Reuni 40 Tahun Alumni 1986 SMAN 1 Sragen Pererat Silaturahmi, Usung Semangat Alumni untuk Sekolah dan Masyarakat

    Karanganyar - majalahlarise.com – Alumni angkatan 1986 SMAN 1 Sragen menggelar Reuni 40 Tahun bertajuk "Friendship Gathering Alumni'86 SMAN 1 Sragen" di Hazuma Homestay, Ngargoyoso, Karanganyar, pada 27–28 Juni 2026. Mengusung tema "A Journey of 40 Years, Friends Then, Family Now", kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kepedulian antarsesama alumni, sekolah, dan masyarakat.

    Sekitar 100 alumni hadir dalam reuni tersebut. Sejumlah guru yang pernah mengajar angkatan 1986 turut diundang untuk memberikan sambutan dan nasihat. Salah satunya guru Kimia, Ibu Titik Haryati, yang mengapresiasi kekompakan para alumni setelah empat dekade lulus dari bangku sekolah.

    "Luar biasa, Alumni '86 masih bisa eksis menjalin tali silaturahmi. Semoga reuni ini ada manfaatnya, ada keberlanjutannya, tidak hanya sekadar bertemu, terus jalin kerukunan dan kebersamaan," ujar Titik Haryati.


    Ketua Panitia, Agus Supriyadi, menjelaskan reuni tidak sekadar menjadi ajang melepas rindu, tetapi juga menjadi wadah memperkuat kontribusi alumni bagi berbagai pihak. Menurutnya, Alumni 1986 memiliki komitmen menjaga kebersamaan melalui tiga pilar yang menjadi arah gerakan alumni.

    "Diharapkan Alumni '86 mempunyai kepedulian dan semangat untuk tetap saling menjaga silaturahmi. Kami memiliki tiga pilar, yaitu Alumni untuk Alumni, Alumni untuk Sekolah (SMAN 1 Sragen), dan Alumni untuk Masyarakat atau kegiatan sosial," jelasnya.

    Ia menambahkan, peserta reuni tidak hanya berasal dari wilayah sekitar Sragen, tetapi juga datang dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, peserta terjauh hadir dari Papua dan Lampung, menunjukkan kuatnya ikatan persaudaraan yang tetap terjalin meski telah berpisah selama 40 tahun.

    Rangkaian kegiatan reuni diawali dengan Jeep Adventure yang diikuti sekitar 20 kendaraan jeep. Selanjutnya peserta mengikuti tausiyah kesehatan yang disampaikan dr. H. Agus Ali Fauzi, PGD.Pall.Med (ECU) atau yang dikenal sebagai dr Agus Paliatif dari Surabaya dengan tema "Menua dengan Sehat, Berkarya dengan Manfaat, Berpulang dengan Kehormatan". Kehadiran narasumber difasilitasi oleh alumni, Ir. Jumadi, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, serta dr Hargiyanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen.

    Pada malam hari, suasana reuni semakin semarak dengan hiburan, bernyanyi bersama, dan pembagian doorprize. Keesokan paginya kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama, outbound, serta berbagai fun game sebelum seluruh rangkaian acara ditutup pada siang hari.

    Dengan semangat persaudaraan yang terus terjaga, reuni 40 tahun Alumni 1986 SMAN 1 Sragen diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang semakin kuat untuk saling mendukung sesama alumni, memberikan kontribusi bagi almamater, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas. (Sofyan)


    Baca juga: Rektor Univet Bantara Lantik Ketua Prodi MPBI dan Kepala Pusat Jurnal LPPM Periode 2026–2031



    Pria Tewas Tertemper KRL di Klaten, di Lokasi Ditemukan Tas

    Klaten – majalahlarise.com - Seorang pria ditemukan meninggal dunia setelah diduga tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) rute Yogyakarta–Solo di jalur rel kereta api wilayah Tonggalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (1/7/2026).

    Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya topi, tas berisi dompet, kartu tanda penduduk (KTP), serta pakaian. 

    Berdasarkan identitas yang ditemukan, korban diketahui bernama Agus Riyanto (52), warga Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Kapolsek Klaten Tengah, Iptu Alif Akbar, mengatakan pihaknya menerima laporan dari petugas keamanan stasiun setelah mendapat informasi dari masinis KRL. Masinis mengaku sempat melihat seseorang menyeberang di jalur rel sebelum akhirnya tertemper kereta.

    Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka parah pada bagian kepala dan kaki. Saat pertama kali ditemukan, korban telah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

    Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

    "Dugaan masih kita dalami dan kita sudah menghubungi pihak keluarga korban," ujarnya.

    Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas maupun menyeberang sembarangan di jalur rel kereta api. Masyarakat diminta menggunakan perlintasan resmi demi menghindari insiden serupa. (Eprilia Indra)


    Baca juga: Fakultas Hukum Unisri Hadirkan Penguji dari Madagaskar, Teaching Practitioner Perkuat Kerja Sama Internasional



    Fakultas Hukum Unisri Hadirkan Penguji dari Madagaskar, Teaching Practitioner Perkuat Kerja Sama Internasional

    Solo - majalahlarise.com – Fakultas Hukum Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar kegiatan Teaching Practitioner bertema “Research Excellence in Changing World” di Gedung H Lantai 5 Kampus Unisri, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan internasionalisasi kampus dengan menghadirkan penguji skripsi Program Sarjana (S1) dan proposal tesis Program Magister (S2) dari Adjunct Faculty University of Antananarivo, Madagaskar, Rakotoarisoa M. Fenitra, M.M., Ph.D., sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA).

    Rektor Unisri, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd., membuka kegiatan tersebut sekaligus memberikan apresiasi atas langkah Fakultas Hukum yang menghadirkan kolaborasi internasional secara nyata dalam proses akademik. Menurutnya, kegiatan ini merupakan implementasi konkret kerja sama antara Unisri dan perguruan tinggi di Madagaskar yang diharapkan terus berkembang pada masa mendatang.

    "Ini implementasi nyata kerja sama UNISRI dengan Madagaskar. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di sini, tetapi berkelanjutan setiap tahun sebagai bentuk kontribusi UNISRI di kancah global, terutama di bidang riset," jelasnya.


    Dekan Fakultas Hukum Unisri, Dr. Dora Kusumastuti, S.H., M.H., menjelaskan rangkaian kegiatan telah dimulai sejak pagi dengan pelaksanaan ujian skripsi mahasiswa S1 dan ujian proposal tesis mahasiswa S2 yang langsung diuji oleh Rakotoarisoa M. Fenitra, M.M., Ph.D. Kehadiran akademisi dari Madagaskar tersebut menjadi pengalaman baru bagi mahasiswa sekaligus langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

    "Ini pertama kalinya fakultas kami menghadirkan penguji dari luar negeri. Tidak hanya kerja sama tertulis, tetapi benar-benar diwujudkan dalam ruang ujian. Ini menjadi catatan penting bagi mahasiswa karena mereka mengikuti kuliah dan ujian langsung dari dosen Madagaskar. Semoga lulusan kami semakin berkualitas dan mampu berkompetisi di era global," jelasnya.

    Selain menghadirkan sesi Teaching Practitioner, kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU dan MoA antara Universitas Slamet Riyadi Surakarta dan Adjunct Faculty University of Antananarivo, Madagaskar. Kesepakatan tersebut membuka peluang pengembangan riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta publikasi ilmiah internasional yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi.

    Melalui kegiatan ini, Fakultas Hukum Unisri menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan riset, serta wawasan global. Kolaborasi internasional yang diwujudkan melalui pengajaran, pengujian mahasiswa, hingga penguatan jejaring akademik menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing lulusan di tingkat internasional. (Sofyan)


    Baca juga: Rektor Univet Bantara Lantik Ketua Prodi MPBI dan Kepala Pusat Jurnal LPPM Periode 2026–2031

    Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum saat melantik Dr. Wahyu Dini Septiari, S.Pd., M.Pd. sebagai Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana dan Dr. Catur Suci Purwati, S.Pt., M.Sc. sebagai Kepala Pusat Pengelolaan Jurnal dan Luaran Penelitian LPPM. 


    Rektor Univet Bantara Lantik Ketua Prodi MPBI dan Kepala Pusat Jurnal LPPM Periode 2026–2031

    Sukoharjo - majalahlarise.com – Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) menggelar Pengambilan Sumpah Janji Jabatan dan Pelantikan Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI) Program Pascasarjana serta Kepala Pusat Pengelolaan Jurnal dan Luaran Penelitian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) periode 2026–2031 di Meeting Room Bantara, Gedung A Lantai 1. Prosesi pelantikan dipimpin Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum., disaksikan sivitas akademika dan jajaran yayasan sebagai bagian dari penguatan tata kelola akademik, penelitian, serta pengembangan institusi.

