GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Sebanyak 45 guru SMP Negeri 8 Kota Surakarta mengikuti Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dan Pemanfaatan IFP sebagai Media Pembelajaran Mendalam di Aula SMP Negeri 8 Surakarta, Senin (13/7/2026). |
45 Guru SMP Negeri 8 Surakarta Ikuti Workshop Peningkatan Kompetensi dan Pemanfaatan IFP untuk Pembelajaran Mendalam
Surakarta - majalahlarise.com – Sebanyak 45 guru SMP Negeri 8 Kota Surakarta mengikuti Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dan Pemanfaatan IFP sebagai Media Pembelajaran Mendalam yang berlangsung selama empat hari, 13–16 Juli 2026, di Aula SMP Negeri 8 Kota Surakarta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan berorientasi pada penguatan kualitas pendidikan.
Workshop dibuka oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Abi Satoto, M.Pd. Acara diawali dengan sambutan Kepala SMP Negeri 8 Kota Surakarta, Sarjoko, S.Pd., dilanjutkan pembukaan resmi, serta penampilan dirigen oleh Hetty Dwi Agustin, S.Pd. yang memimpin seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan.
![]() |
| Hetty Dwi Agustin, S.Pd. memimpin seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan. |
Kepala SMP Negeri 8 Kota Surakarta, Sarjoko, S.Pd., menjelaskan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kompetensi guru agar mampu menjadi pendidik profesional yang siap menjawab tantangan pendidikan saat ini.
"Workshop ini bertujuan agar guru semakin berkualitas dan memiliki kompetensi yang lebih baik, sehingga menjadi pendidik profesional yang dapat menjadi andalan Dinas Pendidikan Kota Surakarta dalam mendidik anak-anak bangsa sebagai generasi muda penerus," ujar Sarjoko.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi, mulai dari kebijakan pendidikan, profesionalitas kepegawaian, pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran, penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), perancangan pembelajaran mendalam, penyusunan media ajar berbasis IFP, hingga penyusunan dan presentasi perangkat ajar oleh kelompok MGMP sekolah. Seluruh rangkaian dirancang agar guru mampu mengintegrasikan teknologi digital dalam proses pembelajaran secara efektif.
Melalui workshop ini, SMP Negeri 8 Kota Surakarta berharap seluruh guru semakin siap mengembangkan pembelajaran yang kreatif, mendalam, dan berpusat pada peserta didik, sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kota Surakarta. (Sofyan)
Baca juga: MPLS SMP Negeri 2 Manyaran 2026 Resmi Dibuka, Utamakan Sekolah Ramah dan Bebas Perundungan
Pendidikan
![]() |
| Pembukaan FORTASIB dilakukan oleh Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Ust. Pujiono, didampingi perwakilan wali murid, Aiptu Heri dari Polsek Banyudono. |
112 Siswa Baru SD Muhammadiyah PK Banyudono Ikuti FORTASIB, Awali Perjalanan Menjadi Generasi Berakhlak dan Berprestasi
Boyolali - majalahlarise.com – Sebanyak 112 siswa baru SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono mengikuti Forum Ta'aruf Siswa Baru (FORTASIB) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang resmi dibuka di halaman sekolah, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, teman, serta budaya belajar yang diterapkan sebagai bekal menempuh pendidikan di SD Muhammadiyah PK Banyudono.
Pembukaan FORTASIB dilakukan oleh Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Ust. Pujiono, didampingi perwakilan wali murid, Aiptu Heri dari Polsek Banyudono. Kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat, dihadiri guru, karyawan, orang tua, serta seluruh siswa baru yang antusias mengikuti rangkaian acara.
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Ust. Pujiono, menjelaskan FORTASIB bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi momentum menanamkan karakter Islami, adab, serta semangat belajar sejak hari pertama siswa bergabung di sekolah.
"Anak-anak adalah calon pemimpin bangsa. Karena itu, sejak awal mereka harus dibiasakan dengan adab Islami, disiplin, cinta belajar, dan saling menghormati. Sekolah berkomitmen menghadirkan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan berkualitas," ujar Ust. Pujiono.
Sementara itu, mewakili orang tua siswa, Aiptu Heri menyampaikan rasa syukur sekaligus kepercayaan kepada SD Muhammadiyah PK Banyudono untuk mendidik putra-putri mereka. Ia berharap kolaborasi antara sekolah dan orang tua mampu melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
"Kami para orang tua dengan penuh ketulusan dan keikhlasan menitipkan amanah terbesar kami kepada SD Muhammadiyah PK Banyudono. Semoga bapak dan ibu guru dapat membimbing, mendidik, serta mengarahkan anak-anak kami agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan mampu menggapai cita-cita yang mereka impikan," tuturnya.
