Lolos Kurasi Pameran Internasional Convergence UNP Padang 2026, Dosen DKV ISI Surakarta Tampilkan Karya “Lelaku”

    PADANG – majalahlarise.com – Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Asmoro Nurhadi Panindias, berhasil lolos kurasi dalam Pameran Internasional Seni Rupa dan Desain bertajuk Convergence yang diselenggarakan Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, pada 27–30 Oktober 2026.

    Dalam pameran yang berlangsung di Galeri Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP, Gedung Teater Tertutup Mursal Esten tersebut, Asmoro menampilkan karya berjudul “Lelaku”. Karya ini mengangkat kearifan budaya Jawa sebagai refleksi tentang nilai-nilai kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi yang semakin memperluas kemampuan manusia.

    Pameran internasional Convergence digagas Departemen Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP dengan kurator Rifki Aswan. Perhelatan ini menghadirkan 83 seniman dan desainer dari delapan negara, terdiri atas 71 seniman Indonesia, empat seniman Malaysia, dua seniman China, dua seniman Nepal, serta masing-masing satu seniman dari Skotlandia, Korea Selatan, Rusia, dan Slovakia.

    Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog dan kolaborasi lintas bangsa serta lintas generasi dalam merespons perkembangan seni kontemporer di era konvergensi teknologi dan budaya. Pameran ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan 63 tahun Departemen Seni Rupa dan 72 tahun Universitas Negeri Padang.


    Melalui seleksi yang melibatkan seniman undangan, dosen, mahasiswa, hingga seniman muda hasil open call, pameran ini mengangkat dinamika seni kontemporer yang semakin cair. Batas antara disiplin ilmu, budaya lokal dan global, tradisi dan modernitas, hingga realitas natural dan artifisial menjadi tema yang menarik untuk dieksplorasi.

    Di tengah keberagaman perspektif tersebut, karya “Lelaku” hadir menjawab pertanyaan kuratorial mengenai bagian dari kemanusiaan yang harus dipertahankan ketika kemampuan manusia terus diperluas oleh teknologi.

    Asmoro berangkat dari falsafah Jawa ngèlmu iku kalakone kanthi laku, yang mengandung makna pengetahuan dan ilmu harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Menurutnya, lelaku merupakan kesediaan manusia untuk menjalani proses, menanggung beban, serta mewujudkan gagasan melalui keterlibatan tubuh secara utuh.

    “Ketika teknologi terus memperluas kapasitas manusia hingga mengaburkan batas antara yang natural dan artifisial, bagian paling esensial dari kemanusiaan yang harus kita jaga adalah lelaku. Sebagaimana falsafah Jawa ngèlmu iku kalakone kanthi laku, gagasan dan pengetahuan menuntut keterlibatan tubuh secara utuh untuk diwujudkan dan ditanggung dalam laku hidup nyata,” ungkap Asmoro Nurhadi Panindias dalam rilis yang dikirim.

    Secara visual, karya “Lelaku” menampilkan figur pekerja dengan postur yang mengadaptasi pedagang kaki lima tradisional yang sedang memikul beban. Namun, isi pikulan tersebut mengalami transformasi. Satu sisi merepresentasikan gaya hidup kekinian, sedangkan sisi lainnya memuat elemen budaya skena kontemporer.

    Representasi tersebut menggambarkan perubahan bentuk pekerjaan manusia modern yang semakin banyak bergerak di ranah kreatif dan digital. Meski demikian, tubuh manusia tetap menjadi entitas biologis yang harus menanggung beban pekerjaan dan menjalani proses untuk menghasilkan sesuatu.

    Penguatan pesan filosofis dalam karya ini juga terlihat melalui penggunaan tipografi Aksara Jawa bertuliskan “Lelaku” pada bagian latar. Eksekusi visualnya menggunakan pendekatan bergaya risograph dengan tekstur analog, sehingga menghadirkan perpaduan antara nilai tradisi dan ekspresi visual kontemporer.

    Kehadiran perspektif lokal Jawa dalam pameran internasional ini memperkaya spektrum gagasan kuratorial Convergence. Keberagaman bentuk, karakter, serta latar belakang konsep para peserta memberikan pengalaman edukatif bagi publik untuk memahami perbedaan bahasa ekspresi, nilai sejarah, budaya, hingga kepedulian terhadap lingkungan hidup dari berbagai negara.

