Guru SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah, Dwi Jatmiko MPd berhasil memperoleh sertifikat kelulusan Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH).


    Guru SD Muhammadiyah 1 Solo Lulus Pelatihan Pendamping PPH, Siap Dampingi UMKM Urus Sertifikasi Halal

    Solo - majalahlarise.com - Guru SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah, Dwi Jatmiko MPd berhasil memperoleh sertifikat kelulusan Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) setelah mengikuti rangkaian pelatihan dan praktik yang diselenggarakan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur. Pelatihan berlangsung secara daring pada 15-16 Mei 2026 selama 20 jam pelajaran.

    Guru Pendidikan Agama Islam di sekolah yang berdiri sejak 1935 tersebut menjelaskan pelatihan Pendamping PPH menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH) guna memperkuat ekosistem industri halal nasional.

    Menurut Dwi Jatmiko MPd, masih banyak pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menghadapi berbagai kendala dalam memperoleh sertifikat halal. Kendala tersebut mulai dari keterbatasan pemahaman mengenai proses dan persyaratan sertifikasi halal hingga persoalan biaya serta sumber daya manusia.

    “Namun dalam pelaksanaannya, banyak pelaku usaha, khususnya UMKM, masih menghadapi berbagai tantangan untuk memperoleh sertifikat halal,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

    Ia menjelaskan kehadiran Pendamping Proses Produk Halal menjadi solusi strategis untuk membantu pelaku usaha dalam menjalani proses sertifikasi halal. Pendamping PPH memiliki peran sebagai penghubung antara pelaku usaha, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

    “Pendamping PPH merupakan individu yang telah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikat kompetensi untuk mendampingi pelaku usaha dalam proses sertifikasi halal serta menjadi penghubung antara pelaku usaha, LPH, dan BPJPH,” jelasnya.

    Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi komprehensif meliputi kebijakan dan regulasi Jaminan Produk Halal, ketentuan syariat Islam terkait produk halal, hingga aspek fikih sebagai landasan penjaminan produk halal di Indonesia.

    Selain itu, peserta juga dibekali materi mengenai proses pendampingan PPH, identifikasi bahan baku dan bahan tambahan, alur produksi sesuai standar halal, hingga verifikasi dan validasi dokumen untuk memastikan kesesuaian proses halal pada pelaku usaha.

    “Di era transformasi digital, pelatihan juga menitikberatkan pada digitalisasi dan dokumentasi PPH,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Hari Kebangkitan Nasional dan Idul Adha 2026 Punya Nilai Sama, Akademisi UNS: Rela Berkorban demi Bangsa

    Penyematan samir kepada perwakilan siswa kejar paket oleh Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dra. Hesti Dwi Saptaningtyas, MT.


    PKBM Syifa Surakarta Gelar Akhirussanah 2026, Tekankan Penguatan Karakter dan Pengembangan Potensi Lulusan

    Solo - majalahlarise.com - PKBM Syifa Surakarta yang beralamat di Jalan Jamsaren No. 44 Surakarta kembali menggelar kegiatan Akhirussanah Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan pencapaian peserta didik pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Kegiatan yang berlangsung di Pose In Hotel Solo, Sabtu (23/5/2026), berjalan khidmat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri peserta didik, orang tua, tutor, pengurus PKBM, serta tamu undangan dari Dinas Pendidikan Kota Surakarta.

    Akhirussanah tahun ini mengusung tema “Menguatkan Karakter, Mengasah Potensi, Menjadi Versi Terbaik”. Tema tersebut menjadi wujud komitmen PKBM Syifa Surakarta dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlak baik, serta kemampuan menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Suasana haru dan rasa syukur tampak mewarnai prosesi akhirussanah sebagai penutup perjalanan pendidikan peserta didik sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja.

    Kepala PKBM Syifa Surakarta, Puri Setianingtyas, SE, MM menjelaskan kegiatan akhirussanah bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan bentuk penghargaan atas proses belajar, perjuangan, dan perkembangan karakter peserta didik selama menempuh pendidikan di PKBM Syifa Surakarta. Menurutnya, setiap peserta didik memiliki perjalanan dan tantangan berbeda hingga akhirnya mampu menyelesaikan pendidikan kesetaraan dengan baik.


