GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
SD Muhammadiyah 1 Solo Gaungkan Bangga Menjadi Guru dalam Bulan Guru Nasional 2026
SOLO – majalahlarise.com - SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah, menggelar kegiatan Bulan Guru Nasional 2026 sebagai momentum untuk menggaungkan kampanye Bangga Menjadi Guru. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kebanggaan terhadap profesi guru sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi, inovasi, dan berbagi praktik baik.
Kegiatan tersebut disampaikan Sri Sayekti, Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, dalam agenda bertajuk Peran Satuan Pendidikan dalam Kampanye Bulan Guru Nasional di Ruang Siaran Radio Solo Belajar, Selasa (3/11/2026).
Menurut Sri Sayekti, Bulan Guru Nasional 2026 bukan sekadar rangkaian kegiatan seremonial, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat penghormatan terhadap profesi guru, memperluas ruang berbagi praktik baik, serta membangun kolaborasi antar pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
“Guru hebat, Indonesia kuat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui semangat Bulan Guru Nasional, diharapkan semakin banyak guru yang termotivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan Indonesia.
“Alhamdulillah, hari ini kita menggelar salah satunya talk show tentang peran strategis guru menuju Indonesia Emas 2045, serta nilai-nilai yang melandasi Bulan Guru Nasional. Kegiatan ini menghadirkan dalang muda Muhammadiyah yang memiliki seabrek prestasi, Ki Agung Sudarwanto,” bebernya.
Dalam talk show tersebut, Ki Agung Sudarwanto membagikan perjalanan dan pengalamannya sebagai dalang yang telah menekuni seni pedalangan sejak usia dini. Pria kelahiran Desa Kauman, Nganjuk, Jawa Timur, 4 Agustus 1979, itu mengaku mulai mendalang sejak duduk di kelas V sekolah dasar pada 1990.
“Saat itu bertepatan dengan Hari Persatuan Dalang Indonesia (Pepadi) di Pendapa Kabupaten Nganjuk. Dalam pentas keliling Jawa Pos, saya sebatas mucuki Ki Manteb Soedharsono pada 2 Agustus 1990,” ujar Agung, panggilan akrabnya.
Ia menjelaskan, istilah mucuki dalam seni pedalangan merupakan pergelaran tambahan berupa fragmen yang dilaksanakan sebelum pertunjukan wayang kulit utama dimulai. Tradisi tersebut umumnya dilakukan oleh anak dalang atau cantrik, yakni murid seorang dalang.
“Mucuki pada umumnya dilakukan oleh anak dalang dan cantrik, yaitu murid dalang tersebut. Saat itu saya bukan anak seorang dalang, tetapi diberi kepercayaan untuk mucuki Ki Manteb Soedharsono pada waktu pementasan di Nganjuk,” ungkap alumnus Program Studi Pengkajian Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta tahun 2009 tersebut.
Selain menceritakan perjalanan berkesenian, Agung juga mengangkat pentingnya pelestarian bahasa dan budaya daerah di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya menguasai teknologi dan bahasa asing, tetapi juga perlu memiliki kecintaan terhadap bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya bangsa.
Salah satu yang perlu terus dilestarikan adalah bahasa Jawa. Bahasa tersebut bukan sekadar alat komunikasi, melainkan mengandung nilai unggah-ungguh, tata krama, serta penghormatan kepada sesama.
Melalui pembelajaran bahasa Jawa, anak-anak dapat mengenal penggunaan bahasa ngoko dan krama sesuai dengan konteks pergaulan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam membangun karakter, terutama dalam menghormati orang tua, guru, dan teman sebaya.
“Bocah-bocah jaman saiki pancen kudu mumpuni lan nresnani basa Jawa. Aja nganti amarga kepengin diarani modern, banjur lali marang basa lan budaya dhewe,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan Bulan Guru Nasional 2026, SD Muhammadiyah 1 Solo berharap guru semakin bangga terhadap profesinya dan terus mengambil peran strategis dalam membentuk generasi penerus bangsa. Perpaduan antara penguatan kompetensi, penanaman karakter, serta pelestarian budaya diharapkan menjadi bagian dari kontribusi dunia pendidikan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (Sofyan)
Baca juga: HUT ke-81 PGRI, Manyaran Gelar Lomba Olahraga, Seni Budaya hingga Jalan Sehat
Pendidikan
![]() |
| Lomba catur memeriahkan HUT ke-81 PGRI. |
HUT ke-81 PGRI, Manyaran Gelar Lomba Olahraga, Seni Budaya hingga Jalan Sehat
WONOGIRI – majalahlarise.com - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, menggelar berbagai kegiatan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PGRI sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Rangkaian kegiatan diisi perlombaan olahraga, seni budaya, penguatan organisasi, jalan sehat, hingga pentas seni yang melibatkan para guru dari berbagai ranting.
