GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Komunitas
![]() |
| Pemberian ucapan selamat HUT ke-60 Hj. Turyati oleh para Alumni SMP Manyaran 76. |
Silaturahmi Keluarga Alumni SMP Manyaran 76 dan Tasyakuran HUT ke-60 Hj. Turyati, Jaga Eksistensi dan Kekompakan Alumni
WONOGIRI – majalahlarise.com - Semangat menjaga tali silaturahmi dan kekeluargaan mempertemukan keluarga besar Alumni SMP Manyaran 76 di Rumah Makan Sri Boga, Jenggotan, Desa Pagutan, Kecamatan Manyaran, Wonogiri, Senin (31/8/2026). Pertemuan yang digagas HY Supardi bersama Suratno tersebut menjadi momentum mempererat komunikasi sekaligus menjaga eksistensi dan kekompakan alumni.
Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB itu diikuti sejumlah alumni dan keluarga besar SMP Manyaran 76 dari wilayah Manyaran dan sekitarnya. Suasana berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan, diwarnai dengan bincang-bincang, mengenang masa sekolah, berbagi cerita, hingga menikmati kebersamaan.
HY Supardi menyampaikan pertemuan tersebut digelar sebagai upaya mempertahankan ikatan kekeluargaan yang telah terbangun sejak masa sekolah. Menurutnya, kesibukan masing-masing tidak seharusnya menjadi penghalang bagi para alumni untuk tetap berkomunikasi dan bertemu.
![]() |
| HY Supardi saat menyampaikan sambutan. |
“Pertemuan ini untuk tetap menjaga eksistensi kekeluargaan SMP 76. Silaturahmi seperti ini penting agar hubungan antar teman tetap terjaga,” ujar HY Supardi.
Momentum silaturahmi tahun ini terasa semakin istimewa karena Alumni 1976 genap memasuki perjalanan 50 tahun sejak kelulusan. Perjalanan setengah abad tersebut menjadi tahun emas yang patut disyukuri sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga persaudaraan yang telah terjalin sejak bangku sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, para alumni juga diajak mendoakan rekan-rekan yang telah meninggal dunia. Doa dipanjatkan agar mereka mendapatkan ampunan, diterima amal ibadahnya, serta memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Ketua Alumni SMP Manyaran 76, H. Suwardi, mengapresiasi terselenggaranya pertemuan tersebut. Ia menilai silaturahmi secara langsung memiliki arti penting untuk mempertahankan kedekatan antar teman, terlebih ketika usia para alumni kini telah memasuki usia lanjut.
![]() |
| Ketua Alumni SMP Manyaran 76, H. Suwardi, mengapresiasi terselenggaranya pertemuan. |
“Yang paling penting kita tetap menjaga komunikasi dan kebersamaan. Sesibuk apa pun, kalau bisa kita menyempatkan diri bertemu. Komunikasi melalui WhatsApp saja terkadang belum cukup,” kata H. Suwardi.
Menurutnya, pertemuan tatap muka memberikan ruang bagi para alumni untuk saling berbagi cerita, berdiskusi, sekaligus memberikan dukungan satu sama lain. Ia juga mengenang sejumlah sahabat yang telah berpulang dan dahulu selalu hadir ketika dibutuhkan untuk berdiskusi maupun bertukar pikiran.
H. Suwardi berharap Alumni 1976 tetap eksis, solid, kondusif, dan tidak mudah terpecah belah. Ia mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga komunikasi serta saling mendukung di tengah perjalanan kehidupan yang semakin bertambah usia.
![]() |
| Acara berlangsung sederhana namun penuh keakraban, diisi suasana santai dan nyanyian bersama diiringi organ tunggal. |
“Kita berharap semua teman tetap sehat, sukses, kompak, dan saling menjaga. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan semakin sering dilaksanakan,” tuturnya.
Selain silaturahmi, kegiatan juga menjadi momentum tasyakuran Hari Ulang Tahun ke-60 Hj. Turyati, istri HY Supardi, yang bertepatan dengan 31 Agustus 2026. Perayaan berlangsung sederhana namun penuh keakraban, diisi suasana santai dan nyanyian bersama diiringi organ tunggal.
Para alumni memaknai bertambahnya usia bukan sekadar perayaan, tetapi juga sebagai momentum memperbanyak rasa syukur serta mendoakan kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.
