GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Mitra Usaha
![]() |
| Bu Marini (jilbab biru) saat foto bersama Sandiaga Uno Menparekraf (2020-2024). |
Dari Kesemutan Menjadi Kesempatan, Perjalanan Bisnis Bunga Telang Bu Marini
Wonogiri — majalahlarise.com — Perjalanan usaha sering kali berawal dari pengalaman pribadi. Hal itulah yang dialami Bu Marini, pelaku UMKM asal Desa Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Dari keluhan kesehatan yang ia rasakan, justru membuka jalan menuju peluang usaha berbasis tanaman herbal yang kini semakin dikenal masyarakat yakni bunga telang.
Awal mula kisah ini terjadi sekitar tahun 2018. Saat itu, Bu Marini mengaku sering merasakan kesemutan dan nyeri pada tungkai kaki akibat kadar asam urat yang cukup tinggi. “Saya dikenalkan saudara dari Cilacap untuk mengonsumsi bunga telang. Alhamdulillah cocok,” tuturnya.
Sejak saat itu, bunga telang bukan hanya menjadi konsumsi pribadi, tetapi juga mulai dilirik sebagai peluang usaha. Memasuki tahun 2019, saat pandemi COVID-19 melanda dan tren herbal meningkat, bunga telang menjadi salah satu komoditas yang banyak dicari. Bu Marini pun mulai merintis sebagai reseller.
Perjalanan bisnisnya semakin berkembang pada tahun 2020. Berbekal bibit dari seorang kenalan di Ngawi, ia mulai menanam sendiri bunga telang di lahannya. Prosesnya tidak instan. Dibutuhkan waktu sekitar enam bulan hingga tanaman tersebut bisa dipanen dan menghasilkan bunga yang siap diolah.
“Awalnya saya jual bunga kering per kilogram. Lalu dari komunitas, saya belajar membuat inovasi teh celup,” jelasnya.
![]() |
| Produk teh bunga telang celup dengan berbagai varian, mulai dari original hingga kombinasi jahe, serai, dan lemon. |
Dari situlah, usaha Bu Marini mulai menemukan bentuknya. Ia mengembangkan produk teh bunga telang celup dengan berbagai varian, mulai dari original hingga kombinasi jahe, serai, dan lemon. Varian lemon serai kini menjadi yang paling diminati karena memberikan sensasi segar dan aroma khas.
Menariknya, pemasaran produk Bu Marini tidak hanya mengandalkan penjualan langsung. Ia juga menggandeng reseller yang membantu memasarkan produknya secara lebih luas. “Alhamdulillah yang banyak jalan justru lewat reseller,” ujarnya.
Di masa pandemi, peluang ekspor sempat terbuka. Bu Marini mengaku pernah dua kali mengirim bunga telang ke luar negeri melalui jasa titipan, masing-masing sebanyak lima kilogram. Namun, kerja sama tersebut tidak berlanjut karena pihak eksportir mengalami kendala usaha.
Meski demikian, tantangan terbesar dalam bisnis bunga telang bukan hanya pada pemasaran, tetapi juga pada kualitas produksi. Bu Marini menjelaskan, bunga telang sangat sensitif terhadap udara dan kadar air. Jika proses pengeringan tidak maksimal, bunga mudah lembap dan berjamur.
“Kunci utamanya harus benar-benar higienis dan kering. Kalau tidak, bisa mengurangi kualitas bahkan dikembalikan saat ekspor,” jelasnya.
Untuk menjaga kualitas, ia menerapkan proses tambahan dengan mengoven bunga telang sebelum dikemas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan produk tetap awet dan aman dikonsumsi.
Dalam sehari, penjualan produknya memang tidak selalu stabil. Namun, setiap bulan selalu ada pergerakan. Produk teh celupnya saat ini dipasarkan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp12.000 untuk varian original, serta Rp17.000 untuk varian jahe dan lemon, dan teh bunga telang tubruk Rp.10.000.
Di balik kesederhanaan usahanya, tersimpan mimpi besar. Bu Marini memiliki keinginan untuk mengembangkan usahanya menjadi sebuah kedai atau rumah makan yang menyajikan berbagai olahan berbasis bunga telang, mulai dari minuman hingga makanan seperti nasi biru dan nasi uduk.
Inspirasi tersebut muncul dari pengalaman bermitra dengan sebuah kafe di Malang yang rutin memesan bunga telang darinya. Namun, keterbatasan modal masih menjadi kendala untuk mewujudkan impian tersebut.
