Ketua Pembina YPPP Veteran Drs. Bambang Margono, MM mengambil sumpah janji jabatan sekaligus melantik Dr. Veronica Unun Pratiwi, M.Pd sebagai Direktur Pascasarjana Univet Bantara periode 2025-2030. 


    Pelantikan Direktur Pascasarjana Univet Bantara Sukoharjo Periode 2025-2030, Dr. Veronica Unun Pratiwi Targetkan Pascasarjana Raih Akreditasi Unggul

    Sukoharjo - majalahlarise.com - Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Jabatan Direktur Pascasarjana periode 2025-2030 di Ruang Bantara Gedung A, Selasa (23/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pembina YPPP Veteran Drs. Bambang Margono, MM melantik Dr. Veronica Unun Pratiwi, M.Pd sebagai Direktur Pascasarjana Univet Bantara periode 2025-2030. Acara ini dihadiri jajaran pengurus YPPP Veteran Sukoharjo, jajaran Rektorat, Dekan Universitas.

    Ketua Pembina YPPP Veteran Drs. Bambang Margono, MM menyampaikan pelantikan Direktur Pascasarjana bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan amanah besar untuk membawa Program Pascasarjana semakin berkembang. Ia berharap Pascasarjana Univet mampu meningkatkan kualitas hingga meraih akreditasi unggul. "Tugas ini sangat berat, tapi juga mulia. Pascasarjana ke depan harus benar-benar memiliki akreditasi unggul," ujarnya.

    Menurut Bambang Margono, pengembangan Pascasarjana juga perlu diarahkan pada pembukaan program studi baru yang memiliki prospek besar, seperti bidang hukum dan manajemen. Program studi tersebut dinilai sangat dibutuhkan masyarakat, terutama kalangan pekerja yang memerlukan pendidikan lanjutan yang praktis dan aplikatif. 

    "Kita tidak hanya memiliki satu program pascasarjana. Ke depan perlu dipikirkan pembukaan program studi lain, seperti hukum dan manajemen, karena kebutuhan masyarakat cukup besar," katanya.

    Dr. Veronica Unun Pratiwi, M.Pd sebagai Direktur Pascasarjana Univet Bantara periode 2025-2030 saat foto bersama jajaran pengurus YPPP Veteran Sukoharjo.


    Selain itu, Bambang Margono menjelaskan pentingnya upaya aktif dalam menjaring mahasiswa baru. Menurutnya, perguruan tinggi swasta harus bekerja lebih keras dalam menarik minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan. "Kesempatan menjadi direktur ini juga harus diiringi upaya mencari mahasiswa. Itu harus dan wajib dilaksanakan," ujarnya. Ia menambahkan, "Perguruan tinggi swasta memang harus mencari mahasiswa sendiri, tetapi kita harus tetap berjuang dan tidak boleh menyerah."

    Bambang Margono juga mendorong penguatan kompetensi mahasiswa, terutama kemampuan bahasa Inggris dan keterampilan tambahan lainnya agar lulusan memiliki daya saing tinggi. 

    "Kami harapkan semua mahasiswa mau belajar bahasa Inggris dan meningkatkan keterampilan lainnya. Harapan kami, universitas juga mampu menarik mahasiswa dengan memberikan kompetensi tambahan sehingga nama kampus semakin harum," pungkasnya.

    Sementara itu, Rektor Univet Bantara Sukoharjo Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum berharap kepemimpinan baru di Program Pascasarjana mampu menghadirkan semangat baru dalam pengelolaan akademik sekaligus meningkatkan berbagai capaian yang telah diraih sebelumnya. 

    "Dengan terpilihnya direktur baru saya berharap ada semangat baru dalam mengelola program pascasarjana, terutama tentu saja bisa mencapai prestasi unggul karena kemarin masih baik sekali, kemudian juga menambah jumlah mahasiswa," ujarnya.

    Rektor menjelaskan peningkatan luaran penelitian dan penguatan kualitas pendidikan menjadi fokus penting dalam membawa Program Pascasarjana menuju level internasional. Ia berharap Pascasarjana mampu menghasilkan lebih banyak publikasi ilmiah bereputasi internasional. "Saya berharap banyak muncul jurnal-jurnal Scopus dari Program Pascasarjana," katanya.

