GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
Kelas VI A SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar Parenting Harmoni, Perkuat Peran Orang Tua dalam Pengasuhan Anak
Boyolali – majalahlarise.com – Paguyuban Wali Murid Kelas VI A SD Muhammadiyah PK Banyudono mengadakan kegiatan Parenting Harmoni untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua Paguyuban, Dyah Retnaningsih, Sabtu (24/10/2026), menjadi ruang silaturahmi, berbagi pengalaman, sekaligus belajar bersama tentang pola pengasuhan yang penuh kasih dan keteladanan.
Kegiatan rutin tiga bulanan tersebut menghadirkan Lilik Kurniawan sebagai narasumber dengan materi “Parenting Harmoni: Seni Mengasuh Jiwa”. Materi ini mengajak para orang tua, khususnya ayah, untuk memahami pentingnya keterlibatan dalam pengasuhan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter dan mempersiapkan masa depan anak.
Dalam pemaparannya, Lilik menjelaskan parenting harmoni merupakan seni mengasuh jiwa yang dimulai dari kesediaan orang tua memahami dan merawat diri sendiri. Orang tua perlu membangun ketenangan dalam dirinya agar mampu menghadirkan suasana yang aman, nyaman, dan penuh kasih bagi anak.
Pengasuhan, menurut materi yang disampaikan, tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan materi. Anak juga membutuhkan perhatian, keteladanan, kasih sayang, serta kedekatan emosional yang membuat mereka merasa diterima dan dihargai dalam keluarga.
Salah satu pembahasan yang menarik perhatian peserta adalah pentingnya ayah belajar tentang parenting. Ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam mendampingi pertumbuhan anak, menunjukkan kasih sayang secara nyata, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Ayah juga perlu belajar bersikap tegas dengan penuh kasih sayang, berbagi tanggung jawab pengasuhan bersama ibu, dan terus bertumbuh bersama anak. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat membangun hubungan emosional yang kuat sekaligus membantu anak berkembang menjadi pribadi yang percaya diri dan berkarakter.
Selain itu, orang tua diajak menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk bercerita. Mendengarkan tanpa menghakimi, menyediakan waktu untuk berbincang, memberi kesempatan anak menyampaikan pendapat, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan dengan kasih sayang menjadi bagian penting dalam proses pengasuhan.
Pendekatan tersebut mengingatkan orang tua untuk tidak hanya berfokus pada perilaku anak, tetapi juga memahami perasaan, kebutuhan, dan pengalaman yang melatarbelakanginya. Dengan demikian, komunikasi dalam keluarga dapat terbangun lebih terbuka dan hubungan antara orang tua dengan anak semakin erat.
Pesan yang mengemuka dalam kegiatan ini adalah anak tidak sekadar membutuhkan orang tua yang hadir secara fisik, tetapi juga kehadiran hati melalui perhatian, kesediaan mendengar, dan pendampingan yang konsisten. Lingkungan keluarga yang penuh kasih diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuhnya anak-anak yang tangguh, percaya diri, dan memiliki karakter positif.
Ketua Paguyuban Wali Murid Kelas VI A, Dyah Retnaningsih, menjadi tuan rumah dalam kegiatan tersebut. Pertemuan rutin tiga bulanan ini diharapkan semakin mempererat kebersamaan para wali murid sekaligus membangun kesamaan visi dalam mendampingi anak-anak, khususnya saat memasuki tahap penting perjalanan pendidikan di kelas VI.
Sementara itu, Wali Kelas VI A, Putri Endriastuti, S.Pd., bersama pihak sekolah terus mendorong terjalinnya kolaborasi dengan orang tua. Pendampingan anak diharapkan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga berlanjut di lingkungan keluarga melalui komunikasi, pembiasaan positif, dan keteladanan sehari-hari.
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan demi kebaikan dan kesuksesan anak-anak.
Melalui Parenting Harmoni, keluarga dan sekolah diharapkan semakin menyadari pentingnya kerja sama dalam mendidik anak. Sekolah memberikan penguatan melalui proses pembelajaran, sedangkan keluarga menumbuhkan nilai-nilai kehidupan melalui pengasuhan di rumah.
