UNISRI Siapkan Prodi Baru S1, S2, dan S3 Marketable Menuju Generasi Emas 2045

    SOLO - majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar Diskusi Pengembangan Institusi sebagai langkah strategis dalam menyiapkan pembukaan sejumlah program studi (prodi) baru jenjang S1, S2, dan S3 yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (28/7/2026) ini menjadi pijakan awal penyusunan roadmap pengembangan institusi lima tahun ke depan menuju terwujudnya "Generasi Emas UNISRI 2045."

    Diskusi menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Rika Ampuh Hadiguna, IPU., ASEAN Eng. Kegiatan diikuti para dekan, wakil dekan, serta tim dari enam fakultas di lingkungan UNISRI. Acara dibuka oleh Ketua Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi (YPT) Slamet Riyadi, Nuroso Bambang Wasisto Utomo, S.E., M.M.

    Wakil Rektor I UNISRI, Ir. Saiful Bahri, S.Kom., M.Kom., menjelaskan diskusi tersebut merupakan bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat daya saing melalui pembukaan program studi baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

    "Diskusi pengembangan institusi ini kita laksanakan dalam rangka mendirikan beberapa program studi baru di UNISRI, baik jenjang S1, S2, maupun S3. Fokus kami adalah prodi-prodi yang marketable dan menjawab kebutuhan industri serta menyiapkan Generasi Emas UNISRI 2045. Kami berkomitmen, prodi-prodi baru ini akan kami munculkan di tahun 2026," jelas Saiful Bahri.

    Menurutnya, pengembangan program studi tidak hanya diarahkan untuk menambah jumlah pilihan pendidikan, tetapi juga memastikan setiap prodi memiliki prospek yang kuat di dunia kerja sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif.

    Saat ini UNISRI memiliki enam fakultas dengan 20 program studi. Penambahan prodi baru diharapkan semakin memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

    Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Ir. Rika Ampuh Hadiguna, IPU., ASEAN Eng., membagikan wawasan mengenai tren pendidikan tinggi, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan pasar kerja, hingga tata kelola perguruan tinggi yang adaptif terhadap perubahan.

    Saiful Bahri mengatakan masukan dari Prof. Rika menjadi bekal penting bagi UNISRI dalam merancang program studi yang memiliki nilai tambah dan daya saing tinggi.

    "Kami berharap Prof. Rika dapat memberikan insight agar UNISRI makin maju dan lebih baik. Masukan beliau sangat penting agar setiap prodi baru yang kita dirikan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan dibutuhkan pasar," ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Pengurus YPT Slamet Riyadi, Nuroso Bambang Wasisto Utomo, S.E., M.M., menyampaikan dukungan penuh yayasan terhadap langkah pengembangan institusi yang dilakukan pimpinan universitas.

    "Ini suatu hal yang penting. Sudah saatnya UNISRI berkembang. Yayasan mendukung penuh langkah pimpinan universitas untuk membuka prodi-prodi baru yang inovatif. Kita harus berani mengambil langkah agar UNISRI menjadi universitas pilihan utama di Solo Raya dan nasional," tegas Nuroso Bambang.

    Melalui forum ini, UNISRI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi serta kolaborasi strategis. Pengembangan program studi baru diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya lulusan yang unggul, berkarakter, adaptif terhadap perubahan, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. (Sofyan)


    Baca juga: Awal Tahun Ajaran, Murid SD Muhammadiyah 1 Solo Borong Prestasi Olahraga dan Akademik

    Workshop Co-Creation Desain Motif Khas Desa Tlingsing yang dipandu Evelyne Henny Lukitasari.


    Lurik Tlingsing Klaten Perkuat Daya Saing UMKM Lewat Visual Branding Interaktif PISN 2026

    KLATEN - majalahlarise.com – Lurik Tlingsing tidak hanya dikenal sebagai kain tradisional dengan nilai budaya yang tinggi, tetapi juga terus bertransformasi agar mampu bersaing di era digital. Melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026 bertema "Penguatan Daya Saing UMKM Melalui Inovasi Visual Branding Interaktif Lurik Tlingsing dengan Identitas Budaya", pelaku UMKM di Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten memperoleh pendampingan untuk memperkuat identitas visual, strategi promosi digital, hingga akses pasar yang lebih luas.

