Mahasiswa DKV angkatan 2020, Nur Aula Octavia, berhasil meraih Juara III kategori Best Solution Paper.


    Mahasiswa DKV ISI Surakarta Raih Juara III Best Solution Paper di Konferensi Pemuda Nasional 2026 UGM

    Yogyakarta – majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) FSRD Institut Seni Indonesia Surakarta dalam ajang Youth Paper Challenge pada Konferensi Pemuda Nasional 2026 yang digelar di Universitas Gadjah Mada, Sabtu (15/2/2026).

    Mahasiswa DKV angkatan 2020, Nur Aula Octavia, berhasil meraih Juara III kategori Best Solution Paper setelah bersaing dengan lebih dari 2.000 pendaftar dari seluruh Indonesia. Dari ribuan karya yang masuk, hanya 500 paper terbaik dinyatakan lolos seleksi dan berhak menjadi peserta resmi konferensi tingkat nasional tersebut.

    Konferensi yang diinisiasi Arah Pemuda Indonesia bersama Global Step Indonesia, Arah Academy, dan Be Better Indonesia berkolaborasi dengan HMP UGM itu mengusung tema besar Skill Up, Level Up, dan Impact Up. Tema tersebut mendorong generasi muda meningkatkan keterampilan, menguatkan resiliensi dan growth mindset, sekaligus menghadirkan dampak nyata di era disrupsi digital.

    Melalui proses kurasi yang ketat, Octavia berhasil menembus jajaran Top 10 Paper Terbaik. Ia mempresentasikan gagasannya secara daring di hadapan dewan juri dan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Pada pengumuman resmi yang dilaksanakan secara luring di UGM, namanya diumumkan sebagai peraih Juara III kategori Best Solution Paper.

    Paper yang dibimbing dosen DKV, Rendya Adi Kurniawan, mengangkat judul “Dari Viewers ke Values: Peran Konten Kreator dalam Transformasi Digital Pemuda melalui Dampak Nyata Pengabdian Masyarakat.” Karya tersebut mengulas transformasi peran konten kreator muda agar kreativitas digital tidak berhenti pada popularitas atau jumlah penonton, melainkan berkembang menjadi aksi sosial berkelanjutan yang memberi nilai nyata bagi masyarakat.

    Dalam tulisannya, Octavia menguraikan pentingnya konten kreator berperan sebagai agen perubahan yang mendorong literasi digital, membangun resiliensi, menumbuhkan growth mindset, serta menghadirkan kontribusi nyata melalui pengabdian masyarakat.

    Konferensi Pemuda Nasional 2026 turut menghadirkan moderator inspiratif, Najwa Nur Awalia, Juara 2 Pilmapres 2024 sekaligus education content creator. Selain itu, hadir Prof. Dr. Janianton Damanik, M.Si., Kepala Program Studi S3 PSdk UGM yang menguraikan pengembangan skill pemuda agar berdampak nyata, serta Danang Giri Sadewa, S.Sos., education influencer yang aktif mengedukasi generasi muda melalui media sosial.

    Lebih dari 500 delegasi dari berbagai daerah, mulai dari Sabang hingga Merauke, mengikuti konferensi ini. Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi, pertukaran gagasan, serta penguatan kapasitas pemuda dalam menjawab tantangan zaman.

    Octavia menyampaikan pesan yang sejalan dengan semangat konferensi. “Pemuda yang hebat adalah pemuda yang mau terus belajar, bertahan, tumbuh, dan berdampak nyata,” ujarnya.

    Sementara itu, Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta, M. Harun Rosyid Ridlo, menyampaikan capaian tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia agar tidak hanya Skill Up dalam keterampilan, Level Up dalam pola pikir dan resiliensi, tetapi juga Impact Up dalam aksi sosial berkelanjutan. Ia juga mengatakan prestasi ini memotivasi mahasiswa lain untuk terus berkontribusi dan berprestasi di berbagai bidang.

