GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Camat Giritontro, Sangga Otta Kharisma saat memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan Pesta Siaga. |
Ratusan Pramuka Siaga Semarakkan Pesta Siaga Kwaran Giritontro 2026
WONOGIRI – majalahlarise.com - Semangat keceriaan dan jiwa kebersamaan tampak jelas dalam gelaran Pesta Siaga Kwartir Ranting (Kwaran) Giritontro Tahun 2026 yang berlangsung pada Sabtu (11/4/2026) di halaman Kecamatan Giritontro dan sekitarnya. Kegiatan ini diikuti oleh 19 Gugus Depan (Gudep) tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Giritontro dengan menghadirkan ratusan Pramuka Siaga yang penuh antusias.
Acara dibuka langsung oleh Camat Giritontro, Sangga Otta Kharisma. Dalam sambutannya, ia menyampaikan kegiatan kepramukaan seperti Pesta Siaga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda sejak dini. “Melalui kegiatan ini, anak-anak dilatih untuk memiliki disiplin, tanggung jawab, serta semangat kebangsaan yang kuat,” ujarnya.
Sejak pagi hari, suasana kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai lomba yang edukatif dan menyenangkan. Para peserta mengikuti beragam kegiatan seperti permainan ketangkasan, keterampilan kepramukaan, serta lomba yang mendorong kerja sama tim, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.
![]() |
| Peserta saat mengikuti salah satu cabang lomba. |
Ketua panitia, Bayu Frediyanto, menyampaikan kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi memiliki tujuan penting dalam pembinaan karakter anak.
“Kegiatan ini bertujuan menanamkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menumbuhkan rasa cinta sesama dan lingkungan, serta memperkuat rasa cinta tanah air,” tuturnya.
Ia juga menguraikan harapan agar kegiatan ini mampu menanamkan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka secara nyata dalam kehidupan peserta.
“Kami berharap nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” jelasnya.
![]() |
| Penyerahan piala kepada para juara putri. |
Selain menjadi ajang perlombaan, Pesta Siaga ini juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antar Gugus Depan serta meningkatkan semangat kebersamaan. Dukungan dari para pembina, guru, dan orang tua turut menjadi kunci sukses terselenggaranya kegiatan ini.
Di akhir kegiatan, panitia mengumumkan para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan semangat peserta. Untuk kategori putra, Juara 1 diraih SDN 1 Ngringin, Juara 2 SDN 1 Giritontro, dan Juara 3 SDN 2 Giritontro. Sementara kategori putri, Juara 1 diraih SDN 2 Ngringin, Juara 2 SDN 1 Tlogosari, dan Juara 3 SDN 1 Tlogoharjo.
Meskipun tidak semua peserta meraih juara, semangat kebersamaan, pengalaman, serta nilai-nilai positif yang diperoleh selama kegiatan menjadi hal yang jauh lebih berharga. Melalui Pesta Siaga 2026 ini, Kwaran Giritontro kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan semakin berkembang sebagai wadah pembinaan generasi penerus bangsa. (Syarif)
Pendidikan
![]() |
| Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis oleh Kepala Sekolah, Sri Sayekti kepada tujuh perwakilan guru dan karyawan. |
65 Guru dan Karyawan SD Muhammadiyah 1 Solo Terima Sertifikat PRV, Perkuat Ideologi dan Profesionalisme
SOLO – majalahlarise.com - Sebanyak 65 guru dan karyawan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah menerima Sertifikat Pesantren Ramadan Virtual (PRV) yang ditandatangani oleh Didik Suhardi. Program ini diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai upaya penguatan ideologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis oleh Kepala Sekolah, Sri Sayekti kepada tujuh perwakilan guru dan karyawan dalam rangkaian workshop sekolah bertema pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial. Kegiatan tersebut berlangsung di Red Chilies Hotel Solo pada Sabtu (11/4/2026).
Sayekti menyampaikan sertifikat PRV menjadi bukti penguat ideologi Muhammadiyah yang dilakukan secara daring sekaligus mendorong guru menjadi tenaga profesional yang unggul. “Saya serahkan sertifikat PRV semoga bermanfaat. Guru Muhammadiyah mempunyai peran strategis dalam membentuk generasi unggul yang berlandaskan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” tuturnya.
Program PRV menghadirkan beragam materi pembelajaran berbasis digital, seperti e-modul thaharah, ibadah, Al-Qur’an, Al-Hadits, serta hikmah Ramadan. Selain itu, peserta juga mengikuti aktivitas ibadah seperti salat tarawih yang diinput dalam sistem aplikasi. Terdapat pula menu sedekah yang mengajak peserta untuk rutin bersedekah melalui Lazismu menggunakan QRIS.
