GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Prestasi
Membanggakan! Atlet Para Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas dan Perak di Asian Para Games 2026, Prodi Ilkom Univet Bantara Beri Apresiasi
SUKOHARJO – majalahlarise.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet para bulu tangkis Indonesia dalam ajang 5th Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Kontingen Indonesia berhasil mempersembahkan medali emas dan perak melalui perjuangan para atlet yang tampil gemilang di tingkat Asia.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Keluarga Besar Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo. Melalui akun media sosial resminya @fish.univetbantara, Prodi Ilmu Komunikasi menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa.
.Dua prestasi membanggakan tersebut diraih oleh pasangan ganda campuran Hikmat Ramdani (Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi) dan Leani Ratri Oktila (Alumni Univet Bantara) serta atlet tunggal putra Fredy Setiawan (Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi).
Hikmat Ramdani dan Leani Ratri Oktila berhasil meraih medali emas pada nomor Para Bulu Tangkis Mixed Doubles SL3-SU5. Penampilan gemilang keduanya di partai final mengantarkan Indonesia berdiri di podium tertinggi sekaligus mengumandangkan kebanggaan Merah Putih di ajang olahraga internasional tersebut.
Sementara itu, Fredy Setiawan turut menyumbangkan medali perak melalui nomor tunggal putra SL4 (Single Lower 4). Prestasi tersebut menjadi bukti kemampuan, kerja keras, dan semangat juang atlet para bulu tangkis Indonesia dalam menghadapi persaingan olahraga tingkat Asia.
Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, M.Si., menyampaikan prestasi mahasiswa di tingkat internasional, khususnya dalam bidang olahraga, memiliki kontribusi penting bagi pengembangan kelembagaan perguruan tinggi.
Menurutnya, capaian tersebut dapat mendukung peningkatan akreditasi Program Studi Ilmu Komunikasi, terutama pada butir penilaian prestasi nonakademik mahasiswa di tingkat internasional.
“Prestasi mahasiswa di tingkat internasional memiliki nilai yang cukup besar dalam penilaian akreditasi. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan kualitas dan kemampuan mahasiswa di luar bidang akademik,” jelasnya.
Ia menambahkan, prestasi internasional juga menjadi kebanggaan bagi institusi karena dapat meningkatkan reputasi dan nama baik program studi maupun universitas.
“Capaian tersebut diharapkan dapat meningkatkan reputasi dan nama baik Program Studi Ilmu Komunikasi, sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk berkompetisi dan berprestasi di tingkat internasional,” tambahnya.
Apresiasi dari Prodi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara tersebut menjadi bentuk dukungan moral kalangan akademisi terhadap perjuangan atlet disabilitas Indonesia di kancah internasional.
Semangat juang, sportivitas, dedikasi, dan kerja keras para atlet diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi, berani berkompetisi, serta mengukir prestasi sesuai bidang masing-masing.
Selamat dan sukses kepada para atlet para bulu tangkis Indonesia. Teruslah mengharumkan nama bangsa di panggung internasional. Indonesia bangga! (Sofyan)
Baca juga: Mahasiswa DKV ISI Surakarta Angkatan 2026 Gelar Deadline Street, Gabungkan Beragam Kreativitas
Pendidikan
Mahasiswa DKV ISI Surakarta Angkatan 2026 Gelar Deadline Street, Gabungkan Beragam Kreativitas
SURAKARTA - majalahlarise.com – Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta angkatan 2026 menggelar kegiatan bertajuk Deadline Street di basement Gedung Perpustakaan ISI Surakarta, Kampus FSRD Mojosongo, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa baru untuk menuangkan kreativitas, mengekspresikan diri, sekaligus belajar beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan. Berbagai aktivitas disuguhkan, mulai dari pameran ilustrasi, pesta kostum bertema Halloween, permainan board game, hingga pertunjukan musik.
Dalam pameran tersebut, mahasiswa memajang 20 karya ilustrasi bertema horor berukuran A3. Karya-karya tersebut merepresentasikan keberanian mahasiswa dalam mengeksplorasi ide dan mencoba hal-hal baru melalui medium visual.
Mengusung gagasan kreativitas dimulai saat seseorang berani mencoba ide yang belum pernah ada, Deadline Street menjadi ruang eksplorasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan imajinasi dan menerjemahkannya ke dalam karya seni.
Pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut semakin menambah semarak suasana. Sebanyak 17 mahasiswa turut mengenakan beragam kostum bernuansa hantu dan horor sesuai konsep pesta kostum Halloween yang menjadi bagian dari rangkaian acara.
Ketua Pelaksana, Agathaningtyas Rizkaalaina Putri Astari, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi event pertama yang diselenggarakan mahasiswa DKV FSRD ISI Surakarta angkatan 2026. Selain sebagai ajang menampilkan kreativitas, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran dalam merancang dan mengelola sebuah acara.
"Tujuan dari kegiatan ini selain menjadi event pertama angkatan 2026, juga ingin menampilkan bahwa kreativitas itu seperti hantu, tak terlihat, tetapi bisa muncul kapan saja kalau kita berani memanggilnya," ungkap Agatha.
Ia berharap, Deadline Street dapat menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa baru untuk mengembangkan kemampuan, tidak hanya dalam bidang desain, tetapi juga dalam membangun kerja sama dan tanggung jawab.
"Semoga event ini menjadi wadah belajar bagi mahasiswa baru, bukan hanya soal desain, tetapi juga kerja sama dan tanggung jawab dalam mengelola sebuah kegiatan," ujarnya.
Sementara itu, dosen pembimbing kegiatan, Alfiandi Eka Kusuma, menyampaikan kegiatan berskala kecil tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan bekerja sama dalam menyelenggarakan sebuah acara di lingkungan kampus.
Menurutnya, pengalaman mengelola kegiatan secara langsung penting bagi mahasiswa agar memiliki kesiapan ketika nantinya dipercaya menyelenggarakan acara dengan skala yang lebih kompleks dan besar.
"Melalui kegiatan skala kecil ini, kita bisa melihat sejauh mana mahasiswa mampu bekerja sama menyelenggarakan kegiatan di dalam kampus. Dengan demikian, ke depannya mereka akan lebih siap menghadapi kegiatan yang lebih kompleks dan besar," jelasnya.
Melalui Deadline Street, mahasiswa DKV FSRD ISI Surakarta angkatan 2026 tidak hanya memperkenalkan karya dan kreativitas, tetapi juga membangun pengalaman berorganisasi, berkolaborasi, serta mengasah kemampuan mengelola kegiatan. Ajang ini menjadi langkah awal mahasiswa baru dalam mengembangkan potensi dan keberanian berekspresi di lingkungan akademik seni. (Sofyan)
Baca juga: Cetak Sejarah, Unisri Surakarta Wisuda 1.037 Lulusan, 749 Raih Predikat Cumlaude
Pendidikan
![]() |
| Suasana prosesi wisuda Unisri Surakarta Periode II Tahun 2026 diikuti 1.037 Wisudawan. |
Cetak Sejarah, Unisri Surakarta Wisuda 1.037 Lulusan, 749 Raih Predikat Cumlaude
SURAKARTA – majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta mencatat sejarah baru dengan meluluskan 1.037 wisudawan dan wisudawati dalam Wisuda Sarjana Angkatan ke-81 dan Magister Angkatan ke-42 Periode II Tahun 2026. Prosesi wisuda yang digelar di De Tjolomadoe, Kamis (29/10/2026), menjadi pelaksanaan wisuda dengan jumlah lulusan terbanyak sepanjang sejarah Unisri.
Dari total 1.037 lulusan tersebut, sebanyak 962 merupakan lulusan program sarjana (S1) dan 75 lulusan program magister (S2). Sebanyak 749 wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude atau dengan pujian.
Rektor Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Prof. Dr. Drs. Sutoyo, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, jumlah lulusan yang mencapai lebih dari seribu orang menunjukkan keberlanjutan minat masyarakat terhadap Unisri sebagai perguruan tinggi pilihan untuk melanjutkan pendidikan.
“Alhamdulillah, hari ini Unisri menyelenggarakan wisuda dengan jumlah lulusan terbanyak sepanjang sejarah. Periode kedua tahun 2026 ini mencapai 1.037 wisudawan. Ini menjadi kebanggaan sekaligus menunjukkan keberlanjutan perkembangan Unisri,” ujarnya.
