GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Mitra UMKM
![]() |
| Lapak UMKM yang digelar saat Pengajian rutin dalam rangka Milad Aisyiyah ke-109. |
PCA Nguter Semarakkan Milad Aisyiyah ke-109 dengan Lapak UMKM dan Program Pemberdayaan Ekonomi
SUKOHARJO – majalahlarise.com – Pengajian rutin dalam rangka Milad Aisyiyah ke-109 yang digelar di Gedung Sabdo Palon, Gatak Rejo, Kamis (14/5/2026), berlangsung semarak. Kegiatan yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Aisyiyah Nguter tersebut diramaikan berbagai lapak UMKM, Jimpitan Sembako, Lazismu Nguter, hingga lapak Sandangmu yang dipadati pengunjung sejak pagi hari. Kehadiran lapak-lapak tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah yang hadir dalam pengajian.
Ketua Majelis Ekonomi PCA Nguter, Sugiyati, menyampaikan pemberdayaan ekonomi anggota terus digalakkan melalui kegiatan UMKM dalam setiap pengajian maupun agenda organisasi. Para anggota diberi kesempatan membawa berbagai produk hasil usaha sendiri untuk dipasarkan kepada jamaah. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi keluarga sekaligus membangun semangat kemandirian anggota Aisyiyah.
“Dari Majelis Ekonomi selalu dipacu untuk pemberdayaan dari anggota ke anggota. Salah satunya UMKM ini. Semua diberdayakan dari anggota membawa dagangan-dagangan ini,” tuturnya.
![]() |
| Ibu-ibu saat menggelar dagangan sambil mengikuti pengajian. |
Sugiyati menjelaskan produk yang dijual didominasi kuliner buatan anggota sendiri. Selain membantu menambah penghasilan keluarga, kegiatan tersebut juga menjadi sarana promosi usaha rumahan para ibu. Dalam pelaksanaannya, panitia hanya mengambil infak seikhlasnya guna mendukung kebersihan lokasi kegiatan.
“Paling banyak makanan kuliner, ibu-ibu buat sendiri lalu dibawa sambil pengajian juga. Untuk membantu keluarga,” jelasnya.
Tidak hanya fokus pada penjualan produk, Majelis Ekonomi PCA Nguter juga aktif mengadakan berbagai pelatihan keterampilan usaha bagi anggota. Pelatihan yang telah dilakukan antara lain pembuatan sabun serta pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomis. Hasil pelatihan tersebut kemudian diproduksi dan dipasarkan kembali oleh anggota sebagai bentuk penguatan ekonomi berbasis pemberdayaan.
“Kemarin pelatihannya membuat sabun dari pemanfaatan minyak jelantah. Kita buat lalu dijual juga untuk pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sugiyati menguraikan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan Aisyiyah di wilayah Nguter terus meningkat. Saat ini PCA Nguter memiliki perkembangan ranting yang cukup pesat hingga mencapai 17 ranting. Ia juga menyampaikan kegiatan bazar dan jualan UMKM seperti ini telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari aktivitas rutin organisasi.
“Alhamdulillah animo masyarakat sangat baik. Nguter sekarang sudah berkembang menjadi 17 ranting dan kegiatan jualan seperti ini memang sudah lama berjalan,” ungkapnya. (Sofyan)
Baca juga: PCA Nguter Gelar Pengajian Milad Aisyiyah ke-109, Seribu Jamaah Padati Gedung Sabdo Palon
Komunitas
![]() |
| Penceramah KH. Wiwaha Aji Santoso saat menyampaikan materi pengajian. |
PCA Nguter Gelar Pengajian Milad Aisyiyah ke-109, Seribu Jamaah Padati Gedung Sabdo Palon
SUKOHARJO – majalahlarise.com – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Nguter menggelar pengajian rutin dalam rangka Milad Aisyiyah ke-109 di Gedung Sabdo Palon, Gatak Rejo, Kamis (14/5/2026). Kegiatan bertajuk “Kajian 14 AN” tersebut menghadirkan penceramah KH. Wiwaha Aji Santoso dan diikuti sekitar seribu jamaah dari berbagai ranting se-Kecamatan Nguter. Selain pengajian, acara juga diramaikan lapak UMKM, Jimpitan Sembako, Lazismu Nguter, serta lapak sandangmu yang dipadati pengunjung.
