Siswa mengenal berbagai jenis reptil.


    Anak Hebat, Orangtua Terlibat Jadi Guru Inspirasi di SD Muhammadiyah 1 Solo

    SOLO – majalahlarise.com – Pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Keluarga juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, mengembangkan keterampilan, dan mengantarkan anak meraih cita-cita. Semangat tersebut diwujudkan SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah, melalui kegiatan Kelas Inspirasi yang telah berlangsung selama enam tahun. Kegiatan ini kembali digelar pada Kamis (5/11/2026).

    Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, mengatakan Kelas Inspirasi menjadi salah satu program sekolah untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada peserta didik. Melalui kegiatan ini, anak-anak berkesempatan belajar langsung dari orang tua siswa yang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan sesuai bidang masing-masing.

    “SD Muhammadiyah 1 Solo telah menggelar Kelas Inspirasi selama enam tahun. Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman belajar langsung dari berbagai profesi dan keterampilan,” ujar Sri Sayekti saat membuka kegiatan di Aula Sekolah Sehat.

    Menurut Sayekti, keterlibatan orang tua dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara sekolah dan keluarga untuk mendukung pendidikan karakter unggul dan berprestasi. Kolaborasi ini juga menjadi upaya mengoptimalkan potensi siswa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

    Keterlibatan orang tua dalam kegiatan kelas inspirasi merupakan bentuk kolaborasi antara sekolah dan keluarga untuk mendukung pendidikan karakter unggul dan berprestasi. 


    “Harapannya, ke depan kegiatan ini juga mendukung program pemerintah, yaitu Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), di mana sekolah menggabungkan pendidikan pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana,” urainya.

    Beragam materi disajikan dalam Kelas Inspirasi tahun ini. Siswa diajak mengenal kearifan lokal melalui praktik membuat batik jumputan, belajar menjadi pengusaha bersama Pukis Badran, membuat buket bunga, menghias donat, membuat burger, hingga mengikuti cooking class bersama SFA Steak.

    Tidak hanya itu, anak-anak juga diperkenalkan dengan berbagai profesi, seperti barista cilik, tenaga farmasi dan apoteker, serta konten kreator. Literasi keuangan turut menjadi perhatian melalui kegiatan mengenal cara menyimpan uang dengan aman, mulai dari celengan hingga layanan perbankan.

    “Anak-anak tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga mencoba langsung. Harapannya, mereka lebih percaya diri, kreatif, dan memiliki motivasi untuk meraih cita-cita,” katanya.

    Selain keterampilan dan pengenalan profesi, Kelas Inspirasi juga mengangkat pendidikan karakter serta kesehatan. Sejumlah materi yang diberikan meliputi pencegahan bullying, dongeng keteladanan Nabi Muhammad SAW, gaya hidup halal, pahlawan perut sehat, serta kampanye menjaga kelestarian lingkungan laut.

    Kreativitas yang berorientasi pada kepedulian lingkungan diperkenalkan melalui kegiatan Si Owl Perca Gemoy dengan pesan “Satu Perca Terselamatkan, Satu Bumi Tersenyum”. Siswa juga memperoleh pengalaman baru melalui aktivitas bermain sepatu roda dan mengenal berbagai jenis reptil.

    Acara pembukaan Kelas Inspirasi dipandu Humas SD Muhammadiyah 1 Solo, Dwi Jatmiko. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap hubungan dan komunikasi antara orang tua dengan pihak sekolah semakin erat sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang saling mendukung.

    “Enam tahun berjalan, Kelas Inspirasi membawa pesan sederhana, mendidik anak bukan hanya tugas guru. Orang tua juga mempunyai ruang untuk menyalakan mimpi dan membuka jendela masa depan anak. Ada empat catur pusat pendidikan, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, dan media atau teknologi,” pungkasnya.