Sutoyo menjelaskan, hingga saat ini Unisri telah meluluskan 26.580 sarjana dan 3.171 magister. Dengan demikian, jumlah alumni yang tergabung dalam Keluarga Alumni Unisri (GANISRI) mencapai 29.751 orang.
Ia berharap para lulusan mampu mengabdikan ilmu, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan Indonesia.
“Wisuda bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk menghadapi dunia yang penuh tantangan dan ketidakpastian. Para lulusan harus memiliki rasa percaya diri, mental yang kuat, jiwa militansi, serta pola pikir positif,” jelasnya.
Menurut Sutoyo, selama menempuh pendidikan di Unisri, mahasiswa telah dibekali kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Bekal tersebut diharapkan membantu lulusan menghadapi berbagai persoalan di masyarakat secara rasional, objektif, dan bertanggung jawab.
Dalam laporan akademik, Wakil Rektor Bidang Akademik Unisri, Ir. Saiful Bahri, M.Kom., menyampaikan sebanyak 749 dari total 1.037 wisudawan berhasil menyelesaikan studi dengan predikat cumlaude.
Ia juga melaporkan sejumlah lulusan dengan capaian khusus berdasarkan lama studi dan usia.
Wisudawan tercepat diraih Syifa Azzahra Nada Aranthxa dari Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, dengan masa studi tiga tahun tujuh bulan.
Sementara itu, wisudawan termuda adalah Anisa Bela Tari Lestari dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang berusia 20 tahun sembilan bulan.
Adapun wisudawan tertua dari program magister adalah Asnanto, mahasiswa Program Studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang berusia 57 tahun dua bulan. Dari program sarjana, Hapsari Artiwiningsih dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, tercatat berusia 51 tahun enam bulan.
Capaian tersebut memperlihatkan keberagaman perjalanan akademik mahasiswa Unisri, mulai dari lulusan yang menyelesaikan studi dalam waktu relatif singkat hingga mereka yang terus mengembangkan pendidikan pada usia matang.
Prosesi Wisuda Angkat Budaya Lokal dan Kepedulian Sosial
Selain mencatat rekor jumlah lulusan, Unisri menghadirkan sejumlah inovasi dalam rangkaian prosesi wisuda. Salah satunya penggunaan bendi dalam prosesi senat akademik serta pelepasan burung merpati sebagai simbol harapan bagi para lulusan.
![]() |
| Prosesi pelepasan burung oleh Rektor beserta Senat Universitas Slamet Riyadi Surakarta. |
Sutoyo menjelaskan, pelepasan burung merpati memiliki makna agar para wisudawan mampu terbang tinggi, berani menghadapi persaingan global, dan meraih kesuksesan dalam perjalanan hidup berikutnya.
Penggunaan bendi juga mengandung pesan kepedulian sosial. Melalui pelibatan kusir dan pemilik bendi, Unisri berupaya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Inisiatif ini melanjutkan konsep pelaksanaan wisuda tahun sebelumnya yang menggunakan becak.
![]() |
| Rektor beserta Senat Universitas Slamet Riyadi Surakarta saat naik bendi datang ke lokasi Wisuda. |
Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga perlu menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
Nuansa budaya Kota Solo turut dihadirkan melalui lagu-lagu karya Didi Kempot, di antaranya Taman Jurug dan Stasiun Balapan, yang mengiringi prosesi masuk dan keluarnya senat.
Inovasi tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap seni dan budaya lokal sekaligus upaya menjadikan wisuda sebagai perayaan yang lebih menarik dan bermakna. Melalui rangkaian acara itu, Unisri memadukan pencapaian akademik, kepedulian sosial, dan pelestarian budaya dalam satu momentum kelulusan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Slamet Riyadi, Nuroso Bambang Wasisto, menyampaikan komitmen yayasan dan universitas untuk menyatukan misi serta arah kebijakan agar Unisri terus maju dan berkembang pada 2027.
Ia berharap Unisri semakin dikenal sebagai perguruan tinggi ternama dan berkualitas serta menjadi pilihan bagi lulusan SMA yang ingin melanjutkan pendidikan di wilayah Solo Raya, khususnya Surakarta.
