Keluarga besar trah Tarman.


    Halal Bihalal Perdana Trah Tarman, Pererat Silaturahmi dan Bangun Kebersamaan Keluarga

    Karanganyar — majalahlarise.com - Suasana hangat, penuh kebahagiaan, dan haru menyelimuti pelaksanaan halal bihalal keluarga besar Trah Tarman yang digelar untuk pertama kalinya di kediaman Bulek Koes, Perumahan Klodran Indah, Colomadu, Kamis (26/3/2026).

    Kegiatan ini menjadi momen penting bagi seluruh anggota keluarga untuk saling bertemu, mempererat hubungan kekeluargaan, serta memperkenalkan generasi muda agar saling mengenal satu sama lain.

    Koordinator acara sekaligus cucu tertua, Novi Delvia, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh keluarga menjadikan halal bihalal sebagai agenda rutin tahunan.

    “Terima kasih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesehatan kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul pada hari ini,” ujar Novi.

    Ia menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya sekadar pertemuan, tetapi memiliki tujuan besar dalam menjaga hubungan kekeluargaan lintas generasi.

    “Kegiatan ini bukan karena undangan atau panitia semata, melainkan kita semua adalah bagian dari penyelenggara. Tujuan kita adalah bersilaturahmi, agar ke depan anak-anak dan cucu kita dapat saling mengenal dan memahami hubungan keluarga,” tuturnya.

    Novi berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

    “Mudah-mudahan kegiatan ini tidak hanya sekali, tetapi dapat dilaksanakan secara rutin ke depannya, sehingga tali persaudaraan keluarga Mbah Tarman semakin erat,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, keluarga besar juga menggelar musyawarah untuk merencanakan agenda pertemuan berikutnya. Diskusi dipimpin oleh Ersanto yang mengusulkan jadwal tetap untuk kegiatan halal bihalal.

    “Rencananya, pelaksanaan halal bihalal diharapkan dapat dilakukan setiap tanggal 4 Syawal, karena pada waktu tersebut sebagian besar anggota keluarga sudah kembali dari mudik,” ujar Ersanto.

    Usulan tersebut disambut baik dan disepakati oleh peserta sebagai agenda rutin tahunan keluarga. Untuk pelaksanaan tahun depan, direncanakan akan digelar di kediaman Lik Atun Kaling Tasikmadu, Karanganyar.

    Selain itu, keluarga juga merancang agenda kunjungan atau silaturahmi ke anggota keluarga lainnya, yaitu Budhe Mur. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 19 April, dengan titik kumpul di Sanggrahan.

    “Kami berharap seluruh keluarga dapat berpartisipasi dan berkoordinasi terkait transportasi agar kegiatan berjalan lancar,” kata Ersanto.

    Melalui halal bihalal perdana ini, keluarga besar Trah Tarman berharap kebersamaan yang telah terjalin dapat terus terjaga dan semakin kuat, serta menjadi warisan nilai kekeluargaan bagi generasi mendatang. (Sofyan)


    Baca juga: Penuh Makna dan Kebersamaan, Halal Bihalal SMP N 2 Giritontro Teguhkan Keikhlasan dan Semangat Berkarya



    Penuh Makna dan Kebersamaan, Halal Bihalal SMP N 2 Giritontro Teguhkan Keikhlasan dan Semangat Berkarya

    Wonogiri — majalahlarise.com - Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan Halal Bihalal yang digelar keluarga besar SMP Negeri 2 Giritontro pada Kamis (26/3/2026). Bertempat di Rumah Makan Minut, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan nilai keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik dan tenaga kependidikan.

    Acara tersebut dihadiri sejumlah unsur penting sekolah, di antaranya Ketua Komite Wiwik Eko Darmono serta Pengawas SMP dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Joko Purwanto. Kehadiran para tokoh ini memberikan energi positif dan motivasi bagi seluruh guru serta tenaga kependidikan yang hadir.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan ikrar serta sambutan. Nuansa kebersamaan terasa begitu kuat ketika seluruh peserta saling bersalaman sebagai simbol saling memaafkan setelah menjalani bulan suci Ramadhan. Momen ini menjadi refleksi untuk membuka lembaran baru dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan.

