GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Naramber Dony Purnomo memberikan materi mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran. |
MGMP Geografi Wonogiri Gelar Pelatihan Pembelajaran Geografi Berbasis AI di SMAN 1 Wonogiri
Wonogiri - majalahlarise.com - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Kabupaten Wonogiri kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan Pembelajaran Geografi Berbasis Artificial Intelligence (AI) yang digelar di SMAN 1 Wonogiri, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini diikuti guru-guru Geografi SMA se-Kabupaten Wonogiri sebagai upaya memperkuat kesiapan pendidik menghadapi transformasi digital di dunia pendidikan.
Pelatihan menghadirkan Dony Purnomo sebagai narasumber yang memberikan materi mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar AI, teknik menyusun prompt yang efektif, hingga praktik pembuatan media pembelajaran daring dengan memanfaatkan berbagai platform berbasis AI. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi karena materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
Dalam pemaparannya, Dony Purnomo menjelaskan AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat bantu yang dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Menurutnya, pemahaman terhadap teknologi menjadi kebutuhan penting agar guru mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi peserta didik.
“AI bukan pengganti guru. Teknologi ini adalah alat bantu yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru perlu memahami cara memanfaatkannya secara bijak sehingga dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan sesuai kebutuhan peserta didik,” ujarnya.
Kegiatan dibuka oleh Kepala SMAN 1 Wonogiri, Susilo Joko Raharjo. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada MGMP Geografi Kabupaten Wonogiri yang secara konsisten menyelenggarakan program pengembangan profesional guru dan memilih SMAN 1 Wonogiri sebagai lokasi kegiatan.
“Saya mengapresiasi MGMP Geografi Wonogiri yang aktif menyelenggarakan kegiatan rutin dan memilih SMAN 1 Wonogiri sebagai tempat pelaksanaan kegiatan. Forum seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat kolaborasi antarguru,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan para guru untuk terus mengembangkan kompetensi di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan perubahan menjadi kunci dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan bagi generasi saat ini.
“Guru harus terus berkembang dan terus belajar agar mampu menghadirkan pembelajaran yang menarik, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, MGMP Geografi Kabupaten Wonogiri berharap para guru semakin siap mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses pembelajaran geografi secara efektif dan bertanggung jawab. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Wonogiri melalui penguatan kompetensi guru di era digital. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala SMA Muhammadiyah 1 Simo, Dwitya Nadia Fatmawati, M.Pd. |
Kepala SMA MUSA Buka IHT Integrasi Coding dan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Berdiferensiasi
Boyolali - majalahlarise.com - SMA Muhammadiyah 1 Simo (SMA MUSA) menggelar kegiatan In House Training (IHT) bagi seluruh guru dengan tema “Integrasi Coding dan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Berdiferensiasi” di aula sekolah, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan kompetensi pendidik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pembelajaran abad ke-21.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala SMA Muhammadiyah 1 Simo, Dwitya Nadia Fatmawati, M.Pd. Dalam sambutannya menjelaskan pentingnya guru terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, pemanfaatan coding dan Artificial Intelligence (AI) sudah menjadi kebutuhan yang harus dipahami oleh pendidik untuk menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan relevan.
“Pemanfaatan coding dan Artificial Intelligence bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dipahami oleh pendidik untuk menghadirkan pembelajaran yang inovatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini. Saya berharap seluruh guru dapat memanfaatkan kesempatan pelatihan ini untuk memperkaya wawasan dan keterampilan yang nantinya diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Sebagai narasumber, Pujiono, S.Si., M.M. menyampaikan materi mengenai strategi integrasi coding dan AI dalam pembelajaran berdiferensiasi. Ia menjelaskan teknologi dapat menjadi alat yang sangat membantu guru dalam merancang pembelajaran yang mampu mengakomodasi perbedaan kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa.
“Teknologi dapat menjadi alat yang sangat membantu guru dalam merancang pembelajaran yang mampu mengakomodasi perbedaan kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa. Artificial Intelligence juga dapat dimanfaatkan dalam penyusunan perangkat ajar, pembuatan media pembelajaran, hingga pengembangan asesmen yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan peserta didik,” jelasnya.
