GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| 480 Murid SD Muhammadiyah PK Solo melepas burung perkutut. |
Sedekah Pohon hingga Lepas Burung Perkutut, 480 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Semarakkan Puncak MPLS Ramah dan MPKB
Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 480 murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti puncak kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah dan Masa Pengenalan Kelas Baru (MPKB) di Lapang Palereman, Taman Balekambang, Solo, Sabtu (18/7/2026). Beragam kegiatan edukatif dan rekreatif digelar, mulai dari pelepasan burung perkutut, sedekah pohon, hingga permainan olahraga bersama.
Mengusung tema "Cozy School, Fun Class, Proud to Learn", kegiatan ini menjadi penutup rangkaian MPLS dan MPKB sekaligus meneguhkan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, menyenangkan, dan membanggakan bagi setiap murid.
Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin murid kelas VI, Mauro Maharajasa Ksatriatama, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam. Dalam arahannya, Nursalam mengajak seluruh murid untuk membiasakan menjaga lisan, menghormati teman, serta membangun sikap saling menghargai di lingkungan sekolah.
"Hari ini menjadi penutup rangkaian MPLS dan MPKB. Namun, yang lebih penting, hari ini menjadi awal semangat baru bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh, dan berprestasi pada Tahun Ajaran 2026/2027," ujarnya.
Suasana semakin semarak saat perwakilan murid dari kelas I hingga VI melepaskan burung perkutut sebagai simbol kebebasan, harapan, dan semangat menyongsong perjalanan belajar yang baru. Prosesi tersebut semakin meriah dengan iringan permainan tradisional otok-otok serta gelembung sabun yang memenuhi area kegiatan, menciptakan suasana penuh keceriaan.
Selain menghadirkan kemeriahan, sekolah juga menanamkan pendidikan karakter melalui sosialisasi Tujuh Kebiasaan Anak Hebat yang disampaikan bersama Duta Sahabat Sekolah Dasar. Materi tersebut mengajak murid membangun kebiasaan positif, seperti disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan saling menghormati sejak dini.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, seluruh murid mengikuti aksi Sedekah Pohon dengan menanam berbagai bibit pohon, antara lain mangga, kelengkeng, sawo, nangka, rambutan, dan alpukat di kawasan Taman Balekambang. Kegiatan ini menjadi simbol harapan agar setiap murid dapat tumbuh, berkembang, serta memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Keceriaan berlanjut melalui Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti seluruh murid bersama guru. Setelah senam, anak-anak bebas bermain menggunakan perlengkapan olahraga yang mereka bawa dari rumah. Lapangan taman pun berubah menjadi ruang bermain yang hidup dengan berbagai aktivitas, seperti sepak bola, bulu tangkis, sepatu roda, hingga lompat tali.
Koordinator Tim Kelas I, Esti Ambarwati, mengatakan konsep pembelajaran luar ruang dipilih agar proses transisi murid dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar berlangsung lebih menyenangkan dan ramah anak.
"Melalui kegiatan di alam terbuka, anak-anak tidak hanya merasa nyaman memasuki lingkungan sekolah, tetapi juga belajar berinteraksi, bekerja sama, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya," jelasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi swafoto bersama orang tua di area photo booth yang telah disiapkan panitia. Momen tersebut menjadi kenangan manis bagi murid dan keluarga pada awal perjalanan mereka di tahun ajaran baru.
Salah satu murid kelas I, Garuda Satya Hang Nagari, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut, terutama saat melepaskan burung perkutut.
