Narasumber Sofyan Yuli Antonius saat menjelaskan tentang teknik dubber.

    Workshop Dubbing, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Univet Bantara Sukoharjo Dilatih Ciptakan Karakter Suara Profesional

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo menggelar workshop bertajuk “Menciptakan Jiwa dalam Suara, Teknik Dubber Membentuk Karakter Tokoh” pada Rabu (22/4/2026) di Gedung D FISH Univet Bantara Sukoharjo.

    Kegiatan tersebut menghadirkan praktisi media radio dan voice over, Sofyan Yuli Antonius sebagai narasumber. Workshop ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa dalam mata kuliah pilihan yaitu produksi siaran radio sekaligus menjawab kebutuhan industri kreatif berbasis audio yang terus berkembang.

    Wakil Dekan FISH sekaligus dosen pengampu mata kuliah produksi siaran radio, Henny Sri Kusumawati, S.Sos, M.Ikom menyampaikan kegiatan ini dirancang untuk membuka wawasan mahasiswa terhadap peluang karier di bidang dubbing dan voice over.

    “Kami sebagai pengampu mata kuliah produksi siaran radio mencoba mencari peluang-peluang dalam dunia radio yang berkembang sangat kompetitif. Mahasiswa perlu dipersiapkan agar lebih siap, percaya diri, dan mampu melihat peluang, termasuk di balik layar atau dapur produksi audio,” tuturnya.

    Narasumber Sofyan Yuli Antonius saat foto bersama peserta workshop dubber.


    Ia menguraikan, dunia dubbing dan produksi suara saat ini memiliki potensi besar, seiring meningkatnya kebutuhan konten digital seperti film, animasi, iklan, hingga media sosial.

    “Peluang di dunia dubbing masih sangat terbuka. Mahasiswa tidak hanya belajar teknis siaran, tetapi juga diarahkan untuk mampu menciptakan konten kreatif yang inovatif dan menarik,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Henny menuturkan bahwa workshop ini menitikberatkan pada penguatan soft skill mahasiswa, khususnya dalam mengenali karakter suara sebagai identitas diri.

    “Kami ingin mahasiswa mampu mengenali potensi suara dan karakter dirinya secara lebih mendalam. Tidak sekadar instan, tetapi melalui proses penghayatan, latihan vokal, teknik napas, serta konsentrasi agar mampu menciptakan jiwa dalam setiap karakter,” ungkapnya.

    Menurutnya, proses pembentukan karakter suara membutuhkan latihan berkelanjutan dan penghayatan yang kuat, bukan sekadar meniru suara.

    “Kalau hanya mengikuti tren instan, hasilnya hanya di permukaan. Dalam workshop ini mahasiswa diajak masuk lebih dalam, memahami jiwa karakter, lalu menampilkannya melalui suara,” tambahnya.

    Sebagai target luaran, pihak kampus mentargetkan  capaian bagi peserta workshop. “Kami menargetkan setiap mahasiswa minimal memiliki lima karakter penokohan yang bisa mereka kuasai. Ini menjadi bekal penting untuk produksi karya audio maupun konten kreatif ke depan,” imbuhnya.

    Sementara itu, dalam sesi materi, Sofyan Yuli Antonius menguraikan secara komprehensif konsep dasar hingga praktik dubbing. Ia menyampaikan dubbing merupakan proses penting dalam industri audiovisual.

    “Dubbing adalah proses mengisi atau mengganti suara tokoh dalam media audiovisual sesuai karakter dan cerita. Seorang dubber bukan hanya berbicara, tetapi harus mampu menyampaikan emosi, pesan, dan identitas tokoh,” jelasnya.

    Ia menjelaskan, kekuatan utama seorang dubber terletak pada kemampuannya menghidupkan karakter melalui suara.

    “Suara adalah identitas karakter. Tanpa suara yang tepat, karakter akan terasa kosong. Dubber pada dasarnya adalah aktor yang bermain lewat suara,” katanya.

    Dalam pemaparan materi, peserta dikenalkan berbagai unsur pembentuk karakter suara, meliputi pitch (tinggi rendah suara), tone (warna suara), tempo (cepat lambat), artikulasi, serta penghayatan emosi.

