GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
News
![]() |
| Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surakarta yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026. |
Wakil Wali Kota Lepas Kontingen Pramuka Surakarta ke Jamnas XII 2026
SURAKARTA - majalahlarise.com – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surakarta yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026. Pelepasan berlangsung di Loji Gandrung, Kamis (6/8), dan dirangkaikan dengan Apel Pelantikan Pramuka Garuda Kota Surakarta. Momentum tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Surakarta terhadap pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka.
Dalam sambutannya, Astrid Widayani menyampaikan apresiasi kepada Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Surakarta, Dinas Pendidikan Kota Surakarta, para pembina, serta orang tua yang telah mendampingi dan mempersiapkan para peserta hingga siap mengikuti ajang kepramukaan tingkat nasional. Ia juga mengucapkan selamat kepada para calon Pramuka Garuda yang resmi dilantik sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan prestasi mereka dalam kegiatan kepramukaan.
“Selamat kepada adik-adik yang hari ini dilantik sebagai Pramuka Garuda. Gelar ini merupakan pencapaian yang membanggakan sekaligus amanah untuk terus menjadi teladan dalam disiplin, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat. Tunjukkan bahwa Pramuka Surakarta adalah pribadi yang santun, tangguh, kreatif, dan berkarakter,” ujar Astrid.
Kontingen Kota Surakarta yang akan diberangkatkan menuju Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, berjumlah 41 orang. Rombongan terdiri atas 16 Pramuka Penggalang putra, 16 Pramuka Penggalang putri, dua orang Pimpinan Kontingen Cabang (Pinkoncab), empat pembina pendamping, serta tiga orang official. Pada kesempatan yang sama, sebanyak 30 calon Pramuka Garuda juga resmi dilantik, terdiri atas 15 Pramuka Garuda putra dan 15 Pramuka Garuda putri.
Kontingen dijadwalkan bertolak menuju Jakarta pada 11 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB. Sementara itu, Jambore Nasional XII akan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Buperta Cibubur, dan seluruh peserta direncanakan kembali ke Surakarta pada 21 Agustus 2026.
Astrid berharap para peserta dapat memanfaatkan Jambore Nasional sebagai wadah untuk belajar, memperkaya pengalaman, memperluas persahabatan, serta mengembangkan karakter kepemimpinan. Ia juga mengingatkan seluruh anggota kontingen agar menjaga nama baik Kota Surakarta selama mengikuti kegiatan dan mengimplementasikan ilmu serta keterampilan yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sepulang dari Jambore Nasional.
Selain itu, Astrid berpesan kepada para pembina dan pendamping agar senantiasa mengutamakan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan. Dengan persiapan yang matang dan pendampingan yang optimal, ia berharap kontingen Kota Surakarta dapat mengikuti Jambore Nasional XII dengan lancar, meraih pengalaman terbaik, serta kembali ke daerah dalam keadaan sehat dan membawa prestasi yang membanggakan. (Mas Is/ Sofyan)
Baca juga: Lazismu SD Muhammadiyah PK Solo Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Empat Murid TK di Karanganyar
Pendidikan
![]() |
| Kegiatan GELAS MULIA (Gerakan Relawan Lintas Agama Merawat Rumah Ibadah) dengan melaksanakan aksi bersih-bersih rumah ibadah lintas iman, Kamis (6/8/2026). |
Kuatkan Kerukunan, PAWON Gelar GELAS MULIA Merawat Rumah Ibadah Lintas Iman
WONOGIRI - majalahlarise.com – Paguyuban Agamawan Muda Wonogiri (PAWON) menggelar kegiatan GELAS MULIA (Gerakan Relawan Lintas Agama Merawat Rumah Ibadah) dengan melaksanakan aksi bersih-bersih rumah ibadah lintas iman, Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di masjid dan sanggar di kawasan Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur Wonogiri ini menjadi wujud nyata komitmen menjaga harmoni serta mempererat kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Wonogiri.
