Narasumber Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum saat menyampaikan materi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) bagi para dosen pengajar.


    Pelatihan Kurikulum OBE di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Univet Bantara, Dosen Perkuat Penyusunan CPL dan CPMK untuk Tingkatkan Mutu Lulusan

    Sukoharjo - majalahlarise.com - Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Pelatihan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) bagi para dosen pengajar, Jumat (19/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di SFA Solo Baru ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, yang juga dikenal sebagai penggiat literasi Arfuzh Ratulisa dan DIKLISA. 

    Pelatihan diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus menyesuaikan rancangan pembelajaran berbasis luaran agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman.

    Kaprodi PBI FKIP Univet Bantara, Giyatmi, M.A., menjelaskan materi pelatihan difokuskan pada peningkatan pemahaman dosen dalam penyusunan dan peninjauan dokumen akademik melalui penguatan pengetahuan terkait kurikulum berbasis OBE. Menurutnya, pemahaman mengenai Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) menjadi fondasi penting dalam menyusun kurikulum yang sistematis dan terarah.

    Narasumber Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum saat foto bersama dengan Kaprodi PBI Giyatmi, M.A., dan para dosen PBI.


    “Kami bermaksud mencari pemahaman dan pengetahuan. Mungkin beberapa bagian sudah kami siapkan, tetapi ada beberapa titik yang belum mampu kami pahami sehingga ingin belajar, misalnya terkait CPL dan CPMK,” ujar Giyatmi. 

    Ia juga mengajak seluruh peserta aktif berdiskusi selama kegiatan berlangsung. “Mohon maaf kalau nanti kami banyak bertanya, karena kami ingin benar-benar paham,” tambahnya.

    Ketua Panitia, Dr. Nunun Tri W., M.Hum., dalam laporannya menyampaikan tuntutan dunia pendidikan tinggi mengharuskan perguruan tinggi terus melakukan pembenahan, termasuk dalam penerapan kurikulum. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Univet Bantara memandang perlu melakukan penyesuaian sistem pendidikan yang berorientasi pada capaian pembelajaran yang jelas, terukur, dan relevan dengan kebutuhan pemangku kepentingan.

    “Melalui workshop ini kami berharap seluruh dosen PBI FKIP Univet Bantara memiliki pemahaman yang sama mengenai implementasi OBE sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pembelajaran, akreditasi program studi, serta menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.

    Ia menambahkan workshop ini juga diarahkan untuk menyusun dan merevisi RPS berbasis OBE serta merumuskan Program Learning Outcomes yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

    Sementara itu, Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. memaparkan pentingnya penguatan kompetensi bahasa Inggris melalui pembiasaan dan pengalaman nyata agar lulusan memiliki daya saing global. Menurutnya, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris memiliki peluang besar untuk berkiprah di tingkat internasional, termasuk menjadi pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

    “Kalau teman-teman yang punya bahasa Inggris yang kuat, yang mumpuni, sebenarnya punya ruang. Setiap tahun dibuka peluang mengajar BIPA di berbagai negara. Kenapa kita tidak mengambil ruang-ruang itu?” ungkapnya.

    Dalam pemaparannya, Prof. Rohmadi menjelaskan konsep Outcome-Based Education sebagai pendekatan pendidikan yang berorientasi pada hasil atau luaran pembelajaran. Ia mengingatkan setiap proses perkuliahan harus menghasilkan perubahan dan kompetensi nyata pada mahasiswa.

    “Kalau lulus satu perkuliahan, kami dapat apa? Kalau tidak ada perubahan sama sekali dan tidak ada yang dihasilkan, mending berhenti kuliah saja,” ujarnya.

    Prof. Rohmadi juga menyoroti pembelajaran bahasa Inggris yang masih terlalu teoritis dan kurang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa. Ia mendorong agar mahasiswa lebih banyak dilibatkan dalam praktik nyata sehingga kemampuan berbahasa berkembang secara optimal.