“Pengin punya tempat sendiri yang menyajikan aneka olahan bunga telang, tapi masih terkendala modal,” ungkapnya penuh harap.
Saat ini, selain menjalankan usaha, Bu Marini juga aktif sebagai pendamping halal, sehingga waktu produksi masih ia kerjakan sendiri demi menjaga kualitas dan kebersihan produk.
Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat atau mencoba produk olahan bunga telang Bu Marini, dapat langsung mengunjungi kediamannya di Sambeng RT 03 RW 02, Desa Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, tepatnya di sebelah timur perempatan Karangturi.
Kisah Bu Marini menjadi bukti bahwa peluang usaha bisa datang dari mana saja, bahkan dari pengalaman pribadi. Dengan ketekunan, inovasi, dan komitmen menjaga kualitas, usaha kecil pun mampu bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Salah satu mahasiswa mempresentasikan rencana ide bisnis konsep 6M dalam bisnis bmencakup: Man, Money, Material, Machine, Method, Market yang siap dijalankan. |
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Univet Bantara Antusias Ikuti Kuliah Tamu Pemberdayaan Wirausaha Komunikasi
Sukoharjo — majalahlarise.com - Mahasiswa semester 4 Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) mengikuti kuliah tamu bertajuk “Pemberdayaan Wirausaha Komunikasi” pada Senin (6/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kuliah 1 dan 2, Gedung D Lantai 2 ini menghadirkan praktisi industri kreatif, Tono Sudarto dari Tono Dzaky Creative Boutique dan Magnacre Digital Studio.
Kuliah tamu ini menjadi bagian dari penguatan mata kuliah Pemberdayaan Wirausaha Komunikasi yang bertujuan memberikan pemahaman nyata kepada mahasiswa terkait praktik kewirausahaan di bidang komunikasi.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Univet Bantara sekaligus Dosen mata kuliah Pemberdayaan Wirausaha Komunikasi, Dr. Joko Suryono, M.Si menyampaikan kegiatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menguasai teknik dan taktik dalam menjalankan usaha di bidang komunikasi. Menurutnya, pengalaman langsung dari praktisi menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.
“Mahasiswa harus memahami praktik-praktik wirausaha di bidang komunikasi, tidak hanya teori. Dengan menghadirkan praktisi, mereka bisa melihat langsung bagaimana dunia industri berjalan,” ujarnya.
Ia juga menguraikan ke depan pihaknya akan terus menghadirkan praktisi lain, termasuk dari perguruan tinggi seperti Universitas Amikom Yogyakarta, guna memperkuat daya saing mahasiswa dalam bidang kewirausahaan komunikasi.
Lebih lanjut, ia mengatakan pemberdayaan wirausaha komunikasi bukan hanya milik mahasiswa Ilmu Komunikasi semata, tetapi menjadi kompetensi penting yang harus dikuasai, baik secara teori maupun praktik. "Ide-ide bisnis yang disampaikan narasumber dinilai mampu membuka wawasan mahasiswa dalam mengembangkan usaha kreatif," ungkapnya.
Sementara itu, narasumber Tono Sudarto yang akrab disapa Tono Dzaky mengapresiasi inovasi kampus dalam menggabungkan dua bidang, yaitu komunikasi dan kewirausahaan, ke dalam satu mata kuliah.
“Ini sangat menarik, karena menghubungkan dunia komunikasi dengan kewirausahaan. Bagaimana komunikasi bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi bagi mahasiswa,” tuturnya.
Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia periklanan, ia mengaku melihat antusiasme tinggi dari mahasiswa. Bahkan, saat diberikan tantangan menyusun rencana bisnis dalam waktu singkat, mahasiswa mampu menghadirkan berbagai ide kreatif yang dinilai potensial.
“Ternyata generasi muda sekarang punya wawasan luas. Ide-ide bisnis yang muncul sangat khas anak muda dan menarik. Tinggal bagaimana nanti direalisasikan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), di tengah era transisi digital saat ini. Menurutnya, teknologi bukan ancaman, melainkan peluang jika mampu dikuasai dengan baik.
“Kalau kita bisa menguasai teknologi, kita akan menjadi tuan dari teknologi. Jangan sampai justru kita yang dikuasai,” katanya.
Ia mencontohkan bagaimana pemanfaatan AI mampu mempercepat proses pembuatan materi presentasi yang sebelumnya membutuhkan waktu lama.
Di sisi lain, ia juga menyinggung pentingnya penghargaan terhadap ide kreatif di industri. Ia menilai, ide kreatif merupakan hasil proses panjang yang tidak bisa dianggap sepele.
