GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Sebanyak 67 siswa mengikuti prosesi wisuda dengan capaian hafalan bervariasi hingga 12 juz. |
67 Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta Diwisuda Tahfiz, Hafalan Capai 12 Juz
Solo - majalahlarise.com - Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai Wisuda Tahfiz Al-Qur’an SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta yang digelar di Ballroom The Alana Hotel Solo, Sabtu (16/5/2026). Sebanyak 67 siswa mengikuti prosesi wisuda dengan capaian hafalan bervariasi hingga 12 juz.
Mengusung tema “Membentuk Generasi Rabbani dengan Al-Qur’an”, kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi sekolah terhadap perjuangan para siswa dalam menghafal Al-Qur’an sekaligus penguatan komitmen mencetak generasi Qur’ani.
Dalam wisuda tersebut, capaian hafalan siswa mulai dari juz 1 hingga juz 29. Rinciannya, wisuda juz 1 diikuti 8 siswa, juz 2 sebanyak 2 siswa, juz 3 satu siswa, juz 4 tiga siswa, juz 5 dan 6 masing-masing satu siswa, juz 23 satu siswa, juz 26 tiga siswa, juz 27 lima siswa, juz 28 sebanyak 20 siswa, juz 29 sebanyak 21 siswa, dan juz 30 satu siswa.
Prestasi membanggakan juga diraih Juhaina Yafi'ah Fadhila sebagai wisudawan terbaik pertama dan Afham Rais Faizullah Swandono sebagai wisudawan terbaik kedua.
Guru Besar UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Abdul Kholiq Hasan, MA., M.Ed., yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas capaian para siswa dalam menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, keberhasilan anak tidak lepas dari peran besar keluarga dalam proses pendampingan.
“Jika ingin anak mampu menghafal Al-Qur’an, maka orang tua harus memiliki komitmen untuk membersamai. Ada lima kunci, yakni murojaah setiap hari, pendampingan keluarga, tasmi’, jadwal hafalan yang jelas, dan doa kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga memaparkan program tahfiz yang dijalankan SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta menjadi salah satu model pendidikan yang layak dikembangkan. Menurutnya, siswa tidak hanya didorong unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kekuatan religius melalui hafalan Al-Qur’an.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd., mengapresiasi semangat para siswa dan dukungan orang tua dalam menyukseskan program tahfiz di sekolah.
“Alhamdulillah wisuda tahfiz diikuti 67 siswa. Saya mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang hadir, Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta, dan Kementerian Agama. Kami berharap para wisudawan dan wisudawati mampu menjaga hafalan, memahami, mengamalkan, dan mengajarkan Al-Qur’an,” tuturnya.
Momen paling mengharukan terjadi saat sesi pemberian mahkota dan surat cinta kepada orang tua. Prosesi diawali dengan pemutaran video perjuangan siswa selama mengikuti program tahfiz. Saat lampu ballroom dipadamkan, para siswa secara perlahan memasangkan mahkota kepada orang tua masing-masing. Tangis haru pun pecah di berbagai sudut ruangan.
Melalui kegiatan wisuda tahfiz ini, SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (Sofyan)
Pendidikan
Silaturahim PonpesMU Manafiul Ulum ke SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas, Bahas Strategi Pengembangan Sekolah Muhammadiyah
Klaten - majalahlarise.com - Rombongan SMP dan SMA PonpesMU Manafiul Ulum melakukan silaturahim dan studi pengembangan sekolah ke SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas, Klaten, Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman dan strategi dalam memajukan sekolah Muhammadiyah agar semakin unggul dan diminati masyarakat.
Rombongan PonpesMU Manafiul Ulum terdiri atas Muhammad Yasin Hadi Pranoto selaku Kepala SMP, Ari Rosmawati selaku Kepala SMA, Mbak Idha, serta Ust. Pujiono. Kehadiran mereka disambut langsung Kepala SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas, Ust. Agus Mulyadi, di ruang kepala sekolah.
Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai langkah pengembangan sekolah. Pembahasan meliputi peningkatan mutu pendidikan, penguatan karakter siswa, budaya disiplin, hingga strategi membangun kepercayaan masyarakat terhadap sekolah Muhammadiyah.
Ust. Agus Mulyadi membagikan pengalaman dan kiat dalam mengembangkan sekolah agar terus maju dan mampu bersaing. Menurutnya, kekompakan seluruh elemen sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam membangun lembaga pendidikan yang berkualitas dan dipercaya masyarakat.
