Warga RT 07 Bangak Kalongan menggelar Mujahadah Birul Walidain.


    Warga RT 07 Bangak Kalongan Gelar Mujahadah Birul Walidain Sambut Bulan Sya’ban

    Boyolali — majalahlarise.com - Warga RT 07 Bangak Kalongan menggelar Mujahadah Birul Walidain sebagai bagian dari tradisi spiritual dalam menyambut datangnya bulan Sya’ban. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 7 tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, diikuti warga setempat bersama para undangan.

    Mujahadah Ruwah ini menghadirkan Ustadz Pujiono, Pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafiul Ulum Canden, Sambi, sebagai penceramah. Dalam tausyiahnya, Ustadz Pujiono menguraikan tema Hikmah Bulan Sya’ban yang menekankan pentingnya menjadikan Sya’ban sebagai momentum memperbaiki niat dan meningkatkan kualitas ibadah menjelang Ramadhan.

    “Bulan Sya’ban adalah bulan peningkatan kualitas ibadah dan pembersihan hati. Di bulan inilah amal-amal kita diangkat, sehingga perlu diisi dengan taubat, doa, serta mempererat ukhuwah,” tutur Ustadz Pujiono di hadapan jamaah.

    Ia juga mengajak seluruh warga untuk menjadikan mujahadah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan masyarakat melalui sikap saling menghormati dan berbakti kepada orang tua.

    Ketua panitia kegiatan, Suyamdi, mengapresiasi antusiasme warga RT 07 Bangak Kalongan yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, mujahadah ini tidak sekadar rutinitas keagamaan, tetapi juga ruang kebersamaan warga.

    “Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan pihak yang telah berpartisipasi. Semoga kegiatan Mujahadah Birul Walidain ini menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” ujar Suyamdi.

    Rangkaian acara ditutup dengan doa mujahadah yang dipimpin oleh Zulbaidi. Dalam doa tersebut, seluruh jamaah memohon kesehatan, keberkahan umur, serta kesiapan lahir dan batin dalam menyongsong bulan suci Ramadhan.

    Kegiatan Mujahadah Birul Walidain ini menjadi wujud nyata kebersamaan warga RT 07 Bangak Kalongan dalam menjaga tradisi keagamaan, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: PKBM Syifa Surakarta Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lewat Pelatihan Olahan Bayam Brazil

    Pimpinan PKBM Syifa Surakarta, narasumber dan peserta pelatihan olahan bayam Brazil saat foto bersama.


    PKBM Syifa Surakarta Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lewat Pelatihan Olahan Bayam Brazil

    Surakarta — majalahlarise.com - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Syifa Surakarta yang beralamat di Jl. Jamsaren No. 44 Surakarta menggelar Acara Pengabdian Masyarakat dan Pelatihan Bayam Brazil yang berkolaborasi dengan Various Brazil Spinach Creations. Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan Kantor Kecamatan Serengan, Minggu (8/2/2026), dan diikuti 30 peserta dari kalangan ibu-ibu PKK wilayah setempat.

    Kepala PKBM Syifa Surakarta, Puri Setianingtyas Winantu, menyampaikan kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai pelatihan teknis, tetapi juga sebagai upaya mendekatkan PKBM dengan masyarakat. Menurutnya, pemilihan lokasi di luar PKBM dilakukan secara sengaja agar masyarakat sekitar lebih mengenal keberadaan PKBM Syifa sebagai lembaga pendidikan nonformal yang mampu membaur dan hadir di tengah masyarakat.

    “Selain banyak aplikasi yang kami gunakan dalam pembelajaran, kami juga sengaja memilih tempat di luar PKBM dengan harapan masyarakat sekitar mengetahui adanya PKBM yang bisa membaur dengan lingkungan. Tema yang diangkat hari ini pemberdayaan dan olahan bayam Brazil dengan fokus pada sektor ekonomi masyarakat,” ujarnya.

    Pembuatan olahan kripik bayam Brazil.


    Ia menjelaskan, pelatihan ini menitikberatkan pada hilirisasi hasil panen bayam Brazil agar memiliki nilai tambah. Selama ini, hasil panen kerap berhenti di konsumsi segar sehingga nilai jualnya belum optimal. Di sisi lain, masih diperlukan inovasi pangan sehat yang menarik bagi anak-anak sebagai bagian dari upaya pencegahan masalah gizi dan stunting di tingkat keluarga.