Selama FORTASIB berlangsung, para siswa mengikuti berbagai materi yang mendukung pembentukan karakter dan budaya positif di sekolah. Materi tersebut meliputi adab dalam Islam, Wawasan Wiyata Mandala, tujuh kebiasaan hidup sehat, pencegahan perundungan (anti-bullying), bahaya penyalahgunaan narkoba, budaya sekolah, tata tertib, hingga berbagai pembiasaan positif yang menjadi ciri khas SD Muhammadiyah PK Banyudono.
Melalui FORTASIB Tahun 2026, SD Muhammadiyah PK Banyudono berharap seluruh siswa baru mampu beradaptasi dengan cepat, memiliki rasa percaya diri, mencintai lingkungan sekolah, serta tumbuh menjadi pribadi yang saleh, cerdas, kreatif, dan mandiri sesuai visi sekolah sebagai "Sekolahnya Calon Pemimpin Bangsa." (Sofyan)
Baca juga: MPLS SMP Negeri 2 Manyaran 2026 Resmi Dibuka, Utamakan Sekolah Ramah dan Bebas Perundungan
![]() |
| Tim UHW Perbanas melatih perajin disabilitas Batik Wistara Surabaya menggunakan cap batik resin berbasis 3D printing untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian. (Foto: Dok. UHW Perbanas) |
Teknologi Buka Peluang, UHW Perbanas Perkuat Kemandirian Perajin Disabilitas Lewat Inovasi Batik
Surabaya - majalahlarise.com - Di tengah tantangan dunia kerja yang masih dihadapi penyandang disabilitas, UMKM Batik Wistara Surabaya membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Selama 16 tahun terakhir, usaha batik ini menjadi ruang bagi penyandang tuna rungu, tunawicara, hingga tunadaksa untuk bekerja, mengembangkan keterampilan, dan menghasilkan batik khas Surabaya.
Komitmen tersebut mendapat dukungan dari tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas melalui pengembangan teknologi cap batik berbahan resin hasil 3D printing yang dirancang lebih ringan, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan para perajin disabilitas.
Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) UHW Perbanas, Nanang Setiyoko, S.Pd., M.A., mengatakan program pengabdian ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga bertujuan memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas melalui inovasi teknologi yang mudah diterapkan.
"Kami ingin teknologi benar-benar menjadi alat pemberdayaan. Bukan sekadar memberikan alat, tetapi memastikan para perajin mampu menggunakannya secara mandiri sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ungkap Nanang saat dikonfirmasi pada Senin (13/7).
Lanjutnya, program telah dimulai pada Rabu 8 Juli 2026, diawali dengan identifikasi kebutuhan mitra, dilanjutkan dengan perancangan solusi, pelatihan, praktik langsung, hingga pendampingan. Selain pelatihan penggunaan cap batik resin hasil 3D printing, tim UHW Perbanas juga memberikan pelatihan pemasaran UMKM dan pelatihan pembuatan merchandise dari sisa produksi batik.
Bagi tim UHW Perbanas, Batik Wistara dipilih bukan hanya karena menghasilkan batik khas Surabaya, tetapi juga memiliki misi sosial yang kuat. Usaha yang dikelola Sumarni itu telah menjadi tempat bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh keterampilan sekaligus kesempatan bekerja secara produktif.
Sumarni menceritakan, pada awal merintis usaha batik, dirinya bekerja bersama tenaga kerja non-disabilitas. Namun, perjalanan usahanya berubah ketika bertemu dua penyandang tunadaksa dan tunarungu yang telah berhari-hari mencari pekerjaan. "Saya bertanya pada mereka sudah dua minggu belum dapat pekerjaan, kemudian bisanya apa? Kebetulan keduanya bisa jahit dan kemudian janjian mereka bekerja di sini hingga sekarang," tutur Sumarni.
Menurutnya, keputusan membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas menjadi bagian dari perjalanan Batik Wistara hingga berkembang seperti saat ini. Selama 16 tahun menjalankan usaha, ia mengaku tidak menemui kendala berarti dalam bekerja bersama para penyandang disabilitas. "Usaha kami sudah berjalan selama 16 tahun ini semuanya aman," tambahnya.
