GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Artikel Pengembangan Profesi
Kekuatan Branding Sekolah dalam Memperoleh Siswa Baru
Oleh: Sofyan Yuli Antonius, S.Sos
Praktisi Media, Dosen Praktisi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo
![]() |
| Sofyan Yuli Antonius, S.Sos |
Di tengah persaingan dunia pendidikan yang semakin kompetitif, branding sekolah telah berkembang menjadi salah satu faktor strategis dalam menarik minat calon peserta didik. Sekolah tidak lagi hanya dinilai dari gedung yang megah atau prestasi akademik semata, tetapi juga dari citra, reputasi, pelayanan, serta pengalaman yang dirasakan oleh siswa dan orang tua. Branding yang kuat mampu membangun kepercayaan masyarakat, meningkatkan daya saing sekolah, sekaligus memperkuat loyalitas warga sekolah.
Branding sekolah merupakan proses membangun identitas yang membedakan suatu lembaga pendidikan dari sekolah lainnya. Identitas tersebut mencakup visi, misi, nilai-nilai, budaya sekolah, kualitas layanan, program unggulan, hingga cara sekolah berkomunikasi dengan masyarakat. Branding bukan sekadar logo, slogan, atau desain seragam, melainkan keseluruhan pengalaman yang dirasakan oleh seluruh pemangku kepentingan.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penerimaan peserta didik baru sangat dipengaruhi oleh kekuatan branding sekolah. Penelitian Hidayati (2025) mengungkapkan terdapat empat komponen utama dalam school branding, yaitu identitas visual, proposisi nilai pendidikan, komunikasi strategis, dan pengalaman para pemangku kepentingan. Sekolah yang mampu mengintegrasikan keempat aspek tersebut cenderung memperoleh kepercayaan masyarakat lebih tinggi dibanding sekolah yang hanya mengandalkan promosi musiman.
Di era digital, keputusan orang tua memilih sekolah semakin dipengaruhi oleh informasi yang mereka peroleh melalui internet. Website resmi sekolah, media sosial, pemberitaan media massa, hingga ulasan alumni menjadi sumber informasi utama sebelum mereka datang langsung ke sekolah. Oleh sebab itu, branding digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Media sosial menjadi etalase pertama sebuah sekolah. Foto kegiatan belajar, prestasi siswa, inovasi pembelajaran, fasilitas, hingga testimoni alumni mampu membentuk persepsi positif masyarakat. Penelitian mengenai digital marketing pada sekolah swasta menunjukkan pemanfaatan platform digital secara terencana mampu meningkatkan efektivitas promosi dan mendukung keberhasilan penerimaan peserta didik baru.
Namun demikian, branding tidak boleh berhenti pada promosi. Masyarakat akan menilai kesesuaian antara janji sekolah dengan kenyataan yang mereka temui. Apabila sekolah menjanjikan pembelajaran berbasis teknologi, maka fasilitas, guru, dan proses pembelajarannya harus benar-benar mendukung. Konsistensi antara citra dan kualitas layanan merupakan fondasi utama keberhasilan branding jangka panjang.
Program unggulan juga menjadi bagian penting dalam membangun diferensiasi sekolah. Setiap sekolah perlu memiliki keunikan yang mudah dikenali masyarakat, misalnya sekolah berbasis riset, sekolah ramah anak, sekolah berwawasan lingkungan, sekolah kewirausahaan, sekolah berbasis teknologi digital, atau sekolah dengan prestasi olahraga dan seni. Keunikan tersebut menjadi alasan utama orang tua memilih sekolah tertentu.
Selain program unggulan, kualitas pelayanan juga sangat menentukan. Pelayanan administrasi yang cepat, komunikasi yang ramah, keterbukaan informasi, serta kemudahan memperoleh informasi PPDB akan meningkatkan kepuasan masyarakat. Pengalaman positif orang tua kemudian berkembang menjadi promosi dari mulut ke mulut yang justru lebih dipercaya dibandingkan iklan.
Peran guru juga tidak kalah penting dalam membangun citra sekolah. Guru merupakan duta sekolah yang setiap hari berinteraksi dengan siswa dan orang tua. Profesionalisme, kompetensi, keramahan, serta kepedulian guru akan membentuk persepsi positif terhadap lembaga pendidikan. Ketika guru mampu memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas, maka kepercayaan masyarakat pun meningkat.