Sejumlah alumni dan keluarga yang tercatat hadir antara lain HY Supardi, Suratno, Ny. Yayuk Ngadi, Kusniyati, Agung, Warsini, Sri Wahatin, Sugiyat, H. Suwardi, Sutardi, Marini, Paino, Suciptadi, Suparmi, Sri Widiyatmi, BJ Jatminto, Suyanto, Larso, Katini, Suyoko, Joko Yaryoto, Karyadi, Ismini dari Kepuh, Purwanto dari Mantren, Ngatmin, Wariyatmi, Ny. Katman, serta Welasih.
Pertemuan ditutup dengan permohonan maaf atas segala kekurangan serta doa bersama agar seluruh keluarga besar Alumni SMP Manyaran 76 senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan dalam berbagai urusan, dan keberkahan.
Silaturahmi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sesaat. Pertemuan rutin dan komunikasi yang terus terjaga menjadi modal penting untuk mempertahankan persaudaraan Alumni 1976 hingga masa mendatang. (Sofyan)
Baca juga: Ketika Usia Bertambah, Jangan Biarkan Makna Hidup Berkurang
Pendidikan
![]() |
| Penarikan mahasiswa KKN dipimpin langsung Rektor UNISRI, Prof. Sutoyo, M.Pd., Senin (31/8/2026). |
Rektor UNISRI Tarik 1.446 Mahasiswa KKN di 11 Kecamatan Sragen
SRAGEN – majalahlarise.com – Sebanyak 1.446 mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta resmi ditarik setelah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 50 hari di 11 kecamatan Kabupaten Sragen. Penarikan mahasiswa KKN dipimpin langsung Rektor UNISRI, Prof. Sutoyo, M.Pd., Senin (31/8/2026).
Sebelas kecamatan yang menjadi lokasi pengabdian mahasiswa meliputi Jenar, Plupuh, Mondokan, Gemolong, Gesi, Kalijambe, Sumberlawang, Tangen, Miri, Sukodono, dan Tanon.
Selama menjalankan KKN, mahasiswa tidak hanya melaksanakan program kerja berbasis keilmuan, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mahasiswa UNISRI mendapat apresiasi dari pemerintah kecamatan dan masyarakat setempat.
Camat Gemolong, Nugroho Dwi Wibowo, S.STP., mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN UNISRI selama berada di wilayahnya.
“Selama 50 hari di sini mahasiswa bisa menjadikan pengalaman berharga untuk diri sendiri dan masyarakat. Kami atas nama masyarakat Gemolong mengucapkan terima kasih karena dengan adanya mahasiswa KKN UNISRI di Gemolong menjadi lebih baik,” ujarnya.
Menurut Nugroho, kontribusi mahasiswa juga terlihat dalam program Dandan Omah yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Sragen. Keterlibatan mahasiswa KKN UNISRI turut mendukung peningkatan capaian Gemolong dalam program tersebut.
“Terima kasih juga, saat program Dandan Omah Pemkab, mahasiswa KKN turut membantu sehingga Gemolong bisa menorehkan prestasi dari rangking 20 ke rangking 7,” ungkapnya.
Nugroho berharap hubungan antara mahasiswa UNISRI dengan masyarakat Gemolong tidak berhenti setelah KKN selesai. Ia mengajak mahasiswa tetap menjalin komunikasi dan kembali ke Gemolong untuk berbagai kegiatan pengabdian.
“Jangan lupakan Gemolong dengan 10 desa dan 4 kelurahan. Silakan kembali lagi untuk mengabdi dan bersilaturahmi,” pesannya.
Sementara itu, Rektor UNISRI Prof. Sutoyo, M.Pd., menyampaikan KKN menjadi bagian penting dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan pengalaman pembelajaran langsung kepada mahasiswa di tengah masyarakat.
“Melalui KKN ini mahasiswa belajar bersosialisasi, memahami persoalan masyarakat, dan mengaplikasikan ilmu yang didapat di kampus. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama 50 hari ini bisa menjadi bekal ketika nanti mengabdi di masyarakat luas,” jelasnya.
Menurut Prof. Sutoyo, interaksi langsung dengan masyarakat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami berbagai persoalan secara lebih konkret. Pengalaman tersebut diharapkan membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kepekaan sosial dan kemampuan berkolaborasi.
UNISRI juga menyiapkan tindak lanjut program pengabdian dengan memperluas wilayah pelaksanaan KKN. Setelah program KKN di kawasan Solo Raya, kampus berencana mengembangkan program KKN ke wilayah Jawa Tengah.
“Setelah program KKN di Solo Raya selesai, kami juga akan memprogramkan KKN Jawa Tengah, agar jangkauan pengabdian UNISRI semakin luas dan manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak masyarakat,” tegas Prof. Sutoyo.