“Dunia kreatif itu luas dan membutuhkan proses belajar yang panjang. Tolong hargai ide dan kreativitas seseorang,” tegasnya.
Menutup sesi, ia memberikan motivasi kepada mahasiswa agar terus berkarya dan tidak ragu menekuni bidang kreatif, karena peluang di industri ini masih terbuka lebar.
“Terus jalan saja. Dunia kreatif, baik audio, video, maupun desain, akan selalu dibutuhkan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, beberapa mahasiswa mempresentasikan rencana ide bisnis yang dibuatnya menggunakan konsep 6M dalam bisnis mencakup Man, Money, Material, Machine, Method, Market yang siap dijalankan. (Sofyan)
Baca juga: Halal Bihalal YPPP Veteran Sukoharjo 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pendidikan
Pendidikan
Halal Bihalal YPPP Veteran Sukoharjo 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pendidikan
Sukoharjo, majalahlarise.com — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam kegiatan Halal Bihalal Keluarga Besar Yayasan Pembina Pendidikan Perguruan Veteran (YPPP) Sukoharjo yang digelar pada Senin (6/4/2026) di Auditorium Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diikuti ratusan dosen, guru, karyawan, serta tamu undangan dari berbagai unit pendidikan di bawah naungan YPPP Veteran Sukoharjo. Momentum ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antar elemen lembaga.
Ketua Pengurus YPPP Veteran Sukoharjo, Sadewo Suharto, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, pada pagi hari ini kita bisa bertemu dan bersilaturahmi dalam rangka Halal Bihalal Keluarga Besar YPPP Veteran Sukoharjo. Semoga kita semua diberi keberkahan, kenikmatan, dan kesehatan,” tuturnya.
![]() |
| Penceramah Prof. Dr. Ali Mursyid Wahyu Mulyono dalam tausiahnya menyampaikan halal bihalal. |
Ia mengajak seluruh keluarga besar YPPP Veteran untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan saling memaafkan.
“Kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin. Hari ini menjadi waktu terbaik untuk saling memaafkan, menjaga kekompakan, dan bersama-sama memajukan Univet Bantara agar lebih baik,” ujarnya.
Sadewo juga menyampaikan apresiasi atas perkembangan lembaga yang dinilai semakin membanggakan. Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 490 karyawan yang menjadi bagian dari YPPP Veteran Sukoharjo.
“Ada kurang lebih 490 karyawan di bawah naungan YPPP Veteran. Tanpa sinergi dan kebersamaan, kita tidak akan sebesar ini. Karena itu, kekompakan harus terus dijaga,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan halal bihalal tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi ruang memperkuat hubungan emosional antarpegawai serta membangun semangat kolektif dalam memajukan lembaga pendidikan.
Sementara itu, penceramah Prof. Dr. Ali Mursyid Wahyu Mulyono dalam tausiahnya menyampaikan halal bihalal memiliki makna lebih dalam dari sekadar tradisi saling berjabat tangan.
“Kita berkumpul bukan hanya untuk saling bermaafan, tetapi juga memperkuat komitmen kebersamaan dalam membangun lembaga pendidikan yang kita cintai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kunci utama kemajuan lembaga di tengah persaingan terletak pada kekuatan internal organisasi.
“Lembaga yang mampu bertahan dan berkembang adalah lembaga yang solid secara internal. Ketika internal kuat, maka akan unggul dalam kompetisi eksternal,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, ia menguraikan lima poin penting, mulai dari puasa sebagai sarana pembentukan karakter, pentingnya saling memaafkan sebagai proses kembali ke kondisi bersih, hingga silaturahmi yang mendorong kolaborasi dan sinergi satu frekuensi.
Ia menambahkan, nilai-nilai yang terbentuk selama Ramadan seperti disiplin, jujur, sabar, empati, dan integritas perlu terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia kerja.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan suasana penuh keakraban. Momen ini menjadi penguat semangat seluruh keluarga besar YPPP Veteran Sukoharjo untuk terus bergerak bersama, menghadirkan pendidikan yang lebih maju dan berdaya saing. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Kegiatan Praktisi Mengajar & Bincang Alumni bertajuk “Building Your Career in a Globalised World”. |
HI UNISRI Hadirkan Praktisi Global, Ratusan Peserta Antusias Ikuti Bincang Karier Internasional
Solo — majalahlarise.com - Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) sukses menyelenggarakan kegiatan Praktisi Mengajar & Bincang Alumni bertajuk “Building Your Career in a Globalised World” pada Kamis (2/4) di Kampus II UNISRI. Kegiatan berlangsung meriah, interaktif, dan mendapat antusiasme tinggi dari ratusan peserta.