Alumni juga memiliki kontribusi besar dalam memperkuat branding. Prestasi alumni di perguruan tinggi, dunia kerja, maupun masyarakat menjadi bukti nyata kualitas pendidikan sebuah sekolah. Banyak penelitian menemukan rekomendasi alumni dan orang tua merupakan salah satu faktor paling efektif dalam meningkatkan jumlah pendaftar baru.
Kegiatan ekstrakurikuler turut memperkuat identitas sekolah. Prestasi dalam bidang olahraga, seni, sains, robotik, jurnalistik, maupun kegiatan sosial menjadi daya tarik yang mampu membedakan sekolah dari kompetitornya. Branding berbasis prestasi ekstrakurikuler terbukti meningkatkan minat masyarakat terhadap sekolah.
Dalam praktiknya, branding sekolah perlu dirancang secara sistematis. Langkah pertama adalah menentukan identitas sekolah yang jelas, meliputi visi, misi, nilai, dan karakter yang ingin ditampilkan kepada masyarakat. Selanjutnya sekolah perlu menyusun strategi komunikasi yang konsisten melalui berbagai media, baik media sosial, website, publikasi berita, video profil, maupun kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Hubungan baik dengan media massa juga menjadi strategi yang efektif. Publikasi mengenai prestasi siswa, inovasi pembelajaran, kegiatan sosial, maupun penghargaan yang diterima sekolah akan memperkuat reputasi lembaga. Publikasi yang konsisten membantu masyarakat mengenal sekolah secara lebih luas sekaligus meningkatkan kredibilitasnya.
Sekolah juga perlu membangun pengalaman positif bagi seluruh warga sekolah. Lingkungan yang aman, bersih, ramah, serta budaya sekolah yang menghargai keberagaman akan menciptakan kesan mendalam bagi siswa maupun orang tua. Pengalaman positif tersebut sering kali menjadi alasan utama mereka merekomendasikan sekolah kepada keluarga dan kerabat.
Di era Society 5.0, branding sekolah juga harus memanfaatkan teknologi informasi. Pelatihan digital branding bagi tenaga pendidik terbukti membantu sekolah meningkatkan efektivitas promosi dan memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat. Teknologi tidak menggantikan kualitas pendidikan, tetapi menjadi sarana untuk memperkenalkan kualitas tersebut kepada publik secara lebih luas.
Pada akhirnya, kekuatan branding sekolah bukan terletak pada besarnya anggaran promosi, melainkan pada kemampuan membangun kepercayaan masyarakat melalui kualitas layanan yang konsisten. Branding yang kuat lahir dari perpaduan antara mutu pendidikan, karakter sekolah, komunikasi yang efektif, inovasi pembelajaran, pelayanan prima, serta pengalaman positif seluruh warga sekolah.
Sekolah yang berhasil membangun reputasi positif tidak hanya memperoleh peningkatan jumlah siswa baru, tetapi juga memperoleh kepercayaan masyarakat dalam jangka panjang. Di tengah persaingan lembaga pendidikan yang semakin dinamis, branding bukan lagi sekadar pilihan, melainkan strategi penting untuk menjaga keberlanjutan dan kemajuan sekolah.D
Daftar Pustaka
Hidayati, R. A. (2025). Strategi School Branding dalam Penerimaan Siswa Baru di SMA Muhammadiyah 2 Palangka Raya. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah. Al-Haram Journal
Rahmawati, A., & Hidayati, D. (2024). Penerapan Digital Marketing sebagai Sistem Informasi Manajemen pada Penerimaan Peserta Didik Baru di Sekolah Swasta Kota Bandung. Academy of Education Journal. Jurnal Cokroaminoto
Restarie, M. D., dkk. (2025). Strategi Branding Sekolah Berbasis Layanan Melalui Media Digital dan Interaksi Sosial Daring. Proceeding Universitas Negeri Jakarta. Jurnal UNJ
Al Hakim, M. F., dkk. Strategi Branding Digital Marketing Guna Peningkatan Penerimaan Siswa Baru Bagi Sekolah Baru Jenjang SMP. Jurnal Masyarakat Mandiri. Jurnal UMMAT
Muhfahroyin, dkk. Pelatihan Peningkatan Penerimaan Peserta Didik Baru melalui School Branding dan Peningkatan Mutu Pembelajaran di Era Society 5.0. Jurnal Elektronik UMMetro
Arini, I. D., dkk. (2026). Implementasi Branding Sekolah Berbasis Ekstrakurikuler dalam Meningkatkan Daya Tarik Penerimaan Peserta Didik Baru. ResearchGate
Pendidikan
![]() |
| LAZ Sukoharjo Peduli juga menyalurkan santunan berupa perlengkapan sekolah kepada anak-anak yatim, dhuafa, dan santri. |
Menguatkan Karakter Anak Lewat Petualangan Alam, LAZ Sukoharjo Peduli Gelar Jambore Muharram Care Fest 1448 H
Sukoharjo - majalahlarise.com - LAZ Sukoharjo Peduli menggelar Jambore Muharram Care Fest 1448 Hijriah di We Land Sunrise View, Sukoharjo, Minggu (12/7/2026). Kegiatan bertema "The Great Adventure of Muharram: Menjelajah Ciptaan-Nya, Mensyukuri Nikmat-Nya" ini menjadi momentum mengisi bulan Muharram melalui aktivitas edukatif yang berfokus pada pembentukan karakter anak-anak yatim, dhuafa, dan santri.