Ketua PCA Nguter, Hj. Umi Samsiti, menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap pengajian rutin tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan panitia menyiapkan konsumsi hingga 1.200 porsi untuk mengantisipasi membludaknya jamaah. “Pesertanya paling minim 900 orang. Biasanya kami menyediakan konsumsi itu 1.000 sampai 1.200 porsi. Yang jelas kegiatan ini sekitar seribu peserta,” tuturnya.
Menurutnya, kegiatan pengajian bukan hanya menjadi sarana dakwah dan silaturahmi, tetapi juga menggerakkan perekonomian anggota melalui majelis ekonomi. Berbagai produk UMKM milik anggota seperti telur asin, makanan ringan, hingga aneka dagangan rumahan dipasarkan langsung dalam kegiatan tersebut.
“Semua produk dari anggota kami sendiri. Alhamdulillah ibu-ibu senang dan pasti habis. Bakul cilok, bakul panganan kecil semuanya ludes, saya senang sekali,” katanya.
![]() |
| Seribu jamaah dari berbagai ranting se-Kecamatan Nguter. |
Suasana pengajian semakin semarak karena jamaah dari tiap ranting datang dengan cara unik dan penuh kekompakan. Ada yang menggunakan sepur kelinci, kendaraan terbuka, hingga bus rombongan. “Tiap ranting itu ada yang naik sepur kelinci, ada yang naik mobil terbuka, bahkan ada yang nyarter bus. Tapi rata-rata naik sepur kelinci dan biasanya kita jadikan juara,” ujarnya sambil tersenyum.
Wanita yang akrab disapa Ibu Samsiti itu menguraikan pengajian rutin PCA Nguter telah berlangsung sejak lama. Sebelum tahun 2011, kegiatan masih berpindah-pindah tempat, termasuk di lingkungan sekolah SMK. Namun sejak 2011 dipusatkan di Gedung Sabdo Palon sehingga pelaksanaan lebih tertata dan jumlah peserta terus meningkat. “Dulu sebelum 2011 itu pindah-pindah tempat. Mulai 2011 dipusatkan di gedung ini sampai sekarang,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan pengajian mampu menjadi sarana pembinaan keluarga dan pendidikan generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi saleh dan taat kepada Allah SWT. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dan kerukunan di tengah masyarakat tanpa membedakan golongan maupun latar belakang politik.
“Harapan saya tentu saja ibu-ibu ini bisa mencetak generasi yang saleh, taat kepada Allah. Itu menjadi harapan kita semuanya. Saya selalu menyampaikan kepada warga, tidak usah gontok-gontokan soal golongan. Bagaimanapun mereka saudara kita. Yang penting soleh, Islam, dan baik. Di sini tidak ada urusan partai,” pungkasnya.
Sementara itu, KH. Wiwaha Aji Santoso menyampaikan Islam mengajarkan kehidupan yang damai, rukun, dan penuh kepedulian terhadap sesama. Ia mengingatkan umat agar tidak hanya menjalankan ibadah secara lahiriah, tetapi juga memahami makna sosial dari ajaran agama. “Islam memang selalu mengajak untuk damai, rukun, mensejahterakan, dan peduli kepada sesama,” tuturnya.
Dalam tausiyahnya, narasumber juga mengulas sejarah perjalanan Muhammadiyah dan Aisyiyah yang telah memberikan kontribusi besar dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pelayanan masyarakat. Ia mengajak jamaah menjadikan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari sebagai sarana mencari rezeki sekaligus bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Pada akhir tausiyah, ia mengingatkan tujuan hidup manusia adalah kembali kepada Allah dengan hati yang tenang dan diridai-Nya.
