GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Talkshow kepemimpinan bertajuk “Grow to Lead, Ready to Choose” dengan tema “Bertumbuh, Memimpin Diri, dan Bijak Menentukan Masa Depan”. |
PKBM Syifa Surakarta Gelar Talkshow Kepemimpinan, Bekali Santri Keterampilan Memimpin Diri
SURAKARTA - majalahlarise.com – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Syifa Surakarta yang beralamat di jl Jamsaren No. 44 Serengan Surakarta menggelar talkshow kepemimpinan bertajuk “Grow to Lead, Ready to Choose” dengan tema “Bertumbuh, Memimpin Diri, dan Bijak Menentukan Masa Depan” di Hotel Sahid Jaya Solo, Rabu (21/10/2026).
Talkshow yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Arif Priyanto, S.Pd.I., MCP dan Mochammad Alwi, S.S., M.M. Keduanya berbagi wawasan mengenai pengembangan diri, kepemimpinan, serta pentingnya mengambil keputusan secara bijak dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Kepala PKBM Syifa Surakarta, Puri Setianingtyas, S.E., M.M., menjelaskan kegiatan ini melibatkan para santri binaan dari jenjang pendidikan kesetaraan SMP dan SMA. Melalui kegiatan tersebut, PKBM Syifa ingin membentuk generasi muda yang memiliki visi dan misi jelas, berjiwa kepemimpinan, serta menjunjung tinggi adab dan nilai-nilai sesuai norma keislaman.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para santri memiliki arah yang jelas dalam menentukan masa depan. Mereka tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga karakter, adab, dan kemampuan untuk memimpin diri sendiri,” jelasnya.
Ia menerangkan kegiatan ini membahas pembentukan karakter kepemimpinan generasi muda agar mampu berkembang dan menjadi pemimpin pada masa depan, termasuk di lingkungan keluarga.
Wanita yang akrab disapa bu Puri berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan hingga selesai dan menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Setelah lulus, para santri diharapkan mampu menjadi pemimpin muda yang berkarakter, mandiri secara ekonomi, dan siap menghadapi perkembangan ekonomi global.
“Dengan bekal kepemimpinan, adab, serta keterampilan berwirausaha, kami berharap para santri tidak gagap menghadapi perubahan zaman dan mampu menjawab tantangan perekonomian pada masa mendatang,” ungkapnya.
Dalam sesi pelatihan kepemimpinan, Arif Priyanto, S.Pd.I., MCP, mengajak para peserta mengenali potensi diri dan mengembangkannya secara maksimal. Menurutnya, setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pribadi hebat, tetapi tidak semuanya mampu mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki.
Ia menjelaskan lima kunci meraih kesuksesan, yakni dream atau memiliki mimpi, belief atau meyakini mimpi, action atau melakukan tindakan nyata, never give up atau pantang menyerah, serta kesuksesan sebagai hasil dari proses yang dijalani.
Menurut Arif, mimpi harus disertai keyakinan, tindakan nyata, dan ketekunan. Kegagalan bukan alasan untuk berhenti berusaha, melainkan bagian dari proses pembelajaran untuk mencapai tujuan.
“Setiap orang memiliki potensi hebat. Tantangannya adalah bagaimana kita mampu mengenali, menggali, dan mengembangkan potensi tersebut. Mimpi harus disertai keyakinan dan tindakan nyata. Ketika menghadapi kegagalan, jangan langsung menyerah, tetapi terus mencoba dan memperbaiki diri,” jelasnya.
Arif juga menyoroti sejumlah kendala yang sering dihadapi siswa SMP dan SMA dalam mengembangkan diri, antara lain kemalasan, pesimisme terhadap masa depan, serta lingkungan pergaulan yang kurang mendukung.
Kondisi keluarga dan lingkungan yang tidak memberikan dukungan terkadang membuat anak kehilangan kepercayaan diri. Ejekan maupun perkataan negatif dari teman sebaya juga dapat menghambat keberanian siswa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Arif mendorong para siswa menyusun peta jalan kehidupan atau roadmap, membangun karakter positif, dan terus belajar. Ia juga mengajak generasi muda memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memperluas pengetahuan serta mendukung pengembangan kemampuan diri.
“Anak-anak perlu memiliki gambaran tentang masa depan yang ingin dicapai. Buatlah roadmap, bangun karakter yang baik, dan terus belajar. Teknologi digital serta AI juga bisa dimanfaatkan untuk menambah wawasan dan membantu kita berkembang,” tuturnya.
Ia berharap pelatihan tersebut mampu mendorong para siswa menjadi pribadi yang lebih matang, bersemangat, mandiri, mampu menjadi teladan, dan pantang menyerah dalam meraih cita-cita.
Arif mengingatkan peserta agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan memberikan usaha terbaik dalam setiap proses. Menurutnya, kesungguhan menjadi salah satu modal penting untuk meraih keberhasilan.
“Prinsipnya, give the best, get the best. Berikan yang terbaik dalam setiap proses yang dijalani agar kita memiliki peluang memperoleh hasil terbaik pada masa depan,” katanya.