    Program yang berlangsung pada 2–28 Juli 2026 tersebut menjadi wadah kolaborasi antara pelaku UMKM, akademisi, dan praktisi untuk menjadikan kekayaan budaya sebagai kekuatan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, Lurik Tlingsing tidak hanya diposisikan sebagai produk kerajinan, tetapi juga sebagai identitas budaya yang memiliki nilai jual tinggi.

    Pelaku UMKM Lurik Asri, Suprianto, mengatakan mempertahankan usaha lurik saat ini tidak hanya bergantung pada kualitas kain, tetapi juga bagaimana memperkenalkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya kepada masyarakat.

    "Lurik itu punya cerita dan proses yang panjang. Kami ingin orang yang membeli lurik tidak hanya melihat kainnya, tetapi juga mengenal bagaimana kain itu dibuat dan dari mana asalnya," ujar Suprianto saat kegiatan pendampingan.

    Ketua PISN 2026, Ahmad Khoirul Anwar, menjelaskan penguatan daya saing UMKM harus dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, kualitas produk perlu didukung kemampuan membangun identitas visual yang kuat agar mampu berkomunikasi dengan konsumen masa kini.

    "Lurik Tlingsing memiliki kekuatan budaya yang sangat potensial. Tantangannya adalah bagaimana kekuatan tersebut diterjemahkan menjadi identitas visual yang kuat dan mampu berkomunikasi dengan konsumen masa kini," jelas Ahmad.

    Ia menjelaskan, visual branding tidak sebatas membuat logo maupun kemasan, melainkan membangun karakter produk agar mudah dikenali, diingat, serta memiliki makna di benak konsumen.

    Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah Workshop Co-Creation Desain Motif Khas Desa Tlingsing yang dipandu Evelyne Henny Lukitasari. Melalui pendekatan co-creation, masyarakat dan pelaku UMKM dilibatkan secara aktif dalam proses perancangan motif sehingga desain yang dihasilkan tetap berakar pada karakter budaya lokal.

    Perajin sekaligus pelaku UMKM Lurik Asri, Sri, mengaku inovasi desain menjadi penting selama tidak menghilangkan identitas khas yang telah diwariskan secara turun-temurun.

    "Yang penting bagi kami adalah bagaimana desain yang dikembangkan tetap memiliki hubungan dengan karakter Lurik Tlingsing. Kami tidak ingin kehilangan ciri khas yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat," ungkap Sri.

    Selain pengembangan motif, PISN 2026 juga menggelar pelatihan Visual Branding dan Short Video Promotion yang dipandu Ahmad Khoirul Anwar bersama Farid Fitriadi. Pelatihan tersebut membekali pelaku UMKM dengan kemampuan membuat konten visual dan video pendek sebagai media promosi di berbagai platform digital.

    Suprianto mengaku pendampingan tersebut membuka wawasan baru mengenai pentingnya membangun cerita di balik sebuah produk.

    "Selama ini kami lebih fokus pada membuat dan menjual kain. Dengan adanya pendampingan seperti ini, kami jadi melihat bahwa cara memperkenalkan produk juga penting. Ternyata cerita di balik lurik bisa menjadi bagian dari promosi," katanya.

    Upaya memperkuat UMKM juga dilakukan melalui pendampingan pendaftaran INAPROC yang dipandu Erna Indriastiningsih. Pendampingan ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk masuk dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui platform digital.

    Sri berharap langkah tersebut mampu memperluas pasar sekaligus menjaga keberlangsungan usaha lurik di masa mendatang.

    "Kalau ada peluang untuk memperluas pasar, tentu kami ingin belajar dan mengikutinya. Harapannya, usaha lurik bisa terus berjalan dan semakin dikenal," ujarnya.

    Tim PISN 2026 terdiri atas Ahmad Khoirul Anwar sebagai ketua dengan anggota Evelyne Henny Lukitasari, Farid Fitriadi, dan Erna Indriastiningsih. Melalui kolaborasi tersebut, program ini menunjukkan pengembangan UMKM berbasis budaya memerlukan pendekatan yang terintegrasi, mulai dari penguatan identitas budaya, inovasi desain, strategi promosi digital, hingga perluasan akses pasar.

    Melalui inovasi visual branding interaktif, Lurik Tlingsing diharapkan semakin dikenal sebagai produk budaya yang memiliki daya saing tinggi tanpa kehilangan jati dirinya. Dari Desa Tlingsing, benang-benang lurik tidak hanya ditenun menjadi kain, tetapi juga dirajut menjadi identitas, kreativitas, dan harapan baru menuju pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. (Sofyan)


    Baca juga: Poltekkes Bhakti Mulia Hadirkan Ustadz Handy Bonny, Ajak Mahasiswa Temukan “Tempat Pulang” Saat Lelah


    Tiga guru Language and Cambridge Program (LCP) mengikuti pelatihan Cambridge yang berfokus pada pengintegrasian kemampuan berbahasa Inggris dengan pengembangan kecakapan hidup peserta didik.


