GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Narasumber Farhan Arif saat memaparkan materi dan pengalamannya sebagai jurnalis, penyiar radio, MC hingga Production Manager Metta Solo FM. |
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Univet Bantara Ikuti Workshop Karier Jurnalistik Bersama Praktisi Media
Sukoharjo – majalahlarise.com - Mahasiswa semester 4 Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo mengikuti workshop bertajuk “Berkarier sebagai Jurnalis, Hingga Sukses Memimpin Media Massa”, Rabu (22/4/2026) di Gedung D FISH Univet Bantara.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.15 WIB ini menghadirkan narasumber Farhan Arif, jurnalis senior sekaligus Production Manager Metta Solo FM. Workshop dipandu oleh moderator Adhika Prasetya K., MM, dan dibuka langsung oleh Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, M.Si.
Dalam sambutannya, Dr. Joko Suryono menyampaikan kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi yang berpengalaman di dunia jurnalistik.
“Ini seperti reuni dengan para praktisi media. Kami berharap narasumber dapat menularkan pengalaman dan ilmunya di bidang jurnalistik, sehingga mahasiswa memahami bagaimana berproses hingga mampu memimpin media massa,” ujarnya.
![]() |
| Narasumber Farhan Arif saat foto bersama Dekan FISH, wakil Dekan FISH, dosen prodi ilmu komunikasi dan mahasiswa semester 4. |
Ia juga menguraikan pentingnya karakter dalam membangun karier jurnalistik. Berdasarkan hasil risetnya, terdapat puluhan karakter yang perlu dimiliki seorang jurnalis, di antaranya profesional, berani mengambil risiko, gigih, bertanggung jawab, independen, akurat, serta memiliki mental yang kuat.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter yang kuat. Pembelajaran ini bagian dari outcome learning, sehingga mahasiswa siap menghadapi dunia kerja,” jelasnya.
Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah Dasar-Dasar Jurnalistik, Dr. Betty Gama, menyampaikan workshop ini dirancang untuk mengintegrasikan teori di kelas dengan pengalaman nyata di lapangan.
“Kami sengaja menghadirkan wartawan senior agar mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif. Harapannya, mahasiswa yang belum tertarik menjadi tertarik, dan yang sudah berminat semakin mantap menekuni profesi jurnalis,” tuturnya.
Dalam sesi pemaparan, Farhan Arif berbagi pengalaman panjangnya di dunia jurnalistik. Ia menuturkan, pada awal kariernya, dirinya hanya dibekali kemampuan laporan pandangan mata tanpa teori yang kompleks.
“Dulu kami hanya berpegang pada prinsip sederhana, apa yang dilihat, itu yang dilaporkan. Kuncinya tetap pada kaidah dasar jurnalistik yaitu 5W1H,” katanya.
Ia juga menceritakan pengalaman meliput berbagai peristiwa penting, mulai dari kejadian kecelakaan hingga event nasional dan internasional. Menurutnya, seorang jurnalis harus mampu memanfaatkan setiap momen menjadi sebuah berita.
“Kadang orang berpikir berita itu harus peristiwa besar. Padahal hal sederhana seperti jalan rusak pun bisa menjadi berita, selama memenuhi unsur 5W1H dan berdampak bagi masyarakat,” menguraikannya.
Lebih lanjut, Farhan menjelaskan pentingnya kepekaan terhadap situasi dan kemampuan menangkap peluang di lapangan.
“Timing itu sangat penting. Kesempatan bisa datang kapan saja, dan tidak semua orang punya akses yang sama. Jurnalis harus sigap memanfaatkan momen tersebut,” jelasnya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak ragu menekuni profesi jurnalistik, karena menurutnya profesi ini memberikan banyak pengalaman berharga dan kesempatan bertemu berbagai tokoh.
“Menjadi jurnalis itu menyenangkan. Kita bisa bertemu banyak orang hebat, meliput berbagai peristiwa, dan menghasilkan karya yang berdampak,” katanya.
Workshop berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam bidang jurnalistik, khususnya dalam mengasah keterampilan praktis dan kesiapan memasuki dunia industri media. (Sofyan)
Baca juga: Rektor Univet Bantara Serahkan Penghargaan Juara Turnamen Bola Voli Univet Cup IV 2026
Pendidikan
![]() |
| Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani saat menyerahkan penghargaan kepada tim bola voli SMK Pancasila 7 Pracimantoro. |
Rektor Univet Bantara Serahkan Penghargaan Juara Turnamen Bola Voli Univet Cup IV 2026
Sukoharjo – majalahlarise.com - Rektor Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani, menyerahkan langsung penghargaan kepada para juara Turnamen Bola Voli Univet Cup ke-4 tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang meeting Gedung A lantai 2 kampus setempat, Selasa (21/4/2026).
