GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Zona Ramadhan
![]() |
| Siswa dan Paguyuban Wali Murid kelas 4 SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono. |
Siswa dan Paguyuban Wali Murid Kelas 4 Gelar Pengajian dan Buka Puasa Bersama
Boyolali- majalahlarise.com - Siswa dan Paguyuban Wali Murid kelas 4 SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono, pada momentum puasa yang ke-15 melaksanakan kegiatan Pengajian dan Buka Bersama. Jumat (6/3/2026).
Diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari siswa, wali siswa dan dewan guru di kelas 4 SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono. Mengusung tema "Amalan Utama di bulan Ramadan", dengan narasumber pengajian Habibie Nur Rahman
Habibie dalam pemaparannya menyampaikan, bahwa ramadhan adalah bulan untuk melatih diri. Banyak hal yang bisa di upgrade agar diri senantiasa berbenah untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
"Bahwa benar ramadhan mengajarkan kita melatih diri untuk bersabar, menahan lapar dan belajar jiwa filantropi. Banyak saudara kita yang perhari ini masih susah dalam memperbaiki gizi masih ada saudara kita banyak yang kelaparan, maka kita harus bersyukur bisa hidup lebih baik dari pada saudara kita yang lain, terang Habibie.
Selain itu Habibie menerangkan, bahwa bulan ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keutamaan
"Bulan Ramadhan adalah bulan yang di cintai oleh Allah dan Rasulnya. Banyak momen penting yang terjadi selama bulan Ramadhan, diantaranya turunnya Al-Quran dan malam Lailatul Qadr. Maka dari itu kita seyogyanya mengisi bulan yang suci ini dengan amalan-amalan yang sudah dianjurkan," ungkapnya.
Buka bersama menjadi lebih meriah, dengan kekompakan peserta menggunakan dress code yang telah ditentukan. Hal ini menjadi warna diantara kebersamaan buka bersama. (Sofyan)
Baca juga: SD Muhammadiyah 1 Solo Gelar Bukber dan Santuni 30 Anak Yatim
Pendidikan
![]() |
| Penyerahan santunan bagi anak yatim dhuafa. |
SD Muhammadiyah 1 Solo Gelar Bukber dan Santuni 30 Anak Yatim
SOLO – majalahlarise.com - Hujan deras yang mengguyur Kota Solo tidak mengurangi hangatnya suasana kebersamaan di SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah. Sekolah tersebut menggelar acara silaturahmi dan buka puasa bersama calon wali siswa tahun ajaran 2026/2027 sekaligus santunan bagi anak yatim dhuafa, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Sekolah Sehat itu diikuti sekitar 30 anak yatim dhuafa serta 65 guru dan karyawan. Acara mengusung tema “Berbagi Menuai Berkah” sebagai wujud kepedulian sosial di bulan Ramadan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas Korwil III Banjarsari Kartono, Ketua Komite Sekolah Harminto, serta tausiyah yang disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Banjarsari Rusmanto.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo Sri Sayekti menyampaikan kegiatan ini merupakan agenda rutin sekolah yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Kantor Layanan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (KL Lazismu) SD Muhammadiyah 1 Solo.
“Acara rutin ini berkolaborasi dengan Kantor Layanan Lazismu SD Muhammadiyah 1 Solo sebagai bentuk kepedulian sosial dan dakwah melalui aksi nyata,” ujar Sri Sayekti.
Ia menjelaskan kegiatan santunan anak yatim menjadi bagian dari implementasi dakwah bil hal sekaligus mengajak warga sekolah memahami pesan dalam Surah Al-Ma’un.
Menurutnya, Surah Al-Ma’un mengingatkan tentang ciri orang yang mendustakan agama, di antaranya menghardik atau tidak menyayangi anak yatim, tidak mendorong memberi makan orang miskin, serta berbuat riya dalam beramal dan lalai dalam salat.
