Murid belajar memanfaatkan limbah plastik menjadi akuarium mini sekaligus mengenal konsep ekosistem air secara langsung.


    Sulap Galon Bekas Jadi Minipond, 66 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Belajar Peduli Lingkungan

    SURAKARTA – majalahlarise.com – Sebanyak 66 murid kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Parents’ Day bertajuk “Kreasi Minipond Ekosistem dari Galon Bekas” di hall sekolah, Rabu (28/10/2026). Melalui kegiatan kreatif ini, murid belajar memanfaatkan limbah plastik menjadi akuarium mini sekaligus mengenal konsep ekosistem air secara langsung.

    Kegiatan yang melibatkan paguyuban orang tua murid ini menjadi sarana pembelajaran berbasis praktik untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Dengan pendampingan orang tua, para murid mengolah galon bekas menjadi wadah ekosistem mini yang dirangkai dan dihias sesuai kreativitas masing-masing.

    Melalui aktivitas tersebut, murid tidak hanya belajar tentang pemanfaatan kembali barang bekas, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenal hubungan antara komponen dalam ekosistem air. Pembelajaran dikemas secara menyenangkan agar materi yang diperoleh di kelas lebih mudah dipahami melalui pengalaman nyata.

    Salah satu murid, Aisya Khairana Aslamsyah, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut bersama teman-teman dan orang tuanya. Menurutnya, membuat akuarium mini dari galon bekas menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.

    “Aku senang banget ikut kegiatan ini karena bisa belajar langsung bikin akuarium mini dari galon bekas bareng teman-teman dan orang tua,” ujar Aisya.

    Kegiatan Parents’ Day ini juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran di sekolah. Kolaborasi tersebut memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kreativitas, bekerja sama, serta belajar menyelesaikan tugas melalui kegiatan praktik.

    Guru SD Muhammadiyah PK Kottabarat, Agus Supardi, menjelaskan kegiatan Parents’ Day merupakan salah satu bentuk kemitraan pembelajaran yang melibatkan orang tua murid. Sinergi antara sekolah dan keluarga dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang anak, termasuk dalam mengembangkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

    “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kemitraan pembelajaran bersama orang tua murid. Melalui kolaborasi ini, kita ingin membangun sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang serta kreativitas anak,” ungkap Agus.

    Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam kegiatan pembelajaran memberikan pengalaman berbeda bagi murid. Anak-anak dapat belajar bersama keluarga sekaligus menerapkan pengetahuan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    Pemanfaatan galon bekas dalam kegiatan ini juga memperkenalkan pentingnya mengurangi sampah plastik dengan cara yang kreatif dan bermanfaat. Barang yang sebelumnya tidak terpakai dapat diolah kembali menjadi media pembelajaran yang menarik, sehingga murid memperoleh pemahaman mengenai praktik penggunaan kembali barang bekas atau reuse.

    Selain mengasah keterampilan, proses pembuatan minipond mendorong murid untuk mengamati, berkreasi, dan memahami lingkungan melalui pengalaman langsung. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun kebiasaan positif dalam memanfaatkan barang bekas serta menjaga kelestarian lingkungan.

    SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kepedulian murid terhadap lingkungan sejak usia dini. Pengalaman belajar bersama orang tua juga diharapkan memperkuat hubungan keluarga dan sekolah dalam mendukung pendidikan anak.

    Melalui kreasi sederhana dari galon bekas, pembelajaran lingkungan menjadi lebih dekat dengan kehidupan murid. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan kolaborasi sekolah dan keluarga dapat menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif, menyenangkan, serta memberikan manfaat bagi pembentukan karakter peduli lingkungan. (Sofyan)


    Baca juga: Semangat Sumpah Pemuda Berbuah Prestasi, SMPN 2 Giritontro Borong Lima Penghargaan Wawasan Kebangsaan

    Kontingen SMPN 2 Giritontro berhasil memborong lima penghargaan dari tiga kategori perlombaan.