    Melalui Kelas Inspirasi, SD Muhammadiyah 1 Solo menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Keterlibatan orang tua menjadi bukti pendidikan dapat tumbuh lebih kuat ketika keluarga dan sekolah berjalan bersama dalam mendampingi perkembangan anak.(Sofyan)


    Baca juga: HIMAKOM Univet Bantara Gelar Makrab 2026, Perkuat Keakraban dan Wawasan Industri Komunikasi


    Penampilan pentas seni salah satu kelompok mahasiswa 


    HIMAKOM Univet Bantara Gelar Makrab 2026, Perkuat Keakraban dan Wawasan Industri Komunikasi

    SUKOHARJO – majalahlarise.com – Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menyelenggarakan kegiatan Malam Keakraban (Makrab) 2026 pada Rabu-Kamis (4-5/11/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari program kerja HIMAKOM Periode 2026/2027 ini bertujuan mempererat hubungan kekeluargaan antarmahasiswa sekaligus memperluas wawasan dan pengalaman di bidang komunikasi.

    Rangkaian kegiatan Makrab 2026 diisi dengan kunjungan industri ke stasiun TVRI Yogyakarta, pentas seni, serta outbound di Willhouse Kaliurang, Yogyakarta. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya membangun hubungan pertemanan, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar secara langsung dari lingkungan industri komunikasi.

    Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, M.Si., dalam sambutannya saat membuka kegiatan Makrab dan Kunjungan Industri berpesan agar mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh.

    Khusus dalam kunjungan industri ke TVRI Yogyakarta, mahasiswa diharapkan tidak sekadar hadir dan melihat aktivitas penyiaran, tetapi mampu membangun interaksi aktif dengan pihak industri. Mahasiswa perlu mempelajari berbagai aspek penyiaran, mulai dari proses produksi program acara, kegiatan jurnalistik, hingga penggunaan peralatan dan teknologi penyiaran.

    Peserta Makrab saat mengikuti senam bersama.


    "Mahasiswa perlu mempersiapkan pertanyaan sebelum mengikuti kunjungan industri. Jangan hanya datang dan melihat, tetapi manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, bertanya, serta menggali informasi sebanyak-banyaknya," pesannya.

    Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mempelajari strategi media penyiaran dalam menghadapi perkembangan media baru dan platform digital. Mahasiswa diminta membawa alat tulis untuk mencatat berbagai informasi dan pengalaman yang diperoleh selama kunjungan.

    Dalam pelaksanaan Makrab, Joko mengajak seluruh peserta membangun kebersamaan dan mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Ia mengingatkan agar kegiatan keakraban tidak diisi tindakan perpeloncoan atau perlakuan yang tidak mendidik.

    Mahasiswa juga diharapkan terus semangat belajar dan mengembangkan kemampuan komunikasi agar mampu berinteraksi dengan baik di tengah masyarakat. Selama kunjungan ke TVRI Yogyakarta, peserta diminta menjaga kedisiplinan, kerapian, kesopanan, serta mematuhi aturan yang berlaku, termasuk tidak merokok di lingkungan studio.

    Kegiatan Makrab 2026 secara resmi dibuka dengan seruan salam komunikasi, "Satukan suara, berani bicara."

    Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Hariyanto, S.Sos., M.I.Kom., mengajak peserta memanfaatkan kegiatan kunjungan industri sebagai kesempatan belajar langsung mengenai dunia kerja komunikasi dan media.

    Ia mengimbau mahasiswa mempersiapkan pertanyaan sebelum mengikuti pertemuan dengan pihak media di TVRI. Peserta juga diminta mencatat dan merekam berbagai hal penting serta mencermati proses kerja dan aktivitas di dalam industri komunikasi.

    Hariyanto berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian Makrab dengan hati gembira, penuh semangat, dan menjunjung tinggi kebersamaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk membangun keakraban, memperluas wawasan, serta memperoleh pengalaman baru.

    Ketua Panitia Makrab 2026, Safira Salsabila, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan, khususnya Bapak dan Ibu dosen yang telah memberikan bimbingan serta dukungan selama proses persiapan.

    Apresiasi juga diberikan kepada seluruh panitia yang telah bekerja sama sehingga kegiatan dapat dipersiapkan dan dilaksanakan dengan baik.

