GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar kegiatan Parenting dan Pembagian Rapor Kelas 1C. |
Parenting dan Pembagian Rapor Kelas 1C SD Muhammadiyah PK Banyudono Tekankan Bekal Hidup di Luar Nilai Akademik
Boyolali - majalahlarise.com - SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar kegiatan Parenting dan Pembagian Rapor Kelas 1C bertema “Bekal Hidup yang Tidak Ada di Rapor”. Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak sekaligus menyampaikan hasil belajar siswa selama satu semester.
Kegiatan yang diikuti seluruh wali murid Kelas 1C tersebut menghadirkan narasumber, Ratu Dara Gilang Santri Wijaya, S.Pd. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya membekali anak dengan berbagai keterampilan hidup yang tidak selalu tercermin dalam nilai akademik. Menurutnya, kesuksesan anak pada masa mendatang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, namun juga karakter, kemandirian, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, serta adab dalam kehidupan sehari-hari.
“Rapor memang menggambarkan hasil belajar anak di sekolah, namun ada banyak bekal hidup yang tidak tertulis di dalamnya, seperti kejujuran, disiplin, rasa hormat kepada orang tua dan guru, serta kemampuan menghadapi tantangan hidup. Bekal-bekal inilah yang perlu terus ditanamkan bersama oleh keluarga dan sekolah,” ungkapnya.
Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias. Para orang tua memperoleh wawasan mengenai pentingnya keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Diskusi yang terjalin juga menjadi sarana berbagi pengalaman dalam mendampingi putra-putri di rumah.
Wali Kelas 1C, Yuliana Cahya, S.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah memberikan dukungan terhadap proses pembelajaran anak selama satu semester. Ia berharap komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua atas sinergi dan dukungannya selama ini. Semoga komunikasi yang baik antara sekolah dan keluarga terus terjalin sehingga perkembangan anak dapat berlangsung secara optimal,” ujarnya.
Dalam sambutan tertulisnya, Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menjelaskan pendidikan sejatinya tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, melainkan juga pembentukan karakter dan akhlak mulia. Ia mengajak seluruh orang tua untuk senantiasa mendampingi anak dengan penuh kasih sayang, memberikan teladan yang baik, serta menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan parenting dan pembagian rapor ini, SD Muhammadiyah PK Banyudono berharap kolaborasi antara sekolah dan keluarga semakin kuat dalam menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta siap menghadapi berbagai tantangan pada masa depan. (Sofyan)
Baca juga: 104 Dosen DPL KKN-PPM 2026 Dibekali, UNISRI Perkuat Pemberdayaan Desa di Sragen
Pendidikan
![]() |
| Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2026 mengikuti kegiatan pembekalan khusus. |
104 Dosen DPL KKN-PPM 2026 Dibekali, UNISRI Perkuat Pemberdayaan Desa di Sragen
Solo - majalahlarise.com - Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta membekali sebanyak 104 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2026 melalui kegiatan pembekalan khusus. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyamakan visi, persepsi, serta strategi pendampingan mahasiswa yang akan diterjunkan ke tengah masyarakat di Kabupaten Sragen.
KKN-PPM 2026 UNISRI mengusung tema "Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen". Tema tersebut dipandang relevan dengan tantangan pembangunan desa saat ini, terutama dalam memperkuat sektor ekonomi, ketahanan pangan, dan keberlanjutan pembangunan.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNISRI, Ir. Saiful Bahri, M.Kom., saat menyampaikan materi Filosofi KKN PPM 2026 menjelaskan KKN tidak sekadar menjadi kewajiban akademik bagi mahasiswa, melainkan bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.
"KKN bukan hanya kewajiban akademik, tetapi juga pengabdian untuk membangun kemandirian desa bersama masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana KKN PPM 2026, Dorothea Ririn I., S.E., M.Si., memaparkan berbagai aspek teknis pelaksanaan KKN, mulai dari tata tertib, tema, luaran, penyusunan laporan hingga pelaksanaan expo KKN. Menurutnya, luaran program KKN harus dapat diukur dan dipertanggungjawabkan. "Luaran KKN ditargetkan dapat diukur dan dipamerkan dalam expo sebagai bentuk akuntabilitas program," jelasnya.
Materi pembekalan juga menghadirkan Sritami Santi, S.IP., M.A., yang memberikan gambaran mengenai potensi desa di Kabupaten Sragen. Pemetaan potensi tersebut diharapkan menjadi dasar bagi mahasiswa dalam menyusun program kerja yang tepat sasaran, sesuai kebutuhan masyarakat, serta berkelanjutan.