“Tujuan hidup kita adalah kembali kepada Allah dengan hati yang tenang dan diridai,” katanya. Ia menambahkan, ketenangan hidup diperoleh melalui keimanan, pendidikan, dan kedekatan kepada Allah SWT. (Sofyan)
Baca juga: Semarak FLS3N 2026 Kecamatan Manyaran, Ajang Kreativitas dan Prestasi Seni Siswa SD/MI
Komunitas
![]() |
| Penyerahan santunan kepada anak yatim. |
JARPUK Sukoharjo dan BRNR Kolaborasi Santuni Anak Yatim serta Bagikan 300 Paket Sayur Gratis
Sukoharjo – majalahlarise.com - Semangat kepedulian sosial kembali ditunjukkan Jaringan Perempuan Usaha Kecil (JARPUK) Sukoharjo bersama Barisan Relawan Nusantara Raya (BRNR) melalui kegiatan santunan anak yatim dan pembagian paket sayur gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan sosial tersebut menjadi momen kolaborasi perdana antara JARPUK Sukoharjo dan BRNR dalam upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak mewarnai kegiatan saat para relawan berinteraksi langsung dengan anak-anak yatim maupun warga penerima bantuan.
Santunan anak yatim dilaksanakan sebagai bentuk perhatian, kasih sayang, dan dukungan moral kepada anak-anak yang membutuhkan kepedulian bersama. Para relawan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan semangat dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim yang hadir.
Selain santunan, kegiatan sosial juga diisi dengan pembagian sekitar 300 paket sayur gratis kepada masyarakat kurang mampu, kaum dhuafa, dan warga sekitar. Program berbagi ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat karena dinilai sangat membantu kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Salah satu pengurus kegiatan, Tutik, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus mempererat tali silaturahmi antar komunitas dan masyarakat.
“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi semua pihak dan menjadi awal kolaborasi yang terus berlanjut untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Masyarakat pun memberikan apresiasi atas kegiatan sosial yang dilakukan JARPUK Sukoharjo bersama BRNR. Warga berharap program kepedulian seperti ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi komunitas maupun organisasi lainnya untuk ikut berbagi kepada sesama.
Melalui semangat gotong royong dan kebersamaan, JARPUK Sukoharjo dan BRNR berkomitmen untuk terus menebarkan nilai-nilai kemanusiaan serta menghadirkan aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (Andi)
Baca juga: Semarak FLS3N 2026 Kecamatan Manyaran, Ajang Kreativitas dan Prestasi Seni Siswa SD/MI
Pendidikan
![]() |
| Para pemenang FLS3N 2026 Kecamatan Manyaran. |
Semarak FLS3N 2026 Kecamatan Manyaran, Ajang Kreativitas dan Prestasi Seni Siswa SD/MI
Wonogiri — majalahlarise.com - Suasana penuh semangat, kreativitas, dan nuansa seni mewarnai pelaksanaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Kecamatan Manyaran Tahun 2026 yang digelar di SD Negeri 1 Manyaran, Rabu (13/5/2026). Sebanyak 135 siswa terbaik dari 31 SD/MI se-Kecamatan Manyaran mengikuti ajang tahunan yang menjadi wadah pengembangan bakat seni dan sastra peserta didik tersebut.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB itu berlangsung meriah dengan menghadirkan berbagai cabang lomba seni dan sastra. Para peserta merupakan siswa-siswi pilihan yang telah lolos seleksi di sekolah masing-masing dan terdaftar resmi pada portal FLS3N. Ajang ini menjadi momentum penting untuk menampilkan kemampuan sekaligus membangun karakter positif sejak usia dini.
Ketua Panitia FLS3N Kecamatan Manyaran, Arif Dwi Prastyanto, menyampaikan pelaksanaan kegiatan melibatkan dewan juri profesional sesuai bidang masing-masing agar proses penilaian berlangsung objektif dan berkualitas.
“Dalam pelaksanaan kegiatan ini panitia bekerja sama dengan dewan juri yang profesional sesuai bidangnya masing-masing. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib, lancar, objektif, dan menghasilkan peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Kecamatan Manyaran pada FLS3N tingkat Kabupaten Wonogiri,” tuturnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Manyaran, kepala sekolah, guru pendamping, dan seluruh dewan juri yang telah memberikan dukungan penuh demi suksesnya kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan FLS3N tidak lepas dari sinergi seluruh pihak dalam mendukung pengembangan potensi siswa di bidang seni dan sastra.
