Warga berebut uang koin dalam tradisi Sadranan di Dukuh Dalangan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.


    Ratusan Warga Kalitengah Klaten Berebut Uang Koin dalam Tradisi Sadranan Jelang Ramadan

    Klaten – majalahlarise.com - Ratusan warga tumpah ruah mengikuti tradisi Sadranan yang digelar menjelang bulan suci Ramadan di Dukuh Dalangan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (13/2/2026). Salah satu momen yang paling ditunggu adalah saat udhek-udhek atau menebar uang koin.

    Setelah doa bersama, sejumlah tokoh masyarakat menebarkan uang koin ke tengah kerumunan warga. Suasana pun mendadak riuh. Anak-anak hingga orang dewasa tampak berebut mengumpulkan koin yang berserakan di tanah. Meski saling berdesakan, kegiatan tetap berlangsung tertib.

    Salah satu tokoh masyarakat, Harjanto Hadi Sutomo, menjelaskan tradisi Sadranan rutin digelar setiap bulan Ruwah dalam penanggalan Jawa, menjelang datangnya Ramadan. Kegiatan digelar dengan doa bersama dilanjutkan tradisi udhek-udhek yakni menebar uang koin.

    "Tradisi udhek-udhek memiliki makna berbagi rezeki dan mempererat kebersamaan antar warga. Kegiatan ini sudah ada sejak nenek moyang dan menjadi tradisi turun-temurun. Sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa," ujarnya.

    Sementara itu, warga yang berhasil mengumpulkan koin tampak sumringah. Bagi anak-anak, momen ini menjadi pengalaman yang menyenangkan. Tradisi tersebut juga menjadi pengingat nilai gotong royong dan rasa syukur.

    "Ini tadi saya susah dapatnya uang koin, harus berebut dengan yang lain. Alhamdulillah saya dapat sekitar Rp 30.000. Uangnya nanti buat jajan dan beli keperluan sekolah," ujar Isa Dwi Rochmawati, salah satu warga.

    Dengan tetap menjaga nilai budaya dan kebersamaan, warga berharap tradisi Sadranan akan terus lestari dari generasi ke generasi. (Arkhan Al Ghazali)


    Baca juga: Hamenang Resmikan Senjadi Emerald, Serap Lapangan Kerja Baru di Klaten


    Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meresmikan Senjadi Emerald Coffee & Eatery.


    Hamenang Resmikan Senjadi Emerald, Serap Lapangan Kerja Baru di Klaten 

    Klaten – majalahlarise.com - Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, meresmikan Senjadi Emerald Coffee & Eatery sebagai destinasi kuliner baru di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (13/2/2026). Kehadiran usaha tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menyerap lapangan kerja.

    Acara peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh Bupati Klaten sebagai simbol resmi dibukanya Senjadi Emerald untuk masyarakat. Turut hadir sejumlah tamu undangan, pelaku usaha, serta tokoh masyarakat.

    "Hari ini saya dapat undangan pembukaan Senjadi Emerald. Tadi saya langsung mencicipi juga. Kopinya mantap, sekaligus beberapa makanan spesial yang ternyata enak," kata bupati.

    Bupati menyampaikan apresiasi atas investasi yang masuk ke Klaten, khususnya di sektor kuliner dan ekonomi kreatif. Menurutnya, berkembangnya tempat usaha baru menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi di Klaten.

    "Tentu kami mengucapkan terimakasih kepada jajaran manajemen Senjadi Emerald yang selalu berkomitmen membuka tempat usaha baru di Kabupaten Klaten sehingga ini sebuah simbiosis mutualisme, karena di satu sisi ada destinasi kuliner baru sehingga kemudian bisa menjadi lahan lowongan kerja buat masyarakat di Klaten," ujar bupati.

    Owner Senjadi Emerald Coffee & Eatery, Tiyas Ari Wibowo menjelaskan, Senjadi Emerald hadir sebagai destinasi kuliner dan ruang berkumpul yang mengusung konsep modern, hangat, dan nyaman. Dengan dua lantai yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti coffee bar terbuka, area seating yang luas, private corner, mezzanine, mushola, playground, VIP room, serta area outdoor.

    "Senjadi Emerald dirancang untuk menjadi tempat yang inklusif bagi berbagai kalangan," ujarnya.

