Jemaat Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Sukoharjo menyalurkan 150 bungkus nasi dalam program Jumat Berkah untuk jamaah usai ibadah salat Jumat di Masjid Agung Baiturahman Sukoharjo.


    Jumat Berkah Lintas Iman, Jemaat Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Sukoharjo Berbagi Nasi untuk Jamaah Masjid Agung Baiturahman

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Semangat toleransi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan melalui aksi nyata lintas iman. Jemaat Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Sukoharjo menyalurkan 150 bungkus nasi dalam program Jumat Berkah untuk jamaah usai ibadah salat Jumat di Masjid Agung Baiturahman Sukoharjo, Jumat (1/5/2026).

    Kegiatan yang dipimpin oleh Ibu Endah ini menjadi wujud keberlanjutan hubungan harmonis yang telah terjalin antara pihak gereja dan masjid selama beberapa tahun terakhir, khususnya saat momentum Ramadan.

    Ibu Endah menyampaikan, program Jumat Berkah merupakan bagian dari agenda rutin gereja dalam menebar kasih kepada sesama tanpa memandang latar belakang.

    “Ini adalah program dari gereja kami setelah hubungan toleransi yang baik terjalin dengan Masjid Agung selama bulan Ramadan dalam empat tahun terakhir. Setelah Ramadan, kami lanjutkan dengan program Jumat Berkah berbagi nasi untuk jamaah masjid,” ujarnya.

    Penyaluran bantuan diterima langsung oleh perwakilan takmir masjid, Parmin. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh jemaat gereja.

    “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kebaikan hati bapak ibu semua dari Jemaat Gereja Katolik Hati Kudus Yesus. Semoga ini menjadi berkah bersama. Nanti setelah jumatan, nasi ini akan kami bagikan kepada seluruh jamaah,” tutur Parmin.

    Program Jumat Berkah ini merupakan agenda rutin Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Sukoharjo yang dilaksanakan setiap Jumat pertama setiap bulan. Sasaran kegiatan tidak terbatas pada satu kelompok, melainkan bergilir menyasar berbagai kalangan seperti jamaah masjid, panti asuhan, kaum dhuafa, hingga komunitas lain yang membutuhkan.

    Melalui kegiatan ini, gereja berupaya menumbuhkan nilai solidaritas, toleransi, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat. Aksi berbagi sederhana ini menjadi bukti nyata kerukunan antar umat beragama yang terus terjaga di Sukoharjo.

    Dengan konsistensi penyaluran sebanyak 150 bungkus nasi di setiap kegiatan, Jumat Berkah diharapkan mampu menghadirkan manfaat sekaligus mempererat hubungan sosial lintas iman di tengah masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Mahasiswa DKV ISI Surakarta Terlibat Produksi Konten Promosi Lewat Program Skim Magang

    Ardhita Auliya Rifqy, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), yang terlibat langsung dalam produksi konten promosi di PT Cozmeed Network International.


    Mahasiswa DKV ISI Surakarta Terlibat Produksi Konten Promosi Lewat Program Skim Magang

    Surakarta – majalahlarise.com - Program Magang Mahasiswa Berdampak 2026 yang diikuti mahasiswa FSRD ISI Surakarta memberikan pengalaman nyata di dunia industri kreatif. Salah satunya dirasakan oleh Ardhita Auliya Rifqy, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), yang terlibat langsung dalam produksi konten promosi di PT Cozmeed Network International.

    Selama mengikuti program magang, Ardhita tidak hanya berfokus pada perancangan desain komunikasi visual, tetapi juga berperan sebagai talent dalam berbagai konten promosi yang dipublikasikan melalui media sosial Instagram resmi perusahaan. Keterlibatan ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung kebutuhan visual dan strategi komunikasi brand di era digital.

    Program yang berlangsung sejak 2 Maret hingga 2 Juli 2026 ini menghadirkan pengalaman pembelajaran yang komprehensif. Mahasiswa dilibatkan dalam seluruh proses produksi, mulai dari perencanaan konsep, pengambilan visual, hingga tahap publikasi konten yang disesuaikan dengan karakter brand outdoor yang dinamis dan komunikatif.

    Rhafly Yuono Adhi selaku mentor magang menyampaikan, peran talent dalam produksi konten saat ini menjadi bagian penting dalam strategi komunikasi brand. “Konten visual saat ini menjadi salah satu strategi utama dalam membangun kedekatan dengan audiens. Oleh karena itu, peran talent dalam menyampaikan pesan brand menjadi bagian penting dalam proses produksi konten,” ujarnya.