Tahun ini, FLS3N Kecamatan Manyaran mempertandingkan tujuh cabang lomba, yakni gambar bercerita dengan 25 peserta, menyanyi solo 20 peserta, kriya 14 peserta, mendongeng 20 peserta, menulis cerita 22 peserta, pantomim delapan tim atau 16 anak, serta seni tari enam tim atau 18 anak. Antusiasme peserta dan sekolah terlihat tinggi selama perlombaan berlangsung.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat, para juara yang akan mewakili Kecamatan Manyaran ke tingkat Kabupaten Wonogiri berhasil ditetapkan. Untuk cabang gambar bercerita diraih SDN 1 Bero, menyanyi solo dimenangkan SDN 1 Manyaran, cabang kriya diraih SDN 1 Manyaran, mendongeng dimenangkan SDN 3 Pijiharjo, menulis cerita diraih SDN 1 Manyaran, pantomim dimenangkan SDN 1 Manyaran, sedangkan cabang seni tari berhasil diraih SDN 4 Gunungan.
Hasil juara lengkap bisa di klik disini download
Keberhasilan penyelenggaraan FLS3N Tahun 2026 di Kecamatan Manyaran diharapkan mampu menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, berprestasi, dan mencintai seni budaya bangsa. Melalui ajang ini, potensi generasi muda Manyaran terlihat semakin berkembang sebagai bagian dari upaya menjaga dan melestarikan budaya Indonesia sejak dini. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Ketua Pengurus YPPP Veteran Sukoharjo, Sadewa Suharto saat menyematkan samir wisuda kepada siswa program kelas unggulan SMA Veteran 1 Sukoharjo. |
SMA Veteran 1 Sukoharjo Gelar Wisuda Program Kelas Unggulan dan Pelepasan 348 Siswa Kelas XII
Sukoharjo — majalahlarise.com - Suasana penuh khidmat dan kebanggaan mewarnai pelaksanaan wisuda program kelas unggulan dan pelepasan siswa kelas XII SMA Veteran 1 Sukoharjo yang digelar di auditorium Universitas Veteran Bangun Nusantara, Rabu (13/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum pelepasan para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan sekaligus bentuk apresiasi terhadap capaian program unggulan sekolah di bidang bahasa Inggris, bahasa Jepang, dan IT.
Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd, M.Si menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan wisuda yang berlangsung lancar dan penuh kekeluargaan. Ia mengucapkan terima kasih kepada yayasan, pengurus sekolah, guru, wali siswa, serta seluruh pihak yang telah mendukung perkembangan sekolah selama ini.
Menurutnya, berbagai program dan kegiatan siswa terus berkembang positif, mulai dari organisasi siswa, Paskibra, seni karawitan, hingga tari yang menjadi kebanggaan sekolah. “Alhamdulillah setiap perlombaan anak-anak selalu membawa prestasi dan itu menjadi kebanggaan bagi sekolah,” ujarnya.
Koyem menjelaskan sekolah memiliki tiga program unggulan utama yakni bahasa Inggris, bahasa Jepang, dan IT yang dapat diikuti siswa tanpa biaya tambahan. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing lulusan agar siap menghadapi tantangan masa depan.
Ia menuturkan seluruh program unggulan tersebut juga telah memperoleh sertifikat tingkat nasional. “Tujuan kami agar anak-anak mempunyai skill dan nilai lebih dibanding sekolah lain sehingga siap menghadapi masa depan,” ungkapnya.
Selain peningkatan akademik, sekolah juga fokus pada pengembangan keterampilan siswa melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan kerja, termasuk program keterampilan menjahit yang memiliki peluang kerja besar di Jepang.
Pihak sekolah juga memberikan akses informasi pekerjaan bagi siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Bahkan, beberapa alumni mampu bekerja sambil tetap melanjutkan kuliah secara daring melalui kerja sama dengan Univet Bantara.
“Ada anak-anak yang sudah berangkat ke Jepang, kemudian mampu membantu orang tua dan tetap melanjutkan pendidikan. Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” katanya.
