Suasana penuh keakraban acara buka puasa bersama keluarga besar Prodi Hukum Univet Bantara di Rumah Makan Apung Suramadu Sukoharjo, Selasa (10/3/2026). 


    Buka Puasa Bersama, Prodi Hukum FISH Univet Bantara Pererat Silaturahmi Keluarga Besar

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Keluarga besar Program Studi Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar acara buka puasa bersama di Rumah Makan Apung Suramadu Sukoharjo, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara dosen, pimpinan fakultas, serta keluarga besar Prodi Hukum dalam suasana Ramadan yang penuh kebersamaan.

    Ketua Program Studi Hukum, Dr. Dr. Siti Fatimah, S.H., M.H., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi kehadiran para dosen, pimpinan fakultas, serta keluarga yang turut memeriahkan acara buka puasa bersama.

    “Alhamdulillahirrahmanirrahim, kita bisa berkumpul pada sore hari ini dalam acara buka puasa bersama Prodi Hukum. Kegiatan ini masih menjadi agenda resmi yang direstui dalam RAB program studi, sehingga bisa terlaksana dengan baik. Semoga membawa manfaat dan keberkahan untuk kita semua,” ujarnya.

    Sesi foto bersama-sama.


    Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan kebersamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena silaturahmi memiliki nilai yang besar dalam memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan akademik.

    “Kegiatan seperti ini bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi keluarga besar Prodi Hukum. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan menambah rezeki bagi kita semua,” jelasnya.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, M.Si, mengapresiasi inisiatif Prodi Hukum yang secara konsisten membangun budaya kebersamaan melalui kegiatan buka puasa bersama.

    Ia menyampaikan rasa syukur karena seluruh civitas akademika dapat berkumpul dalam suasana sehat dan penuh kebersamaan.

    “Alhamdulillah kita bisa bertemu dan bersilaturahmi di tempat ini dalam keadaan sehat. Ini merupakan rahmat, berkah, dan hidayah dari Allah SWT yang patut kita syukuri,” ungkapnya.

    Menurutnya, silaturahmi memiliki makna besar dalam kehidupan, termasuk dalam lingkungan akademik. Melalui silaturahmi, hubungan antarindividu menjadi lebih harmonis dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

    “Silaturahmi memiliki makna yang luar biasa. Dengan menjalin silaturahmi, kita dapat membuka pintu rezeki, memperpanjang umur, dan menghadirkan kebahagiaan melalui kebersamaan. Oleh karena itu, kegiatan seperti buka puasa bersama ini sangat penting untuk terus dilestarikan,” jelasnya.

    Selain mempererat hubungan antar dosen dan keluarga, kegiatan tersebut juga menjadi sarana berbagi cerita serta memperkuat kolaborasi dalam kegiatan akademik maupun penelitian.

    Sebelum santap buka puasa bersama, doa dipimpin oleh Aziz Widhi Nugroho, S.H., M.H.. Suasana kebersamaan terasa hangat ketika seluruh peserta menikmati hidangan berbuka puasa sambil berbincang santai.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara civitas akademika Prodi Hukum FISH Univet Bantara, sehingga mampu menciptakan lingkungan akademik yang harmonis, produktif, dan penuh kebersamaan. (Sofyan)


    Baca juga: Tim Dosen Ilmu Komunikasi Univet Bantara Gelar Pelatihan Audiobook, Dorong Literasi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Sukoharjo

    Tim dosen pengabdian yang terdiri dari Henny Sri Kusumawati, S.Sos., M.I.Kom saat menjelaskan materi tentang teknik dasar olah vokal yang penting dalam proses pengisian suara audiobook.


    Tim Dosen Ilmu Komunikasi Univet Bantara Gelar Pelatihan Audiobook, Dorong Literasi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Sukoharjo

    SUKOHARJO – majalahlarise.com - Tim dosen Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar kegiatan pelatihan pembuatan audiobook sebagai media literasi inklusif bagi penyandang disabilitas tubuh. Kegiatan bertajuk IBM Pelatihan Audiobook sebagai Media Literasi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas Tubuh tersebut dilaksanakan di Perkumpulan Difabel Sehati Sukoharjo, Selasa (10/3/2026).

