GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Tim kreatif PERSIS Solo melakukan kunjungan ke Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta. |
PERSIS Solo Jajaki Kerja Sama dengan DKV ISI Surakarta, Dorong Kolaborasi Industri Kreatif dan Pendidikan
Surakarta - majalahlarise.com - Tim kreatif PERSIS Solo melakukan kunjungan ke Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta sebagai langkah awal menjalin kolaborasi dan kerja sama dalam pengembangan desain komunikasi visual yang berkaitan dengan pengelolaan sepak bola profesional. Kunjungan berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Gedung Dekanat FSRD ISI Surakarta Kampus Mojosongo, Kamis (18/6/2026).
Rombongan PERSIS Solo dipimpin Head of Creative Division PERSIS Solo, Muhammad Ilyas. Kehadiran tim kreatif klub kebanggaan Kota Bengawan tersebut diterima langsung oleh Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta, M. Harun Rosyid Ridlo, didampingi sejumlah dosen DKV.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan berbagai peluang kerja sama yang dinilai strategis untuk dikembangkan. Sejumlah program yang menjadi bahan pembahasan antara lain program magang mahasiswa, riset, pengabdian kepada masyarakat, integrasi pembelajaran dengan dunia industri, kuliah umum, hingga pemanfaatan layanan bisnis yang dimiliki ISI Surakarta.
Head of Creative Division PERSIS Solo, Muhammad Ilyas, menjelaskan kunjungan ini merupakan langkah awal untuk membangun sinergi antara dunia industri olahraga profesional dengan kalangan akademisi, khususnya ISI Surakarta.
"Kunjungan awal ini menjadi bagian dari upaya kami untuk membangun kolaborasi dengan akademisi, khususnya ISI Surakarta, sehingga ke depan dapat tercipta berbagai program bersama yang saling mendukung," ujar Muhammad Ilyas.
Sementara itu, Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta, M. Harun Rosyid Ridlo, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan PERSIS Solo. Menurutnya, terdapat banyak potensi kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
"Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini karena ada banyak potensi kerja sama yang dapat dijalin dan menguntungkan kedua pihak. Mulai dari program magang, integrasi mata kuliah dengan industri, kuliah umum, hingga pemanfaatan layanan bisnis ISI Surakarta," jelas M. Harun Rosyid Ridlo.
Ia berharap, pertemuan perdana tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui berbagai program konkret yang melibatkan mahasiswa dan dosen, sehingga kolaborasi antara dunia akademik dan industri kreatif olahraga dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Kami berharap kunjungan awal ini dapat diwujudkan dalam beragam program yang melibatkan mahasiswa dan dosen," pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: MIM Derasan Gelar Parenting Wali Murid Baru, Teguhkan Peran Anak sebagai Investasi Dunia dan Akhirat
Pendidikan
![]() |
| Kegiatan Parenting bagi Wali Murid Baru Tahun Pelajaran 2026/2027 di aula sekolah. |
MIM Derasan Gelar Parenting Wali Murid Baru, Teguhkan Peran Anak sebagai Investasi Dunia dan Akhirat
Boyolali - majalahlarise.com - MI Muhammadiyah (MIM) Derasan Andong Boyolali menyelenggarakan kegiatan Parenting bagi Wali Murid Baru Tahun Pelajaran 2026/2027 di aula sekolah, Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini diikuti para orang tua dan wali murid baru sebagai upaya memperkuat sinergi antara keluarga dan madrasah dalam mendidik generasi Islami yang berakhlak mulia serta berprestasi.
Kepala MIM Derasan, Sisyanto, S.Pd.I, membuka kegiatan dengan menyampaikan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan proses pembelajaran di madrasah, tetapi juga oleh pendampingan dan keteladanan yang diberikan keluarga di rumah. Pada kesempatan tersebut, Sisyanto juga menyampaikan MIM Derasan saat ini meluncurkan program khusus untuk mendukung penguatan karakter dan prestasi peserta didik.
“Madrasah dan keluarga adalah dua pilar yang harus berjalan seiring. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, insyaallah anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Sisyanto.
Sesi utama menghadirkan Ust. Pujiono dari Tim Diklat Kepala Sekolah dan Penjamin Mutu Sekolah Muhammadiyah (Diksuspala) yang menyampaikan materi bertema “Anak Investasi Dunia Akhirat Orang Tua”. Dalam pemaparannya, ia mengajak para wali murid memandang anak sebagai amanah sekaligus investasi terbaik yang manfaatnya tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga menjadi bekal di akhirat.