    Prestasi ini menambah deretan capaian mahasiswa DKV ISI Surakarta sekaligus memperkuat komitmen kampus dalam mendorong lahirnya generasi kreatif yang adaptif dan berdampak nyata bagi masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Dari Dusun Jepurun Giritontro Menuju Pasar Global, Java Bambu Nusantara Angkat Warisan Lokal ke Kancah Internasional

    Turis mancanegara saat kunjungi Galeri Store Java Bambu Nusantara & Wage Handycraft Bamboo And Wood.


    Dari Dusun Jepurun Giritontro Menuju Pasar Global, Java Bambu Nusantara Angkat Warisan Lokal ke Kancah Internasional

    Wonogiri – majalahlarise.com - Berawal dari kecintaan pada kearifan lokal dan potensi alam sekitar, Java Bambu Nusantara tumbuh menjadi usaha kerajinan berbasis bambu dan kayu yang kini merambah pasar global. Usaha ini dirintis pada 2019 di Dusun Jepurun, Desa Pucanganom, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, dengan akar kuat pada tradisi turun-temurun masyarakat setempat.

    Di wilayah yang kaya akan bambu dan kayu, potensi alam selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal. Dari kondisi inilah muncul gagasan untuk mengolah bahan baku alami menjadi produk kerajinan bernilai guna sekaligus bernilai seni tinggi.

    Iqbal Rizki Mardani, Owner Java Bambu Nusantara & Wage Handycraft Bamboo And Wood, menuturkan inspirasi memilih bambu dan kayu tidak lepas dari filosofi kedua material tersebut.


    “Bambu dan kayu itu kuat, lentur, dan punya nilai estetika tinggi. Selain itu, keduanya ramah lingkungan dan selaras dengan semangat pelestarian alam. Kami ingin warisan budaya kerajinan tradisional tetap hidup dan berkembang di tengah modernisasi,” ujarnya.

    Perpaduan Klasik dan Modern

    Keunikan produk Java Bambu Nusantara terletak pada perpaduan nilai klasik dengan inovasi modern. Desain yang dihadirkan memiliki ciri khas tradisional yang kuat, namun tetap mengikuti tren global sehingga relevan dengan kebutuhan pasar internasional.

    Dari segi kualitas, usaha ini menempatkan standar tinggi pada pemilihan bahan, kerapian pengerjaan, hingga ketahanan produk. Selain itu, fleksibilitas menjadi nilai tambah karena melayani pesanan custom sesuai kebutuhan konsumen.

    Setiap produk bukan hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga fungsional dan personal bagi penggunanya.

    Proses Produksi Terstruktur dan Teliti

    Proses produksi dilakukan melalui tahapan terstruktur dengan ketelitian tinggi. Tahap awal dimulai dari pemilihan bahan baku. Bambu yang digunakan dipilih berumur sekitar 3–5 tahun agar kuat dan tidak mudah retak. Untuk kayu, dipilih jenis dengan serat baik, tidak mudah lapuk, dan sesuai kebutuhan desain.

    Bahan kemudian melalui proses pengawetan, seperti perendaman, pengasapan, atau metode khusus lain untuk mencegah hama dan memperpanjang usia pakai. Setelah itu, bahan dikeringkan hingga kadar air stabil agar tidak melengkung atau pecah.


    Tahap selanjutnya meliputi pemotongan dan pembentukan sesuai desain, perakitan dengan teknik tradisional maupun bantuan perekat dan sekrup, hingga proses finishing. Permukaan produk diamplas dan dilapisi vernis, cat, atau coating alami untuk memperindah sekaligus melindungi dari cuaca dan kelembapan.

    Sebelum dipasarkan, setiap produk melewati quality control ketat dan dikemas secara aman untuk distribusi.

    Strategi Global dengan Sentuhan Bali

    Dalam pemasaran, Java Bambu Nusantara menggabungkan strategi digital dan kekuatan galeri fisik. Untuk pasar global, promosi dilakukan melalui marketplace internasional seperti Etsy, eBay, dan Alibaba, serta media sosial Instagram, TikTok, dan Pinterest. Konten yang ditampilkan mengedepankan storytelling tentang proses handmade, keunikan bahan alami, serta budaya Indonesia.