    Pengalaman tersebut juga memberikan pemahaman baru bagi mahasiswa tentang dunia kerja profesional, terutama dalam membangun kolaborasi tim kreatif yang melibatkan berbagai peran seperti desainer, content creator, hingga talent.

    Ardhita Auliya Rifqy mengaku mendapatkan pengalaman yang memperluas wawasan di luar bidang desain semata. “Saya mendapatkan pengalaman baru yang tidak hanya terbatas pada desain, tetapi juga memahami bagaimana konten diproduksi dan dikomunikasikan kepada audiens secara langsung,” tuturnya.

    Sementara itu, dosen pembimbing Taufik Murtono menguraikan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai aspek produksi konten menunjukkan kompetensi DKV yang semakin relevan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami strategi komunikasi visual secara menyeluruh.

    Program magang ini diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan yang adaptif terhadap perkembangan industri kreatif, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung proses branding perusahaan melalui produksi konten digital yang efektif dan komunikatif. (Sofyan)


    Baca juga: SD Muhammadiyah PK Banyudono Borong 3 Piala FLS3N Tingkat Kecamatan Banyudono

    Penyerahan piala ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan Banyudono.


    SD Muhammadiyah PK Banyudono Borong 3 Piala FLS3N Tingkat Kecamatan Banyudono

    Boyolali – majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa-siswi SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan Banyudono yang digelar di Korwil Dikdas LS Banyudono, Kamis (30/4/2026).

    Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Praptiningsih, S.Ag. tersebut menjadi ajang bagi para siswa untuk menampilkan kemampuan terbaik di bidang seni dan sastra. Atmosfer kompetisi berlangsung meriah, sekaligus menjadi ruang ekspresi kreativitas bagi peserta dari berbagai sekolah dasar di wilayah Banyudono.

    Dalam ajang tersebut, SD Muhammadiyah PK Banyudono berhasil meraih tiga piala dari berbagai cabang lomba. Aqeela Chandra Dara Ninggar sukses meraih Juara 1 Menyanyi Solo di bawah bimbingan Siti Munawaroh, S.Sos. Sementara itu, Daffa Hafiz Suseno menyabet Juara 1 Mendongeng dengan pendampingan Siti Mar’atush Sholihah, S.Pd. Adapun Juara 3 Gambar Bercerita diraih oleh Atando Irfan Y. K. yang dibimbing Fajrvinda Luthfi Susanto.

    Keberhasilan ini mencerminkan kerja keras siswa dalam berlatih serta peran aktif para guru pembimbing yang mendampingi secara intensif. Dukungan orang tua juga menjadi faktor penting dalam mendorong kepercayaan diri anak-anak untuk tampil maksimal.

    Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas capaian tersebut.

    “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi ini. Semoga keberhasilan ini dapat menginspirasi siswa-siswi yang lain untuk terus berani mengasah potensi dan bakatnya. Bagi anak-anak yang hari ini belum mendapatkan piala, tetap semangat berlatih dan mengembangkan diri. Insya Allah tahun depan akan ada kesempatan yang lebih baik,” tuturnya.

    Ia juga menguraikan capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi siswa di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik.

    Dengan torehan prestasi ini, SD Muhammadiyah PK Banyudono semakin menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam seni, sastra, serta berkarakter kuat.

    Selamat kepada para juara dan pembimbing. Prestasi ini menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih tinggi di tingkat berikutnya. (Sofyan)


    Baca juga: Dosen FIB UNS Hadiri Siaran Jagongan RRI Pro 4 Surakarta: Long Life Learning, Pendidikan Tidak Berhenti di Bangku Akademis

    Asep Yudha Wirajaya di Siaran Jagongan RRI Pro 4 Surakarta pada Kamis (30/4/2026).(Dokumentasi oleh Fadila Tessa A.)



    Dosen FIB UNS Hadiri Siaran Jagongan RRI Pro 4 Surakarta: Long Life Learning, Pendidikan Tidak Berhenti di Bangku Akademis

    Surakarta – majalahlarise.com - Mendekati suasana Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, Siaran Jagongan kali ini membawakan topik “Pendidikan Tiada Akhir”, sebagai pengingat pentingnya aspek pendidikan bagi setiap manusia.

