GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Prosesi Pelepasan Wisudawan Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI) periode XXV, XXVI, dan XXVIII tahun 2026. |
Sebanyak 62 Lulusan MPBI Univet Bantara Resmi Dilepas, Siap Berkontribusi di Dunia Pendidikan
Sukoharjo – majalahlarise.com - Program Pascasarjana Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) menggelar Tasyakuran dan Pelepasan Wisudawan Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI) periode XXV, XXVI, dan XXVIII tahun 2026. Kegiatan berlangsung khidmat di Ballroom Kusuma Sahid Prince Hotel Surakarta, Selasa (10/2/2026), mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Sebanyak 62 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi pelepasan sebagai penanda berakhirnya perjalanan akademik jenjang magister dan dimulainya pengabdian di tengah masyarakat. Acara ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, pengurus yayasan, dosen Pascasarjana, serta keluarga wisudawan.
Pjs Direktur Pascasarjana Univet Bantara, Dr. Nurnaningsih, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas capaian para lulusan. Ia menguraikan perjalanan studi magister bukan proses yang mudah dan menuntut komitmen tinggi.
“Saya merasa sangat bangga dan bahagia melihat Bapak dan Ibu sekalian yang hari ini telah sampai pada titik ini. Perjalanan akademik di jenjang magister penuh perjuangan, pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran,” tuturnya.
![]() |
| Jajaran pimpinan universitas, pengurus yayasan, dosen Pascasarjana, serta wisudawan saat foto bersama. |
Ia juga berpesan agar gelar Magister Pendidikan Bahasa Indonesia tidak hanya menjadi simbol akademik, melainkan amanah moral dan intelektual.
“Ilmu yang diperoleh di Univet Bantara kami harapkan dapat diimplementasikan secara nyata di instansi masing-masing maupun di masyarakat luas. Teruslah berkarya, berinovasi, dan jagalah nama baik almamater,” ungkapnya.
Ditambahkannya, dalam pelepasan ini terdapat wisuda tiga bersaudara kandung yaitu Enny Suryanti, M.Pd, Rohmat Suryanto, M.Pd, Retno Tri Widayati, M.Pd dan dua bersaudara kandung yaitu Yuliah Rohani, M.Pd, Trias Nafiulana, M.Pd.
Sementara itu, Wakil Rektor I Univet Bantara, Dr. Ir. Sri Hartati, M.P., mewakili Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum menyampaikan laporan akademik sekaligus apresiasi atas capaian para wisudawan yang berhasil menyelesaikan studi tepat waktu di tengah kesibukan profesi.
“Keberhasilan ini menjadi bukti kerja keras, ketekunan, dan dedikasi Bapak Ibu sekalian. Gelar magister membawa konsekuensi pada peningkatan kualitas berpikir dan bertindak sebagai pendidik,” jelasnya.
Ia juga mendorong lulusan MPBI untuk terus mengembangkan budaya literasi dan riset, serta menjaga jejaring alumni dengan almamater.
Ketua Pembina Yayasan Pembina Pendidikan Perguruan (YPPP) Veteran Sukoharjo, Drs. Bambang Margono, M.M., dalam sambutannya menekankan nilai karakter yang melekat pada identitas “Veteran”.
“Gelar magister bukan sekadar tambahan nama, tetapi amanah untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat. Lulusan Univet Bantara kami harapkan memiliki jiwa juang, integritas, dan semangat pengabdian,” katanya.
Ia juga menyampaikan komitmen yayasan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan infrastruktur demi mencetak lulusan unggul dan kompetitif.
Ketua Panitia, Alim Susilo, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menguraikan kegiatan pelepasan wisudawan sebagai wujud rasa syukur, kebersamaan, serta penghargaan atas perjuangan akademik mahasiswa MPBI.
“Kegiatan ini juga bertujuan mempererat silaturahmi antara mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika Pascasarjana Univet Bantara,” ujarnya.
Mewakili wisudawan, Marjito, S.Pd., M.Pd., menyampaikan kesan selama menempuh studi di Pascasarjana Univet Bantara. Ia mengungkapkan suasana akademik yang kekeluargaan sekaligus profesional menjadi pengalaman berharga.
“Bapak dan Ibu dosen bukan hanya pengajar, tetapi mentor yang dengan sabar membimbing kami, terutama dalam menyelesaikan tesis. Gelar magister ini menjadi awal tanggung jawab yang lebih besar,” ungkapnya.