    Pejabat yang dilantik yakni Dr. Wahyu Dini Septiari, S.Pd., M.Pd. sebagai Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana dan Dr. Catur Suci Purwati, S.Pt., M.Sc. sebagai Kepala Pusat Pengelolaan Jurnal dan Luaran Penelitian LPPM. Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Rektor Univet Bantara dan arahan Ketua Pembina YPPP Veteran, Drs. Bambang Margono, M.M.

    Dalam sambutannya, Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum., menyampaikan selamat kepada kedua pejabat yang baru dilantik. Menurutnya, prosesi pelantikan yang disaksikan banyak pihak merupakan bentuk penghormatan sekaligus amanah untuk menunjukkan dedikasi dan kinerja terbaik bagi kemajuan universitas.

    "Penghormatan seperti ini harus sepadan dengan kinerja yang akan ditampilkan oleh kedua pejabat yang kita lantik hari ini," ujarnya.


    Prof. Farida menjelaskan penguatan tata kelola jurnal ilmiah menjadi salah satu strategi penting dalam mempercepat terwujudnya Univet sebagai perguruan tinggi unggul. Saat ini Univet memiliki 38 jurnal ilmiah, namun baru tiga jurnal yang memiliki kualitas terbaik. Karena itu, pengelolaan jurnal perlu terus ditingkatkan agar mampu mendukung kebutuhan akreditasi dosen maupun institusi.

    "Kita harus bekerja keras agar jurnal kita meningkat dari Sinta 3 menuju Sinta 2, kemudian Sinta 1, bahkan menjadi jurnal yang bereputasi," jelasnya.

    Selain pengembangan jurnal, Univet juga memperoleh dukungan sistem informasi terintegrasi dari yayasan untuk mempermudah pengelolaan data akreditasi. Rektor meminta seluruh sivitas akademika memanfaatkan fasilitas tersebut dengan mengisi data secara lengkap dan akurat agar proses penilaian akreditasi berjalan lebih efektif.


    "Sekarang waktunya bekerja keras. Kesempatan ini sudah ada di depan mata dan jangan sampai terlewat karena regulasi akan terus bergerak semakin ketat," katanya.

    Kepada Ketua Program Studi MPBI yang baru, Prof. Farida berpesan agar menjaga kualitas pengelolaan program studi, meningkatkan ketelitian administrasi, serta memperkuat komunikasi dengan alumni. Menurutnya, alumni merupakan kekuatan besar dalam mendukung kemajuan program studi dan pengembangan institusi.

    "Tradisi yang sudah baik harus terus disemarakkan. Komunikasi dengan alumni perlu diperkuat karena tangan panjang kita ada di sana," ungkapnya.

    Menutup sambutannya, Prof. Farida mengajak seluruh pejabat dan sivitas akademika bekerja melampaui target yang telah ditetapkan demi mewujudkan Univet sebagai perguruan tinggi unggul dengan pengembangan program magister hingga doktor.

    "Kalau kita ingin unggul, jangan bekerja hanya sesuai standar. Berpikirlah apa yang bisa disumbangkan untuk perguruan tinggi ini melebihi kewajiban, karena amanah jabatan adalah kesempatan untuk berbuat lebih baik dan menjadi amal jariah," tutupnya.

    Sementara itu, Ketua Pembina YPPP Veteran, Drs. Bambang Margono, M.M., memberikan motivasi kepada para pejabat yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan semangat kebersamaan. Ia menjelaskan tantangan pengelolaan program studi semakin besar, terutama dalam meningkatkan jumlah mahasiswa, menjaga mutu layanan akademik, serta memperkuat pengelolaan jurnal melalui sistem digital untuk mendukung akreditasi.

    "Kalau kita ingin memajukan perguruan tinggi, yang dibutuhkan adalah kekompakan dan kebersamaan. Jangan saling curiga, tetapi saling menerima kekurangan dan kelebihan untuk menuju kemajuan bersama," jelasnya.