    “Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan penghargaan kepada seluruh peserta didik yang telah berjuang menyelesaikan pendidikan. Kami berharap seluruh lulusan mampu menjadi pribadi yang percaya diri, terus berkembang, serta mampu memberikan kontribusi positif di lingkungan masyarakat,” tuturnya.

    Puri juga menjelaskan PKBM Syifa Surakarta terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan nonformal yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada masa depan peserta didik. Pendidikan kesetaraan dinilai menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan alternatif pendidikan fleksibel tanpa mengurangi kualitas pembelajaran maupun pembentukan karakter.

    Pada Tahun Pelajaran 2025/2026, jumlah peserta didik yang dinyatakan lulus mencapai 197 orang. Rinciannya, Paket A setara SD sebanyak 123 peserta didik, Paket B setara SMP sebanyak 28 peserta didik, dan Paket C setara SMA sebanyak 46 peserta didik. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan PKBM Syifa Surakarta.


    Selain menjadi ajang apresiasi, kegiatan akhirussanah juga bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi lulusan untuk melanjutkan pendidikan maupun karier, mempererat hubungan antara peserta didik, orang tua, tutor, dan keluarga besar PKBM Syifa, serta menjadi momentum refleksi terhadap proses pembelajaran dan pencapaian peserta didik. Nilai karakter, akhlak, dan semangat belajar sepanjang hayat juga menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta yang diwakili Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dra. Hesti Dwi Saptaningtyas, MT, turut memberikan pembekalan kepada para siswa. Dalam sambutannya, Hesti menjelaskan kelulusan bukan akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal memasuki kehidupan yang sesungguhnya dengan tantangan yang lebih besar.

    “Perjuangan kalian untuk menyelesaikan pendidikan di tengah berbagai dinamika hidup adalah bukti nyata dari sebuah komitmen yang luar biasa. Kalian harus bangga karena telah mampu menyelesaikan proses pendidikan dengan baik,” ujarnya di hadapan peserta didik dan orang tua.

    Hesti juga mengingatkan pentingnya membangun karakter kuat di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan seimbang dengan kejujuran, disiplin, kerja keras, tanggung jawab, dan akhlak yang baik agar para lulusan mampu bersaing sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.


    “Tunjukkan kepada dunia bahwa lulusan PKBM Syifa Surakarta adalah lulusan yang kompeten, tangguh, dan siap berkontribusi. Teruslah belajar karena belajar adalah proses seumur hidup,” ujarnya.

    Sementara itu, perwakilan orang tua siswa, Ustadz Amir Ma'ruf menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya melihat anak-anak mampu menyelesaikan pendidikan melalui jalur pendidikan kesetaraan. Ia menilai PKBM Syifa Surakarta berhasil menghadirkan sistem pendidikan yang fleksibel dan adaptif sesuai kebutuhan peserta didik.

    “Kami sangat menghargai fleksibilitas pemahaman dan bimbingan yang diberikan oleh PKBM Syifa. Sistem pembelajaran yang adaptif di sini telah memberikan ruang bagi anak-anak kami untuk tetap bisa menuntaskan pendidikan tanpa kehilangan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri,” jelasnya.

    Dalam pesannya kepada para lulusan, Ustadz Amir meminta siswa tetap percaya diri dan tidak minder karena menempuh pendidikan melalui jalur kesetaraan. Menurutnya, pendidikan kesetaraan justru mengajarkan semangat belajar tanpa mengenal batas ruang, waktu, dan usia.

    “Jangan pernah merasa kecil hati karena menempuh jalur Paket C. Justru di tempat ini kalian belajar bahwa belajar itu tidak mengenal batas waktu, jarak maupun ruang,” katanya.

    Narasumber pembekalan, Arif Priyanto, turut memberikan motivasi kepada para lulusan mengenai pentingnya karakter dalam kehidupan. Dalam materinya bertajuk “Menguatkan Karakter, Mengasah Potensi, Menjadi Versi Terbaik”, Arif menerangkan kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kepintaran akademik, tetapi juga konsistensi dalam menjaga perilaku baik dan kemampuan memperbaiki diri ketika melakukan kesalahan.

