Kunjungan Dekan Fakultas Pertanian Univet Bantara Sukoharjo ke Jepang Perkuat Program Magang Internasional dan Mitra Industri

    Surakarta - majalahlarise.com - Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan berdaya saing global melalui Program Magang Internasional di Jepang. Untuk memastikan keberhasilan program tersebut, Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Novian Wely Asmoro, STP., M.Sc., melakukan kunjungan kerja ke Jepang pada 18–23 Mei 2026 guna mengevaluasi perkembangan delapan mahasiswa yang tengah menjalani magang sekaligus mempersiapkan keberangkatan peserta gelombang berikutnya. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penjaminan mutu serta penguatan kerja sama strategis dengan mitra industri internasional.

    Selama kunjungan yang berlangsung selama enam hari tersebut, Dekan Fakultas Pertanian meninjau tiga mitra utama program magang, yaitu Nava Farm di Prefektur Gunma yang bergerak di bidang budidaya dan pembibitan jamur, PT Mizuho Nourin Co. Ltd. yang berada di bawah holding Yukiguni Maitake dan dikenal sebagai perusahaan pertanian modern berbasis otomatisasi penuh, serta Tsumugi Japanese School yang berperan dalam penguatan kemampuan bahasa Jepang dan adaptasi budaya mahasiswa. Ketiga institusi tersebut menjadi mitra penting dalam memberikan pengalaman kerja sekaligus pembelajaran internasional bagi mahasiswa.

    Delapan mahasiswa yang diberangkatkan pada tahun 2025 dilaporkan mampu mengikuti program magang dengan baik. Mereka terlibat langsung dalam berbagai tahapan produksi, mulai dari pembibitan, inkubasi, panen, penyortiran kualitas hingga pengemasan produk. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh pengalaman mempelajari teknologi pertanian modern Jepang seperti pemanfaatan sinar ultraviolet, pengaturan suhu dan kelembapan ruang inkubasi, hingga penggunaan sistem konveyor otomatis berbasis robot dalam proses produksi.


    Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Novian Wely Asmoro, STP., M.Sc., menjelaskan program magang tidak hanya memberikan pemahaman teknologi pertanian modern, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa. 

    “Di Jepang, teknologi pertaniannya memang jauh lebih maju. Namun hal terpenting yang harus dicontoh mahasiswa adalah kedisiplinan yang sangat tinggi dan keseriusan dalam bekerja, baik di lingkungan industri maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. 

    Ia berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama magang dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha pertanian maupun berkarier di sektor industri setelah kembali ke Indonesia.

    Menurut Wely, program magang internasional telah berjalan sejak tahun 2017–2018 dengan fokus pada industri budidaya jamur. Pada tahun akademik 2025–2026, mahasiswa kembali memperoleh kesempatan magang di Mizuho Nourin, salah satu perusahaan agribisnis jamur terbesar di Jepang. 

    “Fakultas Pertanian ini sudah melaksanakan magang ke industri sejak 2017–2018, khususnya di bidang budidaya jamur. Tahun 2025–2026 mahasiswa kembali magang di industri jamur yang lebih besar di Jepang,” katanya. 


    Ia menambahkan, tingginya konsumsi jamur di Jepang, terutama saat musim dingin, menjadikan sektor ini berkembang sangat pesat dan didukung teknologi mutakhir.

    Mahasiswa juga mendapatkan pengalaman melihat langsung sistem produksi jamur yang dikelola layaknya pabrik berteknologi tinggi. Seluruh proses produksi didukung konveyor otomatis, forklift, dan berbagai perangkat modern sehingga pekerjaan fisik yang berat hampir tidak ditemukan.

    “Teman-teman mahasiswa belajar bahwa jamur ternyata bisa dibudidayakan dan diproduksi seperti pabrik. Teknologinya sangat maju dengan sistem otomatis yang mendukung seluruh proses produksi,” jelasnya.

    Dalam proses budidayanya, media tanam menggunakan serbuk gergaji kayu cemara dari daerah pegunungan yang menghasilkan aroma khas hutan dan sangat diminati konsumen Jepang.

