Wisuda Tahfiz Al-Qur’an dengan suasana khidmat dan penuh makna di Hotel Novotel Surakarta, Sabtu (9/5/2026).


    SD Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar Wisuda Tahfiz dengan Tausiyah Wayang Golek Pitutur

    Surakarta – majalahlarise.com - SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta menggelar Wisuda Tahfiz Al-Qur’an dengan suasana khidmat dan penuh makna di Hotel Novotel Surakarta, Sabtu (9/5/2026). Mengusung tema “Cahaya Qur’an di Jantung Kota Budaya Surakarta”, kegiatan ini menjadi momentum syiar Al-Qur’an sekaligus bentuk komitmen sekolah dalam membentuk generasi Qurani yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia.

    Sebanyak 150 siswa mengikuti wisuda tahfiz tahun ini dengan capaian hafalan yang membanggakan. Rinciannya, 79 siswa berhasil menyelesaikan hafalan juz 30, 29, dan 28, sedangkan 71 siswa lainnya mengikuti kategori tilawah Al-Qur’an. Para wisudawan tampil percaya diri mempersembahkan hafalan dan lantunan ayat suci Al-Qur’an di hadapan orang tua, guru, dan tamu undangan yang hadir.

    Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Nursalam menyampaikan rasa syukur atas capaian para siswa dalam program tahfiz sekolah. Ia menguraikan keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara sekolah, guru, dan dukungan penuh dari orang tua siswa.

    “Alhamdulillah, hari ini menjadi momen yang membahagiakan bagi kami semua. Anak-anak telah menunjukkan semangat luar biasa dalam menghafal Al-Qur’an. Kami berharap mereka tidak berhenti pada hafalan saja, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

    Acara semakin istimewa dengan hadirnya tausiyah Wayang Golek Pitutur yang disampaikan oleh Pujiono dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah. Dengan gaya dakwah yang memadukan nilai budaya dan pesan keislaman, ia mengajak para siswa untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya kehidupan dan pedoman menghadapi tantangan zaman.

    Tausiyah Wayang Golek Pitutur yang disampaikan oleh Pujiono dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah. 


    “Anak-anak harus bangga menjadi generasi Qurani. Al-Qur’an bukan hanya untuk dihafal, tetapi menjadi petunjuk dalam bersikap, bertutur kata, dan menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya di hadapan para wisudawan dan wali murid.

    Perwakilan Majelis Dikdasmen PDM Surakarta, Kartono turut memberikan apresiasi atas kesungguhan SD Muhammadiyah PK Kottabarat dalam membangun budaya Qurani di lingkungan sekolah. Menurutnya, pendidikan tahfiz menjadi investasi penting dalam menyiapkan generasi Islam yang berilmu, beradab, dan memiliki akhlak mulia.

    “Kami melihat sekolah ini istiqamah menanamkan pendidikan Al-Qur’an sejak dini. Ini menjadi bekal yang sangat penting agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus kuat secara spiritual,” jelasnya.

    Pengawas PAI Kota Surakarta, Sumiyati juga menyampaikan rasa bangga kepada SD Muhammadiyah PK Kottabarat yang terus konsisten menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an kepada para siswa. Ia menilai wisuda tahfiz bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari ikhtiar membangun generasi yang memiliki kecerdasan spiritual dan akhlak mulia di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.

    “Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak dibiasakan mencintai Al-Qur’an sejak usia dini. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter baik, disiplin, dan mampu membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

    Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tamu undangan istimewa yang membersamai acara dari awal hingga selesai, di antaranya Muhdiyatmoko, Upik Mairina, ibu Ratna Kepala TK Aisyiyah PK, serta Joko Susilo Ketua PCM Kottabarat.

    Suasana haru dan bangga menyelimuti jalannya acara. Kehadiran para orang tua, guru, dan tokoh Muhammadiyah menjadi bukti nyata sinergi dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. Wisuda Tahfiz ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus menjaga hafalan, memperbaiki akhlak, serta menjadi generasi penerang umat di tengah masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Menjadi Guru dan Dosen Abad XXI yang Kreatif, Kritis, Inovatif, Produktif, dan Inspiratif yang Dirindukan oleh Siswa, Mahasiswa, dan Masyarakat Indonesia  

    Menjadi Guru dan Dosen Abad XXI yang Kreatif, Kritis, Inovatif, Produktif, dan Inspiratif yang Dirindukan oleh Siswa, Mahasiswa, dan Masyarakat Indonesia  


    Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.