    Pendidikan perlu dimaknai secara luas, bukan hanya soal nilai, gelar akademis, dan ijazah. Pengalaman hidup juga memberikan pendidikan atau pengajaran, sampai akhir hayat manusia.

    “Istilahnya Long Life Learning. Selama kita masih hidup, kita masih terus belajar untuk menjadi manusia yang memanusiakan manusia,” ungkap Asep Yudha Wirajaya, Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Sebelas Maret (UNS) sekaligus saat menjadi narasumber Siaran Jagongan pada Kamis (30/4/2026).

    Sebagai seorang dosen yang mendalami kajian pernaskahan kuno, Asep Yudha juga menyampaikan fungsi naskah sebagai media pengajaran.

    Fungsi pengajaran naskah salah satunya ditemukan pada naskah Kiai Sholeh Darat, guru spiritual Raden Ajeng Kartini yang menuliskan tafsir Al-Qur’an pertama dalam bahasa Jawa. Adapun judul naskahnya adalah Tafsir Faidh ar-Rahman.

    Naskah tersebut ditulis oleh Kiai Sholeh Darat atas desakan Kartini agar masyarakat dapat memperoleh pengajaran dari Al-Qur’an dalam bahasa yang familier dan mudah dipahami. 

    Melalui pengajaran tersebut, tepatnya dari kutipan Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 257, Kartini mendapatkan inspirasi untuk gerakan emansipasi perempuan yang populer dalam istilah “Habis Gelap Terbitlah Terang”. 

    Asep Yudha juga menambahkan cara berproses menjadi pribadi yang selamat dan bahagia melalui pengajaran, tepatnya dengan mengambil pembelajaran dari pengalaman hidup masing-masing.

    “Misalnya, apabila kita menjumpai realita tidak sesuai dengan ekspektasi dan merasakan penyesalan atau amarah akan hal tersebut. Lebih baik kita alihkan energi negatif itu menjadi energi positif untuk kebaikan diri.” Tutur Asep Yudha.

    Manusia juga harus belajar untuk memaafkan versi dirinya di masa lalu agar dapat menjalani hidup dengan tenang dan membuka peluang-peluang baru.

    Demikian sekilas mengenai Siaran Jagongan dengan topik “Pendidikan Tiada Akhir”. Esensi pendidikan atau pengajaran sejatinya dapat ditemukan melalui pengalaman-pengalaman hidup manusia. Selalu luruskan niat dan terus perbaiki langkah dengan belajar.

    Penulis: Lutfia Hardiantari, Fadila Tessa Azilla, Natha Broto Pradipta

    Dokumentasi: Fadila Tessa Azilla


    Baca juga: Kuliah Praktisi Ilmu Komunikasi Univet Bantara, Mahasiswa Siap Terbitkan Dua Edisi Majalah Digital UNIVET POS




     

    Danar Gatutkaca saat sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Nomor 1 Tahun 2025.


    Gatotkaca Disporapar Keliling Mendongeng Sambil Sosialisasikan Perda KTR di Sukoharjo

    SUKOHARJOmajalahlarise.com - Inovasi menarik dilakukan program Literasi Dongeng Wisata Gatotkaca yang digagas Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sukoharjo. Melalui konsep keliling naik motor, kegiatan mendongeng untuk anak-anak PAUD dan TK kini dipadukan dengan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Nomor 1 Tahun 2025.

    Program ini dipandu oleh pendongeng Danar yang secara konsisten menghadirkan cerita edukatif sekaligus menyisipkan pesan kesehatan kepada anak-anak. Ia menyampaikan, momentum mendongeng dinilai sangat tepat untuk mengenalkan aturan KTR sejak dini kepada generasi muda.

    “Dalam setiap kegiatan mendongeng wisata, saya sekalian menyosialisasikan Perda KTR. Sasaran kami anak-anak TK dan SD agar sejak kecil mereka paham pentingnya menjauhi asap rokok,” ujar Danar saat ditemui di sela kegiatan.

    Ia menguraikan, dalam Perda KTR Nomor 1 Tahun 2025 terdapat sejumlah kawasan yang ditetapkan sebagai area tanpa rokok. Di antaranya fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja tertentu, serta tempat umum.

    “Untuk fasilitas seperti sekolah, tempat bermain, hingga tempat ibadah, batas kawasan tanpa rokok berlaku sampai area terluar. Bahkan pada angkutan umum, baik saat berhenti maupun beroperasi, tidak boleh ada asap rokok,” jelasnya.