Acara ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Lintang Fajar Kurnia yang berkarier sebagai Political Affairs Staff di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington D.C., serta Aulia Nur Azizah, Product Engineer di PT. Young Tree Industries – Stella International Holdings Ltd. Keduanya merupakan alumni Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNISRI yang telah berkiprah di tingkat global.
Kegiatan dipandu oleh moderator Emi Peter, mahasiswa berprestasi HI UNISRI, yang mampu menghidupkan suasana diskusi menjadi lebih komunikatif dan dinamis.
Sebanyak kurang lebih 230 peserta turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Peserta tidak hanya berasal dari mahasiswa HI UNISRI, tetapi juga diikuti sekitar 70 siswa SMA/SMK se-Solo Raya, serta sekitar 30 peserta dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan organisasi mahasiswa (Ormawa) di lingkungan kampus. Tingginya partisipasi ini menunjukkan minat generasi muda terhadap peluang karier di kancah internasional.
Dalam sesi diskusi, peserta активно mengajukan berbagai pertanyaan seputar peluang karier di bidang hubungan internasional, tantangan bekerja di lingkungan global, hingga strategi membangun kompetensi yang relevan di era globalisasi.
Lintang Fajar Kurnia dalam pemaparannya menyampaikan, pengalaman bekerja di lingkungan internasional menuntut kesiapan mental, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta penguasaan isu-isu global.
“Mahasiswa perlu mulai membangun jejaring sejak dini dan terus mengasah kemampuan bahasa serta analisis global agar mampu bersaing di level internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Aulia Nur Azizah menguraikan pentingnya fleksibilitas dan kemampuan adaptasi dalam menghadapi dinamika dunia kerja global.
“Dunia kerja saat ini sangat dinamis. Kemampuan beradaptasi, belajar cepat, dan memiliki growth mindset menjadi kunci utama untuk berkembang di perusahaan multinasional,” tuturnya.
Untuk menambah semarak kegiatan, panitia juga menyediakan berbagai doorprize menarik serta hadiah khusus bagi peserta yang aktif bertanya. Suasana acara pun terasa hangat, penuh semangat, dan membangun interaksi positif antara narasumber dan peserta.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan motivasi, memperluas wawasan, serta membekali peserta dengan gambaran nyata tentang dunia kerja global. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat jejaring antara mahasiswa, alumni, dan masyarakat umum.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNISRI menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan dinamika global, sebagai bekal penting bagi mahasiswa dalam menapaki karier di masa depan. (Sofyan)
Baca juga: TRYOUT UTBK SNBT INDONUSA 2026, Langkah Nyata Menuju Kampus Impian
Pendidikan
![]() |
| Kegiatan Tryout UTBK SNBT INDONUSA 2026 yang digelar pada Minggu, 5 April 2026. |
TRYOUT UTBK SNBT INDONUSA 2026, Langkah Nyata Menuju Kampus Impian
Solo — majalahlarise.com - Politeknik Indonusa Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesuksesan generasi muda melalui penyelenggaraan kegiatan Tryout UTBK SNBT INDONUSA 2026 yang digelar pada Minggu, 5 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Sabha Kencana, Gedung D Kampus 1 Politeknik Indonusa Surakarta.
Ratusan siswa dari 35 SMA dan 20 SMK di wilayah Solo Raya, Yogyakarta, hingga Ngawi turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Antusiasme peserta tampak sejak proses registrasi, mencerminkan tingginya semangat siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Direktur Politeknik Indonusa Surakarta, Ir. Suci Purwandari, MM., Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kesiapan menyeluruh dalam menghadapi UTBK. Ia menguraikan tryout bukan sekadar latihan soal, tetapi juga sarana mengukur kemampuan sekaligus melatih mental peserta.
“Kegiatan tryout ini menjadi langkah strategis untuk mengetahui sejauh mana kesiapan siswa. Tidak hanya kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental dan strategi dalam mengerjakan soal UTBK,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Politeknik Indonusa Surakarta dengan Bimbingan Belajar Neutron yang menghadirkan sistem tryout berbasis UTBK terkini. Soal-soal yang digunakan disusun oleh tentor berpengalaman sehingga mendekati standar ujian sebenarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan kepada tiga peserta dengan nilai tertinggi, yakni Indira Kartika Sari dari SMA Batik 1 Surakarta, Fawwaz Wahi Alaudin dari SMA Negeri 2 Surakarta, dan Farhan Ziven Haska Putra dari SMA Negeri 1 Surakarta. Ketiganya berhak memperoleh beasiswa penuh berupa pembebasan UKT hingga lulus.
