GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
Dosen DKV ISI Surakarta Jadi Juri Lomba Desain Poster PEKSIMINAS XVIII 2026 di Universitas Jember
Jember - majalahlarise.com - Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso, dipercaya menjadi salah satu juri Tangkai Lomba Desain Poster dalam Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XVIII 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan jejaring akademik sekaligus pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui keterlibatan dalam kegiatan nasional, dosen diharapkan terus membangun jejaring dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya dalam bidang seni dan desain komunikasi visual.
PEKSIMINAS merupakan ajang kompetisi seni mahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI).
Pada penyelenggaraan ke-18 tahun 2026, Pengurus Provinsi BPSMI Jawa Timur dipercaya menjadi tuan rumah untuk ketiga kalinya. Kegiatan dipusatkan di Universitas Jember pada 7-11 September 2026 dengan mengusung tema “PEKSIMINAS Bergerak, Seni Berdampak”.
Sekitar 34 provinsi hadir membawa keberagaman seni dan budaya masing-masing daerah. Ratusan mahasiswa berkompetisi dalam 15 tangkai lomba seni. Setiap kontingen provinsi merupakan hasil seleksi berjenjang melalui Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA).
Pada Tangkai Lomba Desain Poster, tiga juri yang bertugas terdiri atas Sufiana dari Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS), Basnendar Herry Prilosadoso dari ISI Surakarta, dan Ida Ayu Dwita Krisna Ari dari ISI Bali. Ketiganya melakukan penilaian terhadap karya 28 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai provinsi.
Koordinator Juri Desain Poster, Sufiana, menjelaskan subtema yang diangkat dalam lomba tersebut adalah “Tradisi Lintas Zaman: Menembus Batas, Memberi Dampak.”
“Penyelenggaraan tangkai lomba Desain Poster berada di Fakultas Farmasi Universitas Jember. Mahasiswa perwakilan dari 28 provinsi mengikuti lomba selama dua hari pelaksanaan,” jelasnya dalam rilis.
Rangkaian lomba diawali dengan kegiatan observasi peserta di sekitar Alun-Alun Jember. Observasi tersebut menjadi bagian dari proses peserta memperoleh referensi dan menggali ide sebelum menuangkannya ke dalam karya desain poster.
Pada hari berikutnya, peserta mengerjakan desain poster secara digital di Aula Fakultas Farmasi Universitas Jember. Dengan menggunakan beragam perangkat dan perangkat lunak desain, para peserta tampak antusias menuangkan ide serta gagasan kreatif mereka.
Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, meliputi kesesuaian tema, orisinalitas tema, isi dan penyampaian tema, serta kualitas visual desain.
Basnendar Herry Prilosadoso mengatakan keikutsertaan dalam PEKSIMINAS tidak semata-mata harus dipandang sebagai ajang kompetisi. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa dan insan seni untuk saling belajar, bertukar informasi, serta membangun jejaring.
“Dalam PEKSIMINAS tahun ini diharapkan tidak hanya berkompetisi, namun dampak dan peluang untuk saling belajar, berbagi informasi serta berjejaring antar peserta lebih utama untuk ke depannya,” ungkap Basnendar.
Ia menilai forum nasional seperti PEKSIMINAS memiliki nilai penting bagi pengembangan mahasiswa maupun dosen karena mempertemukan berbagai latar belakang, gagasan, pendekatan kreatif, serta keberagaman seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
Hasil Tangkai Lomba Desain Poster diumumkan dalam acara penutupan PEKSIMINAS XVIII 2026 di Auditorium Universitas Jember, Jumat (11/9/2026).
Juara 1 diraih Chika Yutha Cahyacetta dari Yogyakarta. Juara 2 diraih M. Indrajit dari Jambi, sedangkan Juara 3 diraih Daven Edberto Budiawan dari Jawa Timur.
Sementara itu, Juara Harapan 1 diraih Pande Made Dwi Hasta Wiguna dari Bali, Juara Harapan 2 diraih Radja Daffa Ramadhani dari Jawa Tengah, dan Juara Harapan 3 diraih Devarra Hannah Jasmine Rachel Putri dari Kalimantan Timur.