    Dalam sambutannya, Joko Purwanto menyampaikan pentingnya keikhlasan dalam menjalankan profesi sebagai pendidik. Ia menguraikan keikhlasan menjadi landasan utama agar setiap tugas dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan semangat.


    “Keikhlasan adalah kunci utama agar kita tetap kuat, semangat, dan bahagia dalam menjalankan amanah sebagai pendidik,” tuturnya.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausyiah yang disampaikan oleh Ustadz Sukatmo. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya saling memaafkan atas segala kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Menurutnya, hati yang bersih akan melahirkan ketenangan dan mendorong setiap individu untuk memberikan kontribusi terbaik di lingkungan kerja.

    Suasana semakin khidmat saat seluruh peserta mengikuti doa bersama sebagai penutup rangkaian acara. Doa tersebut menjadi harapan agar kebersamaan yang telah terjalin terus terjaga serta seluruh keluarga besar SMP Negeri 2 Giritontro senantiasa memperoleh keberkahan dalam setiap langkah pengabdian.

    Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah yang berlangsung penuh keakraban. Canda dan tawa mengiringi kebersamaan antar peserta, mencerminkan kuatnya rasa kekeluargaan. Momen ini juga dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi dan membangun sinergi yang lebih baik ke depan. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan.

    Kepala SMP Negeri 2 Giritontro, Retno Wulandari, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan sekolah.

    “Melalui kegiatan Halal Bihalal ini, semangat kebersamaan, keikhlasan, dan saling menghargai semakin tertanam dalam diri seluruh keluarga besar SMP Negeri 2 Giritontro. Dengan demikian, kami dapat terus memberikan kontribusi terbaik dalam dunia pendidikan serta mencetak generasi yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia,” ujarnya. (Sofyan) 


    Baca juga: Tradisi Terima Kasih Pospam Lebaran Kembali Digelar, Warga Sukoharjo Apresiasi Petugas dan Pemudik

    Penyerahan Gunungan Sego berkat kepada Polres Kabupaten Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo.


    Tradisi Terima Kasih Pospam Lebaran Kembali Digelar, Warga Sukoharjo Apresiasi Petugas dan Pemudik

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Tradisi tahunan “Terima Kasih Pospam Lebaran dan Terima Kasih Para Pemudik” kembali digelar masyarakat Sukoharjo pada Rabu (25/3/2026) sore di kawasan Pospam Proliman. Kegiatan yang telah dirintis sejak 2014 ini sempat vakum selama satu tahun, sebelum akhirnya kembali dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi kepada para petugas dan pemudik.

    Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari relawan mahasiswa, duta wisata, organisasi kepemudaan dari Solidaritas Masyarakat Sukoharjo (SMS), hingga perwakilan pelajar.

    Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mengirimkan satu gerobak mie ayam, parcel kupat opor ayam, gunungan sego berkat, serta jamu ke Pospam Lebaran Proliman. Aksi ini dipimpin oleh tokoh Gatutkaca Agus Widanarko yang akrab disapa Danar selaku staf promosi pariwisata Disporapar Kabupaten Sukoharjo tampil mengenakan kostum Gatotkaca sebagai simbol bahwa pemudik merupakan “pahlawan devisa” bagi daerah.

    Rombongan dipimpin Agus Widanarko, disambut langsung Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo bersama jajaran pejabat utama (PJU) Polres Sukoharjo di Pos Terpadu Simpang Lima.


    Prosesi diawali dengan pengalungan ketupat oleh duta wisata kepada Kapolres Sukoharjo sebagai simbol permohonan maaf masyarakat apabila selama arus mudik terdapat ketidaktertiban. Selanjutnya, penyerahan mie ayam dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih kepada para petugas yang telah berjaga selama masa Lebaran.

