Mahasiswa KKN UNS Kelompok 18 mengajak siswa-siswi SDN Kendayaan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, untuk mencintai bahasa, sastra, dan budaya Jawa melalui proses pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. 



    Mahasiswa KKN UNS Kelompok 18 Dorong Minat Belajar Siswa SDN Kendayaan, Lahirkan Buku Antologi Geguritan Lewat Program SIBAYA MAKARYA

    BLORA - majalahlarise.com – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menghadirkan program pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui program SIBAYA MAKARYA (Sinau Basa, Sastra, lan Budaya Jawa Lumantar Karya), mahasiswa KKN UNS Kelompok 18 mengajak siswa-siswi SDN Kendayaan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, untuk mencintai bahasa, sastra, dan budaya Jawa melalui proses pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Program tersebut tidak hanya berhasil meningkatkan semangat belajar siswa, tetapi juga menghasilkan sebuah karya monumental berupa buku "Antologi Geguritan Sekolahku Kendayaan" yang ditulis bersama para siswa.

    Kegiatan KKN UNS Kelompok 18 berlangsung selama 45 hari, mulai 7 Juli hingga 21 Agustus 2026. Selama masa pengabdian tersebut, delapan mahasiswa melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat, salah satunya mendampingi proses pembelajaran bagi sekitar 80 siswa SDN Kendayaan. Selama tiga minggu berturut-turut, mahasiswa hadir setiap hari di sekolah untuk memberikan pembelajaran di dalam maupun luar kelas dengan metode yang interaktif dan berpusat pada siswa.

    Program ini memperoleh dukungan penuh dari Pemerintah Desa Kendayaan, pihak SDN Kendayaan, guru, serta masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Selain dukungan dari berbagai pihak, kekompakan seluruh anggota KKN menjadi modal utama dalam menyukseskan setiap agenda pembelajaran.



    SIBAYA MAKARYA lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap semakin terkikisnya identitas budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi. Bahasa daerah, sastra, dan budaya lokal dinilai sebagai aset bangsa yang harus terus diwariskan kepada generasi muda. Karena itu, mahasiswa memilih pendekatan pembelajaran yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mengajak siswa mengenal, mencintai, dan mengabadikan budaya daerah melalui karya tulis.

    Pemilihan bahasa Jawa sebagai materi utama bukan tanpa alasan. Kabupaten Blora berada dalam wilayah budaya Jawa Mataram yang memiliki kekayaan bahasa dan tradisi yang khas. Namun demikian, Desa Kendayaan juga memiliki berbagai karakteristik bahasa, ungkapan, dan budaya yang berbeda dengan wilayah budaya Jawa di Surakarta maupun Yogyakarta. Keunikan tersebut dipandang sebagai kekayaan budaya yang perlu dijaga, dikenalkan, sekaligus didokumentasikan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

    Ketua Pelaksana SIBAYA MAKARYA, Ridho Bayu Kurniawan, menjelaskan bahwa menulis merupakan salah satu cara paling efektif untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat.

    "Menulis merupakan upaya mengabadikan sesuatu yang ada. Pada dasarnya kapasitas otak manusia terbatas, demikian pula ingatan manusia. Oleh karena itu, menulis menjadi sarana untuk tetap mengingat apa yang telah terjadi. Kami ingin anak-anak memiliki kenangan belajar yang tidak hanya tersimpan dalam ingatan, tetapi juga tertulis dan dapat dibaca kembali di masa mendatang," jelas Ridho Bayu Kurniawan.

    Melalui pendampingan intensif, para siswa diajak memahami dasar-dasar geguritan atau puisi berbahasa Jawa. Mereka kemudian diberi kebebasan menuangkan pengalaman, cita-cita, lingkungan sekolah, keluarga, hingga kehidupan sehari-hari ke dalam karya sastra. Proses tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar menyampaikan gagasan, melatih keberanian, sekaligus mengembangkan kemampuan literasi.