    Semangat Sumpah Pemuda Berbuah Prestasi, SMPN 2 Giritontro Borong Lima Penghargaan Wawasan Kebangsaan

    Wonogiri – majalahlarise.com  – Semangat Hari Sumpah Pemuda membawa kebanggaan bagi keluarga besar SMP Negeri 2 Giritontro. Dalam ajang Lomba Wawasan Kebangsaan tingkat Sub Rayon 03 Baturetno yang digelar di SMP Negeri 1 Baturetno, Rabu (28/10/2026), kontingen SMPN 2 Giritontro berhasil memborong lima penghargaan dari lima kategori perlombaan.

    Lima penghargaan tersebut menjadi bukti kemampuan siswa dalam memahami wawasan kebangsaan sekaligus mengembangkan keberanian, keterampilan, dan rasa percaya diri. Prestasi ini juga menjadi momentum untuk menguatkan nilai-nilai Pancasila, kecintaan terhadap konstitusi, serta semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

    Lomba Wawasan Kebangsaan tersebut diikuti siswa SMP negeri maupun swasta se-Sub Rayon 03 Baturetno. Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman pelajar tentang kehidupan berbangsa dan bernegara sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter, berjiwa nasionalis, dan menghargai keberagaman.

    Ketua panitia, Marsudhi Wibowo, S.H., menjelaskan terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Pengucapan Undang-Undang Dasar 1945, Lomba Cerdas Cermat (LCC), dan Orasi Kebangsaan.

    Menurut Marsudhi, setiap kategori memiliki tujuan pendidikan yang berbeda. Pengucapan UUD 1945 mendorong siswa memahami dan mencintai konstitusi negara. LCC menguji pengetahuan serta ketangkasan berpikir peserta mengenai wawasan kebangsaan. Sementara itu, Orasi Kebangsaan menjadi wadah bagi pelajar untuk menyampaikan gagasan, melatih keberanian berbicara di depan umum, dan menyuarakan pentingnya menjaga persatuan.

    “Harapan kami, melalui kegiatan ini, para siswa semakin mencintai Tanah Air, memahami wawasan kebangsaan, serta mampu menerapkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kegiatan ini terus berkembang dan menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah untuk meningkatkan prestasi sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter,” ungkapnya.

    Marsudhi menjelaskan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pendidikan karakter. Melalui perlombaan ini, siswa diharapkan semakin memahami sejarah perjuangan bangsa, menghargai keberagaman, dan memiliki tanggung jawab dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Dalam kompetisi tersebut, kontingen SMPN 2 Giritontro berhasil meraih lima penghargaan, yaitu:

    1. Juara II Putra kategori Pengucapan UUD 1945.

    2. Juara III kategori Lomba Cerdas Cermat (LCC).

    3. Juara Harapan I Putri kategori Pengucapan UUD 1945.

    4. Juara Harapan II Putri kategori Orasi Kebangsaan.

    5. Juara Harapan I Putra kategori Orasi Kebangsaan.

    Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras, kesungguhan, dan persiapan para siswa dalam mengikuti kompetisi. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan kemampuan peserta didik SMPN 2 Giritontro dalam mengembangkan potensi diri, baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan menyampaikan gagasan kebangsaan.

    Kepala SMPN 2 Giritontro, Retno Wulandari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada para siswa yang telah berjuang membawa nama baik sekolah.

    Menurut Retno, raihan lima penghargaan tersebut merupakan pencapaian positif yang patut disyukuri. Namun, nilai penting dari keikutsertaan dalam perlombaan tidak hanya terletak pada penghargaan yang diperoleh, tetapi juga pada pengalaman belajar, pembentukan mental kompetitif, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan tanggung jawab.

    “Kami sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras anak-anak yang telah mengikuti lomba dengan sungguh-sungguh. Raihan lima penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus mengembangkan potensi dan meningkatkan prestasi. Kami berharap ke depan anak-anak dapat meraih hasil yang lebih baik lagi,” tuturnya.

    Retno berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bangsa dan negara. Di tengah perkembangan zaman, menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu dibekali pemahaman kebangsaan, sikap toleran, semangat gotong royong, dan karakter yang kuat.

    Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober menjadi pengingat pentingnya peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa. Semangat tersebut tercermin dalam partisipasi para pelajar yang berani berkompetisi sekaligus menunjukkan pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.

    Raihan lima penghargaan ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh siswa SMPN 2 Giritontro untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan berprestasi di berbagai bidang. Lebih dari sekadar membawa pulang penghargaan, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk generasi penerus bangsa yang cerdas, berintegritas, berkarakter, dan memiliki semangat nasionalisme yang kuat. (Sofyan)


    Baca juga: Ketua IPSI Sukoharjo Semangat Sumpah Pemuda Harus Diwujudkan melalui Prestasi dan Persatuan



    Ketua IPSI Sukoharjo Semangat Sumpah Pemuda Harus Diwujudkan melalui Prestasi dan Persatuan

    SUKOHARJO – majalahlarise.com – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 menjadi momentum untuk memperkuat nasionalisme, persatuan, dan pembentukan karakter generasi muda. Semangat patriotik, kegigihan, dan empati perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk dalam bidang olahraga dan pelestarian budaya bangsa.

    Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sukoharjo, Murjono, menjelaskan pencak silat memiliki peran penting dalam membina generasi muda. Selain menjadi cabang olahraga untuk meraih prestasi, pencak silat juga menjadi sarana pendidikan karakter sekaligus pelestarian budaya Indonesia.

    “Ikrar Sumpah Pemuda tahun 1928 adalah tonggak persatuan bangsa. Nilai-nilainya harus terus ditanamkan kepada generasi penerus agar tidak kehilangan jati diri di tengah perkembangan zaman,” ujar Murjono.

    Menurutnya, pencak silat mengajarkan nilai-nilai luhur, seperti kedisiplinan, sportivitas, keberanian, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada sesama. Nilai tersebut menjadi bekal bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri, berkompetisi secara sehat, serta menjaga persaudaraan di tengah keberagaman.

    IPSI Kabupaten Sukoharjo terus mendorong pembinaan pesilat sejak usia dini. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, anak-anak dan remaja memiliki ruang positif untuk mengasah bakat, meningkatkan kedisiplinan, serta membangun mental juara tanpa mengabaikan sikap saling menghormati.

    Murjono menjelaskan, semangat patriotik, gigih, dan berempati selaras dengan nilai-nilai dalam pencak silat. Patriotisme diwujudkan melalui pengabdian kepada tanah air, kegigihan ditunjukkan dengan tidak mudah menyerah dalam berlatih dan berjuang, sedangkan empati tercermin dari kepedulian terhadap sesama.

    Seorang pesilat, lanjutnya, tidak hanya dituntut mampu meraih kemenangan dalam pertandingan, tetapi juga harus menjunjung tinggi sportivitas dan menghormati lawan.

    “Persaingan jangan sampai memecah belah, melainkan jadi dorongan untuk berkembang bersama,” tegas Murjono.

    Ia menambahkan, peringatan Hari Sumpah Pemuda perlu menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan memiliki kepedulian sosial. Pembentukan karakter tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi juga melalui organisasi kepemudaan, olahraga, seni budaya, serta berbagai kegiatan sosial.

    Murjono berharap generasi muda di Kabupaten Sukoharjo dapat mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, mengembangkan kemampuan, meraih prestasi, dan aktif menjaga persatuan. Menurutnya, prestasi yang diraih dengan menjunjung nilai persaudaraan akan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan bangsa.

    “Peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar seremonial. Mari kita wujudkan lewat prestasi dan persatuan, salah satunya melalui pencak silat sebagai wadah melahirkan generasi muda yang cinta budaya dan siap berkontribusi untuk Indonesia,” pungkasnya. (Udin/ Sofyan)


    Baca juga: Upacara Sumpah Pemuda SD Muhammadiyah PK Banyudono Diwarnai Aksi Ikrar Pohon Komitmen


    Siswa kelas I hingga VI bersama bapak dan ibu guru mengikuti upacara di halaman sekolah yang diwarnai aksi Ikrar Pohon Komitmen.