    Safira menjelaskan, Makrab 2026 bertujuan mempererat hubungan kekerabatan, membangun komunikasi, serta menjadi sarana belajar bersama melalui berbagai kegiatan, termasuk kunjungan industri di TVRI Yogyakarta.

    Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan hubungan baik yang telah terjalin antara peserta, panitia, serta kakak tingkat tetap terjaga meskipun kegiatan telah berakhir.

    Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM), Anisa Mariska Putri, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan Makrab 2026 selama kurang lebih dua bulan.

    Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Harianto, S.Sos., M.I.Kom., Bapak dan Ibu dosen, serta seluruh mahasiswa baru yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

    Anisa menyambut mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Program Studi Ilmu Komunikasi. Melalui Makrab, mahasiswa diharapkan dapat lebih mengenal teman satu angkatan maupun kakak tingkat yang tergabung dalam HIMAKOM sehingga terjalin hubungan akrab dan kebersamaan.

    Ia mengajak seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan tetap menjaga kesehatan. Peserta juga diminta tidak ragu menyampaikan kepada panitia apabila mengalami kondisi kurang sehat selama kegiatan berlangsung.

    "Harapannya, seluruh mahasiswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik, mendapatkan pengalaman dan ilmu yang bermanfaat, serta semakin mengenal satu sama lain sebagai keluarga besar Ilmu Komunikasi," ungkapnya.

    Melalui Makrab 2026, HIMAKOM Univet Bantara berharap tercipta lingkungan mahasiswa yang komunikatif, solid, dan saling mendukung. Selain mempererat persaudaraan, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia industri komunikasi sekaligus mengembangkan keberanian, kreativitas, dan kemampuan berinteraksi. (Sofyan)


    Baca juga: MIM Congol Simo Gelar AMT, Perkuat Adab Islam dan Karakter Karimah Siswa



    MIM Congol Simo Gelar AMT, Perkuat Adab Islam dan Karakter Karimah Siswa

    Boyolali – majalahlarise.com – MI Muhammadiyah (MIM) Congol, Simo, menggelar kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) untuk memperkuat adab Islam sekaligus membangun karakter karimah peserta didik. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Congol, Selasa (3/11/2026), dengan diikuti guru dan siswa.

    Kegiatan menghadirkan Ustaz Pujiono, Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, sebagai narasumber. Acara diawali dengan dzikir dan doa yang dipimpin Kepala MIM Congol, Ustaz Syarif Widodo, M.Pd.

    Dalam penyampaian materinya, Ustaz Pujiono membangkitkan semangat siswa agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memiliki adab Islami dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi juga tercermin melalui perilaku, kesantunan, dan karakter mulia.

    Dengan penyampaian yang komunikatif dan menggugah semangat, Pujiono mengajak siswa memahami sekaligus membiasakan adab-adab sederhana yang memiliki makna besar dalam kehidupan. Beberapa di antaranya adalah adab masuk kamar mandi dan adab masuk rumah.

    “Adab itu bukan sekadar hafalan, tetapi harus menjadi kebiasaan. Anak hebat bukan hanya anak yang pintar menjawab soal, tetapi juga anak yang tahu cara bersikap, menghormati orang lain, dan menjaga adab di mana pun berada,” demikian pesan motivasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

    Kegiatan AMT ini selaras dengan slogan MIM Congol, yakni MACO (Mandiri, Aktif, Cerdas, Optimistis). Slogan tersebut menjadi semangat madrasah dalam membentuk generasi yang memiliki kemandirian, keaktifan, kecerdasan, dan optimisme dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

    Melalui program unggulan pembiasaan adab Islam, MIM Congol berkomitmen menanamkan karakter karimah kepada seluruh peserta didik. Pembiasaan tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan di lingkungan madrasah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan masyarakat.