Mengusung tema “Solidaritas Guru Berkualitas Menuju Indonesia Unggul dan Berdaulat”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan solidaritas, serta membangun kebersamaan antarguru di wilayah Kecamatan Manyaran.
Ketua PGRI Cabang Kecamatan Manyaran, Arif Dwi Prastyanto, S.Pd., M.Or., mengatakan rangkaian peringatan HUT ke-81 PGRI diawali dengan sejumlah perlombaan yang dilaksanakan pada Selasa (3/11/2026). Beberapa cabang lomba yang diselenggarakan meliputi catur, menulis aksara Jawa, sesorah dan pambagyaharja untuk acara khitanan.
![]() |
| Lomba pambagyaharja untuk acara khitanan. |
Selanjutnya, pada Kamis (5/11/2026), PGRI Cabang Manyaran akan menggelar lomba bola voli putra dan putri antarranting yang bertempat di SMP Negeri 1 Manyaran. Kompetisi tersebut diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan sekaligus membangun semangat sportivitas di antara anggota PGRI.
Rangkaian kegiatan juga mencakup agenda penguatan organisasi, profesi, dan karakter anggota PGRI yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (7/11/2026) di Gedung PGRI Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini melibatkan anggota PGRI dari unsur P3K dan P3K PW jenjang SD dan SMP.
Selain perlombaan tingkat kecamatan, PGRI Manyaran juga merencanakan partisipasi dalam sejumlah kegiatan tingkat kabupaten, di antaranya penyusunan buku antologi Perempuan Masa Kini, lomba pembuatan game edukasi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta sarasehan dunia usaha.
Arif menyampaikan, puncak peringatan HUT ke-81 PGRI Cabang Manyaran akan dilaksanakan Kamis (26/11/2026) di SMP Negeri 1 Manyaran. Agenda tersebut direncanakan diisi jalan sehat, pentas seni, serta berbagai kegiatan yang menampilkan kreativitas para guru.
![]() |
| Lomba menulis aksara Jawa. |
"Pada 26 November nanti akan menjadi puncak kegiatan. Kami mengadakan jalan sehat dan pentas seni yang menampilkan kreativitas teman-teman guru anggota PGRI Kecamatan Manyaran," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, PGRI Kecamatan Manyaran juga akan melaksanakan upacara peringatan HUT PGRI yang berkolaborasi dengan Korpri. Kolaborasi ini menjadi bagian dari peringatan hari jadi kedua organisasi dengan melibatkan anggota di wilayah Kecamatan Manyaran.
Menurut Arif, rangkaian kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas, kebersamaan, dan rasa persaudaraan antarguru.
"Kami berharap melalui kegiatan ini solidaritas, kebersamaan, dan rasa persaudaraan antarguru semakin erat. Selain memperingati Hari Guru, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk saling mengenal dan memperkuat hubungan antaranggota," tuturnya.
Lebih lanjut, Arif berharap para guru di Kecamatan Manyaran terus mengembangkan kemampuan diri agar mampu mengikuti perkembangan zaman yang semakin pesat. Menurutnya, dunia pendidikan terus mengalami perubahan sehingga guru dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi.
"Harapan kami, guru-guru bisa mengikuti perkembangan zaman, terus meningkatkan kemampuan diri, dan mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan. Jangan sampai kita tertinggal dalam mengikuti perkembangan dunia pendidikan," tambahnya.
