GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
FISIP UNISRI Gelar Pengabdian Internasional dan Jalin Kerja Sama dengan Perusahaan Malaysia
SELANGOR – majalahlarise.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta memperluas jejaring internasional melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional di Barokah Jaya Abadi SDN. BHD., Balakong, Selangor, Malaysia, belum lama ini. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan kerja sama strategis antara perguruan tinggi dan dunia industri di tingkat internasional.
Barokah Jaya Abadi SDN. BHD. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman barang, khususnya cargo dan logistik dari Malaysia ke Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, FISIP UNISRI tidak hanya memberikan kontribusi dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia perusahaan, tetapi juga membangun fondasi kemitraan jangka panjang yang diharapkan memberikan manfaat bagi kedua institusi.
Delegasi FISIP UNISRI dipimpin Wakil Dekan FISIP, Dra. Sri Riris Sugiyarti, M.Si., bersama Dr. Aris Tri Haryanto, S.Sos., M.Si., Dr. Purbayakti Kusuma Wijatanto, S.Sos., M.Si., Dra. Damayanti Suhita, M.Si., Riska Wirawan, S.Sos., M.Si., Haryo Kusumo Aji, S.I.Kom., M.I.Kom., Estu Widiyowati, S.I.Kom., M.I.Kom., Sihabuddin, S.I.Kom., M.I.Kom., Sritami Santi Hatmini, S.I.P., M.A., serta Untari Narulita Madyar Dewi, S.I.P., M.H.I.
Kegiatan diawali dengan penyambutan delegasi oleh Direktur Barokah Jaya Abadi SDN. BHD., Ahmad Saini bin Sulaiman, bersama jajaran manajemen dan staf perusahaan. Sebelum kegiatan pengabdian berlangsung, kedua pihak melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Slamet Riyadi Surakarta dan Barokah Jaya Abadi SDN. BHD.
Penandatanganan tersebut dilanjutkan dengan Memorandum of Agreement (MoA) antara FISIP UNISRI dan Barokah Jaya Abadi SDN. BHD. Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan strategis antara dunia akademik dan industri pada tingkat internasional.
Usai penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan Employee Capacity Building Program. Dalam program tersebut, dosen FISIP UNISRI berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada karyawan Barokah Jaya Abadi SDN. BHD. Materi yang diberikan mencakup komunikasi efektif di lingkungan kerja, komunikasi lintas budaya, komunikasi digital dalam dunia bisnis, kepemimpinan, tata kelola organisasi, etika profesi, pelayanan prima, administrasi publik, serta pengembangan kemitraan internasional.
Para peserta mengikuti kegiatan secara interaktif melalui diskusi mengenai tantangan komunikasi dalam perusahaan yang melayani pelanggan lintas negara, pentingnya pelayanan berkualitas, serta pengembangan kompetensi karyawan dalam menghadapi persaingan bisnis internasional. Pertukaran pengalaman antara akademisi dan praktisi tersebut memberikan perspektif baru bagi kedua belah pihak.
Direktur Barokah Jaya Abadi SDN. BHD., Ahmad Saini bin Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas kehadiran delegasi FISIP UNISRI sekaligus menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia perusahaan sekaligus membuka peluang pengembangan program internasional.
Sementara itu, Wakil Dekan FISIP UNISRI, Dra. Sri Riris Sugiyarti, M.Si., menjelaskan pengabdian kepada masyarakat internasional merupakan salah satu bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di tingkat global.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun hubungan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berkelanjutan. Dunia industri merupakan mitra penting bagi perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi global,” ungkapnya.
Sri Riris menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam berbagai program nyata yang melibatkan sivitas akademika dan dunia industri.
“Kami berharap kerja sama ini dapat diwujudkan dalam berbagai program nyata seperti magang internasional, penelitian kolaboratif, hingga pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan dosen dan mahasiswa,” tambahnya.
Selain pengabdian, FISIP UNISRI dan Barokah Jaya Abadi SDN. BHD. membahas sejumlah peluang kerja sama lanjutan. Program yang menjadi perhatian antara lain magang internasional mahasiswa, KKN Internasional, penelitian bersama atau joint research, pengabdian kepada masyarakat internasional, practitioner lecture, serta program peningkatan kompetensi yang menghubungkan kebutuhan akademik dengan dunia industri.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata dan foto bersama. Kedua institusi juga berkomitmen melanjutkan komunikasi untuk merealisasikan berbagai program kerja sama yang telah dibahas.
