Penyerahan penghargaan Excellent Award ASBF dari Yayasan Curahan Dewi Fortuna (CurDeFo) dan ASBF Wonogiri kepada para pelaku UMKM berprestasi di Wonogiri, yaitu Endang (produk jenang Pracimantoro), Sarmidi (kripik jamur), dan Sukesti (kripik tempe koro pedang).


    Halal Bihalal ASBF Wonogiri Perkuat Silaturahmi dan Kolaborasi UMKM, Dorong Kebangkitan Ekonomi Lokal

    Wonogiri – majalahlarise.com - Asia Small Business Federation (ASBF) Wonogiri menggelar kegiatan Halal Bihalal sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus mendorong penguatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Sabtu (18/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Kedai Indah Pak Pelenthux, Bulusulur, Wonogiri.

    Sekitar 60 pelaku UMKM turut ambil bagian dalam kegiatan ini dengan mengenakan pakaian adat dan batik, mencerminkan semangat kebersamaan sekaligus identitas budaya lokal. Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan kolaborasi yang lebih terarah, membuka peluang usaha baru, serta mendorong UMKM agar semakin berdaya di tengah dinamika ekonomi.

    Ketua panitia, Bunda Dwi Purwaningsih, menyampaikan kegiatan Halal Bihalal tidak sekadar menjadi ajang temu kangen pasca Hari Raya, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membangun jejaring usaha.

    “Momentum ini kami manfaatkan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membuka peluang kolaborasi antar pelaku UMKM agar lebih berkembang,” tuturnya.

    Suasana halal bihalal ASBF Wonogiri dihadiri para pelaku UMKM.


    Kegiatan ini turut dihadiri tamu kehormatan dari Kadin Kabupaten Wonogiri serta Dinas Perdagangan dan KUKM Kabupaten Wonogiri. Dalam kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi edukasi pengelolaan keuangan UMKM yang disampaikan oleh pihak sponsor, PT BPR BKK Jateng Cabang Wonogiri. Materi ini memberikan pemahaman praktis terkait pengelolaan keuangan yang efektif guna menunjang keberlanjutan usaha.

    Menariknya, dalam kegiatan ini juga diadakan penyerahan penghargaan Excellent Award ASBF dari Yayasan Curahan Dewi Fortuna (CurDeFo) dan ASBF Wonogiri kepada para pelaku UMKM berprestasi di Wonogiri, yaitu Endang (produk jenang Pracimantoro), Sarmidi (kripik jamur), dan Sukesti (kripik tempe koro pedang). Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan konsistensi pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha serta berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

    Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta dan welcome snack, dilanjutkan pembukaan, pembacaan doa, serta sambutan. Suasana semakin hidup saat sesi tanya jawab interaktif, halal bihalal, ramah tamah, hingga networking dan sharing antar pelaku UMKM.

    Ketua ASBF Wonogiri, Karsi, menjelaskan kegiatan ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar tradisi.

    “Tujuannya untuk saling memaafkan di antara pelaku UMKM, mempererat silaturahmi, dan menjaga keharmonisan antara pengurus dan anggota. Selain itu, halal bihalal ini menjadi sarana membangun kolaborasi serta menambah jejaring pemasaran produk UMKM agar kita bisa bertumbuh bersama,” jelasnya.

    Ia juga menguraikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin.

    “Harapan kami, agenda halal bihalal ini bisa diadakan setiap tahun. Dengan begitu, keharmonisan, kekompakan, dan komunikasi antar anggota akan terus terjaga. Jika kekompakan sudah terbangun, maka visi dan misi bersama akan lebih mudah diwujudkan,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan KUKM Kabupaten Wonogiri yang diwakili Kepala Bidang UMKM, Dwi Rahayuningsih menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

    “Kami sangat mengapresiasi kegiatan halal bihalal yang diselenggarakan ASBF ini. Kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan, sinergi, serta membangun semangat baru dalam mengembangkan usaha,” ujarnya.

    Ia juga menguraikan UMKM memiliki peran strategis sebagai ujung tombak perekonomian.