“Kunci utama pengembangan sekolah adalah komitmen bersama dalam menjaga mutu pendidikan dan pelayanan kepada siswa maupun wali murid. Sekolah Muhammadiyah harus terus berinovasi agar semakin dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ust. Pujiono menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan keluarga besar SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas. Ia berharap kegiatan silaturahim tersebut membawa manfaat dan keberkahan bagi kedua lembaga pendidikan.
“Terima kasih atas sambutan dan ilmu yang diberikan, semoga semua menjadi barakah dan membawa kemajuan bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin sinergi dan kolaborasi antarlembaga pendidikan Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta mencetak generasi berkarakter Islami dan berprestasi. (Sofyan)
News
![]() |
| Muslim Educator dan Leadership, Aziz Musthofa Muhammad sebagai narasumber utama. |
Pemuda Muhammadiyah Solo Gelar Tabligh Akbar Milad ke-94, Ajak Generasi Muda Kembali ke Al-Qur’an dan Sunnah
Solo - majalahlarise.com - Pemuda Muhammadiyah Surakarta menggelar Tabligh Akbar Milad ke-94 di Masjid Al Wustho Mangkunegaran, Ahad (17/5/2026). Kegiatan bertema “Pemuda Berdaya di Era Post Truth” itu diikuti sekitar 300 peserta dari kalangan pemuda dan tamu undangan. Tabligh Akbar menjadi momentum mengajak generasi muda kembali menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman utama di tengah derasnya arus informasi media sosial.
Kegiatan menghadirkan Muslim Educator dan Leadership, Aziz Musthofa Muhammad sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia mengajak para pemuda untuk meluruskan niat dalam setiap aktivitas kehidupan serta tetap istiqamah dalam perjuangan dakwah.
“Setiap yang kita lakukan hendaknya diniatkan karena Allah SWT. Apa pun hasilnya tidak akan sia-sia jika sejak awal kita mencari ridha dan cinta-Nya,” ujar Aziz Musthofa Muhammad.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap saling menghargai dalam kehidupan berorganisasi. Menurutnya, perbedaan pandangan, kultur, maupun latar belakang harus disikapi dengan bijak demi menjaga persatuan dan kerukunan.
"Dalam berorganisasi, kita harus tepo seliro, imbang roso, saling memahami, dan berlapang dada. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dirawat agar tercipta kerukunan,” paparnya.
Aziz turut mendoakan seluruh pemuda, khususnya Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta, agar tetap teguh dan istiqamah dalam menjalani setiap langkah kehidupan. Ia menilai manusia tidak pernah mengetahui akhir kehidupannya sehingga semangat beramal tidak boleh berhenti sampai maut menjemput.
Ketua panitia, Arwan Towaf Al Fikri menyampaikan kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi pemuda di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya konten media sosial.
“Di zaman sekarang, banyak pemuda mencari kebenaran melalui media sosial, bukan dari Al-Qur’an dan Sunnah. Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka wawasan sekaligus mengajak pemuda Surakarta kembali menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan utama,” ungkapnya.
Arwan menambahkan, kegiatan berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang hadir. Selain menjadi ajang silaturahmi, Tabligh Akbar juga menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah Surakarta yang sebelumnya sukses menggelar penanaman 94 pohon di bantaran Sungai Bengawan Solo.
Melalui kegiatan tersebut, Pemuda Muhammadiyah Surakarta berharap generasi muda semakin kokoh dalam keimanan, istiqamah dalam beramal, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman. Semangat Milad ke-94 diharapkan menjadi momentum kebangkitan pemuda untuk terus berkontribusi bagi umat dan bangsa.(Sofyan)
Pendidikan
UNISRI dan BEI Jateng 2 Edukasi Literasi Keuangan Siswa SMA Muhammadiyah 1 Sragen tentang Investasi Aman dan Bahaya Scam Online
Solo - majalahlarise.com - Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Slamet Riyadi melalui Galeri Investasi UNISRI berkolaborasi dengan PT Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah 2 menggelar kegiatan edukasi keuangan bagi siswa SMA Muhammadiyah 1 Sragen, Sabtu (17/5). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan kesadaran siswa terhadap risiko digital finansial yang marak terjadi.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi pengenalan ciri-ciri scam online, investasi ilegal atau bodong, serta judi online atau judol. Para siswa juga diberikan kiat praktis agar tidak terjebak dalam berbagai praktik penipuan digital yang saat ini banyak menyasar generasi muda.