Aplikasi PRV juga dilengkapi fitur uji pemahaman dan refleksi, serta laporan akhir berupa rapor ibadah yang menunjukkan capaian peserta selama mengikuti program. Hal ini menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan karakter spiritual bagi para guru dan karyawan.
Lebih lanjut, Sayekti menguraikan seorang guru tidak hanya dituntut kompeten secara akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. “Seorang guru hebat adalah sosok yang dapat digugu lan ditiru, menjadi panutan yang dipercaya dan berakhlak mulia, seperti yang dicontohkan oleh Ahmad Dahlan,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan penguatan ideologi melalui PRV mampu menginternalisasi nilai-nilai Muhammadiyah dalam diri setiap tenaga pendidik, sehingga mendukung terwujudnya sekolah model yang berkemajuan dan berkeadaban.
“Meneguhkan ideologi, menguatkan komitmen bermuhammadiyah bagi guru dan karyawan di dalam amal usaha dalam menggerakkan persyarikatan Muhammadiyah,” jelasnya.
Menurutnya, guru dan karyawan di amal usaha Muhammadiyah tidak hanya berperan sebagai pekerja, tetapi juga sebagai kader persyarikatan yang memiliki tanggung jawab dalam menggerakkan dakwah serta menanamkan nilai-nilai Islam di lingkungan masing-masing.
“Guru dan karyawan di SD Muhammadiyah 1 Solo harus memahami jati diri persyarikatan. Dengan pemahaman yang kuat, kita tidak hanya menjalankan pekerjaan, tetapi juga menjalankan misi dakwah berkemajuan,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Syawalan SD Muhammadiyah 6 Semarang Hadirkan Wayang Golek Pitutur, Pererat Ukhuwah Warga Sekolah
Pendidikan
![]() |
| Tausiyah sekaligus pertunjukan Wayang Golek Pitutur oleh ustadz Pujiono. |
Syawalan SD Muhammadiyah 6 Semarang Hadirkan Wayang Golek Pitutur, Pererat Ukhuwah Warga Sekolah
Semarang – majalahlarise.com - SD Muhammadiyah 6 Kota Semarang menggelar kegiatan Syawalan yang dirangkai dengan Pengajian Wayang Golek Pitutur pada Sabtu (11/4/2026) di halaman sekolah. Kegiatan berlangsung meriah dan sarat makna dengan dihadiri guru, karyawan, wali murid, serta tokoh Muhammadiyah setempat. Suasana kebersamaan tampak kental sejak awal hingga akhir acara sebagai wujud penguatan silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri.
Kepala Sekolah, Suharno, dalam sambutannya menyampaikan Syawalan menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah serta memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik generasi. Ia menguraikan harapannya agar kegiatan ini mampu menambah semangat kebersamaan dan membawa keberkahan bagi seluruh warga sekolah.
“Syawalan ini menjadi ruang untuk saling menguatkan, mempererat hubungan, sekaligus membangun kolaborasi dalam mendidik anak-anak kita,” tutur Suharno.
Sambutan berikutnya disampaikan Ketua Komite, Dr. Djumai, yang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai wadah silaturahmi sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman dalam dunia pendidikan. Ia menjelaskan pentingnya peran aktif orang tua dalam mendukung berbagai program sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga memperkuat nilai keislaman. Peran orang tua sangat penting dalam menyukseskan pendidikan anak,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PCM, Sugito, mengajak seluruh elemen pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas sekolah Muhammadiyah agar mampu mencetak generasi unggul yang berkarakter Islami. Ia mengatakan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun pendidikan yang berkualitas.
Acara inti diisi tausiyah sekaligus pertunjukan Wayang Golek Pitutur oleh Pujiono yang menyampaikan pesan-pesan moral dan keislaman secara menarik. Dalam penyampaiannya, ia menguraikan makna Halal Bihalal sebagai momentum saling memaafkan, membersihkan hati, dan memperkuat persaudaraan antar sesama.
Lebih lanjut, Pujiono menekankan pentingnya memilih pendidikan yang tepat bagi anak dengan mengutip QS. An-Nisa ayat 9, yang mengingatkan agar tidak meninggalkan generasi yang lemah.
“Jangan sampai kita meninggalkan generasi yang lemah iman, lemah fisik, dan lemah ekonomi. Maka pendidikan yang tepat adalah kunci,” pesannya.
