GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Artikel Pengembangan Profesi
BK Berbasis AIK, Solusi Tepat Menanggulangi Bullying
Oleh: Karsini, S.Sos.I
Guru Bimbingan dan Konseling SMAIT Nur Hidayah Sukoharjo
![]() |
| Karsini, S.Sos.I |
Saat ini, prestasi akademik masih sering dijadikan tolok ukur keberhasilan peserta didik. Namun, di balik nilai yang tinggi, tidak sedikit peserta didik yang merasa enggan berangkat ke sekolah karena mengalami berbagai pengalaman yang tidak menyenangkan. Salah satunya adalah perundungan atau bullying.
Fenomena ini tentu sudah tidak asing lagi. Berita tentang perundungan hampir setiap hari muncul di berbagai media. Bentuk perundungan pun beragam, mulai dari perundungan verbal berupa kata-kata yang merendahkan hingga kekerasan fisik seperti memukul, menendang, atau tindakan lain yang menyakiti korban. Penyebabnya juga beragam, antara lain pola asuh dan lingkungan keluarga, masalah psikologis, pengaruh teman sebaya, maupun pengalaman pelaku yang sebelumnya pernah menjadi korban perundungan.
Selain perundungan yang terjadi secara langsung di lingkungan sekolah, saat ini juga semakin marak cyberbullying, yaitu perundungan yang dilakukan melalui media digital, seperti media sosial, aplikasi pesan, maupun ruang obrolan dalam gim daring. Dampaknya tidak dapat dianggap remeh. Korban dapat mengalami kecemasan, kehilangan rasa percaya diri, depresi, bahkan muncul keinginan untuk mengakhiri hidup. Selain itu, perundungan juga berdampak pada kondisi fisik, hubungan sosial, dan prestasi akademik peserta didik.
Salah satu kasus perundungan yang sempat menjadi perhatian publik terjadi di Kota Pasuruan pada 2024. Seorang peserta didik SMA mengalami gangguan psikologis hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Dalam proses mediasi yang melibatkan seluruh pihak terkait, akhirnya disepakati penyelesaian melalui pendekatan restorative justice. Penyidik, pihak sekolah, keluarga korban, serta instansi terkait mengapresiasi proses penyelesaian tersebut yang berlangsung secara damai.
Korban berinisial NS (17), siswa kelas XI SMAN 4 Kota Pasuruan, mengaku mengalami kekerasan verbal, pemerasan, serta kekerasan fisik berupa pemukulan dan cakaran oleh teman-temannya. Perundungan yang dialaminya menyebabkan depresi berat, kecemasan berlebihan, ketakutan, hingga perilaku agresif seperti memukul tembok. Kondisi tersebut membuat keluarga membawa korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa dr. Radjiman Wediodiningrat, Lawang, Kabupaten Malang. Meskipun para pelaku telah meminta maaf, keluarga tetap melaporkan kasus tersebut kepada Polres Pasuruan Kota pada 26 Agustus 2024.
Kasus tersebut menunjukkan perundungan di lingkungan sekolah tidak dapat lagi dipandang sebagai kenakalan remaja semata. Dampaknya mampu memengaruhi kesehatan mental, cara berpikir, perkembangan kepribadian, hingga perilaku korban pada masa depan. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara serius. Pemberian sanksi kepada pelaku saja belum cukup, tetapi juga diperlukan pendampingan psikologis dan pemulihan bagi korban.
Kasus ini juga menjadi tanggung jawab bersama, baik tenaga pendidik, orang tua, masyarakat, maupun pemerintah. Setiap remaja memiliki hak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman serta memiliki kesehatan mental yang baik. Pencegahan dan penanganan perundungan harus menjadi komitmen seluruh pihak agar tidak muncul korban-korban baru.
Dalam konteks tersebut, layanan bimbingan dan konseling memiliki peran yang sangat penting. Konselor dapat menerapkan pendekatan Cognitive Behavioral dengan teknik Cognitive Restructuring untuk membantu peserta didik mengubah pola pikir negatif yang muncul akibat pengalaman perundungan. Berbagai penelitian menunjukkan pendekatan ini efektif dalam membantu individu mengelola emosi, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengembangkan perilaku yang lebih adaptif.