Ust. Pujiono menjelaskan investasi paling berharga bagi orang tua bukanlah harta benda, melainkan anak yang saleh dan salehah. Anak yang dibekali iman, ilmu, dan akhlak yang baik akan menjadi sumber kebahagiaan keluarga sekaligus menghadirkan pahala yang terus mengalir melalui doa dan amal kebaikannya.
“Banyak orang tua sibuk menyiapkan warisan untuk anak, tetapi lupa menyiapkan anak yang mampu menjaga warisan iman dan akhlaknya. Padahal anak yang saleh adalah investasi paling berharga yang manfaatnya akan terus dirasakan hingga akhirat,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan pentingnya membangun budaya ibadah di lingkungan keluarga, membiasakan komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak, serta menghadirkan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah dan diperkuat melalui lingkungan sekolah yang positif.
Kegiatan parenting berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari wali murid terkait pola asuh, pendidikan karakter, hingga pendampingan anak di era digital. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan yang berlangsung hingga selesai.
Melalui kegiatan ini, MIM Derasan berharap hubungan antara madrasah dan orang tua semakin erat sehingga mampu bersama-sama mengantarkan peserta didik menjadi generasi unggul dalam prestasi, kuat dalam akidah, serta berakhlak mulia.
“Anak adalah investasi dunia akhirat. Ketika orang tua dan sekolah berjalan bersama, maka akan lahir generasi terbaik yang menjadi kebanggaan keluarga, agama, dan bangsa,” pesan Ust. Pujiono saat menutup kegiatan parenting. (Sofyan)
Baca juga: Isi Jeda PSAT, 60 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Perdalam Hafalan lewat Daurah Al-Qur'an Intensif
Pendidikan
![]() |
| Murid kelas IV dan V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti Daurah Al-Qur'an. |
Isi Jeda PSAT, 60 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Perdalam Hafalan lewat Daurah Al-Qur'an Intensif
Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 60 murid kelas IV dan V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti Daurah Al-Qur'an untuk mengisi jeda setelah pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT). Program pelatihan intensif tahfiz tersebut dipusatkan di Ruang Haji Muhtadi sekolah setempat selama tiga hari, Rabu–Jumat (17–19/6/2026), mulai pukul 07.30 hingga 16.30 WIB.
Kepala Urusan Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba), Tati Kuraesin, mengatakan pendampingan selama tiga hari difokuskan pada perbaikan tajwid serta pembenahan makharijul huruf agar murid mampu membaca Al-Qur'an secara benar dan fasih.
"Langkah strategis ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen sekolah dalam mencetak generasi ulul albab yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dan spiritual yang kuat dengan Al-Qur'an. Untuk mendukung kelancaran program, sekolah menghadirkan enam guru tahfiz profesional serta enam guru Pendidikan Al Islam pada setiap jenjang kelas," ujarnya.
Pada hari pertama, Rabu (17/6/2026), kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh ketua panitia, dan pembagian kartu hafalan. Target hafalan difokuskan pada Surah An-Naba hingga Surah Al-A'la. Sementara itu, materi tahsin disampaikan secara klasikal dengan pembahasan hukum tajwid nun sukun serta dasar-dasar makharijul huruf.
Memasuki sesi siang, peserta mengikuti metode pembelajaran Murajaah Relay agar proses menghafal berlangsung lebih interaktif dan menyenangkan. Melalui permainan estafet, murid saling menyambung bacaan ayat Al-Qur'an yang sedang dihafalkan. Metode tersebut dinilai efektif melatih kerja sama, konsentrasi, dan ketepatan hafalan. Hari pertama ditutup dengan penyetoran hafalan kepada guru tahfiz masing-masing kelompok.
Pada hari kedua, Kamis (18/6/2026), kegiatan diawali dengan pembiasaan Salat Duha berjemaah. Target hafalan meliputi Surah Al-Ghasyiyah hingga Surah Al-'Adiyat. Materi tahsin kemudian ditingkatkan dengan pembahasan berbagai hukum mad, seperti mad thabi'i, mad wajib muttasil, mad jaiz munfasil, mad 'iwad, mad layyin, dan mad 'aridh lissukun.