KKN PPM 2026 UNISRI akan dilaksanakan di 11 kecamatan di Kabupaten Sragen, meliputi Kecamatan Plupuh, Mondokan, Tanon, Sukodono, Gemolong, Miri, Gesi, Sumberlawang, Tangen, Jenar, dan Kalijambe. Sebaran lokasi tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan desa serta potensi unggulan masing-masing wilayah.
Dengan kesiapan 104 DPL yang akan mendampingi mahasiswa di lapangan, UNISRI optimistis pelaksanaan KKN PPM 2026 mampu menghasilkan program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Pembekalan ini menjadi langkah awal untuk memastikan pelaksanaan KKN berjalan terarah, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi desa-desa di Kabupaten Sragen. (Sofyan)
Komunitas
![]() |
| Pelaksanaan Training for Trainer (TFT) Batch 5 melalui DnA Entrepreneur Academy di Sahid Jaya Hotel Solo. |
DnA Entrepreneur Academy Cetak Trainer Profesional Bersertifikat BNSP melalui Training for Trainer Batch 5 di Solo
Surakarta - majalahlarise.com - DnA Management kembali menyelenggarakan program tahunan Training for Trainer (TFT) Batch 5 melalui DnA Entrepreneur Academy di Sahid Jaya Hotel Solo, Sabtu-Minggu, 20-21 Juni 2026. Kegiatan bertajuk "Membangun Trainer Profesional yang Menginspirasi, Dipercaya, dan Berdampak Luas" ini diikuti berbagai kalangan, mulai dari manager perusahaan, supervisor, owner bisnis, dosen, CEO perusahaan, hingga ketua komunitas.
Program yang digelar selama dua hari tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dan praktisi berpengalaman, di antaranya Yustinus D.A selaku Mentor Bisnis Nasional dan Praktisi Ekspor, Noki Putra, Iin Daryati, Rizki Tanda, serta Pramudita B. Seluruh peserta dibekali berbagai kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi trainer profesional sekaligus mengikuti uji sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pimpinan Proyek (Pimpro) kegiatan, Ina Andhi Widyawati menjelaskan, Training for Trainer merupakan agenda rutin DnA Management yang dilaksanakan setiap tahun untuk melahirkan generasi trainer baru yang kompeten dan siap terjun di dunia profesional.
![]() |
| Kegiatan fire walk atau berjalan di atas bara api untuk membangun mental peserta sekaligus menghilangkan berbagai hambatan psikologis dalam pengembangan diri. |
"Untuk Training for Trainer yang diselenggarakan oleh DnA, ini agenda tahunan. Jadi setahun sekali kita mencetak generasi trainer baru. Tahun ini dilaksanakan tanggal 20 dan 21 Juni 2026," ujar Ina.
Menurut Ina, pelatihan tahun ini diikuti 15 peserta dengan kuota maksimal 20 orang dalam setiap angkatan. Pembatasan jumlah peserta dilakukan agar proses pembelajaran berjalan lebih efektif dan setiap peserta memperoleh pendampingan secara intensif.
"Kami membuka kelas khusus TFT maksimal 20 peserta dalam satu kali pelatihan supaya hasilnya maksimal," katanya.
Selama hari pertama, peserta mendapatkan berbagai materi strategis seperti public speaking, penyusunan dream book dan pengenalan diri, personal branding, teknik closing, negosiasi proyek, hingga praktik presentasi. Para peserta juga mengikuti sesi evaluasi presentasi untuk mengukur kemampuan komunikasi dan penyampaian materi.
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah kegiatan fire walk atau berjalan di atas bara api yang dilaksanakan pada malam hari. Kegiatan tersebut dirancang untuk membangun mental peserta sekaligus menghilangkan berbagai hambatan psikologis dalam pengembangan diri.
![]() |
| Peserta mengikuti rangkaian asesmen sertifikasi BNSP Training of Trainer (ToT) Level 4 atau instruktur. |
"Musuh terbesar manusia itu adalah dirinya sendiri. Jadi kita pakai fire walk untuk membangun mental block agar hilang. Kalau berjalan di atas bara api saja kita bisa, maka dalam hidup yang keras pun kita harus mampu melaluinya," jelas Ina.
Pada hari kedua, seluruh peserta mengikuti rangkaian asesmen sertifikasi BNSP Training of Trainer (ToT) Level 4 atau instruktur. Proses sertifikasi meliputi ujian tertulis dan ujian praktik yang dilaksanakan bersama tim BNSP dengan pendampingan asesor bersertifikat.