    “Ngajarin bahasa Inggris tetapi ngajarnya pakai bahasa Indonesia, itu yang harus diperbaiki. Mahasiswa harus dibiasakan praktik langsung sampai benar-benar bisa,” jelasnya.

    Lebih lanjut, ia mendorong program studi melakukan inovasi kurikulum dengan membuka peluang karier yang lebih luas bagi lulusan. Selain menjadi guru, lulusan Pendidikan Bahasa Inggris dinilai memiliki peluang di bidang jurnalistik, penyiaran, penyuntingan, penerjemahan, hingga edupreneurship.

    “Tidak ada orang tua yang menyekolahkan anaknya supaya setelah lulus tidak bekerja. Semua berharap anaknya punya pekerjaan dan masa depan yang baik,” katanya.

    Pada sesi penutup, Rohmadi menjelaskan penyusunan kurikulum OBE harus diawali dengan analisis kebutuhan masyarakat, dunia industri, pengguna lulusan, serta alumni. Profil lulusan kemudian diturunkan menjadi CPL, CPMK, hingga kegiatan pembelajaran yang konkret. Ia juga menjelaskan pentingnya penerapan metode pembelajaran berbasis kasus dan proyek agar mahasiswa memperoleh pengalaman nyata selama proses studi.

    “OBE bukan sekadar konsep teoretik. Mahasiswa harus diberi pengalaman belajar yang langsung menghasilkan karya dan proyek nyata. Dari situlah kompetensi mereka terbentuk,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Gandeng Pakar UGM, Prodi Informatika UNISRI Perkuat Kurikulum AI, Software Engineering, dan Cybersecurity untuk Cetak Lulusan Siap Kerja

    Perwakilan dari Walikota Surakarta Respati Ardi disampaikan oleh Kadis Perdagangan Surakarta Arif Handoko S.Sos. MH.


    Pinarak Market Resmi Diluncurkan, Perkuat Kolaborasi UMKM dan Ekonomi Kreatif Solo Raya

    Surakarta - majalahlarise.com - Pinarak Market resmi diluncurkan sebagai ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM, ekonomi kreatif, komunitas, dan masyarakat untuk bertumbuh bersama melalui promosi, edukasi, serta pengembangan kapasitas usaha. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Paguyuban UMKM Soloraya (PUS) dan Hotel Dana Permai Surakarta dengan dukungan Pemerintah Kota Surakarta dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM lokal.

    Peluncuran Pinarak Market yang berlangsung di Hotel Dana Surakarta, Jumat (19/6/2026), dihadiri Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta Maretha Dinar Cahyono, S.E., M.M., Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Surakarta Agung Riyadi, S.Sos., S.H., M.M., pelaku UMKM, komunitas kreatif, serta masyarakat umum.

    Mengusung tema “Monggo Pinarak, Tumbuh Bersama”, Pinarak Market hadir sebagai wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mempromosikan produk, memperluas jejaring, serta meningkatkan kapasitas usaha melalui berbagai kegiatan edukatif dan kolaboratif. Pada penyelenggaraan perdana, kegiatan ini melibatkan 33 pelaku UMKM dari sektor craft, fashion, kuliner, aromaterapi, dan berbagai produk kreatif lainnya.

    Ketua Partguyuban UMKM Soloraya (PUS), Iman Buhairi Santoso, menjelaskan Pinarak Market tidak hanya menjadi tempat transaksi produk, tetapi juga ruang kolaborasi yang memberi nilai tambah bagi pelaku usaha lokal.

    Ketua Partguyuban UMKM Soloraya (PUS), Iman Buhairi Santoso saat menyampaikan sambutan.