Penarikan mahasiswa KKN ditandai dengan penyerahan vandel secara simbolis dari Rektor UNISRI kepada perwakilan pemerintah kecamatan. Penyerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi dan terima kasih UNISRI atas dukungan pemerintah serta masyarakat selama mahasiswa melaksanakan pengabdian.
Berakhirnya masa KKN bukan berarti berakhirnya kolaborasi. UNISRI berharap sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat terus berkembang melalui berbagai program pengabdian, pemberdayaan, dan pendampingan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan dalam mendorong terwujudnya masyarakat dan desa yang semakin mandiri, berdaya saing, serta sejahtera. (Sofyan)
Baca juga: Ketika Usia Bertambah, Jangan Biarkan Makna Hidup Berkurang
Pendidikan
Dalang Jaka Rianto Purna Tugas, Dianugerahi Gelar KR. Eyang Keramat
SOLO - majalahlarise.com - Dalang dan akademisi Jaka Rianto, S.Kar., M.Hum. resmi memasuki masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus dosen Jurusan Pedalangan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Pengabdian panjangnya di dunia pendidikan dan seni tradisi mendapat apresiasi khusus dari para seniman wayang beber melalui penganugerahan gelar KR. Eyang Keramat.
Penghormatan tersebut diberikan dalam sebuah pertemuan para seniman wayang beber di Galeri Naladerma, Minggu (30/8/2026). Dalam kesempatan itu, digelar pertunjukan wayang beber lakon Ande-Ande Lumut yang dibawakan dalang muda Halintar Cakra Padnobo.
Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari ungkapan syukur dan apresiasi atas keberhasilan Jaka Rianto menuntaskan pengabdiannya sebagai ASN dan dosen hingga memasuki masa purna tugas.
Sejumlah seniman dan dosen hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dani Iswardana sebagai pelukis wayang beber, Budiharjo selaku pimpinan Wayang Beber Mahesa Sura beserta para pengrawitnya, Arif Setiawan pimpinan Yayasan Kambangsri, Tafsir Hudha selaku Ketua Jurusan Pedalangan, Tatik Harpawati, Ranang Agung Sugihartono, serta Dewi Nurnani.
Kegiatan di Galeri Naladerma yang dipimpin Doni Susanto tersebut juga mendapat dukungan dari Kampung Wisata Budaya Baluwarti melalui Baluwarti Experience.
Momentum paling istimewa terjadi ketika Budiharjo, pimpinan Padepokan Seni Keramat Mojokerto, Jawa Timur, memberikan anugerah Eyang Keramat kepada Jaka Rianto. Penganugerahan dilakukan dalam suasana sakral dengan pengucapan doa dan pengantar menggunakan bahasa Jawa.
Budiharjo menyampaikan anugerah tersebut sebagai bentuk penghormatan dari Warga Bumi Keramat atas dedikasi Jaka Rianto dalam melestarikan dan mengembangkan musik tradisi serta seni pertunjukan tradisi.
Dalam penganugerahan itu, Jaka Rianto dikukuhkan dengan sebutan KR. Eyang Keramat atau Kanjeng Resi Eyang Gong Keramat.
“Miwiti ingsun klawan nyebut asmaning Gusti Ingkang Maha Welas Langgeng Asih, ora ana daya upaya kejaba Gusti Kang Maha Kuasa. Ing dinten keramat punika, Minggu Kliwon pasaran 13, kula kajuluk Hamengku Keramat ugi wakil saking warga Keramat ingkang kaseksen kaliyan Bopo Angkasa, Ibu Pertiwi, paring kanugrahan dumateng Bopo Jaka Rianto, S.Kar., M.Hum. kedapuk Empu Keramat kaliyan sebutan KR. Eyang Keramat, Kanjeng Resi Eyang Gong Keramat,” ujar Budiharjo.
Ia berharap seluruh jasa dan karya Jaka Rianto dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia seni tradisi.
“Mugia jasa lan karya-karya beliau manfaat abadi kagem masyarakat, nusa lan bangsa. Ini merupakan gelar apresiasi tertinggi di bidang musik tradisi dan seni pertunjukan tradisi dari Warga Bumi Keramat,” jelasnya.
Budiharjo menilai, Jaka Rianto memiliki jasa besar dalam membina generasi seniman di Mojokerto, khususnya di bidang karawitan dan pedalangan wayang beber.
“Jaka Rianto telah membina karawitan dan seni pedalangan wayang beber di Desa Paras dan Desa Kramatjetak, Kecamatan Pacet, Mojokerto, kurang lebih selama 10 tahun. Beliau telah melahirkan banyak seniman dan seniwati karawitan maupun wayang beber, sehingga kesenian wayang beber tumbuh dan berkembang di bumi Mojokerto hingga saat ini,” ungkap Budiharjo.
