GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Siswa saat mengikuti lomba student smart. |
Gelorakan Kemerdekaan, 479 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Lomba Edukatif hingga Life Skill
Solo - majalahlarise.com - Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia mulai terasa di SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo. Sebanyak 479 murid mengikuti semarak lomba kemerdekaan di lingkungan sekolah, Jumat (14/8/2026).
Mengusung tema “Anak Indonesia Hebat, Sehat, dan Berprestasi”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antarmurid. Beragam perlombaan dirancang sebagai sarana edukasi untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, karakter, kebugaran, serta semangat nasionalisme murid.
Sejak pukul 07.30 WIB, murid kelas I hingga VI tampak antusias mengikuti berbagai perlombaan yang digelar di halaman dan ruang-ruang kelas. Suasana sekolah semakin semarak dengan dekorasi bernuansa merah putih, diiringi tepuk tangan, sorak penyemangat, dan keceriaan para murid.
Ketua panitia penyelenggara, Ayu Retnoningsih Rahayu Sunarsih, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menghadirkan hiburan yang edukatif sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan dan kebersamaan kepada murid.
“Selain menjadi sarana hiburan yang edukatif, kegiatan ini bertujuan memupuk gotong royong, menumbuhkan semangat nasionalisme, serta mengenang perjuangan para pahlawan. Tiga belas lomba yang dihadirkan sangat bervariasi untuk mengasah berbagai aspek kecerdasan anak, mulai dari seni, keagamaan, hingga ketangkasan fisik,” jelasnya.
Sebanyak 13 cabang lomba dikelompokkan ke dalam empat kategori, yakni seni dan kreativitas, keagamaan, ketangkasan fisik, serta keterampilan hidup atau life skill.
Pada kategori seni dan kreativitas, murid menuangkan imajinasi dan bakat melalui lomba mewarnai, menggambar, menyanyi, membaca puisi, mendongeng, serta menghias kelas. Khusus lomba menghias kelas, seluruh murid dilibatkan untuk membangun kerja sama dan kekompakan dalam menciptakan lingkungan kelas yang menarik.
Sementara itu, kategori keagamaan diisi dengan lomba hafalan doa sehari-hari dan hafalan Juz Amma. Melalui kegiatan tersebut, semangat perayaan kemerdekaan dipadukan dengan penguatan karakter religius dan pembiasaan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Keseruan juga terlihat pada kategori ketangkasan fisik dan life skill. Murid mengikuti lomba estafet karet, student smart, dan Senam Anak Indonesia Hebat. Sementara untuk melatih kemandirian dan keterampilan sehari-hari, panitia menghadirkan lomba melipat baju dan menyetrika baju.
Lomba life skill tersebut menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian karena murid ditantang menyelesaikan aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mereka dituntut teliti, rapi, mandiri, dan berhati-hati dalam menyelesaikan setiap tahapan.
Salah satu murid kelas III, Naura Rania Muchtar, mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti lomba melipat baju.
“Awalnya aku merasa gugup karena harus praktik mengancingkan seragam di hadapan peserta yang lain. Tapi aku langsung teringat pesan Mama untuk tidak terburu-buru saat mengaitkan kancing ke dalam lubang baju,” ujarnya.
Untuk memastikan kompetisi berlangsung sesuai tahap perkembangan murid, sistem penilaian dibedakan berdasarkan jenjang kelas. Kategori kelas bawah mencakup kelas I–III, sedangkan kategori kelas atas mencakup kelas IV–VI.
Panitia menyiapkan tiga bingkisan dan piagam penghargaan bagi para juara pada masing-masing kategori di setiap cabang perlombaan. Skema tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman berkompetisi sekaligus apresiasi atas keberanian, kreativitas, dan usaha murid.