    Hasil dari proses kreatif tersebut kemudian dihimpun menjadi buku "Antologi Geguritan Sekolahku Kendayaan". Kehadiran buku ini menjadi bukti bahwa anak-anak sekolah dasar mampu menghasilkan karya yang bernilai sekaligus menjadi dokumentasi perjalanan pendidikan mereka di SDN Kendayaan.

    Ridho menuturkan, karya tulis akan menjadi warisan yang jauh lebih bertahan dibandingkan ingatan semata.

    "Dengan menulis buku Antologi Geguritan Sekolahku Kendayaan, anak-anak dapat terus mengingat masa belajar mereka di sekolah dasar. Lebih dari itu, kegiatan ini membekali mereka agar berani berkarya di era modern. Tulisan merupakan senjata yang sulit dimusnahkan. Bacaan adalah bukti sebuah peradaban," ujarnya.

    Menurutnya, penulisan geguritan juga memiliki manfaat dalam perkembangan psikologis anak. Melalui puisi berbahasa Jawa, siswa dapat mengekspresikan perasaan, ide, serta imajinasi secara positif. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi media untuk mengarahkan emosi anak-anak yang sedang berada pada masa pertumbuhan sehingga berkembang menjadi pribadi yang kreatif dan percaya diri.

    Selain mengajarkan bahasa dan sastra Jawa, mahasiswa KKN UNS Kelompok 18 juga menanamkan nilai-nilai karakter kepada para siswa. Tata krama, sopan santun, penghormatan kepada guru dan orang tua, serta adab dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian penting dalam setiap proses pembelajaran. Mahasiswa meyakini pembentukan karakter harus dimulai sejak usia dini agar kelak tumbuh menjadi generasi yang berintegritas.

    Pelaksanaan SIBAYA MAKARYA juga tidak hanya berfokus pada pelajaran bahasa Jawa. Mahasiswa turut membantu pembelajaran berbagai mata pelajaran umum dengan metode yang lebih menyenangkan. Permainan edukatif, belajar sambil bernyanyi, diskusi kelompok, membaca bersama, hingga berbagai aktivitas kreatif diterapkan untuk menghilangkan kejenuhan siswa selama belajar.

    Suasana belajar yang santai namun tetap serius membuat siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran. Mahasiswa juga mengajak anak-anak bermain, mengeja, mencari makna kata, berdiskusi, hingga berlatih tampil di depan teman-temannya. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar sekaligus mengurangi risiko anak kehilangan semangat bersekolah atau putus sekolah.

    Seluruh anggota KKN UNS Kelompok 18 berharap program SIBAYA MAKARYA menjadi langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi pembangunan sumber daya manusia di Desa Kendayaan. Mereka percaya pendidikan yang dipadukan dengan pelestarian budaya dan penguatan karakter akan melahirkan generasi yang mampu menjaga identitas daerah sekaligus siap menghadapi tantangan zaman.

    "Kami berharap kegiatan pembelajaran di Sekolah Dasar ini dapat berkontribusi dalam pembangunan desa dan menjadi cikal bakal pembangunan bangsa yang lebih cerah. Sebagai bentuk ekspresi anak-anak, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk pribadi yang berani bersuara, berekspresi, dan berkarya dalam keadaan apa pun serta di mana pun. Semua akan mudah hilang dan terlupakan, kecuali tulisan," tutur seluruh anggota KKN UNS Kelompok 18.

    Melalui SIBAYA MAKARYA, mahasiswa KKN UNS membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan dalam pembangunan fisik, tetapi juga melalui pembangunan karakter, peningkatan literasi, dan pelestarian budaya. Program ini menjadi contoh bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat mampu melahirkan inovasi pendidikan yang berdampak nyata bagi generasi penerus bangsa. (Sofyan)


    Pelaksanaan kegiatan bertajuk Enjoyable Math Learning Through Domino Games di Suksasat School, Songkhla, Thailand.


