GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Berita
![]() |
| Ki Ustad Bagus Pujiono mengajak jamaah menghadirkan “Ismail-Ismail baru” di era milenial melalui pendidikan iman, akhlak, dan keteladanan keluarga. |
Ki Ustad Bagus Pujiono Ajak Orang Tua Didik “Ismail Baru” di Era Digital Saat Khutbah Idul Adha di Nogosari
Boyolali - majalahlarise.com - Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Ar Rohman, Nogosari, Rabu (27/5/2026). Dalam khutbahnya, Ki Ustad Bagus Pujiono mengajak jamaah menghadirkan “Ismail-Ismail baru” di era milenial melalui pendidikan iman, akhlak, dan keteladanan keluarga.
Khutbah bertema “Mendidik Generasi Ismail: Anak Saleh di Era Digital” tersebut menyoroti tantangan besar orang tua dalam mendidik anak di tengah perkembangan teknologi dan derasnya pengaruh media sosial. Dengan gaya bahasa ringan dan menyentuh, Ki Ustad Bagus Pujiono menyampaikan pesan dakwah yang mudah dipahami jamaah.
Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bukan sekadar sejarah qurban, tetapi teladan pendidikan keluarga yang relevan sepanjang zaman. Ia menilai tantangan terbesar saat ini bukan hanya persoalan akademik, melainkan pembentukan karakter dan spiritual anak.
“Hari ini banyak anak cerdas secara akademik, tetapi lemah spiritual dan akhlaknya. Banyak yang dekat dengan gadget, tetapi jauh dari masjid dan Al-Qur’an. Karena itu kita harus melahirkan Ismail baru di era milenial,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Dalam khutbahnya, Pujiono menjelaskan keberhasilan Nabi Ibrahim mendidik Nabi Ismail lahir dari pendidikan tauhid sejak dini, keteladanan orang tua, serta komunikasi hangat dalam keluarga. Ia mengutip firman Allah dalam QS Ash-Shaffat ayat 102 tentang dialog Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail saat menerima perintah penyembelihan.
Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bagaimana seorang anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang taat, sabar, dan patuh kepada Allah karena didikan keluarga yang kuat. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keluarga dari pengaruh negatif zaman digital sebagaimana firman Allah dalam QS At-Tahrim ayat 6 agar setiap keluarga menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.
“Jangan hanya bangga anak pandai teknologi, tetapi banggalah jika anak rajin shalat, hormat kepada orang tua, cinta Al-Qur’an, dan memiliki akhlak mulia,” pesannya.
Pujiono juga mengajak jamaah menghidupkan kembali budaya shalat berjamaah, mengaji bersama keluarga, membatasi penggunaan gadget, serta mempererat komunikasi antara orang tua dan anak sebagai pondasi pendidikan Islam di rumah.
Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Ar Rohman berlangsung tertib dan penuh antusiasme masyarakat sekitar. Salah satu panitia, Ust. Syamsi, menyampaikan rasa syukur atas tingginya partisipasi jamaah dalam pelaksanaan Idul Adha tahun ini.
“Alhamdulillah jamaah sangat antusias. Semoga momentum Idul Adha ini semakin mempererat ukhuwah dan menumbuhkan semangat pendidikan Islam dalam keluarga,” ujarnya.
Kegiatan Idul Adha di Masjid Ar Rohman juga dirangkai dengan penyembelihan hewan qurban dan pembagian daging kepada masyarakat sekitar sebagai wujud kepedulian sosial serta semangat berbagi kepada sesama. (Sofyan)
Berita
![]() |
| Ustad Said Abdilah menyampaikan khutbah yang mengajak umat Islam mensyukuri nikmat hidayah dari Allah SWT. |
Khutbah Idul Adha di Masjid Al Barokah Gunungan Manyaran Wonogiri, Ajak Jamaah Syukuri Hidayah dan Yakin Rezeki Allah SWT
Wonogiri - majalahlarise.com - Warga Dusun Gunungan, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri melaksanakan salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Al Barokah, Rabu (27/5/2026). Bertindak sebagai imam dan khatib, Ustad Said Abdilah menyampaikan khutbah yang mengajak umat Islam mensyukuri nikmat hidayah dari Allah SWT sehingga dapat memeluk agama Islam dan menjalankan ajaran yang benar sebagai jalan menuju surga-Nya.