Melalui rangkaian peringatan HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional 2026, PGRI Cabang Kecamatan Manyaran berharap semangat solidaritas dan profesionalisme guru semakin kuat. Dengan kebersamaan dan kemauan untuk terus berkembang, para guru diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan. (Sofyan)
Baca juga: Walikota Respati Upayakan Pengoptimalan Layanan dan Fasilitas Ramah Disabilitas di Berbagai Sektor
Pendidikan
![]() |
| Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali. |
FGM Boyolali Siapkan Seminar Academic Make Up, Bekali Guru Keterampilan Rias Wajah Karakter
BOYOLALI – majalahlarise.com - Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali menyiapkan kegiatan Seminar Academic Make Up sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan membekali guru dengan keterampilan dasar tata rias wajah, khususnya rias wajah karakter untuk mendukung berbagai kegiatan seni dan perlombaan peserta didik.
Seminar tersebut direncanakan berlangsung pada 30 November 2026 di Auditorium Djasman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kegiatan ini akan diikuti perwakilan guru dari sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Boyolali.
Persiapan kegiatan dibahas dalam rapat FGM Kabupaten Boyolali pada Senin (2/11/2026) di MIM PK Kenteng. Rapat tersebut merupakan tindak lanjut hasil pertemuan di Cepogo pada bulan sebelumnya, sekaligus menjadi ajang koordinasi untuk mematangkan agenda Silaturahmi Akbar FGM Jawa Tengah.
FGM Boyolali memandang keterampilan tata rias wajah menjadi salah satu bekal pendukung yang penting bagi guru. Berbagai agenda perlombaan dan kegiatan sekolah, seperti Napsu, FTBI, FLS3N, peringatan HUT Kemerdekaan RI, serta pertunjukan seni, kerap membutuhkan kemampuan penataan wajah sesuai karakter yang diperankan peserta didik.
Dalam pertunjukan pantomim, mendongeng, tari, drama, maupun seni lainnya, rias wajah tidak sekadar memperindah penampilan. Lebih dari itu, tata rias membantu memperjelas karakter, ekspresi, dan pesan yang ingin disampaikan melalui sebuah pertunjukan.
Melalui Seminar Academic Make Up, guru diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai teknik rias dasar hingga rias wajah karakter. Kemampuan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendampingi peserta didik dalam mempersiapkan penampilan di berbagai ajang kreativitas dan prestasi.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan membuka peluang pengembangan Make Up Wajah Sekolah yakni kemampuan penataan rias secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan penampilan, pertunjukan, dan berbagai kegiatan sekolah.
Rapat persiapan diawali dengan tausiyah oleh Ustaz Ria Isngadi, S.Pd., Kepala SD Muhammadiyah PK Nogosari, yang menyampaikan materi bertema "Arti Amanah". Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan tuan rumah, Arif Iksanudin, S.Pd., dari MIM PK Kenteng.
Acara dibuka Ketua FGM Kabupaten Boyolali, Pujiono, dengan jalannya kegiatan dimoderatori Ustazah Rohmah dari MIM PK Boyolali.
Selain membahas Seminar Academic Make Up, rapat tersebut juga menjadi forum koordinasi persiapan Silaturahmi Akbar FGM Jawa Tengah. Agenda tersebut direncanakan menghadirkan Ustaz Adi Hidayat dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Melalui dua agenda tersebut, FGM Boyolali berupaya memperkuat peran organisasi sebagai ruang kolaborasi, peningkatan kompetensi, serta konsolidasi guru Muhammadiyah. Pengembangan keterampilan di luar kompetensi pembelajaran di kelas dinilai penting agar guru semakin kreatif dan adaptif dalam mendampingi potensi peserta didik.
Guru tidak hanya berperan dalam proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam mendukung kreativitas dan prestasi siswa. Di balik penampilan peserta didik yang memukau di atas panggung, terdapat peran guru yang mempersiapkan berbagai kebutuhan, termasuk penataan rias wajah dan karakter.