    “Pinarak Market bukan sekadar tempat berjualan, tetapi ruang kolaborasi, pembelajaran, dan pengembangan usaha. Kami ingin mendorong UMKM Solo Raya agar semakin kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing yang kuat sehingga mampu berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

    Berbagai kegiatan turut memeriahkan peluncuran Pinarak Market, di antaranya workshop pembuatan parfum, fashion show batik anak, penampilan tari modern anak, hingga pertunjukan musik tradisional Jawa yang menghadirkan nuansa budaya khas Surakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menggabungkan promosi produk UMKM dengan penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

    Komisaris Hotel Dana Permai Surakarta, Osrinita Oesman, menjelaskan kolaborasi menjadi kunci penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan berkelanjutan.

    “Kami percaya kemajuan UMKM akan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan identitas budaya lokal. Melalui Pinarak Market, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung dan bertumbuh bersama,” kata Osrinita Oesman.

    Ke depan, Pinarak Market akan diselenggarakan secara berkala dengan menghadirkan berbagai program pengembangan kapasitas UMKM, seperti pelatihan penghitungan harga pokok produksi (HPP), visual merchandising, fotografi produk, pemasaran digital, pengembangan produk kreatif, hingga workshop berbasis potensi dan kearifan lokal. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM di Solo Raya.

    Selain menjadi sarana promosi dan pemasaran, Pinarak Market juga diproyeksikan sebagai ruang pembinaan bagi pelaku UMKM yang memiliki produk unggulan dan identitas lokal yang kuat, mulai dari batik, kerajinan berbahan kayu dan bambu, produk aromaterapi, kuliner tradisional, hingga beragam karya ekonomi kreatif yang mencerminkan kekayaan budaya Solo Raya. 

    Melalui semangat kolaborasi, program ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Surakarta dan wilayah Solo Raya. (Sofyan)


    Baca juga: Gandeng Pakar UGM, Prodi Informatika UNISRI Perkuat Kurikulum AI, Software Engineering, dan Cybersecurity untuk Cetak Lulusan Siap Kerja



    Gandeng Pakar UGM, Prodi Informatika UNISRI Perkuat Kurikulum AI, Software Engineering, dan Cybersecurity untuk Cetak Lulusan Siap Kerja

    Surakarta - majalahlarise.com - Program Studi Informatika Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) serta kurikulum dengan menghadirkan akademisi dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Ir. Noor Akhmad Setiawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan penyelenggaraan Program Studi Informatika yang akan menerima mahasiswa angkatan pertama pada tahun akademik 2026/2027.

    FGD yang berlangsung di Kampus UNISRI tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik UNISRI Ir. Saiful Bahri, M.Kom., Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNISRI Prof. Dr. Nanik Suhartatik, S.T.P., M.P., serta para dosen Program Studi Informatika. Forum ini difokuskan pada penguatan arah pengembangan program studi, penyusunan profil lulusan, capaian pembelajaran, dan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri digital yang terus berkembang.

    Sebagai akademisi dan peneliti yang memiliki kepakaran di bidang Artificial Intelligence, Machine Learning, Soft Computing, Decision Support System, dan Information Engineering, Dr. Noor Akhmad Setiawan memberikan berbagai masukan strategis agar Program Studi Informatika UNISRI mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan tuntutan dunia kerja dan perkembangan teknologi masa depan.

    Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik UNISRI Ir. Saiful Bahri, M.Kom., menjelaskan kehadiran Program Studi Informatika merupakan bentuk komitmen UNISRI dalam menjawab kebutuhan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi yang terus meningkat.

    “Transformasi digital yang terjadi di berbagai sektor membuka peluang kerja yang sangat luas bagi lulusan Informatika. Mereka tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan teknologi, tetapi juga oleh instansi pemerintah, dunia pendidikan, perbankan, industri kreatif, startup, hingga sektor bisnis dan manufaktur yang kini semakin bergantung pada teknologi digital,” ujarnya.

