Wakil Rektor III Unisri, Dr. Joko Pramono bersama insan media saat mengikuti river tubing.


    UNISRI Surakarta Bersama Rekan Media Gathering di New Rivermoon Klaten, Perkuat Sinergi dan Promosi Kampus

    KLATEN - majalahlarise.com - Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar Gathering Media bersama puluhan insan media dari berbagai platform di kawasan wisata alam New Rivermoon Klaten, Kamis (27/8/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi ajang penyegaran sekaligus upaya memperkuat sinergi antara Unisri dan rekan media yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi kampus kepada masyarakat.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor III Unisri, Dr. Joko Pramono, Kepala Humas Unisri, F. Yona Ervina, S.I.Kom, serta tim Divisi Humas dan Protokol Unisri. Sementara peserta gathering berasal dari media cetak, media online, televisi, hingga radio.

    Dengan konsep kegiatan luar ruangan, para peserta diajak mengikuti berbagai aktivitas team building dan fun games yang dipandu fasilitator. Kebersamaan semakin terasa saat peserta mengikuti river tubing menyusuri aliran sungai dengan jeram ringan di tengah suasana alam yang sejuk.


    Tawa dan sorak semangat mewarnai kegiatan tersebut. Tidak hanya menjadi sarana rekreasi, gathering ini juga menjadi ruang untuk membangun kedekatan emosional antara pihak kampus dan insan media.

    Wakil Rektor III Unisri, Dr. Joko Pramono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh rekan media yang selama ini telah mendukung perjalanan dan perkembangan Unisri melalui pemberitaan serta publikasi berbagai kegiatan kampus.

    “Alhamdulillah, atas izin Tuhan Yang Maha Esa kita bisa berkumpul di alam terbuka seperti ini. Hari ini kita tidak sedang konferensi pers, tetapi menyatu dalam kebersamaan. Ini bentuk kecil apresiasi kami dan mudah-mudahan semakin menguatkan relasi yang sudah terjalin,” ujar Dr. Joko.

    Saat kegiatan outbound.


    Menurutnya, media memiliki peran yang sangat penting bagi perguruan tinggi. Media bukan sekadar saluran penyebaran informasi, tetapi juga menjadi bagian dari support system strategis dalam membangun citra dan menjaga eksistensi kampus di tengah persaingan yang semakin ketat.

    “Kami menyadari, dalam era kompetisi antarperguruan tinggi yang semakin ketat, keberadaan media sangat kami butuhkan. Bukan hanya untuk promosi, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas dan komitmen kami,” tegasnya.

    Dr. Joko berharap hubungan baik antara Unisri dan rekan media terus berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang yang saling memberikan manfaat.

    Sementara itu, Kepala Humas Unisri, F. Yona Ervina, S.I.Kom, menjelaskan Gathering Media merupakan bagian dari strategi media engagement yang dilakukan secara humanis dan berkelanjutan.

    Menurutnya, hubungan antara perguruan tinggi dan media tidak cukup hanya dibangun dalam kegiatan formal. Kedekatan personal dan komunikasi yang baik juga perlu dijaga agar terjalin hubungan yang saling memahami.

    “Rekan-rekan media bukan sekadar mitra kerja, tetapi sahabat strategis. Hubungan ini perlu dirawat dengan keakraban, saling mendukung, dan saling memahami peran masing-masing,” ungkap Yona.

    Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi motivasi, yel-yel kebersamaan, dan tepuk tangan dari seluruh peserta. Seruan “Unisri!” yang dijawab “Jaya!” serta “Media!” yang disambut “Luar Biasa!” menggema di lokasi kegiatan.

    Bagi Unisri, gathering ini menjadi lebih dari sekadar agenda rekreasi. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat jembatan komunikasi antara perguruan tinggi dan media massa dalam membangun kolaborasi yang sehat, jujur, dan berkelanjutan.

    Melalui sinergi bersama media, Unisri berharap berbagai prestasi, potensi, serta program unggulan kampus dapat terus tersampaikan kepada masyarakat secara luas.