    Perkuat Kerja Sama Internasional, UNISRI Kenalkan Domino Games untuk Pembelajaran Matematika di Thailand

    SONGKHLA, Thailand - majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta terus memperluas kiprahnya di tingkat internasional melalui program pengabdian kepada masyarakat. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNISRI melaksanakan kegiatan bertajuk Enjoyable Math Learning Through Domino Games di Suksasat School, Songkhla, Thailand, belum lama ini. Program tersebut mengenalkan pembelajaran matematika berbasis permainan (game-based learning) kepada siswa sekolah dasar sebagai upaya meningkatkan minat dan pemahaman belajar.

    Kegiatan ini diikuti siswa kelas 1 dan kelas 2 SD yang diajak belajar matematika dengan cara menyenangkan melalui permainan domino yang telah dimodifikasi. Tim pengabdian dipimpin Alfonsa Maria Sofia Hapsari dengan anggota Arif Sutikno serta mahasiswa Michkel Wahyu Romadhani. Materi yang diberikan meliputi pengenalan angka, penjumlahan, hingga pengurangan sederhana yang dikemas dalam aktivitas interaktif.

    Ketua tim pengabdian, Alfonsa Maria Sofia Hapsari, menjelaskan pendekatan tersebut dirancang agar siswa lebih mudah memahami konsep matematika sesuai karakteristik perkembangan anak usia sekolah dasar.

    "Melalui permainan domino ini, siswa diajak belajar sambil bermain. Dengan begitu konsep matematika lebih mudah dipahami dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia sekolah dasar," jelas Alfonsa.

    Selama kegiatan berlangsung, suasana kelas tampak hidup dan penuh antusias. Para siswa aktif mencocokkan kartu domino, berdiskusi dalam kelompok, serta menyelesaikan berbagai tantangan matematika secara kolaboratif. Pendekatan tersebut membuat proses belajar menjadi lebih menarik sekaligus mendorong keterlibatan siswa secara aktif.

    Tidak hanya melibatkan siswa, tim UNISRI juga memberikan pendampingan kepada guru-guru Suksasat School mengenai penerapan metode game-based learning. Pendampingan ini diharapkan mampu mendorong guru mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan menyenangkan di dalam kelas.

    Menurut tim pengabdian, media domino matematika memiliki manfaat lebih luas daripada sekadar meningkatkan motivasi belajar. Permainan tersebut juga dapat melatih kemampuan berpikir logis, kerja sama antar siswa, serta keterampilan memecahkan masalah sejak usia dini.

    Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim menyerahkan media pembelajaran domino matematika beserta panduan penggunaannya kepada pihak sekolah. Media tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan oleh para guru dalam proses pembelajaran sehari-hari.

    Kepala Suksasat School menyampaikan apresiasi atas kerja sama internasional yang terjalin bersama UNISRI. "Metode pembelajaran berbasis permainan memberikan pengalaman baru bagi guru maupun siswa. Ini juga membuka peluang pengembangan inovasi pembelajaran matematika yang lebih efektif di sekolah dasar," ujarnya.

    Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi UNISRI di bidang pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan. Melalui program Enjoyable Math Learning Through Domino Games, UNISRI berharap inovasi pembelajaran berbasis permainan edukatif mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dasar di Thailand serta semakin mempererat hubungan akademik antara Indonesia dan Thailand. Universitas Slamet Riyadi Surakarta juga terus mendorong internasionalisasi melalui riset, pengabdian, dan kolaborasi global dengan menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. (Sofyan)


    Baca juga: Peresmian Masjid AR Fachruddin Solo Utara, Muhammadiyah Perkuat Dakwah dan Pembinaan Umat

     

    Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surakarta yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026. 


    Wakil Wali Kota Lepas Kontingen Pramuka Surakarta ke Jamnas XII 2026

    SURAKARTA - majalahlarise.com – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surakarta yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026. Pelepasan berlangsung di Loji Gandrung, Kamis (6/8), dan dirangkaikan dengan Apel Pelantikan Pramuka Garuda Kota Surakarta. Momentum tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Surakarta terhadap pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka.