Sementara itu, Mochammad Alwi, S.S., M.M., menjelaskan kepemimpinan perlu ditanamkan mulai dari diri sendiri. Setiap manusia, menurutnya, memiliki benih kepemimpinan yang dapat dikembangkan melalui proses belajar, pengalaman, dan lingkungan yang mendukung.
Alwi mengibaratkan benih kepemimpinan seperti tanaman yang tumbuh menjadi pohon, kemudian menghasilkan bunga dan buah yang memberikan manfaat bagi sesama. Gambaran tersebut menunjukkan setiap individu memiliki potensi untuk berkembang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
“Kepemimpinan perlu dimulai dari diri sendiri. Setiap orang memiliki benih kepemimpinan yang harus dirawat dan dikembangkan. Ketika potensi itu tumbuh dengan baik, kita tidak hanya berkembang untuk diri sendiri, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi orang lain,” jelas Alwi.
Ia menambahkan, membangun jiwa kepemimpinan membutuhkan kemampuan mengenali diri, kreativitas dalam berinovasi, serta keberanian mengambil inisiatif. Ketiga hal tersebut perlu terus diasah agar seseorang mampu menghadapi perubahan dan menentukan langkah secara bertanggung jawab.
Bagi generasi muda, kemampuan memimpin diri menjadi bekal penting sebelum mengambil peran yang lebih besar di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dunia kerja. Keberanian menentukan pilihan juga perlu disertai pertimbangan matang, komitmen, dan kesediaan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.
Alwi berharap melalui talkshow tersebut para santri mampu menjadi arsitek bagi masa depan mereka sendiri. Artinya, mereka memiliki kesadaran untuk merancang kehidupan, mengembangkan potensi, serta mengambil keputusan yang tepat dalam menjalani berbagai tahapan kehidupan.
Melalui kegiatan “Grow to Lead, Ready to Choose”, PKBM Syifa Surakarta berupaya memperkuat bekal karakter, kepemimpinan, dan kemandirian para santri. Perpaduan antara adab, kemampuan memimpin diri, kemauan belajar, dan keterampilan berwirausaha diharapkan menjadi modal bagi generasi muda untuk menghadapi perubahan zaman sekaligus membangun masa depan yang lebih baik. (Sofyan)
Baca juga: Astrid Widayani dan Abdul Mu’ti Perkuat Sinergi Pendidikan dalam Rakernas VI Dewan Pendidikan 2026
Pendidikan
![]() |
| Para wisudawan prestasi terbaik menerima penghargaan. |
400 Wisudawan Univet Bantara Sukoharjo Diwisuda, 252 Lulusan Raih Predikat Cumlaude Pada Periode Oktober 2026
Sukoharjo - majalahlarise.com – Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo mewisuda 400 lulusan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Pascasarjana ke-28, Sarjana ke-58, dan Diploma ke-11, Rabu (21/10/2026). Dari jumlah tersebut, sebanyak 252 wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude dengan rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) seluruh wisudawan mencapai 3,63.
Prosesi wisuda yang berlangsung di Auditorium Kampus Univet Bantara tersebut menjadi momentum bagi para lulusan untuk melanjutkan pengabdian dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi.
Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum., menyampaikan perguruan tinggi terus berupaya menghasilkan lulusan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan gagasan Kampus Berdampak yang mendorong perguruan tinggi berkontribusi dalam menciptakan perubahan di berbagai bidang kehidupan.
Salah satu langkah yang ditempuh Univet Bantara, menurut Prof. Farida, yakni menjalin kerja sama dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui program Campus Preneur yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).
Selain itu, Univet Bantara bergabung dengan Konsorsium Perguruan Tinggi Penyelenggara Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Saat ini, perguruan tinggi tersebut juga menjalani pendampingan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk mendirikan LSP.
“Ini merupakan langkah strategis dalam rangka menyiapkan lulusannya memiliki kompetensi yang bersertifikasi BNSP sebagai pendamping ijazah,” ungkapnya.
Prof. Farida menjelaskan, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu kebutuhan dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Melalui penguatan kompetensi tersebut, lulusan diharapkan memiliki bekal lebih baik untuk memasuki dunia profesional sesuai bidang keahlian masing-masing.
Ia menambahkan, Univet Bantara memiliki tanggung jawab sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, peradaban, dan kebudayaan. Karena itu, perguruan tinggi tidak hanya berorientasi menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, tetapi juga mendorong lahirnya karya yang memberikan manfaat bagi kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Prof. Farida mengharapkan dukungan dari pemerintah, yayasan penyelenggara, mitra, serta masyarakat agar pengembangan kualitas pendidikan dan kontribusi perguruan tinggi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Kepada para wisudawan, Prof. Farida berpesan agar mereka menjadi pribadi tangguh, memiliki semangat juang, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.