Ketua PAWON, Eko Rahmanto, menjelaskan kegiatan tersebut tidak sekadar membersihkan rumah ibadah, tetapi juga membangun semangat kebersamaan di tengah keberagaman. Menurutnya, aksi gotong royong lintas agama menjadi simbol bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi masyarakat untuk saling menghormati dan bekerja sama demi kepentingan bersama.
"Kegiatan GELAS MULIA diharapkan mampu meningkatkan semangat persatuan, kesatuan, serta memperkuat rasa persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Wonogiri. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk peningkatan rasa nasionalisme dan semangat kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81," ujar Eko Rahmanto.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus PAWON, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonogiri, serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan sinergi dalam menjaga kehidupan masyarakat yang damai, toleran, dan saling menghargai.
Dalam arahannya, pengurus FKUB Kabupaten Wonogiri sekaligus pegawai Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Mursyidi, S.Ag., M.S.I., memberikan apresiasi atas konsistensi PAWON dalam membangun kerukunan melalui aksi nyata. Ia menilai kegiatan lintas agama seperti GELAS MULIA mampu memperkuat nilai-nilai toleransi sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat.
"Saya mengapresiasi pengurus PAWON yang terus berupaya menjaga harmoni dan kerukunan antarumat beragama di Wonogiri. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan semakin kuat di tengah masyarakat," kata Mursyidi.
Melalui GELAS MULIA, PAWON berharap semangat gotong royong lintas iman semakin tumbuh di Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa merawat kerukunan dapat diwujudkan melalui aksi sederhana namun bermakna, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan bersatu dalam keberagaman. (Sofyan)
Baca juga: Dies Natalis ke-44, SMA Veteran 1 Sukoharjo Teguhkan Semangat Melampaui Awan dan Menembus Bintang
Pendidikan
![]() |
| KL Lazismu menyalurkan bantuan kepada empat murid TK Dharma Wanita VIII Blulukan, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (6/8/2026). |
Lazismu SD Muhammadiyah PK Solo Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Empat Murid TK di Karanganyar
Solo - majalahlarise.com - Kantor Layanan (KL) Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Melalui program bantuan pendidikan, KL Lazismu menyalurkan bantuan kepada empat murid TK Dharma Wanita VIII Blulukan, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (6/8/2026).
Bantuan tersebut diberikan berdasarkan surat permohonan yang diajukan pihak sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan biaya pendidikan peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dana bantuan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan, seperti biaya SPP, buku, alat tulis, dan perlengkapan sekolah sesuai dengan pengajuan yang disampaikan oleh pihak TK.
Pengurus KL Lazismu SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Muhamad Arifin, mengatakan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari program Kencleng Surga, yaitu gerakan infak yang rutin dilakukan oleh murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo.
"Alhamdulillah, bantuan ini berasal dari kepedulian para murid melalui program Kencleng Surga. Semoga dana yang disalurkan dapat bermanfaat untuk membantu kebutuhan operasional pendidikan anak-anak sesuai dengan pengajuan yang telah disampaikan," ujar Arifin.
Ia menambahkan, program Kencleng Surga tidak hanya mengajarkan semangat berbagi kepada peserta didik, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai kepedulian sosial sejak usia dini. Dana yang terkumpul secara rutin disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan.
Guru TK Dharma Wanita VIII Blulukan, Fajar Rustriyani, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti bagi keluarga penerima manfaat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada KL Lazismu SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo atas bantuan yang telah diberikan. Bantuan operasional pendidikan ini sangat penting karena beberapa murid kami berasal dari keluarga yang kurang mampu. Insyaallah bantuan ini akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan pendidikan anak-anak," tuturnya.
Melalui program ini, KL Lazismu SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berharap semakin banyak anak memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik tanpa terkendala biaya. Di sisi lain, program Kencleng Surga diharapkan terus menjadi media pembelajaran karakter bagi para murid untuk menumbuhkan kepedulian, empati, dan semangat berbagi kepada sesama.