    Selain itu, Sofyan juga menguraikan teknik dasar dubbing yang harus dikuasai, antara lain memahami naskah, menentukan karakter suara, menggunakan teknik pernapasan yang tepat, serta kemampuan sinkronisasi dengan gerak bibir atau lip sync.

    “Latihan menjadi kunci utama. Setiap rekaman harus dievaluasi agar kualitas suara semakin berkembang,” ujarnya.

    Menurut Sofyan, kemampuan dubbing tidak hanya bermanfaat untuk industri media, tetapi juga meningkatkan keterampilan komunikasi.

    “Belajar dubbing bisa meningkatkan public speaking, kepercayaan diri, serta kreativitas. Ini sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” tuturnya.

    Ia menambahkan, peluang karier di bidang voice over semakin luas, mulai dari pengisi suara iklan, film, animasi, hingga konten digital.

    “Kunci menjadi dubber adalah memadukan suara, emosi, dan imajinasi. Suara bukan sekadar bunyi, tetapi jiwa dari sebuah karakter,” pungkasnya.

    Melalui workshop ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi Univet Bantara diharapkan mampu mengembangkan potensi diri secara maksimal, serta siap bersaing di industri kreatif, khususnya dalam bidang produksi audio dan konten digital yang terus berkembang pesat. (Sofyan)


    Baca juga: Belajar PAI Makin Interaktif dengan Layar Sentuh IFP

    Siswa saat belajar PAI menggunakan layar sentuh.


    Belajar PAI Makin Interaktif dengan Layar Sentuh IFP

    SOLO – majalahlarise.com - Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di ruang kelas kian mendorong terciptanya pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, menggembirakan dan berkemajuan, Rabu (22/4/2026). 

    Integrasi teknologi seperti IFP dalam pembelajaran bisa menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Dengan dukungan perangkat yang interaktif, diharapkan anak didik tidak hanya lebih memahami materi, tetapi mampu lebih aktif dan mandiri dalam belajar.

    Hal tersebut terlihat dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah model SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarrta, salah satunya guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Dwi Jatmiko di kelas III. 

    Dalam kesempatan itu, Jatmiko menggunakan alat peraga manual dan layer sentuh IFP tentang QS At-Tin yang menjelaskan penciptaan manusia dan pentingnya iman serta amal baik.

    “Anak-anak mengaku lebih antusias belajar PAI dan Bahasa Arab karena materi disajikan secara visual dan interaktif,” ujarnya.

    IFP memudahkan guru baik guru kelas atau guru mata pelajaran dalam mengakses berbagai sumber belajar dalam satu perangkat, mulai dari video, simulasi, hingga materi presentasi yang terintegrasi.

    Penggunaan IFP Smart TV juga mendukung penanaman nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang disajikan secara menarik dan interaktif lebih mudah diingat dan dipraktikkan oleh siswa. 

    Nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dapat ditanamkan melalui media visual dan aktivitas langsung. 

    “Dengan demikian, pembelajaran PAI dengan media IFP Smart TV mampu meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan pembentukan karakter peserta didik,” imbuhnya.

    Anak-anak yang bersekolah di Jalan Kartini ini bisa menyentuh, menulis, atau menggeser objek langsung di layar IFP ini. 

    “Jadi ada keterlibatan langsung dari anak-anak. Terkadang anak-anak sudah tahu lebih dulu terkait fitur atau tren permainan edukasi di IFP dan mengajukan ke guru untuk dicoba di kelas,” bebernya.

    Salah satu siswa, Arsakha Zakir Alghifari Kelas 3D, mengaku bahwa pembelajaran dengan IFP membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan interaktif.

    “Belajar dengan IFP lebih menyenangkan dan membantu untuk menjawab soal PAI dan Bahasa Arab,” ungkapnya. (Sofyan)


    Baca juga: Ibu Kita R.A. Kartini Sebagai Inspirator dan Motivator Gerakan Literasi Arfuzh Ratulisa dan DIKLISA untuk Multigenerasi NKRI

    Ibu Kita R.A. Kartini Sebagai Inspirator dan Motivator Gerakan Literasi Arfuzh Ratulisa dan DIKLISA untuk Multigenerasi NKRI


    Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.