Ketua Panitia Wisuda Program Kelas Unggulan dan Pelepasan Siswa Tahun Ajaran 2025-2026, Drs. Sukino, dalam laporannya menyampaikan jumlah peserta ujian tahun ini mencapai 348 siswa yang terdiri dari 139 siswa laki-laki dan 209 siswa perempuan. Seluruh siswa dinyatakan lulus dengan tingkat kelulusan 100 persen. Program kelas unggulan juga menunjukkan hasil membanggakan, meliputi program IT sebanyak 20 siswa, bahasa Inggris 20 siswa, dan bahasa Jepang 13 siswa yang seluruhnya dinyatakan lulus.
“Alhamdulillah berkat rahmat Allah anak-anak bisa menamatkan dan lulus dari pendidikannya di SMA Veteran 1 Sukoharjo. Untuk program kelas unggulan, seluruh peserta juga lulus 100 persen,” jelasnya.
Sukino juga memberikan motivasi kepada para lulusan agar terus melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan mengembangkan keterampilan yang telah dimiliki selama mengikuti program unggulan. Ia berharap kemampuan dan sertifikat yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Anak-anak saya harapkan bisa menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi. Tingkatkan belajar kalian, semoga anak-anak bisa sukses dunia wal akhirat dan mampu meraih cita-cita yang diinginkan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus YPPP Veteran Sukoharjo, Sadewa Suharto mengapresiasi para wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di SMA Veteran 1 Sukoharjo. Ia menilai sekolah tersebut menjadi salah satu SMA swasta unggulan di Sukoharjo dengan berbagai prestasi akademik maupun nonakademik yang membanggakan.
“Kami terus terang mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada bapak ibu wali murid yang telah mempercayai kami sehingga sekolah di SMA Veteran 1 Sukoharjo ini merupakan kebanggaan bagi kita,” ujarnya.
Sadewa Suharto juga memberikan motivasi kepada para lulusan agar mampu menentukan langkah masa depan dengan baik, baik melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. Ia menyampaikan pihak yayasan siap memberikan dukungan dan keringanan biaya pendidikan bagi siswa yang ingin melanjutkan kuliah di Univet Bantara. Selain itu, ia turut bangga atas capaian siswa yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri.
Di akhir sambutannya, Sadewa Suharto berpesan agar seluruh lulusan menjaga nama baik almamater di mana pun berada. “Jagalah almamater Anda yaitu SMA Veteran 1 Sukoharjo dimanapun anak-anak kita diterima, karena almamater merupakan dasar untuk menjunjung tinggi semuanya ke perguruan tinggi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Tengah, Edi Purwanto, SE, MM menyampaikan apresiasi atas keberhasilan sekolah meluluskan 348 siswa dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen. “Kami ucapkan selamat dan sukses atas prestasi yang sudah diraih pada kesempatan pagi hari ini. Kesuksesan hari ini adalah hasil dari jerih payah dan kerja keras anak-anakku semua selama kurang lebih tiga tahun di SMA Veteran 1 Sukoharjo,” tuturnya.
Edi Purwanto menyampaikan kelulusan bukan akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal langkah baru untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi. Ia berpesan agar para lulusan terus belajar, berkarya, menjaga integritas, dan mempertahankan karakter baik yang telah dibangun selama menempuh pendidikan di SMA Veteran 1 Sukoharjo.
“Jadilah generasi yang membanggakan, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. Apa yang sudah diberikan oleh bapak ibu guru menjadi modal untuk melangkah ke jenjang berikutnya,” ujarnya. Ia juga meminta para alumni tetap menjaga nama baik almamater serta menyampaikan perkembangan pendidikan maupun pekerjaan setelah lulus.
Selain memberikan apresiasi kepada siswa, Edi Purwanto juga menyampaikan terima kasih kepada yayasan, guru, dan tenaga kependidikan SMA Veteran 1 Sukoharjo atas dedikasi dalam mendukung pendidikan. Ia secara khusus mengapresiasi Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo yang dinilai berhasil membangun sekolah berkualitas dan berprestasi.