“Buka bersama dan santuni anak yatim ini semoga mampu menebar kebaikan dan menjadi momentum menyambut kemenangan di bulan Ramadan,” katanya.
Kepala sekolah yang telah menjabat selama tiga periode tersebut juga menyampaikan pesan menyentuh kepada anak-anak yatim yang hadir.
“Kebahagiaan sejati tidak ditemukan saat kita memiliki segalanya, melainkan saat kita bisa berbagi, peduli agama, peduli manusia, peduli lingkungan, dan peduli sistem,” tuturnya.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh guru Pendidikan Agama Islam, Ishayati, yang melantunkan Surah Al-Kahfi. Kegiatan dilanjutkan sambutan kepala sekolah serta sambutan Ketua Komite Sekolah.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta menikmati hidangan berbuka puasa bersama dalam nuansa hangat dan penuh kekeluargaan. Saat azan Magrib berkumandang, para peserta menikmati menu berbuka yang telah disiapkan, kemudian melaksanakan salat Magrib berjemaah dengan imam Rusmanto.
Rangkaian kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut berakhir pada pukul 18.55 WIB dengan suasana penuh kebersamaan dan kebahagiaan. (Sofyan)
Baca juga: Siswa SMP Negeri 3 Surakarta Berbagi Takjil, Tebar Kebahagiaan Ramadhan Lewat Aksi Nyata
Zona Ramadhan
![]() |
| Kegiatan sosial berbagi takjil kepada masyarakat yang membutuhkan. |
Siswa SMP Negeri 3 Surakarta Berbagi Takjil, Tebar Kebahagiaan Ramadhan Lewat Aksi Nyata
SURAKARTA – majalahlarise.com - Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan ditunjukkan para siswa SMP Negeri 3 Surakarta melalui kegiatan sosial berbagi takjil kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Maret 2026 di sekitar kawasan Pasar Kleco Surakarta hingga area SMK Mikael Surakarta.
Aksi sosial bertema “Menyebarkan Kebahagiaan Ramadhan Lewat Aksi Nyata” tersebut melibatkan sekitar 70 siswa yang tergabung dalam berbagai organisasi sekolah, di antaranya OSIS, PI, DG, PMR, dan Rohis. Para siswa secara bersama-sama membagikan 70 paket takjil kepada masyarakat seperti tukang becak, penjual kecil, pengemis, hingga warga yang melintas di sekitar lokasi kegiatan.
Kegiatan diawali dengan doa bersama dan pengarahan kepada para siswa yang bertugas. Selanjutnya, peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk menyebarkan paket takjil di sekitar kawasan Pasar Kleco hingga lingkungan SMK Mikael. Setelah seluruh paket dibagikan, para siswa kembali ke titik kumpul untuk melaksanakan buka puasa bersama, sekaligus menutup kegiatan dengan dokumentasi dan pembuatan konten kegiatan.
Ketua OSIS SMP Negeri 3 Surakarta, Alletheia Naomi Savada, menyampaikan kegiatan ini menjadi sarana menumbuhkan kepedulian sosial siswa sekaligus mengajak seluruh warga sekolah untuk berbuat kebaikan di bulan Ramadhan.
“Di bulan Ramadhan ini, mari kita libatkan aksi kebaikan dari semua teman-teman Spega, dan OSIS yang ada PI, DG, PMR serta Rohis. Mari berbagi takjil supaya orang-orang yang ‘membutuhkan’ tetap bisa berbuka,” ujar Alletheia.
Ia juga menguraikan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi siswa untuk memahami arti berbagi, kepedulian sosial, serta mempererat kebersamaan antar organisasi di sekolah.
