GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Wayang golek pitutur dimainkan oleh dalang Ki Ustadz Pujiono dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah. |
Peresmian Ponpes Darul Arqam Purworejo, Pengajian Akbar Wayang Golek Pitutur Ketuk Pintu Langit – Buka Jendela Dunia
Purworejo – majalahlarise.com - Pondok Pesantren Darul Arqam Purworejo resmi diresmikan dalam rangkaian Pengajian Akbar Wayang Golek Pitutur yang digelar di halaman SMA Muhammadiyah Purworejo. Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus semarak dengan menghadirkan dalang Ki Ustadz Pujiono dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah.
Mengusung tema “Mengetuk Pintu Langit, Membuka Jendela Dunia: Mencetak Generasi Qur’ani yang Berwawasan Global”, peresmian ini menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah Purworejo dalam memperkuat peran pendidikan berbasis pesantren yang berkemajuan.
Kepala SMA Muhammadiyah Purworejo, Ismawati, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas berdirinya Ponpes Darul Arqam. Ia berharap lembaga ini menjadi pusat pembinaan karakter dan penguatan keilmuan santri yang unggul.
“Ponpes Darul Arqam diharapkan menjadi kawah candradimuka lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat spiritualnya, tetapi juga luas wawasan globalnya,” tuturnya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Purworejo, Drs. H. Pudjiono, menguraikan pendirian Ponpes Darul Arqam merupakan bagian dari ikhtiar dakwah dan tajdid Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman, khususnya di era digital yang menuntut penguatan karakter generasi muda.
“Kita ingin generasi yang mampu mengetuk pintu langit dengan doa dan ibadahnya, sekaligus membuka jendela dunia dengan ilmu dan prestasinya,” katanya di hadapan para tamu undangan dan jamaah. Ia juga mengingatkan pentingnya pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlak.
Acara peresmian turut dihadiri tokoh-tokoh Muhammadiyah Kabupaten Purworejo, unsur Muspika, serta pimpinan amal usaha Muhammadiyah. Hadir di antaranya Ketua PDM Kabupaten Purworejo Drs. Pudjiono, Ketua DIKDASMEN dan PNF Kabupaten Purworejo Drs. Bunadi, M.M., Ketua PL2M PDM Kabupaten Purworejo Drs. Iyus Hardiana Saputra, Ketua PDA Kabupaten Purworejo Ibu Nur Ngazizah, S.Si., M.Pd., Ketua PCM Purworejo M. Sofyan Baddarudin, Ketua PCM Bayan Dr. Rofiq Nurhadi, M.Ag., Ketua Perguruan Muhammadiyah Bayan Amad Darusman, S.Pd., Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Purworejo Ibu Sri Aminah, Camat Purworejo Sartono, S.Sos., Lurah Baledono Tsabit Taqiyuddin, S.Tr.IP, para kepala sekolah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Kabupaten Purworejo, kepala sekolah SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Purworejo, Ketua RW 08 dan Ketua RT 06 Baledono, serta undangan lainnya.
Puncak kegiatan diisi pagelaran Wayang Golek Pitutur oleh Ki Ustadz Pujiono yang sarat nilai dakwah, pendidikan akhlak, dan pesan kebangsaan. Melalui pendekatan budaya, pesan keislaman disampaikan secara membumi dan mudah diterima berbagai kalangan masyarakat.
Pengajian akbar ini menjadi lebih dari sekadar seremoni peresmian. Momentum tersebut menegaskan komitmen Ponpes Darul Arqam Purworejo sebagai pusat kaderisasi ulama, intelektual, dan pemimpin masa depan yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, sekaligus siap bersaing di kancah global.
Dengan berdirinya Ponpes Darul Arqam, Muhammadiyah Purworejo semakin mengokohkan langkah membangun peradaban melalui pendidikan yang mencerahkan, berkarakter, dan berwawasan dunia. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Rektor Unwidha, Prof. Dr. Triyono, M.Pd saat menyampaikan materi seminar. |
Seminar S2 Unwidha Klaten di Wonogiri Dorong Peningkatan IPM, Tawarkan Program RPL untuk Guru dan ASN
Wonogiri – majalahlarise.com - Pascasarjana Universitas Widya Dharma Klaten (Unwidha) menggelar Seminar Sosialisasi Program Pascasarjana S2 bertajuk “Tingkatkan Karier dan Kompetensi melalui Pendidikan Pascasarjana” di RM Alami Sayang, Ngadirojo, Wonogiri, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Rumah Kreatif Management bekerja sama dengan Pascasarjana Unwidha Klaten ini menghadirkan guru, tenaga kependidikan, ASN, karyawan swasta, wirausaha, alumni S1, hingga masyarakat umum.
