Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko.


    Kunci Kampung yang Berkah dan Bahagia, Ustaz Dwi Jatmiko Ajak Warga Gemar Baca Al-Qur’an

    SOLO - majalahlarise.com - Kunci kampung yang berkah dan bahagia menjadi tema Salat Subuh Berjamaah dan Kajian Subuh di Masjid Al-Ikhlas Bayan Krajan RT 4 RW 15 Kadipiro, Banjarsari, Kota Surakarta, Minggu (17/5/2026). Kajian tersebut disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko.

    Dalam tausiyahnya, guru PAI SD Muhammadiyah 1 Ketelan itu mengingatkan pentingnya menjadikan seluruh aktivitas hidup semata-mata untuk Allah SWT. Ia mengutip penggalan Surat Al-An’am ayat 162, “Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin.”

    “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah,” ujarnya.

    Pada kesempatan itu, ia mengajak jemaah merenungi dua konsep dasar dalam Islam yang tidak lekang oleh waktu, yakni iman dan takwa. Menurutnya, iman bukan hanya sekadar percaya, melainkan keyakinan dalam hati, pengakuan dengan lisan, serta dibuktikan melalui amal perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.


    Ustaz Dwi Jatmiko juga mengutip firman Allah dalam QS Al-A’raf ayat 96 tentang keberkahan bagi negeri yang penduduknya beriman dan bertakwa. Ia menegaskan, kampung yang berkah dan bahagia dapat dimulai dari gerakan sederhana yang disebut gerakan WA, yakni waosan Al-Qur’an atau membaca Al-Qur’an serta memahami artinya.

    “Seandainya seluruh penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pasti Allah melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi. Maka kunci kampung berkah dan bahagia bisa diawali dengan gerakan WA, yaitu waosan Al-Qur’an atau membaca Al-Qur’an dan memahami artinya,” paparnya.

    Ia menjelaskan, keberkahan tersebut dapat dirasakan dalam berbagai bentuk, mulai dari rezeki yang melimpah, kemudahan dalam urusan kehidupan, kesehatan rohani dan jasmani, hingga kemudahan menjalankan ibadah umrah maupun haji.

    Di akhir pengajian, Ustaz Dwi Jatmiko yang juga anggota Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PDM Solo mengajak jemaah meningkatkan kualitas ibadah dengan peduli agama, peduli sesama manusia, peduli lingkungan, serta menjaga sistem kehidupan yang baik.

    “Semoga setiap pasangan mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman, rumahku surgaku, sehingga rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah bisa haji dan umrah dengan mudah,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Lembah Pereng View, Oase Wisata Alam Bernuansa Desa yang Menghidupkan Kenangan Masa Kecil di Wonogiri

     

    Ustadz Pujiono, S.Si., M.M. menyampaikan Al-Qur’an harus menjadi cahaya hidup sekaligus cahaya perubahan dalam kehidupan umat Islam. 


    Kajian Rutin Guru MI Muhammadiyah Kismoyoso, Al-Qur’an Harus Menjadi Cahaya Perubahan

    Boyolali - majalahlarise.com - Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Kismoyoso Ngemplak Boyolali menggelar Kajian Rutin Guru MI Muhammadiyah Kismoyoso di Kantin Rumah Kismoyoso, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dengan diikuti para guru beserta keluarga besar MIM Kismoyoso. Acara diawali dengan tadarus Al-Qur’an yang dipandu Ustadz Arifin.

    Dalam sambutan sekolah, Chamidi, S.Pd. mengajak seluruh guru untuk terus menjaga semangat kebersamaan serta memperkuat dakwah pendidikan di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Ia memaparkan guru Muhammadiyah memiliki peran penting bukan hanya sebagai pengajar di ruang kelas, namun juga penggerak perubahan di tengah masyarakat.

    “Guru Muhammadiyah harus terus menjaga kekompakan dan semangat membangun sekolah yang unggul serta berkemajuan. Kita bukan sekadar mengajar, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan di masyarakat,” ujarnya.

    Pada sesi tausiah, Ustadz Pujiono, S.Si., M.M. menyampaikan Al-Qur’an harus menjadi cahaya hidup sekaligus cahaya perubahan dalam kehidupan umat Islam. Menurutnya, Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca, namun harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar mampu melahirkan perubahan besar.

