GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Para peserta diajak melakukan mindful drawing, yakni menggambar bebas dengan penuh kesadaran sebagai salah satu bentuk art therapy. |
Mahasiswa PPG BK UNISRI Ajak Ibu-Ibu PKK Pucangsawit Kenali Emosi Lewat Mindful Drawing
SOLO - majalahlarise.com - Di sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga, penjual jamu, cleaning service, hingga karyawan garmen, sekitar 20 ibu anggota PKK RW 11 Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta mengikuti kegiatan berbeda dari biasanya, Minggu (23/8/2026).
Melalui program bertajuk “Peningkatan Emotional Well-Being melalui Art Therapy pada Ibu-Ibu PKK di Kelurahan Pucangsawit”, para ibu diajak berhenti sejenak dari rutinitas dan bertanya kepada diri sendiri, “Bagaimana perasaanku hari ini?”
Kegiatan yang digelar di Balai Warga RT 01 RW 11 ini merupakan leadership project mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Bimbingan dan Konseling Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 5. Program tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Prof. Dr. Anita Trisiana, S.Pd., M.H.
Berbeda dengan kegiatan PKK yang umumnya berupa penyuluhan maupun pelatihan keterampilan, sore itu para peserta diajak melakukan mindful drawing, yakni menggambar bebas dengan penuh kesadaran sebagai salah satu bentuk art therapy.
Kegiatan berlangsung pukul 16.00 hingga 17.00 WIB dan diawali dengan psikoedukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kesehatan emosi serta mengenali tanda-tanda stres dalam kehidupan sehari-hari.
Menariknya, media yang digunakan bukan kertas lukis. Para peserta justru menuangkan ekspresi mereka pada totebag kanvas polos menggunakan cat akrilik.
Tidak ada tema yang ditentukan dan tidak ada hasil karya yang dianggap benar atau salah. Sebagian ibu melukis bunga dan pemandangan, sebagian lainnya menuliskan kalimat afirmasi. Banyak pula peserta yang menggambar simbol hati sebagai representasi perasaan yang sedang dialami.
Salah seorang peserta mengaku menikmati proses melukis sebagai media untuk mengekspresikan emosi yang terkadang sulit disampaikan melalui kata-kata.
“Mbak, menyenangkan sekali aku bisa meluapkan emosiku lewat gambar. Pas seneng, gambaranku apik, tapi pas kelingan masalah, gambaré dadi ora alus,” ujar salah satu peserta di sela kegiatan.
Pengakuan tersebut menjadi gambaran bagaimana perubahan emosi dapat langsung tertuang melalui goresan kuas. Perasaan senang, tenang, sedih maupun beban pikiran yang tersimpan dapat diekspresikan melalui karya visual.
Setelah sesi menggambar, kegiatan dilanjutkan dengan refleksi individu dan Focus Group Discussion (FGD). Dalam ruang yang dibangun sebagai tempat aman dan nyaman tersebut, para ibu saling berbagi cerita, keluh kesah, serta mendengarkan satu sama lain tanpa takut dihakimi.
Tim mahasiswa PPG BK UNISRI Kelompok 5 menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan pendekatan Bimbingan dan Konseling secara lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana ilmu Bimbingan dan Konseling dapat hadir langsung di tengah masyarakat. Lewat selembar totebag dan sapuan kuas, para ibu diajak menyadari bahwa merawat perasaan sendiri sama pentingnya dengan merawat keluarga dan lingkungan,” ungkap tim mahasiswa PPG BK UNISRI.
Suasana kekeluargaan yang terbangun selama proses refleksi dan diskusi menjadi salah satu capaian penting dalam kegiatan tersebut. Para peserta tidak hanya belajar mengenali emosinya sendiri, tetapi juga mendapatkan dukungan dari sesama anggota PKK.
Seluruh hasil karya peserta tidak langsung dibawa pulang. Totebag yang telah dihias akan dikumpulkan dan direncanakan dipamerkan dalam acara gelar karya pada November mendatang. Sebagai kenang-kenangan, setiap peserta menerima souvenir dari tim penyelenggara.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PPG BK UNISRI berharap kebiasaan mengenali dan mengekspresikan emosi dapat terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Pengurus PKK RW 11 juga didorong untuk mengintegrasikan sesi berbagi cerita maupun aktivitas kreatif sederhana dalam pertemuan rutin agar dukungan emosional antar anggota tetap terjaga.