Keterlibatan Basnendar sebagai juri sekaligus dosen DKV FSRD ISI Surakarta menunjukkan peran akademisi dalam mendukung pengembangan ekosistem seni dan desain di tingkat nasional, sekaligus membuka ruang kolaborasi dan jejaring antarpelaku pendidikan seni di Indonesia.(Sofyan)
Baca juga: Prodi Ilmu Komunikasi UNISRI Kenalkan Laboratorium kepada Mahasiswa Baru 2026
Pendidikan
![]() |
| Mahasiswa bersama warga melakukan penyemprotan disinfektan pada sejumlah kandang ternak milik warga. |
Mahasiswa KKN 38 Univet Bantara Gelar Sosialisasi Sanitasi Kandang dan Disinfektan Gratis di Dusun Ngadiroyo
Wonogiri - majalahlarise.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 38 Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar sosialisasi sanitasi kandang ternak sekaligus penyemprotan disinfektan gratis bagi warga Dusun Ngadiroyo, Wonogiri. Kegiatan ini menjadi salah satu program pengabdian kepada masyarakat selama pelaksanaan KKN pada 3 Agustus hingga 17 September 2026.
Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang dan lingkungan peternakan. Sebagian besar warga Dusun Ngadiroyo memiliki hewan ternak seperti sapi, kambing, dan unggas yang dipelihara di sekitar permukiman.
Kondisi kandang yang kurang terawat dapat menjadi sumber penyakit bagi hewan ternak sekaligus berpotensi mengganggu kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Univet Bantara berinisiatif memberikan edukasi sekaligus aksi nyata melalui sosialisasi sanitasi kandang dan penyemprotan disinfektan.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada warga mengenai cara menjaga kebersihan kandang dengan baik dan benar. Materi yang disampaikan meliputi pengaturan sirkulasi udara, pengelolaan dan pembuangan kotoran ternak, serta pentingnya penyemprotan disinfektan secara berkala.
Mahasiswa menyampaikan materi dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan oleh warga dalam melakukan perawatan kandang ternak.
Setelah sosialisasi, mahasiswa bersama warga melakukan penyemprotan disinfektan pada sejumlah kandang ternak milik warga secara gratis. Penyemprotan dilakukan di wilayah RT 01, RT 02, dan RT 03 Dusun Ngadiroyo.
Kegiatan mendapat respons positif dari masyarakat. Warga antusias mengikuti sosialisasi sekaligus memanfaatkan layanan penyemprotan disinfektan gratis karena sebagian masyarakat masih membutuhkan informasi mengenai perawatan kandang dan manfaat sanitasi secara rutin.
Salah satu perwakilan mahasiswa KKN menyampaikan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan kandang.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini warga semakin memahami pentingnya sanitasi kandang. Kebersihan kandang perlu dijaga secara rutin agar ternak tetap sehat dan lingkungan sekitar juga lebih bersih,” ujarnya.
Kepala Desa Ngadiroyo, Mulyono, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN Univet Bantara. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama warga yang memiliki ternak.
Mulyono mengapresiasi mahasiswa yang tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga terjun langsung membantu warga melakukan penyemprotan disinfektan.
“Kami menyambut baik kegiatan mahasiswa KKN ini. Program seperti sanitasi kandang dan penyemprotan disinfektan sangat bermanfaat bagi warga karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kepedulian sosial, serta penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam kehidupan masyarakat.
Pelaksanaan program didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Bambang Nur Cahyaningrum, S.E., M.M.
Adapun anggota kelompok KKN yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Aulia Pisesa Waluyaning Pratami, Dewi Permadani, Ratih Oktafiya, Nisa Aulia Cantikningtyas, Muhammad Ikhsan Nur Dzikri, Pramudya Chesta Adabi, Ellsa Nur Fitrianingrum, Nisrina Nurul Aziizah, Vita Anggraini Putri, dan Biyass Nuzua Madani.
Melalui program sosialisasi sanitasi kandang dan penyemprotan disinfektan gratis tersebut, mahasiswa KKN 38 Univet Bantara berharap kesadaran masyarakat Dusun Ngadiroyo terhadap kebersihan lingkungan peternakan semakin meningkat. Program ini juga diharapkan mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih sehat serta mendukung produktivitas peternakan masyarakat. (Sofyan)
Pendidikan
Kajian Bulanan AUM PonpesMu Manafiul Ulum Sambi Perkuat Sinergi
Boyolali – majalahlarise.com – Dalam rangka memperkuat sinergi dan soliditas antar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), PonpesMu Manafiul Ulum Sambi menggelar Kajian Bulanan AUM sekaligus koordinasi bersama seluruh unit pendidikan di bawah koordinasi PonpesMu Manafiul Ulum Sambi, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Masjid PonpesMu Manafiul Ulum Sambi tersebut diikuti unsur pimpinan dan guru dari TK Aisyiyah PK Sambi, SD Muhammadiyah PK Sambi, SMP Muhammadiyah Manafiul Ulum, dan SMA Muhammadiyah Manafiul Ulum.
