Semarak Hari Batik Nasional, Murid SD Muhammadiyah PK Solo Sulam Peta Budaya Nusantara

    Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 81 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo tampak antusias mengikuti serangkaian kegiatan edukatif yang mengusung konsep seni, geografi, dan kebudayaan pada momentum peringatan Hari Batik Nasional di ruang kelas sekolah setempat, Jumat (2/10/2026).

    Koordinator tim kelas III, Lusia Wahyu Purbowati, menyampaikan melalui pendekatan belajar yang interaktif, para murid diajak untuk tidak sekadar mengenal batik sebagai kain tradisional, melainkan juga memahaminya sebagai simbol identitas bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. 

    "Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus mengasah kecerdasan spasial dan motorik halus anak sejak usia dini," terangnya.

    Pada sesi pertama, guru membagikan lembar kertas bergambar pulau-pulau besar di Indonesia secara acak kepada setiap murid. Uniknya, di dalam garis outline setiap pulau tersebut telah disematkan ornamen motif batik khas daerah yang mewakili wilayah geografis yang bersangkutan. Proses pengundian lembar kerja secara acak ini memberikan kejutan tersendiri bagi para murid. Keadaan ini memicu rasa ingin tahu yang besar, karena setiap murid ditantang untuk mengeksplorasi estetika visual batik dari wilayah nusantara yang mungkin belum pernah mereka jumpai sebelumnya.


    Dengan berbekal alat warna seperti pensil warna dan krayon, jemari kecil para murid mulai menari di atas kertas, menghidupkan garis-garis motif tradisional dengan paduan warna yang cerah dan kreatif. Suasana riuh mewarnai proses kreatif saat mereka saling bertukar cerita mengenai motif unik yang sedang mereka kerjakan. Keberagaman corak tampak jelas saat pulau Jawa dihiasi gradasi warna khas motif Parang dan Megamendung, sementara pulau Kalimantan tampak gagah dengan tegasnya ukiran khas Dayak. Tak ketinggalan, pulau Papua memikat perhatian melalui keanggunan siluet burung Cendrawasih yang dipadukan dengan corak kain lokal.

    Setelah tahapan mewarnai selesai, kegiatan berlanjut ke fase kolaboratif yang tidak kalah seru. Para murid dikelompokkan sesuai dengan bagian peta yang mereka dapatkan untuk kemudian menyatukan potongan-potongan pulau tersebut menjadi satu kesatuan peta Indonesia yang utuh dan megah. Proses penyatuan mozaik peta ini menjadi simbolik yang kuat akan kebhinekaan bangsa. Para murid belajar secara langsung bahwa meski setiap pulau memiliki corak batik yang berbeda-beda, semuanya tetap berpadu harmonis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Salah satu murid kelas III, Hilda Husam Sungkar merasa senang mendapatkan pengalaman belajar berbasis praktik kali ini.  

    "Tak hanya mewarnai dan menempel saja, kita juga diberi wawasan tentang jenis-jenis batik nusantara melalui tayangan video. Lewat kegiatan ini kita telah berhasil menyemai benih-benih pelestarian salah satu budaya Indonesia," ucapnya.

    Puncak acara ditandai dengan sesi presentasi kelompok di hadapan guru dan teman-teman sekelas. Dengan percaya diri dan penuh keberanian, setiap perwakilan murid melangkah ke depan kelas untuk memaparkan hasil karya mereka, menyebutkan nama pulau, serta menjelaskan identitas motif batik yang telah selesai diwarnai. Tidak hanya melatih keterampilan berkomunikasi di depan umum, kegiatan ini juga berhasil menanamkan pemahaman mendalam mengenai kekayaan warisan budaya Indonesia. (Sofyan)


    Baca juga: Jejak Kolaborasi Sejak 2015 Berlanjut, Perpustakaan UNISRI dan UMY Perkuat Kerja Sama Literasi

     


    Kampung Mandiri Cepoko Mulyo Dorong Kemandirian Warga Lewat UMKM, Ketahanan Pangan dan Kepedulian Lingkungan

    Boyolali – majalahlarise.com – Kampung Mandiri Cepoko Mulyo di Dukuh Cepokosawit RT 07/RW 02, Desa Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, terus mengembangkan potensi masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, hingga kegiatan keagamaan.

    Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang mandiri, maju, guyub, sejahtera, dan berkelanjutan melalui pengembangan potensi lokal serta peningkatan kapasitas masyarakat.

    Ketua Kampung Mandiri Cepoko Mulyo, Ida Widaningsih, S.Psi., mengatakan kemandirian masyarakat diwujudkan melalui kemampuan warga mengembangkan usaha produktif, membangun kerja sama, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, peduli terhadap lingkungan, serta menumbuhkan rasa kemanusiaan.

    “Yang dikembangkan di Kampung Mandiri Cepoko Mulyo adalah lingkungan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Kemandirian diwujudkan melalui kemampuan masyarakat mengembangkan usaha produktif, menumbuhkan kerja sama, menyelesaikan permasalahan dengan musyawarah, peduli lingkungan dan kemanusiaan,” ujar Ida, Jumat (2/10/2026).


    Menurut Ida, Kampung Mandiri Cepoko Mulyo memiliki sejumlah tujuan, di antaranya memandirikan Desa Cepokosawit, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mencegah urbanisasi, serta memperkuat ketahanan pangan, sosial, dan keagamaan.

    Hal tersebut sejalan dengan visi Kampung Mandiri Cepoko Mulyo untuk mewujudkan kampung yang mandiri, maju, guyub, sejahtera, dan berkelanjutan.

    Kembangkan UMKM Berbasis Potensi Lokal

    Salah satu sektor yang terus dikembangkan adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM GWB (Group Wajan Bahagia). Kelompok tersebut menjadi wadah kegiatan ekonomi warga dengan mengembangkan berbagai produk, mulai kue kering dan kue basah, keripik, katering, kapsul daun kelor, sirup dan minuman sereh, hingga budidaya lumut dan ikan.

    Pengembangan usaha dilakukan dengan memaksimalkan potensi alam serta keterampilan yang dimiliki masyarakat setempat. Produk makanan yang dihasilkan diarahkan memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

    Perluasan pemasaran dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang mudah dijangkau warga. Telepon seluler, WhatsApp, dan media sosial digunakan untuk memperkenalkan produk, menerima pesanan, menyampaikan informasi, serta memperluas jaringan pemasaran.

    Transformasi ekonomi tersebut mulai diperkuat pada 27 Desember 2025. Saat itu, GWB yang sebelumnya bergerak di bidang sosial dan keagamaan mulai memperluas kegiatan ke sektor UMKM untuk membangun kemandirian finansial, menciptakan peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan anggota.

    Peduli Lingkungan dan Ketahanan Pangan

    Semangat kemandirian juga diwujudkan melalui kegiatan gotong royong menjaga kebersihan, kenyamanan, dan keindahan lingkungan. Warga secara bersama-sama melakukan pembersihan jalan, selokan, fasilitas umum, lingkungan rumah, hingga area produksi UMKM.

    Selain itu, dikembangkan program “Menanam 1000 Sereh” dengan memanfaatkan pekarangan dan lahan yang tersedia.

    Program tersebut diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata, tetapi juga mendukung kegiatan produksi UMKM, khususnya dalam menjaga kebersihan dan kualitas produk makanan.

    Perkuat Solidaritas Sosial

    Kehidupan sosial masyarakat menjadi bagian penting dalam Kampung Mandiri Cepoko Mulyo. Semangat kebersamaan, gotong royong, musyawarah, dan kepedulian terhadap sesama diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial.

    Salah satunya melalui kegiatan Jumat Berkah berupa pembagian makanan dan kupon makan gratis, termasuk program makan gratis di Warung Soto Mbak Tatik.

    Kegiatan tersebut menjadi sarana menumbuhkan kepedulian, empati, solidaritas, dan semangat berbagi di tengah masyarakat.

    Di bidang keagamaan, GWB secara berkala menggelar kajian dengan menghadirkan ustaz atau ustazah. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, memperkuat nilai spiritual, sekaligus membangun kebersamaan masyarakat.