    Lebih dari sekadar ruang apresiasi karya, pameran ini juga membuka peluang terbentuknya kerja sama institusional dan penyelenggaraan pameran bersama secara berkelanjutan. Kehadiran perupa dan akademisi lintas negara menjadi langkah awal memperluas jejaring kolaborasi di bidang seni rupa dan desain.

    Partisipasi Asmoro Nurhadi Panindias sekaligus mencerminkan komitmen Prodi DKV ISI Surakarta dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan budaya Nusantara ke dalam karya desain komunikasi visual. Upaya tersebut berjalan seiring dengan pengembangan jejaring akademik dan kolaborasi di tingkat nasional maupun internasional.

    Melalui karya “Lelaku”, nilai budaya Jawa tidak hanya dihadirkan sebagai identitas lokal, tetapi juga menjadi gagasan universal yang relevan untuk didialogkan di tengah perubahan zaman. Karya ini mengingatkan manusia agar tetap menjaga keterlibatan, pengalaman, dan tanggung jawab nyata dalam setiap proses kehidupan, meskipun teknologi terus berkembang. (Sofyan) 


    Baca juga: SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar IHT Servis Excellent, Bangun Kepercayaan melalui Pelayanan Istimewa



    SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar IHT Servis Excellent, Bangun Kepercayaan melalui Pelayanan Istimewa

    Boyolali – majalahlarise.com – SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar In House Training (IHT) Servis Excellent pada Sabtu (31/10/2026) di Aula SD Muhammadiyah PK Banyudono. Kegiatan ini menjadi langkah sekolah dalam meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat budaya kerja, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang ramah, santun, profesional, dan berkesan.

    Mengusung tema “Sekolah Sederhana, Pelayanan Istimewa: Membangun Kepercayaan di Setiap Interaksi”, pelatihan ini diikuti seluruh unsur karyawan sekolah, mulai dari petugas keamanan (security), penjaga sekolah, petugas kebersihan (cleaning service), tenaga administrasi, bagian katering, hingga seluruh guru.

    Kegiatan diawali dengan ice breaking yang dipandu Ustadzah Shela Yunita Mata, S.Pd. Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh semangat. Sesi ini bertujuan membangun kekompakan sekaligus mempersiapkan peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

    Acara dilanjutkan dengan koordinasi oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum dan Kesiswaan. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya menyelaraskan program, memperkuat komunikasi, serta memastikan seluruh unsur sekolah dapat bekerja secara sinergis dalam memberikan pelayanan kepada siswa, orang tua, dan masyarakat.

    Memasuki sesi inti, pelatihan menghadirkan narasumber Ust. Agus Sutrisno, M.Pd., Kepala Sekolah MIM Al Akbar Pandeyan. Dalam pemaparannya, materi servis excellent memberikan wawasan mengenai pentingnya membangun standar pelayanan yang baik, mulai dari sikap, komunikasi, keramahan, hingga kesigapan dalam merespons kebutuhan orang lain.

    Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menjelaskan budaya pelayanan menjadi bagian penting dalam penguatan mutu sekolah. Menurutnya, kualitas sekolah tidak hanya dilihat dari gedung maupun fasilitas yang dimiliki, tetapi juga dari sikap, keramahan, kepedulian, serta kualitas interaksi seluruh warga sekolah.

    Pelayanan istimewa, lanjutnya, tidak harus dimulai dari sesuatu yang mahal. Senyum, sapaan yang ramah, kesigapan membantu, komunikasi yang santun, serta kesungguhan dalam menepati janji merupakan langkah sederhana yang dapat menghadirkan pengalaman positif dan bermakna bagi siswa, orang tua, maupun masyarakat.

    Melalui kegiatan IHT Servis Excellent ini, SD Muhammadiyah PK Banyudono berharap seluruh peserta mampu menerapkan nilai-nilai pelayanan dalam aktivitas sehari-hari. Semangat pelayanan tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi berkembang menjadi budaya kerja yang melekat pada setiap individu di lingkungan sekolah.