    Dosen PBSI FKIP UNS, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & DIKLISA

    Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa


    Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.


    "Kawan, kala senja menuju ke peraduannya. Banyak cerita dan kenangan yang tersimpan dalam keheningan dan kesunyian menyongsong rembulan dini hari tanpa sua yang tertuang dengan pena dalam rajutan kata”


           Alhamdulillah, kebahagiaan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, giat Seminar Nasional Diklisa (Dialog Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra) tanggal 28 Februari 2026 dapat terlaksana dan menghasilkan prosiding sebagai kumpulan karya ilmiah dan diskusi ilmiah yang disampaikan oleh para narasumber dengan cerdas dan bersahaja saat berbagi ilmunya. Kebahagiaan ini sebagai wujud karya nyata guru dan dosen abad XXI menunjukkan kinerja dan karya nyata untuk terus berliterasi dengan ratulisa (rajin menulis dan membaca). Komitmen sebagai guru dan dosen abad XXI selain mendidik, membimbing juga membelajarkan diri, meneliti, dan berbagai ilmu kepada siswa dan seluruh masyarakat NKRI.

          Guru dan dosen abad XXI merupakan sosok yang digugu dan ditiru oleh siswa, mahasiswa, dan seluruh masyarakat NKRI. Posisi guru dan dosen abad XXI sebagai agen perubahan yang memantik semangat belajar dan membelajarkan diri bagi siswa, mahasiswa, dan seluruh masyarakat NKRI selalu dinanti-nantikan. Hal ini sebagai bukti bahwa kinerja dan karya Bapak dan Ibu guru dan dosen abad XXI terus dinanti-nantikan. Kiprahnya untuk dapat memantik semangat bersilaturahmi, belajar, berliterasi dengan ratulisa sepanjang masa merupakan penantian panjang yang dilakukan oleh siswa, mahasiswa, guru, dan dosen abad XXI di seluruh wilayah NKRI.

           Semangat guru dan dosen abad XXI menjadi teladan bagi siswa, mahasiswa, dan seluruh masyarakat NKRI untuk terus belajar dan membelajarkan diri dengan kondisi dan fasilitas apa pun yang dimilikinya. Komitmen untuk terus belajar dan berliterasi dengan ratulisa mewarnai semangat perjuangan seluruh guru dan dosen abad XXI yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, yaitu di 38 provinsi. Hal ini sebagai bukti bahwa nilai-nilai karakter kebersamaan, kegotongroyongan, integritas, kejujuran, kerja keras, religi, dan semangat untuk belajar dan berliterasi dengan ratulisa merupakan komitmen bersama yang dimiliki oleh guru dan dosen abad XXI. Banyak cerita dan kenangan selama menjadi guru dan dosen abad XXI sebagai wujud peluang dan tantangan yang harus dihadapi oleh semua elemen pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, baik negeri maupun swasta secara bertahap dan berkelanjutan.

          Keteladanan guru dan dosen abad XXI selalu dirindukan oleh siswa, mahasiswa, dan seluruh masyarakat Indonesia melalui karya-karyanya. Kehadiran prosiding yang dihasilkan melalui kegiatan Seminar Diklisa, tanggal 28 Februari 2026 ini merupakan wujud karya nyata untuk memenuhi kehausan dan kerinduan siswa, mahasiswa, dan seluruh masyarakat NKRI. Aneka cerita dan karya nyata yang dihasilkan berbasis pengalaman dan partisipasi aktif dalam pembelajaran merupakan wujud komitmen dan realitas kerja nyata dalam pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Sikap kesantunan dan keteladanan guru dan dosen abad XXI akan dapat memberikan dampak nyata bagi multigenerasi NKRI sepanjang masa. 

           Akhirnya, selamat menikmati hasil karya para mahasiswa, guru, dosen abad XXI yang disatukan dalam kumpulan Prosiding. Prosiding Seminar Diklisa yang ada di tangan Bapak dan Ibu pembaca yang budiman dan hebat luar biasa dapat memberikan kemaslahatan pengetahuan dan keberkahan ilmunya. Selamat melaksanakan 3M: membaca, memahami, dan mengamalkannya. Terima kasih. Sampai jumpa dalam waktu dan gelombang yang berbeda tetapi tetap bersama Muhammad Rohmadi Ratulisa, Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa, dan Komunitas Diklisa yang sama sepanjan masa dengan sejuta cerita indah lainnya.