Sinergi kedua lingkungan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kematangan emosional, kepedulian, dan karakter yang kuat. Dengan mengasuh jiwa melalui kasih sayang dan keteladanan, orang tua dan sekolah turut mempersiapkan anak-anak menjadi generasi penerus sekaligus calon pemimpin bangsa. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Artati Widiarti, Dirjen Kementerian Kelautan & Perikanan membeli Intip. |
Produk YPPP Veteran dan Univet Bantara Tembus Pasar Nasional dan Internasional di TEI 2026 dan Pangan Nusa
SUKOHARJO – majalahlarise.com – Yayasan Pembina Pendidikan Perguruan (YPPP) Veteran Sukoharjo bersama Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo berhasil membuka peluang pemasaran produk unggulan ke pasar nasional dan internasional melalui keikutsertaan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 dan Pangan Nusa 2026. Pameran yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Dalam ajang tersebut, YPPP Veteran dan Univet Bantara menghadirkan lima produk unggulan melalui tiga stan di TEI 2026 dan dua stan di Pangan Nusa 2026. Produk yang dipamerkan meliputi Vetatech Sparepart dan Motor Listrik, briket Veteran Eco Charcoal Nusantara, serta Ecoprint Veteran. Sementara itu, pada Pangan Nusa 2026, produk yang ditampilkan adalah Intip Mbah Yati dan Nastar Ineffable Kitch.
Ketua tim YPPP Veteran Sukoharjo dan Univet Bantara Sukoharjo, Dr. Joko Suryono, M.Si., menyampaikan keikutsertaan dalam kedua pameran tersebut menjadi pengalaman pertama sekaligus kesempatan berharga untuk memperkenalkan produk unggulan kepada calon pembeli dan mitra bisnis yang lebih luas.
“Dalam Trade Expo Indonesia, kami menampilkan tiga produk, yakni sepeda motor listrik, briket, dan ecoprint. Sementara itu, di Pangan Nusa kami membawa dua produk pangan khas lokal, yaitu intip dan nastar. Kesempatan ini sangat berharga karena kami memperoleh fasilitasi dari Kementerian Perdagangan untuk memperkenalkan produk-produk UMKM kepada pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Dr. Joko menjelaskan, hasil yang diperoleh tidak hanya berupa penjualan langsung selama pameran, tetapi juga terbukanya peluang kerja sama pemasaran dan pengadaan produk, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Pada sektor pangan, Intip Mbah Yati dan Nastar Ineffable Kitch mendapatkan peluang untuk memasuki jaringan ritel modern. Melalui program business matching, kedua produk tersebut berkesempatan menjalin kerja sama dengan sejumlah jaringan ritel, termasuk Hypermart dan K3-Mart. Peluang pemasaran melalui jaringan ritel lainnya juga menjadi bagian dari penjajakan yang dilakukan selama pameran.
“Pangan Nusa memberikan peluang yang sangat baik bagi produk pangan lokal untuk bertemu dengan jaringan ritel modern. Kami berharap peluang yang sudah terbuka ini dapat ditindaklanjuti sehingga intip dan nastar mampu menjangkau konsumen yang lebih luas melalui jaringan pemasaran nasional,” jelasnya.
![]() |
| Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bersama Ketua Tim Dr. Joko Suryono, M.Si dan Humas YPPP Veteran Sukoharjo, Adhika Prasetya Kusharsanto, S.Sos., M.M. |
Sementara itu, produk sepeda motor listrik yang dipamerkan melalui Vetsatect Sparepart dan Motor Listrik mendapat respons positif dari calon mitra usaha. Peluang pengadaan domestik datang dari Jambi dan Banjarnegara. Di pasar internasional, calon pembeli dari Malaysia dan Senegal juga menunjukkan ketertarikan terhadap produk tersebut.
Calon pembeli dari Senegal bahkan meminta sampel sepeda motor listrik untuk dipelajari lebih lanjut. Apabila produk sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi yang diharapkan, terdapat potensi pemesanan dalam jumlah besar, yakni hingga 1.000 unit.
Selain calon pembeli dari luar negeri, sepeda motor listrik tersebut juga menarik perhatian wirausaha muda lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS) yang bergerak di bidang usaha madu dan telah memasarkan produknya melalui toko modern. Pengusaha tersebut menjajaki rencana pemesanan sepeda motor listrik pada Januari mendatang untuk mendukung kegiatan operasional usahanya.
Produk briket Veteran Eco Charcoal Nusantara juga memperoleh perhatian dari calon pembeli mancanegara. Penjajakan pasar membuka peluang penjualan ke sejumlah negara di kawasan Afrika, Timur Tengah, dan daratan Asia Timur. Selain itu, calon pembeli dari Malaysia dan India turut menunjukkan ketertarikan terhadap produk briket tersebut.
Capaian ini menjadi peluang bagi produk yang dikembangkan YPPP Veteran dan Univet Bantara untuk memperluas jangkauan pemasaran, sekaligus membangun jejaring bisnis dengan mitra dari berbagai negara. Adapun Ecoprint Veteran turut diperkenalkan sebagai produk unggulan yang mengangkat kreativitas dan potensi pengembangan produk berbasis kerajinan.