    Dengan semangat kebersamaan tersebut, Unisri optimistis dapat terus melangkah maju sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen menghadirkan pendidikan inklusif, progresif, dan membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berkembang. (Sofyan)


    Baca juga: Kencleng Surga SD Muhammadiyah PK Solo Galang Rp 24,6 Juta untuk Korban Gempa NTT



    Kencleng Surga SD Muhammadiyah PK Solo Galang Rp 24,6 Juta untuk Korban Gempa NTT

    Solo - majalahlarise.com - Kepedulian terhadap korban bencana kembali diwujudkan keluarga besar SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo. Melalui program Kencleng Surga Peduli Gempa Nusa Tenggara Timur (NTT), sekolah berhasil menghimpun donasi sebesar Rp24.611.010,00.

    Penggalangan dana berlangsung pada 21–26 Agustus 2026. Donasi dihimpun melalui Kencleng Surga yang dikumpulkan melalui wali kelas serta melalui rekening Kantor Layanan (KL) Lazismu SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo.

    Dana yang terkumpul selanjutnya telah disalurkan melalui Lazismu Kota Solo untuk mendukung penanganan dan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.

    Kepala KL Lazismu SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Mohamad Iqbal Baehaqi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga sekolah yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.

    “Dana penghimpunan sudah kami salurkan melalui Lazismu Kota Solo melalui program One Muhammadiyah One Response (OMOR),” ungkapnya.

    Menurut Iqbal, program Kencleng Surga tidak hanya menjadi sarana menghimpun dana kemanusiaan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan kepedulian sosial bagi murid. 

    Melalui kebiasaan berbagi, murid diajak memahami bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

    Aksi solidaritas tersebut mendapat dukungan dari keluarga besar sekolah. Partisipasi murid, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua menjadi bagian penting dalam terkumpulnya donasi yang kemudian disalurkan melalui lembaga resmi Muhammadiyah.

    Penggalangan dana untuk korban gempa NTT ini sekaligus memperkuat semangat fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan, yang terus ditanamkan dalam kehidupan warga SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo.

    Keluarga besar SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo menyampaikan terima kasih atas seluruh partisipasi dan kepedulian yang telah diberikan. Dari Kencleng Surga, kepedulian kecil dikumpulkan menjadi energi besar untuk membantu sesama. (Sofyan)


    Baca juga: Murid Kelas IV SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Diajak Jadi Kreator Muda di Era Digital



    Solo Paragon Ajak Pecinta Kopi Kenal Lebih Dekat Proses Pembuatan Latte Art

    SOLO – majalahlarise.com – Solo Paragon Hotel & Residences menghadirkan kegiatan menarik bagi para pecinta kopi melalui Barista Latte Art yang akan digelar pada Jumat, 28 Agustus 2026, pukul 14.00–16.00 WIB. Kegiatan hasil kolaborasi dengan Bahana Genta ini menjadi kesempatan bagi coffee enthusiast untuk mengenal lebih dekat dunia barista sekaligus mempelajari teknik dasar dalam meracik kopi.

    Kegiatan tersebut akan menghadirkan Mr. Ferby Ardida, Trainer Barista Academy dari Bahana Genta Viktory Yogyakarta. Peserta akan mendapatkan materi seputar pengetahuan dasar kopi, espresso-based, teknik dial in atau calibration, daily basic maintenance, hingga dasar steaming milk.

    Tak hanya mendapatkan teori, peserta juga diajak merasakan pengalaman praktik dalam suasana interaktif. Berbagai rangkaian kegiatan seperti coffee mixology performance, coffee break, serta pemberian certificate turut menjadi bagian dari Barista Latte Art.

    Dengan biaya Rp75.000 net per orang, kegiatan ini menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menambah wawasan sekaligus menikmati pengalaman belajar kopi secara praktis.

    Asst. Marketing Communication Manager Solo Paragon Hotel & Residences, Anang Tri Budianto, menjelaskan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya hotel untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar pengalaman hospitality. Solo Paragon Hotel & Residences berkomitmen untuk menciptakan ruang bagi masyarakat untuk belajar, berkreasi, sekaligus mengeksplorasi pengalaman menikmati kopi dengan cara yang lebih menarik dan berbeda,” ungkap Anang.

    Menurutnya, tren menikmati kopi yang terus berkembang juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengenal proses di balik secangkir kopi. Melalui Barista Latte Art, peserta dapat memperoleh pemahaman dasar mengenai proses pembuatan kopi hingga teknik pengolahan susu untuk menghasilkan sajian yang menarik.