Program ini sekaligus menjadi wujud penerapan ilmu mahasiswa PPG BK UNISRI melalui pengabdian langsung kepada masyarakat. Universitas Slamet Riyadi Surakarta terus mendorong mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. (Sofyan)
Baca juga: Murid Kelas IV SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Diajak Jadi Kreator Muda di Era Digital
Pendidikan
Sukses Ecoprint TK/BA Aisyiyah se-Kecamatan Sambi di PonpesMU Manafiul Ulum Canden
Boyolali – majalahlarise.com - Ratusan anak TK/BA Aisyiyah se-Kecamatan Sambi mengikuti kegiatan Ecoprint di Aula Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafiul Ulum Canden, Sambi, Boyolali, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 362 anak dan 31 guru dari TK/BA Aisyiyah se-Kecamatan Sambi. Ecoprint menjadi sarana edukatif yang tidak hanya mengenalkan kreativitas kepada anak-anak, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan melalui pemanfaatan daun dan bahan-bahan alami.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ‘Aisyiyah Bustanul Athfal ke-107 dan Milad Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) ke-29.
Sejak pagi, ratusan peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Anak-anak dengan penuh keceriaan belajar mengenal berbagai jenis daun yang dimanfaatkan untuk menghasilkan motif dan karya ecoprint.
Ketua PC IGABA Kecamatan Sambi, Mulyati, S.Pd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan Ecoprint menjadi sarana pembelajaran kreatif sekaligus mempererat silaturahmi antar TK/BA Aisyiyah di Kecamatan Sambi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Ecoprint tidak hanya menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak, tetapi juga memberikan pengalaman belajar kreatif serta memperkuat silaturahmi antar TK/BA Aisyiyah se-Kecamatan Sambi,” ujarnya.
Sementara itu, Mudir PonpesMU Manafiul Ulum Canden, Pujiono, menyambut baik terselenggaranya kegiatan Ecoprint di lingkungan pondok pesantren. Ia menilai pendidikan anak usia dini perlu dikembangkan melalui kegiatan yang menyenangkan, kreatif, serta mampu menumbuhkan karakter positif.
“Anak-anak harus dikenalkan dengan lingkungan, kreativitas, kerja sama, serta pembelajaran yang menggembirakan. Ecoprint menjadi salah satu media yang sangat baik untuk mengembangkan potensi tersebut,” jelasnya.
Menurut Pujiono, kegiatan semacam ini juga memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak untuk mengenal lingkungan sekitar melalui aktivitas yang sesuai dengan dunia mereka.
Dengan terselenggaranya kegiatan Ecoprint tersebut, diharapkan anak-anak TK/BA Aisyiyah se-Kecamatan Sambi semakin kreatif, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Kegiatan pun berlangsung meriah dan penuh kegembiraan. Ecoprint sukses, anak-anak gembira, guru berkreasi, serta silaturahmi antar keluarga besar TK/BA Aisyiyah se-Kecamatan Sambi semakin menguat. (Sofyan)
Baca juga: Murid Kelas IV SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Diajak Jadi Kreator Muda di Era Digital
Pendidikan
Murid Kelas IV SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Diajak Jadi Kreator Muda di Era Digital
Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 82 murid kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo memadati ruang aula sekolah setempat untuk mengikuti kegiatan parents' day dengan tema "Bijak Menggunakan Gawai, Jadilah Kreator Bukan Penonton", Sabtu (22/8/2026).
Program sekolah ini hadir sebagai ruang edukasi interaktif untuk membekali para murid dalam menghadapi dinamika dan tantangan perkembangan era digital sejak dini.
Koordinator tim kelas IV, Atit Nur Ariyanna, menyampaikan kegiatan ini dirancang untuk membuka wawasan murid mengenai fungsi gawai dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami berkomitmen berupaya menanamkan kesadaran kepada para murid bahwa teknologi seharusnya menjadi alat pendukung tumbuh kembang anak, bukan justru mengendalikan pola pikir dan perilaku mereka," terangnya.