    Dosen PBSI FKIP UNS, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & DIKLISA

    Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa


    Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.


    "Kawan, cerita tentang kita akan abadi selamanya saat tetap ada yang menulis dan menceritakannya kepada multigenerasi Indonesia sepanjang masa”


           Setiap tahun, tanggal 21 April selalu diperingati sebagai Hari Ibu Kita Kartini. Siapakah Ibu Kita Kartini? Silahkan Simak lagu dengan judul “Ibu Kita Kartini” Cipt. W.R. Supratman dengan lirik sebagai berikut: //Ibu kita kartini/Putri sejati/Putri Indonesia/Harum Namanya//Ibu kita kartini/Pendekar bangsa/Pendekar kaumnya/Untuk Merdeka//Reff://Wahai ibu kita kartini/Putri yang mulia/Sungguh besar cita-citanya/Bagi Indonesia//Ibu kita kartini/Putri jauh hari/Putri yang berjasa/Se Indonesia//Reff: Wahai ibu kita kartini/Putri yang mulia/Sungguh besar cita-citanya/Bagi Indonesia// Lagu ini dapat disimak pada kanal youtube berikut: https://www.youtube.com/watch?v=girAGw9uMPo. Ibu R.A. Kartini dilahirkan tanggal 21 April 1879 dan meninggal tanggal 17 September 1904 sebagai inspirator dan motivator multigenerasi NKRI dengan bukunya yang berjudul “Habis Gelap Tebitlah Terang”. Dengan mengenali R.A. Kartini maka setiap tahun, tanggal 21 April saat memeringati bersama seluruh masyarakat Indoensia akan tahu hal penting dan keteladanan R.A Kartini yang dapat diberikan kepada multigenerasi NKRI.

           Orang tua, guru, dosen, penggiat literasi, peneliti, wartawan, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat harus bergotong-royong untuk menyiapkan generasi muda Indonesia abad XXI. Generasi abad XXI harus terus dipantik dan disemangati untuk mengikuti jejak R.A Kartini seperti penjelasan di atas. Peran guru dan dosen, orang tua, dan masyarakat untuk memantik multigenerasi NKRI berliterasi dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca). Selain itu, para penggerak literasi dalam Komunitas DIKLISA (Dialog Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra) untuk terus menjadi pengerak literasi bersama Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa. Gerakan literasi Arfuzh Ratulisa dan Diklisa diharapkan dapat menjadi virus-virus positif bagi multigenerasi NKRI agar terus bergerak dan menggerakkan aneka kreativitas dan produktivitas untuk menghasilkan karya-karya inovatif yang dapat memantik semangat masyarakat NKRI untuk terus bekerja dan berkarya bagi multigenerasi NKRI sepanjang masa.

           R.A. Kartini akan selalau di hati multigenerasi NKRI. R.A. Kartini akan terus menjadi pemantik belajar, bersilaturahmi, berliterasi dengan Ratulisa bagi multigenerasi NKRI. Semangat belajar bagi multigenerasi harus dilatih dan dipantik dengan aneka model, kasus, dan proyek yang dapat dijadikan sebagai motivator dan inspirator. Semangati dan kuatkan komitmen multigenerasi NKRI dengan menceritakan sejarah, kisah, profil, dan semua giat literasi R.A. Kartini yang dapat dijadikan teladan, inpsirator, dan motivator. Kekuatan hati dan pikiran menjadi satu kekuatan yang tidak terkalahkan apabila dilaksanakan dengan 5N: (1) Niatkan untuk ibadah; (2) Nilai-nilai religi harus menjadi pedoman; (3) Nilai-nilai pendidkan harus diprioritaskan; (4) nilai-nilai sosial harus diutamakan; (4) Nilai-nilai kebersamaan, kegotongroyongan, dan kebhinekaan harus menjadi pilar penyangga bagi multigenerasi NKRI. Kelima dasar 5N tersebut harus dapat ditanamkan dan disosialisasikan secara cetak dan digital bagi multigenerasi NKRI.