"Awalnya terasa geli saat memegang burungnya, tetapi lama-lama saya berani. Semoga burung yang dilepas bisa hidup dengan baik di alam," ujarnya polos.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berharap MPLS tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, menumbuhkan karakter positif, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sejak hari pertama menjadi bagian dari keluarga besar sekolah. (Sofyan)
Baca juga: Keteladanan: Fondasi Sukses yang Terlupakan dalam Pendidikan Kita
News
ICMI Orda Sukoharjo Siapkan Program Energi Terbarukan dan UMKM Go Green
SUKOHARJO - majalahlarise.com – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Sukoharjo menggelar Rapat Kerja di SFA Solo Baru, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan bertema "Sinergi Cendekiawan Muslim untuk Sukoharjo menuju Energi Baru dan Terbarukan serta UMKM Go Green" ini menjadi forum penyusunan program kerja periode 2026–2031 yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, penguatan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan kontribusi nyata para cendekiawan muslim bagi kemajuan Kabupaten Sukoharjo. Rapat kerja dihadiri jajaran pengurus ICMI, Dewan Pakar, unsur pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan.
Ketua ICMI Orda Sukoharjo, Dr. R. Djayendra Dewa, menyampaikan optimisme terhadap kepengurusan baru yang dinilai memiliki semangat pengabdian dan kompetensi tinggi. Ia mengapresiasi kehadiran Bupati Sukoharjo beserta jajaran pemerintah daerah dan Ketua Dewan Pakar ICMI Orda Sukoharjo, Prof. Dr. Ikhwan Susilo, yang dinilai memberikan motivasi bagi seluruh pengurus untuk menghadirkan program-program yang berdampak bagi masyarakat.
Menurut Djayendra, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun Sukoharjo. Salah satu program unggulan yang akan dikembangkan ialah ICMI Go Green, yang berfokus pada pengembangan energi baru dan terbarukan, khususnya pemanfaatan tenaga surya, sekaligus mendorong pelaku UMKM menerapkan konsep ramah lingkungan.
"Energi baru dan terbarukan merupakan salah satu solusi. Di balik energi baru dan terbarukan yang ada di luar sana, saya merasakan di ruang ini ada sebuah energi yang luar biasa, yaitu kepengurusan ICMI Kabupaten Sukoharjo." ujar Djayendra.
![]() |
| Rapat kerja dihadiri jajaran pengurus ICMI, Dewan Pakar, unsur pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan. |
Ia menambahkan, optimisme tersebut muncul karena melihat kualitas sumber daya manusia yang tergabung dalam ICMI. Menurutnya, semangat kebersamaan dan dedikasi seluruh pengurus menjadi kekuatan besar untuk melahirkan inovasi yang mampu membawa Sukoharjo semakin maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Ketua Panitia, Margiyanto, menjelaskan rapat kerja merupakan puncak dari rangkaian penyusunan program yang sebelumnya telah diawali melalui pra-rapat kerja di setiap bidang. Dalam proses tersebut dilakukan evaluasi terhadap program sebelumnya sekaligus penyusunan rencana kerja sesuai tugas masing-masing bidang sebelum dibahas secara menyeluruh dalam forum organisasi.
"Pada hari ini, rencana tersebut akan kita bahas, kami sahkan, dan akan kami tetapkan sebagai program kerja bersama yang terukur, realistis, dan bisa dilaksanakan," ungkapnya.
Ia berharap seluruh program yang telah disepakati tidak berhenti sebagai dokumen organisasi, melainkan benar-benar diwujudkan melalui kegiatan yang memberi manfaat bagi pemerintah maupun masyarakat. Margiyanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya rapat kerja tersebut.
Sementara itu, Dewan Pakar ICMI Orda Sukoharjo, Prof. Dr. Ikhwan Susilo, mengajak seluruh anggota ICMI memperkuat semangat kebangsaan dan meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia. Menurut Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tersebut, Indonesia memerlukan pemikiran strategis dari para cendekiawan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.
"Kita tahu bagaimana Korea itu nasionalismenya luar biasa. ICMI hari ini juga memiliki slogan baru, tagline baru, semangat baru, energi baru, dan harapan baru," ujarnya.
Ikhwan optimistis ICMI Sukoharjo mampu menjadi wadah para intelektual yang menghadirkan solusi bagi masyarakat. Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus mendedikasikan waktu, ilmu, dan pemikirannya untuk kemajuan Sukoharjo dan Indonesia.