Dalam khutbahnya, Ustad Said Abdilah menjelaskan hanya kaum muslimin yang diberi izin Allah SWT memasuki surga dengan keimanan dan amal saleh. Ia mengutip kandungan Surat Al-Baqarah ayat 111-112 sebagai pengingat pentingnya berserah diri kepada Allah SWT dan berbuat kebajikan. “Barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah SWT dan berbuat kebajikan, maka baginya pahala di sisi Tuhan mereka,” ujar khatib.
Khatib juga menyinggung tradisi persembahan atau penyembelihan hewan yang dimiliki hampir setiap agama. Namun, menurutnya ibadah kurban dalam Islam memiliki nilai berbeda karena dilandasi tauhid dan keimanan kepada Allah SWT. “Yang membedakan hanyalah satu, yaitu keimanan kepada Allah SWT. Dengan niat yang lurus maka insyaallah ibadah kita akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak,” jelasnya.
Selain itu, jamaah diajak bersyukur karena telah diberi hidayah Islam sehingga dapat menjalankan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dalam khutbahnya, Ustad Said Abdilah mengutip Surat Al-Kautsar ayat 1-2 yang memerintahkan umat Islam mendirikan salat dan berkurban. Ia juga menjelaskan ibadah kurban merupakan sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan bagi muslim yang mampu. “Barang siapa yang memiliki kelapangan rezeki namun tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami,” ucapnya mengutip hadis Rasulullah SAW.
Pada kesempatan tersebut, khatib turut menyoroti kondisi ekonomi masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi kenaikan harga dan tekanan ekonomi. Meski demikian, umat Islam diminta tetap tenang dan meyakini seluruh rezeki telah diatur Allah SWT. Ia mencontohkan peristiwa pada masa Rasulullah SAW ketika para sahabat mengeluhkan kenaikan harga barang, namun Nabi Muhammad SAW menjelaskan harga dan rezeki sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah SWT.
“Sesungguhnya Allah adalah Zat yang menetapkan harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki,” kata khatib mengutip sabda Rasulullah SAW. Menurutnya, kenaikan maupun penurunan harga tidak akan mengurangi jatah rezeki seseorang karena Allah SWT telah menentukan ukuran rezeki setiap hamba sesuai kebutuhan dan kemaslahatan hidupnya.
Lebih lanjut, Ustad Said Abdilah menerangkan rezeki tidak hanya berupa uang dan kekayaan, melainkan juga kesehatan, kemudahan hidup, dan keberkahan. Ia menjelaskan seseorang yang kaya belum tentu memiliki rezeki lebih banyak dibanding orang sederhana yang hidup penuh keberkahan. “Bisa saja orang yang kaya itu rezekinya sedikit dan bisa saja orang yang miskin rezekinya lebih banyak,” jelasnya.
Menutup khutbah, khatib mengajak jamaah memperkuat ketakwaan, menjaga salat, dan bersabar menghadapi berbagai ujian kehidupan. Jamaah juga diingatkan agar tetap yakin Allah SWT telah menjamin rezeki setiap hamba yang bertakwa dan bersungguh-sungguh menjalankan perintah-Nya. Khutbah ditutup dengan doa untuk keselamatan umat Islam dan bangsa Indonesia agar diberi kekuatan, kesabaran, serta keberkahan hidup di dunia dan akhirat. (Sofyan)
Baca juga: Semangat Pengorbanan dalam Nilai Spiritual, Jamaah Masjid Al-Ikhlas Diajak Perkuat Kepedulian Sosial
Berita
![]() |
| Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, M.Pd. saat menyampaikan khutbah Idul Adha. |
Semangat Pengorbanan dalam Nilai Spiritual, Jamaah Masjid Al-Ikhlas Diajak Perkuat Kepedulian Sosial
SOLO - majalahlarise.com - Semangat pengorbanan dalam nilai spiritual menjadi tema utama dalam kegiatan Salat Idul Adha yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Bayan Krajan RT 4 RW 15, Kadipiro, Banjarsari, Kota Surakarta, Rabu (27/5/2026). Tema tersebut disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, M.Pd.