    “Al-Qur’an jangan hanya dibaca, tetapi harus diamalkan. KH Ahmad Dahlan mampu membuat sejarah besar dari mengamalkan QS Ali Imran ayat 104 hingga lahirlah Muhammadiyah yang kini usianya lebih dari 100 tahun,” tuturnya.

    Ia juga mencontohkan penghayatan Surat Al-Ma’un yang melahirkan gerakan sosial dan panti asuhan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. Menurutnya, semangat tersebut perlu terus dihidupkan oleh para guru Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah pendidikan.

    “Dari Surat Al-Ma’un lahir gerakan sosial yang luar biasa. Saatnya kita juga membuat sejarah melalui pendidikan dan amal nyata,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Ustadz Pujiono mengingatkan setiap aktivitas guru dapat bernilai pahala apabila diniatkan karena Allah SWT. Tutur kata, sikap, keteladanan, hingga hal-hal kecil dalam keseharian dinilai dapat menjadi amal kebaikan.

    Ia juga mengapresiasi tim humas MIM Kismoyoso yang aktif membuat flyer serta publikasi kegiatan sekolah sebagai bagian dari syiar dakwah. “MIM Kismoyoso besar karena humas. Flyer yang dibuat tim humas pun bisa bernilai pahala karena menjadi bagian dari syiar dakwah,” ungkapnya.

    Kegiatan kajian rutin tersebut berlangsung penuh inspirasi dan diharapkan semakin menguatkan semangat guru-guru Muhammadiyah dalam menjadikan pendidikan sebagai jalan dakwah, pengabdian, serta amal jariyah bagi umat. (Sofyan)


    Baca juga: Lembah Pereng View, Oase Wisata Alam Bernuansa Desa yang Menghidupkan Kenangan Masa Kecil di Wonogiri

    Bupati Wonogiri Setyo Sukarno memberangkatkan peserta jalan sehat.

    Jalan Sehat Selogiri Meriahkan Hardiknas, Hari Kebangkitan Nasional dan HUT ke-285 Wonogiri

    Wonogiri - majalahlarise.com - Ribuan warga Kecamatan Selogiri mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional, dan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri yang digelar di Lapangan Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi Keluarga Besar Pendidikan Selogiri tersebut berlangsung meriah dengan berbagai hadiah door prize menarik seperti sepeda, peralatan elektronik, speaker audio, dan paket hadiah lainnya.

    Kegiatan jalan sehat itu dihadiri langsung Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, yang tampil mengenakan kaos putih dan topi merah mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kebersamaan sebagai modal utama membangun daerah. Menurutnya, momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional, dan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri menjadi sarana mempererat solidaritas masyarakat.

    “Mari terus kita jaga persatuan dan kesatuan di antara kita,” ujar Setyo Sukarno di sela kegiatan jalan sehat. 

    Ia menilai semangat guyub dan gotong royong masyarakat Selogiri terlihat dari tingginya partisipasi warga yang hadir sejak pagi hari di Lapangan Desa Pule. “Jalan sehat ini menunjukkan kebersamaan dari seluruh masyarakat Kecamatan Selogiri,” katanya.

    Ribuan warga mengikuti jalan sehat.


    Bupati Wonogiri juga memaparkan pembangunan daerah tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri tanpa dukungan masyarakat. Semangat “Manunggal Setyo” dinilai menjadi simbol kebersamaan seluruh elemen masyarakat Wonogiri dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. 

    “Untuk mewujudkan visi Wonogiri, pemerintah tidak bisa sendiri. Maka Manunggal Setyo merupakan satu perwujudan kebersamaan dari seluruh masyarakat Kabupaten Wonogiri,” ungkapnya.

    Setyo Sukarno menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kecamatan Selogiri yang telah memeriahkan kegiatan dengan tertib dan penuh semangat. Ia berharap nilai persatuan dan gotong royong terus dipertahankan demi kemajuan Kabupaten Wonogiri. “Terima kasih atas kebersamaan masyarakat Selogiri dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional, Hari Jadi, dan Hari Kebangkitan Nasional,” tandasnya.