Sementara itu, Jaka Rianto mengaku bersyukur atas perjalanan panjang pengabdiannya sebagai pendidik dan seniman. Menurutnya, kecintaan terhadap dunia pedalangan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidupnya.
“Hati dan jiwa saya untuk pedalangan. Pak Ranang dan Bu Tatik yang membersamai saya selama ini sangat tahu itu,” pungkas Jaka Rianto.
Penganugerahan KR. Eyang Keramat menjadi penanda perjalanan baru bagi Jaka Rianto. Meski telah memasuki masa purna tugas sebagai ASN dan dosen, dedikasi serta pengabdiannya terhadap pedalangan, wayang beber, dan seni tradisi diharapkan terus hidup dan memberi inspirasi bagi generasi penerus. (Sofyan)
Baca juga: Ketika Usia Bertambah, Jangan Biarkan Makna Hidup Berkurang
Artikel Pengembangan Profesi
Teknologi sebagai Media Pengembangan Gamifikasi sebagai Media Pembelajaran Inovatif untuk Generasi Abad XXI Era Digital
Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.
Guru Besar Bidang Pragmatik dan Pembelajaran Pragmatik
Dosen PBSI FKIP UNS, Pendiri, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & Komunitas DIKLISA
Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa
![]() |
| Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum. |
“Kawan, bergerak dan berinovasi tiada henti untuk mengasilkan karya-karya nyata sebagai sumber literasi dan media pembelajaran untuk menyiapkan generasi Indoensia yang unggul, kritis, kreatif, inovatif, produktif, dan inspiratif”
Alhamdulillah, segala puji syukur kepada Allah SWT atas terbitnya buku berjudul Teknologi Media Pembelajaran: Pendekatan Gamifikasi untuk Pembelajaran Abad ke-21 yang ditulis Saudara Elen Inderasari, Hari Kusmanto, Giyoto, dan Hilmy Mahya Masyhuda. Kehadiran buku ini menjadi salah satu alternatif sumber literasi bagi guru, dosen, murid, dan mahasiswa abad XXI dalam proses belajar dan membelajarkan diri. Kompetensi hardskill dan softskill yang perlu menjadi bekal bagi guru, dosen, murid, dan mahasiswa abad XXI harus dapat dilaksanakan sejak dini dalam proses pembelajaran di kelas dan mandiri. Komitmen penulis untuk dapat menyajikan sumber literasi yang adaptif sesuai dengan konteks perkembangan zaman digital sangat selaras dengan kebutuhan pendidikan era digital. Oleh karena itu, ucapan selamat dan sukses untuk Saudara Elen Inderasari dkk. untuk terus melaksanakan tri dharma perguruan tinggi yang bermanfaat untuk kemaslahatan umat sepanjang hayat.
Buku ini memiliki keunggulan secara tekstual dan kontesktual untuk pembelajar mandiri dan berkelompok, baik di kelas maupun di luar kelas. Buku yang terdiri atas xix romawi, 337 halaman, dan 7 bab ini menjadi salah satu rujukan penguatan kompetensi hardskill dan softskill pembacanya secara berimbang. Hal ini dapat dilihat dalam 7 bab yang dideskripsikan dalam buku ini terdiri atas: Bab I Pendahuluan membahas transormasi pembelajaran berbasis teknologi era digital, gamifikasi dan pentingnya dalam pendidikan era digital; Bab II Landasan Teoretis Gamifikasi membahas konsep dasar teknologi pembelajaran, media pembelajaran, gamifikasi dan ruang lingkupnya; Bab III Desain Pembelajaran Berbasis Gamifikasi membahas desain pembelajaran berbasis gamifikasi secara detail; Bab IV Platform Gamifikasi Berbasis Kuis Interaktif membahas aneka platform digital sebagai media pembelajaran pembelajar era digital, seperti kahoot, quizizz/wayground, socrative, quizalize, quizwhizzer, dan mentimeter; Bab V Platform Gamifikasi Berbasis Permainan Edukatif membahas aneka aneka platform gamifikasi, seperti; gimkit, blooket, zep quiz,triva anywhere, kungfu quiz, dan wordwall; Bab VI Platform Gamifikasi Berbasis Aktivitas dan Konten Digital membahas aneka platform quizify AI, educaplay, edpuzzle, formative jotform, dan flexiquiz dalam pembelajaran; Bab VII Evalausi, Tantangan, dan Masa Depan Gamifikasi dalam Pembelajaran membahas aneka dampak positif gamifkikasi, peluang, dan tantangan dalam pembelajaran era digital. Rangkaian penjelasan deskriptif ketujuh bab dalam buku ini dengan contoh dan praktik yang sangat lengkap menjadi keunggulan yang sangat layak untuk dipelajari dan dipahami sebagai modal penegetahuan bagi guru, dosen, mahasiswa, dan murid era digital.