Rangkaian acara pelepasan berlangsung tertib, penuh kebersamaan, dan ditutup dengan doa serta ramah tamah. Kegiatan ini menjadi penanda transisi para lulusan MPBI Univet Bantara untuk melangkah sebagai pendidik dan intelektual yang siap berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia. (Sofyan)
Baca juga: Salimah Kabupaten Sukoharjo Lantik Pengurus Cabang Baru Periode 2026–2030
Komunitas
![]() |
| Pembacaan ikrar Pengurus Pimpinan Cabang Salimah Kecamatan Tawangsari, Bulu dan Weru. |
Salimah Kabupaten Sukoharjo Lantik Pengurus Cabang Baru Periode 2026–2030
SUKOHARJO – majalahlarise.com - Menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (PD Salimah) Kabupaten Sukoharjo menggelar agenda pelantikan pengurus Pimpinan Cabang (PC) se-Kabupaten Sukoharjo periode 2026–2030 yang dirangkai dengan kegiatan Tarhib Ramadhan. Pelantikan dilaksanakan secara serentak dan terbagi dalam empat zona sebagai bentuk efektivitas dan pemerataan pelaksanaan kegiatan.
Zona pertama meliputi pelantikan PC Salimah Kecamatan Tawangsari, Bulu, dan Weru yang berlangsung pada 6 Februari 2026 di Masjid Akbar Tawangsari. Zona kedua dilaksanakan pada 8 Februari 2026 di Masjid Muhajirin Kedungwinong untuk PC Salimah Kecamatan Nguter, Bendosari, dan Sukoharjo. Pada hari yang sama, zona ketiga digelar di Masjid Khodijah Gentan dengan peserta pelantikan dari PC Salimah Kecamatan Baki, Kartasura, dan Gatak. Sementara itu, zona keempat meliputi PC Salimah Kecamatan Polokarto, Grogol, dan Mojolaban yang dilaksanakan pada 8 dan 10 Februari 2026.
Kegiatan pelantikan ini menjadi langkah strategis PD Salimah Kabupaten Sukoharjo dalam memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan, sekaligus memberikan pembekalan spiritual kepada para pengurus dan anggota agar mampu menebar manfaat yang lebih luas di tengah masyarakat.
Para pengurus Pimpinan Cabang yang dilantik menyatakan kesiapan dan komitmen untuk menjadi garda terdepan dalam pemberdayaan perempuan, anak, dan keluarga di wilayah masing-masing. Momentum pelantikan ini dipandang sebagai penyegaran energi organisasi agar program-program Salimah dapat berjalan lebih optimal dan merata hingga tingkat akar rumput.
Dalam sesi arahan, Ketua PD Salimah Kabupaten Sukoharjo, Titik Haryanti, S.K.M., M.P.H., menyampaikan setiap amanah yang diberikan merupakan takaran terbaik dari Allah dan tidak akan salah pundak. Ia menguraikan melalui wadah organisasi Salimah, para pengurus diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal dalam menjalankan program kerja yang berdampak serta membawa maslahat, khususnya bagi perempuan, anak, dan keluarga.
“Melalui peran masing-masing di kepengurusan, Salimah diharapkan terus hadir memberikan solusi dan pendampingan bagi masyarakat, terutama dalam membangun keluarga yang kuat dan berdaya,” ujar Titik Haryanti.
Dengan semangat baru dari jajaran pengurus yang baru dilantik, Salimah Kabupaten Sukoharjo optimis mampu meningkatkan kontribusinya dalam mewujudkan masyarakat yang religius, berdaya, dan sejahtera. (Sofyan)
Baca juga: Bekali Literasi Digital, Polres Sragen dan Mafindo Gelar Pelatihan “AI Ready ASEAN”
Pendidikan
![]() |
| Polres Sragen bersinergi dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar pelatihan literasi digital bertajuk “AI Ready ASEAN”. |
Bekali Literasi Digital, Polres Sragen dan Mafindo Gelar Pelatihan “AI Ready ASEAN”
SRAGEN – majalahlarise.com - Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa dua sisi yang saling berkelindan. Di satu sisi, AI membuka peluang besar bagi inovasi dan kemudahan akses informasi. Di sisi lain, teknologi ini juga menyimpan potensi ancaman serius, terutama dalam bentuk kejahatan siber dan disinformasi digital.
Merespons kondisi tersebut, jajaran Polda Jawa Tengah melalui Polres Sragen bersinergi dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar pelatihan literasi digital bertajuk “AI Ready ASEAN”, Senin (9/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Satya Haprabu Polres Sragen ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor antara institusi penegak hukum dan pegiat literasi digital. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab, khususnya di wilayah Kabupaten Sragen.
