Pada Idul Adha tahun ini, PPMI Assalaam menyembelih sebanyak 78 hewan kurban yang terdiri dari 25 ekor sapi dan 53 ekor kambing. 


    PPMI Assalaam Sebar 78 Hewan Kurban Secara Mandiri, Perkuat Ukhuwah Islamiyah hingga Lereng Gunung Lawu

    Sukoharjo - majalahlarise.com - Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 H dengan penuh khidmat melalui rangkaian kegiatan ibadah dan sosial kemasyarakatan, Rabu (27/5/2026). Momentum Idul Adha tahun ini dimanfaatkan untuk memperkuat nilai kepedulian sosial melalui penyembelihan dan distribusi hewan kurban ke berbagai wilayah binaan dan daerah yang membutuhkan.

    Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Idul Adha di Lapangan Sepak Bola PPMI Assalaam yang diikuti santri, guru, keluarga besar Assalaam, serta masyarakat sekitar. Bertindak sebagai imam dan khatib yakni Prof. Dr. Suwadi, S.Ag., M.Ag., M.Pd., Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang juga alumni ke-3 PPMI Assalaam.

    Pada Idul Adha tahun ini, PPMI Assalaam menyembelih sebanyak 78 hewan kurban yang terdiri dari 25 ekor sapi dan 53 ekor kambing. Hewan kurban tersebut tidak hanya didistribusikan di lingkungan sekitar pesantren, namun juga disalurkan ke sejumlah daerah binaan dan wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

    Sebanyak 6 ekor sapi didistribusikan ke wilayah Gunungkidul, 2 ekor sapi ke Kabupaten Pacitan, serta 4 ekor kambing disalurkan ke kawasan lereng Gunung Lawu. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari komitmen pesantren dalam memperluas manfaat ibadah kurban sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

    Sekretaris PPMI Assalaam, Ustadz Dr. Arkanudin Budiyanto, M.I.Kom menjelaskan seluruh proses distribusi hewan kurban dilakukan secara mandiri dari hasil iuran masyarakat dan keluarga besar PPMI Assalaam tanpa dukungan pihak lain.

    “Penting untuk diketahui distribusi hewan kurban ini dilakukan murni dari kesadaran, keikhlasan, dan iuran masyarakat serta keluarga besar PPMI Assalaam, tanpa adanya dukungan pihak lain. Seluruh kegiatan ini merupakan usaha mandiri. Prioritas penyaluran diberikan kepada daerah-daerah yang membutuhkan dukungan lebih, seperti kawasan lereng Gunung Lawu yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap sumber daya. Dengan banyaknya masyarakat mualaf di wilayah tersebut, program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif,” jelas Ustadz Dr. Arkanudin Budiyanto.

    Melalui kegiatan ini, PPMI Assalaam berharap ibadah kurban tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi santri dan masyarakat, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah binaan seperti Pacitan, Boyolali, dan kawasan lereng Gunung Lawu. Program distribusi hewan kurban tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. (Sofyan)


    Baca juga: POKJALUH Kemenag Wonogiri Gelar Qurban Sampai Tujuan ke-11 di Jatipurno, Perluas Syiar Islam dan Kuatkan Ukhuwah

    Kegiatan Qurban Sampai Tujuan (QST) ke-11 di Dusun Nglalar, Desa Girimulyo, Kecamatan Jatipurno.


    POKJALUH Kemenag Wonogiri Gelar Qurban Sampai Tujuan ke-11 di Jatipurno, Perluas Syiar Islam dan Kuatkan Ukhuwah

    Wonogiri - majalahlarise.com - Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (POKJALUH) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri menggelar kegiatan Qurban Sampai Tujuan (QST) ke-11 di Dusun Nglalar, Desa Girimulyo, Kecamatan Jatipurno, Kamis (28/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas syiar Islam sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Seluruh Penyuluh Agama Islam Kemenag Wonogiri turut mengikuti kegiatan tahunan tersebut.

    Ketua Pokjaluh Agama Islam Kemenag Wonogiri, Drs. H. Munawir, M.S.I., dalam laporannya menyampaikan program Qurban Sampai Tujuan merupakan program unggulan yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Program tersebut tidak hanya bertujuan menghidupkan sunnah Rasulullah Muhammad SAW, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Program Qurban Sampai Tujuan ini menjadi bentuk ikhtiar kami dalam menghidupkan sunnah Rasulullah SAW sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah,” jelasnya.