    Tingkatkan Kapasitas dan Keterampilan Warga

    Pengembangan sumber daya manusia juga menjadi perhatian Kampung Mandiri Cepoko Mulyo. Masyarakat mendapatkan pelatihan, pembinaan, serta kesempatan berbagi pengalaman dalam bidang produksi, pemasaran, teknologi digital, pengelolaan usaha, dan keamanan pangan.

    Ke depan, pengembangan Kampung Mandiri Cepoko Mulyo diarahkan pada penguatan sektor ekonomi, sosial, lingkungan, dan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas produk, perluasan pemasaran, serta peningkatan keterampilan masyarakat.

    Program tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, lembaga masyarakat, pelaku usaha, dan pihak terkait, dengan tetap menempatkan masyarakat sebagai pelaku pembangunan.

    Dinilai Tim Kampung Mandiri Kabupaten Boyolali

    Dalam kegiatan penilaian Kampung Mandiri, hadir Plt. Camat Sawit, Kepala Desa Cepokosawit, Ketua TP PKK Kecamatan Sawit, Ketua TP PKK Desa Cepokosawit, Tim Penilai Kampung Mandiri Kabupaten Boyolali, serta tamu undangan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

    Kehadiran tim penilai menjadi momentum bagi masyarakat Kampung Mandiri Cepoko Mulyo untuk menunjukkan berbagai potensi, inovasi, produk UMKM, kegiatan sosial, kepedulian lingkungan, serta kearifan lokal yang dikembangkan secara bersama-sama.

    Ida berharap seluruh potensi yang dimiliki Kampung Mandiri Cepoko Mulyo dapat menjadi kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Dari Kampung Mandiri Cepoko Mulyo, kami ingin memberikan gambaran yang jelas mengenai seluruh potensi dan kearifan lokal yang kami miliki. Bersama-sama kita wujudkan kemajuan dan kesejahteraan Kampung Mandiri,” katanya.

    Semangat tersebut sejalan dengan prinsip pelaksanaan Kampung Mandiri Cepoko Mulyo yang mengedepankan gotong royong, kepedulian sosial, partisipasi aktif masyarakat, optimalisasi potensi lokal, musyawarah, dan kerja sama.

    Dengan menggabungkan kekuatan ekonomi warga, kepedulian sosial, kelestarian lingkungan, ketahanan pangan, dan kehidupan keagamaan, Kampung Mandiri Cepoko Mulyo terus membangun kemandirian dari tingkat masyarakat untuk mendukung kemajuan Desa Cepokosawit secara berkelanjutan. (Sofyan)


    Baca juga: Jejak Kolaborasi Sejak 2015 Berlanjut, Perpustakaan UNISRI dan UMY Perkuat Kerja Sama Literasi

     


    Jejak Kolaborasi Sejak 2015 Berlanjut, Perpustakaan UNISRI dan UMY Perkuat Kerja Sama Literasi

    YOGYAKARTA – majalahlarise.com -Komitmen memperkuat jejaring literasi dan transformasi layanan perpustakaan di era digital terus dilakukan Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta. UPT Perpustakaan UNISRI kembali mempererat kerja sama dengan Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA), Kamis (25/9/2026).

    Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari keberlanjutan hubungan kolaboratif kedua perpustakaan yang telah terjalin sejak 2015. Kerja sama yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade ini kini diarahkan pada pengembangan program yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika.

    Kepala UPT Perpustakaan UNISRI, Widayanti Eka Putri, S.I.Pust., bersama tim diterima langsung Kepala Perpustakaan UMY, Novy Diana Fauzie, S.S., M.A., di Gedung Perpustakaan Lantai 1 Kampus UMY, Jalan Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Kegiatan diawali ramah tamah dan diskusi strategis mengenai penguatan kerja sama kedua perpustakaan. Pembahasan mencakup tantangan disrupsi digital, peningkatan kualitas layanan, pengembangan sumber informasi, serta kebutuhan akreditasi perpustakaan perguruan tinggi yang semakin kompleks.

    Kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan administrasi kelembagaan dalam mendukung akreditasi perpustakaan. Lebih dari itu, kolaborasi diharapkan menghasilkan berbagai kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun pustakawan.

    Widayanti Eka Putri mengatakan, perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pemustaka membuat perpustakaan perlu membangun jejaring dengan berbagai pihak.

    "Di era saat ini perpustakaan tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi adalah kunci untuk meningkatkan kualitas layanan, literasi digital, dan akses sumber daya. Kerja sama UNISRI dan UMY sejak 2015 adalah bukti sinergi antarperpustakaan Muhammadiyah dan swasta bisa tumbuh berkelanjutan," ujarnya.

    Salah satu bentuk implementasi kerja sama diwujudkan melalui pertukaran koleksi. Dalam kesempatan tersebut, UPT Perpustakaan UNISRI menyerahkan sejumlah buku tentang Brigjen Slamet Riyadi yang diterbitkan UNISRI Press kepada Perpustakaan UMY.

    Penyerahan koleksi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap sumber informasi dan mendiseminasikan karya terbitan institusi. Koleksi mengenai Brigjen Slamet Riyadi juga diharapkan dapat memperkenalkan nilai-nilai kejuangan tokoh tersebut kepada masyarakat dan sivitas akademika yang lebih luas.

    Setelah penandatanganan MoA dan IA, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata serta library tour. Tim UPT Perpustakaan UNISRI berkesempatan melihat secara langsung fasilitas, layanan berbasis teknologi, serta sistem pengelolaan Perpustakaan UMY yang telah terakreditasi A.

    Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai pengembangan layanan perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi. Pertukaran pengalaman dinilai penting untuk mendorong inovasi layanan sekaligus menyesuaikan perpustakaan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan informasi pemustaka.

    Ke depan, kerja sama UNISRI dan UMY diarahkan untuk terus berkembang melalui berbagai program kolaboratif. Sejumlah peluang yang dapat dikembangkan antara lain pengembangan koleksi bersama, peningkatan kualitas layanan berbasis digital, pelatihan literasi informasi, serta program magang bagi pustakawan.

    Melalui keberlanjutan kerja sama tersebut, UPT Perpustakaan UNISRI dan Perpustakaan UMY berupaya membangun ekosistem literasi yang lebih terbuka, adaptif, dan kolaboratif. Sinergi yang telah berlangsung sejak 2015 diharapkan semakin memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas layanan perpustakaan serta budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi. (Sofyan)


    Baca juga: MoU Fakultas Saintek UNISRI dan Fakultas Pertanian UNSOED Bukan Sekadar Seremonial, tapi Kolaborasi Nyata




    MoU Fakultas Saintek UNISRI dan Fakultas Pertanian UNSOED Bukan Sekadar Seremonial, tapi Kolaborasi Nyata

    SOLO – majalahlarise.com – Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta dan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU), Selasa (30/9/2026). Kegiatan berlangsung di Kampus UNSOED dan menjadi langkah penguatan sinergi kedua perguruan tinggi dalam menghadapi tuntutan kolaborasi, riset, serta hilirisasi hasil penelitian.

    Dekan Fakultas Pertanian UNSOED, Prof. Dr. Ir. Sakhidin, M.P., menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, MoU menjadi bagian dari target strategis Fakultas Pertanian UNSOED dalam memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, baik dunia industri maupun institusi pendidikan.

    “MoU ini adalah target kami untuk memperluas kerja sama. Namun demikian, yang paling penting adalah MoU harus menghasilkan implementasi. Jangan hanya berhenti di atas kertas. Kerja sama harus memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak,” tegas Prof. Sakhidin.

    Ia menjelaskan, tantangan di bidang pertanian dan pangan semakin kompleks sehingga tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja. Kolaborasi lintas perguruan tinggi, disiplin ilmu, dan wilayah diperlukan untuk menjawab berbagai persoalan, mulai dari ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan.

    “Pertanian dan pangan merupakan persoalan bersama. Karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi agar berbagai potensi yang dimiliki masing-masing institusi dapat saling melengkapi,” jelasnya.

    Dekan Fakultas Saintek UNISRI, Prof. Dr. Nanik Suhartatik, S.TP., M.P., menyampaikan hal senada. Ia menjelaskan, hubungan kerja sama antara Fakultas Saintek UNISRI dan Fakultas Pertanian UNSOED sebenarnya telah berlangsung sebelum MoU ditandatangani.

    “Implementasi antara Saintek UNISRI dan Fakultas Pertanian UNSOED sebenarnya telah terjalin lama, bahkan sebelum MoU ini ditandatangani. Bentuknya sudah ada, seperti menulis buku bersama, team teaching, penelitian bersama, dan kerja sama pengelolaan jurnal,” ungkap Prof. Nanik.

    Menurutnya, penandatanganan MoU menjadi bentuk formalisasi sekaligus penguatan terhadap berbagai kolaborasi yang telah berjalan. Dengan adanya kesepahaman resmi, kerja sama diharapkan dapat dikembangkan secara lebih terstruktur, berkelanjutan, serta memberikan dampak yang lebih luas bagi sivitas akademika kedua perguruan tinggi.

    “Sudah bukan saatnya lagi kita bersaing secara individual. Di era kolaborasi seperti sekarang, justru kekuatan kolaborasi akan membuat semua pihak semakin kuat dan maju bersama. Prinsipnya adalah collaborate to elevate,” pungkasnya.

    Melalui MoU tersebut, Fakultas Saintek UNISRI dan Fakultas Pertanian UNSOED sepakat mengembangkan kerja sama dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ruang lingkupnya meliputi pengembangan pendidikan melalui team teaching dan pertukaran dosen tamu, penelitian kolaboratif serta publikasi ilmiah bersama, pengabdian kepada masyarakat dan pemberdayaan petani.

    Selain itu, kedua fakultas juga akan mengembangkan jurnal ilmiah dan penulisan buku ajar serta membuka peluang pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi mahasiswa.

    Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi diwujudkan melalui berbagai program konkret yang melibatkan dosen, mahasiswa, peneliti, serta masyarakat.

    Kerja sama Fakultas Saintek UNISRI dan Fakultas Pertanian UNSOED sekaligus diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem kolaborasi antarperguruan tinggi di Jawa Tengah, khususnya dalam menghasilkan inovasi dan solusi di bidang pertanian, teknologi, serta ketahanan pangan nasional. (Sofyan)


    Baca juga: Alumni Smansa Wonogiri Angkatan 1990 Gelar Temu Kangen di Kaliurang

     

    Mahasiswa KKN Mandiri Universitas Veteran Bangun Nusantara bersama masyarakat RT 01 RW 03 Tegalrejo dalam kegiatan sosialisasi pemilahan sampah dan demonstrasi pembuatan insinerator sederhana berbahan batako, Jumat (21/8/2026).


    Mahasiswa KKN Mandiri Univet Bantara Edukasi Warga Tegalrejo melalui Pemilahan Sampah dan Insinerator Sederhana

    SUKOHARJO – majalahlarise.com - Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) memberikan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga kepada masyarakat RT 01 RW 03 Tegalrejo, Desa Lengking, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (21/8/2026).

    Kegiatan yang menjadi bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Tahun 2026 tersebut diisi dengan sosialisasi pemilahan sampah serta pembuatan dan demonstrasi insinerator sederhana berbahan batako.

    Kegiatan dilaksanakan Keke Cahyaningtyas Robbani dan Raakhenita Diva Moninggar di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nur Ani, S.K.M., M.K.K.K. Sebanyak 20 warga mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, serta evaluasi.


    Keke berperan dalam persiapan kegiatan, koordinasi tempat, dan penyampaian materi mengenai pemilahan serta pengelolaan sampah. Sementara Raakhenita bertugas menyiapkan instrumen evaluasi, berkoordinasi dengan narasumber, menyiapkan alat insinerator, dan mendampingi demonstrasi.

    “Kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari rumah, terutama melalui pemilahan berdasarkan jenisnya. Dengan pemilahan yang dilakukan sejak dari sumber, sampah dapat dikelola sesuai karakteristiknya,” ujar Keke.

    Materi sosialisasi meliputi jenis-jenis sampah, pentingnya pemilahan sejak dari sumber, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta dampak pembakaran sampah secara terbuka terhadap kesehatan dan lingkungan.

    Sebelum materi diberikan, peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal. Setelah sosialisasi dan demonstrasi selesai, peserta kembali mengikuti post-test sebagai bagian dari evaluasi.


    Sesi berikutnya diisi dengan pembuatan dan demonstrasi insinerator sederhana berbahan batako. Kegiatan tersebut menghadirkan Muhammad Hendardi selaku tenaga ahli di bidang udara sebagai narasumber.

    Muhammad Hendardi menjelaskan prinsip pembakaran, tahapan pembuatan, fungsi, serta cara penggunaan insinerator sederhana berbahan batako. Peserta juga diperkenalkan dengan bahan dan peralatan yang digunakan serta melihat secara langsung proses pembuatan alat tersebut.

    “Pemilahan tetap menjadi bagian penting sebelum sampah masuk ke tahap pengolahan. Tidak semua jenis sampah dapat diolah melalui pembakaran, sehingga masyarakat perlu memahami karakteristik sampah dan pengelolaannya secara tepat,” jelas Muhammad Hendardi.

    Demonstrasi tersebut sekaligus menjadi ruang diskusi bagi masyarakat mengenai permasalahan sampah yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Peserta dapat mengajukan pertanyaan mengenai proses pembakaran dan penggunaan insinerator secara lebih terkendali.



    Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Dari 20 peserta, nilai rata-rata pre-test tercatat 80,0, kemudian meningkat menjadi 95,0 pada post-test. Dengan demikian, terdapat peningkatan nilai rata-rata sebesar 15 poin.

    Raakhenita mengatakan hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu indikator adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.

    “Melalui evaluasi pre-test dan post-test, kami dapat melihat perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti sosialisasi dan demonstrasi. Harapannya, pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam pengelolaan sampah sehari-hari di lingkungan rumah masing-masing,” ujarnya.

    Mahasiswa berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat semakin terbiasa memilah sampah sejak dari rumah dan memiliki kepedulian lebih baik terhadap kebersihan serta kesehatan lingkungan.

    Selain memberikan manfaat kepada masyarakat, kegiatan KKN menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

    Program tersebut merupakan bagian dari KKN Mandiri Tahun 2026 dengan tema “Univet Berdampak: Sinergi Kampus dan Masyarakat dalam Mengoptimalkan Potensi Lokal dan Produk Unggulan Daerah melalui Inovasi dan Kolaborasi.”

    Melalui kolaborasi mahasiswa, tenaga ahli, dan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan, terutama yang dimulai dari tingkat rumah tangga. (Sofyan)

    Para alumni sedang mengikuti game.


    Alumni Smansa Wonogiri Angkatan 1990 Gelar Temu Kangen di Kaliurang

    YOGYAKARTA – majalahlarise.com – Sekitar 40 alumni SMA Negeri 1 Wonogiri (Smansa) angkatan 1990 mengikuti temu kangen di Lov Villa, Kaliurang, Yogyakarta, Sabtu-Minggu (26-27/9/2026). Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban melalui berbagai permainan, sharing, olahraga santai, hingga sesi foto bersama.

    Pada hari pertama, para alumni mengikuti sejumlah permainan individu dan kelompok yang mengundang gelak tawa. Di antaranya estafet sarung, tebak kata, serta berbagai game lainnya. Kegiatan tersebut menjadi pembuka temu kangen sekaligus menjadi sarana untuk kembali membangun kedekatan setelah puluhan tahun menyelesaikan pendidikan di bangku SMA.

    Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan sharing bertema “Mempersiapkan Masa Pensiun” yang disampaikan Sri Wulandari, salah satu alumni. Materi tersebut membahas berbagai hal yang perlu dipersiapkan menjelang masa pensiun, mulai dari aspek finansial, kesehatan, hingga rencana kehidupan setelah memasuki masa pensiun.

    Ketua alumni, Lukito Heri Mulyono, mengatakan temu kangen menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antar lulusan Smansa Wonogiri angkatan 1990. Selain menjaga hubungan pertemanan, pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk saling berbagi informasi yang bermanfaat.

    “Temu kangen ini sebagai bentuk untuk menjalin silaturahmi antar alumni. Selain itu, agenda ini juga bermanfaat untuk saling memberi informasi yang berguna, baik bagi antar alumni maupun kepada orang lain,” ujar Lukito.

    Para alumni yang hadir berasal dari berbagai daerah, di antaranya Jawa Timur, Jakarta, Depok, Yogyakarta, Boyolali, Karanganyar, Solo, Wonogiri, serta sejumlah wilayah lainnya. Kegiatan tersebut terlaksana atas inisiatif dan dukungan Wasino Haryanto, salah satu alumni.