    “Ijazah bisa robek atau hancur, tetapi karakter yang diberikan sekolah seperti disiplin akan tetap abadi. Dengan karakter itulah akan lahir generasi yang kuat dalam berpikir, kuat mentalnya, dan kuat menghadapi kehidupan,” jelasnya.

    Arif juga mengingatkan pentingnya kemampuan dasar seperti berhitung dan berpikir logis di tengah perkembangan sistem pendidikan saat ini. Ia berharap para lulusan tidak hanya mengejar kelulusan administratif, tetapi benar-benar memiliki kemampuan dan karakter yang dapat menjadi bekal menjalani kehidupan di masa depan.

    Sementara itu, Putra Solo 2 2025, Rizky Surya Saputra turut menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta didik PKBM Syifa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan mereka. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama belajar dapat memberikan manfaat serta menjadi bekal untuk menata masa depan yang lebih baik.

    “Selamat kepada para peserta didik PKBM Syifa yang telah melewati pendidikannya. Semoga ilmu yang mereka dapatkan bisa bermanfaat,” ujarnya.

    Ia juga berharap para lulusan mampu mengembangkan karier sesuai bidang dan potensi masing-masing sehingga dapat terus berkembang dan meraih kesuksesan di masa mendatang. (Sofyan)


    Baca juga: Hari Kebangkitan Nasional dan Idul Adha 2026 Punya Nilai Sama, Akademisi UNS: Rela Berkorban demi Bangsa

    Talkshow di RRI Jumat (22/5/2026). Dari kiri: Rizal Fahlevi, Prof. Bani Sujadi, Alif Al-Hilal Ahmad, Rianna Wati.


    Hari Kebangkitan Nasional dan Idul Adha 2026 Punya Nilai Sama, Akademisi UNS: Rela Berkorban demi Bangsa

    Solo - majalahlarise.com - Momentum Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Raya Kurban dinilai memiliki kesamaan nilai luhur berupa pengorbanan, persatuan, dan keikhlasan dalam mencapai tujuan bersama. Hal itu mengemuka dalam talkshow budaya bertema “Kebangkitan Nasional dan Hari Raya Kurban” yang digelar di RRI Solo, Jumat (22/5/2026). Diskusi dipandu Rizal Fahlevi dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Bani Sudardi, Alif Al-Hilal Ahmad, dan Rianna Wati.

    Dalam diskusi tersebut, para akademisi menjelaskan Kebangkitan Nasional maupun Hari Raya Kurban sama-sama mengajarkan pentingnya rela berkorban demi cita-cita besar bangsa dan nilai kemanusiaan. Prof. Dr. Bani Sudardi membuka pembahasan dengan menelusuri sejarah panjang peradaban Nusantara sejak abad ke-7.

    “Kita sudah melalui perjalanan yang panjang. Pada abad ke-7, kita sudah memiliki Kerajaan Kalingga, Sriwijaya yang menguasai maritim, Mataram Kuno dengan Candi Borobudur dan Prambanan yang keindahannya sampai sekarang tidak ada tandingannya. Itu kalau boleh saya sebut sebagai kebangkitan awal bangsa-bangsa di Nusantara,” paparnya.

    Menurutnya, semangat kebangkitan tidak lepas dari pengorbanan dan kesadaran kolektif masyarakat. Ia mengaitkan hal tersebut dengan filosofi Jawa “Jer Basuki Mawa Beya” yang berarti setiap keberhasilan memerlukan pengorbanan.

    “Untuk mencapai basuki, keselamatan, keuntungan, kemerdekaan itu diperlukan biaya. Biaya tidak selalu uang, tetapi juga kesadaran dan kemauan,” jelasnya.

    Prof. Bani juga menghubungkan filosofi tersebut dengan makna Hari Raya Kurban. Menurutnya, kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi simbol kesediaan mengorbankan sesuatu demi tujuan yang benar.

    “Kita tahunya kurban itu menyembelih binatang. Tapi sebenarnya filosofinya adalah rela mengorbankan apa pun untuk mencapai tujuan atau cita-cita yang benar. Momentum Kebangkitan Nasional adalah momentum rela berkorban,” ujarnya.