    “Kala mentari tersenyum di balik bukit, sumber-sumber literasi Ratulisa (rajin menulis dan membaca) telah tersajikan dengan rapi di meja ditemani secangkir kopi dan racikan cerita-cerita indah kala senja di istana arfuzh Ratulisa”

    “Tulisan ini merupakan pengantar dalam Buku Diklisa#3 semoga dapat memotivasi dan menginspirasi multigenerasi NKRI bagai yang tidak dapat memilki atau membaca Buku Diklisa#3 berupa Prosing Seminar Guru dan Dosen Kreatif dan Inovatif Abad XXI”.

    Istana Arfuzh Ratulisa & Diklisa Surakarta, 9 Mei 2026

    Penyerahan vandel wisuda oleh Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono tandai wisudawan Prodi Ilmu Komunikasi dilepas.


    Pelepasan Wisudawan Ilmu Komunikasi Univet Bantara Sukoharjo, Alumni Diminta Siap Hadapi Dunia Kerja

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara melaksanakan pelepasan wisudawan usai acara Wisuda Pascasarjana ke-27, Sarjana ke-57 dan Diploma ke-10, Kamis (7/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung FISH lantai 2 tersebut menjadi momen penuh makna bagi para lulusan yang resmi menyandang status alumni setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah.

    Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono menyampaikan pelepasan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi merupakan penanda perubahan status dari mahasiswa menjadi alumni. Menurutnya, para mahasiswa telah melalui proses panjang sejak semester awal hingga akhir dengan berbagai pengalaman akademik bersama dosen maupun tenaga kependidikan sebelum akhirnya dinyatakan lulus dan diwisuda.

    “Arti pelepasan itu sebagai satu tanda perubahan status dari mahasiswa menjadi alumni yang sudah menyelesaikan studi di Program studi Ilmu Komunikasi,” ujarnya.

    Ia menguraikan, prosesi pelepasan bukan sekadar seremoni formal, melainkan bentuk pengembalian lulusan kepada keluarga dan masyarakat. Setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, para alumni diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk menghadapi tantangan kehidupan nyata dan dunia profesional yang semakin kompetitif.

    “Perayaan pelepasan itu adalah mengembalikan dan melepaskan kembali mereka kepada keluarga dan masyarakat,” tuturnya.

    Lebih lanjut, ia mengingatkan para lulusan agar mampu menunjukkan kualitas diri saat memasuki dunia kerja. Menurutnya, tantangan profesional di masa mendatang membutuhkan kemampuan adaptasi, kompetensi, dan daya saing tinggi sehingga ilmu yang diperoleh selama kuliah harus dimanfaatkan secara maksimal agar dapat memberikan kontribusi nyata di lingkungan kerja maupun masyarakat.

    “Mereka harus bisa memberikan manfaat saat nanti mereka bekerja. Ilmu yang diperoleh harus benar-benar dimanfaatkan dan mereka harus terus belajar sepanjang hayat,” katanya.

    Ia menambahkan, semangat belajar berkelanjutan menjadi kunci penting agar alumni mampu berkembang dan bertahan di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

    Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Hariyanto menyampaikan pada periode wisuda kali ini sebanyak 39 wisudawan dilepas dari Program Studi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara Sukoharjo. Ia berharap seluruh lulusan dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di dunia kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Napak Tilas hingga Makan 5.000 Porsi Bakso Gratis Meriahkan Hari Jadi ke-285 Wonogiri

    Ketua Ikatan Keluarga Banasan (IKKABA) Wonogiri, KRT HY Supardi Gunodipuro saat mengikuti kegiatan Napak tilas.