Di sela waktu istirahat, peserta mengikuti sesi ice breaking untuk menjaga semangat belajar. Panitia juga menghadirkan permainan edukatif bernuansa Islami sebagai sarana mengukur pemahaman materi. Hari kedua ditutup dengan kegiatan ziyadah atau penambahan hafalan baru.
Hari ketiga, Jumat (19/6/2026), menjadi puncak pelaksanaan Dauroh Al-Qur'an. Target hafalan difokuskan pada Surah Al-Qari'ah hingga Surah An-Nas. Materi tahsin membahas ayat-ayat muqatha'ah yang terdapat pada awal beberapa surah dalam Al-Qur'an. Menjelang siang, seluruh peserta mengikuti ujian hafalan yang dipandu tim penguji dari guru tahfiz.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan kepada peserta terbaik atas kerja keras, kedisiplinan, dan ketekunan selama mengikuti kegiatan. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi agar para murid terus menjaga dan menambah hafalan Al-Qur'an selama libur kenaikan kelas.
Salah satu peserta Daurah Al-Qur'an, Kenshin Akira Ryuzaki Adhiera, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
"Ini pengalaman pertama saya mengikuti Dauroh Al-Qur'an. Saya senang bisa mengisi jeda setelah PSAT dengan kegiatan yang bermanfaat. Semoga target hafalan saya tahun ini tercapai dan saya bisa segera menambah hafalan surah-surah baru," tuturnya. (Sofyan)
Baca juga: Meriah, Pengambilan Rapor SMPN 2 Giritontro Disulap Jadi Panggung Kreativitas dan Market Day Siswa
![]() |
| Penampilan tari tradisional oleh para siswa. |
Meriah, Pengambilan Rapor SMPN 2 Giritontro Disulap Jadi Panggung Kreativitas dan Market Day Siswa
Wonogiri - majalahlarise.com - Suasana berbeda mewarnai kegiatan pengambilan rapor akhir semester Tahun Ajaran 2025/2026 di SMP Negeri 2 Giritontro, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (20/6/2026). Momentum pembagian hasil belajar siswa dikemas secara meriah melalui berbagai penampilan seni serta Market Day yang melibatkan seluruh peserta didik.
Sejak pagi, halaman sekolah dipadati orang tua dan wali murid yang hadir untuk mengambil rapor. Mereka disuguhi beragam pentas seni, mulai dari penampilan karawitan, tari tradisional, solo vokal, hingga drama kolosal yang berhasil memukau para tamu. Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan Market Day yang menampilkan aneka makanan, minuman, serta berbagai hasil kreativitas siswa sebagai implementasi pembelajaran kewirausahaan di sekolah.
Sebelum pengambilan rapor dimulai, seluruh warga sekolah melaksanakan Apel Akhir Semester Tahun Ajaran 2025/2026 yang diikuti seluruh siswa, bapak dan ibu guru, serta tenaga kependidikan. Apel berlangsung khidmat sebagai penutup rangkaian pembelajaran selama satu semester. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat menyongsong tahun ajaran baru.
![]() |
| Market Day yang menampilkan aneka makanan, minuman, serta berbagai hasil kreativitas siswa. |
Koordinator kegiatan, Marsudhi Wibowo, S.H., menjelaskan kegiatan tersebut sengaja dirancang agar pengambilan rapor menjadi lebih bermakna sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk menampilkan potensi terbaik mereka.
"Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan suasana yang menyenangkan bagi orang tua saat mengambil rapor. Selain mengetahui perkembangan akademik putra-putrinya, mereka juga dapat menyaksikan secara langsung bakat, kreativitas, serta karakter siswa yang berkembang melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan pembelajaran di sekolah. Market Day juga menjadi sarana melatih jiwa kewirausahaan, kerja sama, dan tanggung jawab siswa," ungkap Marsudhi.
Plt. Kepala SMP Negeri 2 Giritontro, Ahsani Nugroho, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi seluruh panitia, guru, siswa, dan orang tua yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari perkembangan karakter dan keterampilan peserta didik.
"Pendidikan tidak hanya diukur dari nilai yang tertulis di dalam rapor, tetapi juga dari tumbuhnya karakter, kreativitas, keberanian, dan kemampuan bekerja sama. Kami berharap kegiatan seperti ini semakin mempererat sinergi antara sekolah dengan orang tua dalam mendukung perkembangan peserta didik secara utuh. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan berlangsung lancar, meriah, dan penuh makna," tutur Ahsani.