Selain memperoleh materi teoritis, para guru juga mengikuti sesi praktik penggunaan berbagai aplikasi berbasis AI yang dapat mendukung proses pembelajaran. Berbagai fitur pemanfaatan kecerdasan buatan dalam penyusunan materi, pembuatan media ajar, hingga pengelolaan asesmen diperkenalkan secara langsung kepada peserta.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi berjalan interaktif dengan banyak pertanyaan serta berbagi pengalaman dari para guru. Beberapa peserta yang tampak aktif mengikuti kegiatan di antaranya Muhammadiyah Fiyan Alfatih, Joko Mardiko, dan guru-guru lainnya yang menunjukkan keseriusan dalam mempelajari teknologi pendidikan terkini.
Acara yang dipandu oleh Desviana Umi Sholihah, S.M. berlangsung lancar dan penuh semangat. Suasana pelatihan terasa hidup karena peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mencoba langsung berbagai aplikasi dan fitur yang diperkenalkan narasumber.
Melalui kegiatan IHT ini, SMA Muhammadiyah 1 Simo berharap seluruh guru mampu mengimplementasikan hasil pelatihan dalam proses pembelajaran sehari-hari sehingga tercipta suasana belajar yang lebih menarik, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru serta pemanfaatan teknologi digital secara bijak dan produktif.
Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, SMA Muhammadiyah 1 Simo terus meneguhkan diri sebagai sekolah yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan siap mencetak generasi unggul yang mampu menghadapi tantangan masa depan di era digital. (Sofyan)
Baca juga: Dies Natalis ke-11 HIMAKOM UNIVET BANTARA Hadirkan Influencer Minkee dalam Seminar CommVerse Vol 2.0
Pendidikan
Dies Natalis ke-11 HIMAKOM UNIVET BANTARA Hadirkan Influencer Minkee dalam Seminar CommVerse Vol 2.0
Sukoharjo - majalahlarise.com - Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (UNIVET Bantara) Sukoharjo menggelar seminar CommVerse Vol 2.0 dalam rangka Dies Natalis ke-11 HIMAKOM, Rabu (10/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium UNIVET Bantara tersebut mengusung tema “Lantunan Aksi dalam Harmoni Komunikasi” dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan komunikasi digital serta personal branding di era media sosial.
Seminar bertajuk “The Rise of Digital Influence: Strategi Gen Z Membangun Personal Branding dan Menguasai Ruang Publik di Media Sosial” menghadirkan influencer sekaligus content creator Raihan Adam atau yang lebih dikenal sebagai Minkee.
Dalam pemaparannya, Minkee membagikan pengalaman membangun identitas diri di media sosial, mulai dari menemukan karakter personal, menciptakan konten yang autentik, hingga membangun engagement dengan audiens.
“Personal branding bukan sekadar soal terkenal, tetapi bagaimana kita mampu menghadirkan nilai dan konsistensi sehingga publik dapat mengenali karakter yang kita bangun,” ujarnya.
Ketua Pelaksana CommVerse Vol 2.0, Chusnul Adjeng Triaputri, menjelaskan seminar ini merupakan bentuk kepedulian HIMAKOM terhadap kebutuhan generasi muda dalam menghadapi tantangan komunikasi digital yang semakin dinamis. Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana pengembangan diri dan karier apabila dimanfaatkan secara positif dan strategis.
“Melalui kegiatan ini kami berharap peserta mampu memahami cara memanfaatkan media sosial secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab untuk mendukung pengembangan diri maupun karier di masa depan,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi mahasiswa dalam sesi seminar dan diskusi interaktif. Berbagai pertanyaan terkait pengelolaan media sosial, strategi membangun konten kreatif, hingga tantangan menjadi influencer menjadi topik yang banyak dibahas. Semangat “Lantunan Aksi dalam Harmoni Komunikasi” yang diusung dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian pesan, tetapi juga mampu menghadirkan kolaborasi, inspirasi, dan perubahan positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Dekan FISH UNIVET BANTARA, Dr. Joko Suryono, mengapresiasi penyelenggaraan CommVerse Vol 2.0 yang menghadirkan tema dan narasumber relevan dengan perkembangan dunia komunikasi digital saat ini. Menurutnya, materi yang disampaikan Minkee sangat bermanfaat bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam menghadapi era media sosial yang terus berkembang.
“Ilmu yang dimiliki oleh Mas Mingke sangat baik untuk pengembangan ilmu komunikasi di era media sosial. Gen Z mau tidak mau harus menguasai ilmu-ilmu seperti ini,” ujarnya.