Melihat besarnya peran Batik Wistara dalam pemberdayaan penyandang disabilitas, UHW Perbanas kemudian menghadirkan solusi yang mampu menjawab tantangan produksi. Berdasarkan hasil observasi, proses pembuatan batik masih didominasi teknik batik tulis yang membutuhkan waktu relatif lama. Di sisi lain, jumlah cap batik yang dimiliki terbatas sehingga pembuatan motif baru harus memesan cap logam dari luar daerah dengan biaya tinggi dan waktu pengerjaan yang cukup lama.
Menurut Nanang, kondisi tersebut menjadi alasan timnya mengembangkan cap batik berbahan resin menggunakan teknologi 3D printing.
"Teknologi cap batik berbahan resin kami rancang agar lebih ringan, mudah digunakan, dan menggunakan pendekatan kerja yang lebih visual sehingga sangat sesuai dengan karakteristik para perajin. Melalui praktik secara langsung, mereka dapat mempelajari penggunaannya tanpa bergantung pada komunikasi verbal yang kompleks," jelasnya.
Selain meningkatkan efisiensi produksi, teknologi tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian para perajin disabilitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka. "Harapan kami bukan hanya meningkatkan produktivitas Batik Wistara, tetapi juga memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pemanfaatan teknologi yang mudah diterapkan. Keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari bertambahnya jumlah produksi batik, tetapi juga dari meningkatnya rasa percaya diri, keterampilan, dan kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas," ungkap Nanang.
Ke depan, UHW Perbanas berharap Batik Wistara dapat menjadi contoh UMKM batik inklusif yang berhasil memadukan inovasi teknologi, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat. "Kami berharap model pengabdian ini dapat direplikasi oleh UMKM batik lainnya di Indonesia sehingga semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan berkarya, mandiri, dan berdaya saing," pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Fakultas Hukum UNISRI Jalin MoU dengan UiTM Johor Malaysia, Perkuat Jejaring Akademik Internasional
News
Tingkatkan Kompetensi Penghulu, APRI Wonogiri Gelar Bimbingan Teknis dan Simulasi Akad Nikah
Wonogiri - majalahlarise.com – Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Wonogiri menggelar Bimbingan Teknis dan Simulasi Akad Nikah bagi Penghulu Ahli Pertama dengan mengusung tema "Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Penghulu dalam Pelayanan Nikah". Kegiatan yang berlangsung di New Lodji Tandon, Wonogiri, Senin (13/7/2026) ini diikuti sekitar 25 peserta yang terdiri atas penghulu baru di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri serta pengurus APRI Kabupaten Wonogiri.
Bimbingan teknis tersebut diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan profesionalisme penghulu agar mampu memberikan pelayanan pencatatan nikah yang berkualitas, akuntabel, serta sesuai regulasi. Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai peningkatan kompetensi penghulu, tata cara pelaksanaan akad nikah sesuai ketentuan terbaru, etika pelayanan publik, hingga praktik langsung melalui simulasi akad nikah sebagai bekal saat menjalankan tugas di lapangan.
Kegiatan dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, H. Hariyadi, S.Ag., M.S.I. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh penghulu untuk terus meningkatkan kemampuan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Teruslah belajar, tingkatkan kompetensi, kapasitas, dan kapabilitas. Jadilah penghulu yang profesional, berintegritas, serta mampu menjadi rujukan masyarakat dalam persoalan keagamaan dan keluarga. Dengan begitu, kehadiran penghulu akan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Wonogiri," tegasnya.
![]() |
| Peserta mengikuti simulasi akad nikah sebagai bagian dari penguatan kompetensi teknis dan pelayanan pencatatan nikah di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri. |
Hariyadi menjelaskan kualitas seorang penghulu tidak hanya dinilai dari keberhasilan memimpin prosesi akad nikah, tetapi juga dari kemampuan membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang ramah, profesional, serta memberikan bimbingan yang tepat kepada calon pengantin dan keluarga. Menurutnya, penghulu memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga melalui pelayanan yang humanis dan berkualitas.
Ketua APRI Kabupaten Wonogiri, Zainal Arifin, S.Ag., berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas penghulu, khususnya yang baru diangkat. "Kami berharap para penghulu memiliki kompetensi yang semakin baik, mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas tinggi, serta terus menjaga kualitas pelayanan nikah. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Kementerian Agama, khususnya di bidang pencatatan nikah dan pembinaan keluarga, akan semakin meningkat," ujarnya.