Dengan semangat memberi untuk negeri, Lazismu SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo terus berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, dan tepat sasaran. (Sofyan)
Baca juga: Dies Natalis ke-44, SMA Veteran 1 Sukoharjo Teguhkan Semangat Melampaui Awan dan Menembus Bintang
Pendidikan
![]() |
| Prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan sekolah selama 44 tahun. |
Dies Natalis ke-44, SMA Veteran 1 Sukoharjo Teguhkan Semangat Melampaui Awan dan Menembus Bintang
SUKOHARJO - majalahlarise.com – SMA Veteran 1 Sukoharjo menggelar puncak peringatan Dies Natalis ke-44, Kamis (6/8/2026), dengan rangkaian kegiatan sejak pukul 06.00 hingga 15.00 WIB. Mengusung tema "STARTOS: Terus Melampaui Awan dan Menembus Bintang", peringatan hari jadi sekolah dipenuhi kegiatan seremonial, pentas seni, penampilan ekstrakurikuler, hiburan, serta menjadi momentum memperkuat komitmen sekolah dalam mencetak generasi berprestasi dan berkarakter.
Kegiatan diawali dengan koordinasi panitia dan persiapan acara, dilanjutkan pembukaan resmi yang diisi menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars SMA Veteran 1 Sukoharjo, pembacaan tilawah, laporan ketua pelaksana, sambutan para tamu undangan, doa bersama, hingga prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan sekolah selama 44 tahun.
Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Si., mengajak seluruh warga sekolah bangga menjadi bagian dari SMA Veteran 1 Sukoharjo serta memanfaatkan masa belajar selama tiga tahun untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, karakter, dan keterampilan. Menurutnya, tema Dies Natalis tahun ini menjadi penyemangat bagi seluruh peserta didik untuk berani memiliki cita-cita tinggi.
"Tema hari ini yaitu terus melampaui awan dan menembus bintang, sesuai cita-cita kita bersama. Bangga menjadi SMA Veteran 1 Sukoharjo, semoga anak-anak mendapatkan skill dan ilmu yang diberikan oleh bapak ibu guru yang hebat," ujarnya.
![]() |
| Para tamu undangan hadir mengikuti prosesi puncak perayaan HUT ke-44 SMA Veteran 1 Sukoharjo. |
Wanita yang akrab disapa bu Koyem menjelaskan, sejak berdiri pada 1982, SMA Veteran 1 Sukoharjo telah melahirkan banyak alumni yang sukses di berbagai profesi, mulai dari dokter, anggota kepolisian, pengusaha hingga tenaga profesional lainnya. Ia menyebut keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen sekolah dalam melahirkan sumber daya manusia berkualitas.
"Puji syukur, SMA Veteran sudah mencetak generasi-generasi yang luar biasa. Saya sendiri juga lulusan SMA Veteran 1 Sukoharjo tahun 1990," katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun karakter melalui kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan penguasaan berbagai soft skill. Para siswa didorong memanfaatkan program unggulan sekolah, seperti pembelajaran bahasa Inggris, bahasa Jepang, teknologi informasi, serta kerja sama dengan perguruan tinggi dan dunia industri. Selain itu, sekolah terus mengembangkan keterampilan vokasional melalui program menjahit, broadcasting, jurnalistik, content creator, karawitan, Paskibraka, hingga organisasi siswa.
"Tiga tahun di sini jangan hanya datang dan pulang sekolah. Ikuti organisasi-organisasi yang ada agar keterampilan kepemimpinan terbentuk dan kelak siap terjun di masyarakat," tuturnya.
Menutup sambutannya, Koyem mengungkapkan rasa syukur atas meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap SMA Veteran 1 Sukoharjo. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, jumlah peserta didik baru mencapai 472 siswa. Ia berharap sekolah terus berkembang dan mampu memberikan pelayanan terbaik.
"Jayalah terus lembagaku, mudah-mudahan mampu berdiri tegak sampai kapan pun. Sejatinya hidup itu melayani orang lain dengan sebaik-baiknya, karena dari situlah kebahagiaan akan datang dengan sendirinya," pungkasnya.