    Kepercayaan masyarakat tidak cukup hanya diminta, tetapi harus dibangun melalui tindakan nyata. Dengan pelayanan yang ramah, tulus, dan profesional, SD Muhammadiyah PK Banyudono berupaya menghadirkan pengalaman pendidikan yang semakin berkualitas sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. (Sofyan)


    Baca juga: Astrid Widayani Dorong Santri dan Mahasiswa Perkuat Karakter serta Kembangkan Kapasitas Diri

    Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani saat menutup Liga Santri Pondok Pesantren Mahasiswa Roudlatul Jannah, Sabtu (31/10/2026) malam. 


    Astrid Widayani Dorong Santri dan Mahasiswa Perkuat Karakter serta Kembangkan Kapasitas Diri

    SURAKARTA – majalahlarise.com – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mendorong para santri dan mahasiswa untuk terus mengembangkan kapasitas diri, memperkuat karakter, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Perpaduan pendidikan perguruan tinggi dan pembinaan di pesantren dinilai menjadi bekal penting untuk melahirkan generasi muda yang berilmu sekaligus berakhlak.

    Pesan tersebut disampaikan Astrid saat menutup Liga Santri Pondok Pesantren Mahasiswa Roudlatul Jannah, Sabtu (31/10/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Mahasiswa Roudlatul Jannah, Jalan Porong, Pucangsawit, Jebres, tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2026.

    Dalam kesempatan tersebut, Astrid menyampaikan apresiasi kepada pengasuh dan panitia yang telah menyelenggarakan kompetisi sebagai ruang membangun kebersamaan, kedisiplinan, kerja sama, dan sportivitas di kalangan santri.

    “Liga Santri bukan hanya tentang pertandingan dan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk belajar tentang kerja sama, kedisiplinan, sportivitas, dan bagaimana kita menghargai orang lain,” ujar Astrid.

    Ia menilai, para santri yang sekaligus menempuh pendidikan di perguruan tinggi memiliki kesempatan sekaligus tanggung jawab besar. Menjalani perkuliahan dan kehidupan pesantren membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, serta kemampuan mengatur waktu.

    Astrid mengingatkan agar para santri tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, proses belajar tidak hanya bertujuan memperoleh pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, cara berpikir, dan kemampuan mengambil keputusan.

    “Ilmu yang kalian dapatkan di kampus perlu berjalan beriringan dengan nilai-nilai yang dipelajari di pondok, seperti kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, dan kepedulian kepada sesama. Jangan hanya menjadi orang yang pintar, tetapi juga menjadi pribadi yang memiliki karakter dan bermanfaat bagi lingkungan,” pesannya.

    Astrid yang memiliki pengalaman di lingkungan akademik juga memotivasi para santri untuk tidak meremehkan setiap proses yang sedang dijalani. Ia menjelaskan, keberhasilan membutuhkan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar serta mengembangkan kemampuan diri.

    Momentum Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda, lanjutnya, juga menjadi pengingat pentingnya peran generasi muda dalam perjalanan bangsa. Peringatan Hari Santri 2026 mengusung tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, sedangkan Hari Sumpah Pemuda ke-98 mengangkat tema Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.

    Kedua momentum tersebut memiliki semangat yang saling menguatkan, yakni mendorong generasi muda untuk memiliki karakter kuat, menjaga persatuan, dan mengambil peran nyata dalam pembangunan.

    “Para santri juga memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa. Jika dahulu perjuangan dilakukan melalui perjuangan fisik, pendidikan, dan dakwah, sekarang perjuangan itu dapat dilanjutkan melalui peningkatan kualitas diri, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

    Astrid menjelaskan, Kota Surakarta membutuhkan generasi muda yang berilmu, berkarakter, terbuka terhadap perkembangan zaman, tetapi tetap memiliki pegangan nilai yang kuat.

    Ia berharap para santri dan mahasiswa Roudlatul Jannah mampu memberikan kontribusi sesuai bidang dan kemampuan masing-masing. Pengabdian kepada masyarakat, menurutnya, tidak harus menunggu seseorang menjadi pejabat atau menduduki posisi tertentu.

    “Tidak harus menunggu menjadi pejabat atau orang besar untuk bermanfaat. Mulailah dari hal-hal sederhana, dari lingkungan pondok, kampus, keluarga, dan masyarakat sekitar,” tegas Astrid.

    Terkait kompetisi yang telah berlangsung, Astrid mengingatkan bahwa kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari proses pembelajaran. Para pemenang diharapkan tetap rendah hati, sedangkan peserta yang belum meraih juara diminta menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.