Ina menjelaskan, sertifikasi BNSP menjadi aspek penting dalam memperkuat kredibilitas seorang trainer di dunia profesional.
"Bagi kami, seorang trainer tanpa sertifikasi BNSP itu kurang kuat. Branding-nya juga kurang kuat," ungkapnya.
Setelah dinyatakan lulus, para peserta tidak langsung dilepas begitu saja. DnA Management tetap memberikan pendampingan berkelanjutan melalui program mentoring berkala serta membuka peluang keterlibatan dalam berbagai program pelatihan yang bekerja sama dengan BUMN, instansi pemerintah, maupun pendampingan UMKM.
"Tidak hanya dilepas setelah sertifikasi, tetapi kami tetap memberikan jadwal mentoring. Kalau ada jadwal baru, kami selalu membagikannya kepada teman-teman yang waktunya longgar untuk menjadi mentor," ungkapnya.
Sementara itu, Asesor BNSP, Delta Lexi Arbawa, ST., MM menjelaskan masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya sertifikasi Training of Trainer. Karena itu, lembaga penyelenggara perlu terus melakukan sosialisasi secara masif melalui berbagai media.
"Kalau zaman dulu seorang pengajar harus punya SIM Akta IV, maka sertifikat TOT ini bisa diibaratkan sebagai SIM bagi seorang trainer atau pengajar," ujar Delta Lexi Arbawa.
Ia menjelaskan, selain memiliki sertifikat TOT, seorang trainer maupun pengajar juga harus mempunyai sertifikasi teknis sesuai bidang keahlian yang diajarkan agar kompetensi yang dimiliki benar-benar relevan.
"Ketika mereka mau mengajar digital marketing, maka mereka juga harus punya sertifikat digital marketing supaya sesuai dengan bidang yang diajarkan," jelasnya.
Delta menambahkan, sertifikasi TOT kini semakin dibutuhkan, terutama bagi tenaga pelatih yang akan bekerja sama dengan pemerintah maupun perusahaan besar karena pengakuannya telah berlaku secara nasional dan internasional.
"Ketika kita bergerak masuk ke pemerintahan ataupun BUMN, kita wajib mempunyai sertifikat ini karena pengakuannya sudah berskala nasional maupun internasional," terangnya.
Menurut Delta, sertifikat TOT berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang melalui mekanisme Recognition of Current Competency (RCC). Untuk mengikuti sertifikasi, peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan administrasi, di antaranya KTP, ijazah terakhir minimal D4 atau S1 untuk level 4, pasfoto, serta sertifikat lama bagi peserta perpanjangan.
"Kalau sertifikatnya habis, mereka tidak membuat sertifikat baru, tetapi melakukan perpanjangan melalui RCC," pungkas Delta. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Jihan Saila Khasina, turut mendokumentasikan rangkaian Perayaan Peh Cun di Kota Pekalongan. |
Dokumentasikan Perayaan Peh Cun Pekalongan, Mahasiswa DKV ISI Surakarta Asah Kompetensi Videografi di Diskominfo
Pekalongan - majalahlarise.com - Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, Jihan Saila Khasina, turut mendokumentasikan rangkaian Perayaan Peh Cun di Kota Pekalongan dalam skema Magang Program Mahasiswa Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik yang dilaksanakan di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pekalongan.
Selama menjalani program magang, Jihan tidak hanya mengaplikasikan kompetensi desain komunikasi visual, tetapi juga terlibat langsung dalam produksi dokumentasi audiovisual kegiatan budaya di lingkungan pemerintahan. Sebagai videografer, ia dipercaya mengambil footage video pada seluruh rangkaian Perayaan Peh Cun di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Handriyotopo.
Penugasan lapangan tersebut memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam memahami kebutuhan dokumentasi audiovisual untuk publikasi instansi pemerintah. Selain menguasai aspek teknis, mahasiswa juga belajar menyusun strategi dokumentasi agar setiap momen budaya dapat terekam secara utuh dan memiliki nilai publikasi.
Mentor magang, Dimas Arga Yudha, menjelaskan kegiatan dokumentasi lapangan menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memperluas jejaring profesional.
“Kegiatan dokumentasi liputan yang terjun langsung ke lapangan ini bukan hanya mengasah kemampuan mahasiswa untuk menerapkan materi yang telah diajarkan di kampus ke dunia kerja, tetapi juga menambah jejaring sosial sehingga dapat memperluas koneksi saat sudah menyelesaikan magang nantinya,” ujar Dimas Arga Yudha.