    Kegiatan ini melibatkan tim dosen pengabdian yang terdiri dari Henny Sri Kusumawati, S.Sos., M.I.Kom., (Ketua), Dr. Joko Suryono, M.Si., (Anggota) dan Hariyanto, S.Sos., M.I.Kom (Anggota). Turut hadir sebagai pemateri Sofyan Yuli Antonius, S.Sos, seorang praktisi radio dan media online. Selain itu, kegiatan juga diikuti para anggota difabel yang tergabung dalam Perkumpulan Difabel Sehati Sukoharjo dengan penuh antusias.

    Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi digital bagi penyandang disabilitas melalui media audiobook. Media ini dinilai menjadi salah satu alternatif pembelajaran dan penyebaran informasi yang lebih inklusif, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam mengakses media visual.

    Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Veteran Bangun Nusantara, Dr. Joko Suryono, M.Si., yang juga menjadi anggota tim pengabdian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

    Tim dosen Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Ilmu Komunikasi saat foto bersama peserta pengabdian pelatihan pembuatan audiobook.


    “Terima kasih atas waktu yang diberikan kepada kami. Yang kami hormati Bapak Edy, Ketua Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Sukoharjo beserta seluruh jajaran pengurus dan anggota yang pada sore hari ini bisa hadir bersama kita semuanya. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan tim pengabdian masyarakat serta mahasiswa yang turut terlibat dalam kegiatan ini,” ujarnya saat membuka acara.

    Ia menjelaskan kegiatan pelatihan tersebut merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

    “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Kami dari Univet Bangun Nusantara ingin berbagi ilmu dan teknologi, khususnya dalam pengembangan literasi digital melalui audiobook,” ungkapnya.

    Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki potensi besar yang perlu terus didorong agar dapat berkembang dan berkarya di berbagai bidang, termasuk di bidang media dan literasi digital.

    “Kami menyadari teman-teman disabilitas memiliki potensi luar biasa, terutama dalam aspek vokal dan pendengaran. Oleh karena itu, media audiobook ini kami harapkan dapat menjadi jembatan bagi teman-teman untuk terus berkarya serta mengakses informasi secara lebih luas,” jelasnya.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Perkumpulan Difabel Sehati Sukoharjo yang telah menyediakan tempat serta memfasilitasi kegiatan pengabdian tersebut.

    “Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi dapat berlanjut dalam berbagai program pemberdayaan lainnya pada masa mendatang,” tambahnya.

    Sementara itu, Ketua Perkumpulan Difabel Sehati Sukoharjo, Edy Supriyanto, SE, M.Si., mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada komunitas difabel untuk menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Veteran Bangun Nusantara yang telah memberikan kepercayaan kepada kami, Perkumpulan Disabilitas Sukoharjo, untuk belajar bersama tentang audiobook. Nantinya ini juga dapat menjadi media pengembangan bagi teman-teman difabel,” tuturnya.

    Ia menjelaskan selama ini banyak anggota difabel yang memiliki kemampuan olah vokal, namun belum memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan tersebut secara lebih profesional.

    “Selama ini vokal dan olah suara teman-teman masih terbatas. Kadang nadanya sama, baik untuk membaca berita maupun cerita. Mudah-mudahan melalui pelatihan ini teman-teman dapat memperoleh ilmu baru untuk meningkatkan kualitas pengisian suara,” ujarnya.

    Edy juga berharap kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dapat terus terjalin dalam rangka pemberdayaan komunitas difabel.

    “Kami sangat senang jika ke depan teman-teman dari perguruan tinggi dapat terus berbagi pengalaman dan ilmu, termasuk memperkenalkan lebih jauh mengenai disabilitas serta berbagai kebutuhan dan kapasitas yang dimiliki teman-teman difabel,” ungkapnya.

    Dalam sesi materi, Ketua Tim Pengabdian Henny Sri Kusumawati, S.Sos., M.I.Kom., memberikan penjelasan mengenai teknik dasar olah vokal yang penting dalam proses pengisian suara audiobook.