"Terima kasih telah mendedikasikan waktu dan pikiran untuk Sukoharjo, untuk Indonesia. Dari Sukoharjo untuk Indonesia, semoga Allah SWT memberkati kita semua," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo melalui sambutan Bupati yang dibacakan Kabag Kesra Setda Kabupaten Sukoharjo, Rujito, SE, MM, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan Musyawarah Kerja ICMI Orda Sukoharjo. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menilai ICMI memiliki posisi strategis sebagai organisasi yang menghimpun para cendekiawan muslim dari berbagai bidang keilmuan dan profesi sehingga mampu melahirkan gagasan serta solusi bagi pembangunan daerah.
"ICMI merupakan organisasi yang memiliki posisi strategis karena menghimpun para cendekiawan muslim. Kehadiran ICMI diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan Kabupaten Sukoharjo," ujar Rujito saat membacakan sambutan Bupati Sukoharjo.
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berharap Musyawarah Kerja Daerah menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun program kerja yang realistis, inovatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Sinergi antara ICMI, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga keagamaan diharapkan semakin kuat untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, ekonomi umat, literasi digital, kewirausahaan, serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Mengakhiri sambutan, Rujito mengajak seluruh cendekiawan muslim menjadikan ICMI sebagai rumah besar yang mampu menghadirkan gagasan besar dan solusi bagi kemajuan Kabupaten Sukoharjo. (Sofyan)
Baca juga: Keteladanan: Fondasi Sukses yang Terlupakan dalam Pendidikan Kita
Artikel Pengembangan Profesi
Keteladanan: Fondasi Sukses yang Terlupakan dalam Pendidikan Kita
Oleh: Sugianto Cahyo Widodo, S.Pd
Guru Bimbingan dan Konseling SMK Veteran 1 Sukoharjo
![]() |
| Sugianto Cahyo Widodo, S.Pd |
Fenomena krisis figur teladan kian nyata di dunia pendidikan. Berbagai survei dan realitas di lapangan menunjukkan banyak siswa lebih mengenal selebgram, kreator konten, atau tokoh viral di media sosial dibandingkan sosok inspiratif di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Padahal, keteladanan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter yang kuat sebagai bekal meraih kesuksesan.
Dalam dunia pendidikan, keberhasilan peserta didik tidak hanya diukur melalui nilai akademik. Kemampuan bersikap jujur, bertanggung jawab, disiplin, peduli, dan memiliki integritas menjadi indikator penting yang menentukan keberhasilan seseorang di masa depan. Nilai-nilai tersebut tumbuh melalui proses pembiasaan yang didukung oleh keteladanan dari orang-orang di sekitarnya.
Dalam ranah Bimbingan dan Konseling, teori Social Learning yang dikemukakan Albert Bandura menjelaskan perilaku manusia terbentuk melalui proses observasi dan peniruan terhadap model yang dianggap penting. Orang tua, guru, teman sebaya, maupun tokoh publik memiliki pengaruh besar terhadap cara berpikir, bersikap, dan bertindak seorang anak. Mereka tidak hanya belajar dari nasihat, tetapi juga dari contoh nyata yang disaksikan setiap hari.
Di era digital, tantangan pembentukan karakter semakin kompleks. Arus informasi yang begitu cepat membuat peserta didik mudah meniru berbagai perilaku yang mereka temui di media sosial tanpa mempertimbangkan dampaknya. Kondisi ini menuntut keluarga dan sekolah untuk lebih aktif menghadirkan figur teladan yang mampu menjadi penyeimbang di tengah derasnya pengaruh dunia digital.
