Pelatihan pengolahan pangan bergizi bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).


    Kolaborasi UNISRI-BRIN Latih Orang Tua Forum Jatigiri Olah Pangan Bergizi Bebas Gluten untuk Anak Berkebutuhan Khusus

    Wonogiri - majalahlarise.com - Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Playen Gunungkidul menggelar pelatihan pengolahan pangan bergizi bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), Sabtu (13/6). Kegiatan yang diikuti 52 anggota Paguyuban Forum Jatigiri “Pejuang Buah Hati Wonogiri” ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua dalam menyediakan makanan sehat dan aman bagi anak dengan berbagai jenis disabilitas, mulai sensorik, fisik, intelektual hingga mental.

    Forum Jatigiri yang berdiri sejak 8 Desember 2018 atas inisiatif dr. Celli Septiana kini memiliki sekitar 80 anggota. Komunitas tersebut aktif menjadi wadah saling menguatkan sekaligus memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas dan keluarganya. Pelatihan dinilai relevan dengan kebutuhan orang tua ABK, terutama anak autis yang memerlukan perhatian khusus terhadap konsumsi makanan karena sensitif terhadap MSG, pewarna, pengawet, dan bahan perisa.

    Dalam pelatihan tersebut, narasumber dari BRIN Playen Gunungkidul, Prof. Dr. Ir. Titiek F. Djafaar, M.P. dan Dr. Ir. Tri Marwati, M.P., mempraktikkan pembuatan cookies dan nugget tinggi protein tanpa bahan pengawet maupun bahan tambahan pangan. Salah satu inovasi yang dikenalkan adalah penggunaan mocaf atau tepung fermentasi singkong bebas gluten sebagai bahan utama yang aman dikonsumsi anak berkebutuhan khusus.

    Dr. Ir. Tri Marwati, M.P. menjelaskan sensitivitas anak autis terhadap beberapa jenis bahan pangan perlu menjadi perhatian orang tua. Menurutnya, pola makan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan fisik maupun mental anak.

    “Anak dengan disabilitas seperti autism relatif sensitif terhadap bahan pangan tertentu. Bahan pangan ber-gluten dapat menyebabkan luka pada saluran pencernaan yang berdampak pada kesehatan mental ADD. Karena itu kami dorong penggunaan bahan organik, bebas pestisida, antibiotik, rendah gula, rendah MSG, dan bebas gluten,” jelasnya.

    Ketua Tim Pengabdian Fakultas Sains dan Teknologi UNISRI, Dr. Akhmad Mustofa, S.TP., M.Si., menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat sekaligus menghilirisasikan hasil penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.

    “Kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian IKU 5 berupa luaran hasil kerja sama dan hilirisasi hasil penelitian, terutama dari Program Studi Teknologi Pangan. Harapannya ilmu yang diberikan bisa langsung dipraktikkan orang tua di rumah,” ujarnya.

    Sementara itu, psikolog dan terapis Forum Jatigiri, Wuri Rahmawati, menyampaikan diet rendah gula, rendah MSG, dan bebas gluten sangat dibutuhkan oleh anak berkebutuhan khusus. Ia juga menganjurkan konsumsi buah, yogurt, dan sumber protein berkualitas untuk mendukung tumbuh kembang anak.

    Pengurus Forum Jatigiri berharap kolaborasi antara UNISRI dan BRIN dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Mereka menginginkan adanya kerja sama yang lebih luas untuk memperkuat kemandirian orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus mengembangkan potensi komunitas.

    Melalui kegiatan ini, UNISRI dan BRIN menunjukkan komitmen menghadirkan riset dan pengabdian yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Program tersebut diharapkan mampu mendukung pemenuhan hak gizi anak berkebutuhan khusus di Wonogiri dan sekitarnya sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara lebih optimal. (Sofyan)


    Baca juga: Dojo Manunggal Manyaran Borong Prestasi di Kejurkab Karate Piala Bupati Wonogiri 2026

    Atlet dan pelatih Dojo Manunggal Manyaran berfoto bersama usai mengikuti Kejurkab Karate Piala Bupati Wonogiri 2026 di GOR Giri Mandala Wonogiri, Senin (15/6/2026).


