Kegiatan silaturahmi dan Halal Bihalal Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta.

    Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta Gelar Halal Bihalal, Perkuat Ukhuwah dan Tingkatkan Kualitas Pendidikan

    SURAKARTA – majalahlarise.com - Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta menggelar kegiatan silaturahmi dan Halal Bihalal pada Sabtu (28/3/2026) di SMP Muhammadiyah Program Khusus Boarding School (PKBS), Sumber, Surakarta. Kegiatan ini diikuti sekitar 1.200 guru dari berbagai jenjang pendidikan Muhammadiyah se-Kota Surakarta sebagai upaya mempererat ukhuwah dan meningkatkan kualitas pendidikan.

    Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sepanjang kegiatan yang dihadiri para pendidik dari jenjang KB-TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA Muhammadiyah. Momentum pasca Idul Fitri 1447 H ini dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menyatukan visi dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah.

    Kegiatan Halal Bihalal menghadirkan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. A. Dahlan Rais, M.Hum., sebagai narasumber utama. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pentingnya orientasi sekolah Muhammadiyah pada kualitas dan keunggulan.

    “Maka kita harus berusaha keras agar sekolah-sekolah kita unggul dibandingkan sekolah-sekolah lain. Kalau mengikuti kompetisi selalu menang, itu artinya unggul,” ujarnya.

    Ia juga menguraikan ukuran keunggulan dapat dilihat secara komparatif dan kompetitif, yakni kemampuan sekolah untuk bersaing sekaligus meraih prestasi dalam berbagai ajang.

    Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta, Dr. Mohamad Ali, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan halal bihalal memiliki makna fungsional dan operasional dalam dunia pendidikan. Ia menuturkan pentingnya peningkatan kualitas layanan pembelajaran serta kesejahteraan guru sebagai bagian dari implementasi nilai syawalan.

    “Makna syawalan adalah peningkatan. Bagaimana nilai-nilai di bulan Ramadhan dapat meningkatkan pelayanan pendidikan kepada peserta didik dan stakeholder di sekolah. Maka semakin bertambah usia lembaga sekolah harus semakin efisien, efektif, dan produktif,” jelasnya.

    Ia juga mengajak seluruh kepala sekolah dan pimpinan majelis untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru. Di sisi lain, para pendidik didorong untuk senantiasa meningkatkan kualitas pembelajaran demi mencetak generasi unggul.

    Lebih lanjut, ia mengapresiasi kehadiran para guru yang mengikuti kegiatan tersebut sebagai wujud komitmen dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah di Kota Surakarta.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh guru Muhammadiyah semakin solid serta memiliki semangat baru dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Pemaknaan halal bihalal secara fungsional dan operasional diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan, sehingga melahirkan sekolah-sekolah Muhammadiyah yang unggul dan berlandaskan nilai-nilai Islam Kemuhammadiyahan. (Sofyan)


    Baca juga: Halal Bihalal Keluarga SMAN 1 Manyaran, Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan

    Ikrar halal bihalal disampaikan oleh perwakilan guru dan karyawan, Helga Furnindo, S.Pd kepada kepala sekolah sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat hubungan kekeluargaan.


    Halal Bihalal Keluarga SMAN 1 Manyaran, Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan

    Wonogiri — majalahlarise.com - Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan Halal Bihalal Keluarga Besar SMA Negeri 1 Manyaran yang digelar di Rumah Makan Sari Raras pada Sabtu (28/3/2026). Mengusung tema “Momentum mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta menjaga kebersamaan keluarga”, kegiatan ini dihadiri guru dan karyawan bersama keluarga serta komite sekolah.

    Acara diawali dengan perkenalan antar keluarga guru dan karyawan yang menciptakan suasana akrab. Selanjutnya, ikrar halal bihalal disampaikan oleh perwakilan guru dan karyawan, Helga Furnindo, S.Pd kepada kepala sekolah sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat hubungan kekeluargaan.

    Kepala SMA Negeri 1 Manyaran, Retno Winarni, S.S, M.Pd menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan karyawan atas dedikasi yang telah diberikan.

    “Terima kasih kepada bapak ibu guru serta karyawan yang telah memberikan kontribusi besar untuk memajukan sekolah dan peserta didik. Dalam proses itu tentu ada sikap maupun tutur kata yang kurang berkenan. Melalui momentum halal bihalal ini, kita saling bermaafan agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan amanah,” ujarnya.

    Sementara itu, Komite Sekolah, Sugiyo, mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menuturkan bahwa pelaksanaan halal bihalal kali ini memiliki nuansa berbeda.