    Dalam sambutannya, Astrid Widayani menyampaikan apresiasi kepada Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Surakarta, Dinas Pendidikan Kota Surakarta, para pembina, serta orang tua yang telah mendampingi dan mempersiapkan para peserta hingga siap mengikuti ajang kepramukaan tingkat nasional. Ia juga mengucapkan selamat kepada para calon Pramuka Garuda yang resmi dilantik sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan prestasi mereka dalam kegiatan kepramukaan.

    “Selamat kepada adik-adik yang hari ini dilantik sebagai Pramuka Garuda. Gelar ini merupakan pencapaian yang membanggakan sekaligus amanah untuk terus menjadi teladan dalam disiplin, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat. Tunjukkan bahwa Pramuka Surakarta adalah pribadi yang santun, tangguh, kreatif, dan berkarakter,” ujar Astrid.


    Kontingen Kota Surakarta yang akan diberangkatkan menuju Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, berjumlah 41 orang. Rombongan terdiri atas 16 Pramuka Penggalang putra, 16 Pramuka Penggalang putri, dua orang Pimpinan Kontingen Cabang (Pinkoncab), empat pembina pendamping, serta tiga orang official. Pada kesempatan yang sama, sebanyak 30 calon Pramuka Garuda juga resmi dilantik, terdiri atas 15 Pramuka Garuda putra dan 15 Pramuka Garuda putri.

    Kontingen dijadwalkan bertolak menuju Jakarta pada 11 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB. Sementara itu, Jambore Nasional XII akan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Buperta Cibubur, dan seluruh peserta direncanakan kembali ke Surakarta pada 21 Agustus 2026.

    Astrid berharap para peserta dapat memanfaatkan Jambore Nasional sebagai wadah untuk belajar, memperkaya pengalaman, memperluas persahabatan, serta mengembangkan karakter kepemimpinan. Ia juga mengingatkan seluruh anggota kontingen agar menjaga nama baik Kota Surakarta selama mengikuti kegiatan dan mengimplementasikan ilmu serta keterampilan yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sepulang dari Jambore Nasional.

    Selain itu, Astrid berpesan kepada para pembina dan pendamping agar senantiasa mengutamakan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan. Dengan persiapan yang matang dan pendampingan yang optimal, ia berharap kontingen Kota Surakarta dapat mengikuti Jambore Nasional XII dengan lancar, meraih pengalaman terbaik, serta kembali ke daerah dalam keadaan sehat dan membawa prestasi yang membanggakan. (Mas Is/ Sofyan)


    Baca juga: Lazismu SD Muhammadiyah PK Solo Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Empat Murid TK di Karanganyar

    Kegiatan GELAS MULIA (Gerakan Relawan Lintas Agama Merawat Rumah Ibadah) dengan melaksanakan aksi bersih-bersih rumah ibadah lintas iman, Kamis (6/8/2026). 


    Kuatkan Kerukunan, PAWON Gelar GELAS MULIA Merawat Rumah Ibadah Lintas Iman

    WONOGIRI - majalahlarise.com – Paguyuban Agamawan Muda Wonogiri (PAWON) menggelar kegiatan GELAS MULIA (Gerakan Relawan Lintas Agama Merawat Rumah Ibadah) dengan melaksanakan aksi bersih-bersih rumah ibadah lintas iman, Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di masjid dan sanggar di kawasan Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur Wonogiri ini menjadi wujud nyata komitmen menjaga harmoni serta mempererat kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Wonogiri.

    Ketua PAWON, Eko Rahmanto, menjelaskan kegiatan tersebut tidak sekadar membersihkan rumah ibadah, tetapi juga membangun semangat kebersamaan di tengah keberagaman. Menurutnya, aksi gotong royong lintas agama menjadi simbol bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi masyarakat untuk saling menghormati dan bekerja sama demi kepentingan bersama.

    "Kegiatan GELAS MULIA diharapkan mampu meningkatkan semangat persatuan, kesatuan, serta memperkuat rasa persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Wonogiri. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk peningkatan rasa nasionalisme dan semangat kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81," ujar Eko Rahmanto.


    Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus PAWON, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonogiri, serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan sinergi dalam menjaga kehidupan masyarakat yang damai, toleran, dan saling menghargai.