Turnamen yang diikuti oleh berbagai sekolah tingkat SMA/SMK sekolah Jawa Tengah, Jawa Timur dan .Daerah Istimewa Yogyakarta ini melahirkan para juara terbaik. Untuk kategori putra, juara pertama diraih SMK Pancasila 7 Pracimantoro, juara kedua SMA Negeri 4 Surakarta, dan juara ketiga SMK Pancasila Baturetno. Sementara itu, pada kategori putri, juara pertama diraih SMA Negeri 1 Tanjungsari, juara kedua SMA Negeri 1 Pacitan, dan juara ketiga SMK Negeri Jatipuro.
Prof. Farida Nugrahani menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada para atlet muda yang telah menunjukkan prestasi. Ia menguraikan keinginannya untuk terus memotivasi generasi muda agar berani berprestasi di berbagai bidang.
![]() |
| Para menerima penghargaan saat foto bersama dengan Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani dan ketua panitia Dies Natalis ke-58, MS Khabibur Rahman. |
“Saya sangat ingin memotivasi adik-adik yang berprestasi. Saya merasa salut dan tergugah melihat anak-anak muda yang mau berusaha meraih prestasi,” ujarnya.
Ia menuturkan, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal semata, tetapi juga keterampilan tambahan yang menjadi nilai lebih bagi setiap individu. “Sekolah saja tidak cukup, harus punya sesuatu yang plus. Keterampilan atau kemampuan tertentu bisa menjadi pintu menuju kesuksesan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Farida mengungkapkan harapannya agar para atlet berprestasi tersebut dapat melanjutkan pendidikan di Univet Bantara. Ia mengatakan pihak kampus membuka peluang pembinaan hingga pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.
“Saya berharap mereka yang berprestasi bisa kuliah di Univet Bantara. Kami ingin memberikan perhatian khusus, termasuk kemungkinan beasiswa dan pembinaan agar mereka tetap berada di jalur untuk mencapai kesuksesan,” katanya.
Ia juga menyampaikan penghargaan yang diberikan bukan sekadar hadiah, tetapi bentuk kebanggaan dan dorongan agar para juara tetap fokus dan konsisten mengembangkan potensinya.
“Apa yang saya berikan ini sebagai bentuk rasa bangga atas capaian mereka, sekaligus pesan agar tetap konsisten di bidangnya. Saya berharap prestasi ini benar-benar tertanam dalam jiwa mereka dan mengantarkan mereka menjadi orang sukses,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Farida turut menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan. Ia menyebut kerja keras panitia, termasuk mahasiswa UKM, menjadi kunci sukses terselenggaranya turnamen yang berlangsung meriah selama tiga hari.
“Saya berterima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras dengan kompak. Mahasiswa UKM juga telah memberikan pelayanan terbaik kepada para atlet, sehingga kegiatan berjalan lancar dengan menjunjung tinggi sportivitas,” ungkapnya.
Ia menilai Turnamen Univet Cup IV 2026 menjadi salah satu kegiatan kampus yang sukses dan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi dunia pendidikan, tetapi juga bagi pembinaan generasi muda Indonesia yang berprestasi di bidang olahraga. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Siswa tampil percaya diri dalam lomba fashion show batik dan baju adat, yang dikemas unik dengan kehadiran tokoh Gatotkaca. |
Semarak Hari Kartini, Siswa SLB Fadhillah Ummah Tampil Percaya Diri dalam Fashion Show Bersama Gatotkaca dan Spiderman
Sukoharjo – majalahlarise.com – Suasana penuh keceriaan dan semangat mewarnai peringatan Hari Kartini di SLB Fadhillah Ummah, Gentan Sukoharjo. Selasa (21/4/2026). Puluhan siswa tampil percaya diri dalam lomba fashion show batik dan baju adat, yang dikemas unik dengan kehadiran tokoh Gatotkaca dan Spiderman dalam program literasi Disporapar.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan lomba fashion show, tetapi juga menampilkan beragam pertunjukan seni dari tiap kelas, mulai dari menyanyi, puisi hafalan, hingga gerak dan lagu. Sebanyak 30 siswa SLB turut ambil bagian dalam fashion show dengan mengenakan busana batik dan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala SLB Fadhillah Ummah, Hamidah Nur Hasanah, menyampaikan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus mengapresiasi potensi siswa berkebutuhan khusus.