Hadir sebagai narasumber sekaligus pakar psikolog, Jefri Reza Pahlevi yang memberikan warna tersendiri dalam menyampaikan materi parents' day dan literasi digital yang relevan dengan dunia anak-anak. Dalam pemaparannya, Jefri mengajak para murid mengenali serta memahami berbagai dampak negatif yang dapat ditimbulkan akibat penggunaan gawai yang tidak terkontrol. Pendekatan materi disampaikan melalui ilustrasi dan contoh nyata yang dekat dengan keseharian murid, sehingga pesan edukasi dapat tersampaikan secara efektif.
Tak hanya menekankan sisi batasan, Jefri juga memotivasi para murid untuk mengubah peran mereka dari sekadar konsumen pasif menjadi pribadi yang produktif. Murid didorong untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai sarana berkarya, belajar hal-hal baru, dan menciptakan berbagai konten positif yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Salah satu poin penting yang disosialisasikan dalam kegiatan ini adalah pengenalan rumus disiplin gawai 1-7-1. Melalui konsep ini, para murid diajarkan skema manajemen waktu yang ideal, yaitu 1 jam menggunakan gawai, dilanjutkan dengan 7 jam aktivitas nongawai, dan diperbolehkan kembali menggunakan gawai selama selama 1 jam berikutnya.
Selain masalah durasi, potensi bahaya dari ruang digital juga menjadi perhatian utama. Jefri juga menghimbau agar selalu waspada dan tidak sembarangan berkenalan dengan orang asing saat bermain game online. Langkah ini diterapkan untuk membentengi para murid dari ancaman kejahatan siber maupun tindakan yang tidak diinginkan.
Salah satu murid kelas IV, Genio Azzaheer Istiyawan tersadarkan wawasan digitalisasinya setelah mengikuti kegiatan parents' day kali ini.
"Ternyata tumbuh menjadi generasi digital tidak hanya cerdas dan bijak dalam memilah informasi, tetapi juga harus kreatif dan bertanggung jawab akan dampak di masa depan," ucapnya.
Rangkaian acara berlangsung sangat interaktif dan menyenangkan, para murid aktif menjawab berbagai pertanyaan dari narasumber, memberanikan diri berbagi pengalaman pribadi, hingga tekun menyelesaikan Lembar Kerja Murid (LKM). Keseruan acara semakin memuncak saat memasuki sesi pembagian hadiah, para murid yang berpartisipasi aktif mendapatkan apresiasi khusus dari paguyuban orang tua murid kelas IV. (Sofyan)
Prestasi
![]() |
| Wali Kota Surakarta Respati Ardi memberikan apresiasi kepada siswi kelas VI SD Negeri Mangkubumen Kidul Solo, Aisha Adelia Sintha Sugiar. |
Prestasi
![]() |
| Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMK Warga Surakarta, Nicholauda Januar Nugroho, S.Psi, berhasil meraih Juara 1 Lomba Konten Kreatif GAS MAS (Gerakan Bapak Seneng Momong Anak Solo). |
Inspiratif! Guru BK SMK Warga Surakarta Sabet Juara 1 Lomba Konten Kreatif GAS MAS, Koleksi 25 Trofi
SURAKARTA – majalahlarise.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kota Surakarta. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMK Warga Surakarta, Nicholauda Januar Nugroho, S.Psi, berhasil meraih Juara 1 Lomba Konten Kreatif GAS MAS (Gerakan Bapak Seneng Momong Anak Solo).
Piala dan sertifikat penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, di Taman Cerdas Kecamatan Jebres. Penyerahan penghargaan berlangsung berbarengan dengan kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi.
Prestasi tersebut menjadi bukti konsistensi Nicholauda dalam mengembangkan kreativitas di bidang pembuatan konten edukatif. Lomba Konten Kreatif GAS MAS sendiri mengangkat kampanye positif mengenai pentingnya peran ayah dalam mendampingi dan mengasuh anak.