Rangkaian perayaan HUT ke-81 RI di SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo selanjutnya akan ditutup pada Senin (17/8/2026) melalui upacara bendera peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman para pemenang lomba semarak kemerdekaan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui perlombaan, tetapi juga dihidupkan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan. Murid diajak memahami bahwa menjadi anak Indonesia yang hebat berarti berani berkarya, mampu bekerja sama, mandiri, sehat, serta memiliki semangat untuk terus berprestasi. (Sofyan)
Baca juga: Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Sukoroyom Kulon Giritontro Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat
Komunitas
![]() |
| Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Kota Surakarta melalui kegiatan bentang Bendera Merah Putih. |
KJNI Surakarta Bentangkan Bendera Merah Putih dan Teladani Semangat Perjuangan Slamet Riyadi
SOLO – majalahlarise.com – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Kota Surakarta melalui kegiatan Jalan Nordik, bentang Bendera Merah Putih dan anjangsana ke rumah keluarga Pahlawan Nasional Brigjen TNI (Anumerta) Slamet Riyadi, Sabtu (15/8/2026). Rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Monumen 45 Banjarsari (Monjari) tersebut menjadi momentum untuk menguatkan nasionalisme sekaligus mengenang perjuangan pahlawan nasional yang memiliki keterikatan kuat dengan Kota Solo.
Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Para peserta hadir dengan mengenakan busana bernuansa merah putih. Peserta perempuan mengenakan kerudung merah, kaos merah, serta bawahan putih berlogo KJNI. Nuansa merah putih tersebut menjadi simbol semangat kebersamaan sekaligus bentuk penghormatan terhadap Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Derap Nordik, dan senam KJNI. Setelah foto bersama, peserta kemudian melakukan Jalan Nordik. Olahraga tersebut menjadi sarana membangun kebugaran sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota komunitas.
![]() |
| Pengurus dan anggota KJNI Surakarta saat foto bersama di Monumen 45 Banjarsari. |
Salah satu agenda yang menjadi perhatian utama adalah bentang Bendera Merah Putih. Dengan membawa dan membentangkan Sang Saka, anggota KJNI menunjukkan ekspresi kecintaan terhadap Tanah Air sekaligus mengajak masyarakat untuk memaknai kemerdekaan tidak sebatas seremoni, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sejarah dan perjuangan bangsa.
Usai kegiatan di Monjari, rombongan KJNI melanjutkan perjalanan untuk melakukan anjangsana ke rumah keluarga Slamet Riyadi. Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan kemerdekaan karena komunitas ingin menjalin silaturahmi sekaligus menggali dan menjaga nilai keteladanan yang diwariskan Slamet Riyadi.
Ketua KJNI Kota Surakarta, Dr. Ir. R. Ngt. Retno Setyowati, M.S., menjelaskan kegiatan tersebut dilandasi keprihatinan terhadap semakin jauhnya generasi muda dari sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, nilai perjuangan, jiwa kepemimpinan dan kecintaan terhadap negeri perlu terus ditanamkan melalui berbagai kegiatan yang dekat dengan masyarakat.
![]() |
| Penyerahan tali asih KJNI Surakarta diterima Gunawan Wibisono, cucu keponakan Pahlawan Nasional Brigjen TNI (Anumerta) Slamet Riyadi. |
“Kami merasa sangat terpanggil agar jiwa pejuang, cinta negeri, serta nilai-nilai kepemimpinan dari pahlawan nasional kita, Slamet Riyadi, terus diturunkan dan ditularkan kepada masyarakat,” ujar Retno.
Retno menjelaskan Slamet Riyadi merupakan sosok yang dapat menjadi teladan dalam membangun semangat kepemimpinan dan pengabdian kepada bangsa. Karena itu, KJNI ingin menjadikan momentum peringatan kemerdekaan sebagai kesempatan untuk mengingat kembali perjuangan tersebut sekaligus menyampaikan nilai-nilainya kepada anggota komunitas dan masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebangsaan di tengah perkembangan zaman. Indonesia memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar sehingga harus dijaga dengan rasa tanggung jawab dan kecintaan terhadap negeri.
![]() |
| Pengurus dan anggota KJNI Surakarta saat foto bersama Gunawan Wibisono, cucu keponakan Pahlawan Nasional Brigjen TNI (Anumerta) Slamet Riyadi beserta tokoh masyarakat. |
“Kita harus ingat pesan jas merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Semangat perjuangan para pahlawan harus terus kita rawat,” katanya.
Menurut Retno, anjangsana ke rumah keluarga Slamet Riyadi bukan sekadar kunjungan silaturahmi. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi sejarah bagi anggota komunitas, khususnya generasi muda, agar dapat memahami perjuangan pahlawan secara lebih dekat.