Penerapan teknik tersebut akan semakin optimal apabila diintegrasikan dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Integrasi AIK menjadikan proses konseling tidak hanya berfokus pada perubahan pola pikir, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan spiritual peserta didik. Dengan demikian, konseling mampu menanamkan nilai empati, kasih sayang, akhlak mulia, serta tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Allah Swt. telah memberikan pedoman dalam Al-Qur'an, Surah Al-Hujurat ayat 11:
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka yang diolok-olok lebih baik daripada mereka yang mengolok-olok. Jangan pula perempuan-perempuan mengolok-olok perempuan lain, karena boleh jadi perempuan yang diolok-olok lebih baik daripada perempuan yang mengolok-olok. Janganlah kamu saling mencela dan jangan saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk...." (QS. Al-Hujurat: 11).
Sebagai guru Bimbingan dan Konseling, saya meyakini layanan konseling tidak hanya bertujuan menyelesaikan permasalahan peserta didik, tetapi juga membentuk karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, integrasi pendekatan Cognitive Behavioral dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sangat relevan diterapkan dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Melalui upaya membantu peserta didik mengubah pola pikir negatif sekaligus menanamkan nilai empati, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama, layanan konseling dapat menjadi strategi preventif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Pendidikan pada akhirnya tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia.
Kasus bullying yang terus terjadi telah merugikan banyak pihak. Oleh karena itu, sudah saatnya seluruh elemen masyarakat, mulai dari pendidik, orang tua, masyarakat, hingga pemerintah, bersinergi menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Dengan demikian, mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, tangguh, berkarakter, dan siap mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Sumber:
Arifin, M. (2024, 24 Oktober). Kasus bullying berujung siswa SMA di Pasuruan masuk RSJ di-restorative justice. detikJatim. https://www.detik.com/jatim/hukum-dan-kriminal/d-7603922/kasus-bullying-berujung-siswa-sma-di-pasuruan-masuk-rsj-di-restorative-justice
Pendidikan
SD Muhammadiyah 1 Solo Undang Wali Murid Tumbuh Bersama Meraih Keunggulan
SOLO - majalahlarise.com – SD Muhammadiyah 1 Solo menggelar sosialisasi program sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 bertajuk Growing Together, Achieving Excellence: Bersama Orang Tua Membangun Generasi Berkemajuan, Berakhlak Mulia dan Mendunia, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini diikuti wali murid baru kelas 1 hingga siswa pindahan kelas 6, serta dihadiri Pengawas Gugus II RA Kartini Issufiyah Dwi Nuryati dan Pimpinan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah Kota Solo Harminto. Sosialisasi menjadi momentum memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, menjelaskan sekolah bukan sekadar tempat anak belajar membaca, menulis, dan berhitung. Lebih dari itu, sekolah menjadi ruang pembentukan karakter agar lahir generasi yang bertakwa, jujur, peduli, kreatif, serta siap menjadi pemimpin masa depan.
"Kami mengajak seluruh orang tua untuk menjadi mitra terbaik dalam perjalanan mulia ini. Tumbuh bersama meraih keunggulan. Setiap anak adalah amanah Allah yang memiliki potensi luar biasa. Tugas kita bukan membandingkan mereka dengan anak lain, melainkan membantu mereka menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri," ujar Sri Sayekti.
Ia menambahkan, kolaborasi yang erat antara sekolah dan keluarga menjadi kunci keberhasilan pendidikan. Menurutnya, ketika orang tua dan sekolah berjalan berdampingan, akan lahir generasi yang beriman, cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan global.
Sri Sayekti juga memaparkan visi SD Muhammadiyah 1 Solo, yakni mewujudkan peserta didik berkemajuan yang bertakwa, berakhlak mulia, sehat, bernalar kritis, kreatif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berwawasan global, serta peduli lingkungan. Kepercayaan yang diberikan orang tua, menurutnya, merupakan amanah besar yang dijaga seluruh guru dan tenaga kependidikan melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
"Keunggulan sekolah kami meliputi sekolah model, pembelajaran mendalam (deep learning), kantin sehat, pembelajaran AI dan coding, literasi digital, serta penguatan karakter Muhammadiyah," jelasnya.
Selain itu, sekolah menargetkan lulusan yang hafal Juz 30 sesuai jenjang kelas, berakhlakul karimah, rajin beribadah, percaya diri, mandiri, berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik, menguasai teknologi, memiliki kemampuan dasar berbahasa Inggris, dan berjiwa kepemimpinan.