Ketua YPPP Veteran Sukoharjo, Sadewa Suharto, memberikan apresiasi kepada kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh keluarga besar SMA Veteran atas perkembangan sekolah yang semakin pesat. Menurutnya, peningkatan jumlah peserta didik menjadi bukti tingginya kepercayaan masyarakat terhadap SMA Veteran Sukoharjo.
"Kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada kepala sekolah, bapak ibu guru, dan seluruh pihak yang telah membesarkan SMA Veteran hingga menjadi sekolah yang sangat membanggakan," ujarnya.
Sadewa menambahkan SMA Veteran Sukoharjo menjadi salah satu unit pendidikan di bawah YPPP Veteran yang menunjukkan perkembangan paling signifikan. Ia berharap kualitas pendidikan, prestasi, dan pelayanan terus meningkat sehingga sekolah semakin unggul. "Selamat Dies Natalis ke-44. Semoga SMA Veteran semakin sukses, unggul, jaya, dan terpercaya," katanya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Tengah, Agung Wijayanto, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kontribusi SMA Veteran Sukoharjo dalam memperluas akses pendidikan sekaligus membentuk karakter peserta didik. Ia menyebut kejujuran, kedisiplinan, serta sikap rendah hati menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.
"Untuk menjadi sukses, yang utama adalah kejujuran, kedisiplinan, dan humble atau rendah hati serta komunikatif. Tiga hal inilah yang menjadi kunci menuju kesuksesan," jelasnya.
Agung juga mengapresiasi berbagai program penguatan karakter yang dijalankan sekolah, mulai dari budaya literasi hingga pembiasaan membaca Al-Qur'an yang sejalan dengan program SMA Mantap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia mengingatkan pentingnya sinergi antara sekolah, yayasan, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Tidak ada sekolah yang majunya sendiri dan tidak ada sekolah yang hebatnya sendiri. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai stakeholder menjadi kunci agar sekolah terus berkembang dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas," pungkasnya.
Ketua Pelaksana Dies Natalis, Andre Putra Hadi Atmaja, menjelaskan tema "STARTOS: Melampaui Awan, Menembus Bintang" menjadi simbol semangat seluruh warga sekolah untuk terus berprestasi dan berani bermimpi besar. Menurutnya, Dies Natalis bukan sekadar perayaan ulang tahun sekolah, tetapi juga menjadi ajang promosi sekolah, memperkuat solidaritas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus menjadi wadah pengembangan bakat dan kreativitas peserta didik.
"Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan harapan dan doa agar SMA Veteran 1 Sukoharjo terus berkibar, mengukir prestasi hingga melampaui awan dan menembus bintang," ujarnya.
Usai rangkaian seremonial, panggung Dies Natalis dimeriahkan berbagai penampilan ekstrakurikuler, mulai dari Karawitan, Tonsus, Hadroh, Tari, PMR, hingga Dewan Ambalan. Kemeriahan berlanjut dengan penampilan Guest Star Koplo, dilanjutkan ISHOMA, kemudian hiburan kembali hadir melalui Guest Star Koplo, Guest Star DJ, serta atraksi Surprise Smoke Bomb. Rangkaian kegiatan ditutup pukul 15.00 WIB dengan sesi Sayonara sebagai penutup seluruh peringatan Dies Natalis ke-44 SMA Veteran 1 Sukoharjo.
