Hadir sebagai pembicara, Ust. Ahmad Ridho Al-Huaida dari Sobron Solo.


    Tarhib Ramadhan, PR-IPM PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Gelar PELITA dan Lantik Ketua Baru

    Boyolali – majalahlarise.com - Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, PR-IPM PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi menggelar kegiatan PELITA (Pelajar Ikhtiar Taat) di Bulan Ramadhan, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan berlangsung khidmat, sarat semangat pelajar, sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan Ketua IPM yang baru.

    Suasana aula pondok tampak dipenuhi pelajar Muhammadiyah dari berbagai sekolah di Kecamatan Sambi. Mereka mengikuti rangkaian acara dengan antusias, mulai dari pembukaan, tausiyah, hingga prosesi pelantikan.

    Hadir sebagai pembicara, Ust. Ahmad Ridho Al-Huaida dari Sobron Solo. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para pelajar menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan diri.

    “Ramadhan adalah madrasah ruhiyah. Pelajar harus menjadi generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga kuat iman dan akhlaknya. Ikhtiar taat itulah cahaya pelita kehidupan,” ungkapnya di hadapan peserta.


    Kegiatan PELITA tahun ini juga menjadi momen penting dengan dilantiknya Ketua PR-IPM yang baru, Niki Naufal Iqbal Nabawi. Ia diharapkan mampu membawa semangat baru dalam kepemimpinan pelajar di lingkungan PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, sekaligus menguatkan gerakan dakwah pelajar yang progresif dan berkarakter.

    Turut hadir dalam acara tersebut PCM Sambi Drs. H. Sudiman, Dikdasmen Drs. Muhammad Rosyidi, M.Pd, serta perwakilan PD IPM yang diwakili Ipmawati Barokah yang hadir menggantikan Ketua PD IPM Ipmawati Mutia. Hadir pula Pimpinan PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Ust. Pujiono, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

    Dalam sambutannya, Ust. Pujiono menguraikan pentingnya kaderisasi dan pembinaan pelajar melalui IPM sebagai wadah dakwah dan kepemimpinan.

    “PELITA bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan membangun karakter pelajar yang ikhtiar dalam ketaatan. Ramadhan harus menjadi titik tolak lahirnya generasi berkemajuan,” tuturnya.

    Ia juga mengajak seluruh pelajar memanfaatkan bulan suci sebagai ruang latihan disiplin, kepedulian sosial, dan peningkatan prestasi akademik maupun nonakademik.

    Kegiatan ini dihadiri perwakilan siswa Muhammadiyah se-Kecamatan Sambi yang tampak mengikuti acara dari awal hingga akhir dengan penuh kesungguhan. Semangat kebersamaan dan komitmen untuk menjadi pelajar berakhlak mulia terasa kuat mewarnai jalannya kegiatan.

    Melalui terselenggaranya PELITA, PR-IPM PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi berharap Ramadhan tahun ini menjadi momentum penguatan spiritual, peningkatan prestasi, serta lahirnya pelajar Muhammadiyah yang berkemajuan dan berkarakter. (Sofyan)


    Baca juga: Literasi Superhero di Batu Seribu, Dongeng Nabi Nuh hingga Gunungan Sego Berkat Semarakkan Tradisi Padusan Sukoharjo

    Superhero Gatutkaca membacakan kisah Nabi Nuh kepada anak-anak, didampingi Ultraman dan Spiderman serta duta wisata mas-mbak Sukoharjo.


    Literasi Superhero di Batu Seribu, Dongeng Nabi Nuh hingga Gunungan Sego Berkat Semarakkan Tradisi Padusan Sukoharjo

    SUKOHARJO – majalahlarise.com - Suasana tradisi padusan di kawasan wisata Batu Seribu, Selasa (17/2/2026), tampil berbeda. Di tengah ramainya pengunjung yang memadati kolam dan area wisata untuk bersuci menjelang Ramadan, sosok superhero Gatutkaca hadir membacakan kisah Nabi Nuh kepada anak-anak, didampingi Ultraman dan Spiderman.