    Dojo Manunggal Manyaran Borong Prestasi di Kejurkab Karate Piala Bupati Wonogiri 2026

    WONOGIRI – majalahlarise.com - Dojo Manunggal Manyaran kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Karate Piala Bupati Wonogiri 2026 yang digelar di GOR Giri Mandala Wonogiri, Senin (15/6/2026). Kejuaraan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga 18.00 WIB tersebut diikuti oleh berbagai dojo karate dari seluruh wilayah Kabupaten Wonogiri sebagai ajang pembinaan atlet sekaligus seleksi pembentukan kontingen POPDA 2026.

    Dalam kejuaraan tersebut, Dojo Manunggal Manyaran yang berada di bawah binaan Senpai Ika Indri Astuti mengirimkan sebanyak 21 kohai yang terdiri dari peserta tingkat SD, SMP hingga SMA. Para atlet terbagi dalam dua kategori, yakni Seleksi POPDA dan Festival.

    Untuk kategori Seleksi POPDA, Dojo Manunggal Manyaran diperkuat oleh Nirmala Fathul Jannah, Arsyila Esti Farzana, Mahening Laksita Gantari, Gendhis Athifa Shyrin, Al Ashar Bias Baihaqi, Kaliandra Alisha Maheswari, Syafira Nur Fathurahma, Abidzar Vino El Fahri, Zhafranata Arsenio Sambada, Zakia Nur Husna, dan Annisa Ramadhani.

    Sementara itu, peserta kategori Festival terdiri atas Feyza Shakila Natusha, Azka Banyu Fathariano, Hasna Nabila Islami, Inayah Ayu Sulistyowati, Annisa Naila Zahira, Nuria Azalia, Arian Kenzie Dhananjaya Atmoko, Sylvia Putri Yulianto, Muhammad Ananda Saputra, dan Saleh Nurfaiz.

    Hasil membanggakan berhasil diraih Dojo Manunggal Manyaran dengan menyabet tiga gelar juara pada kategori POPDA di tiga kelas berbeda, serta sejumlah prestasi pada kategori Festival. Raihan tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan atlet yang dilakukan secara berkelanjutan oleh dojo.

    Salah satu peserta yang turut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut adalah Gendhis Athifa Shyrin, siswi MTs Negeri 5 Wonogiri. Meski belum berhasil meraih gelar juara, Gendhis mengaku senang dan bangga dapat mengikuti Kejurkab Karate Piala Bupati Wonogiri 2026.

    Menurutnya, kejuaraan ini menjadi pengalaman pertama yang sangat berharga karena ia dapat merasakan secara langsung atmosfer pertandingan karate tingkat kabupaten. Selama bertanding, Gendhis berusaha untuk tetap tenang dan fokus mengikuti jalannya lomba meskipun harus berhadapan dengan peserta dari berbagai dojo di Wonogiri.

    "Saya senang bisa mengikuti kejuaraan ini. Walaupun belum mendapatkan juara, saya tetap bersyukur karena mendapat pengalaman baru. Ini pertama kalinya saya mengikuti event seperti ini dan bisa merasakan suasana perlombaan yang sebenarnya. Saya berusaha tenang saat bertanding dan semoga ke depan bisa berlatih lebih giat lagi agar memperoleh hasil yang lebih baik," ungkap Gendhis.

    Pengalaman tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi Gendhis untuk terus meningkatkan kemampuan dan menambah jam terbang dalam berbagai kejuaraan karate di masa mendatang.

    Senpai Ika Indri Astuti mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah berlatih dan bertanding dengan penuh semangat. Menurutnya, prestasi yang diraih merupakan hasil kerja keras para kohai selama menjalani latihan rutin.

    "Kami bersyukur atas hasil yang diperoleh. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang," ujarnya.

    Selain menjadi ajang kompetisi, Kejurkab Karate Piala Bupati Wonogiri 2026 juga menjadi wadah silaturahmi antar-dojo serta sarana menjaring atlet-atlet potensial yang dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Wonogiri pada berbagai kejuaraan tingkat yang lebih tinggi.