Kajian perdana menghadirkan Mudir PonpesMu Manafiul Ulum Sambi, Pujiono, sebagai narasumber. Dalam kajiannya, Pujiono mengajak seluruh unsur AUM membangun budaya kerja bersama yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan masing-masing unit, tetapi juga memiliki visi untuk memajukan institusi secara keseluruhan.
Mengusung tema “Bersinergi Menguatkan Institusi, Mencerahkan Generasi, Membangun Negeri”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan visi, memperkuat komunikasi, serta membangun kolaborasi antar unit pendidikan.
“Sinergi bukan sekadar bekerja bersama, tetapi menyatukan potensi, visi, dan langkah untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Ketika semua AUM bergerak dalam satu irama, maka institusi akan semakin kuat dan manfaatnya semakin luas,” pesannya.
Pujiono juga mengajak seluruh guru menjadikan forum kajian bulanan sebagai ruang yang lebih luas, tidak hanya untuk kegiatan pengajian, tetapi juga sebagai sarana refleksi, koordinasi, evaluasi, dan penguatan gerakan.
“Kajian bulanan ini jangan hanya dimaknai sebagai kegiatan rutin. Jadikan forum ini sebagai ruang untuk saling menguatkan, mengevaluasi langkah yang sudah dilakukan, dan menyusun gerakan bersama agar setiap unit dapat berkembang secara beriringan,” jelasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala TK Aisyiyah PK Sambi Mulyati, Kepala SD Muhammadiyah PK Sambi Murni Hidayati, Kepala SMP Muhammadiyah Manafiul Ulum Muh. Ahmad Yasin, serta segenap guru SMA Muhammadiyah Manafiul Ulum.
Kajian bulanan AUM ini diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu mempererat ukhuwah, menyatukan langkah, dan menghidupkan budaya kolaborasi di lingkungan PonpesMu Manafiul Ulum Sambi.
Melalui sinergi yang semakin kuat, seluruh AUM di bawah PonpesMu Manafiul Ulum Sambi diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang mencerahkan, melahirkan generasi berkarakter, serta memberikan kontribusi nyata dalam membangun negeri. (Sofyan)
Baca juga: Prodi Ilmu Komunikasi UNISRI Kenalkan Laboratorium kepada Mahasiswa Baru 2026
Pendidikan
![]() |
| Mahasiswa baru diajak berkeliling sekaligus mencoba secara langsung berbagai fasilitas laboratorium yang dimiliki Prodi Ilmu Komunikasi UNISRI. |
Prodi Ilmu Komunikasi UNISRI Kenalkan Laboratorium kepada Mahasiswa Baru 2026
Solo – majalahlarise.com – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar kegiatan pengenalan laboratorium bagi mahasiswa baru angkatan 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kampus I UNISRI, Kamis (10/9/2026), tersebut bertujuan memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa mengenai berbagai fasilitas penunjang praktik yang akan digunakan selama perkuliahan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru diajak berkeliling sekaligus mencoba secara langsung berbagai fasilitas laboratorium yang dimiliki Prodi Ilmu Komunikasi UNISRI. Fasilitas tersebut meliputi Laboratorium Broadcasting, Laboratorium Jurnalistik, Laboratorium Advertising, dan Laboratorium Public Relations.
Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UNISRI, Buddy Riyanto, S.I.Kom., M.I.Kom., menjelaskan pengenalan laboratorium sejak awal perkuliahan penting untuk membangun pemahaman mahasiswa mengenai pembelajaran berbasis praktik.
“Laboratorium adalah ruang praktik bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi. Melalui fasilitas ini mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung praktik membuat konten, siaran, produksi video, hingga simulasi kegiatan PR. Di era digital saat ini, kemampuan praktik sangat dibutuhkan agar lulusan kami siap kerja dan siap bersaing di industri media, creative industry, maupun dunia corporate,” jelasnya.
Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai peralatan broadcasting, seperti kamera, lighting, serta software editing. Mereka mendapatkan gambaran mengenai proses produksi konten untuk media sosial dan podcast, sekaligus mempraktikkan teknik dasar public speaking di studio.