    Upacara Sumpah Pemuda SD Muhammadiyah PK Banyudono Diwarnai Aksi Ikrar Pohon Komitmen

    Boyolali – majalahlarise.com – Peringatan Hari Sumpah Pemuda di SD Muhammadiyah PK Banyudono, Rabu (28/10/2026), berlangsung edukatif dan penuh makna. Sebanyak 583 siswa kelas I hingga VI bersama bapak dan ibu guru mengikuti upacara di halaman sekolah yang diwarnai aksi Ikrar Pohon Komitmen sebagai upaya menanamkan karakter positif, semangat persatuan, dan cinta tanah air sejak dini.

    Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga mengajak siswa menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda ke dalam perilaku sehari-hari. Melalui Pohon Komitmen, setiap siswa menuliskan janji untuk melakukan kebaikan, seperti bersikap jujur, berbicara sopan, tidak membuli teman, menjaga kebersihan, dan menghormati sesama.

    Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Ust. Pujiono, selaku pembina upacara, menyampaikan amanah bertajuk “Pohon Komitmen Sumpah Pemuda: Satu Janji, Satu Aksi, Sejuta Harapan.” Dalam pesannya, ia mengajak siswa menjadikan pohon tersebut sebagai simbol pertumbuhan karakter yang berakar dalam hati dan terlihat melalui tindakan nyata.

    “Setiap dari kalian akan menuliskan satu-dua janji pada selembar daun, lalu menempelkannya di pohon ini. Ada yang berjanji, ‘Saya akan menjaga kebersihan.’ Ada yang berjanji, ‘Saya tidak akan mengejek teman.’ Ada pula yang berjanji, ‘Saya berani berkata jujur, meskipun tidak ada yang melihat,’” pesannya.

    Pujiono mengingatkan, janji yang dituliskan siswa tidak boleh berhenti sebagai hiasan dalam kegiatan peringatan. Komitmen tersebut harus diwujudkan melalui kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat.

    “Janji yang hanya menempel di pohon tidak akan mengubah Indonesia. Janji yang hidup dalam perilakulah yang akan mengubah masa depan bangsa,” tegasnya.

    Menurut Pujiono, para pemuda yang mengikrarkan Sumpah Pemuda pada 1928 telah memberikan teladan tentang pentingnya persatuan dalam membangun bangsa. Generasi muda saat ini dapat melanjutkan semangat tersebut melalui tindakan sederhana, seperti menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, rajin belajar, berani berbuat baik, serta menjaga adab dalam pergaulan.

    Melalui aksi Pohon Komitmen, siswa secara bergantian membacakan ikrar kebaikan yang telah ditulis pada lembaran berbentuk daun, kemudian menempelkannya pada pohon yang telah disiapkan panitia. Setiap ikrar menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan kesungguhan.

    Ketua Panitia, Siti Munawaroh, S.Sos., bersama tim panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung, di antaranya lomba menyanyi lagu nasional. Kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme sekaligus mengajak siswa mengenal dan menghayati semangat kebangsaan melalui aktivitas yang menyenangkan.

    Pujiono berharap, peringatan Hari Sumpah Pemuda melalui Pohon Komitmen tidak sekadar meninggalkan dokumentasi kegiatan atau kemeriahan sesaat. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi awal tumbuhnya budaya positif di lingkungan sekolah, terutama dalam membangun kejujuran, kepedulian, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan.

    “Sebab Indonesia tidak hanya membutuhkan generasi yang pandai bercita-cita, tetapi generasi yang berani menepati janji,” ungkapnya.

    Peringatan tersebut sejalan dengan semangat SD Muhammadiyah PK Banyudono sebagai "Sekolahnya Calon Pemimpin Bangsa” yang berkomitmen membentuk siswa saleh, cerdas, kreatif, dan mandiri.

    Menutup amanahnya, Pujiono mengajak seluruh siswa menjadikan nilai-nilai keimanan, adab, dan ilmu sebagai landasan dalam berkarya serta berkontribusi bagi bangsa.

    “Berakar dalam iman dan adab, bertumbuh dalam ilmu, berbuat untuk Indonesia!” serunya.