    Napak Tilas hingga Makan 5.000 Porsi Bakso Gratis Meriahkan Hari Jadi ke-285 Wonogiri

    Wonogiri – majalahlarise.com - Ribuan warga Wonogiri antusias mengikuti kegiatan napak tilas, senam bersama, dan makan bakso gratis dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri di Alun-alun Giri Krida Bhakti Wonogiri, Jumat (8/5). Sejak pagi hari, masyarakat sudah memadati lokasi acara untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

    Kegiatan napak tilas digelar untuk mengenang sejarah perjuangan Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa yang memiliki peran besar dalam perjalanan berdirinya Kabupaten Wonogiri. Dalam sejarahnya, Raden Mas Said menjadikan Wonogiri sebagai basis pertahanan utama dalam perjuangannya melawan Belanda.

    Ketua Ikatan Keluarga Banasan (IKKABA) Wonogiri, KRT HY Supardi Gunodipuro menyampaikan rasa bangga dan bahagia dapat ikut menjadi bagian dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, napak tilas menjadi momentum penting untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu dalam membangun Wonogiri.

    Ketua Ikatan Keluarga Banasan (IKKABA) Wonogiri, KRT HY Supardi Gunodipuro saat mengikuti kegiatan makan bakso gratis di alun-alun Wonogiri.

    “Kegiatan hari ini sangat meriah. Warga Wonogiri merayakan dengan kegiatan napak tilas untuk mengingatkan kembali sejarah berdirinya Kabupaten Wonogiri dan perjuangan Raden Mas Said,” ujarnya.

    Ia menuturkan, perjuangan Raden Mas Said menjadi warisan sejarah yang sangat penting bagi masyarakat Wonogiri. Selain dikenal sebagai Pangeran Sambernyawa, beliau memimpin ratusan pertempuran demi memperjuangkan rakyat serta meninggalkan jejak sejarah seperti Prasasti Nglaroh dan Sendang Siwani yang hingga kini masih dikenal masyarakat.

    Selain napak tilas, kegiatan juga diramaikan dengan senam sehat bersama dan pembagian 5.000 porsi bakso gratis kepada peserta senam maupun masyarakat umum. Ribuan warga tampak antusias mengantre menikmati bakso yang dibagikan para pengusaha bakso Wonogiri.

    Ketua Ikatan Keluarga Banasan (IKKABA) Wonogiri, KRT HY Supardi Gunodipuro bersama tim PMI Wonogiri.

    Kegiatan bertajuk Stronger Together for Bakso Wonogiri, Bakso Wonogiri Mendunia tersebut menjadi bentuk kolaborasi para pengusaha bakso Wonogiri dalam memeriahkan hari jadi kabupaten sekaligus memperkuat eksistensi kuliner khas Wonogiri di tingkat nasional hingga internasional.

    Bupati Wonogiri Setyo Sukarno saat membuka acara menyampaikan apresiasi kepada para pengusaha bakso Wonogiri yang telah berpartisipasi menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menilai semangat kebersamaan para pelaku usaha kuliner menjadi kekuatan besar dalam membangun ekonomi daerah.

    “Kita dorong para pengusaha bakso Wonogiri terus bermunculan terutama dari generasi muda, untuk membangun ekosistem bisnis yang kuat dan mampu bersinergi dengan dunia pariwisata,” kata Setyo Sukarno.

    Ia menguraikan, usaha bakso dan mie ayam asal Wonogiri selama ini telah berkembang di berbagai kota besar di Indonesia bahkan hingga mancanegara. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi generasi muda Wonogiri untuk ikut terjun menjadi pelaku usaha kuliner yang mampu membawa nama daerah semakin dikenal luas.

    Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkayno bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Wonogiri. Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan sosial dari Palang Merah Indonesia Kabupaten Wonogiri untuk program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan sumur pantek bagi masyarakat.

    PMI Wonogiri menyalurkan bantuan rehabilitasi delapan unit RTLH dengan nilai masing-masing Rp15 juta. Selain itu, PMI juga memberikan bantuan pembangunan empat unit sumur bor atau sumur pantek untuk irigasi pertanian dengan nilai masing-masing Rp30 juta.

    Bupati Wonogiri menyampaikan terima kasih atas kontribusi PMI Kabupaten Wonogiri dalam membantu masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas hunian dan dukungan terhadap sektor pertanian.

    “Terima kasih kepada PMI Kabupaten Wonogiri yang pada kesempatan ini ikut berkontribusi dalam peningkatan kualitas RTLH dan bantuan sumur bor untuk irigasi pertanian,” ujar Setyo Sukarno.