    Melalui kegiatan AMT, MIM Congol berupaya meneguhkan kembali pentingnya adab sebagai fondasi ilmu. Dengan demikian, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi Islam yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga santun, mandiri, serta memiliki akhlak mulia sebagai bekal menghadapi masa depan. (Sofyan)


     

    Suasana khas pedesaan Omah Klangenan. (Foto: Dok Ig omah.klangenan)


    Omah Klangenan, Homestay di Kaki Gunung Merapi yang Menawarkan Kenyamanan dan Kenangan Indah Bersama Keluarga

    SLEMAN - majalahlarise.com - Menikmati suasana pedesaan yang sejuk, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, menjadi pilihan menarik untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Di kawasan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat sebuah homestay bernama Omah Klangenan yang menawarkan pengalaman menginap dengan suasana alam pedesaan di kaki Gunung Merapi.

    Berlokasi di Dusun Candi, Kelurahan Bangunkerto, Kecamatan Turi, Omah Kelangenan hadir dengan konsep penginapan yang memadukan kenyamanan, keasrian alam, dan kehangatan suasana keluarga. Nama Klangenan sendiri membawa harapan agar tempat ini tidak sekadar menjadi lokasi persinggahan, tetapi juga meninggalkan kenangan indah bagi setiap tamu yang datang.

    "Kami berharap para tamu yang datang ke Omah Klangenan bisa menjadikan tempat ini sebagai kenangan tersendiri. Jadi, ketika mereka sudah pulang, ada rasa rindu dan keinginan untuk kembali lagi," ungkap Arief  Anditantyo pengelola Omah Klangenan.

    Suasana kolam renang. (Foto Dok IG omah.klangenan)

    Mengusung suasana khas pedesaan, homestay ini menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati waktu berkualitas bersama orang-orang terdekat. Hamparan perkebunan salak yang mengelilingi kawasan penginapan menghadirkan pemandangan hijau dan suasana alami. Udara sejuk kawasan Turi di kaki Gunung Merapi semakin menambah kenyamanan bagi para tamu.

    Omah Klangenan menyediakan enam kamar berukuran cukup luas dengan kapasitas keseluruhan sekitar 40 orang. Fasilitas tersebut memungkinkan keluarga besar maupun rombongan untuk menginap dan menikmati kebersamaan dalam satu tempat.

    Keberadaan rumah joglo menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Bangunan dengan nuansa tradisional Jawa tersebut menghadirkan suasana hangat sekaligus memberikan ruang bagi para tamu untuk berkumpul dan bercengkerama. Selain itu, tersedia pula kolam renang yang dapat menjadi pilihan aktivitas rekreasi selama menginap.

    Tidak hanya menawarkan fasilitas penginapan, lingkungan perkebunan salak di sekitar homestay juga memberikan pengalaman berbeda. Para tamu dapat menikmati suasana perkebunan sekaligus merasakan kedekatan dengan kehidupan pedesaan yang menjadi salah satu kekayaan kawasan Turi.

    Suasana kamar tidur Omah Klangenan. (Foto Dok IG omah.klangenan)


    Konsep yang dihadirkan Omah Klangenan memperlihatkan pengalaman berwisata tidak selalu harus identik dengan perjalanan jauh dan aktivitas yang padat. Menghabiskan waktu bersama keluarga, menikmati udara segar, bercengkerama di rumah joglo, hingga bersantai di tengah perkebunan salak dapat menjadi pengalaman sederhana yang berkesan.

    Melalui suasana alam dan fasilitas yang tersedia, Omah Klangenan ingin menghadirkan lebih dari sekadar tempat bermalam. Ada harapan setiap tamu membawa pulang cerita, kebahagiaan, dan kenangan yang membuat mereka ingin kembali.

    Sebab, sebuah tempat yang istimewa bukan hanya tentang fasilitas yang ditawarkan, melainkan juga tentang pengalaman dan kenangan yang tertinggal di hati setiap orang yang pernah berkunjung. (Sofyan)


    Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara saat menerima penjelasan dari tim TVRI tentang dunia penyiaran televisi.