“Ke depan, kita harus menjadi universitas yang ternama dan berkualitas serta mampu menjadi tujuan bagi lulusan SMA yang ingin melanjutkan pendidikan di Surakarta dan Solo Raya,” ujarnya.
Bambang Wasisto menjelaskan, yayasan bersama pihak universitas mendukung berbagai program yang dijalankan pimpinan kampus, termasuk penyediaan anggaran untuk penelitian dosen, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Peningkatan mutu pendidikan juga terus didorong melalui pencapaian akreditasi unggul dan upaya memperluas jumlah program studi yang meraih predikat tersebut.
Menurutnya, sinergi antara yayasan dan pengelola universitas menjadi bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Unisri.
Perwakilan wisudawan, Dimas Muhammad Fajar, S.H., menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan dirinya bersama rekan-rekan wisudawan menyelesaikan pendidikan di Unisri Surakarta.
Ia menyampaikan, gelar akademik yang diraih bukan sekadar simbol kelulusan, melainkan bukti perjuangan panjang yang diwarnai tugas, ujian, revisi, kelelahan, kegagalan, dan berbagai tantangan selama masa perkuliahan.
“Gelar yang kita raih hari ini bukan sekadar simbol kelulusan, melainkan bukti perjuangan panjang yang telah kita lalui. Ada tugas, ujian, revisi, kelelahan, bahkan kegagalan. Namun, kita belajar untuk bangkit dan terus melangkah hingga sampai pada titik ini,” ungkapnya.
Dimas juga menyampaikan terima kasih kepada universitas dan para dosen atas ilmu, bimbingan, kesabaran, serta nasihat yang telah membentuk para lulusan menjadi pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada orang tua, terutama ayah dan ibu, atas kasih sayang, pengorbanan, dukungan, dan doa yang senantiasa mengiringi perjalanan pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan meraih gelar sarjana bukan semata-mata milik wisudawan, melainkan juga hasil perjuangan orang tua yang telah berkorban demi masa depan anak-anaknya.
Kepada sesama lulusan, Dimas berpesan agar tidak merasa tertinggal ketika menghadapi perjalanan hidup yang berbeda. Setiap orang memiliki pilihan dan waktu masing-masing, baik untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, membangun usaha, maupun mengabdi kepada masyarakat.
“Wisuda bukan akhir dari proses belajar, melainkan bekal untuk menghadapi tantangan kehidupan berikutnya. Kita harus terus belajar, mengembangkan diri, menjaga kerendahan hati, dan tidak melupakan orang-orang yang telah mendukung perjuangan kita,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh lulusan untuk memegang tiga pesan penting, yakni tidak melupakan orang-orang yang mendoakan ketika belum memiliki apa-apa, tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal, serta tidak mengukur nilai diri hanya berdasarkan pencapaian yang terlihat oleh dunia.
Menurut Dimas, keberhasilan sejati tidak semata-mata diukur dari popularitas, kekayaan, atau penghargaan. Lebih dari itu, keberhasilan tercermin dari kemampuan seseorang membawa manfaat, menjalankan tanggung jawab, menghargai orang lain, serta melakukan kebaikan bagi keluarga dan masyarakat. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| SMP Negeri 1 Wuryantoro memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026 dengan melaksanakan upacara bendera. |
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, SMP Negeri 1 Wuryantoro Tanamkan Semangat Patriotik, Gigih, dan Berempati
WONOGIRI – majalahlarise.com – SMP Negeri 1 Wuryantoro memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026 dengan melaksanakan upacara bendera sebagai wujud cinta tanah air sekaligus menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan di kalangan siswa. Rabu (28/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai patriotisme, kegigihan, dan empati kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital dan tantangan zaman.
Kepala SMP Negeri 1 Wuryantoro, Is Budiyarti, S.Pd menyampaikan peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih dan Berempati; Pemuda untuk Indonesia”. Tema tersebut menjadi pengingat bagi para siswa untuk terus mengembangkan karakter positif, memiliki semangat kebangsaan, serta menunjukkan kepedulian terhadap sesama.