Salah seorang peserta, Pujianto, S.H.I., yang akrab disapa Antok, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Menurutnya, bimbingan teknis dan simulasi akad nikah menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuan sekaligus kepercayaan diri dalam menjalankan tugas sebagai penghulu.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan, meningkatkan keterampilan, sekaligus memotivasi kami agar dapat bekerja lebih profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami menjadi lebih siap menghadapi berbagai situasi yang ditemui saat menjalankan tugas sebagai penghulu," ungkap Antok.
Melalui bimbingan teknis ini, APRI Kabupaten Wonogiri berharap seluruh penghulu mampu memberikan pelayanan nikah yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat, sekaligus memperkuat peran penghulu sebagai pendamping keluarga dalam membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis. (Sofyan)
Baca juga: Fakultas Hukum UNISRI Jalin MoU dengan UiTM Johor Malaysia, Perkuat Jejaring Akademik Internasional
Pendidikan
![]() |
| Rektor Univet, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka Workshop Penguatan Kebhinekaan. |
PPG Univet Bantara Gelar Workshop Penguatan Kebhinekaan, Bekali Calon Guru Berkarakter dan Nasionalis
Sukoharjo - majalahlarise.com – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Sukoharjo) menggelar Workshop Penguatan Kebhinekaan di Ruang Seminar Gedung H Lantai 3, Senin (13/7/2026). Kegiatan yang diikuti 174 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Suwarto untuk memperkuat wawasan kebhinekaan, nasionalisme, dan karakter calon guru sebelum terjun ke dunia pendidikan.
Rektor Univet, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum, menjelaskan penguatan nilai bela negara dalam Program Pendidikan Profesi Guru menjadi bagian penting dari kurikulum soft skill. Menurutnya, guru tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter kuat agar mampu menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik sejak dini. Nilai yang perlu diperkuat meliputi disiplin, cinta tanah air, toleransi, serta persatuan bangsa di tengah tantangan menurunnya semangat nasionalisme dan meningkatnya potensi perpecahan sosial.
"Guru harus memiliki karakter yang kuat karena mereka akan menanamkan nilai-nilai disiplin, cinta tanah air, toleransi, dan persatuan kepada generasi bangsa. Nilai-nilai itu perlu diperkuat agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang kokoh," ujar Prof. Farida.
![]() |
| Prof. Dr. Suwarto memaparkan konsep penguatan kebhinekaan melalui lima dimensi. |
Ia juga menjelaskan pentingnya keberpihakan terhadap produk dalam negeri dan pemberdayaan usaha kecil sebagai bentuk nyata kecintaan kepada bangsa. Selain itu, disiplin dinilai menjadi fondasi utama untuk mencegah berbagai penyimpangan, termasuk korupsi dan penyalahgunaan anggaran.
"Disiplin berarti menjalankan tugas sesuai kewajiban. Jika nilai ini tertanam sejak calon guru, mereka akan mampu membentuk generasi muda yang berintegritas," katanya.
Prof. Farida berharap program penguatan bela negara dalam PPG terus dikembangkan melalui metode pembelajaran yang lebih variatif, seperti kegiatan luar ruang, latihan kedisiplinan, kunjungan sosial, hingga retret pembentukan karakter.
"Saya berharap kegiatan ini dikembangkan lagi dengan aktivitas luar ruang agar rasa disiplin, kepedulian, dan semangat kebangsaan peserta semakin kuat. Jika dipersiapkan sejak dini, Insya Allah Indonesia dapat kembali menjadi bangsa yang maju sesuai cita-cita para pendiri bangsa," tuturnya.
Koordinator PPG Univet, Dr. Mukti Widayati, M.Hum, menjelaskan workshop penguatan kebhinekaan merupakan program Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTK PPG) yang wajib dilaksanakan oleh seluruh penyelenggara PPG. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dipersiapkan menjadi guru profesional yang memiliki sikap toleran, menghargai keberagaman, serta siap mengabdi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah-daerah yang masih kekurangan tenaga pendidik.
Dalam sesi materi, Prof. Dr. Suwarto memaparkan konsep penguatan kebhinekaan melalui lima dimensi, yakni kebhinekaan global, kebhinekaan rasional, kebhinekaan dalam skala personal, kebhinekaan di lingkungan sekolah, serta mewujudkan sekolah yang damai dan inklusif. Menurutnya, seluruh upaya membangun budaya kebhinekaan harus dimulai dari perubahan sikap individu sebelum berkembang menjadi budaya positif di lingkungan sekolah.