    Melalui Pohon Komitmen, semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak hanya dikenang setiap 28 Oktober, tetapi juga tumbuh dalam sikap dan tindakan nyata seluruh warga sekolah. Dengan demikian, nilai persatuan, tanggung jawab, dan cinta tanah air dapat menjadi bagian dari karakter generasi muda yang siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. (Sofyan)


    Baca juga: Tumbuhkan Nasionalisme, Siswa SD Negeri Bromantakan Surakarta Ekspresikan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Kartu Pos



    Tumbuhkan Nasionalisme, Siswa SD Negeri Bromantakan Surakarta Ekspresikan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Kartu Pos

    SURAKARTA – majalahlarise.com – Menumbuhkan rasa cinta tanah air dapat dilakukan melalui berbagai cara kreatif, salah satunya dengan menggambar. Sekitar 100 siswa SD Negeri Bromantakan Surakarta menuangkan ide, pesan persatuan, dan semangat nasionalisme melalui media kartu pos dalam kegiatan bertajuk Satu Kartu Pos Sejuta Semangat Pemuda untuk Indonesia di kawasan pedestrian Ngarsopura, Solo, Selasa (27/10/2026).

    Kegiatan yang diinisiasi Komunikotavisual bekerja sama dengan SD Negeri Bromantakan Surakarta ini digelar untuk menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap 28 Oktober. Para siswa kelas IV hingga VI tampak antusias menggambar menggunakan beragam alat, seperti pastel, spidol, dan pensil warna.

    Kegiatan menggambar di ruang publik tersebut menghadirkan suasana belajar yang berbeda dari aktivitas di dalam kelas. Para siswa bebas mengekspresikan gagasan melalui gambar dan tulisan di atas kartu pos. Setelah menyelesaikan karyanya, mereka memajang kartu pos dengan menggantungkannya pada tali, berdampingan dengan karya teman-temannya.

    Sejumlah siswa terlihat mengamati hasil karya satu sama lain dan berdiskusi mengenai gambar bertema Sumpah Pemuda. Beragam pesan dan visual yang dihasilkan menjadi bentuk ekspresi anak-anak dalam memaknai semangat persatuan, nasionalisme, serta cinta tanah air.

    Anggota Komunikotavisual, Evy Widyaningsih, mengungkapkan kegiatan tersebut menjadi media alternatif bagi siswa untuk berekspresi dan menuangkan ide melalui aktivitas menggambar.

    “Kegiatan ini sebagai media alternatif bagi siswa untuk berekspresi dan menuangkan ide melalui aktivitas menggambar,” ungkap Evy.

    Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengembangkan kreativitas, tetapi juga diajak mengenal nilai-nilai sejarah yang melatarbelakangi peringatan Hari Sumpah Pemuda. Pesan tentang persatuan dan semangat generasi muda dituangkan dalam karya sederhana yang dapat dinikmati oleh masyarakat di ruang publik.

    Kepala SD Negeri Bromantakan Surakarta, Faridha Isnaini, menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan kreativitas para siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut.

    “Kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada siswa kelas IV hingga VI yang telah menyambut Hari Sumpah Pemuda dengan penuh semangat dan kreativitas melalui menggambar kartu pos. Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk menuangkan ide, kreativitas, rasa cinta tanah air, serta semangat persatuan melalui karya sederhana yang penuh makna,” ujar Faridha.

    Ia berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran yang mendorong tumbuhnya karakter positif pada diri siswa.

    “Harapannya, kegiatan positif ini terus dikembangkan untuk menumbuhkan generasi muda yang kreatif, percaya diri, berkarakter, menghargai keberagaman, dan menjunjung tinggi nilai persatuan,” tambahnya.