Menurut Buddy Riyanto, penguatan keterampilan praktik menjadi salah satu perhatian Prodi Ilmu Komunikasi UNISRI untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan industri komunikasi yang terus berkembang.
“Kami ingin mahasiswa sejak semester awal sudah terbiasa dengan tools dan workflow di dunia kerja. Dengan begitu ketika magang maupun lulus nanti, mereka sudah memiliki portofolio dan pengalaman praktik yang cukup,” tambahnya.
Antusiasme mahasiswa baru terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya, mengamati proses kerja, serta mencoba sejumlah peralatan yang tersedia di laboratorium.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa baru lebih siap mengikuti mata kuliah berbasis praktik sekaligus mendorong mereka menghasilkan karya komunikasi yang kreatif dan berdampak.
Program Studi Ilmu Komunikasi UNISRI mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam bidang jurnalistik, broadcasting, public relations, periklanan, dan komunikasi digital. Dengan dukungan fasilitas laboratorium serta dosen praktisi, Prodi Ilmu Komunikasi UNISRI berkomitmen mencetak lulusan komunikator yang profesional dan berkarakter. (Sofyan)
Baca juga: CSR Inklusi Dorong Dunia Usaha Bangun Ekosistem Seni Disabilitas Berkelanjutan
Komunitas
![]() |
| Batman saat ikut periksa kesehatan gigi. |
Batman Pun Sakit Gigi, Sanggar Bhineka Gelar Pemeriksaan dan Pengobatan Gigi Gratis
SUKOHARJO – majalahlarise.com – Ada yang menarik dalam kegiatan memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional di Sanggar Bhineka Kabupaten Sukoharjo. Sejumlah relawan tampil mengenakan kostum superhero, mulai dari Batman hingga Spiderman, untuk mendampingi anak-anak yatim dan duafa menjalani pemeriksaan serta pengobatan gigi gratis.
Kegiatan bertajuk “Kesehatan Gigi Milik Semua Anak Indonesia” tersebut digelar Sanggar Bhineka pada Jumat (11/9/2026), sehari menjelang peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional yang jatuh pada 12 September. Kegiatan menghadirkan dokter gigi Rina Wahyu Utami dari Esem Dental Care beserta tim.
Sekitar 21 orang yang terdiri atas anak-anak yatim dan duafa murid Sanggar Bhineka serta guru dan relawan sanggar mengikuti pemeriksaan dan pengobatan gigi secara gratis.
Pendiri Sanggar Bhineka, Danar, mengatakan penggunaan kostum superhero sengaja dilakukan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan sekaligus mengurangi rasa takut anak saat menjalani pemeriksaan gigi.
![]() |
| Anak-anak yatim dan duafa murid Sanggar Bhineka serta guru dan relawan sanggar mengikuti pemeriksaan dan pengobatan gigi secara gratis. |
“Para relawan Sanggar Bhineka sengaja memakai kostum superhero supaya anak-anak tidak takut periksa gigi. Bahkan, jika ada yang perlu cabut gigi, ada anak yang sampai dipangku oleh Spiderman. Cara ini ternyata sungguh efektif,” ujar Danar.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kesetaraan akses kesehatan gigi bagi seluruh anak Indonesia, termasuk anak-anak yatim korban Covid-19 yang kehilangan orang tua.
“Kami menghadirkan dokter gigi ini untuk menyatakan kesetaraan kesehatan gigi adalah milik semua anak Indonesia, termasuk para anak yatim korban Covid-19. Karena mungkin setelah tidak memiliki orang tua akibat Covid-19, mereka kurang memperhatikan kesehatan giginya,” jelasnya.
Menariknya, para superhero yang bertugas mendampingi anak-anak ternyata tidak luput dari pemeriksaan. Danar yang mengenakan kostum Batman juga ikut diperiksa kondisi giginya. Hasilnya cukup mengejutkan karena beberapa giginya mengalami kerusakan dan berlubang.
Batman pun ternyata bisa sakit gigi. Momen tersebut menjadi bagian menarik dalam kegiatan yang dikemas dengan suasana ceria agar anak-anak tidak lagi menganggap pemeriksaan gigi sebagai sesuatu yang menakutkan.
Dokter gigi Rina Wahyu Utami, pemilik Esem Dental Care, mengatakan kegiatan tidak hanya berupa pemeriksaan dan pengobatan, tetapi diawali dengan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
“Hari ini selain pemeriksaan gigi dan pengobatan gigi, kami juga memberikan edukasi tentang kesehatan gigi terlebih dahulu. Tadi beberapa anak ada yang perlu dilakukan pencabutan gigi dan pengobatan karena giginya rusak dan berlubang. Salah satu penyebabnya karena banyak yang sering mengonsumsi makanan manis secara berlebihan,” ungkapnya.
