Featured

Headline News

Beragama yang Benar Kunci Kemajuan Bangsa

31 Mar 2025

larise tv

Kabar Desa

Desa Metuk, Mojosongo Segera Mempunyai Ponpes

Peletakan batu pertama dihadiri oleh perwakilan bupati, ketua DP...

  • 01 Mar 2025
  • 0

Warga Dusun Gunungan dan Perantau Mengikuti Sholat Idul Fitri 1446 H

Print Friendly and PDF

Warga setempat bersama para perantau yang pulang kampung mengikuti Sholat Idul Fitri 1446 H di halaman Masjid Al Barokah Gunungan, Manyaran Wonogiri.


Warga Dusun Gunungan dan Perantau Mengikuti Sholat Idul Fitri 1446 H

Wonogiri- majalahlarise.com -Suasana haru dan kebersamaan menyelimuti Dusun Gunungan, Senin (31/3/2025), saat warga setempat bersama para perantau yang pulang kampung mengikuti Sholat Idul Fitri 1446 H di halaman Masjid Al Barokah Gunungan, Manyaran Wonogiri. Ribuan jamaah memadati lokasi sejak pagi hari, mengenakan pakaian terbaik mereka sebagai simbol kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Bertindak sebagai imam dan khatib dalam pelaksanaan ibadah tersebut adalah Ustadz Firman dari Sukoharjo.

Dalam khutbahnya, Ustadz Firman mengingatkan jamaah akan pentingnya rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan. Ia mengatakan setiap manusia diberikan modal berupa usia, waktu, dan kesempatan oleh Allah, yang kelak akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

"Jamaah sekalian, kita diberikan kesempatan untuk kembali kepada Allah dalam tiga kondisi yaitu pertama, pulang membawa pahala yang besar; kedua, pulang tanpa membawa pahala apa pun; dan ketiga, pulang dalam kondisi merugi dengan membawa dosa-dosa," ujar Ustadz Firman dengan suara yang lantang dan penuh makna.

Ustadz Herman menyampaikan khotbah Idul Fitri.


Ia juga mengajak jamaah untuk merenungkan peristiwa tragis yang baru saja terjadi di Sukoharjo pada 26 Maret 2025. Sebuah mobil yang membawa tujuh anggota keluarga dalam perjalanan mudik tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu. Empat orang meninggal dunia di tempat, sementara tiga lainnya mengalami luka berat. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi jamaah akan betapa berharganya kesempatan berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat dan selamat.

"Bersyukurlah kita yang masih bisa bersama keluarga pagi ini. Banyak orang yang berjuang untuk sampai di rumah, tetapi takdir berkata lain. Maka dari itu, mari kita benar-benar menghargai momen ini dan memanfaatkannya untuk memperbanyak ibadah serta meningkatkan rasa syukur," lanjutnya.

Selain itu, Ustadz Firman juga menuturkan  pentingnya menjaga semangat ibadah setelah Ramadan. Ia mengingatkan ibadah tidak hanya dilakukan selama bulan suci, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

"Seburuk-buruk manusia adalah mereka yang hanya mengenal Allah di bulan Ramadan. Setelahnya, mereka kembali kepada kebiasaan lama tanpa ibadah dan amal kebaikan. Maka, mari kita pertahankan kebiasaan baik yang telah kita jalani selama Ramadan ini," tegasnya.

Di akhir khutbah, Ustadz Firman mengajak seluruh jamaah untuk saling memaafkan, baik dengan keluarga, tetangga, maupun sesama muslim. Momen Idul Fitri, menurutnya, adalah saat yang tepat untuk membersihkan hati dari dendam dan kebencian.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Al Barokah, Wasiman, dalam sambutannya menyampaikan hasil infak Ramadan yang terkumpul sebesar Rp2.135.500. Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai keperluan masjid, termasuk pembayaran renovasi plafon yang telah menghabiskan biaya Rp28.575.000, dengan sisa kekurangan sebesar Rp4.345.000 yang masih perlu ditutupi pasca Lebaran.

Takmir masjid juga menyampaikan informasi terkait persiapan Idul Adha 1446 H yang akan datang. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dalam program kurban, dengan pendaftaran yang dapat dilakukan melalui panitia setempat. "Bagi jamaah yang ingin berkurban, bisa menghubungi panitia agar pendataan dan persiapan bisa dilakukan sejak dini," ujar Wasiman.

Acara Sholat Idul Fitri ini menjadi momentum berharga bagi warga dusun Gunungan dan para perantau untuk bersilaturahmi, saling memaafkan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah dalam suasana yang penuh keberkahan dan kebahagiaan. Setelah sholat dan khutbah selesai, jamaah saling bersalaman, berpelukan, dan bertukar doa, menciptakan suasana penuh haru dan kehangatan. (Sofyan)


Baca juga: Bupati dan Wakil Bupati Boyolali Agus Irawan dan Dwi Fajar Nirwana Resmi Nempati Rumah Dinas dengan Acara Slup slupan


Tidak ada komentar:

Write a Comment

Featured