    Sementara itu, Dosen Sastra Arab FIB UNS, Alif Al-Hilal Ahmad, menjelaskan makna kurban dari sudut pandang bahasa dan tradisi Islam. Ia menyebut kata kurban berasal dari bahasa Arab “qaruba” yang berarti mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    “Kurban itu akar katanya dari bahasa Arab qaruba artinya usaha untuk mendekatkan diri. Jadi awal cerita kurban bukan dari Nabi Ibrahim dan Ismail, tapi jauh sebelumnya, dari zaman putra-putrinya Nabi Adam, yaitu Habil dan Qabil,” terang Alif.

    Ia menjelaskan Habil mempersembahkan domba terbaiknya, sedangkan Qabil justru memberikan hasil tanaman yang buruk. Pengorbanan Habil kemudian diterima oleh Allah SWT karena dilakukan dengan ketulusan.

    Alif juga mengulas kisah Nabi Ibrahim AS sebagai simbol pengorbanan tertinggi. “Nabi Ibrahim pernah berkata kepada Allah: ‘Ya Allah, jangankan disuruh menyembelih semua hewan peliharaanku, seumpama Engkau beri saya putra dan Engkau perintahkan menyembelihnya, saya korbankan sebagai bukti bahwa saya benar-benar hamba-Mu.’ Akhirnya Allah memberikan putra bernama Ismail, dan pada usia 11-12 tahun, Allah memerintahkan penyembelihan itu,” tuturnya.

    Pada kesempatan yang sama, Dosen Sastra Indonesia FIB UNS, Rianna Wati, menjelaskan bahasa dan sastra memiliki peran besar dalam perjuangan bangsa Indonesia. Menurutnya, Bahasa Indonesia menjadi alat pemersatu masyarakat dari berbagai daerah.

    “Bahasa Indonesia muncul seiring dengan berdirinya negara kita. Bahasa itulah yang kemudian mempersatukan berbagai wilayah di Indonesia. Sastra sebagai budaya yang menggunakan media bahasa menjadi alat perjuangan dan perlawanan para cendekiawan pada saat itu,” ujar Rianna.

    Ia menambahkan para sastrawan masa perjuangan menggunakan karya sastra sebagai media menyampaikan semangat pengorbanan dan nasionalisme. “Sastrawan tidak seperti tentara yang punya senjata beneran, peluru, pistol. Yang mereka gunakan adalah bahasa. Dan bahasa itulah yang menjadi media sastra puisi, cerpen, cerita rakyat yang menggambarkan betapa para sastrawan memasukkan nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan,” jelasnya.


    Penulis: Mutia Hesti Istiqomah

    Dokumentasi: Rezty Putri Ariana Gunarso

    Editor: Sofyan


    Baca juga: Kuliah Lapangan Filologi, Mahasiswa Pelajari Konservasi dan Preservasi Arsip di Monumen Pers Nasional

    Koleksi Mesin Ketik di Monumen Pers Nasional. (Dokumentasi oleh Tiara Putri Maharani)


    Kuliah Lapangan Filologi, Mahasiswa Pelajari Konservasi dan Preservasi Arsip di Monumen Pers Nasional

    Surakarta – majalahlarise.com - Teori tanpa praktik ibarat peta tanpa perjalanan. Mahasiswa Filologi dari Program Studi Sastra Indonesia angkatan tahun 2023, Universitas Sebelas Maret, melakukan kuliah lapangan di Monumen Pers Nasional (Monpres) pada Rabu (20/5/2026).

    Meskipun objek studi Filologi berupa naskah kuno, momentum ini menjadi kesempatan mahasiswa untuk melihat langsung proses konservasi dan preservasi arsip koran lama hingga majalah lama yang dilakukan Monumen Pers Nasional. Ruangan untuk melakukan proses tersebut berada di lantai 3 Monumen Pers Nasional yang terletak di Jalan Gajahmada No.59, Surakarta, Jawa Tengah.

    “Secara teknis, perlakuan konservasi koran dan majalah di sini sama dengan konservasi naskah kuno.” Ujar Asep Yudha Wirajaya, dosen Filologi yang turut mendampingi para mahasiswa. 

    Proses Konservasi Arsip

    Konservasi arsip yang dilakukan Monumen Pers Nasional di antaranya: mending, enkapsulasi, dan pembekuan.