    Melalui kolaborasi bersama Various Brazil Spinach Creations serta dukungan narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Surakarta, peserta dibekali pengetahuan gizi sekaligus keterampilan praktis mengolah bayam Brazil menjadi produk pangan kreatif seperti keripik, nugget, dimsum, hingga mi sayur.

    Pelatihan ini memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan pengetahuan nutrisi, mengasah keterampilan pengolahan pangan, mendorong kemandirian ekonomi keluarga, mendukung program ketahanan pangan, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri.

    Pembuatan olahan dimsum bayam brazil.


    Apresiasi disampaikan Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Hesti Dwi Saptaningtyas, M.T. Ia menguraikan PKBM Syifa dikenal konsisten menghadirkan program yang inovatif dan berbeda di setiap kegiatan.

    “Saya mengikuti dan mendampingi kegiatan PKBM Syifa dari waktu ke waktu. Luar biasa karena selalu menghadirkan inovasi. Mudah-mudahan keterampilan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan masyarakat sekitar dan bisa menjadi percontohan bagi PKBM lain agar terus berinovasi,” tuturnya.

    Dukungan juga datang dari Lurah Serengan, M. Sumaryanto. Ia menyampaikan terima kasih atas kontribusi PKBM Syifa dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus pemanfaatan lahan pekarangan.

    “Bayam Brazil ini pertumbuhannya cepat dan manfaatnya besar. Selain mendukung ekonomi lokal, pelatihan ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi warga RW 6 dan dapat meluas ke seluruh Kelurahan Serengan bahkan Kecamatan Serengan,” jelasnya.

    Koordinator Pelatihan, Indhiyanti Listiany, menjelaskan bayam Brazil sangat mudah dibudidayakan, tidak membutuhkan lahan luas, serta memiliki potensi besar untuk meningkatkan gizi keluarga dan pendapatan rumah tangga.

    “Bayam Brazil mudah ditanam dan bisa diolah menjadi produk bernilai. Harapannya ibu-ibu PKK mampu memanfaatkan tanaman ini untuk kebutuhan keluarga sekaligus peluang usaha,” ujarnya.

    Dalam pelatihan tersebut, peserta mempraktikkan langsung pembuatan keripik bayam Brazil dan dimsum bayam Brazil. Antusiasme peserta terlihat sejak sesi praktik hingga uji cita rasa produk.

    Salah satu peserta, Sri Minastri, mengaku pelatihan ini memberi manfaat besar bagi perempuan di wilayahnya. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh membuka peluang usaha rumahan yang dapat dimulai dari lingkungan sekitar.

    “Kami sangat berterima kasih atas pelatihan dan sosialisasi ini. Ilmunya, praktiknya, sampai icip-icip produknya sangat bermanfaat. Insyaallah bisa dipasarkan mulai dari wilayah kami sendiri, lalu dikembangkan lebih luas,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, PKBM Syifa Surakarta berharap ketahanan pangan keluarga semakin kuat serta tercipta peluang usaha mikro berbasis potensi lokal yang berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata. (Sofyan)


    Baca juga: RAT KSPPS Kossuma Cita Mandiri 2026 Amanah Terjaga, Anggota Berdaya

      


    RAT KSPPS Kossuma Cita Mandiri 2026 Amanah Terjaga, Anggota Berdaya

    SUKOHARJOmajalahlarise.com - KSPPS Kossuma Cita Mandiri Sukoharjo menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2026 pada Ahad, 7 Februari 2026 di Gedung PGRI Meeting Room Kabupaten Sukoharjo. RAT mengusung tema “Amanah Terjaga, Anggota Berdaya” sebagai wujud komitmen koperasi dalam menjaga kepercayaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota.

    Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus, pengelola, pengawas, anggota koperasi, serta tamu undangan. Hadir pula perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah serta Ketua PBMTI MPD Sukoharjo sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan koperasi syariah di daerah.

    Rapat Anggota Tahunan menjadi forum tertinggi dalam koperasi yang berfungsi sebagai sarana penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, laporan keuangan, evaluasi kinerja selama satu tahun buku, serta penetapan rencana kerja dan arah kebijakan koperasi ke depan.