Perayaan Peh Cun sendiri merupakan tradisi tahunan masyarakat Tionghoa di Pekalongan untuk memperingati Qu Yuan. Tradisi tersebut diwujudkan melalui sedekah laut yang dimeriahkan berbagai atraksi seni budaya seperti pertunjukan Liong dan Barongsay. Pada tahun ini, perayaan digelar pada 19 Juni 2026, dimulai dari Litang Makin Pekalongan dan berpuncak di Taman Wisata Laut (TWL) Pasir Kencana Pekalongan.
Berbagai rangkaian kegiatan digelar dalam perayaan tersebut, mulai dari doa bersama, pertunjukan kesenian, lomba mendirikan telur, hingga prosesi penyempurnaan perahu naga dan sedekah laut. Selama bertugas, mahasiswa bertanggung jawab menentukan sudut pengambilan gambar di sejumlah titik strategis, seperti area altar saat ritual inti dan tepi dermaga ketika prosesi pembakaran perahu naga berlangsung, sehingga momen sakral dapat terdokumentasikan secara maksimal.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa juga berkolaborasi dengan tim Diskominfo Kota Pekalongan guna memastikan hasil dokumentasi sesuai kebutuhan publikasi pada kanal media sosial dan situs resmi Pemerintah Kota Pekalongan, sekaligus menjadi arsip audiovisual jangka panjang kegiatan budaya daerah.
Jihan Saila Khasina mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti program magang tersebut. Selain mendapatkan relasi baru, ia juga merasakan secara langsung dinamika pekerjaan lapangan di lingkungan pemerintahan.
“Dengan mengikuti magang ini saya mendapatkan banyak pengalaman baru, mulai dari bertemu banyak orang yang menjadi koneksi baru, hingga merasakan langsung serunya bekerja terjun ke lapangan dengan menyaksikan berbagai acara penting. Selain itu, saya dapat mencoba berbagai alat produksi foto dan video, sekaligus belajar teknik dokumentasi yang tepat agar suasana acara dapat terlihat dan dirasakan melalui foto dan video yang dihasilkan,” ujar Jihan.
Sementara itu, Handriyotopo menjelaskan keterlibatan mahasiswa dalam dokumentasi Perayaan Peh Cun menunjukkan kompetensi mahasiswa DKV tidak hanya terbatas pada kemampuan teknis desain.
“Mahasiswa DKV juga dituntut memiliki kemampuan strategi dokumentasi visual dan videografi secara menyeluruh di berbagai konteks kerja, termasuk di lingkungan instansi pemerintahan. Melalui program magang ini diharapkan mahasiswa mampu mengembangkan keterampilan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui dokumentasi dan publikasi kekayaan budaya lokal Kota Pekalongan kepada masyarakat yang lebih luas,” jelas Handriyotopo.
Melalui Program Mahasiswa Berdampak 2026, mahasiswa FSRD ISI Surakarta diharapkan semakin siap menghadapi dunia kerja dengan bekal kompetensi yang relevan, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian budaya daerah melalui dokumentasi audiovisual.(Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Tim kreatif PERSIS Solo melakukan kunjungan ke Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta. |
PERSIS Solo Jajaki Kerja Sama dengan DKV ISI Surakarta, Dorong Kolaborasi Industri Kreatif dan Pendidikan
Surakarta - majalahlarise.com - Tim kreatif PERSIS Solo melakukan kunjungan ke Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta sebagai langkah awal menjalin kolaborasi dan kerja sama dalam pengembangan desain komunikasi visual yang berkaitan dengan pengelolaan sepak bola profesional. Kunjungan berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Gedung Dekanat FSRD ISI Surakarta Kampus Mojosongo, Kamis (18/6/2026).
Rombongan PERSIS Solo dipimpin Head of Creative Division PERSIS Solo, Muhammad Ilyas. Kehadiran tim kreatif klub kebanggaan Kota Bengawan tersebut diterima langsung oleh Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta, M. Harun Rosyid Ridlo, didampingi sejumlah dosen DKV.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan berbagai peluang kerja sama yang dinilai strategis untuk dikembangkan. Sejumlah program yang menjadi bahan pembahasan antara lain program magang mahasiswa, riset, pengabdian kepada masyarakat, integrasi pembelajaran dengan dunia industri, kuliah umum, hingga pemanfaatan layanan bisnis yang dimiliki ISI Surakarta.