    Melalui Satu Kartu Pos Sejuta Semangat Pemuda untuk Indonesia, peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi siswa untuk belajar menyampaikan pesan kebangsaan dengan cara yang menyenangkan. Karya-karya yang dipajang di kawasan Ngarsopura juga memperlihatkan kreativitas anak-anak sekaligus menjadi pengingat pentingnya menanamkan semangat persatuan dan cinta tanah air sejak dini. (Sofyan)


    Baca juga: Berkebun Melon Premium, Astrid Widayani Apresiasi Inovasi Proklim Cerlang Berseri Norowangsan



    Berkebun Melon Premium, Astrid Widayani Apresiasi Inovasi Proklim Cerlang Berseri Norowangsan

    SURAKARTA – majalahlarise.com – Program Kampung Iklim (Proklim) Cerlang Berseri Norowangsan, Kota Surakarta, mengembangkan budidaya melon premium melalui fasilitas greenhouse sebagai upaya mendorong pertanian perkotaan (urban farming), pemberdayaan masyarakat, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, Selasa (27/10/2026).

    Apresiasi tersebut disampaikan Astrid saat mengunjungi Proklim Cerlang Berseri bersama perwakilan PT Astra Daihatsu yang turut mendukung keberlanjutan program lingkungan berbasis masyarakat melalui penyediaan fasilitas greenhouse.

    Astrid menjelaskan, Proklim Cerlang Berseri menjadi salah satu contoh inisiatif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memanfaatkan keterbatasan lahan di kawasan perkotaan agar lebih produktif dan memberikan nilai tambah.

    “Kami mengapresiasi program berkelanjutan dari Proklim Cerlang Berseri di Surakarta. Hari ini kami bersama PT Astra Daihatsu yang turut mendukung keberlanjutan program tersebut melalui penyediaan greenhouse,” ujar Astrid.

    Menurut Astrid, keberadaan greenhouse diharapkan dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk mengembangkan pertanian perkotaan. Meskipun berada di tengah kota dengan keterbatasan lahan, warga tetap dapat melakukan kegiatan bercocok tanam dengan memanfaatkan ruang yang tersedia.

    Selain menghasilkan produk pertanian bernilai ekonomi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas pemanfaatan ruang terbuka hijau dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

    Astrid juga mengingatkan pentingnya mengintegrasikan kegiatan pertanian perkotaan dengan edukasi pengelolaan sampah. Menurutnya, kebiasaan memilah dan mengolah sampah perlu dibangun sejak dari sumbernya, terutama di lingkungan rumah tangga.

    “Edukasi pengolahan dan pemilahan sampah harus dimulai dari hulu, mulai dari rumah tangga. Mudah-mudahan program ini dapat terus berkelanjutan, memberikan manfaat, dan membawa dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.

    Sementara itu, perwakilan Proklim Cerlang Berseri, Suprayitno, menjelaskan bantuan dari Astra menjadi kesempatan bagi kelompok masyarakat untuk mengembangkan kegiatan produktif melalui pertanian perkotaan.

    Ia mengatakan, kelompok masyarakat sempat mendapatkan pilihan untuk membudidayakan sayuran atau buah-buahan. Setelah melakukan diskusi bersama tim, mereka sepakat memilih tanaman buah karena dinilai memiliki potensi ekonomi yang lebih menjanjikan.

    “Awalnya kami mendapatkan bantuan dari Astra untuk membuat greenhouse. Kemudian kami ditawari pilihan untuk menanam sayuran atau buah. Setelah berdiskusi dengan tim, akhirnya kami sepakat menanam buah karena dinilai lebih ekonomis,” jelas Suprayitno.

    Pengelolaan kebun melon premium tersebut direncanakan dilakukan secara bergantian agar kegiatan budidaya dapat berjalan secara berkesinambungan. Keterlibatan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan unsur masyarakat lainnya juga diharapkan mampu memperkuat kemandirian dalam mengelola fasilitas yang telah tersedia.

    Melalui pengembangan budidaya melon premium, Proklim Cerlang Berseri Norowangsan diharapkan menjadi contoh pemanfaatan lahan perkotaan yang produktif. Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kegiatan ekonomi berbasis lingkungan.