    Sementara itu, Ketua Panitia, Drs. Agus Joko Sumarno, M.Pd menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan masyarakat, tetapi juga sarana mengingat kembali sejarah perjuangan bangsa dan berdirinya Kabupaten Wonogiri. Menurutnya, kegiatan tersebut digelar setelah adanya masukan dari para sesepuh agar generasi muda tidak melupakan sejarah bangsa dan perjuangan para pendiri negara.

    “Kita berharap jangan sampai generasi muda lupa dengan sejarah Indonesia dan sejarah para pendiri bangsa. Sejarah itu bisa menjadi bekal untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

    Ia menambahkan peserta kegiatan melibatkan berbagai unsur masyarakat mulai dari pelajar SD, SMP, masyarakat umum, kepala desa beserta perangkat desa, anggota PKK, hingga tokoh masyarakat.

    Agus berharap melalui kegiatan tersebut masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami perjalanan pendidikan dan sejarah kebangkitan bangsa Indonesia. “Harapan kami ke depan generasi muda tidak melupakan sejarah pendiri negara dan perjalanan pendidikan Indonesia, sehingga negara semakin baik dan masyarakat juga semakin maju,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Lembah Pereng View, Oase Wisata Alam Bernuansa Desa yang Menghidupkan Kenangan Masa Kecil di Wonogiri

    Para lansia yang diwisuda saat foto bersama pengurus PD Salimah Sukoharjo.


    Wisuda Sekolah Lansia PD Salimah Sukoharjo, 17 Lansia Gayamsari Terima Penghargaan

    Sukoharjo - majalahlarise.com - Persaudaraan Muslimah (Salimah) Daerah (PD) Salimah Sukoharjo menggelar wisuda perdana Sekolah Lansia Salimah (Salsa) bagi 17 muslimah lansia dari Posyandu Lansia Ngudi Waras Gayamsari, Kelurahan Gayam, Sukoharjo. Kegiatan dikemas dalam agenda rihlah dan wisuda yang berlangsung di Rumah Makan Watergong, Klaten.

    Program Salsa menjadi bentuk pembinaan rutin yang dilakukan PD Salimah Sukoharjo kepada para lansia muslimah agar tetap sehat, aktif, bahagia, dan mandiri. Kelompok Salsa Ngudi Waras Gayamsari tercatat sebagai kelas binaan pertama sekaligus angkatan pertama yang mengikuti prosesi wisuda.

    Keceriaan para peserta sudah terlihat sejak keberangkatan menuju lokasi kegiatan. Para lansia bersama pengurus PD Salimah Sukoharjo menaiki sepur kelinci menuju Rumah Makan Watergong. Suasana penuh canda dan tawa membuat perjalanan terasa semakin menyenangkan bagi para peserta lansia.

    Sesampainya di lokasi, kegiatan diawali dengan senam bersama dan outbond ringan. Aktivitas tersebut digelar untuk membangun suasana bahagia dan mempererat kebersamaan antar peserta sebelum memasuki prosesi wisuda.

    Para lansia saat mengikuti outbond.


    Acara formal dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh perwakilan peserta lansia, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Salimah. Selanjutnya, Wakil Ketua PD Salimah Sukoharjo, Weni Kurniawati, S.Pd membacakan surat keputusan kelulusan peserta Salsa.

    Prosesi wisuda dipimpin langsung Ketua PD Salimah Sukoharjo, Titik Haryanti, S.K.M., M.P.H dengan membacakan teks pelantikan wisuda. Satu per satu peserta menerima medali dan sertifikat sebagai tanda kelulusan setelah mengikuti pembinaan dalam kelas Salsa.

    Suasana haru dan bangga semakin terasa saat seluruh peserta menyanyikan Mars Lansia. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan kegiatan oleh Ketua Panitia Septini Mingki, S.Kep serta pidato wisudawati oleh penerima penghargaan lansia teraktif, Suprih Ambar.

    “Kami sangat berterima kasih kepada Salimah yang sudah mengadakan kelas Salsa untuk kami para lansia. Kelas ini sangat bermanfaat dan harapannya ke depan kelas bisa terus berlanjut dan berjalan,” ujar Suprih Ambar penuh semangat.