    Pembagian daging qurban kepada warga.


    Camat Jatipurno, Nur Dhana Setiawan, S.STP., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada POKJALUH Kemenag Wonogiri atas terselenggaranya kegiatan sosial keagamaan tersebut di wilayah Kecamatan Jatipurno.

    “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada POKJALUH Kemenag Wonogiri atas kepedulian dan kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan membawa keberkahan bagi masyarakat,” ujarnya.

    Kegiatan tersebut juga diisi tausiyah oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, H. Hariyadi, S.Ag., M.S.I. Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan ibadah qurban berawal dari ujian yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Menurutnya, kehidupan manusia tidak akan lepas dari berbagai ujian yang membutuhkan kesabaran dan keteguhan hati.

    “Dalam kehidupan ini minimal ada tiga ujian yang dihadapi manusia, yaitu ujian penderitaan, ujian kenikmatan, dan ujian ketaatan. Untuk melewati semua ujian tersebut diperlukan kesabaran dan keimanan yang kuat,” terangnya.

    Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai penyakit di era kekinian, salah satunya kecemasan akibat tekanan kehidupan dan keinginan untuk selalu mengikuti tren. Karena itu, masyarakat diajak memperkuat spiritualitas melalui majelis taklim, dzikir, dan majelis ilmu sebagai bentuk healing ruhani.

    Kegiatan Qurban Sampai Tujuan ke-11 tersebut ditutup dengan pembagian daging qurban kepada seluruh warga Dusun Nglalar, Desa Girimulyo, Kecamatan Jatipurno, Wonogiri. Warga tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan dan semangat kepedulian sosial. (Sofyan)


    Baca juga: Aksi Superhero Spiderman dan Ultraman Meriahkan Kurban di Masjid Sudarto Milatoen Sukoharjo

    Tokoh Superhero Spiderman dan Ultraman saat menguliti hewan kurban.


    Aksi Superhero Spiderman dan Ultraman Meriahkan Kurban di Masjid Sudarto Milatoen Sukoharjo

    Sukoharjo - majalahlarise.com - Suasana perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Sudarto Milatoen, Larangan, Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo berlangsung meriah dan penuh edukasi melalui aksi unik “Danar Superhero Kurban”, Kamis (28/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan tokoh superhero Spiderman, Ultraman, dan Supergirl dalam prosesi penyembelihan hewan kurban untuk menarik minat anak-anak memahami makna Idul Adha.

    Dalam kegiatan itu, Spiderman dan Supergirl tampil membawa kambing kurban bersama Ultraman membawa motor literasi dongeng. Kehadiran karakter superhero membuat suasana penyembelihan hewan kurban menjadi lebih ramah anak dan menarik perhatian masyarakat sekitar. Anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak edukasi sejarah kurban hingga simulasi penyembelihan hewan sesuai syariat Islam.

    Tokoh Superhero Spiderman, Danar menjelaskan konsep superhero dipilih karena dekat dengan dunia anak-anak sehingga lebih mudah menyampaikan pesan edukatif tentang Idul Adha. “Hari ini adalah merayakan Idul Adha untuk memberi semangat, hiburan, dan edukasi kepada anak-anak tentang indahnya beridul kurban,” ujarnya.

    Tokoh Superhero Supergirl Vivit saat menimbang daging hewan kurban bersama ibu-ibu panitia.


    Selain hiburan, kegiatan tersebut juga memberikan literasi keagamaan kepada anak-anak mengenai kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai dasar ibadah kurban. Anak-anak diajak memahami makna pengorbanan, keikhlasan, dan kepatuhan kepada Allah SWT melalui cerita yang dikemas menarik dan mudah dipahami. “Mereka tahu bahwa ada kisahnya yaitu Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, jadi ada literasi terlebih dahulu sebelum praktik,” jelas narasumber.

    Dalam sesi praktik, tokoh Spiderman memperagakan tata cara penyembelihan hewan kurban dengan penjelasan mengenai doa sebelum penyembelihan serta pentingnya menyebut nama pemberi kurban. Edukasi tersebut diberikan agar anak-anak memahami proses kurban secara benar sejak dini sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial kepada sesama.

    Danar berharap kegiatan kreatif bertema superhero tersebut mampu menanamkan semangat berbagi dan kebersamaan di lingkungan masyarakat. “Mereka tahu bahwa ini bukan hanya semata bagi-bagi kurban, tapi untuk berbagi kepada semua umat,” pungkasnya.