Rina Susanti selaku dosen Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNISRI sekaligus Kepala Galeri Investasi UNISRI memaparkan siswa SMA sebagai bagian dari generasi Z merupakan digital native yang sangat dekat dengan teknologi. Tingginya paparan terhadap platform digital membuat kelompok ini rentan menjadi target kejahatan siber dan penipuan keuangan.
“Edukasi ini penting dilakukan sejak dini untuk membangun literasi keuangan yang kuat. Harapannya siswa mampu mengenali modus penipuan, memahami risiko, dan tidak mudah tergiur tawaran investasi yang tidak masuk akal,” ujar Rina Susanti.
Setelah sesi pemaparan mengenai bahaya scam online, investasi bodong, dan judol, kegiatan dilanjutkan dengan materi cara berinvestasi yang benar di pasar modal. Materi tersebut disampaikan oleh Ari Seta Kurniawan selaku Deputi Kepala Wilayah PT Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah 2 dan Madiun Raya.
Ari Seta Kurniawan menjelaskan langkah awal berinvestasi saham secara legal dan aman melalui perusahaan sekuritas yang terdaftar di OJK. Ia juga mengingatkan pentingnya memahami profil risiko sebelum memulai investasi.
“Investasi di pasar modal harus dilakukan secara legal melalui perusahaan sekuritas yang resmi dan diawasi OJK. Pemahaman mengenai profil risiko juga penting agar investor pemula dapat mengambil keputusan dengan bijak,” jelasnya.
Sebagai bentuk praktik langsung, siswa diajarkan simulasi transaksi saham menggunakan aplikasi IDX Mobile. Melalui simulasi tersebut, siswa dapat memahami mekanisme jual beli saham tanpa harus menghadapi risiko keuangan secara nyata.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Sragen Mualim Toha Wahyudi, S.Pd.I. mengapresiasi kegiatan edukasi tersebut. Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan otoritas pasar modal dapat terus berlanjut guna memperkuat pemahaman literasi keuangan di kalangan pelajar.
Sementara itu, UNISRI melalui Galeri Investasi menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan literasi keuangan kepada pelajar maupun masyarakat umum sebagai kontribusi nyata dalam membangun generasi yang cerdas secara finansial dan digital. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Aktris Acha Septriasa hadir sebagai bintang tamu utama dalam kegiatan WomenTalk Mental Health Issue. |
Acha Septriasa Hadir di Politeknik Indonusa Surakarta, Bahas Isu Mental Health Melalui Film Suamiku Lukaku
SOLO - majalahlarise.com - Aktris Acha Septriasa hadir sebagai bintang tamu utama dalam kegiatan WomenTalk Mental Health Issue bersama film Suamiku Lukaku yang digelar di Ballroom Sabha Kencana Politeknik Indonusa Surakarta, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan mahasiswa dan civitas akademika yang antusias mengikuti diskusi mengenai kesehatan mental, relasi keluarga, serta pesan sosial yang diangkat dalam film tersebut.
Acara berlangsung hangat dan interaktif dengan menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Acha Septriasa selaku pemeran utama film Suamiku Lukaku, Nasri Ika Yulianti, M.Psi., Psikolog sebagai praktisi kesehatan mental, serta Ssharad Sharaan selaku sutradara film. Ketiganya membahas berbagai persoalan mental health yang kerap terjadi di lingkungan keluarga maupun kehidupan sehari-hari generasi muda.
Dalam sesi diskusi, Acha Septriasa menyampaikan pentingnya membangun komunikasi yang sehat dan memahami kondisi psikologis setiap individu. Menurutnya, kesehatan mental perlu menjadi perhatian bersama agar tercipta hubungan yang harmonis di lingkungan keluarga maupun sosial.
“Melalui karakter yang saya perankan di film Suamiku Lukaku, saya berharap masyarakat semakin sadar pentingnya empati, dukungan emosional, dan memahami kondisi psikologis pasangan maupun orang-orang di sekitar kita,” ujarnya.