    “UMKM adalah penopang perekonomian, baik keluarga maupun masyarakat. Dalam kondisi apa pun, UMKM tetap mampu bertahan. Karena itu, kami dari dinas akan terus memberikan dukungan melalui pembinaan, pelatihan, serta menggandeng lembaga keuangan untuk membantu akses permodalan, termasuk melalui program subsidi bunga,” jelasnya.

    Suasana penuh keakraban terasa sepanjang kegiatan, terutama saat sesi networking yang dimanfaatkan peserta untuk berbagi pengalaman, bertukar ide, hingga menjajaki peluang kerja sama. Antusiasme peserta menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi dalam komunitas UMKM Wonogiri. (Sofyan)


    Baca juga: Gemilang di Pesta Siaga Wonogiri 2026, Barung Putra SDN 1 Manyaran Raih Juara 1 dan Siap Ukir Prestasi di Tingkat Jawa Tengah

    Kontingen Pramuka Siaga Kwaran Manyaran saat foto bersama usai menerima tropi juara 1 Pesta Siaga tingkat Kabupaten Wonogiri.


    Gemilang di Pesta Siaga Wonogiri 2026, Barung Putra SDN 1 Manyaran Raih Juara 1 dan Siap Ukir Prestasi di Tingkat Jawa Tengah

    Wonogiri — majalahlarise.com - Semangat kepramukaan yang membara dari ujung barat Kabupaten Wonogiri kembali membuahkan prestasi membanggakan. Kontingen Kwartir Ranting (Kwaran) 12.08 Kecamatan Manyaran sukses menorehkan capaian gemilang dalam ajang Pesta Siaga Cabang Wonogiri Tahun 2026 yang digelar dengan khidmat dan semarak di Pendopo Kabupaten Wonogiri, Sabtu (18/4/2026).

    Dalam kompetisi yang diikuti 25 barung terbaik dari seluruh wilayah Kabupaten Wonogiri, barung putra dari SD Negeri 1 Manyaran tampil impresif dan berhasil meraih Juara 1 Kategori Putra (PA). Kemenangan ini memastikan langkah mereka melaju ke tingkat berikutnya, mewakili Kwartir Cabang Wonogiri pada Pesta Siaga Kwartir Daerah Jawa Tengah.

    Prestasi ini diraih melalui proses panjang yang penuh latihan, kedisiplinan, dan kerja sama tim yang solid. Di bawah pembinaan Dharto Raharjo, para peserta menunjukkan kemampuan terbaik di setiap taman lomba, mulai dari keterampilan kepramukaan, kecerdasan, ketangkasan, hingga kekompakan barung.

    Delapan anggota barung putra SDN 1 Manyaran yang tampil gemilang tersebut yakni Al Khalifi Messi P. (Pinrung), Narendra Putra Pamungkas, Zhaidan Anargya Azio K., Arkan Hafiz Ramadhan, Bonaventura Fadelio A.P, Kenzi Delano Rinaldi, Fazril Ghofur Rasyid, dan Aryana Abid Nugraha. Mereka menjadi simbol generasi muda Manyaran yang tangguh dan berkarakter.

    Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Manyaran, Arif Dwi Prastyanto, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Ia menguraikan capaian ini merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara siswa, pembina, serta dukungan orang tua.

    “Ini adalah buah dari kerja keras, kedisiplinan, serta kolaborasi antara siswa, pembina, dan orang tua. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan karakter melalui kepramukaan berjalan dengan baik,” ujarnya.

    Arif juga menuturkan kemenangan ini menjadi awal dari tantangan yang lebih besar di tingkat provinsi.

    “Menjadi Juara 1 di tingkat kabupaten bukan akhir, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kami berharap anak-anak mampu menjaga semangat dan terus meningkatkan kemampuan,” tuturnya.

    Sementara itu, Ketua Kwaran Manyaran, Sutrisno, turut menyampaikan harapan dan motivasi kepada para peserta didik. Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak dini melalui kegiatan kepramukaan.

    “Harapan bagi siswa, semoga nanda-nanda menjadi siswa yang berkarakter, berbudi pekerti luhur, dan berjiwa Pancasila yang tertanam sejak dini,” ujarnya.

    Ia juga mengungkapkan rasa bangga atas capaian yang diraih serta harapan agar prestasi ini menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya.

