GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Tim melaksanakan dokumentasi pertunjukan seni. |
ISI Surakarta, UNNES, dan USAHID Perkuat Digitalisasi Seni Tradisi Sunan Bayat melalui Program PISN 2026
Klaten - majalahlarise.com – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta berkolaborasi dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Universitas Sahid (USAHID) Surakarta memperkuat pelestarian seni tradisi Sunan Bayat melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Program Penguatan Institusi Seni Nusantara (PISN) 2026. Kegiatan yang berlangsung di Omah Seni Melikan, Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Sabtu (4/7/2026), berfokus pada pengembangan sistem dokumentasi dan publikasi digital agar seni tradisi semakin dikenal oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Program tersebut dipimpin Sri Wastiwi Setiawati, S.Sn., M.Sn., bersama tim dosen Eko Sri Haryanto dari ISI Surakarta, Deasylina Dwi Ary dari UNNES, dan Evelyn Henny Lukitasari dari USAHID Surakarta. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa dari ketiga perguruan tinggi sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat.
Sri Wastiwi Setiawati menjelaskan pelestarian budaya pada era digital membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif. Dokumentasi dan publikasi digital dinilai menjadi langkah strategis agar karya seni tradisi tidak hanya tersimpan sebagai memori kolektif, tetapi juga dapat menjadi sumber pembelajaran yang mudah diakses.
"Digitalisasi membuka ruang yang lebih luas bagi seni tradisi untuk dikenal lintas generasi. Melalui dokumentasi dan publikasi digital, karya-karya budaya lokal dapat terus hidup, dipelajari, dan menjadi inspirasi bagi masyarakat," jelasnya.
Selama pendampingan, tim melaksanakan dokumentasi pertunjukan seni, penyusunan arsip digital, penguatan publikasi melalui media sosial, hingga pengembangan konten edukasi yang mengenalkan nilai-nilai budaya di kawasan Petilasan Sunan Bayat atau Ki Ageng Pandanaran. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan jangkauan informasi sekaligus memperkuat fungsi Omah Seni Melikan sebagai ruang belajar seni berbasis komunitas.
Ketua Omah Seni Melikan, Kristian Haryanto, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan agar seni tradisi tetap berkembang mengikuti perubahan zaman.
"Kami ingin seni tradisi tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga dapat diakses oleh siapa saja melalui media digital. Kolaborasi ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus berkarya sekaligus menjaga warisan budaya Sunan Bayat," ungkap Kristian Haryanto.
Melalui Program PISN 2026, sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas seni diharapkan menjadi model pelestarian budaya yang mampu mengikuti perkembangan teknologi. Selain memperluas akses masyarakat terhadap seni tradisi Sunan Bayat, program ini juga memperkuat identitas budaya Indonesia melalui pemanfaatan media digital yang berkelanjutan. (Sofyan)
![]() |
| Awalussanah Tahun Pelajaran 2026/2027 bersama 112 wali murid siswa baru di aula sekolah, Sabtu (4/7/2026). |
SD Muhammadiyah PK Banyudono Sambut 112 Siswa Baru, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah pada Awalussanah 2026/2027
Boyolali - majalahlarise.com – SD Muhammadiyah PK Banyudono menggelar kegiatan Awalussanah Tahun Pelajaran 2026/2027 bersama 112 wali murid siswa baru di aula sekolah, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini menjadi ajang mempererat sinergi antara sekolah dan orang tua untuk mewujudkan generasi Islami yang unggul, berkarakter, dan berprestasi. Sebanyak 112 peserta didik baru akan mengikuti empat program unggulan, yakni Language Class Program (LCP), Information Technology Class Program (ITC), Tahfiz Class Program (TCP), dan Creative Class Program (CCP), sesuai potensi dan minat masing-masing.
Kegiatan diawali penampilan permainan piano oleh Aqeela dan atraksi Tapak Suci dari Ananda Izzam yang mendapat sambutan meriah dari para tamu undangan. Ketua Panitia, Siti Mar'thus Sholihah, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh keluarga besar siswa baru. Ia berharap terjalin kolaborasi yang erat antara sekolah dan orang tua sehingga proses pendidikan dapat berlangsung secara optimal demi perkembangan anak.