Perkembangan teknoloogi yang sangat pesat harus diikuti pendidikan dan pelatihan bagi guru, dosen, murid, dan mahasiswa abad XXI terkait dengan aneka platform teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Hal ini sebagai bentuk adaptasi dan penguatan kompetensi hardskill dan softskill untuk pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran. Guru dan dosen bersama murid dan mahasiswa harus dapat menguasai keterampilan abad XXI: (1) berpikir kreatif, (2) berpikir kritis, (3) kolaboratif, dan (4) komunikatif. Selain menguasai 4 keterampilan abad XXI guru, dosen, mahasiswa juga harus menguasai enam literasi dasar, yaitu literasi: (1) menulis dan membaca, (2) numerik, (3) digital, (4) keuangan, (5) sains, dan (6) budaya & kewargaan. Penguasaan keterampilan abad XXI dan enam literasi dasar tersebut merupakan modal dasar generasi abad XXI untuk menguasai dunia era digital dan memiliki daya saing serta daya sanding era digital.
Pembelajaran berbasis media gamifikasi akan sangat efektif bagi generasi digital khususnya gen-Z. Hal ini sebagai wujud adaptasi kekinian yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kebermanfaatan media pembelajaran era digital yang dimanfaatkan secara komprehensif bagi guru, dosen, murid, dan mahasiswa dalam pembelajaran. Pengembangan aneka media pembelajaran berbasis teknologi sangat ditunggu dalam dunia Pendidikan era digital sebagai media pembelajaran yang efektif dan efisien era digital. Kehadiran buku ini sebagai salah satu jawaban bahwa inovasi tiada henti untuk menghasilkan karya nyata bagi guru dan dosen abad XXI untuk terus berliterasi dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca) sepanjang masa. Akhirnya, selamat membaca, memahami, mengamalkan ilmu yang telah dibaca dengan cermat dan ceria melalui buku yang juoss guandhos puoll ini.
“Kawan, keheningan untuk merajut kata sebagai sumber literasi Ratulisa kala senja menuju ke peraduannya akan bangkitkan semangat multigenerasi NKRI untuk cerdas dan sukses sepanjang masa”
”Tulisan ini merupakan pengembangan tulisan untuk pengantar dan ulasan buku yang ditulis Saudara Elen Inderasari, Hari Kusmanto, Giyoto, dan Hilmy Mahya Masyhuda berjudul Teknologi Media Pembelajaran: Pendekatan Gamifikasi untuk Pembelajaran Abad ke-2”
Istana Arfuzh Ratulisa dan Diklisa Surakarta, 31 Agustus 2026
Berita
Ketika Usia Bertambah, Jangan Biarkan Makna Hidup Berkurang
SOLO - majalahlarise.com - Bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti berkarya dan mengabdi. Memasuki masa pensiun justru dapat menjadi fase baru untuk memperbanyak rasa syukur, menjaga kesehatan, memperluas manfaat, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikan Soleh Amini dalam tausiah bertema “Menjadi Tua dengan Sehat, Sejahtera, Bahagia, dan Tetap Bermanfaat” di hadapan para pensiunan guru dan kepala sekolah di SD Muhammadiyah 1 Solo, Sabtu (29/8/2026).
Dalam tausiah tersebut, Soleh mengajak para lanjut usia untuk tidak memandang masa tua sebagai akhir dari pengabdian. Menurutnya, menjadi tua merupakan sunnatullah yang tidak dapat dihindari oleh manusia.
Al-Qur'an dalam QS. Ar-Rum ayat 54, kata Soleh, menggambarkan perjalanan manusia yang diciptakan dalam keadaan lemah, kemudian menjadi kuat, dan pada akhirnya kembali menjadi lemah serta beruban.
“Menjadi tua bukanlah pilihan. Kita boleh memilih sekolah, pekerjaan, atau tempat tinggal, tetapi kita tidak dapat memilih untuk tidak menjadi tua,” ujar Soleh.
Ia mengatakan, rambut memutih, keriput, langkah yang mulai melambat, dan berkurangnya tenaga tidak semestinya dipandang sebagai kegagalan. Sebaliknya, kesempatan mencapai usia lanjut patut disyukuri karena tidak semua orang memperoleh kesempatan tersebut.
Karena itu, Soleh mengingatkan agar seseorang tidak hanya memohon umur panjang, tetapi juga memohon usia yang penuh keberkahan.