    Kepala sekolah beserta guru dan karyawan bersama keluarga saling bermaaf-maafan.


    “Mengadakan acara Halal Bihalal keluarga besar SMAN 1 Manyaran ini bagi kami hal yang luar biasa. Selama kurang lebih 20 tahun menjadi komite, baru kali ini dilaksanakan di rumah makan. Ini menjadi momen yang sangat berkesan,” katanya.

    Ia juga menguraikan bahwa tradisi halal bihalal memiliki berbagai tingkatan, mulai dari yang tidak dilaksanakan, melalui kartu ucapan, hingga kegiatan sederhana di sekolah. “Dan hari ini menjadi puncaknya, seluruh keluarga besar bisa berkumpul dalam suasana yang penuh kebersamaan,” tambahnya.

    Sugiyo juga menyampaikan permohonan maaf atas nama komite sekolah.

    “Kami menyadari selama menjalankan amanah tentu banyak kekurangan. Oleh karena itu kami memohon maaf sebesar-besarnya. Semoga ke depan komite semakin mampu mendukung perkembangan sekolah,” tuturnya, sebelum menutup dengan ucapan, “Taqabbalallahu minna wa minkum, selamat Hari Raya Idulfitri, minal aidin wal faizin.”

    Dalam tausiyahnya, ustadz Sugimin mengajak seluruh hadirin untuk mensyukuri nikmat kebersamaan. Ia menuturkan bahwa pertemuan tersebut diharapkan tidak hanya terjadi di dunia, tetapi juga menjadi jalan menuju kebersamaan di akhirat.

     Pemberian doorprize bagi anak-anak melalui permainan tarik tali yang berlangsung seru.


    “Kehidupan di dunia ini sangat singkat. Jangan sampai kita terlena dan melupakan Allah. Jadikan Ramadan sebagai momentum evaluasi diri agar ibadah kita benar-benar membawa perubahan menuju kebaikan,” ungkapnya.

    Ia juga memberikan perumpamaan tentang perubahan manusia setelah berpuasa. “Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi harus mampu mengubah akhlak menjadi lebih baik. Orang yang berpuasa dengan ikhlas akan kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan,” jelasnya.

    Kegiatan semakin meriah dengan pemberian doorprize bagi anak-anak melalui permainan tarik tali yang berlangsung seru. Kebersamaan juga diabadikan melalui sesi foto bersama, dilanjutkan dengan menikmati hidangan khas Wonogiri yang telah disediakan.

    Melalui kegiatan ini, keluarga besar SMAN 1 Manyaran berharap semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan saling memaafkan dapat terus terjaga dalam mendukung kemajuan sekolah serta membentuk generasi yang berkarakter. (Sofyan)


    Baca juga: Eksplorasi Bengawan Solo Purba, SMP N 2 Giritontro Hidupkan Semangat Belajar Siswa

    Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah periode 2022–2027, Salmah Orbayinah, menandatanganu prasasti peresmian gedung baru Panti Asuhan ‘Aisyiyah Yatim Putri Kottabarat.


    Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Resmikan Gedung Baru Panti Yatim Putri Kottabarat, Siapkan Generasi Emas 2045

    Surakarta – majalahlarise.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah periode 2022–2027, Salmah Orbayinah, meresmikan gedung baru Panti Asuhan ‘Aisyiyah Yatim Putri Kottabarat pada Sabtu (28/3/2026). Gedung tersebut berlokasi di kawasan Manahan, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

    Dalam sambutannya, Salmah Orbayinah menyampaikan apresiasi atas terwujudnya pembangunan gedung baru tersebut sebagai bagian dari gerakan dakwah sosial ‘Aisyiyah. Ia menguraikan, keberadaan gedung ini menjadi bukti nyata bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah, tetapi juga melalui aksi sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    “Atas nama Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, kami mengucapkan selamat atas dibangunnya gedung baru Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Kottabarat. Ini adalah bukti bahwa ‘Aisyiyah hadir dengan aksi nyata dalam berdakwah,” ujarnya.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan pembangunan fisik gedung perlu diiringi dengan penguatan nilai spiritual dan karakter anak-anak panti. Menurutnya, pembinaan harus mencakup pembentukan akhlak mulia, penguatan iman, kedisiplinan, serta tanggung jawab sosial.


    “Ke depan, tidak hanya gedungnya yang bagus, tetapi juga diisi dengan nilai spiritualitas yang kuat. Anak-anak panti diharapkan menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Insyaallah, ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi emas 2045,” ungkapnya.