    Untuk menjaga kualitas produk, kondisi ruang inkubasi direkayasa menyerupai habitat alami jamur di hutan. Selama tujuh hari masa inkubasi, suhu, kelembapan, pencahayaan, hingga paparan sinar ultraviolet diatur secara otomatis. Simulasi siang dan malam dilakukan agar pertumbuhan jamur optimal dan tetap menghasilkan aroma alami. 


    “Hari pertama sampai hari ketujuh kondisi lingkungan dimanipulasi seperti di alam sehingga ketika panen, jamur tumbuh dengan baik dan aromanya tetap menyerupai kondisi hutan,” ungkapnya.

    Wely menjelaskan mahasiswa magang dilibatkan dalam seluruh tahapan produksi, mulai dari penanaman bibit, inkubasi, panen, sortasi hingga pengemasan. Perusahaan bahkan mampu memproduksi sekitar 10.000 media tanam jamur setiap hari. Berdasarkan evaluasi perusahaan, mahasiswa Indonesia memperoleh penilaian sangat baik dari aspek kemampuan bahasa Jepang, kedisiplinan, komunikasi, dan kerja sama tim. 

    “Penilaian dari perusahaan sangat baik. Bahasa Jepang mahasiswa berkembang, kedisiplinan dan kemampuan berkomunikasi dalam bekerja juga dinilai sangat baik,” tuturnya.

    Keberhasilan tersebut membuat Fakultas Pertanian kembali memperoleh kepercayaan dari mitra industri Jepang. Menjelang berakhirnya masa magang kelompok pertama pada akhir Agustus mendatang, fakultas telah menyiapkan 12 mahasiswa yang terdiri atas 9 mahasiswi dan 3 mahasiswa semester 4 dan 5 untuk diberangkatkan dalam dua gelombang. Seleksi dilakukan melalui penilaian akademik, wawancara, pemeriksaan kesehatan, serta pelatihan bahasa Jepang intensif selama tiga bulan. 

    “Mahasiswa kita tidak boleh hanya pandai di lingkungan sendiri, tetapi harus memiliki wawasan internasional,” katanya.

    Selain memperoleh pengalaman kerja internasional, peserta magang juga mendapatkan uang saku yang mencukupi kebutuhan sehari-hari serta kesempatan mengenal budaya Jepang secara langsung. 

    “Insya Allah bulan September nanti kami memberangkatkan lagi 12 orang. Ini menjadi kepercayaan besar dari perusahaan internasional yang tentu menjadi nilai tambah bagi Fakultas Pertanian,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Wely menjelaskan sejumlah alumni program magang Jepang kini telah bekerja kembali di Jepang maupun mengembangkan usaha pertanian modern di Indonesia, seperti budidaya melon hidroponik berbasis teknologi. Para alumni juga kerap dilibatkan untuk berbagi pengalaman kepada mahasiswa agar semakin memahami perkembangan industri pertanian modern. (Sofyan)


    Baca juga: SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Luluskan 123 Siswa dan Menjadi Sekolah Terbaik di Kota Surakarta

    Siswa Kelas 9 meraih prestasi terbanyak di Sekolah.


    SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Luluskan 123 Siswa dan Menjadi Sekolah Terbaik di Kota Surakarta

    Solo - majalahlarise.com - SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta meluluskan 123 siswa Kelas IX Angkatan 14 sekaligus menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) tertinggi tingkat SMP negeri dan swasta se-Kota Surakarta. Capaian tersebut diumumkan dalam acara Akhirussanah dan Pelepasan Siswa yang digelar di Ballroom Solo Paragon Hotel and Residences, Sabtu (6/6/2026).

    Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan yang diraih para siswa. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh warga sekolah yang didukung penuh oleh orang tua selama proses pembelajaran. “Alhamdulillah atas izin Allah, prestasi TKA SMP Muhammadiyah PK mendapat juara satu nilai tertinggi TKA se-SMP negeri maupun swasta di Kota Surakarta,” ujarnya.