Ia juga mengatakan SD Muhammadiyah 6 Semarang menjadi salah satu pilihan tepat bagi orang tua dalam mendidik anak karena memadukan pendidikan akademik, karakter Islami, serta pembinaan akhlak secara berimbang.
Kegiatan Syawalan ditutup dengan suasana hangat penuh kebersamaan melalui saling bersalaman antar warga sekolah dan wali murid. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mencetak generasi yang saleh, cerdas, dan berdaya saing. (Sofyan)
Baca juga: Mahasiswa MPBI Univet Bantara Dalami Transformasi Pembelajaran Bahasa di Era Kecerdasan Artifisial
Pendidikan
![]() |
| Wakil Rektor III, Dr. Djatmiko Hidajat, M.Pd bertindak sebagai pembina upacara. |
Gladi Widya Dewantara 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Karakter dan Kemandirian Generasi Muda Solo Raya
Sukoharjo - majalahlarise.com - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Racana Ki & Nyi Hajar Dewantara Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) sukses menyelenggarakan Upacara Pembukaan Gladi Widya Dewantara tingkat SMA/sederajat se-Solo Raya tahun 2026. Bertempat di Auditorium kampus. Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan karakter, pengembangan keterampilan, serta penguatan nilai-nilai kepramukaan bagi generasi muda di wilayah Solo Raya.
Upacara pembukaan berlangsung khidmat dengan diikuti oleh 8 kontingen yang terdiri dari 16 sangga dari berbagai SMA dan SMK sederajat. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mempererat persaudaraan dalam Gerakan Pramuka.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pembina Racana, Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan (BAK), perwakilan Polres Sukoharjo, Kwartir Cabang (Kwarcab), serta Kodim Sukoharjo sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda.
![]() |
| Upacara pembukaan berlangsung khidmat dengan diikuti oleh 8 kontingen yang terdiri dari 16 sangga dari berbagai SMA dan SMK sederajat. |
Wakil Rektor III, Dr. Djatmiko Hidajat, M.Pd yang bertindak sebagai pembina upacara secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menyampaikan kegiatan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan peserta didik.
“Di kesempatan ini merupakan kegiatan Racana terkait dengan Gladi Widya Dewantara yang berfokus pada pembentukan karakter. Pesertanya siswa SMA dan SMK sederajat, dengan tujuan membentuk karakter Pramuka yang kuat,” ujarnya.
Ia juga menguraikan kegiatan berlangsung selama dua hari dengan rangkaian agenda yang padat hingga malam hari. Menurutnya, seluruh aktivitas dirancang untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membentuk karakter disiplin peserta.
“Kegiatan ini penuh dengan pembelajaran untuk meningkatkan skill peserta. Harapannya mereka memiliki karakter disiplin yang kuat, mampu meningkatkan pengetahuan, hingga akhirnya menemukan jati dirinya,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan pentingnya kemandirian sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. “Peserta diharapkan menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, kuat di segala medan, serta siap menghadapi tuntutan kehidupan yang semakin kompleks,” jelasnya.
Gladi Widya Dewantara 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi memperebutkan Piala Rektor, tetapi juga menjadi sarana edukatif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kepramukaan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, memperkuat jiwa kepemimpinan, serta mengimplementasikan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari. (Sofyan)
Baca juga: Mahasiswa MPBI Univet Bantara Dalami Transformasi Pembelajaran Bahasa di Era Kecerdasan Artifisial
Pendidikan
Mahasiswa MPBI Univet Bantara Dalami Transformasi Pembelajaran Bahasa di Era Kecerdasan Artifisial
Sukoharjo – majalahlarise.com - Semangat transformasi pendidikan berbasis teknologi tampak dalam kegiatan webinar nasional yang diikuti mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (MPBI) Pascasarjana Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara), Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan bertajuk Transformasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Digital Berbasis Kecerdasan Artifisial ini berlangsung di Ruang Bantara Gedung A Lantai 1 dengan menghadirkan para akademisi dan praktisi pendidikan yaitu keynote speaker Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum, serta narasumber Dr. Singgih Subiyantoro, S.Pd., M.Pd., Sri Sundari, S.Pd., M.Pd., dan Marjito, S.Pd., M.Pd.
Pjs Direktur Pascasarjana Univet Bantara Sukoharjo, Dr. Nurnaningsih, S.S., M.Hum membuka kegiatan dengan menyampaikan webinar ini menjadi bagian dari komitmen akademik program MPBI dalam menghadirkan ruang diskusi ilmiah yang relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini menyoroti pentingnya kecerdasan artifisial sebagai sarana memperluas wawasan serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan di bidang pendidikan, riset, hingga pengabdian kepada masyarakat.