    Gunungan sego berkat dan jamu kemudian diarak menuju proliman lampu merah untuk dibagikan kepada para pemudik arus balik. Pembagian ini diharapkan menjadi simbol doa agar perjalanan para pemudik berjalan lancar dan membawa keberkahan dalam usaha mereka di perantauan.

    Tokoh penggagas kegiatan, Gatutkaca Danar, menyampaikan tradisi ini lahir dari kepedulian masyarakat terhadap petugas yang berjaga saat Lebaran.

    “Agenda hari ini sebenarnya adalah tradisi tahunan sejak 2015. Dulu pernah ada kejadian di pospam yang membuat kami berpikir, para petugas ini sudah berjuang luar biasa menjaga keamanan Lebaran. Sudah seharusnya masyarakat memberikan apresiasi,” ujarnya.

    Pembagian jamu kepada para pemudik arus balik.


    Ia menjelaskan, tradisi ini sempat terhenti akibat pandemi dan kondisi tertentu, namun kini kembali dihidupkan sebagai bentuk penghormatan dan kebersamaan.

    “Kami mengajak masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan duta wisata untuk bersama-sama menyampaikan terima kasih. Sekaligus kami juga mengaku lepat atau memohon maaf kepada petugas jika selama di jalan kami kurang tertib,” jelasnya.

    Gatutkaca juga menuturkan bahwa mie ayam yang dibagikan memiliki makna khusus sebagai kearifan lokal Sukoharjo.

    “Banyak warga Sukoharjo yang merantau dan sukses berjualan mie ayam di kota besar seperti Jakarta. Ini menjadi simbol bahwa rezeki mereka juga lancar berkat pengamanan dari petugas pospam saat Lebaran,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat terhadap tugas pengamanan Lebaran.

    “Kami mewakili seluruh personel, baik dari Polri, TNI, maupun petugas di Pospam Proliman, mengucapkan terima kasih dan matur nuwun atas apresiasi dari rekan-rekan semua, baik ormas, pemuda, duta wisata, maupun masyarakat,” ujarnya.

    Ia menguraikan, hingga hari terakhir pelaksanaan Operasi Ketupat, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sukoharjo tetap terjaga dengan baik.

    “Alhamdulillah, kondisi kamtibmas di Kabupaten Sukoharjo tetap aman dan kondusif. Tempat-tempat wisata juga mengalami peningkatan kunjungan. Ini menjadi tanda bahwa Sukoharjo semakin hidup dan berkembang,” katanya.

    Kapolres juga berharap dukungan masyarakat terus berlanjut dalam menjaga keamanan dan ketertiban ke depan.

    “Kami mohon dukungan agar dalam pelaksanaan tugas selanjutnya dapat berjalan dengan baik tanpa hambatan. Semua yang kami lakukan ini untuk masyarakat Sukoharjo,” imbuhnya.

    Melalui kegiatan ini, masyarakat Sukoharjo tidak hanya menyampaikan rasa terima kasih kepada petugas, tetapi juga memberikan doa dan semangat kepada para pemudik agar perjalanan arus balik berjalan lancar dan penuh keberkahan. Tradisi ini sekaligus menjadi simbol kuatnya nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang terus hidup di tengah masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: SMP Negeri 1 Banyudono Gelar Halal Bi Halal, Perkuat Silaturahmi dan Spirit Ramadhan

    Halal bihalal keluarga besar SMP Negeri 1 Banyudono dihadiri guru, karyawan, komite sekolah, dan tokoh masyarakat setempat.


    SMP Negeri 1 Banyudono Gelar Halal Bi Halal, Perkuat Silaturahmi dan Spirit Ramadhan

    Boyolali — majalahlarise.com - Keluarga besar SMP Negeri 1 Banyudono menggelar kegiatan Halal Bi Halal pada Rabu (25/3/2026). Acara berlangsung hangat di kediaman ibu Umbuk, Kuwiran, serta dihadiri guru, karyawan, komite sekolah, dan tokoh masyarakat setempat.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah Tukiman, S.Pd, Ketua Komite Sekolah, serta Badarudin yang memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan penuh kebersamaan ini.