Head of Creative Division PERSIS Solo, Muhammad Ilyas, menjelaskan kunjungan ini merupakan langkah awal untuk membangun sinergi antara dunia industri olahraga profesional dengan kalangan akademisi, khususnya ISI Surakarta.
"Kunjungan awal ini menjadi bagian dari upaya kami untuk membangun kolaborasi dengan akademisi, khususnya ISI Surakarta, sehingga ke depan dapat tercipta berbagai program bersama yang saling mendukung," ujar Muhammad Ilyas.
Sementara itu, Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta, M. Harun Rosyid Ridlo, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan PERSIS Solo. Menurutnya, terdapat banyak potensi kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
"Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini karena ada banyak potensi kerja sama yang dapat dijalin dan menguntungkan kedua pihak. Mulai dari program magang, integrasi mata kuliah dengan industri, kuliah umum, hingga pemanfaatan layanan bisnis ISI Surakarta," jelas M. Harun Rosyid Ridlo.
Ia berharap, pertemuan perdana tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui berbagai program konkret yang melibatkan mahasiswa dan dosen, sehingga kolaborasi antara dunia akademik dan industri kreatif olahraga dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Kami berharap kunjungan awal ini dapat diwujudkan dalam beragam program yang melibatkan mahasiswa dan dosen," pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: MIM Derasan Gelar Parenting Wali Murid Baru, Teguhkan Peran Anak sebagai Investasi Dunia dan Akhirat
Pendidikan
![]() |
| Kegiatan Parenting bagi Wali Murid Baru Tahun Pelajaran 2026/2027 di aula sekolah. |
MIM Derasan Gelar Parenting Wali Murid Baru, Teguhkan Peran Anak sebagai Investasi Dunia dan Akhirat
Boyolali - majalahlarise.com - MI Muhammadiyah (MIM) Derasan Andong Boyolali menyelenggarakan kegiatan Parenting bagi Wali Murid Baru Tahun Pelajaran 2026/2027 di aula sekolah, Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini diikuti para orang tua dan wali murid baru sebagai upaya memperkuat sinergi antara keluarga dan madrasah dalam mendidik generasi Islami yang berakhlak mulia serta berprestasi.
Kepala MIM Derasan, Sisyanto, S.Pd.I, membuka kegiatan dengan menyampaikan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan proses pembelajaran di madrasah, tetapi juga oleh pendampingan dan keteladanan yang diberikan keluarga di rumah. Pada kesempatan tersebut, Sisyanto juga menyampaikan MIM Derasan saat ini meluncurkan program khusus untuk mendukung penguatan karakter dan prestasi peserta didik.
“Madrasah dan keluarga adalah dua pilar yang harus berjalan seiring. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, insyaallah anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Sisyanto.
Sesi utama menghadirkan Ust. Pujiono dari Tim Diklat Kepala Sekolah dan Penjamin Mutu Sekolah Muhammadiyah (Diksuspala) yang menyampaikan materi bertema “Anak Investasi Dunia Akhirat Orang Tua”. Dalam pemaparannya, ia mengajak para wali murid memandang anak sebagai amanah sekaligus investasi terbaik yang manfaatnya tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga menjadi bekal di akhirat.
Ust. Pujiono menjelaskan investasi paling berharga bagi orang tua bukanlah harta benda, melainkan anak yang saleh dan salehah. Anak yang dibekali iman, ilmu, dan akhlak yang baik akan menjadi sumber kebahagiaan keluarga sekaligus menghadirkan pahala yang terus mengalir melalui doa dan amal kebaikannya.
“Banyak orang tua sibuk menyiapkan warisan untuk anak, tetapi lupa menyiapkan anak yang mampu menjaga warisan iman dan akhlaknya. Padahal anak yang saleh adalah investasi paling berharga yang manfaatnya akan terus dirasakan hingga akhirat,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan pentingnya membangun budaya ibadah di lingkungan keluarga, membiasakan komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak, serta menghadirkan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah dan diperkuat melalui lingkungan sekolah yang positif.
Kegiatan parenting berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari wali murid terkait pola asuh, pendidikan karakter, hingga pendampingan anak di era digital. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan yang berlangsung hingga selesai.
Melalui kegiatan ini, MIM Derasan berharap hubungan antara madrasah dan orang tua semakin erat sehingga mampu bersama-sama mengantarkan peserta didik menjadi generasi unggul dalam prestasi, kuat dalam akidah, serta berakhlak mulia.