    Dalam sambutannya, Titik Haryanti, S.K.M., M.P.H memberikan apresiasi kepada para peserta yang tetap memiliki semangat belajar tinggi meski usia terus bertambah. Menurutnya, wisuda tersebut menjadi bukti belajar tidak mengenal batas usia.

    “Ibu-ibu yang hebat dan menginspirasi, wisuda hari ini bukan sekadar menerima sertifikat atau kalung wisuda. Hari ini menjadi bukti ibu-ibu telah menepis anggapan belajar hanya milik usia muda. Ibu-ibu membuktikan semangat menuntut ilmu tetap menyala meski usia terus bertambah,” tuturnya.

    Penasihat Posyandu Ngudi Waras Gayamsari, Shodiqul Amin, S.Pd turut memberikan apresiasi terhadap program Salsa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana syiar sekaligus wadah pembelajaran bagi para lansia.

    “Salimah sedang bersyi’ar melalui Salsa ini. Program ini memberikan fasilitas kepada para lansia agar terus belajar sesuai slogan ‘Salimah bersama Lansia agar Lansia Sehat, Bahagia dan Mandiri’,” ujarnya.

    Di akhir kegiatan, panitia memberikan penghargaan kepada peserta lansia paling senior serta apresiasi bagi peserta outbond. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan siang bersama dalam suasana hangat penuh kekeluargaan. (Sofyan)


    Baca juga: Semarak Milad ke-94, Pemuda Muhammadiyah Surakarta Tanam 94 Pohon di Bantaran Bengawan Solo

    Area pemancingan keluarga yang menawarkan suasana santai di tengah alam terbuka. 


    Lembah Pereng View, Oase Wisata Alam Bernuansa Desa yang Menghidupkan Kenangan Masa Kecil di Wonogiri

    Wonogiri - majalahlarise.com - Waktu seolah berjalan lebih lambat saat memasuki kawasan Wisata Alam Lembah Pereng View di Punduhsari Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. Hamparan sawah hijau terbentang di sisi jalan, suara gemericik air sungai terdengar bersahutan dengan kicauan burung liar, sementara udara segar khas pedesaan langsung terasa sejak pertama kali menginjakkan kaki di lokasi wisata tersebut.

    Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, Lembah Pereng View hadir seperti ruang pelarian untuk menikmati ketenangan. Tempat wisata ini tidak menawarkan gemerlap wahana modern ataupun hingar-bingar hiburan kota. Justru kesederhanaan suasana desa menjadi kekuatan utama yang membuat banyak pengunjung merasa nyaman dan betah berlama-lama.

    Manajer Lembah Pereng View, Janu Hari Setiawan, mengatakan konsep wisata yang dikembangkan memang berangkat dari kerinduan masyarakat terhadap suasana desa yang alami dan damai.

    “Yang kita tawarkan itu justru ketenangan, kenyamanan, serasa flashback ke zaman dulu ketika desa masih alami,” ujar Janu Hari Setiawan saat ditemui di kawasan wisata.

    Manajer Lembah Pereng View, Janu Hari Setiawan.


    Menurutnya, masyarakat perkotaan saat ini mulai lelah dengan rutinitas, kemacetan, suara kendaraan, hingga tekanan pekerjaan yang terus meningkat. Kondisi tersebut membuat wisata alam bernuansa desa semakin diminati sebagai tempat beristirahat bersama keluarga.

    “Yang kita jual itu nuansa alam dan suasana desa yang sekarang mulai sulit ditemukan,” katanya.

    Lembah Pereng View dibangun dengan konsep wisata keluarga berbasis alam, pertanian, peternakan, serta edukasi. Area wisata didesain menyatu dengan lingkungan sekitar tanpa menghilangkan karakter asli pedesaan. Pepohonan dibiarkan tumbuh rindang, area persawahan tetap dipertahankan, sementara aliran air alami menjadi bagian penting dari suasana wisata.

    Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk berfoto atau bermain, tetapi menikmati suasana tenang sambil duduk santai bersama keluarga. Anak-anak terlihat bebas berlarian di area terbuka, sementara para orang tua menikmati udara sejuk yang kini semakin sulit ditemukan di kawasan perkotaan.