Seminar dipandu oleh Irawan, S.E., M.Pd., selaku Founder Rumah Kreatif Management yang juga bertindak sebagai MC dan moderator. Selain mendapatkan materi sosialisasi, peserta memperoleh snack, makan siang, doorprize, e-sertifikat, serta potongan biaya khusus pendaftaran.
![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri, Drs Sriyanto, MM saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara. |
Rektor Unwidha, Prof. Dr. Triyono, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Wonogiri atas dukungan terhadap kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Tadi Bapak Kepala Dinas Pendidikan berkenan hadir dan membuka kegiatan ini. Seminar ini berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas SDM di Wonogiri, terutama melalui jalur RPL,” ujarnya.
Ia menguraikan, berdasarkan data kawasan Soloraya yang meliputi Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, dan Klaten, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Wonogiri masih berada di kisaran angka 70 dan menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir.
“Kondisi ini menjadi perhatian bersama. Salah satu langkah strategis untuk meningkatkan IPM adalah dengan menaikkan kualifikasi pendidikan, terutama bagi para guru sebagai ujung tombak pendidikan. Namun program ini juga terbuka bagi non-guru,” jelasnya.
Triyono menjelaskan, melalui program RPL (Rekognisi Pengalaman Lampau), capaian pembelajaran yang diperoleh dari pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja dapat diakui dan dikonversi untuk mengurangi beban SKS saat melanjutkan studi ke jenjang S1 maupun S2.
“RPL merupakan pengakuan atas pengalaman dan kompetensi yang sudah dimiliki. Program ini berlaku secara nasional. Unwidha memulai lebih awal untuk memberikan solusi kuliah yang fleksibel bagi para profesional,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri, Drs Sriyanto, MM menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut.
“Kami menanggapi secara positif. Kerja sama dengan Unwidha sudah ada MoU dan SPK-nya. Wonogiri memang masih tertinggal dalam IPM, sehingga ini menjadi upaya bersama untuk mendongkraknya,” ujarnya.
Menurutnya, IPM diukur dari produktivitas tenaga kerja pada usia produktif. Oleh karena itu, peningkatan kualifikasi pendidikan bagi para pegawai aktif menjadi kesempatan emas yang harus dimanfaatkan.
“Dengan meningkatnya kompetensi menjadi S1 atau S2, secara tidak langsung juga akan meningkatkan IPM Wonogiri. Kami mendukung penuh agar program ini berjalan baik,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dekan FKIP Unwidha, Dr. D. B. Putut Setyadi, menjelaskan penerimaan mahasiswa baru jalur RPL untuk Program Studi Magister Pendidikan Bahasa FKIP Unwidha Klaten berdasarkan SK Rektor Nomor 1566/A.51.01/Unwidha/XII/2024.
Program ini membuka tiga konsentrasi, yakni Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Bahasa Jawa.
Ketua Prodi Pendidikan Bahasa, Dr. Hersulastuti, M.Hum menuturkan kuliah S2 merupakan investasi masa depan profesional.
Ia menjelaskan persyaratan pendaftaran meliputi pengisian formulir, scan ijazah dan transkrip nilai terakhir, KTP, KK, pas foto terbaru, sertifikat pendidik (PPG/PLPG), daftar riwayat hidup, sertifikat pelatihan, serta surat rekomendasi dari dinas bagi ASN.
“Target studi dapat diselesaikan dalam satu tahun. Biaya pendaftaran sebesar Rp300.000 dan DP biaya kuliah Rp3.000.000,” jelasnya.
Untuk program RPL, biaya kuliah bidang bahasa sebesar Rp12 juta, sedangkan non-bahasa Rp15 juta termasuk matrikulasi, di luar biaya PKIL dan wisuda.