Dalam kunjungan itu, rombongan KJNI bertemu dengan Gunawan Wibisono, cucu keponakan Pahlawan Nasional Brigjen TNI (Anumerta) Slamet Riyadi. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menjadi momentum bagi KJNI untuk menyampaikan apresiasi sekaligus menjaga hubungan baik dengan keluarga dan kerabat Slamet Riyadi.
Gunawan Wibisono menyambut baik kedatangan KJNI. Ia menyampaikan rasa syukur karena masih ada komunitas masyarakat yang memberikan perhatian terhadap keluarga Slamet Riyadi serta berupaya menjaga semangat perjuangan pahlawan nasional tersebut.
“Saya sangat bersyukur sekali ada perhatian dari Komunitas Jalan Nordik Indonesia yang mau menyambangi keluarga Slamet Riyadi,” ujarnya.
Menurut Gunawan, perhatian dari komunitas seperti KJNI memiliki arti penting. Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan tersebut menunjukkan masih adanya kepedulian masyarakat terhadap sejarah dan perjuangan tokoh bangsa.
Gunawan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkesinambungan. Ia menilai hubungan antara komunitas masyarakat dengan keluarga pahlawan dapat menjadi sarana untuk menjaga ingatan kolektif mengenai perjuangan bangsa.
“Mudah-mudahan silaturahmi ini bisa berlanjut untuk tahun-tahun yang akan datang. Terima kasih,” pungkasnya.
Kegiatan KJNI Surakarta tersebut memperlihatkan upaya komunitas memaknai peringatan kemerdekaan melalui tiga unsur, yakni olahraga, nasionalisme dan edukasi sejarah. Jalan Nordik menjadi sarana menjaga kesehatan dan kebersamaan, bentang Bendera Merah Putih menjadi simbol kecintaan terhadap Indonesia, sedangkan kunjungan ke keluarga Slamet Riyadi menjadi pengingat agar generasi masa kini tidak melupakan perjuangan para pendahulu.
Bagi KJNI, kemerdekaan bukan hanya momentum untuk mengenang masa lalu, tetapi juga kesempatan untuk meneruskan nilai perjuangan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat kepemimpinan, cinta Tanah Air, persatuan dan kepedulian terhadap bangsa diharapkan terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.(Sofyan)
Baca juga: Momentum Hari Pramuka ke-65, Respati Tekankan Pentingnya Karakter Kuat bagi Generasi Muda
Pendidikan
![]() |
| Workshop bertajuk “Intercultural Communication in Indonesia: Practical Guidelines for International Students". |
Dosen UNISRI dan UNS Kenalkan Budaya Indonesia kepada Mahasiswa Internasional di Hong Kong
HONG KONG – majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) memperkuat jejaring akademik internasional melalui kegiatan rekognisi kolaboratif di Hong Kong Baptist University (HKBU), Hong Kong. Kegiatan tersebut digelar atas undangan resmi HKBU dengan menghadirkan workshop bertajuk “Intercultural Communication in Indonesia: Practical Guidelines for International Students.”
Workshop ini menjadi ruang bagi dosen dari UNISRI dan UNS untuk memperkenalkan karakteristik komunikasi serta keberagaman budaya Indonesia kepada mahasiswa internasional. Pemahaman tersebut diharapkan membantu mahasiswa berinteraksi secara efektif, menghargai perbedaan budaya, sekaligus menghindari kesalahpahaman ketika berada di Indonesia.
Delegasi Indonesia dalam kegiatan ini terdiri atas Prof. Dr. Triyanto, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Suciati, M.Pd., dan Prof. Dr. Hanik Liskustyawati, M.Kes. dari UNS. Sementara UNISRI Surakarta diwakili Prof. Dr. Anita Trisiana, S.Pd., M.H. dan Alfonsa Maria Sofia Hapsari, S.Si., M.M., M.Pd.
Berbagai materi komunikasi lintas budaya disampaikan dalam workshop. Mulai dari percakapan ringan atau small talk, topik yang sebaiknya dihindari (taboo topics), bahasa tubuh, etika berpakaian di lingkungan profesional, keberagaman agama, hingga budaya kuliner dan kebiasaan makan masyarakat Indonesia.