“Kami mengapresiasi luar biasa kepada Ibu Koyem selaku Kepala Sekolah SMA Veteran 1 Sukoharjo. Beliau memiliki tangan dingin, terutama dalam pendidikan karakter dan pengelolaan sekolah sehingga SMA Veteran 1 Sukoharjo menjadi sekolah yang berkualitas dan berprestasi,” jelasnya. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional berperan sebagai delegasi berbagai negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. |
UNISRI Diplomatic Course 2026, Mahasiswa HI UNISRI Simulasikan Sidang UNGA Bahas Konflik Timur Tengah
Solo – majalahlarise.com - Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Slamet Riyadi kembali menyelenggarakan agenda tahunan bertajuk UNISRI Diplomatic Course (UDC) 2026 di Solo Paragon Hotel & Residences, Rabu (13/5). Kegiatan akademik berbasis simulasi diplomasi internasional ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami dinamika hubungan internasional secara praktis, kritis, dan aplikatif.
UNISRI Diplomatic Course merupakan program akademik yang dirancang untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam bidang diplomasi, negosiasi, public speaking, penyusunan resolusi internasional, hingga pengambilan keputusan dalam forum multilateral. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori hubungan internasional di ruang kuliah, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mempraktikkan diplomasi global layaknya delegasi resmi suatu negara di forum internasional.
Pada pelaksanaan tahun 2026, UDC mengangkat tema “Mediating Conflict in the Middle East after Israel-USA Attack on Iran” melalui simulasi sidang United Nations General Assembly (UNGA). Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap meningkatnya eskalasi konflik dan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang menjadi perhatian dunia internasional. Melalui simulasi ini, peserta diajak memahami kompleksitas konflik internasional, dinamika kepentingan antarnegara, hingga tantangan diplomasi multilateral dalam menciptakan perdamaian global.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional berperan sebagai delegasi berbagai negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dalam simulasi sidang UNGA, peserta menyampaikan posisi negara masing-masing, melakukan caucus dan negosiasi, membangun aliansi diplomatik, hingga merumuskan draft resolution sebagai solusi kolektif atas konflik yang dibahas. Suasana sidang dibuat menyerupai forum internasional sesungguhnya sehingga peserta dituntut berpikir cepat, analitis, dan strategis dalam menyampaikan argumentasi diplomatik.
Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNISRI, Dr. Ganjar Widhiyoga menyampaikan UDC bukan sekadar agenda akademik tahunan, melainkan wadah pembentukan karakter diplomatis mahasiswa di tengah perkembangan politik global yang dinamis.
“UNISRI Diplomatic Course menjadi ruang pembelajaran strategis bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan diplomasi, komunikasi internasional, dan berpikir kritis dalam menghadapi isu-isu global kontemporer. Kami ingin mahasiswa memiliki wawasan internasional yang luas serta mampu menjadi generasi muda yang adaptif dan komunikatif,” tuturnya.
Ia juga menguraikan kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya diskusi ilmiah, memperluas perspektif internasional mahasiswa, serta menumbuhkan semangat kepemimpinan dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan global masa kini. Dengan terselenggaranya UNISRI Diplomatic Course 2026, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNISRI terus menunjukkan komitmen menciptakan lingkungan pembelajaran yang inovatif, progresif, dan relevan dengan perkembangan isu internasional kontemporer. (Sofyan)
Baca juga: Wedangan Lek Man Gentan Jadi Ruang Kolaborasi UMKM dan Pemberdayaan Masyarakat di Sukoharjo
Mitra Usaha
![]() |
| Tim DnA Entrepreneur Academy saat meeting di Wedangan Lek Man Gentan. Selasa (12/5/2026). |
Wedangan Lek Man Gentan Jadi Ruang Kolaborasi UMKM dan Pemberdayaan Masyarakat di Sukoharjo
Sukoharjo – majalahlarise.com - Aroma kopi hangat, obrolan santai, dan sajian kuliner khas angkringan menjadi suasana yang akrab terasa di Wedangan Lek Man. Namun di balik ramainya pelanggan yang datang silih berganti, tersimpan cerita tentang persahabatan, kepercayaan, dan semangat pemberdayaan masyarakat yang tumbuh perlahan hingga menjadi jaringan usaha kuliner yang berkembang di berbagai tempat.
