Team Jurnalistik SMP N 2 Giritontro berhasil meraih Juara Harapan 1 kategori Videografi. Sementara pada kategori Fotografi, guru sekaligus pembimbing jurnalistik SMP N 2 Giritontro, Syarif Aminudin, meraih Juara Harapan 2.


    Team Jurnalistik SMP N 2 Giritontro Kembali Bersinar, Borong Dua Gelar di Semarak HUT RI ke-81

    WONOGIRI - majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Team Jurnalistik SMP Negeri 2 Giritontro. Dalam rangkaian kegiatan Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 di Kecamatan Giritontro, Team Jurnalistik SMP N 2 Giritontro berhasil meraih Juara Harapan 1 kategori Videografi. Sementara pada kategori Fotografi, guru sekaligus pembimbing jurnalistik SMP N 2 Giritontro, Syarif Aminudin, meraih Juara Harapan 2.

    Lomba fotografi dan videografi mengangkat tema “Karnaval Budaya di Kecamatan Giritontro”. Para peserta ditantang mengabadikan berbagai momen menarik, kreatif, inspiratif, dan memiliki nilai jurnalistik dari kemeriahan karnaval budaya yang menjadi salah satu agenda utama peringatan HUT RI ke-81 di Kecamatan Giritontro.

    Penyerahan hadiah kepada para pemenang dilakukan langsung oleh Camat Giritontro Sangga Ota Kharisma, S.STP., bersama tokoh masyarakat Joko Warsito, Sabtu (22/8/2026), di Pendopo Kecamatan Giritontro. Keduanya memberikan ucapan selamat kepada seluruh pemenang dan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kreativitas generasi muda di Kecamatan Giritontro.

    Syarif Aminudin, guru sekaligus pembimbing ekstrakurikuler Jurnalistik SMP N 2 Giritontro, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang berhasil diraih dalam dua kategori perlombaan tersebut.

    “Alhamdulillah, walau masih juara harapan kami sangat bersyukur atas prestasi yang diraih dalam lomba fotografi dan videografi ini. Bagi kami, yang terpenting bukan hanya hasil juara, tetapi proses bagaimana anak-anak belajar mengamati peristiwa, menangkap momentum, berkreasi, dan menyampaikan sebuah cerita melalui gambar maupun video,” ungkapnya.

    Menurutnya, keikutsertaan Team Jurnalistik SMP N 2 Giritontro dalam lomba tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para siswa. Mereka dituntut mampu bekerja sama, berbagi tugas, menentukan objek yang tepat, hingga menghasilkan karya yang mampu menggambarkan semaraknya Karnaval Budaya Kecamatan Giritontro.

    “Prestasi ini mudah-mudahan menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus berkarya. Jangan cepat puas, karena masih banyak hal yang harus dipelajari dan dikembangkan dalam dunia jurnalistik, terutama di era digital seperti sekarang,” tambah Syarif.

    Keberhasilan tersebut juga menjadi bukti kreativitas dan kemampuan siswa-siswi SMP N 2 Giritontro dalam bidang jurnalistik terus berkembang. Para anggota Team Jurnalistik tidak hanya belajar menulis berita, tetapi juga mengasah kemampuan fotografi, videografi, mencari informasi, menentukan sudut pandang, hingga mengemas sebuah peristiwa menjadi karya yang menarik dan bernilai jurnalistik.

    Kepala SMP N 2 Giritontro, Retno Wulandari, S.Pd., M.Pd., menyambut gembira prestasi yang kembali diraih anak didiknya. Ia memberikan apresiasi kepada para siswa, guru pembimbing, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ekstrakurikuler Jurnalistik di sekolah.

    “Kami sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang kembali diraih oleh Team Jurnalistik SMP N 2 Giritontro. Terima kasih kepada siswa yang telah berjuang dan memberikan yang terbaik, serta kepada pembimbing yang terus mendampingi dan mengembangkan potensi siswa,” tuturnya.

    Retno berharap prestasi tersebut tidak berhenti sampai di sini. Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler harus menjadi ruang bagi siswa untuk menemukan potensi, mengembangkan kreativitas, membangun kepercayaan diri, serta berani berkompetisi secara positif.

    “Kami berharap anak-anak terus mengembangkan bakat dan minatnya. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus belajar, berani mencoba, dan memberikan karya terbaik dalam setiap kesempatan,” imbuhnya.