    Keberadaan galeri fisik di Kuta Utara, Bali, menjadi kekuatan tersendiri. Lokasi strategis di kawasan wisata premium memudahkan akses ke wisatawan mancanegara, pemilik villa, hingga interior designer.

    Melalui pendekatan experiential marketing, produk diposisikan sebagai bagian dari gaya hidup villa dan hospitality. Kolaborasi dengan hotel dan pengelola properti membuka peluang repeat order serta custom order dari pembeli luar negeri.

    Sinergi antara digital presence dan galeri offline menciptakan ekosistem pemasaran yang saling mendukung dalam menjangkau pasar internasional.

    Visi Naik Kelas dan Memberdayakan

    Ke depan, Java Bambu Nusantara tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga membangun visi jangka panjang yang berkelanjutan. Dari sisi pasar, targetnya memperluas jangkauan nasional hingga ekspor dengan positioning sebagai produk eco-friendly bernilai seni tinggi.

    Segmen yang dibidik mencakup rumah tangga, hotel, kafe, resort, hingga proyek interior dan arsitektur. Dari sisi inovasi, pengembangan desain mengikuti tren seperti minimalis, Japandi, hingga rustic modern. Produk juga diarahkan ke furniture custom dan dekorasi interior premium.

    Tak kalah penting, pemberdayaan masyarakat menjadi fondasi utama. Usaha ini membuka peluang kerja bagi warga sekitar sekaligus meningkatkan keterampilan pengrajin. Ke depan, pengembangan ekosistem dari petani bambu hingga pemasaran dirancang agar pertumbuhan usaha selaras dengan kesejahteraan masyarakat.

    “Harapannya bukan hanya usaha yang berkembang, tetapi masyarakat sekitar juga ikut tumbuh bersama,” tutur Iqbal.

    Dengan semangat menjaga warisan budaya dan inovasi berkelanjutan, Java Bambu Nusantara dari Dusun Jepurun membuktikan produk berbasis alam mampu bersaing di pasar global.

    Alamat:

    📍 Sentra Kerajinan Anyaman Bambu

    Dusun Jepurun Pucanganom RT 01/RW 10

    Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri

    📍 Galeri Store

    Jalan Tangkuban Perahu No. 89

    Kerobokan Kelod, Badung – Bali


    Pemesanan: 08895721042 | 085351304215


    Reporter: Sofyan


    Baca juga: ASBF Resmi Diperkenalkan di Solo Raya, Tandai Transformasi dari ACSB

    Perwakilan calon pengurus dari berbagai daerah di Solo Raya.


    ASBF Resmi Diperkenalkan di Solo Raya, Tandai Transformasi dari ACSB

    Surakarta – majalahlarise.com - Transformasi kelembagaan resmi diperkenalkan kepada para penggerak kewirausahaan di wilayah Solo Raya melalui kegiatan sosialisasi perubahan nama dari Asia Council for Small Business menjadi Asia Small Business Federation. Kegiatan berlangsung di Hotel Red Chilies Surakarta, Selasa (17/2/2026), dan dihadiri perwakilan calon pengurus dari berbagai daerah di Solo Raya.

    Acara yang dikemas dalam bentuk rapat koordinasi regional tersebut dipimpin Chief Executive ASBF Regional Jawa Tengah, Yustinus Dwi Atmojo, S.M. Momentum ini menjadi langkah penting memperkenalkan identitas baru organisasi sekaligus memperkuat struktur kepengurusan ASBF di tingkat daerah.

    Dalam agenda koordinasi itu, hadir perwakilan dari lima wilayah Solo Raya, meliputi Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, dan Sragen. Masing-masing wilayah diwakili calon Ketua dan Sekretaris yang diproyeksikan menjadi motor penggerak organisasi di daerahnya.

