GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo Drs. Bambang Margono, MM menyerahkan SK pengangkatan Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo Malkan Maliya, S.Pd., M.Si. periode 2026–2030 di Sukoharjo, Rabu (7/7/2026). |
YPPP Veteran Kukuhkan Malkan Maliya, S.Pd, M.Si sebagai Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo Periode 2026–2030
Sukoharjo - majalahlarise.com – Yayasan Pembina Pendidikan Perguruan (YPPP) Veteran Sukoharjo secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Malkan Maliya, S.Pd., M.Si. sebagai Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo periode 2026–2030. Penyerahan SK dilakukan Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo, Drs. Bambang Margono, MM, di Aula sekolah. Rabu (7/7/2026).
Momentum tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kepemimpinan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperluas kemitraan dengan dunia industri, serta meningkatkan daya saing lulusan. Pada kesempatan yang sama juga diresmikan penggunaan Gedung Bantuan Revitalisasi SMK Tahun 2026 berupa Ruang Praktik Siswa (RPS) Teknik Kendaraan Ringan (TKR) sebagai bagian dari penguatan sarana pembelajaran di SMK Pusat Keunggulan.
Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo, Drs. Bambang Margono, MM, mengapresiasi perkembangan pesat SMK Veteran 1 Sukoharjo yang dinilai terus menunjukkan tren positif. Salah satu indikatornya ialah jumlah peserta didik baru yang mencapai sekitar 569 siswa, melampaui sejumlah sekolah negeri maupun swasta di Kabupaten Sukoharjo. Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang mampu menjaga kekompakan serta terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
![]() |
| Pemotong pita oleh Ketua pengurus YPPP Veteran, Sadewo Suharto ada peresmian penggunaan Gedung Bantuan Revitalisasi SMK Tahun 2026 berupa Ruang Praktik Siswa (RPS) Teknik Kendaraan Ringan (TKR). |
"Kami mengapresiasi inovasi yang terus dilakukan Pak Malkan. Program Ototronik menjadi langkah tepat karena perkembangan mobil dan motor listrik semakin pesat. Kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri juga harus terus diperkuat agar kualitas lulusan semakin baik," ujarnya.
Menurut Bambang, keberanian membuka kompetensi keahlian baru, seperti Teknik Ototronik yang berfokus pada teknologi kendaraan listrik, menjadi bukti sekolah mampu membaca kebutuhan dunia industri. Bahkan, YPPP Veteran tengah merencanakan kerja sama penyediaan stasiun pengisian kendaraan listrik di lingkungan sekolah sebagai dukungan terhadap perkembangan teknologi otomotif masa depan.
Selain kompetensi teknis, Bambang menegaskan pembentukan karakter peserta didik tetap menjadi prioritas. Ia menyebut lulusan SMK Veteran 1 Sukoharjo selama ini banyak diterima bekerja di berbagai daerah seperti Batam, Tangerang, dan Surabaya karena memiliki kemampuan sekaligus sikap kerja yang baik.
"Yang harus terus dijaga adalah kebersamaan, kekompakan, kondusivitas sekolah, serta pembentukan karakter siswa. Jika kualitas dan kepercayaan masyarakat terus dipertahankan, saya yakin SMK Veteran akan semakin maju dan dikenal lebih luas di Jawa Tengah," katanya.
Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo periode 2026–2030, Malkan Maliya, S.Pd., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas amanah yang kembali diberikan kepadanya. Ia menilai jabatan tersebut merupakan tanggung jawab besar untuk menghadirkan kepemimpinan yang berintegritas, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
"Amanah ini bukan sebuah jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk menghadirkan kepemimpinan yang berintegritas, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan," ujarnya.
Malkan mengungkapkan, pada tahun ajaran baru sekolah berhasil membuka kompetensi keahlian Teknik Ototronik dengan 28 peserta didik. Jumlah rombongan belajar juga meningkat menjadi 46 rombel dengan total sekitar 1.620 siswa. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan bahkan melampaui target penerimaan peserta didik merupakan hasil kerja sama seluruh guru dan karyawan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Yang kita utamakan adalah pelayanan. Praktik yang berkualitas, hubungan dengan industri, penyaluran lulusan, dan pengembangan Teaching Factory menjadi kunci kepercayaan masyarakat kepada sekolah ini," jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan terus menjaga kekompakan, meningkatkan kualitas layanan, memperkuat budaya industri, serta membentuk karakter peserta didik agar mampu bersaing di dunia kerja maupun menghadapi tantangan masa depan. "Harapan kami, SMK Veteran 1 Sukoharjo terus berkembang, semakin dipercaya masyarakat, serta mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan," tutupnya.