Melalui kegiatan tersebut, FISIP UNISRI menunjukkan komitmennya memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dengan dunia industri. Kerja sama dengan Barokah Jaya Abadi SDN. BHD. diharapkan menjadi pintu masuk bagi berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika, dunia industri, dan masyarakat.(Sofyan)
Baca juga: Pelatihan Content Creator for Social Media BLK Wonogiri Dorong UMKM Kuasai Pemasaran Digital
News
Pelatihan Content Creator for Social Media BLK Wonogiri Dorong UMKM Kuasai Pemasaran Digital
WONOGIRI - majalahlarise.com - BLK Wonogiri bersama BPVP Surakarta dan Komunitas UMKM-KU Wonogiri menggelar Pelatihan Basic Content Creator for Social Media pada 10–14 Agustus 2026. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dalam membuat konten kreatif dan menarik untuk mendukung pemasaran produk melalui media sosial.
Pelatihan berlangsung selama 40 jam pelajaran dan diberikan secara gratis bagi peserta terpilih. Peserta mendapatkan sejumlah fasilitas, antara lain sertifikat, uang saku, makan siang, seragam, dan asuransi. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Kepala BPVP Surakarta yang diwakili Subkoordinator Bidang Penyelenggaraan, Ardanto Jati Winarno, S.T., M.M.
Ardanto menjelaskan pelatihan Basic Content Creator for Social Media relevan dengan perubahan perilaku konsumen sekaligus perkembangan kebutuhan keterampilan pelaku usaha. Menurutnya, pelaku UMKM perlu mengikuti perkembangan pemasaran digital agar mampu memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.
“Sebagai pelaku usaha, kita harus bisa mengikuti tren-tren. Salah satunya, kalau ingin meningkatkan pendapatan, kita memang harus mengikuti tren yang ada,” ujarnya.
Ia menjelaskan media sosial kini menjadi salah satu strategi penting dalam memasarkan produk. Konsumen tidak lagi harus datang langsung ke pasar, supermarket, atau toko untuk mencari informasi dan membeli produk. Perkembangan teknologi memungkinkan masyarakat mencari produk hingga melakukan transaksi melalui telepon seluler dari rumah.
“Konten-konten ini memang cukup efektif sekali,” katanya.
Karena itu, peserta didorong memahami teknik pembuatan konten pemasaran yang menarik dan efektif. Kemampuan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan jangkauan promosi, mendongkrak penjualan, sekaligus meningkatkan pendapatan.
Ardanto juga meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara serius. Pelatihan selama sekitar satu minggu tersebut dirancang dengan mempertimbangkan kondisi peserta yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM sehingga tidak terlalu mengganggu aktivitas usaha.
“Kami mohon komitmennya untuk mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir. Ini merupakan fasilitas yang anggarannya dari negara, salah satunya berasal dari pajak,” tuturnya.
![]() |
| Suasana peserta mengikuti pelatihan. |
Ia berharap peserta tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam aktivitas usaha sehari-hari. Menurutnya, keberhasilan pelatihan dapat dilihat dari perubahan produktivitas peserta setelah kembali menjalankan usaha.
“Yang terpenting bukan sekadar mendapatkan ilmu dari pelatihan ini, tetapi bagaimana Bapak-Ibu bisa mengimplementasikannya sehingga meningkatkan produktivitas dan pada akhirnya income bisa naik,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Balai Latihan Kerja Kabupaten Wonogiri, Adi Rohmadi Abdullah, S.T., menjelaskan pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama BLK Wonogiri dengan BPVP Surakarta dan disusun menggunakan pola pelatihan yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan masyarakat serta dunia usaha.
Ia menyambut peserta yang hadir dengan latar belakang beragam, mulai dari peserta yang baru pertama kali mengikuti pelatihan hingga mereka yang sudah beberapa kali mengikuti kegiatan di BLK.
“Saya ucapkan selamat datang. Ada yang baru pertama ke BLK, ada yang sudah beberapa kali ikut pelatihan di BLK,” ujarnya.