    Chief Executive ASBF Regional Jawa Tengah, Yustinus Dwi Atmojo saat memberi sambutan.


    Perubahan nama dari ACSB menjadi ASBF merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan, memperkuat posisi kelembagaan, serta meningkatkan efektivitas dalam mendukung pengembangan usaha kecil dan kewirausahaan di Asia, termasuk Indonesia. Identitas baru ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas wilayah serta mendorong lahirnya pelaku usaha yang berdaya saing.

    Yustinus Dwi Atmojo dalam sambutannya menyampaikan pentingnya konsolidasi organisasi di tingkat regional sebagai fondasi penguatan ekosistem kewirausahaan. “Koordinasi ini menjadi langkah awal memastikan kesiapan struktur ASBF di Solo Raya agar mampu menjalankan program pemberdayaan UMKM secara lebih terarah dan berkelanjutan,” tuturnya.

    Ia juga menjelaskan perubahan nama menjadi ASBF diikuti program kerja nyata yang langsung menyasar peningkatan kapasitas dan akses pasar UMKM. Dalam waktu dekat, ASBF akan berkolaborasi bersama UMKM dalam Rapat Kerja tingkat Asia di Bali. Sebanyak 14 negara anggota ASBF Asia dijadwalkan hadir sebagai buyer, membuka peluang pertemuan langsung antara pelaku usaha lokal dan pasar internasional.

    Perubahan nama dari ACSB menjadi ASBF.


    Selain itu, ASBF Jawa Tengah akan terlibat dalam ajang Trade Expo Indonesia di ICE BSD, Tangerang. Pameran tersebut dikenal sebagai sarana promosi produk unggulan UMKM bertaraf internasional sekaligus pintu masuk ekspor bagi pelaku usaha daerah.

    “Hal tersebut menjadi program kerja nyata ASBF Jawa Tengah dalam mendampingi UMKM naik kelas. ASBF merupakan wadah kolaborasi nyata bagi pelaku usaha,” ujar Yustinus.

    Menurutnya, pendekatan ASBF tidak berhenti pada pendampingan administratif, melainkan membangun ekosistem kolaboratif yang mempertemukan pelaku usaha dengan jaringan pasar regional dan global. Dengan struktur kepengurusan yang mulai dibentuk di Solo Raya, ASBF diharapkan mampu menjadi penghubung strategis antara UMKM lokal dan peluang perdagangan internasional.

    Melalui kegiatan ini, ASBF Regional Jawa Tengah menegaskan komitmen mendorong pertumbuhan kewirausahaan lokal dan memperkuat peran pelaku usaha kecil sebagai pilar ekonomi daerah. Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi titik awal pembentukan kepengurusan definitif ASBF Area Solo Raya agar segera menjalankan berbagai program strategis organisasi.

    Dengan terbentuknya struktur organisasi yang solid di tingkat wilayah, ASBF optimistis dapat mempercepat pemberdayaan usaha kecil dan menengah serta menciptakan ekosistem kewirausahaan yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan di kawasan Solo Raya. (Fery/ Sofyan)


    Baca juga: Tarhib Ramadhan, PR-IPM PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Gelar PELITA dan Lantik Ketua Baru

    Hadir sebagai pembicara, Ust. Ahmad Ridho Al-Huaida dari Sobron Solo.


    Tarhib Ramadhan, PR-IPM PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Gelar PELITA dan Lantik Ketua Baru

    Boyolali – majalahlarise.com - Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, PR-IPM PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi menggelar kegiatan PELITA (Pelajar Ikhtiar Taat) di Bulan Ramadhan, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan berlangsung khidmat, sarat semangat pelajar, sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan Ketua IPM yang baru.

    Suasana aula pondok tampak dipenuhi pelajar Muhammadiyah dari berbagai sekolah di Kecamatan Sambi. Mereka mengikuti rangkaian acara dengan antusias, mulai dari pembukaan, tausiyah, hingga prosesi pelantikan.

    Hadir sebagai pembicara, Ust. Ahmad Ridho Al-Huaida dari Sobron Solo. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para pelajar menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan diri.