    Sementara itu, untuk tempat kerja tertentu dan tempat umum, batas kawasan tanpa asap rokok ditentukan hingga batas kucuran air dari atap paling luar. Ketentuan ini, menurut Danar, penting dipahami masyarakat agar penerapan KTR berjalan maksimal.

    Program literasi ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi yang efektif. Dalam satu bulan terakhir, Danar telah melaksanakan kegiatan mendongeng sekaligus sosialisasi KTR di empat lokasi, yakni Gebyar PAUD Dinas Pendidikan, kegiatan Kartinian di TK Baitusukur Jombor, SD Bulakan 1, serta kegiatan Car Free Day (CFD) Sukoharjo.

    “Setiap jadwal mendongeng, kami selalu membawa materi KTR. Harapannya anak-anak bisa menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga, minimal mengingatkan orang tua agar tidak merokok di area terlarang,” tuturnya.

    Dalam pelaksanaannya, Danar juga didukung materi sosialisasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, berupa stiker, MMT, hingga bahan presentasi yang memudahkan penyampaian informasi kepada masyarakat.

    Melalui pendekatan kreatif ini, Disporapar Sukoharjo berharap pesan tentang kawasan tanpa rokok dapat lebih mudah diterima masyarakat, sekaligus membentuk kesadaran sejak usia dini untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas asap rokok. (Sofyan)


    Baca juga: SMA Veteran 1 Sukoharjo Ukir Deretan Prestasi Akademik dan Nonakademik, Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berkarya

    Dosen praktisi, Sofyan Yuli Antonius, S.Sos saat foto bersama mahasiswa kelas 4A semester 4 Prodi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara Sukoharjo.


    Kuliah Praktisi Ilmu Komunikasi Univet Bantara, Mahasiswa Siap Terbitkan Dua Edisi Majalah Digital UNIVET POS

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Mahasiswa kelas 4A semester 4 Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo mengikuti kuliah bersama praktisi dalam mata kuliah Dasar-Dasar Jurnalistik, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan praktisi media sekaligus jurnalis, Sofyan Yuli Antonius, S.Sos, yang juga pengelola majalahlarise.com. Perkuliahan tersebut dirancang untuk mendorong mahasiswa mampu menerbitkan majalah digital UNIVET POS sebanyak dua edisi dalam satu semester.

    Dalam pemaparannya, Sofyan Yuli Antonius menyampaikan program ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung pengelolaan media. Ia menguraikan mahasiswa ditargetkan mampu menerbitkan edisi 27 dan 28 dalam lima kali pertemuan.

    “Perkuliahan ini saya rancang agar dalam lima kali pertemuan mahasiswa sudah bisa menerbitkan majalah digital. Setiap pertemuan berdurasi 90 menit digunakan untuk pemaparan materi sekaligus arahan teknis,” ujarnya.

    Ia menjelaskan selama proses pembelajaran, mahasiswa akan menjalankan simulasi manajemen redaksi layaknya di industri media. Mulai dari struktur dewan redaksi, penanggung jawab penerbitan, pemimpin redaksi, redaktur pelaksana, reporter, hingga tim layout, periklanan, distribusi, serta bagian administrasi.

    “Mereka melaksanakan sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Dengan begitu, mahasiswa memiliki pengalaman nyata dalam mengelola penerbitan majalah. Ini menjadi bekal penting saat mereka terjun ke dunia kerja, baik di perusahaan media maupun instansi yang memiliki media internal,” jelasnya.

    Pada pertemuan pertama, materi difokuskan pada pengenalan majalah digital UNIVET POS, mulai dari struktur isi seperti cover, daftar isi, susunan redaksi, hingga berbagai rubrik. Rubrik tersebut meliputi laporan utama, event kampus, serba-serbi, suara mahasiswa, artikel ilmiah, tips, karya sastra, hingga kolom iklan.

    “Konten yang disajikan diarahkan untuk memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Segmentasi pembaca juga jelas, yakni mahasiswa, generasi muda, dan civitas akademika,” menguraikan Sofyan.

    Sementara itu, pada pertemuan kedua mahasiswa mendapatkan materi tentang media massa dan teknik dasar jurnalistik, termasuk proses kerja reporter, teknik wawancara, serta strategi menggali informasi dari narasumber.