Menurut Adi, keberagaman peserta menjadi modal penting dalam proses pembelajaran. Peserta dapat saling bertukar pengetahuan, pengalaman, jaringan, dan sudut pandang. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya menjadi ruang memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga membangun jejaring antarpelaku usaha.
Adi menerangkan pola pelatihan di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan terus berkembang. Selain pelatihan berbasis kompetensi, terdapat model Tailor-Made Training (TMT) yang memungkinkan materi dan pelaksanaan pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
“Tailor-made training adalah sebuah pelatihan di mana konsepnya disesuaikan dengan kebutuhan mereka yang menggunakan, dan fleksibilitasnya lebih tinggi,” jelasnya.
Pelatihan kali ini diarahkan pada peningkatan produktivitas peserta. Program tersebut berawal dari diskusi antara BPVP Surakarta, BLK Wonogiri, dan komunitas pelaku UMKM mengenai keterampilan yang paling dibutuhkan. Sejumlah kebutuhan yang muncul meliputi digital marketing, pemasaran, kecantikan dan rias, hingga public speaking.
Dari berbagai kebutuhan tersebut, pembuatan konten kreator berbasis media sosial dipilih sebagai salah satu program percontohan. Materi dinilai sesuai dengan kondisi peserta yang sebagian besar telah memiliki produk, usaha, aktivitas pemasaran, maupun akun media sosial.
“Kita coba dulu. Programnya yaitu pelatihan pembuatan basic program kreator berbasis media sosial,” katanya.
Adi menegaskan pelatihan tidak diarahkan untuk membuat peserta memulai semuanya dari nol. Peserta justru didorong memperbaiki teknik, strategi, konsistensi, serta menentukan target konten agar aktivitas digital yang dilakukan memberikan dampak terhadap produktivitas usaha.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak mudah menyerah ketika konten yang dibuat belum memperoleh banyak penonton. Perubahan algoritma media sosial membuat peluang jangkauan konten tetap terbuka, termasuk bagi akun yang masih baru.
“Kuncinya di dalam dunia konten cuma satu, konsistensi,” tegasnya.
Selama lima hari pelatihan, peserta didorong berkolaborasi dan mempraktikkan pembuatan konten menggunakan produk masing-masing. Produk lokal Wonogiri, mulai batik, kaos, kerajinan, makanan, kopi, hingga berbagai produk UMKM lainnya, dapat menjadi bahan praktik.
Adi menilai pelatihan juga menjadi kesempatan membangun jejaring antar peserta. Perbedaan latar belakang dan pengalaman dapat menjadi sumber pembelajaran bersama.
“Pelatihan itu kadang tidak hanya ilmunya saja yang dipakai, jaringannya juga dipakai, pengalamannya dipakai, sudut pandangnya,” ujarnya.
Ia menegaskan orientasi pelatihan bukan sekadar membuat peserta mampu menghasilkan konten, tetapi memastikan keterampilan tersebut berdampak pada peningkatan produktivitas usaha.
“Kalau pelatihan PBK targetnya penempatan, yang di sini targetnya apa yang sudah Anda laksanakan setelah keluar dari BLK itu harusnya ada peningkatan,” jelasnya.
Menurut Adi, keberhasilan program akan terlihat dari perubahan kualitas konten peserta setelah mengikuti pelatihan. Konten diharapkan semakin baik dan tertata, sekaligus mampu meningkatkan follower, reach, dan views yang pada akhirnya berdampak terhadap perkembangan usaha.
“Ending-nya bukan kepintaran, tetapi peningkatan produktivitas. Kami berharap setelah mengikuti pelatihan, konten peserta lebih baik dan tertata, follower, reach, serta views meningkat, hingga pada akhirnya berdampak pada peningkatan usaha,” jelasnya.
Melalui pelatihan tersebut, BLK Wonogiri dan BPVP Surakarta berharap keterampilan content creator dapat menjadi bekal praktis bagi masyarakat dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital. Kolaborasi dengan komunitas UMKM juga diharapkan terus berkembang sehingga mampu mencetak sumber daya manusia kompeten sekaligus memperkuat pemasaran dan produktivitas produk lokal Wonogiri. (Sofyan)
Baca juga: Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Sukoroyom Kulon Giritontro Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat
Pendidikan
Guru dan Tendik SD Muhammadiyah 16 Karangasem Ikuti Capacity Building di Kemuning
KARANGANYAR – majalahlarise.com – Sebanyak 49 guru dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah 16 Karangasem Surakarta mengikuti touring sekaligus capacity building di Kemuning, Karanganyar, Sabtu (3/8/2026). Kegiatan bertajuk Recharge Spirit, Rebuild Teamwork tersebut menjadi momentum memperkuat kebersamaan, komunikasi, dan kerja sama keluarga besar sekolah.