GAS MAS merupakan program inovatif yang digagas Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, sekaligus menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Surakarta. Gerakan ini mendorong keterlibatan aktif para ayah dalam proses tumbuh kembang anak.
Berbekal latar belakang sebagai sarjana psikologi dan pendidik, Nicholauda berhasil mengemas pesan pengasuhan menjadi konten visual yang edukatif, menarik, dan menyentuh. Pendekatan tersebut mengantarkannya meraih posisi terbaik dalam kompetisi.
Kemenangan ini juga memperpanjang daftar prestasi Nicholauda di bidang pembuatan video edukasi dan kreatif. Sejak mulai aktif terjun ke dunia content creator pada tahun 2020, berbagai penghargaan tingkat lokal hingga nasional telah berhasil diraihnya.
“Kurang lebih 25 kali juara sudah saya raih,” ujar Nicholauda saat diwawancarai seusai menerima penghargaan.
Menurutnya, media sosial tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk menyampaikan pesan positif, edukasi, dan mengembangkan potensi diri.
Nicholauda pun mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak takut menunjukkan kemampuan yang dimiliki.
“Saya mengajak para warganet untuk selalu bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan takut untuk menunjukkan potensi yang dimiliki, karena kita tidak pernah tahu potensi atau peluang besar apa yang akan datang menyapa kita di masa depan,” imbuhnya.
Ia berharap semakin banyak generasi muda yang berani berkarya dan memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan positif. Kreativitas, menurutnya, perlu terus diasah agar dapat berkembang menjadi peluang yang bermanfaat.
Keberhasilan Nicholauda menjadi inspirasi bagi para tenaga pendidik dan generasi muda di Surakarta. Prestasinya membuktikan seorang guru tidak hanya berperan dalam mendampingi siswa di lingkungan sekolah, tetapi juga mampu berkontribusi melalui karya kreatif yang membawa pesan edukatif kepada masyarakat luas.
Dengan koleksi sekitar 25 trofi kejuaraan, Nicholauda terus menunjukkan semangat untuk berkarya, menyebarkan narasi positif, serta mengoptimalkan media sosial sebagai ruang berekspresi yang edukatif dan bermanfaat. (Sofyan)
Baca juga: Juara Lomba Karnaval HUT RI ke-81 SD Muhammadiyah PK Banyudono Diumumkan
Pendidikan
SD Muhammadiyah 1 Solo Peringati Maulid Nabi, Tanamkan Akhlak Rasulullah Sejak Dini
SOLO - majalahlarise.com - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah, memperbanyak selawat, serta mengimplementasikan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah.
Pesan tersebut disampaikan Pembina Upacara, Dwi Jatmiko, di hadapan ratusan siswa dan guru dalam upacara sekaligus menyongsong peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Senin (24/8/2026).
Dalam amanatnya, Dwi Jatmiko menyampaikan Rasulullah SAW merupakan figur teladan sepanjang masa. Upacara yang berlangsung khidmat tersebut diikuti seluruh jajaran guru, tenaga kependidikan, serta para murid dengan penuh antusiasme.
Meneladani Nabi Muhammad SAW, menurutnya, bukan sekadar memahami teori tentang kesempurnaan moral, melainkan harus diwujudkan melalui praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagi seorang siswa, meneladani Rasulullah dapat dimulai dari hal-hal yang dekat dengan rutinitas harian. Datang ke sekolah tepat waktu, belajar penuh semangat, disiplin menjalankan salat lima waktu, serta menjaga adab dan sopan santun kepada orang tua dan bapak-ibu guru,” ujar Dwi Jatmiko.
Guru Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab tersebut menambahkan, pembentukan karakter anak didik juga tercermin melalui kedisiplinan dalam menjaga kebersihan dan lingkungan.
Para siswa diimbau untuk membuang sampah pada tempatnya, memahami perbedaan sampah organik dan anorganik, serta menjaga kebersihan sanitasi dengan menggunakan toilet secara tertib dan menyiramnya hingga bersih setelah digunakan.