    Ia berharap Pondok Pesantren Mahasiswa Roudlatul Jannah terus menjadi ruang pendidikan dan pembinaan yang melahirkan generasi muda unggul dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam karakter, serta siap memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Astrid juga menyampaikan selamat kepada para pemenang Liga Santri dan mengajak seluruh peserta mempertahankan semangat persaudaraan, baik di lingkungan pesantren maupun dalam kehidupan bermasyarakat.(Sofyan) 


    Baca juga: Pertama Kali Jadi Tuan Rumah, Desain Produk Industri ISI Surakarta Pertemukan 28 Kampus di IIDSA 7



    Pertama Kali Jadi Tuan Rumah, Desain Produk Industri ISI Surakarta Pertemukan 28 Kampus di IIDSA 7

    SURAKARTA – majalahlarise.com – Program Studi S1 Desain Produk Industri (DPI), Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Indonesia Industrial Design Student Award (IIDSA) ke-7. Kegiatan yang berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 tersebut mempertemukan 28 perguruan tinggi dengan 56 karya mahasiswa terkurasi dari berbagai daerah di Indonesia.

    Mengusung tema Design for Meaningful Living, IIDSA 7 menjadi ruang apresiasi sekaligus pertemuan akademik bagi mahasiswa, dosen, dan pengelola program studi desain produk industri. Dalam ajang tersebut, tiga karya berhasil meraih predikat Karya Terpuji Utama, masing-masing dua karya dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan satu karya dari Universitas Prasetiya Mulya.

    Salah satu karya yang mendapat predikat Karya Terpuji Utama adalah ORTIVE dari ITB. Produk ini berupa alat bantu jalan yang dirancang khusus untuk anak usia 6–12 tahun dengan cerebral palsy tipe spastik diplegia pada tingkat GMFCS II. Alat tersebut ditujukan bagi anak yang masih mampu berjalan, tetapi membutuhkan dukungan untuk mengatasi keterbatasan gerak.


    Karya lainnya dari Universitas Prasetiya Mulya berupa rancangan produk untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada remaja dengan epilepsi. Sementara itu, karya ketiga dari ITB mengangkat perancangan satu set kursi santai berbahan pelepah pisang yang memanfaatkan potensi material alam sebagai bahan desain produk.

    Selain tiga karya tersebut, dewan juri menetapkan 24 karya lainnya sebagai Karya Terpuji. Penyelenggara menjelaskan IIDSA bukan kompetisi yang berorientasi pada perebutan juara. Setiap program studi hanya diperbolehkan mengirimkan maksimal tiga karya terbaik hasil seleksi internal masing-masing perguruan tinggi.

    "IIDSA bukan kompetisi, melainkan penghargaan. Setiap karya yang masuk adalah yang terbaik dari kampusnya masing-masing. Lebih dari itu, acara ini tidak hanya mendekatkan kita secara akademik, tetapi juga membuat antarkampus saling mengenal dan makin akrab," ujar Dr. Guguh Sujatmiko, Ketua Umum Forum Program Studi Desain Produk Industri Indonesia (Forprodi DPII).

    Ketua Pelaksana IIDSA 7 sekaligus Ketua Program Studi Desain Produk Industri ISI Surakarta, Primastiti Wening Mumpuni, M.Ds., mengatakan tema Design for Meaningful Living mengajak mahasiswa menghasilkan rancangan produk yang memiliki manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.

    "Tema tahun ini mengajak mahasiswa merancang produk yang benar-benar dibutuhkan orang, bukan sekadar menarik perhatian. Melihat karya untuk anak dengan cerebral palsy dan remaja dengan epilepsi masuk jajaran utama, kami melihat arah itu sudah dijalankan," kata Primastiti.

    IIDSA 7 dihadiri 47 peserta yang terdiri atas pengurus forum, Majelis Pakar Akademik, ketua program studi, dosen delegasi, serta perwakilan Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII).

    Rangkaian kegiatan juga menghadirkan dua pembicara kunci, yakni Ellya Zulaikha, S.T., M.Sn., Ph.D., Dekan Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta Eugenio Hendro, desainer produk praktisi asal Jakarta.

    Sebanyak 24 karya terpilih dipresentasikan dalam empat ruang paralel. Selanjutnya, karya-karya tersebut dipamerkan untuk umum pada 29–30 Oktober 2026 di Gedung Laboratorium SBSN Multimatra ISI Surakarta.