Abdul Malik Safa Mustafa atau akrab disapa Pak Tata menjadi salah satu sosok yang ikut bertumbuh bersama Wedangan Lek Man. Ia mengisahkan awal mula keterlibatannya dalam usaha tersebut berawal dari pertemuan kembali dengan Lek Man, sahabat lamanya sejak era bisnis ponsel pada tahun 2000-an. Setelah lama tidak bertemu, keduanya kembali berkomunikasi pada tahun 2017 ketika usaha Wedangan Lek Man mulai berkembang pesat.
“Waktu itu saya melihat usaha Lek Man berkembang cepat. Buka di mana saja selalu ramai dan laris. Setelah COVID saya akhirnya memutuskan ikut bergabung karena melihat peluang dan sistem usahanya sudah tertata,” tutur Pak Tata.
Keputusan itu ternyata menjadi langkah besar dalam perjalanan usahanya. Ia melihat Wedangan Lek Man bukan sekadar tempat makan, tetapi juga wadah yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat kecil. Berbagai produk makanan dan camilan dari pelaku UMKM dikumpulkan di basecamp untuk kemudian disalurkan ke sejumlah cabang wedangan. Sistem tersebut menciptakan ruang kolaborasi antara pemilik usaha dan masyarakat sekitar.
Menurut Pak Tata, kekuatan utama Wedangan Lek Man terletak pada rasa saling percaya dan keterbukaan dalam menjalankan kemitraan. Hubungan pertemanan yang sudah terjalin lama membuat komunikasi berjalan lebih mudah dan penuh kekeluargaan.
“Lek Man itu percaya penuh kepada mitra-mitranya. Semua pemasukan dan pengeluaran dikelola bersama dengan sistem yang terbuka sehingga bisa saling mengawasi dan menjaga kepercayaan,” ujarnya.
Selain menghadirkan sekitar 24 menu utama yang menjadi ciri khas Wedangan Lek Man, para mitra juga diberi kesempatan mengembangkan produk lokal di wilayah masing-masing. Inovasi itu membuat setiap cabang memiliki sentuhan khas tanpa meninggalkan identitas utama. Pak Tata bahkan menggandeng masyarakat sekitar untuk ikut berjualan melalui sistem kolaborasi dan bagi hasil.
“Kalau ada warga yang punya produk atau bisa memasak menu tertentu, kami ajak kolaborasi. Jadi bukan hanya jualan, tapi sama-sama tumbuh dan mendapatkan manfaat,” katanya.
Konsistensi rasa menjadi faktor lain yang membuat Wedangan Lek Man memiliki pelanggan loyal. Minuman diracik langsung oleh tim pusat sehingga cita rasa di setiap cabang tetap sama. Hal itu membuat pelanggan merasa nyaman karena dapat menikmati kualitas yang serupa di berbagai lokasi. Tak jarang pelanggan dari satu cabang berpindah nongkrong ke cabang lain karena sudah percaya dengan kualitas rasa yang disajikan.
Bagi Pak Tata, usaha kuliner bukan hanya soal keuntungan semata. Ia berharap Wedangan Lek Man terus berkembang sebagai usaha berbasis pemberdayaan masyarakat dan pembuka lapangan kerja baru. Semakin banyak cabang yang berdiri, semakin banyak pula masyarakat yang bisa ikut bekerja dan merasakan manfaat ekonomi.
“Kalau usaha berkembang, pegawai juga harus ditambah supaya pelayanan semakin baik. Prinsip kami sederhana, bagaimana usaha ini bisa memberi manfaat untuk lebih banyak orang,” tuturnya.
Kini Pak Tata memilih mengembangkan usaha di kawasan Gentan, Baki, Sukoharjo. Meski berasal dari Polokarto, ia merasa lingkungan dan komunitas di wilayah tersebut sangat mendukung perkembangan usaha kuliner berbasis kebersamaan. Dari sebuah pertemanan lama, lahirlah kolaborasi yang kini menjadi ruang berkumpul sekaligus ruang tumbuh bagi masyarakat dan pelaku UMKM. (Sofyan)
Baca juga: JARPUK Sukoharjo dan BRNR Rutin Santuni Anak Yatim serta Bagikan 200 Paket Sembako Setiap Jumat
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...