Konsep keteladanan tersebut selaras dengan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 21, Allah SWT menegaskan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah atau teladan terbaik bagi umat manusia. Keteladanan Rasulullah menjadi bukti pendidikan karakter dibangun melalui perilaku nyata yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Islam mengajarkan pendidikan tidak berhenti pada penyampaian ilmu pengetahuan. Pendidikan merupakan proses membentuk akhlak, kepribadian, dan karakter mulia melalui contoh yang diberikan oleh pendidik. Oleh sebab itu, setiap guru memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan bagi peserta didiknya, baik dalam perkataan maupun perbuatan.
Sayangnya, masih banyak lembaga pendidikan yang lebih berorientasi pada pencapaian akademik dan prestasi kompetitif. Aspek pembentukan karakter sering kali hanya menjadi pelengkap melalui kegiatan seremonial yang belum menyentuh perubahan perilaku secara mendalam. Padahal, pendidikan karakter memerlukan proses yang berkelanjutan dan konsisten.
Guru Bimbingan dan Konseling memiliki peran strategis dalam membangun budaya keteladanan di sekolah. Selain membantu menyelesaikan berbagai permasalahan peserta didik, guru Bimbingan dan Konseling dapat menjadi fasilitator yang menghubungkan siswa dengan figur-figur inspiratif, menyelenggarakan program mentoring, serta membangun lingkungan sekolah yang sarat dengan nilai kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat saling menghargai.
Sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pendidikan karakter. Orang tua perlu menjadi teladan pertama di rumah, guru memperkuat nilai-nilai tersebut di sekolah, sedangkan masyarakat menyediakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya perilaku positif. Apabila ketiga unsur ini berjalan seiring, peserta didik akan memiliki karakter yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Sudah saatnya dunia pendidikan kembali menempatkan keteladanan sebagai inti dari proses pembelajaran. Kesuksesan sejati tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kualitas karakter yang dibangun melalui contoh nyata. Ketika guru, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat mampu menjadi teladan yang baik, pendidikan akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia, berintegritas, dan siap memberikan manfaat bagi bangsa serta kemanusiaan.
Kabar Desa
![]() |
| Warga ikut serta senam bersama. |
Grebeg Bersih Dusun Sedekah Bumi Karanglor Manyaran Lestarikan Budaya dan Perkuat Guyub Warga
WONOGIRI - majalahlarise.com – Masyarakat Dusun Karanglor, Desa Karanglor, Kecamatan Manyaran menggelar Grebeg Bersih Dusun Sedekah Bumi 2026 sebagai wujud pelestarian tradisi leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur atas limpahan rezeki, keselamatan, dan keberkahan. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu-Minggu, 18–19 Juli 2026 di Balai Dusun Karanglor mengusung semangat "Berseri desa ne, rejeki lancar urip tentrem, guyub rukun, mugi diparingi rahayu, saged nglestarekake budaya." Berbagai kegiatan budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat turut memeriahkan acara, mulai bazar UMKM, senam bersama, pentas seni tari, pantomim, pagelaran reog Singo Wulung Karanglor, orkes dangdut, hingga kirab budaya dan gunungan.
Kepala Dusun Karanglor, Maryono, menjelaskan kegiatan bersih dusun merupakan tradisi turun-temurun yang terus dijaga sebagai identitas masyarakat Karanglor. Selain menjadi agenda tahunan, tradisi ini juga memperkuat semangat gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian warga terhadap lingkungan dan budaya lokal.
"Kegiatan bersih dusun ini menjadi upaya melestarikan kebudayaan warisan leluhur sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat. Kami berharap seluruh warga terus berpartisipasi dalam setiap kegiatan dusun sehingga pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan desa," ujar Maryono.
Ketua Panitia Sedekah Bumi Bersih Dusun Karanglor 2026, Tulus Widodo, mengapresiasi seluruh masyarakat, sponsor, komunitas, pelaku usaha, serta para perantau Karanglor yang telah memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terselenggara dengan baik. Menurutnya, keberhasilan acara merupakan hasil gotong royong warga yang secara sukarela menyumbangkan tenaga, waktu, pikiran, maupun biaya demi menjaga tradisi tahunan tetap lestari.