    Dalam arahannya, pengurus FKUB Kabupaten Wonogiri sekaligus pegawai Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Mursyidi, S.Ag., M.S.I., memberikan apresiasi atas konsistensi PAWON dalam membangun kerukunan melalui aksi nyata. Ia menilai kegiatan lintas agama seperti GELAS MULIA mampu memperkuat nilai-nilai toleransi sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat.

    "Saya mengapresiasi pengurus PAWON yang terus berupaya menjaga harmoni dan kerukunan antarumat beragama di Wonogiri. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan semakin kuat di tengah masyarakat," kata Mursyidi.

    Melalui GELAS MULIA, PAWON berharap semangat gotong royong lintas iman semakin tumbuh di Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa merawat kerukunan dapat diwujudkan melalui aksi sederhana namun bermakna, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan bersatu dalam keberagaman. (Sofyan)


    Baca juga: Dies Natalis ke-44, SMA Veteran 1 Sukoharjo Teguhkan Semangat Melampaui Awan dan Menembus Bintang

    KL Lazismu menyalurkan bantuan kepada empat murid TK Dharma Wanita VIII Blulukan, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (6/8/2026).


    Lazismu SD Muhammadiyah PK Solo Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Empat Murid TK di Karanganyar

    Solo - majalahlarise.com - Kantor Layanan (KL) Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Melalui program bantuan pendidikan, KL Lazismu menyalurkan bantuan kepada empat murid TK Dharma Wanita VIII Blulukan, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (6/8/2026).

    Bantuan tersebut diberikan berdasarkan surat permohonan yang diajukan pihak sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan biaya pendidikan peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dana bantuan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan, seperti biaya SPP, buku, alat tulis, dan perlengkapan sekolah sesuai dengan pengajuan yang disampaikan oleh pihak TK.

    Pengurus KL Lazismu SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Muhamad Arifin, mengatakan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari program Kencleng Surga, yaitu gerakan infak yang rutin dilakukan oleh murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo.

    "Alhamdulillah, bantuan ini berasal dari kepedulian para murid melalui program Kencleng Surga. Semoga dana yang disalurkan dapat bermanfaat untuk membantu kebutuhan operasional pendidikan anak-anak sesuai dengan pengajuan yang telah disampaikan," ujar Arifin.

    Ia menambahkan, program Kencleng Surga tidak hanya mengajarkan semangat berbagi kepada peserta didik, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai kepedulian sosial sejak usia dini. Dana yang terkumpul secara rutin disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan.

    Guru TK Dharma Wanita VIII Blulukan, Fajar Rustriyani, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti bagi keluarga penerima manfaat.

    "Kami mengucapkan terima kasih kepada KL Lazismu SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo atas bantuan yang telah diberikan. Bantuan operasional pendidikan ini sangat penting karena beberapa murid kami berasal dari keluarga yang kurang mampu. Insyaallah bantuan ini akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan pendidikan anak-anak," tuturnya.

    Melalui program ini, KL Lazismu SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berharap semakin banyak anak memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik tanpa terkendala biaya. Di sisi lain, program Kencleng Surga diharapkan terus menjadi media pembelajaran karakter bagi para murid untuk menumbuhkan kepedulian, empati, dan semangat berbagi kepada sesama.

    Dengan semangat memberi untuk negeri, Lazismu SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo terus berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, dan tepat sasaran. (Sofyan)


    Baca juga: Dies Natalis ke-44, SMA Veteran 1 Sukoharjo Teguhkan Semangat Melampaui Awan dan Menembus Bintang

    Prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan sekolah selama 44 tahun.


    Dies Natalis ke-44, SMA Veteran 1 Sukoharjo Teguhkan Semangat Melampaui Awan dan Menembus Bintang


    SUKOHARJO - majalahlarise.com – SMA Veteran 1 Sukoharjo menggelar puncak peringatan Dies Natalis ke-44, Kamis (6/8/2026), dengan rangkaian kegiatan sejak pukul 06.00 hingga 15.00 WIB. Mengusung tema "STARTOS: Terus Melampaui Awan dan Menembus Bintang", peringatan hari jadi sekolah dipenuhi kegiatan seremonial, pentas seni, penampilan ekstrakurikuler, hiburan, serta menjadi momentum memperkuat komitmen sekolah dalam mencetak generasi berprestasi dan berkarakter.