Sri Sayekti menegaskan seluruh target tersebut hanya dapat tercapai melalui kolaborasi yang kuat antara sekolah dan keluarga.
"Anak hebat lahir dari orang tua yang terlibat. Kriteria kelulusan kami mencakup penyelesaian seluruh program pembelajaran dan Ismuba, memiliki sikap minimal baik, mengikuti Penilaian Sumatif Akhir Jenjang, mencapai nilai rata-rata minimal 80, serta ditetapkan melalui rapat pleno dewan guru bersama kepala sekolah," pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Keteladanan: Fondasi Sukses yang Terlupakan dalam Pendidikan Kita
Pendidikan
DIKSUSGUR AUM Banyudono Perkuat Kompetensi Guru Hadapi Era Digital
BOYOLALI - majalahlarise.com – Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SD/MI Kecamatan Banyudono menggelar DIKSUSGUR (Diklat Khusus Guru) AUM Banyudono di MI Muhammadiyah Denggungan, Sabtu (18/7/2026). Mengusung tema "Transformasi Pembelajaran di Era Digital: Guru Adaptif untuk Generasi Masa Depan", kegiatan ini menjadi ikhtiar meningkatkan kompetensi guru Muhammadiyah agar mampu menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang di era digital.
Ketua FKKS SD/MIM Kecamatan Banyudono, Nuruddin, S.Pd., menjelaskan DIKSUSGUR menjadi wadah penguatan kapasitas guru agar semakin profesional, inovatif, serta mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Menurutnya, guru dituntut terus mengembangkan kompetensi agar dapat menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini.
"Melalui DIKSUSGUR ini kami ingin membekali para guru agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kemampuan mengelola pembelajaran yang efektif, sekaligus mampu menciptakan inovasi yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di sekolah Muhammadiyah," jelas Nuruddin.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Bambang Pitoyo mewakili Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banyudono. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi sinergi FKKS SD/MIM Banyudono yang konsisten menghadirkan program peningkatan mutu guru. Menurutnya, kualitas sekolah sangat ditentukan oleh kualitas guru yang terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi mengikuti perkembangan zaman.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan empat materi utama, yaitu Desain Kelas oleh Mustamik, S.Pd.I., Manajemen Kelas oleh Erma Praptiwi, S.Pd., M.Pd., Metode Pembelajaran oleh Nuruddin, S.Pd., serta Coding dan Artificial Intelligence (AI) oleh Pujiono, S.Si., MM. Seluruh materi dirancang untuk membekali guru dengan kemampuan mengelola kelas secara efektif, menerapkan pembelajaran aktif dan menyenangkan, sekaligus mengintegrasikan teknologi digital serta kecerdasan buatan dalam kegiatan belajar mengajar.
Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali, Pujiono, S.Si., MM., memberikan apresiasi atas terselenggaranya DIKSUSGUR AUM Banyudono. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun budaya belajar di kalangan guru Muhammadiyah.
"Guru yang hebat bukan hanya yang pandai mengajar, tetapi juga yang terus belajar. Transformasi pendidikan harus dimulai dari transformasi gurunya. Melalui DIKSUSGUR ini diharapkan lahir guru-guru Muhammadiyah yang adaptif terhadap teknologi, kreatif dalam pembelajaran, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam," ujar Pujiono.
Melalui DIKSUSGUR AUM Banyudono, FKKS SD/MIM berharap terbangun kolaborasi antarguru, lahir berbagai praktik pembelajaran terbaik, serta semakin kuat komitmen Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan di Banyudono dalam menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, bermutu, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan. (Sofyan)
Baca juga: Keteladanan: Fondasi Sukses yang Terlupakan dalam Pendidikan Kita
Pendidikan
![]() |
| 480 Murid SD Muhammadiyah PK Solo melepas burung perkutut. |
Sedekah Pohon hingga Lepas Burung Perkutut, 480 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Semarakkan Puncak MPLS Ramah dan MPKB
Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 480 murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti puncak kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah dan Masa Pengenalan Kelas Baru (MPKB) di Lapang Palereman, Taman Balekambang, Solo, Sabtu (18/7/2026). Beragam kegiatan edukatif dan rekreatif digelar, mulai dari pelepasan burung perkutut, sedekah pohon, hingga permainan olahraga bersama.