    Bambang Margono juga mengajak seluruh pejabat dan sivitas akademika mengabdikan diri sepenuhnya kepada institusi dengan bekerja sepenuh hati, menjaga komunikasi yang baik, serta optimistis menghadapi setiap tantangan. Menurutnya, setiap bentuk pengabdian yang dilakukan dengan ikhlas akan memberikan manfaat besar bagi kemajuan perguruan tinggi.

    "Kalau sudah dipercaya mengemban amanah, bekerjalah dengan sepenuh hati. Saya percaya tidak ada yang tidak bisa. Saya bisa, Anda juga harus bisa. Teruslah memberi semangat dan bekerja dengan sebaik-baiknya, karena rezeki dan hasil terbaik datang dari Allah SWT," pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: PCM Solo Utara Gelar Munadhoroh KMM Berkemajuan, Perkuat Peran Mubaligh Menggerakkan dan Menggembirakan Jamaah

    Rapat Kerja (Raker) Tahun Ajaran 2026/2027, Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMu) Manafi'ul Ulum Sambi.


    PonpesMu Manafi'ul Ulum Sambi Gelar Capacity Building Jelang Raker 2026/2027, Perkuat Semangat Dakwah Pendidikan

    Boyolali – majalahlarise.com – Menjelang pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Tahun Ajaran 2026/2027, Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMu) Manafi'ul Ulum Sambi menggelar kegiatan Capacity Building bagi seluruh ustaz dan ustazah SMP dan SMA, Senin (29/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono ini menjadi penguatan semangat dakwah pendidikan sekaligus penyamaan visi seluruh tenaga pendidik dalam menyongsong tahun ajaran baru.

    Kegiatan dihadiri Mudir PonpesMu Manafi'ul Ulum Sambi Ust. Pujiono, Kepala SMP Ust. Ahmad Yasin, Kepala SMA Ustadzah Ari Rosmawati, Mudir Ponpes Ust. Suradi, serta seluruh guru SMP dan SMA PonpesMu Manafi'ul Ulum Sambi. Suasana berlangsung penuh semangat, antusias, dan kekeluargaan.

    Mudir PonpesMu Manafi'ul Ulum Sambi Ust. Pujiono menjelaskan Capacity Building menjadi bagian dari persiapan sebelum pelaksanaan Raker agar seluruh tenaga pendidik memiliki semangat, motivasi, dan visi yang sama dalam mengemban amanah pendidikan Islam.

    "Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai bekal ruhiyah dan motivasi bagi seluruh ustaz dan ustazah agar memasuki Raker dengan semangat baru, pikiran yang jernih, dan tekad yang kuat untuk memajukan PonpesMu Manafi'ul Ulum Sambi," ujarnya.

    Pada sesi utama, Ust. Amir, M.Pd. menyampaikan materi bertajuk "Menghidupkan Sekolah Islam Sama dengan Menghidupkan Risalah Nabi." Ia menjelaskan mendidik di sekolah Islam bukan sekadar menjalankan profesi, tetapi menjadi bagian dari perjuangan melanjutkan misi para nabi dalam menyebarkan ilmu, menanamkan akhlak, dan membentuk generasi beriman, berilmu, serta berkarakter.

    "Ketika kita berjuang menghidupkan sekolah Islam, sesungguhnya kita sedang menghidupkan risalah kenabian. Setiap ruang kelas adalah ladang dakwah, setiap proses pembelajaran adalah bagian dari perjuangan membangun peradaban," jelas Ust. Amir.

    Dalam pemaparannya, Ust. Amir juga mengingatkan pentingnya membangun sekolah melalui soliditas tim. Menurutnya, seluruh unsur sekolah harus memiliki visi dan frekuensi yang sama agar arah pengembangan lembaga berjalan selaras.

    "Jangan sampai kepala sekolah ke utara sementara guru ke selatan. Guru harus satu frekuensi. Yang belum sejalan perlu dibina agar seluruh tim bergerak dalam tujuan yang sama," katanya.

    Ia juga menjelaskan penguatan nilai-nilai diniyah bagi guru menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter peserta didik. Guru dituntut menjadi teladan dalam kejujuran, kedisiplinan, serta pelaksanaan ibadah.

    "Guru harus jujur dan disiplin. Bagaimana membentuk karakter anak yang disiplin jika gurunya sendiri tidak disiplin. Bagaimana mengajak siswa salat Subuh berjamaah jika gurunya enggan melaksanakannya. Guru adalah figur teladan sebagaimana orang tua di rumah," ungkapnya.