    Semarak HUT RI ke-81 Kecamatan Giritontro Tahun 2026 sendiri berlangsung meriah dengan melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Selain lomba fotografi dan videografi, rangkaian kegiatan diisi berbagai agenda, antara lain lomba voli antarinstansi, voli antardesa, sepak bola, jalan sehat, pencak silat, bulu tangkis, karnaval budaya, senam sehat, berbagai penampilan seni dari sekolah, hingga pagelaran wayang kulit.

    Team Jurnalistik SMP N 2 Giritontro sebelumnya juga telah beberapa kali menorehkan prestasi, baik di tingkat Kecamatan Giritontro maupun di luar kecamatan. Capaian terbaru ini diharapkan semakin memperkuat semangat sekolah dalam memberikan ruang seluas-luasnya kepada siswa untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang jurnalistik.


    Daftar Peraih Kejuaraan


    Kategori Fotografi:

    1. Faisal Ridha Kusuma

    2. Sevinda Anandya Y.

    3. Tsulut Taufik Hidayat


    Juara Harapan Fotografi:

    1. Fathoni Risang Aji

    2. Syarif Aminudin

    3. Sylvecia Adinda S.


    Kategori Videografi:

    1. Sevinda Ananda Yudayana

    2. Princessia Angelina Nisrina

    3. Faisal Ridha Kusuma


    Juara Harapan Videografi:

    1. Team Jurnalistik SMP N 2 Giritontro

    2. Saef Dian Tri Atmojo

    3. SMK Gajah Mungkur 2 Giritontro


    (Sofyan)


    Baca juga: ICMI Orda Sukoharjo Gelar Silaturahmi Pengurus Bersama Anggota DPD RI Dr. Abdul Kholik

    Pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga lanjut usia.


    Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi dan Cek Kesehatan Gratis untuk Lansia di Sragen

    SRAGEN - majalahlarise.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Masyarakat (KKN PM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 60 menggelar sosialisasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga lanjut usia di Balai Desa Somomorodukuh, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Kamis (21/8/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kelompok lansia. Melalui program ini, mahasiswa KKN PM UNISRI memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut sekaligus menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis.

    Acara diawali dengan sesi sosialisasi tentang pola hidup sehat, pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta upaya pencegahan berbagai penyakit yang rentan dialami pada usia lanjut. Para lansia tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan aktif berdiskusi dengan mahasiswa.


    Usai sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi kesehatan ringan. Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Lurah Somomorodukuh, Siti, jajaran perangkat desa, dan kader Posyandu yang turut mendampingi para peserta selama pemeriksaan berlangsung.

    Salah satu perwakilan mahasiswa KKN PM UNISRI Somomorodukuh mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya lansia, untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan diri.

    “Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran para lansia untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan diri sendiri dan membiasakan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

    Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PM UNISRI Kelompok 60, Andri Astuti, menjelaskan kegiatan pengabdian tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar di lingkungan kampus, tetapi juga dituntut mampu berkontribusi langsung dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

    “Melalui kegiatan KKN, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Program ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar berinteraksi, membangun kolaborasi, serta memahami persoalan yang ada di lingkungan masyarakat,” kata Andri Astuti.

    Ia menambahkan, KKN PM UNISRI merupakan program wajib bagi mahasiswa sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan berbagai program yang bermanfaat dan diharapkan dapat berkelanjutan.

    Bagi mahasiswa, kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan gratis ini menjadi pengalaman penting untuk berinteraksi secara langsung dengan warga. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan kader Posyandu menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran kegiatan.

    Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari para peserta lansia. Kehadiran mahasiswa KKN PM UNISRI Kelompok 60 di Desa Somomorodukuh diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif, khususnya dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: ICMI Orda Sukoharjo Gelar Silaturahmi Pengurus Bersama Anggota DPD RI Dr. Abdul Kholik

    Tim monev KKN Univet Bantara saat berdiskusi dengan mahasiswa KKN Kelompok 06 Desa Gunungan.


    Monev KKN Univet Bantara 2026 di Manyaran, Program Mahasiswa Berjalan Memuaskan

    WONOGIRI - majalahlarise.com - Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memantau pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN sekaligus mengevaluasi hasil pengabdian yang telah berjalan di tengah masyarakat.