Pelatihan ini juga mendapat perhatian luas karena didukung oleh dua lembaga internasional, yakni ASEAN Foundation dan Google.org. Dukungan tersebut menegaskan isu literasi AI telah menjadi agenda strategis dalam memperkuat ketahanan informasi di kawasan Asia Tenggara.
Kegiatan “AI Ready ASEAN” menyasar kalangan generasi muda dengan menghadirkan 100 siswa perwakilan SMA dan SMK dari 19 sekolah di Kabupaten Sragen. Para pelajar ini dipandang memiliki peran penting sebagai digital native yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jawa Tengah, Sigit Susilo, S.E., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, literasi AI menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan era digital.
“Anak-anak SMA dan SMK merupakan garda terdepan dalam penggunaan teknologi. Pelatihan ini tidak hanya membahas aspek teknis, tetapi juga membangun kesadaran agar mereka mampu memilah teknologi yang membawa manfaat serta menghindari dampak negatif bagi diri sendiri dan lingkungan sekolah,” ujar Sigit Susilo.
Sementara itu, Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, S.I.K., M.Si. memberikan gambaran reflektif mengenai karakter teknologi AI yang berkembang saat ini.
“Perkembangan teknologi informasi ibarat api. Ketika digunakan secara tepat, ia memberikan manfaat besar. Namun jika dimanfaatkan secara keliru, teknologi ini bisa membakar dan menimbulkan dampak merugikan bagi diri sendiri maupun orang lain,” tutur AKBP Dewiana.
Selama pelatihan berlangsung, peserta diajak mengenali berbagai risiko teknologi digital, mulai dari penyebaran hoaks berbasis deepfake hingga manipulasi data yang sulit dibedakan secara kasat mata. Melalui metode interaktif, Mafindo bersama Polres Sragen membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis serta keterampilan memverifikasi informasi secara mandiri.
Sinergi antara Polres Sragen dan Mafindo ini diharapkan mampu melahirkan duta-duta digital dari kalangan pelajar. Mereka tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran etis dan benteng moral yang kuat dalam menghadapi derasnya arus disinformasi di masa mendatang. (DF/ Sofyan)
Baca juga: PKBM Syifa Surakarta Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lewat Pelatihan Olahan Bayam Brazil
Kabar Desa
![]() |
| Warga RT 07 Bangak Kalongan menggelar Mujahadah Birul Walidain. |
Warga RT 07 Bangak Kalongan Gelar Mujahadah Birul Walidain Sambut Bulan Sya’ban
Boyolali — majalahlarise.com - Warga RT 07 Bangak Kalongan menggelar Mujahadah Birul Walidain sebagai bagian dari tradisi spiritual dalam menyambut datangnya bulan Sya’ban. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 7 tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, diikuti warga setempat bersama para undangan.
Mujahadah Ruwah ini menghadirkan Ustadz Pujiono, Pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafiul Ulum Canden, Sambi, sebagai penceramah. Dalam tausyiahnya, Ustadz Pujiono menguraikan tema Hikmah Bulan Sya’ban yang menekankan pentingnya menjadikan Sya’ban sebagai momentum memperbaiki niat dan meningkatkan kualitas ibadah menjelang Ramadhan.
“Bulan Sya’ban adalah bulan peningkatan kualitas ibadah dan pembersihan hati. Di bulan inilah amal-amal kita diangkat, sehingga perlu diisi dengan taubat, doa, serta mempererat ukhuwah,” tutur Ustadz Pujiono di hadapan jamaah.
Ia juga mengajak seluruh warga untuk menjadikan mujahadah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan masyarakat melalui sikap saling menghormati dan berbakti kepada orang tua.
Ketua panitia kegiatan, Suyamdi, mengapresiasi antusiasme warga RT 07 Bangak Kalongan yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, mujahadah ini tidak sekadar rutinitas keagamaan, tetapi juga ruang kebersamaan warga.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan pihak yang telah berpartisipasi. Semoga kegiatan Mujahadah Birul Walidain ini menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” ujar Suyamdi.
Rangkaian acara ditutup dengan doa mujahadah yang dipimpin oleh Zulbaidi. Dalam doa tersebut, seluruh jamaah memohon kesehatan, keberkahan umur, serta kesiapan lahir dan batin dalam menyongsong bulan suci Ramadhan.