    “Tentunya sekolah sangat bangga dengan prestasi yang diraih. Semoga ini menjadi cambuk bagi siswa lain untuk lebih berprestasi,” katanya.

    Lebih lanjut, Sutrisno menjelaskan keberhasilan ini menjadi langkah awal yang penting bagi Kwaran Manyaran untuk terus berkembang ke jenjang yang lebih tinggi.

    “Bagi Kwaran, ini merupakan prestasi awal yang luar biasa untuk menjadi pelecut menuju tingkat yang lebih tinggi,” jelasnya.

    Di akhir pernyataannya, ia memberikan semangat penuh inspirasi kepada para peserta didik.

    “Semangat untuk nanda-nanda, tetaplah berjalan di atas karpet merah untuk menuju panggung kehormatan berikutnya,” ungkapnya. (Sofyan)


    Baca juga: Peran Naskah Legitimasi dan Pikukuh dalam Sejarah Kebudayaan Jawa Masih Relevan

    Kegiatan diskusi program Obrolan Komunitas bersama Manassa di RRI 


    Peran Naskah Legitimasi dan Pikukuh dalam Sejarah Kebudayaan Jawa Masih Relevan

    Surakarta- Naskah kuno tidak hanya berfungsi sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk struktur sosial, legitimasi kekuasaan, hingga praktik hukum di masyarakat Jawa. Hal ini mengemuka dalam siaran radio RRI Pro 2 Surakarta dalam program “Obrolan Komunitas” bertajuk “Peran Naskah Legitimasi dan Pikukuh dalam Sejarah Kebudayaan Jawa Masih Relevan” yang menghadirkan akademisi dan praktisi filologi. (6/4/2026).

    Guru Besar Filologi Universitas Sebelas Maret, Bani Sudardi, menjelaskan bahwa sejak masa kerajaan, naskah memiliki fungsi sebagai alat legitimasi kekuasaan. Karya seperti Babad Tanah Jawa dan Sulalatus Salatin digunakan untuk menegaskan kedudukan raja melalui narasi genealogi dan asal-usul keturunan.

    “Pada masa lalu, seseorang tidak bisa begitu saja menjadi raja tanpa dukungan legitimasi berbasis keturunan yang tertulis dalam naskah,” ujarnya. Ia menambahkan, hampir setiap kerajaan memiliki teks legitimasi untuk mengangkat derajat dan memperkuat kekuasaan pemimpinnya.

    Selain itu, terdapat pula naskah pikukuh yang berisi ketetapan, peraturan, dan hukum yang mengikat. Filolog Jawa, Drs. Y.Suwanto, M.Hum., menjelaskan bahwa pikukuh masih memiliki fungsi hingga saat ini, bahkan digunakan sebagai bukti dalam sengketa hukum, khususnya terkait kepemilikan tanah.

    Menurutnya, konsep “hanggaduh” dalam naskah menunjukkan bahwa tanah yang dikelola masyarakat bukan merupakan milik pribadi, melainkan milik kerajaan atau negara. Oleh karena itu, dalam kondisi tertentu, tanah tersebut harus dikembalikan. “Proses ‘anggalih’ atau pertimbangan hukum juga tercatat dalam sistem administrasi pertanahan modern,” jelasnya.

    Di sisi lain, Dr. Asep Yudha Wirajaya, M.Hum., menyoroti bahwa naskah kuno masih hidup dalam praktik budaya masyarakat. Ia mencontohkan naskah yang ditemukan di lereng Gunung Merbabu yang hanya dibuka dan dibaca pada waktu tertentu, yakni setiap 2 Syawal.

    “Ini menunjukkan bahwa naskah tidak sekadar arsip, tetapi menjadi bagian dari tradisi yang terus dipahami dan diamalkan,” katanya.

    Dari segi nilai, naskah Jawa juga dinilai masih relevan hingga kini. Serat Tripama, misalnya, mengajarkan nilai keprajuritan, balas budi, dan loyalitas terhadap negara. Nilai tersebut tercermin dalam kisah tokoh seperti Kumbakarna yang rela berkorban demi tanah air.