    Format kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh rekognisi melalui pameran berskala nasional. Sementara itu, dosen yang mempresentasikan karya juga mendapatkan rekognisi sebagai pembicara dalam forum nasional.

    Tidak hanya berfokus pada apresiasi karya mahasiswa, IIDSA 7 juga menjadi momentum penguatan kerja sama dan pengembangan akademik antarperguruan tinggi. Salah satu pembahasan forum adalah arah pengembangan Jurnal Desain Indonesia (JDI) agar semakin relevan dan meningkat peringkat akreditasinya di Sinta, dengan tetap membuka ruang bagi artikel yang bersumber dari tugas akhir mahasiswa.

    Selama penyelenggaraan kegiatan, sejumlah perjanjian kerja sama atau MoA/IA turut ditandatangani, baik ant program studi maupun antarfakultas, dengan melibatkan Forprodi DPII.

    Dalam forum tersebut juga ditetapkan Institut Teknologi Nasional (Itenas) sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional dan Rapat Kerja Forprodi DPII 2027. Sementara itu, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta dipercaya menjadi tuan rumah IIDSA ke-8 yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2027.

    Penyelenggaraan IIDSA 7 di ISI Surakarta menjadi langkah penting dalam memperkuat jejaring pendidikan desain produk industri di Indonesia. Melalui ajang ini, karya mahasiswa tidak hanya mendapatkan apresiasi, tetapi juga didorong untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan potensi sumber daya yang ada.(Sofyan)


    Baca juga: Astrid Widayani Ajak Gen Z Terapkan Gaya Hidup Halal, Mulai Konsumsi hingga Pengelolaan Keuangan

    Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menjadi keynote speaker dalam kegiatan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta dan ASBISINDO Goes to School bertema Gaya Hidup Halal Gen-Z di aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta, Sabtu (31/10/2026). 


    Astrid Widayani Ajak Gen Z Terapkan Gaya Hidup Halal, Mulai Konsumsi hingga Pengelolaan Keuangan

    SURAKARTA – majalahlarise.com – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengajak generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), menerapkan gaya hidup halal dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan nilai-nilai halal tidak hanya berkaitan dengan pemilihan makanan dan minuman, tetapi juga mencakup pergaulan, kesehatan mental, penggunaan teknologi, hingga pengelolaan keuangan.

    Ajakan tersebut disampaikan Astrid saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta dan ASBISINDO Goes to School bertema Gaya Hidup Halal Gen-Z di aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta, Sabtu (31/10/2026).

    Astrid yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina MES Surakarta menjelaskan, gaya hidup halal bukan sekadar pemenuhan kebutuhan konsumsi sesuai syariat. Lebih dari itu, gaya hidup halal merupakan bagian dari pembentukan karakter generasi muda agar mampu mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab.

    “Gaya hidup halal bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan anak muda. Banyak keputusan yang dibuat Gen Z setiap hari, mulai dari apa yang dikonsumsi, bagaimana mengelola uang, menjaga kesehatan mental, sampai bagaimana menggunakan teknologi, berkaitan dengan pilihan hidup yang baik dan bertanggung jawab,” kata Astrid.


    Ia juga mengajak generasi muda meningkatkan literasi keuangan syariah sejak dini. Menurutnya, perkembangan layanan keuangan digital harus diimbangi dengan pemahaman mengenai risiko, terutama di tengah maraknya pinjaman online ilegal, penggunaan paylater yang tidak terkendali, serta judi online.

    “Saya menilai anak-anak muda sekarang, Gen Z, sudah cerdas, tidak hanya dalam mengelola diri dan bijak dalam bermedia sosial, tetapi juga harus cerdas dalam pengelolaan keuangan,” ujarnya.

    Astrid turut mengingatkan pentingnya kemampuan mengendalikan perilaku konsumtif dan memilah informasi keuangan yang beredar di ruang digital. Kemudahan akses terhadap berbagai layanan keuangan perlu disertai pengetahuan agar generasi muda tidak terjebak dalam keputusan finansial yang merugikan.

    Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diumumkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan syariah Indonesia tercatat sebesar 43,07 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan syariah baru mencapai 13,24 persen. Angka tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pemahaman masyarakat mengenai keuangan syariah dan pemanfaatan layanan keuangan syariah.

