Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah, Sri Sayekti saat dialog interaktif Dinamika Pendidikan di Studio Radio Mentari FM.


    Sekolah Unggulan Jadi Kunci Cetak Kader Berkemajuan, Ini Strategi SD Muhammadiyah 1 Solo

    SOLO – majalahlarise.com - Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah, Sri Sayekti, menyampaikan pentingnya seluruh warga sekolah memahami visi dan misi sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi berkemajuan.

    Hal tersebut disampaikannya dalam dialog interaktif Dinamika Pendidikan di Studio Radio Mentari FM bersama Humas sekolah, Dwi Jatmiko, Rabu (8/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Sayekti menguraikan arah pengembangan sekolah yang telah berdiri sejak 1935 itu sebagai lembaga pendidikan unggul dan kompetitif.

    “Sekolah ini memiliki visi mewujudkan lembaga pendidikan unggul kompetitif dengan sumber daya insani yang bertakwa dan berakhlak mulia, menguasai IPTEK, sehat jasmani dan rohani, berwawasan global, serta peduli lingkungan hidup melalui Profil Pelajar Pancasila yang berkemajuan,” ujar Sayekti.

    Ia menjelaskan, sekolah unggulan memiliki peran strategis sebagai kunci dalam mencetak kader berkemajuan. Hal ini dilakukan dengan membaca berbagai fenomena pendidikan saat ini serta mengantisipasi perkembangan keilmuan di masa depan.

    Sebagai bentuk implementasi, sekolah yang berlokasi di Jalan Kartini Nomor 1 Ketelan Barat, kawasan Pura Mangkunegaran tersebut menerapkan model pembelajaran mendalam (deep learning). Pendekatan ini mendorong peserta didik tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan nyata.

    “Sekolah model memiliki sejumlah tugas strategis, di antaranya membentuk tim kerja khusus untuk mengawal pelaksanaan program, mengintegrasikan pembelajaran mendalam dengan teknologi digital dalam kurikulum, serta mengembangkan proyek pembelajaran inovatif yang melibatkan peserta didik secara aktif,” jelasnya.

    Selain itu, pihak sekolah juga berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, kontekstual, dan menyenangkan bagi siswa. Penguatan kompetensi guru menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung transformasi pembelajaran.

    “Para guru tergabung dalam kelompok belajar khusus untuk memperkuat kompetensi, khususnya dalam pembelajaran berbasis koding dan kecerdasan artifisial. Setiap Jumat ada kegiatan PMO, yaitu Project Management Office sekolah model PM KKA, dan Sabtu dilaksanakan workshop pembelajaran mendalam, koding, serta kecerdasan artifisial sebagai fondasi transformasi pendidikan dan ekosistem pembelajaran masa depan,” menguraikan.

    Dalam menjaga kualitas sebagai sekolah unggulan, SD Muhammadiyah 1 Solo terus menjalin kolaborasi dengan Dinas Pendidikan serta Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surakarta, khususnya dalam pengelolaan kurikulum dan penguatan akademik.

    “Integrasi kurikulum dilakukan dengan mengombinasikan Kurikulum Merdeka dan kurikulum ISMUBA, yaitu Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab. Kami juga menerapkan kurikulum internasional seperti Cambridge untuk Bahasa Inggris, Matematika, dan Sains, serta pembelajaran bilingual untuk mempersiapkan siswa dalam komunikasi global,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: K3S Pasar Kliwon Solo Gelar Halal Bi Halal dan Pahargyan Purna Tugas, Wujud Penghormatan dan Penguatan Silaturahmi


     Kegiatan Halal Bi Halal dan Pahargyan Purna Tugas Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Pasar Kliwon.


    K3S Pasar Kliwon Solo Gelar Halal Bi Halal dan Pahargyan Purna Tugas, Wujud Penghormatan dan Penguatan Silaturahmi

    Surakarta – majalahlarise.com - Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Pasar Kliwon menggelar kegiatan Halal Bi Halal dan Pahargyan Purna Tugas pada Rabu, 8 April 2026, bertempat di Gedung Wayang Orang Sriwedari. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan dengan dihadiri ratusan peserta dari unsur pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, serta karyawan se-Kecamatan Pasar Kliwon.

