SMPN 8 Kota Surakarta Raih Dua Juara 1 dalam Lomba MAPKAT Tingkat Kota Surakarta 2026

    SURAKARTA – majalahlarise.com – Siswa SMP Negeri 8 Kota Surakarta menorehkan prestasi membanggakan dalam Lomba Mata Pelajaran Agama Katolik (MAPKAT) tingkat SMP negeri dan swasta Kota Surakarta Tahun 2026. Dalam kompetisi yang berlangsung Kamis (8/10/2026) di SMA Pangudi Luhur Santo Yosep Kota Surakarta tersebut, kontingen SMPN 8 Surakarta berhasil meraih dua gelar juara pertama.

    Dua prestasi yang berhasil diraih yakni Juara 1 Lomba Cerdas Cermat dan Juara 1 Bertutur Ardas Putri. Capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus bukti semangat para siswa dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan penghayatan nilai-nilai iman Katolik.

    Sembilan siswa SMPN 8 Kota Surakarta yang mengikuti kegiatan tersebut yakni Marta Cicilia DN., Gisela Putri Selindra, Skolastika Vika E., Fransiscus Ambar Nugroho, Artanesha Nola P., Juan Rafa NR., Elisabeth Nandhya AP., Alexander Arrondya IB., dan Graciella Mahendra.

    Pembina peserta, F. Nita Purwaningsih, S.Ag., yang merupakan Guru Pendidikan Agama Katolik SMPN 8 Kota Surakarta, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan dan pencapaian yang diraih para siswa.

    Menurutnya, kegiatan MAPKAT bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperoleh penghargaan, melainkan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, keberanian, pengetahuan, dan kreativitas. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk semakin menghayati nilai-nilai iman Katolik dalam kehidupan sehari-hari.

    “Puji syukur, kegiatan Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik SMP Kota Surakarta telah berlangsung dengan baik, penuh semangat, sukacita, dan kebersamaan. Pengalaman ini sangat berkesan, bukan hanya karena berhasil meraih Juara 1 Cerdas Cermat dan Juara 1 Bertutur Ardas Putri, tetapi juga karena memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan potensi dan keberanian mereka,” ungkapnya.

    Ia menjelaskan, kemenangan merupakan sebuah kebanggaan. Namun, proses, perjuangan, kerja sama, serta keberanian untuk mencoba memiliki nilai yang jauh lebih berharga. Karena itu, prestasi yang diraih diharapkan tidak membuat siswa cepat berpuas diri, tetapi menjadi motivasi untuk terus belajar dan bertumbuh menjadi pribadi yang rendah hati.

    Bu Nita juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, bimbingan, serta berkontribusi dalam menyukseskan keikutsertaan siswa SMPN 8 Surakarta dalam perlombaan tersebut.

    Lebih lanjut, ia berharap kegiatan MAPKAT dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak peserta dan sekolah.

    “Kami berharap kegiatan seperti ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan untuk mencari juara, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan, persaudaraan, pengembangan talenta, serta penguatan iman bagi generasi muda Katolik. Semoga semakin banyak anak yang berani tampil, berkarya, dan menjadi saksi Kristus melalui talenta serta prestasi yang mereka miliki,” tuturnya.

    Prestasi tersebut diharapkan menjadi awal dari semangat dan karya-karya baik berikutnya bagi para siswa SMPN 8 Kota Surakarta. Melalui kegiatan MAPKAT, peserta didik tidak hanya didorong untuk berprestasi secara akademis, tetapi juga bertumbuh dalam iman, mengembangkan talenta, serta menghadirkan nilai-nilai kebaikan bagi sesama.

    Terus bertumbuh dalam iman, berprestasi dalam talenta, dan menjadi berkat bagi sesama menjadi pesan yang mengiringi keberhasilan para siswa dalam Lomba MAPKAT Kota Surakarta Tahun 2026.(Sofyan)


    Baca juga: SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Gelar Parenting Akbar, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah

    Kegiatan Parenting Akbar dengan mengangkat tema “Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Anak Saleh dan Salehah".


    SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Gelar Parenting Akbar, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah

    SRAGEN – majalahlarise.com – SMK Muhammadiyah 6 Gemolong, Sragen, menggelar kegiatan Parenting Akbar dengan mengangkat tema “Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Anak Saleh dan Salehah”. Kegiatan yang menghadirkan Ustaz Pujiono, pakar pendidikan dari Tim Diksuspala dan Penjamin Mutu Sekolah Muhammadiyah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, tersebut diikuti wali murid kelas X, XI, dan XII.

    Kegiatan yang berlangsung di area parkiran sekolah ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara keluarga dan sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik, baik dari aspek akademik, karakter, maupun spiritual.

    Kepala SMK Muhammadiyah 6 Gemolong, Umar Jahid, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan sejumlah program baru sekolah yang diarahkan untuk meningkatkan komunikasi dan keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan putra-putrinya.

    Menurut Umar, pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan peran aktif keluarga. Orang tua memiliki posisi strategis dalam membangun karakter, membiasakan ibadah, menanamkan kedisiplinan, serta mengawasi pergaulan anak di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

    Dalam sesi parenting, Ustaz Pujiono yang juga Mudir Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMu) Manafiul Ulum Sambi mengajak orang tua memahami makna pendidikan secara lebih luas. Mendidik anak, menurutnya, bukan sekadar memastikan mereka berangkat sekolah, mendapatkan nilai bagus, atau lulus dengan ijazah.

    Lebih dari itu, pendidikan merupakan ikhtiar bersama untuk melahirkan generasi yang beriman, beradab, mandiri, dan memiliki masa depan yang bermanfaat.

    Ia menjelaskan, sinergi orang tua dan sekolah harus dibangun melalui komunikasi, keteladanan, kepercayaan, serta kesamaan visi dalam mendidik anak. Jangan sampai sekolah mengajarkan kebaikan, tetapi anak justru menyaksikan kebiasaan yang bertolak belakang ketika berada di rumah.

    Begitu pula sebaliknya, orang tua berharap anak mengalami perubahan perilaku menjadi lebih baik, tetapi kurang memberikan pendampingan dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Sekolah tidak bisa bekerja sendirian. Orang tua juga tidak boleh menyerahkan seluruh tanggung jawab pendidikan kepada guru. Anak membutuhkan kehadiran dan keteladanan keduanya. Jangan hanya bertanya berapa nilai anak di sekolah, tetapi tanyakan juga bagaimana ibadahnya, adabnya, pergaulannya, dan tanggung jawabnya,” menjadi pesan penting Ustaz Pujiono dalam kegiatan tersebut.

    Sebagai lembaga pendidikan kejuruan, SMK Muhammadiyah 6 Gemolong memiliki empat kompetensi keahlian, yakni Farmasi Klinis dan Komunitas, Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM/TSM), serta Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKR).

    Melalui berbagai kompetensi tersebut, sekolah berkomitmen mempersiapkan peserta didik agar memiliki keterampilan, kompetensi kerja, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Namun, kecakapan profesional juga harus diimbangi dengan kekuatan iman, akhlak, dan karakter yang baik.

    Parenting Akbar ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal penguatan kemitraan antara sekolah dan keluarga. Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya lulusan yang mendapatkan pekerjaan, tetapi juga dari lahirnya generasi yang saleh dan salehah, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Melalui kegiatan ini, SMK Muhammadiyah 6 Gemolong mengajak seluruh orang tua untuk terus mengambil bagian dalam perjalanan pendidikan anak. Sekolah mendidik, orang tua mendampingi, dan keduanya bersinergi mengantarkan generasi muda menuju masa depan yang diridhoi Allah SWT. (Sofyan)


    Baca juga: Anak Hebat, Orangtua Terlibat Jadi Guru Inspirasi di SD Muhammadiyah 1 Solo


    Siswa mengenal berbagai jenis reptil.