    Pembekuan dilakukan untuk mematikan serangga yang dapat merusak bahan kertas. Sebelum dibekukan, koran lama dimasukkan ke dalam plastik dan dilakukan proses vakum untuk membuang udara pada plastik tersebut. Proses pembekuan berlangsung selama 2 minggu di freezer bersuhu -18°C.

    Selain itu mahasiswa diperlihatkan langsung proses mending, yakni cara memperbaiki bentuk fisik arsip yang rapuh, robek, atau berlubang. Dalam proses ini memerlukan bahan utama berupa tisu jepang dan lem CMC yang dilarutkan dengan air akuades. Setelah proses mending, koran lama dikeringkan dengan cara dianginkan di ruangan tertutup.

    Selanjutnya dilakukan proses enkapsulasi, yakni melapisi kedua sisi koran dengan plastik mylar, sejenis plastik transparan yang bebas dari zat asam. Plastik mylar direkatkan dengan double sided tape khusus yang juga bebas dari zat asam. Perlu ketelitian dan presisi yang tinggi pada proses ini agar hasilnya rapi dan tidak kusut.

    Preservasi Arsip

    Upaya untuk melindungi arsip-arsip pers lama terus dilakukan oleh Monumen Pers Nasional, salah satunya dengan proses digitalisasi. Terdapat 4 meja yang dilengkapi dengan kamera, komputer, alas, pengukur, dan color checker dalam ruang digitalisasi untuk memotret arsip-arsip.

    “Dalam sehari, kami di sini memiliki target untuk mendigitalisasikan sebanyak 500 halaman koran. Prioritasnya koleksi koran yang dari segi fisik sudah rapuh.” Ucap Surya, petugas pemandu dari Monpres yang menemani para mahasiswa.

    Koran-koran lama yang telah dialihmediakan dapat diakses oleh pengunjung di komputer ruang koleksi dan laman resmi Monpres di https://mpn.komdigi.go.id/ secara gratis.

    Selain mempelajari perihal preservasi dan konservasi arsip, para mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk menonton sejarah pers dan pendirian Monpres di Ruang Audio Visual, melihat koleksi-koleksi, dan mengunjungi perpustakaan yang terletak di lantai 2.

    Kegiatan kuliah lapangan ke Monumen Pers Nasional ini menjadi media belajar yang bermakna karena memadukan teori dan pangalaman lapangan. Para mahasiswa tidak hanya memaham teknik konservasi dan preservasi arsip secara konseptual yang didapatkannya di dalam kelas, tetapi juga menyaksikan langsung bagaimana ilmu tersebut diterapkan untuk melestarikan arsip-arsip lama. 


    Penulis: Lutfia Hardiantari

    Dokumentasi: Rezty Putri Ariana Gunarso dan Tiara Putri Maharani


    Baca juga: Prodi Ilmu Administrasi Negara UNISRI Terakreditasi Unggul Jadi Rujukan Benchmarking STIA AAN Yogyakarta





    Prodi Ilmu Administrasi Negara UNISRI Terakreditasi Unggul Jadi Rujukan Benchmarking STIA AAN Yogyakarta

    Solo - majalahlarise.com - Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta yang telah meraih akreditasi Unggul menjadi rujukan benchmarking bagi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi AAN (STIA AAN) Yogyakarta. Kegiatan benchmarking berlangsung di Kampus UNISRI Surakarta, Kamis (22/5/2026), sebagai upaya memperkuat mutu pendidikan tinggi dan tata kelola program studi.

    Rombongan STIA AAN Yogyakarta dipimpin langsung Ketua STIA AAN Yogyakarta, Happy Susanto, S.Sos., M.A., M.P.A. Kedatangan rombongan disambut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama UNISRI, Dr. Joko Pramono, M.Pd., bersama jajaran Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Program Studi Ilmu Administrasi Negara, UPT Kerjasama, UPT Humas, dosen, serta tenaga kependidikan.

    Dalam sambutannya, Dr. Joko Pramono menjelaskan UNISRI selalu terbuka untuk berbagi pengalaman dan belajar bersama dengan perguruan tinggi lain. “Kita selalu berusaha berbenah dan meningkatkan mutu. Mari kita belajar bersama. Benchmarking ini menjadi kesempatan untuk saling menguatkan antar institusi,” ujarnya.