    Bank Indonesia juga mencatat 76 persen Generasi Z mempelajari keuangan pribadi melalui media sosial. Namun, 83 persen di antaranya mengaku pernah terpapar informasi keuangan yang keliru. Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya edukasi literasi keuangan agar anak muda mampu memilah informasi dan mengambil keputusan finansial secara tepat.

    Program MES Surakarta dan ASBISINDO Goes to School tersebut memberikan edukasi mengenai penerapan prinsip syariah dalam berbagai aspek kehidupan generasi muda. Pembahasan meliputi pemilihan makanan halal, busana, pergaulan sehat, kesehatan mental, hingga perencanaan keuangan dan pernikahan.

    Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, yakni Ketua KPMI Korwil Solo Dedhy Prihtiantoro, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Widiyansyah Maulana, Psikiater RS UNS dr. Halim Tazer Kusuma, serta Direktur BPRS Insan Mulia Rusmiati.

    Melalui kegiatan ini, MES Surakarta bersama ASBISINDO DPW Solo Raya mendorong peningkatan pemahaman generasi muda mengenai ekonomi dan gaya hidup halal. Edukasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi Gen Z untuk membangun kebiasaan positif, menjaga diri, serta lebih cermat dan bertanggung jawab dalam menentukan pilihan di tengah pesatnya perkembangan era digital. (Sofyan)


    Baca juga: MTs Negeri 5 Wonogiri Gelar LDK OSIM, Bekali Siswa Jiwa Kepemimpinan dan Kedisiplinan


    Siswa dan guru pendamping saat foto bersama disela-sela kegiatan LDK.


    MTs Negeri 5 Wonogiri Gelar LDK OSIM, Bekali Siswa Jiwa Kepemimpinan dan Kedisiplinan

    WONOGIRI – majalahlarise.com – MTs Negeri 5 Wonogiri menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) Tahun Ajaran 2026/2027 selama dua hari, Jumat-Sabtu (30-31/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana pembekalan bagi pengurus OSIM untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kedisiplinan, komunikasi, serta keterampilan berorganisasi.

    Berbagai materi dan aktivitas praktik diberikan kepada peserta agar mampu memahami tugas dan tanggung jawab sebagai pengurus organisasi siswa. Kegiatan berlangsung di MTs Negeri 5 Wonogiri dan Lembah Pereng dengan melibatkan sejumlah pemateri dari lingkungan madrasah maupun Koramil Manyaran.

    Pada hari pertama, Jumat (30/10/2026), kegiatan diawali dengan upacara pembukaan pukul 07.00 WIB. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi keorganisasian dan penyusunan program kerja (Pokja) yang disampaikan Umi Muslikhah, S.Ag., M.Pd. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai tata kelola organisasi sekaligus menyusun program kerja yang terarah.

    Peserta LDK mengikuti kegiatan outbound.


    Kegiatan dilanjutkan dengan teori dan praktik Peraturan Baris Berbaris (PBB) serta wawasan kebangsaan yang diberikan jajaran Koramil Manyaran. Materi tersebut diarahkan untuk membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki semangat kebangsaan, serta mampu bekerja sama dalam sebuah tim.

    Memasuki hari kedua, Sabtu (31/10/2026), peserta mengikuti materi diskusi dan teknik berdiskusi bersama Budi Hardiningsih, S.Pd., M.Pd. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan outbound yang dipandu Frendi, S.Pd., dan Qurrota A’yun, S.Pd. Melalui aktivitas tersebut, peserta diajak mengembangkan komunikasi, kekompakan, kerja sama, serta kemampuan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.

    Ketua Pelaksana LDK, Budi Hardiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan kegiatan ini bertujuan melatih jiwa kepemimpinan siswa agar mampu menjadi garda terdepan di lingkungan MTs Negeri 5 Wonogiri sekaligus menjadi teladan positif bagi teman-temannya.

    Peserta mengikuti kegiatan game melatih kerjasama dan kekompakan tim.


    “LDK ini menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami tata kelola organisasi, mengembangkan kemampuan berkomunikasi, serta meningkatkan keterampilan dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan permasalahan,” jelasnya.