           Ibu kita R.A. Kartini harus selalu dijadikan sebagai inspirator dan motivator dalam berbagai giat dan aktivitas litersi khususnya Gerakan Literasi Arfuazh Ratulisa (GELAR) dan Komunitas DIKLISA untuk multigenerasi NKRI. Semangat untuk terus menggerakkan semangat berliterasi ratulisa, belajar berkreasi, dan berinovasi tiada henti. Nilai-nilai motivasi yang diajarkan oleh R.A Kartini harus dipahami dan mengerti oleh seluruh masyarakat NKRI. Hal ini sebagai penguat gerakan literasi Arfuzh Ratulisa, DIKLISA, dan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, tangguh, kreatif, inovatif, produktif, dan inspiratif. Komitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai pendidikan, sosial, religi, kegotongroyongan, silaturahmi, dan kebhinekaan untuk seluruh masyarakat yang tersebar di 38 provinsi.

           Peran orang tua sebagai guru pertama bagi multigenerasi NKRI harus dapat memberikan nilai-nilai dasar pendidikan karakter kejujuran, integritas, dan komitmen bagi seluruh anak-anak NKRI. Sikap baik dan santun yang berlandasakan nilai-nilai luhur budaya nasional harus menjadi akar budaya dan kearifan lokal yang ditanamkan kepada seluruh anak-anak NKRI. Komitmen untuk terus belajar dan membelajarkan diri untuk berliterasi bersama Arfuzh Ratulisa dan Diklisa tentu akan menjadi pemantik dan semangat orang tua memotivasi anak-anaknya. Proses belajar yang melibatkan semua unsur alam, seni, budaya, rasa, karsa, dan religi akan dapat menyibak jendela dunia sebagai pelita dan harapan seluruh anak-anak NKRI. Hal inilah yang menjadi keteladanan literasi kesemestaaan Ibu kita R.A. Kartini dalam bukunya “Habis Gelap Terbitlah Terang” sebagai kumpulan surat-surat literasi pendidikan dan gerakan motivatif dan inspiratif ratulisa (menulis dan membaca) sepanjang masa.

           Peran guru dan dosen abad XXI untuk dapat menyebarkan virus-virus positif Ibu kita R.A. Kartini melalui nilai-nilai pendidikan literasi bagi multigenerasi NKRI. Buku berjudul "Habis Gelap Terbitlah Terang" merupakan kumpulan surat-surat R.A. Kartini yang ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang tinggal di Eropa. Buku tersebut diterbitkan tahun 1911 yang diberi judul Door Duisternis tot Licht dengan penulis/editor J.H. Abendanon. R.A. Kartini menyampaikan pesan-pesan pemikiran visioner mengenai pendidikan, kesetaraan gender, dan emansipasi wanita di Indonesia. Hal pokok yang harus disadari oleh para wanita Indonesia bahwa wanita boleh berpartisipasi dalam karier dan emansipasi wanita mengikuti jejak R.A. Kartini tetapi jangan lupa hakkat dan kodrat wanita tertinggi dan mulia adalah berbakti, mendampingi, mendoakan terbaik kepada suami dan menyiapkan anak-anak sebagai generasi NKRI yang baik, cerdas, kreatif, inovatif, produktif, dan inspiratf. Dengan demikian cerita motivatif dan inspiratif Ibu kita R.A. Kartini akan terus menjadi kekuatan multigenerasi NKRI untuk terus berkreasi, berinovasi tiada henti untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

           Saudara-saudaraku, keluarga besar Arfuzh Ratulisa, Diklisa, dan seluruh masyarakat NKRI marilah kita terus mengingat, mengenang, dan meneladani Ibu kita R.A. Kartini sebagai kekuatan hati dan pikiran yang terus memotivasi dan menginspirasi multigenerasi NKRI. Bersemangat untuk belajar dan membelajarkan diri sepanjang masa akan terus menjadi kuasa untuk bersilaturahmi, berliterasi dengan Arfuzh Ratulisa bersama Komunitas Diklisa, berbagi ilmu, berbagi rasa, untuk ciptakan bahagia sepanjang masa bersama anak-anak Indonesia di seluruh wilayah NKRI.

    “Bercritalah dengan rasa Bahagia untuk dapat menciptakan bahagiamu sebagai wujud mimpi dan imajinasimu yang nyata sepanjang masa”


    Istana Arfuzh Ratulisa dan Diklisa, 22 April 2026

    Narasumber Farhan Arif saat memaparkan materi dan pengalamannya sebagai jurnalis, penyiar radio, MC hingga Production Manager Metta Solo FM.