    Kolaborasi bersama Bahana Genta juga diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar langsung bersama tenaga profesional di bidang barista. Dengan demikian, peserta tidak hanya menikmati kopi, tetapi juga memahami keterampilan dasar yang dibutuhkan dalam proses penyajiannya.

    Bagi masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan Barista Latte Art, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui WhatsApp Solo Paragon Hotel & Residences di +62 811 1327 21 atau melalui email info@soloparagonhotel.com. Informasi dan pembaruan terbaru juga tersedia melalui website dan media sosial Instagram Solo Paragon Hotel & Residences.

    Solo Paragon, Solo Destination! (Din/ Sofyan)


    Baca juga: Murid Kelas IV SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Diajak Jadi Kreator Muda di Era Digital

    Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafiul Ulum Canden, Sambi, Boyolali, menggelar In House Training (IHT) SOP Pembelajaran pada Selasa (26/8/2026).


    Tingkatkan Kapasitas Ustadz, PonpesMU Manafiul Ulum Gelar In House Training SOP Pembelajaran

    BOYOLALI - majalahlarise.com - Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafiul Ulum Canden, Sambi, Boyolali, menggelar In House Training (IHT) SOP Pembelajaran pada Selasa (26/8/2026). Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para ustadz dan ustadzah di lingkungan SMP dan SMA Muhammadiyah Manafiul Ulum.

    Kegiatan dibuka langsung oleh Mudir PonpesMU Manafiul Ulum, Pujiono, didampingi Wakil Direktur (Wadir) Ustadz Suradi serta Kepala SMA Muhammadiyah Manafiul Ulum, Ari Rosmawati.

    Dalam IHT tersebut, para pendidik mendapatkan penguatan kompetensi bahasa sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pembelajaran yang semakin berkualitas dan berorientasi pada pengembangan kemampuan santri.

    Materi Bahasa Arab disampaikan oleh Ustadz Ahmad Yasin, M.Pd.I, sedangkan materi Bahasa Inggris disampaikan Ustadz Rahmad Mudzakir. Penguatan dua kompetensi bahasa tersebut diharapkan dapat mendukung pembelajaran yang lebih komunikatif, aktif, dan selaras dengan tuntutan pendidikan pesantren modern.

    Mudir PonpesMU Manafiul Ulum, Pujiono, menjelaskan peningkatan mutu lembaga pendidikan harus dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya para pendidik.

    “Sekolah dan pesantren yang hebat tidak cukup hanya memiliki gedung dan fasilitas yang baik. Yang paling utama adalah guru yang terus belajar, berkembang, dan memiliki komitmen untuk memberikan layanan pendidikan terbaik kepada santri,” ujarnya.

    Menurut Pujiono, penerapan SOP pembelajaran tidak sekadar berkaitan dengan aturan administratif. SOP menjadi pedoman bersama agar proses pendidikan berjalan terarah, terukur, konsisten, dan memiliki standar mutu yang jelas.

    Melalui IHT ini, para guru juga diajak menyamakan persepsi dalam pelaksanaan pembelajaran, meningkatkan kompetensi, sekaligus membangun budaya belajar di kalangan pendidik.

    Dengan penguatan tersebut, para ustadz dan ustadzah diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang semakin menarik, efektif, dan berkemajuan bagi para santri.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PonpesMU Manafiul Ulum Canden Sambi dalam melakukan continuous improvement pada pengelolaan pendidikan. Melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan penerapan SOP pembelajaran yang terarah, pesantren berupaya melahirkan generasi santri yang unggul dalam keimanan, keilmuan, kemampuan bahasa, keterampilan, dan akhlak. (Sofyan)


    Baca juga: Murid Kelas IV SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Diajak Jadi Kreator Muda di Era Digital



    Goes to Campus, Arch Labs Kolaborasi UNS Kenalkan Material Kekinian untuk Mahasiswa Desain Interior

    SURAKARTA - majalahlarise.com - Perkembangan teknologi dan inovasi material dalam industri desain interior terus bergerak dinamis. Untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri, Arch Labs menggelar program Goes to Campus melalui kolaborasi dengan Program Studi Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rabu (26/8/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari roadshow Arch Labs di sejumlah kota besar di Indonesia. Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan edukasi langsung mengenai perkembangan material interior, teknologi bangunan, hingga penggunaan perangkat dan mesin pendukung yang kini banyak digunakan dalam industri desain interior.

    Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga diperkenalkan dengan berbagai material dan teknologi yang telah berkembang serta diterapkan di dunia kerja.

    Manager Arch Labs, Choirul Chakim, mengatakan kegiatan Goes to Campus bertujuan memberikan pengetahuan dan informasi terbaru kepada mahasiswa sebelum mereka terjun langsung ke dunia profesional.

    “Tujuannya memberikan pengetahuan update terbaru bagi mahasiswa, supaya ketika nanti mereka terjun langsung ke lapangan sudah mengerti dan mengetahui inovasi serta teknologi yang berkembang di dunia kerja,” ujar Chakim.

    Menurutnya, kolaborasi dengan FSRD UNS dinilai relevan karena mahasiswa desain interior nantinya akan bersinggungan langsung dengan industri material dan teknologi interior.

    Arch Labs juga memperkenalkan berbagai inovasi material yang mengedepankan kemudahan aplikasi serta aspek ramah lingkungan. Selain material, mahasiswa dikenalkan dengan teknologi pendukung pekerjaan interior, termasuk penggunaan berbagai power tools agar proses pengerjaan dapat dilakukan secara lebih tepat dan efisien.

    Chakim menambahkan, pihaknya berupaya menghubungkan mahasiswa dengan organisasi dan asosiasi profesional, termasuk Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII). Langkah tersebut diharapkan dapat membuka jejaring mahasiswa dengan kalangan profesional sejak masih berada di bangku kuliah.

    “Harapannya, ketika mereka lulus dari kampus sudah memiliki link dan jaringan profesional. Tujuan kami adalah supaya apa yang diciptakan oleh kampus sesuai dengan kebutuhan industri yang saat ini dibutuhkan,” jelasnya.

    Kegiatan di Surakarta merupakan bagian dari rangkaian Goes to Campus Arch Labs yang sebelumnya telah digelar di sejumlah kota, antara lain Makassar, Bali, Malang, Surabaya, dan Bogor.

    Program tersebut mempertemukan empat unsur penting dalam pengembangan industri desain interior, yakni kalangan profesional, principal atau produsen material, asosiasi profesi, serta akademisi.

    “Ini merupakan rangkaian kegiatan yang kami lakukan untuk bisa berkolaborasi antara profesional, principal, asosiasi, dan akademisi. Kami ingin mereka bisa saling berkolaborasi, bertukar informasi dan bertukar peluang,” tambah Chakim.

    Sementara itu, Ketua HDII, Deni Irawan, menilai kegiatan tersebut memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa desain interior.

    Menurutnya, dalam perkuliahan terdapat sejumlah mata kuliah yang membutuhkan pemahaman terhadap material dan teknologi bangunan, seperti material interior, teknologi bangunan, serta sistem arsitektur. Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan informasi mengenai perkembangan material dan teknologi terbaru agar mampu menyesuaikan konsep desain dengan kondisi pasar.

    “Mahasiswa bisa belanja pengetahuan melalui kegiatan seperti ini. Salah satu kompetensi akhir mahasiswa desain interior adalah menjadi desainer interior yang tidak hanya memiliki kemampuan membuat konsep dan ide desain, tetapi juga memahami material dan teknologinya,” ungkap Deni.

    Ia menegaskan, kemampuan konseptual harus berjalan beriringan dengan pengetahuan teknis. Seorang desainer interior tidak cukup hanya memiliki ide desain yang menarik, tetapi juga harus memahami karakteristik material, teknologi, serta cara penerapannya agar sebuah konsep dapat diwujudkan secara nyata.

    “Kalau kita punya ide dan konsep, tetapi tidak memahami material yang diaplikasikan, desain tersebut tidak akan bisa diwujudkan. Kombinasi antara ide dan pengetahuan teknis mengenai material akan menghasilkan desain yang baik dan bisa diterapkan di pasar,” jelasnya.

    Senada dengan itu, Kepala Program Studi Desain Interior FSRD UNS, Listiawan, menyambut positif kegiatan kolaborasi antara kampus dan industri tersebut. Menurutnya, mahasiswa membutuhkan akses terhadap informasi mengenai perkembangan material dan teknologi terbaru agar desain yang dihasilkan semakin kontekstual dengan kebutuhan pasar.