    Ia menjelaskan lulusan Program Studi Informatika UNISRI dipersiapkan memiliki kompetensi di bidang pengembangan perangkat lunak (software engineering), kecerdasan buatan (artificial intelligence), analisis data, keamanan siber (cybersecurity), jaringan komputer, cloud computing, serta pengembangan teknologi digital berbasis kebutuhan industri. Dengan bekal kompetensi tersebut, lulusan berpeluang berkarier sebagai Software Engineer, Data Analyst, AI Engineer, Cybersecurity Analyst, System Analyst, Network Engineer, Cloud Engineer, IT Consultant, maupun Technopreneur.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNISRI Prof. Dr. Nanik Suhartatik, S.T.P., M.P., menjelaskan kegiatan FGD menjadi momentum penting dalam membangun fondasi akademik Program Studi Informatika sejak awal pendiriannya. Menurutnya, penyusunan VMTS dan kurikulum harus mampu mengakomodasi perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta arah perkembangan teknologi global.

    “Sebagai program studi baru, kami ingin memastikan VMTS dan kurikulum yang disusun benar-benar relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, dan arah pengembangan teknologi masa depan. Oleh karena itu, masukan dari pakar dan pemangku kepentingan sangat penting untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan program studi,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, Program Studi Informatika UNISRI diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta menghasilkan lulusan yang kompeten, inovatif, berkarakter, dan siap bersaing di era digital. FGD ini juga menjadi tonggak awal dalam membangun ekosistem pendidikan teknologi yang unggul di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi UNISRI, sekaligus memperkuat kesiapan kampus dalam mencetak talenta digital yang dibutuhkan dunia industri masa kini dan masa depan. (Sofyan)


    Baca juga: Visiting Professor Fakultas Teknik Univet Sukoharjo Hadirkan Prof Mohd Haziman UTHM Malaysia, Kupas Strategi Menulis dan Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi

    Prof. Ir. Ts. Dr. Mohd Haziman Wan Ibrahim, CEng, saat memaparkan materi Strategies for Writing and Publishing Scientific Papers in Reputable Journals for Lecturers and Students.


    Visiting Professor Fakultas Teknik Univet Sukoharjo Hadirkan Prof Mohd Haziman UTHM Malaysia, Kupas Strategi Menulis dan Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi

    Sukoharjo - majalahlarise.com - Fakultas Teknik Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Kuliah Umum Visiting Professor bertema Strategies for Writing and Publishing Scientific Papers in Reputable Journals for Lecturers and Students di Ruang 3 Fakultas Teknik Univet Bantara, Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan Prof. Ir. Ts. Dr. Mohd Haziman Wan Ibrahim, CEng, Professor Faculty of Civil Engineering and Built Environment (FKAAB), Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Johor, Malaysia. Kuliah umum tersebut diikuti dosen dan mahasiswa serta melibatkan sejumlah perguruan tinggi sebagai upaya memperluas jejaring akademik dan kolaborasi penelitian.

    Dekan Fakultas Teknik Univet Bantara, Ir. Hendramawat Aski Safarizki, S.T., M.T., menjelaskan kegiatan kuliah tamu merupakan implementasi nyata dari kerja sama yang telah ditandatangani antara Univet Bantara dan UTHM Malaysia. Menurutnya, kegiatan akademik ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan kedua institusi sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan dan penelitian.

    “Ini juga sebagai ajang agar kita bisa berkolaborasi lebih luas karena kami mengundang empat kampus dari luar Univet yang nantinya juga akan melakukan penandatanganan kerja sama setelah acara kuliah tamu,” ujar Hendramawat.

    Ia menjelaskan, keterlibatan sejumlah perguruan tinggi di luar Univet diharapkan mampu memperkuat sinergi antarlembaga pendidikan tinggi. Melalui kolaborasi yang semakin luas, berbagai program akademik, penelitian bersama, hingga publikasi ilmiah internasional dapat diwujudkan secara lebih optimal.

    Prof. Ir. Ts. Dr. Mohd Haziman Wan Ibrahim, CEng, saat foto bersama Dekan Fakultas Teknik Univet Bantara, Ir. Hendramawat Aski Safarizki, S.T., M.T beserta jajarannya dan peserta kuliah umum.