    Mengusung semangat silaturahmi pasca-Ramadan, acara ini sekaligus menjadi momentum penghormatan bagi 32 guru yang memasuki masa purna tugas. Suasana haru terasa saat satu per satu guru menerima penghargaan atas dedikasi dan pengabdian panjang mereka di dunia pendidikan.

    Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Eny Idayati, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah menuntaskan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ia menguraikan pengabdian guru merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.

    “Purna tugas bukan akhir dari pengabdian, tetapi awal dari peran baru di tengah masyarakat. Terima kasih atas dedikasi luar biasa selama ini,” tuturnya.

    Pengawas Sekolah, Sri Wahyuni, turut memberikan pesan mengenai pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan profesionalisme di kalangan pendidik. Ia mengatakan nilai-nilai yang telah ditanamkan para guru purnatugas diharapkan terus diwariskan kepada generasi penerus.

    Kegiatan semakin bermakna melalui tausiyah yang disampaikan oleh Pujiono, kepala sekolah berprestasi yang juga Mudir PonpesMU Manafiul Ulum Sambi. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan Ramadan sebagai madrasah ruhiyah yang melatih keikhlasan, kesabaran, dan kepedulian sosial.

    “Indikator keberhasilan Ramadan adalah berubahnya akhlak menjadi lebih baik. Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi, tetapi sarana membersihkan hati dan mempererat persaudaraan,” jelasnya.

    Di sela kegiatan, Ketua K3S Pasar Kliwon, Asmuni, menyampaikan harapannya agar momentum ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia menguraikan pentingnya memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme, serta menjaga semangat kebersamaan dalam memajukan pendidikan.

    “Kami berharap silaturahmi ini menjadi energi baru untuk terus berkolaborasi, saling menguatkan, dan menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.

    Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, menandai eratnya tali silaturahmi di antara para pendidik. Momentum ini diharapkan menjadi energi baru dalam membangun pendidikan yang semakin berkualitas di wilayah Pasar Kliwon, Surakarta. (Sofyan)


    Baca juga: Lolos Kurasi “Tell Your Story, Coastal Cities” International Exhibition, Karya Dosen DKV ISI Surakarta Dipamerkan di Alexandria, Mesir

    Basnendar Herry Prilosadoso, berhasil meloloskan karya ilustrasinya dalam ajang internasional bertajuk “Tell Your Story... Coastal Cities” International Exhibition.


    Lolos Kurasi “Tell Your Story, Coastal Cities” International Exhibition, Karya Dosen DKV ISI Surakarta Dipamerkan di Alexandria, Mesir

    Surakarta – majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali diraih sivitas akademika Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), ISI Surakarta. Salah satu dosennya, Basnendar Herry Prilosadoso, berhasil meloloskan karya ilustrasinya dalam ajang internasional bertajuk “Tell Your Story... Coastal Cities” International Exhibition yang diselenggarakan oleh Meckawy Studio di Alexandria, Mesir.

    Karya dosen asal Wonogiri, Jawa Tengah tersebut dipamerkan secara virtual pada 27 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026 setelah melalui proses kurasi yang ketat. Capaian ini menjadi istimewa karena karya Basnendar dapat bersanding dengan sekitar 130 karya seniman dan desainer dari berbagai negara, di antaranya Irak, Yunani, Polandia, Turki, China, Kolombia, Indonesia, Libya, Italia, Slovakia, Meksiko, serta sejumlah negara lainnya.

    Dalam pameran internasional tersebut, Basnendar menampilkan karya ilustrasi berjudul “Memories of the Sea”. Karya berukuran A3 itu dibuat menggunakan teknik digital imaging dan mengangkat representasi kondisi kota-kota atau wilayah pesisir.