Perayaan ini diharapkan semakin mempererat kebersamaan keluarga besar sekolah sekaligus memperkuat tekad SMA Veteran 1 Sukoharjo dalam mencetak generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. (Sofyan)
Baca juga: Galeri Investasi UNISRI dan BEI Edukasi Warga Desa Brojol Lewat Sekolah Pasar Modal
Pendidikan
![]() |
| Pelaksanaan Program bertajuk Penguatan Daya Saing UMKM Batik melalui Inovasi Motif dan Mesin Pengering Berbasis Teknologi Tepat Guna pada Kelompok Batik Sendang Mulyo. |
Ketika Batik Tak Lagi Bergantung pada Matahari, PISN 2026 Perkuat Daya Saing Batik Sendang Mulyo
SUKOHARJO - majalahlarise.com – Tradisi membatik di Kelompok Batik Sendang Mulyo kini memasuki babak baru. Melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026, para perajin tidak hanya didampingi untuk melahirkan motif batik yang lebih inovatif, tetapi juga diperkuat dengan teknologi tepat guna dan transformasi digital guna meningkatkan daya saing usaha. Program bertajuk Penguatan Daya Saing UMKM Batik melalui Inovasi Motif dan Mesin Pengering Berbasis Teknologi Tepat Guna pada Kelompok Batik Sendang Mulyo tersebut berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 2–30 Juli 2026.
Selama ini para perajin menghadapi kendala klasik, terutama saat musim hujan. Proses pengeringan kain batik yang masih bergantung pada sinar matahari membuat produksi melambat dan pengiriman pesanan sering tertunda. Di sisi lain, persaingan pasar menuntut inovasi motif sekaligus kemampuan memasarkan produk secara digital agar mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
Salah satu kegiatan utama adalah Workshop Desain Motif Batik Lombok Gendhayakan yang dipandu Evelyne Henny Lukitasari. Workshop mengajak para perajin menggali potensi cabai lokal lombok gendhayakan sebagai sumber inspirasi motif khas yang mencerminkan identitas daerah. Peserta diajak mengamati bentuk alami tanaman, memahami nilai filosofisnya, hingga mengolahnya menjadi pola batik yang memiliki ritme, keseimbangan, dan karakter visual yang kuat.
"Motif adalah wajah pertama sebuah batik. Ketika sebuah motif lahir dari kekayaan lokal, ia bukan hanya menjadi ornamen, tetapi juga menjadi identitas yang membedakan produk dengan daerah lain," jelas Evelyne Henny Lukitasari.
Selain inovasi desain, PISN 2026 juga membekali pelaku UMKM dengan kemampuan pemasaran digital melalui pelatihan penyusunan katalog digital yang dipandu Farid Fitriadi. Para peserta belajar menyusun katalog yang tidak hanya menampilkan foto produk, tetapi juga mengangkat cerita mengenai filosofi motif, proses pembuatan, serta keunikan Batik Sendang Mulyo sebagai nilai tambah produk.
"Pembeli sekarang ingin mengetahui cerita di balik produk. Katalog digital menjadi media yang mampu menjembatani produk dengan konsumennya," terang Farid Fitriadi.
Transformasi digital semakin diperkuat melalui pelatihan fotografi produk menggunakan telepon pintar yang dipandu Ahmad Khoirul Anwar. Peserta mempelajari teknik pencahayaan, komposisi, pemilihan latar belakang, hingga penyuntingan foto agar hasil produk tampil lebih profesional di berbagai platform digital tanpa harus menggunakan peralatan mahal.
"Sering kali keputusan membeli diawali dari foto yang menarik. Karena itu, visual menjadi investasi penting bagi UMKM," ujar Ahmad Khoirul Anwar.
Inovasi yang paling dirasakan manfaatnya oleh para perajin adalah hadirnya mesin pengering batik berbasis teknologi tepat guna yang dikembangkan di bawah koordinasi Erna Indriastiningsih. Mesin tersebut menjadi solusi atas persoalan pengeringan kain saat musim hujan sehingga proses produksi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada cuaca.
"Kami ingin teknologi hadir untuk menjawab kebutuhan nyata UMKM. Mesin ini bukan sekadar alat, tetapi solusi agar proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas tetap terjaga, dan produktivitas meningkat," jelas Erna Indriastiningsih.