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menjelaskan keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan sinergi bersama keluarga dan masyarakat melalui tiga pilar pendidikan.
"Kalau kita runut, tugas mendidik anak itu kewajiban orang tua, sedangkan sekolah adalah mitra. Hubungan keduanya harus harmonis. Jangan ada pikiran transaksi seperti pedagang dan pembeli," tuturnya.
Pujiono yang juga tergabung dalam Tim Diksuspaka dan Penjamin Mutu Sekolah Muhammadiyah Pimpinan Pusat menambahkan SD Muhammadiyah PK Banyudono terus berkomitmen menghadirkan pendidikan unggul melalui pembelajaran berkualitas, penguatan karakter Islami, serta budaya mutu yang berkelanjutan.
"Kami mohon kerja sama dengan baik karena kita sudah menjadi satu keluarga. Demi kesuksesan anak-anak kita, mari bersama-sama memberikan layanan terbaik bagi mereka," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Putri Endriastuti, memaparkan berbagai program unggulan yang akan diikuti para siswa, di antaranya Super Outing Class Singapura–Malaysia, Super Camp, Program Panca Sukses, Gerakan Menabung, serta beragam kegiatan akademik, keagamaan, kepemimpinan, dan pengembangan karakter. Program-program tersebut dirancang untuk membentuk peserta didik yang berprestasi, mandiri, berakhlak mulia, dan memiliki wawasan global.
Melalui kegiatan Awalussanah ini, SD Muhammadiyah PK Banyudono berharap seluruh wali murid memiliki pemahaman yang sama mengenai visi, budaya, serta program sekolah. Kemitraan yang harmonis antara sekolah dan orang tua diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul dalam iman, ilmu, akhlak, dan teknologi serta siap menghadapi tantangan masa depan. (Sofyan)
Prestasi
![]() |
| Tri Yulianti. Mahasiswa DKV ISI Surakarta angkatan 2025. |
Mahasiswa DKV ISI Surakarta Tri Yulianti Masuk 100 Wirausaha Pemuda Kabupaten Tegal 2026 Lewat Usaha Seikat Kasih
Surakarta - majalahlarise.com – Prestasi membanggakan diraih mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, Tri Yulianti. Mahasiswa angkatan 2025 yang saat ini menempuh semester II tersebut berhasil masuk dalam 100 Wirausaha Pemuda Se-Kabupaten Tegal Chapter 8 Tahun 2026 melalui usaha Seikat Kasih yang bergerak di bidang Bouquet & Crafts.
Keberhasilan tersebut diraih setelah Tri Yulianti mengikuti tahapan evaluasi dan penilaian yang diselenggarakan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal pada Kamis (2/7/2026) di Aula Guyup Rukun Lantai 2 Disporapar Kabupaten Tegal. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses seleksi Program Kewirausahaan Pemuda Chapter 8 untuk menentukan 100 peserta terbaik yang akan melaju ke tahapan berikutnya berdasarkan kualitas ide bisnis yang diajukan.
Pada program tersebut tercatat sebanyak 261 pendaftar. Setelah seleksi administrasi berdasarkan persyaratan usia dan domisili, sebanyak 226 peserta dinyatakan memenuhi syarat dan mengikuti proses evaluasi. Dari jumlah tersebut dipilih 100 wirausaha muda terbaik untuk melanjutkan kompetisi menuju tahap selanjutnya.
Tri Yulianti mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih. Ia tidak menyangka mampu menembus 100 besar dari ratusan peserta yang mengikuti seleksi.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa lolos ke tahap 100 besar dari sekitar 226 peserta. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan yang terbaik. Terima kasih atas doa dan dukungan dari semua pihak," ujar Tri Yulianti dalam rilis yang diterima.