    Kegiatan diawali dengan koordinasi panitia dan persiapan acara, dilanjutkan pembukaan resmi yang diisi menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars SMA Veteran 1 Sukoharjo, pembacaan tilawah, laporan ketua pelaksana, sambutan para tamu undangan, doa bersama, hingga prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan sekolah selama 44 tahun.

    Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Si., mengajak seluruh warga sekolah bangga menjadi bagian dari SMA Veteran 1 Sukoharjo serta memanfaatkan masa belajar selama tiga tahun untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, karakter, dan keterampilan. Menurutnya, tema Dies Natalis tahun ini menjadi penyemangat bagi seluruh peserta didik untuk berani memiliki cita-cita tinggi.

    "Tema hari ini yaitu terus melampaui awan dan menembus bintang, sesuai cita-cita kita bersama. Bangga menjadi SMA Veteran 1 Sukoharjo, semoga anak-anak mendapatkan skill dan ilmu yang diberikan oleh bapak ibu guru yang hebat," ujarnya.

    Para tamu undangan hadir mengikuti prosesi puncak perayaan HUT ke-44 SMA Veteran 1 Sukoharjo.


    Wanita yang akrab disapa bu Koyem menjelaskan, sejak berdiri pada 1982, SMA Veteran 1 Sukoharjo telah melahirkan banyak alumni yang sukses di berbagai profesi, mulai dari dokter, anggota kepolisian, pengusaha hingga tenaga profesional lainnya. Ia menyebut keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen sekolah dalam melahirkan sumber daya manusia berkualitas. 

    "Puji syukur, SMA Veteran sudah mencetak generasi-generasi yang luar biasa. Saya sendiri juga lulusan SMA Veteran 1 Sukoharjo tahun 1990," katanya.

    Ia juga mengingatkan pentingnya membangun karakter melalui kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan penguasaan berbagai soft skill. Para siswa didorong memanfaatkan program unggulan sekolah, seperti pembelajaran bahasa Inggris, bahasa Jepang, teknologi informasi, serta kerja sama dengan perguruan tinggi dan dunia industri. Selain itu, sekolah terus mengembangkan keterampilan vokasional melalui program menjahit, broadcasting, jurnalistik, content creator, karawitan, Paskibraka, hingga organisasi siswa. 

    "Tiga tahun di sini jangan hanya datang dan pulang sekolah. Ikuti organisasi-organisasi yang ada agar keterampilan kepemimpinan terbentuk dan kelak siap terjun di masyarakat," tuturnya.

    Menutup sambutannya, Koyem mengungkapkan rasa syukur atas meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap SMA Veteran 1 Sukoharjo. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, jumlah peserta didik baru mencapai 472 siswa. Ia berharap sekolah terus berkembang dan mampu memberikan pelayanan terbaik. 

    "Jayalah terus lembagaku, mudah-mudahan mampu berdiri tegak sampai kapan pun. Sejatinya hidup itu melayani orang lain dengan sebaik-baiknya, karena dari situlah kebahagiaan akan datang dengan sendirinya," pungkasnya.

    Ketua YPPP Veteran Sukoharjo, Sadewa Suharto, memberikan apresiasi kepada kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh keluarga besar SMA Veteran atas perkembangan sekolah yang semakin pesat. Menurutnya, peningkatan jumlah peserta didik menjadi bukti tingginya kepercayaan masyarakat terhadap SMA Veteran Sukoharjo. 

    "Kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada kepala sekolah, bapak ibu guru, dan seluruh pihak yang telah membesarkan SMA Veteran hingga menjadi sekolah yang sangat membanggakan," ujarnya.