Melalui kegiatan berbagi takjil ini, para siswa berharap nilai-nilai kebaikan dan kepedulian dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Selain membantu warga yang membutuhkan untuk berbuka puasa, aksi ini juga mengajak masyarakat luas untuk menumbuhkan semangat berbagi di bulan suci Ramadhan. (Sofyan)
Baca juga: UNISRI Gelar Buka Puasa Bersama, Tingkatkan Silaturahmi dan Keimanan
Pendidikan
![]() |
| Kegiatan Buka Puasa Bersama keluarga besar UNISRI. |
UNISRI Gelar Buka Puasa Bersama, Tingkatkan Silaturahmi dan Keimanan
Solo – majalahlarise.com - Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama keluarga besar UNISRI pada Jumat (6/3). Kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan ini dihadiri sekitar 346 peserta yang terdiri atas pembina dan pengurus Yayasan Perguruan Tinggi (YPT) Slamet Riyadi, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, hingga petugas kebersihan dan parkir.
Ketua PHBI UNISRI, Arif Sutikno, S.Kom., M.Kom., menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Ramadhan yang disiapkan oleh panitia. Ia menguraikan selama bulan suci ini berbagai kegiatan keagamaan digelar untuk mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan nilai spiritual di lingkungan kampus.
“Selama Ramadhan kami menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti pembagian takjil dan sahur, buka puasa bersama, kultum bakda dhuhur, pembagian beras zakat, Jumat Barokah, hingga Halal Bihalal,” ujar Arif.
Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan kampus.
“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat meningkatkan ketaqwaan, keimanan, serta mempererat silaturahmi di kalangan keluarga besar UNISRI,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd., dalam sambutannya mengajak seluruh civitas akademika memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai waktu untuk memperkuat kebersamaan dan komunikasi antar sesama.
“Tradisi berbuka puasa bersama ini merupakan kebiasaan baik, baik di lingkungan keluarga, kolega, maupun komunitas. Mohon momentum ini dimanfaatkan untuk saling bertemu dan berbagi informasi yang baik,” tutur Sutoyo.
Dalam kesempatan tersebut, tausiah Ramadhan disampaikan oleh Ustaz Sarafuddin, S.Pd., M.Pd. Ia menguraikan bulan Ramadhan merupakan bulan yang dimuliakan dan menjadi waktu terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah.
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang disucikan. Seluruh aktivitas yang kita lakukan selama bulan ini hendaknya diniatkan untuk Allah,” ujarnya dalam tausiah.
Kegiatan buka puasa bersama berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Panitia berharap kegiatan ini mampu memperkuat ukhuwah serta menumbuhkan semangat spiritual di lingkungan keluarga besar UNISRI selama menjalankan ibadah Ramadhan. (Sofyan)
Baca juga: Doa Bersama dan Bakti Sosial Warnai Dies Natalis ke-58 Univet Bantara Sukoharjo
Pendidikan
![]() |
| Ustadz Haidar Mubarak, Lc., M.H. saat menyampaikan tausiyah bertema “Menggapai Kebahagiaan Hakiki di Bulan Ramadhan” dan memimpin doa bersama. |
Doa Bersama dan Bakti Sosial Warnai Dies Natalis ke-58 Univet Bantara Sukoharjo
.SUKOHARJO – majalahlarise.com - Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar kegiatan Doa Bersama dan Bakti Sosial sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-58 yang berlangsung di Auditorium kampus setempat, Jumat (6/3/2026). Kegiatan bertema “Menggapai Kebahagiaan Hakiki di Bulan Ramadhan” tersebut diikuti dosen, karyawan, dan peserta magang dengan menghadirkan penceramah Haidar Mubarak, Lc., M.H.
Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan doa bersama tersebut. Ia menjelaskan kegiatan ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sivitas akademika sekaligus memanjatkan doa bagi kemajuan universitas.
“Kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya sehingga siang ini kita dapat berkumpul untuk melaksanakan doa bersama dalam rangka Dies Natalis ke-58 Universitas Bantara,” ujarnya.