Ia mengingatkan, keberhasilan tidak dapat dipisahkan dari perjuangan dan kesungguhan dalam menjalani setiap proses. Gelar akademik yang diperoleh hendaknya menjadi bekal untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Perguruan (YPPP) Veteran Sukoharjo, Drs. Sadewo Suharto, M.M., mengapresiasi komitmen para pendidik dan seluruh jajaran Univet Bantara dalam mendampingi mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan studi.
Sadewo berharap pimpinan universitas terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi lulusan agar mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya. Menurutnya, penguatan sertifikasi kompetensi melalui BNSP menjadi salah satu upaya yang perlu dikembangkan untuk mendukung kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Ia juga mendorong Univet Bantara terus berkembang dan meningkatkan mutu pendidikan sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan memiliki peluang lebih luas untuk berkiprah di dunia profesional.
Wisuda tersebut menjadi penanda berakhirnya satu tahap pendidikan sekaligus awal bagi para lulusan untuk menerapkan ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang telah diperoleh. Dengan bekal akademik dan kompetensi profesional, para wisudawan diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor I Univet Bantara, Dr. Ir. Sri Hartati, M.P., dalam laporannya menyampaikan 400 wisudawan berasal dari berbagai program studi pada jenjang Pascasarjana, Sarjana, dan Diploma III.
“Dari total 400 wisudawan tahun ini, 252 mahasiswa berhasil meraih predikat cumlaude,” terangnya.
Prestasi akademik tertinggi pada jenjang Pascasarjana diraih Arny Hidayah dengan IPK 3,96. Pada jenjang Sarjana, Diva Rauri Rosiana dari Program Studi Agribisnis meraih IPK 4,00. Sementara itu, pada jenjang Diploma III, Wakhidatul Muslimah dari Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan memperoleh IPK 3,86. (Sofyan)
Baca juga: Unisri Surakarta Bekali Calon Lulusan dengan Personal Branding dan Keterampilan Kerja
Pendidikan
DKV ACT 12 Angkat Tema Sinambung, Kenalkan Seni Tradisi melalui Wiyata Njawani di Banjarsari Solo
Surakarta - majalahlarise.com – Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar praacara (pre-event) DKV ACT 12 bertajuk Wiyata Njawani di Kampung Gebang, RW 016, Kelurahan Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Kegiatan yang dimulai pada 17 Oktober 2026 ini menghadirkan pertunjukan gamelan dan lokakarya ecoprint sebagai upaya mengenalkan seni tradisi sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Suasana kegiatan berlangsung meriah ketika anak-anak Sanggar Seni Kampung Njawani memainkan gamelan dengan penuh antusias. Senyum dan canda mereka mewarnai proses belajar seni tradisi yang menjadi bagian dari upaya mendekatkan generasi muda dengan budaya lokal. Selain pertunjukan gamelan, peserta mengikuti lokakarya ecoprint yang mengenalkan pemanfaatan bahan-bahan alami dalam menghasilkan karya kreatif ramah lingkungan.
Praacara ini melibatkan sekitar 20 peserta yang terdiri atas anak-anak Sanggar Seni Kampung Njawani, warga masyarakat, serta mahasiswa DKV ISI Surakarta. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya membangun hubungan dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi seni dan budaya yang tumbuh di lingkungan setempat.
Penanggung jawab kegiatan, Kinaryanti Apriliana Putri, menjelaskan praacara Wiyata Njawani menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Kampung Njawani sebagai kampung seni sekaligus mitra dalam penyelenggaraan DKV ACT 12.
“Tujuan pre-event ini untuk memperkenalkan Kampung Njawani sebagai kampung seni dan sebagai mitra DKV ACT 12,” ungkap Kinaryanti.
Selain menghadirkan kegiatan seni dan lokakarya, mahasiswa DKV ISI Surakarta turut berkontribusi melalui perancangan media informasi berupa flyer yang memuat informasi dan potensi Kelurahan Banjarsari. Upaya tersebut menjadi bentuk penerapan keilmuan desain komunikasi visual yang diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui media informasi tersebut, potensi lokal diharapkan semakin dikenal luas. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan acara, tetapi juga mencakup pemanfaatan desain sebagai sarana komunikasi, publikasi, dan promosi potensi wilayah.
Dosen pembimbing kegiatan, Ipung Kurniawan Yunianto, menjelaskan praacara DKV ACT menjadi sarana untuk mendekatkan peran DKV ISI Surakarta kepada masyarakat, khususnya mitra dari Sanggar Seni Kampung Njawani. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenali dan meningkatkan kepedulian terhadap potensi seni budaya di Kota Solo.
“Melalui pre-event DKV ACT, kami ingin lebih mendekatkan peran DKV ISI Surakarta kepada masyarakat, khususnya mitra dari Sanggar Seni Kampung Njawani. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap potensi seni budaya yang tumbuh dan berkembang di Kota Solo,” jelas Ipung.
DKV ACT merupakan perhelatan tahunan yang diselenggarakan mahasiswa Program Studi DKV FSRD ISI Surakarta. Pada 2026, kegiatan ini memasuki penyelenggaraan ke-12 dengan mengusung tema Sinambung.