    Mahasiswa Ilmu Komunikasi Univet Bantara Ikuti Workshop Karier Jurnalistik Bersama Praktisi Media

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Mahasiswa semester 4 Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo mengikuti workshop bertajuk “Berkarier sebagai Jurnalis, Hingga Sukses Memimpin Media Massa”, Rabu (22/4/2026) di Gedung D FISH Univet Bantara.

    Kegiatan yang dimulai pukul 10.15 WIB ini menghadirkan narasumber Farhan Arif, jurnalis senior sekaligus Production Manager Metta Solo FM. Workshop dipandu oleh moderator Adhika Prasetya K., MM, dan dibuka langsung oleh Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, M.Si.

    Dalam sambutannya, Dr. Joko Suryono menyampaikan kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi yang berpengalaman di dunia jurnalistik.

    “Ini seperti reuni dengan para praktisi media. Kami berharap narasumber dapat menularkan pengalaman dan ilmunya di bidang jurnalistik, sehingga mahasiswa memahami bagaimana berproses hingga mampu memimpin media massa,” ujarnya.

    Narasumber Farhan Arif saat foto bersama Dekan FISH, wakil Dekan FISH, dosen prodi ilmu komunikasi dan mahasiswa semester 4.


    Ia juga menguraikan pentingnya karakter dalam membangun karier jurnalistik. Berdasarkan hasil risetnya, terdapat puluhan karakter yang perlu dimiliki seorang jurnalis, di antaranya profesional, berani mengambil risiko, gigih, bertanggung jawab, independen, akurat, serta memiliki mental yang kuat.

    “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter yang kuat. Pembelajaran ini bagian dari outcome learning, sehingga mahasiswa siap menghadapi dunia kerja,” jelasnya.

    Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah Dasar-Dasar Jurnalistik, Dr. Betty Gama, menyampaikan workshop ini dirancang untuk mengintegrasikan teori di kelas dengan pengalaman nyata di lapangan.

    “Kami sengaja menghadirkan wartawan senior agar mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif. Harapannya, mahasiswa yang belum tertarik menjadi tertarik, dan yang sudah berminat semakin mantap menekuni profesi jurnalis,” tuturnya.

    Dalam sesi pemaparan, Farhan Arif berbagi pengalaman panjangnya di dunia jurnalistik. Ia menuturkan, pada awal kariernya, dirinya hanya dibekali kemampuan laporan pandangan mata tanpa teori yang kompleks.

    “Dulu kami hanya berpegang pada prinsip sederhana, apa yang dilihat, itu yang dilaporkan. Kuncinya tetap pada kaidah dasar jurnalistik yaitu 5W1H,” katanya.

    Ia juga menceritakan pengalaman meliput berbagai peristiwa penting, mulai dari kejadian kecelakaan hingga event nasional dan internasional. Menurutnya, seorang jurnalis harus mampu memanfaatkan setiap momen menjadi sebuah berita.

    “Kadang orang berpikir berita itu harus peristiwa besar. Padahal hal sederhana seperti jalan rusak pun bisa menjadi berita, selama memenuhi unsur 5W1H dan berdampak bagi masyarakat,” menguraikannya.

    Lebih lanjut, Farhan menjelaskan pentingnya kepekaan terhadap situasi dan kemampuan menangkap peluang di lapangan.

    Timing itu sangat penting. Kesempatan bisa datang kapan saja, dan tidak semua orang punya akses yang sama. Jurnalis harus sigap memanfaatkan momen tersebut,” jelasnya.

    Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak ragu menekuni profesi jurnalistik, karena menurutnya profesi ini memberikan banyak pengalaman berharga dan kesempatan bertemu berbagai tokoh.

    “Menjadi jurnalis itu menyenangkan. Kita bisa bertemu banyak orang hebat, meliput berbagai peristiwa, dan menghasilkan karya yang berdampak,” katanya.

