GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Tim Pengabdian Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNISRI Surakarta memberikan pelatihan digital marketing kepada pelaku UMKM homestay di Desa Wisata Sumberbulu, Karanganyar. |
UNISRI Latih UMKM Homestay Desa Wisata Sumberbulu Kuasai Digital Marketing untuk Tingkatkan Kunjungan Wisata
Karanganyar - majalahlarise.com - Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta terus mendorong transformasi digital pariwisata desa melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Peningkatan Kapasitas UMKM Homestay melalui Pelatihan Digital Marketing di Desa Wisata Sumberbulu, Kabupaten Karanganyar, Minggu (6/7/2026). Kegiatan ini membekali pelaku UMKM homestay dengan keterampilan pemasaran digital agar mampu meningkatkan daya saing di tengah perubahan perilaku wisatawan.
Pelatihan dipimpin Ketua Tim Dra. Maya Sekar Wangi, M.Si. bersama anggota Silvi Aris Arlinda, S.I.Kom., M.I.Kom. dan Drs. Siswanta, M.Si. Program tersebut dirancang sebagai respons atas meningkatnya penggunaan platform digital oleh wisatawan dalam mencari informasi dan memesan akomodasi.
Ketua Tim Pengabdian, Dra. Maya Sekar Wangi, menjelaskan perkembangan teknologi telah mengubah pola perjalanan wisata sehingga pengelola homestay harus mampu memanfaatkan media digital secara optimal.
"Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara wisatawan mencari informasi dan menentukan pilihan akomodasi. Pengelola homestay perlu menguasai platform digital agar mampu bersaing dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan," ujarnya.
Pelatihan menghadirkan materi yang bersifat praktis mulai dari strategi pengelolaan media sosial, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), hingga optimalisasi Google Maps dan Google Review. Pada sesi pertama, Silvi Aris Arlinda memberikan pelatihan pengelolaan media sosial profesional, termasuk membuat akun bisnis, menyusun content calendar, serta memanfaatkan AI ChatGPT untuk menghasilkan ide konten, caption promosi, dan konsep desain yang kreatif.
Sementara itu, Drs. Siswanta mendampingi peserta mengoptimalkan Google Maps dengan mendaftarkan lokasi usaha, melengkapi profil bisnis, mengunggah foto, serta mengelola ulasan pelanggan. Menurutnya, ulasan positif menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan calon wisatawan terhadap homestay yang ditawarkan.
Selama pelatihan, peserta langsung mempraktikkan materi menggunakan smartphone masing-masing. Mereka membuat akun bisnis, menyusun kalender konten bulanan, menghasilkan materi promosi berbantuan AI, hingga memperbarui profil homestay di Google Maps. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung aktif mengenai strategi memperluas jangkauan media sosial, memanfaatkan fitur Instagram, memperoleh ulasan positif, serta menggunakan AI sebagai pendukung pemasaran digital.
Tim pengabdian berharap kemampuan digital yang dimiliki pelaku UMKM homestay mampu memperkuat citra Desa Wisata Sumberbulu sebagai destinasi wisata berbasis alam dan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan sekaligus kesejahteraan masyarakat setempat.
"Kami berharap Desa Wisata Sumberbulu bisa menjadi contoh desa wisata yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di era digital," tutup tim pengabdian.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNISRI dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM guna mempercepat transformasi digital sektor pariwisata berbasis masyarakat. (Sofyan)
Kabar Desa
![]() |
| Narasumber Sofyan Yuli Antonius, S.Sos., saat foto bersama Kepala Desa Gunungan, Widi Hastuti, pendamping desa Hidayat Ikhsanudin, perangkat dan peserta pelatihan. |
Pelatihan Teknologi Desa Gunungan Kecamatan Manyaran Wonogiri Bekali Aparatur Kuasai Digitalisasi dan Publikasi Desa
Wonogiri - majalahlarise.com - Pemerintah Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, menghadirkan Praktisi Media Digital sekaligus Pengelola majalahlarise.com, Sofyan Yuli Antonius, S.Sos., sebagai narasumber dalam Pelatihan Dasar Teknologi Desa yang digelar di Balai Desa Gunungan, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini sebagai langkah meningkatkan literasi teknologi dan kompetensi digital masyarakat desa. Kegiatan diikuti perangkat desa, anggota PKK, ketua RT, serta kalangan pemuda.