Dalam khutbahnya, Ustaz Dwi Jatmiko menyampaikan ibadah kurban tahun ini menjadi panggilan nyata bagi umat Islam untuk memperkuat ketaatan, pengorbanan, dan solidaritas sosial di tengah berbagai ujian kehidupan yang melanda dunia.
“Dunia saat ini sedang diuji dengan ketidakpastian mulai dari krisis ekonomi, konflik kemanusiaan, hingga bencana alam. Namun, ujian tersebut sejatinya bukan bertujuan menghancurkan, melainkan sarana meninggikan derajat kaum Muslimin yang bersabar sebagaimana pesan dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 155,” ujar guru PAI SD Muhammadiyah 1 Solo tersebut.
Ia menjelaskan momen Idul Adha mengajak umat Islam untuk kembali merenungi kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menunjukkan ketaatan total tanpa syarat kepada Allah SWT. Menurutnya, keteladanan tersebut menjadi pengingat bagi umat agar tidak menunda ketaatan hanya karena terlalu mempertimbangkan urusan duniawi.
Melalui syariat kurban, lanjutnya, umat Islam dididik untuk mengikis egoisme pribadi. Hakikat ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan sarana menggapai ketakwaan dan keikhlasan dalam melepaskan sesuatu yang dicintai demi meraih ridha Allah SWT.
“Di tengah situasi sulit, sikap egois seperti menimbun harta atau memanfaatkan penderitaan orang lain hanya akan memperparah krisis kemanusiaan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghadirkan kepedulian sosial secara nyata melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, setiap potongan daging kurban membawa pesan cinta, kepedulian, dan harapan yang memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Setiap potongan daging yang dibagikan memuat pesan cinta dan harapan yang menguatkan ukhuwah Islamiyah,” ungkapnya.
Ustaz Dwi Jatmiko menambahkan sesuai tuntunan Rasulullah SAW, umat Islam diibaratkan seperti satu tubuh yang saling merasakan penderitaan satu sama lain. Kekuatan hakiki umat, kata dia, tidak diukur dari melimpahnya harta kekayaan, melainkan dari kokohnya rasa peduli dan solidaritas sosial.
“Melalui spirit Idul Adha, umat diharapkan mampu menghadapi ujian zaman dan meraih keberkahan hidup,” imbuhnya.
Sementara itu, panitia kurban Ade Usman menyampaikan pada Idul Adha tahun ini Masjid Al-Ikhlas menyembelih lima ekor sapi dan dua ekor kambing yang akan dibagikan kepada warga sekitar lingkungan RW 15 meliputi RT 3, RT 4, RT 5, dan RT 6.
“Semoga kurban ini dapat membersihkan jiwa, membunuh sifat kebinatangan, menebas rasa keegoisan, dan memupus sekat-sekat sosial. Daging kurban dibagikan kepada warga jamaah Al-Ikhlas dan masyarakat yang membutuhkan seperti fakir miskin serta lainnya,” pungkasnya. (Sofyan)
News
![]() |
| Narasumber Hajriyanto Y. Thohari, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah (1993-1998) dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon. |
Puncak Milad ke-94, Pemuda Muhammadiyah Surakarta Dorong Peran Pemuda dalam Isu Lingkungan dan Kebangsaan
Solo - majalahlarise.com - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Surakarta menggelar puncak peringatan Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah melalui kegiatan sarasehan kader lintas generasi yang berlangsung di Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, yang berlangsung pada Minggu (24/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Hajriyanto Y. Thohari, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah (1993-1998).
Hadir memberikan sambutan Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, dan Ketua Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) PDM Solo, Suyanto. Kegiatan juga diikuti kader Pemuda Muhammadiyah lintas generasi di Kota Surakarta.
Dalam sambutannya, Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk turut berperan aktif dalam mencari solusi atas persoalan sampah yang saat ini menjadi isu nasional, baik di tingkat daerah maupun pusat. Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat menghadirkan solusi pengelolaan dan penguraian sampah yang berkelanjutan di masa mendatang. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik.