    “Dari kampus sangat senang karena ada kesempatan mahasiswa untuk mempelajari material desain maupun teknologi bangunan terbaru dalam pembelajaran desain interior. Dengan begitu, desain mereka bisa menyesuaikan dengan teknologi yang saat ini diaplikasikan di pasar,” kata Listiawan.

    Ia menjelaskan, pembelajaran desain interior mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan elemen ruang, mulai dari lantai, dinding, hingga plafon. Masing-masing elemen tersebut membutuhkan pemahaman material dan teknologi yang tepat agar dapat menghasilkan desain yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga dapat direalisasikan.

    Listiawan menilai kegiatan workshop dan pengenalan material seperti ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkaya wawasan sekaligus memahami perkembangan industri secara langsung.

    “Desain interior tidak hanya membutuhkan kemampuan membuat konsep dan ide desain yang bagus, tetapi juga pemahaman mengenai material dan teknologinya. Kalau memiliki ide tetapi tidak memahami material yang akan diaplikasikan, desain tersebut tidak akan bisa diwujudkan,” ujarnya.

    Ia berharap kolaborasi antara akademisi dan industri dapat terus dikembangkan sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

    Kolaborasi Arch Labs dan FSRD UNS ini sekaligus menjadi upaya mempersempit kesenjangan antara pembelajaran di kampus dengan kebutuhan industri desain interior. Dengan pemahaman mengenai material dan teknologi terkini, mahasiswa diharapkan lebih siap menghadapi tantangan profesi serta mampu menghasilkan karya desain yang inovatif, aplikatif, dan sesuai perkembangan pasar. (Din/ Sofyan)


    Baca juga: Murid Kelas IV SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Diajak Jadi Kreator Muda di Era Digital

    Respati mendampingi Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menghadiri puncak Dies Natalis ke-46 Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta.


    Wali Kota Respati Dorong Kebudayaan Jadi Penggerak Ekonomi dan Pariwisata

    SOLO - majalahlarise.com - Wali Kota Solo Respati Ardi terus mendorong sektor kebudayaan agar menjadi salah satu penggerak ekonomi dan pariwisata di Kota Solo. Kebudayaan dinilai tidak hanya penting untuk melestarikan tradisi, tetapi juga harus mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

    Respati menilai kekayaan budaya yang dimiliki Kota Solo memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi sekaligus daya tarik wisatawan. Karena itu, Pemerintah Kota Surakarta terus berupaya memperkuat berbagai program dan aset kebudayaan agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

    Hal tersebut disampaikan Respati usai mendampingi Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menghadiri puncak Dies Natalis ke-46 Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta di Rektorat UTP, Rabu (26/8/2026).

    Respati menyambut baik dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan dalam pengembangan warisan budaya di Kota Solo. Dukungan tersebut di antaranya menyasar Keraton Kasunanan Surakarta, Museum Radya Pustaka, dan Museum Keris.

    Menurutnya, perhatian dari pemerintah pusat menjadi energi penting bagi Pemerintah Kota Surakarta untuk terus mengembangkan kebudayaan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

    "Apa pun yang dilaksanakan terkait kebudayaan di Pemerintah Kota Surakarta, saya mengucapkan banyak terima kasih. Keraton Kasunanan, Museum Radya Pustaka, Museum Keris mendapatkan bantuan dari APBN agar dampaknya kembali bisa dirasakan oleh masyarakat,” kata Respati.

    Ia menjelaskan, dukungan Kementerian Kebudayaan menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem kebudayaan di Kota Solo. Selain menjaga dan melestarikan warisan budaya, pengembangan tersebut diharapkan mampu memberikan multiplayer effect terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

    “Intinya, Kementerian Kebudayaan hari ini sangat mendukung Pemerintah Kota Surakarta untuk memajukan ekonomi budaya, tentunya untuk meramaikan pariwisata,” jelasnya.

    Respati juga menilai program revitalisasi museum menjadi bagian penting dalam upaya mendekatkan kebudayaan kepada masyarakat. Museum tidak hanya dipandang sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi yang menarik bagi generasi muda.

    Museum Radya Pustaka dan Museum Keris yang saat ini tengah dikembangkan diharapkan mampu menjadi sarana pembelajaran sejarah dan kebudayaan bagi masyarakat, khususnya para pelajar.