Rombongan yang dipimpin Kepala SD Muhammadiyah 16 Karangasem Surakarta, Maghfirotun Na’imah, berangkat dari Solo menuju Kemuning dengan perjalanan sekitar 1 jam 15 menit. Sebanyak 21 sepeda motor digunakan dalam kegiatan tersebut, ditambah empat armada roda empat untuk guru dan tenaga kependidikan yang belum memungkinkan menempuh perjalanan jauh menggunakan kendaraan roda dua.
Setibanya di Kemuning, rombongan singgah di Resto Bale Botram yang memiliki fasilitas arena indoor dan outdoor. Selain menjadi ruang rekreasi bersama, lokasi tersebut digunakan untuk mengikuti agenda utama berupa capacity building dengan menghadirkan Faris Isnawan, founder Esensial Training dan Consulting.
“Kegiatan touring bersama ini untuk membangun kebersamaan, apalagi banyak guru-guru muda yang masih suka berpetualang. Sedangkan guru tendik yang belum memungkinkan berkendara jarak jauh disediakan empat armada roda empat,” ujar Maghfirotun Na’imah.
Dalam sesi capacity building, Faris mengangkat pentingnya service excellence dalam meningkatkan kualitas layanan sekolah. Menurutnya, pelayanan prima tidak hanya menjadi tanggung jawab wali kelas ketika berinteraksi dengan orang tua siswa, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh unsur sekolah.
“Service excellence dari garda depan hingga bagian belakang menjadi kunci kepuasan pelanggan. Orang tua siswa bukan lagi raja, melainkan mitra dalam mendidik,” jelas Faris.
Ia menjelaskan, sekolah perlu memiliki standar operasional prosedur (SOP) pelayanan yang jelas sekaligus dinamis. SOP tersebut mencakup seluruh lini pelayanan, mulai wali kelas, guru mata pelajaran, tata usaha, keamanan, kantin hingga petugas kebersihan.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 15.00 WIB tersebut juga diisi sesi refleksi yang dipandu Waka Kesiswaan, Deby, bersama Alfa dari tim humas MunasSka Official. Sesi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk melakukan evaluasi, membangun komunikasi, sekaligus memperkuat komitmen bekerja sebagai satu tim.
Guru Tahfidz, Ustaz Sumadi, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, agenda bersama seperti ini memberi kesempatan bagi guru dan tenaga kependidikan untuk lebih dekat secara personal sehingga tercipta hubungan kerja yang semakin solid.
“Kegiatan ini sangat positif karena dapat mempererat persaudaraan, meningkatkan saling mengenal, dan membangun budaya saling menguatkan di antara keluarga besar sekolah,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize berupa berbagai peralatan rumah tangga. Setelah seluruh rangkaian selesai, rombongan kembali melakukan touring menuju Solo dengan membawa semangat baru untuk memperkuat teamwork dan memberikan pelayanan pendidikan yang semakin baik. (Sofyan)
Baca juga: Murid SD Muhammadiyah 1 Solo Belajar Jurnalistik Lewat Smartphone
Pendidikan
![]() |
| Murid saat mengikuti ekstrakurikuler Jurnalistik Cilik dengan memanfaatkan smartphone sebagai media belajar menulis berita. |
Murid SD Muhammadiyah 1 Solo Belajar Jurnalistik Lewat Smartphone
SOLO – majalahlarise.com – Puluhan murid SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah, mengikuti ekstrakurikuler Jurnalistik Cilik dengan memanfaatkan smartphone sebagai media belajar menulis berita. Kegiatan yang digelar rutin setiap Jumat ini mengajak siswa tidak hanya memahami dasar-dasar jurnalistik, tetapi juga mempraktikkan penulisan berita secara langsung melalui aplikasi notepad di telepon pintar, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan berlangsung pukul 12.30 hingga 14.00 WIB dengan bimbingan Humas SD Muhammadiyah 1 Solo, Dwi Jatmiko, bersama jurnalis profesional dari Solopos, Adam Aryo. Pembelajaran dirancang agar keterampilan jurnalistik dapat dipelajari secara dekat dengan kehidupan digital yang sehari-hari dijalani siswa.