    SD Muhammadiyah PK Banyudono Delegasikan Tiga Guru Ikuti Pelatihan Cambridge Life Skills in Action

    SOLO - majalahlarise.com – SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pembelajaran bertaraf internasional. Sebagai bentuk penguatan kompetensi pendidik, sekolah mendelegasikan tiga guru Language and Cambridge Program (LCP) mengikuti pelatihan Cambridge Life Skills in Action: Bringing Language Learning and Life Skills Together in the Classroom yang berlangsung di Productive Meeting Room HARRIS Hotel Solo, Selasa (28/7/2026).

    Tiga guru yang mengikuti pelatihan tersebut yakni Ustadzah FajVinda selaku Guru LCP Kelas 1, Ustadzah Siti Nurohmah sebagai Guru LCP Kelas 2, dan Ustadzah Silvi sebagai Guru LCP Kelas 3.

    Pelatihan yang berlangsung mulai pukul 07.45 hingga 15.00 WIB ini membahas berbagai pendekatan pembelajaran Cambridge Global English yang mengintegrasikan penguasaan bahasa Inggris dengan pengembangan life skills. Peserta memperoleh materi mengenai strategi pembelajaran yang aktif, menarik, dan aplikatif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, kolaborasi, serta kreativitas peserta didik.


    Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, S.Si., M.M., menjelaskan keikutsertaan para guru dalam pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya pada Program Language and Cambridge Program (LCP).

    "Kami ingin guru-guru terus berkembang mengikuti pendekatan pembelajaran internasional. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan di kelas sehingga peserta didik tidak hanya mahir berbahasa Inggris, tetapi juga memiliki kecakapan hidup yang dibutuhkan di masa depan," ujar Pujiono.

    Menurutnya, peningkatan kompetensi guru menjadi investasi penting dalam menghadirkan proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Guru diharapkan mampu mengembangkan metode pembelajaran yang lebih interaktif sehingga peserta didik dapat belajar secara aktif sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas.

    Melalui partisipasi dalam pelatihan Cambridge tersebut, SD Muhammadiyah PK Banyudono semakin meneguhkan komitmennya sebagai sekolah yang berorientasi pada mutu, inovasi, dan pengembangan profesionalisme guru. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, serta berstandar global untuk mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menjadi calon pemimpin bangsa. (Sofyan)


    Baca juga: Awal Tahun Ajaran, Murid SD Muhammadiyah 1 Solo Borong Prestasi Olahraga dan Akademik

    Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo menghadirkan dai muda Ustadz Handy Bonny dalam Kajian Akbar bertema “Saat Lelah, Kemana Harus Pulang?”


    Poltekkes Bhakti Mulia Hadirkan Ustadz Handy Bonny, Ajak Mahasiswa Temukan “Tempat Pulang” Saat Lelah

    SUKOHARJO - majalahlarise.com – Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo menghadirkan dai muda Ustadz Handy Bonny dalam Kajian Akbar bertema “Saat Lelah, Kemana Harus Pulang?”. Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh antusias tersebut menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan civitas akademika untuk memperkuat spiritualitas di tengah berbagai tantangan kehidupan dan dunia kesehatan yang penuh tekanan.

    Dalam sambutannya, Direktur Poltekkes Bhakti Mulia, Deden Dermawan, S.Kep., M.Kep, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada panitia, civitas akademika, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.

    Menurutnya, kajian akbar ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam membangun keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan, profesionalisme, dan kekuatan rohani.


    "Kajian ini kami selenggarakan sebagai upaya membekali mahasiswa dan seluruh staf dengan penguatan spiritual. Kami berharap seluruh civitas akademika mampu menyeimbangkan tuntutan akademik maupun profesional dengan kedekatan kepada Allah SWT," jelas Deden.

    Ia menambahkan, profesi di bidang kesehatan memiliki tingkat tekanan yang tinggi sehingga setiap tenaga kesehatan perlu memiliki fondasi mental dan spiritual yang kuat.

