Siswa kelas 8 dan 10 guru pendamping SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti program edutrip internasional ke Singapura dan Malaysia.


    Edutrip Singapura-Malaysia, 128 Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Asah Wawasan Global

    Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 128 siswa kelas 8 dan 10 guru pendamping SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti program edutrip internasional ke Singapura dan Malaysia selama 4 hari 3 malam (3-7/5/2026). Kegiatan ini untuk meningkatkan wawasan global dan pengalaman lintas budaya.

    Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah PK Kottabarat, Muhdiyatmoko, menyampaikan apresiasi atas sambutan dari International Islamic School Malaysia (IISM). Edutrip ini menjadi program unggulan di sekolah dan rutin dilaksanakan setiap tahun. “Kami mengajak ratusan siswa untuk berkunjung ke sekolah dalam rangkaian program belajar. Kami ingin belajar dan berdiskusi secara langsung dengan siswa-siswi di Malaysia. Kami yakin interaksi tersebut akan memberikan dampak positif bagi para siswa ke depannya,” ujarnya saat sambutan di IISM, Rabu (6/5/2026).

    Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan siswa dari Solo menuju Jakarta pada Minggu (3/5/2026). Selanjutnya, pada Senin (4/5/2026), rombongan bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Changi menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Setibanya di Singapura, siswa mengunjungi sejumlah destinasi ikonik, seperti Jewel Rain Vortex, Merlion Park, dan Gardens by the Bay, serta berbelanja di Bugis Street.

    Pada Selasa (5/5/2026), siswa mengikuti kegiatan edukasi di Marina Barrage. Di sana mereka belajar tentang pengelolaan air, teknologi lingkungan, dan pencegahan banjir. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Universal Studios Singapore sebelum melanjutkan perjalanan ke Malaysia. 

    Kunjungan edukasi berikutnya berlangsung pada Rabu (6/5/2026) di IISM. Kegiatan diawali dengan sambutan kedua pihak sekolah, dilanjutkan penampilan seni dari siswa, termasuk bela diri dari siswa Malaysia dan solo vokal lagu “Bengawan Solo” oleh siswa Indonesia. Kedua institusi juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk kerja sama pendidikan.

    Selama di IISM, para peserta edutrip mengikuti kegiatan belajar bersama selama 45 menit, termasuk diskusi, permainan edukatif, dan eksplorasi budaya Malaysia melalui wawancara. Sore harinya, siswa mengunjungi Genting Highlands dan menikmati wahana Genting Skyway. Pada hari terakhir, Kamis (7/5/2026), siswa mengunjungi sejumlah ikon Malaysia seperti Menara Kembar Petronas, Petrosains, Istana Negara, Putrajaya, serta Mitsui Outlet Park KLIA.

    Dua siswa peserta edutrip, Naura Prashanti dan Dinda Azra Yudanto, mengaku sangat terkesan dengan pengalaman yang didapat selama edutrip. “Kami sangat senang karena kegiatan yang kami ikuti sangat menarik. Di sana kami bisa bertemu teman-teman dari luar negeri. Semoga ini menambah semangat kami untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri,” ungkap mereka.

    Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi siswa untuk siap bersaing di tingkat global. Selain itu, diharapkan dapat membangun karakter mandiri dan adaptif terhadap dunia internasional. (Sofyan)


    Baca juga: SMAN 1 Manyaran Gelar Apel Kelulusan Siswa Kelas XII Penuh Haru dan Prestasi



    Satu Keluarga Wisuda Bareng Warnai Prosesi Wisuda Unisri Surakarta

    Surakarta - majalahlarise.com - Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar rapat senat terbuka wisuda sarjana angkatan ke-80 dan wisuda magister angkatan ke-41 di The Sunan Hotel Solo, Kamis (7/5/2026). Prosesi wisuda Periode I Tahun 2026 tersebut berlangsung lancar dengan diikuti sebanyak 453 lulusan dari berbagai program studi dan fakultas. Dalam momentum wisuda kali ini, sejumlah kejadian istimewa turut mewarnai suasana haru dan bahagia para wisudawan beserta keluarga.