    Selain itu, Ust. Amir mendorong para guru menjadi pendidik yang fokus mengembangkan sekolah. Menurutnya, komitmen sebagai guru penuh waktu akan memberikan ruang lebih luas untuk melahirkan berbagai program yang mendorong kemajuan sekolah maupun pondok pesantren.

    "Guru hendaknya fokus menjadi full timer sehingga waktu yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk merancang dan menjalankan program-program kemajuan sekolah dan pondok pesantren," tuturnya.

    Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi refleksi, diskusi, dan motivasi yang membangkitkan optimisme para peserta. Seluruh guru mengikuti setiap materi dengan antusias sebagai bekal menghadapi tahun ajaran baru sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun pendidikan Islam yang unggul dan berkemajuan.

    Melalui Capacity Building tersebut, PonpesMu Manafi'ul Ulum Sambi berharap seluruh keluarga besar lembaga memiliki energi baru, visi yang selaras, serta komitmen yang semakin kuat untuk melahirkan generasi penerus dakwah yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menjadi pemimpin masa depan. (Sofyan)


    Baca juga: PCM Solo Utara Gelar Munadhoroh KMM Berkemajuan, Perkuat Peran Mubaligh Menggerakkan dan Menggembirakan Jamaah

    Munadhoroh Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM).


    PCM Solo Utara Gelar Munadhoroh KMM Berkemajuan, Perkuat Peran Mubaligh Menggerakkan dan Menggembirakan Jamaah

    Solo - majalahlarise.com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara menggelar Munadhoroh Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) di SMP Muhammadiyah 2 Solo, Senin malam (29/6/2026). Kegiatan bertema "Peran KMM dalam Menggerakkan, Menggairahkan, dan Menggembirakan Jamaah" ini menjadi forum penguatan peran mubaligh Muhammadiyah dalam menghadapi dinamika dakwah di tengah masyarakat.

    Munadhoroh menghadirkan Ustaz Kyai Haji Muhammad Furqon Hasbi, Lc., M.Ag. sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menjelaskan dai merupakan garda terdepan gerakan dakwah Muhammadiyah yang memiliki tanggung jawab menyebarluaskan ajaran Islam Berkemajuan (Islam Wasathiyyah), membina umat, sekaligus menjadi pelopor gerakan amar ma'ruf nahi munkar hingga tingkat akar rumput.

    "Peran utamanya sebagai agen pembaruan (tajdid) yang memurnikan akidah dari praktik tahayul, bid'ah, dan khurafat, sekaligus membuka ruang ijtihad untuk merespons tantangan zaman modern," ujar Ustaz Kyai Haji Muhammad Furqon Hasbi.

    Ia menjelaskan, mubaligh Muhammadiyah juga berperan sebagai ujung tombak dakwah komunitas dengan terjun langsung membaur bersama masyarakat. Kehadiran mubaligh diharapkan mampu memberikan pembinaan keagamaan tanpa mengisolasi diri dari lingkungan sosial yang majemuk, sekaligus menjadi pencerah dan pemberi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi umat.

    "Tidak hanya menyampaikan pesan ritual, tetapi juga memberikan edukasi dan solusi atas problem sosial kemasyarakatan, ekonomi, dan moral yang dihadapi jamaah," jelasnya.

    Selain itu, Furqon menguraikan tugas pokok dai dalam mengembangkan metode dakwah melalui ceramah lisan (bil kalam), tulisan atau publikasi (bil qalam), hingga aksi nyata pemberdayaan masyarakat (bil hal). Materi dakwah juga perlu disusun secara kontekstual, mencerahkan, serta berpedoman pada Al-Qur'an dan As-Sunnah agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

    Menurutnya, KMM juga memiliki tanggung jawab menyelenggarakan pembinaan umat melalui kajian, seminar masalah keagamaan (masail diniyyah), serta menjadi tempat konsultasi umat terkait persoalan ibadah maupun kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, peningkatan kapasitas mubaligh juga perlu dilakukan secara berkala agar kompetensi, pemahaman keislaman, dan kesejahteraan para mubaligh terus berkembang sehingga dakwah tetap relevan dengan perkembangan zaman.

    "Pembinaan umat dan konsultasi agama menjadi bagian penting dakwah KMM. Secara berkala juga perlu disusun rencana operasional untuk meningkatkan kompetensi, pemahaman keislaman, dan kesejahteraan anggota mubaligh agar dakwah tetap relevan," paparnya.