    Kegiatan literasi tersebut digelar oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sukoharjo sebagai bagian dari tradisi tahunan padusan yang dikemas dengan nuansa baru. Setelah dongeng, acara dilanjutkan dengan pembagian nasi berkat yang dibungkus daun jati, tersusun dalam gunungan sego berkat yang menjadi daya tarik tersendiri.

    Superhero Gatutkaca yang diperankan Danar menjelaskan, agenda tersebut merupakan perpaduan tradisi lama dan inovasi baru.

    “Hari ini tradisi tahunan padusan kita padukan dengan tradisi baru di Batu Seribu, yaitu gunungan sego berkat. Jadi kita bagi gunungan sego berkat, ada jamu, lalu adik-adik kita dongengi tentang kisah Nabi menjelang Ramadan,” ujar Danar.

    Minum jamu bersama-sama.


    Ia menuturkan, kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai spiritual kepada anak-anak sebelum memasuki bulan suci.

    “Harapannya adik-adik memasuki Ramadan ini mencucikan diri lewat padusan dan tertarik selalu datang ke sini. Dulu belum ada tradisi seperti ini, sekarang kita buat tradisi baru yang menarik,” katanya.

    Kehadiran Ultraman dan Spiderman menambah semarak suasana. Usai sesi literasi, superhero Ultraman terlihat mengajak anak-anak berenang di kolam.

    “Gatutkaca tidak sendiri. Kami ajak superhero lain untuk menghibur. Jadi bukan hanya mendongeng, tapi juga menemani adik-adik berenang. Padusan bukan sekadar bersuci, tapi juga tanda keceriaan anak-anak menyambut Ramadan,” jelasnya.

    Superhero Ultraman terlihat mengajak anak-anak berenang di kolam.


    Acara tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disporapar Kabupaten Sukoharjo, Herdis Kurnia Wijaya, S.Sos., M.Si., serta Duta Wisata Mas dan Mbak Sukoharjo.

    Herdis menyampaikan Batu Seribu menjadi salah satu ikon destinasi wisata yang dikelola pemerintah kabupaten. Momentum menjelang Ramadan dimanfaatkan untuk menggelar padusan secara kolaboratif bersama pegiat wisata.

    “Kita memanfaatkan momen menjelang Ramadan dengan menyelenggarakan padusan. Ada yang membawa nasi berkat, ada jamu. Pengunjung berbagi rezeki, berbagi nasi berkat. Harapannya tentu tambah berkat,” ujarnya.

    Ia mengakui, meski sempat diguyur hujan, tingkat kunjungan wisatawan meningkat signifikan dibanding hari biasa.

    “Desitasnya tinggi sejak pagi dan sampai sore masih hangat. Kenaikannya signifikan sekali hari ini. Momen ini bagi kami menjadi berkah karena meningkatkan kunjungan,” katanya.

    Menurut Herdis, saat ini destinasi wisata yang dikelola langsung pemerintah kabupaten ada dua titik, yakni Batu Seribu dan Balakan. Namun, momentum libur panjang seperti Imlek, Ramadan, dan Paskah turut membawa limpahan wisatawan dari kawasan Solo Raya.

    “Kita punya kawasan Solo Baru yang menjadi ikon kuliner. Kepadatan pengunjung terasa sekali. Ini motivator luar biasa bagi peningkatan penerimaan daerah. PR kami ke depan bagaimana mengembangkan destinasi wisata sendiri sehingga tidak hanya menunggu limpahan dari kota Solo,” jelasnya.

    Tradisi padusan di Batu Seribu tahun ini tidak hanya menjadi ajang bersuci menjelang Ramadan, tetapi juga panggung edukasi dan hiburan ramah anak. Dongeng Nabi Nuh, gunungan sego berkat, hingga tawa anak-anak di kolam renang berpadu menjadi wajah baru wisata religi yang lebih kreatif dan penuh makna. (Sofyan)


    Baca juga: Menakjubkan, SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Borong 7 Medali di OlympicAD VIII Nasional Makassar

    SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta berhasil meraih tujuh medali dalam ajang OlympicAD VIII Tingkat Nasional.


    Menakjubkan, SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Borong 7 Medali di OlympicAD VIII Nasional Makassar

    Solo - majalahlarise.com - SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta berhasil meraih tujuh medali dalam ajang OlympicAD VIII Tingkat Nasional yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Makassar pada (12–14/2/2026). Tujuh medali tersebut terdiri atas empat medali emas dan tiga medali perak dari berbagai cabang perlombaan.

    Kepala SMP Muhammadiyah PK Surakarta, Muhdiyatmoko, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian para siswa dan guru yang telah berjuang di tingkat nasional. Ia mengungkapkan bahwa sekolah mengirimkan 12 peserta dengan target tinggi. “Kita mengirim 12 peserta, ya targetnya ya 12 medali emas lah,” kata Muhdiyatmoko optimistis.

    Menurutnya, capaian tujuh medali ini merupakan hasil kerja keras, latihan intensif, serta doa dan dukungan dari seluruh warga sekolah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru pembimbing dan siswa yang telah mempersiapkan diri secara maksimal.

    “Terima kasih kepada guru dan siswa-siswi yang sudah mempersiapkan diri dan bertanding dalam laga perlombaan tingkat nasional ini. Harapannya mental para anak-anak kami ini semakin terasah, sehingga bukan menang dan kalahnya, tapi mental juara itu akan selalu terbangun dalam diri anak-anak kami,” tuturnya.

    Empat medali emas diraih dalam empat cabang lomba berbeda. Ustazah Nurul Fitria, S.Si., guru Fisika, berhasil meraih medali emas pada kategori Inovasi Media Pembelajaran. Sementara itu, Fatiha Naimada Syarafana menyabet medali emas cabang News Reading. Medali emas Olimpiade Matematika diraih Nismara Pragya Chedrina Agung. Adapun cabang Film Indie sukses meraih medali emas melalui kolaborasi Lynn Ardianto, Rahmatullah Raka Raharjo, dan Prasisto Abid.

    Selain emas, tiga medali perak juga berhasil dibawa pulang. Naura Prashanti meraih medali perak pada cabang Story Telling. Danestha Athaya Raendra memperoleh medali perak di cabang Kaligrafi. Sementara itu, Kinartyas Aqilla Wahyuningrum bersama Rashya Wardhana meraih medali perak pada kategori Majalah Sekolah.

    Salah satu peraih medali emas, Fatiha Naimada Syarafana, mengaku senang dan terharu atas keberhasilan yang diraih. Ia menceritakan perlombaan ini adalah pengalaman pertamanya maka ia mempersiapkan diri semaksimal mungkin. "Alhamdulillah saya sangat bahagia dan bangga atas prestasi ini. Terima kasih Ustaz-Ustazah atas bimbingannya," ujarnya.

    OlympicAD Nasional VIII merupakan ajang kompetisi bergengsi tingkat nasional yang diikuti lebih dari 8.000 pelajar Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. Sebanyak 73 kategori lomba dipertandingkan dalam ajang tersebut. Setiap kategori menetapkan 15 pemenang, dengan lima peraih juara pertama mendapatkan medali emas, lima juara kedua meraih medali perak, dan lima juara ketiga memperoleh medali perunggu. (Sofyan)


    Baca juga: Kolaborasi Harmoni dan Tradisi, House of Danar Hadi Luncurkan “Peken Langen Suko” untuk Ramadan 2026

    Perwakilan House of Danar Hadi, Kak Inggrit, membuka acara dengan penuh semangat.


    Kolaborasi Harmoni dan Tradisi, House of Danar Hadi Luncurkan “Peken Langen Suko” untuk Ramadan 2026

    Solo – majalahlarise.com – Menyambut Ramadan 2026, House of Danar Hadi menghadirkan konsep buka puasa berbeda melalui launching paket iftar bertajuk “Peken Langen Suko”. Program ini merupakan kolaborasi antara Harmoni Wedding Organizer & Catering Service The Art of Traditional Wedding, House of Danar Hadi, dan Amariss.

    Kegiatan launching digelar di area garden House of Danar Hadi, Jalan Slamet Riyadi No.261, Sriwedari, Laweyan, Surakarta. Suasana hangat dan penuh antusiasme terasa saat para influencer, content creator, dan tamu undangan mengikuti sesi trial test food.

    Perwakilan House of Danar Hadi, Kak Inggrit, membuka acara dengan penuh semangat. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam kolaborasi tersebut.

    Para influencer, content creator, dan tamu undangan mengikuti sesi trial test food.


    “Kita visualisasikan di garden kami bersama tepuk tangan yang meriah untuk Harmony Catering Kak Gembul yang di belakang. Terima kasih sudah mewujudkan menu-menu jadul nantinya dan dekorasi yang sangat unik dan indah ini,” tuturnya.

    Ia menjelaskan, konsep “Peken Langen Suko” dihadirkan untuk menambah warna baru suasana buka bersama di Solo. Menurutnya, Ramadan menjadi momen spesial untuk berkumpul bersama keluarga dan sahabat.

    “Semoga ini nanti bisa menambah warna baru untuk suasana buka bersama. Karena momen Ramadan itu momen spesial untuk berkumpul bersama keluarga, semoga bisa menghangatkan untuk berkumpul-kumpul bersama,” ujarnya.


    Kak Inggrit juga mengajak para tamu memberikan masukan karena acara tersebut merupakan sesi uji coba sebelum resmi berjalan pada Ramadan 2026. “Ini adalah sesi trial test food, jadi nanti boleh sekali untuk memberi masukan atau memberi ide, gagasan untuk nantinya bisa launching di bulan Ramadan 2026 ini,” katanya.

    Pembawa acara menambahkan, kegiatan ini sengaja menghadirkan para influencer dan content creator agar dapat merasakan langsung konsep yang ditawarkan sekaligus memberi evaluasi sebelum hari pertama Ramadan.

    Sementara itu, Owner Harmoni Catering, Kak Gembul, menguraikan latar belakang lahirnya konsep tersebut. Ia menyebut ide ini muncul dari obrolan santai bersama tim beberapa bulan lalu.

    “Saya melihat kok kelihatannya di Solo belum ada dengan konsep buka puasa yang tradisional. Tapi kita enggak 100 persen tradisional semuanya, memang dimix dengan menu Western dan juga Chinese,” jelasnya.

    Keunikan utama, lanjutnya, terletak pada fleksibilitas menu tradisional. Untuk pemesanan minimal 50 pax, tamu dapat melakukan request tambahan menu tradisional sesuai kebutuhan.

    Tak hanya itu, setiap hari akan ada menu spesial berbeda. “Setiap hari kita akan ada guest star seperti Terang Bulan, ada Putu, terus nanti ada Sate Kere dan sebagainya. Itu di setiap harinya ada, berbeda-beda,” katanya.

    Konsep ini juga dilengkapi permainan interaktif serta dekorasi bernuansa tradisional-modern yang Instagramable, termasuk fasilitas photo booth dari Loka Potret di area dalam venue.

    Dari sisi kapasitas, Kak Gembul menyampaikan area ini mampu menampung hingga 250 orang dalam satu waktu. Hal ini dinilai ideal untuk acara buka bersama komunitas, kantor, maupun keluarga besar.

    Adapun detail paket “Peken Langen Suko” sebagai berikut:

    Early Bird Rp105.000 (periode 17–21 Februari 2026)

    Reguler Rp119.999 (21 Februari–18 Maret 2026)

    Usia 1–3 tahun gratis

    Usia 4–11 tahun diskon 50 persen

    Usia 12 tahun ke atas harga penuh

    Paket ini mengusung konsep All You Can Eat dengan promo Buy 10 Get 2. Setiap pembelian 5 pax mendapatkan kupon undian doorprize yang akan diundi di akhir periode. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati live musik setiap hari selama Ramadan pukul 17.00–20.00 WIB.

    Dengan perpaduan nuansa pasar tradisional, sajian lintas budaya, hiburan live music, serta lokasi heritage yang strategis di jantung Kota Solo, “Peken Langen Suko” diharapkan menjadi destinasi buka bersama yang menghadirkan pengalaman berbeda di Ramadan 2026.

    Informasi dan reservasi dapat menghubungi Admin Harmoni Catering di 0823 3535 3800 atau Inggrita di 0822 2606 5454. (Sofyan)


    Baca juga: Astrid Widayani Buka Pelatihan Video Sejarah Berbasis AI di MAN 1 Surakarta, Dorong Inovasi Pembelajaran Digital



    Siswa mengikuti kegiatan Lepas Balon Tarhib Ramadhan yang dilanjutkan pawai arak-arakan menuju Alun-Alun Pengging.


    Semarak Lepas Balon Tarhib Ramadhan SD Muhammadiyah PK Banyudono, 550 Siswa Pawai Menuju Alun-Alun Pengging

    Boyolali – majalahlarise.com - Suasana penuh semangat dan keceriaan menyelimuti halaman SD Muhammadiyah PK Banyudono pada Senin (16/2/2026). Sebanyak 550 siswa kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti kegiatan Lepas Balon Tarhib Ramadhan yang dilanjutkan pawai arak-arakan menuju Alun-Alun Pengging.

    Kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur’an bersama di Masjid Asyiroj Bendan sebagai bentuk penguatan ruhiyah menyambut bulan suci. Lantunan ayat suci menggema khidmat, menanamkan kesadaran Ramadhan menjadi momentum peningkatan iman dan takwa, bukan sekadar agenda tahunan.

    Prosesi simbolis pelepasan balon dilakukan Kepala Sekolah dengan menggunting pita balon terbang berisi pesan komitmen siswa. Sejumlah tulisan menghiasi balon warna-warni, di antaranya “Ramadhan ini harus berkualitas”, “Ramadhan tahun ini banyak khatam Al-Qur’an”, “Ramadhan tahun ini banyak infak dan shodaqah”, serta “Ramadhan tahun ini qiyamul lail lebih baik”. Balon yang melesat ke langit menjadi simbol harapan dan tekad seluruh keluarga besar sekolah dalam menyambut bulan penuh berkah.

    Ketua panitia, Ustadz Habibi, menyampaikan kegiatan dirancang untuk menumbuhkan semangat cinta Ramadhan sejak dini.

    “Kami ingin anak-anak menyambut Ramadhan dengan kesadaran, bukan sekadar ikut-ikutan. Sejak awal mereka sudah menuliskan target ibadah dan komitmen pribadi. Harapannya, Ramadhan tahun ini benar-benar membawa perubahan sikap dan peningkatan kualitas ibadah,” ujarnya.

    Ia juga menuturkan kegiatan Tarhib menjadi bagian dari pembinaan karakter Islami di lingkungan sekolah.

    “Tarhib ini bukan hanya seremoni lepas balon. Ini simbol tekad bersama. Kami ingin siswa terbiasa memiliki target khatam Al-Qur’an, rajin infak dan sedekah, serta meningkatkan qiyamul lail. Semua itu kami dampingi melalui program sekolah selama Ramadhan,” jelasnya.

    Usai pelepasan balon, para siswa mengikuti pawai dari halaman sekolah menuju Alun-Alun Pengging. Mereka membawa poster dan spanduk bertema Tarhib Ramadhan, melantunkan shalawat serta yel-yel islami sepanjang perjalanan. Warga yang menyaksikan turut merasakan kemeriahan dan semangat religius terpancar dari barisan siswa.

