Siswa bersama kepala sekolah, guru, karyawan dan komite sekolah PonpesMu Manafiul Ulum Sambi saat foto bersama usai acara Akhirussanah kelas XII. 


    Mudir PonpesMu Manafiul Ulum Sambi, Lulusan Harus Siap Kuliah, Siap Kerja, dan Siap Dakwah

    Boyolali — majalahlarise.com - Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti acara Akhirussanah kelas XII SMA Muhammadiyah PK Manafiul Ulum Sambi yang digelar pada Senin, 4 Mei 2026 di RM SFA Colomadu. Sebanyak 34 siswa resmi dilepas, terdiri dari 17 putra dan 17 putri, sebagai generasi penerus yang siap melangkah ke jenjang kehidupan berikutnya.

    Acara tersebut dihadiri Kepala Sekolah Ari Rosmawati, S.Pd., jajaran pengurus pondok pesantren, serta tamu undangan dari berbagai lembaga pendidikan, di antaranya Ponpes Al-Birru, Mahad Aisyah, Mahad Imam Asyafii, dan Ponpes Al Ikhsan. Kehadiran para tamu menambah kekhidmatan sekaligus memperkuat sinergi antar lembaga dalam membangun generasi unggul.

    Ketua Majelis Dikdasmen PCM Sambi, Muhammad Rosyidi, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pendidikan berbasis nilai sebagai bekal menghadapi tantangan zaman. Ia mengajak para lulusan untuk terus menjaga nama baik almamater serta mengembangkan diri dengan semangat keilmuan dan keislaman.

    “Kami berharap para lulusan mampu menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai dan karakter. Jaga nama baik sekolah dan teruslah belajar di mana pun berada,” ujarnya.

    Sementara itu, Mudir PonpesMu Manafiul Ulum Sambi, Pujiono, menuturkan pesan yang menjadi ruh dalam pelepasan tersebut. Ia menguraikan tiga kesiapan utama yang harus dimiliki para lulusan, yaitu siap melanjutkan kuliah, siap memasuki dunia kerja, dan siap berdakwah.

    Menurutnya, kuliah menjadi jalan untuk memperluas wawasan dan memperdalam ilmu pengetahuan, sementara kerja merupakan bentuk nyata kemandirian dan tanggung jawab. Adapun dakwah menjadi misi utama sebagai umat Islam untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan dalam setiap lini kehidupan.

    “Di mana pun kalian berada, jadilah pembawa risalah Nabi. Dakwah tidak hanya di mimbar, tetapi melalui sikap, akhlak, dan profesionalitas dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Pujiono di hadapan para wisudawan dan orang tua.

    Akhirussanah ini tidak sekadar menjadi momen perpisahan, melainkan juga peneguhan komitmen bahwa lulusan SMA Muhammadiyah PK Manafiul Ulum Sambi siap menjadi generasi yang berilmu, mandiri, serta mampu berkontribusi bagi umat dan bangsa.

    Dengan bekal pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan nilai keislaman, para lulusan diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan di tengah masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Pelatihan Tepache dari Limbah Kulit Nanas, UNDIP Dorong Kesadaran Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat Warga Padangsari

    Tim pengabdian kepada masyarakat dari Departemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika (FSM) saat foto bersama peserta pelatihan.


    Pelatihan Tepache dari Limbah Kulit Nanas, UNDIP Dorong Kesadaran Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat Warga Padangsari

    Semarang — majalahlarise.com - Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui tim pengabdian kepada masyarakat dari Departemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika (FSM) menggelar pelatihan pembuatan tepache, minuman fermentasi berbahan dasar limbah kulit nanas, di Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, tahun 2026.

    Kegiatan ini menjadi upaya konkret dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah organik rumah tangga sekaligus mengenalkan alternatif minuman sehat yang mudah dibuat dan terjangkau.