Tema tersebut membawa semangat keberlanjutan dalam penerapan pemikiran desain untuk mendorong perubahan sosial di tengah masyarakat. Desain komunikasi visual tidak hanya dipandang sebagai sarana menghasilkan karya, tetapi juga sebagai pendekatan untuk membangun komunikasi, memperkenalkan potensi lokal, serta menjawab kebutuhan masyarakat melalui kreativitas mahasiswa.
Melalui tema Sinambung, Prodi DKV ISI Surakarta juga berupaya mengajak generasi muda agar tidak merasa asing dengan budaya di kota sendiri. Pengenalan budaya tidak harus membuat setiap anak muda menjadi pelaku seni, tetapi dapat dimulai melalui pemahaman, apresiasi, dan keterlibatan dalam kegiatan yang mempertemukan mereka dengan tradisi lokal.
Praacara Wiyata Njawani menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan tujuan tersebut. Pertunjukan gamelan membuka ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi langsung dengan seni tradisi, sedangkan lokakarya ecoprint mempertemukan kreativitas dengan kesadaran terhadap lingkungan.
Keterlibatan masyarakat dan mahasiswa dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan lingkungan sekitar. Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan peran desain komunikasi visual dalam mendukung pengenalan potensi seni budaya, membangun kepedulian sosial, dan menjaga kesinambungan tradisi di tengah perkembangan zaman.
Melalui rangkaian praacara ini, DKV ACT 12 tidak hanya menjadi ajang publikasi menuju kegiatan puncak tahunan, tetapi juga ruang kolaborasi untuk mempertemukan mahasiswa, komunitas seni, anak-anak, dan masyarakat. Semangat Sinambung diharapkan terus tumbuh melalui kegiatan kreatif yang berakar pada budaya lokal dan memberikan manfaat bagi lingkungan sosial. (Sofyan)
News
Astrid Widayani dan Abdul Mu’ti Perkuat Sinergi Pendidikan dalam Rakernas VI Dewan Pendidikan 2026
SURAKARTA – majalahlarise.com – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VI Dewan Pendidikan Tahun 2026 di DWANGSA Solo Hotel by LORIN, Selasa (20/10/2026). Forum tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah dan Dewan Pendidikan untuk meningkatkan pemerataan akses, mutu pembelajaran, serta pembentukan karakter peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Astrid Widayani menyampaikan Dewan Pendidikan merupakan mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Peran Dewan Pendidikan tidak hanya memberikan pertimbangan dan rekomendasi, tetapi juga memperkuat partisipasi publik serta mengawasi penyelenggaraan pendidikan.
“Masukan yang objektif dan konstruktif sangat kami perlukan sebagai dasar pengambilan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Tantangan pendidikan di setiap daerah berbeda, sehingga kebijakan perlu mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Astrid.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Surakarta terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pengembangan ekosistem pendidikan yang terintegrasi dengan konsep *Solo The Center of Knowledge*. Pendekatan tersebut menempatkan pendidikan dan pengetahuan sebagai bagian penting pembangunan kota, selain pengembangan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan berbagai ruang belajar publik, mulai dari museum, taman cerdas, ruang publik, hingga pojok baca. Berbagai fasilitas tersebut diharapkan semakin mendekatkan akses pengetahuan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi serta membangun karakter generasi muda.
Pemkot Surakarta juga memberikan perhatian terhadap pendidikan anak usia dini melalui perluasan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pelaksanaan kebijakan wajib belajar satu tahun prasekolah.
Astrid menyebutkan, partisipasi anak usia 3–6 tahun dalam pendidikan anak usia dini di Kota Surakarta tercatat sebesar 58,76 persen. Pemkot menargetkan angka tersebut meningkat hingga 90 persen untuk memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini.
“Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan dasar yang penting untuk membangun karakter anak-anak kita di masa mendatang. Karena itu, perluasan akses harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran, kesejahteraan guru, dan dukungan pembiayaan pendidikan,” katanya.
Menurut Astrid, pendidikan berkualitas perlu didukung lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak. Penguatan karakter serta keterampilan hidup juga harus berjalan seiring dengan pencapaian akademik agar peserta didik berkembang secara menyeluruh.
Ia menambahkan, sinergi pendidikan dan kebudayaan menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang berintegritas serta berpegang pada nilai-nilai luhur bangsa.
“Pendidikan dan kebudayaan saling menguatkan dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul sekaligus teguh pada nilai-nilai luhur bangsa. Karena itu, kolaborasi pemerintah, Dewan Pendidikan, sekolah, keluarga, dan masyarakat harus terus diperkuat,” ungkapnya.
Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan kemitraan pemerintah dengan Dewan Pendidikan menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan layanan pendidikan bermutu yang dapat diakses seluruh masyarakat. Dewan Pendidikan memiliki peran sebagai penasihat, konsultan, pengawas, mediator, dan advokat dalam mendukung perbaikan kebijakan pendidikan.