Sementara itu, Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah, Pangarso Yuliatmoko, mengingatkan peningkatan jumlah peserta didik merupakan keberkahan sekaligus amanah besar yang harus dijawab dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
"Murid yang banyak adalah sebuah keberkahan, tetapi juga amanah. Tanggung jawab sekolah adalah mendidik mereka dengan baik sehingga ketika lulus bisa memperoleh masa depan sesuai cita-citanya," ujarnya.
Ia mendorong sekolah terus mengembangkan kompetensi keahlian sesuai kebutuhan industri, termasuk membuka konsentrasi Gambar Mesin pada Program Keahlian Teknik Mesin. Selain itu, guru juga diharapkan memperkuat pengembangan soft skill, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, karakter, serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial secara bijak.
"Jangan hanya mengejar nilai rapor dan ijazah. Pastikan lulusan SMK Veteran 1 memiliki soft skill yang kuat karena itulah yang menjadi bekal utama untuk sukses di dunia kerja," terangnya.
Dengan kepemimpinan baru yang didukung peningkatan sarana pembelajaran melalui revitalisasi gedung praktik serta penguatan program keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri, SMK Veteran 1 Sukoharjo optimistis mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat sekaligus mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Tim PISN ISI Surakarta memberikan pendampingan inovasi desain dan pemasaran digital kepada perajin AI Gerabah di Desa Melikan, Klaten. |
ISI Surakarta dan Universitas AUB Perkuat UMKM Gerabah Melikan Bayat melalui Inovasi Desain dan Pemasaran Digital
Klaten - majalahlarise.com – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta bersama Universitas AUB Surakarta memperkuat pelestarian gerabah tradisional khas Bayat melalui program pendampingan bagi pelaku UMKM di Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Program yang dilaksanakan Tim Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) ini berfokus pada inovasi desain produk, peningkatan kualitas produksi, diversifikasi produk, serta penguatan pemasaran digital guna meningkatkan daya saing gerabah tradisional tanpa meninggalkan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Gerabah Melikan dikenal sebagai salah satu warisan budaya khas Bayat yang masih mempertahankan teknik putaran miring (tilting wheel), teknik pembuatan gerabah yang telah diwariskan selama ratusan tahun dan menjadi identitas budaya masyarakat setempat. Keunikan tersebut menjadikan gerabah Melikan memiliki nilai sejarah, seni, sekaligus potensi ekonomi yang besar.
Meski demikian, para perajin masih menghadapi berbagai tantangan. Produk yang dihasilkan umumnya masih berdesain konvensional, proses produksi dilakukan secara tradisional, sedangkan pemasaran masih didominasi penjualan melalui pengepul. Kondisi tersebut menjadi tantangan di tengah perubahan selera konsumen yang semakin mengutamakan desain menarik, fungsi produk, dan kemudahan berbelanja secara digital.
Ketua Tim PISN ISI Surakarta, Eko Sri Haryanto, menjelaskan pelestarian budaya memerlukan inovasi agar tetap mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Program ini merupakan wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian seni tradisi sekaligus memperkuat kapasitas UMKM berbasis budaya lokal. Gerabah Melikan bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga melalui inovasi desain, peningkatan kualitas produk, dan penguatan pemasaran sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar tanpa kehilangan identitasnya," jelas Eko.
Ia menambahkan, teknik putaran miring yang masih dipertahankan para perajin Melikan merupakan kekayaan budaya yang sangat langka di Indonesia. Teknik tersebut berkembang dari tradisi perempuan pembuat gerabah di kawasan Bayat sejak ratusan tahun silam dan menjadi pembeda utama dibandingkan sentra gerabah lainnya.