    Namun, para ahli menekankan bahwa naskah tidak selalu merepresentasikan realitas secara literal. Banyak di antaranya disampaikan secara simbolik sehingga memerlukan pemahaman konteks budaya dan bahasa untuk menafsirkannya.

    Mahasiswa filologi UNS, Rezty Putri Ariana Gunarso, mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada naskah kuno berawal dari kekayaan folklore dan keunikan budaya yang terkandung di dalamnya. Meski demikian, ia mengakui adanya tantangan dalam memahami teks, terutama terkait bahasa dan konteks budaya yang kompleks.

    Dalam upaya pelestarian, komunitas filologi bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Perpustakaan Nasional dan lembaga internasional seperti British Library. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala dalam menjalankan program pelestarian secara optimal.

    Untuk menarik minat generasi muda, mahasiswa filologi mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan promosi. Konten-konten kreatif diharapkan mampu memperkenalkan naskah kuno sebagai bagian dari identitas budaya yang relevan dengan kehidupan masa kini.

    Para narasumber sepakat bahwa mengabaikan naskah kuno berisiko membuat generasi muda kehilangan pemahaman terhadap cara berpikir dan nilai-nilai leluhur. Oleh karena itu, upaya pelestarian dan pengkajian naskah perlu terus dilakukan agar warisan budaya tersebut tetap hidup dan bermakna di tengah masyarakat modern. (Sofyan)


    Baca juga: Halal Bihalal MGMP PAI SMP Wonogiri, Perkuat Silaturahmi, Integritas Guru, dan Komitmen Cetak Generasi Berakhlak

    Kegiatan Halal Bihalal Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Kabupaten Wonogiri.


    Halal Bihalal MGMP PAI SMP Wonogiri, Perkuat Silaturahmi, Integritas Guru, dan Komitmen Cetak Generasi Berakhlak

    Wonogiri — majalahlarise.com - Kegiatan Halal Bihalal Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Kabupaten Wonogiri yang digelar pada Sabtu (18/4/2026) di Rumah Makan Resto Jawa Ngadirojo berlangsung khidmat, hangat, dan sarat makna. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran strategis guru PAI dalam menjawab tantangan pendidikan di era modern.

    Acara tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Hariyadi, S.Ag., M.S.I., bersama Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi Pakis) Mursidi, S.Ag., M.S.I., Pengawas PAI SMP, serta jajaran staf dan karyawan. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menunjukkan dukungan kuat terhadap eksistensi MGMP sebagai wadah profesional guru PAI.

    Dalam sambutannya, Hariyadi menyampaikan guru PAI memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda. Ia menguraikan keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga kualitas akhlak peserta didik.

    “Guru PAI adalah ujung tombak dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia. Tugas ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.

    Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi. Menurutnya, semangat persatuan harus terus dijaga melalui peran guru di ruang-ruang kelas.

    “Kita harus terus mengingatkan generasi muda bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati. Nilai persatuan harus tertanam kuat dalam jiwa mereka, dan itu dimulai dari proses pembelajaran,” jelasnya.

    Sementara itu, Mursidi mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan profesionalisme dan memperkuat integritas dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Ia menekankan guru harus menjadi teladan dalam sikap dan perilaku, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

    Dalam sesi tausyiah, Ustadz Sudirman memberikan penguatan spiritual yang memperdalam makna kegiatan. Ia menuturkan akhlak menjadi inti utama dalam ajaran Islam dan menjadi penentu kualitas keimanan seseorang.

    “Akhlak merupakan cerminan kualitas keimanan. Orang yang mampu menjaga akhlaknya, terutama dalam mengendalikan amarah, memiliki derajat tinggi di sisi Allah,” ungkapnya.

    Ia juga menguraikan menahan amarah bukanlah bentuk kelemahan, melainkan kekuatan sejati seorang mukmin.

    “Menahan amarah bukan tanda kelemahan, justru di situlah letak kekuatan dan kemuliaan seorang mukmin,” katanya.

    Lebih lanjut, ia mengingatkan guru kerap menghadapi berbagai situasi yang menguji kesabaran dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, pengendalian diri menjadi kunci utama.