    Melalui pemilihan warna bernuansa biru, ilustrasi tersebut menghadirkan suasana laut dan karakter wilayah pesisir. Sementara tata letak bidang-bidang berbentuk kotak yang disusun bertingkat menggambarkan buih dan ombak lautan dengan gaya visual minimalis.

    Basnendar Herry Prilosadoso menyampaikan warna biru dipilih sebagai simbol laut sekaligus representasi wilayah pesisir yang menjadi tema utama karya tersebut.

    “Karya ini didominasi warna biru sebagai simbol warna laut dan representasi wilayah pesisir. Ilustrasinya saya buat minimalis dengan susunan bidang kotak bertingkat untuk menghadirkan kesan buih dan ombak di lautan,” ujar Basnendar dalam rilis yang diterima.

    Ia menguraikan keterlibatan dalam pameran internasional tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus ruang untuk memperkenalkan karya dosen Indonesia di tingkat global.

    “Saya bersyukur karya ini dapat lolos kurasi dan dipamerkan bersama karya seniman dari berbagai negara. Capaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengikuti pameran internasional berikutnya,” tuturnya.

    Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan kemampuan dosen dan sivitas akademika DKV ISI Surakarta dalam menghadirkan karya kreatif yang mampu menembus forum internasional. Melalui pameran ini, karya seni dan desain dari Indonesia semakin dikenal serta mendapat apresiasi dari masyarakat dunia. (Sofyan)


    Baca juga: Pemdes Pandeyan Gelar Halal Bi Halal dengan Wayang Dakwah, Perkuat Ukhuwah Warga

    Halal Bi Halal dikemas unik berupa wayang dakwah “Wayang Golek Pitutur” bersama Ki Ustad Pujiono.


    Pemdes Pandeyan Gelar Halal Bi Halal dengan Wayang Dakwah, Perkuat Ukhuwah Warga

    Boyolali – majalahlarise.com - Pemerintah Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali menggelar kegiatan Halal Bi Halal dengan kemasan unik berupa wayang dakwah “Wayang Golek Pitutur” bersama Ki Ustad Pujiono, Selasa (7/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Balaidesa Pandeyan ini mengusung tema “Cahaya Idul Fitri Menjadi Barakah dan Memperkuat Ukhuwah.”

    Suasana acara berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan antusiasme tinggi dari warga yang hadir. Momentum Halal Bi Halal dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

    Kepala Desa Pandeyan, Dwi Purboyono, SH, MH, dalam sambutannya menyampaikan Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk membangun keharmonisan sosial dan memperkuat persaudaraan antarwarga.

    “Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat Idul Fitri benar-benar membawa keberkahan dan memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat Desa Pandeyan,” tuturnya.

    Senada dengan itu, Camat Ngemplak, Muhcshoni, S.Sos, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat. Ia juga menguraikan pentingnya menjaga kerukunan sebagai fondasi pembangunan desa.

    “Silaturahmi seperti ini harus terus dijaga, karena menjadi pondasi kuat dalam membangun desa yang rukun, maju, dan sejahtera,” jelasnya.

    Ikrar Halal Bi Halal dipimpin Ketua BPD, Iskaq, S.Pd, yang mengajak seluruh warga untuk saling memaafkan dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

    Kehadiran Anggota DPRD Boyolali, Bakdiyanto, turut memberikan semangat tersendiri dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi inovasi dakwah kultural melalui pertunjukan wayang golek pitutur yang dinilai efektif dalam menyampaikan pesan moral dan keagamaan.

    Puncak acara diisi dengan pagelaran wayang dakwah oleh Ki Ustad Pujiono. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan sarat hikmah, ia menguraikan pesan-pesan keislaman, pentingnya menjaga persatuan, serta memperkuat nilai kebersamaan pasca Ramadan.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Desa Pandeyan, Novi Astuti, S.AP, Ketua PKK Desa, Hana Rini Hastuti, SH, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.