Program pendampingan menggandeng AI Gerabah, usaha milik Alim Miyanto, sebagai mitra utama. Usaha yang berdiri sejak 2008 tersebut masih memproduksi berbagai gerabah tradisional seperti pot bunga, kendi, cobek, vas, hingga peralatan rumah tangga menggunakan teknik putaran miring dan proses pembakaran tradisional berbahan bakar kayu.
Melalui pendampingan PISN, para perajin memperoleh pelatihan eksplorasi desain sesuai tren pasar, pengembangan produk dekorasi dan interior, peningkatan kualitas produksi, dokumentasi visual produk, branding, serta pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai sarana promosi dan pemasaran.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk gerabah sehingga tidak hanya dipasarkan sebagai produk setengah jadi, tetapi berkembang menjadi produk kriya bernilai tinggi yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Saat ini AI Gerabah memproduksi sekitar 150 hingga 200 unit gerabah setiap bulan. Melalui inovasi desain dan penguatan pemasaran digital, tim pendamping menargetkan peningkatan omzet sekitar 20–40 persen sekaligus memperluas jaringan pemasaran bagi para perajin.
Pemilik AI Gerabah, Alim Miyanto, mengaku memperoleh banyak manfaat dari program pendampingan tersebut.
"Kami sangat senang dengan adanya program ini. Selama ini kami memiliki kemampuan membuat gerabah, tetapi masih membutuhkan pendampingan dalam pengembangan desain dan pemasaran digital. Kami berharap gerabah Melikan semakin dikenal masyarakat luas, memiliki nilai jual yang lebih tinggi, dan mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin," ungkap Alim.
Kolaborasi ISI Surakarta dan Universitas AUB Surakarta menjadi wujud sinergi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Melalui inovasi yang tetap berpijak pada kearifan lokal, gerabah tradisional khas Bayat diharapkan terus lestari, berkembang menjadi produk unggulan Indonesia, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat perajin di Desa Melikan. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Dr. Ch. Evy Tri Widyahening memberikan pelatihan literasi keluarga kepada ibu-ibu PKK Kelurahan Jebres di Pendapa Kelurahan Jebres. |
UNISRI Perkuat Peran Ibu sebagai Garda Terdepan Literasi Keluarga di Era Digital
Solo - majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta terus memperkuat peran keluarga dalam membangun budaya literasi sejak usia dini melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Optimalisasi Peran Ibu dalam Penguatan Literasi Anak Melalui Media Cerita Anak Berbahasa Inggris.” Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Pendapa Kelurahan Jebres ini diikuti 30 ibu-ibu PKK Kelurahan Jebres dengan antusias.
Pelatihan merupakan hasil kolaborasi antara UNISRI Surakarta dan PKK Kelurahan Jebres sebagai upaya menjawab tantangan rendahnya budaya membaca di lingkungan keluarga sekaligus meningkatkan pengenalan bahasa Inggris kepada anak sejak dini. Melalui kegiatan ini, para ibu dibekali keterampilan mendampingi anak belajar dengan cara yang menyenangkan melalui kegiatan membaca nyaring (read aloud) dan mendongeng interaktif.
Kegiatan dibuka oleh Lurah Jebres, Renyta Ina Wijaya, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, ia menjelaskan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan membaca anak sejak dini.
"Kebiasaan membaca tidak bisa tumbuh hanya dari sekolah. Peran ibu di rumah sangat menentukan," ujarnya.
Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNISRI, Dr. Ch. Evy Tri Widyahening, S.S., M.Hum, selaku narasumber utama menjelaskan masih banyak ibu yang memiliki keinginan membacakan cerita berbahasa Inggris kepada anak, tetapi terkendala rasa kurang percaya diri dalam pengucapan.
"Banyak ibu yang sebenarnya ingin membacakan cerita berbahasa Inggris untuk anak, tetapi merasa tidak percaya diri dengan pelafalan. Padahal, dengan teknik storytelling yang tepat, ibu bisa menjadi guru pertama yang menyenangkan bagi anak," jelasnya.
Materi pelatihan disampaikan secara bertahap mulai dari penguatan pemahaman tentang pentingnya literasi keluarga, teknik read aloud, mendongeng interaktif, hingga pengenalan kosakata dasar bahasa Inggris yang umum ditemukan dalam buku cerita anak. Setelah memperoleh materi, peserta langsung mempraktikkan teknik mendongeng menggunakan buku cerita anak berbahasa Inggris yang telah disiapkan tim pengabdian.