Menurut Dr. Joko, peluang yang muncul selama pameran perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Rencana tindak lanjut tersebut mencakup pembahasan bersama panitia dan yayasan untuk menentukan strategi pengembangan pemasaran, memperkuat jaringan distribusi, serta mematangkan kerja sama dengan calon pembeli.
![]() |
| Muhammad Qodari, Mantan Kepala Bakom RI, saat ini menjabat Sekretaris Wantimpres RI, membeli Nastar UKM Mahasiswa Univet Bantara. |
“Kami akan berkoordinasi dengan panitia dan yayasan untuk membahas tindak lanjut dari peluang yang sudah diperoleh. Harapannya, kerja sama yang terjalin selama pameran tidak berhenti pada penjajakan, tetapi dapat berkembang menjadi transaksi dan kemitraan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Keikutsertaan YPPP Veteran dan Univet Bantara dalam TEI 2026 dan Pangan Nusa 2026 menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan produk unggulan kepada pasar yang lebih luas. Melalui dukungan fasilitasi pameran, program business matching, dan pertemuan dengan calon mitra usaha, produk pangan lokal, sepeda motor listrik, briket, serta ecoprint memiliki kesempatan untuk berkembang di pasar nasional maupun internasional.
Peluang tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan penjualan, memperluas jaringan distribusi, membuka akses ekspor, serta memperkuat daya saing produk UMKM Indonesia. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Para wisudawan dan wisudawati Prodi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara Sukoharjo periode Oktober 2026. |
Lepas Wisudawan Ilmu Komunikasi Univet Bantara Periode Oktober 2026, Dekan FISH Berpesan Terus Belajar dan Berikan Manfaat bagi Sesama
SUKOHARJO – majalahlarise.com – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar acara pelepasan wisudawan dan wisudawati periode Oktober 2026 di Hotel Fave Solobaru, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum syukur sekaligus ungkapan apresiasi atas perjuangan mahasiswa menyelesaikan pendidikan sarjana dan memasuki babak baru kehidupan.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, M.Si., dalam sambutan sekaligus prosesi pelepasan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang berhasil menyelesaikan pendidikan jenjang S1 Ilmu Komunikasi.
Ia menjelaskan, keberhasilan meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom.) merupakan buah dari kerja keras, perjuangan, dan ketekunan mahasiswa selama menjalani proses perkuliahan. Berbagai tugas akademik, metode pembelajaran, hingga penyusunan skripsi menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk pengetahuan, keterampilan, dan karakter para lulusan.
![]() |
| Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, M.Si menyerahkan vadel kepada wisudawati. |
“Keberhasilan yang diraih hari ini merupakan hasil dari perjuangan dan ketekunan selama menempuh pendidikan. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan studi dengan baik,” ujarnya.
Dr. Joko mengingatkan, gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk menghadapi tantangan yang lebih luas, baik di dunia kerja, dunia usaha, maupun kehidupan bermasyarakat. Para lulusan diharapkan mampu memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah untuk mengembangkan potensi diri serta meraih masa depan yang lebih baik.
Menurutnya, bekal akademik perlu diimbangi dengan keahlian, sikap mental positif, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar. Dengan bekal tersebut, lulusan Ilmu Komunikasi diharapkan mampu berkembang menjadi tenaga profesional maupun wirausahawan yang sukses.
Selain kompetensi, ia mengingatkan pentingnya membangun relasi dan menjaga komunikasi yang baik dengan berbagai pihak. Kemampuan menjalin hubungan yang positif menjadi investasi jangka panjang yang dapat mendukung perjalanan karier dan kehidupan sosial para lulusan.
“Kesuksesan tidak hanya diukur dari apa yang kita capai untuk diri sendiri, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada orang lain,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Joko juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga yang telah memberikan doa, dukungan, serta pengorbanan selama mahasiswa menempuh pendidikan. Menurutnya, keberhasilan wisudawan dan wisudawati tidak terlepas dari peran keluarga yang senantiasa memberikan semangat dalam menghadapi berbagai tantangan.
Ia berpesan agar para lulusan terus menghormati dan membahagiakan orang tua sebagai bentuk rasa terima kasih atas perjuangan yang telah diberikan. Selain itu, para lulusan diharapkan tetap menghargai jasa dosen dan tenaga kependidikan yang telah membimbing mereka selama menjalani proses pendidikan.
Dr. Joko juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama proses pembelajaran dan pelayanan akademik. Ia berharap para lulusan tidak berhenti menimba ilmu setelah memperoleh gelar sarjana, tetapi terus mengembangkan diri melalui pengalaman, pembelajaran, dan berbagai kesempatan baru.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Hariyanto, S.Sos., M.I.Kom., dalam laporannya menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah diwisuda pada tingkat universitas, Rabu (21/10/2026).