Melalui konsep pembelajaran di alam terbuka, puluhan peserta mengikuti beragam kegiatan yang memadukan petualangan, edukasi, dan pembinaan spiritual. Rangkaian acara meliputi Survival & Safety Briefing, Camp Gathering, The Great Adventure Expedition, Flying Fox Adventure, hingga Qur'an Inspiration Session.
Ketua Panitia Jambore Muharram Care Fest, Nafa Asifatun Hasanah menjelaskan kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter anak melalui pengalaman langsung di alam. Selain melatih keberanian dan kemandirian, peserta juga diajak meningkatkan kepedulian sosial, mencintai lingkungan, serta memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT.
![]() |
| Peserta mengikuti beragam kegiatan yang memadukan petualangan, edukasi, dan pembinaan spiritual. |
"Kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan bekal karakter bagi anak-anak. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh, percaya diri, memiliki kepedulian sosial, serta semakin dekat dengan nilai-nilai keislaman," ujarnya.
Suasana jambore semakin semarak dengan kehadiran Duta Genre Kabupaten Sukoharjo bersama Duta Genre Jawa Tengah. Keduanya berkolaborasi memberikan edukasi melalui berbagai aktivitas interaktif dan inspiratif yang mendorong peserta berani bermimpi, mengembangkan potensi diri, serta membangun karakter positif sejak usia dini.
Selain kegiatan pembinaan, LAZ Sukoharjo Peduli juga menyalurkan santunan berupa perlengkapan sekolah kepada anak-anak yatim, dhuafa, dan santri. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar sekaligus menjadi dukungan nyata dalam mempersiapkan generasi yang berilmu, mandiri, dan berakhlak mulia.
Program Jambore Muharram Care Fest menjadi bagian dari komitmen LAZ Sukoharjo Peduli dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat. Lembaga ini tidak hanya menyalurkan bantuan sosial, tetapi juga berupaya memperkuat pendidikan, karakter, dan pengembangan potensi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Perwakilan LAZ Sukoharjo Peduli menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur, mitra kebaikan, relawan, serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Sinergi dari para donatur, mitra, dan relawan menjadi bukti kepedulian bersama mampu menghadirkan manfaat yang luas. Kami mengajak masyarakat terus mengambil bagian dalam gerakan kebaikan agar semakin banyak anak yatim, dhuafa, dan mereka yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya," ungkapnya.
Melalui Jambore Muharram Care Fest 1448 H, LAZ Sukoharjo Peduli berharap semangat berbagi dan kepedulian terus tumbuh di tengah masyarakat. Setiap dukungan yang diberikan diharapkan menjadi amal jariyah yang membawa senyum, harapan, serta masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Anggota Bhabinkamtibmas Polres Sukoharjo, Ipda Gunawan, memberikan edukasi mengenai bahaya bullying, kekerasan, serta berbagai bentuk kenakalan remaja yang kerap muncul di lingkungan pelajar. |
Libatkan Polisi dalam MPLS, MTs Lailatul Qodar Sukoharjo Tanamkan Budaya Anti-Bullying dan Cegah Kenakalan Remaja
Sukoharjo - majalahlarise.com – MTs Lailatul Qodar Kabupaten Sukoharjo mengisi rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan penyuluhan pencegahan bullying, kekerasan, dan kenakalan remaja bekerja sama dengan Polres Sukoharjo, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah membangun karakter peserta didik baru sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Ketua Umum Yayasan Lailatul Qodar, H. Drs. Suwarto, menjelaskan MPLS tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali siswa dengan pendidikan karakter dan nilai-nilai kehidupan sejak hari pertama memasuki jenjang pendidikan baru.