    Selain mencatatkan rata-rata TKA tertinggi, sekolah juga membukukan sejumlah capaian akademik yang membanggakan. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, dua siswa berhasil meraih nilai sempurna 100. Sementara itu, nilai tertinggi Matematika mencapai 96,67 dan terdapat 15 siswa lain yang memperoleh nilai di atas 90. Prestasi tersebut turut mengantarkan sekolah menempati peringkat ke-22 tingkat nasional.

    SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta meluluskan 123 siswa Kelas IX Angkatan 14.


    Muhdiyatmoko menambahkan, sepanjang tahun ajaran 2025/2026 para siswa berhasil mengoleksi 822 prestasi dari berbagai kompetisi tingkat kota, provinsi, nasional, hingga internasional. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 750 prestasi. “Tahun ini kita berhasil mengumpulkan 822 prestasi dari berbagai kompetisi tingkat kota hingga internasional. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 750 prestasi,” imbuhnya.

    Ia berharap para lulusan dapat terus menjaga karakter, adab, dan semangat belajar yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di SMP Muhammadiyah PK Kottabarat. Menurutnya, keberhasilan akademik harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak mulia.

    Apresiasi TKA Tertinggi di Surakarta

    Apresiasi atas capaian tersebut juga disampaikan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Abi Satoto, S.Pd.,M.Si. Ia mengucapkan selamat kepada SMP Muhammadiyah PK Kottabarat atas prestasi yang diraih sekaligus berharap sekolah terus memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan. 

    Siswa Kelas 9 meraih nilai tertinggi TKA.


    “Saya mengucapkan selamat kepada SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Kota Solo yang telah meraih predikat tertinggi rata-rata TKA. Semoga bisa terus memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi warga Solo,” katanya.

    Sementara itu, Direktur Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta sekaligus Ketua Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta, Dr. Mohamad Ali, mengingatkan seluruh civitas akademika agar tidak cepat puas dengan berbagai pencapaian yang telah diraih. “Selama 16 tahun kita bersama-sama merintis sekolah ini dengan perjuangan yang sangat berliku. Jangan sampai lengah terhadap prestasi-prestasi yang sudah ada dan jangan terlena di zona nyaman. Teruslah berjuang untuk masa depan pendidikan di Kota Surakarta,” pesannya.

    Ketua Komite SMP Muhammadiyah PK Kottabarat sekaligus Bendahara PP Muhammadiyah, Drs. H. Marpuji Ali, M.Si., menilai keberhasilan sekolah merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara guru, siswa, dan orang tua. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi modal utama dalam mencetak prestasi sekaligus membangun karakter peserta didik. “Selamat kepada SMP Muhammadiyah PK yang sudah tembus peringkat 22 nasional. Ini menjadi bukti bahwa pengelolaan pendidikan dilakukan secara serius dan profesional,” ujarnya.

    Marpuji juga berpesan kepada para lulusan agar senantiasa menjaga akhlak dan budi pekerti dalam menjalani pendidikan di jenjang berikutnya. Ia menegaskan bahwa kehormatan seseorang tidak diukur dari jabatan maupun kedudukan, melainkan dari akhlak yang dimiliki.

    Pada kesempatan yang sama, SMP Muhammadiyah PK Kottabarat turut meluncurkan empat buku karya siswa kelas VII, VIII, IX, dan International Class Program (ICP), yaitu From Class to Boarding Pass: Kisah Edutrip, Dari Kelas ke Dunia: Petualangan Edukatif, Ceritaku di Sendang Ijo: Kisah Homestay, serta ICP Journey: Small Steps, Big Stories. Peluncuran buku tersebut menjadi salah satu bukti komitmen sekolah dalam mengembangkan budaya literasi dan kreativitas siswa di samping prestasi akademik yang terus meningkat. (Sofyan)


    Baca juga: UNISRI Gelar Pelatihan Ajuan JAFA untuk 177 Dosen, Perkuat Integritas Akademik dan Percepat Kenaikan Jabatan Fungsional

    Sosialisasi dan Pelatihan Ajuan Jabatan Fungsional Akademik (JAFA) bagi 177 dosen.