![]() |
| Orkes dangdut meriahkan bersih dusun Karanglor. |
Dukungan juga datang dari berbagai sponsor dan mitra, di antaranya PT Djarum Indonesia, BUMDes Maju Makmur Desa Karanglor, PT BPR BKK Jateng Kantor Kas Manyaran, Kolam Renang Salatun Muragabi, Toko Bangunan Purnama, Apple Team Solo, Karang Taruna Hasta Wirajaya, Amigo Pedan Klaten, HR Jaya Club, Sanggar Tari Prana Samudera, para pelaku usaha lokal, hingga perantau Karanglor di berbagai daerah. Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan.
"Harapan kami kegiatan ini menjadi kebangkitan adat budaya leluhur dan mengingatkan masyarakat agar terus nguri-uri budaya warisan nenek moyang. Terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk Majalah Larise dan insan media yang telah meliput kegiatan ini. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan," kata Tulus Widodo.
Sementara itu, Ketua RW 01 Dusun Karanglor, Sularto, mengajak seluruh masyarakat menjadikan tradisi bersih dusun sebagai momentum memperkuat persatuan, kerukunan, dan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diterima. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan sejak awal hingga penutupan berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan bagi seluruh warga.
"Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang diberikan kepada kita semua. Melalui momen kebersamaan ini mari kita jaga persatuan dan kesatuan, semoga seluruh rangkaian acara mendapat perlindungan Allah SWT sehingga masyarakat Karanglor senantiasa hidup aman, damai, dan bahagia," tutur Sularto.
Rangkaian Grebeg Bersih Dusun Sedekah Bumi 2026 menjadi bukti komitmen masyarakat Karanglor dalam menjaga tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman. Melalui kolaborasi antara pemerintah dusun, panitia, pelaku usaha, komunitas seni, dan seluruh warga, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM serta mempererat silaturahmi antargenerasi. (Sofyan)
Baca juga: SD Muhammadiyah 1 Solo Deklarasikan Sekolah Anti-Perundungan Saat MPLS
Pendidikan
Tim Dosen UNISRI Lejitkan Potensi Desa Digital Lewat “Mlese Smart Gateway” bagi Pengrajin Lurik
KLATEN - majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Mlese Smart Gateway”. Program bertema “Integrasi Potensi Desa Digital Berwawasan Bela Negara melalui Penguatan Kelembagaan pada Komunitas Informasi Masyarakat Pengrajin Lurik” ini digelar di Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan dipimpin Ketua Tim Pengabdian, Prof. Anita Trisiana, bersama anggota tim Linda Oktaviani dan Nabila P. Program diikuti Kepala Desa Mlese, perangkat desa, serta Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Pengrajin Lurik Desa Mlese sebagai mitra utama. Kegiatan menjadi bagian implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan menghubungkan inovasi akademik dan kebutuhan riil masyarakat desa.
Prof. Anita Trisiana menjelaskan, Mlese Smart Gateway dirancang sebagai pintu masuk pengembangan desa digital melalui pemanfaatan teknologi informasi untuk memperkuat promosi, penyebaran informasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya para pengrajin lurik.
“Mlese Smart Gateway adalah ikhtiar kami mengintegrasikan potensi lokal Desa Mlese, khususnya para pengrajin lurik, dengan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi, informasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kami ingin penguatan Komunitas Informasi Masyarakat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan literasi digital, memperluas jejaring pemasaran, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal agar mampu bersaing di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa,” jelas Prof. Anita Trisiana.
Selain meningkatkan kemampuan digital masyarakat, program ini mengedepankan nilai Bela Negara sebagai landasan pengembangan desa. Transformasi digital diharapkan berjalan seiring dengan pelestarian budaya lokal sehingga para pengrajin lurik tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi duta pelestari budaya Indonesia.
Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai penguatan kelembagaan Komunitas Informasi Masyarakat, literasi digital, strategi pemasaran berbasis teknologi, diskusi interaktif, pendampingan langsung, hingga penyusunan rencana tindak lanjut agar program mampu berjalan secara berkelanjutan.
Prof. Anita menambahkan, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan desa digital yang mandiri dan berdaya saing.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ini adalah awal dari kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun desa yang inovatif, mandiri, berdaya saing, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Tim pengabdian UNISRI juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Mlese beserta seluruh mitra yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Melalui Mlese Smart Gateway, UNISRI menegaskan komitmennya mendampingi desa-desa binaan menjadi desa digital yang produktif, berkarakter, sekaligus mampu menjaga identitas budaya dan nilai-nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi. (Sofyan)
Baca juga: SD Muhammadiyah 1 Solo Deklarasikan Sekolah Anti-Perundungan Saat MPLS
Pendidikan
![]() |
| Kepala SMP Negeri 2 Giritontro, Retno Wulandari, S.Pd., M.Pd., menutup kegiatan MPLS Ramah dan Nyaman Tahun Ajaran 2026/2027 bersama 224 peserta didik baru di halaman sekolah, Jumat (17/7/2026). |
Lima Hari Penuh Inspirasi, MPLS Ramah dan Nyaman SMP Negeri 2 Giritontro Cetak Awal Generasi Berkarakter dan Berprestasi
WONOGIRI - majalahlarise.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 2 Giritontro resmi ditutup pada Jumat (17/7/2026). Selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, sebanyak 224 peserta didik baru mengikuti rangkaian MPLS Ramah dan Nyaman sebagai bekal awal memasuki dunia pendidikan di jenjang SMP. Penutupan berlangsung meriah dengan penampilan kreativitas siswa yang menampilkan seni, tari, menyanyi, pembacaan puisi, dan berbagai pertunjukan sesuai minat serta bakat.
Kegiatan penutupan dipimpin Kepala SMP Negeri 2 Giritontro, Retno Wulandari, S.Pd., M.Pd., didampingi seluruh guru dan tenaga kependidikan. Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai acara yang menjadi penanda resmi bergabungnya 224 peserta didik baru sebagai keluarga besar SMP Negeri 2 Giritontro.
Dalam sambutannya, Retno Wulandari menjelaskan tema "MPLS Ramah dan Nyaman" menjadi komitmen sekolah untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, inklusif, serta bebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan.
"Selama lima hari ini, anak-anak telah mengenal lingkungan sekolah, bapak ibu guru, tata tertib, budaya sekolah, serta nilai-nilai karakter yang menjadi landasan pendidikan di SMP Negeri 2 Giritontro. Kami ingin setiap peserta didik merasa diterima, dihargai, dan bahagia berada di sekolah. MPLS Ramah dan Nyaman bukan sekadar slogan, tetapi menjadi budaya yang akan terus kita bangun bersama. Mulailah perjalanan belajar dengan disiplin, semangat, saling menghormati, berani bermimpi, dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki agar kelak menjadi generasi yang berprestasi dan berakhlak mulia," ujar Retno.
Ketua Panitia MPLS, Basuki Okto Gunanto, S.Pd., menjelaskan seluruh rangkaian kegiatan terlaksana sesuai pedoman pemerintah dengan mengedepankan pendidikan karakter, pembentukan budaya positif, serta pengenalan lingkungan sekolah secara edukatif dan menyenangkan.
"Alhamdulillah seluruh kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, aman, dan sukses. Seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan antusias. MPLS tahun ini dirancang agar peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal budaya belajar, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membangun kebersamaan sejak hari pertama mereka menjadi warga SMP Negeri 2 Giritontro," jelas Basuki.
Selama pelaksanaan MPLS, peserta didik mendapatkan berbagai materi yang mendukung pembentukan karakter dan kesiapan belajar. Materi tersebut meliputi pengenalan visi dan misi sekolah, pendidikan keagamaan, cek kesehatan, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, tata tertib sekolah, pembiasaan karakter, wawasan kebangsaan, pencegahan perundungan, penguatan Profil Pelajar, pengenalan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga motivasi belajar.