“Pemahaman lintas budaya menjadi bekal penting bagi mahasiswa internasional agar mampu membangun komunikasi yang efektif sekaligus menghormati nilai dan kebiasaan masyarakat Indonesia,” jelas Prof. Dr. Anita Trisiana.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran digital. Para mahasiswa mengikuti presentasi, permainan edukatif menggunakan Kahoot, serta aktivitas kolaboratif melalui Padlet. Mahasiswa HKBU yang berasal dari berbagai negara juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai komunikasi lintas budaya.
Partisipasi UNISRI dalam kegiatan internasional tersebut menjadi bagian dari komitmen universitas memperkuat internasionalisasi dan memperluas jejaring akademik global. Selain memperkenalkan budaya Indonesia, kegiatan ini membuka peluang kolaborasi lebih luas antara UNISRI, UNS, dan HKBU di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pertukaran dosen dan mahasiswa.
“Kolaborasi seperti ini tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional, tetapi juga membuka peluang kerja sama akademik yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Alfonsa Maria Sofia Hapsari.
Melalui kegiatan tersebut, UNISRI dan UNS turut memperkuat posisi perguruan tinggi Indonesia dalam membangun pendidikan berbasis kolaborasi internasional. Komunikasi lintas budaya menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan hubungan akademik yang saling menghargai di tengah keberagaman mahasiswa global. (Sofyan)
Baca juga: Momentum Hari Pramuka ke-65, Respati Tekankan Pentingnya Karakter Kuat bagi Generasi Muda
Pendidikan
![]() |
| Serah terima perangkat produksi. |
PISN 2026 Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Inovasi Branding Perkuat Daya Saing Lurik Tlingsing
KLATEN – majalahlarise.com – Teknologi tepat guna dan inovasi branding menjadi langkah baru untuk memperkuat daya saing perajin Lurik Tlingsing, Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026, para perajin mendapatkan dukungan perangkat produksi dan material branding untuk membawa produk lurik dari ruang produksi menuju pasar yang lebih luas.
Program bertajuk “Penguatan Daya Saing UMKM Melalui Inovasi Visual Branding Interaktif Lurik Tlingsing dengan Identitas Budaya” tersebut mendapat hibah dari DPPM Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek.
Salah satu tahapan program diwujudkan melalui serah terima teknologi tepat guna dan material pendukung branding kepada kelompok sentra Lurik Tlingsing. Ketua PISN 2026, Ahmad Khoirul Anwar, menyerahkan mesin penggulung kain, kardus pengiriman kain gulungan, serta Paket Material Awal Inovasi Branding kepada para perajin.
![]() |
| Mesin penggulung kain. |
“Teknologi yang diberikan harus berangkat dari kebutuhan nyata para perajin. Mesin penggulung ini diharapkan dapat membantu proses kerja mereka agar lebih praktis dan rapi, terutama ketika kain sudah masuk pada tahap penanganan dan pengiriman,” ujar Ahmad Khoirul Anwar.
Menurut Ahmad, penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui pelatihan. Pengetahuan yang diberikan perlu didukung sarana yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas produksi. Karena itu, teknologi tepat guna menjadi bagian penting dari PISN 2026.
Mesin Penggulung hingga Kemasan Produk
Mesin penggulung kain diharapkan membantu perajin menghasilkan gulungan yang lebih rapi sekaligus memudahkan penyimpanan, penanganan, dan pengiriman produk. Teknologi tersebut tidak dimaksudkan menggantikan keterampilan perajin, tetapi membantu meningkatkan efektivitas pekerjaan.
Dukungan juga diberikan dalam bentuk kardus pengiriman kain gulungan. Kemasan tidak hanya dipandang sebagai pelindung produk selama proses distribusi, tetapi menjadi bagian dari strategi branding.
“Produk yang baik perlu didukung dengan cara penyajian yang baik. Kemasan menjadi salah satu bagian dari pengalaman konsumen sekaligus media untuk memperkenalkan identitas Lurik Tlingsing,” jelas Ahmad.
Pendekatan tersebut membuat branding tidak berhenti pada logo atau desain visual. Identitas budaya Lurik Tlingsing diupayakan hadir dalam berbagai titik interaksi antara produk dengan konsumen.