    Ketua Pengurus KSPPS Kossuma Cita Mandiri, Rosiena Retno Suryani, ST, menyampaikan RAT merupakan momentum penting bagi seluruh anggota untuk melihat secara terbuka perjalanan dan kinerja koperasi.

    “RAT bukan sekadar kewajiban organisasi, namun menjadi wujud transparansi dan akuntabilitas kami kepada seluruh anggota. Melalui forum ini, kami mengajak anggota terlibat aktif dalam mengawal arah dan kemajuan koperasi,” ujar Rosiena.

    Ia menguraikan tema “Amanah Terjaga, Anggota Berdaya” dipilih sebagai refleksi komitmen pengurus dalam menjaga kepercayaan anggota melalui tata kelola yang profesional dan sesuai prinsip syariah.

    “Kami berupaya memastikan setiap amanah anggota dikelola secara bertanggung jawab. Di sisi lain, koperasi hadir untuk mendorong anggota agar semakin berdaya secara ekonomi, khususnya pelaku UMKM,” jelasnya.

    Sebagai koperasi syariah yang berdiri sejak Juni 2010, KSPPS Kossuma Cita Mandiri telah lebih dari 15 tahun konsisten menjalankan prinsip aman, amanah, dan profesional. Layanan simpanan dan pembiayaan berbasis ekonomi syariah terus dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan usaha anggota.

    Perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah yang hadir dalam RAT mengapresiasi kinerja KSPPS Kossuma Cita Mandiri. Ia mengatakan koperasi syariah memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

    “Koperasi seperti Kossuma Cita Mandiri memiliki kontribusi nyata dalam mendampingi UMKM. Tata kelola yang sehat dan partisipasi anggota menjadi kunci keberlanjutan koperasi,” tuturnya.

    Melalui pelaksanaan RAT Tahun 2026 ini, KSPPS Kossuma Cita Mandiri berharap kepercayaan anggota terus meningkat, sekaligus memperkuat kontribusi koperasi syariah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi umat yang berkelanjutan.

    Dengan semangat kebersamaan, KSPPS Kossuma Cita Mandiri terus melangkah menguatkan UMKM, menjaga nilai-nilai syariah, dan menatap masa depan yang lebih berkah. (Sofyan)


    Baca juga: Jenang Wingko Babat Bu Endang Pracimantoro Wonogiri, Bertahan Tiga Generasi dengan Rasa Legendaris

     

    Bu Tuminah bersama rekannya saat membuat jenang.
     


    Jenang Wingko Babat Bu Endang Pracimantoro Wonogiri, Bertahan Tiga Generasi dengan Rasa Legendaris

    Wonogiri — majalahlarise.com - Aroma santan kental yang dimasak perlahan sejak pagi hari menyelimuti sebuah dapur produksi sederhana di Pracimantoro, Wonogiri. Dari tempat inilah Jenang dan Wingko Babat “Bu Endang” lahir dan terus bertahan lintas generasi, menjaga rasa sekaligus tradisi kuliner warisan leluhur.

    Usaha jenang dan wingko babat ini tidak sekadar bisnis rumahan. Di balik setiap adonan yang diaduk berjam-jam, tersimpan kisah ketekunan tiga generasi keluarga yang setia merawat cita rasa khas Jawa.

    Bu Tuminah, salah satu pegawai senior yang telah bekerja selama 15 tahun, menguraikan perjalanan usaha tersebut. Saat ditemui di lokasi produksi, ia mengatakan usaha jenang Bu Endang sudah berjalan turun-temurun hingga generasi ketiga.

    “Ini sudah lama sekali, Mas. Turun-temurun. Sekarang sudah generasi ketiga,” ujarnya sambil terus mengawasi adonan jenang yang mengepul.

    Bu Tuminah menunjukkan jenang hasil buatannya.


    Setiap hari, dapur produksi mulai aktif sejak pukul 07.00 WIB. Untuk sekali produksi, jenang dibuat sebanyak 20 kilogram dengan kebutuhan gula pasir mencapai 20 kilogram dan kelapa sekitar 35 butir. Kelapa tersebut diolah terlebih dahulu menjadi santan kental atau blondo sebelum dicampur bersama gula dan adonan tepung.

    Proses pembuatan jenang membutuhkan ketelatenan ekstra. Setelah semua bahan dimasukkan, adonan harus terus diaduk tanpa henti hingga teksturnya kalis dan tidak lengket.