    Workshop berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam bidang jurnalistik, khususnya dalam mengasah keterampilan praktis dan kesiapan memasuki dunia industri media. (Sofyan)


    Baca juga: Rektor Univet Bantara Serahkan Penghargaan Juara Turnamen Bola Voli Univet Cup IV 2026

    Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani saat menyerahkan penghargaan kepada tim bola voli SMK Pancasila 7 Pracimantoro.


    Rektor Univet Bantara Serahkan Penghargaan Juara Turnamen Bola Voli Univet Cup IV 2026

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Rektor Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani, menyerahkan langsung penghargaan kepada para juara Turnamen Bola Voli Univet Cup ke-4 tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang meeting Gedung A lantai 2 kampus setempat, Selasa (21/4/2026).

    Turnamen yang diikuti oleh berbagai sekolah tingkat SMA/SMK sekolah Jawa Tengah, Jawa Timur dan .Daerah Istimewa Yogyakarta ini melahirkan para juara terbaik. Untuk kategori putra, juara pertama diraih SMK Pancasila 7 Pracimantoro, juara kedua SMA Negeri 4 Surakarta, dan juara ketiga SMK Pancasila Baturetno. Sementara itu, pada kategori putri, juara pertama diraih SMA Negeri 1 Tanjungsari, juara kedua SMA Negeri 1 Pacitan, dan juara ketiga SMK Negeri Jatipuro.

    Prof. Farida Nugrahani menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada para atlet muda yang telah menunjukkan prestasi. Ia menguraikan keinginannya untuk terus memotivasi generasi muda agar berani berprestasi di berbagai bidang.

    Para menerima penghargaan saat foto bersama dengan Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani dan ketua panitia Dies Natalis ke-58, MS Khabibur Rahman.


    “Saya sangat ingin memotivasi adik-adik yang berprestasi. Saya merasa salut dan tergugah melihat anak-anak muda yang mau berusaha meraih prestasi,” ujarnya.

    Ia menuturkan, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal semata, tetapi juga keterampilan tambahan yang menjadi nilai lebih bagi setiap individu. “Sekolah saja tidak cukup, harus punya sesuatu yang plus. Keterampilan atau kemampuan tertentu bisa menjadi pintu menuju kesuksesan,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Prof. Farida mengungkapkan harapannya agar para atlet berprestasi tersebut dapat melanjutkan pendidikan di Univet Bantara. Ia mengatakan pihak kampus membuka peluang pembinaan hingga pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.

    “Saya berharap mereka yang berprestasi bisa kuliah di Univet Bantara. Kami ingin memberikan perhatian khusus, termasuk kemungkinan beasiswa dan pembinaan agar mereka tetap berada di jalur untuk mencapai kesuksesan,” katanya.

    Ia juga menyampaikan penghargaan yang diberikan bukan sekadar hadiah, tetapi bentuk kebanggaan dan dorongan agar para juara tetap fokus dan konsisten mengembangkan potensinya.

    “Apa yang saya berikan ini sebagai bentuk rasa bangga atas capaian mereka, sekaligus pesan agar tetap konsisten di bidangnya. Saya berharap prestasi ini benar-benar tertanam dalam jiwa mereka dan mengantarkan mereka menjadi orang sukses,” imbuhnya.

    Pada kesempatan tersebut, Prof. Farida turut menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan. Ia menyebut kerja keras panitia, termasuk mahasiswa UKM, menjadi kunci sukses terselenggaranya turnamen yang berlangsung meriah selama tiga hari.

    “Saya berterima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras dengan kompak. Mahasiswa UKM juga telah memberikan pelayanan terbaik kepada para atlet, sehingga kegiatan berjalan lancar dengan menjunjung tinggi sportivitas,” ungkapnya.

    Ia menilai Turnamen Univet Cup IV 2026 menjadi salah satu kegiatan kampus yang sukses dan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi dunia pendidikan, tetapi juga bagi pembinaan generasi muda Indonesia yang berprestasi di bidang olahraga. (Sofyan)


    Baca juga: Semarak Hari Kartini, Siswa SLB Fadhillah Ummah Tampil Percaya Diri dalam Fashion Show Bersama Gatotkaca dan Spiderman

    Siswa tampil percaya diri dalam lomba fashion show batik dan baju adat, yang dikemas unik dengan kehadiran tokoh Gatotkaca.