    Sinergi pemerintah daerah, dunia usaha, dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program tersebut. Dengan pengelolaan yang baik, urban farming diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menumbuhkan kesadaran warga untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.(Udin/ Sofyan)


    Baca juga: Ketua YPPP Veteran Sukoharjo Bangga, Produk Univet Bantara dan SMK Veteran 1 Sukoharjo Tembus Pasar Internasional, Motor Listrik Dilirik Senegal hingga Produk Pangan Masuk Penjajakan Ritel Nasional

    Menteri Perdagangan RI Budi Santoso saat naik motor listrik produk SMK Veteran 1 Sukoharjo di stand pameran.


    Ketua YPPP Veteran Sukoharjo Bangga, Produk Univet Bantara dan SMK Veteran 1 Sukoharjo Tembus Pasar Internasional, Motor Listrik Dilirik Senegal hingga Produk Pangan Masuk Penjajakan Ritel Nasional

    SUKOHARJO – majalahlarise.com - Yayasan Pembina Pendidikan Perguruan (YPPP) Veteran Sukoharjo bersama Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) dan SMK Veteran Sukoharjo memperkenalkan sejumlah produk unggulan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 dan Pangan Nusa 2026 yang digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, keikutsertaan ini membuka peluang pemasaran produk hasil karya lembaga pendidikan dan UMKM binaan ke pasar nasional maupun internasional.

    Dalam pameran tersebut, YPPP Veteran dan Univet Bantara memperoleh tiga booth di TEI 2026 untuk menampilkan Vetsatech Sparepart dan Motor Listrik, briket Veteran Eco Charcoal Nusantara, serta Ecoprint Veteran. Sementara itu, pada Pangan Nusa 2026, dua booth digunakan untuk memamerkan produk pangan lokal, yakni Intip Goreng Mbah Yati dan Nastar Ineffable Kitch.

    Sejumlah produk tersebut mendapatkan respons positif dari pengunjung dan calon mitra bisnis. Sepeda motor listrik menarik minat calon pembeli dari Senegal dengan potensi permintaan hingga 1.000 unit. Produk briket juga dilirik calon pembeli dari berbagai negara, sedangkan intip dan nastar memperoleh peluang pemasaran melalui jaringan ritel modern nasional.

    Pengurus YPPP Veteran Sukoharjo saat foto bersama dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 dan Pangan Nusa 2026 yang digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.


    Ketua YPPP Veteran Sukoharjo, Sadewo Suharto, menyampaikan kebanggaannya atas keikutsertaan Univet Bantara dan SMK Veteran dalam pameran internasional tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi lembaga untuk memperkenalkan produk hasil karya sendiri sekaligus mengukur respons pasar terhadap produk yang dikembangkan.

    “Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan membanggakan bagi yayasan. Produk yang dihasilkan SMK maupun UMKM binaan ternyata menarik perhatian pengunjung, bahkan ada yang diminati calon pembeli dari luar negeri,” ungkap Sadewo saat ditemui di ruang kerjanya di lingkungan yayasan.

    Ia menjelaskan, salah satu peluang yang menarik perhatian adalah permintaan dari calon pembeli Senegal terhadap sepeda motor listrik hingga 1.000 unit. Namun, rencana tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan kemampuan produksi SMK, kesesuaian spesifikasi kendaraan, serta kebutuhan pasar di negara tujuan.

    Menteri Perdagangan RI Budi Santoso saat menyampaikan sambutan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 dan Pangan Nusa 2026.


    Selain Senegal, sepeda motor listrik juga mendapatkan respons dari sejumlah calon pembeli dalam negeri, di antaranya dari Jambi dan Banjarnegara. Peluang tersebut akan ditindaklanjuti dengan pembahasan mengenai spesifikasi, kapasitas produksi, dan mekanisme pemesanan agar kebutuhan pasar dapat dipenuhi secara realistis.

    “Permintaan dalam jumlah besar tentu menjadi peluang yang baik. Namun, kami juga harus memperhitungkan kemampuan produksi dan memastikan spesifikasi produk sesuai dengan kebutuhan pembeli. Kami ingin kerja sama yang dibangun benar-benar dapat direalisasikan,” jelasnya.