    “Ketika menghadapi situasi yang memancing emosi, tetaplah berpijak pada iman, jaga ucapan, dan pertahankan akhlak. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi teladan bagi siswa,” pesannya.

    Kegiatan Halal Bihalal ditutup dengan saling bersalaman dan doa bersama yang berlangsung penuh kekhidmatan. Suasana kebersamaan yang terbangun menjadi penguat sinergi antar guru PAI dalam menjalankan peran mereka. (Syarif)


    Baca juga: Halal Bi Halal PCM Jebres Solo 2026 Meriah dengan Wayang Golek Pitutur, Perkuat Ukhuwah Muhammadiyah


     

    Penampilan Wayang Golek Pitutur yang dibawakan oleh Ki Pujiono. 


    Halal Bi Halal PCM Jebres Solo 2026 Meriah dengan Wayang Golek Pitutur, Perkuat Ukhuwah Muhammadiyah

    Solo — majalahlarise.com - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jebres, Surakarta, menggelar kegiatan Halal Bi Halal yang berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan tersebut digelar di Komplek Perguruan Muhammadiyah Kandangsapi dan dihadiri seluruh keluarga besar Muhammadiyah wilayah Jebres.

    Mengusung tema “Memperkuat Ukhuwah, Mempererat Persaudaraan”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri.

    Ketua panitia, Mar’athus Sholihah Isnaini, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara dengan lancar dan penuh kebersamaan. Ia menguraikan kehadiran berbagai unsur amal usaha Muhammadiyah menjadi kekuatan tersendiri dalam mempererat ukhuwah.


    Sementara itu, Joko Haryanto turut berperan dalam mengoordinasikan jalannya kegiatan sehingga berlangsung tertib dan sukses.

    Acara ini dihadiri Ketua PCM Jebres, Bambang Condro Haryadi, Ketua PCA Jebres Retno, jajaran pimpinan, serta keluarga besar lembaga pendidikan Muhammadiyah, mulai dari tingkat dasar hingga menengah.

    Dalam sambutannya, Bambang menyampaikan Halal Bi Halal bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan sarana strategis untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memperkokoh sinergi antarwarga Muhammadiyah.

    “Semangat kebersamaan ini harus terus dijaga agar Muhammadiyah semakin kuat dalam dakwah, pendidikan, dan pelayanan umat,” ujarnya.

    Kegiatan semakin semarak dengan penampilan Wayang Golek Pitutur yang dibawakan oleh Ki Pujiono. Melalui pendekatan dakwah berbasis budaya, ia menghadirkan pesan-pesan keagamaan yang sarat makna dengan balutan seni tradisional yang menghibur.

    Dalam pituturnya, Pujiono menjelaskan manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Namun, yang terpenting adalah kesadaran untuk mengakui, memperbaiki diri, serta saling memaafkan.

    “Halal Bi Halal adalah ruang untuk membersihkan hati dari salah sangka, salah ucap, dan salah sikap. Ruh Ramadhan yang telah melatih kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri harus terus dipertahankan setelah bulan suci berlalu,” ungkapnya.

    Pesan tersebut mendapat sambutan hangat dari para hadirin. Nuansa pengajian terasa lebih hidup dengan perpaduan nilai dakwah dan seni budaya, sehingga menciptakan suasana yang akrab, hangat, dan penuh makna.

    Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antar keluarga besar Muhammadiyah. Momentum ini semakin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persaudaraan serta menguatkan peran dakwah di tengah masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Superhero Hadirkan Kebahagiaan, Queen Sheza Azkadina Rayakan Ulang Tahun ke-10 dengan Semangat Kartini di SD Daleman Nguter

    Queen Sheza Azkadina membagikan bingkisan ulang tahun kepada teman-temannya didampingi superhero Pergiwa.


    Superhero Hadirkan Kebahagiaan, Queen Sheza Azkadina Rayakan Ulang Tahun ke-10 dengan Semangat Kartini di SD Daleman Nguter

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Suasana haru dan bahagia menyelimuti SD Daleman Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (17/4/2026). Seorang siswi difabel, Queen Sheza Azkadina, merayakan ulang tahun ke-10 dengan cara yang istimewa. Momen tersebut semakin bermakna karena dihadirkan tokoh-tokoh superhero yang menjadi idolanya, sebagai wujud kejutan menjelang peringatan Hari Kartini.

