Narasumber Dr. Shinta, M.SI., M.A saat berinteraksi dan komunikasi dengan orang tua wali siswa.


    Seminar Parenting dan Halal Bihalal SMP Muhammadiyah PK Kottabarat, Perkuat Sinergi Raih Prestasi

    Solo - majalahlarise.com - SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar seminar parenting dan halal bihalal pada Sabtu (11/4/2026) di ballroom Harris Hotel Solo. Kegiatan ini diikuti sekitar 400 orang tua wali siswa dari kelas 7, 8, dan 9 sebagai upaya mempererat silaturahmi dan menguatkan sinergi antara sekolah dan keluarga.

    Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd., mengapresiasi antusiasme para orang tua yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kehadiran ratusan orang tua menjadi bukti kuatnya komitmen bersama dalam mendukung pendidikan anak. 

    “Alhamdulillah hari ini SMP Muhammadiyah PK mengadakan Halal Bihalal dan Seminar Parenting dalam rangka mempererat silaturahim dan menguatkan sinergi untuk meraih prestasi. Sebanyak 400 orang tua hadir dan sangat antusias menyimak materi dari pembicara,” ujarnya.

    Dalam rangkaian acara, juga dilaksanakan pengucapan ikrar Halal Bihalal antara orang tua dan pihak sekolah sebagai simbol saling memaafkan dan memperkuat komitmen kolaborasi pendidikan. Kegiatan dilanjutkan dengan seminar parenting bersama narasumber Dr. Shinta, M.SI., M.A. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan ramah tamah dan pembagian rapor hasil belajar Penilaian Tengah Semester (PTS) genap.


    Sebagai narasumber, Dr. Shinta, Psikolog dari Yogyakarta yang dikenal sebagai Bunda Cinta, mengajak para orang tua untuk terus belajar menjadi pribadi terbaik dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Ia menekankan bahwa menjadi orang tua adalah karunia, namun menjadi orang tua yang hebat adalah sebuah pilihan. 

    “Saya mengajak ayah dan bunda untuk berkomitmen. Ketika kita ingin memiliki anak-anak yang baik, maka pastikan terlebih dahulu orang tuanya juga baik. Ketika kita ingin anak yang saleh dan salehah, maka kita pun harus berproses menjadi orang tua yang saleh dan salehah,” tuturnya.

    Ia juga menegaskan bahwa setiap anak adalah individu yang unik dan tidak bisa disamakan. Mengacu pada teori individual differences dalam psikologi, tidak ada anak yang terlahir sama karena semua anak memiliki ciri khas yang berbeda dari karakter, cara belajar, dan impian. 

    “Anak tidak bisa memilih lahir dari orang tua seperti apa, tetapi orang tua bisa memilih menjadi seperti apa. Orang tua yang luar biasa bukan yang memiliki jabatan tinggi, tetapi yang mau belajar memahami karakter anaknya, termasuk cara belajar, sifat, dan impiannya,” tambahnya.

    Melalui pemaparan tersebut, para orang tua diharapkan semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter dan masa depan anak. “Semoga acara ini bisa memberikan inspirasi bagi orang tua untuk mau belajar memperbaiki diri dan setelah ini mau memahami bahwa setiap anak itu unik dan berbeda,” jelasnya. 

    Kegiatan seminar parenting dan Halal Bihalal ini diharapkan mampu memperkuat hubungan harmonis antara sekolah dan orang tua dalam mendidik siswa. Sinergi yang terbangun menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Sofyan)


    Baca juga: SMA Negeri 1 Surakarta Raih Piala Bergilir di Gladi Widya Dewantara 2026 Univet Bantara



    UMKM MORIS Bakery di Kartosuro Tembus Pasar Solo Raya, Berdayakan Ibu Rumah Tangga

    SUKOHARJO – majalahlarise.com - Kisah inspiratif datang dari pelaku UMKM MORIS bakery di wilayah Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo. Berbekal semangat belajar secara otodidak, seorang ibu rumah tangga bernama Riris berhasil mengembangkan usaha roti rumahan sejak 2018 hingga mampu menjangkau pasar Solo Raya, bahkan luar Jawa.