![]() |
| Pengurus YPPP Veteran, Rektor beserta jajaran, dosen, karyawan dan peserta magang saat mengikuti pengajian, doa bersama dan bakti sosial. |
Ia juga menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh muslimin dan muslimat di lingkungan kampus. Menurutnya, bulan Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat spiritualitas sekaligus mempererat kebersamaan.
“Saya mengucapkan selamat berpuasa kepada saudara-saudaraku muslimin dan muslimat. Semoga puasa kita diterima oleh Allah SWT dan doa-doa yang kita panjatkan dikabulkan,” kata Farida.
Farida juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk mendoakan para pendiri universitas yang telah berjuang mendirikan dan mengembangkan kampus hingga mencapai usia 58 tahun.
“Mari kita doakan para pendiri dan pendahulu Universitas Bantara agar perjuangan mereka dicatat oleh Allah sebagai amal jariyah yang pahalanya tidak pernah putus,” tuturnya.
![]() |
| Kegiatan bakti sosial penyerahan paket bingkisan. |
Sementara itu, Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo, Bambang Margono menyampaikan kegiatan doa bersama, buka bersama, dan bakti sosial menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi di lingkungan kampus.
“Kebersamaan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan yang bermanfaat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan besar bagi perkembangan universitas ke depan, khususnya dalam meningkatkan jumlah mahasiswa baru.
“Melalui doa bersama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kita memohon kepada Allah SWT agar target penerimaan mahasiswa baru dapat mencapai 1.500 mahasiswa pada tahun ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bambang berharap dalam lima tahun ke depan universitas dapat berkembang lebih pesat dengan berbagai program unggulan.
“Kita berharap dalam lima tahun mendatang universitas ini semakin maju, memiliki program-program unggulan, dan semakin dipercaya masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas,” katanya.
Dalam kajian yang disampaikan, Haidar Mubarak mengajak jamaah memahami makna kebahagiaan sejati melalui nilai-nilai Al-Qur’an.
“Allah SWT menjanjikan kehidupan yang baik bagi orang yang beriman dan beramal saleh sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 97,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan hadis Nabi Muhammad SAW yang menggambarkan kondisi hati manusia yang dapat berkarat apabila tidak dibersihkan dengan amalan kebaikan.
“Rasulullah menjelaskan hati manusia bisa berkarat seperti besi. Cara membersihkannya adalah dengan membaca Al-Qur’an dan mengingat kematian,” ujarnya.
Menurutnya, kebahagiaan sejati tidak selalu ditentukan oleh kekayaan atau jabatan. Banyak orang yang memiliki harta dan kekuasaan justru tidak merasakan kebahagiaan.
“Sering kali manusia membuat banyak syarat untuk bahagia, seperti harus kaya atau memiliki jabatan. Padahal kebahagiaan sejati datang dari iman dan amal saleh,” kata Haidar.
Ia menambahkan salah satu tanda kebahagiaan adalah memiliki sikap qana’ah atau merasa cukup atas rezeki yang diberikan Allah SWT.
“Orang yang bahagia adalah orang yang taat kepada Allah dan memiliki rasa qana’ah, yaitu merasa cukup dan bersyukur atas apa yang diberikan Allah,” tuturnya. (Sofyan)
Baca juga: Ramadhan sebagai Wacana Sosial dalam Manuskrip Kuno
Pendidikan
![]() |
| Kegiatan diskusi tentang Ramadhan sebagai wacana sosial dalam manuskrip kuno di kantor RRI Surakarta. |
Ramadhan sebagai Wacana Sosial dalam Manuskrip Kuno
SURAKARTA - majalahlarise.com - Kajian mengenai Ramadhan dalam manuskrip kuno menjadi sorotan dalam diskusi yang digelar di Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 4 memgenai kajian kebudayaan. Pada diskusi ini menghadirkan narasumber Dr. Asep Yudha Wirajaya S.S., M.Hum. (Dosen Sastra Indonesia UNS dan Ketua MANASSA), bersama mahasiswa filologi Rezty Putri Ariana Gunarso dan Lutfia Hardiantari, dengan Roy Rohim sebagai host.