    Sementara itu, Bendahara Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Marpuji Ali, yang juga merupakan pembina panti, menyampaikan harapan agar fasilitas baru ini mampu mendorong peningkatan kualitas pembinaan dan pelayanan bagi anak-anak panti.

    “Dengan adanya gedung baru ini, diharapkan pengurus panti semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan serta pelayanan kepada anak-anak sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul,” tuturnya.

    Peresmian gedung baru ini dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bihalal Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kottabarat dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Kottabarat yang berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Puncak acara ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol resmi digunakannya gedung baru panti.

    Melalui peresmian ini, Panti Asuhan ‘Aisyiyah Yatim Putri Kottabarat diharapkan semakin optimal dalam menjalankan perannya sebagai lembaga sosial dan pendidikan. Dukungan berbagai pihak diharapkan terus mengalir agar panti mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta berdaya saing tinggi di masa depan. (Sofyan)


    Baca juga: Eksplorasi Bengawan Solo Purba, SMP N 2 Giritontro Hidupkan Semangat Belajar Siswa


     

    Guru memberikan penjelasan mengenai sejarah Bengawan Solo Purba dengan bahasa yang mudah dipahami.

    Eksplorasi Bengawan Solo Purba, SMP N 2 Giritontro Hidupkan Semangat Belajar Siswa

    Wonogiri - majalahlarise.com - Suasana hari pertama masuk sekolah di SMP Negeri 2 Giritontro berlangsung berbeda. Nuansa semangat, kehangatan, dan kebersamaan terasa kuat saat seluruh siswa, guru, dan karyawan mengikuti kegiatan outing class dengan menjelajahi kawasan bersejarah Bengawan Solo Purba di wilayah Pracimantoro.

    Kegiatan diawali dengan apel pagi yang berlangsung tertib dan khidmat. Dalam momentum tersebut, seluruh warga sekolah melaksanakan ikrar halal bihalal yang dilanjutkan dengan doa bersama sebagai wujud rasa syukur sekaligus mempererat silaturahmi usai menjalani ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri.

    Suasana kekeluargaan semakin terasa saat sesi ramah tamah dan saling berjabat tangan. Senyum dan canda menghiasi interaksi antara siswa dan para pendidik, menciptakan hubungan yang harmonis di lingkungan sekolah.

    Usai kegiatan pembuka, para siswa diajak keluar dari rutinitas kelas untuk belajar langsung dari alam. Dengan penuh antusias, mereka mengikuti jalan sehat menyusuri kawasan pegunungan dan aliran sungai purba yang menyimpan jejak sejarah panjang Bengawan Solo. Perjalanan tersebut tidak hanya menjadi aktivitas fisik, tetapi juga pengalaman edukatif yang memperkaya wawasan.



    Sepanjang perjalanan, hamparan alam yang masih asri menjadi ruang belajar terbuka. Para siswa mengamati lingkungan sekitar, mengenali bentang alam karst, serta memahami proses terbentuknya kawasan tersebut sejak ribuan tahun lalu.

    Perjalanan berlanjut hingga ke kawasan Puncak Dewa-Dewi, Sumur Suci Pracimantoro. Di lokasi yang menyuguhkan panorama indah dan udara segar tersebut, para siswa beristirahat sambil menikmati keagungan alam. Sejumlah guru turut memberikan penjelasan mengenai sejarah Bengawan Solo Purba dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga mampu menumbuhkan rasa ingin tahu siswa.

    Kepala SMP Negeri 2 Giritontro, Retno Wulandari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan kegiatan ini dirancang sebagai strategi pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.

    “Setelah libur Lebaran, kami mengajak siswa belajar dengan suasana berbeda. Outing class ini menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap alam sekaligus mengenalkan sejarah Bengawan Solo Purba yang ada di sekitar mereka. Dengan belajar langsung di lapangan, pemahaman siswa menjadi lebih mendalam,” jelasnya.

    Ia juga menguraikan kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kembali semangat belajar siswa sebelum kembali mengikuti pembelajaran di kelas secara penuh.

    Lebih lanjut, kegiatan ini menghadirkan nilai penting dalam pembentukan karakter siswa. Kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta interaksi hangat antara siswa dan guru menjadi pengalaman berharga yang sulit tergantikan.