    “Mulainya jam tujuh pagi. Matangnya bisa jam tiga sore atau jam empat. Tergantung apinya. Kalau kayunya basah karena habis hujan, bisa sampai jam setengah lima,” tutur Bu Tuminah.

    Dalam sehari, produksi jenang dapat menghasilkan sekitar 75 loyang dengan ukuran beragam menyesuaikan pesanan. Harga pun bervariasi, mulai Rp25 ribu untuk ukuran kecil, Rp32 ribu untuk ukuran sedang, hingga Rp60 ribu untuk ukuran besar dan lebar.

    Selain jenang, dapur ini juga memproduksi wingko babat yang tak kalah diminati. Untuk sekali produksi wingko, dibutuhkan sekitar 30 butir kelapa, 5 kilogram tepung, dan 3,5 kilogram gula. Harga wingko babat dipatok mulai Rp32 ribu per loyang.

    Dari Pracimantoro, produk jenang dan wingko babat Bu Endang telah menjangkau berbagai daerah. Bu Tuminah menjelaskan pemasaran dilakukan melalui pedagang dan pesanan langsung via telepon atau WhatsApp.

    “Diambil pedagang ke Kudus, juga ada pesanan ke Wates, Wonogiri kota, Jogja, Wonosari, Semarang, dan daerah lain. Nanti dikirim pakai mobil,” jelasnya.

    Usaha ini juga menjadi sumber penghidupan warga sekitar. Biasanya terdapat enam orang karyawan dengan pembagian tugas masing-masing, mulai dari pengolah jenang, pembuat wingko babat, pemarut kelapa, hingga pengemasan. Meski saat ini sebagian karyawan sedang libur karena musim bertani, regenerasi tenaga kerja terus berjalan.

    “Yang sudah sepuh banyak yang tidak kuat mengaduk jenang, jadi sekarang diganti generasi muda,” kata Bu Tuminah.

    Di tengah gempuran makanan modern dan perubahan selera pasar, Jenang Wingko Babat “Bu Endang” tetap berdiri tegak dengan kekuatan tradisi. Ketekunan, konsistensi rasa, dan kesetiaan pada proses menjadi kunci utama usaha ini bertahan dan terus dicari lintas daerah.

    Dari adonan sederhana dan bara api kayu, warisan kuliner Pracimantoro terus hidup, menghangatkan bukan hanya lidah, tetapi juga cerita tentang kerja keras dan ketulusan yang diwariskan dari generasi ke generasi. (Sofyan)


    Baca juga: KRT HY Supardi Terima Penghargaan Tokoh Prestasi Nusantara 2026

    Ikatan Keluarga Banasan (IKKABA) dusun Banasan, Manyaran Wonogiri.


    Silaturahmi IKKABA dan Alumni SMP Manyaran ’76, Warga Banasan Sambut Ramadhan dengan Syukur dan Doa Keberkahan

    WONOGIRI – majalahlarise.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, suasana syukur dan harapan akan keberkahan terasa kuat di tengah warga Dusun Banasan, Desa Bero, Kecamatan Manyaran. Nuansa tersebut terbingkai dalam kegiatan silaturahmi warga yang diinisiasi Ketua Ikatan Keluarga Banasan (IKKABA), KRT HY Supardi, dan digelar di Rumah Makan Bakso 88 Manyaran, Sabtu (7/2/2026).

    Kegiatan ini menjadi ruang temu yang mempererat hubungan sosial antarwarga, sekaligus mempertemukan dua kelompok besar, keluarga warga Banasan yang tergabung dalam IKKABA serta Alumni SMP Manyaran angkatan 1976. Hadirnya lintas generasi dan lintas latar belakang tersebut menambah makna kebersamaan dalam menyambut Ramadhan.

    Sejak awal acara, suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan. Warga tampak saling bersalaman, berbincang, dan mengenang berbagai kisah lama yang memperkuat ikatan persaudaraan. Silaturahmi ini tidak hanya dimaknai sebagai ajang kumpul rutin, tetapi juga menjadi momentum spiritual menjelang ibadah puasa.

    Dalam acara ini para tamu undangan dan warga Banasan yang hadir menikmati sajian bakso khas Wonogiri di Bakso 88 yang merupakan salah satu anggota Bakso Wonogiri Mendunia. 