Kepala Desa Gunungan, Widi Hastuti, membuka pelatihan dengan mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan belajar untuk meningkatkan kemampuan menghadapi perkembangan teknologi yang kini menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, digitalisasi telah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.
"Sekarang mengurus administrasi kependudukan tidak harus datang ke kantor desa karena sudah tersedia layanan berbasis digital yang dapat dimanfaatkan masyarakat," ujarnya.
Wanita yang akrab disapa bu Widi menambahkan, aparatur desa, ketua RT, maupun generasi muda perlu terus meningkatkan kemampuan digital agar tidak tertinggal perkembangan zaman. Widi juga mengingatkan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak dengan menyaring informasi serta mengendalikan diri saat berinteraksi di ruang digital.
![]() |
| Kepala Desa Gunungan, Widi Hastuti, membuka pelatihan dengan mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan belajar untuk meningkatkan kemampuan menghadapi perkembangan teknologi. |
"Jangan sampai kita ketinggalan informasi maupun sistem yang terus berkembang. Jika ada yang belum paham, silakan bertanya agar benar-benar memahami digitalisasi. Media sosial harus dimanfaatkan dengan hati-hati. Kita harus memiliki filter terhadap informasi yang diterima dan mampu membatasi diri dalam menggunakannya," katanya.
Pendamping Desa Gunungan, Hidayat Ikhsanudin, menjelaskan penguasaan teknologi informasi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperluas penyebaran informasi desa. Ia berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan secara maksimal agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital dalam mendukung pembangunan desa.
"Saya harapkan ilmu yang nanti disampaikan oleh para narasumber betul-betul dimaksimalkan. Perkembangan teknologi, khususnya digital, sangat besar sehingga kita harus mampu mengikuti perkembangannya," ujarnya.
Menurut pria yang akrab dipanggil mas Ikhsan, publikasi digital akan membuka peluang memperkenalkan potensi Desa Gunungan hingga tingkat nasional bahkan internasional. Informasi mengenai sumber daya alam, produk unggulan, kegiatan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat dapat diakses lebih luas sehingga berpotensi menarik perhatian investor.
"Kita tidak tahu, mungkin ada pihak yang sedang mencari potensi suatu daerah. Dengan informasi yang kita sampaikan, bisa saja ada investor yang tertarik sehingga mampu membawa perubahan bagi kondisi ekonomi dan pembangunan desa," jelasnya.
Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu membantu penyusunan narasi maupun pengolahan informasi. Karena itu, peserta didorong terus belajar agar mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, dalam sesi materi, Sofyan Yuli Antonius menjelaskan teknologi digital tidak terlepas dari pentingnya dokumentasi sebagai sarana publikasi, transparansi pemerintahan, arsip kegiatan, sekaligus media promosi potensi desa. Menurutnya, dokumentasi yang baik mampu membangun citra positif desa melalui foto dan video yang informatif.
"Foto yang baik dapat bercerita tanpa banyak kata," ujarnya.
Peserta memperoleh materi dasar fotografi menggunakan smartphone, mulai dari memastikan lensa kamera bersih, menggunakan resolusi tertinggi, mengaktifkan fitur grid, hingga menghindari penggunaan zoom digital secara berlebihan. Mereka juga mempelajari berbagai teknik komposisi seperti Rule of Thirds, Leading Line, Framing, simetris, Low Angle, dan High Angle, serta praktik pengambilan gambar dengan teknik Wide Shot, Medium Shot, dan Close Up agar dokumentasi kegiatan desa lebih lengkap dan memiliki alur cerita.
Pada sesi videografi, peserta dibimbing merekam video yang stabil dengan pencahayaan memadai, audio yang jelas, serta alur visual yang runtut. Materi dilanjutkan praktik gerakan kamera pan, tilt, dan tracking, kemudian penyuntingan menggunakan aplikasi CapCut hingga menghasilkan video berdurasi 30–60 detik yang siap dipublikasikan di media sosial maupun kanal informasi desa.
Menutup pelatihan, Sofyan memotivasi peserta untuk terus berlatih mengasah kemampuan dokumentasi dan publikasi digital sebagai bekal mendukung kemajuan desa.