Selanjutnya, mahasiswa DKV ISI Surakarta tersebut akan mengikuti proses seleksi menuju Top 22 Wirausaha Pemuda Kabupaten Tegal Chapter 8 Tahun 2026. Melalui usaha Seikat Kasih, ia berharap dapat terus mengembangkan produk kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mengharumkan nama almamater.
"Saya berharap usaha Seikat Kasih dapat terus bertumbuh, terus berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Mohon doa dan dukungannya agar saya dapat melangkah hingga tahap Top 22," kata Tri Yulianti.
Prestasi ini menjadi bukti mahasiswa ISI Surakarta mampu mengembangkan kreativitas menjadi peluang usaha yang inovatif sekaligus berdaya saing. Keberhasilan Tri Yulianti diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berinovasi dan berwirausaha sejak masih menempuh pendidikan tinggi. (Sofyan)
Baca juga: Wonogiri Pecahkan Rekor MURI Penyajian 5.555 Porsi Mie Ayam, Perkuat Branding Kota Mie Ayam Bakso
News
![]() |
| Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penyajian 5.555 porsi mie ayam. |
Wonogiri Pecahkan Rekor MURI Penyajian 5.555 Porsi Mie Ayam, Perkuat Branding Kota Mie Ayam Bakso
Wonogiri - majalahlarise.com – Pemerintah Kabupaten Wonogiri kembali menorehkan prestasi di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penyajian 5.555 porsi mie ayam dalam rangkaian Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri. Kegiatan yang berlangsung di Alun-alun Giri Krida Bakti, Sabtu (4/7/2026), terlaksana berkat kolaborasi Pemkab Wonogiri dengan PT Indofood Sukses Makmur Divisi Bogasari serta melibatkan 35 pelaku UMKM. Setelah melalui proses verifikasi, MURI menetapkan penyajian 5.555 porsi mie ayam sebagai rekor baru.
Perwakilan MURI menjelaskan lembaga yang didirikan Jaya Suprana tersebut telah mencatat lebih dari 12.000 rekor di Indonesia. Sebelum pencapaian ini, Kabupaten Wonogiri telah membukukan 11 rekor MURI dari berbagai bidang. .
Ia juga menjelaskan mie ayam telah menjadi identitas kuliner Wonogiri yang memiliki cita rasa khas dan dikenal luas. Berdasarkan hasil verifikasi, sebanyak 5.555 porsi mi ayam memenuhi syarat untuk dicatat sebagai rekor.
"Dari hasil verifikasi kami ada sebanyak 5.555 porsi mi ayam yang siap disajikan kepada masyarakat. Mewakili Ketua MURI Bapak Jaya Suprana, kami sampaikan sajian mi ayam pada kesempatan hari ini resmi dicatat di Museum Rekor Dunia Indonesia," katanya.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menjelaskan pencapaian tersebut semakin mengukuhkan Wonogiri sebagai Kota Mie Ayam Bakso. Menurutnya, rekor MURI menjadi langkah strategis untuk memperkuat branding para pelaku usaha mi ayam dan bakso asal Wonogiri yang telah tersebar di berbagai daerah hingga mancanegara.
"Ini tentunya semakin menguatkan Wonogiri sebagai Kota Mie Ayam Bakso sehingga akan meningkatkan brand saudara-saudara kita yang tersebar di seluruh Nusantara. Harapan kita, ketika orang mendengar mi ayam dan bakso, mereka langsung ingat Wonogiri sehingga semakin dikenal masyarakat Indonesia sampai tingkat dunia," ujarnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan festival, khususnya PT Indofood Sukses Makmur Divisi Bogasari. "Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Bogasari. Pada event tahun kedua ini kami mampu mencatatkan rekor MURI dengan penyajian 5.555 porsi mie ayam dan bakso," katanya.
Perwakilan PT Indofood Sukses Makmur Divisi Bogasari, Rudi Hartono, menjelaskan Festival Mie Ayam Wonogiri tidak sekadar mengejar rekor, tetapi juga menjadi sarana hiburan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
"Rangkaian acaranya ini bersifat menghibur bagi masyarakat Wonogiri dan juga memajukan perekonomian di Wonogiri. Dengan adanya acara ini, perputaran perekonomian akan meningkat dan kita berharap masyarakat Indonesia di sini di Wonogiri juga akan semakin maju," ujarnya.