"Dalam MPLS ini siswa dikenalkan dengan lingkungan Yayasan Lailatul Qodar, mulai dari tata tertib, budaya sekolah, hingga lingkungan sekitar. Kami juga menghadirkan penyuluhan dari kepolisian mengenai pencegahan kekerasan dan bullying agar para siswa dapat saling menghormati serta menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif," ujar Suwarto.
Ia menilai pembekalan sejak awal penting agar peserta didik mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, memahami tata tertib sekolah, serta memiliki kesadaran untuk menghargai sesama dan menjauhi segala bentuk kekerasan.
Pada kesempatan tersebut, anggota Bhabinkamtibmas Polres Sukoharjo, Ipda Gunawan, memberikan edukasi mengenai bahaya bullying, kekerasan, serta berbagai bentuk kenakalan remaja yang kerap muncul di lingkungan pelajar. Materi juga mencakup pentingnya disiplin, etika di ruang publik, serta membangun hubungan yang saling menghormati antarsiswa.
"Kami ingin mewujudkan Polri yang hadir di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini kami mengajak para siswa untuk tertib di ruang publik, menjauhi bullying, kekerasan, serta berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain," jelas Ipda Gunawan.
Menurutnya, kehadiran polisi di sekolah juga bertujuan mengubah pandangan masyarakat, terutama para pelajar, agar melihat Polri sebagai mitra yang siap memberikan edukasi dan pendampingan, bukan hanya hadir saat terjadi pelanggaran hukum.
"Kami berharap komunikasi antara sekolah dan kepolisian terus terjalin sehingga pencegahan bullying, kekerasan, maupun kenakalan remaja dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui pembinaan dan sosialisasi yang konsisten," tambahnya.
Melalui kolaborasi antara Yayasan Lailatul Qodar dan Polres Sukoharjo, sekolah berharap budaya saling menghargai, disiplin, dan peduli terhadap sesama semakin tumbuh di kalangan peserta didik. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen membentuk generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab, serta mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif bagi seluruh warga sekolah. (Udin/Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Pelepasan secara simbolis mahasiswa KKN untuk wilayah Kecamatan Jenar dipimpin langsung Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd. |
1.446 Mahasiswa KKN UNISRI 2026 Diterjunkan di Sragen, Usung Pemberdayaan Desa untuk Kemandirian Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Sragen - majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat dengan menerjunkan 1.446 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Kabupaten Sragen. Sebanyak 104 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) turut mendampingi pelaksanaan KKN yang tersebar di 11 kecamatan.
Pelepasan secara simbolis mahasiswa KKN untuk wilayah Kecamatan Jenar dipimpin langsung Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd. KKN tahun ini mengusung tema "Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen."
Dalam sambutannya, Prof. Sutoyo menjelaskan tema tersebut menjadi arah utama pengabdian mahasiswa selama berada di tengah masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menjalankan program kerja, tetapi juga belajar memahami kondisi riil masyarakat desa sekaligus menghadirkan solusi yang bermanfaat.
"Melalui KKN ini kami ingin mahasiswa UNISRI hadir langsung di tengah masyarakat. Bukan hanya mengabdi, tetapi juga belajar memahami persoalan nyata di desa, khususnya terkait ekonomi, pangan, dan keberlanjutan," ujar Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd.
Mahasiswa KKN UNISRI Tahun 2026 akan melaksanakan pengabdian di 11 kecamatan, yakni Jenar, Plupuh, Mondokan, Gemolong, Gesi, Kalijambe, Sumberlawang, Tangen, Miri, Sukodono, dan Tanon. Khusus Kecamatan Kalijambe, program KKN juga melibatkan mahasiswa kelas malam yang akan ditempatkan di empat desa.
Selama masa pengabdian, mahasiswa bersama DPL akan melaksanakan berbagai program sesuai kebutuhan masyarakat desa. Program tersebut meliputi pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif desa, penguatan ketahanan pangan melalui pelatihan pertanian, hidroponik, serta diversifikasi pangan lokal, edukasi dan pendampingan digitalisasi desa serta pelestarian lingkungan, hingga program pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
Rektor UNISRI berharap kehadiran ribuan mahasiswa mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun desa.