    Produk briket Veteran Eco Charcoal Nusantara turut menarik perhatian calon pembeli dari pasar internasional. Berbagai bahan baku, seperti serabut kelapa, batok kelapa, dan serbuk gergaji, menjadi bagian dari potensi pengembangan produk yang ditawarkan kepada pasar.

    Meski demikian, Sadewo menjelaskan, yayasan masih mempelajari mekanisme ekspor, biaya pengiriman, serta kepastian permintaan dari calon mitra. Sebagian calon pembeli yang menghubungi masih berstatus broker atau perantara sehingga diperlukan proses verifikasi sebelum masuk ke tahap transaksi.

    Untuk sementara, yayasan tetap memprioritaskan pengembangan pasar domestik sembari mempersiapkan peluang ekspor secara bertahap. Penjajakan dengan calon pembeli dari berbagai negara di Afrika, Timur Tengah, dan Asia Timur akan ditindaklanjuti dengan mempertimbangkan kelayakan usaha dan kepastian pemesanan.

    Di sektor pangan, Intip Goreng Mbah Yati dan Nastar Ineffable Kitch juga mendapatkan peluang untuk memperluas pemasaran melalui jaringan ritel modern. Penjajakan kerja sama dilakukan melalui pertemuan bisnis atau business matching yang mempertemukan produsen dengan calon mitra distribusi dan jaringan perdagangan.

    Sadewo menjelaskan, yayasan masih mempertimbangkan skema kerja sama yang paling sesuai, terutama terkait sistem pembelian langsung dan konsinyasi atau titip jual. Pembelian langsung dinilai lebih memberikan kepastian bagi produsen dibandingkan sistem konsinyasi yang berpotensi menimbulkan kerugian apabila produk tidak terjual dan dikembalikan.

    “Kami ingin memperluas pemasaran, tetapi skema kerja samanya juga harus diperhitungkan dengan baik. Kami berharap produk bisa diterima pasar dan kerja sama yang terjalin memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kepastian pesanan dari calon mitra diperkirakan mulai terlihat dalam satu hingga dua bulan setelah pameran. Karena itu, komunikasi dan tindak lanjut menjadi bagian penting untuk memastikan peluang yang muncul selama pameran dapat berkembang menjadi transaksi nyata.

    Pembina YPPP Veteran Sukoharjo, Bambang Margono juga menyampaikan kebanggaannya atas respons pengunjung terhadap produk yang dibawa Univet Bantara, SMK Veteran, dan UMKM binaan yayasan.

    Menurut Bambang, keikutsertaan dalam TEI 2026 dan Pangan Nusa 2026 memberikan pengalaman penting bagi lembaga pendidikan untuk mengenalkan produk sekaligus membangun jejaring bisnis. Ketertarikan calon pembeli dari dalam dan luar negeri menjadi modal awal untuk memperluas pemasaran.

    Ia menjelaskan, permintaan sepeda motor listrik dari Senegal hingga 1.000 unit perlu ditindaklanjuti dengan kajian kapasitas produksi dan penyesuaian spesifikasi kendaraan. Kendaraan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi jalan serta kebutuhan operasional di wilayah tujuan agar produk yang ditawarkan benar-benar memenuhi harapan pembeli.

    Selain itu, sejumlah kabupaten di Indonesia juga menunjukkan ketertarikan terhadap sepeda motor listrik. Bambang menyebut terdapat calon pembeli dari 17 negara serta 11 calon pembeli dalam negeri yang perlu ditindaklanjuti untuk memperkuat peluang pemasaran.

    “Pameran ini membuka wawasan kami mengenai kebutuhan pasar. Ada peluang dari luar negeri, tetapi pasar domestik juga harus diperkuat. Kami ingin setiap peluang ditindaklanjuti dengan persiapan yang matang agar dapat berkembang menjadi usaha berkelanjutan,” jelasnya.

    Bambang menambahkan, pengembangan produk ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada peningkatan kualitas, kapasitas produksi, dan penciptaan produk baru. Yayasan berharap kegiatan usaha tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswa, guru, dan siswa. (Sofyan)


    Baca juga: Asah Kreativitas dan Karakter, 81 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Abata Baking Class

⬆
Top