Mengusung tema "Cozy School, Fun Class, Proud to Learn", kegiatan ini menjadi penutup rangkaian MPLS dan MPKB sekaligus meneguhkan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, menyenangkan, dan membanggakan bagi setiap murid.
Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin murid kelas VI, Mauro Maharajasa Ksatriatama, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam. Dalam arahannya, Nursalam mengajak seluruh murid untuk membiasakan menjaga lisan, menghormati teman, serta membangun sikap saling menghargai di lingkungan sekolah.
"Hari ini menjadi penutup rangkaian MPLS dan MPKB. Namun, yang lebih penting, hari ini menjadi awal semangat baru bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh, dan berprestasi pada Tahun Ajaran 2026/2027," ujarnya.
Suasana semakin semarak saat perwakilan murid dari kelas I hingga VI melepaskan burung perkutut sebagai simbol kebebasan, harapan, dan semangat menyongsong perjalanan belajar yang baru. Prosesi tersebut semakin meriah dengan iringan permainan tradisional otok-otok serta gelembung sabun yang memenuhi area kegiatan, menciptakan suasana penuh keceriaan.
Selain menghadirkan kemeriahan, sekolah juga menanamkan pendidikan karakter melalui sosialisasi Tujuh Kebiasaan Anak Hebat yang disampaikan bersama Duta Sahabat Sekolah Dasar. Materi tersebut mengajak murid membangun kebiasaan positif, seperti disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan saling menghormati sejak dini.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, seluruh murid mengikuti aksi Sedekah Pohon dengan menanam berbagai bibit pohon, antara lain mangga, kelengkeng, sawo, nangka, rambutan, dan alpukat di kawasan Taman Balekambang. Kegiatan ini menjadi simbol harapan agar setiap murid dapat tumbuh, berkembang, serta memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Keceriaan berlanjut melalui Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti seluruh murid bersama guru. Setelah senam, anak-anak bebas bermain menggunakan perlengkapan olahraga yang mereka bawa dari rumah. Lapangan taman pun berubah menjadi ruang bermain yang hidup dengan berbagai aktivitas, seperti sepak bola, bulu tangkis, sepatu roda, hingga lompat tali.
Koordinator Tim Kelas I, Esti Ambarwati, mengatakan konsep pembelajaran luar ruang dipilih agar proses transisi murid dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar berlangsung lebih menyenangkan dan ramah anak.
"Melalui kegiatan di alam terbuka, anak-anak tidak hanya merasa nyaman memasuki lingkungan sekolah, tetapi juga belajar berinteraksi, bekerja sama, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya," jelasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi swafoto bersama orang tua di area photo booth yang telah disiapkan panitia. Momen tersebut menjadi kenangan manis bagi murid dan keluarga pada awal perjalanan mereka di tahun ajaran baru.
Salah satu murid kelas I, Garuda Satya Hang Nagari, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut, terutama saat melepaskan burung perkutut.
"Awalnya terasa geli saat memegang burungnya, tetapi lama-lama saya berani. Semoga burung yang dilepas bisa hidup dengan baik di alam," ujarnya polos.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berharap MPLS tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, menumbuhkan karakter positif, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sejak hari pertama menjadi bagian dari keluarga besar sekolah. (Sofyan)
Baca juga: Keteladanan: Fondasi Sukses yang Terlupakan dalam Pendidikan Kita
News
ICMI Orda Sukoharjo Siapkan Program Energi Terbarukan dan UMKM Go Green
SUKOHARJO - majalahlarise.com – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Sukoharjo menggelar Rapat Kerja di SFA Solo Baru, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan bertema "Sinergi Cendekiawan Muslim untuk Sukoharjo menuju Energi Baru dan Terbarukan serta UMKM Go Green" ini menjadi forum penyusunan program kerja periode 2026–2031 yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, penguatan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan kontribusi nyata para cendekiawan muslim bagi kemajuan Kabupaten Sukoharjo. Rapat kerja dihadiri jajaran pengurus ICMI, Dewan Pakar, unsur pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan.