    Kegiatan Halal Bi Halal menghadirkan narasumber Pujiono. Dalam tausiyahnya, ia menguraikan pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadhan agar tetap hidup dalam keseharian.

    “Ramadhan telah melatih kita untuk disiplin, ikhlas, dan meningkatkan kualitas ibadah. Jangan sampai setelah Ramadhan, semangat itu luntur. Justru harus terus dijaga dan diamalkan,” ujarnya.

    Ia juga menambahkan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga ruh Ramadhan sepanjang tahun. “Pesan Ramadhan harus bisa kita rawat di 11 bulan ke depan. Inilah yang disebut sebagai upaya memindahkan ruh Ramadhan di bulan-bulan berikutnya,” tuturnya.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan antarsesama, serta memperkuat ukhuwah di lingkungan sekolah.

    Kegiatan dilanjutkan dengan ikrar Halal Bi Halal yang dipimpin oleh Kepala Sekolah sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat kebersamaan seluruh keluarga besar sekolah.

    Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan harapan agar kegiatan ini mampu memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. “Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan memperkuat komitmen kita dalam mendidik generasi yang berakhlak mulia,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, seluruh warga sekolah diharapkan mampu menjaga nilai-nilai Ramadhan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat, sehingga semangat kebersamaan dan keikhlasan terus terjaga sepanjang waktu. (Sofyan)


    Baca juga: SVC Sukoroyom Kulon Tampil Perkasa, Sabet Juara 1 Latber GardaMask 2026

    Tim bola voli Sukoroyom Kulon Voli Ball Club (SVC) meraih juara pertama dalam ajang Latber GardaMask 2026.


    SVC Sukoroyom Kulon Tampil Perkasa, Sabet Juara 1 Latber GardaMask 2026

    Wonogiri – majalahlarise.com - Tim bola voli Sukoroyom Kulon Voli Ball Club (SVC) tampil impresif dengan meraih juara pertama dalam ajang Latber GardaMask 2026 yang digelar pada Selasa (24/3/2026) di Lapangan GardaArena, Dusun Ploso, Desa Pucanganom, Kecamatan Giritontro, Wonogiri.

    Turnamen yang berlangsung meriah ini diikuti sejumlah tim dari tiga kecamatan, yakni Giritontro, Giriwoyo, dan Pracimantoro. Sejak babak awal hingga partai final, pertandingan berjalan sengit dengan menampilkan permainan terbaik dari masing-masing tim.

    Perjalanan SVC menuju tangga juara terbilang tidak mudah. Tim kebanggaan warga Sukoroyom Kulon ini harus melewati laga berat dengan menumbangkan tim Nawangan Giriwoyo dan Dungpadas Pracimantoro sebelum melaju ke partai puncak.

    Tim bola voli Sukoroyom Kulon Voli Ball Club (SVC).

    Pada laga final, SVC berhadapan dengan tim kuat Sawit Giritontro. Pertandingan berlangsung ketat dan penuh tensi tinggi, dengan kedua tim saling menampilkan permainan menyerang dan bertahan yang solid.

    SVC yang dikawal Ilham Afif mampu menunjukkan performa gemilang. Kerja sama tim yang apik serta strategi permainan yang terorganisir membuat SVC berhasil mengungguli lawannya dan memastikan gelar juara pertama. Atas kemenangan tersebut, SVC berhak membawa pulang piala serta uang pembinaan.

    Usai pertandingan, Ilham Afif menyampaikan rasa syukur atas capaian timnya.

    Tim bola voli Sukoroyom Kulon Voli Ball Club (SVC) saat bertanding.


    “Kemenangan ini kami persembahkan untuk seluruh warga Sukoroyom Kulon dan SVC Mania,” ujarnya.

    Sementara itu, tokoh pemuda bidang olahraga setempat, Ismu Jatmiko, turut memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih SVC. Ia menguraikan rasa terima kasih atas dukungan masyarakat yang terus mengiringi perjalanan tim.