    Riris menuturkan, awal mula merintis usaha bakery berangkat dari dorongan dan motivasi suami yang bekerja di salah satu perusahaan bakery ternama di Solo Raya. Tanpa latar belakang pendidikan formal di bidang tata boga, ia memberanikan diri belajar secara mandiri.

    “Saya mulai merintis sejak tahun 2018. Awalnya otodidak, tidak punya latar belakang pendidikan bakery. Termotivasi dari suami yang bekerja di perusahaan bakery, lalu saya mencoba belajar sendiri,” tuturnya.

    Dalam perjalanannya, Riris menyadari adanya perbedaan segmen pasar antara produk bakery perusahaan besar dengan kebutuhan masyarakat sekitar, khususnya kalangan pelajar. Hal ini mendorongnya untuk menyesuaikan bahan baku dan harga agar lebih terjangkau.

    “Saya melihat pangsa pasar di sekitar itu kebanyakan pelajar, jadi saya sesuaikan bahan dengan budget mereka, tidak seperti di perusahaan yang bahannya lebih premium,” jelasnya.

    Pada tahap awal, Riris memasarkan produknya dengan sistem titip jual di warung kelontong dan warung sayur. Namun, ia mengaku menghadapi kendala berupa retur barang yang berdampak pada efisiensi tenaga dan waktu.

    “Dulu saya titip di warung, tapi sering ada retur. Saya merasa rugi tenaga dan waktu, akhirnya saya ubah sistem menjadi pre-order, hanya melayani pesanan,” urainya.

    Perubahan strategi tersebut terbukti efektif. Kini, pasar Riris berkembang dari kalangan pelajar menjadi masyarakat umum, seperti kebutuhan acara pengajian, arisan, hingga rapat perkantoran.

    “Alhamdulillah berkembang sesuai harapan. Dulu dikerjakan sendiri bersama suami dan anak, sekarang sudah punya karyawan,” katanya.

    Saat ini, usaha bakery Riris mempekerjakan satu karyawan tetap dan tambahan tenaga dari masyarakat sekitar ketika pesanan meningkat. Ia juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang membutuhkan penghasilan tambahan.

    “Kalau order banyak, saya ambil tenaga tambahan dari ibu-ibu sekitar,” ujarnya.

    Produk yang ditawarkan beragam, mulai dari roti manis, donat, hingga pizza dengan harga yang terjangkau.

    “Harga paling murah bisa mulai Rp1.500 per pcs, menyesuaikan kebutuhan dan budget,” jelasnya.

    Dari sisi produksi, Riris mampu menghasilkan sekitar 300 hingga 400 potong roti setiap hari. Jangkauan pemasarannya pun semakin luas, mencakup wilayah Solo Raya hingga luar Pulau Jawa.

    “Pemasaran sudah se-Solo Raya, bahkan pernah kirim ke luar Jawa juga,” ungkapnya.

    Menariknya, sistem pemasaran juga melibatkan para reseller, termasuk mahasiswa dan anak kos di sekitar lokasi produksi. Hal ini membuka peluang usaha bagi masyarakat luas.

    “Reseller saya banyak dari anak kos dan ibu rumah tangga. Mereka ambil tunai, lalu dijual lagi. Saya bebaskan mereka menentukan harga jual,” katanya.

    Usaha bakery ini berlokasi di Pucangan RT 02 RW 01, Kartosuro, Sukoharjo. Kisah Riris menjadi bukti bahwa dengan ketekunan, strategi yang tepat, dan keberanian beradaptasi, usaha kecil mampu berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar. (Sofyan)


    Baca juga: Gigih Sejak 2011, Usaha Pastel Sri Yatmi Tembus Pasar Solo Raya dengan Kualitas Unggulan


    Halal Bi Halal Trah Eyang Setro Setiko, Perkuat Silaturahmi dan Refleksi Diri

    BOYOLALI — majalahlarise.com - Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai acara Halal Bi Halal Trah Eyang Setro Setiko yang digelar di kediaman Bapak Suliman, Betongan, Manggung, Ahad (12/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus saling memaafkan antar anggota trah lintas generasi.