“Anak adalah investasi dunia akhirat. Ketika orang tua dan sekolah berjalan bersama, maka akan lahir generasi terbaik yang menjadi kebanggaan keluarga, agama, dan bangsa,” pesan Ust. Pujiono saat menutup kegiatan parenting. (Sofyan)
Baca juga: Isi Jeda PSAT, 60 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Perdalam Hafalan lewat Daurah Al-Qur'an Intensif
Pendidikan
![]() |
| Murid kelas IV dan V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti Daurah Al-Qur'an. |
Isi Jeda PSAT, 60 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Perdalam Hafalan lewat Daurah Al-Qur'an Intensif
Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 60 murid kelas IV dan V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti Daurah Al-Qur'an untuk mengisi jeda setelah pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT). Program pelatihan intensif tahfiz tersebut dipusatkan di Ruang Haji Muhtadi sekolah setempat selama tiga hari, Rabu–Jumat (17–19/6/2026), mulai pukul 07.30 hingga 16.30 WIB.
Kepala Urusan Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba), Tati Kuraesin, mengatakan pendampingan selama tiga hari difokuskan pada perbaikan tajwid serta pembenahan makharijul huruf agar murid mampu membaca Al-Qur'an secara benar dan fasih.
"Langkah strategis ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen sekolah dalam mencetak generasi ulul albab yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dan spiritual yang kuat dengan Al-Qur'an. Untuk mendukung kelancaran program, sekolah menghadirkan enam guru tahfiz profesional serta enam guru Pendidikan Al Islam pada setiap jenjang kelas," ujarnya.
Pada hari pertama, Rabu (17/6/2026), kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh ketua panitia, dan pembagian kartu hafalan. Target hafalan difokuskan pada Surah An-Naba hingga Surah Al-A'la. Sementara itu, materi tahsin disampaikan secara klasikal dengan pembahasan hukum tajwid nun sukun serta dasar-dasar makharijul huruf.
Memasuki sesi siang, peserta mengikuti metode pembelajaran Murajaah Relay agar proses menghafal berlangsung lebih interaktif dan menyenangkan. Melalui permainan estafet, murid saling menyambung bacaan ayat Al-Qur'an yang sedang dihafalkan. Metode tersebut dinilai efektif melatih kerja sama, konsentrasi, dan ketepatan hafalan. Hari pertama ditutup dengan penyetoran hafalan kepada guru tahfiz masing-masing kelompok.
Pada hari kedua, Kamis (18/6/2026), kegiatan diawali dengan pembiasaan Salat Duha berjemaah. Target hafalan meliputi Surah Al-Ghasyiyah hingga Surah Al-'Adiyat. Materi tahsin kemudian ditingkatkan dengan pembahasan berbagai hukum mad, seperti mad thabi'i, mad wajib muttasil, mad jaiz munfasil, mad 'iwad, mad layyin, dan mad 'aridh lissukun.
Di sela waktu istirahat, peserta mengikuti sesi ice breaking untuk menjaga semangat belajar. Panitia juga menghadirkan permainan edukatif bernuansa Islami sebagai sarana mengukur pemahaman materi. Hari kedua ditutup dengan kegiatan ziyadah atau penambahan hafalan baru.
Hari ketiga, Jumat (19/6/2026), menjadi puncak pelaksanaan Dauroh Al-Qur'an. Target hafalan difokuskan pada Surah Al-Qari'ah hingga Surah An-Nas. Materi tahsin membahas ayat-ayat muqatha'ah yang terdapat pada awal beberapa surah dalam Al-Qur'an. Menjelang siang, seluruh peserta mengikuti ujian hafalan yang dipandu tim penguji dari guru tahfiz.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan kepada peserta terbaik atas kerja keras, kedisiplinan, dan ketekunan selama mengikuti kegiatan. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi agar para murid terus menjaga dan menambah hafalan Al-Qur'an selama libur kenaikan kelas.
Salah satu peserta Daurah Al-Qur'an, Kenshin Akira Ryuzaki Adhiera, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
"Ini pengalaman pertama saya mengikuti Dauroh Al-Qur'an. Saya senang bisa mengisi jeda setelah PSAT dengan kegiatan yang bermanfaat. Semoga target hafalan saya tahun ini tercapai dan saya bisa segera menambah hafalan surah-surah baru," tuturnya. (Sofyan)
Baca juga: Meriah, Pengambilan Rapor SMPN 2 Giritontro Disulap Jadi Panggung Kreativitas dan Market Day Siswa
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...