Program PISN 2026 dipimpin Erna Indriastiningsih bersama tim yang terdiri atas Evelyne Henny Lukitasari, Farid Fitriadi, dan Ahmad Khoirul Anwar. Kolaborasi multidisiplin tersebut memadukan pengembangan desain motif, komunikasi visual, fotografi produk, pemasaran digital, hingga penerapan teknologi tepat guna sebagai upaya meningkatkan daya saing UMKM batik.
Melalui rangkaian pendampingan tersebut, Kelompok Batik Sendang Mulyo tidak hanya menghasilkan motif baru maupun teknologi baru, tetapi juga menumbuhkan optimisme bahwa batik tradisional tetap mampu berkembang di tengah perubahan zaman. PISN 2026 menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan inovasi, sehingga warisan batik tidak hanya terjaga, tetapi juga semakin memberi nilai ekonomi bagi para perajinnya. (Sofyan)
Baca juga: Galeri Investasi UNISRI dan BEI Edukasi Warga Desa Brojol Lewat Sekolah Pasar Modal
![]() |
| Kegiatan Sekolah Pasar Modal bagi masyarakat Desa Brojol pada Sabtu (1/8/2026). |
Galeri Investasi UNISRI dan BEI Edukasi Warga Desa Brojol Lewat Sekolah Pasar Modal
SRAGEN - majalahlarise.com – Galeri Investasi Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta bekerja sama dengan Pemerintah Desa Brojol, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, serta Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah 2 dan Madiun Raya menggelar kegiatan Sekolah Pasar Modal bagi masyarakat Desa Brojol pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Brojol ini menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat melalui peningkatan literasi keuangan.
Program Sekolah Pasar Modal tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai investasi yang benar, legal, dan produktif, sekaligus memperkenalkan investasi saham sebagai salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kesejahteraan ekonomi jangka panjang. Antusiasme warga terlihat dari keikutsertaan mereka dalam mengikuti pemaparan materi serta sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Dalam kesempatan itu, pemateri dari Bursa Efek Indonesia, Ari Seta Kurniawan, menjelaskan investasi saham bukanlah sesuatu yang rumit apabila dipahami dengan benar. Menurutnya, masyarakat sebenarnya telah mengenal konsep investasi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga investasi di pasar modal memiliki prinsip yang tidak jauh berbeda.
"Investasi saham sama halnya dengan investasi yang sudah umum dilakukan warga, seperti investasi pada hewan ternak atau membuka lahan pertanian. Bedanya, investasi saham juga dibutuhkan ilmu untuk dipelajari. Di dalamnya ada risiko dan hasil yang akan diperoleh dari penyertaan modal pada sebuah perusahaan," jelas Ari Seta Kurniawan.
Sementara itu, Kepala Galeri Investasi Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Rina Susanti, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen UNISRI untuk memperluas akses edukasi pasar modal hingga ke masyarakat pedesaan. Menurutnya, peningkatan literasi keuangan menjadi langkah penting agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam mengelola keuangan secara produktif.
"Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal ragam investasi di Pasar Modal. Kami ingin literasi keuangan warga tidak hanya berhenti di bank atau arisan, tapi juga memahami instrumen investasi produktif lainnya," ujar Rina Susanti.
Pemerintah Desa Brojol menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut. Kepala Desa Brojol, Aziz Purnama, mengapresiasi kolaborasi antara UNISRI dan Bursa Efek Indonesia yang telah menghadirkan edukasi investasi langsung kepada masyarakat desa.
"Materi ini sangat bermanfaat khususnya untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai investasi di Pasar Modal. Semoga warga Desa Brojol bisa lebih cerdas dalam mengelola keuangan dan berani mencoba instrumen investasi yang legal dan diawasi OJK," kata Aziz Purnama.
Melalui Galeri Investasi, UNISRI berkomitmen menjadi jembatan antara industri pasar modal dengan masyarakat. Berbagai program edukasi yang diselenggarakan diharapkan mampu melahirkan investor-investor baru dari kalangan masyarakat desa, mendorong kemandirian ekonomi, sekaligus mendukung program inklusi keuangan nasional.