    Sebagai informasi, Desa Pandeyan memiliki 29 RT dan 9 RW dengan berbagai program unggulan, salah satunya kegiatan Car Free Day setiap hari Minggu yang bertujuan mendorong pertumbuhan UMKM serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Melalui kegiatan Halal Bi Halal ini, semangat kebersamaan, kepedulian, dan persatuan warga Desa Pandeyan diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan desa yang harmonis dan berkemajuan. (Sofyan)


    Baca juga: FKIP Univet Bantara Gelar International Guest Lecture, Dorong Kolaborasi Global untuk Pendidikan Berkelanjutan

    Keynote speaker Prof. Dr. Deshinta Arrova Dewi dari INTI International University, Malaysia serta narasumber Celestin Havyarimana dari University of Burundi saat foto bersama dengan Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo, Jajaran Rektorat, Dekan FKIP Univet beserta jajarannya dan peserta Knowledge Transfer Program in International Guest Lecture.


    FKIP Univet Bantara Gelar International Guest Lecture, Dorong Kolaborasi Global untuk Pendidikan Berkelanjutan

    Sukoharjo — majalahlarise.com - Dalam rangka Dies Natalis ke-58, Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menyelenggarakan Knowledge Transfer Program in International Guest Lecture bertema “Weaving the Future: World’s Best-Practice Educators & EdTech for the SDGs” pada Selasa, 7 April 2026 di Gedung H Lantai 3. Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional dari Malaysia, Jepang, dan Burundi serta diikuti seluruh mahasiswa FKIP.

    Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani yang dalam sambutan pembukaan acara mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas kesempatan mengikuti forum akademik internasional tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai strategis dalam merajut masa depan pendidikan melalui praktik terbaik dan pemanfaatan teknologi berbasis global.

    “Tema ini sangat besar dan menantang, namun saya optimistis dapat diwujudkan karena telah disertai langkah-langkah konkret. Kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam merajut masa depan pendidikan melalui praktik baik pendidik dan teknologi pendidikan untuk mendukung pencapaian SDGs,” ujar Rektor.

    Lebih lanjut, ia menguraikan capaian Sustainable Development Goals (SDGs) secara global masih berada di angka sekitar 15 persen, sementara sebagian lainnya mengalami stagnasi bahkan kemunduran akibat berbagai krisis global dan disrupsi teknologi. Menurutnya, pendidikan menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan tersebut.

    Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara.


    “Masih banyak anak yang belum mendapatkan akses pendidikan dan tingginya learning poverty menjadi panggilan moral bagi kita untuk melakukan inovasi pendidikan,” jelasnya.

    Rektor juga menekankan pentingnya transformasi peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan dampak nyata. Ia menuturkan bahwa dosen dan mahasiswa memiliki peran strategis dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

    “Perguruan tinggi harus menjadi center of knowledge, center of innovation, sekaligus center of impact. Setiap program pendidikan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Sementara itu, Dekan FKIP Univet Bantara, Dr. Pranichayudha Rohsulina menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud visi besar dalam membangun masa depan pendidikan melalui kolaborasi global.

    Weaving the future bukan sekadar rangkaian kata, tetapi sebuah visi bahwa masa depan pendidikan dirajut melalui kolaborasi, inovasi, dan praktik terbaik dari para pendidik,” tuturnya.

    Ia juga mengungkapkan dalam kegiatan ini akan dilakukan penandatanganan kerja sama akademik berupa MoU, MoA, dan IA dengan sejumlah perguruan tinggi internasional, termasuk INTI International University dan University of Burundi, serta kolaborasi dengan 13 program studi di lingkungan FKIP.

    “Harapannya, kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas riset dan publikasi internasional. Bahkan kami mendorong setiap program studi untuk menghasilkan minimal satu publikasi terindeks Scopus,” ujarnya.

    Dekan juga mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menciptakan solusi berbasis teknologi pendidikan yang mendukung keberlanjutan.