Melalui kegiatan tersebut, SMP Negeri 2 Giritontro kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan sekolah yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan bakat, seni, budaya, karakter, serta jiwa kewirausahaan peserta didik. (Sofyan)
Baca juga: Pinarak Market Resmi Diluncurkan, Perkuat Kolaborasi UMKM dan Ekonomi Kreatif Solo Raya
Pendidikan
![]() |
| Narasumber Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum saat menyampaikan materi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) bagi para dosen pengajar. |
Pelatihan Kurikulum OBE di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Univet Bantara, Dosen Perkuat Penyusunan CPL dan CPMK untuk Tingkatkan Mutu Lulusan
Sukoharjo - majalahlarise.com - Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Pelatihan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) bagi para dosen pengajar, Jumat (19/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di SFA Solo Baru ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, yang juga dikenal sebagai penggiat literasi Arfuzh Ratulisa dan DIKLISA.
Pelatihan diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus menyesuaikan rancangan pembelajaran berbasis luaran agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman.
Kaprodi PBI FKIP Univet Bantara, Giyatmi, M.A., menjelaskan materi pelatihan difokuskan pada peningkatan pemahaman dosen dalam penyusunan dan peninjauan dokumen akademik melalui penguatan pengetahuan terkait kurikulum berbasis OBE. Menurutnya, pemahaman mengenai Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) menjadi fondasi penting dalam menyusun kurikulum yang sistematis dan terarah.
![]() |
| Narasumber Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum saat foto bersama dengan Kaprodi PBI Giyatmi, M.A., dan para dosen PBI. |
“Kami bermaksud mencari pemahaman dan pengetahuan. Mungkin beberapa bagian sudah kami siapkan, tetapi ada beberapa titik yang belum mampu kami pahami sehingga ingin belajar, misalnya terkait CPL dan CPMK,” ujar Giyatmi.
Ia juga mengajak seluruh peserta aktif berdiskusi selama kegiatan berlangsung. “Mohon maaf kalau nanti kami banyak bertanya, karena kami ingin benar-benar paham,” tambahnya.
Ketua Panitia, Dr. Nunun Tri W., M.Hum., dalam laporannya menyampaikan tuntutan dunia pendidikan tinggi mengharuskan perguruan tinggi terus melakukan pembenahan, termasuk dalam penerapan kurikulum. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Univet Bantara memandang perlu melakukan penyesuaian sistem pendidikan yang berorientasi pada capaian pembelajaran yang jelas, terukur, dan relevan dengan kebutuhan pemangku kepentingan.
“Melalui workshop ini kami berharap seluruh dosen PBI FKIP Univet Bantara memiliki pemahaman yang sama mengenai implementasi OBE sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pembelajaran, akreditasi program studi, serta menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.
Ia menambahkan workshop ini juga diarahkan untuk menyusun dan merevisi RPS berbasis OBE serta merumuskan Program Learning Outcomes yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Sementara itu, Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. memaparkan pentingnya penguatan kompetensi bahasa Inggris melalui pembiasaan dan pengalaman nyata agar lulusan memiliki daya saing global. Menurutnya, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris memiliki peluang besar untuk berkiprah di tingkat internasional, termasuk menjadi pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
“Kalau teman-teman yang punya bahasa Inggris yang kuat, yang mumpuni, sebenarnya punya ruang. Setiap tahun dibuka peluang mengajar BIPA di berbagai negara. Kenapa kita tidak mengambil ruang-ruang itu?” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Rohmadi menjelaskan konsep Outcome-Based Education sebagai pendekatan pendidikan yang berorientasi pada hasil atau luaran pembelajaran. Ia mengingatkan setiap proses perkuliahan harus menghasilkan perubahan dan kompetensi nyata pada mahasiswa.
“Kalau lulus satu perkuliahan, kami dapat apa? Kalau tidak ada perubahan sama sekali dan tidak ada yang dihasilkan, mending berhenti kuliah saja,” ujarnya.
Prof. Rohmadi juga menyoroti pembelajaran bahasa Inggris yang masih terlalu teoritis dan kurang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa. Ia mendorong agar mahasiswa lebih banyak dilibatkan dalam praktik nyata sehingga kemampuan berbahasa berkembang secara optimal.