Selain itu, berbagai doorprize menarik seperti sepeda, smartphone, smartwatch, hingga perlengkapan elektronik lainnya turut dibagikan untuk menambah semangat peserta.
Salah satu peserta, Fawwaz Wahi Alaudin, mengaku kegiatan ini sangat membantu dalam memahami pola soal UTBK. “Tryout ini sangat bermanfaat karena soal-soalnya mirip dengan UTBK asli. Saya jadi lebih percaya diri untuk menghadapi ujian nanti,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Politeknik Indonusa Surakarta berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mempersiapkan siswa menghadapi UTBK SNBT, sekaligus mengenalkan pendidikan tinggi sebagai pilihan strategis untuk masa depan yang lebih siap kerja dan kompetitif. (Sofyan)
Baca juga: Halal Bi Halal Trah Martorejo dan Kastorejo Hadirkan Wayang Golek Pitutur Penuh Makna
Kabar Desa
![]() |
| Halal Bi Halal Trah Martorejo & Kastorejo yang digelar di kediaman Bapak RT Zusro, Ngemplak RT 03/04, Tawangsari, Teras, Boyolali. |
Halal Bi Halal Trah Martorejo dan Kastorejo Hadirkan Wayang Golek Pitutur Penuh Makna
Boyolali — majalahlarise.com - Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti kegiatan Halal Bi Halal Trah Martorejo & Kastorejo yang digelar di kediaman Bapak RT Zusro, Ngemplak RT 03/04, Tawangsari, Teras, Boyolali. Kegiatan ini menjadi semakin istimewa dengan hadirnya pagelaran Wayang Golek Pitutur yang sarat nilai kehidupan dan pesan moral.
Acara tersebut menghadirkan dalang sekaligus narasumber, Ki Bagus Hadi Pujiono, yang membawakan lakon “Tirto Panguripan Sejati”. Dalam penyampaiannya, ia menguraikan makna kehidupan sejati yang bersumber dari nilai keimanan, keikhlasan, serta pentingnya menjaga silaturahmi usai bulan Ramadan.
“Halal bi halal bukan sekadar tradisi, tetapi momentum membersihkan hati, mempererat persaudaraan, serta kembali pada fitrah sebagai manusia yang saling memaafkan,” tutur Ki Bagus Hadi Pujiono di sela pementasan.
Ia juga menjelaskan, “Tirto panguripan dapat dimaknai sebagai sumber kehidupan dan kesuksesan, ketika seseorang senantiasa dekat dengan Al-Qur’an, memperoleh restu orang tua, dan hidup rukun dengan saudara.”
![]() |
| Dalang sekaligus narasumber, Ki Bagus Hadi Pujiono membawakan lakon “Tirto Panguripan Sejati”. |
Lebih lanjut, ia menyampaikan pentingnya menjaga warisan nilai keluarga. “Warisan orang tua yang paling berharga adalah anak-anak yang saleh. Ketika orang tua telah tiada, saat itulah kerukunan harus diwujudkan. Tidak ada artinya harta melimpah jika tidak rukun, tidak berarti jabatan tinggi jika tidak rukun. Maka, momentum halal bi halal perlu dimanfaatkan untuk membangun silaturahmi,” jelasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Sekretaris Desa Rendy Widodo, serta para bayan dan tokoh masyarakat seperti Sumanto, Dwiyanto (Pj), Rubadi Prayitno, Jumari, dan Wiyono. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai religius di tengah masyarakat.
Tuan rumah sekaligus penyelenggara, keluarga besar Mbah Martorejo & Kastorejo atau Bapak RT Zusro, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara dengan lancar. Pihaknya berharap kegiatan ini dapat terus menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga dan lintas generasi.