    Ia memaparkan beberapa keterampilan yang harus dikuasai oleh pengisi suara audiobook, salah satunya adalah announcing skill, yaitu kemampuan menyampaikan pesan secara jelas, menarik, dan komunikatif kepada pendengar.

    Selain itu, ia juga menjelaskan pentingnya artikulasi dalam pengucapan kata. Artikulasi yang baik akan membuat setiap kata terdengar jelas dan mudah dipahami oleh pendengar.

    “Artikulasi merupakan cara pengucapan kata secara jelas. Kuncinya ada pada pengucapan huruf vokal seperti a, i, u, e, dan o sehingga setiap kata dapat terdengar dengan baik,” jelasnya.

    Henny juga menekankan pentingnya penggunaan intonasi dalam membaca naskah audiobook.

    “Intonasi adalah naik turun nada suara yang disesuaikan dengan emosi maupun alur cerita. Dengan intonasi yang tepat, pendengar akan lebih mudah memahami pesan yang disampaikan dalam cerita,” terangnya.

    Selain itu, tempo membaca juga harus diperhatikan agar nyaman didengar.

    “Kecepatan membaca yang ideal mengikuti standar penyiaran, yaitu sekitar 120 hingga 130 kata per menit. Dengan tempo yang tepat, pendengar tidak akan merasa terlalu cepat maupun terlalu lambat,” ungkapnya.

    Ia juga menambahkan penggunaan jeda atau pause dalam membaca naskah sangat penting untuk memberikan ruang bagi pendengar dalam memahami isi cerita.

    “Pause atau jeda biasanya ditandai dengan tanda garis miring atau titik-titik dalam naskah. Fungsi jeda ini untuk membantu pendengar memahami makna dari setiap bagian cerita,” jelasnya.

    Sementara itu, Hariyanto, S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan materi mengenai teknik perekaman suara dan proses penyuntingan audio menggunakan aplikasi Lexis Audio Editing.

    Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada langkah-langkah teknis mulai dari proses rekaman suara, pengaturan kualitas audio, hingga teknik editing untuk menghasilkan suara yang lebih jernih dan nyaman didengar.

    Peserta juga diajak langsung mempraktikkan proses rekaman menggunakan perangkat sederhana seperti telepon genggam dan aplikasi pengolah audio.

    Pada sesi berikutnya, Sofyan Yuli Antonius, S.Sos., yang merupakan praktisi radio dan media online, memberikan materi mengenai konsep audiobook, manfaatnya dalam dunia literasi, serta peluang yang dapat dikembangkan oleh penyandang disabilitas melalui media tersebut.

    Ia menjelaskan audiobook merupakan buku dalam bentuk rekaman suara yang memungkinkan seseorang menikmati isi buku melalui pendengaran.

    “Audiobook menjadi salah satu media literasi yang sangat relevan di era digital. Melalui audiobook, seseorang dapat mengakses pengetahuan tanpa harus membaca teks secara langsung,” ujarnya.

    Ia juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence dalam proses pembuatan naskah audiobook, salah satunya menggunakan Gemini AI.

    Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu proses pembuatan naskah menjadi lebih cepat dan efektif.

    “Artificial Intelligence dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun naskah cerita, membuat struktur narasi, hingga membantu proses kreatif dalam produksi audiobook,” jelasnya.

    Kegiatan pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tampak aktif bertanya serta mengikuti setiap sesi dengan penuh antusias.

    Pada akhir kegiatan, peserta melakukan praktik langsung membuat rekaman audiobook berdasarkan naskah yang telah dibuatnya. Hasil rekaman kemudian diputar bersama untuk memberikan evaluasi mengenai teknik vokal, intonasi, tempo, serta kualitas audio.

    Melalui kegiatan pengabdian tersebut, tim dosen Ilmu Komunikasi Universitas Veteran Bangun Nusantara berharap keterampilan produksi audiobook dapat menjadi salah satu sarana pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.

    Selain meningkatkan kemampuan literasi digital, keterampilan tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang baru bagi teman-teman difabel untuk berkarya di bidang media kreatif serta memperluas akses informasi bagi masyarakat secara lebih inklusif. (Sofyan)


    Baca juga: SMA Veteran 1 Sukoharjo Gelar Santunan Anak Yatim di Pondok Roohiatul Jannah Combongan

    Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Pd menyerahkan santunan kepada pimpinan Pondok Roohiatul Jannah, Combongan, Sukoharjo.