Sementara itu, Nasri Ika Yulianti, M.Psi., Psikolog memaparkan isu kesehatan mental saat ini memerlukan perhatian serius, khususnya di kalangan generasi muda. Ia menilai edukasi melalui media kreatif seperti film dapat menjadi sarana efektif meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental.
“Film dapat menjadi media refleksi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari sana masyarakat bisa belajar memahami emosi, relasi keluarga, hingga pentingnya menciptakan lingkungan yang suportif,” jelasnya.
Ssharad Sharaan selaku sutradara film juga menyampaikan film Suamiku Lukaku hadir tidak hanya sebagai hiburan, tetapi membawa pesan sosial mengenai pentingnya kepedulian terhadap kondisi mental seseorang dalam kehidupan rumah tangga maupun lingkungan sekitar.
Kegiatan WomenTalk Mental Health Issue tidak hanya menjadi ruang diskusi edukatif, tetapi juga ajang inspiratif bagi mahasiswa untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental diri sendiri maupun orang lain. Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung aktif sepanjang acara.
Usai talkshow di Ballroom Sabha Kencana, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan nonton bareng film Suamiku Lukaku di The Park Solo yang diikuti civitas akademika Politeknik Indonusa Surakarta. Kegiatan tersebut menjadi momentum kebersamaan sekaligus refleksi bersama atas pesan moral dan isu kesehatan mental yang diangkat dalam film tersebut. (Sofyan)
Baca juga: IGABA Boyolali Gelar Festival Anak dan Guru Semarakkan Milad ‘Aisyiyah ke-109
Pendidikan
![]() |
| Penyerahan Alat Pembuatan Mie Sehat Berbahan Lokal dari Ketua Tim Pengabdian ke Ketua KWT. |
Optimalisasi Pengelolaan Makanan Tambahan Berbahan Lokal, Tim Pengabdian Masyarakat Univet Bantara Sukoharjo Dorong KWT Turunkan Angka Stunting di Manyaran
WONOGIRI - majalahlarise.com - Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Optimalisasi Penguatan Pengelolaan Makanan Tambahan Berbahan Lokal melalui Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani dalam Menurunkan Incidence Rate Stunting” di Batu Sari RT 06 RW 05, Kelurahan Punduh Sari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Minggu (17/5/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Lemah Ireng serta Karang Taruna Sinar Remaja sebagai peserta utama.
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan membantu menurunkan angka stunting di wilayah Kecamatan Manyaran, khususnya di RT 06 Punduh Sari, melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan pengetahuan gizi, serta pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai alternatif makanan sehat dan bergizi.
Ketua RT 06 Batu Sari, Triyanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Ia berharap program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kemampuan warga mengolah bahan pangan lokal menjadi produk sehat sekaligus bernilai ekonomi.
![]() |
| Penyuluhan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Karang Taruna. |
“Kami menyambut baik kegiatan dari Univet Bantara Sukoharjo ini. Harapannya masyarakat dapat semakin kreatif memanfaatkan bahan pangan lokal menjadi makanan sehat yang bermanfaat bagi keluarga dan memiliki nilai jual,” ujar Triyanto.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dewi Puspitosari, S.K.M., M.K.M., menjelaskan pemanfaatan bahan pangan lokal dapat menjadi salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya Kelompok Wanita Tani, agar mampu mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan tambahan sehat. Selain mendukung pemenuhan gizi keluarga, keterampilan ini juga dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat,” jelasnya.
Pada kegiatan inti, anggota KWT Lemah Ireng mendapatkan penyuluhan mengenai pentingnya makanan tambahan sehat berbahan lokal dalam mendukung pencegahan stunting. Peserta juga mengikuti pelatihan pembuatan mie sehat sebagai inovasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan lokal yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat.
![]() |
| Pelatihan pembuatan Mie Sehat. |
Pelatihan tersebut mendapat antusias tinggi dari peserta. Anggota KWT aktif berdiskusi mengenai teknik pengolahan bahan pangan sehat agar menghasilkan produk bergizi dan menarik untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan.