    Anak Hebat, Orangtua Terlibat Jadi Guru Inspirasi di SD Muhammadiyah 1 Solo

    SOLO – majalahlarise.com – Pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Keluarga juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, mengembangkan keterampilan, dan mengantarkan anak meraih cita-cita. Semangat tersebut diwujudkan SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah, melalui kegiatan Kelas Inspirasi yang telah berlangsung selama enam tahun. Kegiatan ini kembali digelar pada Kamis (5/11/2026).

    Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, mengatakan Kelas Inspirasi menjadi salah satu program sekolah untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada peserta didik. Melalui kegiatan ini, anak-anak berkesempatan belajar langsung dari orang tua siswa yang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan sesuai bidang masing-masing.

    “SD Muhammadiyah 1 Solo telah menggelar Kelas Inspirasi selama enam tahun. Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman belajar langsung dari berbagai profesi dan keterampilan,” ujar Sri Sayekti saat membuka kegiatan di Aula Sekolah Sehat.

    Menurut Sayekti, keterlibatan orang tua dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara sekolah dan keluarga untuk mendukung pendidikan karakter unggul dan berprestasi. Kolaborasi ini juga menjadi upaya mengoptimalkan potensi siswa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

    Keterlibatan orang tua dalam kegiatan kelas inspirasi merupakan bentuk kolaborasi antara sekolah dan keluarga untuk mendukung pendidikan karakter unggul dan berprestasi. 


    “Harapannya, ke depan kegiatan ini juga mendukung program pemerintah, yaitu Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), di mana sekolah menggabungkan pendidikan pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana,” urainya.

    Beragam materi disajikan dalam Kelas Inspirasi tahun ini. Siswa diajak mengenal kearifan lokal melalui praktik membuat batik jumputan, belajar menjadi pengusaha bersama Pukis Badran, membuat buket bunga, menghias donat, membuat burger, hingga mengikuti cooking class bersama SFA Steak.

    Tidak hanya itu, anak-anak juga diperkenalkan dengan berbagai profesi, seperti barista cilik, tenaga farmasi dan apoteker, serta konten kreator. Literasi keuangan turut menjadi perhatian melalui kegiatan mengenal cara menyimpan uang dengan aman, mulai dari celengan hingga layanan perbankan.

    “Anak-anak tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga mencoba langsung. Harapannya, mereka lebih percaya diri, kreatif, dan memiliki motivasi untuk meraih cita-cita,” katanya.

    Selain keterampilan dan pengenalan profesi, Kelas Inspirasi juga mengangkat pendidikan karakter serta kesehatan. Sejumlah materi yang diberikan meliputi pencegahan bullying, dongeng keteladanan Nabi Muhammad SAW, gaya hidup halal, pahlawan perut sehat, serta kampanye menjaga kelestarian lingkungan laut.

    Kreativitas yang berorientasi pada kepedulian lingkungan diperkenalkan melalui kegiatan Si Owl Perca Gemoy dengan pesan “Satu Perca Terselamatkan, Satu Bumi Tersenyum”. Siswa juga memperoleh pengalaman baru melalui aktivitas bermain sepatu roda dan mengenal berbagai jenis reptil.

    Acara pembukaan Kelas Inspirasi dipandu Humas SD Muhammadiyah 1 Solo, Dwi Jatmiko. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap hubungan dan komunikasi antara orang tua dengan pihak sekolah semakin erat sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang saling mendukung.

    “Enam tahun berjalan, Kelas Inspirasi membawa pesan sederhana, mendidik anak bukan hanya tugas guru. Orang tua juga mempunyai ruang untuk menyalakan mimpi dan membuka jendela masa depan anak. Ada empat catur pusat pendidikan, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, dan media atau teknologi,” pungkasnya.