    Dengan memadukan unsur edukasi, olahraga, dan keindahan alam, kegiatan outing class ini menjadi awal inspiratif bagi perjalanan belajar siswa SMP Negeri 2 Giritontro. Semangat baru pun tumbuh, mengiringi langkah mereka dalam meraih prestasi dengan tetap mencintai lingkungan dan sejarah daerahnya. (Syarif/ Sofyan)


    Baca juga: SD Muhammadiyah 1 Solo Jadi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Artifisial



    SD Muhammadiyah 1 Solo Jadi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Artifisial

    Surakarta — majalahlarise.com - SD Muhammadiyah 1 Solo yang beralamat di Jalan Kartini Nomor 1, Barat Pura Mangkunegaran resmi ditetapkan sebagai sekolah model implementasi pembelajaran mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), Jumat (27/3/2026).

    Kepala Sekolah, Sri Sayekti, menyampaikan penetapan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat Muhammadiyah di Solo. Ia menguraikan capaian ini semakin memperkuat komitmen sekolah yang berdiri sejak 1935 dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, berkeunggulan, dan berkemajuan.

    Penetapan sekolah model tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 010 Tahun 2026 tertanggal 12 Maret 2026.

    “Alhamdulillah, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo jadi sekolah model pembelajaran mendalam dan kecerdasan artifisial,” tutur Sayekti di sela kegiatan supervisi pembinaan dinas.

    Ia menjelaskan, sebagai sekolah model, terdapat sejumlah tugas strategis yang harus dijalankan. Di antaranya membentuk tim kerja di tingkat satuan pendidikan untuk mengawal implementasi program, serta mengintegrasikan PM dan KKA ke dalam kurikulum sekolah.

    Selain itu, sekolah juga mengimplementasikan PM dan KKA dalam praktik pembelajaran dan tata kelola, menyusun proyek pengembangan sesuai fokus program, serta menyediakan lingkungan belajar yang kontekstual, aman, inklusif, dan berbasis pengalaman.

    Lebih lanjut, sekolah dituntut membentuk dan mengaktifkan kelompok belajar PM dan KKA, mengelola kelompok belajar internal pendidik untuk refleksi, serta memperkuat kemitraan dengan orang tua, masyarakat, dan dunia kerja.

    “Sekolah juga melaksanakan asesmen formatif dan sumatif berbasis PM dan KKA, serta aktif dalam pendampingan, refleksi, dan evaluasi program,” jelasnya.

    Tidak hanya itu, dokumentasi praktik baik, pelaporan capaian implementasi secara berkala, hingga laporan perkembangan bulanan juga menjadi bagian dari tanggung jawab sekolah model. Termasuk berpartisipasi aktif dalam diskusi dan kolaborasi bersama kelompok kerja pendidik dan kepala sekolah di wilayahnya.

    Menurut Sayekti, melalui penetapan ini pemerintah mendorong transformasi pendidikan yang adaptif dan inovatif di era digital. Di Kota Surakarta, selain SD Muhammadiyah 1 Solo, terdapat beberapa sekolah lain yang juga ditetapkan sebagai model, di antaranya SD Muhammadiyah 2 Kauman, SD Muhammadiyah Program Khusus Kotta Barat, SD Kristen Manahan, SD Islam Terpadu Nur Hidayah, serta SD Negeri Nayu Barat 1.

    “Harapannya, sekolah-sekolah model ini mampu menjadi rujukan dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi dan penguatan kompetensi abad 21,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Puasa Syawal 6 Hari Setara Pahala Setahun, Ini Pesan Ustaz di Era Digital

    Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko saat berkhutbah di masjid Asy Syi’ar komplek Radio Republik Indonesia (RRI), Kestelan, Banjarsari, Solo.


    Puasa Syawal 6 Hari Setara Pahala Setahun, Ini Pesan Ustaz di Era Digital

    Solo - majalahlarise.com - Dalam khutbah Jumat, khatib menyerukan kepada jemaah untuk melaksanakan puasa sunah, selama enam hari di bulan Syawal. Puasa syawal bisa dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri, yaitu pada tanggal 2 Syawal, Jumat (27/3/2026).

    Sebagaimana disampaikan oleh Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko saat berkhutbah di masjid Asy Syi’ar komplek Radio Republik Indonesia (RRI), Kestelan, Banjarsari, Solo.

    Pada awal khutbah, ustaz yang juga anggota MPKSDI (Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta mengajak jemaah untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt.

    “Dan dapat dilakukan secara berurutan maupun terpisah selama masih dalam bulan Syawal. Pahala setahun di era digitalisasi informasi dan internet,” ujarnya.

    Selanjutnya khatib membacakan Hadis Riwayat Muslim, nomor 1164. Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun.

    Para ulama mengatakan bahwa berpuasa seperti setahun penuh asalnya karena setiap kebaikan semisal dengan sepuluh kebaikan. 