Dr. Joko menjelaskan konsep personal branding memiliki keterkaitan erat dengan berbagai bidang ilmu komunikasi, mulai dari komunikasi pemasaran, periklanan hingga komunikasi politik. Menurutnya, setiap individu perlu memiliki identitas yang kuat agar mampu membangun kepercayaan dan daya tarik di mata publik.
“Personal branding yang kuat memiliki daya magnet yang kuat untuk membuat orang tertarik, karena ada sesuatu yang luar biasa yang dimiliki seseorang,” katanya.
Lebih lanjut, ia mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan sesuai bidang minat masing-masing, baik jurnalistik, komunikasi pemasaran, periklanan, penyiaran maupun konten kreatif.
“Harapan kami, mahasiswa memiliki kelebihan masing-masing sehingga ketika orang membutuhkan keahlian tertentu, nama mahasiswa tersebut langsung teringat karena personal branding yang sudah terbentuk,” ujarnya.
Selain itu, Dr. Joko juga menjelaskan pentingnya membangun corporate branding bagi Program Studi Ilmu Komunikasi agar memiliki ciri khas dan kebaruan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, perkembangan media sosial dan kecerdasan buatan (AI) harus menjadi bagian dari inovasi yang terus dikembangkan program studi.
“Program Ilmu Komunikasi harus memiliki keunikan tertentu. Saat masyarakat membutuhkan keilmuan tertentu, mereka langsung menyebut Ilmu Komunikasi UNIVET. Kebaruan itu tidak lepas dari perkembangan media sosial dan kecerdasan buatan atau AI yang saat ini terus berkembang,” pungkasnya. (Annistya/ Sofyan)
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Dosen, UNISRI Gelar Sosialisasi dan Pendampingan JAFA Bersama LLDIKTI Wilayah VI
Pendidikan
![]() |
| Sosialisasi dan Pendampingan Ajuan Jabatan Fungsional Akademik (JAFA) bagi 175 dosen secara daring melalui Zoom Meeting. |
Tingkatkan Kualitas Dosen, UNISRI Gelar Sosialisasi dan Pendampingan JAFA Bersama LLDIKTI Wilayah VI
Solo - majalahlarise.com - Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyelenggarakan Sosialisasi dan Pendampingan Ajuan Jabatan Fungsional Akademik (JAFA) bagi 175 dosen secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (10/6/2026). Kegiatan ini digelar sebagai respons terhadap tuntutan peningkatan mutu perguruan tinggi swasta sekaligus implementasi regulasi terbaru dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ketua Pelaksana kegiatan, Prof. Dr. Nanik Suhartatik, S.TP., M.P., menjelaskan sosialisasi tersebut bertujuan mempercepat peningkatan jumlah dosen yang memiliki Jabatan Akademik minimal Asisten Ahli sekaligus memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penilaian Jabatan Akademik Dosen internal berdasarkan pedoman operasional yang berlaku.
“Ini langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dosen UNISRI secara berkelanjutan. Melalui pendampingan ini kami berharap semakin banyak dosen yang mampu memenuhi persyaratan dan mengajukan kenaikan jabatan akademik sesuai ketentuan,” ujarnya.
Kegiatan menghadirkan Ketua Tim Kerja SDPT LLDIKTI Wilayah VI, Lis Setyowati, S.Sos., M.H., sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara rinci mengenai teknis pengajuan JAFA, pemenuhan syarat khusus, hingga pemanfaatan berbagai platform pendukung yang dapat membantu dosen dalam proses pengajuan jabatan fungsional.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang II UNISRI, Dr. Edi Wibowo, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menjelaskan jabatan fungsional akademik tidak sekadar menjadi sarana pengembangan karier dosen, tetapi juga mencerminkan profesionalisme tenaga pendidik di perguruan tinggi.
“JAFA merupakan cerminan profesionalisme tenaga pendidik. Dosen dituntut adaptif, produktif, dan inovatif. Lembaga berkomitmen mengawal, memfasilitasi, dan memberikan dukungan penuh terhadap seluruh proses ajuan kenaikan pangkat,” kata Dr. Edi.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., memberikan arahan terkait kebijakan terbaru yang membuka peluang lebih besar bagi dosen untuk meningkatkan jenjang akademiknya. Ia menyoroti terbitnya Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2026 dan Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025 yang memungkinkan adanya mekanisme lompat jabatan bagi dosen yang memiliki prestasi internasional.