"Setiap orang bisa memotret, tetapi fotografer yang baik mampu menyampaikan cerita melalui setiap gambar," tuturnya. (Sofyan)
![]() |
| Nurul Haqi Septyaningrum, berhasil meraih Juara II Lomba Komik Strip Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Tengah 2026. |
Mahasiswa DKV ISI Surakarta Raih Juara II Lomba Komik Strip Peksimida Jawa Tengah 2026
Surakarta - majalahlarise.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta. Mahasiswa angkatan 2023, Nurul Haqi Septyaningrum, berhasil meraih Juara II Lomba Komik Strip Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Tengah 2026 melalui karya berjudul Mencari dan Menemukan Sesuatu yang Tidak Biasa dalam Batik.
Kompetisi yang berlangsung di Kampus VI Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) pada 4–5 Juli 2026 tersebut diikuti 24 delegasi mahasiswa dari 24 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Jawa Tengah. Mengusung tema "Ceritaku Makna Untukmu", lomba menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas melalui media komik strip dengan penilaian meliputi kesesuaian tema, kemampuan komunikasi visual, penguasaan teknik visualisasi, serta keunikan dan orisinalitas karya.
Penjurian dilakukan oleh tiga juri tingkat nasional, yakni komikus nasional Beng Rahadian, praktisi komik internasional Zulkarnaen Hasan Basri, serta ilustrator dan kreator komik Wawan Priyanto. Dalam proses penciptaannya, Nurul mendapat pendampingan dari dosen DKV ISI Surakarta, Indriati Suci Pravitasari dan Rendya Adi Kurniawan, menggunakan teknik komik digital semi full color dengan aplikasi Medibang Paint berformat webtoon berukuran 800 x 20.000 piksel.
Nurul menjelaskan komiknya mengangkat kisah seorang perempuan yang berniat berbuat curang dalam lomba batik dengan meminta bantuan orang sakti. Namun, niat tersebut ditolak dan justru dibalas dengan nasihat yang mengubah cara pandangnya.
"Cerita ini menggambarkan proses seseorang menemukan makna yang tidak biasa dalam batik sekaligus menemukan kekuatan untuk memahami diri sendiri dan melangkah ke masa depan dengan lebih baik," jelasnya.
Ia mengaku pencapaian tersebut menjadi momen yang sangat berharga setelah melalui perjalanan panjang penuh tantangan. "Saya sangat bersyukur atas capaian ini. Sudah lama saya tidak merasakan euforia seperti ini. Saat menjadi mahasiswa baru saya pernah mengikuti seleksi internal Peksimida, tetapi belum berhasil lolos. Kegagalan itu tidak membuat saya menyerah untuk terus mencoba pada kesempatan berikutnya," ungkapnya.
Nurul juga menceritakan perjuangannya sebelum meraih prestasi. Menurutnya, berbagai kegagalan dalam kompetisi, hasil karya yang belum lolos, hingga kurangnya riset sempat menjadi tantangan besar.
"Banyak cobaan yang saya hadapi, tetapi dukungan dari teman-teman, orang tua, dosen, dan berbagai pihak membuat saya perlahan bangkit. Pengalaman itu akhirnya menjadi inspirasi utama dalam menyusun cerita komik yang saya tampilkan di Peksimida tahun ini," tuturnya.
Pada ajang tersebut, Juara I diraih Davin Arya Nirwanda dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Juara II diraih Nurul Haqi Septyaningrum dari ISI Surakarta, dan Juara III diraih Deva Destianto dari UPGRIS. Sementara Harapan I diraih Tabaza Zahwa Khozein dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Harapan II diraih Mawa Ziorahman Kuntoro dari Universitas Diponegoro (Undip), serta Harapan III diraih Taoya Milati Nabila dari Universitas Tidar (Untidar).
Nurul berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi sivitas akademika ISI Surakarta untuk terus berkarya dan mengharumkan nama kampus. "Saya berharap ISI Surakarta terus menjadi kampus yang melahirkan banyak prestasi membanggakan sekaligus tetap menonjolkan karakter budaya yang menjadi identitasnya," pungkasnya. (Sofyan)
Berita
BAZNAS Kabupaten Sukoharjo Raih Opini WTP Kelima Berturut-turut, Perkuat Tata Kelola Zakat yang Akuntabel
Sukoharjo - majalahlarise.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukoharjo kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas hasil audit laporan keuangan Tahun Buku 2025. Opini tertinggi dalam audit laporan keuangan tersebut menjadi pencapaian kelima kalinya secara berturut-turut, menegaskan komitmen BAZNAS Kabupaten Sukoharjo dalam mewujudkan tata kelola lembaga yang transparan, akuntabel, dan profesional.