    “Untuk museum direvitalisasi menjadi lebih bagus. Dampaknya supaya masyarakat bisa belajar di sana, pelajar-pelajar juga bisa mengetahui sejarah yang ada di museum,” paparnya.

    Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan, pengembangan kebudayaan tidak hanya dilakukan di Kota Solo, tetapi juga mencakup sejumlah wilayah di kawasan Solo Raya.

    Untuk Kota Solo, Kementerian Kebudayaan telah memulai revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga dan memperkuat keberadaan bangunan bersejarah yang menjadi bagian penting dari warisan budaya.

    Fadli Zon menyebut revitalisasi diperlukan karena masih terdapat sejumlah bangunan cagar budaya di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta yang membutuhkan penanganan dan perawatan.

    “Di Keraton Solo memulai revitalisasi karena banyak bangunan yang itu sebenarnya cagar budaya yang tidak terurus dan terawat,” tandasnya.

    Pengembangan dan revitalisasi berbagai aset kebudayaan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat identitas Kota Solo sebagai kota budaya, tetapi juga membuka peluang baru bagi tumbuhnya ekonomi kreatif, pariwisata, serta kesejahteraan masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Murid Kelas IV SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Diajak Jadi Kreator Muda di Era Digital



    LAZ Sukoharjo Peduli Perluas Kebermanfaatan Sumur Berkah hingga 1.000 Meter

    Wonogiri - majalahlarise.com - LAZ Sukoharjo Peduli terus memperluas kebermanfaatan program Sumur Berkah bagi masyarakat. Kali ini, perluasan jaringan pipanisasi sepanjang 1.000 meter dilakukan untuk menjangkau masyarakat di wilayah sekitar Manyaran, Wonogiri, sehingga akses terhadap air bersih dapat semakin dekat dan berkelanjutan.

    Perluasan jaringan tersebut dilakukan melalui pembangunan pipa sepanjang 1.000 meter yang terhubung dari tandon air yang telah tersedia. Selain itu, dilakukan penambahan toren air untuk mendukung kapasitas penampungan serta menjaga kelancaran distribusi air kepada masyarakat.

    Program Sumur Berkah ini menjadi bagian dari ikhtiar LAZ Sukoharjo Peduli dalam menghadirkan akses air bersih yang lebih luas. Terwujudnya perluasan jaringan tersebut juga tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, di antaranya YBM PLN UP3 Sukoharjo, para pewakif, donatur, serta masyarakat yang turut memberikan dukungan demi keberlanjutan program.

    Perwakilan LAZ Sukoharjo Peduli menjelaskan, perluasan jaringan pipanisasi merupakan upaya untuk memastikan kebermanfaatan Sumur Berkah dapat dirasakan oleh lebih banyak warga.

    “Alhamdulillah, Sumur Berkah yang dibangun sejak tahun 2021 terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Kini, melalui perluasan jaringan sepanjang 1.000 meter dan penambahan toren air, kami berharap akses air bersih dapat menjangkau wilayah yang lebih luas,” ujarnya.

    Sumur Berkah di wilayah Manyaran tersebut merupakan sumur pertama yang dibangun oleh LAZ Sukoharjo Peduli pada tahun 2021. Sejak awal dibangun, sumur tersebut telah membantu ratusan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

    Kini, kebermanfaatan Sumur Berkah terus dikembangkan agar air bersih dapat mengalir lebih jauh dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Perluasan jaringan pipanisasi diharapkan tidak hanya mempermudah akses warga terhadap air, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kehidupan yang lebih layak dan berkelanjutan.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada YBM PLN UP3 Sukoharjo, para pewakif, donatur, dan seluruh pihak yang telah mendukung program ini. Kolaborasi kebaikan seperti inilah yang membuat manfaat program dapat terus berkembang,” lanjutnya.

    Melalui berbagai program pemberdayaan, LAZ Sukoharjo Peduli terus mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam gerakan kebaikan. Program yang dijalankan meliputi bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kemanusiaan, hingga dakwah.

    Dengan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, LAZ Sukoharjo Peduli berharap Sumur Berkah dapat terus menjadi sumber kehidupan sekaligus menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan. (Sofyan)


    Baca juga: Murid Kelas IV SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Diajak Jadi Kreator Muda di Era Digital


Top