    "Di tengah padatnya aktivitas di dunia kesehatan yang penuh tekanan, setiap individu perlu memiliki tempat pulang yang tepat, yaitu kembali kepada nilai-nilai agama dan Allah SWT agar tetap memiliki mental yang tangguh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

    Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Handy Bonny mengajak peserta memahami bahwa rasa lelah merupakan bagian dari perjalanan hidup setiap manusia. Namun, yang terpenting adalah mengetahui kepada siapa seseorang harus kembali ketika menghadapi berbagai persoalan.

    "Bertahanlah untuk bertuhan di tengah gempuran begitu banyak ujian. Tidak ada satu pun yang bisa menghancurkan kehidupan kita selama kita ingat kepada siapa kita harus pulang," pesan Ustadz Handy Bonny yang disambut haru para peserta.

    Ia juga menjelaskan bahwa doa bukanlah bentuk kelemahan, melainkan pengakuan atas kebesaran Allah SWT. Melalui analogi seekor cicak yang tetap berusaha mencari makan sesuai kemampuannya, Ustadz Handy Bonny mengajak peserta memahami makna ikhtiar dan tawakal.

    Menurutnya, manusia wajib bekerja keras sesuai potensi yang dimiliki, tetapi tetap meyakini bahwa rezeki sepenuhnya merupakan ketetapan Allah SWT.

    Selain itu, Ustadz Handy Bonny mengingatkan generasi muda agar menjadikan ajaran Islam sebagai kompas utama dalam setiap pengambilan keputusan. Dengan demikian, seseorang tidak mudah terjebak dalam ekspektasi duniawi yang semu dan tetap memiliki arah hidup yang jelas.

    Melalui kajian bertema “Saat Lelah, Kemana Harus Pulang?” ini, Poltekkes Bhakti Mulia berharap seluruh peserta memperoleh energi baru untuk terus memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Kedekatan spiritual tersebut diharapkan menjadi bekal dalam membangun hubungan yang lebih baik dengan sesama, sekaligus memperkuat integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai insan kesehatan yang melayani masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: MIM Grinting Nogosari Gelar Seminar Parenting, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Madrasah

     


    Awal Tahun Ajaran, Murid SD Muhammadiyah 1 Solo Borong Prestasi Olahraga dan Akademik

    SOLO - majalahlarise.com – Awal Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi momentum membanggakan bagi SD Muhammadiyah 1 Solo. Belasan murid sekolah yang berlokasi di Jalan Kartini No. 1 Ketelan, Solo, berhasil menorehkan prestasi pada berbagai ajang olahraga dan akademik. Capaian tersebut menjadi pembuka yang menggembirakan sekaligus menunjukkan konsistensi sekolah dalam membina potensi peserta didik di bidang akademik maupun nonakademik, Senin (27/7/2026).

    Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SD Muhammadiyah 1 Solo, Jaka Prasetya, menjelaskan prestasi yang diraih para murid merupakan hasil kerja keras, disiplin, serta sinergi antara sekolah, guru pembimbing, dan orang tua.

    "Capaian ini menjadi pembuka yang menggembirakan sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam mencetak generasi anak bangsa yang berkarakter, berprestasi, dan berdaya saing," ujar Jaka Prasetya.

    Prestasi terbanyak diraih dalam Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup Sukoharjo 2026 yang berlangsung di GOR Bung Karno Sukoharjo pada 25–26 Juli 2026. Pada ajang tersebut, kontingen SD Muhammadiyah 1 Solo sukses memboyong 14 prestasi, terdiri atas sembilan gelar juara pertama, tiga juara kedua, dan dua juara ketiga pada nomor tanding maupun tunggal tangan kosong.

    Peraih Juara I nomor tanding ialah Lavanya Kineta Arrokhim (2B) dan Adeeva Nasira Misha (5B). Sementara Juara I nomor tunggal tangan kosong diraih Shauqi Nurrahman Sindu Atmaja (3A), Qiana Alova Rengganis (3D), Zaula Rafif Fahima Ariby (3C), Dafinah Farzana Malaka (4B), Sakha Narendra Sindu Atmaja (5C), dan Fadia Bellvania Adzkia (6B).

    Selain para juara pertama, sejumlah murid juga turut menyumbangkan medali bagi sekolah, yakni Adskhan Naufal Pranaja (3A), Fania Ras Balerina Putri (3C), Nadhira Isna Almahyra (4A), Banafsha Azkadilina Putri Azzahra (3A), serta Shaqeebrisha Lashira Rahman (5C).