Selama sesi praktik, para peserta mendapat pendampingan dari dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UNISRI, Mutiara Permata Sari dan Anindita Annindya Meka Meilani. Keduanya membantu peserta dalam pelafalan, intonasi, ekspresi, serta penyampaian cerita agar lebih menarik bagi anak.
Suasana pelatihan berlangsung hangat, interaktif, dan penuh semangat. Para ibu bergiliran tampil di depan peserta lain untuk mempraktikkan teknik mendongeng dalam bahasa Inggris. Gelak tawa dan tepuk tangan mewarnai setiap penampilan, mencerminkan meningkatnya rasa percaya diri peserta selama mengikuti pelatihan.
Melalui kegiatan pengabdian ini, UNISRI berharap para ibu mampu menjadi garda terdepan dalam menumbuhkan budaya literasi keluarga sekaligus mengenalkan bahasa Inggris kepada anak secara alami melalui kegiatan membaca dan bercerita di rumah. Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat membangun minat baca, mempererat hubungan orang tua dan anak, serta mempersiapkan generasi muda yang lebih adaptif menghadapi tantangan era digital. (Sofyan)
![]() |
| Penyerahan SK dilakukan oleh Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo, Drs. Bambang Margono, MM kepada Koyem, S.Pd, M.Si. |
Koyem, S.Pd, M.Si Kembali Pimpin SMA Veteran 1 Sukoharjo Periode 2026–2030, Siap Perkuat Karakter dan Keterampilan Siswa
Solo - majalahlarise.com - SMA Veteran 1 Sukoharjo resmi memasuki babak baru dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Kepala Sekolah periode 2026–2030 kepada Koyem, S.Pd., M.Si. Penyerahan SK dilakukan oleh Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo, Drs. Bambang Margono, MM di Aula SMA Veteran 1 Sukoharjo, Selasa (7/7/2026). Pengangkatan kembali Bu Koyem untuk periode kedua menjadi bentuk kepercayaan atas keberhasilannya membawa sekolah berkembang dalam bidang akademik, karakter, maupun peningkatan jumlah peserta didik.
Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo, Drs. Bambang Margono, MM mengungkapkan, perjalanan SMA Veteran 1 Sukoharjo tidak selalu mudah. Saat awal kepemimpinan Bu Koyem, jumlah peserta didik sempat mengalami penurunan hingga sekitar 164 siswa. Kondisi tersebut mendorong sekolah melakukan berbagai inovasi agar mampu bersaing dengan sekolah negeri, di antaranya memperkuat pembelajaran komputer, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, tata busana, serta pengembangan kompetensi tata rias.
"Keberhasilan sekolah tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga karakter, etika, sikap, dan keterampilan peserta didik. Itulah yang menjadi kekuatan SMA Veteran 1 Sukoharjo hingga kini semakin dipercaya masyarakat," ujar Bambang Margono.
![]() |
| Koyem, S.Pd, M.Pd saat foto bersama Pimpinan beserta Pengurus YPPP Veteran Sukoharjo. |
Ia menambahkan, suasana sekolah yang nyaman serta hubungan harmonis antara kepala sekolah, guru, dan siswa telah meningkatkan kepercayaan masyarakat. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya peserta didik yang berasal dari berbagai daerah seperti Wonogiri, Klaten, Karanganyar, hingga Boyolali. Bahkan, sejumlah siswa memilih pindah dari sekolah favorit karena merasa lebih nyaman menempuh pendidikan di SMA Veteran 1 Sukoharjo.
Bambang juga mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan terus menjaga kekompakan dalam membangun sekolah. Menurutnya, profesi pendidik merupakan bentuk pengabdian mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia juga mengapresiasi keberhasilan sekolah memperoleh bantuan revitalisasi senilai Rp1,8 miliar sebagai modal pengembangan sarana pendidikan.
Apresiasi juga datang dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Tengah. Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Edi Purwanto, SE, MM menilai kepemimpinan Bu Koyem telah membawa perubahan positif, mulai dari peningkatan prestasi peserta didik di tingkat kabupaten hingga internasional, bertambahnya jumlah siswa baru, meningkatnya lulusan yang diterima di perguruan tinggi, hingga terjalinnya komunikasi yang harmonis antara sekolah, yayasan, dan Cabang Dinas Pendidikan.