“Kegiatan fashion show dan tampilan seni dari tiap kelas ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk berekspresi. Mereka tidak hanya tampil, tetapi juga belajar berani, mandiri, dan bangga dengan diri mereka sendiri,” jelasnya.
Kehadiran tokoh Gatotkaca dan Spiderman menjadi daya tarik tersendiri. Keduanya tidak hanya memandu jalannya fashion show, tetapi juga mengajak siswa berinteraksi, memberikan semangat, hingga mendongeng dalam program literasi. Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian jamu gratis dalam program “MJG” (Minum Jamu Gratis) untuk menjaga kesehatan anak-anak.
Salah satu siswa kelas 7, Muhamad Halim, mengungkapkan kebahagiaannya bisa mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya senang sekali bisa ikut fashion show, apalagi ditemani Gatotkaca dan Spiderman. Jadi lebih berani tampil,” ungkapnya dengan wajah sumringah.
Sementara itu, Tokoh Gatutkaca Danar selaku perwakilan tim kegiatan menyampaikan alasan memilih SLB sebagai lokasi perayaan Hari Kartini. Ia menguraikan semangat Kartini harus dirasakan oleh semua kalangan tanpa terkecuali.
“Kami memilih SLB karena ingin menghadirkan kesetaraan. Hari Kartini dirayakan untuk semua anak tanpa kecuali, termasuk anak-anak difabel, agar mereka juga merasakan kebahagiaan di hari spesial ini,” tuturnya.
Ia menambahkan, kegiatan literasi melalui dongeng menjadi bagian penting dalam program tersebut. Menurutnya, seluruh anak berhak mendapatkan akses literasi yang sama.
“Kami juga menghadirkan program literasi mendongeng wisata Gatotkaca dari Disporapar. Anak-anak difabel juga perlu mendapatkan literasi. Selain itu, kami membawa jamu gendong agar anak-anak tetap sehat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, semangat Kartini tidak hanya diwujudkan dalam balutan busana, tetapi juga dalam keberanian, kesetaraan, dan kebahagiaan yang dirasakan seluruh siswa tanpa terkecuali. (Sofyan)
Baca juga: Mahasiswa FISH Univet Bantara Antusias Ikuti “KPU Mengajar”, Perkuat Literasi Politik dan Konstitusi
Pendidikan
![]() |
| Narasumber Murwedhy Tanomo dari Komisioner Komisi Pemilihan Umum Sukoharjo membahas secara komprehensif sejarah pemilu, peran pemuda, hingga pentingnya kesadaran politik bagi generasi muda. |
Mahasiswa FISH Univet Bantara Antusias Ikuti “KPU Mengajar”, Perkuat Literasi Politik dan Konstitusi
Sukoharjo — majalahlarise.com - Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara menggelar kuliah umum bertajuk “KPU Mengajar: Komunikasi Politik & Hukum Acara Konstitusi” yang diikuti mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Studi Hukum semester 4. Kegiatan berlangsung di Ruang Kuliah Gedung D FISH, Selasa (21/4/2026).
Kuliah umum ini menghadirkan narasumber Murwedhy Tanomo dari Komisioner Komisi Pemilihan Umum Sukoharjo yang membahas secara komprehensif sejarah pemilu, peran pemuda, hingga pentingnya kesadaran politik bagi generasi muda.
Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, dalam sambutan sekaligus membuka acara menyampaikan kegiatan “KPU Mengajar” menjadi bentuk nyata kerja sama antara perguruan tinggi dengan KPU dalam meningkatkan literasi politik mahasiswa.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara kampus dan KPU dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait pendidikan pemilih. Harapannya mahasiswa memiliki kesadaran untuk menjadi pemilih yang cerdas, tidak mudah terpengaruh, dan mampu menentukan pilihan berdasarkan hati nurani,” tuturnya.
![]() |
| Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono menyerahkan kenang-kenangan kepada narasumber Murwedhy Tanomo. |
Ia juga menguraikan pentingnya peran mahasiswa dalam menentukan arah kepemimpinan bangsa. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dalam berpartisipasi pada proses demokrasi.