    Ketua tim pengabdian, Dwi Retno Fatmawati, M.Si., menyampaikan pelatihan ini dirancang tidak hanya sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

    “Kami ingin masyarakat melihat limbah dapur, khususnya kulit nanas, sebagai bahan yang masih memiliki nilai guna. Melalui pelatihan ini, kami mengajak warga untuk mengolahnya menjadi minuman fermentasi yang menyehatkan dan bernilai tambah,” tuturnya.

    Pelatihan diikuti sekitar 20–30 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga dan warga usia produktif di lingkungan setempat. Tim pengabdian turut melibatkan dosen Dr. Drs. Wijanarka, Dr. Dra. Susiana Purwantisari, dan Drs. Budi Raharjo, M.Si., serta mahasiswa UNDIP sebagai pendamping selama kegiatan berlangsung.

    Kegiatan diawali dengan penyuluhan interaktif mengenai potensi kulit nanas sebagai bahan baku fermentasi, konsep dasar pembuatan tepache, serta manfaat kesehatan dari minuman fermentasi yang mengandung bakteri asam laktat dan metabolit fungsional.

    Dr. Dra. Susiana Purwantisari menjelaskan minuman fermentasi memiliki potensi dalam mendukung kesehatan pencernaan jika diolah dengan benar.

    “Minuman fermentasi seperti tepache mengandung mikroorganisme yang bermanfaat. Jika prosesnya higienis dan tepat, produk ini bisa menjadi alternatif minuman sehat bagi keluarga,” jelasnya.

    Materi disampaikan melalui leaflet dan demonstrasi visual yang mudah dipahami. Antusiasme peserta terlihat tinggi dengan banyaknya pertanyaan terkait waktu fermentasi, variasi bahan, hingga teknik penyimpanan yang aman.

    Memasuki sesi praktik, peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk langsung membuat tepache dengan pendampingan tim. Proses yang dilakukan meliputi pemilihan dan pencucian kulit nanas, penambahan gula dengan rasio yang tepat, hingga pengaturan fermentasi menggunakan wadah non-reaktif.

    Drs. Budi Raharjo, M.Si., menguraikan praktik langsung menjadi kunci keberhasilan pelatihan karena peserta dapat memahami proses secara menyeluruh.

    “Dengan praktik langsung, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman membuat sendiri sehingga lebih percaya diri untuk mencoba di rumah,” katanya.

    Seluruh kelompok berhasil menyelesaikan proses pembuatan tepache dengan baik. Produk yang dihasilkan menunjukkan aroma khas fermentasi awal yang sesuai dengan standar.

    Kegiatan ini turut mengubah cara pandang peserta terhadap limbah dapur. Kulit nanas yang sebelumnya dianggap tidak berguna kini dipahami sebagai bahan yang memiliki nilai ekonomis dan manfaat kesehatan.

    Salah satu peserta, Siti Aminah, mengaku mendapatkan wawasan baru dari pelatihan tersebut.

    “Saya baru tahu kalau kulit nanas bisa diolah jadi minuman sehat. Saya ingin mencoba membuatnya di rumah dan membagikan ilmu ini ke tetangga,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, UNDIP berharap dapat menghadirkan model pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan yang aplikatif di bidang pangan dan lingkungan.

    Dwi Retno Fatmawati menambahkan pendekatan teknologi tepat guna menjadi kunci dalam menjawab tantangan pengelolaan limbah rumah tangga.

    “Kami berupaya menghadirkan solusi yang sederhana, murah, dan bisa langsung diterapkan masyarakat. Harapannya, kegiatan ini bisa berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kesehatan warga,” pungkasnya.

    Dengan pelatihan ini, UNDIP terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya berbasis riset, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas. (Sofyan)


    Baca juga: Rute Epic dan Kental Budaya Bikin Takjub Pelari di Mangkunegaran Run 2026

    Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X menyapa para peserta.