“Menjaga kebersihan juga merupakan bagian dari pembiasaan akhlak mulia. Hal-hal kecil yang dilakukan secara disiplin akan membentuk karakter positif dalam diri anak,” jelasnya.
Tak hanya membangun habituasi positif di lingkungan sekolah, momentum Maulid Nabi juga dimanfaatkan untuk memupuk kepekaan sosial para siswa terhadap sesama.
Dwi Jatmiko mengajak para murid untuk mengasah rasa empati dengan peduli dan membantu saudara-saudara yang membutuhkan, termasuk menunjukkan kepedulian kepada warga terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurutnya, keteladanan dapat dibangun dari kebiasaan baik setiap hari, seperti berani mengakui kesalahan, mau mendengar masukan, serta terus berupaya memperbaiki diri.
“Semangat inilah yang ingin kita tanamkan agar lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan peduli terhadap sesama,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Dwi Jatmiko juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana bagi korban gempa bumi di NTT.
“Kami mengucapkan Jazakumullahu Khairan Katsiran kepada seluruh keluarga sekolah yang telah berdonasi untuk saudara kita yang terdampak bencana gempa bumi di NTT sebanyak Rp7.103.500. Semoga setiap rupiah yang diinfakkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Juara Lomba Karnaval HUT RI ke-81 SD Muhammadiyah PK Banyudono Diumumkan
Pendidikan
![]() |
| Para juara Lomba Karnaval HUT RI ke-81 SD Muhammadiyah PK Banyudono. |
Juara Lomba Karnaval HUT RI ke-81 SD Muhammadiyah PK Banyudono Diumumkan
BANYUDONO - majalahlarise.com - Semarak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono semakin meriah dengan diumumkannya para juara Lomba Karnaval. Pengumuman dilaksanakan pada Senin (24/8/2026), bersamaan dengan pelaksanaan Upacara Bendera Hari Senin.
Pengumuman hasil perlombaan disampaikan langsung oleh Ketua Panitia, Ustadz Sannang, S.Pd.I. Seluruh peserta sebelumnya telah menampilkan berbagai kreasi dalam karnaval kemerdekaan dengan mengedepankan kekompakan, kreativitas, dan inovasi.
Pada kategori Kekompakan, Juara I diraih Kelas 6A dengan perolehan 280 poin. Juara II diraih Kelas 3B dengan 275 poin, sedangkan Juara III ditempati Kelas 5B dengan 270 poin.
Sementara pada kategori Kreatif, Kelas 1B berhasil meraih Juara I dengan 270 poin. Posisi Juara II diraih Kelas 2B dengan 262 poin dan Juara III diraih Kelas 5C dengan 260 poin.
Untuk kategori Inovasi, Kelas 3D keluar sebagai Juara I dengan perolehan 264 poin. Kelas 6C meraih Juara II dengan 251 poin, sedangkan Kelas 4C menempati posisi Juara III dengan 250 poin.
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, S.Pd., S.Si., MM, menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa, guru, serta panitia yang telah berpartisipasi dan menyukseskan kegiatan karnaval dalam rangka memperingati HUT RI ke-81.
Menurut Pujiono, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa. Melalui karnaval, anak-anak belajar membangun kerja sama, mengembangkan kreativitas, menumbuhkan keberanian, serta memperkuat semangat cinta tanah air.
“Yang terpenting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak belajar bekerja sama, berkreasi, dan menikmati proses dalam mengisi kemerdekaan,” ujar Pujiono.
Pengumuman para juara pun disambut antusias oleh seluruh warga SD Muhammadiyah PK Banyudono. Suasana penuh semangat terlihat saat nama-nama pemenang diumumkan di hadapan para siswa.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk terus menanamkan nilai-nilai perjuangan dan semangat kemerdekaan kepada generasi muda. Melalui berbagai kegiatan positif, siswa tidak hanya diajak mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga belajar mengisi kemerdekaan dengan prestasi, kreativitas, dan kebersamaan sebagai bekal menjadi calon pemimpin bangsa di masa depan.(Sofyan)
Baca juga: Beat of Confidence, Musik Bangun Percaya Diri Anak Indonesia
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...