Melalui seminar ini, Unwidha berharap semakin banyak tenaga pendidik dan profesional di Wonogiri yang melanjutkan studi, sehingga kualitas sumber daya manusia meningkat dan berdampak pada kemajuan daerah. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Siswa saat mengikuti proses membatik. |
SMA Negeri 1 Wonogiri Gelar Kokurikuler Membatik, Tanamkan Cinta Budaya dan Kemandirian Siswa
WONOGIRI – majalahlarise.com - SMA Negeri 1 Wonogiri menyelenggarakan kegiatan kokurikuler membatik sebagai bagian dari penguatan karakter dan pelestarian budaya Jawa. Program ini diikuti sebanyak 430 siswa kelas X dan dilaksanakan bekerja sama dengan Batik Kalimosodo, pengrajin batik lokal Wonogiri.
Kepala SMA Negeri 1 Wonogiri, Drs. Susilo Joko Raharjo, M.Pd, saat ditemui di ruang kerjanya, menyampaikan kegiatan membatik menjadi bagian dari branding sekolah sebagai sekolah yang menjunjung nilai-nilai budaya luhur.
“Kami mengemban amanah dengan berbagai branding sekolah. Salah satu branding kami adalah sekolah yang menerapkan nilai-nilai budaya luhur. Melalui membatik, anak-anak belajar menghargai karya adiluhung para pendahulu, khususnya tradisi menggambar, nyanting, hingga proses pewarnaan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi ruang pembentukan karakter siswa. Selain melatih ketekunan dan kesabaran, membatik mampu menumbuhkan rasa percaya diri ketika siswa berhasil menghasilkan karya sendiri.
“Ketika mereka memiliki karya yang bagus, itu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus karakter cinta budaya nasional, khususnya budaya Jawa. Anak-anak merasa bangga karena karya itu akan menjadi seragam kebanggaan sekolah,” jelasnya.
Menurut Susilo, kegiatan kokurikuler membatik merupakan pengembangan dari program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang sebelumnya dijalankan. Sesuai instruksi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kegiatan tersebut kini dirangkum dalam bentuk kokurikuler.
Selama enam hari, para siswa menjalani seluruh tahapan membatik, mulai dari mendesain pola, mencanting, membuat remekan, mewarnai, mengunci warna dengan water glass, hingga proses pelorotan lilin melalui perebusan.
“Kami melihat proses berjalan bagus. Anak-anak terikat, fokus, tetapi tetap merasa enjoy. Bahkan pihak Batik Kalimosodo juga mengapresiasi karena siswa terlihat tekun dan tidak merasa tertekan,” ungkapnya.
Ke depan, sekolah berencana mengembangkan motif dengan variasi berbeda. Jika tahun ini menggunakan pola standar, tahun mendatang akan dikenalkan motif lain seperti parang dan variasi khas lainnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Dyah Retno Purwaningsih, S.Pd, menguraikan kegiatan diawali dengan sosialisasi ke kelas-kelas serta pengenalan contoh kain hasil tahun sebelumnya. Guru menyiapkan pola dasar yang kemudian dikembangkan siswa dalam kelompok berisi enam orang.
“Anak-anak bekerja dalam satu kelompok dengan bentangan kain sepanjang 10 meter. Mereka belajar menempatkan pola kertas A3 di atas kain secara proporsional, lalu bergantian menyelesaikan pola hingga semua kain dalam kelompok terselesaikan,” jelasnya.
Untuk perlengkapan, siswa diberi kebebasan menyediakan canting, malam, dan kompor secara mandiri atau melalui Batik Kalimosodo. Sekolah melalui dana BOS menyediakan pewarna dan water glass agar warna seragam.
Tahap mencanting menjadi pengalaman berkesan bagi siswa. Meski sempat terjadi kepanikan saat terkena tetesan malam panas, guru segera memberikan edukasi penanganan pertama dengan mengaliri air selama 30 menit sebelum diolesi salep.
“Anak-anak jadi belajar mengatasi kepanikan. Mereka tahu risikonya kecil dan bisa diatasi. Itu juga bagian dari pembelajaran,” katanya.
Setelah proses pewarnaan dan penguncian warna, siswa merebus kain untuk melorotkan lilin. Sekolah bahkan menyewa toren air dari PDAM untuk memperlancar proses pencucian, mengingat kebutuhan air cukup besar.
Dyah menambahkan, sekolah juga memperhatikan dampak lingkungan. Limbah air rebusan tidak dibuang sembarangan, tetapi ditampung semalam agar sisa lilin mengendap sebelum dibuang.