“Pemenuhan pelayanan pendidikan bermutu untuk semua dapat berjalan dengan baik dengan prinsip kemitraan. Bapak dan Ibu adalah mitra kami, lembaga yang memberikan masukan-masukan sekaligus ide-ide cerdas bagaimana agar pendidikan dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia memaparkan, tantangan pendidikan nasional mencakup pemerataan akses, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, serta perluasan layanan bagi masyarakat yang menghadapi kendala geografis maupun sosial ekonomi.
Pemerintah juga mendorong wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari pendidikan prasekolah. Untuk menjangkau masyarakat dengan beragam kondisi, pemerintah mengembangkan alternatif layanan pendidikan, seperti sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, sekolah terbuka, komunitas belajar, dan pendidikan kesetaraan.
Abdul Mu’ti turut menjelaskan pentingnya validitas data pendidikan untuk memastikan berbagai program berjalan tepat sasaran. Data yang akurat menjadi dasar dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, memperbaiki perencanaan, serta memastikan layanan pendidikan menjangkau kelompok yang membutuhkan.
Dalam peningkatan mutu pendidikan, pemerintah terus mengevaluasi berbagai kebijakan dengan mempertimbangkan masukan dari para pemangku kepentingan. Perbaikan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertahankan program yang telah berjalan baik, memperbaiki kekurangan, serta mengadopsi pendekatan baru yang lebih efektif.
“Yang baik kita pertahankan, kemudian yang kurang kita perbaiki, dan tidak sungkan kita mengambil hal yang baru yang lebih baik,” ungkap Abdul Mu’ti.
Selain pemerataan akses dan peningkatan mutu pembelajaran, Abdul Mu’ti menyoroti pentingnya pembentukan karakter, kesehatan mental, dan kesejahteraan digital peserta didik. Salah satu upaya yang didorong pemerintah adalah penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat untuk membangun perilaku positif melalui pembiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuan dari tujuh kebiasaan itu adalah untuk membangun karakter, melaksanakan kebiasaan-kebiasaan sederhana tetapi rutin yang memiliki efek besar,” jelasnya.
Menurut Abdul Mu’ti, keberhasilan pendidikan karakter tidak cukup diukur dari kemampuan peserta didik menghafal atau menyebutkan kebiasaan tersebut, tetapi harus terlihat dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ekstrakurikuler, termasuk Pramuka, juga menjadi ruang untuk mengembangkan potensi, kepercayaan diri, dan kemampuan sosial anak. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diharapkan memperoleh pengalaman yang mendukung pembentukan karakter dan keterampilan hidup.
Di tengah perkembangan teknologi digital, sekolah, keluarga, dan masyarakat perlu bekerja sama dalam menjaga kesehatan psikologis anak sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman. Penanganan perundungan dan kekerasan di sekolah harus dilakukan secara serius melalui pendekatan yang humanis, inklusif, dan partisipatif.
Melalui Rakernas VI Dewan Pendidikan Tahun 2026, Astrid berharap forum tersebut menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat ditindaklanjuti pemerintah pusat maupun daerah. Sinergi antarpemangku kepentingan diharapkan memperkuat pemerataan akses, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membangun ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara menyeluruh.
Bagi Kota Surakarta, penguatan kemitraan tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan Solo sebagai pusat pengetahuan. Melalui kolaborasi pemerintah, Dewan Pendidikan, sekolah, keluarga, dan masyarakat, pembangunan pendidikan diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berkarakter, kreatif, berintegritas, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan masa depan. (Is/ Sofyan)
Baca juga: Astrid Widayani Dorong Pendidikan Demokrasi Sejak Dini, Pelajar Disiapkan Jadi Pemilih Berintegritas
![]() |
| Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani saat menjadi keynote speaker dalam program edukasi Kelas Demokrasi Goes to School di SMP Negeri 11 Surakarta, Selasa (20/10/2026). |
Astrid Widayani Dorong Pendidikan Demokrasi Sejak Dini, Pelajar Disiapkan Jadi Pemilih Berintegritas
Surakarta - majalahlarise.com – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mendorong penguatan pendidikan demokrasi sejak dini untuk membentuk generasi muda yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab. Pemahaman demokrasi perlu ditanamkan tidak hanya melalui pembelajaran teori, tetapi juga praktik dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah.
Hal tersebut disampaikan Astrid saat menjadi keynote speaker dalam program edukasi Kelas Demokrasi Goes to School di SMP Negeri 11 Surakarta, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan pemahaman pelajar tentang demokrasi sekaligus mempersiapkan mereka menjadi pemilih pemula yang berintegritas pada Pemilu 2029.
Astrid menjelaskan, sekolah merupakan ruang yang tepat untuk mengenalkan nilai-nilai demokrasi melalui pengalaman langsung. Berbagai kegiatan sederhana, seperti pemilihan ketua kelas dan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), dapat menjadi sarana pembelajaran demokrasi bagi para siswa.
“Praktik demokrasi itu sangat dekat dengan kehidupan kalian. Mulai dari pemilihan ketua kelas hingga ketua OSIS, semuanya merupakan bentuk nyata bagaimana kita belajar berdemokrasi, menghargai perbedaan pendapat, dan menggunakan hak suara secara bijak,” ujarnya.