![]() |
| Narasumber Dr. Singgih Subiyantoro. |
"Tema ini memang mengangkat isu terkait kecerdasan artifisial yang sekarang semakin modern dan bisa dijadikan sebagai media untuk membuka cakrawala serta membantu menyelesaikan problema dalam berbagai bidang," ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran mahasiswa, alumni, dan para pendidik dari berbagai instansi. Meski persiapan berlangsung dalam waktu relatif singkat, kegiatan berjalan lancar dan mendapat apresiasi.
“Alhamdulillah termasuk saya katakan sukses, kita memang kemarin kerja keras dengan waktu yang sangat singkat dan akhirnya bisa berjalan seperti ini. Kegiatan ini juga dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan pertemuan langsung dan daring," terangnya.
![]() |
| Sri Sundari, S.Pd., M.Pd |
Ketua panitia Anang Widi Rohmawan dalam laporannya menguraikan webinar ini bertujuan memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta mendorong inovasi pembelajaran bahasa dan sastra berbasis teknologi digital. Ia menyampaikan harapan agar kegiatan ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan dan praktik pembelajaran.
"Peserta didorong tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikan dalam lingkungan kerja maupun studi," tuturnya.
Keynote speaker Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum mengikuti kegiatan secara daring dan menguraikan perubahan mendasar dalam dunia pendidikan akibat kehadiran kecerdasan artifisial.
“Kecerdasan artifisial menghadapkan paradigma baru, penggunaan tidak lagi berpusat pada transmisi pengetahuan, tetapi pada konstruksi makna yang dialogis, adaptif, dan berbasis data,” ujarnya.
![]() |
| Marjito, S.Pd., M.Pd. |
Ia juga menjelaskan pergeseran menuju literasi digital yang menuntut kemampuan kritis dan multimodal. “Artificial intelligence mempercepat pergeseran melalui literasi kritis dan multimodalitas, serta interaktivitas tinggi dalam produksi dan interpretasi teks,” lanjutnya.
Farida menambahkan, kecerdasan artifisial berperan sebagai mitra kognitif dalam pembelajaran. “Artificial intelligence berfungsi sebagai scaffolding dalam belajar bahasa, bahkan bisa menjadi co-creator dan co-leader dalam eksplorasi makna,” jelasnya.
Ia mengingatkan pentingnya peran pendidik dalam menjaga kualitas interpretasi dan kreativitas. “Masa depan pembelajaran bahasa dan sastra tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi oleh kemampuan kita memanusiakan teknologi dalam praktik pendidikan,” pungkasnya.
Narasumber Dr. Singgih Subiyantoro menguraikan perkembangan AI merupakan hasil evolusi panjang teknologi. “Itu cikal bakal dari AI, cuma dulu tidak ada istilah artificial intelligence,” katanya.
Ia menyampaikan kehadiran AI, Big Data, dan Internet of Things telah mengubah cara kerja di dunia pendidikan, termasuk dalam penyusunan perangkat pembelajaran. “Sekarang ini sudah ada AI yang bisa kita fungsikan untuk membantu mempercepat membuat rancangan pembelajaran,” ujarnya.
Sri Sundari, S.Pd., M.Pd menyoroti karakter peserta didik masa kini yang merupakan generasi digital. Ia menyampaikan guru perlu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi.
“Era digital ini sudah di depan kita, anak didik kita adalah generasi digital native, sehingga guru harus berlari kencang mengikuti perkembangan AI,” tuturnya.
Ia menambahkan AI dapat menjadi pendamping pembelajaran yang mendukung kreativitas, namun tetap memerlukan literasi digital dan etika. “AI tidak menggantikan guru, tetapi membantu pembelajaran menjadi lebih menarik,” ungkapnya.
Sementara itu, Marjito menguraikan kecerdasan artifisial sebagai teknologi yang mampu memahami bahasa manusia dan menghasilkan konten berbasis data. Ia menjelaskan peran AI sebagai asisten belajar digital yang dapat dimanfaatkan kapan saja. “AI dalam dunia pendidikan itu sebagai asisten belajar digital, sebagai tutor pribadi yang tersedia 24 jam,” katanya.