Hasil audit dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Kumalahadi, Sugeng Pamudji dan Rekan. Penyerahan sertifikat hasil audit berlangsung di kantor KAP di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (7/7/2026), dihadiri jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Sukoharjo sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mempertahankan kepercayaan publik.
Opini WTP menunjukkan laporan keuangan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo telah disusun sesuai standar akuntansi yang berlaku. Selain memeriksa laporan keuangan, auditor juga melakukan penilaian terhadap tata kelola kelembagaan, mekanisme penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), pendistribusian serta pendayagunaan kepada mustahik, pengelolaan aset, administrasi perkantoran, hingga kepatuhan terhadap berbagai regulasi pengelolaan zakat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, Sardiyono menjelaskan capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran, dukungan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), para muzaki, mitra kerja, serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini mempercayakan pengelolaan dana zakat kepada BAZNAS.
"Opini Wajar Tanpa Pengecualian bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan amanah yang harus kami jaga. Kepercayaan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah harus dikelola secara profesional, efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan umat," ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama lima tahun berturut-turut diraih melalui pembenahan sistem administrasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan pengawasan internal, serta komitmen menjaga integritas dalam setiap proses pengelolaan dana umat.
Prestasi tersebut semakin memperkuat posisi BAZNAS Kabupaten Sukoharjo sebagai lembaga pengelola zakat yang menjunjung tinggi prinsip aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Kepercayaan masyarakat diharapkan terus meningkat sehingga potensi zakat di Kabupaten Sukoharjo dapat dioptimalkan untuk mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta berbagai program kemanusiaan yang berkelanjutan.
Ke depan, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo berkomitmen terus menghadirkan inovasi pelayanan melalui penguatan tata kelola berbasis teknologi informasi, meningkatkan kualitas layanan kepada muzaki dan mustahik, serta memastikan setiap dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat dikelola secara transparan, akuntabel, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukoharjo. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Peluncuran Mars PonpesMu Manafi'ul 'Ulum Sambi pada Raker Tahun Pelajaran 2026/2027 sebagai penguat semangat mewujudkan pesantren unggul dan berkemajuan. |
Raker PonpesMu Manafi'ul 'Ulum Sambi Luncurkan Mars Pondok, Perkuat Visi Menuju Pesantren Unggul dan Berkemajuan
Boyolali - majalahlarise.com - Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMu) Manafi'ul 'Ulum Sambi, Boyolali, menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun Pelajaran 2026/2027, Selasa (7/7/2026). Kegiatan yang diikuti seluruh unsur pimpinan, kepala unit, guru, dan tenaga kependidikan ini mengusung tema "Menyatukan Visi, Mensolidkan Barisan, Menghidupkan Ruh Guru untuk Mewujudkan Ponpes Manafi'ul 'Ulum yang Unggul dan Berkemajuan." Raker juga menjadi momentum peluncuran Mars PonpesMu Manafi'ul 'Ulum Sambi sebagai identitas dan penyemangat baru bagi seluruh civitas akademika.
PonpesMu Manafi'ul 'Ulum menaungi sejumlah amal usaha pendidikan, mulai dari TK 'Aisyiyah PK Sambi, SD Muhammadiyah PK Sambi, SMP Muhammadiyah Manafi'ul 'Ulum, hingga SMA Muhammadiyah Manafi'ul 'Ulum. Melalui rapat kerja ini, seluruh unit pendidikan menyatukan arah kebijakan, memperkuat koordinasi, serta membangun semangat pengabdian dalam mewujudkan pendidikan Islam yang unggul dan berkemajuan.
Ketua PCM Sambi, Sudiman, saat membuka kegiatan mengajak seluruh keluarga besar PonpesMu untuk semakin mempererat kebersamaan dalam perjuangan Muhammadiyah. Menurutnya, keberhasilan lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas program kerja, tetapi juga oleh kekompakan seluruh sumber daya manusia di dalamnya.
"Kekuatan PonpesMu terletak pada soliditas, kebersamaan, dan keikhlasan seluruh guru serta karyawan. Ketika seluruh elemen memiliki visi yang sama, insyaallah setiap program akan berjalan lebih baik dan memberikan manfaat yang luas bagi umat," ujar Sudiman.