"Mahasiswa adalah agen perubahan. Kami titipkan adik-adik mahasiswa untuk belajar, bekerja sama, dan memberikan kontribusi terbaik bagi desa," tutup Prof. Sutoyo.
Sementara itu, Camat Jenar, Yulius David Supriyadi, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi atas konsistensi UNISRI mengirimkan mahasiswa KKN ke wilayah Kabupaten Sragen. Ia berharap berbagai program yang dijalankan mahasiswa dapat mendukung program pemerintah desa.
"Kami sangat mengapresiasi UNISRI yang terus konsisten mengirimkan mahasiswa terbaiknya ke Sragen. Kami berharap program-program KKN dapat bersinergi dengan program pemerintah desa untuk menguatkan kemandirian ekonomi warga dan ketahanan pangan," ungkapnya.
Program KKN UNISRI merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, UNISRI setiap tahun menerjunkan ribuan mahasiswa ke berbagai daerah untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kapasitas desa, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan di berbagai sektor. (Sofyan)
Pendidikan
MPLS SMA Veteran 1 Sukoharjo Hadirkan Praktisi Media, 472 Siswa Belajar Mengembangkan Minat dan Bakat
Sukoharjo - majalahlarise.com - Hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Veteran 1 Sukoharjo diisi materi inspiratif bertajuk "Menghubungkan Minat dan Bakat Melalui Jurnalistik dan Konten Kreator" yang disampaikan Praktisi Media sekaligus Pengelola majalahlarise.com dan Channel LARISE TV, Sofyan Yuli Antonius, S.Sos., Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini diikuti sebanyak 472 siswa baru sebagai bekal mengenali potensi diri sekaligus memperluas wawasan mengenai peluang karier di bidang media dan industri kreatif digital.
Dalam paparannya, Sofyan mengajak peserta memahami perbedaan antara minat dan bakat, mengenali potensi diri sejak dini, serta menghubungkannya dengan berbagai profesi di dunia jurnalistik dan konten kreator. Materi juga membahas pentingnya mengembangkan hard skill seperti menulis, fotografi, videografi, dan editing, disertai soft skill berupa komunikasi, kreativitas, berpikir kritis, disiplin, serta kerja sama tim.
Selain itu, para siswa dikenalkan peluang berkarya melalui berbagai platform digital seperti YouTube, Instagram, TikTok, dan Facebook dengan menekankan pentingnya menghasilkan konten edukatif, inspiratif, dan bermanfaat. Sofyan juga mengingatkan pentingnya etika bermedia digital, mulai dari cek fakta sebelum membagikan informasi, menghindari hoaks, menggunakan bahasa yang santun, menghormati hak cipta, hingga membangun jejak digital yang positif.
"Karya pertama tidak harus sempurna, tetapi harus dimulai. Jadikan minat sebagai semangat, bakat sebagai kekuatan, dan latihan sebagai jalan menuju kesuksesan. Orang hebat bukan selalu yang paling berbakat, tetapi mereka yang terus belajar, berlatih, dan berkarya," ujar Sofyan saat memotivasi peserta.
Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Pd., menjelaskan MPLS dirancang untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus mengenali potensi yang dimiliki setiap siswa.
"Tujuan MPLS membantu murid baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenali potensi pada diri masing-masing, serta memberikan motivasi agar semakin semangat belajar. Kami ingin setiap anak merasa dihargai, dibimbing, dan terlindungi sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, serta bebas dari perundungan. Tahun ini MPLS diikuti 472 siswa baru dan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Drs. Sukino menyampaikan kehadiran narasumber dari kalangan praktisi media memberi pengalaman nyata kepada peserta didik mengenai pengembangan minat dan bakat, khususnya melalui ekstrakurikuler jurnalistik dan konten kreator.
"Kehadiran narasumber ini diharapkan mampu memberi motivasi, tips, dan cara mengembangkan bakat siswa selama belajar di SMA Veteran 1 Sukoharjo, terutama melalui ekstrakurikuler jurnalistik dan konten kreator. Anak-anak sangat antusias mengikuti MPLS dengan hati gembira. Mereka mulai memahami arah pembelajaran di sekolah serta peluang mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki," ujarnya.