    Rute Epic dan Kental Budaya Bikin Takjub Pelari di Mangkunegaran Run 2026

    SOLO — majalahlarise.com - Gelaran Mangkunegaran Run 2026 kembali menyuguhkan pengalaman berbeda bagi ribuan pelari. Tidak sekadar berlari, para peserta diajak menyelami denyut budaya Kota Solo melalui rute epic yang dipadukan dengan atraksi seni dan semangat kebersamaan, Minggu (3/5/2026).

    Sebanyak 7.750 pelari dari berbagai daerah di Indonesia dan 22 negara ambil bagian dalam ajang tahunan ini. Sepanjang lintasan, peserta disuguhi pemandangan heritage serta energi budaya Nusantara yang dihadirkan melalui 50 titik tematik. Rinciannya, 20 titik merepresentasikan identitas Mangkunegaran dan 30 titik lainnya dihadirkan oleh sponsor dengan nuansa pop Nusantara.

    Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X menyampaikan, Mangkunegaran Run bukan sekadar olahraga, tetapi ruang perayaan budaya yang terbuka bagi semua kalangan.

    “Mangkunegaran Run kami hadirkan sebagai perayaan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini bukan sekadar event lari, tetapi pengalaman untuk merasakan energi Kota Solo dan budayanya secara langsung. Kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang terbuka untuk siapa saja,” ujarnya saat memberikan flag off di garis start.

    Keunikan lain terlihat dari puluhan cheering point yang tersebar di sepanjang rute. Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga seniman dari Institut Seni Indonesia Surakarta dan Universitas Sebelas Maret turut ambil bagian dengan menampilkan tari-tarian dan musik tradisional.

    Peserta 5K, Aryanto, tampil unik dengan mengenakan topeng Spiderman dan tangan Hulk. 


    Berbagai karakter unik juga memeriahkan suasana, seperti tokoh wayang Gatotkaca, Buto, penari Lembu Sura, hingga karakter kartun. Pelajar dari SMA Muhammadiyah 2 Solo bahkan tampil memainkan gamelan lengkap dengan sinden, sekaligus membagikan minuman dan buah segar kepada para pelari.

    Salah satu peserta yang terlibat sebagai pengisi cheering point, Jody Al Atas, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari event ini. Dengan mengenakan kostum Gatotkaca, ia sudah bersiap sejak dini hari.

    “Kostum Gatotkaca ini saya pakai mulai pukul 3 pagi sampai sekarang. Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari Mangkunegaran Run, mantap luar biasa,” ungkapnya penuh semangat.

    Antusiasme juga dirasakan oleh peserta lari kategori 21K, Moniq. Ia mengaku terhibur dengan berbagai atraksi di sepanjang lintasan.

    “Setiap beberapa meter selalu ada cheering point menarik. Saya sempat lari bareng karakter kartun dan ikut menari Lembu Sura. Ini benar-benar seperti pesta budaya,” tuturnya usai mencapai garis finis.

    Hal senada disampaikan Gigih Putra yang terkesan dengan kreativitas warga.

    “Ada tarian, topeng lucu, kostum wayang, bahkan Spiderman dengan tangan Hulk. Ini jadi penyemangat tersendiri saat berlari,” ujarnya.

    Sementara itu, peserta 5K, Aryanto, tampil unik dengan mengenakan topeng Spiderman dan tangan Hulk. Ia menyampaikan ingin menciptakan pengalaman berbeda dalam ajang ini.

    “Saya ingin tampil beda. Ini jadi pengalaman yang tidak terlupakan,” katanya.

    Di sisi lain, kehadiran pacer dengan penanda kepala kuda juga menjadi perhatian tersendiri bagi pelari. Para pacer ini bertugas menjaga ritme dan membantu peserta mencapai target waktu hingga garis finis.

    Memasuki garis akhir di kawasan Ngarsopuro, para pelari disambut hangat oleh panitia yang mengenakan busana adat Jawa. Prosesi penyambutan dengan taburan bunga serta pengalungan medali menambah kesan sakral dan berbudaya.