    Selain itu, Prof. Farida mendorong Pascasarjana mulai membuka peluang bagi mahasiswa asing untuk melanjutkan studi di jenjang magister. Menurutnya, latar belakang Direktur Pascasarjana yang berasal dari bidang Bahasa Inggris serta memiliki jejaring luas di tingkat internasional menjadi modal penting dalam mempercepat proses internasionalisasi.

    Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada Dr. Mukti Widayati, M.Hum yang telah memimpin pada periode sebelumnya, serta kepada Dr. Nurnaningsih yang telah menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas direktur. "Insyaallah Pascasarjana akan semakin baik dan berkembang dengan dukungan kita bersama," ungkapnya.

    Usai dilantik, Direktur Pascasarjana Univet Bantara Dr. Veronica Unun Pratiwi, M.Pd menyampaikan Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI) terus menunjukkan perkembangan positif dengan jumlah mahasiswa yang cukup banyak dibandingkan sejumlah perguruan tinggi lain. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mempertahankan eksistensi sekaligus meningkatkan kualitas program studi. 

    "Visi saya merupakan turunan dari visi rektor, yaitu membuat Program Pascasarjana MPBI menuju unggul sehingga dapat mendukung perguruan tinggi ini menjadi unggul juga karena ada MPBI yang unggul," ujarnya.

    Dr. Veronica menjelaskan pihaknya menargetkan MPBI tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional dengan menjaring mahasiswa dari luar Jawa hingga luar negeri. Saat ini, sebagian besar mahasiswa MPBI berasal dari kalangan kepala sekolah dan guru, disertai sejumlah lulusan baru yang melanjutkan studi ke jenjang magister. 

    "Kebanyakan mahasiswa kami adalah kepala sekolah dan guru-guru. Ada juga fresh graduate dari S1 yang melanjutkan ke sini dan tahun ini ada yang masuk S3," katanya.

    Ia menambahkan jangkauan mahasiswa MPBI mulai semakin luas. Pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini tercatat terdapat mahasiswa yang berasal dari Medan, melengkapi mahasiswa dari berbagai daerah seperti Wonogiri, Pacitan, Sragen, dan Boyolali. 

    "Target kami ke depan adalah menjaring mahasiswa dari luar Jawa bahkan dari luar negeri. Tahun ini sudah ada mahasiswa dari Medan, sehingga kami optimistis jangkauan MPBI akan semakin luas," jelasnya. (Sofyan)


    Baca juga: 1.472 Mahasiswa UNISRI Siap KKN 2026 di Sragen, Dibekali Filosofi Pengabdian hingga PPKS

    Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) 2026 di Gedung Auditorium UNISRI.


    1.472 Mahasiswa UNISRI Siap KKN 2026 di Sragen, Dibekali Filosofi Pengabdian hingga PPKS

    SOLO - majalahlarise.com - Sebanyak 1.472 mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) 2026 di Gedung Auditorium UNISRI, Senin (23/6/2026). Kegiatan yang dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik Ir. Saiful Bahri, S.Kom., M.Kom. ini mengusung tema Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen.

    Pada KKN PPM 2026, UNISRI akan menerjunkan mahasiswa ke 11 kecamatan di Kabupaten Sragen, meliputi Plupuh, Mondokan, Tanon, Sukodono, Gemolong, Miri, Gesi, Sumberlawang, Tangen, Jenar, dan Kalijambe. Penentuan lokasi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta potensi unggulan yang dimiliki masing-masing desa.

    Wakil Rektor Bidang Akademik UNISRI, Ir. Saiful Bahri, S.Kom., M.Kom., menjelaskan KKN tidak hanya menjadi syarat akademik untuk menyelesaikan studi, tetapi juga wahana pembelajaran nyata bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu di tengah masyarakat. 

    "KKN adalah ruang belajar nyata mahasiswa untuk mengabdi, memahami persoalan desa, dan memberi solusi yang bisa ditinggalkan untuk masyarakat. Jaga nama baik almamater, jaga etika, dan jadilah agen perubahan," ujarnya.

    Untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun ke lapangan, panitia menghadirkan enam materi pembekalan, meliputi filosofi KKN PPM UNISRI 2026, pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS), etika komunikasi dan bermasyarakat, potensi desa di wilayah Sragen, empat pilar ekonomi masa depan, serta tata tertib, tema, luaran, laporan, dan expo KKN PPM 2026. Materi tersebut dirancang agar mahasiswa memiliki kesiapan akademik, etika, dan keterampilan teknis selama menjalankan pengabdian.