Perwakilan UMKM Tunggal Rasa, Edi, menyambut positif penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk menunjukkan kualitas produk mi ayam Wonogiri kepada masyarakat luas.
"Ini adalah kegiatan yang sangat positif. Kita ingin UMKM bisa naik kelas. Produk mi ayam kita tidak kaleng-kaleng dan bisa dinikmati semua masyarakat. Melalui kegiatan ini kami juga ingin turut membangun gizi bangsa dengan membagikan 5.555 porsi mi ayam kepada masyarakat Wonogiri dan sekitarnya," jelasnya.
![]() |
| Bupati Wonogiri Setyo Sukarno beserta jajaran serta masyarakat Wonogiri menyantap mie ayam bersama-sama. |
Sementara itu, Project Manager Festival Mie Ayam 2026, Fierdha Abdullah Ali menjelaskan antusiasme masyarakat sangat tinggi dengan jumlah pengunjung hampir mencapai 10.000 orang. Festival juga menghadirkan beragam kreasi mi ayam dan bakso, promo, serta merchandise dari Bogasari dan peserta lainnya.
"Festival Mie Ayam 2026 ini menghadirkan pemecahan Rekor MURI dengan penyajian 5.555 porsi. Antusiasme masyarakat luar biasa, pengunjung sudah hampir mencapai 10.000 orang. Kami juga mengangkat konsep untuk mengukuhkan Kabupaten Wonogiri sebagai Kota Mie Ayam Bakso," ujarnya.
Salah satu peserta festival, pedagang Mie Ayam Klangenan Hati, Toni, menjelaskan keikutsertaannya dalam festival menjadi pengalaman berharga sekaligus mempererat sinergi antara pedagang. Ia menyampaikan penggunaan tepung dari Bogasari turut menghasilkan mi ayam yang lebih higienis dan berkualitas.
![]() |
| Perwakilan UMKM Tunggal Rasa, Edi menerima sajian mie ayam dari Bupati Wonogiri Setyo Sukarno tandai makan mie ayam bersama masyarakat dimulai. |
"Pertama untuk pengalaman, kedua bersinergi bersama teman-teman mengadakan acara ini karena bertepatan dengan ulang tahun Wonogiri. Kami juga bekerja sama dengan Bogasari menggunakan tepung yang istimewa sehingga dapat memberikan sajian yang lebih higienis dan berkualitas untuk masyarakat. Semoga Bogasari bersama rekan-rekan pedagang terus maju, lancar, jaya, dan semakin makmur, serta pedagang mi ayam ke depan semakin sejahtera," ujarnya. (Sofyan)
Baca juga: Tim PISN FSRD ISI Surakarta Garap Wayang Pahlawan Indonesia untuk Tumbuhkan Nasionalisme Pelajar
Pendidikan
![]() |
| Tim PISN FSRD ISI Surakarta bersama mitra Sanggar Omah Wayang Mas Kamto saat pertemuan perancangan lakon wayang pahlawan di kampus Mojosongo, Kamis (2/7/2026). |
Tim PISN FSRD ISI Surakarta Garap Wayang Pahlawan Indonesia untuk Tumbuhkan Nasionalisme Pelajar
Surakarta - majalahlarise.com – Tim pengabdian kepada masyarakat dari FSRD ISI Surakarta yang diketuai oleh Agung Purnomo melaksanakan kegiatan merancang cerita lakon dan karakter wayang baru bertema kepahlawanan. Kegiatan ini lolos dan didanai dari Hibah PISN (Program Inovatif Seni Nusantara) Tahun 2026.
Hibah yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah naungan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini akan menghasilkan beberapa luaran, salah satunya pertunjukan wayang climen berupa karakter tokoh pahlawan kemerdekaan Indonesia.
Mitra kegiatan dipilih dari Sanggar Omah Wayang Mas Kamto yang berada di Kartasura agar fokus luaran lebih maksimal, serta menjadi bagian dari upaya peningkatan keberadaan sanggar seni tradisi.