    Penulis: Susilowati 

    Editor: Sofyan


    Baca juga: PKBM Dharma Sastra Purwantoro Lepas 50 Lulusan Kesetaraan, Teguhkan Komitmen Pendidikan untuk Semua




    PKBM Dharma Sastra Purwantoro Lepas 50 Lulusan Kesetaraan, Teguhkan Komitmen Pendidikan untuk Semua

    Wonogiri - majalahlarise.com - PKBM Dharma Sastra Kecamatan Purwanto menggelar kegiatan Purnawiyata dan Pelepasan Warga Belajar Tahun Pelajaran 2025/2026, Rabu (17/6/2026). Kegiatan yang berlangsung penuh haru dan kebanggaan ini menjadi momentum penghargaan atas perjuangan para warga belajar yang telah menyelesaikan pendidikan pada Program Paket B dan Paket C. Sebanyak 50 peserta didik dinyatakan lulus setelah menempuh proses pendidikan selama tiga tahun.

    Kepala PKBM Dharma Sastra, Suci Murwati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan atas semangat, kedisiplinan, dan ketekunan yang ditunjukkan selama mengikuti pembelajaran. Menurutnya, keberhasilan yang diraih para warga belajar merupakan hasil dari proses panjang yang penuh perjuangan dan pengorbanan.

    “Keberhasilan hari ini merupakan hasil dari perjuangan panjang selama tiga tahun. Kami berharap kelulusan ini bukan menjadi akhir dari perjalanan, melainkan pijakan untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi, baik melalui pengabdian di masyarakat maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” ujar Suci Murwati.


    Dalam kesempatan tersebut, Warti selaku Satgas ATS Kecamatan Purwantoro yang hadir mewakili Camat Purwantoro memberikan apresiasi atas kontribusi PKBM Dharma Sastra dalam mendukung program penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS). Ia menjelaskan keberadaan PKBM Dharma Sastra telah membuka kesempatan bagi masyarakat yang sebelumnya mengalami hambatan mengakses pendidikan formal untuk kembali memperoleh layanan pendidikan yang layak dan berkualitas.

    “Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada PKBM Dharma Sastra yang telah berkiprah aktif dalam mendukung penuntasan ATS di Kecamatan Purwantoro. Kami berharap program ini terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” kata Warti.

    Sementara itu, Koordinator Bidang Akademik PKBM Dharma Sastra, Dony Purnomo, menjelaskan purnawiyata tahun ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada warga belajar berprestasi sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Penghargaan diberikan kepada peserta didik yang menunjukkan dedikasi, semangat belajar, dan prestasi terbaik selama mengikuti pendidikan kesetaraan.

    “Tahun ini PKBM Dharma Sastra meluluskan sebanyak 50 peserta didik dari Program Paket B dan Paket C. Selain prosesi pelepasan, kami juga memberikan penghargaan kepada warga belajar yang menunjukkan prestasi dan dedikasi terbaik selama menempuh pendidikan,” ungkapnya.

    Dony menambahkan kegiatan purnawiyata merupakan bentuk penghormatan lembaga kepada seluruh warga belajar yang berhasil menuntaskan proses pendidikan. Ia berharap para lulusan mampu menjadi pribadi yang mandiri, bermanfaat bagi masyarakat, serta memberikan kontribusi positif di lingkungan masing-masing.

    Suasana haru mewarnai prosesi pelepasan saat para lulusan menerima tanda kelulusan dan penghargaan. Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa belajar sekaligus awal perjalanan baru bagi para lulusan dalam menggapai masa depan yang lebih baik. Melalui purnawiyata ini, PKBM Dharma Sastra kembali menunjukkan komitmennya dalam menyediakan layanan pendidikan kesetaraan yang berkualitas dan mendukung upaya pemerintah meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Univet Bantara Sukoharjo dan Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya Teken Kerja Sama, Perkuat Sinergi Perguruan Tinggi Berkarakter Kejuangan

    Rektor Univet Bantara Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum., dan Rektor Universitas Perjuangan Tasikmalaya Dr. H. D. Yadi Heryadi, Ir., M.Sc., saat foto bersama Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo Drs. Bambang Margono, M.M., Sekretaris Umum Yayasan Universitas Siliwangi R. Soni Somali, Amd., Par., M.M., usai penandatanganan naskah kerja sama MoU.


    Univet Bantara Sukoharjo dan Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya Teken Kerja Sama, Perkuat Sinergi Perguruan Tinggi Berkarakter Kejuangan

    Sukoharjo - majalahlarise.com - Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo dan Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya  menandatangani Naskah Dokumen Kerja Sama dalam rangka memperkuat sinergi pengembangan pendidikan tinggi berkarakter kejuangan, Rabu (17/6/2026), di Ruang Bantara Gedung A Kampus Univet Bantara Sukoharjo.

    Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo Drs. Bambang Margono, M.M., Sekretaris Umum Yayasan Universitas Siliwangi R. Soni Somali, Amd., Par., M.M., Rektor Univet Bantara Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum., Rektor Universitas Perjuangan Tasikmalaya Dr. H. D. Yadi Heryadi, Ir., M.Sc., para wakil rektor, dekan, serta pimpinan kedua perguruan tinggi.

    Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum. menyambut baik kunjungan dan kerja sama yang dibangun bersama Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Ia menjelaskan perguruan tinggi saat ini membutuhkan jejaring dan kolaborasi yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan, mulai dari regulasi, persaingan antar kampus, hingga tuntutan akreditasi yang semakin tinggi. 

    Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum. saat menyampaikan sambutan.


    “Hari ini perguruan tinggi sehebat apa pun tidak bisa berjalan sendiri. Untuk menjadi hebat harus bersama-sama, saling mendukung dan saling membutuhkan,” ujarnya. 

    Farida juga memaparkan perjalanan Univet yang telah berusia 58 tahun dan sedang mempersiapkan proses menuju perguruan tinggi negeri. Menurutnya, kolaborasi antar kampus dapat memperkuat capaian institusi, termasuk dalam bidang akreditasi, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengembangan kualitas pendidikan.

    Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Humas dan Kerja Sama Univet Bantara, Dr. Djatmiko Hidajat, M.Pd. menjelaskan kunjungan benchmarking Universitas Perjuangan Tasikmalaya memiliki tiga tujuan utama. Pertama, berdiskusi mengenai implementasi visi universitas yang sama-sama mengusung karakter kejuangan. Kedua, mempelajari pengelolaan fakultas yang memiliki kesamaan rumpun keilmuan. Ketiga, menggali pengalaman pengelolaan penerbitan kampus dan jurnal ilmiah. 

    Rektor Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Dr. H. D. Yadi Heryadi, Ir., M.Sc. menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Univet Bantara.


    “Hari ini benchmarking yang mempunyai tiga tujuan. Yang pertama terkait dengan belajar dan berdiskusi mengenai kajian penerapan visi universitas yang mempunyai karakter kejuangan yang sama antara Unper dengan Univet,” jelasnya.

    Sementara itu, Rektor Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Dr. H. D. Yadi Heryadi, Ir., M.Sc. menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Univet Bantara. Ia menilai kerja sama antar sesama perguruan tinggi swasta menjadi kebutuhan strategis di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan tinggi. Menurutnya, kampus perlu saling belajar dan berbagi pengalaman agar dapat tumbuh bersama. 

    “Kami setiap tahun mengadakan benchmarking dan juga mencari upaya-upaya untuk berkolaborasi karena kami menganggap bahwa perguruan tinggi harus bersama-sama untuk maju, apalagi PTS sekarang mendapatkan kendala yang bukan ringan,” katanya. 

    Yadi juga memaparkan perkembangan Universitas Perjuangan yang kini memiliki sekitar 6.000 mahasiswa serta terus meningkatkan capaian penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kualitas jurnal ilmiah.

    Sekretaris Umum Yayasan Universitas Siliwangi, R. Soni Somali, Amd., Par., M.M. berharap kerja sama yang terjalin dapat mempererat silaturahmi sekaligus menjadi sarana bertukar pengalaman dan pengetahuan. Ia menjelaskan Yayasan Universitas Siliwangi memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan tinggi di Tasikmalaya, termasuk mendirikan Universitas Perjuangan setelah Universitas Siliwangi beralih status menjadi perguruan tinggi negeri. 


    “Mudah-mudahan dengan kerja sama ini, selain mempererat silaturahmi, juga saling menimba ilmu. Kami yakin masing-masing perguruan tinggi memiliki keunggulan yang bisa saling melengkapi,” ujarnya.

    Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo, Drs. Bambang Margono, M.M. menjelaskan pentingnya sinergi antara pimpinan perguruan tinggi untuk menghadapi dinamika pendidikan tinggi yang terus berkembang. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci memperkuat eksistensi dan daya saing perguruan tinggi swasta. 

    “Kita bersinergi agar perguruan tinggi maju ke depan. Bisa bersama-sama bagaimana menyentuh pengembangan ini sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik,” tuturnya. 