    Pada kesempatan itu, Furqon kembali menjelaskan secara rinci peran strategis KMM dalam menggerakkan jamaah melalui aksi sosial, seperti bakti sosial, pendidikan, serta pelayanan kesehatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dakwah juga perlu dikemas secara menggembirakan dengan menghadirkan pesan-pesan agama yang mencerahkan, ramah, dan mampu memberikan solusi terhadap persoalan kehidupan sehari-hari.

    "Membudayakan komunikasi interaktif melalui diskusi, pendekatan personal, dan pembinaan partisipatif akan membuat jamaah merasa dilibatkan dan nyaman dalam proses belajar agama," pungkasnya.(Sofyan)


    Baca juga: Grup Riset Linguistik Indonesia FIB UNS Gelar Pelatihan Berorganisasi dan Komunikasi Dakwah bagi Remaja Masjid Al Furqon Karanganyar

    Narasumber Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum saat menyampaikan materi Peninjauan dan Pengembangan Visi, Misi, dan Tujuan (VMT) serta Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE).


    PBSD FKIP Univet Bantara Tinjau VMT dan Kembangkan Kurikulum OBE, Prof Muhammad Rohmadi Dorong Penguatan Digital Humaniora

    Sukoharjo - majalahlarise.com - Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar kegiatan Peninjauan dan Pengembangan Visi, Misi, dan Tujuan (VMT) serta Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) di Margangsa Hotel Surakarta, Senin (29/6/2026). Kegiatan bertema "Mewujudkan Kurikulum yang Relevan, Inovatif, dan Berorientasi pada Capaian Pembelajaran Lulusan" ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

    Kegiatan dihadiri Dekan FKIP Univet Dr. Pranichayudha Rohsulina, M.Pd beserta jajaran pimpinan fakultas, Ketua Program Studi PBSD Tri Widiatmi, S.Pd., M.Pd, dosen PBSD, mahasiswa, alumni, mitra, pengguna lulusan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Acara dipandu oleh R. Adi Deswijaya, S.S., M.Hum dan menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta kebijakan pendidikan tinggi terkini.

    Kaprodi PBSD FKIP Univet Tri Widiatmi, S.Pd., M.Pd menjelaskan peninjauan dan pengembangan kurikulum dilakukan sebagai langkah evaluatif sekaligus antisipatif terhadap dinamika perkembangan zaman. Menurutnya, kurikulum yang diterapkan harus selalu diperbarui agar mampu menjawab tantangan pembelajaran di masa mendatang dan selaras dengan capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang telah ditetapkan.


    "Kurikulum OBE ini untuk tiga sampai empat tahun ke depan harus mampu menunjukkan hal-hal yang sangat penting, terutama terkait perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan," ujarnya.

    Tri Widiatmi menjelaskan pengembangan kurikulum tidak hanya diarahkan untuk memenuhi berbagai standar dan kriteria pendidikan tinggi, tetapi juga untuk memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi sesuai profil lulusan yang telah dirumuskan program studi. Mata kuliah yang disusun diharapkan dapat memperkuat kompetensi akademik, keterampilan profesional, serta kemampuan adaptasi mahasiswa terhadap perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

    "Kami berharap lulusan nantinya benar-benar mencapai kompetensi yang telah ditetapkan sehingga dapat berpartisipasi dan berkontribusi secara optimal di masyarakat maupun dunia kerja," jelasnya.

    Dalam sambutannya, Tri Widiatmi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam proses penyusunan dan pengembangan kurikulum, mulai dari pimpinan fakultas, dosen, alumni, mitra, hingga pengguna lulusan yang selama ini telah memberikan berbagai masukan konstruktif.

    Sementara itu, Dekan FKIP Univet Dr. Pranichayudha Rohsulina, M.Pd menyampaikan optimisme terhadap keberlanjutan prestasi Prodi PBSD yang selama ini telah meraih predikat unggul. Menurutnya, peninjauan VMT dan kurikulum menjadi bagian penting dalam persiapan akreditasi yang akan dilaksanakan pada tahun 2027, dengan dokumen akreditasi direncanakan mulai diunggah pada akhir tahun 2026.