Galeri Investasi UNISRI sendiri merupakan pusat edukasi dan simulasi pasar modal yang bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia. Kehadirannya tidak hanya melayani civitas akademika UNISRI, tetapi juga masyarakat luas melalui berbagai kegiatan edukasi, pelatihan, dan sosialisasi investasi guna meningkatkan literasi serta inklusi keuangan di berbagai daerah. (Sofyan)
Baca juga: Peresmian Masjid AR Fachruddin Solo Utara, Muhammadiyah Perkuat Dakwah dan Pembinaan Umat
Pendidikan
![]() |
| K.P. Budayaningrat saat menyampaikan materi tentang Pambiwara. |
UPT Bahasa Univet Bantara Gelar Kursus Pambiwara, Lestarikan Bahasa dan Budaya Jawa
SUKOHARJO - majalahlarise.com – Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa menggelar Kursus Pambiwara Periode I Agustus–Oktober 2026 sebagai upaya melestarikan bahasa dan budaya Jawa sekaligus mencetak generasi yang mampu menjadi pambiwara atau pembawa acara berbahasa Jawa secara baik, santun, dan sesuai pakem. Program yang diampu oleh K.P. Budayaningrat praktisi pambiwara Kraton Surakarta tersebut diawali dengan pertemuan perdana pada Rabu (5/8/2026) dan diikuti peserta yang ingin memperdalam kemampuan berbahasa Jawa dalam berbagai kegiatan adat maupun kemasyarakatan.
Pada pertemuan pertama, K.P. Budayaningrat mengajak peserta memahami sejarah, fungsi, serta tanggung jawab seorang pambiwara dalam kehidupan masyarakat Jawa. Ia menjelaskan, pada masa lampau, khususnya di lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat, prosesi pernikahan putra-putri raja belum menggunakan pambiwara seperti sekarang. Jalannya acara lebih banyak mengandalkan sistem sasmita atau isyarat yang dipadukan dengan iringan gending gamelan. Seiring perkembangan zaman, keberadaan pambiwara semakin dibutuhkan agar susunan acara dapat dipandu secara tertib, jelas, dan komunikatif.
“Peran pambiwara bukan sekadar membacakan susunan acara, tetapi menjadi penghubung yang menjaga kelancaran prosesi sekaligus mempertahankan nilai-nilai budaya Jawa dalam setiap kegiatan adat maupun kemasyarakatan,” jelas K.P. Budayaningrat.
Dalam materi yang disampaikan, dijelaskan pula asal-usul istilah pambiwara yang berasal dari kata baya yang berarti bahaya dan wara yang berarti pengumuman. Setelah mengalami perkembangan bahasa menjadi pambayawara, pambyawara, hingga akhirnya dikenal sebagai pambiwara, istilah tersebut dimaknai sebagai orang yang bertugas menyampaikan pengumuman. Definisi tersebut sejalan dengan materi Sanggar Pasinaon Pambiwara yang menyebutkan, “Pambiwara yaiku tiyang ingkang kwajibanipun ngumumaken utawa maosaken pengumuman,” yang berarti pambiwara adalah orang yang memiliki kewajiban menyampaikan pengumuman kepada masyarakat.
Peserta juga diperkenalkan tiga tingkatan pambiwara, yakni amatir, semi profesional, dan profesional. Untuk mencapai tingkat profesional, seorang pambiwara harus memiliki empat bekal utama, yaitu pengetahuan yang luas, kemampuan berbahasa Jawa yang baik, penampilan yang sesuai, serta sikap santun. Prinsip tersebut tercermin dalam petuah, “Lamun madeg pambiwara, hawya kongsi tilar catur prakawis, kang dhihin sugih kawruh, ping pindho olah basa, kaping telu busana besus, kaping papat subosita,” yang mengajarkan agar seorang pambiwara tidak meninggalkan empat unsur pokok berupa ilmu pengetahuan, kemampuan berbahasa, penampilan, dan etika.