Puncak kegiatan ditandai dengan unjuk bakat peserta didik baru yang disambut tepuk tangan meriah dari guru, tenaga kependidikan, dan seluruh siswa. Suasana penuh kegembiraan menjadi penutup indah pelaksanaan MPLS sekaligus menguatkan rasa percaya diri peserta didik untuk memulai perjalanan belajar di lingkungan sekolah yang ramah dan nyaman.
Berakhirnya MPLS menjadi langkah awal bagi 224 peserta didik baru untuk menempuh pendidikan di SMP Negeri 2 Giritontro. Semangat kebersamaan, disiplin, dan karakter positif yang telah ditanamkan selama lima hari diharapkan menjadi bekal dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan masa depan. (Sofyan)
Baca juga: SD Muhammadiyah 1 Solo Deklarasikan Sekolah Anti-Perundungan Saat MPLS
Pendidikan
![]() |
| Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo Sri Sayekti memimpin deklarasi Sekolah Anti-Perundungan bersama 112 murid baru saat kegiatan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 di Solo. |
SD Muhammadiyah 1 Solo Deklarasikan Sekolah Anti-Perundungan Saat MPLS
Solo - majalahlarise.com – SD Muhammadiyah 1 Solo menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari perundungan melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Komitmen tersebut diwujudkan dengan deklarasi Sekolah Anti-Perundungan (Anti Bullying) yang digelar pada Kamis (16/7/2026) sebagai bagian dari pembentukan karakter murid sejak hari pertama masuk sekolah.
Kegiatan MPLS bertajuk "Belajar Gembira Anti Bully" diikuti 112 murid baru kelas I. Selama MPLS, para murid dikenalkan pada budaya positif sekolah sekaligus diajak memahami pentingnya saling menghargai, menyayangi teman, serta membiasakan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, menjelaskan MPLS tidak sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi menjadi fondasi awal pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, sejak pertama kali menginjakkan kaki di sekolah, anak-anak perlu memahami sekolah sebagai tempat yang aman, menggembirakan, mencerahkan, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
"Sejak awal masuk sekolah, anak-anak perlu mendapatkan pemahaman bahwa sekolah adalah tempat yang aman, menggembirakan, mencerahkan, dan bebas dari segala bentuk perundungan. Setiap siswa harus tumbuh dengan rasa percaya diri, saling menghormati, dan memiliki kepedulian terhadap sesama," ujar Sri Sayekti.
Ia menjelaskan, selama MPLS murid memperoleh pengenalan mengenai program pendidikan, sarana dan prasarana, tata tertib sekolah, serta budaya pembelajaran yang diterapkan di SD Muhammadiyah 1 Solo yang berlokasi di Jalan Kartini Nomor 1, Ketelan, Surakarta. Selain itu, peserta didik juga dikenalkan pada dimensi profil pembelajaran yang meliputi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
"Pembelajaran di sekolah tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk anak-anak yang memiliki integritas, empati, dan keterampilan yang dibutuhkan di abad ke-21," jelasnya.
Sebagai bagian dari pembiasaan karakter, murid mengikuti Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Program tersebut diharapkan menjadi kebiasaan positif yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui deklarasi Sekolah Anti-Perundungan, SD Muhammadiyah 1 Solo yang dikenal sebagai Sekolah Model Pembelajaran Mendalam berharap seluruh warga sekolah bersama-sama menjaga budaya yang inklusif, penuh kasih sayang, dan saling menghormati sehingga setiap anak dapat belajar dengan nyaman dan bahagia.
"Kami ingin menghadirkan sekolah yang membuat anak merasa dihargai, diterima, dan bahagia dalam belajar. Tidak ada tempat bagi bullying di sekolah kami," pungkas Sri Sayekti. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...