    “Ramadhan adalah madrasah ruhiyah. Pelajar harus menjadi generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga kuat iman dan akhlaknya. Ikhtiar taat itulah cahaya pelita kehidupan,” ungkapnya di hadapan peserta.


    Kegiatan PELITA tahun ini juga menjadi momen penting dengan dilantiknya Ketua PR-IPM yang baru, Niki Naufal Iqbal Nabawi. Ia diharapkan mampu membawa semangat baru dalam kepemimpinan pelajar di lingkungan PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, sekaligus menguatkan gerakan dakwah pelajar yang progresif dan berkarakter.

    Turut hadir dalam acara tersebut PCM Sambi Drs. H. Sudiman, Dikdasmen Drs. Muhammad Rosyidi, M.Pd, serta perwakilan PD IPM yang diwakili Ipmawati Barokah yang hadir menggantikan Ketua PD IPM Ipmawati Mutia. Hadir pula Pimpinan PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Ust. Pujiono, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

    Dalam sambutannya, Ust. Pujiono menguraikan pentingnya kaderisasi dan pembinaan pelajar melalui IPM sebagai wadah dakwah dan kepemimpinan.

    “PELITA bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan membangun karakter pelajar yang ikhtiar dalam ketaatan. Ramadhan harus menjadi titik tolak lahirnya generasi berkemajuan,” tuturnya.

    Ia juga mengajak seluruh pelajar memanfaatkan bulan suci sebagai ruang latihan disiplin, kepedulian sosial, dan peningkatan prestasi akademik maupun nonakademik.

    Kegiatan ini dihadiri perwakilan siswa Muhammadiyah se-Kecamatan Sambi yang tampak mengikuti acara dari awal hingga akhir dengan penuh kesungguhan. Semangat kebersamaan dan komitmen untuk menjadi pelajar berakhlak mulia terasa kuat mewarnai jalannya kegiatan.

    Melalui terselenggaranya PELITA, PR-IPM PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi berharap Ramadhan tahun ini menjadi momentum penguatan spiritual, peningkatan prestasi, serta lahirnya pelajar Muhammadiyah yang berkemajuan dan berkarakter. (Sofyan)


    Baca juga: Literasi Superhero di Batu Seribu, Dongeng Nabi Nuh hingga Gunungan Sego Berkat Semarakkan Tradisi Padusan Sukoharjo

    Superhero Gatutkaca membacakan kisah Nabi Nuh kepada anak-anak, didampingi Ultraman dan Spiderman serta duta wisata mas-mbak Sukoharjo.


    Literasi Superhero di Batu Seribu, Dongeng Nabi Nuh hingga Gunungan Sego Berkat Semarakkan Tradisi Padusan Sukoharjo

    SUKOHARJO – majalahlarise.com - Suasana tradisi padusan di kawasan wisata Batu Seribu, Selasa (17/2/2026), tampil berbeda. Di tengah ramainya pengunjung yang memadati kolam dan area wisata untuk bersuci menjelang Ramadan, sosok superhero Gatutkaca hadir membacakan kisah Nabi Nuh kepada anak-anak, didampingi Ultraman dan Spiderman.

    Kegiatan literasi tersebut digelar oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sukoharjo sebagai bagian dari tradisi tahunan padusan yang dikemas dengan nuansa baru. Setelah dongeng, acara dilanjutkan dengan pembagian nasi berkat yang dibungkus daun jati, tersusun dalam gunungan sego berkat yang menjadi daya tarik tersendiri.

    Superhero Gatutkaca yang diperankan Danar menjelaskan, agenda tersebut merupakan perpaduan tradisi lama dan inovasi baru.

    “Hari ini tradisi tahunan padusan kita padukan dengan tradisi baru di Batu Seribu, yaitu gunungan sego berkat. Jadi kita bagi gunungan sego berkat, ada jamu, lalu adik-adik kita dongengi tentang kisah Nabi menjelang Ramadan,” ujar Danar.

