GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
SMA Negeri 1 Surakarta Raih Piala Bergilir di Gladi Widya Dewantara 2026 Univet Bantara
SUKOHARJO – majalahlarise.com - SMA Negeri 1 Surakarta berhasil membopong piala bergilir dalam ajang Gladi Widya Dewantara 2026 yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Racana Ki & Nyi Hajar Dewantara Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo. Kegiatan ini diikuti Pramuka tingkat SMA/sederajat se-Solo Raya selama dua hari, Sabtu–Minggu (11–12/4/2026).
Keberhasilan tersebut diraih setelah kontingen SMA Negeri 1 Surakarta mengumpulkan total 210 poin, sekaligus mengukuhkan diri sebagai juara umum dan berhak membawa pulang piala bergilir.
Wakil Rektor III Univet Bantara, Dr. Djatmiko Hidajat, M.Pd, dalam upacara penutupan menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Adik-adik Pramuka yang saya banggakan. Pada kesempatan yang penuh kebanggaan ini, kita semua telah bersama-sama melaksanakan rangkaian kegiatan yang luar biasa. Mulai dari berbagai latihan, kegiatan keterampilan, hingga pembentukan karakter, yang menjadikan kita pribadi yang lebih baik dan lebih siap untuk menghadapi tantangan hidup,” ujarnya.
![]() |
| Kontingen Pramuka SMAN 1 Surakarta saat foto bersama piala bergilir dan piala lomba lainnya. |
Ia juga menguraikan kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, namun menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda.
“Semoga semangat Pramuka yang telah kita tanamkan dalam diri kita bisa terus berkembang dan membawa manfaat, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Pembina Pramuka SMA Negeri 1 Surakarta, Andri Wibowo, menyampaikan kunci keberhasilan timnya terletak pada kedisiplinan dan kebersamaan.
“Alhamdulillah, yang pasti kita itu mengutamakan disiplin, berani, dan setia. Disiplin dalam segala hal untuk latihan, berani mengambil keputusan, dan setia apa pun yang terjadi kita tetap bersama teman,” tutur Andri.
Ia juga mengungkapkan harapannya agar prestasi ini menjadi langkah awal dalam membentuk karakter Pramuka yang lebih baik. “Untuk menyongsong Pramuka yang berkarakter itu harus meliputi suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan,” jelasnya.
Dalam ajang tersebut, SMA Negeri 1 Surakarta juga mencatatkan sejumlah prestasi di berbagai kategori lomba. Pada Lomba Nyi Hajar Dewantara (Sub Lomba Debat), tim ini berhasil meraih Juara I dengan nilai 1256. Selain itu, pada Lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB), mereka kembali meraih Juara I dengan nilai 1185.
Tak hanya itu, dalam kategori Ki Hajar Dewantara (Sub Lomba Debat), SMA Negeri 1 Surakarta berhasil meraih Juara II dengan nilai 1212, serta Juara II pada Sub Lomba Adu Bakat dengan nilai 1110.
Adapun Juara Utama Ki Hajar Dewantara diraih oleh SMA ABBS Surakarta dengan total poin 2511, sementara Juara Utama Nyi Hajar Dewantara diraih oleh SMA Negeri 1 Surakarta dengan total poin 2376.
Kegiatan Gladi Widya Dewantara 2026 menjadi ajang yang tidak hanya mengasah keterampilan dan kompetensi, tetapi juga memperkuat karakter, kepemimpinan, dan semangat kebersamaan antar anggota Pramuka di Solo Raya. (Sofyan)
Baca juga: Ratusan Pramuka Siaga Semarakkan Pesta Siaga Kwaran Giritontro 2026
Mitra Usaha
PEK empek “Wong Kito Galo” Bu Nurhayati, Bertahan Sejak 2008 di Tengah Tantangan UMKM
WONOGIRI – majalahlarise.com - Aroma khas pempek Palembang terus menguar dari dapur sederhana milik Nurhayati di kawasan Perum Palem Pesona, Wonogiri. Perempuan asli Palembang ini setia merintis usaha PEK empek sejak tahun 2008, menghadirkan cita rasa “wong kito galo” di tanah perantauan.
Nurhayati menuturkan, perjalanan usahanya tidak selalu mulus. Ia mengaku sempat mengalami berbagai tantangan, terutama saat pandemi COVID-19 hingga maraknya pelaku usaha serupa. “Jatuh bangunnya usaha itu luar biasa. Pas COVID itu benar-benar reseller itu banyak sekali. Setelah itu PEK empek laku keras, tapi yang meniru juga banyak, di situ tantangannya,” ujarnya.