    Salah satu kisah yang menarik perhatian yakni adanya lima orang dari satu keluarga yang berhasil menyelesaikan pendidikan pascasarjana secara bersamaan di Unisri. Mereka adalah Matnuri MAP, Kombes Rizki Ferdiansyah MH, Arga Yuna Nurindrawan MH, Kinanti Weningsari MH, dan Pangestihka Normalasari MH. Selain itu, terdapat pula pasangan suami istri yang wisuda magister bersama serta tiga wisudawati yang tepat berulang tahun pada tanggal 7 Mei saat prosesi wisuda berlangsung.

    Matnuri MAP saat ditemui awak media usai wisuda menyampaikan awalnya tidak ada rencana khusus untuk kuliah bersama keluarga. Namun setelah dirinya lebih dahulu mendaftar di Unisri, anggota keluarga lainnya akhirnya ikut melanjutkan studi di kampus tersebut. 

    Satu keluarga berhasil menyelesaikan pendidikan pascasarjana secara bersamaan di Unisri yaitu Matnuri MAP, Kombes Rizki Ferdiansyah MH, Arga Yuna Nurindrawan MH, Kinanti Weningsari MH, dan Pangestihka Normalasari MH. 


    Menurutnya, perkembangan kampus yang baik, lokasi strategis, serta biaya pendidikan yang terjangkau menjadi alasan memilih Unisri. “Semangat belajar saya tetap 17 tahun. Saya ingin memberi contoh kepada anak-anak bahwa belajar itu penting dan jangan pernah berhenti belajar,” tuturnya.

    Matnuri memiliki latar belakang profesi yang beragam mulai dari prajurit TNI AD, notaris PPAT, dosen, trainer Lemhannas, hingga praktisi pendidikan. Ia menguraikan telah menempuh berbagai jenjang pendidikan dari disiplin ilmu dan kampus yang berbeda, termasuk program pendidikan yang bekerja sama dengan luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Taiwan, Hong Kong, dan Jepang. 

    “Saya suka ilmu apa saja yang belum saya tahu. Dengan ilmu yang berbeda-beda dari kampus yang berbeda membuat saya semakin dewasa dan semakin bisa memberikan motivasi kepada anak-anak,” ujarnya.

    Selain aktif di dunia profesi dan pendidikan, Matnuri juga terus berkontribusi dalam edukasi kebangsaan kepada masyarakat melalui pelatihan dan pengajaran secara daring maupun luring. Ia menuturkan dukungan keluarga menjadi kekuatan besar dalam perjalanan pendidikannya. Anak-anaknya kini juga telah menempuh pendidikan tinggi dan berkarier di instansi pemerintahan. 

    “Ilmu sangat penting untuk menyongsong masa depan dunia yang lebih maju. Saya ingin keluarga saya terus belajar dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

    Rektor Unisri, Prof. Dr. Sutoyo menyampaikan kepercayaan masyarakat terhadap Unisri terus meningkat. Hal itu terlihat dari banyaknya keluarga yang secara turun-temurun memilih kuliah di Unisri, mulai dari orang tua, anak, hingga saudara lainnya. 

    “Kepercayaan masyarakat kepada Unisri cukup bagus. Maka kami merasa senang, bangga, dan terharu karena ada satu keluarga yang memilih kuliah di Unisri,” ujarnya.

    Ia menjelaskan para lulusan tidak hanya dibekali kompetensi profesional, tetapi juga kemampuan personal, sosial, serta jiwa kewirausahaan. Pembentukan karakter, akhlak mulia, kemampuan komunikasi, dan semangat adaptasi menjadi perhatian kampus agar lulusan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. 

    “Saya berpesan para lulusan memiliki sikap mental yang kuat, motivasi tinggi, punya jiwa militansi, dan selalu berpikir positif agar mampu beradaptasi dengan lingkungan,” katanya.

    Prof. Sutoyo juga menguraikan salah satu faktor meningkatnya kepercayaan publik terhadap Unisri yakni adanya jaminan mahasiswa dapat lulus tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas pendidikan. “Kualitas tetap terjaga, tetapi mahasiswa dijamin bisa lulus empat tahun,” jelasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menuturkan keberhasilan salah satu lulusan Unisri yang memperoleh kesempatan bekerja di Jepang setelah menyelesaikan studi. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya ditentukan kemampuan bahasa, tetapi juga etos kerja dan sikap yang baik. 

    “Kalau hanya kemampuan bahasa saja tetapi attitude tidak bagus, tidak bisa. Karena kita bekerja di negeri orang,” ungkapnya. Ia menambahkan keberhasilan lulusan bekerja di luar negeri menjadi kebanggaan seluruh sivitas akademika Unisri.

    Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi Surakarta, Nuroso Bambang Wasisto Utomo menyampaikan yayasan terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan fasilitas kampus. Menurutnya, keberhasilan wisudawan menjadi bukti proses pendidikan berjalan baik di lingkungan Unisri.

    Nuroso menuturkan selama tahun 2025 kesejahteraan dosen dan karyawan mengalami peningkatan disertai efisiensi yang berjalan optimal. “Selama tahun 2025 itu kesejahteraan dari dosen dan karyawan meningkat. Kemudian di sisi lain, efisiensi sangat besar sekali,” tuturnya.

    Sebagai bentuk komitmen pengembangan fasilitas pendidikan, yayasan juga telah menyelesaikan pembangunan gedung tujuh lantai yang nantinya digunakan untuk Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. “Ini bukti nyata bahwa yayasan peduli dan selalu memberikan fasilitas,” kata Nuroso. (Sofyan)


    Baca juga: Perkuat Kerukunan Antar Umat Beragama, KUA Manyaran Gelar Sosialisasi EWS dan Dialog Lintas Agama

     

    Siswa berprestasi sekolah saat foto bersama usai menerima penghargaan.


    SMAN 1 Manyaran Gelar Apel Kelulusan Siswa Kelas XII Penuh Haru dan Prestasi

    WONOGIRI – majalahlarise.com - Suasana haru menyelimuti halaman upacara SMAN 1 Manyaran saat sekolah tersebut menggelar apel kelulusan siswa kelas XII pada Rabu (6/5/2026) pagi. Kegiatan diikuti seluruh siswa kelas X, XI, dan XII, serta para guru dan staf karyawan. Apel berlangsung khidmat sebagai penanda berakhirnya perjalanan pendidikan para siswa kelas XII di bangku SMA.

    Kepala SMAN 1 Manyaran, Retno Winarni, dalam amanatnya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang SMA. Ia juga memberikan motivasi agar para lulusan tetap semangat meraih cita-cita dan selalu menjaga nama baik almamater.

    “Kelulusan ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik. Tetap semangat, jaga nama baik sekolah, dan teruslah berusaha meraih cita-cita,” tuturnya.

    Dalam kesempatan tersebut, sekolah memberikan penghargaan kepada lima siswa yang berhasil lolos ke perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Mereka adalah Awan Pelita Dewi pada Program Studi Kebidanan D3, Nimas Dwi Pratiwi Program Studi Desain Interior S1 Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Niken Setiawaty Program Studi Ilmu Politik S1 UIN Walisongo Semarang, Verania Lestari T Program Studi Ilmu Politik S1 UIN Walisongo Semarang, serta Putri Suci Ramadhani Program Studi Teknologi Pengolahan Produk Kulit Politeknik ATK Yogyakarta.

    Selain penghargaan SNBP, sekolah juga memberikan apresiasi kepada siswa peringkat 1, 2, dan 3 di masing-masing kelas sebagai bentuk penghargaan atas prestasi akademik yang telah diraih selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

    Kegiatan apel kelulusan turut diisi dengan penyerahan sumbangan berupa seragam sekolah dan buku dari siswa kelas XII kepada Perpustakaan Chairil Anwar melalui program donasi buku. Program tersebut menjadi wujud kepedulian siswa terhadap adik kelas dan pengembangan literasi sekolah.

    Tidak hanya itu, pihak sekolah juga memberikan penghargaan kepada tim bola voli putra yang berhasil meraih juara 3 bersama dalam ajang Dies Natalis SMAN 1 Wuryantoro, tim bola voli putri yang meraih juara 3 bersama dalam rangka HUT SMAN 1 Purwantoro, serta siswa peraih juara 3 Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional cabang jurnalistik.

    Dalam sesi wawancara, Retno Winarni menyampaikan harapannya agar seluruh lulusan tetap memegang teguh nilai disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab dalam kehidupan setelah lulus sekolah.

    “Apa pun pilihan setelah lulus, baik bekerja, melanjutkan pendidikan, maupun berwirausaha, nilai-nilai yang telah diajarkan di sekolah harus tetap dipegang teguh. Harapannya semua bisa sukses di bidangnya masing-masing,” ujarnya.