    Perayaan berlangsung meriah sejak pukul 09.00 WIB. Queen yang sehari-hari menggunakan kursi roda tampak sumringah saat didatangi Superhero wanita Jawa Pergiwa, didampingi Gatutkaca, Batman, dan Spiderman. Kehadiran para tokoh ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan edukasi serta pesan moral kepada siswa tentang kepedulian dan empati.

    Agus Widanarko, staf Disporapar Kabupaten Sukoharjo yang akrab disapa Danar dan berperan sebagai Gatutkaca, menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya meneladani semangat Kartini.

    Teman-teman sekolah mengucapkan selamat ulang tahun kepada Queen Sheza Azkadina.


    “Ya, hari ini menjelang Hari Kartini, kita spesial mewujudkan impian Kartini-Kartini. Hari ini Kartini Queen. Dia anak difabel yang tetap berjuang dan semangat. Kita ingin menghadirkan kebahagiaan untuknya,” ujar Danar.

    Ia menguraikan, kehadiran superhero wanita Jawa Pergiwa merupakan permintaan langsung dari Queen. Keinginan sederhana tersebut diwujudkan sebagai bentuk penghargaan atas semangat juang Queen dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

    “Ini permintaan dari Queen sendiri, ingin didatangi superhero idolanya. Karena ulang tahunnya berdekatan dengan Hari Kartini, kita hadirkan Kartini dalam bentuk superhero untuk membahagiakan Kartini pejuang pendidikan. Queen ini bisa kita sebut sebagai the next Kartini,” jelasnya.

    Danar juga menuturkan, Queen dikenal sebagai anak yang mandiri dan memiliki semangat kewirausahaan sejak dini. Di tengah keterbatasannya, ia tetap berusaha berjualan puding di sekolah.

    Queen Sheza Azkadina saat foto bersama super Hero, kepala sekolah, bapak ibu guru dan teman-temannya.


    “Walaupun memiliki keterbatasan, dia tetap semangat. Bahkan hari ini dia berbagi dengan teman-temannya, menggratiskan jualannya sebagai bentuk terima kasih. Ini luar biasa,” ungkapnya.

    Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi pesan kuat bagi lingkungan sekolah dan masyarakat agar menumbuhkan budaya saling membantu dan menghindari perundungan.

    “Ini wujud edukasi untuk anak-anak di luar sana, jangan membuli. Justru kasih sayang itu menghadirkan kebahagiaan. Dan terbukti, teman-teman Queen setiap hari membantu mendorong kursi rodanya ke kantin dan ke mana pun,” tambah Danar.

    Tak hanya hiburan, acara juga diisi dengan pemotongan kue ulang tahun serta pemberian hadiah berupa tas dan bingkisan kepada Queen. Bahkan, sebagai bentuk rasa terima kasih, Queen juga memberikan hadiah kepada teman-teman sekelasnya yang selama ini telah mendukungnya.

    Aksi sosial ini turut melibatkan mahasiswa magang Bimbingan Konseling (BK) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo yang membantu jalannya kegiatan.

    Sementara itu, Queen Sheza Azkadina mengaku sangat bahagia dapat merayakan ulang tahunnya bersama teman-teman dan para superhero idolanya.

    “Aku senang sekali, bisa kumpul sama teman-teman dan didatangi superhero,” ungkap Queen dengan wajah ceria.

    Orang tua Queen, Indrias Purnadi, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada putrinya.

    “Kami sangat berterima kasih kepada Mas Danar dan tim. Ini luar biasa, kami tidak menyangka akan ada kejutan seperti ini. Ini menjadi momen yang sangat membahagiakan bagi Queen,” ujarnya.

    Ia mengatakan, sebagai orang tua, dirinya selalu menanamkan semangat kemandirian kepada Queen, termasuk melalui kegiatan berwirausaha kecil-kecilan.

    “Prinsip kami, life must go on. Apapun kondisi kita, harus tetap berjuang. Kami mengajarkan Queen untuk berwirausaha sejak kecil sebagai bekal masa depannya,” jelasnya.