Dwi Jatmiko menjelaskan pemanfaatan smartphone dalam pembelajaran jurnalistik menjadi salah satu cara untuk mengarahkan perangkat digital ke aktivitas yang produktif. Smartphone yang selama ini identik dengan hiburan dapat dimanfaatkan siswa untuk mencari informasi, mencatat fakta, menyusun berita hingga mempublikasikan karya secara bertanggung jawab.
“Anak-anak sebanyak 70 bersemangat belajar. Smartphone bukan hanya untuk bermain. Anak didik bisa menggunakannya untuk mencari informasi, mencatat fakta, menyusun berita, kemudian mempublikasikannya secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Dalam pembelajaran tersebut, siswa dikenalkan dengan konsep ADIKSIMBA, yakni Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana sebagai dasar dalam menggali informasi sebuah peristiwa. Konsep tersebut kemudian dikembangkan dengan dua pertanyaan tambahan, yakni What Unique atau apa hal unik dari peristiwa yang diberitakan serta What Impact atau apa dampak yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut.
Menurut Dwi Jatmiko, dua pertanyaan tambahan tersebut diperlukan agar tulisan siswa tidak berhenti pada pemenuhan unsur dasar berita. Siswa didorong mampu menemukan sisi menarik dari sebuah peristiwa sekaligus memahami dampak yang ditimbulkannya.
Selain menulis, murid juga mendapatkan materi dasar foto jurnalistik untuk memperkuat berita yang mereka hasilkan. Dengan demikian, siswa belajar menggabungkan kemampuan mengamati peristiwa, menggali informasi, menulis, serta memilih visual yang relevan.
Hasil karya jurnalistik para murid selanjutnya akan dipasang di majalah dinding sekolah sebagai bentuk apresiasi sekaligus ruang bagi siswa untuk menunjukkan hasil belajar mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun literasi digital, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian berkomunikasi berdasarkan fakta.
“Mengenalkan jurnalistik sejak dini berarti melatih anak berpikir kritis, berani bertanya, dan jujur menyampaikan fakta. Dari menulis berita sederhana, murid belajar bahwa kebenaran, empati, dan tanggung jawab adalah karakter yang harus dibangun sejak dini,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Sukoroyom Kulon Giritontro Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat
Pendidikan
Ust. Pujiono Pompa Semangat Guru SMKN 1 Ngawen dalam Sarasehan Keluarga
KLATEN – majalahlarise.com – Keluarga menjadi sumber kekuatan, kasih sayang, keteladanan, sekaligus motivasi untuk terus berkembang. Semangat tersebut mengemuka dalam Sarasehan Keluarga Besar SMK Negeri 1 Ngawen Gunungkidul bertema “Keluarga Menguatkan, STEMSANGA Membanggakan: Bersama Menjaga Harmoni, Bersinergi Meraih Prestasi”, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang digelar di rumah Bapak Samsu Sartono, S.Pd., Trucuk, Klaten, diikuti Kepala SMK Negeri 1 Ngawen Gunungkidul Drs. Sriyono, M.Ds. bersama keluarga besar sekolah. Hadir sebagai pemateri Ust. Pujiono, S.Pd., S.Si., MM, Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Canden, Sambi, Boyolali.
Dalam sarasehan tersebut, Pujiono memompa semangat para guru agar tidak terjebak dalam rutinitas pekerjaan. Menurutnya, rutinitas yang dijalani tanpa refleksi dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk terus berkembang.
“Jangan sampai guru terjebak dalam rutinitas harian. Pergi pagi-pagi, pulang petang, begitu setiap hari. Tahu-tahu kita sudah tua,” ujar Pujiono.
Ia mengingatkan, profesi guru bukan sekadar pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan, tetapi merupakan amanah Allah SWT yang perlu dijalani dengan kesadaran, keikhlasan, dan rasa syukur. Karena itu, guru perlu melihat kembali kontribusi yang telah diberikan melalui profesinya.