    Dengan didampingi 104 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), UNISRI menargetkan pelaksanaan KKN PPM 2026 mampu melahirkan berbagai program inovatif yang berdampak bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sragen. Pembekalan ini sekaligus menjadi langkah awal untuk menyamakan visi seluruh peserta sebelum melaksanakan pengabdian di desa-desa sasaran. (Sofyan)


    Baca juga: Pusat Kuliner Loca C Colomadu Resmi Diluncurkan, Usung Konsep Kekinian dan Libatkan Komunitas Anak Muda

    Kepada Diskop UKM Transmigrasi dan Energi, SDM Pemkab Karanganyar Sriyono Budi Santoso (Baju Putih) berfoto bersama Joko Pramono anggota DPRD Karanganyar (keenam dari kanan) dan Pltg Camat Colomadu, Desy Pramudiasty (kelima dari kanan) serta pengurus Paguyuban UMKM Loca. C kecamatan Colomadu.


    Pusat Kuliner Loca C Colomadu Resmi Diluncurkan, Usung Konsep Kekinian dan Libatkan Komunitas Anak Muda

    Karanganyar - majalahlarise.com - Pusat kuliner UMKM di Kecamatan Colomadu kembali hadir dengan wajah baru melalui peluncuran Local Culinary Colomadu (Loca C), Sabtu (21/6/2026). Pusat kuliner yang berlokasi di area terbuka depan Kantor Kecamatan Colomadu ini hadir dengan konsep kekinian yang memadukan kuliner, hiburan, serta ruang berkumpul bagi masyarakat, khususnya kalangan muda.

    Peluncuran Loca C dilakukan Kepala Dinas Koperasi UKM, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Karanganyar, Sriyono Budi Santoso. Kegiatan tersebut dihadiri Plt Camat Colomadu Desy Pramudiasty, anggota DPRD Karanganyar Joko Pramono, unsur Forkopimca Colomadu, Bhabinpotdirga Lanud Adi Soemarmo, serta para pelaku UMKM.

    Salah satu penggagas Loca C, Chaca Layifah, menjelaskan pusat kuliner tersebut diikuti 20 tenant yang menyajikan beragam menu, mulai dari penyetan, tengkleng, wedangan, pempek, gudeg, dimsum, siomay, bakso, soto hingga aneka minuman tradisional dan modern. Selain kuliner siap saji, Loca C juga menyediakan berbagai produk makanan kering hasil UMKM lokal di wilayah Colomadu.

    "Selain itu Loca C juga menjajakan makanan kering yang merupakan produk UMKM lokal di sekitar Kecamatan Colomadu," ujar Chaca.

    Suasana pengunjung menikmati kuliner Loca. C di Kecamatan Colomadu.


    Menurut Chaca, konsep baru yang diusung tidak hanya menawarkan kuliner dengan harga terjangkau, tetapi juga menghadirkan suasana nongkrong yang nyaman dengan hiburan live music, mulai dari akustik, elektone hingga mini band. Loca C beroperasi setiap hari mulai pukul 18.00 hingga 24.00 WIB.

    "Kami sengaja menggandeng kawula muda yang memiliki banyak komunitas terutama komunitas motor. Agar mereka dapat hadir dan mengajak teman-temannya untuk jajan dan mengisi acara hiburan. Kami juga berharap mereka dapat memberikan ide kreatif, agar Loca C itu selalu ramai," jelas Chaca.

    Kepala Diskop UKM Transmigrasi, Energi dan SDM Kabupaten Karanganyar, Sriyono Budi Santoso, menyampaikan kehadiran Loca C di ruang publik diharapkan mampu mendorong UMKM naik kelas. Letak Kecamatan Colomadu yang berada di jalur strategis menuju Bandara Adi Soemarmo dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor kuliner.

    Kepala Diskop UKM Transmigrasi, Energi dan SDM Pemkab Karanganyar Sriyono Budi Santoso, saat memberikan sambutan.


    "Ya, kami dari Diskop dan UKM juga siap memberi pendampingan dan bakal mencari mitra kerja atau sponsor terutama untuk kebutuhan tenant," kata Sriyono.

    Ia berharap Loca C dapat menjadi model pengembangan pusat kuliner bagi kecamatan lain di Kabupaten Karanganyar. Selain itu, keterlibatan generasi muda diyakini mampu menghadirkan inovasi dan kreativitas sehingga pusat kuliner tersebut semakin diminati masyarakat.