    Tidak hanya menghadirkan sajian kopi dan minuman signature, Senjadi Emerald juga menawarkan beragam menu makanan dan dessert yang diracik dengan bahan pilihan dan standar kualitas terbaik.

    "Kehadiran tempat ini bukan sekadar membuka usaha, melainkan menghadirkan ruang yang mampu menjadi bagian dari cerita dan kebersamaan masyarakat Klaten," ujarnya.

    Dengan semangat kebersamaan dan pelayanan terbaik, Senjadi Emerald siap menjadi destinasi pilihan untuk menikmati waktu, rasa, dan kenyamanan dalam satu tempat. (Arkhan Al Ghazali)


    Baca juga: Sambut Bulan Puasa, SD Muhammadiyah 1 Solo Gelar Tarhib Ramadan

    Siswa mengikuti pawai Ramadan menjadi momentum istimewa untuk menyambut datangnya bulan suci.


    Sambut Bulan Puasa, SD Muhammadiyah 1 Solo Gelar Tarhib Ramadan

    SOLO – majalahlarise.com - Sambut bulan suci Ramadan, ratusan siswa SD Muhammadiyah 1 Solo mengikuti kegiatan tarhib Ramadan dalam suasana penuh kegembiraan dan semangat spiritual, Jumat (13/2/2026).

    Kegiatan yang dikemas dalam bentuk pawai Ramadan menjadi momentum istimewa untuk menyambut datangnya bulan suci dengan hati bersih serta kesiapan spiritual yang berkemajuan. Sejak pukul 06.30 WIB, para siswa tampak berdatangan mengenakan busana muslim bernuansa putih, menciptakan suasana religius dan khidmat di lingkungan sekolah.

    Kepala Sekolah Sri Sayekti menyampaikan kegiatan tarhib merupakan salah satu agenda praramadan dengan mengusung tema Sambut Ramadanmu dengan Gembira.

    “Peserta didik rata-rata mengenakan baju muslim bernuansa putih. Guru dan siswa bersama-sama menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh semangat,” ujarnya.

    Dalam arahannya, Sri Sayekti mengucapkan terima kasih kepada panitia, guru, karyawan, serta seluruh siswa yang mengikuti kegiatan dengan antusias. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Lazismu Solo yang menjadi bagian dari support system kegiatan tersebut.

    Ia mengajak seluruh peserta didik untuk bersyukur karena kembali dipertemukan dengan Ramadan tahun ini.

    “Alhamdulillah Ramadan tahun 2026 telah tiba. Kita patut bersyukur diberi Allah SWT umur panjang sehingga dapat melaksanakan Ramadan dengan penuh suka cita,” tuturnya.

    Ramadan menjadi bulan yang dinantikan umat Islam. Pada bulan ini, Allah membuka pintu ampunan seluas-luasnya sehingga manusia memiliki kesempatan membersihkan dosa dan kesalahan melalui ibadah puasa selama sebulan penuh dengan landasan iman dan keikhlasan.

    Di bulan Ramadan pula terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yakni Lailatul Qadr. Selain itu, Ramadan menjadi momentum turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup manusia, pembeda antara yang haq dan batil.

    “Di Ramadan pula, Allah dengan Maha Pemurah melipatgandakan pahala dan kebaikan,” jelasnya.

    Sejumlah program unggulan telah disiapkan sekolah untuk mengisi Ramadan tahun ini, di antaranya pengajian spesial Ramadan, buka puasa bersama calon siswa baru dan anak panti asuhan terpilih, pesantren kilat, pembagian zakat fitri kolaborasi dengan Lazismu Solo bagi kaum prasejahtera dan marginal, hingga kegiatan halalbihalal.

    Sri Sayekti menambahkan kegiatan tersebut menjadi bagian dari ciri khas sekolah yang berdiri sejak 1935 tersebut. Menurutnya, pertumbuhan spiritual dibangun secara terpadu dalam ekosistem pendidikan berstandar internasional.

    Selain itu, guru, karyawan, serta siswa kelas 4 dan 5 juga mengikuti Pesantren Ramadan Virtual (PRV) Tahun 1447 H sebagai bagian penguatan nilai keislaman di era digital.