    Alumni SMP Manyaran angkatan 1976. 


    HY Supardi menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul bersama warga dan rekan-rekan alumni. Ia menuturkan pertemuan tersebut menjadi sarana saling memaafkan agar ibadah puasa dapat dijalani dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan.

    “Alhamdulillah, pada sore hari ini kita bisa berkumpul antara keluarga besar IKKABA Banasan dan alumni SMP Manyaran angkatan 1976. Dalam suasana menjelang Ramadhan ini, semoga kita bisa saling memaafkan dan menjalankan ibadah puasa tahun 1447 Hijriah dengan baik serta diridai Allah Subhanahu wa Taala,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan doa agar seluruh hadirin diberikan kelancaran dalam menjalani kehidupan, kesehatan, serta kemudahan dalam setiap urusan. Harapan tersebut disambut dengan doa bersama yang menguatkan suasana religius dalam pertemuan itu.

    Perwakilan warga Banasan, Purwanto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif HY Supardi yang telah memfasilitasi kebersamaan menjelang bulan puasa. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas nama keluarga besar dan seluruh warga, sekaligus menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin.

     Tamu undangan dan warga Banasan yang hadir menikmati sajian bakso khas Wonogiri.


    “Menjelang Ramadhan, kami semua menyadari adanya kekhilafan dalam interaksi sehari-hari. Melalui kesempatan ini, kami mohon maaf lahir dan batin. Kami juga berterima kasih atas inisiatif yang telah dilakukan, meskipun sederhana, namun kami merasakan kebersamaan ini membawa berkah yang tidak berkurang, justru semakin melimpah,” tutur Purwanto.

    Ungkapan tersebut diamini seluruh hadirin, menandai kuatnya rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara warga.

    Dari unsur alumni, Suciptadi mewakili Alumni SMP Manyaran angkatan 1976 menyampaikan rasa haru dan syukur atas terselenggaranya pertemuan tersebut. Ia mengatakan silaturahmi kali ini mempertemukan dua keluarga besar dalam satu ruang kebersamaan, dengan sebagian besar peserta telah memasuki usia lanjut.

    “Kami melihat dua kelompok besar berkumpul hari ini, keluarga besar warga Banaran dan keluarga besar alumni SMP Manyaran ’76. Rata-rata usia kami sudah di atas 65 tahun. Silaturahmi seperti ini menjadi kesempatan yang sangat berharga dan tidak ternilai,” ungkapnya.

    Suciptadi juga menguraikan alumni angkatan 1976 secara konsisten menjaga tradisi pertemuan. Pertemuan tersebut menjadi ruang nostalgia sekaligus upaya menjaga persaudaraan agar tetap terjalin sepanjang hayat.

    “Dari teman sepermainan dan seperjuangan, kami berharap tetap menjadi konco sak lawase. Silaturahmi ini memberi semangat untuk terus menjaga hubungan baik,” ujarnya.



    Ia turut menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar IKKABA, baik yang berdomisili di Banasan maupun yang berada di luar daerah, atas keterlibatan dan kebersamaan yang terbangun. Doa pun dipanjatkan agar inisiatif HY Supardi menjadi amal saleh yang membawa kebaikan bagi semua pihak.

    Kegiatan silaturahmi menjelang Ramadhan ini menjadi cerminan kuatnya nilai sosial, religius, dan budaya gotong royong warga Banasan. Kebersamaan tersebut diharapkan terus terjaga, tidak hanya menjelang Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi membangun harmoni dan persaudaraan yang berkelanjutan. (Sofyan)


    Baca juga: KRT HY Supardi Terima Penghargaan Tokoh Prestasi Nusantara 2026

     

    Rapat koordinasi bersama MDikdasmen PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Wonogiri.
     


    Rakor MDikdasmen PNF PDM–PCM Wonogiri Sinkronkan Program dan Rancang Pendirian PKBM Muhammadiyah

    WONOGIRI – majalahlarise.com – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (MDikdasmen PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonogiri menyelenggarakan rapat koordinasi bersama MDikdasmen PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini berlangsung di Balai Muhammadiyah Wonogiri, Sabtu (7/2/2026).