"Perubahan perilaku setiap individu menjadi fondasi utama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis, inklusif, dan mampu menumbuhkan semangat saling menghargai di tengah keberagaman," terangnya. (Sofyan)
Baca juga: MPLS SMP Negeri 2 Manyaran 2026 Resmi Dibuka, Utamakan Sekolah Ramah dan Bebas Perundungan
Pendidikan
![]() |
| Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Khumaidah Hidayati, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di halaman sekolah, Senin (13/7/2026). |
MPLS SMP Negeri 2 Manyaran 2026 Resmi Dibuka, Utamakan Sekolah Ramah dan Bebas Perundungan
Wonogiri - majalahlarise.com – SMP Negeri 2 Manyaran menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti 71 peserta didik baru ini mengusung konsep MPLS yang aman, ramah, dan bebas dari perundungan sebagai upaya membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter sejak hari pertama masuk sekolah.
Ketua Panitia MPLS, Dwi Widodo, S.Pd, menjelaskan pelaksanaan kegiatan mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan. Regulasi tersebut menjadi dasar pelaksanaan MPLS yang menjamin tidak ada perundungan, kekerasan fisik maupun psikologis, intimidasi, serta pungutan biaya dalam bentuk apa pun. Selama lima hari, peserta didik baru dibimbing guru dan pengurus OSIS agar mampu mengenal lingkungan sekolah dengan nyaman serta memiliki motivasi belajar yang tinggi.
"Pelaksanaan MPLS kami dasarkan pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Kami menjamin seluruh proses berlangsung tanpa perundungan, kekerasan fisik maupun psikologis, intimidasi, serta pungutan dalam bentuk apa pun. Harapannya, peserta didik baru dapat beradaptasi dengan baik, mengenali potensi dirinya, dan termotivasi untuk belajar di SMP Negeri 2 Manyaran," ujar Dwi Widodo.
Ia menambahkan, materi MPLS meliputi penguatan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pembiasaan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun), edukasi keamanan serta etika bermedia sosial, pengenalan tata tertib sekolah, hingga strategi belajar yang efektif. Seluruh peserta didik baru hadir dalam kondisi sehat dan siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Khumaidah Hidayati, secara resmi membuka MPLS pada Senin (13/7/2026). Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya kedisiplinan, sikap hormat saat mengikuti upacara bendera, serta kepatuhan terhadap tata tertib sekolah sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik.
"Peserta upacara harus betul-betul melaksanakan dengan kesadaran, tidak berbicara sendiri, menjaga sikap, karena ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pendiri bangsa," tutur Siti Khumaidah Hidayati.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta didik kelas VII. Menurutnya, SMP Negeri 2 Manyaran telah menyiapkan proses pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan inovatif agar siswa berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
![]() |
| Suasana upacara pembukaan MPLS yang aman, ramah, bebas perundungan, serta tanpa perploncoan sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. |
"Kami mengucapkan selamat datang kepada anak-anak kelas VII. Kami menyiapkan pembelajaran yang luar biasa, ceria, kreatif, dan inovatif," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Sekolah menegaskan pelaksanaan MPLS mengedepankan pendekatan yang ramah tanpa praktik perploncoan. Pengurus OSIS sebagai panitia dilibatkan untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman sehingga peserta didik baru dapat mengenal lingkungan sekolah sebagai rumah kedua mereka.
"MPLS ini ramah, tidak ada perploncoan. Harapan kami kalian mengenal lingkungan sekolah dan menjadi pribadi-pribadi yang unggul. Pada 13 Juli 2026 pukul 07.30, MPLS resmi kami buka dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim," katanya.
Dalam rangkaian pembukaan MPLS, sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi Yoga Catur Mandala Putra, yang kini duduk di kelas IXA, atas keberhasilannya meraih juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kabupaten. Penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi peserta didik baru untuk terus berprestasi selama menempuh pendidikan di SMP Negeri 2 Manyaran. (Sofyan)
Baca juga: Fakultas Hukum UNISRI Jalin MoU dengan UiTM Johor Malaysia, Perkuat Jejaring Akademik Internasional
Pendidikan
Mahasiswa ISI Surakarta Sukseskan Pengetan Suro dan Serah Tinampi Pusaka di Besalen Brojo Aji
Gunungkidul - majalahlarise.com – Komitmen melestarikan budaya adiluhung Nusantara terus diwujudkan melalui kolaborasi antara kalangan akademisi dan praktisi tosan aji. Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan (D4) Senjata Tradisional Keris Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Anung Lestyo Pamuji, berperan aktif dalam menyukseskan Upacara Pengetan Suro dan Serah Tinampi Pusaka yang berlangsung di Besalen Brojo Aji, Padukuhan Kajar II, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Senin (6/7/2026).
