konten diproduksi dan dikomunikasikan kepada audiens secara langsung,” tuturnya.

    Sementara itu, dosen pembimbing Taufik Murtono menguraikan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai aspek produksi konten menunjukkan kompetensi DKV yang semakin relevan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami strategi komunikasi visual secara menyeluruh.

    Program magang ini diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan yang adaptif terhadap perkembangan industri kreatif, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung proses branding perusahaan melalui produksi konten digital yang efektif dan komunikatif. (Sofyan)


    Baca juga: SD Muhammadiyah PK Banyudono Borong 3 Piala FLS3N Tingkat Kecamatan Banyudono

    Penyerahan piala ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan Banyudono.


    SD Muhammadiyah PK Banyudono Borong 3 Piala FLS3N Tingkat Kecamatan Banyudono

    Boyolali – majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa-siswi SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan Banyudono yang digelar di Korwil Dikdas LS Banyudono, Kamis (30/4/2026).

    Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Praptiningsih, S.Ag. tersebut menjadi ajang bagi para siswa untuk menampilkan kemampuan terbaik di bidang seni dan sastra. Atmosfer kompetisi berlangsung meriah, sekaligus menjadi ruang ekspresi kreativitas bagi peserta dari berbagai sekolah dasar di wilayah Banyudono.

    Dalam ajang tersebut, SD Muhammadiyah PK Banyudono berhasil meraih tiga piala dari berbagai cabang lomba. Aqeela Chandra Dara Ninggar sukses meraih Juara 1 Menyanyi Solo di bawah bimbingan Siti Munawaroh, S.Sos. Sementara itu, Daffa Hafiz Suseno menyabet Juara 1 Mendongeng dengan pendampingan Siti Mar’atush Sholihah, S.Pd. Adapun Juara 3 Gambar Bercerita diraih oleh Atando Irfan Y. K. yang dibimbing Fajrvinda Luthfi Susanto.

    Keberhasilan ini mencerminkan kerja keras siswa dalam berlatih serta peran aktif para guru pembimbing yang mendampingi secara intensif. Dukungan orang tua juga menjadi faktor penting dalam mendorong kepercayaan diri anak-anak untuk tampil maksimal.

    Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas capaian tersebut.

    “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi ini. Semoga keberhasilan ini dapat menginspirasi siswa-siswi yang lain untuk terus berani mengasah potensi dan bakatnya. Bagi anak-anak yang hari ini belum mendapatkan piala, tetap semangat berlatih dan mengembangkan diri. Insya Allah tahun depan akan ada kesempatan yang lebih baik,” tuturnya.

    Ia juga menguraikan capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi siswa di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik.

    Dengan torehan prestasi ini, SD Muhammadiyah PK Banyudono semakin menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam seni, sastra, serta berkarakter kuat.

    Selamat kepada para juara dan pembimbing. Prestasi ini menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih tinggi di tingkat berikutnya. (Sofyan)


    Baca juga: Dosen FIB UNS Hadiri Siaran Jagongan RRI Pro 4 Surakarta: Long Life Learning, Pendidikan Tidak Berhenti di Bangku Akademis


Top