Dengan balutan seni tradisi wayang golek pitutur, Halal Bi Halal ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga menjadi media dakwah kultural yang menginspirasi masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna. (Sofyan)
Komunitas
![]() |
| Pengurus dan anggota KAWIS Solo Raya saat foto bersama dengan pemateri sharing bisnis dr. Aan Cahyanto. |
Komunitas Wirausaha Yayasan KAWIS Solo Raya Gelar Halal Bihalal dan Sharing Bisnis, Dokter Pilih Jadi Pengusaha Jadi Sorotan
Wonogiri – majalahlarise.com - Komunitas Wirausaha Yayasan KAWIS (Karya Wirausaha Sinergi) Solo Raya menggelar kegiatan halal bihalal sekaligus sharing bisnis bersama dr. Aan Cahyanto, Minggu (5/4/2026), di Bimardi Park Selogiri. Kegiatan ini diikuti pengurus dan anggota sebagai ajang silaturahmi sekaligus peningkatan wawasan kewirausahaan.
Sekretaris KAWIS Solo Raya, Riris, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya setiap kegiatan komunitas memberi manfaat nyata bagi anggota. Ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk saling bersinergi dan berkembang bersama.
“Kegiatan-kegiatan yang kita lakukan itu gimana caranya bisa dimanfaatkan dan bermanfaat untuk kita pribadi dan untuk teman-teman semuanya,” ujarnya di hadapan peserta.
![]() |
| dr. Aan Cahyanto saat berbagi pengalaman membangun bisnis kepada para peserta sharing bisnis. |
Selain itu, Riris juga menguraikan peluang perlindungan usaha melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Ia menjelaskan adanya program diskon iuran hingga 50 persen yang berlaku mulai April hingga Desember 2026.
“Mulai dari Rp16.800 menjadi Rp8.400 per bulan untuk jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Kalau ditambah tabungan Rp20.000, totalnya Rp28.400 per bulan,” jelasnya.
Ia menuturkan, program tersebut sangat relevan bagi pelaku usaha yang tidak memiliki jaminan pensiun seperti pekerja formal.
“Kalau kita pelaku usaha, tidak ada istilah resign. Maka penting punya perlindungan dan tabungan jangka panjang,” imbuhnya.
Sementara itu, panitia kegiatan, Sukesti, menyampaikan kegiatan halal bihalal KAWIS dirancang tidak sekadar seremonial, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa ilmu praktis bagi anggota.
“Kegiatan ini tidak hanya ritual halal bihalal, tapi kita tambahkan materi dari pengusaha sukses di Jawa Tengah agar peserta mendapat inspirasi langsung,” katanya.
Sukesti menjelaskan, kehadiran dr. Aan Cahyanto menjadi daya tarik tersendiri. Seorang dokter yang memilih terjun ke dunia usaha dinilai memberikan perspektif baru bagi peserta.
“Beliau sebenarnya sudah mapan sebagai dokter, tetapi merasa gelisah dengan kondisi sekarang. Akhirnya memilih menjadi pengusaha karena peluangnya sangat besar,” ungkapnya.
Dalam sesi sharing, dr. Aan membagikan pengalamannya mengembangkan usaha, salah satunya di bidang peternakan ayam petelur yang dinilai memiliki potensi keuntungan menjanjikan.
“Mulai usaha tidak harus menunggu modal besar. Dari pekarangan rumah dengan 10–12 ekor ayam pun sudah bisa dimulai,” tutur Sukesti menirukan pesan dr. Aan.
Ia menambahkan, dr. Aan juga mengembangkan berbagai lini usaha lain seperti perkebunan melon hingga pabrik bola, yang menunjukkan luasnya peluang di dunia bisnis.
Menurutnya, fenomena banyaknya profesi dokter saat ini juga menjadi salah satu alasan dr. Aan beralih ke dunia usaha.
“Sekarang satu kecamatan bisa ada 10–15 dokter. Artinya persaingan semakin ketat. Maka beliau memilih membuka peluang di sektor usaha,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sukesti menguraikan pemilihan lokasi kegiatan di Bimardi Park juga memiliki keterkaitan dengan pengembangan usaha ke depan. Lahan seluas sekitar 4 hektare tersebut direncanakan menjadi pusat peternakan ayam petelur.
“Insya Allah ke depan akan dikembangkan menjadi supplier telur di Wonogiri. Lokasinya strategis, jauh dari pemukiman sehingga tidak mengganggu lingkungan,” terangnya.
Melalui kegiatan ini, KAWIS Solo Raya berharap anggota semakin termotivasi untuk berani memulai usaha, meskipun dari skala kecil, serta mampu melihat peluang bisnis secara lebih luas di tengah dinamika ekonomi saat ini. (Sofyan)
Baca juga: Dua Kunci Bahagia Dunia Akhirat, Ustaz Dwi Jatmiko Paparkan dalam Halal Bihalal TK ABA Joyosuran
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...