Membawa Identitas Tlingsing ke Pasar Modern
Paket Material Awal Inovasi Branding menjadi langkah awal bagi perajin untuk menerapkan identitas visual yang dikembangkan melalui program PISN 2026.
Lurik Tlingsing memiliki kekuatan berupa sejarah, keterampilan perajin, karakter motif, serta keterikatan dengan kehidupan masyarakat Desa Tlingsing. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam membangun identitas produk yang lebih kuat.
Dalam pemasaran modern, konsumen tidak hanya mempertimbangkan produk, tetapi juga cerita, pengalaman, dan nilai yang melekat di dalamnya. Identitas budaya karena itu menjadi bagian strategis dalam pengembangan Lurik Tlingsing.
Program ini tidak diarahkan untuk menghilangkan karakter tradisional lurik. Sebaliknya, inovasi dihadirkan agar karakter tersebut semakin mudah dikenali dan dikomunikasikan kepada konsumen, termasuk generasi muda.
Menjaga Tradisi, Membuka Jalan Baru
PISN 2026 dipimpin Ahmad Khoirul Anwar bersama anggota tim Evelyne Henny Lukitasari, Farid Fitriadi, dan Erna Indriastiningsih. Program tersebut mengintegrasikan desain, branding, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat daya saing UMKM Lurik Tlingsing.
Serah terima perangkat menjadi bukti hasil program tidak berhenti di ruang pelatihan. Pengetahuan dan inovasi diterjemahkan menjadi perangkat yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Bagi perajin, dukungan tersebut diharapkan menjadi pemantik pengembangan usaha yang lebih berkelanjutan. Lurik Tlingsing tetap mempertahankan karakter budaya lokal, sekaligus tampil lebih siap menghadapi kebutuhan pasar modern.
Melestarikan budaya bukan berarti membiarkannya berhenti pada masa lalu. Budaya akan terus hidup ketika mampu beradaptasi, memberi manfaat, dan menemukan ruang baru di tengah perubahan zaman.
Di Tlingsing, benang tetap dirajut dan lurik tetap ditenun. Namun kini, perjalanan menuju konsumen ditemani teknologi, kemasan, dan identitas visual yang lebih kuat. Dari tangan perajin Tlingsing, lurik tidak hanya menenun kain, tetapi juga menenun masa depan. (Sofyan)
Baca juga: Momentum Hari Pramuka ke-65, Respati Tekankan Pentingnya Karakter Kuat bagi Generasi Muda
News
![]() |
| Wali Kota Solo, Respati Ardi menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Stadion Sriwedari, Kota Solo, Jumat (14/8/2026). |
Momentum Hari Pramuka ke-65, Respati Tekankan Pentingnya Karakter Kuat bagi Generasi Muda
SOLO – majalahlarise.com – Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Stadion Sriwedari, Kota Solo, Jumat (14/8/2026), menjadi momentum untuk menguatkan kembali pendidikan karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Wali Kota Solo, Respati Ardi, menilai nilai-nilai kepramukaan tetap relevan dalam membentuk generasi yang tangguh, disiplin, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, jajaran Forkopimda Kota Solo, serta para pelajar Kota Bengawan yang mengikuti rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65.
Respati mengatakan, dirinya memiliki kenangan mengikuti kegiatan Pramuka sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah. Menurutnya, pengalaman tersebut turut membentuk karakter dan sikap dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya terkenang sejak SD, SMP, SMA mengikuti ekstrakurikuler ini. Ini penting sekali karena menanamkan karakter kemandirian dan kedisiplinan di era tantangan digital agar supaya memiliki karakter. Ini paling penting,” kata Respati.
Menurut Respati, perkembangan teknologi digital perlu diimbangi dengan penguatan karakter. Generasi muda tidak cukup hanya mampu mengikuti kemajuan teknologi, tetapi juga perlu memiliki ketangguhan, kemandirian, serta kemampuan bersosialisasi secara langsung di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Respati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Peringatan Hari Pramuka ke-65. Ia berharap semangat kepramukaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya ucapkan selamat kepada seluruh petugas yang hari ini bertugas dalam rangka Hari Pramuka ke-65. Semoga terus bisa diterapkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme untuk generasi muda,” tuturnya.