    Memasuki hari kedua, para alumni mengikuti kegiatan jalan pagi dengan menyusuri Desa Sambi, Kaliurang. Lokasi tersebut berjarak sekitar 500 meter dari villa tempat para alumni menginap.

    Kegiatan susur desa dikemas sebagai olahraga santai sekaligus sarana menikmati suasana pedesaan yang masih asri. Kebersamaan semakin terasa ketika para alumni berjalan bersama dan mengabadikan momen melalui foto bersama.

    Salah satu panitia, Herlina Ariningsih, mengatakan temu kangen tersebut diharapkan dapat menghidupkan kembali kenangan ketika para alumni masih duduk di bangku SMA.

    “Temu kangen ini diharapkan mampu menggugah memori akan saat duduk di bangku SMA dulu beserta pernak-perniknya dan menambah penyemangat kebersamaan antar alumni,” tutur Herlina.

    Temu kangen Smansa Wonogiri angkatan 1990 di Kaliurang berlangsung selama dua hari dengan berbagai rangkaian kegiatan. Tidak hanya menjadi ajang bernostalgia, reuni tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga komunikasi antar lulusan di tengah kesibukan masing-masing. (Sofyan)


    Baca juga: PPL Kelas 2 SD Muhammadiyah PK Banyudono Belajar Seni Payung Lukis di Juwiring

     



    PPL Kelas 2 SD Muhammadiyah PK Banyudono Belajar Seni Payung Lukis di Juwiring

    KLATEN – majalahlarise.com – Sebanyak 112 siswa kelas 2 SD Muhammadiyah PK Banyudono mengikuti Pembelajaran Pengalaman Lapangan (PPL) dengan mengunjungi sentra kerajinan Payung Lukis Ngudi Rahayu, Juwiring, Klaten, Rabu (30/9/2026).

    Kegiatan tersebut didampingi tujuh guru dan dipimpin Ustadzah Maya selaku ketua panitia. Turut mendampingi siswa yakni Ustadz Danang, Ustadzah Muna, Ustadz Nur, Ustadz Habibi, Ustadz Wawan, dan Ustadzah Elsa.

    Dalam kunjungan tersebut, para siswa diperkenalkan secara langsung dengan salah satu kekayaan budaya Indonesia berupa seni payung lukis. Siswa tidak hanya melihat hasil kerajinan, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenai proses pembuatan serta nilai seni dan budaya yang terkandung di dalamnya.

    Rombongan diterima Mas Adam selaku Ketua Paguyuban/Komunitas Payung Lukis Ngudi Rahayu. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan. Mereka menikmati pembelajaran di luar kelas sekaligus mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya yang berkembang di lingkungan sekitar.

    Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, S.Pd., S.Si., MM, menjelaskan pembelajaran perlu diperkaya dengan pengalaman nyata agar siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan budaya bangsa.

    “Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman secara langsung agar mereka dapat melihat, memahami, dan menghargai kekayaan budaya yang ada di sekitar mereka,” ujarnya.

    Menurutnya, pengenalan budaya sejak usia dini menjadi bagian penting dalam membangun karakter siswa. Melalui interaksi langsung dengan pelaku budaya, siswa dapat memahami proses sekaligus nilai yang terdapat dalam sebuah karya tradisional.

    “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia. Anak-anak tidak cukup hanya mengenal budaya melalui buku, tetapi juga perlu melihat, merasakan, dan berinteraksi langsung dengan para pelaku budaya,” jelas Pujiono.

    Kegiatan PPL tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang memberikan ruang kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman nyata. Selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan jiwa nasionalisme serta kepedulian terhadap pelestarian budaya Indonesia.

    Melalui PPL kelas 2, SD Muhammadiyah PK Banyudono berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Belajar di kelas untuk memahami, belajar di lapangan untuk mengalami, serta belajar dari budaya untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Indonesia. (Sofyan)


    Baca juga: LDKO OSIS SMA Veteran 1 Sukoharjo Digelar, Bekali Siswa dengan Karakter Kepemimpinan


⬆
Top