    Ketua STIA AAN Yogyakarta, Happy Susanto, menyampaikan harapannya agar kunjungan benchmarking tersebut menjadi langkah awal kolaborasi yang berkelanjutan antara kedua institusi. “Kami berharap bisa bekerjasama dan berkolaborasi dalam bidang pendidikan. UNISRI bisa diajak berdiskusi antar institusi maupun antar program studi untuk saling meningkatkan mutu perguruan tinggi,” tutur Happy.

    Pada sesi diskusi, kedua pihak membahas berbagai aspek pengelolaan perguruan tinggi, mulai dari kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), penjaminan mutu internal, strategi publikasi ilmiah, implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), hingga tata kelola tridharma perguruan tinggi. Prodi Ilmu Administrasi Negara UNISRI juga membagikan pengalaman dan strategi dalam meraih akreditasi Unggul dari LAMSPAK sebagai indikator keberhasilan tata kelola akademik.

    Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Slamet Riyadi dengan STIA AAN Yogyakarta sebagai komitmen awal kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan benchmarking ini diharapkan mampu memperkuat jejaring antar perguruan tinggi sekaligus menjadi langkah konkret dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang Ilmu Administrasi Negara. (Sofyan)


    Baca juga: Puluhan Siswa SMK Veteran 1 Sukoharjo Terima Beasiswa YPPP Veteran untuk Prestasi dan Siswa Kurang Mampu

    Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo, Malkan Maliya menyerahkan beasiswa kepada siswa.


    Puluhan Siswa SMK Veteran 1 Sukoharjo Terima Beasiswa YPPP Veteran untuk Prestasi dan Siswa Kurang Mampu

    Sukoharjo - majalahlarise.com - SMK Veteran 1 Sukoharjo Pusat Keunggulan menyalurkan beasiswa YPPP Veteran Sukoharjo kepada puluhan siswa berprestasi dan siswa kurang mampu, Kamis (21/5/2026). Program tersebut menjadi bentuk dukungan sekolah terhadap keberlangsungan pendidikan sekaligus upaya meningkatkan motivasi belajar siswa di lingkungan sekolah.

    Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo, Malkan Maliya, menjelaskan terdapat 38 siswa penerima bantuan beasiswa yang berasal dari berbagai semester dan terakumulasi dalam satu tahun ajaran. Menurutnya, program itu difokuskan bagi siswa berprestasi serta siswa dari keluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.

    “Kita memang membebaskan biaya bulanan dari anak-anak yang memiliki prestasi akademik yang baik dan ada indikasi kemampuan orang tua secara ekonomi kurang,” tuturnya.

    Ia menjelaskan penerima beasiswa dipilih berdasarkan dua kriteria utama, yakni memiliki prestasi akademik yang baik dan berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas. Sekolah menilai bantuan finansial diperlukan agar siswa tetap dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal tanpa khawatir terhadap biaya pendidikan.

    Dalam pelaksanaannya, bantuan paling banyak diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu. Besaran bantuan yang diterima bervariasi mulai Rp600 ribu hingga Rp700 ribu. Sekolah juga mengundang orang tua dan siswa penerima bantuan dalam prosesi penyerahan beasiswa sebagai bentuk penguatan komunikasi sekaligus memberikan motivasi kepada siswa agar tetap semangat belajar.

    “Harapannya tentu akan menambah semangat anak tersebut untuk mempertahankan atau meningkatkan prestasi yang selama ini sudah dicapai,” ujarnya.

    Selain sebagai bantuan pendidikan, program beasiswa tersebut juga menjadi bentuk penghargaan atas capaian akademik siswa. Sekolah berharap penghargaan itu mampu memacu siswa lain untuk lebih giat belajar dan meningkatkan prestasi di sekolah.

    Malkan Maliya menambahkan pemberian beasiswa juga diikat dengan komitmen kedisiplinan dan semangat belajar dari para penerima bantuan. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan siswa tetap rajin mengikuti pembelajaran dan mampu mempertahankan motivasi belajarnya.

    “Kita ikat dengan sebuah komitmen bahwa dia harus bisa mempertahankan semangat belajarnya di sekolah kita ini, artinya harus menunjukkan kedisiplinannya ataupun semangat belajarnya dengan rajin masuk dan sebagainya,” ungkapnya.