    “Jadilah generasi yang mampu menjembatani teknologi dan nilai-nilai keberlanjutan,” pesannya.

    Ketua panitia, Prof. Dr. Dewi Kusumaningsih dalam laporannya menjelaskan kegiatan ini dirancang untuk memperkuat jejaring internasional, meningkatkan kualitas akademik, serta membekali mahasiswa dengan wawasan global terkait inovasi pendidikan.

    “Kegiatan ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga ruang diskusi akademik lintas negara yang memperkaya perspektif mahasiswa dan dosen dalam menghadapi tantangan global,” jelasnya.

    Ia menambahkan, program ini juga menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mendukung implementasi SDGs melalui pendidikan dan teknologi, sekaligus memperkuat kapasitas mahasiswa dalam literasi global dan pedagogi modern.

    “Kami berharap kegiatan ini menjadi pintu kolaborasi internasional yang berkelanjutan serta mampu meningkatkan reputasi Univet Bantara di tingkat global,” pungkasnya.

    Kegiatan ini menghadirkan keynote speaker Prof. Dr. Deshinta Arrova Dewi dari INTI International University, Malaysia serta narasumber Prof. Josephat Tetuko Sri Sumaryoto dari Chiba University Japan dan Celestin Havyarimana dari University of Burundi. Selain sesi pemaparan materi, acara juga diisi dengan diskusi interaktif, penyediaan materi digital, serta dokumentasi akademik sebagai bagian dari penguatan kualitas pembelajaran di lingkungan FKIP Univet Bantara. (Sofyan)


    Baca juga: Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Univet Bantara Antusias Ikuti Kuliah Tamu Pemberdayaan Wirausaha Komunikasi

    Bu Marini (jilbab biru) saat foto bersama Sandiaga Uno Menparekraf (2020-2024).


    Dari Kesemutan Menjadi Kesempatan, Perjalanan Bisnis Bunga Telang Bu Marini

    Wonogiri — majalahlarise.com — Perjalanan usaha sering kali berawal dari pengalaman pribadi. Hal itulah yang dialami Bu Marini, pelaku UMKM asal Desa Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Dari keluhan kesehatan yang ia rasakan, justru membuka jalan menuju peluang usaha berbasis tanaman herbal yang kini semakin dikenal masyarakat yakni bunga telang.

    Awal mula kisah ini terjadi sekitar tahun 2018. Saat itu, Bu Marini mengaku sering merasakan kesemutan dan nyeri pada tungkai kaki akibat kadar asam urat yang cukup tinggi. “Saya dikenalkan saudara dari Cilacap untuk mengonsumsi bunga telang. Alhamdulillah cocok,” tuturnya.

    Sejak saat itu, bunga telang bukan hanya menjadi konsumsi pribadi, tetapi juga mulai dilirik sebagai peluang usaha. Memasuki tahun 2019, saat pandemi COVID-19 melanda dan tren herbal meningkat, bunga telang menjadi salah satu komoditas yang banyak dicari. Bu Marini pun mulai merintis sebagai reseller.

    Perjalanan bisnisnya semakin berkembang pada tahun 2020. Berbekal bibit dari seorang kenalan di Ngawi, ia mulai menanam sendiri bunga telang di lahannya. Prosesnya tidak instan. Dibutuhkan waktu sekitar enam bulan hingga tanaman tersebut bisa dipanen dan menghasilkan bunga yang siap diolah.

    “Awalnya saya jual bunga kering per kilogram. Lalu dari komunitas, saya belajar membuat inovasi teh celup,” jelasnya.

    Produk teh bunga telang celup dengan berbagai varian, mulai dari original hingga kombinasi jahe, serai, dan lemon. 


    Dari situlah, usaha Bu Marini mulai menemukan bentuknya. Ia mengembangkan produk teh bunga telang celup dengan berbagai varian, mulai dari original hingga kombinasi jahe, serai, dan lemon. Varian lemon serai kini menjadi yang paling diminati karena memberikan sensasi segar dan aroma khas.