Ditambahkannya, peserta dalam MPLS memperoleh materi meliputi Wawasan Wiyata Mandala, pengenalan visi, misi, dan tujuan sekolah, pengenalan lingkungan dan fasilitas sekolah, pembentukan karakter melalui materi Aku Anak Indonesia Hebat Karakterku, edukasi penggunaan internet dan media sosial yang sehat, pengenalan delapan profil lulusan, ruang perjumpaan antar siswa baru, lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menggembirakan, pengembangan minat dan bakat, budaya 5S dan tata tertib sekolah, eksplorasi potensi diri, motivasi serta cara belajar efektif, hingga pengenalan organisasi sekolah seperti OSIS dan ROHIS.
Antusiasme juga disampaikan salah seorang peserta didik baru, Diva. Ia mengaku semakin termotivasi untuk terus belajar, mengembangkan bakat khususnya serta meraih prestasi akademik selama menempuh pendidikan di SMA Veteran 1 Sukoharjo.
"Saya ingin terus belajar dan mengembangkan bakat di bidang seni tari, tetap berprestasi di bidang akademik, lalu setelah lulus bercita-cita melanjutkan kuliah di universitas negeri," ungkap Diva.
Materi "Menghubungkan Minat dan Bakat" menjadi salah satu agenda penting pada hari kedua MPLS sesuai jadwal resmi sekolah. Melalui kegiatan ini, SMA Veteran 1 Sukoharjo berharap peserta didik baru semakin percaya diri mengenali potensi diri, berani berkarya, serta mampu memanfaatkan media digital secara positif sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. (Sofyan)
![]() |
| Anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) membentangkan poster berisi ucapan selamat datang. |
Meriah Apel Hari Pertama, SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Sambut 442 Siswa Awali Tahun Ajaran Baru
Surakarta - majalahlarise.com – SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menggelar apel hari pertama masuk sekolah di halaman basket sekolah, Senin (14/7/2026). Sebanyak 442 siswa kelas 7, 8, dan 9 mengikuti kegiatan tersebut sebagai penanda dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Suasana penuh semangat dan kegembiraan mewarnai penyambutan siswa, terutama bagi 160 peserta didik baru kelas 7.
Apel diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Ustaz Muhdiyatmoko, M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat datang kepada seluruh siswa, yakni 160 siswa kelas 7, 155 siswa kelas 8, dan 127 siswa kelas 9. Ia juga memberikan apresiasi kepada siswa kelas 9 atas capaian prestasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Asesmen Nasional yang berhasil meraih peringkat 1 Kota Surakarta, peringkat 22 nasional, serta menjadi sekolah Muhammadiyah peringkat 1 se-Indonesia.
Muhdiyatmoko menjelaskan SMP Muhammadiyah PK Kottabarat menjadi tempat bagi siswa untuk bertumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi menuju generasi ulul albab. "Selamat datang di sekolah yang insyaallah akan melejitkan potensi ananda semua," ujarnya yang disambut tepuk tangan meriah para siswa.
Usai apel, penyambutan siswa baru berlangsung semakin semarak. Anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) membentangkan poster berisi ucapan selamat datang, sementara siswa kelas 8 dan 9 berbaris dari lobi hingga ruang kelas untuk menyambut adik-adik kelas mereka. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan pun terasa sejak hari pertama masuk sekolah.
Salah seorang siswa baru kelas 7, Bening Ayska, mengaku gembira dapat belajar di SMP Muhammadiyah PK Kottabarat. Ia berharap mampu meraih prestasi akademik sekaligus mengikuti program tahfiz. "Saya senang bersekolah di sini karena sekolahnya bagus dan banyak teman," katanya.
Hal senada disampaikan Naila Azka Zaidan. Ia berharap selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut dapat memperoleh nilai yang baik, menambah hafalan Al-Qur'an, serta semakin rajin belajar. "Saya juga bercita-cita menjadi dokter," ungkapnya penuh semangat.
Sementara itu, Rasya Fatma Nahdi mengaku sangat berkesan mengikuti hari pertama sekolah. Menurutnya, SMP Muhammadiyah PK Kottabarat merupakan sekolah impiannya sejak lama. Ia berharap dapat bergabung di kelas ICP, meraih prestasi terbaik, dan mewujudkan cita-citanya di masa depan.
Ketua Panitia MPLS, Burhan Taufik Hidayat, S.Pd., menjelaskan kegiatan hari pertama dirancang dengan suasana ceria agar siswa baru merasa nyaman dan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah. "Alhamdulillah kegiatan hari pertama berjalan lancar dan penuh semangat berkat dukungan seluruh guru dan IPM," ujarnya.