Rina berharap edukasi yang diberikan dapat membuat anak-anak memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak dini, termasuk membatasi konsumsi makanan dan minuman manis serta rutin memeriksakan gigi.
Salah satu peserta, Fahri, 9 tahun, anak yatim korban Covid-19, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan sudah lama tidak memeriksakan giginya sejak ayahnya meninggal dunia akibat Covid-19.
“Sudah lama sekali saya tidak periksa gigi sejak ayah meninggal karena Covid-19. Dulu ayah suka menemani Fahri saat periksa ke dokter gigi. Hari ini Fahri senang sekali karena ternyata gigi Fahri lumayan sehat,” tuturnya.
Kegembiraan juga dirasakan Alka, anak duafa yang tinggal di lingkungan sekitar Sanggar Bhineka. Ia sempat merasa takut sebelum menjalani pemeriksaan karena mengira akan langsung disuntik.
“Awalnya takut karena saya kira nanti disuntik. Saya takut jarum suntik. Ternyata tidak seperti yang saya bayangkan,” ujar Alka.
Danar menambahkan, kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gigi gratis tersebut akan menjadi kegiatan yang dilakukan secara rutin oleh Sanggar Bhineka.
“Kegiatan ini akan rutin dilaksanakan oleh Sanggar Bhineka supaya adik-adik murid sanggar sehat semua,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Perkuat Karakter dan Kolaborasi, Murid Kelas III SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Field Trip Edukatif
Pendidikan
![]() |
| Setiap murid merasakan pengalaman sensorik menginjakkan kaki di atas lumpur dengan memegang alat bajak tradisional. |
Perkuat Karakter dan Kolaborasi, Murid Kelas III SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Field Trip Edukatif
Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 81 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan field trip edukatif di Ledok Sambi Ecopark, Pakem, Sleman, Rabu (9/9/2026).
Mengusung tema "Synergy in Nature: Connect, Collaborate, Conquer", kegiatan luar ruangan ini dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran akademis dengan penguatan karakter berbasis alam. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiental learning), para murid diajak untuk mengobservasi langsung ekosistem alam sekitar. Suasana alam lereng Gunung Merapi yang asri menjadi media efektif dalam mengasah daya kritis, merangsang imajinasi, sekaligus menyegarkan kembali motivasi belajar murid.
Koordinator tim kelas III, Lusia Wahyu Purbowati, menyampaikan field trip ini bukan sekadar rekreasi visual, melainkan pembelajaran holistik yang mengaitkan ilmu sains, kepekaan sosial, dan kepedulian ekologis para murid.
"Melalui tema Synergy in Nature, kami ingin mendorong para murid untuk saling terhubung (connect), membangun kerja sama yang solid (collaborate), serta mampu mengatasi berbagai tantangan (conquer) dalam kelompok kecil. Aktivitas di alam terbuka juga melatih murid berkomunikasi secara efektif dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama maupun lingkungan," terangnya.
Kegiatan inti field trip diawali dengan pembagian empat kelompok besar, setiap kelompok akan didampingi dua fasilitator dari Tim Ledok Sambi. Secara bergiliran setiap kelompok akan menjajal empat permainan utama yang ditawarkan. Petualangan pertama diawali dengan wahana bajak sawah, setiap murid akan merasakan pengalaman sensorik menginjakkan kaki di atas lumpur dengan memegang alat bajak tradisional.
Salah satu peserta field trip, Labibah merasa senang sekaligus terharu dapat mempraktikan proses awal penanaman padi.
"Ternyata nasi yang dihidangkan di atas meja makan kita membutuhkan proses yang panjang dalam pengolahannya, salute untuk para petani Indonesia," ucapnya.
Petualangan para murid berlanjut melalui wahana flying fox, kegiatan ini menjadi sarana untuk menguji ketangkasan, mengikis rasa takut, memupuk keberanian diri serta membangun kepercayaan potensi diri para murid. Kemeriahan berlanjut di arena simulasi strategi melalui permainan gelgun. Dalam permainan ini, setiap murid dilatih untuk fokus pada target, mengambil keputusan cepat di bawah tekanan serta mengeksekusi koordinasi taktis bersama anggota kelompoknya secara sportif.