Meski demikian, ia tetap bertahan dengan strategi sederhana, yakni menjaga kualitas dan konsistensi produksi setiap hari. Dalam sehari, Nurhayati mampu memproduksi sekitar 24 hingga 48 porsi PEK empek. Produk tersebut dipasarkan dengan cara dititipkan ke kafe, penjual sayur, hingga melalui jaringan penjualan online. “Setiap hari produksi, jadi barang itu baru terus, ada terus,” jelasnya.
Menariknya, hingga kini Nurhayati masih mempertahankan harga jual Rp10.000 per porsi. Ia mengaku belum berani menaikkan harga karena khawatir memengaruhi daya beli konsumen. “Harganya masih standar, belum berani naik. Takutnya nanti kalau dinaikkan malah enggak laku,” katanya.
Dalam mengelola usaha, Nurhayati juga mengaku tidak terlalu fokus pada perhitungan rinci biaya produksi. Baginya, yang terpenting adalah usaha tetap berjalan dan memberikan manfaat bagi keluarga.
“Kalau dihitung semua, dari bensin, listrik, gas, tenaga, bisa-bisa enggak jadi jualan. Tapi alhamdulillah, walaupun sedikit, bisa bantu ekonomi keluarga, biayai sekolah anak, dan sedikit nabung,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar bisnis, usaha PEK empek ini menjadi bukti ketangguhan seorang perempuan perantau dalam menjaga tradisi kuliner sekaligus menopang ekonomi keluarga. Dengan semangat pantang menyerah, Nurhayati terus menghadirkan PEK empek khas Palembang yang kini telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Wonogiri. (Sofyan)
Baca juga: Pembelajaran Coding dan AI dengan Pendekatan Joyful Learning Dorong Kreativitas Siswa
Pendidikan
![]() |
| Pembicara dari sekolah model SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Lilik Haryono. |
Pembelajaran Coding dan AI dengan Pendekatan Joyful Learning Dorong Kreativitas Siswa
SOLO – majalahlarise.com - Pembelajaran coding dan kecerdasan buatan (AI) kini semakin dikembangkan dengan pendekatan yang kreatif dan menyenangkan. Hal ini disampaikan oleh pembicara dari sekolah model SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Lilik Haryono, dalam kegiatan yang digelar di Red Chilies Hotel Surakarta, Sabtu (11/4/2026).
Lilik menyampaikan, pembelajaran coding tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi menjadi sarana membentuk pola pikir anak didik yang berkemajuan dan berkeunggulan. “Coding membantu anak mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, menganalisis informasi, dan berpikir logis. Ini sangat penting di zaman sekarang,” ujarnya.
Ia menguraikan, melalui pendekatan joyful learning, siswa diajak belajar dengan suasana yang menyenangkan sehingga lebih mudah memahami konsep. Pembelajaran coding juga dinilai mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi, karena anak-anak didorong mengekspresikan ide melalui program sederhana yang mereka buat sendiri.
“Anak-anak belajar bagaimana bekerja sama, berdiskusi, bahkan memimpin dalam menyelesaikan proyek,” jelasnya.
Selain itu, proses pembelajaran juga berdampak pada peningkatan rasa percaya diri siswa. Ketika berhasil menyelesaikan proyek, mereka merasakan kebanggaan yang memotivasi untuk terus mencoba hal baru.
Dalam praktiknya, pembelajaran coding dilakukan menggunakan metode visual block, yakni teknik pemrograman berbasis tampilan visual yang memudahkan siswa tanpa harus menulis kode secara manual. Siswa cukup menyusun blok-blok perintah yang tersedia.
Metode ini dipadukan dengan pendekatan unplugged (tanpa perangkat) dan plugged (menggunakan perangkat), sehingga siswa dapat memahami konsep secara bertahap dan menyeluruh.
Lebih lanjut, Lilik menjelaskan pembelajaran coding juga dikaitkan dengan konsep computational thinking, meliputi dekomposisi masalah, pengenalan pola, abstraksi, serta penyusunan algoritma. “Tahapan ini sejalan dengan proses berpikir kritis, mulai dari mengidentifikasi masalah hingga evaluasi solusi,” tuturnya.