    "Semoga dengan konsep baru kekinian Loca C akan menjadi ikon baru di Kecamatan Colomadu untuk bersaing dengan kuliner lain yang tersebar di Jalan Adi Sucipto dan Adi Soemarmo," ungkapnya.

    Sementara itu, Plt Camat Colomadu Desy Pramudiasty memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pelaku UMKM yang telah bersemangat menyukseskan peluncuran Loca C. Ia mengajak masyarakat untuk mendukung produk kuliner lokal sebagai upaya menggerakkan ekonomi kreatif di wilayah Colomadu.

    "Mari kita dukung dan larisi produk-produk kuliner lokal untuk menggerakkan ekonomi kreatif di wilayah Colomadu tercinta. Yuk, jangan lupa ajak keluarga dan teman komunitas Anda untuk jajan ke sini," tuturnya. (Sofyan)


    Baca juga: Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz Angkatan III MI AL-KAHFI Manyaran Wonogiri Berlangsung Khidmat, 22 Siswa KELAS VI Resmi Dilepas

    Penuh kebahagiaan, siswa Kelas VI MI Al-Kahfi berfoto bersama saat prosesi pelepasan.


    Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz Angkatan III MI AL-KAHFI Manyaran Wonogiri Berlangsung Khidmat, 22 Siswa KELAS VI Resmi Dilepas

    Wonogiri – majalahlarise.com – Kegiatan Akhirussanah dan Pelepasan Siswa Kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026 serta Wisuda Tahfidz Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Madrasah Ibtidaiyah Al-Kahfi berlangsung khidmat dan penuh haru di halaman masjid madrasah, Senin (22/6/2026). Acara ini mengusung tema “Meraih Masa Depan Gemilang dengan Iman dan Takwa” dengan diikuti 22 siswa kelas VI serta 30 peserta wisuda tahfidz.

    Sejak pagi, suasana halaman madrasah tampak dipadati oleh siswa, wali murid, serta tamu undangan. Prosesi acara berlangsung tertib mulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga rangkaian wisuda tahfidz yang menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan. Suasana haru semakin terasa ketika para siswa kelas VI mulai dipanggil satu per satu sebagai tanda resmi berakhirnya masa belajar di tingkat madrasah ibtidaiyah.

    Kepala Madrasah Ibtidaiyah Al-Kahfi, Siti Wahyuni, S.Pd., dalam sambutannya menjelaskan seluruh siswa kelas VI telah resmi menjadi alumni setelah menempuh pendidikan selama enam tahun. Ia menyampaikan momen pelepasan tersebut menjadi waktu yang penuh haru bagi pihak madrasah karena harus melepas para peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

    Peserta Wisuda Tahfidz Angkatan III MI Al-Kahfi bersama dewan guru dan jajaran madrasah mengabadikan momen usai prosesi wisuda tahfidz yang berlangsung khidmat.


    Ia juga memaparkan capaian akademik yang membanggakan pada pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) perdana tahun ini. Salah satu siswa, Syabilla Andien Saputri berhasil meraih nilai sempurna 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, sebuah capaian yang dinilai sangat membanggakan di tingkat kabupaten.

    “Dari sekitar 65 madrasah di Kabupaten Wonogiri, hanya ada 5 siswa yang mendapatkan nilai 100 dan Alhamdulillah salah satunya berasal dari MI Al-Kahfi,” ujar Siti Wahyuni disambut tepuk tangan hadirin.

    Selain prestasi akademik, ia juga menjelaskan perkembangan program tahfidz di madrasah yang menunjukkan hasil signifikan. Tercatat 4 siswa berhasil menyelesaikan hafalan hingga Juz 29 yang terdiri dari 3 siswa kelas VI dan 1 siswa kelas III. Capaian ini menjadi bukti keseriusan madrasah dalam penguatan pendidikan Al-Qur’an.

    Dalam pesannya kepada para lulusan, Siti Wahyuni mengingatkan agar siswa terus menjaga semangat belajar, menghormati orang tua dan guru, serta tidak meninggalkan kewajiban salat. Ia juga berpesan agar para alumni tetap menjaga nama baik madrasah di mana pun berada. “Ilmu itu akan membuat kamu cerdas, tetapi akhlak itu akan membuat kamu dihormati,” ujarnya.