Ia berharap seluruh lulusan, baik yang hadir dalam acara pelepasan maupun yang berhalangan hadir, senantiasa memperoleh kemudahan dan keberhasilan dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.
Dalam pesannya, Hariyanto menyampaikan doa agar para lulusan segera memperoleh tiga jodoh terbaik dalam kehidupan. Pertama, jodoh pekerjaan yang sesuai dengan harapan, cita-cita, dan keinginan. Kedua, jodoh hidup berupa pasangan yang akan mendampingi perjalanan kehidupan. Ketiga, jodoh tempat tinggal yang memungkinkan para lulusan hidup bermasyarakat dengan baik serta menjalankan peran sebagai warga bangsa dan negara.
Pesan tersebut menjadi harapan agar para lulusan tidak hanya berhasil dalam karier, tetapi juga mampu membangun kehidupan pribadi dan sosial yang baik setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Hariyanto juga mengingatkan para lulusan untuk senantiasa menjaga nama baik almamater dan turut memperkenalkan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Univet Bantara kepada keluarga, kerabat, serta masyarakat luas.
Menurutnya, keterlibatan alumni dalam memperkenalkan kampus dapat membantu meningkatkan minat calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Program Studi Ilmu Komunikasi maupun Program Studi Hukum.
Ia berharap hubungan antara alumni dan almamater tetap terjaga sehingga para lulusan dapat berkontribusi dalam memperkenalkan potensi kampus sekaligus mendukung perkembangan pendidikan di Univet Bantara.
Perwakilan wisudawan, Erfina Hesti Nurhidayah, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan seluruh mahasiswa menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, hari wisuda menjadi momen istimewa setelah para mahasiswa melewati berbagai proses perkuliahan, mengerjakan tugas, menghadapi ujian, dan menyelesaikan beragam tantangan akademik.
Ia menyampaikan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari usaha, doa, dukungan keluarga, serta bimbingan para dosen yang mendampingi mahasiswa selama menempuh pendidikan.
“Terima kasih kepada seluruh dosen atas ilmu, kesabaran, dan nasihat yang telah diberikan selama kami menjalani perkuliahan. Terima kasih juga kepada orang tua dan keluarga yang selalu mendoakan, mendukung, serta memberikan semangat hingga kami dapat menyelesaikan pendidikan ini,” ungkapnya.
Erfina turut menyampaikan apresiasi kepada teman-teman seperjuangan yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik. Kebersamaan dan persahabatan selama kuliah memberikan banyak pengalaman berharga, tidak hanya melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga dari berbagai tantangan yang dihadapi bersama.
Baginya, perjalanan selama menempuh pendidikan mengajarkan arti kerja keras, kesabaran, kebersamaan, dan tanggung jawab. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk menghadapi kehidupan setelah lulus dari perguruan tinggi.
Ia mengingatkan para wisudawan dan wisudawati agar memandang wisuda bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan awal untuk memasuki dunia yang lebih luas dengan berbagai kesempatan dan tantangan.
Para lulusan diharapkan terus belajar, mengembangkan kemampuan, berani menghadapi kegagalan, serta memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga ilmu yang telah kita peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat dan membawa keberkahan. Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Semoga kita mampu melangkah menuju masa depan yang lebih baik, terus berkembang, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.
Pelepasan wisudawan dan wisudawati Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Univet Bantara Sukoharjo tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan akademik perlu diiringi tanggung jawab, kemauan untuk terus belajar, serta komitmen memberikan manfaat bagi sesama. Para lulusan diharapkan mampu membawa nama baik almamater dan mengimplementasikan ilmu komunikasi dalam berbagai bidang kehidupan. (Sofyan)
Mitra Usaha
![]() |
| Peresmian Asraya Jiva Spa & Wellness di Kota Solo. |
Perdana di Kota Solo, Asraya Jiva Spa dan Wellness Resmi Dibuka, Tawarkan Perawatan Tradisional dan Relaksasi
SURAKARTA – majalahlarise.com - Asraya Jiva Spa & Wellness resmi dibuka di Kota Solo pada Sabtu (24/10/2026). Mengusung konsep relaksasi dan perawatan tubuh, spa ini menawarkan perpaduan teknik perawatan tradisional dari berbagai negara dengan pendekatan modern untuk memberikan pengalaman kebugaran, kenyamanan, dan ketenangan bagi pelanggan.
Dalam acara grand opening, pemilik Asraya Jiva Spa & Wellness, Arogya Karanika, bersama Inggrit, memperkenalkan sejumlah layanan unggulan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam merawat tubuh sekaligus melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Salah satu layanan yang ditawarkan adalah Japanese Massage, yakni perawatan pijat yang terinspirasi dari tradisi Jepang. Perawatan berdurasi sekitar 60 menit ini diawali dengan suasana relaksasi melalui alunan gong untuk membantu pelanggan menikmati pengalaman perawatan yang lebih tenang.