    UNISRI Gelar Pelatihan Ajuan JAFA untuk 177 Dosen, Perkuat Integritas Akademik dan Percepat Kenaikan Jabatan Fungsional

    Solo - majalahlarise.com - Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Ajuan Jabatan Fungsional Akademik (JAFA) bagi 177 dosen di Ruang Seminar Gedung H Lantai 5 UNISRI, Senin (8/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pendampingan ajuan JAFA oleh LLDIKTI Wilayah VI yang akan dilaksanakan secara daring pada 10 Juni 2026. Melalui kegiatan tersebut, UNISRI berupaya mempercepat peningkatan jabatan fungsional dosen sekaligus memperkuat integritas akademik di lingkungan perguruan tinggi.

    Peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai jenjang jabatan akademik, mulai Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala hingga Guru Besar. Pelaksanaan sosialisasi dinilai penting mengingat perguruan tinggi saat ini dituntut meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat tata kelola akademik agar mampu bersaing di tingkat nasional.

    Ketua Pelaksana, Prof. Dr. Nanik Suhartatik, S.TP., M.P., menjelaskan peserta mendapatkan tiga materi utama yang mendukung proses pengajuan jabatan fungsional. Materi tersebut meliputi sosialisasi Komisi Integritas Akademik (KIA) UNISRI, pelatihan pengisian data pada aplikasi SIJAGO dan SISTER oleh Vanessa Deanira, S.H., serta pelatihan penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang disampaikan Dr. Ir. Sumarmi, M.P.

    Menurut Prof. Dr. Nanik Suhartatik, keberadaan Komisi Integritas Akademik menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan kredibilitas karya ilmiah dosen maupun mahasiswa. KIA akan bertugas menyiapkan regulasi akademik, standar operasional prosedur, pendampingan, hingga langkah pencegahan terhadap berbagai bentuk pelanggaran integritas akademik.

    “Harapannya dengan adanya kegiatan ini dosen akan menjadi lebih siap dan menyiapkan strategi pencapaian jabatan fungsional yang lebih tinggi. Secara keseluruhan memberi kepastian kepada dosen tentang proses, ketentuan, aturan main, dan persyaratan yang diperlukan untuk kenaikan pangkat,” ujarnya.

    Selain memperoleh materi pelatihan, para peserta juga mendapatkan pendampingan langsung dari Bagian Kepegawaian dalam pengisian SIJAGO dan SISTER. Pendampingan tersebut dilakukan agar seluruh data kinerja dosen terdokumentasi secara lengkap dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam proses pengajuan JAFA.

    Kegiatan dibuka oleh Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh unsur di lingkungan kampus untuk bersama-sama mendukung peningkatan jabatan fungsional dosen sebagai bagian dari penguatan institusi. Menurutnya, universitas telah memiliki kebijakan yang mendorong dosen untuk terus meningkatkan jenjang jabatan akademiknya.

    “Mohon kerja sama ini semua demi lembaga. Universitas punya kebijakan bahwa dosen tiga tahun jabatan fungsional sudah harus naik. Nanti akan ada kebijakan dimana semua akan mengikuti proses,” kata Prof. Dr. Sutoyo.

    Prof. Dr. Sutoyo menjelaskan proses kenaikan JAFA akan melibatkan berbagai unsur pendukung, mulai dari senat fakultas, bagian kepegawaian hingga Komisi Integritas Akademik. Ketiga unsur tersebut memiliki peran strategis dalam memastikan setiap pengajuan berjalan sesuai prosedur dan memenuhi standar akademik yang ditetapkan.

    “Dalam proses naik JAFA akan melalui senat fakultas, baik ke Asisten Ahli, ke Lektor, ke Lektor Kepala, maka fakultas sudah paham. Yang kedua kepegawaian lembaga yang akan membantu dalam proses kenaikan pangkat. Yang ketiga KIA yang akan menyeleksi terkait karya ilmiah sesuai peran dan fungsi,” jelasnya.