    SMA Veteran 1 Sukoharjo Gelar Santunan Anak Yatim di Pondok Roohiatul Jannah Combongan

    SUKOHARJO – majalahlarise.com - SMA Veteran 1 Sukoharjo menggelar kegiatan santunan anak yatim di Pondok Roohiatul Jannah, Combongan, Sukoharjo pada Senin (9/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program berbagi yang rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadan sebagai wujud penguatan nilai religius di lingkungan sekolah.

    Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Pd menyampaikan salah satu visi sekolah menekankan pada nilai religius. Karena itu, setiap Ramadan sekolah berupaya menyalurkan santunan kepada anak yatim di berbagai pondok pesantren.

    “Kami memiliki visi religius. Alhamdulillah setiap bulan Ramadan kami berbagi santunan kepada pondok pesantren, khususnya untuk anak-anak yatim piatu. Harapan kami kegiatan ini membawa keberkahan sehingga sekolah dapat berkembang, baik dalam prestasi akademik maupun non-akademik,” ujarnya.

    Siswa Rohis bersama OSIS SMA Veteran 1 Sukoharjo membantu kegiatan TPA dengan mengajarkan membaca Al-Qur’an dan doa kepada anak-anak Masjid Al Fatah Combongan.


    Ia menjelaskan kegiatan santunan tersebut telah berlangsung cukup lama dan terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, manfaat kegiatan tersebut dirasakan langsung oleh seluruh warga sekolah.

    “Bantuan ini sudah berlangsung lama di lembaga ini dan alhamdulillah kami benar-benar merasakan manfaatnya,” tuturnya.

    Koyem juga menguraikan lokasi kegiatan santunan setiap tahun selalu berpindah agar jangkauan manfaat semakin luas sekaligus memperkenalkan keberadaan SMA Veteran 1 Sukoharjo kepada masyarakat.

    “Tempatnya setiap tahun berbeda. Tahun lalu ke arah timur, sebelumnya ke utara, tahun ini ke barat. Mungkin tahun depan ke selatan. Tujuannya selain bersedekah agar bermanfaat dan membawa keberkahan bagi sekolah, juga agar SMA Veteran semakin dikenal masyarakat luas,” jelasnya.

    Dalam kegiatan tersebut, sekolah menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai. Selain itu juga dilaksanakan doa bersama serta buka puasa bersama dengan para santri di pondok pesantren.

    “Bantuan yang kami berikan berupa sembako dan uang tunai. Kemarin alhamdulillah kami mampu berbagi sekitar dua juta rupiah. Karena kegiatan dilakukan sore hari, kami juga bermunajat bersama anak-anak yatim sekaligus menyediakan buka puasa bersama dan snack untuk semua yang ada di pondok pesantren,” katanya.

    Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMA Veteran 1 Sukoharjo, Drs. Sukino menyampaikan kegiatan Ramadan di sekolah tidak hanya santunan anak yatim. Siswa juga dilibatkan dalam berbagai aktivitas keagamaan.

    “Alhamdulillah anak-anak Rohis bersama OSIS juga mengadakan kegiatan di masjid, seperti membantu kegiatan TPA dengan mengajarkan membaca Al-Qur’an dan doa kepada anak-anak,” ungkapnya.

    Selain itu, siswa juga menggelar kegiatan berbagi buka puasa bersama sebagai bagian dari pembelajaran kepedulian sosial selama Ramadan.

    Sukino berharap rangkaian kegiatan keagamaan selama Ramadan dapat membawa keberkahan bagi sekolah sekaligus membentuk karakter religius bagi para siswa.

    “Harapan kami melalui kegiatan pesantren kilat, santunan anak yatim, dan kegiatan TPA ini Allah memberikan keberkahan bagi SMA Veteran 1 Sukoharjo. Semoga bapak ibu guru semakin bertakwa dan anak-anak menjadi pribadi yang saleh dan salehah,” jelasnya.