    Tokoh Superhero Spiderman Danar memberikan literasi keagamaan kepada anak-anak mengenai kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai dasar ibadah kurban. 


    Panitia kurban, Iwan Kurniawan, menjelaskan kegiatan tersebut diharapkan mampu mempererat persatuan dan meningkatkan nilai keimanan generasi muda muslim di lingkungan sekitar.

    “Dengan adanya acara tambahan dari superhero tadi, itu bisa menambahkan semacam edukasi buat generasi muda muslim, terutama yang ada di sekitar lingkungan Larangan ini untuk lebih meningkatkan ketakwaannya, meningkatkan keimanannya, dan merasa bersatunya, merasa sama, dan menghormati dengan yang lainnya,” jelasnya.

    Sementara itu, salah satu anak peserta kegiatan, Sian Subian, mengaku senang dapat mengetahui kisah sejarah Idul Adha melalui cerita Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Menurutnya, kegiatan tersebut membuat anak-anak lebih memahami sejarah hewan kurban dengan cara yang menyenangkan. 

    “Cerita tadi tentang Idul Adha dan putranya Nabi Ismail yang disembelih, ceritanya menyenangkan. Jadi tahu cerita tentang sejarah hewan korban,” ujar Sian Subian.(Sofyan)


    Baca juga: Ki Ustad Bagus Pujiono Ajak Orang Tua Didik “Ismail Baru” di Era Digital Saat Khutbah Idul Adha di Nogosari

    Ki Ustad Bagus Pujiono mengajak jamaah menghadirkan “Ismail-Ismail baru” di era milenial melalui pendidikan iman, akhlak, dan keteladanan keluarga.


    Ki Ustad Bagus Pujiono Ajak Orang Tua Didik “Ismail Baru” di Era Digital Saat Khutbah Idul Adha di Nogosari

    Boyolali - majalahlarise.com - Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Ar Rohman, Nogosari, Rabu (27/5/2026). Dalam khutbahnya, Ki Ustad Bagus Pujiono mengajak jamaah menghadirkan “Ismail-Ismail baru” di era milenial melalui pendidikan iman, akhlak, dan keteladanan keluarga.

    Khutbah bertema “Mendidik Generasi Ismail: Anak Saleh di Era Digital” tersebut menyoroti tantangan besar orang tua dalam mendidik anak di tengah perkembangan teknologi dan derasnya pengaruh media sosial. Dengan gaya bahasa ringan dan menyentuh, Ki Ustad Bagus Pujiono menyampaikan pesan dakwah yang mudah dipahami jamaah.

    Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bukan sekadar sejarah qurban, tetapi teladan pendidikan keluarga yang relevan sepanjang zaman. Ia menilai tantangan terbesar saat ini bukan hanya persoalan akademik, melainkan pembentukan karakter dan spiritual anak.

    “Hari ini banyak anak cerdas secara akademik, tetapi lemah spiritual dan akhlaknya. Banyak yang dekat dengan gadget, tetapi jauh dari masjid dan Al-Qur’an. Karena itu kita harus melahirkan Ismail baru di era milenial,” ungkapnya di hadapan jamaah.

    Dalam khutbahnya, Pujiono menjelaskan keberhasilan Nabi Ibrahim mendidik Nabi Ismail lahir dari pendidikan tauhid sejak dini, keteladanan orang tua, serta komunikasi hangat dalam keluarga. Ia mengutip firman Allah dalam QS Ash-Shaffat ayat 102 tentang dialog Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail saat menerima perintah penyembelihan.

    Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bagaimana seorang anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang taat, sabar, dan patuh kepada Allah karena didikan keluarga yang kuat. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keluarga dari pengaruh negatif zaman digital sebagaimana firman Allah dalam QS At-Tahrim ayat 6 agar setiap keluarga menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.

    “Jangan hanya bangga anak pandai teknologi, tetapi banggalah jika anak rajin shalat, hormat kepada orang tua, cinta Al-Qur’an, dan memiliki akhlak mulia,” pesannya.

    Pujiono juga mengajak jamaah menghidupkan kembali budaya shalat berjamaah, mengaji bersama keluarga, membatasi penggunaan gadget, serta mempererat komunikasi antara orang tua dan anak sebagai pondasi pendidikan Islam di rumah.

    Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Ar Rohman berlangsung tertib dan penuh antusiasme masyarakat sekitar. Salah satu panitia, Ust. Syamsi, menyampaikan rasa syukur atas tingginya partisipasi jamaah dalam pelaksanaan Idul Adha tahun ini.

    “Alhamdulillah jamaah sangat antusias. Semoga momentum Idul Adha ini semakin mempererat ukhuwah dan menumbuhkan semangat pendidikan Islam dalam keluarga,” ujarnya.

    Kegiatan Idul Adha di Masjid Ar Rohman juga dirangkai dengan penyembelihan hewan qurban dan pembagian daging kepada masyarakat sekitar sebagai wujud kepedulian sosial serta semangat berbagi kepada sesama. (Sofyan)


    Baca juga: Khutbah Idul Adha di Masjid Al Barokah Gunungan Manyaran Wonogiri, Ajak Jamaah Syukuri Hidayah dan Yakin Rezeki Allah SWT

    Ustad Said Abdilah menyampaikan khutbah yang mengajak umat Islam mensyukuri nikmat hidayah dari Allah SWT.


    Khutbah Idul Adha di Masjid Al Barokah Gunungan Manyaran Wonogiri, Ajak Jamaah Syukuri Hidayah dan Yakin Rezeki Allah SWT

    Wonogiri - majalahlarise.com - Warga Dusun Gunungan, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri melaksanakan salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Al Barokah, Rabu (27/5/2026). Bertindak sebagai imam dan khatib, Ustad Said Abdilah menyampaikan khutbah yang mengajak umat Islam mensyukuri nikmat hidayah dari Allah SWT sehingga dapat memeluk agama Islam dan menjalankan ajaran yang benar sebagai jalan menuju surga-Nya.

    Dalam khutbahnya, Ustad Said Abdilah menjelaskan hanya kaum muslimin yang diberi izin Allah SWT memasuki surga dengan keimanan dan amal saleh. Ia mengutip kandungan Surat Al-Baqarah ayat 111-112 sebagai pengingat pentingnya berserah diri kepada Allah SWT dan berbuat kebajikan. “Barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah SWT dan berbuat kebajikan, maka baginya pahala di sisi Tuhan mereka,” ujar khatib.

    Khatib juga menyinggung tradisi persembahan atau penyembelihan hewan yang dimiliki hampir setiap agama. Namun, menurutnya ibadah kurban dalam Islam memiliki nilai berbeda karena dilandasi tauhid dan keimanan kepada Allah SWT. “Yang membedakan hanyalah satu, yaitu keimanan kepada Allah SWT. Dengan niat yang lurus maka insyaallah ibadah kita akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak,” jelasnya.

    Selain itu, jamaah diajak bersyukur karena telah diberi hidayah Islam sehingga dapat menjalankan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dalam khutbahnya, Ustad Said Abdilah mengutip Surat Al-Kautsar ayat 1-2 yang memerintahkan umat Islam mendirikan salat dan berkurban. Ia juga menjelaskan ibadah kurban merupakan sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan bagi muslim yang mampu. “Barang siapa yang memiliki kelapangan rezeki namun tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami,” ucapnya mengutip hadis Rasulullah SAW.

    Pada kesempatan tersebut, khatib turut menyoroti kondisi ekonomi masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi kenaikan harga dan tekanan ekonomi. Meski demikian, umat Islam diminta tetap tenang dan meyakini seluruh rezeki telah diatur Allah SWT. Ia mencontohkan peristiwa pada masa Rasulullah SAW ketika para sahabat mengeluhkan kenaikan harga barang, namun Nabi Muhammad SAW menjelaskan harga dan rezeki sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah SWT.

    “Sesungguhnya Allah adalah Zat yang menetapkan harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki,” kata khatib mengutip sabda Rasulullah SAW. Menurutnya, kenaikan maupun penurunan harga tidak akan mengurangi jatah rezeki seseorang karena Allah SWT telah menentukan ukuran rezeki setiap hamba sesuai kebutuhan dan kemaslahatan hidupnya.

    Lebih lanjut, Ustad Said Abdilah menerangkan rezeki tidak hanya berupa uang dan kekayaan, melainkan juga kesehatan, kemudahan hidup, dan keberkahan. Ia menjelaskan seseorang yang kaya belum tentu memiliki rezeki lebih banyak dibanding orang sederhana yang hidup penuh keberkahan. “Bisa saja orang yang kaya itu rezekinya sedikit dan bisa saja orang yang miskin rezekinya lebih banyak,” jelasnya.