“Kami sudah diedukasi sejak tahun lalu agar limbah aman dan tidak menyumbat saluran air. Jadi ada prosedur khusus yang harus diikuti,” terangnya.
Rencananya, setelah Ramadan, siswa kelas X akan mulai mengenakan batik hasil karya mereka sendiri sebagai seragam sekolah. Setiap kain telah diberi nama sejak awal proses sehingga tidak tertukar.
Menurut Dyah, kegiatan ini menjadi solusi positif di tengah kebijakan sekolah yang tidak lagi mengadakan pengadaan seragam. Siswa belajar mandiri menyiapkan seragamnya sekaligus memperoleh pengalaman langsung dari awal hingga akhir proses produksi.
“Ini bukan sekadar pelajaran teori. Anak-anak mengalami sendiri, dari desain sampai jadi. Itu sangat memorable. Bahkan banyak yang membagikan prosesnya di media sosial karena merasa bangga,” ujarnya.
Ia berharap, pengalaman membatik dapat menjadi kecakapan hidup bagi siswa, baik sebagai hobi maupun peluang usaha di masa depan.
“Di sini tidak harus nilai matematika atau fisika yang menonjol. Anak-anak yang mungkin kurang termotivasi di kelas justru terlihat tekun dan bertanggung jawab saat membatik. Ini ruang mereka untuk bersinar,” pungkasnya. (Sofyan)
![]() |
| Penyerahan tebus sembako murah. |
ASBF Wonogiri dan Klinik Asy Syifa Gelar Tebus Sembako Murah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Jelang Ramadhan 1447 H
WONOGIRI – majalahlarise.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, ASBF Wonogiri bersama Klinik Asy Syifa Ngadirojo menggelar kegiatan tebus sembako murah dan pemeriksaan kesehatan gratis di halaman Klinik Asy Syifa Ngadirojo, Jumat (13/2/2026).
Sejak pagi hari, masyarakat tampak memadati lokasi kegiatan dengan membawa kupon yang sebelumnya telah dibagikan panitia. Program ini menjadi bentuk kepedulian sosial untuk membantu meringankan kebutuhan ekonomi warga sekaligus memberikan akses layanan kesehatan secara langsung menjelang bulan puasa.
Kegiatan bertajuk “Kupon Tebus Sembako Murah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis” tersebut merupakan hasil kolaborasi antara ASBF Wonogiri, KADIN Kabupaten Wonogiri, dan Klinik Asy Syifa Ngadirojo.
Dalam program tersebut, warga dapat menebus paket sembako senilai Rp75.000 hanya dengan membayar Rp50.000 menggunakan kupon yang telah disediakan. Paket sembako berisi kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan, serta bahan pangan lainnya. Antusiasme warga terlihat tinggi dan mereka mengikuti alur pelayanan secara tertib.
Ketua ASBF Wonogiri, Karsi, menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial dalam menyambut Ramadhan.
“Kami ingin membantu masyarakat agar lebih siap menghadapi bulan puasa. Melalui program tebus sembako murah ini, beban kebutuhan pokok bisa sedikit diringankan. Ditambah dengan pemeriksaan kesehatan gratis, kami berharap warga bisa menjalankan ibadah puasa dalam kondisi yang lebih sehat dan prima,” ujar Karsi.
Ia juga menjelaskan kegiatan tersebut terlaksana berkat sinergi berbagai pihak.
“Kolaborasi dengan KADIN Kabupaten Wonogiri, Klinik Asy Syifa, serta dukungan para pelaku usaha lokal menjadi kekuatan utama kegiatan ini. Semangat kebersamaan seperti ini yang ingin terus kami rawat,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan tenaga medis dari Klinik Asy Syifa Ngadirojo menyampaikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis mendapat respons positif dari masyarakat.