    Melalui Kelas Inspirasi, SD Muhammadiyah 1 Solo menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Keterlibatan orang tua menjadi bukti pendidikan dapat tumbuh lebih kuat ketika keluarga dan sekolah berjalan bersama dalam mendampingi perkembangan anak.(Sofyan)


    Baca juga: HIMAKOM Univet Bantara Gelar Makrab 2026, Perkuat Keakraban dan Wawasan Industri Komunikasi


    Penampilan pentas seni salah satu kelompok mahasiswa 


    HIMAKOM Univet Bantara Gelar Makrab 2026, Perkuat Keakraban dan Wawasan Industri Komunikasi

    SUKOHARJO – majalahlarise.com – Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menyelenggarakan kegiatan Malam Keakraban (Makrab) 2026 pada Rabu-Kamis (4-5/11/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari program kerja HIMAKOM Periode 2026/2027 ini bertujuan mempererat hubungan kekeluargaan antarmahasiswa sekaligus memperluas wawasan dan pengalaman di bidang komunikasi.

    Rangkaian kegiatan Makrab 2026 diisi dengan kunjungan industri ke stasiun TVRI Yogyakarta, pentas seni, serta outbound di Willhouse Kaliurang, Yogyakarta. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya membangun hubungan pertemanan, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar secara langsung dari lingkungan industri komunikasi.

    Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, M.Si., dalam sambutannya saat membuka kegiatan Makrab dan Kunjungan Industri berpesan agar mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh.

    Khusus dalam kunjungan industri ke TVRI Yogyakarta, mahasiswa diharapkan tidak sekadar hadir dan melihat aktivitas penyiaran, tetapi mampu membangun interaksi aktif dengan pihak industri. Mahasiswa perlu mempelajari berbagai aspek penyiaran, mulai dari proses produksi program acara, kegiatan jurnalistik, hingga penggunaan peralatan dan teknologi penyiaran.

    Peserta Makrab saat mengikuti senam bersama.


    "Mahasiswa perlu mempersiapkan pertanyaan sebelum mengikuti kunjungan industri. Jangan hanya datang dan melihat, tetapi manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, bertanya, serta menggali informasi sebanyak-banyaknya," pesannya.

    Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mempelajari strategi media penyiaran dalam menghadapi perkembangan media baru dan platform digital. Mahasiswa diminta membawa alat tulis untuk mencatat berbagai informasi dan pengalaman yang diperoleh selama kunjungan.

    Dalam pelaksanaan Makrab, Joko mengajak seluruh peserta membangun kebersamaan dan mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Ia mengingatkan agar kegiatan keakraban tidak diisi tindakan perpeloncoan atau perlakuan yang tidak mendidik.

    Mahasiswa juga diharapkan terus semangat belajar dan mengembangkan kemampuan komunikasi agar mampu berinteraksi dengan baik di tengah masyarakat. Selama kunjungan ke TVRI Yogyakarta, peserta diminta menjaga kedisiplinan, kerapian, kesopanan, serta mematuhi aturan yang berlaku, termasuk tidak merokok di lingkungan studio.

    Kegiatan Makrab 2026 secara resmi dibuka dengan seruan salam komunikasi, "Satukan suara, berani bicara."

    Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Hariyanto, S.Sos., M.I.Kom., mengajak peserta memanfaatkan kegiatan kunjungan industri sebagai kesempatan belajar langsung mengenai dunia kerja komunikasi dan media.

    Ia mengimbau mahasiswa mempersiapkan pertanyaan sebelum mengikuti pertemuan dengan pihak media di TVRI. Peserta juga diminta mencatat dan merekam berbagai hal penting serta mencermati proses kerja dan aktivitas di dalam industri komunikasi.

    Hariyanto berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian Makrab dengan hati gembira, penuh semangat, dan menjunjung tinggi kebersamaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk membangun keakraban, memperluas wawasan, serta memperoleh pengalaman baru.

    Ketua Panitia Makrab 2026, Safira Salsabila, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan, khususnya Bapak dan Ibu dosen yang telah memberikan bimbingan serta dukungan selama proses persiapan.

    Apresiasi juga diberikan kepada seluruh panitia yang telah bekerja sama sehingga kegiatan dapat dipersiapkan dan dilaksanakan dengan baik.

    Safira menjelaskan, Makrab 2026 bertujuan mempererat hubungan kekerabatan, membangun komunikasi, serta menjadi sarana belajar bersama melalui berbagai kegiatan, termasuk kunjungan industri di TVRI Yogyakarta.

    Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan hubungan baik yang telah terjalin antara peserta, panitia, serta kakak tingkat tetap terjaga meskipun kegiatan telah berakhir.

    Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM), Anisa Mariska Putri, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan Makrab 2026 selama kurang lebih dua bulan.

    Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Harianto, S.Sos., M.I.Kom., Bapak dan Ibu dosen, serta seluruh mahasiswa baru yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

    Anisa menyambut mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Program Studi Ilmu Komunikasi. Melalui Makrab, mahasiswa diharapkan dapat lebih mengenal teman satu angkatan maupun kakak tingkat yang tergabung dalam HIMAKOM sehingga terjalin hubungan akrab dan kebersamaan.

    Ia mengajak seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan tetap menjaga kesehatan. Peserta juga diminta tidak ragu menyampaikan kepada panitia apabila mengalami kondisi kurang sehat selama kegiatan berlangsung.

    "Harapannya, seluruh mahasiswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik, mendapatkan pengalaman dan ilmu yang bermanfaat, serta semakin mengenal satu sama lain sebagai keluarga besar Ilmu Komunikasi," ungkapnya.

    Melalui Makrab 2026, HIMAKOM Univet Bantara berharap tercipta lingkungan mahasiswa yang komunikatif, solid, dan saling mendukung. Selain mempererat persaudaraan, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia industri komunikasi sekaligus mengembangkan keberanian, kreativitas, dan kemampuan berinteraksi. (Sofyan)


    Baca juga: MIM Congol Simo Gelar AMT, Perkuat Adab Islam dan Karakter Karimah Siswa



    MIM Congol Simo Gelar AMT, Perkuat Adab Islam dan Karakter Karimah Siswa

    Boyolali – majalahlarise.com – MI Muhammadiyah (MIM) Congol, Simo, menggelar kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) untuk memperkuat adab Islam sekaligus membangun karakter karimah peserta didik. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Congol, Selasa (3/11/2026), dengan diikuti guru dan siswa.

    Kegiatan menghadirkan Ustaz Pujiono, Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, sebagai narasumber. Acara diawali dengan dzikir dan doa yang dipimpin Kepala MIM Congol, Ustaz Syarif Widodo, M.Pd.

    Dalam penyampaian materinya, Ustaz Pujiono membangkitkan semangat siswa agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memiliki adab Islami dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi juga tercermin melalui perilaku, kesantunan, dan karakter mulia.

    Dengan penyampaian yang komunikatif dan menggugah semangat, Pujiono mengajak siswa memahami sekaligus membiasakan adab-adab sederhana yang memiliki makna besar dalam kehidupan. Beberapa di antaranya adalah adab masuk kamar mandi dan adab masuk rumah.

    “Adab itu bukan sekadar hafalan, tetapi harus menjadi kebiasaan. Anak hebat bukan hanya anak yang pintar menjawab soal, tetapi juga anak yang tahu cara bersikap, menghormati orang lain, dan menjaga adab di mana pun berada,” demikian pesan motivasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

    Kegiatan AMT ini selaras dengan slogan MIM Congol, yakni MACO (Mandiri, Aktif, Cerdas, Optimistis). Slogan tersebut menjadi semangat madrasah dalam membentuk generasi yang memiliki kemandirian, keaktifan, kecerdasan, dan optimisme dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

    Melalui program unggulan pembiasaan adab Islam, MIM Congol berkomitmen menanamkan karakter karimah kepada seluruh peserta didik. Pembiasaan tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan di lingkungan madrasah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan masyarakat.