    Sadewa menambahkan SMA Veteran Sukoharjo menjadi salah satu unit pendidikan di bawah YPPP Veteran yang menunjukkan perkembangan paling signifikan. Ia berharap kualitas pendidikan, prestasi, dan pelayanan terus meningkat sehingga sekolah semakin unggul. "Selamat Dies Natalis ke-44. Semoga SMA Veteran semakin sukses, unggul, jaya, dan terpercaya," katanya.

    Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Tengah, Agung Wijayanto, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kontribusi SMA Veteran Sukoharjo dalam memperluas akses pendidikan sekaligus membentuk karakter peserta didik. Ia menyebut kejujuran, kedisiplinan, serta sikap rendah hati menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045. 

    "Untuk menjadi sukses, yang utama adalah kejujuran, kedisiplinan, dan humble atau rendah hati serta komunikatif. Tiga hal inilah yang menjadi kunci menuju kesuksesan," jelasnya.

    Agung juga mengapresiasi berbagai program penguatan karakter yang dijalankan sekolah, mulai dari budaya literasi hingga pembiasaan membaca Al-Qur'an yang sejalan dengan program SMA Mantap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia mengingatkan pentingnya sinergi antara sekolah, yayasan, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan. 

    "Tidak ada sekolah yang majunya sendiri dan tidak ada sekolah yang hebatnya sendiri. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai stakeholder menjadi kunci agar sekolah terus berkembang dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas," pungkasnya.

    Ketua Pelaksana Dies Natalis, Andre Putra Hadi Atmaja, menjelaskan tema "STARTOS: Melampaui Awan, Menembus Bintang" menjadi simbol semangat seluruh warga sekolah untuk terus berprestasi dan berani bermimpi besar. Menurutnya, Dies Natalis bukan sekadar perayaan ulang tahun sekolah, tetapi juga menjadi ajang promosi sekolah, memperkuat solidaritas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus menjadi wadah pengembangan bakat dan kreativitas peserta didik. 

    "Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan harapan dan doa agar SMA Veteran 1 Sukoharjo terus berkibar, mengukir prestasi hingga melampaui awan dan menembus bintang," ujarnya.

    Usai rangkaian seremonial, panggung Dies Natalis dimeriahkan berbagai penampilan ekstrakurikuler, mulai dari Karawitan, Tonsus, Hadroh, Tari, PMR, hingga Dewan Ambalan. Kemeriahan berlanjut dengan penampilan Guest Star Koplo, dilanjutkan ISHOMA, kemudian hiburan kembali hadir melalui Guest Star Koplo, Guest Star DJ, serta atraksi Surprise Smoke Bomb. Rangkaian kegiatan ditutup pukul 15.00 WIB dengan sesi Sayonara sebagai penutup seluruh peringatan Dies Natalis ke-44 SMA Veteran 1 Sukoharjo. 

    Perayaan ini diharapkan semakin mempererat kebersamaan keluarga besar sekolah sekaligus memperkuat tekad SMA Veteran 1 Sukoharjo dalam mencetak generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. (Sofyan)


    Baca juga: Galeri Investasi UNISRI dan BEI Edukasi Warga Desa Brojol Lewat Sekolah Pasar Modal

    Pelaksanaan Program bertajuk Penguatan Daya Saing UMKM Batik melalui Inovasi Motif dan Mesin Pengering Berbasis Teknologi Tepat Guna pada Kelompok Batik Sendang Mulyo.


    Ketika Batik Tak Lagi Bergantung pada Matahari, PISN 2026 Perkuat Daya Saing Batik Sendang Mulyo

    SUKOHARJO - majalahlarise.com – Tradisi membatik di Kelompok Batik Sendang Mulyo kini memasuki babak baru. Melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026, para perajin tidak hanya didampingi untuk melahirkan motif batik yang lebih inovatif, tetapi juga diperkuat dengan teknologi tepat guna dan transformasi digital guna meningkatkan daya saing usaha. Program bertajuk Penguatan Daya Saing UMKM Batik melalui Inovasi Motif dan Mesin Pengering Berbasis Teknologi Tepat Guna pada Kelompok Batik Sendang Mulyo tersebut berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 2–30 Juli 2026.