FGM Boyolali berharap Seminar Academic Make Up dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan keterampilan dan kreativitas guru. Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari amanah organisasi FGM untuk terus mendorong peningkatan kompetensi guru, sehingga mampu memberikan kontribusi lebih luas bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah.(Sofyan)
Baca juga: Walikota Respati Upayakan Pengoptimalan Layanan dan Fasilitas Ramah Disabilitas di Berbagai Sektor
News
![]() |
| Walikota Respati saat berinteraksi dan berkomunikasi dengan penyandang disabilitas. |
Walikota Respati Upayakan Pengoptimalan Layanan dan Fasilitas Ramah Disabilitas di Berbagai Sektor
SURAKARTA – majalahlarise.com -Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus mengupayakan pengoptimalan layanan dan fasilitas ramah disabilitas di berbagai sektor. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh hak dan kesempatan yang setara dalam mengakses pelayanan publik, pendidikan, transportasi, serta berbagai fasilitas umum.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Solo, Respati Ardi, dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2026 bertajuk “Membuka Akses, Menghapus Hambatan, Mewujudkan Kesetaraan” yang berlangsung di Balai Kota Solo, Senin (2/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Respati menjelaskan penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mengembangkan potensi diri, bekerja, berkarya, hingga berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah diminta terus memperhatikan aspek aksesibilitas dalam penyediaan fasilitas maupun pelayanan publik.
“Kita komitmen di Kota Solo kota yang ramah disabilitas. Kami ingin Solo terus menjadi kota yang ramah dan inklusif. Pembangunan saya tekankan harus dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas,” ujarnya.
Respati menjelaskan, salah satu sektor yang menjadi perhatian saat ini adalah pendidikan inklusi. Pemkot Solo akan melakukan evaluasi terhadap kebutuhan guru pendamping bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah-sekolah inklusi. Penambahan tenaga pendamping nantinya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.
“Jadi memang masih banyak catatan, masih banyak informasi guru pendamping yang kurang. Nanti akan kita optimalkan guru pendamping di sekolah-sekolah inklusi. Nanti akan kita awasi dan jumlahnya akan kita sesuaikan sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Selain pendidikan, Pemkot Solo juga akan melakukan peninjauan terhadap fasilitas umum, terutama akses transportasi publik bagi penyandang disabilitas. Berbagai masukan masyarakat mengenai akses halte dan fasilitas publik lainnya akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan lokasi yang perlu mendapatkan pembenahan.
“Iya ini banyak masukan terkait transportasi publik, di halte dan lain-lain. Nah ini kita review ulang mana saja tempat-tempat sentral yang harus segera kita benahi untuk rekan-rekan disabilitas,” tuturnya.
Respati juga menyoroti keberadaan jalur fasilitas umum yang belum sepenuhnya mendukung mobilitas penyandang disabilitas. Sejumlah hambatan pada jalur aksesibilitas dinilai perlu ditertibkan agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya dan tidak menghalangi ruang gerak masyarakat berkebutuhan khusus.
“Jalur yang mengganggu akses disabilitas nanti akan kita tertibkan,” imbuhnya.
Melalui berbagai langkah evaluasi tersebut, Pemkot Solo berupaya memperluas aksesibilitas sekaligus mengurangi hambatan yang masih dihadapi penyandang disabilitas. Optimalisasi fasilitas pendidikan inklusi, transportasi publik, dan sarana umum diharapkan dapat mendukung terwujudnya lingkungan kota yang semakin ramah, setara, dan inklusif bagi seluruh masyarakat. (Sofyan)
Pendidikan
Gemilang di Ajang Porprov XVII Jawa Tengah 2026, Siswa-Siswi SMA Veteran 1 Sukoharjo Borong Prestasi Tenis Lapangan
SUKOHARJO – majalahlarise.com - Tiga siswa SMA Veteran 1 Sukoharjo berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 cabang olahraga tenis lapangan yang berlangsung pada 25–31 Oktober 2026. Ketiganya sukses membawa pulang medali emas, perak, dan perunggu sekaligus mengharumkan nama sekolah di tingkat provinsi.
Ketiga siswa tersebut yakni Mochammad Aryasatya dari kelas XI F4.1, Syavira Dhini Maimunah dan Aidan Hana yang sama-sama duduk di kelas XII F4.1. Mereka menunjukkan kemampuan terbaik melalui sejumlah nomor pertandingan dan berhasil menempati podium juara.L
Prestasi paling menonjol diraih Mochammad Aryasatya yang sukses menyabet dua medali emas sekaligus. Ia berhasil meraih Juara I Beregu Putra dan Juara I Tunggal Putra. Capaian tersebut menjadi bukti kerja keras, kedisiplinan, serta kesungguhan dalam menjalani latihan untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi.