    “Inilah komitmen sekolah bersejarah dalam membangun spiritual growth yang terintegrasi dengan kualitas pendidikan,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: SMA Negeri 1 Wonogiri Gelar Simulasi Gempa, BPBD Siapkan Sekolah Menuju Satuan Pendidikan Aman Bencana

    Tim dari BPBD Kabupaten Wonogiri saat mengajarkan cara melindungi diri bagian kepala saat terjadi bencana gempa bumi.


    SMA Negeri 1 Wonogiri Gelar Simulasi Gempa, BPBD Siapkan Sekolah Menuju Satuan Pendidikan Aman Bencana

    Wonogiri – majalahlarise.com - Gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu dan dirasakan hingga wilayah Kabupaten Wonogiri menjadi perhatian serius masyarakat, termasuk kalangan pelajar. Kesadaran akan pentingnya langkah penyelamatan diri saat bencana terjadi mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri menggelar sosialisasi dan simulasi penanganan bencana di SMA Negeri 1 Wonogiri, Jumat (13/2/2026).

    Kegiatan ini dikemas dalam bentuk simulasi tanggap gempa sebagai bagian dari implementasi program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Ratusan siswa, guru, serta tenaga kependidikan mengikuti kegiatan dengan antusias.

    Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menguraikan, pihaknya mendapat kepercayaan dari Bupati Wonogiri untuk memimpin organisasi perangkat daerah yang bertugas melaksanakan upaya penanggulangan bencana di wilayah Wonogiri.

    Siswa mengikuti arahan dari instruktur BPBD Wonogiri.


    “Satuan Pendidikan Aman Bencana terdengar formal, tetapi intinya sederhana. Sekolah bukan hanya tempat mencari nilai dan belajar, tetapi juga harus menjadi tempat yang aman apabila suatu saat alam ‘mengajak bercanda’,” tuturnya di hadapan siswa.

    Fuad yang juga alumni SMA Negeri 1 Wonogiri mengajak siswa membayangkan situasi saat gempa terjadi ketika proses belajar mengajar berlangsung. Ia menuturkan, tanpa persepsi dan pemahaman yang sama, respons spontan siswa berpotensi menimbulkan kepanikan dan risiko keselamatan.

    “Ketika tidak pernah mendapat edukasi, refleks pertama biasanya lari tanpa arah yang jelas. Padahal jika gempa terjadi saat ulangan atau kegiatan di kelas, risiko bisa sangat tinggi. Karena itu, pagi ini kita belajar bersama melalui simulasi agar semua memiliki prosedur yang sama,” jelasnya.

    Ia menyampaikan, kegiatan ini memiliki dasar hukum Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana. Regulasi tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sekolah dalam menghadapi bencana, melindungi aset pendidikan, memastikan keberlangsungan layanan pendidikan, serta menjamin keselamatan seluruh warga sekolah.

    Siswa mengikuti simulasi jika terjadi bencana gempa bumi.


    Dalam implementasinya, SPAB memiliki tiga pilar utama, yakni penyediaan sarana prasarana aman bencana, peningkatan manajemen penanggulangan bencana di satuan pendidikan, serta pendidikan pencegahan dan pengurangan risiko bencana.

    Fuad memaparkan sedikitnya terdapat 10 indikator minimum SPAB, di antaranya konstruksi bangunan yang memenuhi standar tahan gempa, ketersediaan sarana seperti alat pemadam api ringan (APAR), rambu kebencanaan, kotak P3K, hingga megafon. Selain itu, sekolah diharapkan memiliki kebijakan sekolah aman bencana, prosedur tetap saat terjadi bencana, tim siaga bencana, serta peta jalur evakuasi.

    Ia mengapresiasi budaya tertib keluar masuk kelas di SMA Negeri 1 Wonogiri yang dinilai sudah mendukung pola evakuasi. Jika seluruh indikator terpenuhi dan melalui proses penilaian bersama, pihaknya berencana memasang plakat sebagai penanda sekolah tersebut menjadi Satuan Pendidikan Aman Bencana tingkat Provinsi Jawa Tengah.

    “Jika ini disepakati, SMA Negeri 1 Wonogiri berpotensi menjadi sekolah pertama di Kabupaten Wonogiri yang melaksanakan SPAB secara menyeluruh,” ujarnya.