    Ia juga berpesan kepada siswa kelas X dan XI agar dapat mengambil inspirasi dari perjuangan para kakak kelas. Menurutnya, semangat belajar dan usaha yang ditunjukkan siswa kelas XII dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang dan berprestasi.

    Salah satu siswa kelas XII, Devina Prida Kayla, mengaku merasa senang sekaligus sedih setelah dinyatakan lulus. Menurutnya, banyak kenangan berharga selama belajar di sekolah tersebut.

    “Saya sangat senang karena sudah melewati banyak hal di SMA ini dan akhirnya sampai di titik perjuangan ini. Namun saya juga sedih karena harus berpisah dengan teman-teman dan bapak ibu guru. Meski begitu, perpisahan ini bukan akhir dari segalanya, kita hanya melanjutkan perjalanan di tempat yang berbeda,” tuturnya.

    Devina menambahkan, kenangan paling berkesan selama bersekolah di SMAN 1 Manyaran adalah suasana belajar yang menyenangkan dan kebersamaan bersama teman-teman di sekolah. Ia berharap sekolah terus maju dan berjaya, sementara teman-temannya tetap semangat mengejar impian.

    Hal senada juga disampaikan Adi Prasetyo. Ia berharap sekolah terus berkembang dan mampu melahirkan siswa-siswa berprestasi di masa mendatang.

    “Saya berharap SMAN 1 Manyaran semakin maju dan terus mencetak generasi yang membanggakan. Untuk bapak ibu guru, tetaplah menjadi pendidik yang asyik, tulus, dan penuh dedikasi dalam membimbing siswa,” katanya.

    Apel kelulusan tersebut tidak hanya menjadi momen perpisahan bagi siswa kelas XII, tetapi juga menjadi ajang refleksi dan motivasi bagi seluruh warga sekolah. Diharapkan para lulusan SMAN 1 Manyaran dapat melangkah ke jenjang berikutnya dengan penuh percaya diri dan terus membawa nama baik almamater di mana pun berada. (Maimunah, Anindya, Suci, Arum)


    Baca juga: Perkuat Kerukunan Antar Umat Beragama, KUA Manyaran Gelar Sosialisasi EWS dan Dialog Lintas Agama

    Eko Rahmanto selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Manyaran saat menyampaikan materi Diseminasi dan Sosialisasi Implementasi Early Warning System (EWS) Potensi Konflik Sosial Keagamaan.


    Perkuat Kerukunan Antar Umat Beragama, KUA Manyaran Gelar Sosialisasi EWS dan Dialog Lintas Agama

    WONOGIRI – majalahlarise.com - Dalam upaya memperkuat kerukunan dan harmoni sosial di tengah masyarakat, Kantor Urusan Agama Kecamatan Manyaran menyelenggarakan kegiatan Diseminasi dan Sosialisasi Implementasi Early Warning System (EWS) Potensi Konflik Sosial Keagamaan sekaligus dialog kerukunan umat beragama, Kamis (7/5/2026), bertempat di Kantor Kecamatan Manyaran.

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya dalam agenda “Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan: Memperkuat Moderasi Beragama dan Harmoni Sosial”. Kegiatan diikuti sekitar 25 peserta yang terdiri dari tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha, serta pegawai KUA Kecamatan Manyaran.

    Kepala KUA Kecamatan Manyaran, Machmudi, dalam sambutannya menyampaikan dialog lintas agama memiliki peran penting dalam menjaga persatuan masyarakat sekaligus menyelesaikan persoalan sosial keagamaan secara bersama-sama.

    “Dialog antar umat beragama merupakan hal yang penting untuk merekatkan kerukunan dan menyelesaikan problem sosial keumatan. Dialog ini juga menjaga agar di kemudian hari tidak terjadi konflik-konflik antar umat beragama,” ujarnya.


    Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Camat Manyaran, Toto Tri Mulyarto. Dalam sambutannya, ia menguraikan kondisi kerukunan antar umat beragama di Kecamatan Manyaran selama ini sudah berjalan dengan baik. Meski demikian, forum lintas agama tetap dibutuhkan sebagai ruang komunikasi dan penguatan persaudaraan di tengah masyarakat.

    “Forum lintas agama sangat diperlukan sebagai tempat diskusi untuk menguatkan persaudaraan dan juga menjadi jembatan untuk menyelesaikan permasalahan bersama. Sehingga potensi-potensi konflik yang muncul dapat diredam sedemikian rupa agar tidak berkelanjutan,” tuturnya.

    Materi Diseminasi dan Sosialisasi Implementasi Early Warning System (EWS) Potensi Konflik Sosial Keagamaan disampaikan oleh Eko Rahmanto selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Manyaran. Dalam paparannya, ia menjelaskan nilai kerukunan dan perdamaian sejatinya menjadi ajaran seluruh agama sehingga harus terus dirawat dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.

    “Berbagai upaya untuk menjaga dan merawat kerukunan dan perdamaian antar umat beragama harus terus diupayakan. Sehingga terwujud masyarakat Manyaran yang guyup, rukun, dan bersinergi bersama membangun bangsa dan negara yang gemah ripah loh jinawi,” jelasnya.

    Dialog berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para tokoh agama aktif menyampaikan pandangan dan pengalaman terkait pentingnya menjaga komunikasi yang baik di tengah keberagaman. Salah satu tokoh agama Kristen, Andreas Sulistyo, menyampaikan komunikasi dan tutur kata yang santun menjadi kunci utama terciptanya kehidupan yang harmonis.

    “Komunikasi yang baik, tutur kata yang baik, menjadi modal utama dalam menjaga kerukunan antar umat beragama,” tuturnya. (Sofyan)


    Baca juga: Bupati Wonogiri Setyo Sukarno Soroti Peran Strategis Univet Bantara dalam Peningkatan SDM Daerah

    Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno saat menyampaikan sambutan dalam Wisuda Univet Bantara Sukoharjo.


    Bupati Wonogiri Setyo Sukarno Soroti Peran Strategis Univet Bantara dalam Peningkatan SDM Daerah

    SUKOHARJO – majalahlarise.com - Kehadiran Setyo Sukarno dalam Wisuda Pascasarjana ke-27, Sarjana ke-57, dan Diploma III ke-10 Universitas Veteran Bangun Nusantara, Kamis (7/5/2026), menjadi perhatian tersendiri. Selain hadir sebagai kepala daerah, Setyo Sukarno juga tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Univet Bantara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi kampus tersebut dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Wonogiri.

    Menurut Setyo Sukarno, keberadaan Univet Bantara selama ini telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena menyediakan banyak pilihan fakultas, jurusan, dan program studi yang mampu menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat. Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membuka kesempatan generasi muda untuk meningkatkan kompetensi dan memperbaiki masa depan melalui pendidikan tinggi.

    “Univet Bantara telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Wonogiri dan sekitarnya. Dengan berbagai fakultas, jurusan, serta program studi yang dimiliki, kampus ini mampu menjadi harapan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan maupun profesi demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

    Ia juga menguraikan hubungan antara Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan Univet Bantara juga terjalin melalui berbagai kegiatan akademik mahasiswa yang rutin dilaksanakan di wilayah Wonogiri, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian, pengabdian masyarakat, hingga program pemberdayaan masyarakat desa. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberi pengalaman bagi mahasiswa, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat.


    “Kegiatan mahasiswa seperti KKN dan pengabdian masyarakat sangat membantu daerah. Kehadiran mahasiswa di desa-desa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pendidikan, pemberdayaan, serta pembangunan berbasis ilmu pengetahuan,” jelasnya.

    Dalam sambutannya, Setyo Sukarno juga menyoroti pentingnya peningkatan angka masyarakat yang mengenyam pendidikan tinggi. Ia menilai semakin banyak warga Wonogiri yang berhasil menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, maka akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

    “Semakin banyak masyarakat Wonogiri yang menyelesaikan studi di perguruan tinggi, maka akan semakin meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. Hal ini menjadi indikator tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

    Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas manusianya. Karena itu, pemerintah daerah sangat mendukung keberadaan perguruan tinggi yang mampu melahirkan generasi muda berkualitas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan zaman.

    Pada kesempatan itu, Setyo Sukarno turut memberikan motivasi kepada para wisudawan agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, tantangan dunia kerja dan perkembangan teknologi menuntut generasi muda terus meningkatkan kemampuan, kreativitas, dan inovasi agar mampu bersaing di era global.

    “Kami berharap para wisudawan mampu menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan kepedulian terhadap masyarakat. Ilmu yang diperoleh selama kuliah hendaknya dapat diterapkan untuk membantu pembangunan daerah dan bangsa,” tuturnya.

    Di akhir sambutannya, Bupati Wonogiri berharap Univet Bantara terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang semakin maju dan diminati masyarakat. Ia juga berharap hubungan sinergis antara pemerintah daerah dan kampus dapat terus diperkuat untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Wonogiri maupun Indonesia secara umum.

    “Pemerintah Kabupaten Wonogiri berharap Univet Bantara terus menjadi mitra strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta mampu mengembangkan program studi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Univet Bantara Sukoharjo Wisuda 430 Lulusan, Rektor Dorong Kampus Siap Go Internasional

     



    Univet Bantara Sukoharjo Wisuda 430 Lulusan, Rektor Dorong Kampus Siap Go Internasional

    SUKOHARJO – majalahlarise.com - Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo kembali menorehkan momentum penting dalam dunia pendidikan tinggi dengan menggelar Wisuda Pascasarjana ke-27, Sarjana ke-57, dan Diploma III ke-10 Tahun Akademik 2025/2026 di Wisma Widya Karya Dharma Auditorium Kampus Univet Bantara, Kamis (7/5/2026). Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri pimpinan yayasan, Kepala LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah, jajaran senat universitas, tamu undangan, serta keluarga wisudawan.

    Pada wisuda periode ini, sebanyak 430 wisudawan resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan sesuai jenjang masing-masing. Suasana bahagia tampak menyelimuti auditorium sejak awal acara ketika para wisudawan memasuki ruang prosesi didampingi rasa bangga dari keluarga yang hadir. Momentum tersebut menjadi puncak perjuangan akademik mahasiswa setelah menempuh proses pendidikan selama beberapa tahun di lingkungan Univet Bantara.

    Rektor Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para tamu undangan dan keluarga wisudawan yang turut menyaksikan prosesi wisuda. Menurutnya, kehadiran seluruh pihak menjadi kebahagiaan sekaligus kehormatan bagi universitas sebagai penyelenggara acara akademik tersebut. 

    “Kehadiran para tamu undangan beserta seluruh keluarga wisudawan sungguh merupakan suatu kebahagiaan sekaligus kehormatan bagi kami sebagai penyelenggara acara wisuda ini,” tuturnya.

    Para wisudawan 


    Prof. Farida menyampaikan wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan simbol keberhasilan perjuangan panjang mahasiswa bersama dukungan orang tua dan keluarga. Ia mengungkapkan rasa syukur karena pada hari itu Univet Bantara kembali mampu meluluskan ratusan mahasiswa yang siap memasuki dunia kerja dan pengabdian masyarakat. 

    “Pada hari ini, Kamis, 7 Mei 2026, Universitas Veteran Bangun Nusantara melaksanakan wisuda Pascasarjana ke-27, Sarjana ke-57 dan Diploma ke-10. Pada acara ini, saya atas nama universitas dengan penuh rasa syukur melepas 430 wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan sesuai jenjangnya,” ujarnya.

    Ia juga memberikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan atas capaian gelar akademik yang diperoleh melalui perjuangan, pengorbanan, dan kerja keras selama menempuh studi. Menurutnya, gelar yang diraih diharapkan mampu menjadi bekal untuk menghadapi tantangan masa depan sekaligus membuka jalan menuju kesuksesan. “Semoga gelar yang telah diraih dengan penuh perjuangan ini dapat membawa berkah dan menjadi awal bagi kesuksesan di masa depan,” katanya.

    Dalam sambutannya, Prof. Farida turut memberikan apresiasi kepada para orang tua dan wali mahasiswa yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Univet Bantara. Ia menguraikan keberhasilan wisudawan tidak lepas dari dukungan keluarga yang selalu memberikan doa, motivasi, dan pengorbanan selama mahasiswa menjalani pendidikan. “Berkat doa dan dukungan keluarga para wisudawan berhasil menyelesaikan studinya dan diwisuda pada hari ini. Kita semua ikut bangga dan berbahagia,” jelasnya.

    Prof. Farida juga menyampaikan Univet Bantara terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan di tengah perubahan regulasi pendidikan tinggi nasional. Ia menguraikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi baru saja menerbitkan petunjuk teknis Permen Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi yang menuntut perguruan tinggi memiliki standar mutu berorientasi global. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kampus untuk terus berbenah.

    “Go Internasional adalah sebuah keniscayaan yang harus selalu diupayakan. Semua hal perlu ditata ulang agar mutu perguruan tinggi sesuai harapan regulasi tersebut, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang siap berkiprah di kancah internasional,” ungkapnya.