"Kami merasakan betul Ibu Koyem menjadi kepala sekolah yang hebat. Beliau memiliki kemampuan manajerial, dedikasi, dan komunikasi yang luar biasa. Kami berharap pada periode kedua ini SMA Veteran 1 Sukoharjo semakin maju. Tetap istiqomah, terus membangun komunikasi dengan yayasan, guru, orang tua, dan peserta didik agar sekolah ini menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Si., mengajak seluruh guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua, alumni, dan masyarakat untuk terus bergotong royong memajukan sekolah. Ia menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya serta mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak.
![]() |
| Koyem, S.Pd, M.Si saat foto bersama guru dan karyawan SMA Veteran 1 Sukoharjo. |
"Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan semuanya. Mari bersama-sama memajukan SMA Veteran agar menjadi sekolah yang semakin baik dan berjaya," ujarnya.
Menurut Bu Koyem, pendidikan karakter harus menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi muda. Ia mengingatkan peserta didik agar tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga menjunjung tinggi adab, etika, disiplin, serta menghormati orang tua dan guru.
"Tidak usah pintar nomor satu. Adab dan etika itu yang paling utama. Orang yang disiplin dan memiliki karakter baik akan lebih mudah meraih kesuksesan," tegasnya.
Untuk meningkatkan daya saing lulusan, SMA Veteran 1 Sukoharjo terus mengembangkan berbagai program unggulan, seperti penguatan Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, teknologi informasi, kecerdasan buatan (AI), serta kerja sama dengan LPK dan dunia industri. Program tersebut telah membuka peluang bagi lulusan untuk bekerja di dalam maupun luar negeri sekaligus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Selain itu, sekolah juga memperluas kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari tata rias, menjahit, broadcasting, jurnalistik, perfilman, tari, hingga berbagai pengembangan bakat lainnya. Bu Koyem berharap setiap siswa memiliki keterampilan yang menjadi bekal hidup setelah lulus.
"Anak-anak harus memiliki keterampilan. Selain ilmu akademik, mereka juga dibekali bahasa asing dan berbagai kompetensi agar siap bekerja maupun kuliah," jelasnya.
Menutup sambutannya, Bu Koyem mengajak seluruh alumni, orang tua, dan masyarakat ikut mempromosikan SMA Veteran 1 Sukoharjo agar semakin dikenal luas. Seiring meningkatnya jumlah peserta didik, sekolah juga menyiapkan rencana penambahan ruang kelas untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal.
"SMA Veteran harus terus digaungkan dan diviralkan. Mari kita bersama-sama membesarkan sekolah ini agar semakin maju, unggul, dan menjadi kebanggaan masyarakat," pungkasnya. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Mahasiswa Prodi Keris ISI Surakarta mengikuti sosialisasi WBTB Tahu Gejrot dan Batik Trusmi di Grage City Mall Cirebon. |
Mahasiswa Prodi Keris ISI Surakarta Sukseskan Sosialisasi WBTB Tahu Gejrot dan Batik Trusmi di Cirebon
Cirebon - majalahlarise.com – Mahasiswa Program Studi Senjata Tradisional Keris Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, Lingga Nugraha, turut menyukseskan sosialisasi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Tahu Gejrot dan Batik Trusmi di Cirebon. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Mahasiswa Berdampak FSRD ISI Surakarta Tahun 2026 yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam pelestarian budaya sekaligus strategi komunikasi publik.
Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Devi Nirmala Muthia Sayekti, S.S., M.A., Lingga terlibat dalam pelaksanaan hingga publikasi agenda kebudayaan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon bekerja sama dengan Komunitas Koki Cirebon (SEKOCI). Kegiatan berlangsung di area terbuka Grage City Mall, Minggu (14/6/2026).
Sosialisasi tersebut memperkenalkan dua Warisan Budaya Tak Benda yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 2026, yakni kuliner khas Cirebon Tahu Gejrot dan kerajinan Batik Trusmi. Kegiatan dibuka Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon Juju Juhariah didampingi Kepala Seksi Bidang Kebudayaan, Iman Hermanto.