Berdasarkan data SIBRAJA dan PDDikti, saat ini UNISRI memiliki 177 dosen. Dari jumlah tersebut, terdapat 24 dosen dengan jabatan Lektor Kepala dan 7 Guru Besar, sehingga total mencapai 31 orang atau sekitar 17,7 persen. Selain itu terdapat 60 dosen dengan jabatan Lektor, 34 Asisten Ahli, dan 2 dosen yang belum memiliki jenjang jabatan akademik. Untuk kualifikasi pendidikan, sebanyak 37 dosen telah menempuh pendidikan doktoral (S3).
Prof. Aisyah juga mengingatkan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian, di antaranya dosen yang telah bertahun-tahun belum mengajukan kenaikan jabatan akademik, dosen berkualifikasi S3 yang masih berada pada jenjang Asisten Ahli, serta berbagai kendala administratif dan teknis dalam proses pengajuan.
Melalui sosialisasi dan pendampingan ini, UNISRI menunjukkan komitmennya dalam mempercepat kenaikan jabatan fungsional dosen sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional sekaligus mendukung arah kebijakan pengembangan perguruan tinggi yang digariskan LLDIKTI Wilayah VI. (Sofyan).
Pendidikan
![]() |
| Turnamen Mobile Legends yang menjadi bagian dari implementasi Mata Kuliah Manajemen Event Program Studi Ilmu Komunikasi UNISRI. |
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNISRI Sukses Gelar Turnamen Mobile Legends MEC 2026, Wadah Kreativitas dan Pengalaman Manajemen Event
Solo - majalahlarise.com - Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Semester 6 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta sukses menyelenggarakan Management Event Cup (MEC) 2026, sebuah turnamen Mobile Legends yang menjadi bagian dari implementasi Mata Kuliah Manajemen Event. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 5-6 Juni 2026, dengan babak penyisihan secara daring pada 5 Juni dan babak final secara luring di Ruang Seminar Baru Lantai 3 UNISRI Surakarta pada 6 Juni 2026.
Acara pembukaan dihadiri dosen pengampu Mata Kuliah Manajemen Event Sihabuddin, S.I.Kom., M.I.Kom., Kaprodi Ilmu Komunikasi Drs. Buddy Riyatno, M.Si., serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Universitas Slamet Riyadi, Joko Pranomo, S.Sos., M.Si. Kehadiran pimpinan universitas dan dosen memberikan dukungan sekaligus apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan kegiatan berbasis e-sports tersebut.
Dalam sambutannya, Joko Pranomo yang sekaligus membuka acara menyampaikan harapannya agar kegiatan ini memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat. “Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta. Saya juga berharap panitia memperoleh pengalaman berharga dalam mengelola kegiatan, berkolaborasi, dan mengembangkan keterampilan yang akan bermanfaat di masa mendatang,” ujarnya.
Turnamen MEC 2026 diikuti oleh 14 tim yang berasal dari kalangan pelajar SMA/SMK dan mahasiswa se-Solo Raya. Masing-masing tim beranggotakan lima pemain yang bersaing memperebutkan prize pool sebesar Rp1.000.000, trofi, serta sertifikat penghargaan. Sejak proses pendaftaran hingga pertandingan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan menjunjung sportivitas selama kompetisi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi tidak hanya mempelajari teori manajemen event di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam merencanakan, mengorganisasi, mengoordinasikan, hingga mengevaluasi sebuah kegiatan berskala regional. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar, tertib, dan terstruktur berkat kerja sama panitia yang solid.
Keberhasilan penyelenggaraan Management Event Cup (MEC) 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi menciptakan kegiatan yang edukatif, kompetitif, dan relevan dengan perkembangan industri kreatif serta e-sports di Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi bukti kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia pendidikan. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Tokoh Superhero Superman melawan anak-anak Yatim dalam laga sepakbola. |
Anak Yatim Sanggar Bhineka Sukoharjo Sambut Piala Dunia 2026 Lewat Laga Sepak Bola Melawan Superhero Dunia
Sukoharjo - majalahlarise.com - Suasana meriah dan penuh tawa mewarnai halaman Sanggar Bhineka Sukoharjo, Rabu (10/6/2026) sore. Sekitar 20 anak yatim korban Covid-19 mengikuti aksi unik bertajuk Sambut Piala Dunia dengan menggelar simulasi pertandingan sepak bola melawan para guru relawan yang mengenakan kostum superhero dari berbagai negara peserta Piala Dunia.
Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut menghadirkan beragam karakter superhero sebagai perwakilan negara dunia. Ultraman tampil membawa bendera Jepang, Superman membawa bendera Amerika Serikat, Spiderman membawa bendera Prancis, Batman membawa bendera Jerman, dan Power Rangers membawa bendera Argentina. Sementara tokoh Gatotkaca yang mewakili Indonesia dijadwalkan menjadi wasit pada kegiatan berikutnya. Anak-anak lainnya turut memeriahkan suasana dengan membawa poster para pemain sepak bola dunia dan bendera negara-negara peserta Piala Dunia.
Penggagas kegiatan Superhero Bola, Agus Widanarko atau akrab disapa mas Danar, menjelaskan simulasi pertandingan tersebut merupakan bentuk perayaan sekaligus edukasi sepak bola bagi anak-anak yatim. Melalui konsep yang kreatif dan menyenangkan, anak-anak diajak merasakan atmosfer kompetisi sepak bola terbesar di dunia.
"Hari ini kita merayakan, hari ini kita menyaksikan, tapi esok kita pasti akan ikut Piala Dunia. Bahkan mungkin menang," ujarnya.
Menurut Danar, meskipun Indonesia belum tampil di ajang Piala Dunia, semangat dan euforia turnamen dunia tetap dapat ditanamkan kepada anak-anak. Ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan mimpi besar dan motivasi berprestasi sejak usia dini. Selain mengenalkan negara-negara peserta Piala Dunia, kegiatan juga menjadi sarana pembelajaran tentang sportivitas, kerja sama, dan rasa percaya diri.
Keunikan acara semakin terasa ketika di tengah pertandingan panitia menyediakan jamu dan bakso bagi para pemain yang mulai kelelahan. Momen tersebut mengundang gelak tawa sekaligus menambah semangat anak-anak untuk kembali bermain. Suasana akrab antara para superhero dan peserta menciptakan pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta.
Rizky Agung Triwibowo yang berperan sebagai Batman mengaku sangat menikmati kegiatan tersebut. Menurutnya, permainan sepak bola bersama anak-anak menjadi cara yang menyenangkan untuk menyambut Piala Dunia sekaligus membangun semangat kebersamaan.
"Ini kegiatannya seru banget karena sebentar lagi kita ada Piala Dunia. Hari ini kita bersenang-senang bersama anak-anak bermain bola untuk menyambut Piala Dunia tersebut," kata Rizky.
Ia berharap semangat yang lahir dari ajang Piala Dunia dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda Indonesia. "Harapan saya untuk Indonesia, semoga ke depannya bisa mengikuti Piala Dunia dan ikut membangun semangat bagi bangsa kita karena adanya Piala Dunia ini," tambahnya.
Salah satu peserta, Farel Atarisa, mengaku senang mengikuti simulasi pertandingan yang melibatkan para superhero. Meski pertandingan berlangsung cukup menantang, ia menikmati jalannya permainan dan mengaku mendukung Argentina pada Piala Dunia tahun ini. "Senang ikut kegiatan ini. Tadi memang agak sulit karena pemainnya superhero juga, dan saya mendukung Argentina," ujarnya.
Kegembiraan serupa dirasakan Muhammad Fahri yang berhasil mencetak gol dalam pertandingan tersebut. Fahri mengaku sempat kesulitan menggiring bola, namun merasa bangga karena mampu mencetak gol dan melakukan selebrasi bersama teman-temannya. Saat ditanya mengenai tim favoritnya, Fahri mengaku mendukung Portugal karena mengidolakan Cristiano Ronaldo.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh kreativitas ini, Sanggar Bhineka tidak hanya menghadirkan hiburan bagi anak-anak yatim korban Covid-19, tetapi juga menanamkan optimisme, semangat berprestasi, serta harapan agar suatu saat Indonesia dapat tampil dan bersaing di panggung Piala Dunia. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Murid berprestasi Kelas IX saat foto bersama usai menerima penghargaan yang diserahkan oleh kepala sekolah Herni Budiati, S.Pd., M.Pd. |
Pelepasan 251 Murid SMPN 7 Surakarta Tahun Ajaran 2025/2026, Siap Wujudkan Harapan dan Hadapi Tantangan Masa Depan
Surakarta - majalahlarise.com - SMP Negeri 7 Surakarta menggelar Pelepasan Murid Kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026 dengan tema “Wujudkan Harapan, Hadapi Tantangan Masa Depan” di Tirtonadi Convention Hall, Surakarta, Rabu (10/6/2026). Acara berlangsung meriah dan penuh haru dengan diikuti 251 murid kelas IX yang telah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun di SMPN 7 Surakarta.