Melalui pendekatan tersebut, sekolah berharap mampu membentuk karakter siswa yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif sejak usia dini.
Sementara itu, Kepala Sekolah Sri Sayekti menyampaikan teknologi digital menjadi katalis terciptanya pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan kolaboratif. Menurutnya, pemanfaatan teknologi memungkinkan peserta didik mengonstruksi pengetahuan secara lebih bermakna sesuai konteks kehidupan mereka.
“Integrasi teknologi tidak hanya memudahkan proses pembelajaran, tetapi juga memungkinkan guru melakukan asesmen yang lebih adaptif serta memberikan umpan balik secara real-time kepada peserta didik,” ujarnya. (Sofyan)
Baca juga: 100 Kader MPKSDI Solo Raya Ikuti Silaturahmi Syawalan Halal Bihalal
News
![]() |
| Kader dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Solo Raya. |
100 Kader MPKSDI Solo Raya Ikuti Silaturahmi Syawalan Halal Bihalal
SOLO – majalahlarise.com - Sebanyak 100 kader dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Solo Raya mengikuti kegiatan silaturahmi Syawalan dan Halal Bihalal yang digelar di Balai Muhammadiyah Surakarta, Jumat (10/4/2026). Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, dihadiri jajaran pimpinan serta anggota MPK SDI dari berbagai daerah di Solo Raya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Rohani selaku Sekretaris PDM Surakarta periode 2022–2027, para pimpinan MPK SDI dari Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, hingga Klaten. Pengajian dalam acara ini menghadirkan Wakil Ketua I Pimpinan MPKSDI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mutohharun Jinan, yang memberikan penguatan nilai-nilai kaderisasi berkemajuan.
Ketua MPK SDI Solo, Suyanto, menyampaikan kegiatan ini menjadi momentum awal silaturahmi Syawalan kader MPKSDI se-Solo Raya yang sebelumnya lebih banyak diisi dengan pertemuan rutin koordinasi.
“Kegiatan syawalan silaturahmi halal bihalal dihadiri 100 orang kader,” ujarnya.
Ia menguraikan, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pengkaderan Muhammadiyah di wilayah Solo Raya. Menurutnya, kekuatan Muhammadiyah terletak pada kaderisasi yang berjalan secara konsisten.
“Muhammadiyah bisa besar bukan karena besarnya amal usaha atau menterengnya gedung, tetapi karena kaderisasi Muhammadiyah berjalan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suyanto menuturkan momentum Syawalan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dalam membangun kaderisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Ke depan proses kaderisasi harus lebih maju dan berkembang, sehingga diperlukan kaderisasi adaptif yang selaras dengan perubahan zaman yang sarat digitalisasi,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya inovasi dalam pengkaderan agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.
“Kalau tidak adaptif maka akan tergilas oleh zaman. Oleh karena itu pentingnya pengkaderan berkemajuan, ibarat jantung, insya Allah sehat untuk persyarikatan Muhammadiyah,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu peserta kegiatan, Rahmat Agung Cahyo yang dikenal sebagai pendongeng nasional, mengungkapkan rasa bahagianya dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Suasana hangat penuh canda tawa dan jabat tangan khas Syawal semakin mempererat kebersamaan,” ungkap Rahmat.
Kegiatan Syawalan ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen antar kader, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun kader Muhammadiyah yang unggul, adaptif, dan berkemajuan di era digital. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Camat Giritontro, Sangga Otta Kharisma saat memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan Pesta Siaga. |
Ratusan Pramuka Siaga Semarakkan Pesta Siaga Kwaran Giritontro 2026
WONOGIRI – majalahlarise.com - Semangat keceriaan dan jiwa kebersamaan tampak jelas dalam gelaran Pesta Siaga Kwartir Ranting (Kwaran) Giritontro Tahun 2026 yang berlangsung pada Sabtu (11/4/2026) di halaman Kecamatan Giritontro dan sekitarnya. Kegiatan ini diikuti oleh 19 Gugus Depan (Gudep) tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Giritontro dengan menghadirkan ratusan Pramuka Siaga yang penuh antusias.
Acara dibuka langsung oleh Camat Giritontro, Sangga Otta Kharisma. Dalam sambutannya, ia menyampaikan kegiatan kepramukaan seperti Pesta Siaga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda sejak dini. “Melalui kegiatan ini, anak-anak dilatih untuk memiliki disiplin, tanggung jawab, serta semangat kebangsaan yang kuat,” ujarnya.