![]() |
| Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto saat memberikan sambutan. |
“Mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk mencari solusi atas permasalahan sampah yang saat ini menjadi isu nasional, baik di daerah maupun di pusat. Kami mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk fokus membantu masyarakat dalam memberikan solusi penguraian sampah ke depannya. Mari menjaga bumi dan semesta kita demi ainak-anak serta masa depan yang lebih baik,” ujar Respati.
Sementara itu, dalam sarasehan kader lintas generasi, Hajriyanto Y. Thohari, Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon, menekankan pentingnya penguatan ideologi dan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah bagi kader muda. Menurutnya, kader Muhammadiyah harus memiliki semangat dan kepercayaan diri dalam menjalankan peran di lingkungan persyarikatan, keumatan, maupun kebangsaan.
Ia menyampaikan sarasehan tersebut menjadi momentum penting bagi kader Muhammadiyah untuk memahami perannya sebagai pelopor, pelangsung, sekaligus penyempurna amal usaha dan cita-cita Muhammadiyah. “Acara sarasehan ini sangat penting bagi kader-kader Muhammadiyah agar dapat memahami perannya sebagai pelopor, pelangsung, sekaligus penyempurna amal usaha dan cita-cita Muhammadiyah. Dengan pemahaman dan penghayatan yang mendalam terhadap nilai-nilai keadilan, kader Muhammadiyah akan lebih semangat dan percaya diri untuk berkiprah, baik dalam struktur organisasi Muhammadiyah, kepemimpinan keumatan, maupun dalam arena kebangsaan,” kata Hajriyanto.
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Surakarta, Andi Tri Prasetyo, mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai wadah silaturahmi sekaligus penguatan visi bersama bagi kader-kader Pemuda Muhammadiyah di Surakarta. Ia berharap melalui kegiatan tersebut lahir kader umat, kader bangsa, dan kader persyarikatan yang lebih responsif terhadap berbagai isu dan persoalan yang berkembang di Kota Surakarta.
“Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan visi bersama bagi kader-kader Pemuda Muhammadiyah di Surakarta. Harapannya, kader Pemuda Muhammadiyah dapat menjadi kader umat, kader bangsa, dan kader persyarikatan, serta lebih responsif terhadap berbagai isu dan permasalahan yang ada di Kota Surakarta,” ungkap Andi Tri Prasetyo.
Senada dengan hal tersebut, Umar Hasyim, mengapresiasi PDPM Kota Surakarta yang telah melaksanakan kegiatan reuni sarasehan kader lintas masa yang mengundang tokoh ketua PP Pemuda Muhammadiyah 1993-1998, Hajriyanto. Kegiatan ini penting dan perlu ditindaklanjuti serta lebih diintensifkan dengan mengundang tokoh-tokoh lain sehingga silaturahmi kita tetap terjalin.
Puncak Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan antar kader lintas generasi. Momen tersebut sekaligus menjadi momentum refleksi peran pemuda dalam menjawab tantangan sosial, lingkungan, dan kebangsaan di era saat ini. (Sofyan)
Prestasi
![]() |
| SD Aisyiyah Slawi meraih nominasi Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional 2026 dalam ajang Festival Literasi Nasional 2026. |
SD Aisyiyah Slawi Raih Nominasi Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional 2026 di Festival Literasi Nasional Solo
SOLO - majalahlarise.com - SD Aisyiyah Slawi meraih nominasi Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional 2026 dalam ajang Festival Literasi Nasional 2026 yang digelar Nyalanesia di Hotel Paragon Solo, Sabtu (23/5/2026). Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen sekolah dalam membangun budaya literasi secara berkelanjutan.
Festival Literasi Nasional 2026 berlangsung semarak dengan dihadiri ratusan sekolah dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh pegiat literasi nasional seperti Giring Ganesha, Anies Baswedan, Helmy Yahya, Gol A Gong, Lenang Manggala, serta Wali Kota Surakarta.
Acara tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti talkshow literasi, pameran buku, gelar budaya, hingga bazar UMKM yang melibatkan berbagai komunitas pendidikan dan pegiat literasi nasional.
Dalam sesi talkshow, Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, menjelaskan sekolah harus menjadi tempat lahirnya generasi literat melalui budaya literasi yang dilakukan secara terencana dan melibatkan seluruh warga sekolah.