“Allah telah mengamanahkan kita sebagai guru. Maka jangan hanya bertanya, apa yang kita dapat dari profesi ini? Tetapi mari bertanya, apa yang sudah kita berikan melalui profesi ini?” pesannya.
Pujiono mengajak guru SMKN 1 Ngawen mewujudkan rasa syukur atas amanah profesi melalui tiga sikap. Pertama, tidak mendholimi profesi dengan menjalankan tugas secara sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
“Jangan kita mendholimi profesi dengan mengajar sekadar menggugurkan kewajiban. Anak-anak berhak mendapatkan guru terbaik yang kita mampu berikan,” ungkapnya.
Kedua, guru harus mau mengembangkan profesi. Perubahan zaman, teknologi, karakter peserta didik, hingga perkembangan kecerdasan buatan menuntut guru untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.
“Guru yang hari ini sama dengan guru lima atau sepuluh tahun yang lalu, tanpa ada perkembangan, harus bertanya kepada dirinya sendiri: apakah saya masih mau bertumbuh?” katanya.
Menurut Pujiono, guru hebat bukanlah guru yang merasa dirinya sudah hebat, melainkan guru yang terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan bersedia memperbaiki diri.
Ketiga, guru perlu ridha dengan ketentuan Allah SWT. Setiap orang memiliki jalan, rezeki, posisi, dan tantangan masing-masing. Karena itu, proses pengabdian perlu dijalani dengan ikhlas dan penuh keyakinan.
“Jalani profesi ini dengan ikhlas. Ada kalanya kita mendapatkan sesuatu yang sesuai harapan, ada kalanya tidak. Ada kalanya perjuangan kita langsung mendapatkan penghargaan, ada kalanya tidak terlihat. Tetapi yakinlah, tidak ada satu pun amal kebaikan yang sia-sia di hadapan Allah,” tuturnya.
Lebih lanjut, Pujiono mengajak keluarga besar SMKN 1 Ngawen membangun budaya sekolah yang harmonis, saling menguatkan, dan mampu bersinergi. Prestasi sekolah dinilai penting, tetapi harus tetap berpijak pada nilai pengabdian dan karakter.
“Jangan hanya mengejar sekolah berprestasi, tetapi mari membangun guru yang berprestasi sekaligus berkarakter. Jangan hanya hebat di dunia, tetapi juga selamat di akhirat,” pesannya.
Pujiono optimistis kepemimpinan Drs. Sriyono, M.Ds. bersama kebersamaan seluruh keluarga besar sekolah mampu membawa SMKN 1 Ngawen Gunungkidul semakin berkembang dan membanggakan.
“Insya Allah, guru-guru SMK Negeri 1 Ngawen adalah guru-guru hebat. Hebat dalam mengajar, hebat dalam mendidik, hebat dalam memberi keteladanan, dan yang paling penting: hebat dalam menjalankan amanah Allah. Semoga menjadi guru yang selamat dunia dan akhirat,” pungkasnya.
Sarasehan tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar SMKN 1 Ngawen untuk kembali menyegarkan niat dalam menjalankan profesi. Menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah dan jalan pengabdian. Rutinitas boleh berulang setiap hari, tetapi semangat, ilmu, keteladanan, dan kebermanfaatan seorang guru harus terus bertumbuh. (Sofyan)
Baca juga: Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Sukoroyom Kulon Giritontro Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat
News
KBIHU Aisyiyah Surakarta Buka Manasik Haji 1448 H, Siapkan Jamaah Sesuai Sunnah
SURAKARTA - majalahlarise.com - Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Aisyiyah Kota Surakarta membuka program bimbingan manasik haji tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi melalui pengajian perdana di Balai Muhammadiyah Kota Surakarta, Ahad (9/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 calon jemaah haji dari berbagai wilayah di Kota Surakarta.
Kegiatan diawali pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars Aisyiyah. Acara kemudian diisi prakata Ketua KBIHU Aisyiyah Kota Surakarta, H. Agus Thontowi Mahdi, S.E., M.M., sambutan Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surakarta, Dr. Hj. Mahasri Shobahiya, M.Ag., serta tausiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, Drs. K.H. Subari.