    Ia berharap kerja sama yang telah ditandatangani tidak berhenti pada dokumen formal, tetapi diwujudkan dalam program nyata seperti penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pengelolaan jurnal ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta berbagai kegiatan akademik yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

    Penandatanganan dokumen kerja sama tersebut menjadi langkah awal memperkuat kemitraan strategis antara Universitas Perjuangan Tasikmalaya dan Univet Bantara Sukoharjo. Kedua perguruan tinggi berkomitmen mengembangkan kolaborasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan, penguatan karakter kejuangan, serta penciptaan inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia. (Sofyan)


    Baca juga: Riset Grup Sastra Indonesia FIB UNS Gelar Pelatihan Penulisan Berita Positif dan Beretika bagi Siswa SMA IT Istiqomah Temanggung

    Haflah Akhirussanah Angkatan XIII SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di Hotel Azhima.


    Pesan Kebangsaan di Haflah Akhirussanah XIII SD Muhammadiyah PK Banyudono, Generasi Qur'ani Harus Siap Memimpin Masa Depan

    BOYOLALI — majalahlarise.com - Suasana khidmat dan penuh kebanggaan mewarnai Haflah Akhirussanah Angkatan XIII SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di Hotel Azhima, Selasa (16/6/2026). Sebanyak 86 siswa resmi dilepas setelah menuntaskan pendidikan dasar dengan mengusung tema “Generasi Qur'anic Berwawasan Global, Siap Memimpin Masa Depan.” Kegiatan ini menjadi momentum syukur sekaligus peneguhan komitmen sekolah dalam mencetak generasi Qur’ani yang siap menghadapi tantangan masa depan.

    Haflah Akhirussanah dihadiri sejumlah tokoh Muhammadiyah Banyudono dan Kabupaten Boyolali, di antaranya Wakil Ketua PDM Boyolali Drs. Thontowi Jauhari, M.Si., Ketua PCM Banyudono Danto Krissuwarno, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Banyudono Yacop Chismanto, Ketua PCA Banyudono Sri Widayati, Ketua Komite Sekolah Umi Muslihah, para wali murid, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan karakter dan kepemimpinan bagi generasi muda Muhammadiyah.

    Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menyampaikan rasa syukur atas kelulusan seluruh siswa angkatan XIII. Ia menjelaskan sekolah terus berupaya menghadirkan pendidikan yang memadukan prestasi akademik, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman. 

    “Pendidikan bukan sekadar menyiapkan anak-anak untuk hari ini, tetapi menyiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan yang berakhlak mulia, berilmu, dan mampu memberikan manfaat bagi umat dan bangsa,” ujarnya.

    Pesan kebangsaan yang menginspirasi para lulusan disampaikan oleh Wakil Ketua PDM Boyolali, Drs. Thontowi Jauhari, M.Si. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlak mulia, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.

    “Anak-anak yang hari ini diwisuda adalah calon pemimpin masa depan. Mereka harus memiliki wawasan global, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dunia internasional, namun tetap berpegang teguh pada Al-Qur'an dan nilai-nilai keindonesiaan,” katanya.

    Menurut Thontowi, tema Generasi Qur'anic Berwawasan Global sangat relevan dengan tantangan era digital dan perkembangan kecerdasan buatan yang semakin pesat. Ia berpesan agar para lulusan terus mencintai ilmu pengetahuan dan menjaga identitas sebagai generasi Muslim yang berkarakter. 

    “Jadilah generasi yang mampu berdialog dengan dunia, tetapi jangan pernah kehilangan jati diri. Al-Qur'an harus menjadi kompas kehidupan, sementara ilmu pengetahuan menjadi kendaraan untuk mengantarkan kalian meraih masa depan,” pesannya.

    Sementara itu, Ketua PCM Banyudono Danto Krissuwarno mengapresiasi perkembangan SD Muhammadiyah PK Banyudono yang terus mendapatkan kepercayaan masyarakat. Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Banyudono Yacop Chismanto juga berharap para lulusan dapat melanjutkan tradisi prestasi dan akhlak mulia pada jenjang pendidikan berikutnya.