    Ia menambahkan apabila siswa mampu menjaga prestasi dan semangat belajar, peluang memperoleh bantuan lanjutan akan tetap terbuka. Sebaliknya, jika semangat belajar menurun, bantuan tahap berikutnya dapat dihentikan.

    Selain program beasiswa dari yayasan, sekolah juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan dalam bentuk bantuan potongan biaya pendidikan bagi siswa yang berpotensi bekerja setelah lulus. Tak hanya itu, sekolah memiliki program ZIS yang berasal dari sumbangan sukarela guru dan karyawan setiap bulan untuk membantu siswa kurang mampu.

    “Tujuannya untuk membantu anak-anak yang kurang mampu tadi, jadi ada juga bantuan ZIS dari sekolah kepada para anak-anak kita,” ungkapnya.

    Pihak sekolah berharap kuota penerima beasiswa ke depan dapat terus bertambah mengingat masih banyak siswa yang membutuhkan bantuan pendidikan dari sisi ekonomi. Komitmen tersebut dinilai penting agar seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik. (Sofyan)


    Baca juga: Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Solo Diisi Aksi Bersih Lingkungan di Benteng Vastenburg

    Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani turun langsung memangkas rumput liar. 


    Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Solo Diisi Aksi Bersih Lingkungan di Benteng Vastenburg

    Solo - majalahlarise.com - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Kota Surakarta diisi dengan aksi nyata menjaga lingkungan melalui kerja bakti dan bersih-bersih kawasan Benteng Vastenburg, Jumat (22/5/2026). Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Surakarta tersebut melibatkan berbagai stakeholder, komunitas lingkungan, relawan, organisasi masyarakat, hingga jajaran pemerintah daerah.

    Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani turun langsung memimpin kegiatan tersebut. Bersama para peserta, ia membersihkan area sekitar benteng dengan memungut sampah, menyapu pedestrian, memangkas rumput liar, hingga mengangkut sampah di sejumlah titik kawasan publik.

    Aksi bersih lingkungan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional sekaligus HUT Pemerintah Kota Surakarta. Pemkot Solo ingin momentum tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

    Selain dikenal sebagai bangunan bersejarah, Benteng Vastenburg juga menjadi salah satu ruang publik yang kerap digunakan untuk kegiatan budaya, sosial, hingga wisata masyarakat. Karena itu, kebersihan dan kenyamanan kawasan dinilai perlu terus dijaga bersama.

    Astrid Widayani menjelaskan semangat kebangkitan nasional harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan budaya gotong royong di tengah masyarakat.

    “Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga simbol kebersamaan. Pemerintah, stakeholder, komunitas, dan relawan hadir bersama menjaga Kota Surakarta agar tetap bersih, indah, dan nyaman,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kebersihan kota tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.

    “Kami ingin semangat menjaga lingkungan ini terus tumbuh. Kota yang bersih dan nyaman hanya bisa terwujud kalau ada kepedulian dan partisipasi bersama,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta Herwin Tri Nugroho Adi menyebut kawasan Benteng Vastenburg memiliki posisi strategis karena berada di pusat kota sekaligus menjadi salah satu ikon Kota Solo.

    Menurutnya, menjaga kebersihan kawasan tersebut penting untuk mempertahankan citra Solo sebagai kota budaya yang bersih, tertata, dan ramah lingkungan.

    “Kawasan Benteng Vastenburg berada di pusat kota dan menjadi salah satu ikon Kota Surakarta. Karena itu kebersihan dan keasriannya harus dijaga bersama agar tetap nyaman dan bebas sampah,” katanya.

    Herwin juga mengapresiasi keterlibatan relawan dan berbagai stakeholder dalam aksi bersih lingkungan tersebut. Ia berharap semangat gotong royong seperti itu terus tumbuh sebagai gerakan bersama menjaga lingkungan perkotaan yang sehat dan berkelanjutan.

    Suasana kerja bakti berlangsung penuh kebersamaan. Para peserta tampak bahu-membahu membersihkan area sekitar benteng sambil mempererat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat. (Is/ Sofyan)


    Baca juga: Hari Kebangkitan Nasional 2026, Wakil Wali Kota Surakarta Ajak Warga Perkuat Persatuan Bangsa


Top