    Fasilitas vila dengan tarif mulai Rp250 ribu per malam.


    Salah satu area yang paling ramai dikunjungi adalah mini zoo. Di tempat ini, anak-anak dapat berinteraksi langsung dengan berbagai hewan seperti domba merino, kambing, sapi, dan kelinci. Pengunjung diperbolehkan memberi makan hewan secara langsung tanpa dipungut biaya tambahan.

    Suasana hangat tampak saat anak-anak tertawa sambil mengejar kelinci atau memberi makan domba yang jinak. Aktivitas sederhana tersebut justru menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak yang selama ini lebih sering hidup di lingkungan perkotaan.

    “Konsep mini zoo ini supaya anak-anak bisa berinteraksi langsung dengan hewan secara gratis,” tuturnya.

    Tidak jauh dari area mini zoo, tersedia kolam renang anak dan dewasa yang menjadi favorit keluarga. Meski tidak mengusung konsep kolam besar dan mewah, suasana sejuk di sekitar area membuat pengunjung merasa nyaman menikmati waktu bersama keluarga. Tiket masuk kolam renang pun cukup terjangkau, hanya Rp5 ribu.

    Selain itu, terdapat area pemancingan keluarga yang menawarkan suasana santai di tengah alam terbuka. Dengan tarif mulai Rp15 ribu hingga Rp30 ribu, pengunjung dapat menikmati sensasi memancing sambil mendengar suara air dan hembusan angin dari area persawahan.

    Saat sore mulai datang, suasana di Lembah Pereng terasa semakin syahdu. Langit perlahan berubah jingga, udara menjadi lebih dingin, dan aroma masakan tradisional mulai tercium dari Pawon Lembah Pereng.

    Pawon tersebut menjadi salah satu daya tarik kuliner di kawasan wisata. Berbeda dengan tempat wisata modern yang menyajikan menu cepat saji atau makanan western, Pawon Lembah Pereng justru mempertahankan cita rasa rumahan khas desa.

    Domba Merino yang berada di mini zoo.

    Menu seperti pecel, aneka sayur tradisional, sambal rumahan, hingga lauk khas pedesaan menjadi sajian favorit pengunjung. Konsep sederhana itu justru menghadirkan rasa hangat dan nostalgia bagi banyak orang.

    “Yang kita jual bukan makanan western, tapi makanan tradisional desa seperti pecel dan sayur khas rumahan,” jelasnya.

    Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana lebih lama, Lembah Pereng View juga menyediakan fasilitas vila dengan tarif mulai Rp250 ribu per malam. Vila-vila tersebut dibangun dengan konsep sederhana dan menyatu dengan alam sekitar.

    Saat malam tiba, suasana berubah semakin tenang. Tidak terdengar kebisingan kendaraan ataupun hiruk-pikuk kota. Yang terdengar hanya suara jangkrik, aliran air, dan angin malam yang berhembus pelan dari area persawahan.

    Banyak pengunjung memilih menginap untuk merasakan pengalaman hidup di desa secara lebih utuh. Pagi hari menjadi momen yang paling dinantikan karena pengunjung dapat menikmati udara segar sambil melihat aktivitas warga dan petani di sekitar kawasan wisata.

    Lembah Pereng View juga mengembangkan konsep wisata edukasi.


    Tidak hanya berfokus pada wisata keluarga, Lembah Pereng View juga mengembangkan konsep wisata edukasi. Kawasan ini berada di bawah naungan Yayasan Taubah Al-Falah yang mengelola Al-Falah Quran Institute, sebuah lembaga pendidikan pasca-SMA dengan program pembelajaran agama dan kewirausahaan.

    Pengelola kini tengah mempersiapkan program “Integrity Farm”, sebuah wisata edukasi untuk pelajar mulai PAUD hingga SMA. Dalam program tersebut, peserta akan diajak belajar langsung mengenai pertanian dan peternakan.

    Anak-anak nantinya dapat mencoba menanam sayuran, memberi makan ternak, hingga memanen hasil pertanian secara langsung. Setelah mengikuti kegiatan, peserta juga akan mendapatkan sertifikat petani cilik.