Dalam kesempatan itu, para narasumber menjelaskan sejarah, filosofi, serta pentingnya menjaga keaslian Tahu Gejrot dan motif-motif Batik Trusmi sebagai identitas budaya masyarakat Cirebon. Sosialisasi dikemas secara interaktif agar mudah dipahami masyarakat, khususnya generasi muda yang berkunjung ke pusat perbelanjaan.
Panitia juga menghadirkan demonstrasi langsung melalui stan rombong pikulan tradisional Tahu Gejrot yang menampilkan bahan-bahan autentik, mulai dari tahu pong, bawang merah, cabai rawit hingga kuah gula aren. Selain itu, pengunjung dapat melihat koleksi udeng bermotif Batik Trusmi yang dibagikan sebagai atribut budaya selama kegiatan berlangsung.
Kepala Seksi Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Cirebon, Iman Hermanto, menjelaskan pendekatan edukasi di ruang publik menjadi strategi efektif untuk memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat.
"Konten sosialisasi dan pendekatan langsung di pusat perbelanjaan seperti ini menjadi salah satu strategi utama dalam membangun kedekatan warisan lokal dengan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara komunitas pengrajin, seniman, dan akademisi sangat penting dalam proses pelestarian ini," ujar Iman Hermanto.
Bagi Lingga Nugraha, keterlibatan dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga di luar disiplin ilmu yang dipelajarinya. Selain memahami proses penyelenggaraan sebuah agenda kebudayaan, ia juga belajar mengenai strategi komunikasi pelestarian warisan budaya kepada masyarakat luas.
"Saya mendapatkan pengalaman baru tentang warisan budaya tak benda. Meskipun fokus utama prodi saya di ISI Surakarta adalah Senjata Tradisional Keris, terlibat dalam sosialisasi WBTB kuliner Tahu Gejrot dan Batik Trusmi ini memperluas cara pandang saya mengenai ekosistem kebudayaan yang saling berhubungan," ungkap Lingga Nugraha.
Melalui program Mahasiswa Berdampak, ISI Surakarta mendorong mahasiswa untuk terjun langsung ke tengah masyarakat sehingga mampu mengembangkan kompetensi akademik sekaligus berkontribusi dalam pelestarian dan promosi kekayaan budaya Indonesia. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Rombongan kepala sekolah mengikuti studi tiru di SD Muhammadiyah 1 Solo. |
21 Kepala Sekolah Karangdowo Studi Tiru MBS di SD Muhammadiyah 1 Solo, Pelajari Inovasi Sekolah Model PM KKA
SOLO - majalahlarise.com – Sebanyak 21 kepala sekolah dari Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, melaksanakan studi tiru di Sekolah Model Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial (PM KKA) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Jawa Tengah, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini bertujuan mempelajari praktik baik penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), pengelolaan administrasi, serta berbagai inovasi yang telah diterapkan sekolah.
Ketua Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Karangdowo, Ita Tri Lestari, menjelaskan SD Muhammadiyah 1 Solo dipilih sebagai lokasi studi tiru karena dikenal memiliki berbagai inovasi dan praktik baik yang dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah di Kecamatan Karangdowo.
"Adapun fokus pembelajaran yang ingin kami pelajari meliputi pengelolaan administrasi sekolah yang efektif, tertib, dan akuntabel. Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan," jelas Ita.
Ia menambahkan rombongan juga mempelajari strategi membangun budaya sekolah yang positif, nyaman, religius, dan berkarakter, sekaligus upaya menciptakan lingkungan sekolah yang unggul dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat. Selain itu, peserta mendalami pengelolaan berbagai program sekolah yang mendukung peningkatan mutu, citra, serta daya saing sekolah.
"Penguatan kemitraan antara sekolah dengan orang tua, komite sekolah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya," kata Ita.
Dalam sesi pemaparan yang dipandu Humas SD Muhammadiyah 1 Solo, Dwi Jatmiko, Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo Sri Sayekti menyampaikan kepemimpinan sekolah harus berorientasi pada pemberdayaan, bukan sekadar menjalankan kewenangan.