Hibah PISN mengangkat tema Upaya Peningkatan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar Lewat Transformasi Karakter Wayang Pahlawan Indonesia. Tim beranggotakan Agung Purnomo selaku ketua, Putri Sekar Hapsari, Sri Murwanti, dan Basnendar Herry Prilosadoso sebagai anggota.
Pertemuan untuk membahas perancangan cerita lakon dan karakter wayang bertema pahlawan ini berlangsung di Ruang Animasi Manual, Lt. I Gedung V Jurusan Desain, kampus Mojosongo FSRD ISI Surakarta pada Kamis (2/7/2026) yang diikuti oleh tim dosen, mahasiswa, dan mitra.
Dalam rilis yang dikirim, Tri Haryoko selaku ketua Sanggar Omah Wayang Mas Kamto menjelaskan kegiatan ini sangat mendukung upaya pelestarian wayang kulit sebagai fokus utama bidang komunitas sanggar yang dipimpinnya.
"Selain itu, melalui karakter wayang yang mengambil cerita dan tokoh pahlawan Indonesia ini sebagai media alternatif untuk menumbuhkan nasionalisme di kalangan pelajar," ungkapnya.
Sementara itu, Agung Purnomo menjelaskan kegiatan hibah ini juga bermanfaat agar keberadaan sanggar seni dapat selalu eksis dan berkembang di tengah gelombang modernisasi.
"Selanjutnya berbagai tahapan kegiatan lainnya, seperti pelatihan media promosi dan publikasi, dan luaran lainnya akan dioptimalkan ke depannya," kata Agung Purnomo.
Melalui pertunjukan wayang climen dengan tokoh pahlawan kemerdekaan, tim berharap media tradisi ini mampu menjadi sarana edukasi karakter yang lebih dekat dengan siswa sekolah dasar sekaligus memperkuat jiwa nasionalisme sejak dini. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Narasumber pertama, Dr. Joko Pramono, S.Sos., M.Si, menjelaskan digitalisasi usaha tidak selalu membutuhkan teknologi yang mahal. |
UNISRI Dorong Kreativitas dan Kemandirian Ekonomi Generasi Muda Lewat Pelatihan Digital Branding di Manahan
Solo - majalahlarise.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian. Kali ini, Tim Pengabdian Masyarakat FISIP UNISRI menggelar pelatihan bertajuk "Pelatihan Digitalisasi dalam Dunia Usaha" bagi muda-mudi Kelurahan Manahan di Gedung Graha Kusuma Manahan, Surakarta, Rabu (1/7/2026).
Pelatihan tersebut dirancang untuk membekali generasi muda menghadapi tantangan dunia usaha di era digital. Peserta tidak hanya dikenalkan pada pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga dibimbing membangun identitas merek (branding) dan menyusun strategi komunikasi melalui storytelling agar usaha memiliki daya saing yang lebih kuat.
Narasumber pertama, Dr. Joko Pramono, S.Sos., M.Si, menjelaskan digitalisasi usaha tidak selalu membutuhkan teknologi yang mahal. Menurutnya, langkah awal dapat dimulai dari perangkat yang sudah dimiliki hampir semua orang, yakni telepon genggam.
"Digitalisasi bisa dimulai dari telepon genggam yang kita gunakan setiap hari. Hal yang paling penting adalah keberanian memulai, konsistensi, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar," jelas Dr. Joko.
Ia juga mengajak peserta memahami tahapan pengembangan usaha digital, mulai dari pemanfaatan WhatsApp, media sosial, marketplace, pembangunan identitas digital, hingga penggunaan data sebagai dasar pengambilan keputusan dalam mengembangkan bisnis.
Materi berikutnya disampaikan Christian Andhika Pramudia, S.Sos., M.I.Kom, yang mengupas pentingnya digital branding dan visual storytelling sebagai strategi membangun kepercayaan pelanggan. Peserta mempelajari berbagai unsur pembentuk sebuah merek, mulai dari nama, logo, warna, nilai atau keunggulan usaha, hingga menjaga konsistensi identitas di berbagai platform digital.