“Sesuai tema Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026, yaitu Patriotik, Gigih dan Berempati; Pemuda untuk Indonesia, SMP Negeri 1 Wuryantoro memperingatinya dengan melaksanakan upacara bendera sebagai wujud cinta tanah air, memupuk rasa persatuan dan kesatuan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan negara,” ujar Is Budiyarti.
![]() |
| SMP Negeri 1 Wuryantoro berhasil meraih juara 2 Orasi putri dan juara 2 pengucapan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan siap maju ke tingkat Kabupaten. |
Menurutnya, penanaman karakter kebangsaan tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang bertanggung jawab, disiplin, mandiri, dan mampu menghargai perbedaan.
Salah satu upaya yang dilakukan SMP Negeri 1 Wuryantoro adalah menyelenggarakan kegiatan kokurikuler secara rutin setiap Senin hingga Sabtu pada jam pertama pembelajaran. Setiap hari memiliki kegiatan berbeda yang dirancang untuk mendukung pengembangan karakter, kemampuan akademik, kreativitas, kebugaran, serta penguatan nilai-nilai keagamaan siswa.
Pada Senin, siswa mengikuti GEMPITA, singkatan dari Generasi Mandiri Berkemimpinan dan Cinta Tanah Air. Kegiatan ini diarahkan untuk menumbuhkan kemandirian, jiwa kepemimpinan, serta rasa cinta terhadap bangsa dan negara.
Selasa diisi dengan LENTERA, yakni Literasi dan Numerasi Tingkatkan Edukasi untuk Rajin Belajar Menjadi Anak Indonesia Emas. Melalui kegiatan ini, sekolah mendorong siswa meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi sebagai bekal menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pada Rabu, siswa mengikuti SAHABAT, yaitu Senam Anak Indonesia Hebat, untuk membiasakan pola hidup sehat, menjaga kebugaran, serta membangun semangat positif sebelum mengikuti pembelajaran.
Sementara itu, Kamis diisi kegiatan SERDADU, singkatan dari Serentak Pendalaman Al Kitab dan Sholat Dhuha. Kegiatan ini menjadi sarana penguatan nilai spiritual dan pembiasaan perilaku baik sesuai ajaran agama.
Pada Jumat, siswa mengikuti CANGKIR BETA, yakni Rancang Karya Inovatif dan Kreatif Berbasis Tema. Kegiatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan ide, kreativitas, inovasi, dan kemampuan menghasilkan karya.
Adapun pada Sabtu, kegiatan BERKAH dilaksanakan melalui pembiasaan beribadah, penguatan keimanan, pengamalan nilai-nilai agama, serta berbagi kepada sesama.
Is Budiyarti menjelaskan, beragam kegiatan kokurikuler tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun keseimbangan antara kemampuan akademik dan pembentukan karakter. Melalui pembiasaan yang dilakukan secara rutin, siswa diharapkan tidak hanya berkembang dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat kebangsaan.
Selain memperingati Hari Sumpah Pemuda melalui upacara bendera, SMP Negeri 1 Wuryantoro juga menjadi tempat penyelenggaraan lomba wawasan kebangsaan tingkat Sub Rayon 02. Lomba tersebut meliputi orasi, pengucapan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, serta Lomba Cerdas Cermat (LCC).
"Kita berhasil meraih juara 2 Orasi putri dan juara 2 pengucapan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan siap maju ke tingkat Kabupaten," terangnya.
Penyelenggaraan lomba tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum, memahami konstitusi negara, memperluas wawasan kebangsaan, serta meningkatkan pengetahuan tentang sejarah dan nilai-nilai perjuangan bangsa.
Menurut Is Budiyarti, kegiatan semacam ini penting untuk membangun kepercayaan diri sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda terhadap identitas dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Ia berharap para siswa mampu meneruskan semangat Sumpah Pemuda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pengaruh media sosial, serta berbagai tantangan zaman. Kemajuan teknologi perlu dimanfaatkan secara bijak untuk belajar, berkarya, menyebarkan informasi positif, dan membangun hubungan sosial yang sehat.
“Harapan saya, para siswa mudah-mudahan mampu meneruskan semangat Sumpah Pemuda di tengah perkembangan teknologi digital, pengaruh media sosial, dan tantangan zaman dengan memiliki sifat patriotik, gigih, dan berempati,” ungkapnya.