    Rute Mangkunegaran Run 2026 sendiri dimulai dari kawasan Stadion Manahan dan berakhir di Ngarsopuro, tepat di depan Pura Mangkunegaran. Jalur ini dirancang melewati titik-titik historis yang menggambarkan perjalanan budaya Kota Solo.

    Menariknya, rute tersebut telah tersertifikasi oleh World Athletics melalui verifikasi langsung oleh perwakilan resmi, Kim Vivan. Hal ini semakin menguatkan posisi Mangkunegaran Run sebagai event lari berstandar internasional.

    Dengan perpaduan olahraga, budaya, dan kebersamaan, Mangkunegaran Run 2026 kembali membuktikan diri sebagai ajang yang tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga pengalaman berlari yang berkesan dan penuh makna. (Is/ Sofyan)


    Baca juga: Siap-Siap Daftar! Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang UNS Kantongi Rekomendasi BAN-PT, Segera Buka Jalur Mandiri



    Siap-Siap Daftar! Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang UNS Kantongi Rekomendasi BAN-PT, Segera Buka Jalur Mandiri

    SURAKARTA — majalahlarise.com - Kabar menggembirakan datang bagi generasi muda Indonesia yang memiliki minat besar terhadap bahasa dan budaya Jepang. Program Studi (Prodi) S-1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret resmi mengantongi rekomendasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi pada 20 April 2026. Pencapaian ini menjadi tonggak awal yang menandai kesiapan akademik dan administratif dalam menghadirkan program studi baru di salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia tersebut.

    Rekomendasi BAN-PT memiliki peran strategis sebagai prasyarat utama dalam proses pendirian program studi baru. Dengan keluarnya rekomendasi tersebut, Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang UNS telah melewati tahapan evaluasi yang mencakup kelayakan kurikulum, kesiapan tenaga pengajar, sarana prasarana, hingga prospek lulusan. Saat ini, pihak universitas tengah menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) Penyelenggaraan Program Studi sebagai tahap final sebelum prodi ini resmi beroperasi dan menerima mahasiswa baru.

    Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dwi Susanto menyampaikan, pihak fakultas telah menyiapkan berbagai aspek untuk menyambut angkatan perdana. Ia menguraikan, penerimaan mahasiswa direncanakan melalui jalur mandiri sebagai tahap awal pembukaan prodi.

    “Untuk angkatan pertama, kami membuka penerimaan melalui jalur mandiri. Informasi terkait kuota, jadwal pendaftaran, serta persyaratan akademik akan kami umumkan secara resmi melalui laman penerimaan mahasiswa baru UNS,” ujarnya.

    Ia juga menambahkan, kehadiran program studi ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan akademik semata, tetapi juga untuk menjawab tuntutan global yang semakin dinamis, khususnya dalam hubungan Indonesia dan Jepang yang terus berkembang.

    Menurutnya, Jepang selama ini menjadi salah satu mitra strategis Indonesia dalam berbagai sektor, mulai dari industri, pendidikan, hingga kebudayaan. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai bahasa Jepang, tetapi juga memahami konteks budaya, etika kerja, serta dinamika sosial masyarakat Jepang secara mendalam.

    Kehadiran Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang UNS menjadi langkah konkret dalam memperkuat portofolio keilmuan Fakultas Ilmu Budaya. Program ini dirancang dengan pendekatan interdisipliner yang memadukan aspek linguistik, sastra, serta kajian budaya. Mahasiswa nantinya tidak hanya mempelajari bahasa Jepang (nihongo) secara komunikatif, tetapi juga diajak memahami perkembangan sastra Jepang dari era klasik seperti periode Heian hingga sastra modern, serta fenomena budaya populer seperti anime, manga, dan industri kreatif Jepang.

    Selain itu, pembelajaran juga akan menyentuh aspek sosial-budaya kontemporer, termasuk pola kehidupan masyarakat Jepang, sistem kerja, hingga nilai-nilai budaya yang menjadi ciri khas Negeri Sakura. Dengan pendekatan tersebut, lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja global.

    Tidak hanya itu, UNS juga membuka peluang kerja sama internasional sebagai bagian dari penguatan kualitas akademik. Program pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset, hingga peluang magang di perusahaan Jepang menjadi bagian dari rencana pengembangan jangka panjang prodi ini.

    Minat generasi muda Indonesia terhadap budaya Jepang dalam beberapa tahun terakhir memang menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Fenomena ini tidak lepas dari kuatnya pengaruh budaya populer Jepang yang semakin mudah diakses melalui berbagai platform digital. Di sisi lain, peluang kerja di perusahaan Jepang, baik di dalam maupun luar negeri, juga menjadi daya tarik tersendiri.

    Melihat peluang tersebut, kehadiran Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang UNS dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan zaman. Program ini tidak hanya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat dan bakat, tetapi juga membekali mereka dengan kompetensi yang memiliki daya saing tinggi di tingkat global.

    Bagi calon mahasiswa yang bercita-cita mendalami bahasa Jepang secara akademis, memahami sastra klasik seperti karya-karya era Heian, hingga mengkaji dinamika sosial budaya Jepang modern, momentum ini menjadi kesempatan yang sangat tepat untuk mulai mempersiapkan diri.

    Pihak UNS mengimbau para calon pendaftar untuk terus memantau informasi resmi terkait pembukaan pendaftaran melalui laman spmb.uns.ac.id. Informasi tersebut akan memuat detail penting, mulai dari jadwal pendaftaran, jumlah kuota, mekanisme seleksi, hingga persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon mahasiswa.

    Dengan hadirnya program studi baru ini, Universitas Sebelas Maret kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif, relevan, dan berorientasi global. Langkah ini sekaligus membuka jalan bagi lahirnya generasi muda yang tidak hanya mahir berbahasa asing, tetapi juga memiliki pemahaman lintas budaya yang kuat di tengah arus globalisasi. (Sofyan)


    Baca juga: Pengajian Rutin SMK Negeri 2 Klaten Teguhkan Karakter Guru dan Kesadaran Mengelola Waktu

    Pengajian Rutin dua bulanan yang diselenggarakan oleh Kerohanian Islam SMK Negeri 2 Klaten.


    Pengajian Rutin SMK Negeri 2 Klaten Teguhkan Karakter Guru dan Kesadaran Mengelola Waktu

    Klaten — majalahlarise.com - Kegiatan Silaturahim dan Pengajian Rutin dua bulanan yang diselenggarakan oleh Kerohanian Islam SMK Negeri 2 Klaten berlangsung khidmat pada Ahad, 3 Mei 2026, bertempat di Lumintu, Janti. Acara ini dihadiri keluarga besar Muslim sekolah sebagai upaya memperkuat iman, ukhuwah, serta profesionalisme guru dalam menjalankan tugas pendidikan.

    Ketua panitia, Joko Sutrisno, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menguraikan pengajian rutin tidak sekadar agenda formal, tetapi menjadi ruang penguatan spiritual bagi para pendidik di tengah padatnya aktivitas.

    “Pengajian ini menjadi sarana recharge ruhani agar para guru tetap istiqamah dalam menjalankan amanah sebagai pendidik,” jelasnya.

    Kepala SMK Negeri 2 Klaten, Sri Murtono, S.Pd., M.Eng., dalam arahannya menuturkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kompetensi profesional dan kekuatan spiritual. Ia menilai guru memiliki peran strategis bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga teladan bagi peserta didik.

    “Guru bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga memberi contoh. Kegiatan seperti ini penting untuk menjaga hati, niat, dan semangat dalam mendidik generasi,” ungkapnya.

    Sementara itu, narasumber pengajian, Ustaz Pujiono, S.Si., M.M., Mudir PonpesMU Manafi’ul Ulum Sambi, menyampaikan materi bertajuk “3 Karakter Waktu” yang menggugah kesadaran peserta. Ia mengingatkan waktu merupakan aset paling berharga yang tidak dapat diulang, sehingga harus dimanfaatkan secara bijak, terutama bagi guru sebagai profesi mulia.

    “Waktu adalah amanah. Guru sebagai profesi para nabi tidak boleh menyia-nyiakan waktu, karena setiap detiknya bernilai pertanggungjawaban,” tuturnya.

    Ia juga menguraikan tanda syukur seorang guru di antaranya tidak mendzolimi profesi, terus mengembangkan diri, serta ridha terhadap rahmat Allah.

    “Jika kita bersyukur dengan cara menjaga profesi ini, insyaAllah kita akan selamat dunia dan akhirat,” katanya.

    Menutup tausiyahnya, Ustaz Pujiono menyampaikan pantun yang disambut hangat oleh peserta sebagai simbol semangat kebersamaan:

    Pagi hari minum jamu,

    Duduk santai di bawah pohon randu.

    SMK Negeri 2 Klaten maju,

    Mencetak generasi cerdas dan bermutu.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kekuatan spiritual yang selaras dengan peningkatan profesionalisme guru, sehingga mampu melahirkan generasi bangsa yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. (Sofyan)


    Baca juga: Pelatihan Formulasi Pakan Ayam Kampung di SMK Negeri 1 Trucuk Klaten Dorong Lulusan Siap Wirausaha Agribisnis

    Prof. Dr. Ir. Ali Mursyid Wahyu Mulyono saat menyampaikan materi pelatihan formulasi pakan ayam kampung kepada siswa SMK Negeri 1 Trucuk Klaten.


    Pelatihan Formulasi Pakan Ayam Kampung di SMK Negeri 1 Trucuk Klaten Dorong Lulusan Siap Wirausaha Agribisnis

    Klaten — majalahlarise.com - Komitmen mencetak lulusan kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan industri terus ditunjukkan SMK Negeri 1 Trucuk, Kabupaten Klaten, melalui pelatihan formulasi pakan ayam kampung yang dilaksanakan pada 9 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Kompetitif Bidang Ilmu (PMKBI) yang didanai oleh LPPM Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo Tahun Anggaran 2025/2026.

    Pelatihan ini digagas oleh tim akademisi dari Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Univet Bangun Nusantara yang diketuai Prof. Dr. Ir. Ali Mursyid Wahyu Mulyono, M.P, IPU dengan anggota Dr. Catur Suci Purwati, S.Pt., M.Sc. dan Muhammad Husein, S.Pt., M.Sc. 

    Sebanyak 20 siswa kelas XI Program Keahlian Peternakan menjadi peserta utama dalam kegiatan ini, yang dirancang sebagai bekal keterampilan praktis menghadapi dunia kerja sekaligus membuka peluang wirausaha di sektor agribisnis unggas.

    Prof. Ali Mursyid Wahyu Mulyono menyampaikan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi riil usaha peternakan skala mikro yang masih menghadapi tantangan tingginya biaya pakan pabrikan.

    “Sebagian lulusan SMK memilih terjun ke sektor informal, termasuk usaha ternak ayam kampung. Namun, biaya pakan yang tinggi sering menjadi kendala utama. Melalui pelatihan ini, siswa kami bekali kemampuan menyusun pakan secara mandiri berbasis bahan lokal yang lebih ekonomis,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, penguasaan teknik formulasi pakan menjadi kompetensi strategis karena pakan menyumbang hingga 70–80 persen dari total biaya produksi ternak. Dengan keterampilan ini, pelaku usaha mikro dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga kualitas nutrisi ternak.

    Pembelajaran Terstruktur dan Berbasis Praktik

    Kegiatan pelatihan dirancang secara sistematis melalui tiga tahapan utama, yakni sosialisasi, penyampaian materi, serta praktik dan penerapan teknologi. Pada tahap awal, peserta mendapatkan pengenalan konsep dasar melalui ceramah dan diskusi selama 20 menit.

    Selanjutnya, selama 60 menit, peserta menerima materi inti yang mencakup pemahaman nutrisi dan bahan pakan ayam kampung, serta teknik formulasi pakan. Materi ini dilengkapi dengan diskusi interaktif yang mendorong siswa aktif bertanya dan mengkaji permasalahan nyata di lapangan.

    Tahap paling krusial adalah praktik formulasi pakan selama 60 menit, di mana siswa secara langsung melakukan perhitungan komposisi bahan pakan menggunakan metode Square Pearson berbantuan perangkat lunak Microsoft Excel. Selain itu, peserta juga diberikan tugas mandiri selama tujuh hari untuk memperdalam keterampilan yang telah dipelajari.

    Dr. Catur Suci Purwati menguraikan pendekatan pembelajaran yang digunakan menitikberatkan pada keterlibatan aktif peserta.

    “Metode yang kami gunakan mengombinasikan teori dan praktik secara seimbang. Diskusi menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah pemahaman, sementara praktik langsung memperkuat keterampilan teknis mereka,” jelasnya.

    Antusiasme Tinggi dan Diskusi Kritis

    Selama pelaksanaan, suasana pelatihan berlangsung kondusif dan partisipatif. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi yang terlihat dari keaktifan dalam bertanya dan berdiskusi. Pertanyaan yang muncul tidak hanya bersifat dasar, tetapi juga menyentuh aspek teknis, seperti penggunaan metode matematis dalam formulasi pakan dan pentingnya keseimbangan nutrisi.

    Muhammad Husein menuturkan, banyak siswa sebelumnya belum memahami bahwa formulasi pakan harus berbasis target kandungan nutrisi, terutama protein dan asam amino.

    “Kesadaran ini penting karena dalam praktik peternakan, ketepatan nutrisi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan efisiensi produksi ayam,” katanya.

    Ia menambahkan, diskusi juga membuka wawasan siswa tentang pentingnya data komposisi bahan pakan dalam menyusun ransum yang seimbang dan ekonomis.

    Hasil Nyata: Peningkatan Pemahaman Signifikan

    Hasil evaluasi menunjukkan pelatihan ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pemahaman siswa. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 47,5 (kategori cukup) pada pre-test menjadi 80,0 (kategori sangat baik) pada post-test, dengan peningkatan sebesar 68 persen.

    Secara lebih rinci, pemahaman tentang teknik formulasi pakan meningkat sebesar 107 persen, dari nilai 36,3 (kategori rendah) menjadi 75,0 (kategori baik). Sementara itu, pemahaman tentang nutrisi dan bahan pakan meningkat 52 persen, dari 55,0 (kategori cukup) menjadi 83,3 (kategori sangat baik).

    Prof. Ali menguraikan capaian ini menunjukkan keberhasilan pelatihan dalam mentransfer keterampilan aplikatif kepada siswa.

    “Peningkatan yang tinggi pada aspek formulasi menunjukkan siswa mampu memahami metode perhitungan yang sebelumnya dianggap sulit. Ini menjadi modal penting untuk praktik di lapangan,” ungkapnya.

    Salah satu siswa peserta pelatihan mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya.

    “Kami jadi lebih paham bagaimana menentukan komposisi pakan yang tepat. Tidak sekadar teori, tetapi langsung praktik menggunakan Excel,” tuturnya.

    Dukungan Lingkungan dan Potensi Sekolah

    Sebagai sekolah berbasis teknologi pertanian, SMK Negeri 1 Trucuk memiliki sarana pendukung yang memadai, termasuk lahan praktik seluas lebih dari 70 ribu meter persegi, akses listrik, serta jaringan internet. Sekolah ini juga aktif menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri guna meningkatkan kesiapan lulusan.

    Program keahlian peternakan di sekolah ini mencakup agribisnis produksi ternak serta keperawatan hewan, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan industri sekaligus membuka peluang usaha mandiri bagi lulusan.

    Mendorong Kemandirian dan Daya Saing

    Secara keseluruhan, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas kognitif siswa, tetapi juga menumbuhkan pola pikir kewirausahaan. Kemampuan memanfaatkan bahan pakan lokal menjadi solusi strategis dalam menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan daya saing usaha ternak ayam kampung.

    Tim pengabdian berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan program pendampingan agar siswa mampu mengimplementasikan keterampilan formulasi pakan secara mandiri dan berkelanjutan.

    “Harapannya, siswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja di bidang peternakan,” pungkas Prof. Ali. (Sofyan)


    Baca juga: SD Muhammadiyah PK Banyudono Kirim Delegasi Ikuti Cambridge Teachers Training di Purwokerto

    Kegiatan Cambridge Teachers’ Training.


    SD Muhammadiyah PK Banyudono Kirim Delegasi Ikuti Cambridge Teachers Training di Purwokerto

    BANYUMAS – majalahlarise.com - SD Muhammadiyah PK Banyudono kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan mengirimkan delegasi guru untuk mengikuti kegiatan Cambridge Teachers’ Training. Pelatihan tersebut diselenggarakan pada 1–2 Mei 2026 di SMP UMP Purwokerto dengan menghadirkan materi penguatan kompetensi pengajaran berbasis internasional.

    Kegiatan pelatihan ini mengangkat tema “Teaching Skill Roadmap for Math and Science Teachers” yang berfokus pada peningkatan kemampuan guru dalam mengajar matematika dan sains secara efektif, sistematis, dan mudah dipahami peserta didik. Program Cambridge dikenal sebagai bagian dari pengembangan profesional berkelanjutan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

    Berdasarkan dokumentasi kegiatan, pelatihan berlangsung secara interaktif di ruang kelas dengan menghadirkan narasumber utama Philips Gunawidjaja. Turut hadir Kepala Sekolah SMP UMP Purwokerto, Zahra Ikhsanda, yang memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

    SD Muhammadiyah PK Banyudono mengirimkan dua guru terbaiknya sebagai delegasi, yakni Titin Dwi Retnawati, S.Pd dan Lulux Novitasari, S.Pd. Keduanya mengikuti rangkaian pelatihan sebagai upaya meningkatkan kompetensi profesional dalam mengelola pembelajaran berbasis standar global.

    Delegasi SD Muhammadiyah PK Banyudono yakni Titin Dwi Retnawati, S.Pd dan Lulux Novitasari, S.Pd. 


    Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menyampaikan keikutsertaan dalam pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik, khususnya dalam penguasaan metode pembelajaran modern.

    “Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi guru, terutama dalam pembelajaran matematika dan sains yang membutuhkan strategi khusus agar mudah dipahami siswa,” ujar Pujiono.

    Ia menjelaskan, hasil dari pelatihan diharapkan dapat diimplementasikan secara langsung dalam proses belajar mengajar di sekolah. Dengan demikian, kualitas pendidikan di SD Muhammadiyah PK Banyudono terus meningkat dan mampu mencetak generasi yang unggul serta berdaya saing global.

    Kegiatan ini menjadi bukti peningkatan mutu pendidikan tidak hanya berfokus pada siswa, tetapi juga melalui penguatan kapasitas guru sebagai ujung tombak pembelajaran di kelas. (Sofyan)


    Baca juga: Selesaikan Kuliah 3 Tahun 6 Bulan, Mohammad Aditia Gilang Romadhon Raih Predikat Wisudawan Terbaik DKV ISI Surakarta


Top