    Lebih detail, ustaz yang juga Guru PAI SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta ini menganalogikan bahwa bulan Ramadhan, puasa sebulan penuh sama dengan berpuasa selama sepuluh bulan.

    “Misalnya 30 x 10 = 300 hari = 10 bulan. Dan puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan berpuasa selama dua bulan seperti 6 x 10 = 60 hari sama dengan 2 bulan,” bebernya.

    Di samping itu, agar puasa syawal tambah berkemajuan dengan mengoptimalkan mauidzah hasanah, ceramah agama, ataupun kajian berbagai jenis kitab melalui berbagai platform program di internet. 

    “Melimpahnya konten-konten semacam ini harus bisa kita manfaatkan khususnya di pasca Ramadan ini. Harus memilih kajian agama di internet khususnya media sosial seperti Youtube, Facebook, dan sejenisnya,” urainya sambil tersenyum.

    Mengakhiri khutbah, Anggota Korps Mubaligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo ini menyampaikan tanda diterimanya amal seseorang.

    “Tanda diterimanya puasa adalah perubahan perilaku setelah Ramadan. Jika kita tetap rajin salat malam, salat subuh di Masjid, membaca AlQuran, dan bersedekah baik lapang maupun sempit, maka itu pertanda Allah menerima amal kita,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Rajut Kebersamaan, SD Muhammadiyah PK Solo Gelar Halalbihalal Guru dan Tenaga Kependidikan

    Proses saling bermaafan antara kepala sekolah dengan guru dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Sol.


    Rajut Kebersamaan, SD Muhammadiyah PK Solo Gelar Halalbihalal Guru dan Tenaga Kependidikan

    Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 50 guru dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan halalbihalal yang digelar di Ruang Haji Isa sekolah setempat, Jumat (27/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen kebersamaan pasca-Idulfitri.

    Kegiatan diawali dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Wahyu Widodo, guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Dalam tausiyahnya, ia mengulas filosofi Idulfitri yang sarat makna dalam tradisi masyarakat Jawa.

    Ia menjelaskan bahwa masyarakat Jawa mengenal istilah bakdan yang berarti telah selesai menjalankan ibadah puasa Ramadan. Tradisi tersebut tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momentum refleksi diri dan saling memaafkan.

    “Bakdan berasal dari makna selesai menunaikan puasa. Di momen ini dihadirkan kupat atau ketupat yang berarti ngaku lepat, yakni mengakui kesalahan. Kupat terbuat dari janur yang berasal dari kata nur atau cahaya, dengan isi beras putih yang melambangkan hati yang bersih. Hidangan kupat dengan sambal goreng krecek (kulit sapi) dan hati ayam juga mengandung filosofi lahir dan batin yang harus sama-sama bersih. Selain itu, kupat memiliki empat sisi, yakni lebar (membuka pintu maaf), labur (membersihkan diri), lebur (melebur dosa dan kesalahan), serta luber (melimpahkan kebaikan kepada sesama),” jelasnya.

    Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf, baik secara pribadi maupun kelembagaan. Ia menegaskan pentingnya budaya saling memaafkan sebagai fondasi dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis.

    “Saya mewakili pribadi dan lembaga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin. Saling memaafkan ini penting agar kita dapat mengikhlaskan setiap kekurangan dan kekhilafan. Dengan demikian, seluruh program sekolah yang telah direncanakan dapat berjalan optimal. Momentum Idulfitri ini juga menjadi penguat komitmen kita dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta didik dan masyarakat,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Nursalam menyampaikan tiga poin utama yang menjadi penguatan dalam kegiatan halalbihalal tersebut, yaitu tasamuh (toleransi), husnuzan (berprasangka baik), dan doa.

    Ia menjelaskan bahwa tasamuh menjadi kunci dalam menghadapi keberagaman karakter di lingkungan sekolah. Setiap guru dan tenaga kependidikan diharapkan mampu saling memahami, menghargai, serta mengelola ego masing-masing. Selain itu, sikap husnuzan perlu dikedepankan dengan membangun prasangka baik antar rekan kerja serta mengedepankan tabayun atau klarifikasi dalam menyikapi informasi.

    Terakhir, ia mengajak seluruh warga sekolah untuk senantiasa saling mendoakan demi kebaikan bersama, sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan penuh keberkahan.

    Kegiatan halalbihalal ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, menjadi peneguh semangat kebersamaan dalam mengawali aktivitas pasca-Ramadan. (Sofyan)


    Baca juga: PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Gelar Halal Bihalal, Perkuat Keteladanan dan Ruh Keislaman Asatidz


Top