Respati juga berpesan kepada generasi muda agar tidak hanya mengandalkan ruang digital dalam membangun hubungan sosial. Interaksi secara langsung dinilai penting untuk melatih kemampuan memahami lingkungan, membangun kepedulian, serta memperkuat rasa kebersamaan.
“Bersosial di dunia nyata lebih penting daripada bersosial di dunia maya,” tandasnya.
Nilai kedisiplinan, kemandirian, gotong royong, kepedulian, dan pengabdian yang menjadi bagian dari pendidikan kepramukaan dinilai semakin penting di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Melalui momentum Hari Pramuka ke-65, semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi bekal generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.(Sofyan)
Baca juga: Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Sukoroyom Kulon Giritontro Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat
Pendidikan
![]() |
| Prosesi malam renungan dan ulang janji Pramuka dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026. |
Malam Renungan dan Ulang Janji Pramuka Kwaran Manyaran Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Satya Dharma
WONOGIRI - majalahlarise.com - Malam renungan dan ulang janji Pramuka dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 menjadi momentum bagi anggota Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwaran) Manyaran untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan selama satu tahun sekaligus memperkuat kembali penghayatan terhadap nilai-nilai Satya Dharma. Kegiatan tersebut digelar di SMA Negeri 1 Manyaran, Kamis (13/8/2026).
Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) Manyaran, Kak Toto Tri Mulyarto, menjelaskan malam renungan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi bagi anggota Pramuka untuk melihat kembali berbagai kegiatan yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir.
“Jadi, terkait dengan malam renungan dan ulang janji Pramuka ini, tentu menjadi satu sarana bagi para pramuka muda untuk menelaah kembali apa yang telah dilakukan pada satu tahun yang lalu dan kira-kira apa yang perlu ditingkatkan,” ujarnya.
![]() |
| Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) Manyaran, Kak Toto Tri Mulyarto saat menyampaikan sambutan dalam ramah tamah usai prosesi malam renungan dan ulang janji Pramuka. |
Menurutnya, proses renungan menjadi bagian penting untuk mendorong anggota Pramuka melakukan introspeksi. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan sekaligus pengabdian pada masa mendatang.
“Pada malam inilah dilakukan satu renungan,” jelasnya.
Selain evaluasi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman terhadap ideologi dan jiwa kepramukaan. Nilai Satya Dharma menjadi landasan bagi anggota dalam bersikap, bertindak, menjalankan tanggung jawab, serta memberikan pengabdian di tengah masyarakat.
“Selanjutnya juga satu penguatan lagi terkait dengan ideologi, jiwa dari Gerakan Pramuka, yaitu Satya Dharma,” ungkap Kak Toto.
Ia berharap momentum malam renungan dan ulang janji mampu membangkitkan kembali semangat anggota Pramuka untuk mengamalkan nilai-nilai Satya dan Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kepramukaan diharapkan tidak berhenti pada aktivitas organisasi, tetapi turut membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial generasi muda.
Sementara itu, Ketua Kwartir Ranting Manyaran, Kak Sutrisno, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan berbagai pihak yang turut menyukseskan kegiatan Kwartir Ranting. Dukungan tersebut datang dari keluarga besar, sahabat, unsur Muspika beserta jajarannya, serta pihak-pihak lain yang memberikan perhatian terhadap kegiatan kepramukaan di Manyaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar dan sahabat-sahabat yang telah mendukung kegiatan ini. Terima kasih juga kepada Kak Toto Tri Mulyarto, serta Muspika dan jajarannya yang telah memberikan dukungan sehingga acara dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Dukungan lintas elemen tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kebersamaan dan kelancaran kegiatan Kwartir Ranting. Perhatian dan motivasi dari berbagai pihak juga menjadi dorongan bagi keluarga besar Gerakan Pramuka Manyaran untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan.