    Menutup khutbah, khatib mengajak jamaah memperkuat ketakwaan, menjaga salat, dan bersabar menghadapi berbagai ujian kehidupan. Jamaah juga diingatkan agar tetap yakin Allah SWT telah menjamin rezeki setiap hamba yang bertakwa dan bersungguh-sungguh menjalankan perintah-Nya. Khutbah ditutup dengan doa untuk keselamatan umat Islam dan bangsa Indonesia agar diberi kekuatan, kesabaran, serta keberkahan hidup di dunia dan akhirat. (Sofyan)


    Baca juga: Semangat Pengorbanan dalam Nilai Spiritual, Jamaah Masjid Al-Ikhlas Diajak Perkuat Kepedulian Sosial

     

    Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, M.Pd. saat menyampaikan khutbah Idul Adha.

    Semangat Pengorbanan dalam Nilai Spiritual, Jamaah Masjid Al-Ikhlas Diajak Perkuat Kepedulian Sosial

    SOLO - majalahlarise.com - Semangat pengorbanan dalam nilai spiritual menjadi tema utama dalam kegiatan Salat Idul Adha yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Bayan Krajan RT 4 RW 15, Kadipiro, Banjarsari, Kota Surakarta, Rabu (27/5/2026). Tema tersebut disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, M.Pd.

    Dalam khutbahnya, Ustaz Dwi Jatmiko menyampaikan ibadah kurban tahun ini menjadi panggilan nyata bagi umat Islam untuk memperkuat ketaatan, pengorbanan, dan solidaritas sosial di tengah berbagai ujian kehidupan yang melanda dunia.

    “Dunia saat ini sedang diuji dengan ketidakpastian mulai dari krisis ekonomi, konflik kemanusiaan, hingga bencana alam. Namun, ujian tersebut sejatinya bukan bertujuan menghancurkan, melainkan sarana meninggikan derajat kaum Muslimin yang bersabar sebagaimana pesan dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 155,” ujar guru PAI SD Muhammadiyah 1 Solo tersebut.

    Ia menjelaskan momen Idul Adha mengajak umat Islam untuk kembali merenungi kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menunjukkan ketaatan total tanpa syarat kepada Allah SWT. Menurutnya, keteladanan tersebut menjadi pengingat bagi umat agar tidak menunda ketaatan hanya karena terlalu mempertimbangkan urusan duniawi.

    Melalui syariat kurban, lanjutnya, umat Islam dididik untuk mengikis egoisme pribadi. Hakikat ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan sarana menggapai ketakwaan dan keikhlasan dalam melepaskan sesuatu yang dicintai demi meraih ridha Allah SWT.

    “Di tengah situasi sulit, sikap egois seperti menimbun harta atau memanfaatkan penderitaan orang lain hanya akan memperparah krisis kemanusiaan,” jelasnya.

    Ia juga mengingatkan pentingnya menghadirkan kepedulian sosial secara nyata melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, setiap potongan daging kurban membawa pesan cinta, kepedulian, dan harapan yang memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

    “Setiap potongan daging yang dibagikan memuat pesan cinta dan harapan yang menguatkan ukhuwah Islamiyah,” ungkapnya.

    Ustaz Dwi Jatmiko menambahkan sesuai tuntunan Rasulullah SAW, umat Islam diibaratkan seperti satu tubuh yang saling merasakan penderitaan satu sama lain. Kekuatan hakiki umat, kata dia, tidak diukur dari melimpahnya harta kekayaan, melainkan dari kokohnya rasa peduli dan solidaritas sosial.

    “Melalui spirit Idul Adha, umat diharapkan mampu menghadapi ujian zaman dan meraih keberkahan hidup,” imbuhnya.

    Sementara itu, panitia kurban Ade Usman menyampaikan pada Idul Adha tahun ini Masjid Al-Ikhlas menyembelih lima ekor sapi dan dua ekor kambing yang akan dibagikan kepada warga sekitar lingkungan RW 15 meliputi RT 3, RT 4, RT 5, dan RT 6.