Ketua ICMI Orda Sukoharjo, Dr. R. Djayendra Dewa, menyampaikan optimisme terhadap kepengurusan baru yang dinilai memiliki semangat pengabdian dan kompetensi tinggi. Ia mengapresiasi kehadiran Bupati Sukoharjo beserta jajaran pemerintah daerah dan Ketua Dewan Pakar ICMI Orda Sukoharjo, Prof. Dr. Ikhwan Susilo, yang dinilai memberikan motivasi bagi seluruh pengurus untuk menghadirkan program-program yang berdampak bagi masyarakat.
Menurut Djayendra, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun Sukoharjo. Salah satu program unggulan yang akan dikembangkan ialah ICMI Go Green, yang berfokus pada pengembangan energi baru dan terbarukan, khususnya pemanfaatan tenaga surya, sekaligus mendorong pelaku UMKM menerapkan konsep ramah lingkungan.
"Energi baru dan terbarukan merupakan salah satu solusi. Di balik energi baru dan terbarukan yang ada di luar sana, saya merasakan di ruang ini ada sebuah energi yang luar biasa, yaitu kepengurusan ICMI Kabupaten Sukoharjo." ujar Djayendra.
![]() |
| Rapat kerja dihadiri jajaran pengurus ICMI, Dewan Pakar, unsur pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan. |
Ia menambahkan, optimisme tersebut muncul karena melihat kualitas sumber daya manusia yang tergabung dalam ICMI. Menurutnya, semangat kebersamaan dan dedikasi seluruh pengurus menjadi kekuatan besar untuk melahirkan inovasi yang mampu membawa Sukoharjo semakin maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Ketua Panitia, Margiyanto, menjelaskan rapat kerja merupakan puncak dari rangkaian penyusunan program yang sebelumnya telah diawali melalui pra-rapat kerja di setiap bidang. Dalam proses tersebut dilakukan evaluasi terhadap program sebelumnya sekaligus penyusunan rencana kerja sesuai tugas masing-masing bidang sebelum dibahas secara menyeluruh dalam forum organisasi.
"Pada hari ini, rencana tersebut akan kita bahas, kami sahkan, dan akan kami tetapkan sebagai program kerja bersama yang terukur, realistis, dan bisa dilaksanakan," ungkapnya.
Ia berharap seluruh program yang telah disepakati tidak berhenti sebagai dokumen organisasi, melainkan benar-benar diwujudkan melalui kegiatan yang memberi manfaat bagi pemerintah maupun masyarakat. Margiyanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya rapat kerja tersebut.
Sementara itu, Dewan Pakar ICMI Orda Sukoharjo, Prof. Dr. Ikhwan Susilo, mengajak seluruh anggota ICMI memperkuat semangat kebangsaan dan meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia. Menurut Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tersebut, Indonesia memerlukan pemikiran strategis dari para cendekiawan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.
"Kita tahu bagaimana Korea itu nasionalismenya luar biasa. ICMI hari ini juga memiliki slogan baru, tagline baru, semangat baru, energi baru, dan harapan baru," ujarnya.
Ikhwan optimistis ICMI Sukoharjo mampu menjadi wadah para intelektual yang menghadirkan solusi bagi masyarakat. Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus mendedikasikan waktu, ilmu, dan pemikirannya untuk kemajuan Sukoharjo dan Indonesia.
"Terima kasih telah mendedikasikan waktu dan pikiran untuk Sukoharjo, untuk Indonesia. Dari Sukoharjo untuk Indonesia, semoga Allah SWT memberkati kita semua," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo melalui sambutan Bupati yang dibacakan Kabag Kesra Setda Kabupaten Sukoharjo, Rujito, SE, MM, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan Musyawarah Kerja ICMI Orda Sukoharjo. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menilai ICMI memiliki posisi strategis sebagai organisasi yang menghimpun para cendekiawan muslim dari berbagai bidang keilmuan dan profesi sehingga mampu melahirkan gagasan serta solusi bagi pembangunan daerah.
"ICMI merupakan organisasi yang memiliki posisi strategis karena menghimpun para cendekiawan muslim. Kehadiran ICMI diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan Kabupaten Sukoharjo," ujar Rujito saat membacakan sambutan Bupati Sukoharjo.