    Minum jamu bersama-sama.


    Ia menuturkan, kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai spiritual kepada anak-anak sebelum memasuki bulan suci.

    “Harapannya adik-adik memasuki Ramadan ini mencucikan diri lewat padusan dan tertarik selalu datang ke sini. Dulu belum ada tradisi seperti ini, sekarang kita buat tradisi baru yang menarik,” katanya.

    Kehadiran Ultraman dan Spiderman menambah semarak suasana. Usai sesi literasi, superhero Ultraman terlihat mengajak anak-anak berenang di kolam.

    “Gatutkaca tidak sendiri. Kami ajak superhero lain untuk menghibur. Jadi bukan hanya mendongeng, tapi juga menemani adik-adik berenang. Padusan bukan sekadar bersuci, tapi juga tanda keceriaan anak-anak menyambut Ramadan,” jelasnya.

    Superhero Ultraman terlihat mengajak anak-anak berenang di kolam.


    Acara tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disporapar Kabupaten Sukoharjo, Herdis Kurnia Wijaya, S.Sos., M.Si., serta Duta Wisata Mas dan Mbak Sukoharjo.

    Herdis menyampaikan Batu Seribu menjadi salah satu ikon destinasi wisata yang dikelola pemerintah kabupaten. Momentum menjelang Ramadan dimanfaatkan untuk menggelar padusan secara kolaboratif bersama pegiat wisata.

    “Kita memanfaatkan momen menjelang Ramadan dengan menyelenggarakan padusan. Ada yang membawa nasi berkat, ada jamu. Pengunjung berbagi rezeki, berbagi nasi berkat. Harapannya tentu tambah berkat,” ujarnya.

    Ia mengakui, meski sempat diguyur hujan, tingkat kunjungan wisatawan meningkat signifikan dibanding hari biasa.

    “Desitasnya tinggi sejak pagi dan sampai sore masih hangat. Kenaikannya signifikan sekali hari ini. Momen ini bagi kami menjadi berkah karena meningkatkan kunjungan,” katanya.

    Menurut Herdis, saat ini destinasi wisata yang dikelola langsung pemerintah kabupaten ada dua titik, yakni Batu Seribu dan Balakan. Namun, momentum libur panjang seperti Imlek, Ramadan, dan Paskah turut membawa limpahan wisatawan dari kawasan Solo Raya.

    “Kita punya kawasan Solo Baru yang menjadi ikon kuliner. Kepadatan pengunjung terasa sekali. Ini motivator luar biasa bagi peningkatan penerimaan daerah. PR kami ke depan bagaimana mengembangkan destinasi wisata sendiri sehingga tidak hanya menunggu limpahan dari kota Solo,” jelasnya.

    Tradisi padusan di Batu Seribu tahun ini tidak hanya menjadi ajang bersuci menjelang Ramadan, tetapi juga panggung edukasi dan hiburan ramah anak. Dongeng Nabi Nuh, gunungan sego berkat, hingga tawa anak-anak di kolam renang berpadu menjadi wajah baru wisata religi yang lebih kreatif dan penuh makna. (Sofyan)


    Baca juga: Menakjubkan, SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Borong 7 Medali di OlympicAD VIII Nasional Makassar

    SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta berhasil meraih tujuh medali dalam ajang OlympicAD VIII Tingkat Nasional.


    Menakjubkan, SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Borong 7 Medali di OlympicAD VIII Nasional Makassar

    Solo - majalahlarise.com - SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta berhasil meraih tujuh medali dalam ajang OlympicAD VIII Tingkat Nasional yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Makassar pada (12–14/2/2026). Tujuh medali tersebut terdiri atas empat medali emas dan tiga medali perak dari berbagai cabang perlombaan.

    Kepala SMP Muhammadiyah PK Surakarta, Muhdiyatmoko, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian para siswa dan guru yang telah berjuang di tingkat nasional. Ia mengungkapkan bahwa sekolah mengirimkan 12 peserta dengan target tinggi. “Kita mengirim 12 peserta, ya targetnya ya 12 medali emas lah,” kata Muhdiyatmoko optimistis.