    “Kami ingin anak-anak punya pengalaman praktik bertani dan berinteraksi langsung dengan ternak,” ungkap Janu.

    Sejak dilakukan soft opening pasca-Lebaran, jumlah pengunjung Lembah Pereng View terus meningkat. Pada hari biasa, jumlah wisatawan mencapai sekitar 50 orang per hari. Sementara saat akhir pekan dan musim liburan, jumlah pengunjung bisa mencapai ratusan orang.

    Dalam satu bulan, total kunjungan diperkirakan mencapai 1.000 hingga 2.000 orang. Sebagian besar pengunjung datang bersama keluarga untuk menikmati suasana desa yang tenang dan alami.

    Bagi Janu dan tim pengelola, Lembah Pereng View bukan sekadar tempat wisata. Tempat ini menjadi ruang untuk menghidupkan kembali kenangan masa kecil tentang desa yang damai, sederhana, dan penuh kehangatan.

    “Harapan kami setelah pulang dari sini, pengunjung bisa bercerita bagaimana indahnya suasana desa,” pungkas Janu Hari Setiawan. (Sofyan)


    Baca juga: Semarak Milad ke-94, Pemuda Muhammadiyah Surakarta Tanam 94 Pohon di Bantaran Bengawan Solo

    Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani turut menanam bibit pohon.


    Semarak Milad ke-94, Pemuda Muhammadiyah Surakarta Tanam 94 Pohon di Bantaran Bengawan Solo

    Solo- majalahlarise.com - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Surakarta peringati Milad ke-94 dengan aksi nyata peduli lingkungan melalui penanaman 94 pohon di bantaran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di wilayah Kampung Sewu, Surakarta, Kamis (14/5/2026). Kegiatan bertajuk “Kado Hijau Pemuda Muhammadiyah Surakarta” menjadi wujud kontribusi generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan perkotaan.

    Aksi penanaman pohon dilaksanakan di wilayah Kampung Sewu, Surakarta berkolaborasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Surakarta. Aksi ini juga melibatkan berbagai elemen Muhammadiyah serta dukungan pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surakarta Mahasri Shobahiya, Rektor Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta, Weni Hastuti, serta Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani.


    Turut hadir pula berbagai organisasi otonom Muhammadiyah, di antaranya Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Hizbul Wathan, dan Nasyiatul Aisyiyah. Hadir pula PCM Jebres, SIBAT Kampung Sewu, Lurah Sewu, serta perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta.

    Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Surakarta, Andi Tri Prasetyo, menjelaskan sebanyak 94 pohon ditanam sebagai simbol usia Pemuda Muhammadiyah yang ke-94. Jenis pohon yang ditanam antara lain kelengkeng, jambu, mangga, matoa, pete, dan beberapa tanaman produktif lainnya. 

    “Dalam kegiatan ini, kami menanam 94 pohon sebagai simbol Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah. Harapannya, pohon-pohon ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi warisan hijau yang dapat dirasakan oleh generasi yang akan datang,” ujar Andi Tri.

    Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengapresiasi inisiatif dan langkah Pemuda Muhammadiyah yang dinilai sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan di Kota Surakarta. “Pemerintah Kota Surakarta menyambut baik dan merasa senang dapat membersamai rangkaian Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah. 

    Kegiatan ini merupakan contoh nyata bahwa kepedulian ingkungan dapat diwujudkan melalui aksi konkret. Tidak hanya berbuat baik kepada sesama manusia, tetapi juga sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT dengan menjaga kelestarian alam di sekitar kita,” ungkapnya.

    Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta, Weni Hastuti, memberikan apresiasi atas kontribusi Pemuda Muhammadiyah Surakarta dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan. 

    “Kami mengucapkan selamat Milad ke-94 kepada Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta. Kegiatan ‘Kado Hijau’ ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan memberikan kontribusi nyata bagi penghijauan Kota Surakarta. Ini juga menjadi warisan berharga bagi anak cucu kita di masa depan,” tuturnya.