    “Mahasiswa juga dilatih membangun kepercayaan diri sebagai wartawan pemula agar mampu berkomunikasi secara efektif saat melakukan peliputan,” katanya.

    Rangkaian materi berlanjut pada pertemuan ketiga hingga kelima yang mencakup praktik wawancara, teknik liputan, fotografi jurnalistik, penulisan berita straight news dan feature, serta layout dan setting menggunakan aplikasi Canva. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pendampingan di luar jam kuliah untuk memastikan proses penerbitan berjalan sesuai rencana.

    Sofyan berharap melalui program ini mahasiswa tidak hanya memahami teori jurnalistik, tetapi juga mampu menguasai proses penerbitan media secara utuh.

    “Harapannya mahasiswa memahami proses dari awal hingga akhir penerbitan majalah. Ini bisa menjadi bekal setelah lulus sekaligus mengasah bakat dan minat di bidang jurnalistik,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: SMA Veteran 1 Sukoharjo Ukir Deretan Prestasi Akademik dan Nonakademik, Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berkarya

    Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Wahyu Purba Sejati yang dibawakan oleh Ki Dalang Ki Jangkung Sugiyanto, S.Sn. 


    Bersih Dusun Ngudal Platarejo 2026, Tradisi Leluhur Satukan Warga dalam Guyub Rukun dan Budaya

    Wonogiri – majalahlarise.com - Tradisi adat Bersih Dusun kembali digelar masyarakat Dusun Ngudal, Desa Platarejo, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah pada Rabu Legi, 29 April 2026. Kegiatan tahunan tersebut berlangsung meriah dan sarat makna, menjadi simbol kuatnya budaya gotong royong serta kebersamaan masyarakat pedesaan yang terus terjaga hingga kini.

    Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan dusun. Mulai dari jalan kampung, saluran air, tempat ibadah, area pemakaman, hingga lingkungan rumah warga dibersihkan secara bersama-sama. Suasana guyub rukun dan penuh kekompakan terlihat jelas, mencerminkan nilai kebersamaan yang masih mengakar kuat di tengah masyarakat.

    Bersih Dusun tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan membersihkan lingkungan secara fisik, namun juga sebagai bentuk pembersihan batin dan doa bersama. Melalui tradisi ini, masyarakat berharap mendapatkan keselamatan, kesejahteraan, serta kehidupan yang tenteram.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kenduri bersama yang diikuti seluruh warga. Dalam suasana penuh kekeluargaan, masyarakat membawa aneka hidangan untuk didoakan sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, kesehatan, serta hasil panen yang melimpah.

    Warga antusias menyaksikan pagelaran wayang.


    Memasuki malam hari, kemeriahan semakin terasa dengan digelarnya pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Wahyu Purba Sejati yang dibawakan oleh Ki Dalang Ki Jangkung Sugiyanto, S.Sn. di halaman rumah Ketua RW setempat. Selain itu, warga juga disuguhkan pertunjukan kesenian ganong yang menjadi hiburan rakyat sekaligus bagian penting dalam pelestarian budaya Jawa. Berbagai kalangan usia tampak memadati lokasi acara dengan penuh antusias.

    Ibu RW Dusun Ngudal, Atik Istiqomah, menyampaikan Bersih Dusun merupakan tradisi turun-temurun yang memiliki nilai sosial, budaya, dan spiritual yang sangat penting bagi masyarakat.

    “Bersih dusun menjadi bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas nikmat kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang diberikan. Selain itu juga sebagai doa bersama agar dusun selalu aman, tenteram, dijauhkan dari bencana, dan masyarakat tetap hidup rukun,” tuturnya.

    Ia menguraikan, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar warga melalui kegiatan gotong royong, kenduri, hingga hiburan rakyat yang dinikmati bersama tanpa membedakan status sosial.

    “Atas adanya wayang dan kesenian ganong, ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda di tengah perkembangan zaman,” tambahnya.

    Sementara itu, salah satu pemuda Dusun Ngudal, Pantoro, mengatakan pentingnya kegiatan positif bagi generasi muda melalui olahraga, pelestarian budaya, maupun pengembangan keterampilan.

    “Anak-anak muda harus tetap mengenal budaya dan tradisi. Dari sinilah nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap warisan leluhur bisa terus dijaga,” ujarnya. (Syarif)


    Baca juga: SMA Veteran 1 Sukoharjo Ukir Deretan Prestasi Akademik dan Nonakademik, Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berkarya



Top