    Mahasiswa Ilmu Komunikasi Univet Bantara Kunjungi TVRI, Pelajari Praktik Penyiaran dan Jajaki Kerja Sama

    SUKOHARJO – majalahlarise.com – Rangkaian kegiatan Malam Keakraban (Makrab) mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, diawali dengan kunjungan industri ke stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) Yogyakarta, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia kerja industri penyiaran televisi sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi Makrab di Willhouse Kaliurang, Yogyakarta.

    Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, menyampaikan rasa senang dan gembira atas sambutan yang diberikan TVRI kepada rombongan Univet Bantara. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan bagi mahasiswa, khususnya mengenai praktik penyiaran televisi secara langsung, termasuk proses pengambilan gambar di lapangan.

    “Melalui kunjungan ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana praktik kerja di industri penyiaran televisi. Harapannya, mereka memperoleh pengalaman dan wawasan baru yang bisa menjadi bekal dalam mengembangkan kompetensi di bidang ilmu komunikasi,” ujarnya.

    Dr. Joko menjelaskan, kunjungan tersebut juga diharapkan menjadi awal terjalinnya kerja sama berkelanjutan antara Univet Bantara dan TVRI melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Sejumlah program kerja sama yang direncanakan meliputi kesempatan magang mahasiswa, kuliah tamu dengan menghadirkan praktisi dan pakar dari TVRI, serta berbagai kegiatan akademik untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa.

    Penyerahan cinderamata oleh Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, M.Si kepada Nugroho, Ketua Tim Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) atau HRD TVRI Yogyakarta.

    Kerja sama tersebut juga diharapkan membuka peluang penyelesaian studi mahasiswa melalui jalur nonskripsi, antara lain dengan memproduksi film dokumenter dan film bertema pendidikan. Mahasiswa juga berkesempatan bekerja secara berkelompok menghasilkan konten siaran sebagai tugas akhir, dengan TVRI Yogyakarta sebagai pemegang hak siar. Dengan demikian, karya mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga berpeluang ditayangkan dan dinikmati masyarakat luas.

    Sementara itu, Nugroho, Ketua Tim Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) atau HRD TVRI, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada rombongan Univet Bantara Sukoharjo atas kunjungan dan silaturahmi tersebut. Ia menjelaskan, TVRI saat ini terus mengalami perubahan dan perkembangan dalam menjalankan perannya sebagai lembaga penyiaran publik yang hadir di tengah masyarakat.

    “TVRI sekarang sudah banyak berubah. Kami sebagai lembaga penyiaran publik menjadi bagian dari masyarakat dan memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat melalui berbagai program edukasi, pembelajaran, serta penyebaran informasi,” jelasnya.

    Nugroho menyampaikan, TVRI membuka peluang kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai pihak, termasuk kalangan perguruan tinggi dan mahasiswa. TVRI siap menampung serta memberikan ruang penayangan bagi konten kreatif hasil karya masyarakat maupun mahasiswa.

    Melalui kolaborasi tersebut, TVRI ingin menghadirkan tayangan yang benar-benar berasal dari masyarakat dan kembali memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia mengajak mahasiswa Univet Bantara untuk bersama-sama membangun bangsa melalui karya nyata yang profesional, berkualitas, dan memiliki nilai tambah.

    Kepada mahasiswa, Nugroho juga berpesan agar tidak pernah berhenti belajar dan terus meningkatkan literasi. Menurutnya, keberanian memiliki mimpi besar harus diiringi kemauan untuk berusaha dan mengembangkan kemampuan diri.

    “Jangan pernah berhenti belajar dan meningkatkan literasi. Beranilah memiliki mimpi besar dan berusaha mewujudkannya, karena setiap orang memiliki kemampuan untuk berkembang dan meraih kesuksesan,” pesannya.

    Ia berharap mahasiswa Univet Bantara dapat menjadi generasi penerus bangsa, teladan bagi masyarakat, sekaligus calon pemimpin yang mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik dan maju. TVRI, lanjutnya, siap mendukung serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengembangkan dunia pendidikan, kreativitas, dan penyiaran.