    Melalui kegiatan ini, Pemuda Muhammadiyah Surakarta menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan gerakan yang berdampak bagi masyarakat. Penanaman pohon tidak hanya menjadi simbol peringatan milad, tetapi juga bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga bumi, memperkuat ketahanan lingkungan, dan mewariskan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang. 

    “Kado Hijau Pemuda Muhammadiyah Surakarta” menjadi bukti gerakan pemuda tidak hanya hadir dalam wacana, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. (Sofyan)


    Baca juga: PCA Nguter Semarakkan Milad Aisyiyah ke-109 dengan Lapak UMKM dan Program Pemberdayaan Ekonomi

    Sebanyak 25 kepala sekolah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali.


    Capacity Building AUM Sambi Digelar di SM Kemadjouan Resto Yogyakarta

    Yogyakartamajalahlarise.com - Sebanyak 25 kepala sekolah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, mengikuti kegiatan Capacity Building yang digelar di SM Kemadjouan Resto Yogyakarta, Kamis (14/5/2026). Peserta terdiri dari kepala sekolah jenjang TK, SD/MI Muhammadiyah, SMP/MTs, hingga SMA/SMK Muhammadiyah di wilayah Sambi.

    Kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Selain menjadi ajang penguatan kapasitas kepemimpinan, kegiatan ini sekaligus mempererat sinergi antar-AUM Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompetitif.

    Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sambi, Drs. H. Sudiman, dalam tausiyahnya menjelaskan pentingnya semangat berbenah bagi seluruh sekolah Muhammadiyah.

    “Sekolah Muhammadiyah harus terus berbenah. Kepercayaan masyarakat harus dijaga dengan pelayanan pendidikan yang unggul dan penuh keteladanan,” tuturnya.

    Ia menjelaskan keberhasilan pendidikan Muhammadiyah tidak hanya ditentukan capaian akademik, namun juga pembentukan karakter serta nilai-nilai keislaman yang kuat pada peserta didik.

    Sudiman juga mengatakan kesinambungan studi satu atap antara jenjang pendidikan Muhammadiyah menjadi kunci pembinaan siswa secara berkelanjutan, mulai dari TK hingga SMA/SMK Muhammadiyah.

    “Kalau bukan kita yang percaya kepada AUM, lalu siapa lagi? Studi banding ke sekolah lain boleh, tetapi jangan sampai kehilangan jati diri Muhammadiyah,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan tersebut, ia menguraikan pentingnya meneladani pendidikan Luqmanul Hakim kepada anaknya, yakni menanamkan aqidah, akhlak dan budi pekerti, mengenalkan Allah SWT, menghargai perjuangan orang tua, memahami dosa dan kebaikan, menegakkan shalat, serta mengajak kepada amar ma’ruf nahi munkar.

    Sudiman juga mengucapkan apresiasi kepada Umi Sholihah atas dedikasi dan amanah yang telah dijalankan dalam memimpin SMP Muhammadiyah 4 Sambi.

    Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PCM Sambi, Muhammad Rosyidi, menjelaskan kepala sekolah perlu terus inovatif dalam menyusun strategi mendapatkan peserta didik baru.

    “Kepala sekolah harus mampu menjual program sekolahnya kepada masyarakat. Program unggulan harus dikenalkan dengan baik agar menjadi daya tarik,” katanya.

    Ia menambahkan kolaborasi antarjenjang sekolah Muhammadiyah perlu terus diperkuat, seperti sinergi TK dengan SD/MI maupun kerja sama SMP/MTs bersama SD/MI Muhammadiyah.

    Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Ketua Paguyuban Kepala Sekolah Yulianto, S.Pd.. Hadir pula Sekretaris Majelis Dikdasmen Pujiono serta Bendahara Majelis Drs. Daryono yang memberikan semangat bagi penguatan kualitas pendidikan Muhammadiyah di Kecamatan Sambi.

    Melalui kegiatan capacity building ini diharapkan lahir kepala sekolah Muhammadiyah yang semakin solid, inovatif, dan mampu membangun sekolah unggul, berkemajuan, serta semakin dipercaya masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: PCA Nguter Semarakkan Milad Aisyiyah ke-109 dengan Lapak UMKM dan Program Pemberdayaan Ekonomi



Top