“Sebagai salah satu pilar gerakan literasi, sekolah harus menjadi tempat lahirnya generasi literat. Warga sekolah yang literat hanya akan terwujud manakala sekolah mampu menjadikan literasi sebagai budaya, bukan rutinitas semata,” ujarnya.
Ia menambahkan, literasi akan menjadi budaya apabila dijalankan secara terus-menerus dan melibatkan semua pihak, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan. Menurutnya, gerakan literasi sekolah harus berakar kuat dalam setiap elemen komunitas pendidikan.
Pada akhir acara dilakukan penyerahan penghargaan kepada insan pegiat literasi nasional. SD Aisyiyah Slawi menjadi salah satu sekolah yang menerima nominasi Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional 2026 atas upaya penguatan budaya literasi yang dijalankan di lingkungan sekolah.
Kepala SD Aisyiyah Slawi, M. Wahyudi, M.Pd., menjelaskan sejak 2023 pihak sekolah secara bertahap mengembangkan program literasi dengan melibatkan guru, siswa, dan orang tua secara bersama-sama agar literasi menjadi budaya di sekolah.
“Peran guru, siswa, dan orang tua kami libatkan bersama-sama dengan harapan literasi dapat menjadi gerakan yang membudaya di sekolah,” jelasnya.
M. Wahyudi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru, siswa, orang tua, dan pegiat literasi yang selama ini turut mendukung penguatan budaya literasi di SD Aisyiyah Slawi. Ia berharap semangat literasi terus tumbuh sebagai bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan generasi masa depan. (Sofyan)
Baca juga: Kunjungan SD Muhammadiyah Palur ke SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo
Pendidikan
![]() |
| Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Sri Sayekti saat menerima kunjungan studi inspirasi dari SD Muhammadiyah Palur Program Khusus Sukoharjo. |
Kunjungan SD Muhammadiyah Palur ke SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo
Solo - majalahlarise.com - Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Sri Sayekti menekankan pentingnya loyalitas, keikhlasan, dan pelayanan dalam menjaga keberlangsungan lembaga pendidikan Muhammadiyah saat menerima kunjungan studi inspirasi dari SD Muhammadiyah Palur Program Khusus Sukoharjo yang dipimpin Noor Afifah Rachmawati, Senin (25/5/2026).
Menurut Sri Sayekti, studi inspirasi bukan hanya menjadi ruang berbagi pengalaman dan transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana mempererat loyalitas antar lembaga pendidikan Muhammadiyah.
“Lebih dari itu, studi inspirasi mampu merawat loyalitas dan menjemput keberkahan ilahi serta saling memberi inspirasi,” terangnya.
Ia menjelaskan, di tengah persaingan dunia pendidikan modern yang semakin ketat, keberhasilan lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh megahnya bangunan atau kecanggihan teknologi, melainkan oleh kekuatan spiritual dan karakter sumber daya manusianya.
“Fondasi terbesar keberhasilan sebuah institusi pendidikan swasta terletak pada kesucian niat, keselarasan pola pikir, serta loyalitas guru dan karyawannya,” jelasnya.
Sri Sayekti mengibaratkan sekolah dan madrasah Muhammadiyah sebagai “Kapal Dakwah” yang menjadi kendaraan utama syiar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Karena itu, ancaman terbesar sebuah lembaga pendidikan justru datang dari lemahnya integritas internal.
“Ancaman terbesar karamnya sebuah lembaga bukanlah kompetitor dari luar, melainkan rapuhnya perilaku dan integritas di dalam tubuh sendiri,” bebernya.
Ia juga mengungkapkan, banyak masyarakat meninggalkan lembaga pendidikan akibat perilaku petugas atau guru yang kurang baik. Menurutnya, faktor pelayanan dan empati menjadi penentu utama kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
“Sebesar 68 persen wali murid meninggalkan lembaga pendidikan karena kecewa terhadap perilaku petugas atau gurunya. Angka ini jauh melampaui faktor fasilitas maupun persoalan harga dan kompetisi,” urainya.
Untuk menjaga amanah masyarakat, Sri Sayekti mengajak seluruh guru dan karyawan memperkuat “Tiga Pilar Kesetiaan”. Pilar tersebut meliputi syukur dan balas budi, komitmen anti-sabotase terhadap lembaga, serta menjaga kehormatan tempat mencari rezeki.