Christian menjelaskan kekuatan sebuah usaha tidak hanya terletak pada produk, tetapi juga pada cerita yang mampu membangun kedekatan dengan konsumen.
"Produk mungkin dapat ditiru, tetapi identitas, nilai, dan cerita dari sebuah usaha akan menjadi pembeda. Cerita yang kuat dapat membuat usaha lebih mudah diingat, dipercaya, dan dipilih oleh pelanggan," ujarnya.
Pelatihan berlangsung interaktif melalui diskusi, tanya jawab, bedah contoh pengembangan branding produk maupun jasa, hingga praktik menyusun storyboard film promosi singkat. Dalam sesi praktik tersebut, peserta belajar menyusun alur promosi yang menarik, mulai dari pembukaan, penyampaian cerita utama, solusi yang ditawarkan, bukti visual, hingga ajakan kepada calon pelanggan.
Tim Pengabdian Masyarakat FISIP UNISRI berharap kegiatan ini mampu membuka wawasan generasi muda Manahan untuk lebih jeli melihat peluang usaha di lingkungan sekitar sekaligus memanfaatkan media digital secara produktif.
"Diharapkan digitalisasi, branding, dan storytelling tidak hanya membuat usaha lebih dikenal, tetapi juga menumbuhkan kreativitas serta kemandirian ekonomi masyarakat," jelas Tim Pengabdian Masyarakat FISIP UNISRI.
Melalui program pengabdian ini, UNISRI kembali menunjukkan perannya sebagai perguruan tinggi yang menghubungkan keilmuan, khususnya bidang Ilmu Komunikasi, dengan kebutuhan masyarakat. Program pemberdayaan berbasis komunikasi, digitalisasi, dan pengembangan sumber daya manusia tersebut secara rutin dilaksanakan sebagai upaya mencetak masyarakat yang adaptif, kreatif, dan mandiri di tengah perkembangan teknologi digital. (Sofyan)
Prestasi
SMA Veteran 1 Sukoharjo Borong Prestasi Tinju, Tenis, dan Paskibra, Bukti Pembinaan Nonakademik Berjalan Optimal
Sukoharjo - majalahlarise.com – SMA Veteran 1 Sukoharjo kembali mengukir prestasi membanggakan melalui keberhasilan para siswanya di berbagai ajang olahraga dan kepemimpinan. Prestasi tersebut diraih pada cabang tinju, tenis lapangan, hingga lomba baris-berbaris sepanjang akhir Juni 2026. Capaian ini semakin mengukuhkan SMA Veteran 1 Sukoharjo sebagai sekolah yang konsisten mencetak peserta didik berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik.
Pada cabang tinju amatir, Thifal Nur Alfiyah dari kelas XI F3 berhasil meraih Juara 1 dalam Kejuaraan Tinju Amatir UTP Boxing Fest 2026 yang digelar di Sasana UTP Sport Center Surakarta, Minggu (28/6/2026). Sementara itu, Faishal Nur Aziz sukses meraih Juara 2 kategori Elite kelas 54–56 kilogram pada kejuaraan yang sama.
Prestasi tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan potensi siswa di bidang olahraga. Meski para atlet menjalani latihan bersama klub di luar sekolah, SMA Veteran 1 Sukoharjo tetap memberikan dukungan penuh agar para siswa dapat mengembangkan bakat sekaligus mengharumkan nama sekolah.
Keberhasilan juga ditorehkan tim tenis lapangan SMA Veteran 1 Sukoharjo dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Sukoharjo di Lapangan Tenis GOR Jombor. M. Misbah Abdullah (XI F4.2) meraih Juara 1 Single Putra, Syavira Dini M. (XI F4.1) menjadi Juara 2 Single Putri, Moch. Aryasatya (X E7) memperoleh Juara 2 Single Putra, sedangkan Anggita Listin (XI F4.1) dan Aidan Hana Indrayana (XI F4.1) masing-masing meraih Juara 3 Single Putri dan Juara 3 Single Putra.