    Sesepuh trah, Sumarno, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan dalam keluarga besar. Ia mengajak seluruh anggota untuk terus merawat nilai kebersamaan dan saling peduli dalam kehidupan sehari-hari. “Kebersamaan dalam keluarga adalah kekuatan utama. Mari kita jaga kerukunan ini agar tetap lestari dari generasi ke generasi,” ujarnya.

    Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustaz Pujiono selaku Mudir PonpesMU Manafiu’ul Ulum menguraikan tiga tipologi kesalahan dalam kehidupan manusia yang perlu menjadi bahan refleksi. Ia menjelaskan, kesalahan pertama adalah yang dapat membawa berkah, yaitu ketika seseorang menyadari kekeliruannya, bertaubat, dan menjadikannya pelajaran untuk memperbaiki diri. “Kesalahan yang disadari dan diikuti taubat justru bisa menjadi jalan datangnya kebaikan,” tuturnya.


    Lebih lanjut, ia menyampaikan adanya kesalahan yang dapat membawa musibah, yaitu ketika seseorang terus mengulangi kesalahan tanpa penyesalan. “Kesalahan yang diulang-ulang tanpa kesadaran, bahkan ketika dinasihati justru marah, ini berpotensi mendatangkan musibah dalam kehidupan,” jelasnya.

    Ia juga menguraikan tipologi kesalahan ketiga yang membawa kegelisahan berkepanjangan hingga kehidupan setelah mati. Menurutnya, kesalahan yang tidak diselesaikan, tidak dimintakan maaf, dan tidak ditaubati akan menjadi beban batin. “Termasuk di dalamnya adalah urusan hutang yang belum diselesaikan. Ini bisa menjadi tanggungan yang berat, bahkan sampai alam setelah kehidupan dunia,” ungkapnya.

    Ustaz Pujiono selaku Mudir PonpesMU Manafiu’ul Ulum menguraikan tiga tipologi kesalahan dalam kehidupan manusia yang perlu menjadi bahan refleksi.


    Melalui momentum Halal Bi Halal ini, Ustaz Pujiono mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momen saling memaafkan sebagai sarana membersihkan diri dari kesalahan sekaligus memperkuat ukhuwah keluarga. “Mari kita jadikan momen ini untuk saling memaafkan dengan tulus, agar hati menjadi bersih dan hubungan keluarga semakin erat,” pesannya.

    Acara ditutup dengan doa bersama dan saling bersalaman antar anggota keluarga besar, menandai semangat baru untuk menjalani kehidupan yang rukun, damai, dan penuh keberkahan. (Sofyan)


    Baca juga: SMA Negeri 1 Surakarta Raih Piala Bergilir di Gladi Widya Dewantara 2026 Univet Bantara

    Wakil Rektor III Univet Bantara, Dr. Djatmiko Hidajat, M.Pd beserta pembina Pramuka, tamu undangan dan panitia saat foto bersama dengan perwakilan penerima piala bergilir kontingen SMA Negeri 1 Surakarta.


    SMA Negeri 1 Surakarta Raih Piala Bergilir di Gladi Widya Dewantara 2026 Univet Bantara

    SUKOHARJO – majalahlarise.com - SMA Negeri 1 Surakarta berhasil membopong piala bergilir dalam ajang Gladi Widya Dewantara 2026 yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Racana Ki & Nyi Hajar Dewantara Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo. Kegiatan ini diikuti Pramuka tingkat SMA/sederajat se-Solo Raya selama dua hari, Sabtu–Minggu (11–12/4/2026).

    Keberhasilan tersebut diraih setelah kontingen SMA Negeri 1 Surakarta mengumpulkan total 210 poin, sekaligus mengukuhkan diri sebagai juara umum dan berhak membawa pulang piala bergilir.