    Kegiatan Monev melibatkan jajaran pimpinan dan tim KKN Univet Bantara. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Univet Bantara menugaskan Dekan Fakultas Teknik Ir. Hendramawat Aski Safarizki, ST, MT, Dekan Fakultas Pertanian Dr. Novian Wely Asmoro, STP, M.Sc, serta Ketua KKN Ainur Komariah, ST, M.Sc. Turut bertugas Andhika Ayu Wulandari, S.Si., M.Pd selaku Bendahara KKN, Dewi Puspito Sari, M.K.M dari Seksi Ekspedisi dan Pembekalan, serta Ivan Prapanca W, M.Pd dari Seksi Dokumentasi dan Publikasi.

    Ketua KKN Univet Bantara, Ainur Komariah, ST, M.Sc, menjelaskan monitoring dan evaluasi bertujuan mengetahui perkembangan pelaksanaan program kerja mahasiswa, termasuk kegiatan yang telah terlaksana, kendala yang dihadapi, efektivitas program, serta program yang masih harus diselesaikan.

    Berdasarkan hasil diskusi dengan mahasiswa, Ainur menilai pelaksanaan sejumlah program kerja KKN telah berjalan cukup memuaskan. Meski demikian, mahasiswa juga menghadapi situasi di desa dan kecamatan yang saat ini disibukkan dengan berbagai kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81.


    "Sejumlah program telah dilaksanakan mahasiswa, di antaranya sosialisasi anti-bullying, pelatihan pembuatan sabun, serta sosialisasi pencegahan pelecehan seksual bagi remaja dan anak-anak sekolah," terangnya.

    Ainur berharap mahasiswa dapat memaksimalkan waktu pelaksanaan KKN yang masih tersedia hingga 15 September 2026. Seluruh program kerja yang telah direncanakan diharapkan dapat dituntaskan secara optimal sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Sampai batas waktu yang telah ditentukan semoga semua program kerja sudah selesai semuanya,” pungkas Ainur.

    Sementara itu, Ketua Kelompok 06 Desa Gunungan, Mustika Nur Aisyah, turut memperkenalkan sejumlah produk inovatif dalam expo KKN yang di Kantor Kecamatan Manyaran. Beragam karya dipamerkan, mulai dari mineral block, inovasi briket, produk literasi keuangan untuk anak-anak SD, hingga produk UMKM seperti tempe, tempe daun, pisang, serta berbagai hasil inovasi lainnya.

    Mustika berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan dan mengembangkan berbagai produk hasil inovasi mahasiswa agar lebih dikenal masyarakat.

    “Harapan dengan expo ini, semoga produk-produk kita bisa dikeluarkan dan lebih dikenal. Kami juga ingin memberikan hasil terbaik karena membuat stand ini membutuhkan effort yang sangat besar. Satu malam kami bekerja untuk menyiapkannya,” ungkapnya. (Sofyan)


    Baca juga: ICMI Orda Sukoharjo Gelar Silaturahmi Pengurus Bersama Anggota DPD RI Dr. Abdul Kholik

     

    Ketua ICMI Orda Sukoharjo, Dr. R. Djayendra Dewa, MM saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara.


    ICMI Orda Sukoharjo Gelar Silaturahmi Pengurus Bersama Anggota DPD RI Dr. Abdul Kholik

    SUKOHARJO - majalahlarise.com - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Sukoharjo menggelar silaturahmi pengurus bersama Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Dr. Abdul Kholik, M.Si. Kegiatan bertema “Sinergi Cendekiawan Muslim untuk Sukoharjo Menuju Generasi Baru dan Terbarukan” ini berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 14.00 WIB di SFA Solo Baru.

    Ketua ICMI Orda Sukoharjo, Dr. R. Djayendra Dewa, MM,  menyampaikan forum ini menjadi agenda penting ICMI Orda Sukoharjo untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, serta sinergi para cendekiawan Muslim dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. 

    “Ini adalah agenda silaturahmi antara pengurus ICMI Orda Sukoharjo bersama senator anggota DPD RI Bapak Dr. Abdul Kholik, merupakan tindak lanjut program ICMI dalam rangka bagaimana ICMI ke depan bisa menjadi ICMI Sukoharjo yang go green dan ber-EBT, Energi Baru Terbarukan,” jelasnya.


    Menurut Djayendra, program tersebut diproyeksikan menjadi salah satu program unggulan ICMI Orda Sukoharjo. Namun, realisasinya membutuhkan proses panjang dan komitmen bersama dari berbagai pihak agar dapat berkembang secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

    Dalam pertemuan tersebut, ICMI Orda Sukoharjo juga berharap memperoleh dukungan dari DPD RI. “Mudah-mudahan nanti beliau dapat memberikan dukungan dana juga untuk produk awal yang akan kita buat. Sehingga nanti ketika produk itu sudah ada, untuk berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait akan lebih mudah,” pungkasnya.