    Sementara itu, Ketua Paguyuban Bakso Wonogiri, Maryanto mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Bakso Wonogiri sebagai identitas kuliner daerah yang memiliki potensi mendunia.

    “Hari ini kami ingin menunjukkan bahwa Bakso Wonogiri bukan hanya makanan khas, tetapi juga bagian dari kekuatan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah,” ujarnya.

    Selain membagikan ribuan porsi bakso gratis, panitia juga melibatkan masyarakat dalam edukasi serta praktik membuat pentol bakso sebagai simbol kebersamaan dan semangat gotong royong warga Wonogiri. (Sofyan)


    Baca juga: PMI Surakarta Gelar Wisuda Anggota PMR 2026 di Kampus AKBARA Surakarta

    Wisuda Anggota PMR 2026 yang digelar Palang Merah Indonesia Kota Surakarta.


    PMI Surakarta Gelar Wisuda Anggota PMR 2026 di Kampus AKBARA Surakarta

    Surakarta - majalahlarise.com - Palang Merah Indonesia Kota Surakarta menggelar kegiatan Wisuda Anggota PMR 2026 di Kampus AKBARA Surakarta pada Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus penghargaan kepada anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang telah mengikuti proses pembinaan dan pendidikan kepalangmerahan.

    Mengusung tema “Muda Berkarakter, Sigap Mengabdi, Menjunjung Tinggi Kemanusiaan”, kegiatan wisuda berlangsung khidmat dan penuh semangat. Acara dihadiri jajaran PMI Kota Surakarta, peserta wisuda, tamu undangan, hingga Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII.

    Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Agung Wijayanto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, wisuda PMR Wira yang digelar PMI Surakarta menjadi kegiatan perdana di Indonesia.

    “Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada PMI Surakarta yang sudah melakukan kegiatan Wisuda Wira Tahun 2026 yang merupakan kegiatan pertama di Indonesia,” ujar Agung Wijayanto.


    Kegiatan tersebut juga menghadirkan Wakil Ketua Bidang PB, Relawan, dan Markas PMI Kota Surakarta, Bambang Nugroho yang menjadi salah satu pemateri dalam acara wisuda. Ia memberikan motivasi kepada anggota PMR agar terus menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

    “Selamat dan sukses buat teman-teman PMR Wira yang wisuda hari ini, semoga nilai-nilai kemanusiaan dan jiwa sosial teman-teman bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Bambang Nugroho.

    Melalui kegiatan ini, PMI Surakarta berharap anggota PMR dapat terus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta semangat kerelawanan dalam kehidupan sehari-hari. Wisuda PMR juga menjadi momentum untuk mendorong generasi muda agar aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan di lingkungan masyarakat.

    PMI Surakarta berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan kepada generasi muda melalui berbagai program edukatif dan kegiatan positif guna menciptakan relawan muda yang tangguh, peduli, dan berkarakter. (Is/ Sofyan)


    Baca juga: Edutrip Singapura-Malaysia, 128 Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Asah Wawasan Global

    Siswa kelas 8 dan 10 guru pendamping SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti program edutrip internasional ke Singapura dan Malaysia.


    Edutrip Singapura-Malaysia, 128 Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Asah Wawasan Global

    Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 128 siswa kelas 8 dan 10 guru pendamping SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti program edutrip internasional ke Singapura dan Malaysia selama 4 hari 3 malam (3-7/5/2026). Kegiatan ini untuk meningkatkan wawasan global dan pengalaman lintas budaya.

    Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah PK Kottabarat, Muhdiyatmoko, menyampaikan apresiasi atas sambutan dari International Islamic School Malaysia (IISM). Edutrip ini menjadi program unggulan di sekolah dan rutin dilaksanakan setiap tahun. “Kami mengajak ratusan siswa untuk berkunjung ke sekolah dalam rangkaian program belajar. Kami ingin belajar dan berdiskusi secara langsung dengan siswa-siswi di Malaysia. Kami yakin interaksi tersebut akan memberikan dampak positif bagi para siswa ke depannya,” ujarnya saat sambutan di IISM, Rabu (6/5/2026).

    Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan siswa dari Solo menuju Jakarta pada Minggu (3/5/2026). Selanjutnya, pada Senin (4/5/2026), rombongan bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Changi menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Setibanya di Singapura, siswa mengunjungi sejumlah destinasi ikonik, seperti Jewel Rain Vortex, Merlion Park, dan Gardens by the Bay, serta berbelanja di Bugis Street.