    Wakil Rektor III Univet Bantara, Dr. Djatmiko Hidajat, M.Pd, dalam upacara penutupan menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

    “Adik-adik Pramuka yang saya banggakan. Pada kesempatan yang penuh kebanggaan ini, kita semua telah bersama-sama melaksanakan rangkaian kegiatan yang luar biasa. Mulai dari berbagai latihan, kegiatan keterampilan, hingga pembentukan karakter, yang menjadikan kita pribadi yang lebih baik dan lebih siap untuk menghadapi tantangan hidup,” ujarnya.

    Kontingen Pramuka SMAN 1 Surakarta saat foto bersama piala bergilir dan piala lomba lainnya.


    Ia juga menguraikan kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, namun menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda. 

    “Semoga semangat Pramuka yang telah kita tanamkan dalam diri kita bisa terus berkembang dan membawa manfaat, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat,” imbuhnya.

    Sementara itu, Pembina Pramuka SMA Negeri 1 Surakarta, Andri Wibowo, menyampaikan kunci keberhasilan timnya terletak pada kedisiplinan dan kebersamaan.

    “Alhamdulillah, yang pasti kita itu mengutamakan disiplin, berani, dan setia. Disiplin dalam segala hal untuk latihan, berani mengambil keputusan, dan setia apa pun yang terjadi kita tetap bersama teman,” tutur Andri.

    Ia juga mengungkapkan harapannya agar prestasi ini menjadi langkah awal dalam membentuk karakter Pramuka yang lebih baik. “Untuk menyongsong Pramuka yang berkarakter itu harus meliputi suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan,” jelasnya.

    Dalam ajang tersebut, SMA Negeri 1 Surakarta juga mencatatkan sejumlah prestasi di berbagai kategori lomba. Pada Lomba Nyi Hajar Dewantara (Sub Lomba Debat), tim ini berhasil meraih Juara I dengan nilai 1256. Selain itu, pada Lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB), mereka kembali meraih Juara I dengan nilai 1185.

    Tak hanya itu, dalam kategori Ki Hajar Dewantara (Sub Lomba Debat), SMA Negeri 1 Surakarta berhasil meraih Juara II dengan nilai 1212, serta Juara II pada Sub Lomba Adu Bakat dengan nilai 1110.

    Adapun Juara Utama Ki Hajar Dewantara diraih oleh SMA ABBS Surakarta dengan total poin 2511, sementara Juara Utama Nyi Hajar Dewantara diraih oleh SMA Negeri 1 Surakarta dengan total poin 2376.

    Kegiatan Gladi Widya Dewantara 2026 menjadi ajang yang tidak hanya mengasah keterampilan dan kompetensi, tetapi juga memperkuat karakter, kepemimpinan, dan semangat kebersamaan antar anggota Pramuka di Solo Raya. (Sofyan)


    Baca juga: Ratusan Pramuka Siaga Semarakkan Pesta Siaga Kwaran Giritontro 2026



    PEK empek “Wong Kito Galo” Bu Nurhayati, Bertahan Sejak 2008 di Tengah Tantangan UMKM

    WONOGIRI – majalahlarise.com - Aroma khas pempek Palembang terus menguar dari dapur sederhana milik Nurhayati di kawasan Perum Palem Pesona, Wonogiri. Perempuan asli Palembang ini setia merintis usaha PEK empek sejak tahun 2008, menghadirkan cita rasa “wong kito galo” di tanah perantauan.

    Nurhayati menuturkan, perjalanan usahanya tidak selalu mulus. Ia mengaku sempat mengalami berbagai tantangan, terutama saat pandemi COVID-19 hingga maraknya pelaku usaha serupa. “Jatuh bangunnya usaha itu luar biasa. Pas COVID itu benar-benar reseller itu banyak sekali. Setelah itu PEK empek laku keras, tapi yang meniru juga banyak, di situ tantangannya,” ujarnya.