Ketua Majelis Dikdasmen PCM Sambi, Muhammad Rosyidi, memaparkan sejumlah kebijakan organisasi, terutama penerapan manajemen satu atap dan penguatan tata kelola keuangan yang terintegrasi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan lembaga sekaligus memperkuat sinergi antarjenjang pendidikan di lingkungan PonpesMu Manafi'ul 'Ulum.
"Pengelolaan yang terintegrasi akan memperkuat sinergi seluruh unit pendidikan sehingga arah pengembangan lembaga semakin jelas, efektif, dan berkelanjutan," jelas Muhammad Rosyidi.
Sementara itu, Mudir PonpesMu Manafi'ul 'Ulum, Pujiono, menyampaikan arah kebijakan pengembangan pondok pesantren sekaligus secara resmi meluncurkan Mars PonpesMu Manafi'ul 'Ulum Sambi. Peluncuran mars ini menjadi bagian dari penguatan karakter kelembagaan sekaligus penyemangat seluruh guru, karyawan, dan santri dalam menjalankan misi pendidikan Muhammadiyah.
"Mars PonpesMu bukan sekadar lagu, tetapi menjadi identitas dan pengingat semangat perjuangan seluruh keluarga besar pondok untuk terus melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta siap mengabdi kepada umat, bangsa, dan negara," ungkapnya.
Peluncuran mars tersebut melanjutkan berbagai inovasi PonpesMu Manafi'ul 'Ulum. Sebelumnya, pada kegiatan Akhirussanah, pondok telah meluncurkan Buku Modul Mahirotul Khitobah sebagai panduan pengembangan kemampuan berbicara dan berdakwah bagi para santri. Kini, melalui Mars PonpesMu, diharapkan tumbuh budaya pesantren yang semakin religius, unggul, dan berkemajuan.
Lirik Mars PonpesMu Manafi'ul 'Ulum memuat semangat pembentukan kader Muhammadiyah yang berlandaskan iman, ilmu, dan amal, berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah, serta siap berdakwah dan mengabdi kepada masyarakat. Mars tersebut juga mengobarkan motivasi untuk terus berprestasi, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan menjadi generasi pembawa rahmat bagi semesta.
Raker turut dihadiri Kepala TK 'Aisyiyah PK Sambi Mulyati, Kepala SMP Muhammadiyah Manafi'ul 'Ulum Yasin Hadi Pranoto, Kepala SMA Muhammadiyah Manafi'ul 'Ulum Ari Rosidah, serta perwakilan guru SD Muhammadiyah PK Sambi. Melalui Raker Tahun Pelajaran 2026/2027 dan peluncuran Mars PonpesMu, seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Muhammadiyah Manafi'ul 'Ulum Sambi diharapkan semakin solid dalam satu visi, menghidupkan ruh perjuangan sebagai pendidik, serta menghadirkan pendidikan Islam yang unggul untuk mencetak kader persyarikatan yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menjadi penerang bagi umat. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo Drs. Bambang Margono, MM menyerahkan SK pengangkatan Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo Malkan Maliya, S.Pd., M.Si. periode 2026–2030 di Sukoharjo, Rabu (7/7/2026). |
YPPP Veteran Kukuhkan Malkan Maliya, S.Pd, M.Si sebagai Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo Periode 2026–2030
Sukoharjo - majalahlarise.com – Yayasan Pembina Pendidikan Perguruan (YPPP) Veteran Sukoharjo secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Malkan Maliya, S.Pd., M.Si. sebagai Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo periode 2026–2030. Penyerahan SK dilakukan Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo, Drs. Bambang Margono, MM, di Aula sekolah. Rabu (7/7/2026).
Momentum tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kepemimpinan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperluas kemitraan dengan dunia industri, serta meningkatkan daya saing lulusan. Pada kesempatan yang sama juga diresmikan penggunaan Gedung Bantuan Revitalisasi SMK Tahun 2026 berupa Ruang Praktik Siswa (RPS) Teknik Kendaraan Ringan (TKR) sebagai bagian dari penguatan sarana pembelajaran di SMK Pusat Keunggulan.
Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo, Drs. Bambang Margono, MM, mengapresiasi perkembangan pesat SMK Veteran 1 Sukoharjo yang dinilai terus menunjukkan tren positif. Salah satu indikatornya ialah jumlah peserta didik baru yang mencapai sekitar 569 siswa, melampaui sejumlah sekolah negeri maupun swasta di Kabupaten Sukoharjo. Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang mampu menjaga kekompakan serta terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
![]() |
| Pemotong pita oleh Ketua pengurus YPPP Veteran, Sadewo Suharto ada peresmian penggunaan Gedung Bantuan Revitalisasi SMK Tahun 2026 berupa Ruang Praktik Siswa (RPS) Teknik Kendaraan Ringan (TKR). |
"Kami mengapresiasi inovasi yang terus dilakukan Pak Malkan. Program Ototronik menjadi langkah tepat karena perkembangan mobil dan motor listrik semakin pesat. Kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri juga harus terus diperkuat agar kualitas lulusan semakin baik," ujarnya.
Menurut Bambang, keberanian membuka kompetensi keahlian baru, seperti Teknik Ototronik yang berfokus pada teknologi kendaraan listrik, menjadi bukti sekolah mampu membaca kebutuhan dunia industri. Bahkan, YPPP Veteran tengah merencanakan kerja sama penyediaan stasiun pengisian kendaraan listrik di lingkungan sekolah sebagai dukungan terhadap perkembangan teknologi otomotif masa depan.
Selain kompetensi teknis, Bambang menegaskan pembentukan karakter peserta didik tetap menjadi prioritas. Ia menyebut lulusan SMK Veteran 1 Sukoharjo selama ini banyak diterima bekerja di berbagai daerah seperti Batam, Tangerang, dan Surabaya karena memiliki kemampuan sekaligus sikap kerja yang baik.
"Yang harus terus dijaga adalah kebersamaan, kekompakan, kondusivitas sekolah, serta pembentukan karakter siswa. Jika kualitas dan kepercayaan masyarakat terus dipertahankan, saya yakin SMK Veteran akan semakin maju dan dikenal lebih luas di Jawa Tengah," katanya.
Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo periode 2026–2030, Malkan Maliya, S.Pd., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas amanah yang kembali diberikan kepadanya. Ia menilai jabatan tersebut merupakan tanggung jawab besar untuk menghadirkan kepemimpinan yang berintegritas, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
"Amanah ini bukan sebuah jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk menghadirkan kepemimpinan yang berintegritas, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan," ujarnya.
Malkan mengungkapkan, pada tahun ajaran baru sekolah berhasil membuka kompetensi keahlian Teknik Ototronik dengan 28 peserta didik. Jumlah rombongan belajar juga meningkat menjadi 46 rombel dengan total sekitar 1.620 siswa. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan bahkan melampaui target penerimaan peserta didik merupakan hasil kerja sama seluruh guru dan karyawan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Yang kita utamakan adalah pelayanan. Praktik yang berkualitas, hubungan dengan industri, penyaluran lulusan, dan pengembangan Teaching Factory menjadi kunci kepercayaan masyarakat kepada sekolah ini," jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan terus menjaga kekompakan, meningkatkan kualitas layanan, memperkuat budaya industri, serta membentuk karakter peserta didik agar mampu bersaing di dunia kerja maupun menghadapi tantangan masa depan. "Harapan kami, SMK Veteran 1 Sukoharjo terus berkembang, semakin dipercaya masyarakat, serta mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan," tutupnya.
Sementara itu, Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah, Pangarso Yuliatmoko, mengingatkan peningkatan jumlah peserta didik merupakan keberkahan sekaligus amanah besar yang harus dijawab dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
"Murid yang banyak adalah sebuah keberkahan, tetapi juga amanah. Tanggung jawab sekolah adalah mendidik mereka dengan baik sehingga ketika lulus bisa memperoleh masa depan sesuai cita-citanya," ujarnya.
Ia mendorong sekolah terus mengembangkan kompetensi keahlian sesuai kebutuhan industri, termasuk membuka konsentrasi Gambar Mesin pada Program Keahlian Teknik Mesin. Selain itu, guru juga diharapkan memperkuat pengembangan soft skill, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, karakter, serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial secara bijak.
"Jangan hanya mengejar nilai rapor dan ijazah. Pastikan lulusan SMK Veteran 1 memiliki soft skill yang kuat karena itulah yang menjadi bekal utama untuk sukses di dunia kerja," terangnya.