    Pada Selasa (5/5/2026), siswa mengikuti kegiatan edukasi di Marina Barrage. Di sana mereka belajar tentang pengelolaan air, teknologi lingkungan, dan pencegahan banjir. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Universal Studios Singapore sebelum melanjutkan perjalanan ke Malaysia. 

    Kunjungan edukasi berikutnya berlangsung pada Rabu (6/5/2026) di IISM. Kegiatan diawali dengan sambutan kedua pihak sekolah, dilanjutkan penampilan seni dari siswa, termasuk bela diri dari siswa Malaysia dan solo vokal lagu “Bengawan Solo” oleh siswa Indonesia. Kedua institusi juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk kerja sama pendidikan.

    Selama di IISM, para peserta edutrip mengikuti kegiatan belajar bersama selama 45 menit, termasuk diskusi, permainan edukatif, dan eksplorasi budaya Malaysia melalui wawancara. Sore harinya, siswa mengunjungi Genting Highlands dan menikmati wahana Genting Skyway. Pada hari terakhir, Kamis (7/5/2026), siswa mengunjungi sejumlah ikon Malaysia seperti Menara Kembar Petronas, Petrosains, Istana Negara, Putrajaya, serta Mitsui Outlet Park KLIA.

    Dua siswa peserta edutrip, Naura Prashanti dan Dinda Azra Yudanto, mengaku sangat terkesan dengan pengalaman yang didapat selama edutrip. “Kami sangat senang karena kegiatan yang kami ikuti sangat menarik. Di sana kami bisa bertemu teman-teman dari luar negeri. Semoga ini menambah semangat kami untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri,” ungkap mereka.

    Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi siswa untuk siap bersaing di tingkat global. Selain itu, diharapkan dapat membangun karakter mandiri dan adaptif terhadap dunia internasional. (Sofyan)


    Baca juga: SMAN 1 Manyaran Gelar Apel Kelulusan Siswa Kelas XII Penuh Haru dan Prestasi



    Satu Keluarga Wisuda Bareng Warnai Prosesi Wisuda Unisri Surakarta

    Surakarta - majalahlarise.com - Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar rapat senat terbuka wisuda sarjana angkatan ke-80 dan wisuda magister angkatan ke-41 di The Sunan Hotel Solo, Kamis (7/5/2026). Prosesi wisuda Periode I Tahun 2026 tersebut berlangsung lancar dengan diikuti sebanyak 453 lulusan dari berbagai program studi dan fakultas. Dalam momentum wisuda kali ini, sejumlah kejadian istimewa turut mewarnai suasana haru dan bahagia para wisudawan beserta keluarga.

    Salah satu kisah yang menarik perhatian yakni adanya lima orang dari satu keluarga yang berhasil menyelesaikan pendidikan pascasarjana secara bersamaan di Unisri. Mereka adalah Matnuri MAP, Kombes Rizki Ferdiansyah MH, Arga Yuna Nurindrawan MH, Kinanti Weningsari MH, dan Pangestihka Normalasari MH. Selain itu, terdapat pula pasangan suami istri yang wisuda magister bersama serta tiga wisudawati yang tepat berulang tahun pada tanggal 7 Mei saat prosesi wisuda berlangsung.

    Matnuri MAP saat ditemui awak media usai wisuda menyampaikan awalnya tidak ada rencana khusus untuk kuliah bersama keluarga. Namun setelah dirinya lebih dahulu mendaftar di Unisri, anggota keluarga lainnya akhirnya ikut melanjutkan studi di kampus tersebut. 

    Satu keluarga berhasil menyelesaikan pendidikan pascasarjana secara bersamaan di Unisri yaitu Matnuri MAP, Kombes Rizki Ferdiansyah MH, Arga Yuna Nurindrawan MH, Kinanti Weningsari MH, dan Pangestihka Normalasari MH. 


    Menurutnya, perkembangan kampus yang baik, lokasi strategis, serta biaya pendidikan yang terjangkau menjadi alasan memilih Unisri. “Semangat belajar saya tetap 17 tahun. Saya ingin memberi contoh kepada anak-anak bahwa belajar itu penting dan jangan pernah berhenti belajar,” tuturnya.