“Mahasiswa harus memilih pemimpin yang benar-benar mampu membawa kemajuan, bukan karena iming-iming materi. Jangan sampai memilih karena tekanan atau pengaruh tertentu, tetapi berdasarkan pertimbangan yang rasional dan hati nurani,” jelasnya.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Murwedhy Tanomo menguraikan peran strategis pemuda dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, mulai dari Sumpah Pemuda 1928, gerakan mahasiswa 1966, hingga reformasi 1998.
“Pemuda memiliki peran sentral dalam perubahan bangsa. Dari Sumpah Pemuda, gerakan mahasiswa tahun 1966, hingga reformasi 1998, semua menunjukkan bahwa mahasiswa menjadi motor penggerak perubahan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan mahasiswa sebagai agen perubahan harus aktif berpikir kritis, berdiskusi, dan terlibat dalam organisasi untuk mengasah intelektualitas dan kepekaan sosial.
“Mahasiswa bukan hanya kuliah lalu pulang. Ada harapan besar dari masyarakat agar mahasiswa mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” katanya.
Murwedhy juga menjelaskan perkembangan sistem pemilu di Indonesia, mulai dari Pemilu 1955, masa Orde Baru, hingga era reformasi yang menghadirkan pemilihan langsung sejak 2004.
Menurutnya, sistem demokrasi saat ini memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi secara langsung dalam menentukan pemimpin.
“Sejak 2004, masyarakat dapat memilih langsung presiden dan wakilnya. Ini menjadi tonggak penting dalam demokrasi kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menguraikan asas pemilu yang dikenal dengan prinsip Luber dan Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil) yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
“Pemilu harus dilaksanakan secara langsung tanpa perwakilan, bebas dari tekanan, serta menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan,” jelasnya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk aktif memastikan dirinya terdaftar sebagai pemilih melalui layanan daring KPU serta memanfaatkan media sosial resmi KPU sebagai sumber informasi.
Selain itu, Murwedhy membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan pemilu, baik melalui KPU, Bawaslu, maupun lembaga terkait lainnya.
“Mahasiswa bisa ikut berkontribusi menjadi penyelenggara pemilu. Selain mendapatkan pengalaman, juga ikut menjaga kualitas demokrasi,” katanya.
Di akhir sesi, ia menjelaskan pentingnya kesadaran politik, pengetahuan, dan kemampuan dalam menentukan pilihan.
“Pilihlah calon pemimpin berdasarkan rekam jejak, integritas, dan kapasitasnya. Jangan karena popularitas atau iming-iming materi. Etika menjadi faktor utama dalam menentukan pemimpin yang layak,” tegasnya.
Kegiatan “KPU Mengajar” ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang demokrasi dan mendorong lahirnya generasi muda yang cerdas, kritis, serta bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Sofyan)
Baca juga: UNISRI Bekali 28 Wisudawan Terbaik dengan Sertifikasi Kompetensi BNSP, Perkuat Daya Saing Lulusan
Pendidikan
UNISRI Bekali 28 Wisudawan Terbaik dengan Sertifikasi Kompetensi BNSP, Perkuat Daya Saing Lulusan
Surakarta — majalahlarise.com - Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) terus mendorong lahirnya lulusan yang siap bersaing di dunia kerja melalui program diklat dan uji kompetensi bagi wisudawan terbaik. Sebanyak 28 mahasiswa terpilih dari berbagai program studi mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lulusan.
Ketua Panitia, Niken Larasati, menyampaikan kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan masa depan. Ia mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai memiliki nilai penting bagi peserta.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena kita dapat hadir bersama dalam kegiatan yang sangat bermakna ini,” tuturnya.
Ia menjelaskan peserta yang mengikuti program ini merupakan wisudawan terbaik yang memiliki komitmen lebih dalam mempersiapkan diri. Kesempatan ini, menurutnya, tidak diambil oleh semua mahasiswa.
“Tidak semua orang mengambil kesempatan ini. Ini adalah bentuk kesungguhan Saudara dalam mempersiapkan masa depan,” menguraikan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan Lembaga Sertifikasi Profesi UNISRI (LSP UNISRI) kini telah memiliki skema sertifikasi baru yang terverifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hal ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memastikan kompetensi lulusan diakui secara nasional.
