 |
Ikhsan, seorang praktisi digital marketing, menjelaskan materi optimalisasi Meta Ads. |
DPC HILLSI Wonogiri Gelar Pelatihan Digital Marketing, Optimalisasi Meta Ads untuk Lembaga Pelatihan
Wonogiri- majalahlarise.com -Dalam menghadapi era digital yang semakin berkembang, Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (HILLSI) Kabupaten Wonogiri menggelar pelatihan digital marketing bertema Implementasi Digital Marketing dengan Media Meta Ads, Senin (24/3/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Wonogiri ini bertujuan untuk membantu lembaga pelatihan dalam memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan pemasaran dan jangkauan layanan mereka.
Pelatihan ini dihadiri oleh berbagai perwakilan lembaga kursus dan pelatihan, instruktur, serta pelaku usaha yang ingin mengembangkan keterampilan digital marketing. Para peserta mendapatkan wawasan dan praktik langsung tentang penggunaan Meta Ads sebagai salah satu strategi pemasaran digital yang efektif.
Joko Pramono, S.Si, selaku Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnakerin Kabupaten Wonogiri, mengatakan dunia pelatihan memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia.
 |
Peserta dari perwakilan lembaga kursus dan pelatihan, instruktur, serta pelaku usaha yang ingin mengembangkan keterampilan digital marketing. |
"Jika kita tidak membuka diri, terutama dalam pemasaran, maka lembaga-lembaga pelatihan kita akan tetap berjalan di bawah radar, tidak terlihat. Padahal, dampak dari lembaga pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sangat besar. Di daerah atau pelosok, kita sering melihat munculnya pertumbuhan ekonomi kecil-kecilan di sekitar lembaga pelatihan, seperti warung, penginapan, atau bisnis lainnya yang ikut berkembang," ungkap Joko.
Lebih lanjut, ia menjelaskan dunia pelatihan merupakan salah satu solusi pragmatis untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, terutama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Berbeda dengan pendidikan formal yang membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga seseorang siap bekerja, pelatihan kerja bisa menghasilkan tenaga siap pakai dalam hitungan bulan. Oleh karena itu, kita harus lebih aktif mempromosikan dunia pelatihan agar semakin dikenal luas," tambahnya.
 |
Joko Pramono, S.Si, selaku Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnakerin Kabupaten Wonogiri, menyampaikan sambutan. |
Sesi utama pelatihan diisi oleh Ikhsan, seorang praktisi digital marketing, yang menjelaskan pentingnya lembaga pelatihan untuk bertransformasi ke dalam dunia digital.
"Lembaga kursus tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode pemasaran konvensional. Kita harus masuk ke ranah digital, memahami algoritma platform sosial media, dan memanfaatkan Meta Ads agar lebih dikenal oleh calon peserta," jelasnya.
Namun, Ikhsan menekankan kunci utama dalam pemasaran digital bukan hanya sekadar beriklan, tetapi juga konsistensi dalam membuat konten.
"Memahami Meta Ads itu sebenarnya tidak sulit. Yang lebih menantang adalah bagaimana kita bisa terus membuat konten yang menarik dan relevan. Konsistensi, kreativitas, serta mengikuti tren yang ada sangat penting dalam digital marketing," ujarnya.
Ia juga menjelaskan beberapa tantangan yang sering dihadapi dalam produksi konten digital, seperti rasa malas dan kurangnya ide.
"Kadang kita merasa malas atau kehabisan ide untuk membuat konten. Padahal, ada banyak cara untuk mengatasi ini, seperti mencari referensi dari konten lain, memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), atau melakukan brainstorming dengan tim. Yang penting adalah tetap disiplin dan terus belajar," katanya.
Ikhsan juga berbagi pengalamannya dalam menjalankan digital marketing untuk berbagai klien.
"Saya pribadi setiap hari membuat konten, baik untuk bisnis sendiri maupun klien. Setiap pagi, saya dan tim melakukan brainstorming untuk menentukan konsep konten yang akan dibuat. Mulai dari penulisan naskah, skenario, pengambilan gambar, editing, hingga publikasi. Semua harus direncanakan dengan baik agar hasilnya maksimal," jelasnya.
Sementara itu, Dwi Suswatiningsih, Ketua DPC HILLSI Kabupaten Wonogiri, membahas bagaimana AI (Artificial Intelligence) dapat membantu mempermudah pekerjaan dalam digital marketing.
"Hari ini, kita tidak perlu lagi mengandalkan otak kita sendiri untuk membuat konten. AI bisa membantu dalam mencari ide, membuat desain, hingga menyusun strategi pemasaran. Yang perlu kita lakukan hanyalah memberikan instruksi yang jelas," katanya.
Ia juga menyoroti fakta bahwa Indonesia termasuk dalam negara dengan tingkat pemanfaatan AI yang masih rendah.
"Di era digital ini, kita harus lebih pintar dalam memanfaatkan teknologi. Jangan sampai kita tertinggal hanya karena enggan belajar dan beradaptasi," tegasnya.
Dwi juga memberikan contoh bagaimana AI bisa digunakan untuk membuat konten pemasaran yang lebih efektif.
"Misalnya, jika kita ingin membuat bio Instagram yang menarik untuk lembaga pelatihan kita, AI bisa membantu menyusun kata-kata yang tepat. Begitu juga jika kita ingin membuat konten edukatif, kita bisa meminta AI untuk memberikan ide-ide segar," ujarnya.
Sesi ini juga menjadi ajang tanya jawab, di mana peserta dapat berkonsultasi langsung dengan para narasumber tentang kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan digital marketing.
"Saya sangat terbantu dengan pelatihan ini. Selama ini saya masih ragu menggunakan Meta Ads, tetapi setelah mengikuti sesi praktik, saya jadi lebih percaya diri untuk mencobanya," ujar Anita Wulan Sari salah satu peserta. (Sofyan)
Baca juga: SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar Mabit, Hadirkan Motivator Nida' Qalbu dari Solo
Tidak ada komentar: