GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Prestasi
![]() |
| Gilbert Gohnarso dan Firah Aniq Imtinansyah (angkatan 2023), Nauril Ni’mah (angkatan 2024), serta Deswinda Auliya Putri (angkatan 2025). |
Mahasiswa DKV ISI Surakarta Tembus Pameran Internasional di Turki, Karya Poster Dipajang Bersama Desainer Dunia
SOLO – majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Surakarta. Empat mahasiswa berhasil lolos kurasi dalam ajang bergengsi International Poster Exhibition “Akif Wrote, We Visualize II” yang digelar secara daring mulai 12 Maret 2026.
Pameran internasional ini diikuti oleh 40 desainer dari 21 negara, di antaranya Amerika Serikat, Taiwan, Cina, Palestina, Belarus, Irak, Uruguay, Turki, hingga Korea Utara. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kütahya Dumlupınar University, Faculty of Fine Arts, Turki, dengan menghadirkan karya-karya poster bertema perjuangan dan nilai kebangsaan.
Empat mahasiswa DKV ISI Surakarta yang berhasil menembus kurasi tersebut adalah Gilbert Gohnarso dan Firah Aniq Imtinansyah (angkatan 2023), Nauril Ni’mah (angkatan 2024), serta Deswinda Auliya Putri (angkatan 2025). Karya poster mereka ditampilkan dalam format A3 dengan mengangkat visual simbolik tokoh Mehmet Akif Ersoy, sosok penting di balik lahirnya lagu kebangsaan Turki, Istiklal Marşı.
Dalam proses kreatifnya, para mahasiswa mendapatkan pendampingan dari dosen DKV ISI Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso, mulai dari penguatan ide hingga tahap visualisasi desain. Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam menghasilkan karya yang mampu bersaing di tingkat global.
Basnendar menyampaikan, keberhasilan mahasiswa dalam ajang ini menjadi bukti kualitas karya yang tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga mampu berbicara di ranah internasional.
“Melalui desain poster yang dihasilkan, mahasiswa menunjukkan karya mereka mampu bersaing di tingkat internasional. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun jejaring dengan desainer dan seniman dari berbagai negara,” jelasnya.
Pameran ini mengangkat tema yang terinspirasi dari Istiklal Marşı, yang tidak hanya dipandang sebagai karya sastra, namun juga merepresentasikan memori kolektif, nilai nasional, serta kesinambungan sejarah bangsa Turki. Melalui pendekatan visual, para desainer dari berbagai negara diajak menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam bahasa desain yang beragam.
Salah satu peserta, Gilbert Gohnarso, menuturkan bahwa karya poster yang dibuat melalui teknik digital merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan bangsa Turki dalam meraih kemerdekaan. “Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, karena karya kami bisa lolos kurasi dan dipamerkan di ajang internasional,” ujarnya.
Ajang ini sekaligus menjadi wadah kolaborasi global dalam mengubah warisan sastra Mehmet Akif Ersoy menjadi narasi visual yang kuat dan relevan lintas budaya. Keikutsertaan mahasiswa ISI Surakarta diharapkan dapat terus memacu semangat berkarya serta memperluas kontribusi generasi muda Indonesia di kancah seni internasional. (Sofyan)
Baca juga: Hujan Tak Surutkan Kekhusyukan, Ratusan Jemaah Ikuti Salat Id di Baleharjo Wonogiri
News
![]() |
| Ribuan umat Islam memadati Lapangan Kottabarat untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 H, Jumat (20/3/2026). |
Ribuan Jamaah Padati Lapangan Kottabarat, Prof. Andri Nirwana Ajak Istikamah Usai Ramadhan
Solo - majalahlarise.com - Ribuan umat Islam memadati Lapangan Kottabarat untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 H, Jumat (20/3/2026). Bertindak sebagai imam dan khotib, Prof. Andri Nirwana, Guru Besar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Sejak pukul 06.00 WIB, jamaah telah memadati lokasi dengan iringan lantunan takbir yang menggema. Lantunan takbir menambah suasana khidmat dan penuh haru. Panitia menyiapkan 12 shaf atau barisan untuk menampung jamaah yang hadir. Kehadiran jamaah kurang lebih berjumlah mencapai sekitar 1.200 orang.
Dalam khutbahnya, Prof. Andri Nirwana mengajak seluruh jamaah untuk menjaga keistikamahan dalam beribadah setelah bulan Ramadhan. Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar umat Islam bukan hanya menjalankan ibadah selama Ramadhan, tetapi bagaimana mempertahankan konsistensi tersebut di bulan-bulan berikutnya.
“Pada bulan Ramadhan, ibadah terasa lebih ringan karena setan dibelenggu. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menjaga konsistensi ibadah di luar bulan Ramadhan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan bahwa salah satu kunci menjaga keistikamahan adalah peran keluarga dalam membentuk kebiasaan ibadah. Menurutnya, keluarga perlu menyusun jadwal rutin, seperti puasa sunnah, salat berjamaah, serta membaca Al-Qur’an agar amalan Ramadhan tetap berlanjut. “Jika kebiasaan ini tidak dibangun dalam keluarga, akan sulit untuk istiqamah, apalagi ketika masing-masing anggota memiliki kesibukan. Dengan perencanaan yang baik, amalan Ramadhan bisa terus berlanjut hingga bertemu Ramadhan berikutnya,” jelasnya.
Selain itu, Prof. Andri juga menyinggung perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri yang terjadi di tengah masyarakat. Ia mengimbau umat Islam untuk menyikapi perbedaan tersebut dengan bijak dan penuh kedewasaan. Menurutnya, perbedaan tersebut muncul karena perbedaan metode, seperti rukyat dan hisab. Muhammadiyah, misalnya, telah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang berbasis perhitungan ilmiah dan dapat diprediksi jauh ke depan.
“Pada masa Rasulullah, rukyat digunakan karena keterbatasan ilmu pengetahuan. Saat ini, ilmu astronomi sudah berkembang, sehingga penentuan kalender bisa dilakukan secara lebih akurat. Perbedaan ini tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dengan saling menghormati dan memahami perbedaan yang ada.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Lapangan Kottabarat berlangsung tertib, khusyuk, dan penuh kebersamaan. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga mempererat tali persaudaraan umat Islam. Diharapkan, semangat Ramadhan yang telah dijalani dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari, sehingga melahirkan pribadi yang lebih baik dan berdaya bagi umat serta bangsa. (Sofyan)
Kabar Desa
![]() |
| Pelaksanaan Salat Idulfitri pada Jumat (20/3/2026) di halaman SD Negeri 1 Baleharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri. |
Hujan Tak Surutkan Kekhusyukan, Ratusan Jemaah Ikuti Salat Id di Baleharjo Wonogiri
Wonogiri - majalahlarise.com - Pelaksanaan Salat Idulfitri pada Jumat (20/3/2026) di halaman SD Negeri 1 Baleharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, berlangsung khusyuk meskipun sempat diguyur hujan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Antar Masjid (BKAM) Desa Baleharjo bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Baleharjo.
Bertindak sebagai khatib, Muhamad Arifin, yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo, menyampaikan khotbah bertema pentingnya menjaga ketakwaan dan istikamah setelah Ramadan.
Dalam khotbahnya, khatib menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar momentum kebahagiaan setelah berpuasa, tetapi juga menjadi titik awal untuk mempertahankan kualitas ibadah.
“Idulfitri adalah hari kebahagiaan bagi orang yang berpuasa, bukan hanya saat berbuka di dunia, tetapi puncaknya adalah ketika berjumpa dengan Allah Swt. Oleh karena itu, ibadah tidak boleh berhenti setelah Ramadan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa esensi puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menahan diri dari perbuatan maksiat serta menjaga hati dan perilaku sepanjang waktu. Khatib menekankan bahwa orang yang benar-benar bertakwa adalah mereka yang konsisten dalam beribadah, tidak hanya pada bulan Ramadan.
Selain itu, disampaikan pula pentingnya menjaga istikamah melalui beberapa amalan sederhana, seperti memperbanyak doa, menjaga pergaulan dengan orang saleh, serta membiasakan amal kebaikan secara berkelanjutan meskipun dalam jumlah kecil.
Ketua BKAM sekaligus PRM Baleharjo, Warijo, mengungkapkan pelaksanaan salat Idulfitri dihadiri sekitar 700 jemaah.
“Alhamdulillah, sempat turun hujan saat pelaksanaan salat pada rakaat kedua. Namun, jemaah tetap khusyuk dan melanjutkan hingga khotbah, meskipun harus berteduh di lorong teras sekolah dan kantor desa setempat. Jemaah tetap antusias,” ujarnya.
Warijo juga menyampaikan masyarakat Baleharjo menyikapi perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri dengan penuh kedewasaan.
“Sebagian masjid di Desa Baleharjo akan melaksanakan salat Idulfitri pada Sabtu, 21 Maret 2026. Masyarakat dapat saling memahami dan menjaga toleransi atas perbedaan tersebut,” tambahnya.
Pelaksanaan salat Idulfitri ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus penguatan nilai toleransi di tengah masyarakat. Selain itu, pesan khotbah yang disampaikan diharapkan menjadi bekal bagi jemaah untuk terus menjaga kualitas ibadah dan istikamah dalam kehidupan sehari-hari. (Sofyan)
Baca juga: Lima Kunci Negeri yang Berkah, Pesan Khatib Idulfitri di Solo
News
![]() |
| Imam dan khatib salat Idulfitri Ustaz Dwi Jatmiko, di Krida Mangkubumen, Banjarsari, Surakarta. |
Lima Kunci Negeri yang Berkah, Pesan Khatib Idulfitri di Solo
Surakarta — majalahlarise.com - Imam dan khatib salat Idulfitri di Krida Mangkubumen, Banjarsari, Surakarta, Ustaz Dwi Jatmiko, mengingatkan pentingnya menjaga rasa aman sebagai salah satu nikmat terbesar dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Hal tersebut disampaikan dalam khutbah Idulfitri, Jumat (20/3/2026).
Dalam khutbahnya, ia menyampaikan rasa aman menjadi fondasi utama bagi hadirnya berbagai nikmat lainnya. “Bayangkan, apalah artinya rumah besar, makanan berlimpah, kendaraan mewah dan segala fasilitas kehidupan lainnya kalau ternyata negeri tempat kita tidak aman,” ujarnya.
Ia mengajak umat Islam menjadikan momentum bulan Syawal untuk saling menebarkan salam, mempererat ukhuwah, serta saling mendoakan. Menurutnya, hal itu menjadi langkah penting dalam mewujudkan negeri yang thoyyibatun wa rabbun ghafur, yakni negeri yang aman, subur, makmur, serta penuh rida dan ampunan Allah SWT.
Ustaz Dwi Jatmiko yang juga anggota Korps Mubaligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo menyampaikan apresiasi kepada takmir Masjid Al Mustaqim dan LP2A Mangkubumen. Dalam kesempatan tersebut, ia menguraikan lima kunci utama terwujudnya negeri yang berkah.
“Kunci pertama adalah adanya ketaatan kepada Allah SWT dengan hadirnya iman dan takwa. Kedua, adanya akhlak mulia serta rasa syukur atas nikmat. Ketiga, hadirnya pemimpin yang adil dan amanah di tengah masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kunci keempat adalah terjalinnya hubungan harmonis antara rakyat dan pemerintah. Sedangkan kunci kelima adalah keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, yang diiringi kemajuan ilmu pengetahuan, baik agama maupun umum, untuk kemaslahatan bersama.
“Negeri yang subur, aman dari ancaman internal maupun eksternal, serta didukung aparat seperti polisi dan tentara yang berperan sebagai pengayom keamanan dan kesejahteraan masyarakat, menjadi bagian penting dari terwujudnya keberkahan tersebut,” urainya.
Ia juga mengutip firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-A’raf ayat 96, yang menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi akan diberikan kepada suatu kaum yang beriman dan bertakwa. Sebaliknya, kemaksiatan dapat menjadi sebab tertolaknya keberkahan tersebut.
“Ayat ini menunjukkan keberkahan dan kemakmuran dapat hilang akibat dosa dan kemaksiatan yang dilakukan manusia,” jelasnya.
Menutup khutbahnya, ia menyampaikan harapan agar Indonesia menjadi negeri yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja. “Semoga Indonesia menjadi negeri yang aman, makmur, dan penuh keberkahan,” pungkasnya. (Sofyan)
Kabar Desa
![]() |
| Kaum Muslimin dan Muslimat di wilayah Gunungan dan sekitarnya memadati pelaksanaan Sholat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H yang digelar di Komplek Masjid Al-Barokah, Dusun Gunungan. |
Jamaah Padati Sholat Idul Fitri 1447 H di Dusun Gunungan, Khotbah Tekankan Ketakwaan Menyeluruh dan Kepedulian Sosial
Wonogiri – majalahlarise.com - Kaum Muslimin dan Muslimat di wilayah Gunungan dan sekitarnya memadati pelaksanaan Sholat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H yang digelar di Komplek Masjid Al-Barokah, Dusun Gunungan, Desa Gunungan Kecamatan Manyaran, Jumat (20/3/2026) pukul 07.00 WIB. Suasana khidmat terasa sejak pagi hari saat jamaah berkumpul untuk menunaikan ibadah bersama yang dipimpin oleh Ustadz Syamsi, S.Pd.I dari Gubuk Qur’an Manyaran.
Dalam sambutannya, Takmir Masjid Al-Barokah, Wasiman, menyampaikan rasa syukur dan ucapan selamat datang kepada para perantau yang pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri. “Kami mengucapkan selamat datang kepada sedulur-sedulur perantauan. Semoga momentum ini menjadi ajang mempererat silaturahmi dan kebersamaan,” tuturnya.
Ia juga menguraikan laporan pengelolaan zakat fitrah tahun 2026 yang berhasil dihimpun panitia. “Zakat fitrah yang terkumpul berupa beras sebanyak 1 ton 730 kilogram dan seluruhnya telah disalurkan kepada yang berhak menerima,” jelas Wasiman. Selain itu, infak yang terkumpul juga digunakan untuk operasional kegiatan masjid, dengan harapan seluruh amal yang dilakukan diterima oleh Allah SWT.
![]() |
| jamaah saling bersalaman dan bersilaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah. |
Sementara itu, dalam khotbah Idul Fitri, Ustadz Syamsi mengawali pesannya dengan mengutip Surah Al-Baqarah ayat 85 yang mengingatkan umat agar tidak mengamalkan ajaran Islam secara parsial. “Apakah kalian mengimani sebagian dan mengingkari sebagian yang lain? Tidak ada balasan bagi yang demikian kecuali kehinaan di dunia dan azab di akhirat,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan bahwa Islam harus dijalankan secara menyeluruh, tidak hanya dalam ibadah ritual seperti sholat, puasa, dan zakat, tetapi juga mencakup aspek kehidupan lainnya. Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 208, ia mengatakan, “Masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan dan jangan mengikuti langkah-langkah setan.” Menurutnya, ketakwaan tidak boleh dipahami secara sempit, melainkan harus hadir dalam seluruh dimensi kehidupan.
Lebih lanjut, khatib menekankan pentingnya kepedulian sosial sebagai buah dari ketakwaan. “Orang bertakwa tidak mungkin hidup tenang ketika saudaranya kelaparan atau menderita,” ujarnya. Ia menambahkan, ciri orang bertakwa adalah gemar bersedekah, mampu menahan amarah, dan mudah memaafkan, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an.
Dalam refleksinya, Ustadz Syamsi juga menyinggung kondisi umat Islam saat ini yang dinilai masih menghadapi berbagai tantangan akibat kurangnya persatuan. “Mengapa umat Islam yang jumlahnya besar masih banyak yang tertindas? Salah satunya karena kita terpecah-belah dan kehilangan persatuan,” tuturnya.
Menutup khotbah, ia mengajak jamaah menjadikan Idul Fitri sebagai momentum kebangkitan diri dan umat. “Marilah kita menjadikan Idul Fitri sebagai saat memperbaiki diri, meningkatkan kepedulian, serta mempererat persatuan umat,” pesannya.
Usai pelaksanaan sholat, jamaah tidak langsung beranjak pulang, melainkan melanjutkan dengan saling bersalaman dan bersilaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah di momen penuh kemenangan tersebut. (Sofyan)
Berita
![]() |
| Danar selaku staf Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama, menyampaikan dongeng dengan konsep unik. |
Superhero Dongeng Religi Warnai Pesantren Kilat, DISPORAPAR Sukoharjo Promosikan Wisata Lewat Cerita Anak
SUKOHARJO – majalahlarise.com - Memasuki sepekan terakhir bulan Ramadan, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (DISPORAPAR) Sukoharjo menghadirkan program kreatif bertajuk Superhero Dongeng Religi dan Wisata Keliling Ramadan. Program ini menyasar kegiatan pesantren kilat di tingkat TK dan SD dengan pendekatan literasi dongeng yang menarik dan edukatif.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara keliling di sejumlah lokasi, di antaranya TK Kenongkorejo, SD Kadokan, SD Mayang, hingga menjangkau lintas wilayah seperti pesantren kilat di Selogiri, Wonogiri. Menariknya, dalam program ini tokoh pewayangan seperti Gatotkaca dipadukan dengan karakter modern seperti Batman dan Spider-Man, yang disesuaikan dengan permintaan anak-anak di masing-masing lokasi.
Pendongeng dalam program ini, Danar selaku staf Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama, menyampaikan dongeng dengan konsep unik. Ia mengawali cerita dengan kisah nabi, kemudian dilanjutkan dengan dongeng fabel yang disisipi pesan promosi wisata lokal.
“Di TK Kenongkorejo, saya membawakan kisah Nabi Nuh alaihis salam, lalu dilanjutkan dengan cerita fabel kancil dan monyet yang kami kaitkan dengan wisata terdekat seperti kolam renang Bakly Bay. Harapannya anak-anak tertarik berwisata di sekitar daerahnya saat libur Lebaran,” ujar Danar.
Konsep serupa juga diterapkan saat kegiatan di Masjid An Nur Selogiri. Dalam dongengnya, Danar mengangkat latar kawasan wisata lokal seperti Sendang Ijo Selogiri yang berdekatan dengan Dam Colo Nguter Sukoharjo serta wisata air di Desa Jangglengan.
Melalui pendekatan ini, anak-anak diarahkan untuk mengenal dan mencintai potensi wisata di daerah sendiri. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisata lokal saat momentum libur Lebaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DISPORAPAR Sukoharjo, Herdis, menyampaikan dukungannya terhadap program inovatif tersebut. Ia menguraikan pentingnya strategi kreatif dalam mempromosikan sektor pariwisata.
“Untuk memacu peningkatan pendapatan APBD dari sektor pariwisata, diperlukan cara yang kreatif dan inovatif dalam promosi. Program literasi dongeng wisata keliling ini menjadi salah satu cara unik yang efektif, terutama dengan menyasar segmen anak-anak. Harapannya wisata di Sukoharjo semakin ramai dan mampu meningkatkan pendapatan daerah,” jelas Herdis.
Ia juga menambahkan, sektor pariwisata menjadi salah satu fokus dalam visi dan misi kepala daerah, khususnya dalam pengembangan wisata berkelanjutan.
Sementara itu, salah satu guru TK Kenongkorejo, Bu Temu, mengaku sangat senang dengan kehadiran program tersebut. Ia menyampaikan antusiasme anak-anak yang begitu tinggi selama kegiatan berlangsung.
“Anak-anak sangat bahagia dan antusias. Mereka merasa takjub dengan kehadiran superhero, bahkan sampai berebut untuk berfoto. Selain menghibur, dongeng yang disampaikan juga sarat pesan positif seperti sopan santun, rajin belajar, dan stop bullying,” tuturnya.