    Menurutnya, capaian tujuh medali ini merupakan hasil kerja keras, latihan intensif, serta doa dan dukungan dari seluruh warga sekolah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru pembimbing dan siswa yang telah mempersiapkan diri secara maksimal.

    “Terima kasih kepada guru dan siswa-siswi yang sudah mempersiapkan diri dan bertanding dalam laga perlombaan tingkat nasional ini. Harapannya mental para anak-anak kami ini semakin terasah, sehingga bukan menang dan kalahnya, tapi mental juara itu akan selalu terbangun dalam diri anak-anak kami,” tuturnya.

    Empat medali emas diraih dalam empat cabang lomba berbeda. Ustazah Nurul Fitria, S.Si., guru Fisika, berhasil meraih medali emas pada kategori Inovasi Media Pembelajaran. Sementara itu, Fatiha Naimada Syarafana menyabet medali emas cabang News Reading. Medali emas Olimpiade Matematika diraih Nismara Pragya Chedrina Agung. Adapun cabang Film Indie sukses meraih medali emas melalui kolaborasi Lynn Ardianto, Rahmatullah Raka Raharjo, dan Prasisto Abid.

    Selain emas, tiga medali perak juga berhasil dibawa pulang. Naura Prashanti meraih medali perak pada cabang Story Telling. Danestha Athaya Raendra memperoleh medali perak di cabang Kaligrafi. Sementara itu, Kinartyas Aqilla Wahyuningrum bersama Rashya Wardhana meraih medali perak pada kategori Majalah Sekolah.

    Salah satu peraih medali emas, Fatiha Naimada Syarafana, mengaku senang dan terharu atas keberhasilan yang diraih. Ia menceritakan perlombaan ini adalah pengalaman pertamanya maka ia mempersiapkan diri semaksimal mungkin. "Alhamdulillah saya sangat bahagia dan bangga atas prestasi ini. Terima kasih Ustaz-Ustazah atas bimbingannya," ujarnya.

    OlympicAD Nasional VIII merupakan ajang kompetisi bergengsi tingkat nasional yang diikuti lebih dari 8.000 pelajar Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. Sebanyak 73 kategori lomba dipertandingkan dalam ajang tersebut. Setiap kategori menetapkan 15 pemenang, dengan lima peraih juara pertama mendapatkan medali emas, lima juara kedua meraih medali perak, dan lima juara ketiga memperoleh medali perunggu. (Sofyan)


    Baca juga: Kolaborasi Harmoni dan Tradisi, House of Danar Hadi Luncurkan “Peken Langen Suko” untuk Ramadan 2026

    Perwakilan House of Danar Hadi, Kak Inggrit, membuka acara dengan penuh semangat.


    Kolaborasi Harmoni dan Tradisi, House of Danar Hadi Luncurkan “Peken Langen Suko” untuk Ramadan 2026

    Solo – majalahlarise.com – Menyambut Ramadan 2026, House of Danar Hadi menghadirkan konsep buka puasa berbeda melalui launching paket iftar bertajuk “Peken Langen Suko”. Program ini merupakan kolaborasi antara Harmoni Wedding Organizer & Catering Service The Art of Traditional Wedding, House of Danar Hadi, dan Amariss.

    Kegiatan launching digelar di area garden House of Danar Hadi, Jalan Slamet Riyadi No.261, Sriwedari, Laweyan, Surakarta. Suasana hangat dan penuh antusiasme terasa saat para influencer, content creator, dan tamu undangan mengikuti sesi trial test food.

    Perwakilan House of Danar Hadi, Kak Inggrit, membuka acara dengan penuh semangat. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam kolaborasi tersebut.

    Para influencer, content creator, dan tamu undangan mengikuti sesi trial test food.