    Selain simulasi, BPBD juga mendorong siswa memanfaatkan teknologi sebagai sarana mitigasi. Fuad mengimbau siswa mengunduh aplikasi informasi kebencanaan seperti Info BMKG dan InaRisk Personal untuk mengetahui potensi ancaman di sekitar lokasi masing-masing.

    Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Wonogiri, Drs. Susilo Joko Raharjo, M.Pd menuturkan kegiatan ini menjadi langkah strategis sekolah dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana.

    “Kami menangkap momentum untuk mempersiapkan sekolah, karena bencana bisa datang sewaktu-waktu. Dengan jumlah siswa 1.293 dan tenaga pendidik serta kependidikan sekitar 101 orang, total lebih dari 1.400 warga sekolah, kami membutuhkan pencerahan terkait SOP evakuasi kebencanaan,” ujarnya.

    Ia mengatakan, kesiapan prosedur sangat penting agar saat bencana benar-benar terjadi, seluruh warga sekolah tidak panik dan dapat menyelamatkan diri dengan aman.

    “Kami bersurat ke BPBD Kabupaten Wonogiri dan berterima kasih karena hari ini dilakukan simulasi dan sosialisasi. Harapannya, anak-anak dan seluruh stakeholder sekolah benar-benar siap,” jelasnya.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Wonogiri, Sri Maryati, S.Sos., M.AP., menambahkan kegiatan serupa telah dilakukan di berbagai jenjang pendidikan sepanjang tahun ini, mulai dari SMA hingga TK, PAUD, dan SD.

    “Harapan kami, seluruh warga sekolah bisa lebih teredukasi melalui sosialisasi dan simulasi ini, sehingga tanggap dalam menghadapi bencana,” katanya.

    Ia menyampaikan, pelaksanaan kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Namun, ia menekankan pentingnya pelaksanaan simulasi secara rutin dan mandiri oleh pihak sekolah.

    “Intinya, setelah kami mengedukasi, ke depan sekolah dapat melaksanakan simulasi secara mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk budaya siaga bencana di lingkungan pendidikan, sehingga keselamatan jiwa menjadi prioritas utama ketika bencana datang tanpa diduga. (Sofyan)


    Baca juga: Dies Natalis ke-46, Universitas Slamet Riyadi Usung Semangat Kolaborasi Menuju Kampus Membumi dan Mengglobal

    Rektor Unisri Surakarta, Prof. Dr. Sutoyo saat menyampaikan sambutan peringatan Dies Natalis ke-46.


    Dies Natalis ke-46, Universitas Slamet Riyadi Usung Semangat Kolaborasi Menuju Kampus Membumi dan Mengglobal

    SOLO – majalahlarise.com - Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar puncak peringatan Dies Natalis ke-46 pada Kamis (12/02/2026) dengan mengusung tema “Membangun Kolaborasi Mewujudkan Unisri Membumi dan Mengglobal.” Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang sekaligus penguatan komitmen kampus dalam menjawab tantangan zaman.

    Rangkaian acara diawali dengan kirab para pejabat Unisri yang berlangsung khidmat dan sarat makna budaya. Pengurus yayasan, rektor dan wakil rektor, dekan serta wakil dekan bergerak bersama dari kampus utama menuju kampus baru dengan menaiki andong. Kirab tersebut menjadi simbol kebersamaan dan kesinambungan langkah menuju masa depan.

    Setibanya di kampus baru, perayaan dilanjutkan di aula lantai tujuh dengan pentas seni yang menampilkan suguhan kreatif dari tiap fakultas. Beragam atraksi seni dipentaskan, disertai pesan-pesan reflektif tentang perjalanan dan harapan bagi Unisri ke depan. Seluruh dosen dan tenaga kependidikan mengenakan pakaian lurik, menambah nuansa kearifan lokal dalam perayaan tersebut.

    Dekan Fakultas Hukum Unisri, Dora Kusumastuti, menyampaikan makna filosofis dari busana yang dikenakan. Ia menuturkan lurik menjadi simbol kesederhanaan sekaligus kebersamaan.

    “Lurik itu simbol dari kesederhanaan, simbol kebersamaan. Mari kita bangun Unisri dengan semangat kebersamaan dan kesederhanaan,” ujarnya.

    Sementara itu, Rektor Unisri Surakarta, Prof. Dr. Sutoyo, menjelaskan tema dies natalis tahun ini menegaskan arah pengembangan perguruan tinggi yang berpijak kuat di tengah masyarakat namun tetap berdaya saing global.