Sementara itu, Karang Taruna Sinar Remaja memperoleh materi tentang pemasaran digital. Materi yang diberikan meliputi pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi hingga strategi penjualan produk secara daring agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, pada akhir kegiatan dilakukan penyerahan mesin pembuat mie sehat kepada KWT Lemah Ireng oleh Ketua Tim Pengabdian Masyarakat. Bantuan alat tersebut diharapkan dapat mendukung produksi pangan sehat berbahan lokal sekaligus mendorong pengembangan usaha masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami berharap bantuan alat ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh KWT Lemah Ireng untuk meningkatkan produksi makanan sehat berbahan lokal serta mendukung perekonomian masyarakat,” tambah Dewi Puspitosari.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut menjadi salah satu upaya kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran pentingnya gizi keluarga, pemberdayaan ekonomi lokal, serta percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Wonogiri. (Sofyan)
Baca juga: IGABA Boyolali Gelar Festival Anak dan Guru Semarakkan Milad ‘Aisyiyah ke-109
Pendidikan
![]() |
| Tari Tembang Dolanan dengan tema “Menanamkan Karakter Berkemajuan dan Cinta Al-Islam Kemuhammadiyahan Sejak Dini'. |
IGABA Boyolali Gelar Festival Anak dan Guru Semarakkan Milad ‘Aisyiyah ke-109
BOYOLALI - majalahlarise.com - Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA) Boyolali menggelar Festival Anak dan Guru dalam rangka memeriahkan Milad ‘Aisyiyah ke-109 di SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan berlangsung meriah dan diikuti peserta dari berbagai cabang se-Kabupaten Boyolali dengan menampilkan semangat kreativitas, kebersamaan, serta pelestarian budaya Nusantara.
Ketua panitia, Nur Aisyiah Jamil, memaparkan festival ini menjadi wadah pengembangan bakat anak dan guru ‘Aisyiyah sekaligus media penguatan karakter Islami. Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk menanamkan nilai budaya dan kecintaan terhadap Al-Islam Kemuhammadiyahan sejak usia dini melalui suasana yang menyenangkan dan edukatif.
“Festival ini menjadi sarana pengembangan bakat sekaligus penguatan karakter Islami dan budaya Nusantara bagi anak maupun guru ‘Aisyiyah. Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kreativitas dan rasa cinta budaya bangsa,” ujar Nur Aisyiah Jamil.
Festival menghadirkan berbagai jenis perlombaan. Pada kategori anak digelar lomba Tahfidz surat pendek dan Tari Tembang Dolanan bertema “Melestarikan Budaya Melalui Gerak dan Lagu Anak Nusantara.” Adapun kategori guru melombakan penulisan cerita bergambar seri serta Tari Tembang Dolanan dengan tema “Menanamkan Karakter Berkemajuan dan Cinta Al-Islam Kemuhammadiyahan Sejak Dini.”
![]() |
| Para pemenang saat foto bersama panitia. |
Sejak pagi hari, peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Suasana penuh semangat dan kreativitas terlihat dari penampilan peserta yang membawakan gerak tari, lagu dolanan, hingga kemampuan bercerita dengan menarik. Kebersamaan antar guru dan anak didik juga menjadi warna tersendiri dalam festival tersebut.
Pada lomba Tari Tembang Dolanan kategori guru, Juara 1 diraih peserta undi nomor 5 dari Cabang Banyudono dengan nilai 275. Juara 2 diraih Cabang Boyolali dan Juara 3 dari Wonosegoro. Sementara lomba bercerita dan membuat cerita bergambar seri menempatkan peserta undi nomor 2 dari Boyolali sebagai Juara 1, disusul Nogosari sebagai Juara 2 dan Gladagsari sebagai Juara 3.
Ketua PD ‘Aisyiyah Boyolali, Sri Hidayati, memberikan apresiasi atas terselenggaranya festival tersebut sebagai bagian dari dakwah pendidikan ‘Aisyiyah. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut untuk mempererat silaturahmi antar guru dan lembaga pendidikan ‘Aisyiyah di Boyolali.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga media melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mencintai budaya bangsa. Semoga silaturahmi dan sinergi antar lembaga pendidikan ‘Aisyiyah semakin kuat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono Pujiono, M.Pd menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah festival. Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat kolaborasi antar Amal Usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam menghadirkan pendidikan unggul, Islami, dan berkemajuan.
“Festival ini menjadi momentum memperkuat sinergi dalam memajukan pendidikan yang berkualitas serta berkarakter Islami,” ungkapnya. (Sofyan)
Baca juga: Kunci Kampung yang Berkah dan Bahagia, Ustaz Dwi Jatmiko Ajak Warga Gemar Baca Al-Qur’an
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...