    Kunjungan industri ini menjadi bagian dari upaya Prodi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan praktik profesional di dunia industri media. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Belajar di Alam Terbuka, 85 Murid Kelas I SD Muhammadiyah PK Solo Jelajahi Agrowisata Amanah


    Murid diajak turun langsung ke sawah. Mereka dikenalkan dengan proses menanam padi hingga memanen kacang panjang.


    Belajar di Alam Terbuka, 85 Murid Kelas I SD Muhammadiyah PK Solo Jelajahi Agrowisata Amanah

    KARANGANYAR – majalahlarise.com – Sebanyak 85 murid kelas I SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan field trip di Agrowisata Amanah, Jalan Raya Tawangmangu Km 34, Kabupaten Karanganyar, Rabu (4/11/2026). Mengusung tema “Little Steps, Beautiful Memories”, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran di luar kelas untuk melatih kemandirian, keberanian, kerja sama, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

    Berlokasi di kawasan pedesaan yang asri, Agrowisata Amanah menghadirkan pengalaman belajar secara langsung melalui berbagai aktivitas edukatif. Murid tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga berkesempatan mengembangkan keterampilan melalui kegiatan yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.

    Keseruan kegiatan terlihat saat murid mengikuti berbagai aktivitas outbound, seperti simulasi panjat tebing dan susur sungai. Melalui tantangan tersebut, mereka dilatih untuk berani mencoba hal baru, menjaga keseimbangan, bekerja sama dengan teman, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

    Selain mengasah ketangkasan fisik, murid juga mendapatkan pengalaman mengenal cara merawat hewan. Kegiatan ini mengajarkan pentingnya memiliki rasa empati, kasih sayang, dan kepedulian terhadap makhluk hidup ciptaan Allah Swt.

    Pengalaman belajar semakin menarik ketika murid diajak turun langsung ke sawah. Mereka dikenalkan dengan proses menanam padi hingga memanen kacang panjang. Melalui aktivitas tersebut, murid belajar memahami asal bahan pangan yang dikonsumsi sehari-hari sekaligus menghargai proses dan kerja keras para petani.

    Koordinator Tim Kelas I, Yuli Ekowati, menjelaskan field trip menjadi salah satu bentuk penerapan pembelajaran yang menghubungkan materi di dalam kelas dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari.

    “Kegiatan field trip ini adalah sarana aplikasi ilmu yang didapat murid-murid di dalam kelas untuk diaplikasikan langsung di dunia sehari-hari. Harapan kami, para murid membawa pulang ilmu, keterampilan baru, serta kenangan indah yang mendukung karakter mandiri mereka,” terangnya.

    Antusiasme murid terlihat sepanjang rangkaian kegiatan. Salah satunya dirasakan Veroland Raisyano yang mengaku senang dapat mengikuti berbagai aktivitas bersama teman-temannya di alam terbuka.

    “Ini field trip pertamaku. Sangat mengasyikkan bisa bermain dan belajar bersama teman-teman di lahan hijau yang luas,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berharap murid memperoleh pengalaman belajar yang berkesan sekaligus membentuk karakter mandiri, berani, tangguh, dan peduli terhadap lingkungan. Pengalaman sederhana melalui langkah-langkah kecil di alam terbuka diharapkan menjadi bekal berharga bagi tumbuh kembang murid, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun proses pendidikan selanjutnya. (Sofyan)


    Baca juga: SD Muhammadiyah 1 Solo Gaungkan Bangga Menjadi Guru dalam Bulan Guru Nasional 2026





    SD Muhammadiyah 1 Solo Gaungkan Bangga Menjadi Guru dalam Bulan Guru Nasional 2026

    SOLO – majalahlarise.com - SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah, menggelar kegiatan Bulan Guru Nasional 2026 sebagai momentum untuk menggaungkan kampanye Bangga Menjadi Guru. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kebanggaan terhadap profesi guru sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi, inovasi, dan berbagi praktik baik.