    Sementara itu, Ketua Penyelenggara Margiyanto, S.Pd, M.Pd, menyampaikan harapannya agar kegiatan silaturahmi bersama anggota DPD RI tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus membawa keberkahan bagi seluruh peserta. Ia menilai pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat semangat kolaborasi para pengurus ICMI Orda Sukoharjo.

    “Dari saya, selaku penyelenggara, mohon maaf sekali lagi jika ada kekurangan,” ujarnya.

    Melalui kegiatan tersebut, ICMI Orda Sukoharjo diharapkan mampu memperkuat peran para cendekiawan Muslim dalam mendorong lahirnya berbagai gagasan inovatif dan program berkelanjutan. Semangat kolaborasi antara ICMI, DPD RI, masyarakat, serta pemangku kepentingan diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membangun generasi baru Sukoharjo yang maju, berdaya saing, peduli lingkungan, dan mampu menghadapi tantangan masa depan. (Sofyan)


    Baca juga: Dosen DKV ISI Surakarta Kenakan Baju Adat Nusantara saat Upacara HUT RI ke-81 Tahun 2026



    Dosen DKV ISI Surakarta Kenakan Baju Adat Nusantara saat Upacara HUT RI ke-81 Tahun 2026

    SURAKARTA - majalahlarise.com - Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta tampil mengenakan beragam pakaian adat Nusantara saat mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026. Upacara digelar di lapangan depan Rektorat ISI Surakarta, Kampus Kentingan, Senin (17/8/2026).

    Beragam busana adat dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Kalimantan, Sumatera, Bali, Jawa Tengah, Nusa Tenggara hingga daerah lainnya, dikenakan para dosen DKV ISI Surakarta. Mereka bersama mahasiswa dan tenaga kependidikan memenuhi lapangan upacara dengan tampilan penuh warna yang mencerminkan keberagaman budaya bangsa Indonesia.

    Salah satu peserta upacara, Indriati Suci Pravitasari, mengaku bangga dapat mengenakan pakaian adat dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, mengenakan busana adat menjadi momen yang selalu dinantikan menjelang pelaksanaan upacara HUT RI.

    “Saya merasa sangat bangga bisa memakai baju adat. Ini menjadi salah satu momen yang selalu ditunggu-tunggu setiap menjelang upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkap Indriati di sela-sela berswafoto bersama dosen dan civitas akademik lainnya usai upacara.

    Sementara itu, salah satu dosen DKV ISI Surakarta, Ipung Kurniawan, yang tampil serasi mengenakan pakaian adat Bali, menjelaskan semangat kemerdekaan menjadi momentum untuk kembali mengingat nilai keberagaman dan kebersamaan bangsa Indonesia. Salah satu wujudnya dapat ditampilkan melalui penggunaan pakaian adat Nusantara dalam upacara peringatan kemerdekaan.

    “Dengan semangat kemerdekaan, kita dapat mengingat kembali semangat keberagaman dan kebersamaan bangsa Indonesia. Salah satunya melalui pakaian adat Nusantara yang dikenakan dalam upacara ini,” jelas Ipung dalam rilis yang dikirimkan.

    Upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di ISI Surakarta dipimpin langsung oleh Rektor ISI Surakarta Bondet Wrahatnala. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada pegawai yang memenuhi persyaratan.

    Selain itu, ISI Surakarta juga menyerahkan bantuan pendidikan kepada 69 siswa-siswi tingkat SD, SMP, SMA dan sederajat melalui program Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) Tahun 2026. Bantuan tersebut menjadi bentuk semangat kolaborasi, kepedulian dan gotong royong untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak penerima manfaat.

    Melalui Dharma Wanita Persatuan ISI Surakarta, dukungan pendidikan diberikan dalam bentuk tabungan pendidikan dan paket alat tulis. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat makna peringatan kemerdekaan, tidak hanya sebagai seremoni, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata kepedulian terhadap masa depan generasi penerus bangsa. (Sofyan)


    Baca juga: Gelar Karya "Shiboriku, Untukmu Indonesia” Warnai Penutupan Program PKW LKP Amalia



    Pameran Seni Grafis “Tan Keno Kiniro” Ubah Limbah Sampah Jadi Karya Bernilai Seni Tinggi

    SOLO - majalahlarise.com - Seniman grafis Sigit Purnomo Adi menginisiasi Pameran Tunggal Seni Grafis bertajuk “Tan Keno Kiniro” yang mempertemukan disiplin seni grafis konvensional dengan realitas materialitas kontemporer, terutama limbah dan sampah plastik. Pameran ini mengajak publik memandang sampah bukan sebagai akhir dari fungsi utilitas, melainkan sebagai titik mula lahirnya impresi dan nilai estetika baru.