“Ini adalah komitmen kami untuk memastikan kompetensi yang dimiliki benar-benar diakui dan relevan,” katanya.
Sementara itu, Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, menyampaikan program ini merupakan bentuk penghargaan bagi mahasiswa berprestasi sekaligus investasi kualitas lulusan.
“Wisudawan terbaik dari masing-masing prodi ini merupakan penghargaan. Artinya, wisudawan terbaik mendapatkan penghargaan berupa uji kompetensi dan nanti saat wisuda akan didahulukan. Dari 500-an mahasiswa, Anda termasuk yang terpilih,” jelasnya.
Ia menambahkan peserta akan memperoleh sertifikat resmi dari BNSP yang berlaku selama tiga tahun. Program ini menjadi bagian dari langkah besar universitas dalam mendorong seluruh lulusan memiliki sertifikasi kompetensi.
“Universitas sebenarnya memprogramkan seluruh calon wisudawan harus bersertifikasi. Kami berharap di tahun 2027 sudah ada tujuh uji kompetensi di masing-masing fakultas. Saat ini universitas sudah mengadakan dua uji kompetensi, yaitu TOEFL dan uji kompetensi LSP,” menguraikan.
Melalui program ini, UNISRI tidak hanya membekali mahasiswa dengan ijazah, tetapi juga kompetensi terukur dan kemampuan personal yang dibutuhkan di dunia kerja.
“Ini komitmen lembaga dengan harapan lulusan UNISRI memiliki kompetensi yang dapat dimanfaatkan saat lulus,” menuturkan.
Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif, di mana lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional. (Sofyan)
Baca juga: UPK PKBM Syifa Surakarta Diikuti 283 Warga Belajar, Ujian Pendidikan Kesetaraan Berbasis Komputer
Pendidikan
![]() |
| Upacara peringatan hari Kartini di SD Muhammadiyah PK Banyudono. |
SD Muhammadiyah PK Banyudono Bedah Jejak Spiritual Kartini dalam Upacara Hari Kartini
Boyolali — majalahlarise.com — Peringatan Hari Kartini di SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono pada Senin (20/4/2026) berlangsung khidmat dan sarat makna. Upacara yang digelar di halaman sekolah diikuti seluruh siswa, guru, dan karyawan dengan penuh semangat, sekaligus menjadi ruang pembelajaran karakter dan spiritual.
Keunikan upacara tahun ini terlihat dari keterlibatan petugas upacara dari kelas 5B yang menjalankan tugas dengan tertib, percaya diri, dan penuh tanggung jawab di bawah bimbingan wali kelas, Maya Dwikartika, SE. Penampilan mereka menuai apresiasi dari peserta upacara.
Kepala sekolah, Pujiono, yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan amanat dengan tema “Jejak Spiritual Kartini”. Ia mengajak siswa memahami sosok Raden Ajeng Kartini tidak hanya sebagai pelopor emansipasi perempuan, tetapi juga sebagai pribadi yang memiliki kedalaman spiritual.
“R.A. Kartini adalah sosok perempuan yang haus ilmu, termasuk ilmu agama. Beliau belajar kepada KH Saleh Darat. Dari beliau, Kartini mulai memahami makna Al-Qur’an, terutama saat mendengarkan tafsir Surat Al-Fatihah,” kata Pujiono.
Ia menguraikan, pertemuan Kartini dengan KH Saleh Darat menjadi titik penting dalam perjalanan intelektual dan spiritualnya. Dari proses tersebut, Kartini memahami pentingnya keseimbangan antara ilmu dan iman.
Pujiono juga menyampaikan, Kartini memiliki kepedulian besar terhadap kondisi umat Islam yang membaca Al-Qur’an tanpa memahami makna. Dari kegelisahan tersebut, muncul gagasan agar Al-Qur’an diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa yang kemudian melahirkan Kitab Faidlur Rohman.
“Pemikiran Kartini seperti ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ memiliki makna mendalam yang sejalan dengan nilai Al-Qur’an, yaitu dari kegelapan menuju cahaya,” ujarnya.
Melalui amanat tersebut, siswa diajak meneladani semangat Kartini dalam menuntut ilmu, berakhlak mulia, serta memperkuat keimanan.