    “Harapannya dari semua yang hadir pada pagi hari ini bisa saling berkolaborasi, dan Univet khususnya dapat memperoleh luaran publikasi internasional sehingga pencapaian akademik dapat berkembang lebih cepat,” jelasnya.

    Dalam pemaparannya, Prof. Mohd Haziman Wan Ibrahim menekankan pentingnya publikasi ilmiah sebagai sarana menyebarluaskan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Menurutnya, pengetahuan yang dimiliki akademisi tidak boleh berhenti di ruang kelas maupun tersimpan dalam pikiran, tetapi harus didokumentasikan dan dipublikasikan agar manfaatnya terus dirasakan meskipun penulisnya sudah tidak ada.

    “Sebelum kita meninggal, ilmu yang ada di kepala kita harus dipublikasikan. Walaupun kita sudah tiada, ilmu itu tetap ada dan memberi manfaat,” ujarnya.

    Ia menjelaskan publikasi ilmiah memberikan banyak manfaat, mulai dari menyebarluaskan temuan baru, meningkatkan reputasi akademisi, hingga memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan dan praktik di berbagai bidang. Artikel yang dipublikasikan juga berpotensi menjadi rujukan bagi peneliti lain dan berbagai pihak yang membutuhkan dasar ilmiah dalam pengambilan keputusan.

    “Melalui publikasi, orang akan mengenal kita dan mengenal keahlian yang kita miliki,” katanya.

    Prof. Mohd Haziman juga menjelaskan pentingnya publikasi jurnal internasional bereputasi bagi pengembangan karier dosen dan peneliti. Publikasi pada jurnal Q1 dan Q2 menjadi indikator pencapaian akademik yang memiliki nilai tinggi. Menurutnya, keberhasilan menembus jurnal bereputasi tidak hanya memberikan kepuasan akademik, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar dalam pengembangan profesi.

    “Jika ingin mencapai jenjang akademik tertinggi, suka atau tidak suka, publikasi ilmiah harus menjadi bagian dari perjalanan akademik,” tuturnya.

    Selain membahas strategi publikasi, ia menerangkan perbedaan antara jurnal ilmiah dan prosiding konferensi. Jurnal ilmiah umumnya memuat hasil penelitian yang lebih lengkap dan mendalam, sedangkan konferensi lebih tepat digunakan untuk mempublikasikan temuan awal atau preliminary findings.

    “Jangan masukkan data yang terlalu maju ke konferensi. Biasanya konferensi digunakan untuk mempublikasikan data awal atau preliminary findings,” jelasnya.

    Pada kesempatan tersebut, Prof. Mohd Haziman juga mengingatkan pentingnya kesabaran dalam menjalani proses publikasi jurnal internasional. Proses penilaian oleh editor dan reviewer dapat berlangsung dalam waktu yang cukup panjang, bahkan lebih dari satu tahun. Namun, menurutnya, hasil yang diperoleh sebanding dengan usaha dan ketekunan yang dilakukan penulis.

    “Kalau mahu mendapatkan emas, kita harus sabar. Publikasi di jurnal berkualitas memang memerlukan waktu yang panjang,” ungkapnya.

    Ia turut menjelaskan budaya membaca menjadi fondasi utama dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Semakin banyak referensi yang dipelajari, semakin luas wawasan peneliti dalam menemukan kebaruan, memperkuat landasan teori, serta mengidentifikasi peluang penelitian yang masih dapat dikembangkan.

    “Kalau kita tidak membaca, sulit untuk menulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak pengetahuan dan ide yang kita miliki,” tuturnya.

    Di akhir sesi, Prof. Mohd Haziman memaparkan tahapan publikasi artikel ilmiah mulai dari pemilihan jurnal yang sesuai, penyesuaian format naskah, proses review, hingga pemeriksaan tingkat kesamaan naskah menggunakan perangkat lunak pendeteksi plagiarisme. Ia juga menyoroti pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT yang dapat membantu penulis dalam menyusun ide, struktur tulisan, dan penggunaan bahasa secara efektif.