Menurut Astrid, melalui praktik tersebut, pelajar dapat belajar menyampaikan aspirasi, menentukan pilihan secara bertanggung jawab, menghormati perbedaan pendapat, serta menerima hasil keputusan bersama. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda ketika kelak terlibat dalam kehidupan demokrasi yang lebih luas.
Selain memahami proses demokrasi, Astrid mengingatkan pentingnya kemampuan berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi digital. Pelajar perlu memiliki kecakapan untuk memilah informasi, memeriksa kebenaran berita, dan mengenali informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Ia mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat. Literasi digital, menurutnya, menjadi bagian penting dalam membangun sikap demokratis karena setiap warga negara perlu memiliki dasar informasi yang benar sebelum mengambil sikap atau menentukan pilihan.
Program Kelas Demokrasi Goes to School tersebut turut menghadirkan narasumber dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surakarta, perwakilan DPRD Kota Surakarta Yudha Sindhu Riyanto, serta perwakilan Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo).
Para narasumber memberikan pemahaman kepada siswa mengenai prinsip-prinsip demokrasi, sistem pemerintahan daerah, serta pentingnya literasi digital dalam menyikapi informasi yang beredar di tengah masyarakat. Materi tersebut diharapkan membantu pelajar memahami hubungan antara demokrasi, penyelenggaraan pemerintahan, dan partisipasi warga negara.
Astrid menjelaskan, pendidikan demokrasi sejak bangku sekolah merupakan investasi penting untuk membangun kehidupan demokrasi yang sehat. Pelajar tidak cukup hanya mengetahui hak sebagai warga negara, tetapi juga perlu memahami tanggung jawab dalam menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan berpartisipasi secara positif di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, sikap demokratis perlu tumbuh melalui kebiasaan sehari-hari. Menghargai pendapat teman, menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah, serta menerima keputusan bersama merupakan contoh penerapan nilai demokrasi yang dapat dilakukan pelajar di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.
“Demokrasi harus berasal dari rakyat, untuk rakyat, dan kembali kepada rakyat. Dengan memahaminya sejak di bangku sekolah, kita sedang mempersiapkan generasi yang mampu menjaga proses demokrasi agar berjalan secara terbuka, jujur, dan berintegritas,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan semakin memahami demokrasi sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Bekal pengetahuan, sikap kritis, serta tanggung jawab sosial diharapkan dapat mendorong mereka menjadi warga negara yang mampu menggunakan hak pilih secara bijak dan berkontribusi positif dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.(Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Kegiatan Pendidikan dan Latihan Pengembangan Kepribadian bagi Lulusan Sarjana Periode II Tahun 2026, Selasa (20/10/2026). |
Unisri Surakarta Bekali Calon Lulusan dengan Personal Branding dan Keterampilan Kerja
SURAKARTA – majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar Pendidikan dan Latihan Pengembangan Kepribadian bagi Lulusan Sarjana Periode II Tahun 2026, Selasa (20/10/2026). Mengusung tema “Personal Branding and Work-Ready Skills for Gen Z Professionals”, kegiatan ini diikuti 962 calon lulusan sebagai upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan dunia kerja melalui penguatan citra diri profesional, karakter, dan keterampilan kerja.
Rektor Unisri Surakarta, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd., saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan menjelaskan, pembekalan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa memasuki lingkungan profesional. Selain kompetensi akademik, calon lulusan perlu memiliki karakter, kepribadian, serta penampilan yang baik agar mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan dunia kerja.
Ia berharap para peserta mengikuti seluruh rangkaian pembekalan dengan serius sehingga dapat memperoleh manfaat yang maksimal. Kesiapan memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga sikap, perilaku, dan kemampuan membawa diri dalam lingkungan profesional.
Rektor juga menyampaikan optimisme terhadap perkembangan Unisri, baik dari sisi kualitas dan jumlah mahasiswa maupun peningkatan sarana dan prasarana. Ia mengapresiasi dukungan pengurus yayasan dan seluruh pihak yang berkontribusi terhadap kemajuan universitas.
Menurutnya, pengembangan institusi perlu terus dilakukan agar Unisri mampu menghasilkan lulusan berkualitas, berkarakter, dan memiliki daya saing dalam menghadapi perubahan zaman.
Ketua Pelaksana, Sarafuddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan pembekalan calon lulusan tahun 2026. Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi, karakter, kepercayaan diri, dan profesionalisme mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.
“Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya universitas mempersiapkan lulusan agar memiliki kompetensi dan karakter profesional dalam menghadapi perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujarnya.
Sarafuddin menjelaskan, sebanyak 962 calon lulusan mengikuti kegiatan tersebut dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti 507 peserta, sedangkan sesi kedua berjumlah 455 peserta. Mereka berasal dari sejumlah fakultas dan program studi, meliputi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Teknologi, serta Fakultas Pertanian.