Kegiatan diawali dengan prosesi kirab panji-panji SMPN 7 Surakarta yang dilanjutkan dengan masuknya 251 murid kelas IX mengenakan busana kebaya dan jas. Suasana khidmat mewarnai jalannya acara saat para siswa memasuki ruang utama didampingi dewan guru dan jajaran sekolah. Selain prosesi pelepasan, acara juga diisi laporan kelulusan, pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi, penampilan seni budaya, hingga sesi dokumentasi bersama seluruh angkatan.
Dalam laporan kelulusan disampaikan seluruh murid kelas IX SMPN 7 Surakarta yang berjumlah 251 siswa dinyatakan lulus 100 persen. Sekolah juga memberikan apresiasi kepada para siswa yang berhasil meraih prestasi di bidang akademik maupun non-akademik selama menempuh pendidikan. Momentum tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras siswa sekaligus motivasi untuk terus berprestasi pada jenjang pendidikan berikutnya.
Kepala SMPN 7 Surakarta, Herni Budiati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada panitia, dewan guru, tenaga kependidikan, dan komite sekolah yang telah bersinergi menyukseskan kegiatan pelepasan. Ia menjelaskan guru memiliki peran lebih dari sekadar mengajar, tetapi juga mendampingi dan membentuk karakter peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
“Guru hadir bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi orang tua di sekolah yang mendidik karakter, kedisiplinan, dan etika siswa. Semua dilakukan dengan harapan anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berakhlak dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya.
Kepada para lulusan, Herni berpesan agar senantiasa menjaga nama baik almamater di mana pun berada. Menurutnya, status sebagai alumni tidak memutus hubungan dengan sekolah, melainkan menjadi bagian dari keluarga besar SMPN 7 Surakarta yang harus terus mengharumkan nama sekolah melalui prestasi dan perilaku yang baik.
“Anak-anakku, meskipun telah lulus dan menjadi alumni, kalian tetap membawa nama baik SMPN 7 Surakarta. Teruslah berjuang meraih cita-cita dan jadilah kebanggaan sekolah, keluarga, serta masyarakat,” katanya.
Prosesi pelepasan semakin bermakna dengan penyerahan siswa secara simbolis dari pihak sekolah kepada orang tua yang dilakukan oleh Kepala Sekolah Herni Budiati bersama Ketua Komite SMPN 7 Surakarta, Suharso, S.H., M.M. Penyerahan tersebut menjadi simbol berakhirnya masa pendidikan siswa di tingkat SMP sekaligus awal perjalanan menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Ketua Komite SMPN 7 Surakarta, Suharso, S.H., M.M., menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan atas dedikasi dalam mendidik siswa selama tiga tahun terakhir. Ia mengajak para lulusan untuk terus menggantungkan cita-cita setinggi langit dan tidak pernah berhenti belajar.
“Teruslah mengejar cita-cita dan jangan pernah berhenti belajar. Tetaplah berbakti kepada orang tua, hormat kepada guru, karena doa dan restu merekalah yang akan mengantarkan kalian menuju kesuksesan,” ujar Suharso.
Beragam penampilan seni turut memeriahkan acara, mulai dari Tari Soyong, vokal solo oleh Ananda Cinta Alentia, hingga pertunjukan musik tradisi dan karawitan. Momen paling mengharukan terjadi saat para siswa mempersembahkan lagu khusus sebagai ungkapan terima kasih kepada guru dan orang tua yang selama ini mendampingi perjalanan pendidikan mereka.
Acara kemudian ditutup dengan pembagian doorprize bagi tamu undangan dan sesi foto bersama seluruh angkatan sebagai kenang-kenangan sebelum para lulusan melangkah menuju masa depan yang lebih luas dan penuh tantangan. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...