Ketua PDA Kota Surakarta, Dr. Hj. Mahasri Shobahiya, M.Ag., menyampaikan ucapan selamat kepada para calon jemaah yang telah mempersiapkan diri untuk memenuhi panggilan Allah SWT. Menurutnya, persiapan ibadah haji perlu dilakukan sejak jauh hari, terutama dengan memperkuat bekal ilmu.
“Selamat kepada Bapak Ibu yang sudah bersemangat untuk bertarbiyah dalam rangka mempersiapkan diri untuk memenuhi undangan Allah SWT yang tentu disiapkan jauh-jauh hari, belasan tahun, bahkan mungkin sudah 14 tahun mendaftar sebagai calon haji,” ujarnya.
Ia berharap seluruh calon jemaah yang mengikuti program tersebut dapat mematangkan persiapan menjelang keberangkatan pada 2027. “Tahun ini insyaallah semua sudah terdaftar berangkat haji di tahun 2027 sehingga dalam rangka mematangkan persiapan Bapak Ibu semua. Selamat, semoga dalam proses mempersiapkan diri dalam keberangkatan ibadah haji betul-betul dilandasi dengan ilmu,” katanya.
Mahasri menjelaskan KBIHU Aisyiyah Kota Surakarta mendapat dukungan penuh dari PDM Kota Surakarta. Program bimbingan manasik akan dilaksanakan sedikitnya 22 kali pertemuan sehingga calon jemaah memiliki waktu cukup untuk memahami seluruh rangkaian ibadah haji.
Sementara itu, Ketua KBIHU Aisyiyah Kota Surakarta, H. Agus Thontowi Mahdi, S.E., M.M., mengatakan pengajian perdana sekaligus pembukaan manasik menjadi awal pelaksanaan program bimbingan yang akan digelar secara rutin setiap Ahad.
“Hari ini kami melaksanakan pengajian perdana sebagai pembukaan bimbingan manasik haji. Kegiatan ini akan kami lanjutkan secara rutin setiap hari Ahad sebagai bagian dari upaya sosialisasi sekaligus menjaring calon jemaah haji tahun 2027,” ujarnya.
Agus menegaskan bimbingan manasik diarahkan untuk membekali calon jemaah agar mampu melaksanakan ibadah haji sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Kesiapan yang dibangun tidak hanya menyangkut aspek fisik dan finansial, tetapi juga pemahaman ilmu manasik.
“Kami ingin jamaah benar-benar siap, tidak hanya secara fisik dan finansial, tetapi juga memiliki bekal ilmu yang cukup agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan benar,” tambahnya.
Ia berharap jumlah jemaah yang mengikuti bimbingan KBIHU Aisyiyah Surakarta tahun ini minimal menyamai capaian tahun sebelumnya. Pada musim haji sebelumnya, KBIHU Aisyiyah Surakarta memberangkatkan 101 jemaah.
“Harapannya tahun ini bisa sama atau bahkan lebih dari tahun kemarin. Kami menyampaikan materi dengan cara yang mudah dan praktis, serta tetap mengedepankan program tarwiyah sebagai unggulan,” ungkap Agus.
Dalam tausiyahnya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta, K.H. Subari, mengingatkan para calon jemaah agar mengikuti proses bimbingan secara sungguh-sungguh. Menurutnya, ibadah haji merupakan kewajiban yang hanya dilaksanakan sekali seumur hidup bagi yang mampu sehingga persiapannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
“Ibadah haji adalah kewajibannya hanya sekali seumur hidup. Oleh karena itu, para calon tamu Allah harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, salah satunya dengan mengikuti bimbingan manasik secara sungguh-sungguh,” tuturnya.
Ia menambahkan, kesiapan fisik dan finansial perlu diimbangi dengan penguasaan ilmu. Pemahaman tata cara ibadah menjadi bekal penting agar jemaah mampu menjalankan seluruh rangkaian haji secara tertib dan sesuai tuntunan.
“Ilmu menjadi bekal utama agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar, tertib, dan sesuai tuntunan. Dengan mengikuti bimbingan dari para pembimbing yang berpengalaman, jamaah akan lebih siap dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah,” tandasnya.