Kegiatan Mujahadah Birul Walidain ini menjadi wujud nyata kebersamaan warga RT 07 Bangak Kalongan dalam menjaga tradisi keagamaan, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. (Sofyan)
Baca juga: PKBM Syifa Surakarta Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lewat Pelatihan Olahan Bayam Brazil
Pendidikan
![]() |
| Pimpinan PKBM Syifa Surakarta, narasumber dan peserta pelatihan olahan bayam Brazil saat foto bersama. |
PKBM Syifa Surakarta Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lewat Pelatihan Olahan Bayam Brazil
Surakarta — majalahlarise.com - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Syifa Surakarta yang beralamat di Jl. Jamsaren No. 44 Surakarta menggelar Acara Pengabdian Masyarakat dan Pelatihan Bayam Brazil yang berkolaborasi dengan Various Brazil Spinach Creations. Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan Kantor Kecamatan Serengan, Minggu (8/2/2026), dan diikuti 30 peserta dari kalangan ibu-ibu PKK wilayah setempat.
Kepala PKBM Syifa Surakarta, Puri Setianingtyas Winantu, menyampaikan kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai pelatihan teknis, tetapi juga sebagai upaya mendekatkan PKBM dengan masyarakat. Menurutnya, pemilihan lokasi di luar PKBM dilakukan secara sengaja agar masyarakat sekitar lebih mengenal keberadaan PKBM Syifa sebagai lembaga pendidikan nonformal yang mampu membaur dan hadir di tengah masyarakat.
“Selain banyak aplikasi yang kami gunakan dalam pembelajaran, kami juga sengaja memilih tempat di luar PKBM dengan harapan masyarakat sekitar mengetahui adanya PKBM yang bisa membaur dengan lingkungan. Tema yang diangkat hari ini pemberdayaan dan olahan bayam Brazil dengan fokus pada sektor ekonomi masyarakat,” ujarnya.
![]() |
| Pembuatan olahan kripik bayam Brazil. |
Ia menjelaskan, pelatihan ini menitikberatkan pada hilirisasi hasil panen bayam Brazil agar memiliki nilai tambah. Selama ini, hasil panen kerap berhenti di konsumsi segar sehingga nilai jualnya belum optimal. Di sisi lain, masih diperlukan inovasi pangan sehat yang menarik bagi anak-anak sebagai bagian dari upaya pencegahan masalah gizi dan stunting di tingkat keluarga.
Melalui kolaborasi bersama Various Brazil Spinach Creations serta dukungan narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Surakarta, peserta dibekali pengetahuan gizi sekaligus keterampilan praktis mengolah bayam Brazil menjadi produk pangan kreatif seperti keripik, nugget, dimsum, hingga mi sayur.
Pelatihan ini memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan pengetahuan nutrisi, mengasah keterampilan pengolahan pangan, mendorong kemandirian ekonomi keluarga, mendukung program ketahanan pangan, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri.
![]() |
| Pembuatan olahan dimsum bayam brazil. |
Apresiasi disampaikan Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Hesti Dwi Saptaningtyas, M.T. Ia menguraikan PKBM Syifa dikenal konsisten menghadirkan program yang inovatif dan berbeda di setiap kegiatan.
“Saya mengikuti dan mendampingi kegiatan PKBM Syifa dari waktu ke waktu. Luar biasa karena selalu menghadirkan inovasi. Mudah-mudahan keterampilan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan masyarakat sekitar dan bisa menjadi percontohan bagi PKBM lain agar terus berinovasi,” tuturnya.
Dukungan juga datang dari Lurah Serengan, M. Sumaryanto. Ia menyampaikan terima kasih atas kontribusi PKBM Syifa dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus pemanfaatan lahan pekarangan.
“Bayam Brazil ini pertumbuhannya cepat dan manfaatnya besar. Selain mendukung ekonomi lokal, pelatihan ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi warga RW 6 dan dapat meluas ke seluruh Kelurahan Serengan bahkan Kecamatan Serengan,” jelasnya.
Koordinator Pelatihan, Indhiyanti Listiany, menjelaskan bayam Brazil sangat mudah dibudidayakan, tidak membutuhkan lahan luas, serta memiliki potensi besar untuk meningkatkan gizi keluarga dan pendapatan rumah tangga.
“Bayam Brazil mudah ditanam dan bisa diolah menjadi produk bernilai. Harapannya ibu-ibu PKK mampu memanfaatkan tanaman ini untuk kebutuhan keluarga sekaligus peluang usaha,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempraktikkan langsung pembuatan keripik bayam Brazil dan dimsum bayam Brazil. Antusiasme peserta terlihat sejak sesi praktik hingga uji cita rasa produk.