    “Kami sangat berterima kasih atas dukungan luar biasa dari semua pihak. Ke depan, kami berharap SVC semakin maju dan mampu berprestasi, tidak hanya di bola voli tetapi juga di berbagai ajang olahraga lainnya,” ungkapnya.

    Adapun hasil akhir Latber GardaMask 2026 sebagai berikut:

    Juara 1: SVC Sukoroyom Kulon, Giritontro

    Juara 2: Tim Sawit, Giritontro

    Juara 3: Tim Dungpadas, Pracimantoro dan Tim Ingak Inguk Giritontro

    Keberhasilan ini semakin mengukuhkan SVC sebagai salah satu tim bola voli yang patut diperhitungkan di tingkat lokal, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Sukoroyom Kulon. (Syarif/ Sofyan)


    Baca juga: Halal Bihalal SMPN 22 Surakarta, Alumni Angkatan Pertama Perkuat Paseduluran Lewat “Sambung Rasa”

    Berbagi kisah pengalaman selama masa remaja menjadi siswa SMPN 22 Surakarta.


    Halal Bihalal SMPN 22 Surakarta, Alumni Angkatan Pertama Perkuat Paseduluran Lewat “Sambung Rasa”

    Surakarta – majalahlarise.com - Gelak tawa bercampur suasana haru menyelimuti Rumah Makan SFA Solo Baru, Jawa Tengah, Senin (23/3/2026). Sekitar 50 alumni angkatan pertama “Anak Mbarep” SMPN 22 Surakarta berkumpul dalam acara halal bihalal bertajuk “Sambung Rasa Paseduluran”.

    Pertemuan yang digelar dalam momentum Lebaran tersebut menjadi bukti kuat, jarak dan waktu tak mampu memutus tali persaudaraan. Para alumni hadir dengan penuh antusias, meskipun harus menempuh perjalanan jauh dari berbagai daerah di Indonesia.

    Sejumlah peserta datang dari wilayah Solo Raya, serta kota-kota lain seperti Jakarta, Lampung, Palembang, Purwokerto, Pekalongan, hingga berbagai daerah lintas provinsi. Kebersamaan tersebut menghadirkan kembali kenangan masa sekolah yang penuh cerita.

    Suasana semakin hidup saat Hardono, mantan anggota DPRD Wonogiri, membagikan kisah masa remajanya. Ia menguraikan pengalaman unik semasa sekolah yang mengundang gelak tawa para alumni.


    “Cerita-cerita seperti ini membuat kita sadar, paseduluran yang terjalin dulu sangat murni dan penuh kenangan lucu,” tutur Hardono.

    Ia juga mengenang kuatnya solidaritas antarsahabat pada masa itu. Bahkan, ia kerap didatangi teman ke rumah untuk dibangunkan agar berangkat sekolah.

    “Dulu sampai ada teman yang rela datang pagi-pagi, bahkan memberi ‘sogokan’ supaya saya mau berangkat sekolah. Itu kenangan yang tidak terlupakan,” katanya sambil tersenyum.

    Selain Hardono, hadir pula Budi Susetyo yang kini mengabdi sebagai PNS di Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Kehadiran para alumni yang telah sukses di berbagai bidang menambah semangat kebersamaan dalam acara tersebut.

    Momentum halal bihalal juga menjadi ajang penghormatan bagi para guru yang telah berjasa mendidik mereka. Kehadiran para pendidik seperti Suyono, Agatha, dan Dewi Amerikawati menjadi daya tarik tersendiri.

    Di mata para alumni, Dewi Amerikawati tetap terlihat awet muda dan penuh semangat, meski telah puluhan tahun berlalu sejak mereka lulus pada 1988. Kehangatan pertemuan antara guru dan murid tampak jelas dalam setiap momen kebersamaan.

    Ketua panitia Halal Bihalal 22, Hermawan, menyampaikan kegiatan ini tidak sekadar temu kangen, tetapi menjadi sarana memperkuat jejaring komunikasi antaralumni.

    “Pertemuan ini bukan sekadar temu kangen, tetapi wujud nyata menjaga semangat paseduluran yang tidak lekang oleh waktu,” ujar Hermawan di sela acara.