Sementara itu, Syavira Dhini Maimunah turut menyumbangkan dua medali melalui nomor pertandingan putri. Ia berhasil meraih Juara II Beregu Putri dengan medali perak serta Juara III Ganda Putri dengan medali perunggu. Adapun Aidan Hana berhasil mengamankan Juara III Ganda Campuran dan melengkapi deretan prestasi kontingen SMA Veteran 1 Sukoharjo.
Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Si., bersama keluarga besar sekolah menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada ketiga siswa tersebut. Pencapaian ini menjadi kebanggaan sekaligus wujud keberhasilan peserta didik dalam mengembangkan potensi dan bakat di bidang olahraga.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Drs. Sukino, menjelaskan pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi merupakan bentuk apresiasi sekolah atas perjuangan dan pencapaian peserta didik dalam berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik.
“Anak-anak yang memiliki prestasi tentu kami berikan penghargaan. Ini merupakan bentuk apresiasi sekolah terhadap perjuangan dan pencapaian mereka. Kami memiliki komitmen untuk memberikan perhatian kepada siswa yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai jenjang kejuaraan,” jelasnya.
Menurut Sukino, penghargaan tersebut diberikan dalam bentuk materiil melalui sistem poin yang telah ditetapkan sekolah. Besaran poin disesuaikan dengan tingkat kejuaraan, mulai dari tingkat daerah, provinsi hingga nasional, serta mempertimbangkan peringkat yang diraih, yakni juara I, II, dan III.
Selain penghargaan materiil, sekolah juga memberikan apresiasi secara simbolis. Pada akhir semester, sekolah biasanya mengundang orang tua siswa untuk menghadiri kegiatan upacara sekaligus menyaksikan secara langsung pemberian penghargaan kepada anak-anak mereka.
Sekolah juga memanfaatkan media sosial melalui tim teknologi informasi (IT) untuk memublikasikan ucapan selamat dan sukses atas prestasi yang diraih siswa. Publikasi tersebut menjadi sarana untuk menyampaikan pencapaian peserta didik kepada guru, tenaga kependidikan, serta seluruh warga sekolah.
“Ketika bertemu dengan siswa yang berprestasi, guru-guru juga memberikan ucapan selamat secara langsung. Perhatian seperti ini diharapkan membuat anak-anak merasa senang, dihargai, dan semakin percaya diri atas kemampuan yang mereka miliki,” tambahnya.
Dalam bidang akademik, SMA Veteran 1 Sukoharjo juga memberikan dukungan melalui kebijakan penilaian yang mempertimbangkan prestasi siswa agar pencapaian di luar kelas tidak merugikan perkembangan akademiknya. Bentuk apresiasi tersebut antara lain melalui beasiswa prestasi bagi siswa yang memenuhi ketentuan serta pemberian poin tersendiri dalam penilaian.
Keberhasilan Mochammad Aryasatya, Syavira Dhini Maimunah, dan Aidan Hana di Porprov XVII Jawa Tengah 2026 semakin memperkuat semangat sekolah dalam mewujudkan motto “Berkibar, Terampil, dan Berprestasi.” Sekolah berharap capaian tersebut menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan bakat, meningkatkan kemampuan, serta berani berkompetisi dan meraih prestasi di tingkat regional maupun nasional. (Sofyan)
Baca juga: Outing Class ke Bandung, Siswa SMA Veteran 1 Sukoharjo Perluas Wawasan dan Cinta Tanah Air
Pendidikan
![]() |
| Siswa saat kunjungan sekaligus observasi di Museum Geologi Bandung. |
Outing Class ke Bandung, Siswa SMA Veteran 1 Sukoharjo Perluas Wawasan dan Cinta Tanah Air
Sukoharjo - majalahlarise.com - Sebanyak 41 siswa kelas XI SMA Veteran 1 Sukoharjo mengikuti kegiatan outing class ke Bandung pada Jumat–Sabtu (30–31 Oktober 2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari program pembelajaran luar sekolah ini tidak sekadar menjadi sarana rekreasi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar secara langsung melalui kunjungan ke sejumlah destinasi edukatif, termasuk Museum Geologi Bandung.