Sesi pertama berlangsung pukul 07.10–12.10 WIB, sementara sesi kedua dijadwalkan pukul 12.55–16.55 WIB. Melalui pembekalan ini, peserta memperoleh materi mengenai persiapan memasuki dunia kerja, perkembangan dunia usaha dan industri, peran lembaga pengembangan karier dalam penyaluran alumni, serta penguatan keterampilan personal dan profesional.
Ia berharap materi yang disampaikan para narasumber dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh calon lulusan untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan kesiapan menghadapi persaingan kerja, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Ketua Yayasan Perguruan Slamet Riyadi, Nuroso Bambang Wasisto Utomo, dalam kesempatan tersebut menjelaskan pentingnya pembentukan karakter profesional bagi lulusan perguruan tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikan, mahasiswa memiliki berbagai pilihan, mulai dari bekerja, merintis usaha, hingga melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Karena itu, lulusan perlu mempersiapkan diri dengan kompetensi yang memadai, sikap profesional, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Ia mengingatkan, dunia perkuliahan memiliki perbedaan dengan dunia industri, terutama dalam hal kedisiplinan, perilaku, komunikasi, dan tanggung jawab.
Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini juga menjadi tantangan bagi lulusan yang ingin memasuki dunia kerja maupun membangun usaha. Oleh sebab itu, para lulusan perlu terus meningkatkan kemampuan diri, memahami kebutuhan pasar, dan memanfaatkan peluang yang tersedia. Bagi mereka yang ingin merintis usaha, pertimbangan terhadap kondisi dan kemampuan diri menjadi hal penting sebelum mengambil keputusan.
Nuroso juga menyampaikan komitmen yayasan untuk terus mengembangkan lembaga pendidikan melalui peningkatan kualitas, perluasan pasar, serta pembukaan program studi baru, termasuk jenjang magister (S-2).
"Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing institusi sekaligus memperluas kesempatan masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi," tuturnya.
Ia berharap para lulusan tetap menjaga hubungan baik dengan almamater dan terus mengembangkan diri setelah menyelesaikan pendidikan. Seiring perkembangan lembaga, peluang untuk berkarier di lingkungan yayasan juga diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan bagi lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Manager PT Mandom Indonesia, Nurhidayati, mengapresiasi kerja sama dengan Unisri Surakarta yang telah berlangsung selama sepuluh tahun.
“Selama sepuluh tahun, kami melihat perkembangan yang luar biasa. Dari yang awalnya sekitar 100 peserta, sekarang jumlahnya mencapai hampir 1.000 orang. Kami tidak menyangka kegiatan ini dapat berkembang sebesar sekarang,” ungkapnya.
Dalam sesi pembekalan bertema Personality Excellence, Nurhidayati menjelaskan pentingnya membangun personal branding sebagai salah satu faktor pendukung daya saing lulusan di dunia kerja. Menurutnya, citra diri profesional perlu dijaga, termasuk melalui aktivitas di media sosial yang kini menjadi salah satu ruang bagi perusahaan untuk mengenal calon karyawan.
Ia mengingatkan mahasiswa agar lebih bijak dalam mengunggah konten di media sosial. Unggahan yang memberikan kesan negatif dapat memengaruhi penilaian perekrut atau human resources department (HRD) terhadap calon karyawan. Karena itu, mahasiswa perlu membangun citra diri yang positif, menunjukkan sikap profesional, dan menjaga reputasi digital.
Selain personal branding, Nurhidayati juga mendorong calon lulusan untuk memperhatikan penampilan, meningkatkan kepercayaan diri, dan melatih kemampuan berkomunikasi. Keterampilan tersebut dibutuhkan ketika menghadapi proses seleksi kerja, termasuk wawancara dengan perusahaan.
Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Penolakan dalam proses melamar pekerjaan maupun tantangan saat merintis usaha perlu dijadikan pengalaman untuk memperbaiki diri dan mencoba kembali dengan persiapan yang lebih baik.
Nurhidayati mengapresiasi Unisri yang telah memberikan pembekalan kepada mahasiswa melalui penguatan keterampilan teknis (hard skill) dan keterampilan interpersonal (soft skill). Menurutnya, keseimbangan kedua kemampuan tersebut menjadi modal penting bagi lulusan untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Melalui kegiatan Pendidikan dan Latihan Pengembangan Kepribadian ini, Unisri Surakarta berharap para calon lulusan tidak hanya memiliki bekal akademik, tetapi juga mampu membangun citra diri profesional, menunjukkan karakter yang baik, serta mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan persiapan tersebut, lulusan diharapkan lebih percaya diri dalam memasuki dunia kerja, merintis usaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. (Sofyan)
Baca juga: 82 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Belajar Membatik Langsung di Kampung Batik Laweyan
News
![]() |
| Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani apresiasi terhadap kreativitas dan prestasi Rangga. |
Kunjungi Rumah Siswa SLB YRTRW Berprestasi, Astrid Widayani Apresiasi Karya Seni Rangga
SURAKARTA – majalahlarise.com – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengunjungi rumah Christophorus Rangga Arsa Wijaya, siswa SLB YRTRW Surakarta yang berprestasi di bidang seni, Senin (19/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan prestasi Rangga sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang semakin inklusif bagi penyandang disabilitas.