    Ustadz Habibi menambahkan pada season kedua, kegiatan akan dibagi sesuai jenjang kelas.

    “Untuk kelas 1, 2, dan 3, kami menghadirkan edukasi Minizoo di halaman sekolah bersama tim profesional pecinta binatang. Anak-anak belajar mengenal ciptaan Allah seperti reptil, mamalia, dan burung. Sementara kelas 4, 5, dan 6 akan membuat konten Ramadhan berupa ucapan, kutipan inspiratif, pantun, atau karya kreatif lain agar pesan kebaikan semakin luas tersebar,” katanya.

    Kegiatan ini menjadi wujud komitmen sekolah dalam membentuk generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai keislaman. Tarhib Ramadhan menjadi langkah awal gerakan ibadah yang lebih berkualitas, menyambut bulan suci dengan semangat, kesadaran, dan tekad perubahan diri. (Sofyan)


    Baca juga: Camat Buka Langsung Lomba Tenis Meja Piala Camat Giritontro I, Perkuat Silaturahmi dan Pembinaan Atlet Daerah

    Seluruh pemenang menerima piala dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.


    Camat Buka Langsung Lomba Tenis Meja Piala Camat Giritontro I, Perkuat Silaturahmi dan Pembinaan Atlet Daerah

    Wonogiri - majalahlarise.com - Atmosfer sportivitas dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Lomba Tenis Meja Piala Camat Giritontro I yang digelar di Gedung SEDAR Giritontro, Minggu (15/2/2026). Turnamen tingkat distrik ini diikuti peserta dari tujuh kecamatan wilayah Baturetno dan menjadi ajang kompetisi sehat sekaligus wadah menyalurkan bakat serta hobi masyarakat dalam cabang olahraga tenis meja.

    Kegiatan secara resmi dibuka Camat Giritontro, Sangga Okta Kharisma. Pembukaan ditandai sambutan serta pertandingan simbolis yang disaksikan peserta, panitia, dan masyarakat yang memadati arena.

    Dalam sambutannya, Sangga Okta Kharisma menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen yang dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat.

    “Saya sangat mendukung kegiatan positif di wilayah Giritontro, salah satunya melalui olahraga tenis meja. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk menumbuhkan semangat sportivitas, menjaga kesehatan, sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat. Harapannya kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahun dan menjadi agenda rutin daerah,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga turnamen berjalan lancar dan penuh antusiasme.

    Sementara itu, Ketua Panitia Hasan menjelaskan, lomba ini merupakan tindak lanjut dari program peningkatan kompetensi pelatih tenis meja tingkat provinsi yang diikuti pengurus PTM Skimes. Program tersebut menjadi langkah awal membangun sistem pembinaan olahraga tenis meja secara berkelanjutan di wilayah Giritontro dan sekitarnya.

    Menurut Hasan, turnamen ini tidak semata mencari juara, melainkan bagian dari pembinaan atlet usia dini dan penguatan komunitas olahraga.

    “Kegiatan ini kami rancang sebagai wadah pembinaan sekaligus ajang penyaluran bakat bagi para penghobi tenis meja. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar pemain dan komunitas olahraga,” jelasnya.

    Pertandingan berlangsung sengit dengan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas. Para peserta menampilkan kemampuan terbaik dalam setiap laga, sementara penonton memberikan dukungan meriah yang menambah semangat para atlet.

    Adapun hasil akhir turnamen antar-PTM se-Distrik Baturetno sebagai berikut:

    Juara 1 diraih PTM Waton Baturetno,

    Juara 2 diraih PTM Waton Baturetno,

    Juara 3 bersama diraih PTM Skimes Giritontro dan PTM Andeta Tirtomoyo.

    Seluruh pemenang menerima piala dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.

    Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga tenis meja di wilayah selatan Kabupaten Wonogiri. Melalui pembinaan berkelanjutan dan agenda rutin setiap tiga bulan dengan sistem tuan rumah bergilir, tenis meja diharapkan semakin berkembang, merakyat, serta mampu melahirkan atlet potensial yang siap bersaing di tingkat daerah hingga lebih tinggi.

    Dengan terselenggaranya Lomba Tenis Meja Piala Camat Giritontro I, masyarakat menaruh harapan besar agar kegiatan serupa terus digelar secara konsisten sebagai sarana pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat persatuan melalui olahraga. (Sofyan)


    Baca juga: Lahirkan Bintang Masa Depan! Fardhan Tampil Perkasa dan Rebut Juara Tenis Meja Usia Dini Piala Camat

    Penyerahan medali dan piagam penghargaan kepada para pemenang tenis meja usia dini piala Camat Giritontro.


    Lahirkan Bintang Masa Depan! Fardhan Tampil Perkasa dan Rebut Juara Tenis Meja Usia Dini Piala Camat

    Wonogiri – majalahlarise.com - Ajang lomba tenis meja usia dini Piala Camat yang digelar di Gedung SEDAR Giritontro, Minggu (14/2/2026), menjadi panggung lahirnya bibit atlet muda berbakat. Dalam kompetisi tersebut, Fardhan tampil gemilang dan sukses meraih Juara 1 setelah menunjukkan permainan impresif dan penuh semangat.

    Sejak babak penyisihan, Fardhan mampu menguasai jalannya pertandingan. Teknik pukulan yang matang, ketenangan membaca arah bola, serta mental bertanding yang kuat mengantarkannya ke partai final hingga memastikan gelar juara. Posisi Juara 2 diraih Ufa yang tampil konsisten, sementara Kian mengamankan Juara 3 setelah melalui pertandingan sengit dan penuh determinasi.

    Turnamen secara resmi dibuka Camat Giritontro, Sangga Okta Kharisma. Selain kategori usia dini, turnamen juga diikuti kelompok dewasa se-Distrik Baturetno yang meliputi tujuh kecamatan, sehingga suasana kompetisi berlangsung semarak dan penuh antusiasme.

    Dalam sambutannya, Sangga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan olahraga bagi generasi muda. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Tenis meja bukan sekadar olahraga, namun sarana membangun karakter, melatih disiplin, serta menanamkan sportivitas sejak usia dini,” ujarnya.

    Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin. “Kami berharap turnamen seperti ini menjadi agenda tahunan, bahkan bisa berkembang lebih besar. Pembinaan sejak dini menjadi kunci melahirkan atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah,” jelasnya.

    Ketua panitia, Hasan, menyampaikan turnamen ini merupakan tindak lanjut dari program pelatihan kepelatihan tenis meja tingkat provinsi. 

    “Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang lomba, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet usia dini serta sarana silaturahmi antar penghobi tenis meja. Ke depan, kami berencana menggelar turnamen rutin setiap tiga bulan dengan sistem tuan rumah bergilir antar kecamatan,” katanya.

    Sementara itu, pelatih tenis meja usia dini, Toufik Ghozali, mengungkapkan rasa bangga terhadap semangat para peserta. “Perkembangan kemampuan anak-anak sangat menggembirakan. Mereka memiliki potensi besar jika terus dibina secara konsisten dan berjenjang,” tuturnya.

    Ia menambahkan, keberhasilan Fardhan dan para juara lainnya menjadi motivasi bagi atlet muda lain untuk terus berlatih. “Kami berharap olahraga tenis meja semakin merakyat dan mampu melahirkan atlet handal hingga tingkat nasional,” imbuhnya.

    Prestasi yang diraih para atlet muda ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berprestasi melalui olahraga, sekaligus menjadi langkah awal mencetak atlet tenis meja unggulan dari wilayah Giritontro. (Sofyan)


    Baca juga: Astrid Widayani Buka Pelatihan Video Sejarah Berbasis AI di MAN 1 Surakarta, Dorong Inovasi Pembelajaran Digital


Top