    Di tengah laju konsumerisme yang terus menghasilkan residu visual dan ekologis, seni grafis dalam pameran ini ditantang untuk mendefinisikan kembali mediumnya. Teknik cetak tinggi atau relief print, cetak dalam atau intaglio, cetak saring (silkscreen), hingga teknik eksperimental monotipe tidak lagi semata menggunakan plat logam maupun papan kayu baru.

    Berbagai material sisa seperti kardus bekas, kemasan plastik, limbah industri, lembaran karet sisa hingga kertas domestik dimanfaatkan sebagai matriks atau acuan cetak dan substrat penopang karya. Melalui pendekatan tersebut, karya-karya yang dipamerkan menghadirkan jejak material sekaligus narasi tentang kehidupan manusia dan lingkungan.

    Kurator pameran sekaligus seniman mural, Bagus Nofianto, menjelaskan Pameran Tunggal “Tan Keno Kiniro” menawarkan tiga pendekatan konseptual. Pertama, Matriks Residu, yakni eksplorasi sampah anorganik keras seperti kaleng dan silet bekas yang ditoreh serta dikikis untuk menghasilkan detail garis puitis sekaligus getir.

    “Kedua, Memori Material, yaitu penggunaan limbah kertas dan tekstil rumah tangga sebagai medium serap tinta yang membawa narasi domestik dan sejarah personal pemilik sebelumnya. Ketiga adalah Replikasi Ekologis, sebagai kritik visual terhadap replikasi sampah massal melalui teknik cetak saring yang mereproduksi ironi konsumsi modern secara berulang,” jelas Bagus.


    Menurutnya, pameran tersebut bukan sekadar upaya romantisasi daur ulang atau upcycling, melainkan sebuah subversi estetik. Seni grafis berbasis limbah menjadi medium untuk merekam jejak zaman dan menghadirkan sebuah cetakan peradaban.

    “Pameran ini mengingatkan kita bahwa apa yang kita buang tidak pernah benar-benar hilang. Jejaknya tetap membekas dan membentuk lanskap kehidupan kita hari ini,” ungkapnya.

    Pameran “Tan Keno Kiniro” juga memiliki keterkaitan dengan Program Pengabdian kepada Masyarakat UNS SMART IN INCINERATOR Kebakan Sukoharjo yang diinisiasi oleh Ristu Saptono dan Getut Pramesti bersama tim. Kolaborasi tersebut bergerak dalam ranah seni rupa, terutama melalui proyek mural yang menjadi bagian dari transformasi lingkungan di Dukuh Kebakan.

    Proyek mural tersebut dikerjakan oleh Sigit Purnomo Adi, Bagus Nofianto, Jefri Nur Sasongko, Bagas, Raditya Luthfi Saputra, Mizan Al Lathief, Artaste Firel Ardana, Muhammad Fachry Rasyad, dan Karithi Anggita Mukti. Karya mural tidak hanya menghadirkan nilai estetika, tetapi juga merekam sejarah pengelolaan sampah di Dukuh Kebakan.

    “Dahulu sampah di wilayah Kebakan dibakar sehingga menghasilkan asap pekat dan berbahaya. Kini, melalui perubahan sistem pengelolaan sampah, lingkungan tersebut bertransformasi menjadi lebih bersih, asri dan sehat. Sejarah itu kemudian kami hadirkan dalam visual mural agar menjadi media edukasi bagi masyarakat,” kata Bagus.

    Ia menilai keberadaan program incinerator dan pengembangan seni grafis berbasis limbah memiliki nilai penting bagi masyarakat Kebakan khususnya dan masyarakat secara umum. Kolaborasi antara teknologi, pengelolaan lingkungan dan seni rupa diharapkan mampu membangun kesadaran baru mengenai pentingnya mengolah limbah.