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berharap Musyawarah Kerja Daerah menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun program kerja yang realistis, inovatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Sinergi antara ICMI, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga keagamaan diharapkan semakin kuat untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, ekonomi umat, literasi digital, kewirausahaan, serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Mengakhiri sambutan, Rujito mengajak seluruh cendekiawan muslim menjadikan ICMI sebagai rumah besar yang mampu menghadirkan gagasan besar dan solusi bagi kemajuan Kabupaten Sukoharjo. (Sofyan)
Baca juga: Keteladanan: Fondasi Sukses yang Terlupakan dalam Pendidikan Kita
Artikel Pengembangan Profesi
Keteladanan: Fondasi Sukses yang Terlupakan dalam Pendidikan Kita
Oleh: Sugianto Cahyo Widodo, S.Pd
Guru Bimbingan dan Konseling SMK Veteran 1 Sukoharjo
![]() |
| Sugianto Cahyo Widodo, S.Pd |
Fenomena krisis figur teladan kian nyata di dunia pendidikan. Berbagai survei dan realitas di lapangan menunjukkan banyak siswa lebih mengenal selebgram, kreator konten, atau tokoh viral di media sosial dibandingkan sosok inspiratif di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Padahal, keteladanan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter yang kuat sebagai bekal meraih kesuksesan.
Dalam dunia pendidikan, keberhasilan peserta didik tidak hanya diukur melalui nilai akademik. Kemampuan bersikap jujur, bertanggung jawab, disiplin, peduli, dan memiliki integritas menjadi indikator penting yang menentukan keberhasilan seseorang di masa depan. Nilai-nilai tersebut tumbuh melalui proses pembiasaan yang didukung oleh keteladanan dari orang-orang di sekitarnya.
Dalam ranah Bimbingan dan Konseling, teori Social Learning yang dikemukakan Albert Bandura menjelaskan perilaku manusia terbentuk melalui proses observasi dan peniruan terhadap model yang dianggap penting. Orang tua, guru, teman sebaya, maupun tokoh publik memiliki pengaruh besar terhadap cara berpikir, bersikap, dan bertindak seorang anak. Mereka tidak hanya belajar dari nasihat, tetapi juga dari contoh nyata yang disaksikan setiap hari.
Di era digital, tantangan pembentukan karakter semakin kompleks. Arus informasi yang begitu cepat membuat peserta didik mudah meniru berbagai perilaku yang mereka temui di media sosial tanpa mempertimbangkan dampaknya. Kondisi ini menuntut keluarga dan sekolah untuk lebih aktif menghadirkan figur teladan yang mampu menjadi penyeimbang di tengah derasnya pengaruh dunia digital.
Konsep keteladanan tersebut selaras dengan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 21, Allah SWT menegaskan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah atau teladan terbaik bagi umat manusia. Keteladanan Rasulullah menjadi bukti pendidikan karakter dibangun melalui perilaku nyata yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Islam mengajarkan pendidikan tidak berhenti pada penyampaian ilmu pengetahuan. Pendidikan merupakan proses membentuk akhlak, kepribadian, dan karakter mulia melalui contoh yang diberikan oleh pendidik. Oleh sebab itu, setiap guru memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan bagi peserta didiknya, baik dalam perkataan maupun perbuatan.
Sayangnya, masih banyak lembaga pendidikan yang lebih berorientasi pada pencapaian akademik dan prestasi kompetitif. Aspek pembentukan karakter sering kali hanya menjadi pelengkap melalui kegiatan seremonial yang belum menyentuh perubahan perilaku secara mendalam. Padahal, pendidikan karakter memerlukan proses yang berkelanjutan dan konsisten.
Guru Bimbingan dan Konseling memiliki peran strategis dalam membangun budaya keteladanan di sekolah. Selain membantu menyelesaikan berbagai permasalahan peserta didik, guru Bimbingan dan Konseling dapat menjadi fasilitator yang menghubungkan siswa dengan figur-figur inspiratif, menyelenggarakan program mentoring, serta membangun lingkungan sekolah yang sarat dengan nilai kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat saling menghargai.
Sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pendidikan karakter. Orang tua perlu menjadi teladan pertama di rumah, guru memperkuat nilai-nilai tersebut di sekolah, sedangkan masyarakat menyediakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya perilaku positif. Apabila ketiga unsur ini berjalan seiring, peserta didik akan memiliki karakter yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Sudah saatnya dunia pendidikan kembali menempatkan keteladanan sebagai inti dari proses pembelajaran. Kesuksesan sejati tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kualitas karakter yang dibangun melalui contoh nyata. Ketika guru, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat mampu menjadi teladan yang baik, pendidikan akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia, berintegritas, dan siap memberikan manfaat bagi bangsa serta kemanusiaan.