    “Kita visualisasikan di garden kami bersama tepuk tangan yang meriah untuk Harmony Catering Kak Gembul yang di belakang. Terima kasih sudah mewujudkan menu-menu jadul nantinya dan dekorasi yang sangat unik dan indah ini,” tuturnya.

    Ia menjelaskan, konsep “Peken Langen Suko” dihadirkan untuk menambah warna baru suasana buka bersama di Solo. Menurutnya, Ramadan menjadi momen spesial untuk berkumpul bersama keluarga dan sahabat.

    “Semoga ini nanti bisa menambah warna baru untuk suasana buka bersama. Karena momen Ramadan itu momen spesial untuk berkumpul bersama keluarga, semoga bisa menghangatkan untuk berkumpul-kumpul bersama,” ujarnya.


    Kak Inggrit juga mengajak para tamu memberikan masukan karena acara tersebut merupakan sesi uji coba sebelum resmi berjalan pada Ramadan 2026. “Ini adalah sesi trial test food, jadi nanti boleh sekali untuk memberi masukan atau memberi ide, gagasan untuk nantinya bisa launching di bulan Ramadan 2026 ini,” katanya.

    Pembawa acara menambahkan, kegiatan ini sengaja menghadirkan para influencer dan content creator agar dapat merasakan langsung konsep yang ditawarkan sekaligus memberi evaluasi sebelum hari pertama Ramadan.

    Sementara itu, Owner Harmoni Catering, Kak Gembul, menguraikan latar belakang lahirnya konsep tersebut. Ia menyebut ide ini muncul dari obrolan santai bersama tim beberapa bulan lalu.

    “Saya melihat kok kelihatannya di Solo belum ada dengan konsep buka puasa yang tradisional. Tapi kita enggak 100 persen tradisional semuanya, memang dimix dengan menu Western dan juga Chinese,” jelasnya.

    Keunikan utama, lanjutnya, terletak pada fleksibilitas menu tradisional. Untuk pemesanan minimal 50 pax, tamu dapat melakukan request tambahan menu tradisional sesuai kebutuhan.

    Tak hanya itu, setiap hari akan ada menu spesial berbeda. “Setiap hari kita akan ada guest star seperti Terang Bulan, ada Putu, terus nanti ada Sate Kere dan sebagainya. Itu di setiap harinya ada, berbeda-beda,” katanya.

    Konsep ini juga dilengkapi permainan interaktif serta dekorasi bernuansa tradisional-modern yang Instagramable, termasuk fasilitas photo booth dari Loka Potret di area dalam venue.

    Dari sisi kapasitas, Kak Gembul menyampaikan area ini mampu menampung hingga 250 orang dalam satu waktu. Hal ini dinilai ideal untuk acara buka bersama komunitas, kantor, maupun keluarga besar.

    Adapun detail paket “Peken Langen Suko” sebagai berikut:

    Early Bird Rp105.000 (periode 17–21 Februari 2026)

    Reguler Rp119.999 (21 Februari–18 Maret 2026)

    Usia 1–3 tahun gratis

    Usia 4–11 tahun diskon 50 persen

    Usia 12 tahun ke atas harga penuh

    Paket ini mengusung konsep All You Can Eat dengan promo Buy 10 Get 2. Setiap pembelian 5 pax mendapatkan kupon undian doorprize yang akan diundi di akhir periode. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati live musik setiap hari selama Ramadan pukul 17.00–20.00 WIB.

    Dengan perpaduan nuansa pasar tradisional, sajian lintas budaya, hiburan live music, serta lokasi heritage yang strategis di jantung Kota Solo, “Peken Langen Suko” diharapkan menjadi destinasi buka bersama yang menghadirkan pengalaman berbeda di Ramadan 2026.

    Informasi dan reservasi dapat menghubungi Admin Harmoni Catering di 0823 3535 3800 atau Inggrita di 0822 2606 5454. (Sofyan)


    Baca juga: Astrid Widayani Buka Pelatihan Video Sejarah Berbasis AI di MAN 1 Surakarta, Dorong Inovasi Pembelajaran Digital




Top