    Rektor juga menyoroti pentingnya pemanfaatan sistem pendukung seperti SIJAGO dan SISTER yang dapat membantu dosen dalam pelaporan kinerja. Ia menyampaikan bahwa materi ajuan JAFA mencakup empat bidang utama, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, publikasi jurnal ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.

    “Pertemuan ini untuk menyamakan persepsi kaitannya bagaimana mengajukan JAFA dan materi apa yang disiapkan. Saya meyakini kalau sudah disiapkan tentunya akan jadi kebiasaan yang baik,” tutup Prof. Dr. Sutoyo.

    Melalui sosialisasi dan pelatihan ini, UNISRI menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat budaya integritas akademik, serta mendorong percepatan kenaikan jabatan fungsional dosen guna meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional. (Sofyan)


    Baca juga: Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo Hadiahi Sepeda Siswa Berprestasi O2SN yang Setiap Hari Berjalan Kaki ke Sekolah


    Khaidar Cesar Putra Koes Zhuliansyach saat membeli sepeda di toko sepeda Sukoharjo diantar pihak sekolah.


    Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo Hadiahi Sepeda Siswa Berprestasi O2SN yang Setiap Hari Berjalan Kaki ke Sekolah

    Sukoharjo - majalahlarise.com - Kisah inspiratif datang dari SMA Veteran 1 Sukoharjo. Seorang siswa berprestasi, Khaidar Cesar Putra Koes Zhuliansyach dari kelas XE5, mendapatkan hadiah berupa sepeda dari Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Si. Perhatian khusus tersebut diberikan setelah pihak sekolah mengetahui Khaidar yang berhasil meraih Juara 2 tingkat Kabupaten Sukoharjo dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMA/SMK/MA/MAK sederajat ternyata setiap hari berjalan kaki menuju sekolah.

    Di balik prestasi yang membanggakan itu, tersimpan perjuangan yang tidak ringan. Khaidar yang tinggal di kawasan sekitar Stasiun Sukoharjo tetap berangkat sekolah dengan berjalan kaki karena sepeda yang dimilikinya telah rusak dan tidak dapat digunakan lagi. Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk belajar dan berlatih hingga mampu mengharumkan nama sekolah di tingkat kabupaten.

    Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Si., mengaku awalnya mengetahui prestasi yang diraih Khaidar. Saat berbincang dengan siswa tersebut, ia terkejut mengetahui bahwa Khaidar tidak memiliki kendaraan yang layak untuk berangkat ke sekolah. 

    “Saya tanya, sepeda ke mana? Ternyata punya sepeda tapi sudah rusak. Saya lihat anaknya rajin, masuk sekolah disiplin, akhirnya saya belikan sepeda,” ujarnya.

    Menurut Koyem, keputusan memberikan bantuan sepeda bukan semata-mata karena prestasi yang telah diraih, tetapi juga karena sikap disiplin dan kegigihan Khaidar dalam menempuh pendidikan. Di tengah banyaknya siswa yang memiliki fasilitas memadai, Khaidar tetap memilih berjalan kaki setiap hari tanpa pernah menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk absen atau terlambat masuk sekolah.

    Pemberian sepeda dilakukan secara langsung dengan dukungan pihak sekolah. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan dan keteladanan yang ditunjukkan siswa berprestasi tersebut. Koyem berharap bantuan itu dapat mempermudah perjalanan Khaidar ke sekolah sekaligus menjadi penyemangat untuk terus mempertahankan prestasi dan kedisiplinannya. 

    “Besok masuk terus ya. Alhamdulillah selama ini tidak pernah terlambat. Memang anaknya disiplin,” katanya.

    Lebih jauh, Koyem berpesan agar para siswa tidak merasa minder meskipun berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Menurutnya, kondisi ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih prestasi dan masa depan yang lebih baik. 

    “Jangan minder jadi anak orang tidak mampu. Kita ini semuanya sama, hanya belum beruntung saja. Harus semangat, harus ikut organisasi supaya punya jati diri,” jelasnya.