Tak kalah seru, kekompakan tiap kelompok kembali diuji di atas permukaan air melalui aktivitas kano dan kayak. Tujuan permainan ini untuk melatih keseimbangan tubuh, irama gerak yang selaras serta komunikasi terarah agar kano tetap melaju stabil ke titik tujuan. Tantangan permainan terakhir yang dicoba para murid yaitu menginjak angka berurutan (keypunch), seluruh anggota kelompok harus berdiskusi secara cepat dan menyusun strategi supaya bisa melangkah presisi untuk menyelesaikan misi tanpa melakukan kesalahan prosedur.
Rangkaian kegiatan field trip ditutup dengan sesi refleksi bersama Tim Ledok Sambi dan guru pendamping. Tak hanya itu, sebelum berpamitan seluruh murid kelas III SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo mendapatkan merchandise berupa tumbler dengan harapan dapat digunakan untuk bekal ke sekolah sebagai bentuk cinta lingkungan dan upaya mengurangi penggunaan botol sekali pakai. (Sofyan)
Baca juga: HILLSI Wonogiri Gandeng Univet Bantara Tingkatkan Kompetensi Lulusan LPK
Pendidikan
Gandeng Dinkes Wonogiri, Mahasiswa KKN Non-Reguler Kesmas Univet Bantara Dampingi 120 Pelaku IRTP Raih SPP-IRT
Wonogiri - majalahlarise.com - Tim mahasiswa Kelompok 2 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Non-Reguler Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo bersinergi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri menggelar Penyuluhan Keamanan Pangan dan pendampingan Sertifikasi Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut dipusatkan di Resto Jawi, Wonogiri. Sebanyak 120 pelaku usaha mikro industri rumah tangga pangan (IRTP) mengikuti kegiatan yang dibagi menjadi dua angkatan. Angkatan pertama berlangsung pada 10-11 Agustus 2026, sedangkan angkatan kedua dilaksanakan pada 12-13 Agustus 2026.
Program tersebut melibatkan lima mahasiswa, yakni Anang Wahyu Nugroho, Herlindawati Kumaladewi, Fhiki Ratih, Ike Widyastuti, dan Herni Purwanti, dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Nur Ani, S.K.M., M.K.K.K.
![]() |
| Kegiatan praktik cuci tangan. |
Mahasiswa pelaksana program, Anang Wahyu Nugroho, menjelaskan sinergi dengan Dinkes Wonogiri memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai keamanan pangan sekaligus proses pemenuhan persyaratan administrasi untuk memperoleh SPP-IRT.
"Lewat sinergi dua angkatan ini, kami mendampingi pelaku usaha industri rumah tangga pangan dari pemenuhan administrasi hingga alur pendaftaran digital agar mereka segera mengantongi izin edar SPP-IRT," ujar Anang Wahyu Nugroho.
Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan industri rumah tangga pangan. Anang Wahyu Nugroho menyampaikan materi Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT).
Herlindawati Kumaladewi memberikan materi mengenai penggunaan bahan tambahan pangan serta persyaratan kemasan, label, dan iklan pangan. Sementara Fhiki Ratih memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).
Materi penerbitan Sertifikasi Pemenuhan Komitmen Produk Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) disampaikan Ike Widyastuti. Adapun Herni Purwanti memberikan materi mengenai keamanan, mutu, dan regulasi pangan serta teknologi proses pengolahan pangan.
Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, Nur Hidayati, S.Si., Apt., MM., selaku Penata Kelola Layanan Kesehatan, menyambut positif program pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN Non-Reguler Kesmas Univet Bantara.
Menurutnya, pendampingan secara langsung di tingkat pelaku usaha membantu mempercepat pemahaman dan proses pemenuhan persyaratan izin edar bagi produk pangan industri rumah tangga. Legalitas tersebut penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memastikan produk pangan yang beredar memenuhi aspek keamanan.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai regulasi pangan, tetapi juga membekali pelaku usaha dengan pengetahuan praktis terkait proses produksi, kebersihan, penggunaan bahan tambahan pangan, kemasan, pelabelan, hingga proses pendaftaran melalui sistem digital OSS.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Non-Reguler Prodi Kesehatan Masyarakat Univet Bantara berharap semakin banyak pelaku usaha IRTP di Wonogiri yang memiliki legalitas usaha dan izin edar SPP-IRT. Legalitas produk diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen, mendorong pengembangan usaha, serta memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi daerah. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...