    Prof. Farida menjelaskan Univet Bantara siap melakukan penyesuaian dan penguatan mutu pendidikan agar mampu memenuhi tuntutan regulasi terbaru. Ia berharap seluruh civitas academica memiliki komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kampus, baik dari sisi akademik, penelitian, maupun kerja sama internasional. “InsyaAllah Univet siap mengupayakan untuk mampu memenuhi tuntutan regulasi tersebut dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

    Selain itu, Prof. Farida juga meminta dukungan dari seluruh mitra dan masyarakat agar Univet Bantara tetap mampu menjaga mutu pendidikan dan terus berkembang menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, perguruan tinggi harus tetap eksis dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan nasional. 

    “Kami senantiasa memohon dukungan dan kerja sama agar Univet Bantara tetap mampu menjaga mutu, sehingga semakin diminati masyarakat dan tetap survive menghadapi berbagai tantangan,” katanya.

    Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Ir. Sri Hartati dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan wisuda berlangsung dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan. Ia menjelaskan kegiatan wisuda menjadi bagian penting dalam misi perguruan tinggi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan tinggi berkualitas.

    Sri Hartati menguraikan wisudawan dengan IPK tertinggi jenjang Pascasarjana diraih Miftahul Himmatinnur dari Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia dengan IPK 3,80. Untuk jenjang Sarjana, predikat IPK tertinggi diraih Amanda Istiana dari Program Studi Peternakan dengan IPK 3,97. Sementara untuk Diploma III, Reni Cahyani dari Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan berhasil meraih IPK 3,59.

    Selain prestasi akademik, terdapat kisah inspiratif dari para wisudawan berdasarkan usia. Mahasiswa termuda yang lulus pada wisuda kali ini adalah Ismia Rahmawati dari Program Studi PGSD dengan usia 21 tahun 1 bulan 9 hari. Sedangkan wisudawan tertua yakni Senthot Purnomo dari Program Studi Ilmu Komunikasi dengan usia 54 tahun 7 bulan 14 hari. Hal tersebut menunjukkan semangat belajar dapat dilakukan tanpa mengenal batas usia.

    Pada kesempatan itu, Sri Hartati juga menyampaikan Univet Bantara mewisuda dua mahasiswa asal Papua, yakni Licvan Kenelak dari Program Studi Agribisnis asal Papua Pegunungan dan Yandis Telenggen dari Program Studi Kesehatan Masyarakat asal Papua Tengah. Kehadiran mahasiswa dari Papua menjadi gambaran keberagaman dan jangkauan pendidikan Univet Bantara yang semakin luas.

    Ketua YPPP Veteran Sadewo Suharto dalam sambutannya turut memberikan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang berhasil menyelesaikan pendidikan. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada dosen dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi mahasiswa hingga berhasil lulus. 

    “Kami ucapkan selamat dan dengan doa semoga semuanya segera berhasil dan sukses untuk mencapai apa yang dicita-citakan,” tuturnya.

    Sadewo menguraikan tantangan dunia kerja saat ini semakin kompetitif sehingga lulusan perguruan tinggi harus memiliki keterampilan, mental kuat, dan kemampuan beradaptasi. Menurutnya, Univet Bantara terus meningkatkan kualitas lulusan melalui kerja sama internasional dengan universitas dan perusahaan di luar negeri, seperti Malaysia, Thailand, Filipina, hingga Jepang.

    Ia menjelaskan program student exchange, magang luar negeri, dan kuliah kerja lapangan internasional menjadi langkah penting untuk meningkatkan kompetensi global mahasiswa. Fakultas Pertanian, misalnya, telah menjalin kerja sama dengan perusahaan Jepang sehingga mahasiswa memiliki kesempatan magang dan bekerja di luar negeri. “Kami doakan semoga semuanya segera mendapatkan pekerjaan, atau mampu berwirausaha secara mandiri sesuai yang dicita-citakan,” katanya.

    Selain memperluas jaringan internasional, pihak yayasan juga terus memperkuat fasilitas laboratorium dan pembelajaran di berbagai program studi. Sadewo menyampaikan Program Studi Ilmu Komunikasi kini telah didukung peralatan kamera, video, fotografi, serta software editing modern untuk menunjang keterampilan mahasiswa di bidang industri kreatif dan media digital.