    Selain santunan, kegiatan juga diisi dengan aktivitas siswa mengajar anak-anak TPA yang berlangsung di Masjid Al Fatah Combongan sebagai bentuk pengabdian dan pembelajaran sosial bagi para siswa. (Sofyan)


    Baca juga: Murid SD Muhammadiyah PK Solo Sulap Ramadan Jadi “Laboratorium” Kreativitas

    Kegiatan Puncak Gelar Projek Ramadan di hall utama sekolah setempat.


    Murid SD Muhammadiyah PK Solo Sulap Ramadan Jadi “Laboratorium” Kreativitas

    Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 54 murid kelas VI SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Puncak Gelar Projek Ramadan di hall utama sekolah setempat, Senin (9/3/2026).

    Mengusung tema “Belajar Mendalam pada Ramadan Berbasis Projek”, kegiatan ini berhasil mentransformasi ritual ibadah Ramadan menjadi pengalaman belajar yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Konsep tersebut selaras dengan gagasan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti tentang pentingnya pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar mendalam bagi para murid.

    Melalui kegiatan ini, Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai momentum peningkatan ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kreatif yang memberikan pengalaman nyata kepada para murid. Hal itu tampak dari pameran karya dan presentasi hasil projek yang merupakan buah kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua murid kelas VI.

    Guru Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba) kelas VI, Mohamad Iqbal Baehaqi, menjelaskan bahwa gelar projek Ramadan bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kolaborasi antarkelompok.

    “Kegiatan ini juga memotivasi murid untuk mengembangkan keterampilan sosial dan tanggung jawab dalam menghasilkan produk akhir yang autentik serta memiliki nilai seni yang unik dan menarik,” ujarnya.

    Suasana hall utama SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo tampak semarak dan penuh warna dengan berdirinya delapan stan berbahan kajang bambu. Pemilihan bahan bambu menghadirkan kesan tradisional, etnik, dan alami yang menonjolkan nuansa budaya nusantara.

    Para murid dibagi menjadi delapan kelompok dengan tema yang beragam, yakni: 1) cara mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadan, 2) cara menyelesaikan hafalan Al-Qur’an Juz ke-30 di bulan Ramadan, 3) kiat sehat dan bugar selama Ramadan, 4) kiat menggapai malam lailatulkadar, 5) amalan yang dapat merusak puasa, 6) ketentuan zakat dalam Islam, 7) ketentuan dan keutamaan salat Tarawih, serta 8) ketentuan dan tata cara salat Idulfitri.

    Produk yang dihasilkan pun sangat beragam dan dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu media visual meliputi komik edukasi, cerita bergambar (cergam), poster, dan infografis estetik. Selain itu terdapat karya fisik yang mencangkup maket masjid yang detail, kartu ucapan Idulfitri, serta papan target Ramadan. Adapun konten digital yang dihasilkan berupa video pendek dan vlog kreatif yang siap menghiasi layar gawai.

    Salah satu murid kelas VI sekaligus ketua kelompok VII, Cattleya Aysha Ailaniarka Diandra, terlihat percaya diri mempresentasikan materi tentang ketentuan dan tata cara salat Tarawih.

    “Kami berusaha menyelesaikan projek ini dengan maksimal di sela-sela persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Alhamdulillah, kelompok kami meraih juara I sekaligus menjadi stan terfavorit. Rasanya bangga karena semua kerja keras dan kebersamaan kami terbayar hari ini,” ungkapnya.

    Kegiatan ditutup dengan suasana hangat melalui pengumuman pemenang dan buka puasa bersama orang tua murid kelas VI. Penentuan pemenang dilakukan melalui sistem polling. Hasilnya, kelompok VII meraih juara I sekaligus stan terfavorit, kelompok IV meraih juara II, dan kelompok II menjadi juara III. (Sofyan)


    Baca juga: Mahasiswa DKV ISI Surakarta Raih Juara I Lomba Poster Nasional KRNH Competition 2026

    Penyerahan hadiah lomba Poster, Nathasya Aulia Putri (nomor dua dari kanan).