Dr. Asep menjelaskan, manuskrip atau naskah kuno kini semakin terabaikan seiring perkembangan zaman. Selain peminat yang menurun, kualitas kertas yang mulai rusak juga mengancam kelestariannya.
“Kita bisa kehilangan pijakan keilmuan dari ilmu pengetahuan yang terkandung dalam naskah-naskah kuno,” ujarnya.
Beberapa naskah kuno yang membahas puasa juga dipaparkan. Misalnya, Serat Centini menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan anggota tubuh dari dosa dan menjaga hati. Pendapat ini diadopsi dari pemikiran Al-Ghazali, menunjukkan tingginya literasi pada zaman dahulu.
Sementara itu, naskah Bustanus Salatin atau Tajussalatin abad ke-16, yang wajib dibaca calon raja, menekankan bahwa puasa tidak hanya ibadah individual tetapi juga momentum memperbanyak sedekah dan membangun kesadaran sosial. Kegiatan berbuka puasa bersama, menurut naskah ini, merupakan bentuk empati sosial dan latihan untuk membayar zakat mal, bukan sekadar zakat fitrah.
Dalam sejarah manuskrip, terdapat catatan menarik tentang Raja Balaputradewa yang meminta ulama dari Mekkah meski kerajaan Sriwijaya saat itu beragama Buddha. Hal ini menunjukkan toleransi tinggi masyarakat pada masa itu.
Dr. Asep juga menyebutkan perkembangan terbaru dalam pelestarian manuskrip, misalnya proses deasidifikasi kertas yang baru ditemukan pada awal 2000-an. Beberapa kutipan naskah menegaskan etika puasa: “Dan setidaknya orang mukmin menahan lidah untuk perbuatan yang sia-sia” (Tajussalatin) atau puasa memiliki tiga martabat, yakni bagi orang awam, menahan dosa, dan menahan hati untuk Allah (Serat Centini).
Diskusi juga membahas bahasa dalam manuskrip kuno. Puasa disebut dari kata upa dan wasa (Sansekerta), dan istilah sembahyang dipilih karena lebih dekat dengan budaya Jawa daripada kata salat. Dalam sastra, esensi ibadah sering disampaikan secara metaforis. Selain itu, naskah juga mencontohkan praktik sedekah, pengelolaan zakat, dan pentingnya keseimbangan antara penerima dan pemberi zakat agar tidak menimbulkan ketergantungan.
Mahasiswa filologi belajar mendigitalisasikan naskah agar bisa diakses publik, misalnya melalui Leiden Library atau British Library. Hal ini memungkinkan masyarakat luas mempelajari khazanah masa lalu dan melihat Ramadhan dari perspektif sosial dan etika hidup Jawa-Islam.
Ramadhan, sebagaimana tergambar dalam manuskrip kuno, bukan sekadar waktu untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momentum untuk menahan diri dari perbuatan sia-sia, menjaga hati, dan meningkatkan kesadaran sosial. Dalam catatan naskah seperti Serat Centini dan Tajussalatin, puasa ditempatkan dalam kerangka etika hidup Jawa-Islam, di mana ibadah individu dipadukan dengan kepedulian terhadap sesama. Bagi generasi muda yang menelaah naskah-naskah ini, Ramadhan mengingatkan bahwa ibadah adalah jalan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, yang tidak hanya taat pada Tuhan, tetapi juga peka terhadap lingkungan dan peradaban di sekitarnya. Dengan membaca dan mempelajari manuskrip kuno, kesan Ramadhan tidak sekadar bersifat spiritual, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai sosial, budaya, dan intelektual yang mendalam.