    “Pameran dan mural ini mengajarkan kepada kita bahwa limbah yang semula dianggap berbahaya dan tidak bernilai dapat diolah menjadi produk seni yang bermanfaat serta memiliki nilai estetika tinggi. Seni dapat menjadi bahasa yang mudah diterima masyarakat untuk memberikan edukasi tentang lingkungan,” pungkasnya.

    Pameran Tunggal Seni Grafis “Tan Keno Kiniro” menjadi ruang refleksi mengenai hubungan manusia dengan benda-benda yang ditinggalkan. Melalui jejak cetak, material residu dan bahasa visual, pameran ini menawarkan kesadaran bahwa sampah bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga bagian dari rekam jejak peradaban yang dapat dimaknai ulang melalui seni. (Sofyan)


    Baca juga: Orang Tua Diimbau Perkuat Fondasi Religius Generasi Alpha di Era AI

    Khatib dan Imam Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko.


    Orang Tua Diimbau Perkuat Fondasi Religius Generasi Alpha di Era AI

    SOLO – majalahlarise.com – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut peran aktif orang tua dalam mendidik Generasi Alpha, yakni anak-anak yang lahir pada 2010 hingga 2024. Penguatan keimanan, ilmu pengetahuan, dan adab dinilai menjadi fondasi penting agar anak mampu memanfaatkan media sosial dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara bijak, Jumat (21/8/2026).

    Hal tersebut disampaikan Khatib dan Imam Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, dalam khutbah bertajuk Mendidik Generasi Alpha di Era Media Sosial dan Kecerdasan Buatan yang disampaikan di Lapangan SD Muhammadiyah 1 Solo. Menurutnya, Generasi Alpha tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan internet dan perangkat pintar sehingga membutuhkan pendampingan keluarga yang kuat.

    Guru Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab kelas 3 tersebut menjelaskan, teknologi memberikan peluang besar bagi anak untuk memperoleh pengetahuan dan mengembangkan kreativitas. Namun, tanpa pendampingan, teknologi juga dapat membawa risiko, mulai dari penyebaran berita bohong, paparan konten tidak pantas hingga penggunaan AI secara tidak tepat.

    “Kehangatan keluarga tidak bisa digantikan oleh secanggih apa pun teknologi. Anak-anak lebih membutuhkan kehadiran orang tua daripada sekadar fasilitas yang lengkap,” ujarnya.

    Dwi Jatmiko mengingatkan, kurangnya perhatian dan kedekatan orang tua dapat membuat anak merasa terasing sehingga berpotensi mencari tempat berbagi atau pelampiasan kepada entitas digital. Ia juga menyoroti adanya kasus tragis anak yang melakukan bunuh diri setelah mendapatkan saran dari mesin AI, yang menurutnya menjadi pengingat penting bagi keluarga agar tidak mengabaikan komunikasi dan pendampingan terhadap anak.

    Untuk membentengi Generasi Alpha dari berbagai risiko di ruang digital, Dwi menyebut tiga fondasi utama yang perlu ditanamkan orang tua. Pertama, memperkuat keimanan agar anak memiliki kesadaran setiap aktivitasnya, termasuk di ruang digital, senantiasa berada dalam pengawasan Allah Swt.

    Kedua, membekali anak dengan ilmu pengetahuan sehingga mampu berpikir kritis dan memilah informasi yang diterima dari internet. Ketiga, menanamkan adab dan etika, termasuk kesantunan dalam berkomunikasi serta bertanggung jawab ketika menggunakan media sosial maupun teknologi AI.

    Dwi juga mengingatkan orang tua agar tidak menyerahkan seluruh tanggung jawab pendidikan anak kepada sekolah. Menurut anggota Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Solo tersebut, rumah harus tetap menjadi lingkungan pertama dalam pembentukan karakter dan keimanan anak.

    “Rumah harus tetap menjadi madrasah pertama bagi anak-anak. Media sosial dan kecerdasan buatan hanyalah alat. Keduanya dapat menjadi sarana kebaikan atau pintu kerusakan, bergantung pada cara manusia menggunakannya,” tegasnya.

    Ia mengajak keluarga dan masyarakat membangun pola pendampingan yang lebih dekat dengan anak di tengah perkembangan teknologi. Dengan fondasi iman, ilmu, dan adab yang kuat, Generasi Alpha diharapkan mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan AI sekaligus tetap memiliki karakter, akhlak, dan tanggung jawab sosial. (Sofyan)


    Baca juga: Gelar Karya "Shiboriku, Untukmu Indonesia” Warnai Penutupan Program PKW LKP Amalia


Top