Selain itu, guru dan karyawan juga didorong mengubah pola pikir dari mentalitas mengeluh menjadi mentalitas pejuang dengan prinsip “Justru karena...”.
“Melalui cara pandang ini, setiap keterbatasan tidak lagi dilihat sebagai hambatan, melainkan peluang dakwah untuk berbuat lebih baik,” jelasnya.
Sri Sayekti menambahkan, pelayanan yang excellent dan penuh keikhlasan akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah, termasuk dalam capaian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
“Ketika seluruh perangkat sekolah melayani umat dengan penuh keikhlasan, target PPDB dapat tercapai maksimal hingga 100 persen,” ucapnya.
Di akhir penyampaiannya, ia mengingatkan pentingnya menghadirkan pelayanan sebagai bagian dari amal dan ikhtiar spiritual dalam membantu sesama.
“Setiap senyuman, tutur kata santun, dan bantuan tulus kepada wali murid merupakan bentuk Manajemen Ilahi, sebuah ikhtiar nyata untuk menolong sesama demi menjemput pertolongan Allah SWT,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Prodi DKV ISI Surakarta Gelar Workshop Desain Grafis untuk Siswa SMA N 1 Slogohimo
Pendidikan
![]() |
| Workshop Dasar-Dasar Desain Grafis bagi siswa SMA Negeri 1 Slogohimo di Laboratorium Komputer Desain Gedung 5 Kampus II FSRD ISI Surakarta. |
Prodi DKV ISI Surakarta Gelar Workshop Desain Grafis untuk Siswa SMA N 1 Slogohimo
Surakarta - majalahlarise.com - Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia Surakarta menggelar Workshop Dasar-Dasar Desain Grafis bagi siswa SMA Negeri 1 Slogohimo di Laboratorium Komputer Desain Gedung 5 Kampus II FSRD ISI Surakarta, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari kunjungan edukatif untuk mengenalkan dunia desain grafis dan industri kreatif kepada pelajar sekolah menengah.
Sebanyak sembilan siswa SMA Negeri 1 Slogohimo mengikuti workshop dengan antusias. Para peserta tampak serius memperhatikan materi yang disampaikan narasumber, baik secara teori maupun praktik langsung menggunakan perangkat lunak desain di laboratorium komputer desain.
Workshop menghadirkan tiga dosen DKV ISI Surakarta sebagai narasumber, yakni Indriati Suci Pravitasari, Ditya Fajar Rizkizha, dan Alfiandi Eka Kusuma. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pengenalan mengenai elemen visual, komposisi desain, penggunaan warna, tipografi, hingga praktik dasar membuat desain grafis.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, serta praktik langsung. Peserta juga diajak memahami proses kreatif dalam menghasilkan karya visual yang komunikatif dan menarik.
Indriati Suci Pravitasari menjelaskan workshop ini menjadi sarana penting untuk mengenalkan desain grafis kepada pelajar sejak dini. “Melalui workshop ini, kami berharap siswa dapat memahami bahwa desain grafis bukan hanya soal membuat visual yang menarik, tetapi juga bagaimana menyampaikan pesan secara kreatif dan komunikatif,” ujarnya.
Sementara itu, Ditya Fajar Rizkizha menjelaskan pengalaman praktik langsung dapat meningkatkan minat sekaligus kepercayaan diri peserta dalam bidang desain.
“Peserta terlihat antusias saat mencoba membuat desain sederhana. Pengalaman praktik seperti ini penting agar siswa lebih mengenal potensi kreativitas yang mereka miliki,” katanya.
Alfiandi Eka Kusuma menambahkan kemampuan memahami dan mengolah visual menjadi keterampilan yang relevan di era digital saat ini. “Kemampuan memahami dan mengolah visual menjadi keterampilan yang sangat relevan di era digital. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan peserta terhadap peluang di bidang desain dan industri kreatif,” jelasnya.
Melalui kegiatan kunjungan edukatif dan workshop tersebut, para siswa diharapkan memperoleh pengalaman baru mengenai dunia desain grafis sekaligus mengenal lingkungan akademik dan fasilitas pembelajaran yang dimiliki ISI Surakarta, khususnya Kampus FSRD Mojosongo. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...