    Semarak Hari Kartini, Siswa SLB Fadhillah Ummah Tampil Percaya Diri dalam Fashion Show Bersama Gatotkaca dan Spiderman

    Sukoharjo – majalahlarise.com – Suasana penuh keceriaan dan semangat mewarnai peringatan Hari Kartini di SLB Fadhillah Ummah, Gentan Sukoharjo. Selasa (21/4/2026). Puluhan siswa tampil percaya diri dalam lomba fashion show batik dan baju adat, yang dikemas unik dengan kehadiran tokoh Gatotkaca dan Spiderman dalam program literasi Disporapar.

    Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan lomba fashion show, tetapi juga menampilkan beragam pertunjukan seni dari tiap kelas, mulai dari menyanyi, puisi hafalan, hingga gerak dan lagu. Sebanyak 30 siswa SLB turut ambil bagian dalam fashion show dengan mengenakan busana batik dan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

    Kepala SLB Fadhillah Ummah, Hamidah Nur Hasanah, menyampaikan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus mengapresiasi potensi siswa berkebutuhan khusus.

    “Kegiatan fashion show dan tampilan seni dari tiap kelas ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk berekspresi. Mereka tidak hanya tampil, tetapi juga belajar berani, mandiri, dan bangga dengan diri mereka sendiri,” jelasnya.

    Kehadiran tokoh Gatotkaca dan Spiderman menjadi daya tarik tersendiri. Keduanya tidak hanya memandu jalannya fashion show, tetapi juga mengajak siswa berinteraksi, memberikan semangat, hingga mendongeng dalam program literasi. Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian jamu gratis dalam program “MJG” (Minum Jamu Gratis) untuk menjaga kesehatan anak-anak.

    Salah satu siswa kelas 7, Muhamad Halim, mengungkapkan kebahagiaannya bisa mengikuti kegiatan tersebut.

    “Saya senang sekali bisa ikut fashion show, apalagi ditemani Gatotkaca dan Spiderman. Jadi lebih berani tampil,” ungkapnya dengan wajah sumringah.

    Sementara itu, Tokoh Gatutkaca Danar selaku perwakilan tim kegiatan menyampaikan alasan memilih SLB sebagai lokasi perayaan Hari Kartini. Ia menguraikan semangat Kartini harus dirasakan oleh semua kalangan tanpa terkecuali.

    “Kami memilih SLB karena ingin menghadirkan kesetaraan. Hari Kartini dirayakan untuk semua anak tanpa kecuali, termasuk anak-anak difabel, agar mereka juga merasakan kebahagiaan di hari spesial ini,” tuturnya.

    Ia menambahkan, kegiatan literasi melalui dongeng menjadi bagian penting dalam program tersebut. Menurutnya, seluruh anak berhak mendapatkan akses literasi yang sama.

    “Kami juga menghadirkan program literasi mendongeng wisata Gatotkaca dari Disporapar. Anak-anak difabel juga perlu mendapatkan literasi. Selain itu, kami membawa jamu gendong agar anak-anak tetap sehat,” tambahnya.

    Melalui kegiatan ini, semangat Kartini tidak hanya diwujudkan dalam balutan busana, tetapi juga dalam keberanian, kesetaraan, dan kebahagiaan yang dirasakan seluruh siswa tanpa terkecuali. (Sofyan)


    Baca juga: Mahasiswa FISH Univet Bantara Antusias Ikuti “KPU Mengajar”, Perkuat Literasi Politik dan Konstitusi

    Narasumber Murwedhy Tanomo dari Komisioner Komisi Pemilihan Umum Sukoharjo membahas secara komprehensif sejarah pemilu, peran pemuda, hingga pentingnya kesadaran politik bagi generasi muda.


    Mahasiswa FISH Univet Bantara Antusias Ikuti “KPU Mengajar”, Perkuat Literasi Politik dan Konstitusi

    Sukoharjo — majalahlarise.com - Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara menggelar kuliah umum bertajuk “KPU Mengajar: Komunikasi Politik & Hukum Acara Konstitusi” yang diikuti mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Studi Hukum semester 4. Kegiatan berlangsung di Ruang Kuliah Gedung D FISH, Selasa (21/4/2026).