Program ini tidak hanya menjadi sarana hiburan dan edukasi, tetapi juga strategi promosi wisata yang menyentuh langsung generasi muda melalui pendekatan kreatif dan menyenangkan. (Sofyan)
Baca juga: Superhero Gatutkaca Kembali Hadir, Danar Berbagi Kebahagiaan untuk Anak Yatim Korban COVID-19
Komunitas
Superhero Gatutkaca Kembali Hadir, Danar Berbagi Kebahagiaan untuk Anak Yatim Korban COVID-19
Sukoharjo — majalahlarise.com - Aksi unik dan penuh makna kembali dilakukan oleh Danar dengan mengenakan kostum superhero Gatutkaca, Rabu (18/3/2026). Ia berkeliling menemui anak-anak yatim korban COVID-19 untuk membagikan bingkisan Lebaran sekaligus hadiah ulang tahun bagi yang bertepatan merayakannya di bulan suci ini.
Kegiatan ini menjadi momen refleksi enam tahun sejak pandemi COVID-19 mulai melanda Indonesia pada Maret 2020. Namun, alih-alih mengingat luka, Danar memilih menghadirkan semangat kebangkitan melalui aksi sosial yang menyentuh hati.
Danar mengungkapkan, aksi ini merupakan kelanjutan dari program “Super Isoman” yang dulu ia jalankan saat pandemi untuk menghibur anak-anak yang menjalani isolasi mandiri serta anak yatim korban COVID-19.
“Ya, kita lebaran ini bulannya Maret, pas bulan pengumuman Indonesia ada COVID di awal Maret. Dan ini tahun ke-6. Bukan untuk mengenang luka COVID, tapi untuk kebangkitan. Ternyata di sekitar kita masih ada adik-adik di sanggar belajar yang orang tuanya meninggal karena COVID,” tutur Danar.
Ia menjelaskan, pada Lebaran kali ini pihaknya memberikan santunan kepada 25 anak yatim. Sebagian bingkisan diantarkan langsung ke rumah, sementara lainnya diambil di sanggar.
“Setiap lebaran kita ingin menghadirkan keceriaan. Hari ini juga bertepatan ada dua anak yatim yang ulang tahun di momen Lebaran. Mereka kakak beradik, yaitu Amoriza yang berulang tahun pada 22 Maret dan Nolan Bintang pada 20 Maret. Kami memberikan kejutan dengan hadiah ulang tahun sesuai harapan mereka, yaitu sepatu untuk sekolah dan aktivitas sehari-hari,” jelasnya.
Tidak hanya anak-anak, bingkisan juga diberikan kepada keluarga agar suasana Lebaran tetap terasa hangat dan penuh kebahagiaan.
Danar juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap anak yatim korban pandemi yang masih ada di sekitar.
“Kami ingin masyarakat boleh melupakan COVID, tapi kalau di sekitar masih ada anak yatim karena COVID, tolong dibantu. Anak yatim banyak, tapi yang korban COVID juga perlu perhatian,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan kostum superhero menjadi cara efektif untuk membangkitkan semangat dan kebahagiaan anak-anak.
“Kita pakai superhero karena dulu program kami Super Isoman. Anak-anak jadi bahagia. Lebaran tidak boleh sedih, termasuk untuk anak yatim piatu harus ceria,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu penerima manfaat, Amoriza Setyaji, mengaku sangat senang mendapat kejutan di momen Lebaran sekaligus menjelang ulang tahunnya.
“Ya... suka, terus senang. Bentar lagi ulang tahun, sudah ada yang kasih kado,” ungkap Amoriza dengan wajah ceria.
Ia menerima hadiah berupa sepatu yang akan digunakan untuk sekolah maupun bermain.
“Sepatu, buat sekolah, buat main juga,” katanya.
Saat ditanya tentang cita-cita, Amoriza menjawab dengan penuh harap, “Cita-cita jadi tentara, bismillah. Insya Allah kalau bisa.”
Aksi sederhana namun penuh kepedulian ini menjadi pengingat, di tengah perayaan Lebaran, masih ada anak-anak yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian agar tetap merasakan kebahagiaan yang sama. (Sofyan)
Baca juga: Tradisi Kondangan Malam 29 Ramadan, Warga Gunungan Manyaran Perkuat Kebersamaan dan Doa Bersama
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...