Sejak pagi hari, suasana kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai lomba yang edukatif dan menyenangkan. Para peserta mengikuti beragam kegiatan seperti permainan ketangkasan, keterampilan kepramukaan, serta lomba yang mendorong kerja sama tim, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.
![]() |
| Peserta saat mengikuti salah satu cabang lomba. |
Ketua panitia, Bayu Frediyanto, menyampaikan kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi memiliki tujuan penting dalam pembinaan karakter anak.
“Kegiatan ini bertujuan menanamkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menumbuhkan rasa cinta sesama dan lingkungan, serta memperkuat rasa cinta tanah air,” tuturnya.
Ia juga menguraikan harapan agar kegiatan ini mampu menanamkan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka secara nyata dalam kehidupan peserta.
“Kami berharap nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” jelasnya.
![]() |
| Penyerahan piala kepada para juara putri. |
Selain menjadi ajang perlombaan, Pesta Siaga ini juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antar Gugus Depan serta meningkatkan semangat kebersamaan. Dukungan dari para pembina, guru, dan orang tua turut menjadi kunci sukses terselenggaranya kegiatan ini.
Di akhir kegiatan, panitia mengumumkan para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan semangat peserta. Untuk kategori putra, Juara 1 diraih SDN 1 Ngringin, Juara 2 SDN 1 Giritontro, dan Juara 3 SDN 2 Giritontro. Sementara kategori putri, Juara 1 diraih SDN 2 Ngringin, Juara 2 SDN 1 Tlogosari, dan Juara 3 SDN 1 Tlogoharjo.
Meskipun tidak semua peserta meraih juara, semangat kebersamaan, pengalaman, serta nilai-nilai positif yang diperoleh selama kegiatan menjadi hal yang jauh lebih berharga. Melalui Pesta Siaga 2026 ini, Kwaran Giritontro kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan semakin berkembang sebagai wadah pembinaan generasi penerus bangsa. (Syarif)
Pendidikan
![]() |
| Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis oleh Kepala Sekolah, Sri Sayekti kepada tujuh perwakilan guru dan karyawan. |
65 Guru dan Karyawan SD Muhammadiyah 1 Solo Terima Sertifikat PRV, Perkuat Ideologi dan Profesionalisme
SOLO – majalahlarise.com - Sebanyak 65 guru dan karyawan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah menerima Sertifikat Pesantren Ramadan Virtual (PRV) yang ditandatangani oleh Didik Suhardi. Program ini diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai upaya penguatan ideologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis oleh Kepala Sekolah, Sri Sayekti kepada tujuh perwakilan guru dan karyawan dalam rangkaian workshop sekolah bertema pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial. Kegiatan tersebut berlangsung di Red Chilies Hotel Solo pada Sabtu (11/4/2026).
Sayekti menyampaikan sertifikat PRV menjadi bukti penguat ideologi Muhammadiyah yang dilakukan secara daring sekaligus mendorong guru menjadi tenaga profesional yang unggul. “Saya serahkan sertifikat PRV semoga bermanfaat. Guru Muhammadiyah mempunyai peran strategis dalam membentuk generasi unggul yang berlandaskan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” tuturnya.
Program PRV menghadirkan beragam materi pembelajaran berbasis digital, seperti e-modul thaharah, ibadah, Al-Qur’an, Al-Hadits, serta hikmah Ramadan. Selain itu, peserta juga mengikuti aktivitas ibadah seperti salat tarawih yang diinput dalam sistem aplikasi. Terdapat pula menu sedekah yang mengajak peserta untuk rutin bersedekah melalui Lazismu menggunakan QRIS.
Aplikasi PRV juga dilengkapi fitur uji pemahaman dan refleksi, serta laporan akhir berupa rapor ibadah yang menunjukkan capaian peserta selama mengikuti program. Hal ini menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan karakter spiritual bagi para guru dan karyawan.
Lebih lanjut, Sayekti menguraikan seorang guru tidak hanya dituntut kompeten secara akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. “Seorang guru hebat adalah sosok yang dapat digugu lan ditiru, menjadi panutan yang dipercaya dan berakhlak mulia, seperti yang dicontohkan oleh Ahmad Dahlan,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan penguatan ideologi melalui PRV mampu menginternalisasi nilai-nilai Muhammadiyah dalam diri setiap tenaga pendidik, sehingga mendukung terwujudnya sekolah model yang berkemajuan dan berkeadaban.