    Syabilla Andien Saputri berhasil meraih nilai sempurna 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.


    Ketua Yayasan Amal Insani Manyaran, Suntoro Wardoyo, menyampaikan bahwa Yayasan Amal Insani Manyaran yang berdiri sejak tahun 2003 merupakan lembaga pendidikan milik umat Islam di Manyaran, bukan milik kelompok tertentu. Ia menjelaskan keberadaan yayasan selama ini terus berupaya melahirkan generasi yang unggul dalam akhlak dan akademik.

    Suntoro menjelaskan pola pendidikan di bawah yayasan selalu mengedepankan pembentukan karakter sebelum penguatan akademik. “Proses pembelajaran saya awali dengan akhlak dan etika, baru akademik. Alhamdulillah prestasi akademiknya juga bagus, bahkan ada yang memperoleh nilai 100,” katanya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama, wali murid, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap perkembangan madrasah. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari peran keluarga dalam mendampingi anak di rumah. 

    “Proses pembelajaran dimulai dari rumah. Jangan semuanya diserahkan ke sekolah, karena fondasi dasar pendidikan sangat penting dibangun bersama antara sekolah dan keluarga,” ujarnya.

    wali murid diwakili Sabing Rahma Wulandari juga menyerahkan kenang-kenangan berupa satu unit Smart LED TV sebagai bentuk dukungan kepada madrasah. 


    Pengawas Madrasah, Budi Susanto, S.Ag., M.Pd.I., turut menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar MI Al-Kahfi atas dedikasi dalam mendidik peserta didik selama enam tahun terakhir. Menurutnya, MI Al-Kahfi telah berhasil membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan umum, tetapi juga mampu menghafal Al-Qur'an serta memiliki akhlak yang baik. Ia juga memberikan penghargaan kepada kepala madrasah beserta seluruh tenaga pendidik yang terus membimbing siswa dengan penuh kesungguhan.

    Budi Susanto menjelaskan keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh elemen madrasah dalam mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pendidikan karakter dan keagamaan. 

    "MI Al-Kahfi telah berhasil mencetak generasi yang tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki bekal hafalan Al-Qur'an dan akhlak yang baik. Ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi," ujarnya.

    Ketua Komite MI Al-Kahfi, Sutarno, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh dewan guru yang telah mendidik dan membimbing siswa selama enam tahun. Ia menilai capaian prestasi siswa merupakan hasil kerja keras bersama antara sekolah, guru, dan orang tua.

    “Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Keberhasilan ini bukan hanya hasil belajar siswa, tetapi juga berkat bimbingan para guru dan dukungan orang tua,” ujarnya. 

    Perwakilan wali murid kelas VI, Untung Mursito, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru yang telah mengasah, mengasihi, dan mengasuh para siswa hingga menyelesaikan pendidikan dasar. Ia menilai keberhasilan anak-anak tidak terlepas dari kesabaran dan ketulusan para pendidik.

    “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak ibu guru yang telah mengasah, mengasihi, dan mengasuh anak-anak kami selama enam tahun ini,” ungkapnya. Ia juga memohon doa restu agar para siswa dapat melanjutkan pendidikan dengan baik di jenjang berikutnya.

    Momen haru juga terlihat saat perwakilan siswa kelas VI, Luthfi Afifah Alfiany menyampaikan pesan dan kesan. Ia menggambarkan madrasah sebagai tempat yang tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan nilai keagamaan.

    “Madrasah ini bukan hanya tempat kami menuntut ilmu, tetapi juga tempat kami belajar akhlak, persahabatan, kedisiplinan, dan cinta kepada Allah SWT,” tuturnya. Ia juga berpesan agar adik kelas tetap menjaga nama baik madrasah dan terus semangat belajar.

    Perwakilan adik kelas, Elvira Jenny Bintoro, turut menyampaikan rasa haru dan kebanggaan atas kelulusan kakak kelas VI. Ia mengaku para kakak kelas telah menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan semangat belajar di lingkungan madrasah.

    “Kakak-kakak adalah teladan baik bagi kami. Terima kasih karena telah menjadi kakak yang baik bagi kami,” ujarnya. Ia juga berpesan agar para lulusan terus berjuang meraih cita-cita dan tidak melupakan nilai-nilai yang telah diajarkan di madrasah.