Selain itu, materi kursus menekankan pentingnya penguasaan aspek verbal, visual, dan vokal. Dari sisi verbal, pambiwara dituntut memahami tata bahasa Jawa, tata upacara, gending, tembang, budaya Jawa, hingga tata busana. Penampilan atau aspek visual harus rapi, sopan, dan disesuaikan dengan karakter acara, sedangkan kemampuan vokal harus didukung suara yang jelas, alami, serta teknik pernapasan yang baik sehingga mampu memandu acara dalam durasi panjang tanpa kehilangan kualitas suara.
K.P. Budayaningrat juga mengenalkan dua gaya pambiwara yang berkembang di masyarakat, yakni gaya pedalangan dan gaya lugu atau prasaja. Gaya pedalangan menggunakan bahasa Jawa tingkat tinggi dengan banyak istilah Kawi dan karakter penyampaian menyerupai seorang dalang. Sebaliknya, gaya lugu lebih sederhana, komunikatif, ringkas, tetap menjunjung unggah-ungguh, serta mudah dipahami seluruh lapisan masyarakat.
“Seorang pambiwara harus mampu menyesuaikan gaya bertutur dengan jenis acara dan karakter audiens. Yang paling penting adalah tetap menjaga kesantunan, ketepatan bahasa, dan menghormati adat yang berlaku,” terang K.P. Budayaningrat.
Dalam pelaksanaannya, seorang pambiwara memiliki tanggung jawab yang tidak ringan. Selain memandu jalannya acara di bawah arahan pimpinan acara, pambiwara harus berkoordinasi dengan panitia, juru paes, kelompok karawitan, hingga memastikan kesiapan perlengkapan seperti sistem suara, daftar tamu, dan iringan gending. Bahkan, koordinasi dengan seluruh pihak dianjurkan dilakukan setidaknya satu jam sebelum acara dimulai agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar.
Materi kursus juga mengingatkan sejumlah etika yang wajib dijaga oleh seorang pambiwara, di antaranya tidak mengambil alih tugas orang lain, tidak berlebihan memuji ataupun merendahkan tamu, tidak makan maupun merokok di depan tamu undangan, serta tidak memotong jalannya hiburan atau tembang yang sedang ditampilkan. Pambiwara juga dituntut mampu mengukur situasi ketika hendak menyampaikan tembang maupun uraian tambahan agar tidak mengganggu jalannya prosesi.
Sebagai penutup, K.P. Budayaningrat menegaskan menjadi pambiwara bukan hanya memiliki kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga memahami dan menghayati nilai-nilai budaya Jawa secara utuh. Pedoman Sanggar Pasinaon Pambiwara Karaton Surakarta Hadiningrat yang berbunyi, “Santosa ing jiwa budaya Jawi kanthi mbudidaya bontosing kawruh tatacara upacara, subosita, kawruh basa, mangertos gendhing, prigel ngungak swasana,” menjadi landasan agar setiap pambiwara mampu menjalankan tugasnya secara profesional, menjaga keluhuran budaya Jawa, sekaligus menciptakan suasana acara yang tertib, khidmat, dan berkesan.
Sementara itu, Kepala UPT Bahasa Univet, R. Adi Deswijaya, M.Hum., menyampaikan kursus tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktik kepada peserta agar mampu menjadi pambiwara yang profesional. Menurutnya, kemampuan menjadi pambiwara tidak hanya berkaitan dengan keterampilan berbicara, tetapi juga pemahaman unggah-ungguh basa, etika, serta pelestarian budaya Jawa.
"Kegiatan kursus dijadwalkan setiap hari Rabu dan Jumat pukul 15.30 hingga 17.30 WIB bertempat di Kampus Univet. Biaya yang dikenakan sebesar Rp. 450.000 per bulan," terangnya. (Sofyan)
Baca juga: Peresmian Masjid AR Fachruddin Solo Utara, Muhammadiyah Perkuat Dakwah dan Pembinaan Umat
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...