    “Gunakan ChatGPT untuk membantu mengorganisasi ide dan penulisan. Jangan sekadar copy-paste kerana jika terdeteksi, artikel boleh ditolak,” pungkasnya.

    Menurut Prof. Mohd Haziman, publikasi ilmiah yang berkualitas tidak hanya memberikan manfaat bagi dosen dan peneliti sebagai penulis, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan reputasi dan peringkat universitas di tingkat nasional maupun internasional. Ia berharap dosen dan mahasiswa terus bersemangat menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan mampu menembus jurnal bereputasi internasional.

    “Saya berharap hasil perkongsian pada hari ini dapat memberi manfaat kepada dosen dan pelajar untuk menyediakan satu artikel yang berkualiti, yang berimpak, dan mampu diterbitkan dalam jurnal yang mempunyai peringkat Q1 dan Q2,” ujarnya. (Sofyan)


    Baca juga: Dies Natalis ke-46 UNISRI, Pengabdian Masyarakat Lewat Senam ON-OG BEP Wujudkan Masyarakat Sehat, Bugar, dan Produktif

    Olahraga Olah Nafas dan Olah Gerak Bio Energy Power (ON-OG BEP) di Komunitas "Padepokan Dede Pagi", Jaten, Karanganyar.


    Dies Natalis ke-46 UNISRI, Pengabdian Masyarakat Lewat Senam ON-OG BEP Wujudkan Masyarakat Sehat, Bugar, dan Produktif

    Karanganyar - majalahlarise.com - Dalam rangkaian Dies Natalis ke-46 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, kampus tersebut menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pengenalan Olahraga Olah Nafas dan Olah Gerak Bio Energy Power (ON-OG BEP) di Komunitas "Padepokan Dede Pagi", Jaten, Karanganyar, Sabtu (13/6). Kegiatan ini diikuti warga setempat sebagai upaya memperkenalkan pola hidup sehat berbasis komunitas yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Materi ON-OG BEP disampaikan oleh Prof. Dr. Siti Supeni, S.H., M.Pd., dosen UNISRI sekaligus Ketua Perkumpulan Komunitas Bio Energy Seluruh Indonesia (PKBSI) Cabang Surakarta. Dalam paparannya, Prof. Siti Supeni menjelaskan Bio Energy Power merupakan olahraga yang dikembangkan oleh almarhum dr. Harry J. Angga dari RS Hasan Sadikin Bandung berdasarkan hasil riset mengenai kemampuan tubuh manusia untuk melakukan penyembuhan diri atau self healing. Dari penelitian tersebut lahir konsep olah napas dan olah gerak sederhana yang memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun psikis.

    “Disamping sebagai autoterapi, ON-OG BEP juga berpartisipasi pada pola kesehatan masyarakat melalui gerakan MUKB: Merajut Ulang Kesehatan Bangsa. Sasarannya adalah masyarakat sehat, bugar, produktif, bahagia. Gerakan ini terus berkembang melalui Rumah Sehat di Surakarta dan sekitarnya,” jelas Prof. Dr. Siti Supeni, S.H., M.Pd.

    Bio Energy Power mengombinasikan teknik pernapasan dan gerakan tubuh yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan penyembuhan alami tubuh. Terapi ini terdiri dari tiga gerakan sederhana yang dilakukan dengan pengaturan napas tertentu untuk membantu mendistribusikan energi ke bagian tubuh yang membutuhkan. Metode tersebut dikembangkan berdasarkan teori medis guna mengoptimalkan kemampuan autoterapi tubuh, baik secara fisik maupun psikis.

    Kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini yang semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan melalui langkah preventif. Melalui pengenalan ON-OG BEP, UNISRI berupaya memperluas akses masyarakat terhadap praktik kesehatan mandiri yang mudah, murah, dan dapat dilakukan secara bersama-sama di lingkungan komunitas.

    Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga Komunitas "Padepokan Dede Pagi" mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat dan menunjukkan ketertarikan untuk menerapkan gerakan ON-OG BEP dalam aktivitas sehari-hari. Ke depan, UNISRI bersama PKBSI Cabang Surakarta berkomitmen memberikan pendampingan agar gerakan ini dapat menjadi bagian dari budaya hidup sehat masyarakat.

    Melalui kegiatan ini, Dies Natalis ke-46 UNISRI menjadi momentum memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, UNISRI juga hadir langsung mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan warga melalui program pengabdian yang berdampak positif bagi kehidupan masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Mahasiswa PPKn FKIP UNISRI Kunjungi Rumah Umat Baha’i Pati, Perkuat Toleransi dan Wawasan Keberagaman

    Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Umat Kepercayaan Baha’i di Kabupaten Pati.


    Mahasiswa PPKn FKIP UNISRI Kunjungi Rumah Umat Baha’i Pati, Perkuat Toleransi dan Wawasan Keberagaman

    Pati - majalahlarise.com - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Umat Kepercayaan Baha’i di Kabupaten Pati, Minggu (15/6). Kegiatan yang diikuti 23 mahasiswa tersebut menjadi bagian dari pembelajaran langsung untuk memperdalam pemahaman tentang keberagaman agama dan kepercayaan di Indonesia sekaligus memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

    Kegiatan diawali dengan sambutan Kaprodi PPKn FKIP UNISRI, Ama Faridasari, S.Pd., M.Pd. Ia menjelaskan pentingnya memahami perbedaan keyakinan secara objektif serta membangun sikap toleransi yang dewasa dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa perlu memiliki wawasan kebangsaan yang kuat dan mampu menghargai keberagaman sebagai bagian dari identitas Indonesia.

    Selama kunjungan, mahasiswa melakukan wawancara dan diskusi langsung dengan umat Baha’i untuk mempelajari ajaran serta prinsip dasar kepercayaan tersebut. Kegiatan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengkaji ritual keagamaan dan tradisi Baha’i di rumah orang tua Lies, sedangkan kelompok kedua mendalami pembahasan mengenai hak waris dan hukum nikah dalam perspektif Baha’i di rumah Lies. Melalui dialog terbuka, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai praktik kehidupan beragama dan hubungan sosial umat Baha’i di masyarakat.

    Perwakilan mahasiswa PPKn FKIP UNISRI menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi peserta. “Dengan adanya kegiatan ini kami sangat berharap mahasiswa mendapat pemahaman mendalam tentang umat Baha’i, membentuk sikap toleransi yang lebih luas dan dewasa, serta mendapatkan pengalaman nyata dalam memahami keberagaman agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia,” ujarnya.

    Kunjungan lapangan ini memiliki tiga tujuan utama, yakni memahami ajaran dan prinsip dasar Baha’i, mempelajari praktik kerukunan hidup beragama di Indonesia, serta memperluas wawasan keberagaman mahasiswa. Interaksi langsung dengan umat Baha’i diharapkan mampu menghilangkan prasangka, memperkuat sikap saling menghormati, dan meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya hidup berdampingan secara harmonis dalam masyarakat yang beragam.

    Melalui kegiatan pembelajaran kontekstual tersebut, FKIP UNISRI menunjukkan komitmennya dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati sosial, sikap toleran, serta kesiapan beradaptasi dengan dinamika kehidupan masyarakat multikultural. Kunjungan ke Rumah Umat Kepercayaan Baha’i menjadi salah satu praktik nyata pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan yang relevan dengan tantangan kebangsaan saat ini. (Sofyan)


    Baca juga: SMK Negeri 1 Semarang Jadi Tuan Rumah Webinar Penguatan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Sekolah Berintegritas

    Peserta dan pembicara Webinar Penguatan Pendidikan Karakter pada Sekolah Berintegritas (SBI) berfoto bersama di Aula SMK Negeri 1 Semarang, Kamis (18/6/2026), usai mengikuti kegiatan penguatan budaya integritas dan nilai antikorupsi di lingkungan pendidikan.