    Ia menguraikan, makna “membumi” berarti Unisri harus terintegrasi dengan masyarakat serta memiliki nilai dan manfaat nyata, baik dalam lingkup lokal maupun nasional. Kampus dituntut menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

    Sedangkan “mengglobal” dimaknai sebagai dorongan untuk meningkatkan kualitas kegiatan bertaraf internasional, mulai dari kerja sama kelembagaan, aktivitas dosen dan mahasiswa, hingga penelitian, pengabdian, dan program KKN internasional.

    “Semua ini bisa terwujud bila Unisri berkolaborasi, tidak hanya kolaborasi nasional tapi juga internasional,” ujarnya.

    Melalui Dies Natalis ke-46 ini, Unisri meneguhkan langkah membangun kolaborasi lintas sektor dan lintas negara, sekaligus memperkuat jati diri sebagai kampus yang tumbuh dari masyarakat, untuk masyarakat, dan siap bersaing di panggung global. (Sofyan)


    Baca juga: Berperan sebagai Desainer Grafis, Dua Mahasiswa DKV ISI Surakarta Ikuti MBKM Magang di Rumah BUMN Solo

    Audia Sahara Maharani dan Prastyo Gunata angkatan 2023, mulai menjalani program magang sejak 24 November 2025 hingga 27 Februari 2026.


    Berperan sebagai Desainer Grafis, Dua Mahasiswa DKV ISI Surakarta Ikuti MBKM Magang di Rumah BUMN Solo

    Surakarta – majalahlarise.com - Dua mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) ISI Surakarta menjalani program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan magang sebagai desainer grafis di Rumah BUMN Solo. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi MBKM Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) sebagai upaya memberikan wawasan sekaligus penerapan keilmuan yang diperoleh di bangku kuliah kepada masyarakat dan stakeholder.

    Kedua mahasiswa tersebut, Audia Sahara Maharani dan Prastyo Gunata angkatan 2023, mulai menjalani program magang sejak 24 November 2025 hingga 27 Februari 2026. Selama periode tersebut, keduanya berperan aktif dalam memenuhi berbagai kebutuhan desain komunikasi visual Rumah BUMN Solo.

    Audia dan Prastyo ditugaskan membuat desain konten media sosial, mulai dari desain program pelatihan, konten edukasi, hingga desain khusus awal bulan. Setiap proses kreatif dilakukan dengan pendampingan mentor yang memberikan arahan dan evaluasi secara berkala.

    Tak hanya itu, keduanya juga terlibat dalam pembuatan desain untuk UMKM binaan yang mengikuti Lomba LinkUMKM Rumah BUMN Solo. Kontribusi yang diberikan berupa perancangan desain konten Instagram dengan elemen visual serta aset grafis yang disesuaikan dengan karakter masing-masing UMKM.

    Audia menyampaikan program magang ini memberikan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. “Melalui Magang MBKM ini saya belajar banyak mengenai desain grafis, terutama peran desain yang sangat penting dalam mendukung komunikasi dan promosi, khususnya bagi UMKM,” ujarnya dalam rilis yang diterima.

    Prastyo menambahkan keterlibatan langsung dengan pelaku UMKM membuka perspektif baru terkait tantangan membangun identitas visual. “Setiap pelaku usaha mempunyai karakter yang berbeda, sehingga proses pembuatan desain menjadi lebih personal agar hasil desain sesuai dengan kebutuhan mereka,” katanya.

    Dalam prosesnya, keduanya menghadapi tantangan menyelaraskan elemen visual dengan konsep yang sudah ditetapkan serta mengelola waktu pengerjaan desain yang cukup padat. Namun pengalaman tersebut justru menjadi ruang pembelajaran yang memperkuat kapasitas profesional mereka sebagai desainer grafis.

    Dosen pembimbing MBKM, Rendya Adi Kurniawan, menjelaskan keterlibatan mahasiswa dalam program ini diharapkan mampu membangun pemahaman kontekstual terkait peran desain komunikasi visual di masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu secara teknis, tetapi juga memahami bagaimana desain berfungsi sebagai solusi komunikasi, terutama bagi UMKM,” ungkapnya.