Semangat patriotik diharapkan mendorong siswa mencintai bangsa dan negara serta menghargai keberagaman. Sikap gigih diperlukan agar mereka tidak mudah menyerah dalam belajar dan meraih cita-cita. Sementara itu, empati menjadi bekal untuk memahami perasaan orang lain, menghormati perbedaan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, pembiasaan kegiatan kokurikuler, serta penyelenggaraan lomba wawasan kebangsaan, SMP Negeri 1 Wuryantoro berkomitmen mendukung pembentukan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki semangat persatuan demi masa depan Indonesia.(Sofyan)
Baca juga: Sulap Galon Bekas Jadi Minipond, 66 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Belajar Peduli Lingkungan
Pendidikan
![]() |
| Murid belajar memanfaatkan limbah plastik menjadi akuarium mini sekaligus mengenal konsep ekosistem air secara langsung. |
Sulap Galon Bekas Jadi Minipond, 66 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Belajar Peduli Lingkungan
SURAKARTA – majalahlarise.com – Sebanyak 66 murid kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Parents’ Day bertajuk “Kreasi Minipond Ekosistem dari Galon Bekas” di hall sekolah, Rabu (28/10/2026). Melalui kegiatan kreatif ini, murid belajar memanfaatkan limbah plastik menjadi akuarium mini sekaligus mengenal konsep ekosistem air secara langsung.
Kegiatan yang melibatkan paguyuban orang tua murid ini menjadi sarana pembelajaran berbasis praktik untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Dengan pendampingan orang tua, para murid mengolah galon bekas menjadi wadah ekosistem mini yang dirangkai dan dihias sesuai kreativitas masing-masing.
Melalui aktivitas tersebut, murid tidak hanya belajar tentang pemanfaatan kembali barang bekas, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenal hubungan antara komponen dalam ekosistem air. Pembelajaran dikemas secara menyenangkan agar materi yang diperoleh di kelas lebih mudah dipahami melalui pengalaman nyata.
Salah satu murid, Aisya Khairana Aslamsyah, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut bersama teman-teman dan orang tuanya. Menurutnya, membuat akuarium mini dari galon bekas menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.
“Aku senang banget ikut kegiatan ini karena bisa belajar langsung bikin akuarium mini dari galon bekas bareng teman-teman dan orang tua,” ujar Aisya.
Kegiatan Parents’ Day ini juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran di sekolah. Kolaborasi tersebut memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kreativitas, bekerja sama, serta belajar menyelesaikan tugas melalui kegiatan praktik.
Guru SD Muhammadiyah PK Kottabarat, Agus Supardi, menjelaskan kegiatan Parents’ Day merupakan salah satu bentuk kemitraan pembelajaran yang melibatkan orang tua murid. Sinergi antara sekolah dan keluarga dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang anak, termasuk dalam mengembangkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kemitraan pembelajaran bersama orang tua murid. Melalui kolaborasi ini, kita ingin membangun sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang serta kreativitas anak,” ungkap Agus.
Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam kegiatan pembelajaran memberikan pengalaman berbeda bagi murid. Anak-anak dapat belajar bersama keluarga sekaligus menerapkan pengetahuan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pemanfaatan galon bekas dalam kegiatan ini juga memperkenalkan pentingnya mengurangi sampah plastik dengan cara yang kreatif dan bermanfaat. Barang yang sebelumnya tidak terpakai dapat diolah kembali menjadi media pembelajaran yang menarik, sehingga murid memperoleh pemahaman mengenai praktik penggunaan kembali barang bekas atau reuse.
Selain mengasah keterampilan, proses pembuatan minipond mendorong murid untuk mengamati, berkreasi, dan memahami lingkungan melalui pengalaman langsung. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun kebiasaan positif dalam memanfaatkan barang bekas serta menjaga kelestarian lingkungan.
SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kepedulian murid terhadap lingkungan sejak usia dini. Pengalaman belajar bersama orang tua juga diharapkan memperkuat hubungan keluarga dan sekolah dalam mendukung pendidikan anak.