    Kisah Khaidar menjadi gambaran nyata bahwa semangat, ketekunan, dan tanggung jawab mampu mengalahkan berbagai keterbatasan. Dengan hanya mengandalkan kedua kakinya, ia tetap hadir setiap hari di sekolah dan berhasil mencatatkan prestasi membanggakan di bidang olahraga. 

    “Yang menginspirasi itu karena dia jalan kaki dan tetap disiplin. Anak sekarang banyak yang malu jalan kaki ke sekolah, tetapi dia tidak bolos. Hanya modal kaki, tetapi tetap semangat belajar,” ungkap Koyem.

    Sementara itu, Khaidar Cesar Putra Koes Zhuliansyach menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh kepala sekolah. “Terima kasih kepada Ibu Koyem, S.Pd., M.Si., Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo. Saya biasanya ke sekolah jalan kaki, sekarang sudah bisa naik sepeda. Barakallah ya, Ibu. Semoga SMA Veteran 1 Sukoharjo semakin sukses,” tuturnya dengan penuh haru.

    Pemberian sepeda tersebut bukan sekadar bantuan sarana transportasi, tetapi juga simbol kepedulian dan penghargaan terhadap perjuangan seorang anak yang terus berusaha meraih pendidikan dan prestasi di tengah keterbatasan. Kisah Khaidar diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain untuk tetap semangat belajar, disiplin, dan pantang menyerah dalam mengejar cita-cita. (Sofyan)


    Baca juga: Siswa Kelas 6C SD Muhammadiyah I Ketelan Surakarta Gelar Gathering Outbondvaganza Day, Perpisahan Penuh Keceriaan dan Kebersamaan

    Gathering Outbondvaganza Day yang digelar siswa Kelas 6C SD Muhammadiyah I Ketelan.


    Siswa Kelas 6C SD Muhammadiyah I Ketelan Surakarta Gelar Gathering Outbondvaganza Day, Perpisahan Penuh Keceriaan dan Kebersamaan

    Karanganyar - majalahlarise.com - Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Gathering Outbondvaganza Day yang digelar siswa Kelas 6C SD Muhammadiyah I Ketelan Surakarta sebagai ajang perpisahan menjelang kelulusan. Kegiatan yang melibatkan siswa, orang tua, serta guru pendamping tersebut berlangsung di Vaviva de Watu, Panoramic Resto and Pool, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (6/6/2026).

    Acara perpisahan dikemas dalam konsep outdoor yang menghadirkan berbagai permainan kelompok, tantangan seru, serta pembagian doorprize yang dipandu oleh event organizer profesional. Sebanyak 26 siswa Kelas 6C tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, baik sesi indoor maupun outdoor yang telah disiapkan panitia.

    Kegiatan ini menjadi momen spesial setelah para siswa menempuh perjalanan pendidikan selama enam tahun di SD Muhammadiyah I Ketelan Surakarta. Selain menjadi ajang perpisahan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara siswa, guru, dan orang tua.

    Salah satu siswa Kelas 6C, Baskarabumi Haidar Alif Jadaa, mengaku sangat menikmati seluruh rangkaian kegiatan, terutama sesi permainan kelompok yang dinilainya paling menyenangkan.

    “Saya paling suka saat mengikuti permainan bersama teman-teman. Acara ini seru sekali dan membuat kami semakin kompak. Saya senang dan bangga bisa mengikuti perpisahan seperti ini karena akan menjadi kenangan yang tidak terlupakan,” ujar siswa yang akrab disapa Aska tersebut.

    Salah satu momen yang paling berkesan dalam kegiatan ini adalah pelepasan balon warna-warni oleh para siswa di area lapangan outdoor. Pelepasan balon tersebut menjadi simbol perpisahan sekaligus harapan agar persahabatan dan silaturahmi yang telah terjalin selama ini tetap terjaga meskipun nantinya menempuh pendidikan di sekolah yang berbeda.