“Tujuan kita bukan hanya menambah usia pada kehidupan, tetapi menambahkan kehidupan pada usia,” katanya.
Pensiun Bukan Berhenti Mengabdi
Soleh menjelaskan, masa pensiun memang dapat membawa perubahan psikologis, terutama bagi guru dan kepala sekolah yang selama puluhan tahun terbiasa memiliki rutinitas, tanggung jawab, murid, serta lingkungan kerja.
Setelah pensiun, seseorang terkadang mulai mempertanyakan kembali identitas dirinya. Namun, Islam tidak mengajarkan bahwa pensiun berarti berhenti memberikan manfaat.
“Pensiun dari pekerjaan bukan pensiun dari kehidupan, dan pensiun dari jabatan bukan pensiun dari pengabdian,” tuturnya.
Pengabdian, lanjut Soleh, dapat berpindah dari sekolah menuju keluarga dan masyarakat. Jika sebelumnya seorang guru mendidik murid di ruang kelas, setelah pensiun ia tetap dapat mendidik anak dan cucu melalui keteladanan.
“Jangan pernah mengatakan, ‘Saya sudah tidak berguna.’ Katakanlah, ‘Allah sedang memindahkan ladang pengabdian saya,’” katanya.
Untuk menjalani masa tua secara sehat, sejahtera, bahagia, dan tetap bermanfaat, Soleh menyampaikan lima hal penting yang perlu diperhatikan.
Pertama, menjaga kesehatan tubuh. Menurutnya, tubuh merupakan amanah dari Allah SWT sehingga perlu dirawat sesuai kemampuan.
Aktivitas seperti berjalan kaki, senam, berkebun, melakukan pekerjaan rumah yang aman, tidur cukup, serta memeriksakan kesehatan secara berkala menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan.
Kedua, menjaga pola makan dan gaya hidup. Soleh mengutip QS. Al-A'raf ayat 31 yang memerintahkan manusia untuk makan dan minum, tetapi tidak berlebihan.
Seiring bertambahnya usia, pola makan perlu semakin diperhatikan dengan mengurangi konsumsi secara berlebihan serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan.
Ketiga, tidak membiarkan otak ikut pensiun. Usia lanjut, menurut Soleh, bukan alasan untuk berhenti belajar.
“Pensiun boleh, tetapi belajar jangan pensiun,” tegasnya.
Membaca buku dan Al-Qur'an, mengikuti pengajian, berdiskusi, menulis, mempelajari teknologi, serta memahami perkembangan dunia anak dan cucu menjadi bagian penting untuk menjaga pikiran tetap aktif.
Pensiunan Adalah Perpustakaan Hidup
Soleh menyebut pengalaman para pensiunan guru dan kepala sekolah sebagai kekayaan yang sangat berharga. Pengalaman tersebut perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Bapak-Ibu adalah perpustakaan hidup. Di dalam diri Bapak-Ibu tersimpan pengalaman mendidik, memimpin, menghadapi murid, membangun sekolah, menghadapi perubahan zaman, dan pengalaman perjuangan Muhammadiyah,” ujarnya.
Keempat, menjaga silaturahmi dan tidak mengisolasi diri. Para lansia didorong tetap bertemu sahabat, mengikuti pengajian, kegiatan Muhammadiyah, kegiatan sosial, olahraga bersama, maupun aktivitas kemasyarakatan lainnya.
Kelima, merawat jiwa dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Soleh mengingatkan kebutuhan spiritual semakin penting ketika usia bertambah.
Shalat, membaca Al-Qur'an, berdzikir, berdoa, bersedekah, bersilaturahmi, dan menghadiri majelis ilmu menjadi bagian dari upaya menjaga ketenteraman hati.
Ia mengutip QS. Ar-Ra'd ayat 28 yang menjelaskan bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
Soleh menekankan, kebahagiaan pada masa tua tidak selalu identik dengan kondisi tanpa sakit ataupun kekayaan materi. Kebahagiaan lebih berkaitan dengan kemampuan seseorang memaknai kehidupan dan mensyukuri nikmat yang masih diberikan Allah SWT.
Ia mengajak para pensiunan untuk terus bertanya kepada diri sendiri, apakah masih dapat mencintai dan dicintai, masih berguna bagi orang lain, masih memiliki tujuan hidup, serta masih dekat dengan Allah SWT.
“Jika jawabannya iya, insyaallah kita masih mempunyai alasan yang sangat kuat untuk bahagia,” katanya.