“Banyak warga yang memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksa tekanan darah dan berkonsultasi mengenai kondisi kesehatannya. Deteksi dini sangat penting, apalagi menjelang Ramadhan ketika pola makan dan aktivitas berubah,” tuturnya.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mempererat hubungan antara lembaga, komunitas, dan masyarakat di wilayah Kecamatan Ngadirojo dan sekitarnya. Menjelang Ramadhan, semangat berbagi dan kepedulian sosial terasa semakin kuat melalui aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan warga. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| R. Adi Deswijaya, S.S., M.Hum. saat menyampaikan materi pelatihan membaca dan menulis aksara Jawa. |
LPPM Universitas Veteran Bangun Nusantara Gelar PMKBI 2026, Latih Siswa SDN 1 Jombor Membaca dan Menulis Aksara Jawa
SUKOHARJO – majalahlarise.com - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Veteran Bangun Nusantara kembali merealisasikan salah satu program kerja Pengabdian kepada Masyarakat Kompetitif Bidang Ilmu (PMKBI) tahun 2026 melalui kegiatan pelatihan membaca dan menulis aksara Jawa bagi siswa kelas 5 SDN 1 Jombor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (11/2/2026) pukul 09.00–11.30 WIB tersebut dari Tim Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah FKIP dipimpin Ketua Tim, R. Adi Deswijaya, S.S., M.Hum., bersama anggota tim Dr. Agus Efendi, M.Sn., Tri Widiatmi, S.Pd., M.Pd., Harsono, S.S., M.Hum., serta Pradnya Paramita Hapsari, S.S., M.Pd dan dibantu dua mahasiswa dari Prodi PBSD. Sebanyak 30 siswa kelas 5 mengikuti pelatihan dengan antusias, didampingi sejumlah guru.
Ketua Tim, R. Adi Deswijaya menyampaikan kegiatan ini dirancang sebagai solusi atas kesulitan siswa sekolah dasar dalam memahami aksara Jawa yang selama ini dianggap rumit. Tim menghadirkan metode pembelajaran inovatif melalui media kartu bergambar, sehingga siswa dapat mengeja aksara melalui visualisasi gambar yang menarik.
“Pendekatan visual melalui kartu bergambar membantu siswa memahami pola aksara Jawa secara lebih sederhana. Kami juga memberikan penjelasan inti pada bagian-bagian yang sering membuat anak keliru saat membaca maupun menulis,” ujarnya.
![]() |
| Penyerahan media pembelajaran berupa kartu “Kwartet Aksara Jawa Prasaja” guna membantu siswa menghafal, membaca, dan menulis aksara Jawa secara menyenangkan. |
Selain meningkatkan kemampuan literasi budaya, pelatihan ini juga menjadi bentuk persiapan siswa menghadapi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang rutin diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah setiap tahun. Dalam ajang tersebut, terdapat tujuh mata lomba, meliputi membaca dan menulis aksara Jawa (nulis lan maca aksara Jawa), mendongeng (ndongeng), berpidato (sesorah), menulis cerkak (nulis cerkak), membaca geguritan (maca geguritan), nembang macapat, dan komedi tunggal (ndhagel ijen).
Pemilihan siswa kelas 5 dinilai strategis. Saat FTBI digelar pada akhir tahun, para peserta telah duduk di kelas 6 sehingga materi aksara Jawa telah diterima secara lengkap sesuai kurikulum.
Kegiatan ini juga merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek Pengabdian kepada Masyarakat. Sebagai luaran program, tim menyusun buku saku aksara Jawa yang dirancang praktis dan mudah dipahami siswa sekolah dasar. Selain itu, diserahkan pula media pembelajaran berupa kartu “Kwartet Aksara Jawa Prasaja” guna membantu siswa menghafal, membaca, dan menulis aksara Jawa secara menyenangkan.
Melalui pelatihan ini, LPPM Univet Bantara berharap siswa tidak lagi memandang aksara Jawa sebagai pelajaran sulit, melainkan sebagai warisan budaya yang membanggakan dan layak dilestarikan sejak usia dini. (Sofyan)
Baca juga: Ratusan Warga Kalitengah Klaten Berebut Uang Koin dalam Tradisi Sadranan Jelang Ramadan
Kabar Desa
![]() |
| Warga berebut uang koin dalam tradisi Sadranan di Dukuh Dalangan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. |
Ratusan Warga Kalitengah Klaten Berebut Uang Koin dalam Tradisi Sadranan Jelang Ramadan
Klaten – majalahlarise.com - Ratusan warga tumpah ruah mengikuti tradisi Sadranan yang digelar menjelang bulan suci Ramadan di Dukuh Dalangan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (13/2/2026). Salah satu momen yang paling ditunggu adalah saat udhek-udhek atau menebar uang koin.