“Meneguhkan ideologi, menguatkan komitmen bermuhammadiyah bagi guru dan karyawan di dalam amal usaha dalam menggerakkan persyarikatan Muhammadiyah,” jelasnya.
Menurutnya, guru dan karyawan di amal usaha Muhammadiyah tidak hanya berperan sebagai pekerja, tetapi juga sebagai kader persyarikatan yang memiliki tanggung jawab dalam menggerakkan dakwah serta menanamkan nilai-nilai Islam di lingkungan masing-masing.
“Guru dan karyawan di SD Muhammadiyah 1 Solo harus memahami jati diri persyarikatan. Dengan pemahaman yang kuat, kita tidak hanya menjalankan pekerjaan, tetapi juga menjalankan misi dakwah berkemajuan,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Syawalan SD Muhammadiyah 6 Semarang Hadirkan Wayang Golek Pitutur, Pererat Ukhuwah Warga Sekolah
Pendidikan
![]() |
| Tausiyah sekaligus pertunjukan Wayang Golek Pitutur oleh ustadz Pujiono. |
Syawalan SD Muhammadiyah 6 Semarang Hadirkan Wayang Golek Pitutur, Pererat Ukhuwah Warga Sekolah
Semarang – majalahlarise.com - SD Muhammadiyah 6 Kota Semarang menggelar kegiatan Syawalan yang dirangkai dengan Pengajian Wayang Golek Pitutur pada Sabtu (11/4/2026) di halaman sekolah. Kegiatan berlangsung meriah dan sarat makna dengan dihadiri guru, karyawan, wali murid, serta tokoh Muhammadiyah setempat. Suasana kebersamaan tampak kental sejak awal hingga akhir acara sebagai wujud penguatan silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri.
Kepala Sekolah, Suharno, dalam sambutannya menyampaikan Syawalan menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah serta memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik generasi. Ia menguraikan harapannya agar kegiatan ini mampu menambah semangat kebersamaan dan membawa keberkahan bagi seluruh warga sekolah.
“Syawalan ini menjadi ruang untuk saling menguatkan, mempererat hubungan, sekaligus membangun kolaborasi dalam mendidik anak-anak kita,” tutur Suharno.
Sambutan berikutnya disampaikan Ketua Komite, Dr. Djumai, yang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai wadah silaturahmi sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman dalam dunia pendidikan. Ia menjelaskan pentingnya peran aktif orang tua dalam mendukung berbagai program sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga memperkuat nilai keislaman. Peran orang tua sangat penting dalam menyukseskan pendidikan anak,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PCM, Sugito, mengajak seluruh elemen pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas sekolah Muhammadiyah agar mampu mencetak generasi unggul yang berkarakter Islami. Ia mengatakan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun pendidikan yang berkualitas.
Acara inti diisi tausiyah sekaligus pertunjukan Wayang Golek Pitutur oleh Pujiono yang menyampaikan pesan-pesan moral dan keislaman secara menarik. Dalam penyampaiannya, ia menguraikan makna Halal Bihalal sebagai momentum saling memaafkan, membersihkan hati, dan memperkuat persaudaraan antar sesama.
Lebih lanjut, Pujiono menekankan pentingnya memilih pendidikan yang tepat bagi anak dengan mengutip QS. An-Nisa ayat 9, yang mengingatkan agar tidak meninggalkan generasi yang lemah.
“Jangan sampai kita meninggalkan generasi yang lemah iman, lemah fisik, dan lemah ekonomi. Maka pendidikan yang tepat adalah kunci,” pesannya.
Ia juga mengatakan SD Muhammadiyah 6 Semarang menjadi salah satu pilihan tepat bagi orang tua dalam mendidik anak karena memadukan pendidikan akademik, karakter Islami, serta pembinaan akhlak secara berimbang.
Kegiatan Syawalan ditutup dengan suasana hangat penuh kebersamaan melalui saling bersalaman antar warga sekolah dan wali murid. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mencetak generasi yang saleh, cerdas, dan berdaya saing. (Sofyan)
Baca juga: Mahasiswa MPBI Univet Bantara Dalami Transformasi Pembelajaran Bahasa di Era Kecerdasan Artifisial
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...