Selain itu, tersedia perawatan Chakra yang terinspirasi dari pengetahuan tradisional India. Layanan ini ditujukan untuk memberikan pengalaman relaksasi dan membantu pelanggan merasa lebih nyaman setelah menjalani aktivitas sehari-hari.
Asraya Jiva Spa & Wellness juga menghadirkan Facial Ritual, perawatan wajah yang terinspirasi dari tradisi Thailand. Perawatan ini menggunakan irisan mentimun segar untuk memberikan sensasi menyegarkan pada kulit wajah.
Arogya Karanika menjelaskan, Asraya Jiva Spa & Wellness dikembangkan dengan memadukan unsur tradisional dan teknologi modern, tanpa mengesampingkan privasi serta kenyamanan pelanggan.
“Kami mengedepankan perawatan tradisional yang dipadukan dengan teknologi, sekaligus memberikan pengalaman relaksasi dengan tetap menjaga privasi pelanggan,” ujarnya saat acara pembukaan.
Menurut Arogya, layanan yang disediakan dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok usia, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak berusia di atas lima tahun, dengan jenis perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan.
Tawarkan Privasi dan Kenyamanan Pelanggan
Asraya Jiva Spa & Wellness menyediakan fasilitas perawatan bagi pelanggan pria maupun wanita. Sejumlah paket perawatan dilengkapi fasilitas bathtub untuk memberikan pengalaman yang lebih nyaman dan privat.
Durasi perawatan bervariasi sesuai paket yang dipilih, bahkan dapat mencapai sekitar dua hingga dua setengah jam. Pelanggan dapat memilih layanan berdasarkan kebutuhan dan waktu yang tersedia.
Dari sisi harga, layanan spa ini ditawarkan mulai Rp130.000. Beragam pilihan perawatan tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati layanan relaksasi dengan anggaran yang dapat disesuaikan.
Untuk memudahkan pelanggan, pengelola juga menyediakan fasilitas pemesanan melalui situs web resmi serta layanan reservasi melalui WhatsApp.
Kemudahan reservasi tersebut diharapkan membantu pelanggan merencanakan kunjungan sekaligus memilih jenis perawatan yang sesuai sebelum datang ke lokasi.
Berikan Promo Diskon 30 Persen
Dalam rangka pembukaan perdana, Asraya Jiva Spa & Wellness menghadirkan promo diskon sebesar 30 persen yang berlaku hingga 31 Oktober 2026. Program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai layanan perawatan yang tersedia.
Arogya menjelaskan, keputusan berinvestasi di Kota Solo didasarkan pada riset mengenai perkembangan industri dan potensi pasar di kota tersebut. Ia melihat Solo memiliki peluang untuk pengembangan usaha di bidang spa dan wellness.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap layanan perawatan tubuh dan relaksasi menjadi salah satu pertimbangan dalam menghadirkan Asraya Jiva Spa & Wellness di Kota Bengawan.
Melalui usaha ini, pengelola berharap masyarakat Solo dan sekitarnya memiliki pilihan tempat untuk menikmati perawatan tubuh sekaligus mengambil jeda dari kesibukan sehari-hari.
Dari sisi operasional, pengelola turut memperhatikan kualitas pelayanan dan kenyamanan pelanggan. Kapasitas layanan akan disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk kemungkinan penambahan terapis apabila jumlah kunjungan terus meningkat.
Kehadiran Asraya Jiva Spa & Wellness menambah pilihan layanan perawatan tubuh di Kota Solo. Dengan menggabungkan inspirasi perawatan tradisional dari berbagai negara, pendekatan modern, serta fasilitas yang mengutamakan privasi, spa ini menawarkan pengalaman relaksasi bagi masyarakat yang ingin menjaga kebugaran dan meluangkan waktu untuk merawat diri. (Udin / Sofyan)
Baca juga: Milad ke-61 KOKAM, Pemuda Muhammadiyah Solo Refleksikan Sejarah Kedung Kopi
News
Milad ke-61 KOKAM, Pemuda Muhammadiyah Solo Refleksikan Sejarah Kedung Kopi
SOLO – majalahlarise.com – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surakarta bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) menggelar refleksi Milad ke-61 KOKAM bertajuk “Jejak Darah di Kedung Kopi: Refleksi 61 Tahun KOKAM, Melawan Lupa dan Merawat Bangsa” di Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Surakarta, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 350 peserta yang terdiri atas anggota KOKAM Solo, senior Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) se-Solo, serta jamaah pengajian umum. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sejarah sekaligus upaya mewariskan nilai perjuangan kepada generasi muda.