Tak berhenti di tingkat kabupaten, Aidan Hana Indrayana juga mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional setelah meraih Juara 1 Ganda Putra KU 18 Tahun pada Kejuaraan Nasional Tenis Lapangan Junior Piala Tugu Muda 2026 yang diselenggarakan Pengurus Provinsi PELTI Jawa Tengah di Kota Semarang pada 22–27 Juni 2026.
Prestasi membanggakan lainnya datang dari Tim PASKANATHA East India Company Drill Team SMA Veteran 1 Sukoharjo. Pada Kejuaraan Cabang Baris Berbaris U-19 se-Kabupaten Sukoharjo di SMK Bina Patria 1 Sukoharjo, tim tersebut berhasil membawa pulang Juara Utama 1, Juara PBB 1, Juara Variasi Formasi 1, Juara Kostum 1, Juara Terfavorit 2, Juara Suporter 2, serta Best Pasukan 3. Atas hasil tersebut, PASKANATHA memperoleh Golden Ticket untuk mewakili Kabupaten Sukoharjo pada Kejuaraan Daerah tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Si, mengapresiasi perjuangan seluruh siswa yang berhasil membawa nama baik sekolah melalui berbagai kompetisi. Menurutnya, berbagai pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kemampuan dan semangat berprestasi.
"Teruslah berlatih, tetap rendah hati, dan jadilah inspirasi bagi generasi muda. Semoga prestasi ini menjadi awal dari kesuksesan yang lebih besar," pesannya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Drs. Sukino, menjelaskan sekolah selalu memberikan dukungan kepada siswa yang mengikuti pembinaan olahraga di luar sekolah, termasuk cabang tinju. Sebelum mengikuti kejuaraan, para siswa terlebih dahulu menyampaikan izin kepada sekolah sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan selaras dengan proses pendidikan.
"Sekolah mengizinkan anak-anak mengikuti kegiatan di luar karena kami ingin mengembangkan prestasi dan skill mereka, sehingga bisa sukses tidak hanya di jalur akademik, tetapi juga nonakademik," jelas Sukino.
Ia menyebut saat ini terdapat sekitar lima siswa yang aktif mengikuti latihan dan kompetisi tinju bersama klub luar. Selain tinju, siswa SMA Veteran 1 Sukoharjo juga banyak meraih prestasi pada cabang olahraga lain, seperti pencak silat. Menurutnya, berbagai capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus menunjukkan kualitas pembinaan sekolah.
"Kurang lebih ada lima anak yang mengikuti tinju di luar. Prestasi mereka menjadi kebanggaan sekolah," ujarnya.
Sukino berharap prestasi siswa terus meningkat melalui pembinaan ekstrakurikuler yang semakin optimal. Hampir setiap bulan SMA Veteran 1 Sukoharjo mampu mencatatkan prestasi di berbagai bidang sehingga seluruh kegiatan ekstrakurikuler akan terus didorong agar peserta didik memiliki daya saing yang tinggi.
"Harapan kami, semua lini kegiatan di sekolah semakin dipacu agar anak-anak benar-benar mampu bersaing dan difasilitasi untuk mengembangkan prestasinya," katanya.
Ia juga mengungkapkan minat siswa terhadap olahraga tinju terus meningkat. Bahkan, beberapa siswa telah mengusulkan pembentukan ekstrakurikuler tinju di sekolah. Namun, rencana tersebut masih terkendala ketersediaan pelatih yang kompeten karena sebagian besar pelatih masih aktif membina atlet di klub masing-masing.
"Anak-anak sudah beberapa kali mengusulkan adanya ekstrakurikuler tinju di sekolah, tetapi kami masih mengalami kendala mencari pelatih yang sesuai. Mudah-mudahan ke depan bisa diwujudkan," pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: SMP Muhammadiyah 04 Sambi Gelar Raker 2026/2027, Awali IHT Menuju Sekolah Unggul Berkemajuan
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...