Kegiatan tersebut bertujuan memperluas wawasan ilmu pengetahuan, menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air, serta mengenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada para siswa melalui pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Veteran 1 Sukoharjo, Drs. Sukino, menjelaskan outing kelas ke Bandung merupakan salah satu program sekolah yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di luar kelas.
![]() |
| Rombongan siswa dan guru pendamping saat foto bersama di Museum Geologi Bandung. |
"Outing kelas ke Bandung ini merupakan bagian dari program sekolah. Sebagian siswa sebelumnya sudah mengikuti kegiatan ke Bali, sedangkan yang lainnya memilih Bandung karena ingin mendapatkan pengalaman berbeda. Selain itu, ada pertimbangan biaya dari orang tua yang relatif lebih terjangkau," jelas Sukino.
Ia menyampaikan, salah satu destinasi edukatif yang dikunjungi adalah Museum Geologi Bandung. Di tempat tersebut, siswa berkesempatan mengamati secara langsung berbagai koleksi dan dokumentasi geologi, mulai dari jenis-jenis batuan, proses alam, hingga berbagai fenomena geologi.
Melalui pengamatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan dari materi pembelajaran di sekolah, tetapi juga memahami berbagai fenomena alam berdasarkan bukti dan koleksi yang dapat diamati secara langsung.
Selain memperkaya pengetahuan, kegiatan outing kelas juga diarahkan untuk membangun wawasan kebangsaan dan kecintaan terhadap budaya Indonesia. Para siswa diajak mengenal kekayaan alam, sejarah, serta keberagaman budaya di Bandung, termasuk mengunjungi kawasan wisata Tangkuban Perahu dan sejumlah destinasi lainnya.
![]() |
| Rombongan siswa dan guru pendamping saat mengunjungi kawasan wisata Tangkuban Perahu. |
"Melalui kegiatan ini, anak-anak bisa melihat dan mengenal secara langsung kekayaan alam, sejarah, serta budaya yang dimiliki Indonesia. Harapannya, pengalaman tersebut dapat menambah wawasan sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air," ungkapnya.
Perjalanan rombongan dimulai pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Sebanyak 41 siswa kelas XI mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi empat guru. Setelah menjalani rangkaian kunjungan selama tiga hari, rombongan kembali sampai sekolah pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Para siswa menyambut kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Mereka merasa senang mendapatkan kesempatan mengunjungi berbagai destinasi di Bandung, sekaligus memperoleh pengalaman baru melalui pengamatan langsung terhadap objek wisata alam, sejarah, dan edukasi.
Pengalaman mengunjungi Museum Geologi hingga menikmati panorama alam Tangkuban Perahu menjadi bagian dari pembelajaran yang diharapkan dapat memberikan kesan mendalam bagi para siswa.
Kegiatan outing kelas ini mendapat dukungan dari Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Si. Pihak sekolah berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman menyenangkan, tetapi juga membentuk karakter siswa agar lebih mengenal, mencintai, dan menghargai kekayaan serta keberagaman Indonesia.
Lebih lanjut, hasil pengamatan selama perjalanan diharapkan dapat dikembangkan menjadi karya tulis ilmiah. Tugas tersebut menjadi latihan bagi siswa dalam mengasah kemampuan mengamati, mengolah informasi, menyusun laporan, serta menulis secara sistematis sebagai bekal menghadapi ujian dan penyusunan karya ilmiah ketika duduk di kelas XII.
Outing kelas ke Bandung menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang menghubungkan materi di sekolah dengan pengalaman nyata. "Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin luas wawasannya, memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan budaya, serta mampu mengembangkan kemampuan akademik melalui pengalaman belajar yang bermakna," harapnya. (Sofyan)
Baca juga: October Festival 2026, Ajang 181 Anak Solo Raya Unjuk Bakat dan Raih Prestasi
Pendidikan
![]() |
| Penyerahan penghargaan kepada para peserta pemenang perlombaan Festival (OctoFest) 2026. |
October Festival 2026, Ajang 181 Anak Solo Raya Unjuk Bakat dan Raih Prestasi
SURAKARTA – majalahlarise.com – Sebanyak 181 anak usia dini dari berbagai kelompok bermain (KB) dan taman kanak-kanak (TK) se-Solo Raya mengikuti October Festival (OctoFest) 2026 yang diselenggarakan SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo, Sabtu (31/10/2026). Mengusung tema “Tunjukkan Potensi Dirimu, Raih Prestasimu”, kegiatan tahunan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta keberanian sejak usia dini.