    Rangkaian Haflah Akhirussanah berlangsung meriah melalui berbagai penampilan siswa, prosesi pelepasan, pemberian penghargaan, serta doa bersama. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa belajar di sekolah dasar sekaligus awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk terus mengembangkan potensi diri. Dengan bekal Al-Qur’an, ilmu pengetahuan, dan karakter kepemimpinan yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang mampu memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan. (Sofyan)


    Baca juga: Pameran Be Flow DKV ISI Surakarta Tampilkan Ratusan Karya Mahasiswa Angkatan 2025, Jadi Ajang Belajar dan Apresiasi Kreativitas



    Pameran Be Flow DKV ISI Surakarta Tampilkan Ratusan Karya Mahasiswa Angkatan 2025, Jadi Ajang Belajar dan Apresiasi Kreativitas

    Surakarta - majalahlarise.com - Ratusan karya mahasiswa Angkatan 2025 Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta dipamerkan dalam kegiatan bertajuk Be Flow: Pameran Tugas Mata Kuliah Semester II Angkatan 2025 DKV FSRD ISI Surakarta. Kegiatan yang berlangsung pada 9–11 Juni 2026 di Gedung Sungging Prabangkara, Kampus II ISI Surakarta, Ringroad Utara Mojosongo tersebut mendapat sambutan antusias dari pengunjung yang memadati area pameran.

    Pameran ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil karya dari berbagai mata kuliah praktik yang telah ditempuh selama Semester I dan II. Beragam karya yang dipamerkan meliputi nirmana warna dan hitam putih, nirmana tekstur, menggambar dasar, fotografi, videografi, tipografi, komputer dasar, board game, hingga identitas visual. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menunjukkan hasil proses kreatif selama perkuliahan, tetapi juga memperoleh pengalaman mengelola sebuah kegiatan pameran secara mandiri.

    Ketua penyelenggara, Rachel Indah Kusumawardani, menjelaskan pameran Be Flow menjadi sarana untuk memperkenalkan karya mahasiswa kepada masyarakat luas sekaligus memberikan ruang apresiasi terhadap proses pembelajaran yang telah dijalani selama semester dasar. 

    “Tujuan pameran ini sebagai ajang unjuk diri kepada masyarakat luas sekaligus media apresiasi atas karya-karya yang dirancang mahasiswa selama menempuh perkuliahan di semester dasar,” ujarnya dalam rilis yang diterima.

    Selain menampilkan karya, Be Flow juga menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung yang menambah wawasan peserta dan pengunjung. Pada hari pertama, digelar talkshow bertema Perancangan Animasi 2 Dimensi yang menghadirkan tiga mahasiswa Angkatan 2024, yaitu Muhammad Bagus Kafabik, Reyhan Jovansa, dan Naufal Ahmad Nuril Anwar. Mereka berbagi pengalaman dan proses kreatif dalam merancang karya animasi dua dimensi.

    Kegiatan berlanjut pada hari kedua dengan talkshow bertema Perjalanan Menemukan Passion di Dunia DKV yang disampaikan oleh Muhammad Fadli Rabbani dari Astaga Studio. Sesi creative sharing tersebut memberikan inspirasi kepada mahasiswa mengenai peluang karier dan pengembangan diri di bidang desain komunikasi visual. Kehadiran berbagai narasumber membuat rangkaian acara pameran semakin menarik dan edukatif bagi peserta.

    Dosen pembimbing kegiatan, Indriati Suci Pravitasari, berharap penyelenggaraan Be Flow dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas karya sekaligus kemampuan manajerial dalam mengelola kegiatan. 

    “Melalui pameran ini, mahasiswa Angkatan 2025 diharapkan mampu meningkatkan kualitas karya yang dihasilkan serta memiliki pengalaman yang lebih baik dalam manajemen dan pengelolaan kegiatan mahasiswa pada masa mendatang,” jelasnya.

    Melalui pameran Be Flow, mahasiswa DKV FSRD ISI Surakarta tidak hanya menampilkan hasil pembelajaran akademik, tetapi juga mengasah kemampuan berkolaborasi, berorganisasi, dan berinteraksi dengan publik. Kegiatan ini menjadi bukti semangat kreatif mahasiswa dalam menghadirkan karya yang inovatif sekaligus memperkuat budaya apresiasi seni dan desain di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. (Sofyan)


    Baca juga: Riset Grup Sastra Indonesia FIB UNS Gelar Pelatihan Penulisan Berita Positif dan Beretika bagi Siswa SMA IT Istiqomah Temanggung



    Riset Grup Sastra Indonesia FIB UNS Gelar Pelatihan Penulisan Berita Positif dan Beretika bagi Siswa SMA IT Istiqomah Temanggung

    Temanggung - majalahlarise.com - Riset Grup Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Pelatihan Penulisan Berita yang Positif dan Beretika bagi siswa-siswi SMA IT Istiqomah Temanggung, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di SMA IT Istiqomah, Jalan Banjar Greges, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi media dan kemampuan jurnalistik generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.

    Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SMA IT Istiqomah yang diwakili Ustad Syaiful. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, kemampuan literasi media menjadi kebutuhan penting bagi pelajar pada era digital saat ini. 

    "Siswa tidak hanya perlu menjadi konsumen informasi yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi produsen informasi yang bertanggung jawab dan beretika," ujarnya.

    Ketua Riset Grup Sastra Indonesia FIB UNS, Dr. Dwi Susanto, M.Hum., menjelaskan keterampilan menulis berita merupakan salah satu kompetensi penting abad ke-21 yang perlu dimiliki generasi muda. Selain mendukung kemampuan berpikir kritis, keterampilan jurnalistik juga berkontribusi dalam membangun budaya literasi yang sehat, demokratis, dan berintegritas. 

    "Kemampuan menulis berita tidak hanya melatih siswa menyampaikan informasi secara benar, tetapi juga membentuk cara berpikir kritis serta budaya literasi yang sehat dan bertanggung jawab," jelasnya.

    Materi pertama disampaikan oleh Asep Yudha Wirajaya dengan tema Berita Baik dan Beretika. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami tantangan ekosistem informasi digital, mulai dari hoaks, clickbait, disinformasi hingga rendahnya literasi media masyarakat. Peserta juga dikenalkan pada prinsip-prinsip berita yang baik dan beretika seperti akurasi, keberimbangan, konstruktivitas, serta dampak positif bagi masyarakat. Selain itu, siswa mendapatkan pelatihan praktis melakukan verifikasi informasi menggunakan metode S.I.F.T. (Stop, Investigate, Find Better Coverage, dan Trace Claims) sebelum menyebarluaskan informasi kepada publik.


    Asep Yudha Wirajaya menjelaskan pentingnya sikap kritis dalam menghadapi arus informasi yang semakin cepat. "Setiap informasi yang diterima perlu diverifikasi terlebih dahulu. Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi sebelum memastikan sumber, konteks, dan kebenarannya. Literasi media menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan era digital," katanya.

    Sesi kedua dipandu oleh Rianna Wati dengan tema Jurnalis Muda Berintegritas: Menulis Berita yang Etis, Positif, dan Berkah. Materi tersebut menyoroti pentingnya integritas dalam praktik jurnalistik, khususnya bagi pelajar. Peserta diajak memahami prinsip-prinsip etika jurnalistik yang mencakup kejujuran, keadilan, amanah, tanggung jawab sosial, serta pentingnya melakukan tabayun atau klarifikasi sebelum menyebarkan informasi. Berbagai contoh berita etis dan tidak etis juga didiskusikan untuk memperkuat pemahaman peserta.

    "Integritas adalah fondasi utama dalam menulis berita. Informasi yang disampaikan harus jujur, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, karya jurnalistik yang dihasilkan tidak hanya informatif, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

    Sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran, panitia menyelenggarakan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terkait literasi media, etika jurnalistik, serta nilai-nilai yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs Nomor 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Hasil evaluasi menunjukkan antusiasme peserta dalam memahami pentingnya informasi yang akurat, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kemaslahatan publik.

    Pada sesi penutup, peserta memperoleh kesempatan mempraktikkan secara langsung keterampilan yang telah dipelajari melalui penyusunan press release berdasarkan rangkaian kegiatan pelatihan. Kegiatan praktik tersebut melatih kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur-unsur berita, menyusun informasi secara sistematis, serta menerapkan prinsip-prinsip jurnalistik yang etis dan konstruktif.

    Melalui kegiatan ini, Riset Grup Sastra Indonesia FIB UNS berharap dapat berkontribusi dalam membangun generasi muda yang memiliki kemampuan literasi media yang baik, kritis terhadap informasi, serta mampu menghasilkan karya jurnalistik yang positif, edukatif, dan berintegritas. Di tengah maraknya penyebaran informasi yang belum tentu benar, para pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang turut menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab. (Sofyan)


    Baca juga: Pengajian Akbar Jamaah Tilawati Manyaran Perkuat Semangat Belajar Al-Qur'an dan Ukhuwah Islamiyah


Top