    Prestasi akademik juga menghiasi awal tahun pelajaran. Farzana Delisha Risa Humaira (3D) berhasil meraih Juara I Lomba Matematika Kelas III dan Juara III Lomba Sains Kelas III pada Pegadaian Academic Fair. Sementara itu, Florenza Angelica Ulfania Adhia (6B) sukses meraih dua medali emas pada bidang IPA dan Akidah Akhlak dalam Pekan Olimpiade Siswa Nasional (PESNAS).

    Jaka Prasetya menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa, guru pembimbing, dan orang tua yang telah bekerja sama mendampingi proses pembinaan hingga membuahkan hasil membanggakan.

    "Prestasi ini menjadi titik awal yang baik untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Kami berharap semangat belajar, berlatih, dan berkompetisi secara sehat terus tumbuh sehingga semakin banyak prestasi yang diraih di tingkat kota, provinsi, hingga nasional," pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: MIM Grinting Nogosari Gelar Seminar Parenting, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Madrasah



    MIM Grinting Nogosari Gelar Seminar Parenting, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Madrasah

    Boyolali - majalahlarise.com – MI Muhammadiyah Grinting, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, menggelar kegiatan Awwalussanah dan Seminar Parenting Tahun Ajaran 2026/2027, Sabtu (25/7/2026). Mengusung tema "Sinergi Bersama Madrasah–Orang Tua: Wujudkan Generasi Berkarakter, Beriman, dan Berprestasi," kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara madrasah, orang tua, dan masyarakat dalam membentuk generasi Islami yang unggul.

    Kegiatan dihadiri oleh wali murid, tokoh masyarakat, pengurus Muhammadiyah, komite madrasah, serta pemerintah desa. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas melalui sinergi antara lingkungan keluarga, madrasah, dan masyarakat.

    Kepala MI Muhammadiyah Grinting, Ika Rahmawati, memaparkan berbagai program unggulan yang akan dijalankan pada Tahun Ajaran 2026/2027. Ia menjelaskan keberhasilan program madrasah membutuhkan dukungan penuh dari para orang tua agar proses pendidikan berlangsung selaras antara pembelajaran di madrasah dan pembinaan di rumah.

    "Kami berharap seluruh orang tua dapat mendukung setiap program madrasah sehingga anak-anak memperoleh pendidikan yang berkesinambungan antara keluarga dan madrasah. Dengan sinergi yang baik, kami optimistis dapat mencetak generasi yang berkarakter, beriman, dan berprestasi," jelas Ika Rahmawati.

    Acara diawali dengan sambutan Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tegalgiri, Kasino, yang mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus menjaga keberadaan madrasah sebagai pusat dakwah dan pendidikan umat. Selanjutnya, Ketua Komite Madrasah, Sujarwo, mengajak seluruh wali murid untuk menjaga kekompakan bersama komite dan pihak madrasah demi kemajuan MI Muhammadiyah Grinting.

    Dukungan juga disampaikan Kepala Desa Tegalgiri, Ngateman, yang mengapresiasi kontribusi MI Muhammadiyah Grinting dalam membentuk generasi berakhlak mulia. Ia berharap madrasah terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang membanggakan masyarakat.

    Sesi utama seminar parenting menghadirkan Pujiono, S.Si., M.M., Ketua Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Boyolali sekaligus Mudir Pondok Pesantren Muhammadiyah Manafiul Ulum Sambi. Dengan penyampaian yang komunikatif, ia mengawali materi dengan mengajak seluruh peserta menyanyikan lagu "Tanggung Jawab Bersama" sebagai pengingat bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab semua pihak.

    Dalam paparannya, Pujiono menjelaskan pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada guru. Orang tua, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa memiliki peran penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak sehingga mampu melahirkan generasi yang saleh, cerdas, dan berakhlak mulia.

    "Pendidikan bukan hanya tugas guru di sekolah. Orang tua dan masyarakat harus turut hadir mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi saleh, cerdas, dan berakhlak mulia," ujar Pujiono.

    Ia juga mengingatkan para orang tua agar memandang pendidikan anak sebagai investasi dunia dan akhirat. Menurutnya, setiap pengorbanan untuk pendidikan merupakan amal yang akan memberikan manfaat berkelanjutan.

    "Jangan pernah mengeluh mengeluarkan biaya pendidikan untuk anak. Setiap rupiah yang digunakan untuk mendidik anak adalah amal jariyah yang pahalanya terus mengalir," tuturnya.

    Kepada pengurus komite dan seluruh warga Muhammadiyah, Pujiono mengajak untuk bersama-sama menjaga dan memajukan madrasah sebagai bagian dari perjuangan dakwah.