    Melalui kegiatan AMT, MIM Congol berupaya meneguhkan kembali pentingnya adab sebagai fondasi ilmu. Dengan demikian, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi Islam yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga santun, mandiri, serta memiliki akhlak mulia sebagai bekal menghadapi masa depan. (Sofyan)


     

    Suasana khas pedesaan Omah Klangenan. (Foto: Dok Ig omah.klangenan)


    Omah Klangenan, Homestay di Kaki Gunung Merapi yang Menawarkan Kenyamanan dan Kenangan Indah Bersama Keluarga

    SLEMAN - majalahlarise.com - Menikmati suasana pedesaan yang sejuk, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, menjadi pilihan menarik untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Di kawasan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat sebuah homestay bernama Omah Klangenan yang menawarkan pengalaman menginap dengan suasana alam pedesaan di kaki Gunung Merapi.

    Berlokasi di Dusun Candi, Kelurahan Bangunkerto, Kecamatan Turi, Omah Kelangenan hadir dengan konsep penginapan yang memadukan kenyamanan, keasrian alam, dan kehangatan suasana keluarga. Nama Klangenan sendiri membawa harapan agar tempat ini tidak sekadar menjadi lokasi persinggahan, tetapi juga meninggalkan kenangan indah bagi setiap tamu yang datang.

    "Kami berharap para tamu yang datang ke Omah Klangenan bisa menjadikan tempat ini sebagai kenangan tersendiri. Jadi, ketika mereka sudah pulang, ada rasa rindu dan keinginan untuk kembali lagi," ungkap Arief  Anditantyo pengelola Omah Klangenan.

    Suasana kolam renang. (Foto Dok IG omah.klangenan)

    Mengusung suasana khas pedesaan, homestay ini menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati waktu berkualitas bersama orang-orang terdekat. Hamparan perkebunan salak yang mengelilingi kawasan penginapan menghadirkan pemandangan hijau dan suasana alami. Udara sejuk kawasan Turi di kaki Gunung Merapi semakin menambah kenyamanan bagi para tamu.

    Omah Klangenan menyediakan enam kamar berukuran cukup luas dengan kapasitas keseluruhan sekitar 40 orang. Fasilitas tersebut memungkinkan keluarga besar maupun rombongan untuk menginap dan menikmati kebersamaan dalam satu tempat.

    Keberadaan rumah joglo menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Bangunan dengan nuansa tradisional Jawa tersebut menghadirkan suasana hangat sekaligus memberikan ruang bagi para tamu untuk berkumpul dan bercengkerama. Selain itu, tersedia pula kolam renang yang dapat menjadi pilihan aktivitas rekreasi selama menginap.

    Tidak hanya menawarkan fasilitas penginapan, lingkungan perkebunan salak di sekitar homestay juga memberikan pengalaman berbeda. Para tamu dapat menikmati suasana perkebunan sekaligus merasakan kedekatan dengan kehidupan pedesaan yang menjadi salah satu kekayaan kawasan Turi.

    Suasana kamar tidur Omah Klangenan. (Foto Dok IG omah.klangenan)


    Konsep yang dihadirkan Omah Klangenan memperlihatkan pengalaman berwisata tidak selalu harus identik dengan perjalanan jauh dan aktivitas yang padat. Menghabiskan waktu bersama keluarga, menikmati udara segar, bercengkerama di rumah joglo, hingga bersantai di tengah perkebunan salak dapat menjadi pengalaman sederhana yang berkesan.

    Melalui suasana alam dan fasilitas yang tersedia, Omah Klangenan ingin menghadirkan lebih dari sekadar tempat bermalam. Ada harapan setiap tamu membawa pulang cerita, kebahagiaan, dan kenangan yang membuat mereka ingin kembali.

    Sebab, sebuah tempat yang istimewa bukan hanya tentang fasilitas yang ditawarkan, melainkan juga tentang pengalaman dan kenangan yang tertinggal di hati setiap orang yang pernah berkunjung. (Sofyan)


    Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara saat menerima penjelasan dari tim TVRI tentang dunia penyiaran televisi.


    Mahasiswa Ilmu Komunikasi Univet Bantara Kunjungi TVRI, Pelajari Praktik Penyiaran dan Jajaki Kerja Sama

    SUKOHARJO – majalahlarise.com – Rangkaian kegiatan Malam Keakraban (Makrab) mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, diawali dengan kunjungan industri ke stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) Yogyakarta, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia kerja industri penyiaran televisi sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi Makrab di Willhouse Kaliurang, Yogyakarta.

    Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, menyampaikan rasa senang dan gembira atas sambutan yang diberikan TVRI kepada rombongan Univet Bantara. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan bagi mahasiswa, khususnya mengenai praktik penyiaran televisi secara langsung, termasuk proses pengambilan gambar di lapangan.

    “Melalui kunjungan ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana praktik kerja di industri penyiaran televisi. Harapannya, mereka memperoleh pengalaman dan wawasan baru yang bisa menjadi bekal dalam mengembangkan kompetensi di bidang ilmu komunikasi,” ujarnya.

    Dr. Joko menjelaskan, kunjungan tersebut juga diharapkan menjadi awal terjalinnya kerja sama berkelanjutan antara Univet Bantara dan TVRI melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Sejumlah program kerja sama yang direncanakan meliputi kesempatan magang mahasiswa, kuliah tamu dengan menghadirkan praktisi dan pakar dari TVRI, serta berbagai kegiatan akademik untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa.

    Penyerahan cinderamata oleh Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, M.Si kepada Nugroho, Ketua Tim Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) atau HRD TVRI Yogyakarta.

    Kerja sama tersebut juga diharapkan membuka peluang penyelesaian studi mahasiswa melalui jalur nonskripsi, antara lain dengan memproduksi film dokumenter dan film bertema pendidikan. Mahasiswa juga berkesempatan bekerja secara berkelompok menghasilkan konten siaran sebagai tugas akhir, dengan TVRI Yogyakarta sebagai pemegang hak siar. Dengan demikian, karya mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga berpeluang ditayangkan dan dinikmati masyarakat luas.

    Sementara itu, Nugroho, Ketua Tim Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) atau HRD TVRI, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada rombongan Univet Bantara Sukoharjo atas kunjungan dan silaturahmi tersebut. Ia menjelaskan, TVRI saat ini terus mengalami perubahan dan perkembangan dalam menjalankan perannya sebagai lembaga penyiaran publik yang hadir di tengah masyarakat.

    “TVRI sekarang sudah banyak berubah. Kami sebagai lembaga penyiaran publik menjadi bagian dari masyarakat dan memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat melalui berbagai program edukasi, pembelajaran, serta penyebaran informasi,” jelasnya.

    Nugroho menyampaikan, TVRI membuka peluang kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai pihak, termasuk kalangan perguruan tinggi dan mahasiswa. TVRI siap menampung serta memberikan ruang penayangan bagi konten kreatif hasil karya masyarakat maupun mahasiswa.

    Melalui kolaborasi tersebut, TVRI ingin menghadirkan tayangan yang benar-benar berasal dari masyarakat dan kembali memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia mengajak mahasiswa Univet Bantara untuk bersama-sama membangun bangsa melalui karya nyata yang profesional, berkualitas, dan memiliki nilai tambah.

    Kepada mahasiswa, Nugroho juga berpesan agar tidak pernah berhenti belajar dan terus meningkatkan literasi. Menurutnya, keberanian memiliki mimpi besar harus diiringi kemauan untuk berusaha dan mengembangkan kemampuan diri.

    “Jangan pernah berhenti belajar dan meningkatkan literasi. Beranilah memiliki mimpi besar dan berusaha mewujudkannya, karena setiap orang memiliki kemampuan untuk berkembang dan meraih kesuksesan,” pesannya.

    Ia berharap mahasiswa Univet Bantara dapat menjadi generasi penerus bangsa, teladan bagi masyarakat, sekaligus calon pemimpin yang mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik dan maju. TVRI, lanjutnya, siap mendukung serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengembangkan dunia pendidikan, kreativitas, dan penyiaran.

    Kunjungan industri ini menjadi bagian dari upaya Prodi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan praktik profesional di dunia industri media. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Belajar di Alam Terbuka, 85 Murid Kelas I SD Muhammadiyah PK Solo Jelajahi Agrowisata Amanah


⬆
Top