    Mahasiswa DKV ISI Surakarta Raih Juara I Lomba Poster Nasional KRNH Competition 2026

    SURAKARTA – majalahlarise.com - Prestasi membanggakan diraih mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Nathasya Aulia Putri berhasil meraih Juara I Lomba Poster tingkat Nasional dalam ajang KRNH (Kampus Ramadhan Nurul Huda) Competition 2026 melalui karya berjudul “Menjadi Cahaya Rahmat Semua Umat” yang dibuat menggunakan teknik digital.

    Kompetisi berskala nasional tersebut diselenggarakan oleh Masjid Nurul Huda di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada 24 Januari hingga 7 Maret 2026. Tahun ini KRNH Competition mengangkat tema “Harmoni Ramadhan, Cahaya Iman dalam Simfoni Keberagamaan dan Kemanusiaan.” Ajang ini menghadirkan lima cabang lomba, meliputi lomba masjid plan, dai nasional, poster, kaligrafi, dan sketsa. Kegiatan tersebut bertujuan menyalurkan potensi, mengasah daya saing, sekaligus meningkatkan kreativitas melalui prestasi.

    Pada kategori lomba poster tingkat nasional yang diikuti mahasiswa dan pelajar SMA/SMK dari berbagai daerah di Indonesia, Nathasya Aulia Putri dari ISI Surakarta berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II diraih Azzura Mori dari Institut Pertanian Bogor, sedangkan Juara III diraih Nasyah Ramadhan Putri dari SMAN 2 Bondowoso. Penyerahan hadiah dilaksanakan pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Masjid Nurul Huda UNS Surakarta.

    Nathasya, mahasiswa angkatan 2022, menjelaskan proses pembuatan karya poster tersebut memerlukan waktu sekitar dua hari. Proses dimulai dari merumuskan konsep yang berangkat dari interpretasi personal terhadap makna Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan pencarian referensi visual. Setelah itu ia melakukan tahap eksekusi mulai dari penyusunan layout, pembuatan sketsa, pewarnaan, hingga tahap penyelesaian akhir.

    “Prosesnya sekitar dua hari. Dimulai dari menentukan konsep berdasarkan interpretasi pribadi tentang Ramadhan, lalu mencari referensi dan masuk ke tahap eksekusi seperti layouting, sketsa, coloring hingga finishing,” jelas Nathasya.

    Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, karya poster tersebut awalnya dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilustrasi Terapan yang dibimbing oleh dosen pengampu Basnendar Herry Prilosadoso.

    “Saya bersyukur karya yang awalnya dibuat untuk tugas mata kuliah Ilustrasi Terapan justru meraih Juara I. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Semoga ke depan bisa terus berprestasi dan membawa nama baik kampus,” tuturnya.

    Sementara itu, Kepala Program Studi DKV ISI Surakarta, M. Harun Rosyid Ridlo, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih mahasiswanya tersebut. Ia menguraikan capaian tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman dan kompetensi mahasiswa untuk masa depan.

    “Prestasi seperti ini sangat penting sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi masa depan. Kami dari program studi tentu sangat mendukung dan mengapresiasi pencapaian tersebut,” jelasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Dosen DKV FSRD ISI Surakarta Tingkatkan Kinerja dan Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama

    Program keagamaan One Day Ramadan 1447 Hijriyah sebagai bagian dari penguatan budaya religius.


    SD Muhammadiyah 1 Solo Gelar One Day Ramadan Berkemajuan

    SOLO – majalahlarise.com - Sekolah Dasar Muhammadiyah (SDM) 1 Solo melaksanakan program keagamaan One Day Ramadan 1447 Hijriyah sebagai bagian dari penguatan budaya religius di sekolah yang berdiri sejak 1935 ini pada Senin (9/6/2026). 

    Kepala Sekolah Sri Sayekti menjelaskan bahwa sebagai pelopor sekolah karakter, ramadan adalah wasilah pengkaderan berkemajuan kuat dalam akademik maupun mendalam dalam spiritual. 

    Ramadan momentum upgrade diri. Warga sekolah keluar dari bulan ramadan lebih dekat cinta kepada Allah, cinta Rasul, cinta kepada AlQuran, cinta orang tua, cinta guru, cinta kepada sesama, cinta ilmu, cinta kebersihan, dan cinta tanah air.