    "Merawat madrasah sama dengan merawat dakwah dan melanjutkan risalah Rasulullah SAW. Siapa pun yang berjuang membesarkan madrasah, insyaallah menjadi bagian dari perjuangan yang bernilai ibadah dan mengantarkan kepada kebaikan," ungkapnya.

    Seminar parenting berlangsung interaktif dan penuh antusias. Para wali murid mengikuti seluruh sesi dengan semangat, berdiskusi mengenai pola pengasuhan anak, serta berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan. Melalui sinergi yang semakin kuat antara keluarga, madrasah, dan masyarakat, MI Muhammadiyah Grinting optimistis mampu melahirkan generasi Islam yang berkarakter, beriman, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan zaman. (Sofyan)


    Baca juga: Investasi Abadi Tanpa Rugi, Ustaz Dwi Jatmiko Ajak Umat Berniaga dengan Allah

    Ustaz Dwi Jatmiko


    Investasi Abadi Tanpa Rugi, Ustaz Dwi Jatmiko Ajak Umat Berniaga dengan Allah

    SOLO - majalahlarise.com – Di tengah kehidupan yang semakin kompetitif dan berorientasi pada keuntungan materi, Islam menawarkan konsep investasi yang tidak mengenal kerugian, yakni berniaga dengan Allah SWT melalui amal saleh. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Safari Dakwah Pencerahan Putaran Kedua yang digelar Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara di Masjid Al Muthmainnah, Nusukan, Minggu (26/7/2026).

    Dalam tausiyahnya, Ustaz Dwi Jatmiko mengupas kandungan Surah Fathir ayat 29 yang menurutnya menjadi pedoman meraih keberuntungan sejati, baik di dunia maupun di akhirat. Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang-orang yang senantiasa membaca Al-Qur'an, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezekinya merupakan hamba yang melakukan perdagangan dengan Allah yang tidak akan pernah merugi.

    "Investasi abadi tanpa rugi, lebih jelas lihat QS. Fathir ayat 29," ujar Ustaz Dwi Jatmiko yang juga Guru Pendidikan Agama Islam SD Muhammadiyah 1 Solo.

    Menurutnya, amalan pertama yang menjadi fondasi investasi terbaik adalah membaca Al-Qur'an. Kegiatan tersebut tidak hanya sebatas melafalkan ayat-ayat suci, tetapi juga membangun kedekatan dengan petunjuk Allah SWT. Ia mengutip Surah Al-Isra ayat 9 yang menjelaskan bahwa Al-Qur'an memberikan petunjuk menuju jalan yang paling lurus serta kabar gembira bagi orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh.

    "Setiap huruf yang dibaca bernilai pahala berlipat ganda, sekaligus menjadi cahaya yang membimbing kehidupan seorang muslim," jelasnya.

    Amalan kedua, lanjut Jatmiko, adalah menegakkan salat secara istiqamah. Salat merupakan tiang agama sekaligus sarana komunikasi paling mulia antara seorang hamba dengan Allah SWT. Konsistensi dalam menjaga salat menjadi bukti ketundukan dan komitmen seorang mukmin dalam menjalankan perintah-Nya.

    Sementara itu, amalan ketiga adalah menginfakkan sebagian rezeki yang telah dikaruniakan Allah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Menurutnya, infak mencerminkan keyakinan bahwa harta hanyalah titipan Allah yang harus dimanfaatkan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.

    "Amalan ketiga adalah menginfakkan sebagian rezeki yang telah Allah karuniakan, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan," terangnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Jatmiko juga mengingatkan bahwa investasi dalam urusan dunia tidak selalu memberikan keuntungan. Ia mencontohkan berbagai bentuk investasi yang berpotensi mengalami kegagalan sehingga menimbulkan kerugian bagi para investor. Sebaliknya, investasi kepada Allah melalui membaca Al-Qur'an, menegakkan salat, dan bersedekah merupakan investasi yang dijamin memberikan keberkahan.

    "Bisnis dengan manusia bisa menghasilkan keuntungan, tetapi juga bisa mendatangkan kerugian. Sementara itu, berniaga dengan Allah melalui Al-Qur'an, salat, dan sedekah merupakan satu-satunya transaksi yang pasti menghadirkan keberkahan hidup di dunia sekaligus keselamatan di akhirat," pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Desain Interior ISI Surakarta Hadirkan Karya Mebel dan Aksesoris di Tahir Solo Museum



Top