Salah satu peserta, Sri Minastri, mengaku pelatihan ini memberi manfaat besar bagi perempuan di wilayahnya. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh membuka peluang usaha rumahan yang dapat dimulai dari lingkungan sekitar.
“Kami sangat berterima kasih atas pelatihan dan sosialisasi ini. Ilmunya, praktiknya, sampai icip-icip produknya sangat bermanfaat. Insyaallah bisa dipasarkan mulai dari wilayah kami sendiri, lalu dikembangkan lebih luas,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, PKBM Syifa Surakarta berharap ketahanan pangan keluarga semakin kuat serta tercipta peluang usaha mikro berbasis potensi lokal yang berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata. (Sofyan)
Baca juga: RAT KSPPS Kossuma Cita Mandiri 2026 Amanah Terjaga, Anggota Berdaya
Komunitas
RAT KSPPS Kossuma Cita Mandiri 2026 Amanah Terjaga, Anggota Berdaya
SUKOHARJO – majalahlarise.com - KSPPS Kossuma Cita Mandiri Sukoharjo menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2026 pada Ahad, 7 Februari 2026 di Gedung PGRI Meeting Room Kabupaten Sukoharjo. RAT mengusung tema “Amanah Terjaga, Anggota Berdaya” sebagai wujud komitmen koperasi dalam menjaga kepercayaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus, pengelola, pengawas, anggota koperasi, serta tamu undangan. Hadir pula perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah serta Ketua PBMTI MPD Sukoharjo sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan koperasi syariah di daerah.
Rapat Anggota Tahunan menjadi forum tertinggi dalam koperasi yang berfungsi sebagai sarana penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, laporan keuangan, evaluasi kinerja selama satu tahun buku, serta penetapan rencana kerja dan arah kebijakan koperasi ke depan.
Ketua Pengurus KSPPS Kossuma Cita Mandiri, Rosiena Retno Suryani, ST, menyampaikan RAT merupakan momentum penting bagi seluruh anggota untuk melihat secara terbuka perjalanan dan kinerja koperasi.
“RAT bukan sekadar kewajiban organisasi, namun menjadi wujud transparansi dan akuntabilitas kami kepada seluruh anggota. Melalui forum ini, kami mengajak anggota terlibat aktif dalam mengawal arah dan kemajuan koperasi,” ujar Rosiena.
Ia menguraikan tema “Amanah Terjaga, Anggota Berdaya” dipilih sebagai refleksi komitmen pengurus dalam menjaga kepercayaan anggota melalui tata kelola yang profesional dan sesuai prinsip syariah.
“Kami berupaya memastikan setiap amanah anggota dikelola secara bertanggung jawab. Di sisi lain, koperasi hadir untuk mendorong anggota agar semakin berdaya secara ekonomi, khususnya pelaku UMKM,” jelasnya.
Sebagai koperasi syariah yang berdiri sejak Juni 2010, KSPPS Kossuma Cita Mandiri telah lebih dari 15 tahun konsisten menjalankan prinsip aman, amanah, dan profesional. Layanan simpanan dan pembiayaan berbasis ekonomi syariah terus dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan usaha anggota.
Perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah yang hadir dalam RAT mengapresiasi kinerja KSPPS Kossuma Cita Mandiri. Ia mengatakan koperasi syariah memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Koperasi seperti Kossuma Cita Mandiri memiliki kontribusi nyata dalam mendampingi UMKM. Tata kelola yang sehat dan partisipasi anggota menjadi kunci keberlanjutan koperasi,” tuturnya.
Melalui pelaksanaan RAT Tahun 2026 ini, KSPPS Kossuma Cita Mandiri berharap kepercayaan anggota terus meningkat, sekaligus memperkuat kontribusi koperasi syariah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi umat yang berkelanjutan.
Dengan semangat kebersamaan, KSPPS Kossuma Cita Mandiri terus melangkah menguatkan UMKM, menjaga nilai-nilai syariah, dan menatap masa depan yang lebih berkah. (Sofyan)
Baca juga: Jenang Wingko Babat Bu Endang Pracimantoro Wonogiri, Bertahan Tiga Generasi dengan Rasa Legendaris
Mitra Usaha
![]() |
| Bu Tuminah bersama rekannya saat membuat jenang. |
Jenang Wingko Babat Bu Endang Pracimantoro Wonogiri, Bertahan Tiga Generasi dengan Rasa Legendaris
Wonogiri — majalahlarise.com - Aroma santan kental yang dimasak perlahan sejak pagi hari menyelimuti sebuah dapur produksi sederhana di Pracimantoro, Wonogiri. Dari tempat inilah Jenang dan Wingko Babat “Bu Endang” lahir dan terus bertahan lintas generasi, menjaga rasa sekaligus tradisi kuliner warisan leluhur.