"Kepemimpinan adalah amanah untuk membentuk masa depan. Jabatan kepala sekolah bukanlah tentang kekuasaan, melainkan niat lurus untuk melahirkan kebijakan yang adil dan mengubah institusi menjadi tempat yang bertumbuhnya generasi berkarakter," ujarnya.
Sri Sayekti menjelaskan kepala sekolah perlu berani melakukan transformasi dengan menentukan satu program operasional yang paling mendesak, berdampak luas, dan dapat dijalankan secara optimal sesuai sumber daya manusia yang dimiliki sekolah. Menurutnya, keteladanan pemimpin menjadi fondasi dalam membangun budaya sekolah yang positif.
Ia juga mengingatkan setiap kebijakan harus berpihak pada kepentingan peserta didik melalui komunikasi yang terbuka, kolaboratif, dan partisipatif dengan seluruh warga sekolah.
"Oleh karena itu, jadilah pembelajar sepanjang hayat yang siap menghadapi perubahan dan terus meningkatkan kualitas diri. Kelola sekolah dengan data dan hati. Gunakan fakta empiris tanpa kehilangan sisi kemanusiaan," tambahnya.
Kegiatan studi tiru ini diharapkan menjadi bekal bagi para kepala sekolah di Kecamatan Karangdowo dalam mengembangkan tata kelola sekolah yang lebih efektif, memperkuat implementasi Manajemen Berbasis Sekolah, serta meningkatkan mutu layanan pendidikan di masing-masing satuan pendidikan. (Sofyan)
Pendidikan
SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar Rapat Kerja 2026/2027, Perkuat Pelayanan, Inovasi, dan Mutu Pendidikan Islam
Boyolali - majalahlarise.com – SD Muhammadiyah PK Banyudono menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun Pelajaran 2026/2027 bertema "Melayani dengan Hati, Berinovasi Tanpa Henti, Menghadirkan Pendidikan Islam yang Bermutu" pada 6–7 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti seluruh guru dan karyawan ini menjadi momentum menyatukan visi, memperkuat komitmen, sekaligus menyusun program strategis menghadapi tahun pelajaran baru.
Sebelum memasuki sidang komisi dan pembahasan program kerja, Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menyampaikan Garis Besar Haluan Program Kerja (GBHPK) sebagai arah kebijakan sekolah selama satu tahun ke depan. Ia menjelaskan predikat Sekolah Unggul yang diberikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah merupakan amanah yang harus dijaga melalui budaya kerja profesional, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan terbaik.
"Predikat Sekolah Unggul bukanlah garis akhir, tetapi titik awal untuk terus berbenah. Seluruh guru dan karyawan harus memiliki semangat melayani dengan hati, terus berinovasi tanpa henti, sehingga mampu menghadirkan pendidikan Islam yang benar-benar bermutu dan menjawab tantangan zaman," ujarnya.
Pujiono juga menjelaskan kemajuan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kualitas program yang disusun, tetapi juga kekompakan tim, kedisiplinan, budaya melayani, serta kemauan seluruh civitas sekolah untuk terus belajar dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Menurutnya, seluruh unsur sekolah memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap SD Muhammadiyah PK Banyudono sebagai sekolah Islam unggulan.
Rapat kerja tahun ini dipimpin oleh Ratnasari Putri atau yang akrab disapa Bu Putri sebagai ketua panitia. Di bawah koordinasinya, seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar menghasilkan program-program yang terukur, realistis, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan.
Bu Putri menjelaskan Raker tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi menjadi ruang kolaborasi untuk melahirkan berbagai gagasan kreatif, menyamakan persepsi, serta memperkuat komitmen seluruh guru dan karyawan dalam mewujudkan visi sekolah.
"Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan forum ini untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan menyusun program terbaik sehingga pelayanan kepada peserta didik serta orang tua semakin berkualitas dan visi sekolah dapat diwujudkan bersama," ujarnya.
Melalui Rapat Kerja Tahun Pelajaran 2026/2027, SD Muhammadiyah PK Banyudono meneguhkan komitmen untuk terus menjadi sekolah Islam unggulan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, mengedepankan pelayanan sepenuh hati, membangun budaya inovasi, serta menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas bagi seluruh peserta didik. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...