Setelah doa bersama, sejumlah tokoh masyarakat menebarkan uang koin ke tengah kerumunan warga. Suasana pun mendadak riuh. Anak-anak hingga orang dewasa tampak berebut mengumpulkan koin yang berserakan di tanah. Meski saling berdesakan, kegiatan tetap berlangsung tertib.
Salah satu tokoh masyarakat, Harjanto Hadi Sutomo, menjelaskan tradisi Sadranan rutin digelar setiap bulan Ruwah dalam penanggalan Jawa, menjelang datangnya Ramadan. Kegiatan digelar dengan doa bersama dilanjutkan tradisi udhek-udhek yakni menebar uang koin.
"Tradisi udhek-udhek memiliki makna berbagi rezeki dan mempererat kebersamaan antar warga. Kegiatan ini sudah ada sejak nenek moyang dan menjadi tradisi turun-temurun. Sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa," ujarnya.
Sementara itu, warga yang berhasil mengumpulkan koin tampak sumringah. Bagi anak-anak, momen ini menjadi pengalaman yang menyenangkan. Tradisi tersebut juga menjadi pengingat nilai gotong royong dan rasa syukur.
"Ini tadi saya susah dapatnya uang koin, harus berebut dengan yang lain. Alhamdulillah saya dapat sekitar Rp 30.000. Uangnya nanti buat jajan dan beli keperluan sekolah," ujar Isa Dwi Rochmawati, salah satu warga.
Dengan tetap menjaga nilai budaya dan kebersamaan, warga berharap tradisi Sadranan akan terus lestari dari generasi ke generasi. (Arkhan Al Ghazali)
Baca juga: Hamenang Resmikan Senjadi Emerald, Serap Lapangan Kerja Baru di Klaten
News
![]() |
| Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meresmikan Senjadi Emerald Coffee & Eatery. |
Hamenang Resmikan Senjadi Emerald, Serap Lapangan Kerja Baru di Klaten
Klaten – majalahlarise.com - Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, meresmikan Senjadi Emerald Coffee & Eatery sebagai destinasi kuliner baru di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (13/2/2026). Kehadiran usaha tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menyerap lapangan kerja.
Acara peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh Bupati Klaten sebagai simbol resmi dibukanya Senjadi Emerald untuk masyarakat. Turut hadir sejumlah tamu undangan, pelaku usaha, serta tokoh masyarakat.
"Hari ini saya dapat undangan pembukaan Senjadi Emerald. Tadi saya langsung mencicipi juga. Kopinya mantap, sekaligus beberapa makanan spesial yang ternyata enak," kata bupati.
Bupati menyampaikan apresiasi atas investasi yang masuk ke Klaten, khususnya di sektor kuliner dan ekonomi kreatif. Menurutnya, berkembangnya tempat usaha baru menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi di Klaten.
"Tentu kami mengucapkan terimakasih kepada jajaran manajemen Senjadi Emerald yang selalu berkomitmen membuka tempat usaha baru di Kabupaten Klaten sehingga ini sebuah simbiosis mutualisme, karena di satu sisi ada destinasi kuliner baru sehingga kemudian bisa menjadi lahan lowongan kerja buat masyarakat di Klaten," ujar bupati.
Owner Senjadi Emerald Coffee & Eatery, Tiyas Ari Wibowo menjelaskan, Senjadi Emerald hadir sebagai destinasi kuliner dan ruang berkumpul yang mengusung konsep modern, hangat, dan nyaman. Dengan dua lantai yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti coffee bar terbuka, area seating yang luas, private corner, mezzanine, mushola, playground, VIP room, serta area outdoor.
"Senjadi Emerald dirancang untuk menjadi tempat yang inklusif bagi berbagai kalangan," ujarnya.
Tidak hanya menghadirkan sajian kopi dan minuman signature, Senjadi Emerald juga menawarkan beragam menu makanan dan dessert yang diracik dengan bahan pilihan dan standar kualitas terbaik.
"Kehadiran tempat ini bukan sekadar membuka usaha, melainkan menghadirkan ruang yang mampu menjadi bagian dari cerita dan kebersamaan masyarakat Klaten," ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan dan pelayanan terbaik, Senjadi Emerald siap menjadi destinasi pilihan untuk menikmati waktu, rasa, dan kenyamanan dalam satu tempat. (Arkhan Al Ghazali)
Baca juga: Sambut Bulan Puasa, SD Muhammadiyah 1 Solo Gelar Tarhib Ramadan
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...