Rangkaian acara diawali dengan pemutaran film Kedung Kopi karya sutradara Akbar Vandebar. Setelah pemutaran film, Akbar memaparkan proses produksi dan latar belakang penggarapan film tersebut. Materi berikutnya disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, Drs. K.H. Subari.
Acara juga diisi dengan sesi tanya jawab bersama jamaah serta penyerahan cendera mata kepada tokoh-tokoh KOKAM dan narasumber.
Dalam pemaparannya, Akbar Vandebar menjelaskan, film Kedung Kopi 22 Oktober 1965 diproduksi pada 2017, sekitar 52 tahun setelah peristiwa yang diangkat dalam film tersebut. Pembuatan film itu berangkat dari keinginannya mendokumentasikan kembali peristiwa sejarah yang dinilai mulai luput dari ingatan masyarakat.
Gagasan penggarapan film bermula dari pertemuannya dengan sejumlah tokoh di Solo, termasuk Usman Amiruddin. Dari pertemuan tersebut, Akbar memperoleh cerita mengenai berbagai peristiwa yang berkaitan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Kota Solo.
Cerita dan penuturan para tokoh itu kemudian menjadi bagian dari proses penggalian sejarah untuk dituangkan dalam karya audiovisual. Melalui film tersebut, Akbar berupaya merekam kisah masa lalu sekaligus memperkenalkan perjuangan para pendahulu kepada generasi berikutnya.
“Esensi dari film ini bagaimana kita bisa mengemas sejarah, bagaimana mengemas cerita tentang heroisme orang-orang terdahulu untuk melanjutkan jejak perjuangan mereka,” ujar Akbar.
Ia mengajak generasi muda Muhammadiyah untuk turut mengambil peran dalam mendokumentasikan sejarah melalui berbagai bidang, mulai dari multimedia, sinematografi hingga penulisan. Menurutnya, upaya menjaga ingatan sejarah tidak selalu membutuhkan peralatan canggih, tetapi memerlukan kemampuan mengolah cerita dan menyampaikan nilai-nilai perjuangan secara tepat kepada masyarakat.
Akbar berharap film Kedung Kopi dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap peristiwa tersebut. Ia mengajak generasi muda mempelajari sejarah dan mengembangkan cara-cara kreatif untuk menyampaikan kisah masa lalu kepada khalayak luas.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi generasi muda untuk menghasilkan dokumentasi sejarah melalui film pendek, video, tulisan, maupun bentuk karya multimedia lainnya. Dengan cara tersebut, kisah para pendahulu dapat dipelajari dan menjadi bahan refleksi bagi generasi masa kini.
Sementara itu, Wakil Ketua PDM Kota Surakarta, Drs. K.H. Subari, menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-61 KOKAM. Ia berharap organisasi tersebut terus berkembang dan mempertahankan perannya dalam perjalanan perjuangan Muhammadiyah.
Subari menjelaskan, peristiwa Kedung Kopi menjadi salah satu pengalaman sejarah yang membekas di kalangan Angkatan Muda Muhammadiyah. Ia menuturkan, para pemuda yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut diketahui berangkat dari Balai Muhammadiyah sebelum menuju kampung halaman mereka di Kampung Sewu.
Menurut Subari, peristiwa tersebut berkaitan dengan situasi yang melatarbelakangi tumbuhnya kesiapsiagaan di kalangan Angkatan Muda Muhammadiyah. Pengalaman sejarah itu menjadi bagian dari perjalanan organisasi dan pembentukan kesadaran untuk menjaga keselamatan serta menjalankan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga menyampaikan, KOKAM didirikan di Jakarta pada 1 Oktober. Pembentukan tersebut kemudian disambut di berbagai daerah, termasuk Surakarta. Pada masa awal perkembangannya di Kota Solo, KOKAM dipimpin Ketua Pemuda Muhammadiyah saat itu, almarhum Suwardi.
Refleksi Milad ke-61 KOKAM ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal kembali jejak sejarah organisasi dan memahami nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu. Dokumentasi sejarah melalui film, diskusi, dan penuturan para saksi menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman generasi muda terhadap perjalanan organisasi.
Melalui kegiatan tersebut, PDPM Kota Surakarta bersama KOKAM mengajak kader dan masyarakat untuk tidak berhenti pada peringatan milad secara seremonial. Momentum ini juga menjadi pengingat pentingnya mempelajari sejarah, merawat ingatan kolektif, serta meneruskan nilai perjuangan melalui tindakan nyata.