Ia juga menambahkan pentingnya kemampuan menyusun perintah atau prompt agar hasil yang diperoleh lebih optimal. (Sofyan)
Baca juga: Pesta Siaga Kwaran Manyaran 2026 Resmi Dibuka, Tanamkan Karakter Sejak Dini
Pendidikan
![]() |
| Penyematan tanda peserta oleh Wakil panitia, Kak Arif Dwi Prastyanto tandai dimulainya Pesta Siaga Kwaran Manyaran 2026. |
Pesta Siaga Kwaran Manyaran 2026 Resmi Dibuka, Tanamkan Karakter Sejak Dini
Wonogiri – majalahlarise.com - Kegiatan Pesta Siaga Kwartir Ranting (Kwaran) Manyaran tahun 2026 resmi dibuka pada Sabtu (11/4/2026) di SMP Negeri 1 Manyaran. Mengusung tema “Hebat – Cerdas – Berkarakter”, kegiatan ini diikuti oleh puluhan barung Pramuka Siaga dari seluruh gugus depan di wilayah Kwaran 12.08 Manyaran.
Wakil panitia, Kak Arif Dwi Prastyanto, mewakili Ketua Kwaran Manyaran, Kak Sutrisno, menyampaikan kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta.
“Diikuti oleh 18 barung putra dan 24 barung putri, jadi seluruh gugus depan yang ada di Kwaran 12.08 Manyaran semuanya mengikuti kegiatan ini,” ujar Arif saat ditemui di sela kegiatan.
Ia menguraikan, Pesta Siaga menjadi wadah penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini melalui pengalaman langsung yang menyenangkan dan edukatif.
“Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pengalaman dalam pembentukan karakter sejak dini pada anak. Memberi pengalaman positif terkait kedisiplinan, kerja sama, dan banyak hal yang dapat dipetik oleh anak-anak, terutama hal-hal yang positif,” katanya.
Lebih lanjut, Arif berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendidikan karakter generasi muda.
“Harapannya tentu kegiatan ini dapat terus berkelanjutan demi memberikan pendidikan karakter sejak dini kepada anak-anak kita,” ujarnya.
Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi Pramuka Siaga.
Kegiatan Pesta Siaga ini diharapkan menjadi momentum bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, memperluas persahabatan, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat kebersamaan. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Kegiatan ini berlangsung di Masjid Agung Cipto Mulyo Pengging dengan mengusung tema “Menghidupkan Nilai Islam Berkemajuan di Situs Bersejarah.” |
Outing Class Kelas IV SD Muhammadiyah PK Kottabarat, Belajar Nilai Islam di Situs Bersejarah Boyolali
Surakarta– majalahlarise.com - Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat International Elementary School of Surakarta menggelar kegiatan outing class bagi siswa kelas IV pada Kamis, 9 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Agung Cipto Mulyo Pengging dengan mengusung tema “Menghidupkan Nilai Islam Berkemajuan di Situs Bersejarah.”
Sebanyak 84 siswa dari tiga kelas IV mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Outing class ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang memadukan nilai religius, sejarah, dan pembentukan karakter siswa secara langsung di lingkungan nyata.
Koordinator kegiatan, Ekawati Pratiwi Nugrahini, menyampaikan kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna di luar kelas.
“Kami ingin siswa tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu merasakan dan menghayati nilai-nilai Islam berkemajuan melalui kunjungan ke situs bersejarah,” ujarnya.
Kegiatan ini turut didukung tim team teaching kelas IV, yakni Slamet, Fahrudin, Atit, Ana, dan Dwi yang mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung. Mereka memastikan seluruh rangkaian berjalan tertib, edukatif, dan menyenangkan.
Dalam sesi penyampaian materi, Pujiono menghadirkan pendekatan budaya melalui media wayang golek pitutur. Metode ini membuat suasana pembelajaran lebih hidup, interaktif, dan mudah dipahami siswa.
Dalam tausiyahnya, ia mengajak siswa untuk meninggalkan jejak kebaikan dalam kehidupan.
“Situs berarti jejak. Kita sebagai manusia hendaknya berlomba-lomba membuat jejak kebaikan berupa prasasti amal. Bisa melalui tulisan, membangun masjid atau sekolah, menanam pohon, hingga membuat sumur,” tuturnya.
Ia juga mengajak para siswa untuk menjadikan kehidupan sebagai ladang berlomba dalam kebaikan.
Selain pembelajaran nilai keislaman, siswa juga dikenalkan dengan sejarah Masjid Agung Cipto Mulyo Pengging sebagai salah satu situs bersejarah di wilayah Boyolali. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah sekaligus memperkuat karakter religius dan semangat berkemajuan.
Outing class ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang aktif, inovatif, dan bermakna. Melalui pengalaman langsung di lapangan, siswa diharapkan semakin termotivasi untuk belajar serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...