    Kuliah umum ini menghadirkan narasumber Murwedhy Tanomo dari Komisioner Komisi Pemilihan Umum Sukoharjo yang membahas secara komprehensif sejarah pemilu, peran pemuda, hingga pentingnya kesadaran politik bagi generasi muda.

    Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, dalam sambutan sekaligus membuka acara menyampaikan kegiatan “KPU Mengajar” menjadi bentuk nyata kerja sama antara perguruan tinggi dengan KPU dalam meningkatkan literasi politik mahasiswa.

    “Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara kampus dan KPU dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait pendidikan pemilih. Harapannya mahasiswa memiliki kesadaran untuk menjadi pemilih yang cerdas, tidak mudah terpengaruh, dan mampu menentukan pilihan berdasarkan hati nurani,” tuturnya.

    Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono menyerahkan kenang-kenangan kepada narasumber Murwedhy Tanomo.


    Ia juga menguraikan pentingnya peran mahasiswa dalam menentukan arah kepemimpinan bangsa. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dalam berpartisipasi pada proses demokrasi.

    “Mahasiswa harus memilih pemimpin yang benar-benar mampu membawa kemajuan, bukan karena iming-iming materi. Jangan sampai memilih karena tekanan atau pengaruh tertentu, tetapi berdasarkan pertimbangan yang rasional dan hati nurani,” jelasnya.

    Sementara itu, dalam pemaparannya, Murwedhy Tanomo menguraikan peran strategis pemuda dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, mulai dari Sumpah Pemuda 1928, gerakan mahasiswa 1966, hingga reformasi 1998.

    “Pemuda memiliki peran sentral dalam perubahan bangsa. Dari Sumpah Pemuda, gerakan mahasiswa tahun 1966, hingga reformasi 1998, semua menunjukkan bahwa mahasiswa menjadi motor penggerak perubahan,” ungkapnya.

    Ia menjelaskan mahasiswa sebagai agen perubahan harus aktif berpikir kritis, berdiskusi, dan terlibat dalam organisasi untuk mengasah intelektualitas dan kepekaan sosial.

    “Mahasiswa bukan hanya kuliah lalu pulang. Ada harapan besar dari masyarakat agar mahasiswa mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” katanya.

    Murwedhy juga menjelaskan perkembangan sistem pemilu di Indonesia, mulai dari Pemilu 1955, masa Orde Baru, hingga era reformasi yang menghadirkan pemilihan langsung sejak 2004.

    Menurutnya, sistem demokrasi saat ini memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi secara langsung dalam menentukan pemimpin.

    “Sejak 2004, masyarakat dapat memilih langsung presiden dan wakilnya. Ini menjadi tonggak penting dalam demokrasi kita,” ujarnya.

    Lebih lanjut, ia menguraikan asas pemilu yang dikenal dengan prinsip Luber dan Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil) yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

    “Pemilu harus dilaksanakan secara langsung tanpa perwakilan, bebas dari tekanan, serta menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan,” jelasnya.

    Ia juga mengajak mahasiswa untuk aktif memastikan dirinya terdaftar sebagai pemilih melalui layanan daring KPU serta memanfaatkan media sosial resmi KPU sebagai sumber informasi.

    Selain itu, Murwedhy membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan pemilu, baik melalui KPU, Bawaslu, maupun lembaga terkait lainnya.

    “Mahasiswa bisa ikut berkontribusi menjadi penyelenggara pemilu. Selain mendapatkan pengalaman, juga ikut menjaga kualitas demokrasi,” katanya.

    Di akhir sesi, ia menjelaskan pentingnya kesadaran politik, pengetahuan, dan kemampuan dalam menentukan pilihan.

    “Pilihlah calon pemimpin berdasarkan rekam jejak, integritas, dan kapasitasnya. Jangan karena popularitas atau iming-iming materi. Etika menjadi faktor utama dalam menentukan pemimpin yang layak,” tegasnya.

    Kegiatan “KPU Mengajar” ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang demokrasi dan mendorong lahirnya generasi muda yang cerdas, kritis, serta bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Sofyan)


    Baca juga: UNISRI Bekali 28 Wisudawan Terbaik dengan Sertifikasi Kompetensi BNSP, Perkuat Daya Saing Lulusan


Top