Menurut Soleh, pengalaman hidup para pendidik senior jangan sampai hilang seiring bertambahnya usia. Pengalaman mendidik, memimpin sekolah, menghadapi perubahan zaman, hingga perjalanan perjuangan di lingkungan Muhammadiyah merupakan warisan berharga yang dapat menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya.
Karena itu, para pensiunan didorong untuk menceritakan pengalaman kepada anak dan cucu, menuliskannya, mengajarkannya, serta menjadikannya sebagai warisan kehidupan.
“Menjadi tua adalah kepastian, tetapi menjadi tua dengan baik adalah pilihan,” ujarnya.
Ia menambahkan, manusia memang tidak dapat menghentikan waktu maupun proses penuaan. Namun, setiap orang masih dapat menentukan bagaimana mengisi sisa usia dengan kebaikan.
“Kita tidak dapat menghentikan rambut menjadi putih, tetapi kita dapat membuat hati semakin bersih. Kita tidak dapat menghentikan tubuh menjadi lemah, tetapi kita dapat membuat iman semakin kuat,” kata Soleh.
Menutup tausiah, Soleh mengajak para pensiunan tidak menunggu usia tua untuk berbuat baik, tidak menunggu sakit untuk mendekat kepada Allah, dan tidak menunggu kehilangan untuk belajar bersyukur.
Pesan tersebut diperkuat dengan pengingat QS. Al-'Ashr mengenai manusia yang berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
“Jika Engkau panjangkan usia kami, panjangkan pula kebaikan kami. Jika Engkau kurangi kekuatan tubuh kami, jangan Engkau kurangi kekuatan iman kami,” ucapnya dalam doa penutup.
Melalui tausiah tersebut, para pensiunan diajak memaknai masa tua bukan sebagai fase menunggu akhir kehidupan. Sebaliknya, usia senja dapat menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal, memperluas manfaat, memperbaiki hubungan dengan sesama, mewariskan ilmu, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. (Sofyan)
Baca juga: Jalan Sehat Warga RT 02 Dusun Gunungan, Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Kebersamaan
Kabar Desa
![]() |
| Semangat kebersamaan dan kekompakan warga RT 02 RW 02 Dusun Gunungan mewarnai kegiatan Jalan Sehat. |
Jalan Sehat Warga RT 02 Dusun Gunungan, Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Kebersamaan
WONOGIRI - majalahlarise.com - Semangat kebersamaan dan kekompakan warga mewarnai kegiatan Jalan Sehat Bersama Warga RT 02 RW 02 Dusun Gunungan, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut diikuti warga dengan penuh antusias. Sejak pagi, warga dari berbagai kalangan telah berkumpul untuk mengikuti rangkaian acara, mulai dari sambutan, doa bersama, jalan sehat, hingga berbagai permainan dan undian berhadiah.
Ketua RT 02 Dusun Gunungan, Legowo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar.
![]() |
| Warga berjalan melintas area persawahan. |
“Terima kasih kepada seluruh warga RT 02 yang sudah hadir. Mudah-mudahan pada pagi hari ini acara dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada halangan suatu apa pun,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Gunungan, Niki Utami, mengapresiasi kekompakan warga RT 02 yang kembali menggelar jalan sehat untuk menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia mengaku senang dapat hadir dan berkumpul bersama masyarakat dalam suasana penuh kebahagiaan tersebut.
“Alhamdulillah, pada pagi hari yang cerah ini kita bisa berkumpul di RT 02 dalam keadaan sehat walafiat. Terima kasih atas undangannya karena pada tahun ini kembali RT 02 menggelar acara jalan sehat dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81,” kata Niki Utami.
Menurutnya, kegiatan seperti jalan sehat tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial dan menjaga kerukunan antarwarga.
“Semoga warga RT 02 selalu kompak, selalu rukun, dan selalu bahagia. Semoga acara nanti berjalan dengan lancar, kita bisa bergembira, kita bisa berolahraga, kita bisa sehat, dan kita bisa bahagia,” harapnya.
![]() |
| Penyerahan door prize berupa kipas angin. |
Sebelum peserta diberangkatkan, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Sidarno. Dalam doanya, ia mengajak seluruh warga untuk memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
“Semoga dalam acara jalan sehat ini, seluruh warga RT 02 selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, diberi kesehatan, dan tidak ada halangan suatu apa pun,” tuturnya.
Setelah doa bersama, peserta mendapatkan penjelasan mengenai rute jalan sehat. Panitia memilih rute yang relatif dekat agar seluruh warga dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan memiliki energi untuk mengikuti permainan yang telah disiapkan setelah jalan sehat.