Melalui kreasi sederhana dari galon bekas, pembelajaran lingkungan menjadi lebih dekat dengan kehidupan murid. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan kolaborasi sekolah dan keluarga dapat menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif, menyenangkan, serta memberikan manfaat bagi pembentukan karakter peduli lingkungan. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Kontingen SMPN 2 Giritontro berhasil memborong lima penghargaan dari tiga kategori perlombaan. |
Semangat Sumpah Pemuda Berbuah Prestasi, SMPN 2 Giritontro Borong Lima Penghargaan Wawasan Kebangsaan
Wonogiri – majalahlarise.com – Semangat Hari Sumpah Pemuda membawa kebanggaan bagi keluarga besar SMP Negeri 2 Giritontro. Dalam ajang Lomba Wawasan Kebangsaan tingkat Sub Rayon 03 Baturetno yang digelar di SMP Negeri 1 Baturetno, Rabu (28/10/2026), kontingen SMPN 2 Giritontro berhasil memborong lima penghargaan dari lima kategori perlombaan.
Lima penghargaan tersebut menjadi bukti kemampuan siswa dalam memahami wawasan kebangsaan sekaligus mengembangkan keberanian, keterampilan, dan rasa percaya diri. Prestasi ini juga menjadi momentum untuk menguatkan nilai-nilai Pancasila, kecintaan terhadap konstitusi, serta semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
Lomba Wawasan Kebangsaan tersebut diikuti siswa SMP negeri maupun swasta se-Sub Rayon 03 Baturetno. Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman pelajar tentang kehidupan berbangsa dan bernegara sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter, berjiwa nasionalis, dan menghargai keberagaman.
Ketua panitia, Marsudhi Wibowo, S.H., menjelaskan terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Pengucapan Undang-Undang Dasar 1945, Lomba Cerdas Cermat (LCC), dan Orasi Kebangsaan.
Menurut Marsudhi, setiap kategori memiliki tujuan pendidikan yang berbeda. Pengucapan UUD 1945 mendorong siswa memahami dan mencintai konstitusi negara. LCC menguji pengetahuan serta ketangkasan berpikir peserta mengenai wawasan kebangsaan. Sementara itu, Orasi Kebangsaan menjadi wadah bagi pelajar untuk menyampaikan gagasan, melatih keberanian berbicara di depan umum, dan menyuarakan pentingnya menjaga persatuan.
“Harapan kami, melalui kegiatan ini, para siswa semakin mencintai Tanah Air, memahami wawasan kebangsaan, serta mampu menerapkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kegiatan ini terus berkembang dan menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah untuk meningkatkan prestasi sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter,” ungkapnya.
Marsudhi menjelaskan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pendidikan karakter. Melalui perlombaan ini, siswa diharapkan semakin memahami sejarah perjuangan bangsa, menghargai keberagaman, dan memiliki tanggung jawab dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam kompetisi tersebut, kontingen SMPN 2 Giritontro berhasil meraih lima penghargaan, yaitu:
1. Juara II Putra kategori Pengucapan UUD 1945.
2. Juara III kategori Lomba Cerdas Cermat (LCC).
3. Juara Harapan I Putri kategori Pengucapan UUD 1945.
4. Juara Harapan II Putri kategori Orasi Kebangsaan.
5. Juara Harapan I Putra kategori Orasi Kebangsaan.
Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras, kesungguhan, dan persiapan para siswa dalam mengikuti kompetisi. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan kemampuan peserta didik SMPN 2 Giritontro dalam mengembangkan potensi diri, baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan menyampaikan gagasan kebangsaan.
Kepala SMPN 2 Giritontro, Retno Wulandari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada para siswa yang telah berjuang membawa nama baik sekolah.
Menurut Retno, raihan lima penghargaan tersebut merupakan pencapaian positif yang patut disyukuri. Namun, nilai penting dari keikutsertaan dalam perlombaan tidak hanya terletak pada penghargaan yang diperoleh, tetapi juga pada pengalaman belajar, pembentukan mental kompetitif, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan tanggung jawab.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras anak-anak yang telah mengikuti lomba dengan sungguh-sungguh. Raihan lima penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus mengembangkan potensi dan meningkatkan prestasi. Kami berharap ke depan anak-anak dapat meraih hasil yang lebih baik lagi,” tuturnya.