Pesan Jas Merah atau “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah” menjadi pengingat bahwa pemahaman terhadap masa lalu memiliki arti penting dalam membangun kesadaran generasi penerus. Dengan mengenali sejarah secara kritis dan bertanggung jawab, nilai-nilai perjuangan dapat diwariskan sekaligus menjadi bahan pembelajaran dalam merawat persatuan dan kehidupan berbangsa. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Siswi SD Muhammadiyah PK Banyudono mengikuti kegiatan Fiqhun Nisaa’. |
SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar Fiqhun Nisaa’, Bekali Siswi Pemahaman Kesehatan dan Fikih Perempuan
Boyolali – majalahlarise.com – SD Muhammadiyah PK Banyudono menyelenggarakan kegiatan Fiqhun Nisaa’ pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini diikuti siswi kelas III, IV, V, dan VI dengan materi yang disesuaikan berdasarkan usia serta tahap perkembangan peserta didik.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membekali siswi dengan pemahaman keislaman yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari kesehatan perempuan, perubahan fisik dan psikologis saat haid, hingga ketentuan fikih dan adab dalam menjalankan aktivitas keagamaan.
Siswi kelas V dan VI mendapatkan materi bertajuk “Pengaruh Haid secara Fisik dan Psikis” yang disampaikan Ustadzah Wulan. Dalam pembelajaran ini, para siswi diajak memahami perubahan yang terjadi pada tubuh dan kondisi psikologis ketika memasuki masa haid.
Materi tersebut juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, merawat kesehatan, serta mengetahui ketentuan ibadah selama masa haid. Dengan bekal pengetahuan ini, para siswi diharapkan mampu menghadapi perubahan pada dirinya dengan lebih percaya diri, tenang, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, siswi kelas III dan IV mengikuti pembelajaran bertema “Hukum Ziarah Kubur bagi Perempuan” yang disampaikan Ustadzah Anik. Materi ini mengenalkan pemahaman fikih mengenai ziarah kubur, adab ketika berziarah, serta cara menyikapi perbedaan pandangan keagamaan secara bijaksana.
Melalui pembelajaran tersebut, para siswi diharapkan tidak hanya memahami ketentuan agama, tetapi juga mampu menerapkan adab, menghormati perbedaan pendapat, serta membangun sikap santun dalam kehidupan bermasyarakat.
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menjelaskan pendidikan fikih perempuan sejak dini penting untuk membekali siswi dengan pengetahuan agama yang sesuai kebutuhan mereka.
“Melalui kegiatan Fiqhun Nisaa’, kami berharap para siswi tumbuh menjadi muslimah yang berilmu, percaya diri, mampu menjaga kehormatan diri, serta memahami dan menjalankan ibadah sesuai tuntunan agama,” jelasnya.
Menurutnya, pendidikan bagi anak perempuan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Pemahaman tentang kesehatan, perubahan tubuh, ibadah, dan adab juga perlu diberikan agar peserta didik memiliki bekal yang memadai dalam menjalani proses pertumbuhan.
Kegiatan Fiqhun Nisaa’ menjadi salah satu ikhtiar SD Muhammadiyah PK Banyudono dalam menghadirkan pendidikan Islam yang dekat dengan realitas kehidupan peserta didik. Materi yang disesuaikan dengan jenjang kelas diharapkan memudahkan siswi memahami persoalan yang relevan dengan usia dan perkembangan mereka.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat membentuk generasi muslimah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang baik, menjaga adab, serta bijaksana dalam bersikap dan mengambil keputusan.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai pendidikan yang diusung SD Muhammadiyah PK Banyudono, yakni Adab Dulu Sebelum Ilmu. Teknologi Boleh Maju, Adab Tetap Nomor Satu.” Nilai ini menjadi pengingat pentingnya menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pembentukan karakter serta akhlak mulia.
Dengan pembekalan yang berkelanjutan, sekolah berharap para siswi mampu tumbuh menjadi muslimah yang sehat, berkarakter, berpengetahuan, dan siap menghadapi berbagai tahap kehidupan dengan berlandaskan nilai-nilai Islam. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Suasana pameran DKV ACT 12 bertajuk Sinambung di Pendopo Ageng GPH Djojokusumo, Kampus Kentingan ISI Surakarta, Kamis-Sabtu (22-24/10/2026). |
DKV ACT 12 Sinambung Angkat Seni Tradisi Menjadi Desain Kreatif dan Interaktif
SOLO - majalahlarise.com – Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar pameran DKV ACT 12 bertajuk *Sinambung* di Pendopo Ageng GPH Djojokusumo, Kampus Kentingan ISI Surakarta, Kamis-Sabtu (22-24/10/2026). Pameran tahunan yang memasuki penyelenggaraan ke-12 pada 2026 ini mengangkat kekayaan seni dan budaya tradisional melalui karya desain yang kreatif, menarik, serta interaktif.
Mengusung tema Sinambung, gelaran ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pemikiran desain dalam merespons perubahan sosial masyarakat. Berbagai karya yang dipamerkan mengangkat karakter wayang, batik, kuliner tradisional, serta beragam unsur budaya lokal yang dikemas melalui pendekatan desain komunikasi visual.