Dengan kepemimpinan baru yang didukung peningkatan sarana pembelajaran melalui revitalisasi gedung praktik serta penguatan program keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri, SMK Veteran 1 Sukoharjo optimistis mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat sekaligus mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Tim PISN ISI Surakarta memberikan pendampingan inovasi desain dan pemasaran digital kepada perajin AI Gerabah di Desa Melikan, Klaten. |
ISI Surakarta dan Universitas AUB Perkuat UMKM Gerabah Melikan Bayat melalui Inovasi Desain dan Pemasaran Digital
Klaten - majalahlarise.com – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta bersama Universitas AUB Surakarta memperkuat pelestarian gerabah tradisional khas Bayat melalui program pendampingan bagi pelaku UMKM di Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Program yang dilaksanakan Tim Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) ini berfokus pada inovasi desain produk, peningkatan kualitas produksi, diversifikasi produk, serta penguatan pemasaran digital guna meningkatkan daya saing gerabah tradisional tanpa meninggalkan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Gerabah Melikan dikenal sebagai salah satu warisan budaya khas Bayat yang masih mempertahankan teknik putaran miring (tilting wheel), teknik pembuatan gerabah yang telah diwariskan selama ratusan tahun dan menjadi identitas budaya masyarakat setempat. Keunikan tersebut menjadikan gerabah Melikan memiliki nilai sejarah, seni, sekaligus potensi ekonomi yang besar.
Meski demikian, para perajin masih menghadapi berbagai tantangan. Produk yang dihasilkan umumnya masih berdesain konvensional, proses produksi dilakukan secara tradisional, sedangkan pemasaran masih didominasi penjualan melalui pengepul. Kondisi tersebut menjadi tantangan di tengah perubahan selera konsumen yang semakin mengutamakan desain menarik, fungsi produk, dan kemudahan berbelanja secara digital.
Ketua Tim PISN ISI Surakarta, Eko Sri Haryanto, menjelaskan pelestarian budaya memerlukan inovasi agar tetap mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Program ini merupakan wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian seni tradisi sekaligus memperkuat kapasitas UMKM berbasis budaya lokal. Gerabah Melikan bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga melalui inovasi desain, peningkatan kualitas produk, dan penguatan pemasaran sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar tanpa kehilangan identitasnya," jelas Eko.
Ia menambahkan, teknik putaran miring yang masih dipertahankan para perajin Melikan merupakan kekayaan budaya yang sangat langka di Indonesia. Teknik tersebut berkembang dari tradisi perempuan pembuat gerabah di kawasan Bayat sejak ratusan tahun silam dan menjadi pembeda utama dibandingkan sentra gerabah lainnya.
Program pendampingan menggandeng AI Gerabah, usaha milik Alim Miyanto, sebagai mitra utama. Usaha yang berdiri sejak 2008 tersebut masih memproduksi berbagai gerabah tradisional seperti pot bunga, kendi, cobek, vas, hingga peralatan rumah tangga menggunakan teknik putaran miring dan proses pembakaran tradisional berbahan bakar kayu.
Melalui pendampingan PISN, para perajin memperoleh pelatihan eksplorasi desain sesuai tren pasar, pengembangan produk dekorasi dan interior, peningkatan kualitas produksi, dokumentasi visual produk, branding, serta pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai sarana promosi dan pemasaran.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk gerabah sehingga tidak hanya dipasarkan sebagai produk setengah jadi, tetapi berkembang menjadi produk kriya bernilai tinggi yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Saat ini AI Gerabah memproduksi sekitar 150 hingga 200 unit gerabah setiap bulan. Melalui inovasi desain dan penguatan pemasaran digital, tim pendamping menargetkan peningkatan omzet sekitar 20–40 persen sekaligus memperluas jaringan pemasaran bagi para perajin.
Pemilik AI Gerabah, Alim Miyanto, mengaku memperoleh banyak manfaat dari program pendampingan tersebut.
"Kami sangat senang dengan adanya program ini. Selama ini kami memiliki kemampuan membuat gerabah, tetapi masih membutuhkan pendampingan dalam pengembangan desain dan pemasaran digital. Kami berharap gerabah Melikan semakin dikenal masyarakat luas, memiliki nilai jual yang lebih tinggi, dan mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin," ungkap Alim.
Kolaborasi ISI Surakarta dan Universitas AUB Surakarta menjadi wujud sinergi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Melalui inovasi yang tetap berpijak pada kearifan lokal, gerabah tradisional khas Bayat diharapkan terus lestari, berkembang menjadi produk unggulan Indonesia, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat perajin di Desa Melikan. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...