    Rapat koordinasi digelar sebagai langkah menyelaraskan dan mensinkronkan program kerja MDikdasmen PNF PDM Wonogiri dengan MDikdasmen PNF PCM di seluruh wilayah cabang. Sejumlah perwakilan PCM hadir dalam forum ini, di antaranya PCM Pracimantoro, Eromoko, Wuryantoro, Manyaran, Sidoharjo, Baturetno, Selogiri, dan Wonogiri.

    Salah satu agenda strategis yang dibahas dalam rakor tersebut adalah penyusunan rencana pendirian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Muhammadiyah di setiap PCM. PKBM diproyeksikan menjadi solusi pendidikan alternatif bagi masyarakat kurang beruntung yang mengalami keterputusan dalam proses pendidikan formal.

    Ketua Bidang PNF MDikdasmen PDM Wonogiri, Ust. Ngadiyo, S.Pd., menyampaikan pendirian PKBM memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Wonogiri.

    “PKBM Muhammadiyah diperlukan untuk ikut berkontribusi menyukseskan program Bupati Wonogiri, Bapak Setyo Sukarno, khususnya dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Wonogiri yang saat ini masih tergolong rendah,” ujar Ngadiyo.

    Rapat koordinasi ini juga dihadiri Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PDM Wonogiri, KH. Samsu Hidayat. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan kesiapan LPCR untuk mendorong sekaligus mendampingi proses pendirian PKBM Muhammadiyah di seluruh PCM.

    “Kami siap membersamai PCM dalam proses pendirian PKBM, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, agar lembaga ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

    Sementara itu, Ketua MDikdasmen PDM Wonogiri, Prof. Agus Wahyu Triatmo, dalam pengantarnya menjelaskan PKBM Muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan nonformal, tetapi juga sebagai sarana dakwah pemberdayaan.

    “PKBM Muhammadiyah dapat menjadi media dakwah pemberdayaan yang sejalan dengan tujuan Muhammadiyah, yakni menghadirkan kemajuan dan kebermanfaatan bagi umat,” jelas Prof. Agus.

    Melalui rapat koordinasi ini, MDikdasmen PNF PDM dan PCM se-Wonogiri berharap terbangun sinergi program yang kuat, sekaligus melahirkan langkah nyata Muhammadiyah dalam memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Wonogiri. (Sofyan)


    Baca juga: Pelaksanaan Ko-Kurikuler di SMPN 1 Eromoko Dirasakan Positif, Bentuk Karakter dan Kreativitas Siswa

    KRT HY Supardi, MM, selaku Dewan Pengawas Paguyuban Jawa Tengah Jakarta menerima penghargaan sekaligus penerbitan katalog Tokoh Prestasi Nusantara 2026.


    KRT HY Supardi Terima Penghargaan Tokoh Prestasi Nusantara 2026

    SEMARANG — majalahlarise.com - KRT HY Supardi, MM, selaku Dewan Pengawas Paguyuban Jawa Tengah Jakarta menerima penghargaan sekaligus penerbitan katalog Tokoh Prestasi Nusantara 2026 untuk kategori tokoh berpengaruh sebagai tokoh inspiratif dan teladan di Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan oleh Lemppar (Lembaga Masyarakat Peduli Pariwisata dan Prestasi Bangsa) bekerja sama dengan Berita Kita Publisher, Jumat (6/2/2026).

    Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kiprah KRT HY Supardi dalam berbagai bidang sosial kemasyarakatan yang dinilai memberi dampak positif serta inspiratif bagi masyarakat luas. Nama KRT HY Supardi juga tercantum dalam katalog Tokoh Prestasi Nusantara 2026 sebagai figur berpengaruh yang konsisten menghadirkan keteladanan.

    Saat dikonfirmasi, KRT HY Supardi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan dan kepercayaan hingga dirinya menerima penghargaan tersebut.

    “Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan banyak manfaat dan dukungan. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berbuat yang terbaik,” ujarnya.

    Ia juga berharap capaian ini dapat membawa kemanfaatan bagi banyak orang. “Semoga apa yang telah diberikan ini dapat memberikan kemanfaatan bagi semuanya,” harapnya.

    Pemberian penghargaan Tokoh Prestasi Nusantara 2026 diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak figur inspiratif yang berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan penguatan nilai-nilai keteladanan di tengah masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar Super Outing Class ke Singapura–Malaysia, Perkuat Pembelajaran Global Siswa


Top