    Selama ini para perajin menghadapi kendala klasik, terutama saat musim hujan. Proses pengeringan kain batik yang masih bergantung pada sinar matahari membuat produksi melambat dan pengiriman pesanan sering tertunda. Di sisi lain, persaingan pasar menuntut inovasi motif sekaligus kemampuan memasarkan produk secara digital agar mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

    Salah satu kegiatan utama adalah Workshop Desain Motif Batik Lombok Gendhayakan yang dipandu Evelyne Henny Lukitasari. Workshop mengajak para perajin menggali potensi cabai lokal lombok gendhayakan sebagai sumber inspirasi motif khas yang mencerminkan identitas daerah. Peserta diajak mengamati bentuk alami tanaman, memahami nilai filosofisnya, hingga mengolahnya menjadi pola batik yang memiliki ritme, keseimbangan, dan karakter visual yang kuat.



    "Motif adalah wajah pertama sebuah batik. Ketika sebuah motif lahir dari kekayaan lokal, ia bukan hanya menjadi ornamen, tetapi juga menjadi identitas yang membedakan produk dengan daerah lain," jelas Evelyne Henny Lukitasari.

    Selain inovasi desain, PISN 2026 juga membekali pelaku UMKM dengan kemampuan pemasaran digital melalui pelatihan penyusunan katalog digital yang dipandu Farid Fitriadi. Para peserta belajar menyusun katalog yang tidak hanya menampilkan foto produk, tetapi juga mengangkat cerita mengenai filosofi motif, proses pembuatan, serta keunikan Batik Sendang Mulyo sebagai nilai tambah produk.

    "Pembeli sekarang ingin mengetahui cerita di balik produk. Katalog digital menjadi media yang mampu menjembatani produk dengan konsumennya," terang Farid Fitriadi.

    Transformasi digital semakin diperkuat melalui pelatihan fotografi produk menggunakan telepon pintar yang dipandu Ahmad Khoirul Anwar. Peserta mempelajari teknik pencahayaan, komposisi, pemilihan latar belakang, hingga penyuntingan foto agar hasil produk tampil lebih profesional di berbagai platform digital tanpa harus menggunakan peralatan mahal.

    "Sering kali keputusan membeli diawali dari foto yang menarik. Karena itu, visual menjadi investasi penting bagi UMKM," ujar Ahmad Khoirul Anwar.


    Inovasi yang paling dirasakan manfaatnya oleh para perajin adalah hadirnya mesin pengering batik berbasis teknologi tepat guna yang dikembangkan di bawah koordinasi Erna Indriastiningsih. Mesin tersebut menjadi solusi atas persoalan pengeringan kain saat musim hujan sehingga proses produksi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada cuaca.

    "Kami ingin teknologi hadir untuk menjawab kebutuhan nyata UMKM. Mesin ini bukan sekadar alat, tetapi solusi agar proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas tetap terjaga, dan produktivitas meningkat," jelas Erna Indriastiningsih.

    Program PISN 2026 dipimpin Erna Indriastiningsih bersama tim yang terdiri atas Evelyne Henny Lukitasari, Farid Fitriadi, dan Ahmad Khoirul Anwar. Kolaborasi multidisiplin tersebut memadukan pengembangan desain motif, komunikasi visual, fotografi produk, pemasaran digital, hingga penerapan teknologi tepat guna sebagai upaya meningkatkan daya saing UMKM batik.

    Melalui rangkaian pendampingan tersebut, Kelompok Batik Sendang Mulyo tidak hanya menghasilkan motif baru maupun teknologi baru, tetapi juga menumbuhkan optimisme bahwa batik tradisional tetap mampu berkembang di tengah perubahan zaman. PISN 2026 menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan inovasi, sehingga warisan batik tidak hanya terjaga, tetapi juga semakin memberi nilai ekonomi bagi para perajinnya. (Sofyan)


    Baca juga: Galeri Investasi UNISRI dan BEI Edukasi Warga Desa Brojol Lewat Sekolah Pasar Modal


Top