    Ia juga mengucapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

    “Saya mewakili panitia mengucapkan terima kasih kepada para donatur, yang merupakan alumni SMP Negeri 22 Surakarta, serta teman-teman semua yang telah hadir dan mendukung acara ini,” ungkapnya.

    Selain bernostalgia, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembagian doorprize, mulai dari produk UMKM karya alumni hingga barang elektronik. Hal ini semakin menambah kemeriahan suasana kebersamaan.

    Melalui kegiatan ini, para alumni berharap silaturahmi tetap terjaga dan semakin solid di masa mendatang. Tidak hanya menjadi ruang mengenang masa lalu, tetapi juga wadah untuk saling mendukung dan bersinergi.

    Acara Halal Bihalal 22 ditutup dengan sesi saling bersalaman antara guru dan alumni, menjadi simbol eratnya ikatan kekeluargaan yang terus terjaga hingga kini. (Sofyan)


    Baca juga: Dosen DKV ISI Surakarta Tembus Pameran Poster Internasional di China



    Dosen DKV ISI Surakarta Tembus Pameran Poster Internasional di China

    NANTONG, CHINA – majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan insan akademik Indonesia di kancah global. Karya dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso, berhasil tampil dalam ajang bergengsi The 4th Yangtze River Future Public Welfare Poster Design Invitation Exhibition 2026 yang digelar di Wenfeng Square, Nantong, China.

    Pameran poster internasional ini diikuti oleh 52 seniman dan desainer dari 18 negara, di antaranya Polandia, Pakistan, Meksiko, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jerman, Rusia, Korea Utara, Ekuador, Belarus, Austria, serta negara lainnya. Selain itu, ratusan peserta dari dalam negeri China turut ambil bagian dalam perhelatan tahunan tersebut.

    Mengangkat tema Sungai Yangtze, pameran ini tidak hanya menyoroti aspek geografis, tetapi juga nilai ideologis dan moral yang terkandung dari peradaban panjang yang tumbuh di sepanjang sungai tersebut. Dengan panjang mencapai 6.397 kilometer, Sungai Yangtze dikenal sebagai salah satu sungai terpanjang di dunia sekaligus menjadi saksi lahirnya peradaban manusia sejak era Paleolitikum.

    Dalam ajang tersebut, Basnendar menampilkan karya berjudul “The Existence of The Yangtze River” dengan teknik digital imaging berukuran A3. Karya ini menonjolkan dominasi warna biru sebagai representasi keberadaan Sungai Yangtze, serta elemen teks “FUTURE” yang disusun secara simbolis untuk menggambarkan peran sungai dalam kehidupan manusia, baik di masa lalu maupun masa depan.

    Pameran ini terselenggara melalui kolaborasi antara Publicity Department of the CPC Nantong Municipal Committee, Municipal Bureau of Culture, Radio, Television and Tourism, serta Nantong Federation of Literary and Art Circles. Kegiatan ini telah dibuka sejak 5 Februari 2026 dan direncanakan berlangsung hingga Maret 2030, serta akan dipamerkan secara bergilir di berbagai kota sepanjang aliran Sungai Yangtze.

    Dalam keterangan tertulis yang diterima, Basnendar menyampaikan keikutsertaannya dalam pameran internasional ini menjadi bagian penting dalam membangun jejaring global di bidang seni dan desain.

    “Keikutsertaan ini menjadi peluang untuk berjejaring dengan seniman dan desainer dari berbagai negara, sekaligus sebagai sarana untuk mengenal perkembangan seni rupa dan desain melalui karya-karya peserta internasional,” ujarnya.

    Partisipasi ini sekaligus memperkuat eksistensi akademisi Indonesia di panggung internasional, serta membuka peluang kolaborasi lintas negara dalam pengembangan seni dan desain di masa mendatang. (Sofyan)


    Baca juga: Halal Bihalal Keluarga Besar Pageyan Bero Dimeriahkan Pagelaran Wayang Kulit dan Kirab Gunungan


Top