    Menariknya, pemasaran produk Bu Marini tidak hanya mengandalkan penjualan langsung. Ia juga menggandeng reseller yang membantu memasarkan produknya secara lebih luas. “Alhamdulillah yang banyak jalan justru lewat reseller,” ujarnya.

    Di masa pandemi, peluang ekspor sempat terbuka. Bu Marini mengaku pernah dua kali mengirim bunga telang ke luar negeri melalui jasa titipan, masing-masing sebanyak lima kilogram. Namun, kerja sama tersebut tidak berlanjut karena pihak eksportir mengalami kendala usaha.

    Meski demikian, tantangan terbesar dalam bisnis bunga telang bukan hanya pada pemasaran, tetapi juga pada kualitas produksi. Bu Marini menjelaskan, bunga telang sangat sensitif terhadap udara dan kadar air. Jika proses pengeringan tidak maksimal, bunga mudah lembap dan berjamur.

    “Kunci utamanya harus benar-benar higienis dan kering. Kalau tidak, bisa mengurangi kualitas bahkan dikembalikan saat ekspor,” jelasnya.

    Untuk menjaga kualitas, ia menerapkan proses tambahan dengan mengoven bunga telang sebelum dikemas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan produk tetap awet dan aman dikonsumsi.

    Dalam sehari, penjualan produknya memang tidak selalu stabil. Namun, setiap bulan selalu ada pergerakan. Produk teh celupnya saat ini dipasarkan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp12.000 untuk varian original, serta Rp17.000 untuk varian jahe dan lemon, dan teh bunga telang tubruk Rp.10.000.

    Di balik kesederhanaan usahanya, tersimpan mimpi besar. Bu Marini memiliki keinginan untuk mengembangkan usahanya menjadi sebuah kedai atau rumah makan yang menyajikan berbagai olahan berbasis bunga telang, mulai dari minuman hingga makanan seperti nasi biru dan nasi uduk.

    Inspirasi tersebut muncul dari pengalaman bermitra dengan sebuah kafe di Malang yang rutin memesan bunga telang darinya. Namun, keterbatasan modal masih menjadi kendala untuk mewujudkan impian tersebut.

    “Pengin punya tempat sendiri yang menyajikan aneka olahan bunga telang, tapi masih terkendala modal,” ungkapnya penuh harap.

    Saat ini, selain menjalankan usaha, Bu Marini juga aktif sebagai pendamping halal, sehingga waktu produksi masih ia kerjakan sendiri demi menjaga kualitas dan kebersihan produk.

    Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat atau mencoba produk olahan bunga telang Bu Marini, dapat langsung mengunjungi kediamannya di Sambeng RT 03 RW 02, Desa Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, tepatnya di sebelah timur perempatan Karangturi.

    Kisah Bu Marini menjadi bukti bahwa peluang usaha bisa datang dari mana saja, bahkan dari pengalaman pribadi. Dengan ketekunan, inovasi, dan komitmen menjaga kualitas, usaha kecil pun mampu bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan. (Sofyan)


    Baca juga: Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Univet Bantara Antusias Ikuti Kuliah Tamu Pemberdayaan Wirausaha Komunikasi

    Salah satu mahasiswa mempresentasikan rencana ide bisnis konsep 6M dalam bisnis mencakup: Man, Money, Material, Machine, Method, Market yang siap dijalankan.


    Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Univet Bantara Antusias Ikuti Kuliah Tamu Pemberdayaan Wirausaha Komunikasi

    Sukoharjo — majalahlarise.com - Mahasiswa semester 4 Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) mengikuti kuliah tamu bertajuk “Pemberdayaan Wirausaha Komunikasi” pada Senin (6/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kuliah 1 dan 2, Gedung D Lantai 2 ini menghadirkan praktisi industri kreatif, Tono Sudarto dari Tono Dzaky Creative Boutique dan Magnacre Digital Studio.