Melalui program bimbingan manasik tersebut, KBIHU Aisyiyah Kota Surakarta berkomitmen mendampingi calon jemaah sejak masa persiapan hingga keberangkatan. Pembekalan yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu membentuk jemaah yang lebih siap, mandiri, memahami tata cara ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, serta mampu meraih predikat haji mabrur. (Sofyan)
Baca juga: Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Sukoroyom Kulon Giritontro Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat
Kabar Desa
![]() |
| Ratusan warga dari berbagai usia tumpah ruah mengikuti jalan sehat yang menjadi bagian rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 RI. |
Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Sukoroyom Kulon Giritontro Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat
WONOGIRI – majalahlarise.com – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026 terasa meriah di Dusun Sukoroyom Kulon, Desa Pucanganom, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri. Ratusan warga dari berbagai usia tumpah ruah mengikuti jalan sehat yang menjadi bagian rangkaian kegiatan peringatan HUT RI.
Sejak pagi, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa terlihat antusias mengikuti kegiatan. Jalan sehat tidak sekadar menjadi aktivitas olahraga bersama, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, persaudaraan, serta kekompakan masyarakat.
Tokoh masyarakat sekaligus panitia kegiatan, Lukman Efendi, mengatakan jalan sehat merupakan agenda rutin tahunan yang digelar warga Sukoroyom Kulon untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan.
“Kegiatan ini merupakan rutinitas tahunan yang digelar warga Sukoroyom Kulon. Selain jalan sehat, ada banyak agenda kegiatan yang melibatkan warga dan masyarakat sekitar, seperti bola voli, permainan anak-anak maupun dewasa, panggung hiburan dan berbagai kegiatan lainnya,” ujar Lukman.
Menurut Lukman, rangkaian kegiatan HUT RI tidak hanya ditujukan untuk menciptakan kemeriahan, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan menumbuhkan semangat gotong royong masyarakat.
“Kegiatan dalam rangka memperingati HUT RI ke-81 ini sebagai bentuk semangat warga dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan mandiri. Kami memiliki slogan SEMESTA, yaitu Semangat Menuju Sejahtera,” tambahnya.
Kemeriahan jalan sehat semakin bertambah dengan disiapkannya beragam hadiah bagi peserta. Tahun ini, panitia menyediakan lima ekor kambing sebagai doorprize utama, selain ratusan hadiah lainnya berupa barang elektronik rumah tangga dan berbagai kebutuhan sehari-hari.
Beragam hadiah tersebut menjadi daya tarik bagi peserta. Kendati demikian, antusiasme warga tidak semata-mata dipicu hadiah. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, berkumpul, bersilaturahmi, dan merayakan kemerdekaan secara bersama-sama.
Peserta berjalan menyusuri rute yang telah ditentukan panitia sebelum kembali ke garis finis. Setelah tiba di lokasi, warga tidak langsung membubarkan diri. Sambil menunggu pembagian doorprize, peserta menikmati hiburan organ tunggal yang menambah semarak suasana.
Kebersamaan semakin terasa ketika warga menikmati nasi bungkus secara bersama-sama. Makan bersama menjadi salah satu gambaran kekompakan dan persaudaraan masyarakat Sukoroyom Kulon.
Di sekitar lokasi kegiatan, sejumlah pelaku UMKM warga turut membuka lapak dengan menjajakan aneka makanan, minuman, dan produk kebutuhan masyarakat. Kehadiran UMKM tersebut memberikan kesempatan bagi warga untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk usaha mereka.
Keramaian kegiatan juga turut menggerakkan ekonomi masyarakat. Warga yang hadir menjadi konsumen potensial bagi pelaku usaha lokal sehingga kegiatan peringatan HUT RI tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Peringatan HUT RI ke-81 di Sukoroyom Kulon menjadi gambaran semangat kemerdekaan yang diwujudkan melalui berbagai aktivitas masyarakat. Olahraga bersama, gotong royong, hiburan rakyat, pemberdayaan UMKM, hingga makan bersama menjadi bagian dari upaya menjaga kebersamaan warga.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat Sukoroyom Kulon menunjukkan semangat untuk mempertahankan tradisi kebersamaan sekaligus membangun lingkungan yang semakin kompak, mandiri, dan sejahtera.
Semangat kemerdekaan pun tidak berhenti pada perayaan. Bagi warga, momentum HUT RI menjadi pengingat untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan gotong royong, serta bersama-sama membangun desa menuju kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...