    Ia juga mengapresiasi inovasi tugas akhir mahasiswa berupa buku ber-ISBN sebagai pengganti skripsi yang dinilai mampu meningkatkan kualitas karya akademik mahasiswa. Menurutnya, inovasi tersebut menjadi langkah positif dalam mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang lebih aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

    Di akhir sambutannya, Sadewo mengingatkan para wisudawan agar tidak hanya mengandalkan kecerdasan akademik, tetapi juga menjaga adab dan sopan santun dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja. 

    “Orang pandai dan cerdas itu banyak, tetapi adab sopan dan santunnya terlupakan, maka jadilah orang yang cerdas yang memiliki sikap mental dan sopan santun yang baik,” pungkasnya yang disambut tepuk tangan meriah dari para wisudawan dan keluarga. (Sofyan)


    Baca juga: Kementerian Dikti Saintek Terbitkan Izin Prodi Teknologi Rekayasa Multimedia di Poltekkes Bhakti Mulia: Pelopor Multimedia Medis Pertama di Indonesia

    Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo.


    Kementerian Dikti Saintek Terbitkan Izin Prodi Teknologi Rekayasa Multimedia di Poltekkes Bhakti Mulia: Pelopor Multimedia Medis Pertama di Indonesia

    SUKOHARJO – majalahlarise.com - Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, 21 April 2026, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kementerian Dikti Saintek) resmi menyerahkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 416/B/O/2026 tentang izin operasional Program Studi Sarjana Terapan (S.Tr) Teknologi Rekayasa Multimedia (TRM) kepada Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo.

    Penerbitan izin tersebut menjadi tonggak baru dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya di wilayah Solo Raya. Kehadiran Prodi Teknologi Rekayasa Multimedia dinilai menjadi jawaban atas kebutuhan sumber daya manusia di bidang teknologi kreatif yang mampu berkolaborasi dengan sektor kesehatan di era transformasi digital.

    Program studi ini memiliki posisi strategis karena menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Solo Raya yang menyelenggarakan jenjang Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Multimedia. Tidak hanya itu, Prodi TRM Poltekkes Bhakti Mulia juga menghadirkan kekhasan berupa peminatan Multimedia Medis yang disebut sebagai yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

    Peminatan tersebut berfokus pada pengembangan visualisasi anatomi 3D, simulasi medis berbasis Virtual Reality (VR), rekayasa antarmuka alat kesehatan, hingga media edukasi kesehatan berbasis digital. Selain itu, mahasiswa juga dibekali kompetensi di bidang pengembangan UMKM digital dan konten kreator kreatif berbasis multimedia.

    Ketua Tim Perizinan Program Studi Baru TRM, Bambang Eka Purnama, M.Kom menyampaikan penerbitan izin operasional pada momentum Hari Kartini memiliki makna simbolis bagi pengembangan inovasi dan emansipasi intelektual di dunia pendidikan tinggi.

    “Penerbitan SK izin operasional ini di Hari Kartini melambangkan semangat emansipasi intelektual. Kami ingin prodi ini melahirkan ‘Kartini dan Khasmir’ modern yang mampu menguasai teknologi rekayasa multimedia untuk kemanusiaan, khususnya dalam mendukung kemandirian teknologi kesehatan di Indonesia,” ujar Bambang kepada awak media.

    Ia menguraikan Prodi TRM dirancang untuk menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan industri kreatif digital dan teknologi kesehatan. Menurutnya, perpaduan antara multimedia, teknologi rekayasa, dan sektor kesehatan menjadi peluang besar di masa depan.

    Lulusan Prodi TRM diproyeksikan mampu mengisi berbagai profesi strategis, seperti Medical Multimedia Developer, User Experience (UX) Designer untuk aplikasi kesehatan, 3D Medical Animator atau Modeler, technopreneur di bidang konten kreatif digital, hingga profesi jurnalis, musisi, broadcaster, dan konten kreator.

    Dengan diterbitkannya izin operasional Nomor 416/B/O/2026, Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo kini resmi membuka penerimaan mahasiswa baru untuk angkatan pertama Prodi Teknologi Rekayasa Multimedia. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan sains dan teknologi global. (Sofyan)


    Baca juga: SMA Muhammadiyah Al Kautsar PK Kartasura Gelar Baitul Arqam Purna Study, Bekali Siswa Jadi Pemimpin Amanah


Top