Posted by CB Magazine on Kamis, 20 Februari 2025 |
Pendidikan
 |
Ikatan Kerukunan Keluarga Glagahombo (IKKG) dari pedagang satai kambing di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi saat ziarah kubur. |
Unik, Sambut Bulan Ramadhan Ribuan Pedagang Satai Kambing Adakan Nyekar Bersama Di Boyolali
Boyolali- majalahlarise.com -Tradisi nyekar atau sadranan atau yang disebut dengan ziarah kubur kembali digelar oleh seribuan pedagang satai kambing di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang tergabung dalam Ikatan Kerukunan Keluarga Glagahombo (IKKG). Tradisi ini digelar di pemakaman umum Giriarso di Dukuh Glagahombo, Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Rabu (19/2/2025).
Sejak pagi ribuan warga tersebut berdatangan ke permakaman Giriarso di Bukit Wonopotro, Glagahombo untuk melaksanakan tradisi nyekar atau nyadran ke ahli waris masing-masing. Selain itu mereka juga terlihat dengan khitmat berdoa dan membaca tahlil.
Ketua Umum Ikatan Kerukunan Keluarga Glagahombo (IKKG) yang merupakan para pedagang satai dan tongseng di Jakarta, Sudadi, mengatakan tradisi ziarah kubur digelar setiap tahun atau bertepatan dengan tanggal 20 Ruwah dalam penanggalan jawa.
“Yang utama adalah ziarah kubur yang dilakukan setiap tahun, biasanya bertepatan dengan tanggal 20 Ruwah,yang dimulai jam mungkin sebelum jam 06.00 pagi dan kemudian dilanjutkan secara bersama-sama mendoakan leluhur semua yang ada di makam ini,” katanya.
Sudadi menjelaskan, mudik saat Sadranan di Glagahombo justru lebih ramai ketimbang Lebaran karena terdapat ikatan spiritual untuk pulang mendoakan orang tua saat Ruwah. Dan dipastikan banyak warung satai para perantau di Jakarta tutup hingga 25 Februari 2025.
“Sekitar 1.500-an warga disini merantau di Jabodetabek menjadi pedagang satai. Di perantauan, mereka dikenal sebagai pedagang satai dan tongseng,” jelasnya.
Salah satu pedagang satai, Fifi Eka, mengatakan untuk acara nyekar atau nyadran sengaja menutup warung satainya di Jakarta untuk berkumpul di kampung.
“Soalnya ini tradisi rutin tiap tahun sebelum Puasa selalu pulang kampung. Yang kami lakukan doa bersama keluarga di makam leluhur dan menabur bunga,” ucapnya. (Ags/ Sofyan)
Baca juga: Kersa Wonogiri Gelar Cooking Class Sambut Ramadan, UMKM Dapat Pendampingan Usaha
Tidak ada komentar: