GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Prestasi
![]() |
| SD Aisyiyah Slawi meraih nominasi Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional 2026 dalam ajang Festival Literasi Nasional 2026. |
SD Aisyiyah Slawi Raih Nominasi Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional 2026 di Festival Literasi Nasional Solo
SOLO - majalahlarise.com - SD Aisyiyah Slawi meraih nominasi Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional 2026 dalam ajang Festival Literasi Nasional 2026 yang digelar Nyalanesia di Hotel Paragon Solo, Sabtu (23/5/2026). Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen sekolah dalam membangun budaya literasi secara berkelanjutan.
Festival Literasi Nasional 2026 berlangsung semarak dengan dihadiri ratusan sekolah dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh pegiat literasi nasional seperti Giring Ganesha, Anies Baswedan, Helmy Yahya, Gol A Gong, Lenang Manggala, serta Wali Kota Surakarta.
Acara tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti talkshow literasi, pameran buku, gelar budaya, hingga bazar UMKM yang melibatkan berbagai komunitas pendidikan dan pegiat literasi nasional.
Dalam sesi talkshow, Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, menjelaskan sekolah harus menjadi tempat lahirnya generasi literat melalui budaya literasi yang dilakukan secara terencana dan melibatkan seluruh warga sekolah.
“Sebagai salah satu pilar gerakan literasi, sekolah harus menjadi tempat lahirnya generasi literat. Warga sekolah yang literat hanya akan terwujud manakala sekolah mampu menjadikan literasi sebagai budaya, bukan rutinitas semata,” ujarnya.
Ia menambahkan, literasi akan menjadi budaya apabila dijalankan secara terus-menerus dan melibatkan semua pihak, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan. Menurutnya, gerakan literasi sekolah harus berakar kuat dalam setiap elemen komunitas pendidikan.
Pada akhir acara dilakukan penyerahan penghargaan kepada insan pegiat literasi nasional. SD Aisyiyah Slawi menjadi salah satu sekolah yang menerima nominasi Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional 2026 atas upaya penguatan budaya literasi yang dijalankan di lingkungan sekolah.
Kepala SD Aisyiyah Slawi, M. Wahyudi, M.Pd., menjelaskan sejak 2023 pihak sekolah secara bertahap mengembangkan program literasi dengan melibatkan guru, siswa, dan orang tua secara bersama-sama agar literasi menjadi budaya di sekolah.
“Peran guru, siswa, dan orang tua kami libatkan bersama-sama dengan harapan literasi dapat menjadi gerakan yang membudaya di sekolah,” jelasnya.
M. Wahyudi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru, siswa, orang tua, dan pegiat literasi yang selama ini turut mendukung penguatan budaya literasi di SD Aisyiyah Slawi. Ia berharap semangat literasi terus tumbuh sebagai bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan generasi masa depan. (Sofyan)
Baca juga: Kunjungan SD Muhammadiyah Palur ke SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo
Pendidikan
![]() |
| Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Sri Sayekti saat menerima kunjungan studi inspirasi dari SD Muhammadiyah Palur Program Khusus Sukoharjo. |
Kunjungan SD Muhammadiyah Palur ke SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo
Solo - majalahlarise.com - Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Sri Sayekti menekankan pentingnya loyalitas, keikhlasan, dan pelayanan dalam menjaga keberlangsungan lembaga pendidikan Muhammadiyah saat menerima kunjungan studi inspirasi dari SD Muhammadiyah Palur Program Khusus Sukoharjo yang dipimpin Noor Afifah Rachmawati, Senin (25/5/2026).
Menurut Sri Sayekti, studi inspirasi bukan hanya menjadi ruang berbagi pengalaman dan transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana mempererat loyalitas antar lembaga pendidikan Muhammadiyah.
“Lebih dari itu, studi inspirasi mampu merawat loyalitas dan menjemput keberkahan ilahi serta saling memberi inspirasi,” terangnya.
Ia menjelaskan, di tengah persaingan dunia pendidikan modern yang semakin ketat, keberhasilan lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh megahnya bangunan atau kecanggihan teknologi, melainkan oleh kekuatan spiritual dan karakter sumber daya manusianya.
“Fondasi terbesar keberhasilan sebuah institusi pendidikan swasta terletak pada kesucian niat, keselarasan pola pikir, serta loyalitas guru dan karyawannya,” jelasnya.
Sri Sayekti mengibaratkan sekolah dan madrasah Muhammadiyah sebagai “Kapal Dakwah” yang menjadi kendaraan utama syiar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Karena itu, ancaman terbesar sebuah lembaga pendidikan justru datang dari lemahnya integritas internal.
“Ancaman terbesar karamnya sebuah lembaga bukanlah kompetitor dari luar, melainkan rapuhnya perilaku dan integritas di dalam tubuh sendiri,” bebernya.
Ia juga mengungkapkan, banyak masyarakat meninggalkan lembaga pendidikan akibat perilaku petugas atau guru yang kurang baik. Menurutnya, faktor pelayanan dan empati menjadi penentu utama kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
“Sebesar 68 persen wali murid meninggalkan lembaga pendidikan karena kecewa terhadap perilaku petugas atau gurunya. Angka ini jauh melampaui faktor fasilitas maupun persoalan harga dan kompetisi,” urainya.
Untuk menjaga amanah masyarakat, Sri Sayekti mengajak seluruh guru dan karyawan memperkuat “Tiga Pilar Kesetiaan”. Pilar tersebut meliputi syukur dan balas budi, komitmen anti-sabotase terhadap lembaga, serta menjaga kehormatan tempat mencari rezeki.
Selain itu, guru dan karyawan juga didorong mengubah pola pikir dari mentalitas mengeluh menjadi mentalitas pejuang dengan prinsip “Justru karena...”.
“Melalui cara pandang ini, setiap keterbatasan tidak lagi dilihat sebagai hambatan, melainkan peluang dakwah untuk berbuat lebih baik,” jelasnya.
Sri Sayekti menambahkan, pelayanan yang excellent dan penuh keikhlasan akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah, termasuk dalam capaian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
“Ketika seluruh perangkat sekolah melayani umat dengan penuh keikhlasan, target PPDB dapat tercapai maksimal hingga 100 persen,” ucapnya.
Di akhir penyampaiannya, ia mengingatkan pentingnya menghadirkan pelayanan sebagai bagian dari amal dan ikhtiar spiritual dalam membantu sesama.
“Setiap senyuman, tutur kata santun, dan bantuan tulus kepada wali murid merupakan bentuk Manajemen Ilahi, sebuah ikhtiar nyata untuk menolong sesama demi menjemput pertolongan Allah SWT,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Prodi DKV ISI Surakarta Gelar Workshop Desain Grafis untuk Siswa SMA N 1 Slogohimo
Pendidikan
![]() |
| Workshop Dasar-Dasar Desain Grafis bagi siswa SMA Negeri 1 Slogohimo di Laboratorium Komputer Desain Gedung 5 Kampus II FSRD ISI Surakarta. |
Prodi DKV ISI Surakarta Gelar Workshop Desain Grafis untuk Siswa SMA N 1 Slogohimo
Surakarta - majalahlarise.com - Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia Surakarta menggelar Workshop Dasar-Dasar Desain Grafis bagi siswa SMA Negeri 1 Slogohimo di Laboratorium Komputer Desain Gedung 5 Kampus II FSRD ISI Surakarta, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari kunjungan edukatif untuk mengenalkan dunia desain grafis dan industri kreatif kepada pelajar sekolah menengah.
Sebanyak sembilan siswa SMA Negeri 1 Slogohimo mengikuti workshop dengan antusias. Para peserta tampak serius memperhatikan materi yang disampaikan narasumber, baik secara teori maupun praktik langsung menggunakan perangkat lunak desain di laboratorium komputer desain.
Workshop menghadirkan tiga dosen DKV ISI Surakarta sebagai narasumber, yakni Indriati Suci Pravitasari, Ditya Fajar Rizkizha, dan Alfiandi Eka Kusuma. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pengenalan mengenai elemen visual, komposisi desain, penggunaan warna, tipografi, hingga praktik dasar membuat desain grafis.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, serta praktik langsung. Peserta juga diajak memahami proses kreatif dalam menghasilkan karya visual yang komunikatif dan menarik.
Indriati Suci Pravitasari menjelaskan workshop ini menjadi sarana penting untuk mengenalkan desain grafis kepada pelajar sejak dini. “Melalui workshop ini, kami berharap siswa dapat memahami bahwa desain grafis bukan hanya soal membuat visual yang menarik, tetapi juga bagaimana menyampaikan pesan secara kreatif dan komunikatif,” ujarnya.
Sementara itu, Ditya Fajar Rizkizha menjelaskan pengalaman praktik langsung dapat meningkatkan minat sekaligus kepercayaan diri peserta dalam bidang desain.
“Peserta terlihat antusias saat mencoba membuat desain sederhana. Pengalaman praktik seperti ini penting agar siswa lebih mengenal potensi kreativitas yang mereka miliki,” katanya.
Alfiandi Eka Kusuma menambahkan kemampuan memahami dan mengolah visual menjadi keterampilan yang relevan di era digital saat ini. “Kemampuan memahami dan mengolah visual menjadi keterampilan yang sangat relevan di era digital. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan peserta terhadap peluang di bidang desain dan industri kreatif,” jelasnya.
Melalui kegiatan kunjungan edukatif dan workshop tersebut, para siswa diharapkan memperoleh pengalaman baru mengenai dunia desain grafis sekaligus mengenal lingkungan akademik dan fasilitas pembelajaran yang dimiliki ISI Surakarta, khususnya Kampus FSRD Mojosongo. (Sofyan)
News
![]() |
| Talkshow Festival Literasi Nasional 2026 yang digelar Nyalanesia menghadirkan Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani. |
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani Ajak Generasi Muda Perkuat Budaya Membaca dan Menulis di Festival Literasi Nasional 2026
Solo - majalahlarise.com - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengajak generasi muda memperkuat budaya membaca dan menulis dalam Talkshow Festival Literasi Nasional 2026 yang digelar Nyalanesia di Emerald Ballroom Paragon Hotel Solo, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri atas siswa, guru, kepala sekolah, pegiat literasi, hingga pemerhati pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Suasana talkshow berlangsung hangat dan interaktif dengan pembahasan mengenai pentingnya literasi di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Dalam paparannya, Astrid menjelaskan literasi menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, budaya membaca dan menulis harus terus diperkuat agar masyarakat mampu berpikir kritis dan tidak mudah terpengaruh arus informasi yang bergerak cepat.
“Literasi bukan hanya soal membaca tulisan, tetapi bagaimana seseorang memahami informasi, berpikir kritis, lalu mampu menuangkannya kembali menjadi gagasan maupun karya yang bermanfaat,” ujarnya.
Astrid mengatakan kemampuan menulis tidak hadir secara instan, melainkan dibangun melalui kebiasaan membaca, keberanian mencoba, dan konsistensi belajar. Karena itu, ia mendorong para pelajar mulai menulis dari hal-hal sederhana yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
“Menulis itu soal keberanian memulai. Tidak perlu menunggu sempurna. Tulis saja dulu apa yang ada dalam pikiran dan pengalaman kita,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Astrid juga membagikan sejumlah tips agar lebih produktif menulis, salah satunya dengan membiasakan membaca setiap hari untuk memperkaya wawasan dan sudut pandang. Ia juga menyarankan para pelajar memiliki jurnal atau catatan harian sebagai latihan menuangkan ide dalam bentuk tulisan.
“Kalau ingin menjadi penulis, maka harus akrab dengan buku dan tulisan. Luangkan waktu membaca setiap hari walaupun hanya beberapa halaman,” ujarnya.
Astrid turut mengajak guru dan kepala sekolah menjadi penggerak budaya literasi di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan generasi muda yang gemar membaca, berani berpendapat, dan produktif menghasilkan karya.
“Anak-anak harus diberi ruang untuk berani berpendapat dan berkarya. Jangan hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis melalui literasi,” katanya.
Ia juga menilai perkembangan teknologi digital dapat menjadi peluang besar untuk memperkuat budaya literasi apabila dimanfaatkan secara positif. Generasi muda didorong tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menghasilkan konten edukatif dan inspiratif melalui tulisan maupun karya kreatif lainnya.
Festival Literasi Nasional 2026 menjadi ajang bertemunya pegiat pendidikan dan literasi dari berbagai daerah untuk berbagi pengalaman, inovasi, serta gagasan dalam meningkatkan budaya membaca dan menulis di Indonesia. Kegiatan tersebut diramaikan dengan talkshow inspiratif, diskusi pendidikan, pameran karya literasi, hingga sesi motivasi bagi pelajar dan tenaga pendidik.
Dalam talkshow tersebut, Astrid juga membagikan pengalaman pribadinya dalam proses menulis hingga berhasil menerbitkan buku The Untold Story Astrid Widayani. Ia mengaku proses penulisan dilakukan di tengah kesibukannya sebagai pejabat publik.
Menurutnya, setiap orang memiliki cerita hidup yang unik dan dapat menjadi inspirasi jika dituangkan dalam sebuah tulisan.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang masyarakatnya gemar membaca dan menulis. Karena dari literasi lahir pemikiran besar, inovasi, dan perubahan untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (Is/ Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Kampanye sosial bertajuk “Dampak Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan, Ekonomi, dan Pendidikan” di Aula Kantor Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. |
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang Gelar Kampanye Bahaya Pernikahan Dini di Tambakrejo untuk Tekan Dispensasi Nikah
Semarang - majalahlarise.com - Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang menggelar kampanye sosial bertajuk “Dampak Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan, Ekonomi, dan Pendidikan” di Aula Kantor Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan remaja sebagai upaya meningkatkan kesadaran terkait risiko pernikahan usia anak sekaligus menekan angka dispensasi nikah di Kota Semarang.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi mata kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas yang diampu Dr. Yulianto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si. Seminar dihadiri perangkat kelurahan, karang taruna, tokoh masyarakat, serta para remaja di Kelurahan Tambakrejo.
Ketua LPMK Tambakrejo, Sapto Wahono mengapresiasi kegiatan edukatif yang digagas mahasiswa Ilmu Komunikasi USM tersebut. Ia menjelaskan kesiapan mental menjadi faktor utama sebelum seseorang memutuskan menikah.
“Saat kalian berpikir untuk menikah, yang pertama kali harus kalian pertanyakan kepada diri sendiri adalah: apakah mental kalian sudah benar-benar siap? Karena pernikahan bukan sekadar ritual, melainkan sebuah komitmen panjang yang menuntut kematangan jiwa,” ujar Sapto Wahono.
Seminar menghadirkan narasumber dari PKBI Kota Semarang, yakni Muhammad Taufik Hilmawan, Devita Uzlah Sibarani, serta pemateri internal mahasiswa, Della Letelay.
Dalam pemaparannya, PKBI Kota Semarang mencatat terdapat 125 perkara dispensasi nikah di Kota Semarang sepanjang 2024 dan sebanyak 116 perkara dikabulkan. Mayoritas pemohon dispensasi nikah masih berstatus pelajar SMP dan SMA.
Devita Uzlah Sibarani menjelaskan pernikahan dini memiliki dampak serius terhadap kesehatan reproduksi remaja. Risiko yang muncul di antaranya anemia, preeklamsia, hingga meningkatnya angka kematian ibu dan bayi.
Sementara itu, Muhammad Taufik Hilmawan menyampaikan pernikahan usia anak juga berpengaruh terhadap masa depan pendidikan dan ekonomi remaja. Menurutnya, pernikahan dini berpotensi menyebabkan putus sekolah dan terbatasnya peluang kerja.
“Remaja perlu memahami bahwa pernikahan usia anak dapat membatasi kesempatan mereka untuk berkembang, baik dari sisi pendidikan maupun ekonomi,” kata Muhammad Taufik Hilmawan.
Pemateri internal, Della Letelay, turut mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan finansial sebelum menikah. Ia menyebut pernikahan merupakan keputusan besar yang tidak perlu dipercepat tanpa persiapan matang.
Dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas, Dr. Yulianto Budi Setiawan menjelaskan kegiatan tersebut menjadi bagian dari literasi masyarakat yang dilakukan mahasiswa agar mampu memberikan dampak nyata di lingkungan sekitar.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari literasi masyarakat dengan harapan dapat memberi manfaat dan meningkatkan kesadaran remaja di Kelurahan Tambakrejo terkait bahaya pernikahan dini,” jelas Dr. Yulianto Budi Setiawan.
Ketua Karang Taruna Tambakrejo, Eva Riska Yulanda berharap seminar tersebut mampu mengubah pola pikir remaja agar lebih fokus mengejar pendidikan dan masa depan.
“Saya sangat bersyukur adanya kegiatan seperti ini. Semoga teman-teman remaja semakin terbuka pikirannya tentang bahaya pernikahan dini dan berani mengejar mimpi terlebih dahulu,” ungkapnya.
Peserta seminar memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Mereka mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya kematangan mental, emosional, serta kesiapan ekonomi sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang melalui Jurusan Ilmu Komunikasi terus berkomitmen mencetak mahasiswa yang adaptif, kreatif, dan peka terhadap isu sosial di masyarakat. Melalui pembelajaran berbasis praktik dan pengabdian masyarakat, mahasiswa didorong aktif terlibat dalam kampanye edukatif, riset sosial, hingga kegiatan komunikasi publik yang berdampak bagi lingkungan sekitar. (Sofyan)
Baca juga: SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar Kajian Fiqih Qurban dan Pelatihan Penyembelihan Hewan Qurban
Pendidikan
![]() |
| Kajian Fiqih Qurban dan Pelatihan Penyembelihan Hewan Qurban. |
SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar Kajian Fiqih Qurban dan Pelatihan Penyembelihan Hewan Qurban
Boyolali - majalahlarise.com - Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono bekerja sama dengan JULEHA Boyolali menggelar Kajian Fiqih Qurban dan Pelatihan Penyembelihan Hewan Qurban yang terbuka untuk umum, Sabtu (23/5/2026) di Aula SD Muhammadiyah PK Banyudono.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait tata cara pelaksanaan qurban yang sesuai syariat Islam. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya takmir masjid dan masyarakat yang hadir mengikuti kajian sekaligus praktik penyembelihan secara langsung.
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono saat dihubungi Redaksi melalui pesan singkat menjelaskan momentum Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata, namun juga sebagai sarana pembelajaran tentang keikhlasan, kepedulian, serta pentingnya menjalankan syariat Islam dengan benar.
“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin memahami fiqih qurban dan tata cara penyembelihan halal sesuai tuntunan Islam,” ujarnya.
Kajian menghadirkan narasumber Wahid Sudarsono yang menyampaikan materi tentang syarat hewan qurban, adab penyembelihan, hingga praktik penyembelihan halal yang baik dan benar sesuai syariat Islam.
![]() |
| Praktik penyembelihan halal yang baik dan benar sesuai syariat Islam. |
Ketua panitia, Habibi menjelaskan kegiatan tersebut diberikan secara gratis sebagai bentuk pelayanan dakwah dan edukasi kepada masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.
“Selain mendapatkan materi teori, peserta juga memperoleh pengalaman praktik langsung penyembelihan hewan qurban sehingga diharapkan mampu menerapkannya di lingkungan masjid dan masyarakat masing-masing,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah PK Banyudono kembali menunjukkan komitmennya sebagai sekolah Islam berkarakter yang tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, namun juga penguatan syiar Islam dan edukasi keislaman di tengah masyarakat. (Sofyan)
Prestasi
![]() |
| Guru SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah, Dwi Jatmiko MPd berhasil memperoleh sertifikat kelulusan Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH). |
Guru SD Muhammadiyah 1 Solo Lulus Pelatihan Pendamping PPH, Siap Dampingi UMKM Urus Sertifikasi Halal
Solo - majalahlarise.com - Guru SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah, Dwi Jatmiko MPd berhasil memperoleh sertifikat kelulusan Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) setelah mengikuti rangkaian pelatihan dan praktik yang diselenggarakan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur. Pelatihan berlangsung secara daring pada 15-16 Mei 2026 selama 20 jam pelajaran.
Guru Pendidikan Agama Islam di sekolah yang berdiri sejak 1935 tersebut menjelaskan pelatihan Pendamping PPH menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH) guna memperkuat ekosistem industri halal nasional.
Menurut Dwi Jatmiko MPd, masih banyak pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menghadapi berbagai kendala dalam memperoleh sertifikat halal. Kendala tersebut mulai dari keterbatasan pemahaman mengenai proses dan persyaratan sertifikasi halal hingga persoalan biaya serta sumber daya manusia.
“Namun dalam pelaksanaannya, banyak pelaku usaha, khususnya UMKM, masih menghadapi berbagai tantangan untuk memperoleh sertifikat halal,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan kehadiran Pendamping Proses Produk Halal menjadi solusi strategis untuk membantu pelaku usaha dalam menjalani proses sertifikasi halal. Pendamping PPH memiliki peran sebagai penghubung antara pelaku usaha, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
“Pendamping PPH merupakan individu yang telah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikat kompetensi untuk mendampingi pelaku usaha dalam proses sertifikasi halal serta menjadi penghubung antara pelaku usaha, LPH, dan BPJPH,” jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi komprehensif meliputi kebijakan dan regulasi Jaminan Produk Halal, ketentuan syariat Islam terkait produk halal, hingga aspek fikih sebagai landasan penjaminan produk halal di Indonesia.
Selain itu, peserta juga dibekali materi mengenai proses pendampingan PPH, identifikasi bahan baku dan bahan tambahan, alur produksi sesuai standar halal, hingga verifikasi dan validasi dokumen untuk memastikan kesesuaian proses halal pada pelaku usaha.
“Di era transformasi digital, pelatihan juga menitikberatkan pada digitalisasi dan dokumentasi PPH,” pungkasnya. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...