Melalui penyambutan yang hangat dan penuh semangat tersebut, SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta berharap seluruh siswa dapat memulai tahun ajaran baru dengan motivasi tinggi untuk berprestasi, berkarakter Islami, serta mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Siswa baru SMP Muhammadiyah I Simpon Surakarta mengikuti MPLS JELAJAH SIMPON 2026 |
MPLS JELAJAH SIMPON 2026, SMP Muhammadiyah I Simpon Surakarta Kenalkan Budaya Sekolah dan Luncurkan Buku TAKTIS
Surakarta - majalahlarise.com – SMP Muhammadiyah I Simpon Surakarta menyambut peserta didik baru Tahun Pelajaran 2026/2027 melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bertajuk JELAJAH SIMPON 2026 (Jejak Langkah Awal Menuju Harapan). Kegiatan yang digelar pada Senin (13/7/2026) ini diawali dengan apel pagi yang dipimpin Kepala SMP Muhammadiyah I Simpon Surakarta, HM Rusmanto, sekaligus meluncurkan BUKU TAKTIS (Tabungan Adab Kedisiplinan, Ketertiban, dan Prestasi Siswa) sebagai panduan pembinaan karakter dan kedisiplinan siswa selama menempuh pendidikan di sekolah.
Peluncuran Buku TAKTIS menjadi penanda dimulainya rangkaian MPLS JELAJAH SIMPON 2026. Setelah apel, seluruh peserta didik kelas VII mengikuti sesi ice breaking untuk membangun keakraban dan mempererat pertemanan dalam suasana hangat dan menyenangkan sebelum memasuki berbagai materi pengenalan sekolah.
Selanjutnya, siswa memperoleh materi Wawasan Wiyata Mandala yang mencakup pemaparan visi, misi, program, serta budaya sekolah. Materi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah, HM Rusmanto, agar peserta didik memahami fungsi sekolah sebagai tempat belajar, mengembangkan potensi, serta membentuk karakter yang berakhlak dan berprestasi.
HM Rusmanto menjelaskan, pelaksanaan MPLS dirancang untuk membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus mengenalkan budaya positif yang menjadi ciri khas SMP Muhammadiyah I Simpon Surakarta. Kehadiran Buku TAKTIS diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh siswa dalam membangun kedisiplinan, ketertiban, serta prestasi selama mengikuti proses pembelajaran.
Wali Kelas VII Smart Digital Class (SDC) 4, Fina Dwi Astuti, menjelaskan kegiatan MPLS memiliki peran penting dalam mendampingi proses adaptasi siswa baru. Menurutnya, melalui kegiatan ini peserta didik dapat mengenal lingkungan sekolah, para guru, serta budaya yang diterapkan di SMP Muhammadiyah I Simpon Surakarta.
"MPLS JELAJAH SIMPON 2026 sangat dibutuhkan siswa baru. Mereka mengenal lingkungan sekolah, bapak dan ibu guru, serta budaya yang ada di sekolah. Dengan MPLS, siswa dapat memahami lingkungan belajar yang nantinya menemani mereka hingga lulus," ujar Fina Dwi Astuti.
Ia juga berharap MPLS menjadi ruang bagi peserta didik untuk membangun komunikasi dan persahabatan dengan teman seangkatan maupun kakak kelas.
"Melalui MPLS, siswa baru memiliki ruang untuk berinteraksi, bermain, dan bersosialisasi dengan teman-teman, termasuk menjalin hubungan baik dengan kakak kelas VIII dan IX," tambahnya.
Kesan positif juga disampaikan salah satu peserta didik baru, Baskarabumi HAJ. Ia mengaku senang mengikuti rangkaian MPLS karena dapat mengenal suasana kelas, lingkungan sekolah, serta memperoleh teman-teman baru.
"Saya senang mengikuti kegiatan ini karena bisa mengenal kelas, lingkungan sekolah, dan memiliki teman-teman baru. Suasananya menyenangkan," ungkap Baskarabumi.
Melalui MPLS JELAJAH SIMPON 2026, SMP Muhammadiyah I Simpon Surakarta berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan cepat, memahami budaya sekolah, serta siap menempuh perjalanan belajar yang penuh prestasi dan karakter unggul. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...