    "Harapan kami, Prodi PBSD yang sudah unggul ini bisa tetap bertahan di unggul dan peninjauan VMT ini dapat berdampak pada kualitas prodi yang semakin baik," ujarnya.

    Dr. Pranichayudha menilai tantangan yang dihadapi program studi keguruan saat ini semakin kompleks, terutama menurunnya minat generasi muda untuk memilih profesi guru sebagai pilihan karier. Karena itu, perguruan tinggi dituntut menghadirkan inovasi kurikulum yang mampu memberikan kompetensi tambahan sehingga lulusan memiliki peluang karier yang lebih luas.

    "Lulusan Pendidikan Bahasa Jawa tidak harus selalu menjadi guru, tetapi harus memiliki keahlian lain sehingga memiliki peluang karier yang lebih luas," katanya.

    Selain penguatan kompetensi, Dekan FKIP juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya Jawa di lingkungan kampus. Menurutnya, kemampuan berbahasa Jawa, khususnya dalam menerapkan unggah-ungguh, memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter mahasiswa.

    "Ketika siswa bisa berbahasa Jawa yang bagus dan terbiasa menggunakan unggah-ungguh, itu sudah menunjukkan karakternya baik. Harapan saya, semua mahasiswa FKIP bisa berbahasa Jawa dengan lancar," jelasnya.

    Pada sesi pemaparan materi, Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum menjelaskan kurikulum perguruan tinggi harus selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi, serta tuntutan dunia kerja. Keberhasilan suatu program studi, menurutnya, dapat dilihat dari kiprah para alumninya di masyarakat.

    Prof. Rohmadi menjelaskan meningkatnya angka pengangguran sarjana di Indonesia menjadi tantangan serius bagi perguruan tinggi. Oleh karena itu, program studi perlu mengembangkan kompetensi yang adaptif, inovatif, dan memiliki ciri pembeda dibanding perguruan tinggi lainnya.

    "Kalau di bahasa Jawa kita punya inovasi, punya karya yang akhirnya bisa dilihat dunia, tentu akan dicari dan menjadi pembeda," ujarnya.

    Menurut Prof. Rohmadi, Program Studi PBSD memiliki peluang besar untuk mengembangkan konsep digital humaniora sebagai identitas akademik sekaligus kekuatan program studi di era digital. Integrasi digital humaniora dalam kurikulum dinilai dapat memperkuat daya saing lulusan tanpa meninggalkan akar budaya Jawa.

    "Guru dan dosen harus memiliki ciri pembeda. Kalau kita tidak mulai digital, kita akan ditinggal mahasiswa. Digital humanities dapat menjadi salah satu pembeda yang kuat bagi program studi," jelasnya.

    Prof. Rohmadi juga mengingatkan pentingnya penyelarasan capaian pembelajaran lulusan mulai dari tingkat universitas, fakultas, hingga program studi. Menurutnya, seluruh program kerja yang disusun harus mengacu pada instrumen akreditasi terbaru agar setiap kegiatan memiliki luaran yang jelas.

    "Kalau CPL prodi dan fakultas tercapai, berarti sudah mendukung CPL universitas. Karena itu, kebutuhan kekinian, termasuk digital humaniora, harus masuk dalam kurikulum dan mata kuliah yang dikembangkan," tegasnya.



    Lebih lanjut, Prof. Rohmadi menjelaskan setiap program studi wajib memiliki diferensiasi keilmuan yang jelas agar memiliki identitas akademik yang kuat di tengah persaingan perguruan tinggi. Ia juga mendorong penguatan branding program studi melalui promosi digital, jejaring sekolah, pengembangan komunitas, serta implementasi pembelajaran berbasis proyek.

    "Output dari OBE itu proyek. Anak-anak harus menghasilkan sesuatu. Saya selalu membuat pameran di akhir perkuliahan agar karya mahasiswa bisa ditampilkan dan menjadi bagian dari promosi program studi," katanya.

    Prof. Rohmadi menambahkan seluruh aktivitas akademik, mulai dari sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi, harus terdokumentasi secara baik sebagai bukti pendukung akreditasi sekaligus sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu internal yang berkelanjutan. (Sofyan)


    Baca juga: Grup Riset Linguistik Indonesia FIB UNS Gelar Pelatihan Berorganisasi dan Komunikasi Dakwah bagi Remaja Masjid Al Furqon Karanganyar


Top