    Pada kesempatan tersebut, wali murid diwakili Sabing Rahma Wulandari juga menyerahkan kenang-kenangan berupa satu unit Smart LED TV sebagai bentuk dukungan kepada madrasah. 

    Kegiatan akhirussanah dan wisuda tahfidz tersebut ditutup dengan suasana penuh haru, doa bersama, serta foto kenang-kenangan. Momen ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan pendidikan siswa kelas VI di Madrasah Ibtidaiyah Al-Kahfi sekaligus awal langkah baru menuju jenjang pendidikan berikutnya dengan harapan prestasi dan akhlak yang semakin baik. (Sofyan)


    Baca juga: Parenting dan Pembagian Rapor Kelas 1C SD Muhammadiyah PK Banyudono Tekankan Bekal Hidup di Luar Nilai Akademik


    SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar kegiatan Parenting dan Pembagian Rapor Kelas 1C.


    Parenting dan Pembagian Rapor Kelas 1C SD Muhammadiyah PK Banyudono Tekankan Bekal Hidup di Luar Nilai Akademik

    Boyolali - majalahlarise.com - SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar kegiatan Parenting dan Pembagian Rapor Kelas 1C bertema “Bekal Hidup yang Tidak Ada di Rapor”. Sabtu (20/6/2026).

    Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak sekaligus menyampaikan hasil belajar siswa selama satu semester.

    Kegiatan yang diikuti seluruh wali murid Kelas 1C tersebut menghadirkan narasumber, Ratu Dara Gilang Santri Wijaya, S.Pd. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya membekali anak dengan berbagai keterampilan hidup yang tidak selalu tercermin dalam nilai akademik. Menurutnya, kesuksesan anak pada masa mendatang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, namun juga karakter, kemandirian, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, serta adab dalam kehidupan sehari-hari.

    “Rapor memang menggambarkan hasil belajar anak di sekolah, namun ada banyak bekal hidup yang tidak tertulis di dalamnya, seperti kejujuran, disiplin, rasa hormat kepada orang tua dan guru, serta kemampuan menghadapi tantangan hidup. Bekal-bekal inilah yang perlu terus ditanamkan bersama oleh keluarga dan sekolah,” ungkapnya.

    Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias. Para orang tua memperoleh wawasan mengenai pentingnya keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Diskusi yang terjalin juga menjadi sarana berbagi pengalaman dalam mendampingi putra-putri di rumah.

    Wali Kelas 1C, Yuliana Cahya, S.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah memberikan dukungan terhadap proses pembelajaran anak selama satu semester. Ia berharap komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua atas sinergi dan dukungannya selama ini. Semoga komunikasi yang baik antara sekolah dan keluarga terus terjalin sehingga perkembangan anak dapat berlangsung secara optimal,” ujarnya.

    Dalam sambutan tertulisnya, Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menjelaskan pendidikan sejatinya tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, melainkan juga pembentukan karakter dan akhlak mulia. Ia mengajak seluruh orang tua untuk senantiasa mendampingi anak dengan penuh kasih sayang, memberikan teladan yang baik, serta menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

    Melalui kegiatan parenting dan pembagian rapor ini, SD Muhammadiyah PK Banyudono berharap kolaborasi antara sekolah dan keluarga semakin kuat dalam menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta siap menghadapi berbagai tantangan pada masa depan. (Sofyan)


    Baca juga: 104 Dosen DPL KKN-PPM 2026 Dibekali, UNISRI Perkuat Pemberdayaan Desa di Sragen

    Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2026 mengikuti kegiatan pembekalan khusus. 


    104 Dosen DPL KKN-PPM 2026 Dibekali, UNISRI Perkuat Pemberdayaan Desa di Sragen

    Solo - majalahlarise.com - Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta membekali sebanyak 104 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2026 melalui kegiatan pembekalan khusus. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyamakan visi, persepsi, serta strategi pendampingan mahasiswa yang akan diterjunkan ke tengah masyarakat di Kabupaten Sragen.

    KKN-PPM 2026 UNISRI mengusung tema "Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen". Tema tersebut dipandang relevan dengan tantangan pembangunan desa saat ini, terutama dalam memperkuat sektor ekonomi, ketahanan pangan, dan keberlanjutan pembangunan.

    Wakil Rektor Bidang Akademik UNISRI, Ir. Saiful Bahri, M.Kom., saat menyampaikan materi Filosofi KKN PPM 2026 menjelaskan KKN tidak sekadar menjadi kewajiban akademik bagi mahasiswa, melainkan bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. 