    “Yang muaranya sebagai pribadi yang lebih disiplin, empati, dan bermental pemenang. Maka kita gelar one day ramadan berkemajuan,” ujar Sri Sayekti.

    Atmosfer sekolah yang beralamat di Jalan Kartini Nomor 1 Barat Pura Mangkunegaran Jawa Tengah itupun berubah drastis layaknya pondok pesantren. Masuk pukul 07.30 WIB dengan diawali salat Duha berjemaah, membaca atau tadarus quran, praktik salat dibaca dengan keras atau Jahar, hafalan surat pendek dengan membawa kartu mutobaah, buka bersama dan anak-anak menerima snack hasil kolaborasi dengan KL Lazismu Solo sebanyak 800 paket.

    “One Day Ramadan Berkemajuan diakhiri dengan salat tarawih 11 rakaat, formasi empat, empat, dan tiga yang dipimpin langsung oleh dai champions standardisasi MUI Pusat al ustaz Dwi Jatmiko MPd pukul 20.15 WIB,” bebernya.

    Lebih lanjut, Sayekti juga menyampaikan bahwa pelaksanaan pesantren ramadan mampu menumbuhkan karakter mandiri terhadap anak didik. Wali kelas bersama guru mata pelajaran terkait melakukan pemantauan dan kontrol secara berkala guna memastikan siswa menjalankan kegiatan tersebut dengan baik.

    “Diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai yang telah dipelajari ketika menjalani pesantren ramadan dapat terus terjaga dan berkembang di tengah kehidupan siswa. Ramadan bulan tarbiyah, ramadan bulan ramah anak yang memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar banyak hal, mulai dari disiplin ibadah hingga kepedulian sosial,” harapnya. (Sofyan)


    Baca juga: Dosen DKV FSRD ISI Surakarta Tingkatkan Kinerja dan Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama

    Kegiatan buka puasa bersama sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kekompakan antar dosen.


    Dosen DKV FSRD ISI Surakarta Tingkatkan Kinerja dan Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama

    Solo – majalahlarise.com - Civitas akademik Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar kegiatan buka puasa bersama sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kekompakan antar dosen. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (6/3/2026) di Hotel Fim by Zigna Solo.

    Agenda yang rutin digelar setiap bulan Ramadan ini diikuti belasan dosen Prodi DKV FSRD ISI Surakarta. Mereka hadir dengan dresscode bernuansa dominan hitam dan coklat, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dalam momen kebersamaan di luar lingkungan kampus.

    Selain menjadi ajang berbuka puasa bersama, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai berbagai program kerja program studi, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Kebersamaan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi serta meningkatkan kualitas kinerja akademik di lingkungan Prodi DKV.

    Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta, M. Harun Rosyid Ridlo, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan antar dosen sekaligus memberikan suasana penyegaran dari rutinitas akademik di kampus.

    “Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, kami ingin merekatkan jalinan silaturahmi khususnya antar dosen internal prodi. Selain itu juga menjadi momen refreshing dengan melakukan pertemuan di luar kampus sehingga suasana kebersamaan lebih terasa,” jelasnya dalam rilis yang diterima.

    Salah satu dosen DKV, Hening Laksani, juga menyampaikan antusiasmenya mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai momen seperti ini sangat penting untuk memperkuat hubungan personal antar dosen di lingkungan program studi.

    “Kegiatan ini sangat menyenangkan dan penuh kehangatan. Saya berharap kegiatan buka puasa bersama seperti ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun sehingga antar dosen semakin saling mengenal dan silaturahmi tetap terjaga,” tuturnya.

    Melalui kegiatan tersebut, Prodi DKV FSRD ISI Surakarta berharap kebersamaan yang terjalin mampu mendukung peningkatan kualitas kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi antar civitas akademik dalam menjalankan berbagai program pendidikan di masa mendatang. (Sofyan)


    Baca juga: Siswa Kelas V SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar Buka Bersama, Belajar Memahami Hari Raya Besar dan Kecil


Top