    Senada, Taufik Murtono selaku dosen pembimbing lainnya menguraikan program MBKM menjadi sarana strategis membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata dunia kerja. “Kolaborasi dengan mitra seperti Rumah BUMN Solo memberikan pengalaman langsung yang tidak dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di kelas,” tuturnya.

    Program MBKM Magang Mandiri yang dikelola FSRD ISI Surakarta ini diharapkan terus memberikan kontribusi nyata bagi mitra serta menjadi wadah pengembangan kompetensi profesional mahasiswa dalam bidang desain dan komunikasi visual, khususnya dalam mendukung penguatan identitas visual lembaga dan UMKM. (Sofyan)


    Baca juga: Sambut Ramadhan, Ratusan Siswa SMP Muhammadiyah PK Ikuti Kajian Tarhib, Pawai, dan PK Berbagi

    Pawai Tarhib


    Sambut Ramadhan, Ratusan Siswa SMP Muhammadiyah PK Ikuti Kajian Tarhib, Pawai, dan PK Berbagi

    Surakarta - majalahlarise.com - SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar Kajian Tarhib Ramadhan yang dilanjutkan dengan Pawai Tarhib dan PK Berbagi pada Jumat (13/2/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan siswa kelas 7, 8, dan 9 untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

    Kajian Tarhib Ramadhan menghadirkan Ustadz Muhammad Izzan Naqiba, M.Pd. sebagai pembicara. Di hadapan para siswa, Ustaz Izzan mengingatkan bahwa empat hari lagi umat Islam akan memasuki bulan Ramadhan. Ia menegaskan pentingnya persiapan diri agar Ramadhan menjadi momentum peningkatan iman dan takwa kepada Allah SWT.

    “Tadi saya mengisi tarhib dan saya lihat anak-anak sudah siap dan semangat menghadapi bulan Ramadhan. Tentunya Ramadhan menjadi momentum untuk meningkatkan diri kita, ibadah kita, dan hal yang lain sehingga Ramadhan yang kita temui bulan ini menjadi peningkatan bagi diri kita. Maka dari itu, Ramadhan perlu kita siapkan,” ujarnya.

    Ia juga menekankan orang yang sukses dalam Ramadhan bukanlah yang paling semangat, melainkan yang paling siap dalam mempersiapkan diri beribadah di bulan Ramadhan.

    Usai kajian, para siswa melaksanakan pawai menyambut Ramadhan dengan berjalan mengelilingi lingkungan sekolah. Mereka membawa poster berisi ajakan berpuasa dan mengingatkan masyarakat untuk menunaikan ibadah tarawih. Dalam kegiatan PK Berbagi, siswa turut membagikan ratusan paket tarhib kepada warga sekitar. Paket tersebut berisi jadwal imsakiyah dan makanan ringan.

    Salah satu siswa kelas 8 C, Alyssa Bellvania Parameswari, mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia berjalan sambil membawa poster ajakan puasa Ramadhan.

    “Kegiatan tadi itu seru dan menginspirasi orang-orang karena selama kita jalan kita membawa poster ajakan Ramadhan. Itu mengingatkan orang-orang bahwa besok bulan Ramadhan, kita harus tarawih dan puasa,” jelasnya.

    Sementara itu, ketua panitia Ramadhan, Ustazah Rubiatun Nurush Sholihati, S.Pd. menyampaikan pihak sekolah juga telah menyiapkan rangkaian agenda selama bulan Ramadhan bertema “Ramadhan sebagai Perjalanan Intropeksi Menyucikan Hati”. Kegiatan tersebut meliputi Pesantren Ramadhan 1447 H untuk setiap jenjang kelas, Kajian Guru dan Tenaga Kependidikan, Tadarus Al-Qur’an, Khataman Al-Qur’an, KARIIM (Kajian Remaja Islam Muhammadiyah), peringatan Nuzulul Qur’an, hingga ditutup dengan Halal Bihalal.

    Melalui rangkaian kegiatan ini, sekolah berharap seluruh siswa dapat menjadikan Ramadhan sebagai sarana pembentukan karakter, peningkatan ibadah, serta penguatan nilai-nilai keislaman. (Sofyan)


    Baca juga: UMKM Popongan Terus Tumbuh, Lurah Hartoko Dorong Keuletan dan Pendampingan Berkelanjutan


Top