    "KKN bukan hanya kewajiban akademik, tetapi juga pengabdian untuk membangun kemandirian desa bersama masyarakat," ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Pelaksana KKN PPM 2026, Dorothea Ririn I., S.E., M.Si., memaparkan berbagai aspek teknis pelaksanaan KKN, mulai dari tata tertib, tema, luaran, penyusunan laporan hingga pelaksanaan expo KKN. Menurutnya, luaran program KKN harus dapat diukur dan dipertanggungjawabkan. "Luaran KKN ditargetkan dapat diukur dan dipamerkan dalam expo sebagai bentuk akuntabilitas program," jelasnya.

    Materi pembekalan juga menghadirkan Sritami Santi, S.IP., M.A., yang memberikan gambaran mengenai potensi desa di Kabupaten Sragen. Pemetaan potensi tersebut diharapkan menjadi dasar bagi mahasiswa dalam menyusun program kerja yang tepat sasaran, sesuai kebutuhan masyarakat, serta berkelanjutan.

    KKN PPM 2026 UNISRI akan dilaksanakan di 11 kecamatan di Kabupaten Sragen, meliputi Kecamatan Plupuh, Mondokan, Tanon, Sukodono, Gemolong, Miri, Gesi, Sumberlawang, Tangen, Jenar, dan Kalijambe. Sebaran lokasi tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan desa serta potensi unggulan masing-masing wilayah.

    Dengan kesiapan 104 DPL yang akan mendampingi mahasiswa di lapangan, UNISRI optimistis pelaksanaan KKN PPM 2026 mampu menghasilkan program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Pembekalan ini menjadi langkah awal untuk memastikan pelaksanaan KKN berjalan terarah, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi desa-desa di Kabupaten Sragen. (Sofyan)


    Baca juga: DnA Entrepreneur Academy Cetak Trainer Profesional Bersertifikat BNSP melalui Training for Trainer Batch 5 di Solo

    Pelaksanaan Training for Trainer (TFT) Batch 5 melalui DnA Entrepreneur Academy di Sahid Jaya Hotel Solo.


    DnA Entrepreneur Academy Cetak Trainer Profesional Bersertifikat BNSP melalui Training for Trainer Batch 5 di Solo

    Surakarta - majalahlarise.com - DnA Management kembali menyelenggarakan program tahunan Training for Trainer (TFT) Batch 5 melalui DnA Entrepreneur Academy di Sahid Jaya Hotel Solo, Sabtu-Minggu, 20-21 Juni 2026. Kegiatan bertajuk "Membangun Trainer Profesional yang Menginspirasi, Dipercaya, dan Berdampak Luas" ini diikuti berbagai kalangan, mulai dari manager perusahaan, supervisor, owner bisnis, dosen, CEO perusahaan, hingga ketua komunitas.

    Program yang digelar selama dua hari tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dan praktisi berpengalaman, di antaranya Yustinus D.A selaku Mentor Bisnis Nasional dan Praktisi Ekspor, Noki Putra, Iin Daryati, Rizki Tanda, serta Pramudita B. Seluruh peserta dibekali berbagai kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi trainer profesional sekaligus mengikuti uji sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

    Pimpinan Proyek (Pimpro) kegiatan, Ina Andhi Widyawati menjelaskan, Training for Trainer merupakan agenda rutin DnA Management yang dilaksanakan setiap tahun untuk melahirkan generasi trainer baru yang kompeten dan siap terjun di dunia profesional.

    Kegiatan fire walk atau berjalan di atas bara api untuk membangun mental peserta sekaligus menghilangkan berbagai hambatan psikologis dalam pengembangan diri.


    "Untuk Training for Trainer yang diselenggarakan oleh DnA, ini agenda tahunan. Jadi setahun sekali kita mencetak generasi trainer baru. Tahun ini dilaksanakan tanggal 20 dan 21 Juni 2026," ujar Ina.

    Menurut Ina, pelatihan tahun ini diikuti 15 peserta dengan kuota maksimal 20 orang dalam setiap angkatan. Pembatasan jumlah peserta dilakukan agar proses pembelajaran berjalan lebih efektif dan setiap peserta memperoleh pendampingan secara intensif.

    "Kami membuka kelas khusus TFT maksimal 20 peserta dalam satu kali pelatihan supaya hasilnya maksimal," katanya.