“Ngajarin bahasa Inggris tetapi ngajarnya pakai bahasa Indonesia, itu yang harus diperbaiki. Mahasiswa harus dibiasakan praktik langsung sampai benar-benar bisa,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong program studi melakukan inovasi kurikulum dengan membuka peluang karier yang lebih luas bagi lulusan. Selain menjadi guru, lulusan Pendidikan Bahasa Inggris dinilai memiliki peluang di bidang jurnalistik, penyiaran, penyuntingan, penerjemahan, hingga edupreneurship.
“Tidak ada orang tua yang menyekolahkan anaknya supaya setelah lulus tidak bekerja. Semua berharap anaknya punya pekerjaan dan masa depan yang baik,” katanya.
Pada sesi penutup, Rohmadi menjelaskan penyusunan kurikulum OBE harus diawali dengan analisis kebutuhan masyarakat, dunia industri, pengguna lulusan, serta alumni. Profil lulusan kemudian diturunkan menjadi CPL, CPMK, hingga kegiatan pembelajaran yang konkret. Ia juga menjelaskan pentingnya penerapan metode pembelajaran berbasis kasus dan proyek agar mahasiswa memperoleh pengalaman nyata selama proses studi.
“OBE bukan sekadar konsep teoretik. Mahasiswa harus diberi pengalaman belajar yang langsung menghasilkan karya dan proyek nyata. Dari situlah kompetensi mereka terbentuk,” pungkasnya. (Sofyan)
Komunitas
![]() |
| Perwakilan dari Walikota Surakarta Respati Ardi disampaikan oleh Kadis Perdagangan Surakarta Arif Handoko, S.Sos. MH. |
Pinarak Market Resmi Diluncurkan, Perkuat Kolaborasi UMKM dan Ekonomi Kreatif Solo Raya
Surakarta - majalahlarise.com - Pinarak Market resmi diluncurkan sebagai ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM, ekonomi kreatif, komunitas, dan masyarakat untuk bertumbuh bersama melalui promosi, edukasi, serta pengembangan kapasitas usaha. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Paguyuban UMKM Soloraya (PUS) dan Hotel Dana Permai Surakarta dengan dukungan Pemerintah Kota Surakarta dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM lokal.
Peluncuran Pinarak Market yang berlangsung di Hotel Dana Surakarta, Jumat (19/6/2026), dihadiri Wali Kota Surakarta diwakili Kepala Dinas Perdagangan Surakarta Arif Handoko, S.Sos, MH, Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta Maretha Dinar Cahyono, S.E., M.M., Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Surakarta Agung Riyadi, S.Sos., S.H., M.M., pelaku UMKM, komunitas kreatif, serta masyarakat umum.
Mengusung tema “Monggo Pinarak, Tumbuh Bersama”, Pinarak Market hadir sebagai wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mempromosikan produk, memperluas jejaring, serta meningkatkan kapasitas usaha melalui berbagai kegiatan edukatif dan kolaboratif. Pada penyelenggaraan perdana, kegiatan ini melibatkan 33 pelaku UMKM dari sektor craft, fashion, kuliner, aromaterapi, dan berbagai produk kreatif lainnya.
Ketua Partguyuban UMKM Soloraya (PUS), Iman Buhairi Santoso, menjelaskan Pinarak Market tidak hanya menjadi tempat transaksi produk, tetapi juga ruang kolaborasi yang memberi nilai tambah bagi pelaku usaha lokal.
![]() |
| Ketua Partguyuban UMKM Soloraya (PUS), Iman Buhairi Santoso saat menyampaikan sambutan. |
“Pinarak Market bukan sekadar tempat berjualan, tetapi ruang kolaborasi, pembelajaran, dan pengembangan usaha. Kami ingin mendorong UMKM Solo Raya agar semakin kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing yang kuat sehingga mampu berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Berbagai kegiatan turut memeriahkan peluncuran Pinarak Market, di antaranya workshop pembuatan parfum, fashion show batik anak, penampilan tari modern anak, hingga pertunjukan musik tradisional Jawa yang menghadirkan nuansa budaya khas Surakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menggabungkan promosi produk UMKM dengan penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Komisaris Hotel Dana Permai Surakarta, Osrinita Oesman, menjelaskan kolaborasi menjadi kunci penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan berkelanjutan.
“Kami percaya kemajuan UMKM akan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan identitas budaya lokal. Melalui Pinarak Market, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung dan bertumbuh bersama,” kata Osrinita Oesman.