Upacara Hari Kartini kali ini tidak sekadar mengenang jasa pahlawan, tetapi menjadi momentum menanamkan nilai-nilai spiritual dan karakter kepada peserta didik. SD Muhammadiyah PK Banyudono berharap, melalui refleksi jejak spiritual Kartini, siswa tumbuh menjadi generasi yang cerdas, beriman, dan memiliki semangat juang tinggi dalam meraih masa depan. (Sofyan)
Baca juga: UPK PKBM Syifa Surakarta Diikuti 283 Warga Belajar, Ujian Pendidikan Kesetaraan Berbasis Komputer
Pendidikan
![]() |
| Siswa saat mengerjakan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK). |
UPK PKBM Syifa Surakarta Diikuti 283 Warga Belajar, Ujian Pendidikan Kesetaraan Berbasis Komputer
Surakarta – majalahlarise.com – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Syifa Surakarta yang beralamat di Jl. Jamsaren No. 44 Serengan menyelenggarakan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) sebagai tahapan evaluasi akhir bagi peserta didik pada jalur pendidikan nonformal. Kegiatan ini menjadi penentu kelulusan sekaligus pengukur capaian kompetensi warga belajar setelah menuntaskan seluruh proses pembelajaran.
UPK merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan kesetaraan, setara dengan ujian sekolah pada pendidikan formal. Melalui ujian ini, peserta didik dari Paket A, Paket B, hingga Paket C diuji sesuai dengan jenjang masing-masing.
Kepala PKBM Syifa Surakarta, Puri Setianingtyas Winantu, menjelaskan pelaksanaan UPK tahun ini mencakup seluruh jenjang pendidikan kesetaraan.
“Kegiatan yang terselenggara hari ini adalah Paket A yang setara dengan SD, sedangkan Paket B akan dilaksanakan minggu depan dan Paket C sudah berlangsung pada awal April. Kegiatan ini menjadi dasar penetapan kelulusan selain nilai rapor dari semester awal hingga akhir serta penilaian sikap,” ujarnya.
![]() |
| Siswa saat mengerjakan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK). |
Ia menguraikan, jumlah peserta UPK di PKBM Syifa Surakarta mencapai 283 siswa, terdiri dari 203 peserta Paket A, 29 peserta Paket B, dan 51 peserta Paket C.
“Untuk Paket C kemarin alhamdulillah berjalan lancar sesuai harapan. Kegiatan ini merupakan bagian akhir dari proses asesmen jenjang akhir, sehingga diharapkan menjadi indikator kualitas lulusan sesuai tingkatannya,” jelasnya.
Pelaksanaan UPK di PKBM Syifa dilakukan dengan metode berbasis komputer (UPK-BK) menggunakan perangkat PC yang tersedia di laboratorium komputer. Sistem ini diterapkan untuk meningkatkan efektivitas serta menyesuaikan dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Adapun jadwal pelaksanaan UPK terbagi dalam beberapa tahap, yakni Paket C pada 6–10 April 2026, Paket A pada 20–21 April 2026, serta Paket B pada 22–24 April 2026, yang seluruhnya dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Sementara itu, salah satu wali murid STTD Al-Hikam Ustad Dudi Budi Astoko, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan peserta didik dari lembaganya turut mengikuti UPK sebagai bagian dari pengakuan hasil belajar pendidikan nonformal.
“Tujuan dari UPK ini adalah memberikan pengakuan kualitas hasil belajar peserta didik Paket A agar setara dengan pendidikan formal SD. Ini juga menjadi bentuk evaluasi pembelajaran untuk mengukur capaian kompetensi pada setiap mata pelajaran,” tuturnya.
Ia menyebutkan, pada hari pertama pelaksanaan UPK Paket A, peserta mengerjakan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan IPAS.
“Harapannya kegiatan ini dapat menghasilkan capaian maksimal sehingga menjadi tolok ukur kemampuan siswa untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan kerja sama antara STTD Al-Hikam dengan PKBM Syifa telah terjalin selama dua tahun dan berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah kerja sama sudah berlangsung dua tahun dan berjalan lancar, baik dari sisi teknis, koordinasi, maupun komunikasi,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan UPK ini, PKBM Syifa Surakarta berkomitmen menghasilkan lulusan pendidikan kesetaraan yang memiliki kompetensi setara dengan pendidikan formal serta siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. (Sofyan)
Baca juga: Pengajian dan Halalbihalal SD Muhammadiyah 8 Jagalan Perkuat Ukhuwah dan Semangat Memajukan Sekolah
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...