    Kegiatan tersebut disampaikan Sri Sayekti, Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, dalam agenda bertajuk Peran Satuan Pendidikan dalam Kampanye Bulan Guru Nasional di Ruang Siaran Radio Solo Belajar, Selasa (3/11/2026).

    Menurut Sri Sayekti, Bulan Guru Nasional 2026 bukan sekadar rangkaian kegiatan seremonial, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat penghormatan terhadap profesi guru, memperluas ruang berbagi praktik baik, serta membangun kolaborasi antar pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

    “Guru hebat, Indonesia kuat,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, melalui semangat Bulan Guru Nasional, diharapkan semakin banyak guru yang termotivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

    “Alhamdulillah, hari ini kita menggelar salah satunya talk show tentang peran strategis guru menuju Indonesia Emas 2045, serta nilai-nilai yang melandasi Bulan Guru Nasional. Kegiatan ini menghadirkan dalang muda Muhammadiyah yang memiliki seabrek prestasi, Ki Agung Sudarwanto,” bebernya.

    Dalam talk show tersebut, Ki Agung Sudarwanto membagikan perjalanan dan pengalamannya sebagai dalang yang telah menekuni seni pedalangan sejak usia dini. Pria kelahiran Desa Kauman, Nganjuk, Jawa Timur, 4 Agustus 1979, itu mengaku mulai mendalang sejak duduk di kelas V sekolah dasar pada 1990.

    “Saat itu bertepatan dengan Hari Persatuan Dalang Indonesia (Pepadi) di Pendapa Kabupaten Nganjuk. Dalam pentas keliling Jawa Pos, saya sebatas mucuki Ki Manteb Soedharsono pada 2 Agustus 1990,” ujar Agung, panggilan akrabnya.

    Ia menjelaskan, istilah mucuki dalam seni pedalangan merupakan pergelaran tambahan berupa fragmen yang dilaksanakan sebelum pertunjukan wayang kulit utama dimulai. Tradisi tersebut umumnya dilakukan oleh anak dalang atau cantrik, yakni murid seorang dalang.

    “Mucuki pada umumnya dilakukan oleh anak dalang dan cantrik, yaitu murid dalang tersebut. Saat itu saya bukan anak seorang dalang, tetapi diberi kepercayaan untuk mucuki Ki Manteb Soedharsono pada waktu pementasan di Nganjuk,” ungkap alumnus Program Studi Pengkajian Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta tahun 2009 tersebut.

    Selain menceritakan perjalanan berkesenian, Agung juga mengangkat pentingnya pelestarian bahasa dan budaya daerah di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya menguasai teknologi dan bahasa asing, tetapi juga perlu memiliki kecintaan terhadap bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya bangsa.

    Salah satu yang perlu terus dilestarikan adalah bahasa Jawa. Bahasa tersebut bukan sekadar alat komunikasi, melainkan mengandung nilai unggah-ungguh, tata krama, serta penghormatan kepada sesama.

    Melalui pembelajaran bahasa Jawa, anak-anak dapat mengenal penggunaan bahasa ngoko dan krama sesuai dengan konteks pergaulan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam membangun karakter, terutama dalam menghormati orang tua, guru, dan teman sebaya.

    “Bocah-bocah jaman saiki pancen kudu mumpuni lan nresnani basa Jawa. Aja nganti amarga kepengin diarani modern, banjur lali marang basa lan budaya dhewe,” ungkapnya.

    Melalui penyelenggaraan Bulan Guru Nasional 2026, SD Muhammadiyah 1 Solo berharap guru semakin bangga terhadap profesinya dan terus mengambil peran strategis dalam membentuk generasi penerus bangsa. Perpaduan antara penguatan kompetensi, penanaman karakter, serta pelestarian budaya diharapkan menjadi bagian dari kontribusi dunia pendidikan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (Sofyan)


    Baca juga: HUT ke-81 PGRI, Manyaran Gelar Lomba Olahraga, Seni Budaya hingga Jalan Sehat



⬆
Top