    “Semoga kurban ini dapat membersihkan jiwa, membunuh sifat kebinatangan, menebas rasa keegoisan, dan memupus sekat-sekat sosial. Daging kurban dibagikan kepada warga jamaah Al-Ikhlas dan masyarakat yang membutuhkan seperti fakir miskin serta lainnya,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Puncak Milad ke-94, Pemuda Muhammadiyah Surakarta Dorong Peran Pemuda dalam Isu Lingkungan dan Kebangsaan

     

    Narasumber Hajriyanto Y. Thohari, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah (1993-1998) dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon.

    Puncak Milad ke-94, Pemuda Muhammadiyah Surakarta Dorong Peran Pemuda dalam Isu Lingkungan dan Kebangsaan

    Solo - majalahlarise.com - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Surakarta menggelar puncak peringatan Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah melalui kegiatan sarasehan kader lintas generasi yang berlangsung di Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, yang berlangsung pada Minggu (24/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Hajriyanto Y. Thohari, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah (1993-1998). 

    Hadir memberikan sambutan Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, dan Ketua Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) PDM Solo, Suyanto. Kegiatan juga diikuti kader Pemuda Muhammadiyah lintas generasi di Kota Surakarta.

    Dalam sambutannya, Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk turut berperan aktif dalam mencari solusi atas persoalan sampah yang saat ini menjadi isu nasional, baik di tingkat daerah maupun pusat. Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat menghadirkan solusi pengelolaan dan penguraian sampah yang berkelanjutan di masa mendatang. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik.

    Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto saat memberikan sambutan.


    “Mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk mencari solusi atas permasalahan sampah yang saat ini menjadi isu nasional, baik di daerah maupun di pusat. Kami mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk fokus membantu masyarakat dalam memberikan solusi penguraian sampah ke depannya. Mari menjaga bumi dan semesta kita demi ainak-anak serta masa depan yang lebih baik,” ujar Respati.

    Sementara itu, dalam sarasehan kader lintas generasi, Hajriyanto Y. Thohari, Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon, menekankan pentingnya penguatan ideologi dan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah bagi kader muda. Menurutnya, kader Muhammadiyah harus memiliki semangat dan kepercayaan diri dalam menjalankan peran di lingkungan persyarikatan, keumatan, maupun kebangsaan.

    Ia menyampaikan sarasehan tersebut menjadi momentum penting bagi kader Muhammadiyah untuk memahami perannya sebagai pelopor, pelangsung, sekaligus penyempurna amal usaha dan cita-cita Muhammadiyah. “Acara sarasehan ini sangat penting bagi kader-kader Muhammadiyah agar dapat memahami perannya sebagai pelopor, pelangsung, sekaligus penyempurna amal usaha dan cita-cita Muhammadiyah. Dengan pemahaman dan penghayatan yang mendalam terhadap nilai-nilai keadilan, kader Muhammadiyah akan lebih semangat dan percaya diri untuk berkiprah, baik dalam struktur organisasi Muhammadiyah, kepemimpinan keumatan, maupun dalam arena kebangsaan,” kata Hajriyanto.

    Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Surakarta, Andi Tri Prasetyo, mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai wadah silaturahmi sekaligus penguatan visi bersama bagi kader-kader Pemuda Muhammadiyah di Surakarta. Ia berharap melalui kegiatan tersebut lahir kader umat, kader bangsa, dan kader persyarikatan yang lebih responsif terhadap berbagai isu dan persoalan yang berkembang di Kota Surakarta. 

    “Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan visi bersama bagi kader-kader Pemuda Muhammadiyah di Surakarta. Harapannya, kader Pemuda Muhammadiyah dapat menjadi kader umat, kader bangsa, dan kader persyarikatan, serta lebih responsif terhadap berbagai isu dan permasalahan yang ada di Kota Surakarta,” ungkap Andi Tri Prasetyo.

    Senada dengan hal tersebut, Umar Hasyim, mengapresiasi PDPM Kota Surakarta yang telah melaksanakan kegiatan reuni sarasehan kader lintas masa yang mengundang tokoh ketua PP Pemuda Muhammadiyah 1993-1998, Hajriyanto. Kegiatan ini penting dan perlu ditindaklanjuti serta lebih diintensifkan dengan mengundang tokoh-tokoh lain sehingga silaturahmi kita tetap terjalin.

    Puncak Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan antar kader lintas generasi. Momen tersebut sekaligus menjadi momentum refleksi peran pemuda dalam menjawab tantangan sosial, lingkungan, dan kebangsaan di era saat ini. (Sofyan)


    Baca juga: SD Aisyiyah Slawi Raih Nominasi Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional 2026 di Festival Literasi Nasional Solo


Top