Kabar Desa
![]() |
| Warga ikut serta senam bersama. |
Grebeg Bersih Dusun Sedekah Bumi Karanglor Manyaran Lestarikan Budaya dan Perkuat Guyub Warga
WONOGIRI - majalahlarise.com – Masyarakat Dusun Karanglor, Desa Karanglor, Kecamatan Manyaran menggelar Grebeg Bersih Dusun Sedekah Bumi 2026 sebagai wujud pelestarian tradisi leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur atas limpahan rezeki, keselamatan, dan keberkahan. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu-Minggu, 18–19 Juli 2026 di Balai Dusun Karanglor mengusung semangat "Berseri desa ne, rejeki lancar urip tentrem, guyub rukun, mugi diparingi rahayu, saged nglestarekake budaya." Berbagai kegiatan budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat turut memeriahkan acara, mulai bazar UMKM, senam bersama, pentas seni tari, pantomim, pagelaran reog Singo Wulung Karanglor, orkes dangdut, hingga kirab budaya dan gunungan.
Kepala Dusun Karanglor, Maryono, menjelaskan kegiatan bersih dusun merupakan tradisi turun-temurun yang terus dijaga sebagai identitas masyarakat Karanglor. Selain menjadi agenda tahunan, tradisi ini juga memperkuat semangat gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian warga terhadap lingkungan dan budaya lokal.
"Kegiatan bersih dusun ini menjadi upaya melestarikan kebudayaan warisan leluhur sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat. Kami berharap seluruh warga terus berpartisipasi dalam setiap kegiatan dusun sehingga pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan desa," ujar Maryono.
Ketua Panitia Sedekah Bumi Bersih Dusun Karanglor 2026, Tulus Widodo, mengapresiasi seluruh masyarakat, sponsor, komunitas, pelaku usaha, serta para perantau Karanglor yang telah memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terselenggara dengan baik. Menurutnya, keberhasilan acara merupakan hasil gotong royong warga yang secara sukarela menyumbangkan tenaga, waktu, pikiran, maupun biaya demi menjaga tradisi tahunan tetap lestari.
![]() |
| Orkes dangdut meriahkan bersih dusun Karanglor. |
Dukungan juga datang dari berbagai sponsor dan mitra, di antaranya PT Djarum Indonesia, BUMDes Maju Makmur Desa Karanglor, PT BPR BKK Jateng Kantor Kas Manyaran, Kolam Renang Salatun Muragabi, Toko Bangunan Purnama, Apple Team Solo, Karang Taruna Hasta Wirajaya, Amigo Pedan Klaten, HR Jaya Club, Sanggar Tari Prana Samudera, para pelaku usaha lokal, hingga perantau Karanglor di berbagai daerah. Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan.
"Harapan kami kegiatan ini menjadi kebangkitan adat budaya leluhur dan mengingatkan masyarakat agar terus nguri-uri budaya warisan nenek moyang. Terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk Majalah Larise dan insan media yang telah meliput kegiatan ini. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan," kata Tulus Widodo.
Sementara itu, Ketua RW 01 Dusun Karanglor, Sularto, mengajak seluruh masyarakat menjadikan tradisi bersih dusun sebagai momentum memperkuat persatuan, kerukunan, dan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diterima. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan sejak awal hingga penutupan berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan bagi seluruh warga.
"Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang diberikan kepada kita semua. Melalui momen kebersamaan ini mari kita jaga persatuan dan kesatuan, semoga seluruh rangkaian acara mendapat perlindungan Allah SWT sehingga masyarakat Karanglor senantiasa hidup aman, damai, dan bahagia," tutur Sularto.
Rangkaian Grebeg Bersih Dusun Sedekah Bumi 2026 menjadi bukti komitmen masyarakat Karanglor dalam menjaga tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman. Melalui kolaborasi antara pemerintah dusun, panitia, pelaku usaha, komunitas seni, dan seluruh warga, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM serta mempererat silaturahmi antargenerasi. (Sofyan)
Baca juga: SD Muhammadiyah 1 Solo Deklarasikan Sekolah Anti-Perundungan Saat MPLS
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...