    Kuliah tamu ini menjadi bagian dari penguatan mata kuliah Pemberdayaan Wirausaha Komunikasi yang bertujuan memberikan pemahaman nyata kepada mahasiswa terkait praktik kewirausahaan di bidang komunikasi.

    Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Univet Bantara sekaligus Dosen mata kuliah Pemberdayaan Wirausaha Komunikasi, Dr. Joko Suryono, M.Si menyampaikan kegiatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menguasai teknik dan taktik dalam menjalankan usaha di bidang komunikasi. Menurutnya, pengalaman langsung dari praktisi menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.

    “Mahasiswa harus memahami praktik-praktik wirausaha di bidang komunikasi, tidak hanya teori. Dengan menghadirkan praktisi, mereka bisa melihat langsung bagaimana dunia industri berjalan,” ujarnya.

    Ia juga menguraikan ke depan pihaknya akan terus menghadirkan praktisi lain, termasuk dari perguruan tinggi seperti Universitas Amikom Yogyakarta, guna memperkuat daya saing mahasiswa dalam bidang kewirausahaan komunikasi.

    Lebih lanjut, ia mengatakan pemberdayaan wirausaha komunikasi bukan hanya milik mahasiswa Ilmu Komunikasi semata, tetapi menjadi kompetensi penting yang harus dikuasai, baik secara teori maupun praktik. "Ide-ide bisnis yang disampaikan narasumber dinilai mampu membuka wawasan mahasiswa dalam mengembangkan usaha kreatif," ungkapnya.

    Sementara itu, narasumber Tono Sudarto yang akrab disapa Tono Dzaky mengapresiasi inovasi kampus dalam menggabungkan dua bidang, yaitu komunikasi dan kewirausahaan, ke dalam satu mata kuliah.

    “Ini sangat menarik, karena menghubungkan dunia komunikasi dengan kewirausahaan. Bagaimana komunikasi bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi bagi mahasiswa,” tuturnya.

    Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia periklanan, ia mengaku melihat antusiasme tinggi dari mahasiswa. Bahkan, saat diberikan tantangan menyusun rencana bisnis dalam waktu singkat, mahasiswa mampu menghadirkan berbagai ide kreatif yang dinilai potensial.

    “Ternyata generasi muda sekarang punya wawasan luas. Ide-ide bisnis yang muncul sangat khas anak muda dan menarik. Tinggal bagaimana nanti direalisasikan,” jelasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), di tengah era transisi digital saat ini. Menurutnya, teknologi bukan ancaman, melainkan peluang jika mampu dikuasai dengan baik.

    “Kalau kita bisa menguasai teknologi, kita akan menjadi tuan dari teknologi. Jangan sampai justru kita yang dikuasai,” katanya.

    Ia mencontohkan bagaimana pemanfaatan AI mampu mempercepat proses pembuatan materi presentasi yang sebelumnya membutuhkan waktu lama.

    Di sisi lain, ia juga menyinggung pentingnya penghargaan terhadap ide kreatif di industri. Ia menilai, ide kreatif merupakan hasil proses panjang yang tidak bisa dianggap sepele.

    “Dunia kreatif itu luas dan membutuhkan proses belajar yang panjang. Tolong hargai ide dan kreativitas seseorang,” tegasnya.

    Menutup sesi, ia memberikan motivasi kepada mahasiswa agar terus berkarya dan tidak ragu menekuni bidang kreatif, karena peluang di industri ini masih terbuka lebar.

    “Terus jalan saja. Dunia kreatif, baik audio, video, maupun desain, akan selalu dibutuhkan,” pungkasnya. 

    Dalam kesempatan itu, beberapa mahasiswa mempresentasikan rencana ide bisnis yang dibuatnya menggunakan konsep 6M dalam bisnis mencakup Man, Money, Material, Machine, Method, Market yang siap dijalankan. (Sofyan)


    Baca juga: Halal Bihalal YPPP Veteran Sukoharjo 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pendidikan


Top