Malam renungan dan ulang janji Pramuka akhirnya menjadi pengingat bagi generasi muda untuk menjaga komitmen terhadap nilai-nilai kepramukaan. Momentum Hari Pramuka ke-65 diharapkan mampu memperkuat semangat pengabdian sekaligus mendorong anggota Pramuka Kwaran Manyaran menjadi pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan serta masyarakat. (Sofyan)
Baca juga: Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Sukoroyom Kulon Giritontro Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat
Prestasi
Banggakan Solo! Siswi SDN Mangkubumen Kidul Raih Medali Perunggu di Olimpiade Sains Thailand
SOLO – majalahlarise.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kota Solo di kancah internasional. Aisha Adelia Sintha Sugiar, siswi kelas 6 SDN Mangkubumen Kidul Surakarta, berhasil meraih Bronze Award kategori Science dalam ajang Siam International Math & Science Olympics (IMASO) 2026 yang digelar di Thailand, 7–10 Agustus 2026.
Kompetisi tersebut diikuti lebih dari 500 peserta dari 18 negara, di antaranya Thailand, Filipina, Singapura, Uzbekistan, dan Brasil. Ajang ini diselenggarakan ICE (International Champions in Education) yang berkantor pusat di Thailand bekerja sama dengan IMASO Indonesia.
Sebelum melaju ke panggung internasional di Bangkok, Adelia terlebih dahulu mengikuti babak penyisihan hingga Final Nasional IMASO Indonesia. Pada tahap tersebut, siswi kelahiran 11 April 2015 ini juga berhasil meraih Bronze Award dan berhak melanjutkan perjuangan ke Final Internasional di Thailand.
Adelia mengaku sempat merasa perlu memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi internasional tersebut. Namun, kecintaannya terhadap bidang Science menjadi motivasi untuk terus mencoba.
“Awalnya saya mengikuti babak penyisihan nasional dan meraih Bronze Award juga. Dari hasil tersebut saya berhak mengikuti babak Final Internasional. Saya kemudian memberanikan diri untuk lanjut ke babak final yang diselenggarakan di Bangkok,” ujar Adelia.
Persiapan menghadapi kompetisi pun dilakukan secara intensif. Selama dua minggu sebelum perlombaan, Adelia memanfaatkan waktu setiap hari untuk mempelajari past papers dan silabus yang diberikan panitia.
“Persiapannya setiap hari mempelajari past papers dan silabus dari panitia, minimal 60 soal per hari selama dua minggu sebelum hari H,” katanya.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya medali perunggu pada kategori Science.
Bagi Adelia, mengikuti kompetisi internasional tidak hanya menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman berharga bertemu pelajar dari berbagai negara.
“Kesannya bangga dan senang bisa bertemu dengan rekan dari berbagai negara. Berikutnya saya akan mengikuti lomba internasional lain,” ucapnya.
Pihak sekolah menyampaikan prestasi tersebut sekaligus menjadi gambaran kecintaan Adelia terhadap bidang Ilmu Pengetahuan Alam. Ketertarikannya terhadap Science juga selaras dengan cita-citanya untuk menjadi dokter.
“Ini wujud kecintaannya pada bidang Science sekaligus berkaitan dengan cita-citanya menjadi dokter,” ujar pihak sekolah.
Bakat Adelia di bidang sains memang telah terlihat sejak dini. Selain berhasil meraih prestasi di tingkat internasional, ia juga beberapa kali menjuarai lomba IPA dari tingkat kota hingga nasional. Di sekolah, Adelia aktif sebagai Dokter Kecil.
Prestasi yang diraih Adelia turut membawa kebanggaan bagi kedua orang tuanya, Tatang Sugiar dan Kartika Oktavia Pravitasari. Keduanya mengaku senang sekaligus bangga melihat perjuangan putrinya mampu berbuah prestasi di tingkat internasional.
“Sebagai orang tua kami sangat mendukung kegiatan anak, terlebih karena prestasi ini bisa berpengaruh untuk jenjang pendidikan berikutnya sekaligus sebagai pendukung portofolio akademis,” pungkasnya.
Keberhasilan Adelia diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya di Kota Solo untuk terus mengembangkan minat dan bakat, berani mengikuti kompetisi, serta tidak takut bersaing hingga tingkat internasional. (Sofyan)
Baca juga: Astrid Widayani Apresiasi TMMD Sengkuyung III, Penataan Kampung Makam Bergolo Beri Manfaat Nyata
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...