    SMK Negeri 1 Semarang Jadi Tuan Rumah Webinar Penguatan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Sekolah Berintegritas

    Semarang - majalahlarise.com - SMK Negeri 1 Semarang menjadi tuan rumah Webinar Penguatan Pendidikan Karakter pada Sekolah Berintegritas (SBI) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti kepala sekolah, guru, pengawas, serta tenaga kependidikan dari berbagai SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya integritas, karakter, dan nilai-nilai antikorupsi di lingkungan pendidikan.

    Webinar diawali pengantar dari moderator Master Koento Nugroho yang memaparkan pentingnya implementasi Sekolah Berintegritas (SBI) di Jawa Tengah. Ia menyoroti keberhasilan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online dengan slogan 

    “No Titip, No Jastip” serta penguatan sembilan nilai integritas yang menjadi fondasi pembentukan karakter peserta didik. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang jujur, transparan, dan berakhlak mulia.

    Narasumber utama, Ir. Wawan Wardiana selaku Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, menjelaskan korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang berdampak luas terhadap kualitas pendidikan dan masa depan bangsa. Ia menyampaikan KPK bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, serta berbagai lembaga lain mengembangkan pendidikan karakter integritas melalui sembilan nilai antikorupsi yang dirangkum dalam jargon “JUMAT BERSEPEDA KAKA”, yaitu jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras. 

    “Pendidikan antikorupsi tidak cukup diajarkan di dalam kelas, tetapi harus menjadi budaya sekolah yang melibatkan seluruh warga sekolah, termasuk kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua,” ujarnya.

    Pada sesi diskusi, Kepala SMK Negeri 1 Semarang, Dra. Ummi Rosydiana, M.Par., memaparkan berbagai program sekolah dalam menginternalisasikan nilai-nilai integritas melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Ia juga menanyakan peluang bagi pendidik untuk menjadi penyuluh antikorupsi. Menanggapi hal itu, Wawan Wardiana menjelaskan guru dapat mengikuti program sertifikasi penyuluh antikorupsi melalui pelatihan maupun rekognisi pengalaman yang terdokumentasi dengan baik. 

    “Guru memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sehingga kesempatan menjadi penyuluh antikorupsi terbuka bagi pendidik yang memenuhi persyaratan,” jelasnya.

    Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, S.Pd., S.Sos., S.IPem., M.Eng. Ia mengapresiasi kolaborasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, KPK RI, Kompak API Jawa Tengah, Tim SBI, dan seluruh satuan pendidikan dalam membangun budaya integritas di sekolah. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan SPMB Tahun 2026 dengan slogan “Ramah, Berintegritas, Gembira” menjadi bukti komitmen Jawa Tengah menghadirkan layanan pendidikan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. 

    “Keberhasilan SPMB Tahun 2026 menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan pendidikan yang bersih, transparan, dan dipercaya masyarakat,” katanya.

    Sebagai tuan rumah kegiatan, SMK Negeri 1 Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya sekolah yang berintegritas melalui berbagai program pembiasaan karakter, kedisiplinan, kepedulian lingkungan, dan penguatan nilai-nilai antikorupsi. Melalui webinar ini, seluruh insan pendidikan diharapkan semakin memperkuat komitmen mewujudkan sekolah berintegritas serta membentuk generasi penerus bangsa yang unggul secara akademik, memiliki moral yang kuat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari.(Konan/ Sofyan)


    Baca juga: Kuliah Umum dan Bedah Buku Astrid Widayani di FISH Univet Sukoharjo, Kupas Tren Kepemimpinan Anak Muda Profesional


Top