Penulis: Putri Aulia Nur Fauziah, Lutfia Hardiantari, Rezty Putri Ariana Gunarso, Tiara Putri Maharani
Baca juga: Kajian Ramadhan Series ke-3 PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Digelar di RM Ayam San Sambi
Pendidikan
![]() |
| Kajian Ramadhan Series #3 menghadirkan pemateri Ust. Ahmad Yasin, S.Th.I., M.Pd.I. |
Kajian Ramadhan Series ke-3 PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Digelar di RM Ayam San Sambi
Boyolali – majalahlarise.com - Pondok Pesantren Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum (PonpesMU) Canden, Sambi, Boyolali menggelar Kajian Ramadhan Series #3 pada Kamis (5/3/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 16.30–17.30 WIB tersebut dilaksanakan di RM Ayam San Sambi dengan mengangkat tema “Meraih Keberkahan Ramadhan dengan Amal Shalih, Menjemput Lailatul Qadr.”
Kajian menghadirkan pemateri Ust. Ahmad Yasin, S.Th.I., M.Pd.I, yang juga menjabat Kepala SMP Muhammadiyah 14 PonpesMU. Dalam pemaparannya, ia menguraikan pentingnya penguatan aqidah Islamiyah sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan beragama.
Ia menuturkan kisah keteladanan Bilal bin Rabbah yang mempertahankan ketauhidan meski menghadapi tekanan dan siksaan. Menurutnya, ungkapan “Ahad, Ahad” yang diucapkan Bilal menjadi simbol keimanan yang kokoh kepada Allah Yang Maha Esa.
“Ahad berarti satu, esa. Bahkan sebenarnya penamaan hari dalam Islam dimulai dari Ahad. Namun dalam perkembangan sejarah kemudian berubah menjadi Minggu. Kita perlu kembali memasyarakatkan penggunaan kata Ahad,” ujar Ahmad Yasin.
Ia juga mengajak jamaah mengoptimalkan amal shalih selama bulan Ramadhan sebagai jalan meraih keberkahan dan kemuliaan Lailatul Qadr. Jamaah diingatkan agar tidak menyia-nyiakan momentum Ramadhan dengan memperbanyak ibadah, meningkatkan kualitas shalat, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, memperluas sedekah, serta menumbuhkan kepedulian sosial.
Kegiatan ini diikuti seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di lingkungan PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum, meliputi TK Aisyiyah PK Sambi, SD Muhammadiyah PK Sambi, SMP Muhammadiyah 14 PonpesMU, serta SMA Muhammadiyah PK Boyolali. Hadir pula para kepala sekolah, guru, karyawan, dan para donatur yang selama ini mendukung perkembangan lembaga.
Ketua PCM Sambi, Drs. H. Sudiman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kekompakan AUM di bawah naungan PCM Sambi. Ia berharap kegiatan kajian Ramadhan mampu menjadi penguat ruhiyah sekaligus mempererat ukhuwah di antara para pendidik dan pengelola amal usaha.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PCM Sambi, Drs. Muhammad Rosyidi, menguraikan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan pendidikan yang terintegrasi.
“Pengelolaan TK, SD, SMP, hingga SMA dalam satu atap manajemen akan memperkuat sinergi lembaga dan mempermudah pengembangan pendidikan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum, Pujiono, menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta serta dukungan para donatur. Ia menguraikan kegiatan kajian Ramadhan rutin digelar sebagai upaya membangun tradisi ilmiah dan spiritual di lingkungan pondok pesantren.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala TK Aisyiyah PK Sambi Mulyati, Kepala SD Muhammadiyah PK Sambi Murni Hidayati, Kepala SMP Muhammadiyah 14 Ahmad Yasin, serta Kepala SMA Muhammadiyah PK Boyolali Ari Rosmawati, bersama seluruh guru dan karyawan.
Melalui Kajian Ramadhan Series #3 ini, seluruh civitas akademika PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum diharapkan semakin termotivasi meningkatkan kualitas amal ibadah serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan menuju pribadi dan lembaga yang lebih berkah dan berkemajuan. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...