Retno berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bangsa dan negara. Di tengah perkembangan zaman, menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu dibekali pemahaman kebangsaan, sikap toleran, semangat gotong royong, dan karakter yang kuat.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober menjadi pengingat pentingnya peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa. Semangat tersebut tercermin dalam partisipasi para pelajar yang berani berkompetisi sekaligus menunjukkan pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Raihan lima penghargaan ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh siswa SMPN 2 Giritontro untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan berprestasi di berbagai bidang. Lebih dari sekadar membawa pulang penghargaan, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk generasi penerus bangsa yang cerdas, berintegritas, berkarakter, dan memiliki semangat nasionalisme yang kuat. (Sofyan)
Baca juga: Ketua IPSI Sukoharjo Semangat Sumpah Pemuda Harus Diwujudkan melalui Prestasi dan Persatuan
News
Ketua IPSI Sukoharjo Semangat Sumpah Pemuda Harus Diwujudkan melalui Prestasi dan Persatuan
SUKOHARJO – majalahlarise.com – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 menjadi momentum untuk memperkuat nasionalisme, persatuan, dan pembentukan karakter generasi muda. Semangat patriotik, kegigihan, dan empati perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk dalam bidang olahraga dan pelestarian budaya bangsa.
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sukoharjo, Murjono, menjelaskan pencak silat memiliki peran penting dalam membina generasi muda. Selain menjadi cabang olahraga untuk meraih prestasi, pencak silat juga menjadi sarana pendidikan karakter sekaligus pelestarian budaya Indonesia.
“Ikrar Sumpah Pemuda tahun 1928 adalah tonggak persatuan bangsa. Nilai-nilainya harus terus ditanamkan kepada generasi penerus agar tidak kehilangan jati diri di tengah perkembangan zaman,” ujar Murjono.
Menurutnya, pencak silat mengajarkan nilai-nilai luhur, seperti kedisiplinan, sportivitas, keberanian, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada sesama. Nilai tersebut menjadi bekal bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri, berkompetisi secara sehat, serta menjaga persaudaraan di tengah keberagaman.
IPSI Kabupaten Sukoharjo terus mendorong pembinaan pesilat sejak usia dini. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, anak-anak dan remaja memiliki ruang positif untuk mengasah bakat, meningkatkan kedisiplinan, serta membangun mental juara tanpa mengabaikan sikap saling menghormati.
Murjono menjelaskan, semangat patriotik, gigih, dan berempati selaras dengan nilai-nilai dalam pencak silat. Patriotisme diwujudkan melalui pengabdian kepada tanah air, kegigihan ditunjukkan dengan tidak mudah menyerah dalam berlatih dan berjuang, sedangkan empati tercermin dari kepedulian terhadap sesama.
Seorang pesilat, lanjutnya, tidak hanya dituntut mampu meraih kemenangan dalam pertandingan, tetapi juga harus menjunjung tinggi sportivitas dan menghormati lawan.
“Persaingan jangan sampai memecah belah, melainkan jadi dorongan untuk berkembang bersama,” tegas Murjono.
Ia menambahkan, peringatan Hari Sumpah Pemuda perlu menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan memiliki kepedulian sosial. Pembentukan karakter tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi juga melalui organisasi kepemudaan, olahraga, seni budaya, serta berbagai kegiatan sosial.
Murjono berharap generasi muda di Kabupaten Sukoharjo dapat mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, mengembangkan kemampuan, meraih prestasi, dan aktif menjaga persatuan. Menurutnya, prestasi yang diraih dengan menjunjung nilai persaudaraan akan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan bangsa.
“Peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar seremonial. Mari kita wujudkan lewat prestasi dan persatuan, salah satunya melalui pencak silat sebagai wadah melahirkan generasi muda yang cinta budaya dan siap berkontribusi untuk Indonesia,” pungkasnya. (Udin/ Sofyan)
Baca juga: Upacara Sumpah Pemuda SD Muhammadiyah PK Banyudono Diwarnai Aksi Ikrar Pohon Komitmen
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
Ziarah Agung Mbah Kyai Nur Suhud, Rawat Jejak Dakwah Ulama Keraton Kartosura di Nguter SUKOHARJO – majalahlarise.com – Warga Nahdlatul Ulam...