    Matnuri memiliki latar belakang profesi yang beragam mulai dari prajurit TNI AD, notaris PPAT, dosen, trainer Lemhannas, hingga praktisi pendidikan. Ia menguraikan telah menempuh berbagai jenjang pendidikan dari disiplin ilmu dan kampus yang berbeda, termasuk program pendidikan yang bekerja sama dengan luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Taiwan, Hong Kong, dan Jepang. 

    “Saya suka ilmu apa saja yang belum saya tahu. Dengan ilmu yang berbeda-beda dari kampus yang berbeda membuat saya semakin dewasa dan semakin bisa memberikan motivasi kepada anak-anak,” ujarnya.

    Selain aktif di dunia profesi dan pendidikan, Matnuri juga terus berkontribusi dalam edukasi kebangsaan kepada masyarakat melalui pelatihan dan pengajaran secara daring maupun luring. Ia menuturkan dukungan keluarga menjadi kekuatan besar dalam perjalanan pendidikannya. Anak-anaknya kini juga telah menempuh pendidikan tinggi dan berkarier di instansi pemerintahan. 

    “Ilmu sangat penting untuk menyongsong masa depan dunia yang lebih maju. Saya ingin keluarga saya terus belajar dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

    Rektor Unisri, Prof. Dr. Sutoyo menyampaikan kepercayaan masyarakat terhadap Unisri terus meningkat. Hal itu terlihat dari banyaknya keluarga yang secara turun-temurun memilih kuliah di Unisri, mulai dari orang tua, anak, hingga saudara lainnya. 

    “Kepercayaan masyarakat kepada Unisri cukup bagus. Maka kami merasa senang, bangga, dan terharu karena ada satu keluarga yang memilih kuliah di Unisri,” ujarnya.

    Ia menjelaskan para lulusan tidak hanya dibekali kompetensi profesional, tetapi juga kemampuan personal, sosial, serta jiwa kewirausahaan. Pembentukan karakter, akhlak mulia, kemampuan komunikasi, dan semangat adaptasi menjadi perhatian kampus agar lulusan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. 

    “Saya berpesan para lulusan memiliki sikap mental yang kuat, motivasi tinggi, punya jiwa militansi, dan selalu berpikir positif agar mampu beradaptasi dengan lingkungan,” katanya.

    Prof. Sutoyo juga menguraikan salah satu faktor meningkatnya kepercayaan publik terhadap Unisri yakni adanya jaminan mahasiswa dapat lulus tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas pendidikan. “Kualitas tetap terjaga, tetapi mahasiswa dijamin bisa lulus empat tahun,” jelasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menuturkan keberhasilan salah satu lulusan Unisri yang memperoleh kesempatan bekerja di Jepang setelah menyelesaikan studi. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya ditentukan kemampuan bahasa, tetapi juga etos kerja dan sikap yang baik. 

    “Kalau hanya kemampuan bahasa saja tetapi attitude tidak bagus, tidak bisa. Karena kita bekerja di negeri orang,” ungkapnya. Ia menambahkan keberhasilan lulusan bekerja di luar negeri menjadi kebanggaan seluruh sivitas akademika Unisri.

    Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi Surakarta, Nuroso Bambang Wasisto Utomo menyampaikan yayasan terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan fasilitas kampus. Menurutnya, keberhasilan wisudawan menjadi bukti proses pendidikan berjalan baik di lingkungan Unisri.

    Nuroso menuturkan selama tahun 2025 kesejahteraan dosen dan karyawan mengalami peningkatan disertai efisiensi yang berjalan optimal. “Selama tahun 2025 itu kesejahteraan dari dosen dan karyawan meningkat. Kemudian di sisi lain, efisiensi sangat besar sekali,” tuturnya.

    Sebagai bentuk komitmen pengembangan fasilitas pendidikan, yayasan juga telah menyelesaikan pembangunan gedung tujuh lantai yang nantinya digunakan untuk Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. “Ini bukti nyata bahwa yayasan peduli dan selalu memberikan fasilitas,” kata Nuroso. (Sofyan)


    Baca juga: Perkuat Kerukunan Antar Umat Beragama, KUA Manyaran Gelar Sosialisasi EWS dan Dialog Lintas Agama


Top