    Meski demikian, ia tetap bertahan dengan strategi sederhana, yakni menjaga kualitas dan konsistensi produksi setiap hari. Dalam sehari, Nurhayati mampu memproduksi sekitar 24 hingga 48 porsi PEK empek. Produk tersebut dipasarkan dengan cara dititipkan ke kafe, penjual sayur, hingga melalui jaringan penjualan online. “Setiap hari produksi, jadi barang itu baru terus, ada terus,” jelasnya.

    Menariknya, hingga kini Nurhayati masih mempertahankan harga jual Rp10.000 per porsi. Ia mengaku belum berani menaikkan harga karena khawatir memengaruhi daya beli konsumen. “Harganya masih standar, belum berani naik. Takutnya nanti kalau dinaikkan malah enggak laku,” katanya.

    Dalam mengelola usaha, Nurhayati juga mengaku tidak terlalu fokus pada perhitungan rinci biaya produksi. Baginya, yang terpenting adalah usaha tetap berjalan dan memberikan manfaat bagi keluarga.

    “Kalau dihitung semua, dari bensin, listrik, gas, tenaga, bisa-bisa enggak jadi jualan. Tapi alhamdulillah, walaupun sedikit, bisa bantu ekonomi keluarga, biayai sekolah anak, dan sedikit nabung,” ungkapnya.

    Lebih dari sekadar bisnis, usaha PEK empek ini menjadi bukti ketangguhan seorang perempuan perantau dalam menjaga tradisi kuliner sekaligus menopang ekonomi keluarga. Dengan semangat pantang menyerah, Nurhayati terus menghadirkan PEK empek khas Palembang yang kini telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Wonogiri. (Sofyan)


    Baca juga: Pembelajaran Coding dan AI dengan Pendekatan Joyful Learning Dorong Kreativitas Siswa

    Pembicara dari sekolah model SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Lilik Haryono.


    Pembelajaran Coding dan AI dengan Pendekatan Joyful Learning Dorong Kreativitas Siswa

    SOLO – majalahlarise.com - Pembelajaran coding dan kecerdasan buatan (AI) kini semakin dikembangkan dengan pendekatan yang kreatif dan menyenangkan. Hal ini disampaikan oleh pembicara dari sekolah model SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Lilik Haryono, dalam kegiatan yang digelar di Red Chilies Hotel Surakarta, Sabtu (11/4/2026).

    Lilik menyampaikan, pembelajaran coding tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi menjadi sarana membentuk pola pikir anak didik yang berkemajuan dan berkeunggulan. “Coding membantu anak mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, menganalisis informasi, dan berpikir logis. Ini sangat penting di zaman sekarang,” ujarnya.

    Ia menguraikan, melalui pendekatan joyful learning, siswa diajak belajar dengan suasana yang menyenangkan sehingga lebih mudah memahami konsep. Pembelajaran coding juga dinilai mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi, karena anak-anak didorong mengekspresikan ide melalui program sederhana yang mereka buat sendiri.

    “Anak-anak belajar bagaimana bekerja sama, berdiskusi, bahkan memimpin dalam menyelesaikan proyek,” jelasnya.

    Selain itu, proses pembelajaran juga berdampak pada peningkatan rasa percaya diri siswa. Ketika berhasil menyelesaikan proyek, mereka merasakan kebanggaan yang memotivasi untuk terus mencoba hal baru.

    Dalam praktiknya, pembelajaran coding dilakukan menggunakan metode visual block, yakni teknik pemrograman berbasis tampilan visual yang memudahkan siswa tanpa harus menulis kode secara manual. Siswa cukup menyusun blok-blok perintah yang tersedia.

    Metode ini dipadukan dengan pendekatan unplugged (tanpa perangkat) dan plugged (menggunakan perangkat), sehingga siswa dapat memahami konsep secara bertahap dan menyeluruh.