Kegiatan yang menjadi agenda budaya tahunan tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri Gusti Kukuh Hestrianing, cucu Sri Sultan Hamengkubuwono VIII, yang turut memimpin prosesi siraman atau jamasan pusaka karya Besalen Brojo Aji. Prosesi sakral ini juga mendapat perhatian berbagai wartawan media massa dan didokumentasikan dalam bentuk film dokumenter sebagai media edukasi sekaligus upaya memperkenalkan kekayaan budaya tosan aji kepada masyarakat luas.
Keterlibatan Anung menjadi wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan pelestarian budaya tradisional. Sebagai mahasiswa yang sedang menjalani magang di Besalen Brojo Aji, ia memperoleh bimbingan langsung dari Empu Godho Priyantoko (Supriyanto), sekaligus dipercaya membantu mempersiapkan seluruh rangkaian prosesi adat.
![]() |
| Prosesi Serah Tinampi Pusaka berlangsung khidmat setelah pelaksanaan jamasan keris di Besalen Brojo Aji, Gunungkidul. |
Dalam kegiatan tersebut, Anung bertanggung jawab menyusun sesaji pra-prosesi yang terdiri atas air suci (tirta) dan bunga mawar aneka warna sebagai simbol kesucian, keselamatan, serta doa kepada Sang Pencipta. Persiapan dilakukan secara teliti agar seluruh tahapan ritual berjalan sesuai pakem budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Anung Lestyo Pamuji menjelaskan keterlibatannya dalam upacara adat ini memberikan pengalaman berharga sekaligus memperkuat keyakinannya terhadap pentingnya pelestarian keris sebagai warisan budaya dunia.
"Keterlibatan aktif dalam kegiatan Pengetan Suro dan Serah Tinampi Pusaka ini memberikan saya ruang nyata untuk membuktikan bahwa keris bukan sekadar benda mistik, melainkan produk kebudayaan bernilai seni kriya tinggi yang diakui UNESCO dan relevan di tangan generasi muda," ujar Anung.
Prosesi jamasan menjadi salah satu puncak acara. Gusti Kukuh Hestrianing secara langsung menyiramkan air suci pada bilah keris karya Besalen Brojo Aji sebelum dilanjutkan dengan prosesi Serah Tinampi Pusaka kepada para pemiliknya. Kehadiran keluarga Keraton Yogyakarta dinilai semakin memperkuat legitimasi budaya terhadap kualitas karya yang dihasilkan Besalen Brojo Aji, baik dari aspek teknik tempa, estetika, maupun nilai filosofinya.
Empu Godho Priyantoko mengapresiasi kolaborasi antara akademisi muda dengan pelaku budaya yang dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi tosan aji di tengah perkembangan zaman.
"Kehadiran Gusti Kukuh Hestrianing memberikan berkah spiritual yang luar biasa, sementara keterlibatan mahasiswa seperti Anung Lestyo Pamuji dari ISI Surakarta membuktikan bahwa masa depan pelestarian tosan aji berada di tangan yang tepat. Sinergi ini menghidupkan kembali roh besalen tradisional," ungkap Empu Godho Priyantoko.
Besalen Brojo Aji merupakan pusat pelestarian sekaligus pembuatan senjata tradisional tosan aji berupa keris dan tombak yang berlokasi di Padukuhan Kajar II, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Didirikan oleh Empu Godho Priyantoko, besalen ini berkomitmen menjaga tradisi tempa keris, melestarikan nilai filosofis budaya Jawa, serta mendukung pengembangan pariwisata budaya berbasis kearifan lokal.
Sementara itu, Program Studi Sarjana Terapan (D4) Senjata Tradisional Keris Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Surakarta merupakan satu-satunya program pendidikan tinggi formal di Indonesia bahkan dunia yang secara khusus mempelajari penciptaan, estetika, filosofi, konservasi, dan pengembangan seni keris serta berbagai bentuk tosan aji. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan budaya seperti Pengetan Suro menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (Sofyan)
Baca juga: Fakultas Hukum UNISRI Jalin MoU dengan UiTM Johor Malaysia, Perkuat Jejaring Akademik Internasional
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...