Pemberangkatan peserta kemudian dilakukan secara simbolis oleh Kepala Dusun Gunungan, Niki Utami. Sebelum start, warga bersama-sama melakukan sesi foto dan video sebagai dokumentasi serta kenangan kebersamaan warga RT 02 RW 02.
Dengan wajah ceria, peserta kemudian berjalan menyusuri rute yang telah ditentukan. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh canda dan kebersamaan.
Usai jalan sehat, kemeriahan berlanjut dengan berbagai permainan serta pengundian kupon berhadiah. Antusiasme warga semakin terlihat saat panitia memanggil nama-nama peserta dalam pembagian hadiah permainan.
Kegiatan Jalan Sehat Bersama Warga RT 02 RW 02 Dusun Gunungan ini menjadi salah satu wujud nyata semangat gotong royong dan persatuan masyarakat dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna tersebut, warga tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga memperkuat silaturahmi, kerukunan, serta semangat kebersamaan di lingkungan RT 02 Dusun Gunungan. (Sofyan)
Baca juga: HI UNISRI dan UniSZA Malaysia Perkuat Kerja Sama Akademik Internasional
Pendidikan
![]() |
| Kuliah Tamu Internasional bersama akademisi dari Malaysia. |
HI UNISRI dan UniSZA Malaysia Perkuat Kerja Sama Akademik Internasional
SOLO – majalahlarise.com – Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menghadirkan akademisi dari Malaysia dalam agenda Kuliah Tamu Internasional, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Diplomasi UNISRI Kampus II tersebut menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Suyatno Ladjqi dari Department of International Relations, Faculty of Law & International Relations, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia. Kuliah tamu diikuti mahasiswa dan dosen Prodi HI UNISRI dengan mengangkat tema “Dinamika Diplomasi Indonesia dan Malaysia”.
Dalam pemaparannya, Suyatno menyoroti dinamika hubungan Indonesia-Malaysia, khususnya di kawasan perbatasan Sabah-Kalimantan. Ia menjelaskan, hubungan kedua negara tidak hanya berlangsung melalui jalur diplomasi formal antarpemerintah, tetapi juga dibentuk oleh mobilitas masyarakat, jaringan kekerabatan, perdagangan, tenaga kerja, serta peran pemerintah daerah.
“Perbatasan tidak semata-mata menjadi garis pemisah wilayah negara, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial, ekonomi, dan politik yang melibatkan berbagai aktor, termasuk aktor subnasional dan non-negara,” jelas Assoc. Prof. Dr. Suyatno Ladjqi.
Menurutnya, dinamika tersebut menunjukkan hubungan internasional terus berkembang secara multidimensional. Negara tidak lagi menjadi satu-satunya aktor dalam membentuk hubungan antarbangsa, karena masyarakat, pemerintah daerah, pelaku ekonomi, hingga jaringan sosial juga memiliki peran penting.
Perspektif tersebut memberikan pemahaman baru bagi mahasiswa HI UNISRI mengenai praktik hubungan internasional yang semakin kompleks, khususnya dalam melihat dinamika diplomasi Indonesia dan Malaysia di kawasan Asia Tenggara.
Selain kuliah tamu, kunjungan akademisi UniSZA juga menjadi momentum penguatan kerja sama kelembagaan. Prodi HI UNISRI dan UniSZA menandatangani implementasi perjanjian kerja sama untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama ini diharapkan membuka ruang kolaborasi lebih luas antara kedua institusi melalui kegiatan akademik bersama, penelitian dan publikasi kolaboratif, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta berbagai program pengembangan kapasitas lainnya.
Perwakilan Prodi HI UNISRI menjelaskan, kehadiran akademisi UniSZA menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperluas pengalaman akademik mahasiswa melalui perspektif internasional.
“Kehadiran akademisi UniSZA dan penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah nyata Prodi HI UNISRI dalam memperluas jejaring akademik internasional dan menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan dinamika hubungan internasional di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.
Melalui kolaborasi lintas negara tersebut, Prodi HI UNISRI berkomitmen terus menghadirkan narasumber internasional sekaligus mengembangkan program kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri.
Langkah ini diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan dan riset, sekaligus menyiapkan lulusan Hubungan Internasional UNISRI yang kompeten, adaptif, dan memiliki wawasan global.
Program Studi Hubungan Internasional UNISRI selama ini berfokus pada pengembangan kajian diplomasi, politik internasional, serta studi kawasan Asia Tenggara. Penguatan kerja sama dengan UniSZA menjadi salah satu upaya memperluas jejaring internasional dan memperkuat kapasitas akademik di tengah dinamika hubungan global yang terus berkembang. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...