    Wali Kelas 6C, Imam Prayitno, menjelaskan kegiatan Gathering Outbondvaganza Day sengaja dirancang untuk memberikan pengalaman berkesan bagi para siswa sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

    “Melalui kegiatan outbond ini kami berharap dapat menjadi kenangan yang indah dan tidak terlupakan bagi anak-anak. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara guru, siswa, dan orang tua. Kami berharap silaturahmi yang telah terjalin selama ini tetap terjaga meskipun nantinya mereka bersekolah di tempat yang berbeda,” jelasnya.

    Melalui kegiatan yang penuh kehangatan tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman menyenangkan, tetapi juga membawa pulang kenangan berharga yang akan selalu dikenang sebagai bagian dari perjalanan mereka di SD Muhammadiyah I Ketelan Surakarta.(Sofyan)


    Baca juga: Partguyuban UMKM Solo Luncurkan KTA Digital dan Wadah Kreativitas Pelaku Usaha di CFD Solo

    Penyerahan KTA Digital dilakukan oleh Branch Manager BTN, Anita Septi Purwarini, kepada Ketua Partguyuban UMKM Solo, Iman Buhairi Santoso.


    Partguyuban UMKM Solo Luncurkan KTA Digital dan Wadah Kreativitas Pelaku Usaha di CFD Solo

    Surakarta - majalahlarise.com - Partguyuban UMKM Solo (PUS) menggelar kegiatan bertajuk “AKU SOLO (Ajang Kreativitas UMKM Solo)” di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di depan Hotel Novotel Solo, Minggu (7/6/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk menampilkan produk, kreativitas, sekaligus memperluas jejaring bisnis.

    Acara diisi dengan berbagai kegiatan menarik seperti senam bersama yang dipandu instruktur Mr. Yanto, demo masak dan icip-icip produk kuliner UMKM, hiburan musik dari Lastcarbeat, serta penampilan kreatif dari komunitas Independent Kids feat MIMA Corner. Selain itu, turut hadir atraksi Kuda PonyC yang memberikan pengalaman ramah dan bersahabat bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

    Ketua Partguyuban UMKM Solo, Iman Buhairi Santoso, menjelaskan tema “AKU SOLO” merupakan wujud kepedulian organisasi yang telah berdiri selama enam tahun dalam mendorong anggotanya agar lebih percaya diri mempromosikan usaha dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

    Senam bersama dipandu instruktur Mr. Yanto.


    “Ajang Kreativitas UMKM Solo menjadi wadah bagi anggota untuk lebih berani tampil memperkenalkan dagangannya kepada masyarakat sekaligus menampilkan berbagai talenta yang selama ini belum banyak diketahui publik,” ujar Iman.

    Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga ruang berbagi ilmu dan pengalaman bisnis. Melalui konsep sharing bisnis ala CFD, para pelaku UMKM dapat belajar bersama mengenai pengelolaan usaha, mulai dari perhitungan harga pokok produksi (HPP), strategi pemasaran, hingga peluang kemitraan dan pengembangan bisnis berbasis franchise.

    “Kami ingin memberikan solusi agar pelaku UMKM mampu meningkatkan pendapatan melalui pembelajaran bersama, kolaborasi usaha, dan penguatan jaringan bisnis yang saling menguntungkan,” jelasnya.

    Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan peluncuran dan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partguyuban UMKM Solo yang didukung oleh BTN. Kartu tersebut berfungsi sebagai identitas anggota sekaligus alat pembayaran berbasis QRIS. Penyerahan dilakukan oleh Branch Manager BTN, Anita Septi Purwarini, kepada Ketua Partguyuban UMKM Solo, Iman Buhairi Santoso.


    Iman menuturkan kehadiran KTA digital ini menjadi salah satu langkah modernisasi organisasi dalam mendukung transaksi non-tunai dan memperkuat legalitas serta profil usaha anggota binaan.

    “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin setiap Minggu. Selain membuka peluang usaha baru, juga menjadi ruang konsultasi bagi berbagai sektor usaha untuk meningkatkan penjualan melalui pemasaran digital maupun offline. Semangat kami adalah maju bareng, sukses bareng, dan sugih bareng,” katanya.