    Ia berharap melalui kegiatan tersebut para peserta mampu membangun kerja sama tim dan membentuk kepengurusan OSIM yang solid. Bekal kepemimpinan dan kedisiplinan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam menjalankan berbagai program organisasi.

    Rangkaian kegiatan LDK ditutup dengan istirahat, salat, dan makan (ishoma), kemudian dilanjutkan penutupan oleh panitia. Melalui kegiatan ini, pengurus OSIM MTs Negeri 5 Wonogiri diharapkan semakin siap menjalankan tugas organisasi, menjadi teladan bagi siswa lainnya, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan madrasah. (Sofyan)


    Baca juga: Tanamkan Kebiasaan Hidup Sehat, 82 Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Belajar Merawat Gigi



    Tanamkan Kebiasaan Hidup Sehat, 82 Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Belajar Merawat Gigi

    SOLO – majalahlarise.com – Sebanyak 82 murid kelas II SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo belajar menjaga kesehatan gigi melalui kegiatan Parents’ Day bertema “Healthy Teeth, Happy Smile”. Kegiatan berlangsung di Ruang Haji Muhtadi sekolah setempat, Jumat (30/10/2026), dengan menghadirkan dokter gigi sekaligus orang tua murid sebagai narasumber.

    Kegiatan dikemas secara interaktif untuk memberikan pemahaman kepada murid tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi sejak usia dini. Program Parents’ Day ini sekaligus menjadi bentuk kemitraan antara sekolah dan keluarga dengan memberikan kesempatan kepada orang tua untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta keahlian sesuai profesinya dalam mendukung proses pembelajaran.

    Koordinator Tim Kelas II, Rini Dewi Puspitasari, menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini agar menjadi bagian dari pola hidup sehat murid.


    “Anak-anak diberikan edukasi tentang cara menjaga dan merawat kesehatan gigi dengan benar. Kami berharap kebiasaan baik ini tertanam sejak dini dan menjadi bekal bagi mereka untuk tumbuh sehat serta percaya diri, karena senyum sehat hari ini adalah langkah kecil menuju masa depan yang hebat,” ujar Rini.

    Kegiatan diawali dengan murajaah bersama, kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh Alida Luthfi Sungkar, dokter gigi sekaligus orang tua murid kelas II. Untuk memudahkan pemahaman, Alida menggunakan boneka kuda nil sebagai alat peraga. Murid juga diajak mengenal dan mempraktikkan teknik menyikat gigi yang benar.

    Setelah sesi edukasi, murid dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membuat alat peraga gigi. Dalam kegiatan tersebut, mereka mendapatkan pendampingan dari pengurus paguyuban orang tua murid kelas II.

    Suasana semakin meriah ketika guru mengadakan kuis singkat seputar kesehatan gigi. Murid yang berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat mendapatkan hadiah berupa sikat dan pasta gigi. Melalui aktivitas tersebut, materi kesehatan disampaikan dengan cara menyenangkan sehingga lebih mudah dipahami dan diingat.

    Alida mengapresiasi pelaksanaan Parents’ Day karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi murid. Menurutnya, edukasi kesehatan gigi perlu diberikan sejak dini agar anak-anak memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dalam kehidupan sehari-hari.

    “Melalui edukasi kesehatan gigi hari ini, saya berharap anak-anak semakin sadar bahwa gigi yang sehat bukan hanya membuat senyum lebih indah, tetapi juga membuat mereka nyaman belajar dan meraih cita-cita,” ungkapnya.

    Antusiasme mengikuti kegiatan juga terlihat dari para murid. Salah satunya Millieca Azzara Kurniawan yang mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai teknik menyikat gigi yang benar.

    “Selama ini aku menyikat gigi mulai dari samping, bukan dari atas ke bawah. Nanti malam, sebelum tidur langsung akan aku praktikkan,” tutur Millieca.

    Kegiatan ditutup dengan foto bersama yang melibatkan murid, guru, narasumber, dan pengurus paguyuban orang tua murid.

    Melalui kegiatan Parents’ Day, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berharap sinergi antara sekolah dan keluarga semakin kuat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mendukung tumbuh kembang murid agar menjadi generasi yang sehat, mandiri, dan percaya diri. (Sofyan)


    Baca juga: Membanggakan! Atlet Para Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas dan Perak di Asian Para Games 2026, Prodi Ilkom Univet Bantara Beri Apresiasi

⬆
Top