Dalam kunjungan tersebut, Astrid melihat secara langsung beragam karya seni yang dihasilkan Rangga. Karya-karya itu meliputi lukisan di atas kanvas, lukisan pada caping dan kaus, hingga karya membatik. Astrid juga menyaksikan deretan piala dan penghargaan yang telah diraih Rangga melalui berbagai kompetisi seni.
Astrid mengatakan, dirinya telah beberapa kali bertemu Rangga dalam berbagai kegiatan. Namun, kunjungan langsung ke rumah Rangga memberikan kesempatan baginya untuk mengenal lebih dekat kreativitas, karya, serta perjalanan prestasi siswa tunarungu tersebut.
“Saya sebelumnya sudah beberapa kali bertemu Rangga di berbagai kegiatan. Hari ini saya berkesempatan datang langsung ke rumahnya dan ternyata karya-karyanya banyak sekali. Bukan hanya melukis di kanvas, tetapi juga di caping, kaus, bahkan membatik. Piala dan prestasinya juga banyak. Ini luar biasa dan membuat saya semakin mengapresiasi bakat yang dimiliki Rangga,” ujar Astrid.
Rangga merupakan siswa tunarungu yang mampu mengembangkan bakat seni hingga meraih prestasi di tingkat daerah maupun nasional. Salah satu pencapaiannya diraih dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2024. Rangga berhasil meraih juara II kategori Melukis SDLB tingkat Provinsi Jawa Tengah dan peringkat III di tingkat nasional.
Sebelumnya, Rangga juga meraih juara II lomba menggambar dan mewarnai dalam rangka Milad ke-3 RSGM Soelastri pada 2021. Berbagai pencapaian tersebut menunjukkan konsistensi Rangga dalam mengembangkan kemampuan seni sekaligus membuktikan potensinya untuk berkompetisi dan berprestasi.
Menurut Astrid, perjalanan Rangga menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya para orang tua yang mendampingi anak-anak dengan beragam kebutuhan dan kemampuan. Setiap anak memiliki potensi yang berbeda sehingga perlu mendapatkan dukungan, bimbingan, serta kesempatan untuk mengembangkan bakatnya.
“Rangga memberikan inspirasi bagi kita semua, terutama bagi para orang tua yang sedang mendampingi anak-anaknya. Dengan dukungan dan bimbingan yang tepat, anak-anak bisa tumbuh, berkembang, dan meraih prestasi meskipun memiliki keterbatasan. Setiap anak punya potensi masing-masing, dan tugas kita adalah membantu mereka menemukan serta mengembangkannya,” ungkapnya.
Astrid menjelaskan, perhatian terhadap penyandang disabilitas perlu diwujudkan melalui kesempatan nyata untuk berkarya, berpartisipasi, dan menunjukkan kemampuan di tengah masyarakat. Dukungan tidak cukup hanya berupa apresiasi, tetapi juga perlu diwujudkan dengan membuka akses yang memungkinkan penyandang disabilitas mengembangkan potensi dan berkontribusi sesuai dengan kemampuannya.
Pemerintah Kota Surakarta terus mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif agar penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang setara dalam berbagai bidang kehidupan. Melalui dukungan tersebut, anak-anak penyandang disabilitas diharapkan semakin percaya diri untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan kemandirian, serta meraih prestasi.
Astrid juga membuka peluang agar karya-karya Rangga dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas melalui berbagai kegiatan Pemerintah Kota Surakarta. Kesempatan untuk memamerkan karya di ruang publik diharapkan dapat memperluas apresiasi masyarakat terhadap kreativitas Rangga sekaligus memberikan motivasi untuk terus berkarya.
“Ke depan, kami berharap karya-karya Rangga bisa mendapat ruang untuk dipamerkan dalam kegiatan Pemkot Surakarta. Saya ingin masyarakat juga bisa melihat langsung hasil karya dan kreativitasnya. Semoga ini menjadi penyemangat bagi Rangga untuk terus berkarya sekaligus menginspirasi anak-anak lain dan para orang tua bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk sukses,” pungkas Astrid.
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mengajak masyarakat semakin menghargai potensi penyandang disabilitas. Prestasi Rangga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan lingkungan masyarakat dalam menciptakan ruang tumbuh yang mendukung perkembangan bakat anak.
Dengan dukungan yang berkelanjutan dan kesempatan yang terbuka, anak-anak penyandang disabilitas diharapkan dapat terus mengembangkan kreativitas, meningkatkan kemandirian, serta meraih prestasi di berbagai bidang. Karya-karya Rangga pun diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk melihat kemampuan setiap anak dari potensi yang dimilikinya. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Ziarah Agung Mbah Kyai Nur Suhud, Rawat Jejak Dakwah Ulama Keraton Kartosura di Nguter SUKOHARJO – majalahlarise.com – Warga Nahdlatul Ulam...