Karya-karya mahasiswa memenuhi area pameran dengan menawarkan sudut pandang baru terhadap tradisi. Seni dan budaya yang selama ini identik dengan nilai-nilai warisan masa lalu dihadirkan melalui visualisasi yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.
Tidak hanya menampilkan karya dalam bentuk visual, DKV ACT 12 juga menghadirkan pengalaman interaktif dengan memanfaatkan teknologi. Pengunjung dapat memindai barcode pada karya tertentu untuk memperoleh informasi atau berinteraksi lebih jauh dengan sajian pameran.
Interaksi tersebut semakin menarik dengan adanya bonus berupa stiker atau kartu unik bagi pengunjung yang berpartisipasi. Pendekatan ini menjadi salah satu pembeda dalam gelaran tahun ini karena pengunjung tidak sekadar melihat karya, tetapi juga diajak terlibat dalam pengalaman menikmati desain.
Ketua Pelaksana DKV ACT 12, MD Premadasa Mas, menyampaikan tema Sinambung menjadi upaya Prodi DKV ISI Surakarta untuk mendekatkan generasi muda dengan budaya di lingkungan mereka sendiri.
“Melalui tema Sinambung kali ini, kami berupaya mengajak anak muda agar tidak merasa asing dengan budaya di kotanya sendiri, sekalipun mereka bukan pelaku budaya,” ujarnya.
Menurutnya, desain dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan kembali budaya lokal melalui pendekatan yang lebih komunikatif dan mudah diterima masyarakat. Dengan demikian, kekayaan tradisi tidak hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi kreativitas generasi masa kini.
Ketua Program Studi DKV ISI Surakarta, M. Harun Rosyid Ridlo, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan implementasi pemikiran desain untuk perubahan sosial masyarakat.
Melalui Sinambung, mahasiswa diajak melihat desain bukan hanya sebagai karya visual yang memiliki nilai estetika, melainkan juga sebagai sarana komunikasi yang mampu membangun kedekatan masyarakat dengan kebudayaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin budaya menjadi lebih mudah diakses oleh generasi muda. Desain dapat membuka pintu bagi mereka yang belum mengenal budaya, menghadirkan pengalaman awal yang lebih menarik, serta memberikan alternatif pendekatan tanpa menggantikan jalur tradisional yang sudah ada,” demikian gagasan yang disampaikan dalam penyelenggaraan pameran tersebut.
Harapannya, budaya dapat hadir dalam bentuk keluaran kreatif yang relevan dan dapat dinikmati masyarakat luas. Pendekatan desain diharapkan mampu memperluas cara masyarakat mengenal, memahami, serta mengapresiasi warisan budaya lokal.
Pembukaan pameran dihadiri Aloisius Satmaka Nugraha selaku Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pemerintah Kota Surakarta, Anung Rachman selaku Wakil Dekan Akademik FSRD ISI Surakarta, M. Harun Rosyid Ridlo selaku Ketua Program Studi DKV, Ipung Kurniawan Yunianto selaku dosen pembimbing, dosen, mahasiswa, serta tamu undangan lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut turut menunjukkan keterkaitan antara pendidikan seni, pengembangan kreativitas mahasiswa, pelestarian budaya, dan potensi ekonomi kreatif di Kota Surakarta.
Selain pameran karya, DKV ACT 12 Sinambung juga menghadirkan beragam agenda pendukung, meliputi workshop, talkshow, kompetisi mahasiswa, dan pertunjukan musik. Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, bertukar gagasan, serta memperkenalkan karya kepada masyarakat.
Melalui penyelenggaraan DKV ACT 12, mahasiswa DKV FSRD ISI Surakarta berupaya menunjukkan bahwa seni tradisi dapat terus berkembang melalui pendekatan desain yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Kreativitas visual dan pemanfaatan teknologi menjadi sarana untuk membangun pengalaman baru dalam menikmati budaya tanpa meninggalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Pameran Sinambung sekaligus menjadi ajakan bagi generasi muda untuk lebih mengenal budaya di sekitarnya. Dengan desain yang komunikatif, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, tradisi diharapkan tetap hidup, dikenal lintas generasi, serta memiliki ruang untuk berkembang di tengah perubahan masyarakat. (Sofyan)
Baca juga: SMK Kesehatan Mandala Bhakti Gelar LDK Rohis, Tanamkan Karakter Kepemimpinan Rasulullah
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Ziarah Agung Mbah Kyai Nur Suhud, Rawat Jejak Dakwah Ulama Keraton Kartosura di Nguter SUKOHARJO – majalahlarise.com – Warga Nahdlatul Ulam...