    Lebih lanjut, Lilik menjelaskan pembelajaran coding juga dikaitkan dengan konsep computational thinking, meliputi dekomposisi masalah, pengenalan pola, abstraksi, serta penyusunan algoritma. “Tahapan ini sejalan dengan proses berpikir kritis, mulai dari mengidentifikasi masalah hingga evaluasi solusi,” tuturnya.

    Melalui pendekatan tersebut, sekolah berharap mampu membentuk karakter siswa yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif sejak usia dini.

    Sementara itu, Kepala Sekolah Sri Sayekti menyampaikan teknologi digital menjadi katalis terciptanya pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan kolaboratif. Menurutnya, pemanfaatan teknologi memungkinkan peserta didik mengonstruksi pengetahuan secara lebih bermakna sesuai konteks kehidupan mereka.

    “Integrasi teknologi tidak hanya memudahkan proses pembelajaran, tetapi juga memungkinkan guru melakukan asesmen yang lebih adaptif serta memberikan umpan balik secara real-time kepada peserta didik,” ujarnya. (Sofyan)


    Baca juga: 100 Kader MPKSDI Solo Raya Ikuti Silaturahmi Syawalan Halal Bihalal

    Kader dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Solo Raya.


    100 Kader MPKSDI Solo Raya Ikuti Silaturahmi Syawalan Halal Bihalal

    SOLO – majalahlarise.com - Sebanyak 100 kader dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Solo Raya mengikuti kegiatan silaturahmi Syawalan dan Halal Bihalal yang digelar di Balai Muhammadiyah Surakarta, Jumat (10/4/2026). Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, dihadiri jajaran pimpinan serta anggota MPK SDI dari berbagai daerah di Solo Raya.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Rohani selaku Sekretaris PDM Surakarta periode 2022–2027, para pimpinan MPK SDI dari Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, hingga Klaten. Pengajian dalam acara ini menghadirkan Wakil Ketua I Pimpinan MPKSDI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mutohharun Jinan, yang memberikan penguatan nilai-nilai kaderisasi berkemajuan.

    Ketua MPK SDI Solo, Suyanto, menyampaikan kegiatan ini menjadi momentum awal silaturahmi Syawalan kader MPKSDI se-Solo Raya yang sebelumnya lebih banyak diisi dengan pertemuan rutin koordinasi.

    “Kegiatan syawalan silaturahmi halal bihalal dihadiri 100 orang kader,” ujarnya.

    Ia menguraikan, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pengkaderan Muhammadiyah di wilayah Solo Raya. Menurutnya, kekuatan Muhammadiyah terletak pada kaderisasi yang berjalan secara konsisten.

    “Muhammadiyah bisa besar bukan karena besarnya amal usaha atau menterengnya gedung, tetapi karena kaderisasi Muhammadiyah berjalan,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Suyanto menuturkan momentum Syawalan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dalam membangun kaderisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

    “Ke depan proses kaderisasi harus lebih maju dan berkembang, sehingga diperlukan kaderisasi adaptif yang selaras dengan perubahan zaman yang sarat digitalisasi,” katanya.

    Ia juga mengingatkan pentingnya inovasi dalam pengkaderan agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.

    “Kalau tidak adaptif maka akan tergilas oleh zaman. Oleh karena itu pentingnya pengkaderan berkemajuan, ibarat jantung, insya Allah sehat untuk persyarikatan Muhammadiyah,” imbuhnya.

    Sementara itu, salah satu peserta kegiatan, Rahmat Agung Cahyo yang dikenal sebagai pendongeng nasional, mengungkapkan rasa bahagianya dapat mengikuti kegiatan tersebut.

    “Suasana hangat penuh canda tawa dan jabat tangan khas Syawal semakin mempererat kebersamaan,” ungkap Rahmat.

    Kegiatan Syawalan ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen antar kader, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun kader Muhammadiyah yang unggul, adaptif, dan berkemajuan di era digital. (Sofyan)


    Baca juga: 65 Guru dan Karyawan SD Muhammadiyah 1 Solo Terima Sertifikat PRV, Perkuat Ideologi dan Profesionalisme


Top