    Selama hari pertama, peserta mendapatkan berbagai materi strategis seperti public speaking, penyusunan dream book dan pengenalan diri, personal branding, teknik closing, negosiasi proyek, hingga praktik presentasi. Para peserta juga mengikuti sesi evaluasi presentasi untuk mengukur kemampuan komunikasi dan penyampaian materi.

    Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah kegiatan fire walk atau berjalan di atas bara api yang dilaksanakan pada malam hari. Kegiatan tersebut dirancang untuk membangun mental peserta sekaligus menghilangkan berbagai hambatan psikologis dalam pengembangan diri.

    Peserta mengikuti rangkaian asesmen sertifikasi BNSP Training of Trainer (ToT) Level 4 atau instruktur.


    "Musuh terbesar manusia itu adalah dirinya sendiri. Jadi kita pakai fire walk untuk membangun mental block agar hilang. Kalau berjalan di atas bara api saja kita bisa, maka dalam hidup yang keras pun kita harus mampu melaluinya," jelas Ina.

    Pada hari kedua, seluruh peserta mengikuti rangkaian asesmen sertifikasi BNSP Training of Trainer (ToT) Level 4 atau instruktur. Proses sertifikasi meliputi ujian tertulis dan ujian praktik yang dilaksanakan bersama tim BNSP dengan pendampingan asesor bersertifikat.

    Ina menjelaskan, sertifikasi BNSP menjadi aspek penting dalam memperkuat kredibilitas seorang trainer di dunia profesional.

    "Bagi kami, seorang trainer tanpa sertifikasi BNSP itu kurang kuat. Branding-nya juga kurang kuat," ungkapnya.

    Setelah dinyatakan lulus, para peserta tidak langsung dilepas begitu saja. DnA Management tetap memberikan pendampingan berkelanjutan melalui program mentoring berkala serta membuka peluang keterlibatan dalam berbagai program pelatihan yang bekerja sama dengan BUMN, instansi pemerintah, maupun pendampingan UMKM.

    "Tidak hanya dilepas setelah sertifikasi, tetapi kami tetap memberikan jadwal mentoring. Kalau ada jadwal baru, kami selalu membagikannya kepada teman-teman yang waktunya longgar untuk menjadi mentor," ungkapnya.

    Sementara itu, Asesor BNSP, Delta Lexi Arbawa, ST., MM menjelaskan masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya sertifikasi Training of Trainer. Karena itu, lembaga penyelenggara perlu terus melakukan sosialisasi secara masif melalui berbagai media.

    "Kalau zaman dulu seorang pengajar harus punya SIM Akta IV, maka sertifikat TOT ini bisa diibaratkan sebagai SIM bagi seorang trainer atau pengajar," ujar Delta Lexi Arbawa.

    Ia menjelaskan, selain memiliki sertifikat TOT, seorang trainer maupun pengajar juga harus mempunyai sertifikasi teknis sesuai bidang keahlian yang diajarkan agar kompetensi yang dimiliki benar-benar relevan.

    "Ketika mereka mau mengajar digital marketing, maka mereka juga harus punya sertifikat digital marketing supaya sesuai dengan bidang yang diajarkan," jelasnya.

    Delta menambahkan, sertifikasi TOT kini semakin dibutuhkan, terutama bagi tenaga pelatih yang akan bekerja sama dengan pemerintah maupun perusahaan besar karena pengakuannya telah berlaku secara nasional dan internasional.

    "Ketika kita bergerak masuk ke pemerintahan ataupun BUMN, kita wajib mempunyai sertifikat ini karena pengakuannya sudah berskala nasional maupun internasional," terangnya.

    Menurut Delta, sertifikat TOT berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang melalui mekanisme Recognition of Current Competency (RCC). Untuk mengikuti sertifikasi, peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan administrasi, di antaranya KTP, ijazah terakhir minimal D4 atau S1 untuk level 4, pasfoto, serta sertifikat lama bagi peserta perpanjangan.

    "Kalau sertifikatnya habis, mereka tidak membuat sertifikat baru, tetapi melakukan perpanjangan melalui RCC," pungkas Delta. (Sofyan)


    Baca juga: Dokumentasikan Perayaan Peh Cun Pekalongan, Mahasiswa DKV ISI Surakarta Asah Kompetensi Videografi di Diskominfo


Top