    Kepala SD Daleman Nguter, Ria Sinaga, mengapresiasi kegiatan tersebut yang dinilai memberikan dampak positif bagi siswa, khususnya dalam membangun empati dan kebersamaan.

    “Terima kasih untuk tim superhero yang sudah memberikan kejutan kepada anak-anak. Mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan edukasi tentang bagaimana memperlakukan teman yang mungkin berbeda,” tuturnya.

    Ia menambahkan, kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian sejak dini.

    “Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa diulang di kesempatan lain. Ini sangat baik untuk membangun karakter anak-anak agar lebih peduli dan saling menghargai,” katanya.

    Perayaan ulang tahun Queen Sheza Azkadina bukan sekadar pesta, tetapi menjadi simbol semangat Kartini masa kini. Sosok Queen menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus berjuang, berbagi, dan menebarkan kebahagiaan di tengah lingkungan sekitar. (Sofyan)


    Baca juga: MGMP Wonogiri Gandeng Fakultas Geografi UMS, Perkuat Pembelajaran Berbasis Data Spasial

    Para guru saat menerima materi pemanfaatan teknologi drone.


    MGMP Wonogiri Gandeng Fakultas Geografi UMS, Perkuat Pembelajaran Berbasis Data Spasial

    Wonogiri – majalahlarise.com - Upaya mendorong transformasi pembelajaran geografi berbasis teknologi terus digencarkan. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Kabupaten Wonogiri berkolaborasi dengan Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar workshop pembelajaran inovatif, Kamis (16/4/2026).

    Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi para guru geografi untuk memperkaya pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berbasis data spasial. Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan dua materi utama, yakni pemanfaatan teknologi drone serta aplikasi sistem informasi geografis (GIS) dalam pembelajaran.

    Pada sesi pertama, Afif Ari Wibowo menguraikan penggunaan drone sebagai media pembelajaran di sekolah. Ia menjelaskan mulai dari prinsip kerja drone hingga teknik pengambilan citra udara untuk kepentingan pemetaan. Para peserta juga mengikuti praktik langsung pengoperasian drone serta simulasi jalur terbang.

    “Teknologi ini membuka peluang bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih nyata. Siswa tidak hanya membayangkan, tetapi dapat melihat langsung representasi ruang melalui data visual,” ujar Afif.

    Materi berikutnya disampaikan oleh Aziz Akbar Mukasyaf yang membahas pemanfaatan GIS dalam pembelajaran lingkungan hidup. Ia menekankan pentingnya integrasi data spasial untuk membangun kemampuan analisis siswa terhadap berbagai fenomena lingkungan.

    Ketua MGMP Geografi Wonogiri, Dony Purnomo menyampaikan workshop ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi guru di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Ia menguraikan pembelajaran geografi perlu bergerak dari pendekatan hafalan menuju pemahaman berbasis analisis data.

    “Guru perlu terus beradaptasi. Dengan teknologi geospasial, pembelajaran bisa lebih menarik sekaligus relevan dengan kebutuhan zaman,” katanya.

    Pandangan serupa disampaikan Afif Ari Wibowo yang mengajak para guru mulai mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar-mengajar. Ia menuturkan, kesan geografi sebagai mata pelajaran yang identik dengan hafalan dapat diubah melalui pendekatan berbasis teknologi.

    Salah satu peserta, Nofa Elfiana mengaku mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan ini. “Kami jadi lebih memahami bagaimana teknologi geospasial bisa diterapkan di kelas. Ini sangat membantu dalam merancang pembelajaran yang lebih menarik,” ujarnya.

    Workshop ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara MGMP Geografi Kabupaten Wonogiri dan Fakultas Geografi UMS. Kerja sama ini diharapkan berlanjut melalui berbagai program pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan.

    Melalui kegiatan ini, MGMP Geografi Wonogiri berharap para guru terdorong untuk terus berinovasi. Pembelajaran geografi tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu membangun kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa dalam memahami fenomena ruang di sekitarnya. (Sofyan)


    Baca juga: Guru SD Muhammadiyah 1 Solo Implementasikan AI untuk Pembelajaran Islam


Top