Ke depan, Pinarak Market akan diselenggarakan secara berkala dengan menghadirkan berbagai program pengembangan kapasitas UMKM, seperti pelatihan penghitungan harga pokok produksi (HPP), visual merchandising, fotografi produk, pemasaran digital, pengembangan produk kreatif, hingga workshop berbasis potensi dan kearifan lokal. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM di Solo Raya.
Selain menjadi sarana promosi dan pemasaran, Pinarak Market juga diproyeksikan sebagai ruang pembinaan bagi pelaku UMKM yang memiliki produk unggulan dan identitas lokal yang kuat, mulai dari batik, kerajinan berbahan kayu dan bambu, produk aromaterapi, kuliner tradisional, hingga beragam karya ekonomi kreatif yang mencerminkan kekayaan budaya Solo Raya.
Melalui semangat kolaborasi, program ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Surakarta dan wilayah Solo Raya. (Sofyan)
Pendidikan
Gandeng Pakar UGM, Prodi Informatika UNISRI Perkuat Kurikulum AI, Software Engineering, dan Cybersecurity untuk Cetak Lulusan Siap Kerja
Surakarta - majalahlarise.com - Program Studi Informatika Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) serta kurikulum dengan menghadirkan akademisi dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Ir. Noor Akhmad Setiawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan penyelenggaraan Program Studi Informatika yang akan menerima mahasiswa angkatan pertama pada tahun akademik 2026/2027.
FGD yang berlangsung di Kampus UNISRI tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik UNISRI Ir. Saiful Bahri, M.Kom., Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNISRI Prof. Dr. Nanik Suhartatik, S.T.P., M.P., serta para dosen Program Studi Informatika. Forum ini difokuskan pada penguatan arah pengembangan program studi, penyusunan profil lulusan, capaian pembelajaran, dan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri digital yang terus berkembang.
Sebagai akademisi dan peneliti yang memiliki kepakaran di bidang Artificial Intelligence, Machine Learning, Soft Computing, Decision Support System, dan Information Engineering, Dr. Noor Akhmad Setiawan memberikan berbagai masukan strategis agar Program Studi Informatika UNISRI mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan tuntutan dunia kerja dan perkembangan teknologi masa depan.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik UNISRI Ir. Saiful Bahri, M.Kom., menjelaskan kehadiran Program Studi Informatika merupakan bentuk komitmen UNISRI dalam menjawab kebutuhan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi yang terus meningkat.
“Transformasi digital yang terjadi di berbagai sektor membuka peluang kerja yang sangat luas bagi lulusan Informatika. Mereka tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan teknologi, tetapi juga oleh instansi pemerintah, dunia pendidikan, perbankan, industri kreatif, startup, hingga sektor bisnis dan manufaktur yang kini semakin bergantung pada teknologi digital,” ujarnya.
Ia menjelaskan lulusan Program Studi Informatika UNISRI dipersiapkan memiliki kompetensi di bidang pengembangan perangkat lunak (software engineering), kecerdasan buatan (artificial intelligence), analisis data, keamanan siber (cybersecurity), jaringan komputer, cloud computing, serta pengembangan teknologi digital berbasis kebutuhan industri. Dengan bekal kompetensi tersebut, lulusan berpeluang berkarier sebagai Software Engineer, Data Analyst, AI Engineer, Cybersecurity Analyst, System Analyst, Network Engineer, Cloud Engineer, IT Consultant, maupun Technopreneur.
Sementara itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNISRI Prof. Dr. Nanik Suhartatik, S.T.P., M.P., menjelaskan kegiatan FGD menjadi momentum penting dalam membangun fondasi akademik Program Studi Informatika sejak awal pendiriannya. Menurutnya, penyusunan VMTS dan kurikulum harus mampu mengakomodasi perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta arah perkembangan teknologi global.
“Sebagai program studi baru, kami ingin memastikan VMTS dan kurikulum yang disusun benar-benar relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, dan arah pengembangan teknologi masa depan. Oleh karena itu, masukan dari pakar dan pemangku kepentingan sangat penting untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan program studi,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Informatika UNISRI diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta menghasilkan lulusan yang kompeten, inovatif, berkarakter, dan siap bersaing di era digital. FGD ini juga menjadi tonggak awal dalam membangun ekosistem pendidikan teknologi yang unggul di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi UNISRI, sekaligus memperkuat kesiapan kampus dalam mencetak talenta digital yang dibutuhkan dunia industri masa kini dan masa depan. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...