Usaha jenang dan wingko babat ini tidak sekadar bisnis rumahan. Di balik setiap adonan yang diaduk berjam-jam, tersimpan kisah ketekunan tiga generasi keluarga yang setia merawat cita rasa khas Jawa.
Bu Tuminah, salah satu pegawai senior yang telah bekerja selama 15 tahun, menguraikan perjalanan usaha tersebut. Saat ditemui di lokasi produksi, ia mengatakan usaha jenang Bu Endang sudah berjalan turun-temurun hingga generasi ketiga.
“Ini sudah lama sekali, Mas. Turun-temurun. Sekarang sudah generasi ketiga,” ujarnya sambil terus mengawasi adonan jenang yang mengepul.
![]() |
| Bu Tuminah menunjukkan jenang hasil buatannya. |
Setiap hari, dapur produksi mulai aktif sejak pukul 07.00 WIB. Untuk sekali produksi, jenang dibuat sebanyak 20 kilogram dengan kebutuhan gula pasir mencapai 20 kilogram dan kelapa sekitar 35 butir. Kelapa tersebut diolah terlebih dahulu menjadi santan kental atau blondo sebelum dicampur bersama gula dan adonan tepung.
Proses pembuatan jenang membutuhkan ketelatenan ekstra. Setelah semua bahan dimasukkan, adonan harus terus diaduk tanpa henti hingga teksturnya kalis dan tidak lengket.
“Mulainya jam tujuh pagi. Matangnya bisa jam tiga sore atau jam empat. Tergantung apinya. Kalau kayunya basah karena habis hujan, bisa sampai jam setengah lima,” tutur Bu Tuminah.
Dalam sehari, produksi jenang dapat menghasilkan sekitar 75 loyang dengan ukuran beragam menyesuaikan pesanan. Harga pun bervariasi, mulai Rp25 ribu untuk ukuran kecil, Rp32 ribu untuk ukuran sedang, hingga Rp60 ribu untuk ukuran besar dan lebar.
Selain jenang, dapur ini juga memproduksi wingko babat yang tak kalah diminati. Untuk sekali produksi wingko, dibutuhkan sekitar 30 butir kelapa, 5 kilogram tepung, dan 3,5 kilogram gula. Harga wingko babat dipatok mulai Rp32 ribu per loyang.
Dari Pracimantoro, produk jenang dan wingko babat Bu Endang telah menjangkau berbagai daerah. Bu Tuminah menjelaskan pemasaran dilakukan melalui pedagang dan pesanan langsung via telepon atau WhatsApp.
“Diambil pedagang ke Kudus, juga ada pesanan ke Wates, Wonogiri kota, Jogja, Wonosari, Semarang, dan daerah lain. Nanti dikirim pakai mobil,” jelasnya.
Usaha ini juga menjadi sumber penghidupan warga sekitar. Biasanya terdapat enam orang karyawan dengan pembagian tugas masing-masing, mulai dari pengolah jenang, pembuat wingko babat, pemarut kelapa, hingga pengemasan. Meski saat ini sebagian karyawan sedang libur karena musim bertani, regenerasi tenaga kerja terus berjalan.
“Yang sudah sepuh banyak yang tidak kuat mengaduk jenang, jadi sekarang diganti generasi muda,” kata Bu Tuminah.
Di tengah gempuran makanan modern dan perubahan selera pasar, Jenang Wingko Babat “Bu Endang” tetap berdiri tegak dengan kekuatan tradisi. Ketekunan, konsistensi rasa, dan kesetiaan pada proses menjadi kunci utama usaha ini bertahan dan terus dicari lintas daerah.
Dari adonan sederhana dan bara api kayu, warisan kuliner Pracimantoro terus hidup, menghangatkan bukan hanya lidah, tetapi juga cerita tentang kerja keras dan ketulusan yang diwariskan dari generasi ke generasi. (Sofyan)
Baca juga: KRT HY Supardi Terima Penghargaan Tokoh Prestasi Nusantara 2026
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...