    Kemeriahan acara semakin terasa dengan pembagian doorprize bagi peserta CFD yang hadir. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Surakarta, termasuk Wali Kota Surakarta Respati Ardi, serta sejumlah mitra seperti NOTIS Clothing Brand, PPCP Indo Print, Wani Entertainment, dan Dolan Solo. 

    Melalui kegiatan AKU SOLO, Partguyuban UMKM Solo berharap dapat terus mendorong pertumbuhan UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi antarpelaku usaha demi meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat Solo Raya. (Sofyan)


    Baca juga: Paguyuban Wali Murid SD Muhammadiyah PK Banyudono Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua untuk Pendidikan Karakter Anak

    Paguyuban Wali Murid SD Muhammadiyah PK Banyudono.


    Paguyuban Wali Murid SD Muhammadiyah PK Banyudono Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua untuk Pendidikan Karakter Anak

    Boyolali - majalahlarise.com - SD Muhammadiyah PK Banyudono kembali menggelar pertemuan rutin Paguyuban Wali Murid di Masjid Asy-Syiroj kompleks sekolah, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.

    Pertemuan dipimpin Ketua Paguyuban Wali Murid, Ettik Rahayuningsih. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh wali murid untuk terus memberikan dukungan terhadap berbagai program sekolah. Menurutnya, kolaborasi yang harmonis antara sekolah dan keluarga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pendidikan anak, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter.

    "Kami berharap seluruh wali murid terus mendukung program-program sekolah. Kerja sama yang baik antara orang tua dan sekolah akan memberikan dampak positif bagi perkembangan dan masa depan anak-anak," ujarnya.

    Pihak sekolah diwakili Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Iin Marlinda, dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Putri Endriastuti. Keduanya hadir mewakili Kepala Sekolah yang sedang melaksanakan tugas kedinasan di Magelang.

    Dalam sambutan Kepala Sekolah yang dibacakan oleh Iin Marlinda, sekolah menyampaikan apresiasi kepada seluruh wali murid yang selama ini memberikan dukungan terhadap berbagai program pendidikan di SD Muhammadiyah PK Banyudono.

    "Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan, doa, serta support yang luar biasa dari seluruh wali murid. Dukungan ini menjadi energi bagi sekolah untuk terus bergerak maju dan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi putra-putri Bapak dan Ibu," kata Iin Marlinda membacakan pesan Kepala Sekolah.

    Ia menjelaskan sekolah terus melakukan berbagai pembenahan dan pengembangan fasilitas pendidikan guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.

    Selain itu, sekolah juga tengah mempersiapkan program unggulan PPL 2/Super Camp yang dirancang untuk memperkuat karakter, kemandirian, kepemimpinan, serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi para siswa.

    Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah turut menyampaikan informasi mengenai agenda Akhirussanah dan Kenaikan Kelas yang akan segera dilaksanakan. Sekolah berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman berkesan bagi peserta didik maupun orang tua.

    Menjelang akhir pertemuan, sekolah memohon doa restu kepada seluruh wali murid atas terbitnya Majalah PK Cendekia Edisi 6 yang mengangkat tema "Teknologi Boleh Maju, Adab Tetap Nomor Satu". Tema tersebut dipilih sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap pentingnya pendidikan karakter dan adab di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

    "Teknologi dapat menjadi sarana kemajuan, namun adab tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang berkarakter," pesan yang disampaikan dalam pertemuan penuh kehangatan tersebut.

    Melalui pertemuan rutin ini, SD Muhammadiyah PK Banyudono berharap hubungan harmonis antara sekolah dan orang tua terus terjalin dengan baik sehingga cita-cita mencetak generasi unggul, berprestasi, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman dapat terwujud secara optimal. (Sofyan)


    Baca juga: FGD Penyelarasan Kurikulum dengan DUDI, Teknik Industri Univet Bantara Siapkan Lulusan Adaptif dan Siap Kerja


Top