Antusiasme peserta terlihat dalam empat cabang perlombaan yang diselenggarakan. Lomba menyanyi diikuti 26 peserta, spelling bee sebanyak 17 peserta, mewarnai 66 peserta, dan doa harian menjadi cabang dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 72 anak. Para peserta hadir bersama orang tua dan guru pendamping yang memberikan dukungan selama perlombaan berlangsung.
Ketua Panitia OctoFest 2026, Mohamad Iqbal Baehaqi, menjelaskan kegiatan ini tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan. Lebih dari itu, OctoFest menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri, mengembangkan potensi, serta melatih keberanian tampil di depan umum.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, mengasah kreativitas, dan menumbuhkan semangat berkompetisi dalam kebaikan atau fastabiqul khairat,” ujarnya.
Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, OctoFest kembali digelar dengan pembagian lokasi perlombaan menjadi dua zona. Gedung selatan digunakan untuk lomba menyanyi, mewarnai, dan spelling bee, sedangkan gedung utara menjadi tempat pelaksanaan lomba doa harian. Pengaturan tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana perlombaan yang lebih tertib dan nyaman bagi peserta.
Pembukaan acara berlangsung pukul 08.00 WIB dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Raniah Marzaqah Sisna, murid kelas IV SD Muhammadiyah PK Kottabarat. Setelah perlombaan berlangsung selama dua jam, peserta dan orang tua disuguhi penampilan duet lagu religi oleh Clareen Jenafayze Kalfani dan Zhafir Agusti Al Fatih, murid kelas II. Keduanya merupakan peraih Juara Harapan I Duet Lagu Religi pada ajang MAPSI ke-27 tingkat Kecamatan Laweyan.
Setiap cabang perlombaan memberikan apresiasi kepada enam peserta terbaik, mulai dari juara I, II, III hingga juara harapan I, II, dan III. Para pemenang memperoleh piala, sertifikat, serta uang pembinaan sebagai bentuk penghargaan atas kemampuan dan usaha yang telah ditunjukkan.
Salah satu peserta yang berhasil meraih prestasi adalah Nadhira Qiana Azzahra dari TK ABA 1 Gemolong. Ia berhasil meraih Juara I lomba doa harian setelah bersaing dengan puluhan peserta lainnya.
Dengan penuh haru, Nadhira mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang diraihnya.
“Alhamdulillah, terima kasih ustaz-ustazahku telah mengantarku jauh-jauh ke SD Muhammadiyah PK. Piala dan uang pembinaan ini akan aku berikan kepada umiku,” tuturnya.
Selain menjadi ajang kompetisi bagi anak usia dini, OctoFest 2026 juga dimeriahkan dengan lomba majalah dinding (mading) antarkelas di lingkungan SD Muhammadiyah PK Kottabarat. Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus Hari Bahasa.
Lomba mading dibagi menjadi dua kategori, yakni kelas bawah (I–III) dan kelas atas (IV–VI). Masing-masing kategori menetapkan tiga pemenang yang memperoleh bingkisan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan karya murid.
Melalui OctoFest 2026, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berharap semakin banyak anak usia dini mendapatkan ruang untuk mengeksplorasi potensi, membangun rasa percaya diri, dan berani menunjukkan prestasi. Ajang ini sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi serta membangun kolaborasi antara sekolah, lembaga pendidikan anak usia dini, dan keluarga.
Baca juga: UT Surakarta Gelar Utaran Festival, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Kreativitas Generasi Muda
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali. FGM Boyolali Siapkan Seminar Academic Make Up, Bekali Guru Keterampilan Rias Wajah Karakte...
-
Walikota Respati saat berinteraksi dan berkomunikasi dengan penyandang disabilitas. Walikota Respati Upayakan Pengoptimalan Layanan dan Fasi...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Ziarah Agung Mbah Kyai Nur Suhud, Rawat Jejak Dakwah Ulama Keraton Kartosura di Nguter SUKOHARJO – majalahlarise.com – Warga Nahdlatul Ulam...












